Anda di halaman 1dari 20

PENDIDIKAN KESEHATAN

REPRODUKSI REMAJA

dr. Ashimatul Wardah Al Mawaddah


Moh. Ismail (Editor)
UKS MTs. MAARIF ASSA’ADAH II
Sampurnan Bungah Gresik
Telp/fax. 031-3949818
Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja

PENDIDIKAN KESEHATAN
REPRODUKSI REMAJA

Pendahuluan
MASA pancaroba bagi remaja disebut-sebut
sebagai periode yang susah-susah gampang bagi
orangtua untuk menanganinya. Kebanyakan
orangtua mengakui bahwa memberi bekal untuk
remaja putri agar mereka mampu menghadapi
berbagai gejolak kehidupan sebenarnya tidaklah
mudah.
Meski orangtua sudah bersusah payah
menyediakan berbagai fasilitas, termasuk
pendidikan yang terbaik untuk anak putri mereka,
namun toh orangtua takkan sanggup menghindari
godaan dunia yang semakin menghadang
kehidupan remaja global sekarang ini.
Perkembangan teknologi komunikasi yang
menyebar berbagai informasi dan hiburan budaya
pop, kini semakin deras dan takkan mungkin bisa
dibendung hanya dengan mengurng anak di
rumah atau dengan menyediakan berbagai
fasilitas canggih di rumah.

UKS MTs. Ma'arif Assa'adah II 2


Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja

Sesuai dengan perkembangannya, anak-


anak putri masa kini tak mungkin dipingit seperti
cerita novel Siti Nurbaya, karena kehidupan
menuntut mereka untuk tampil lebih luwes dan
lebih bergaul dengan dunia luar. Dengan
demikian, berbagai acara darmawisata, diskotik,
nonton, ikut klub olahraga, sudah menjadi bagian
acara rutin remaja.
Hampir semua remaja di belahan dunia
mana pun sekarang ini berada dalam situasi yang
penuh godaan dengan semakin banyaknya
hiburan di media yang menyesatkan.
Dengan informasi yang terbatas dan
perkembangan emosi yang masih labil, mereka
sudah dihadapkan pada berbagai godaan seperti
film-film Barat yang menawarkan nilai-nilai sangat
bertentangan dengan nilai-nilai budaya Timur.
Persepsi Remaja Tentang Kesehatan
Reproduksi
Pentingnya informasi tentang kesehatan
reproduksi’ remaja perlu mendapatkan informasi
yang cukup, sehingga mengetahui hal-hal yang
seharusnya dilakukan dan juga hal -hal yang
seharusnya dihindari.

UKS MTs. Ma'arif Assa'adah II 3


Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja

Perlunya mendapatkan informasi yang


benar dari sumber yang terpercaya.
Remaja mempunyai hak untuk
mendapatkan informasi yang benar tentang
kesehatan reproduksi dan informasi tersebut juga
berasal dari sumber yang terpercaya pula
sehingga dapat berguna bagi remaja itu sendiri
dan bukannya menyesatkan.

Perlu diberikan di sekolah dan di keluarga


Agar remaja mendapatkan informasi yang
benar, Kesehatan reproduksi remaja hendaknya
juga diajarkan di sekolah dan di dalam
lingkungan keluarga.
Dengan mengetahui tentang Kesehatan
Reproduksi Remaja secara benar kita dapat
menghindari dilakukannya hal-hal negatif oleh
remaja. Apalagi bagi remaja di kota-kota besar,
yang berbagai informasi dapat masuk dengan
mudahnya, terutama di era globalisasi seperti
sekarang ini.

