Anda di halaman 1dari 2

GINEKOLOGI

apa dan bagaimana penanganannya?


Walaupun ilmu kedokteran telah mengalami banyak sekali kemajuan, ternyata cukup banyak penyakit yang belum bisa disembuhkan secara tuntas namun perlu dikendalikan demi meringankan penderitaan dan mencegah timbulnya berbagai komplikasi.
ebagai contoh penyakit-penyakit kronis yang dikenal umum adalah diabetes, hipertensi, asma, dan aids. penyakit-penyakit ini belum bisa disembuhkan, namun penanga-nannya tidak boleh sembarangan. dalam ilmu penyakit kandungan juga terdapat satu penyakit kronis dengan gejala utama nyeri haid. penyakit yang diderita oleh sekitar 5-10% kaum hawa ini dinamakan endometriosis, yang diakibatkan oleh pertumbuhan selaput lendir rahim (endometrium) di luar rongga rahim. penderitaan yang diakibatkan oleh penyakit ini begitu hebatnya, sehingga sebagian wanita sangat ketakutan dan stres setiap kali menjelang menstruasi. di bawah pengaruh hormonhormon yang dihasilkan indung telur, setiap bulan endometrium normal bertumbuh dan bertambah tebal sebagai persiapan untuk menerima hasil pembuahan sel telur oleh sel sperma. bila tidak terjadi kehamilan, jaringan endometrium akan terlepas dari dinding rongga rahim yang diikuti dengan perdarahan, lalu keluar melalui saluran leher rahim dan vagina sebagai darah haid. Jaringan endometriosis mengalami perubahan-perubahan yang sama seperti yang terjadi pada endometrium normal. namun karena tidak ada jalan keluar, jaringan endometriosis yang luluh dan disertai dengan perdarahan akan terperangkap dalam jaringan-jaringan tubuh. akibatnya, terjadi pembengkakan serta reaksi peradangan yang menimbulkan rasa nyeri dan perlengketan. endometriosis sering ditemukan dalam rongga perut bawah serta rongga panggul. selain nyeri haid, endometriosis yang sudah berlangsung lama bisa menyebabkan nyeri perut bawah yang kronis akibat perlengketan dan pergeseran letak organ-organ panggul, nyeri saat senggama, kista indung telur, kemandulan akibat penyumbatan saluran telur, susah dan nyeri saat buang air besar akibat perlengketan usus, pembengkakan ginjal akibat bendungan aliran air kemih dari ginjal ke kandung kemih, nyeri saat buang air kecil, buang air kecil berdarah, maupun perdarahan hebat saat datang bulan. gejala yang

Endometriosis

40

GINEKOLOGI
dan obat yang menghentikan atau mengurangi jumlah darah haid, seperti pil kb kombinasi, progestin, dan analog gnrh (gonadotropin releasing hormone). pemasangan spiral yang mengandung hormon progestin ke dalam rongga rahim juga bermanfaat mengurangi jumlah darah haid. pada stadium penyakit sedang hingga berat mungkin perlu dilakukan pembedahan dengan tujuan menghancurkan atau mengangkat jaringan endometriosis sebanyak mungkin. pada wanita yang mempunyai cukup anak bisa dilakukan ablasi (penghancuran) endometrium. pada adenomiosis yang berat perlu dilakukan pengangkatan rahim. sebagai pilihan terakhir adalah pengangkatan kedua indung telur. pengangkatan indung telur harus dipertimbangkan secara matang, karena akan menyebabkan menopause dini dengan segala konsekuensinya seperti osteoporosis. pada wanita yang berencana punya anak, pembedahan meningkatkan kemungkinan terjadinya kehamilan secara spontan. pada pembedahan diupayakan untuk melepaskan perlengketan pada indung telur dan saluran telur, mengangkat kista indung telur tanpa merusak jaringan indung telur yang sehat, atau penghancuran sarang-sarang endometriosis dalam dinding pelapis rongga panggul. tindakan operasi ini bisa diikuti dengan pemberian obat penyubur untuk memicu ovulasi. bila endometriosis kambuh setelah beberapa kali operasi, dianjurkan untuk menjalani proses bayi tabung.

Pada stadium sedang hingga berat, mungkin perlu dilakukan pembedahan untuk mengangkat jaringan.
Lokasi yang mungkin didapati endometriosis

disebutkan terakhir ini ditemui pada endometriosis dalam otot rahim yang disebut adenomiosis. Walaupun jarang, endometriosis bisa terjadi juga dalam paru-paru dan otak. diagnosis endometriosis dilakukan berdasarkan gejala yang timbul dan pemeriksaan fisik. pemeriksaan ultrasonografis dan laparoskopi (teropong rongga perut) merupakan alat-alat diagnostik utama dalam mendeteksi endometriosis. kadangkadang perlu dilakukan sistoskopi (teropong kandung kemih) maupun kolonoskopi (teropong usus besar) untuk mendeteksi endometriosis dalam dinding kandung kemih dan usus besar. Mengapa tidak bisa diseMbuhkan? sebelum suatu penyakit bisa disembuhkan, sebagai langkah pertama perlu dicari penyebabnya. karena penyebab pertumbuhan endometrium di luar rongga rahim belum bisa dipastikan, maka endometriosis tidak bisa dicegah ataupun disembuhkan. berdasarkan pengamatan para ahli diketahui bahwa endometriosis terutama terjadi dalam usia reproduktif saat masih mengalami perdarahan

menstruasi. kesembuhan sering terjadi setelah menopause alami maupun menopause buatan lewat pengangkatan kedua indung telur. karena ada hubungannya dengan darah menstruasi, akhir-akhir ini banyak data penelitian mendukung teori bahwa endometriosis diakibatkan oleh aliran balik darah haid melalui saluran telur ke dalam rongga perut yang terjadi terlalu sering dan berulang-ulang setiap bulan. aliran balik darah haid ini lebih banyak terjadi bila perdarahan waktu haid berlangsung lama, jumlah perdarahan haid banyak, siklus haid berulang-ulang setiap bulan dan tidak diselingi dengan kehamilan dan masa menyusui, dan pada wanita yang belum pernah melahirkan melalui jalan lahir. penanganan endometriosis bertujuan untuk memperbaiki kualitas hidup dengan hilang atau berkurangnya rasa nyeri, mencegah penyakit makin parah, menghilangkan gangguan fungsi organ, dan mengatasi kemandulan. penanganan penyakit ini tergantung pada jenis keluhan, stadium penyakit, rencana kehamilan, dan usia penderita. obat-obatan yang bisa diberikan mencakup obat pengurang rasa nyeri

DR. Med. Dr. Calvin Tjong, Sp.OG Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi RS Puri Indah

41