Anda di halaman 1dari 4

PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA STIFFNESS ELBOW DEXTRA POST FRAKTUR SUPRACONDYLAR HUMERI DENGAN K-WIRE DI RSUD PANEMBAHAN SENOPATI

BANTUL (Ayudia Sekar Putri, 2012, 64 halaman) ABSTRAK Latar Belakang: Pemasangan ORIF berupa kawat (K-Wire) pada tulang humeri, sehingga sendi siku dalam kondisi yang terbatas untuk waktu yang relative lama akan menyebabkan kekakuan (stiffness) atau keterbatasan gerak sendi siku. Tujuan: Untuk mengetahui pelaksanaan fisioterapi dalam pengurangan rasa nyeri, peningkatan lingkup gerak sendi, peningkatan kekuatan otot, pengurangan oedema dan peningkatan kemampuan aktivitas fungsional pada kondisi stifness elbow dextra post fraktur supracondylar humeri dengan K-Wire. Dengan menggunakan modalitas infra red dan terapi latihan. Hasil: Setelah dilakukan terapi selama enam kali didapatkan hasil adanya pengurangan nyeri diam T0 2 menjadi T6 1, nyeri tekan T0 menjadi T6 2, sedangkan pada nyeri gerak T0 4 menjadi T6 2, peningkatan lingkup gerak sendi aktif fleksi ektensi T0 S : 150 - 30 55 menjadi T6 S : 170 - 10 - 80, sedangkan pada pasif fleksi-ektensi T0 S : 155 - 25 - 60 menjadi T6 S : 170 - 10 - 90, peningkatan kekuatan otot fleksor T0 3+ menjadi T6 4, sedangkan pada otot ektensor T0 3 menjadi T6 4, pengurangan oedema pada condylus lateralis keproximal 5cm T0 23cm menjadi T6 21cm, pada condylus lateralis keproximal 10cm T0 20cm menjadi T6 19cm, pada condylus lateral kedistal 5cm T0 23cm menjadi T6 19cm dan peningkatan kemampuan aktivitas fungsional. Kesimpulan: Infra Red dapat mengurangi nyeri dan oedema pada sendi siku kanan dalam kondisi stiffness elbow, terapi latihan dapat meningkatkan kemampuan fungsional, free active movement dapat meningkatkan kekuatan otot, assited active movement dapat memelihara LGS dan hold relax dapat menambah lingkup gerak sendi dalam kondisi stiffness elbow. Kata kunci: stiffness elbow, IR, terapi latihan free active movement, assited active movement dan hold relax PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI DENGAN MADALITAS MWD, ULTRA SOUND DAN TERAPI LATIHAN PADA KASUS CALCANEUS SPUR DI RSUP SARDJITO YOGYAKARTA ABSTRAK

Latar belakang: Calcaneus Spur merupakan tonjolan tulang abnormal pada permukaan calcaneus yang sering menyebabkan nyeri pada waktu berjalan. Proses terjadinya calcaneus spur lambat namun pasti bertambah. Rasa nyeri lokal daerah tumit terutama bila dipijakkan. Nyeri ini lebih terasa sewaktu bangun tidur dan menumpukan berat badan pada kaki pertama kali ke lantai. Pada kasus ini menggunakan modalitas MWD, US, terapi latihan guna untuk mengatasi nyeri, banyak teknologi fisioterapi yang bisa dilakukan adalah MWD dan US MWD (Microwave Diatermy) adalah suatu pengobatan dengan menggunakan stressor fisis berupa energi elektromagnetik yang dihasilkan oleh arus listrik bolak-balik frekuensi 2450 MHz, dengan panjang gelombang 12,25cm. Tujuan: Untuk mengetahui manfaat dari Micro Wave Diatermy, Ultra Sound, terapi latihan dalam mempertahankan kekuatan otot dan mencegah pemendekan otot atau kontraktur, untuk mengetahui latihan gerak passive dalam meningkatkan lingkup gerak sendi dan meningkatkan kekuatan otot. Untuk mengetahui ultra sound dalam mengurangi nyeri pada calcaneus spur. Hasil: setelah dilakukan terapi selama enam kali didapatkan hasil 6,8, nyeri tekan: 4, nyeri gerak: 10 dan berkurang setelah dilakukan 6x terapi dengan hasil nyeri diam: 1,4, nyeri tekan: 2, nyeri gerak: 2,7 dan untuk lingkup gerak sendi disini dari gerak pada kaki kiri, aktif: S = 20 0 40, R = 20 0 30, pasif: S = 20 0 50, R = 20 0 35. Kesimpulan: Modalitas fisioterapi yang dapat diberikan pada kondisi calcaneus spur ini adalah dengan pemberian ultra sound, micro wave diatermy dan terapi latihan. Tujuan pengobatan dengan menggunakan modalitas ini adalah mengurangi nyeri dan mengurangi spasme, memelihara kekuatan otot dan meningkatkan lingkup gerak sendi. Kata kunci: calcaneus spur sinistra, micro wave diaterm, terapi latihan. Elbow stiffness physiotherapy MANAGEMENT IN POST FRAKTUR dextra SUPRACONDYLAR humeral WITH K-WIRE IN hospitals Panembahan Senopati BANTUL (Ayudia Sekar Princess, 2012, 64 pages)