UNTUK MENCEGAH
• PRILAKU SEKS PRA NIKAH
• PENULARAN PENYAKIT KELAMIN
• AIDS
• ABORSI
• KANKER akibat sex bebas
UKS MTs. Ma'arif Assa'adah II 4
Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja

• GRADASI MORAL REMAJA


• KEHAMILAN DILUAR NIKAH
• MASA DEPAN suram GENERASI MUDA

ORGAN REPRODUKSI DAN FUNGSINYA


A. WANITA
Organ reproduksi yang tampak dari luar :
1. Vulva
2. Labia Majora dan Rambut Pubis
3. Payudara dan Papila Mamae
Organ reproduksi bagian dalam :
• Labia Minora : merupakan labia sebelah
dalam dari labia majora, dan berakhir
dengan klitoris, ini identik dengan penis
sewaktu masa perkembangan janin, yang
kemudian mengalami atrofi. Dibagian
tengah klitoris terdapat lubang uretra
untuk keluarnya air kemih saja.
• Hymen, merupakan selaput tipis yang
bervariasi elastisitasnya, berlubang teratur
ditengah, sebagai pemisah dunia luar
dengan organ dalam. Hymen akan sobek
dan hilang setelah wanita berhubungan
seksual (coitus) atau setelah melahirkan.
• Vagina, berupa tabung bulat memanjang
terdiri otot-otot melingkar yang di kanan
UKS MTs. Ma'arif Assa'adah II 5
Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja

kirinya terdapat kelenjar ( Bartolini )


menghasilkan cairan, sebagai pelumas
waktu aktifitas seksual.
• Uterus (Rahim) , berbentuk seperti buah
peer, bagian bawahnya mengecil dan
berakhir sebagai leher rahim/ cerviks uteri.
Terdiri dari lapisan otot tebal, sebagai
tempat pembuahan, berkembangnya janin,
dinding sebelah dalam selalu mengelupas
sewaktu menstruasi.
• Tuba uterina (fallopi);/ saluran di sebelah
kanan dan kiri uterus, untuk lewat sel
telur/ ovum.
• Ovarium, dua buah dan merupakan
kelenjar yang menghasilkan sel telur dan
menghasilkan hormon estrogen dan
progesterone.
• Payudara/ kelenjar mamae, yang berfungsi
saat laktasi

Fungsi Organ :
Organ reproduksi tersebut mulai berfungsi
saat akil baliq yang ditandai menstruasi pertama
kali (Menarche ) pada usia 10-14 tahun dan itu
sangat bervariasi.
Saat itu kelenjar hipofisa mulai
berpengaruh, kemudian ovarium mulai bekerja
menghasilkan hormon estrogen dan progesteron.

UKS MTs. Ma'arif Assa'adah II 6


Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja

Hormon ini akan mempengaruhi uterus


pada dinding sebelah dalam dan terjadilah proses
menstruasi.
Setiap bulan pada masa subur (sekali)
terjadi ovulasi dengan dihasilkan sel telur / ovum
untuk dilepaskan menuju uterus lewat tuba
uterina.
Produksi hormon ini hanya berlangsung
hingga masa menopause, kemudian tidak
berproduksi lagi.
Tentunya semua aktifitas yang dipengaruhi
hormon ini akan berhenti pula. Periode ini
bervariasi antara 45-50 tahun, dengan ditandai
berbagai tanda dan keluhan yang dialami seorang
wanita.
Kelenjar payudara juga dipengaruhi oleh
hormon ini, sehingga hormon estrogen dan
progesteron dikatakan mempengaruhi organ
kelamin sekunder, seperti membesarnya ukuran
uterus, tumbuhnya rambut pubis, membesarnya
payudara, jerawatan,

MENSTRUASI :
Proses pengeluaran darah dari uterus disertai
serpihan selaput dinding uterus pada wanita
dewasa yang terjadi secara periodik. Keadaan ini
dibutuhkan keseimbangan antara hormon
estrogen dan progesterone secara bergantian.

UKS MTs. Ma'arif Assa'adah II 7


Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja

OVULASI :
Pelepasan sel telur/ ovum dari ovarium, yang siap
dibuahi/ matang terjadi sebulan sekali, yang
dipengaruhi oleh hormon estrogen.

