Anda di halaman 1dari 7

Jurnal Sitrotika,Volume 7, Nomor 2, Juli 2011 ISSN : 1693-9670, halaman 176 s.

d 181

PERATAAN BEBAN PADA JARINGAN TEGANGAN RENDAH 380/220V PT. PLN (PERSERO) APJ GARUT
Oleh : Nundang Busaeri Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Uiversitas Siliwangi Tasikmalaya

ABSTRAK Pada makalah ini dipresentasikan ketidak seimbangan daya pada suatu sistem distribusi tenaga listrik yang terjadi karena adanya perbedaan pemakaian beban pada masing masing fasa oleh konsumen tegangan rendah 380/220 volt. Ketidakseimbangan dari beban ini menimbulkan arus pada penghantar netral transformator dan nilai besaran arusnya terkadang lebih besar dari arus yang mengalir pada penghantar fasa, selain itu juga kondisi tersebut dapatberimplikasi terjadinya rugi rugi pada penghantar netral dan penghantar fasa transformator. Perataan Beban dilakukan pada Beban Terpakai Jaringan Tegangan Rendah 380/220V ( Studi Kasus Gardu Distribusi HPG ) di PT. PLN ( Persero ) APJ Garut, dengan menganalisa rugi rugi daya akibat ketidakseimbangan beban dan rugi rugi daya jika ditetapkan bahwa beban dalam keadaan seimbang. Dari hasil penelitian, diperoleh bahwa rugi rugi daya pada kondisi lewat waktu beban puncak akibat beban tidak seimbang rata-ratanya 13,28% dari daya yang disalurkan dan pada kondisi waktu beban puncak 32,06%. Untuk beban dalam keadaan seimbang pada kondisi luar waktu beban puncak rugi rugi daya rata rata adalah 10,24% dari daya yang disalurkan dan pada beban kondisi waktu beban puncak rugi rugi daya rata ratanya adalah sebesar 26%. Kata Kunci : Ketidakseimbangan daya, arus netral, rugi rugi daya. ABSTRACT In this paper presented at the Unbalance of power in a power distribution system that occurs because of differences in the use of the load on each phase by the consumer low voltage 380/220 volts. This raises unbalance of the load current on the neutral conductor of the transformer and the current rated value is sometimes greater than the current flowing in the conductor phase, in addition to those conditions can implicated of losses in the neutral conductor and phase conductor of the transformer. Smoothing performed on load Low Voltage 380 / 220 Volt Network ( In Case Studies Distribution transformer HPG) at PT. PLN (Persero) APJ Garut, by analyzing the losses of power due to load unbalance and losses of power if it is determined that the load in balance. From the research, found that the losses of power at peak load conditions over time due to unbalanced load average is 13.28% of the power supplied and the time of peak load conditions 32.06%. To load your balance out of time at peak load conditions and losses of power of the average - average is 10.24% of the power supplied to the load and peak load conditions and loss of time the average power losses mean value is 26%. Keyword: The unbalance of power, neutral current, power loss.

1. Pendahuluan Gardu distribusi HPG ( Haur Panggung ) merupakan salah satu gardu yang berada di wilayah kerja PT. PLN APJ Garut, dimana kondisi beban masing masing fasanya menunjukkan kondisi yang tidak seimbang. Dari hasil survey tercatat bahwa arus beban rata rata pada fasa R menunjukkan 380 ampere, fasa S terukur 280 ampere dan fasa T sebesar 290 ampere. Karena arus pada masing masing fasa tidak seimbang maka mengalir arus pada penghantar netral sebesar 115 ampere, hal ini berimplikasi pada rugi rugi daya yang cukup besar. Walaupun rugi - rugi daya tidak dapat dihindari atau dihilangkan sama sekali, tetapi rugi - rugi daya dapat diminimalisir menuju angka yang seminimal mungkin. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan cara perataan beban agar beban pada masing - masing fasa kondisinya menjadi seimbang, dan arus pada penghantar netral dapat menurun. Penurunan arus netral ini proporsional dengan penurunan rugi rugi daya. 2. Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah : Mengetahui besarnya rugi-rugi daya yang diakibatkan oleh beban tidak seimbang dan mengetahui rugi-rugi daya apabila diasumsikan beban dalam keadaan seimbang Mengetahui besarnya daya yang dihemat apabila beban dalam keadaan seimbang 3. Pembahasan Standar pengaturan beban diatur dalam IEC - 354, yang mana diizinkan trafo dibebani Over Load selama kurun waktu tertentu. Secara detail, pembebanan seperti pada tabel berikut:
Tabel 1 Pembebanan Lebih Yang Diizinkan Menurut IEC-354

