Anda di halaman 1dari 5

TUGAS Laryngeal Mask Airway (LMA)

Pembimbing Dr. Arif Basuki, Sp.An

Disusun Oleh : Annisa Qoyyum Nabila 201210401011021

SMF ANASTESI RSU HAJI SURABAYA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG 2012

Laringeal Mask Airway (LMA) A. Definisi LMA atau sungkup laring adalah alat jalan napas supraepiglotis yang terdiri atas pipa besar berlubang dengan ujung menyerupai sendok yang pinggirnya dapat dikembangkempiskan seperti balon pada pipa trakhea. Tangkai pipa LMA dapat berupa pipa keras dari polivinil atau lembek dengan spiral untuk menjaga supaya lubang tetap paten.
B. Jenis dan Ukuran LMA

Berdasarkan jumlah pipa, LMA dibedakan menjadi dua yaitu: 1.LMA standar dengan satu pipa 2.LMA proseal dengan 1 pipa napas standar dan pipa tambahan yang pada bagian distal berhubungan dengan esofagus.

Gambar 1. LMA standar

Gambar 2. LMA proseal

LMA proseal mempunyai 2 keuntungan lebih dibandingkan LMA standar. Keuntungan pertama yaitu tekanan jalan nafas yang lebih baik. Keuntungan kedua, LMA Proseal terdapat pemisahan antara saluran pernafasan dengan saluran gastrointestinal melalui penyatuan tube drainase yang dapat mengalirkan gas-gas esofagus atau untuk dekompresi lambung. LMA memiliki 7 ukuran berdasarkan usia dan berat badan, yaitu: Ukuran 1.0 1.3 2.0 2.3 3.0 4.0 5.0 C. Indikasi
1. Mempertahankan kontrol saluran napas selama prosedur rutin dan darurat

Usia Neonatus Bayi Anak kecil Anak Dewasa kecil Dewasa normal Dewasa besar

Berat (Kg) <3 3-10 10-20 20-30 30-40 40-60 >60

anestesi pada pasien yang menggunakan Ventilasi Tekanan Positif.


2. Mengamankan jalan napas pada prosedur dimana intubasi trakea tidak

diperlukan. 3. Pasien dengan reflek glosofaringeus dan laring negatif (digunakan jika intubasi tidak memungkinkan)

D. Kontraindikasi 1.Pasien dengan resiko aspirasi isi lambung (pasien yang tidak puasa / kasus cito) 2.Pasien dengan trauma maksilofasial 3.Pasien yang gemuk atau obesitas 4.Ibu hamil lebih dari 14 minggu. 5. Pasien emergensi. E. Cara pemasangan
1.

Pastikan anastesi sudah cukup dalam atau telah diberikan relaksan. Dan Posisikan kepala ekstensi dan leher fleksi, tangan dibelakang kepala pasien

sudah sesuai dengan ukuran 2.

3.

Masukkan LMA, pegang seperti memegang pena, masukkan perlahan sesuai

dengan kelengkungan tenggorokan.Tekan sedikit menggunakan jari telunjuk saat melewati palatum.
4.

Dorong LMA sampai masuk, kembangkan balon menggunakan spet. Cek

menggunakan stetoskop.

Gambar 3. Cara Pemasangan LMA

Gambar 4. LMA yang telah terpasang F. Komplikasi penggunaan LMA 1. Aspirasi 2. Spasme laring 3. Nyeri tenggorokan dan perdarahan. Daftar Pustaka

www.lma.de, Instruction For Use-LMA Classic, The Laryngeal Mask Company Limited,. Diakses 11 Juli 2012. Latief SA, Suryadi KA, 2010. Petunjuk Praktis Anestesiologi. Bagian Anestesiologi dan Terapi Intensif FK UI. Jakarta.