KEHAMILAN :
Suatu proses pertemuan/ fertilasi, menempelnya/
nidasi dan berkembangnya sel ovum dan sel
spermatozoa menjadi janin dalam uterus selama 9
bulan 10 hari. Keadaan kehamilan ini
dipertahankan dengan pengaruh hormon
progesteron. Hormon estrogen pada masa ini
mempengaruhi kelenjar mamae untuk persiapan
laktasi. Pada masa ini tidak terjadi ovulasi dan
menstruasi.

MELAHIRKAN :
Suatu proses pengeluaran janin dari uterus,
dengan timbulnya konstraksi uterus dipengaruhi
oleh hormone oksitosin, dan kekuatan kontraksi
otot-otot perut. Fase - fase nya : pembukaan
cerviks uteri, pengeluaran janin, pengeluaran
placenta (ari-ari)

MENYUSUI / LAKTASI :
Setelah melahirkan, seorang wanita masih harus
bertugas menyusui bayinya, dengan pengeluaran
ASI (yang pertama colustrum) yang sangat
UKS MTs. Ma'arif Assa'adah II 8
Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja

bermanfaat untuk bayi. Pada masa ini hormon


prolaktin berpengaruh, dan juga progesteron
masih cukup banyak, sehingga menstruasi belum
terjadi. Tetapi adang-kadang bisa terjadi ovulasi.
Sehingga pada masa ini wanita sudah
menggunakan kontrasepsi guna mencegah
terjadinya kehamilan berikutnya.

B. PRIA :
1.Alat kelamin bagian luar
• Penis, berbentuk bulat panjang yang
berubah besarnya saat aktifitas seksual.
Bagian dalam penis berisi pembuluh
darah, otot dan serabut saraf. Ditengahnya
terdapat saluran air kemih dan juga
sebagai saluran cairan sperma yang
disebut uretra.
• Skrotum, terdapat dua buah kanan dan
kiri, berbentuk bulat, tampak luar berupa
kulit yang berkerut dan ditumbuhi rambut
pubis.

2. Alat kelamin bagian dalam meliputi :


• Testis, Jumlahnya dua buah, merupakan
isi skrotum, yang terdiri dari saluran kecil –

UKS MTs. Ma'arif Assa'adah II 9


Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja

kecil membentuk anyaman, sebagai tempat


pembentukan sel spermatozoa.
• Vas-deferens, dua buah, ini merupakan
saluran yang membawa sel spermatozoa.
• Kelenjar prostat, satu buah menghasilkan
cairan kental yang fungsinya untuk
memberi makanan sel spermoatozoa, serta
enzim – enzim.
• Kelenjar vesikula seminalis, satu buah, juga
menghasilkan cairan untuk kehidupan sel
spermatozoa, secara bersama – sama cairan
tersebut menyatu dengan spermatozoa
menjadi produk yang disebut semen, yang
dikeluarkan setiap kali pria ejakulasi

Fungsi organ reproduksi pria :


Organ tersebut mulai berfungsi sebagai system
reproduksi dimulai saat akil balig sekitar usia 11-
14 tahun
• Keluarnya semen atau cairan mani yang
pertama kali. Hal ini berlangsung selama
kehidupannya.
• Organ testis yang menghasilkan sel
spermatozoa akan bekerja setelah
mendapat pengaruh hormon testosteron
yang dihasilkan oleh sel – sel Interstital
Leydig dalam testis.
UKS MTs. Ma'arif Assa'adah II 10
Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja

• Keadaan ini dibawah perintah organ yang


berada diotak, yaitu : kelenjar hipofisa dan
juga hipothalamus.
• Pada aktifias seksual, organ tersebut akan
bekerja sesuai dengan rangsang yang
diperoleh.
• Bila dilakukan dengan pasangan sampai
tingkat coitus, maka penis berpenetrasi
masuk kedalam vagina dan berakhir
dengan keluarnya semen.
• Cairan semen dihasilkan kira-kira 3-5 cc
setiap ejakulasi, yang didalamnya terdapat
sel spermatozoa 35 juta – 100 juta,dengan
berbagai sifatnya, misalnya motilitasnya,
bentuknya, kecepatan dan arah berjalan,
kemampuan penetrasi, dll.
• Hormon TESTOSTERON ini akan
mempengaruhi tanda kelamin sekunder,
misalnya kumis, jakun, alat kelamin
menjadi lebih besar, suara parau, otot-otot
membesar, dll

Aktifitas seksual :
Dimulai adanya rangsangan fisik (diraba) atau
psikis (membaca, membayangkan, menonton) yang
mengakibatkan perubahan bentuk organ kelamin.

UKS MTs. Ma'arif Assa'adah II 11


Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja

Ada beberapa fase :


- ereksi
- lubrikasi
- emisi
- orgamus – ejakulasi

Faktor yang berpengaruh :


- organic (saraf, pembuluh darah, hormonal, usia)
- psikis/ emosi/ suasana lingkungan

YANG PERLU DIKETAHUI


NEMPEL-NEMPEL BISA HAMIL
Setyawan mengatakan, problem yang dihadapi
remaja lebih banyak adalah persoalan seks,
bukannya permasalahan hubungan antara orang
tua dan anaknya. ''Saya beberapa kali menemui
adanya orang yang hamil, sedangkan selaput
daranya tidak pecah. Nah, nempel-nempel itu bisa
hamil lo,'' ujarnya

BAGAIMANA KALAU PACAR MEMAKSA


pasangan remaja yang sedang pacaran harus bisa
saling menjaga. Sebab wanita pun kalau sudah
punya mau bisa tak terkendali. Karena itu
alangkah indahnya jika mereka yang sedang
dimabuk asmara bisa saling mengingatkan. Sebab
UKS MTs. Ma'arif Assa'adah II 12
Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja

pasangan lain jenis kalau sudah dekat, maka


setan pun akan berusaha lebih merapatkan lagi.
''Jangan biarkan calon suami atau istri kalian
nantinya diberi barang bekas. Maka seringlah
berpuasa dalam rangka menjaga syahwat

AKIBAT HUBUNGAN SEKS USIA MUDA


Hubungan Seks Usia Muda Berisiko Kanker

Hubungan atau kontak seksual pada usia di


bawah 17 tahun merangsang tumbuhnya sel
kanker pada alat kandungan perempuan, karena
pd rentang usia 12 hingga 17 tahun, perubahan
sel dalam mulut rahim sedang aktif sekali
"Saat sel sedang membelah secara aktif
(metaplasi) idealnya tidak terjadi kontaks atau
rangsangan apa pun dari luar, termasuk injus
(masuknya) benda asing dalam tubuh
perempuan," kata dr Teti Ernawati dari Rumah
Sakit Cipto Mangunkusumo di Jakarta, Menurut
dia, adanya benda asing, termasuk alat kelamin
laki-laki dan sel sperma, akan mengakibatkan
perkembangan sel ke arah abnormal. Apalagi
kalau sampai terjadi luka yang mengakibatkan
infeksi dalam rahim.

UKS MTs. Ma'arif Assa'adah II 13


Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja

Sel abnormal dalam mulut rahim itu dapat


mengakibatkan kanker mulut rahim (serviks).
Kanker serviks menyerang alat kandungan
perempuan, berawal dari mulut rahim dan
berisiko menyebar ke vagina hingga keluar di
permukaan,katanya. Selain itu, kanker serviks
juga berisiko menyebar ke organ lain di dalam
tubuh, misalnya uterus, ovarium, tuba fallopi,
ginjal, paru-paru, lever, tulang hingga otak,
katanya."Jika telah mencapai stadium lanjut dan
menyebar ke organ tubuh lain, maka kanker
serviks dapat mengakibatkan kematian,"
Gejala timbulnya keputihan yang berbau dan
berulang-ulang serta terjadi pendarahan di bagian
kemaluan saat tidak sedang haid.
Pencegahan :bagi perempuan untuk menikah
setelah berusia 17 tahun lebih dan menerapkan
perilaku seksual yang sehat."Hindari seks bebas
dan gonta-ganti pasangan," katanya.