3.1 Spesifikasi Data Karakteristik Kabel TIC Karakteristik Kabel TIC digunakan untuk mencari tahanan jenis yang disesuaikan dengan luas penampang kabel.
Tabel 2 Karakteristik Kabel TIC (Twisted Insulated Cable)

Cable Size (mm2) 25 35 50 70 95 SPLN 42-10:1993

Conductor Resistance Ohm/km Fasa Netral 1,20 1,38 0,868 1,38 0,641 0,986 0,443 0,690 0,320 0,450

Panjang Jaringan Panjang jaringan digunakan untuk mencari tahanan kabel.


Tabel 3 Data Panjang Jaringan Gardu (HPG) Haurpanggung Garut Panjang Jaringan Nama Jurusan TIC 3x70+1x50 Gardu (meter) 1 89 HPG 2 880 4 897 Total 1866

Data Ttansformator Berikut ini adalah gambar transformator distribusi HPG berkapasitas 250 kVA, merupakan gardu portal tipe outdor.
KETERANGAN GARDU Gardu KVA Merk Rak TR : HPG : 250 kVA : Bambang Djaya : - Jumlah Jurusan : 4 - Jurusan Terpakai : 3 Tegangan Pengenal : - Primer : 20.000 Volt - Sekunder : 400 Volt Arus Pengenal : - Primer : 7,22 Ampere - Sekunder : 361 Ampere Daya Tersambung : 594.950 VA Tahun pembuatan 1985 No. Seri Trafo 85030131

3.2 Pengukuran Beban Trafo Data Pengukuran Arus Beban Total Gardu 2

Berikut ini adalah tabel pengukuran beban total gardu.

hasil

Tabel 4 Data Pengukuran Total Arus Gardu HPG Beban LWBP

Untuk mengetahui persentase pembebanan trafo pada gardu HPG, maka dilakukan perhitungan sebagaiberikut: Pada Beban LWBP Menghitung persentase pembebanan trafo pada beban LWBP, dari hari selasa sampai hari senin. Selasa: Fasa R = Fasa S = = = = 70,64 % = 54,57 %

Total Beban Gardu Arus (Ampere) Hari R S T N Selasa 255 197 173 123 Rabu 276 184 164 131 Kamis 275 191 149 132 Jumat 251 182 185 98 Sabtu 287 167 186 117 Minggu 302 176 158 128 Senin 276 181 178 126 Tanggal ukur 12-18 April jam : 12.00

Tabel 5 Data Pengukuran Total Arus Gardu HPG Beban WBP


Total Beban Gardu Arus (Ampere) Hari R S T N Selasa 423 322 275 189 Rabu 431 338 346 197 Kamis 398 314 329 176 Jumat 401 284 267 181 Sabtu 382 265 283 175 Minggu 421 329 248 172 Senin 417 314 202 203 Tanggal ukur 12-18 April jam : 19.00

Fasa T = = = 47,92 % Untuk hari rabu sampai senin perhitungannya sama seperti perhitungan diatas. Pada Beban WBP Menghitung persentase pembebanan trafo pada beban WBP, dari hari selasa sampai hari senin.

Selasa: Fasa R = Fasa S = Fasa T =

= = =

= 117,17 % = 89,19 % = 76,18 %

4. Analisis Data 4.1 Kondisi Pembebanan Gardu HPG Berikut ini adalah gambar diagram pembagian beban per jurusan dari lemari PHB pada gardu HPG:

Untuk hari rabu sampai senin perhitungannya sama seperti perhitungan diatas. Berikut adalah hasil perhitungan persentase pembebanan gardu pada siang hari dan malam hari.

