Implikasi SNI 1974 :2023
bagi Laboratorium
Konstruksi Terakreditasi
KAN.
Disampaikan
Taufik Widjoyono
PERMASALAHAN
Penggunaan material beton semen yang luas untuk konstruksi baik yang dimiliki
Pemerintah maupun swasta.
Penggunaannya untuk bangunan jalan, jembatan, Gedung, bendungan yang masing-
masing mempunyai karakteristik berbeda
Pengaturan teknis pengujian yang dituangkan pada spesifikasi teknis masih
bervariasi
Yang membedakan penggunaan :
• rentang fc’ yang disyaratkan
• kriteria penerimaan
• fungsi struktur & tingkat risiko
Sumber Daya Air Jalan dan Jembatan Infrastruktur Sosial,
4
• Beton sering mass • Struktur Jembatan dan Perumahan
concrete Perkerasan Beton menerima
beban lalu lintas yang
• Skala kecil–menengah
• Risiko retak termal &
durabilitas jangka berulang • Banyak pekerjaan non-
panjang • Menggunakan pendekatan pracetak
Kuat tekan bukan satu- statistik:
•
• Fokus pada
satunya faktor utama o rata-rata
keselamatan
• Acceptance sering o standar deviasi
dikombinasikan dengan: o jumlah benda uji
minimum &
o kuat Tarik/crack • Kuat tekan dan Flexural
keterjangkauan
o permeabilitas Strength ➡️ fc’ minimum yang
fc’ cukup, yang penting ➡️ fc’ tinggi + kontrol mutu aman dan ekonomis
tahan lama ketat
Standar rujukan Sumber Daya Air
SNI 1750, Mutu dan cara uji agregat beton
SNI 1974, Cara uji kuat tekan beton
SNI 2049, Semen Portland
SNI 2458, Tata cara pengambilan contoh untuk campuran beton segar SNI 2460,
Spesifikasi abu terbang batubara dan pozolan alam mentah atau yang telah dikalsinasi
untuk digunakan dalam beton (ASTM C618-08a, IDT)
SNI 2493, Metode pembuatan dan perawatan benda uji beton di
laboratorium
SNI 2495, Spesifikasi bahan tambahan untuk beton
SNI 2847, Beton struktural untuk bangunan gedung
SNI 2816, Metode Pengujian Kotoran Organik Dalam Pasir untuk
Campuran Mortar dan Beton
SNI 3976, Tata cara pengadukan dan pengecoran beton
SNI 4810, Tata cara pembuatan dan perawatan spesimen uji beton di
lapangan (ASTM C31-10, IDT)
SNI 6468, Panduan untuk pemilihan proporsi beton kekuatan tinggi
menggunakan semen portland dan material sementisius lainnya
SNI 6817, Metode pengujian mutu air untuk digunakan dalam beton
SUMBER DAYA AIR
BINA MARGA
1
PENGATURAN DI LINGKUNGAN DITJEN. CIPTA
Cipta Karya, Bangunan Gedung
KARYA
• Bangunan gedung & utilitas
Regulasi Lama
• Kombinasi keamanan struktur + SNI 03-1974-1990
efisiensi biaya SNI 1974-2011
SNI 03-3403-1994
➡️ fc’ moderat + konsistensi, namun
Regulasi Baru
bisa menggunakan fc’ tinggi untuk
elemen struktur tertentu SNI 1974:2023
Metode uji untuk kekuatan tekan beton spesimen silinder
Ruang Lingkup yang diatur
Standar ini meliputi penetapan kuat tekan beton benda uji berbentuk silinder
yang dicetak baik di labolatorium maupun di lapangan. Standar ini dibatasi
untuk beton yang memiliki berat isi (Unit Weight) lebih besar dari 800 kg/m³
Konsekuensi jika tidak mengacu standar
baru
SNI 1974:2023 memperbarui metode pengujian kuat tekan beton
menggunakan silinder dengan mengadopsi ASTM C39-20, berfungsi
sebagai acuan teknis untuk verifikasi kekuatan tekan beton yang digunakan
dalam perencanaan dan pelaksanaan struktur beton bertulang sesuai SNI
2847:2019, sehingga hasil uji dari SNI 1974:2023 memastikan bahwa beton
yang digunakan memenuhi persyaratan mutu, kekuatan, dan keamanan
struktur
🔹 SNI 2847:2019 – Persyaratan Beton Struktural untuk
Bangunan Gedung
• Ini adalah standar nasional utama yang mengatur
persyaratan beton struktural pada bangunan gedung di
Indonesia.
• SNI 2847:2019 mencakup persyaratan material, mutu beton,
perencanaan, dan konstruksi beton struktur sesuai ACI 318M-
14/ACI 318RM-14 (MOD).
Dalam SNI 2847:2019, meskipun fokusnya adalah persyaratan
desain dan mutu beton, standar ini secara tidak langsung
terkait dengan pengujian kuat tekan beton yang dipakai sebagai
dasar nilai f’c beton yang direncanakan dalam struktur gedung.
Ketentuan untuk Bangunan Gedung
Hubungan Antara SNI 2847:2019 dan SNI 1974
• SNI 2847:2019 menjadi acuan teknis desain dan mutu beton untuk spesifikasi
bangunan gedung.
• SNI 1974:2023 menjadi acuan prosedur pengujian kuat tekan silinder untuk
mengevaluasi apakah beton lapangan memenuhi kekuatan yang direncanakan
dalam SNI 2847.
Rekomendasi Praktis untuk Pekerjaan / QC
• Pastikan kontrak dan spesifikasi teknis proyek merujuk versi SNI
yang benar (2011 atau 2023).
• Jika dokumen kontrak masih menyebut SNI 1974:2011, maka
prosedur pengujian harus sesuai versi itu — meskipun lab uji
mungkin mengacu prosedur baru.
• Untuk mutu laboratorium dan QA/QC , merujuk SNI 1974:2023
(ASTM C39-20).
Implikasi Pelaksanaan Kegiatan Konstruksi
🔹 1. Terhadap SNI 1974:2023
• SNI 1974:2023 mengikat penuh ketentuan ASTM C39-20
• Tidak boleh “campur” dengan kebiasaan lama SNI 1974:2011 jika sudah
menyebut 2023
🔹 2. Terhadap Bina Marga, SDA, Cipta Karya
• Walau sebagian dokumen spesifikasi masih menyebut SNI 1974:2011,
sebagian laboratorium sudah bekerja dengan ASTM C39-20
• Ini menciptakan gap kontraktual vs praktik
SARAN
1. BSN- KAN
• menetapkan keberlakuan SNI 1974:2023 untuk menggantikan SNI 1974:2011
• Mengatur masa transisi akreditasi laboratorium
• Mengatur implementasi operasional
2. Kementerian/Lembaga Teknis (K/L, Bina Marga, SDA, Cipta Karya , Dinas )
• mengatur dokumen spesifikasi & kontrak
• Mengatur masa transisi SNI lama
3. Laboratorium Penguji
• Menyiapkan akreditasi dengan SNI 1974:2023 ( UNTUK YANG MASIH MENGGUNAKAN SNI 1974:2011)
• Menyiapkan SDM
KESIAPAN SERTIFIKASI SDM LABORATORIUM
• Operator Uji
• Teknisi Laboratorium
• Analis/Penaggungjawab Teknis
• Supervor/Ahli
Terima Kasih