PENYAKIT KELAMIN
• Pada pria, gejala awal 2-7 hari setelah
terinfeksi. berawal sebagai rasa tidak enak
pada uretra, beberapa jam kemudian diikuti
oleh nyeri ketika berkemih serta keluarnya
nanah dari penis.
• Sedangkan pada wanita, gejala awal biasanya
timbul dalam waktu 7-21 hari setelah
UKS MTs. Ma'arif Assa'adah II 14
Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja

terinfeksi. Penderita seringkali tidak


merasakan gejala selama beberapa minggu
atau bulan, dan diketahui menderita penyakit
tersebut hanya setelah pasangan hubungan
seksualnya tertular. Jika timbul gejala,
biasanya bersifat ringan. Tetapi beberapa
penderita menunjukkan gejala yang berat,
seperti desakan untuk berkemih, nyeri ketika
berkemih, keluarnya cairan dari vagina, dan
demam. Infeksi dapat menyerang leher rahim,
rahim, saluran telur, indung telur, uretra, dan
rektum serta menyebabkan nyeri pinggul yang
dalam ketika berhubungan seksual.

AIDS
BAGAIMANA AIDS MENULAR ?
• 75-85 % Penularan terjadi melalui hubungan
seks (5-10 % diantaranya melalui hubungan
homoseksual) Melakukan segala bentuk
hubungan seks penetratif dengan orang yang
terinfeksi tanpa menggunakan kondom secara
benar pada saat yang tepat;
• 5-10 % akibat alat suntik yang tercemar
(terutama pada pemakai narkotika suntik)
Berbagi jarum suntik atau benda tajam lain
dengan orang yang terinfeksi HIV dalam
penggunaan obat secara intravena;

UKS MTs. Ma'arif Assa'adah II 15


Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja

• 3-5 % melalui transfusi darah yang tercemar


• 90 % infeksi pada bayi dan anak terjadi dari
Ibu yang mengidap HIV
• 25-35 % bayi yang dilahirkan oleh Ibu
pengidap HIV akan menjadi pengidap HIV
• Menato atau menindik tubuh dengan
menggunakan benda tajam yang
terkontaminasi oleh virus.

PERJALANAN INFEKSI HIV/AIDS :


• Saat terkena infeksi virus AIDS maka
diperlukan wkt5-10 tahun untuk sampai ke
tahap yang disebut sebagai AIDS.
• Setelah virus masuk kedalam tubuh manusia,
maka selama 2-4 bulan keberadaan virus
tersebut belum bisa terdeteksi dengan
pemeriksaan darah meskipun virusnya sendiri
sudah ada dalam tubuh manusia. Tahap ini
disebut sebagai periode jendela.
• Sebelum masuk pada tahap AIDS, orang
tersebut dinamai HIV positif karena dalam
darahnya terdapat HIV. Pada tahap HIV+ ini
maka keadaan fisik ybs tidak mempunyai
kelainan khas ataupun keluhan apapun, dan
bahkan bisa tetap bekerja seperti biasa.
• Dari segi penularan, maka dalam kondisi ini
ybs sudah aktif menularkan virusnya ke orang
UKS MTs. Ma'arif Assa'adah II 16
Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja

lain jika dia mengadakan hubungan seks atau


menjadi donor darah

GEJALA
• Rasa lelah berkepanjangan
• Sesak nafas dan batuk berkepanjangan
• Berat badan turun secara menyolok
• Pembesaran kelenjar (di leher, ketiak,
lipatan paha) tanpa sebab yang jelas
• Bercak merah kebiruan pada kulit (kanker
kulit)
• Sering demam (lebih dari 38 °C) disertai
keringat malam tanpa sebab yang jelas
• Diare lebih dari satu bulan tanpa sebab
yang