Tabel 6 Persentase Pembebanan Gardu


Hari
R

Siang
S T R

Malam
S T

Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu

70,64 % 54,57 % 47,92 % 117,17 % 89,19 % 76,18 % 76,45 % 50,97 % 45,43 % 119,39 % 93,63 % 95,84 % 76,18 % 52,91 % 41,27 % 110,25 % 86,98 % 91,14 % 69,53 % 50,42 % 51,25 % 111,08 % 78,67 % 73,96 % 79,50 % 46,26 % 51,52 % 105,82 % 73,41 % 78,39 % 83,66 % 48,75 % 43,77 % 116,62 % 91,14 % 68,69 % 76,45 % 50,14 % 49,31 % 115,51 % 86,98 % 55,96 %

Gambar 1 Diagram Pembagian Beban Pada Gardu HPG

Minggu Senin

4.2 Analisa Rugi-rugi Daya Akibat Beban Tidak Seimbang Pada Gardu HPG Untuk menghitung rugi-rugi daya, maka terlebihdahulu menghitung resistansi penghantar, perhitungannya sebagai berikut: Penghantar yang digunakan adalah TIC 3x70+50 mm2. Total Rugi-rugi Daya Penghantar Netral Dari Semua Jurusan Pada Beban LWBP Berikut adalah perhitungan rugirugi daya total pada penghantar netral akibat beban tidak seimbang dari semua jurusan waktu beban siang. Selasa : PN Tot = PN jurusan1 + PN jurusan2 + PN jurusan4 = 50,5728 + 3.335,4388 + 1.560,0816 = 4.946,0932 Watt 4,946 kW Untuk hari rabu sampai senin perhitungannya sama seperti perhitungan diatas.

PS = (149)2. 0,3898 = 8.653,9498 Watt PT = (160)2. 0,3898 = 9.978,88 Watt PRST = 18.018,505 + 8.653,9498 + 9.978,88 = 36.651,3348 Watt Untuk hari rabu sampai senin perhitungannya sama seperti perhitungan diatas.

Pada Beban WBP Berikut adalah perhitungan rugirugi daya total pada penghantar netral akibat beban tidak seimbang dari semua jurusan waktu beban malam. Selasa : PN Tot = PN jurusan1 + PN jurusan2 + PN jurusan4 = 133,5438 + 6.417,509 + 4.210,6284 = 10.761,681 Watt 10,762 kW Untuk hari rabu sampai senin perhitungannya sama seperti perhitungan diatas. Rugi-rugi Daya Pada Penghantar Fasa Akibat Beban Tidak Seimbang

Total Rugi-rugi Daya Penghantar Fasa Dari Semua Jurusan Pada Beban LWBP Berikut adalah perhitungan rugirugi daya total pada penghantar fasa akibat beban tidak seimbang dari semua jurusan waktu beban siang. Selasa : PFasa Tot = PFasa jurusan 1 + PFasa jurusan 2 + PFasa jurusan 4 = 62,2914 + 15.877,7234 + 6.535,243 = 22.475,2578 Watt 22,475 kW Untuk hari rabu sampai senin perhitungannya sama se perti perhitungan diatas.

Pada Beban WBP Berikut adalah perhitungan rugirugi daya penghantar fasa akibat beban tidak seimbang pada jurusan 2 waktu beban malam. Selasa : PR = (215)2. 0,3898 = 18.018,505 Watt

Pada Beban WBP Berikut adalah perhitungan rugirugi daya total pada penghantar fasa akibat beban tidak seimbang dari semua jurusan waktu beban malam dari hari selasa sampai hari senin. Selasa : PFasa Total = PFasa jurusan 1 + PFasa jurusan 2 + PFasa jurusan 4 = 152,0446 + 36.651,3348 + 19.374,8396 = 56.178,219 Watt 56,178 kW Untuk hari rabu sampai senin perhitungannya sama seperti perhitungan diatas. Berikut adalah tabel hasil perhitungan rugi-rugi daya pada keadaan beban tidak seimbang:

Tabel 7 Rugi-rugi Daya Gardu HPG Beban Tidak Seimbang


Rugi-rugi Daya (kW) Hari Netral Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Minggu Senin Rata-rata 4,946 4,862 5,572 4,019 4,661 6,104 5,216 5,054 Siang Fasa 22,475 23,369 20,664 21,791 25,702 24,804 23,359 23,166 Total 27,421 28,231 26,236 25,810 30,363 30,908 28,575 28,220 Netral 10,762 13,857 11,969 11,519 10,091 10,065 9,779 11,149 Malam Fasa Total

Tabel 8 Data Asumsi Gardu HPG Seimbang


Beban (Ampere) Tanggal Jam Jrsn R S T N

56,178 66,940 65,779 79,636 61,677 73,646 50,849 62,368 46,983 57,074 54,723 64,788 62,659 72,438 56,978 68,127