ABSTRACT

Background: Installation of ORIF of the wire (K-wire) on the humeral bone, so that the elbow joint in the limited conditions for a relatively long time will cause rigidity (stiffness) or limited motion of the elbow joint. Objectives: To determine the implementation of physiotherapy in reducing pain, increasing range of motion, increase muscle strength, reduction of edema and increased capacity on the condition of functional activity stifness elbow supracondylar humeral fractures dextra post by K-Wire. By using infrared modalities and exercise therapy. Results: After treatment for six times the obtained results a reduction in silent pain becomes T6 1 T0 2, T0 to T6 tenderness 2, while the pain of movement into T6 T0 4 2, the increase in active range of motion of flexion extension T0 S: 150 - 30 - 55 to T6 S: 170 - 10 - 80 , while in passive flexion-extension T 0 S: 155 - 25 - 60 to T6 S: 170 - 10 - 90 , the increase in strength flexor muscle T0 to T6 3 + 4, whereas the muscle ektensor 3 T0 to T6 4, reduction of edema in the lateral condylus keproximal T0 5cm 21cm 23cm to T6, the lateral condylus keproximal T0 20cm 10cm to 19cm T6, the lateral condylus kedistal T0 5cm 23cm a T6 19cm and capacity building of functional activity. Conclusion: Infra Red can reduce pain and edema of the right elbow joint stiffness in the elbow condition, exercise therapy can improve functional capacity, free active movement can improve muscle strength, active movement assited can maintain and hold relax LGS can increase range of motion in a state of stiffness elbow. Keywords: elbow stiffness, IR, free active exercise movement, active movement and hold assited relax ... therapy

Physiotherapy MANAGEMENT WITH MADALITAS MWD, ULTRA SOUND AND EXERCISE THERAPY IN THE CASE OF SPUR calcaneus Dr Sardjito YOGYAKARTA ABSTRACT Background: The calcaneus bone Spur is an abnormal bulge on the surface of the calcaneus which frequently causes pain when walking. The process of the calcaneus spur a slow but steady increase. Local pain, especially when dipijakkan heel area. This pain is more pronounced when I wake up and concentrate the weight on the feet first into the floor. In this case using MWD modality, U.S., therapeutic

exercises in order to overcome the pain, many technologies that can be done is to physiotherapy and U.S. MWD MWD (Microwave Diatermy) is a treatment using physical stressors in the form of electromagnetic energy generated by an alternating electric current frequency 2450 MHz, with a wavelength of 12.25 cm. Objectives: To determine the benefits of Micro Wave Diatermy, Ultra Sound, therapeutic exercises to maintain muscle strength and prevent muscle shortening or contracture, passive motion exercises to determine the increase range of motion and increase muscle strength. To know the ultra sound in relieving pain in the calcaneus spur. Results: after treatment for six times the obtained results of 6.8, tenderness: 4, pain in motion: 10 and 6x reduced after treatment with the silent pain: 1.4, tenderness: 2, pain in motion: 2.7 and for range of motion of the motion here on the left leg, active: S = 20 - 040, R = 20 - 0-30, Passive: S = 20 - 0-50, R = 20-0 - 35. Conclusion: physiotherapy modalities that can be given on the condition of calcaneus spur is the provision of ultra sound, micro wave diatermy and exercise therapy. The goal of treatment using this modality is to reduce pain and reduces spasm, maintain muscle strength and improve range of motion. Key words: the left calcaneus spur, micro wave diaterm, exercise therapy.