BAGAIMANA MENCEGAH AIDS


• Tidak berganti-ganti pasangan seksual
• Pencegahan kontak darah, misalnya
pencegahan terhadap penggunaan jarum
suntik yang diulang

• Dengan formula A-B-C


– ABSTINENSIA artinya tidak melakukan
hubungan seks sebelum menikah

UKS MTs. Ma'arif Assa'adah II 17


Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja

– BE FAITHFUL artinya jika sudah


menikah hanya berhubungan seks
dengan pasangannya saja
– CONDOM artinya pencegahan dengan
menggunakan kondom

ABORSI
Ada 2 macam risiko kesehatan terhadap wanita
yang melakukan aborsi:

1.RESIKO KESEHATAN FISIK


Resiko gangguan aborsi dan setelah melakukan
aborsi ada beberapa resiko yang akan dihadapi
seorang wanita, seperti yang dijelaskan dalam
buku Facts of Life
a. Kematian mendadak karena pendarahan
hebat
b. Kematian mendadak karena pembiusan
yang gagal
c. Kematian secara lambat akibat infeksi
serius disekitar kandungan
d. Rahim yang sobek (Uterine Perforation)
e. Kerusakan leher rahim (Cervical
Lacerations) yang akan menyebabkan
cacat pada anak berikutnya

UKS MTs. Ma'arif Assa'adah II 18


Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja

f. Kanker payudara (karena


ketidakseimbangan hormon estrogen pada
wanita)

g. Kanker indung telur (Ovarian Cancer)


h. Kanker leher rahim (Cervical Cancer)
i. Kanker hati (Liver Cancer)
j. Kelainan pada placenta/ ari-ari (Placenta
Previa) yang akan menyebabkan cacat
pada anak berikutnya dan pendarahan
hebat pada saat kehamilan berikutnya
k. Menjadi mandul/tidak mampu memiliki
keturunan lagi (Ectopic Pregnancy)
l. Infeksi rongga panggul (Pelvic
Inflammatory Disease)
m. Infeksi pada lapisan rahim (Endometriosis

2. GANGGUAN MENTAL YANG TERJADI


Pada dasarnya seorang wanita yang melakukan
aborsi akan mengalami hal-hal seperti berikut:
a. Kehilangan harga diri (82%)
b. Berteriak-teriak histeris (51 %)
c. Mimpi buruk berkali-kali mengenai bayi
(63%)
d. Ingin melakukan bunuh diri (28%)

UKS MTs. Ma'arif Assa'adah II 19


Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja

e. Mulai mencoba menggunakan obat-obat


terlarang (41%)
f. Tidak bisa menikmati lagi hubungan
seksual (59%)

SETELAH KITA TAHU


Hubungan sexual sebelum waktunya selain
merupakan perbuatan dosa besar yang tak
terampuni, lebih banyak menimbulkan resiko
yang nilainya sangat tidak sebanding apabila kita
mau menunda lebih lama beberapa tahun lagi.
Bekal iman, pendidikan, pergaulan yang sehat,
serta hubungan yang mesra antara orang tua
dengan anak serta keterbukaan dalam keluarga
merupakan bekal yang amat berharga bagi remaja
agar mereka dapat meniti kehidupan dengan
selamat.

MT s. Ma'arif As s a ' a d a h II
Visi :
”Membentuk Generasi yang Tangguh
dalam IMTAQ, IPTEK, dan Berakhlakul
Karimah”

Motto :
”Sekolah masa depan berbasis agama”
UKS MTs. Ma'arif Assa'adah II 20