Selasa, 12 April 2011

12.00

19.00

Rabu, 13 April 2011

12.00

19.00

Untuk mengetahui persentase rugirugi daya akibat beban tidak seimbang maka harus diketahui terlebih dahulu daya aktif trafo (PTrafo) : PTrafo = S . Cos , ( dimana cos yang digunakan adalah adalah 0,85 ) PTrafo = 250.000 . 0,85 = 212.500 Watt = 212,5 kW Dengan demikian, persentase rugirugi daya akibat beban tidak seimbang adalah : Pada Beban LWBP % PLoss = 100%

Kamis, 14 April 2011

12.00

19.00

Jumat, 15 April 2011

12.00

19.00

Sabtu, 16 April 2011

12.00

19.00

12.00 Minggu, 17 April 2011

19.00

= 100% = 13,28% Pada Beban WBP % PLoss = = = 32,06% 100% 100%

Senin, 18 April 2011

12.00

19.00

1 2 4 1 2 4 1 2 4 1 2 4 1 2 4 1 2 4 1 2 4 1 2 4 1 2 4 1 2 4 1 2 4 1 2 4 1 2 4 1 2 4

20,33 115 73 32,33 174,67 124,67 19,33 113,33 76,67 50 202 115,67 22,33 105 71,67 38,67 198,67 106 20 114 70 35,33 176,33 103 14,33 123 74,33 35,67 167 102,67 22,33 115 71,67 33,33 165,67 130 14,67 105,33 87 28,33 199,67 110

20,33 115 73 32,33 174,67 124,67 19,33 113,33 76,67 50 202 115,67 22,33 105 71,67 38,67 198,67 106 20 114 70 35,33 176,33 103 14,33 123 74,33 35,67 167 102,67 22,33 115 71,67 33,33 165,67 130 14,67 105,33 87 28,33 199,67 110

20,33 115 73 32,33 174,67 124,67 19,33 113,33 76,67 50 202 115,67 22,33 105 71,67 38,67 198,67 106 20 114 70 35,33 176,33 103 14,33 123 74,33 35,67 167 102,67 22,33 115 71,67 33,33 165,67 130 14,67 105,33 87 28,33 199,67 110

1,017 5,75 3,65 1,62 8,73 6,23 0,97 5,67 3,83 2,5 10,1 5,78 1,17 5,25 3,58 1,93 9,93 5,3 1 5,7 3,5 1,77 8,82 5,15 0,72 6,15 3,72 1,78 8,35 5,13 1,12 5,75 3,58 1,67 8,28 6,5 0,73 5,27 4,35 1,42 9,98 5,5

4.3 Analisa Rugi - rugi Daya Jika Beban Seimbang Untuk menghitung rugi-rugi daya pada keadaan beban seimbang, maka data yang diambil berdasarkan asumsi jika beban seimbang dari data pengukuran saat beban tidak seimbang. Sehingga datanya dituliskan pada tabel berikut.

Total Rugi-rugi Daya Penghantar Netral Dari Semua Jurusan Pada Beban LWBP Berikut adalah perhitungan rugirugi daya total pada penghantar netral jika beban dalam keadaan seimbang dari semua jurusan waktu beban siang. Selasa : PN Total = PN jurusan 1 + PN jurusan 2 + PN
jurusan 4

= 0,0913 + 28,688 + 11,782 = 40,561 Watt 0,041 kW Untuk hari rabu sampai senin perhitungannya sama seperti perhitungan diatas.

Pada Beban WBP Berikut adalah perhitungan rugirugi daya total pada penghantar netral jika beban dalam keadaan seimbang dari semua jurusan waktu beban malam. Selasa : PN Total = PN jurusan 1 + PN jurusan 2 + PN
jurusan 4

Tabel 9 Rugi-rugi Daya Gardu HPG Jika Beban Seimbang


Rugi - rugi Daya (kW) Hari Netral Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Minggu Senin Siang Fasa Total Netral 0,041 21,867 21,908 0,101 0,041 22,071 22,112 0,119 0,035 19,075 19,110 0,111 0,039 21,087 21,126 0,091 0,045 24,304 24,349 0,084 0,040 21,648 21,688 0,097 0,041 22,023 22,064 0,113 Malam Fasa Total 54,330 54,431 63,962 64,081 59,727 59,838 49,156 49,247 45,330 45,414 52,374 52,471 61,141 61,254 55,146 55,248

= 0,23 + 66,13 + 34,326 = 100,69 Watt 0,101 kW Untuk hari rabu sampai senin perhitungannya sama seperti perhitungan diatas. Total Rugi-rugi Daya Penghantar Fasa Dari Semua Jurusan Pada Beban LWBP Berikut adalah perhitungan rugirugi daya total pada penghantar fasa jika beban seimbang dari semua jurusan waktu beban siang. Selasa : PFasa Total = PFasa jurusan 1 + PFasa jurusan 2 + PFasa jurusan 4 = 48,85 + 15.465,32 + 6.353,23 = 21.867,4 Watt 21,867 kW Untuk hari rabu sampai senin perhitungannya sama seperti perhitungan diatas. Pada Beban WBP Berikut adalah perhitungan rugi rugi daya total pada penghantar fasa jika beban seimbang dari semua jurusan waktu beban malam dari hari selasa sampai hari senin. Selasa : PFasa Total = PFasa jurusan 1 + PFasa jurusan 2 + PFasa jurusan 4 = 123,57 + 35.677,94 + 18.528,91 = 54.330,42 Watt 54,33 kW Untuk hari rabu sampai senin perhitungannya sama seperti perhitungan diatas. Berikut adalah tabel hasil perhitungan rugi - rugi daya jika keadaan beban seimbang:

Rata-rata 0,040 21,725 21,765 0,102

Persentase rugi-rugi daya jika diasumsikan beban dalam keadaan seimbang adalah : Pada Beban Siang % PLoss = = = 10,24% Pada Beban Malam % PLoss = = = 26% 100% 100% 100% 100%

Perhitungan Daya Yang Dihemat Jika Beban Seimbang Berikut adalah tabel daya yang dihemat jika diasumsikan keadaan beban seimbang.
Tabel 10 Daya Yang Dihemat Jika Beban Seimbang
Daya (kW) Hari Siang Netral Fasa Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Minggu Senin Rata-rata Malam Total Netral Fasa Total

4,905 0,608 5,513 10,661 1,848 12,509 4,821 1,298 6,119 13,738 1,817 15,555 5,537 1,589 7,126 11,858 1,950 13,808 3,980 0,704 4,684 11,428 1,693 13,121 4,616 1,398 6,014 10,007 1,653 6,064 3,156 9,220 5,175 1,336 6,511 11,66

9,968 2,349 12,317 9,666 1,518 11,184

5,014 1,441 6,455 11,047 1,832 12,879

prosentase daya yang dihemat jika beban seimbang adalah: Beban siang:
% Daya yang dihemat =
100%

Saran a. Untuk dapat menurunkan ketidakseimbangan beban harus dilakukan pengaturan kembali konfigurasi jaringan berupa pemecahan beban dengan memperhatikan keseimbangan fasa. b. Melakukan pengukuran secara berkala dan memperhatikan perkembangan beban agar keseimbangan beban dapat terus terjaga.

= = 3,04% Beban malam : % Daya yang dihemat =

100%

Daftar Pustaka
100%

1. IEC-354. Standar Beban. 1991.

Pengaturan

=
= 6,06%

100%

2. Pribadi Kadarisman. Susut Teknis dan Losses Distribusi. Materi Prajabatan PT. PLN (Persero) Jasa Pendidikan dan Pelatihan. 3. Stevenson D Jr. William . Analisis Sistem Tenaga Listrik, Edisin Keempat, Erlangga, Jakarta, 1983. 4. Tim Analisa Susut Distribusi 2007 PT.PLN (Persero) DJBB. Pengendalian Susut. Bandung. 5. Turan Gonen. Electric Power Distribution System Engineering. McGraw-Hill Book Company, America, 1986.

5. Kesimpulan dan Saran Kesimpulan a. Rugi - rugi daya yang timbul akibat beban tidak seimbang rata - rata 28,22 kW pada beban LWBP atau 13,28% dari daya yang disalurkan dan 68,127 kW pada beban WBP atau 32,06% dari daya yang disalurkan. Jika beban dalam keadaan seimbang maka, rugi rugi daya rata - rata pada beban LWBP adalah 21,765kW atau 10,24% dari daya yang disalurkan dan pada beban WBP adalah 55,248kW atau 26% dari daya yang disalurkan. b. Jika dilakukan penyeimbangan beban pada gardu HPG APJ. Garut maka dapat dihemat daya rata - rata sebesar 6,455kW pada beban LWBP atau 3,04% dari daya yang disalurkan dan 12,879 kW pada beban WBP atau 6,06% dari daya yang disalurkan.