Anda di halaman 1dari 47
 Kristal = zat padat yang mempunyai susunan atom atau molekul yang teratur, berulang secara

Kristal = zat padat yang mempunyai

susunan

atom atau molekul yang teratur,

berulang secara 3D yang dapat

mendifraksi sinar X.

Grafi

= graphy = graphein = gambaran

Kristal dibatasi oleh bidang banyak yang mengikuti hukum-hukum matematika terutama hukum simetri.

Keteraturan kristal tercermin dalam permukaan kristal berupa bidang-bidang datar dan rata yang mengikuti pola-pola

tertentu.

 Titik simetri – Pusat simetri Titik yang terletak persis di tengah-tengah kristal dan semua
 Titik simetri – Pusat simetri Titik yang terletak persis di tengah-tengah kristal dan semua

Titik simetri Pusat simetri

Titik yang terletak persis di tengah-tengah kristal dan semua sumbu berserikat pada 1 titik

Garis simetri Sumbu simetri

Garis yang menghubungkan titik-titik berat sepasang bidang simetri

Bidang simetri

Bidang yang seolah merupakan bayangan pencerminan bidang yang satu terhadap bidang

yang lain

* B.S. Pokok : bidang simetri yang melalui dua sumbu simetri

* B.S.Tambahan : bidang simetri yang melalui satu sumbu simetri

 Jumlah sumbu simetri Kristal bersumbu tiga dan empat  Sudut-sudut yang dibentuk oleh sumbu
 Jumlah sumbu simetri Kristal bersumbu tiga dan empat  Sudut-sudut yang dibentuk oleh sumbu
 Jumlah sumbu simetri Kristal bersumbu tiga dan empat  Sudut-sudut yang dibentuk oleh sumbu
 Jumlah sumbu simetri Kristal bersumbu tiga dan empat  Sudut-sudut yang dibentuk oleh sumbu

Jumlah sumbu simetri

Kristal bersumbu tiga dan empat

Sudut-sudut yang dibentuk oleh sumbu kristal

- semua sumbu saling tegak lurus

- salah satu sumbu tidak tegak lurus

- ketiganya saling tegak lurus

Satuan panjang/parameter yang diukurkan

pada sumbu kristal

- tiga sumbu mempunyai parameter yang sama

- dua sumbu parameternya sama dan satu

diantaranya berbeda

 3 sumbu saling tegak lurus a ┴ b ; b ┴ c ; c
 3 sumbu saling tegak lurus a ┴ b ; b ┴ c ; c

3 sumbu saling tegak lurus a b ; b c ; c a a = b = c sumbu a+ dibuat 30o terhadap b- parameter a dibuat 1/3b (b = c = 3a)

a a = b = c  sumbu a+ dibuat 30o terhadap b-  parameter a

Gambar sistem isometrik asli

Sistem isometrik modifikasi
Sistem isometrik modifikasi

Contoh mineral dengan sistem kristal isometrik

Mineral Halit
Mineral Halit
Sistem isometrik modifikasi  Contoh mineral dengan sistem kristal isometrik Mineral Halit
 3 sumbu saling tegak lurus a ┴ b ; b ┴ c ; c
 3 sumbu saling tegak lurus a ┴ b ; b ┴ c ; c

3 sumbu saling tegak lurus a b ; b c ; c a a ≠ b ≠ c

sumbu a+ dibuat 30o terhadap b-

parameter dibuat

a = 3b

c = 2a

c+ a- b- b+ a+ c-
c+
a-
b-
b+
a+
c-

Sistem orthorombik asli

Sistem orthorombik modifikasi
Sistem orthorombik modifikasi

Contoh mineral dengan sistem kristal orthorombik

Belerang murni
Belerang murni
Sistem orthorombik modifikasi Contoh mineral dengan sistem kristal orthorombik Belerang murni
 4 sumbu, 3 sumbu saling membuat sudut 120 dan sumbu ke 4 tegak lurus

4 sumbu, 3 sumbu saling membuat sudut

120 dan sumbu ke 4 tegak lurus dengan ke

3 sumbu tersebut,

a c ; b c ; d c

a = b = d ≠ c a+ < b+ = 120o

b+ < d+ = 120o

d+ < a+ = 120o

c+ d- a- b- b+ a+ d+ c-
c+
d-
a-
b-
b+
a+
d+
c-

Sistem heksagonal asli

Sistem heksagonal modifikasi
Sistem heksagonal modifikasi
Sistem heksagonal modifikasi Contoh mineral dengan sistem kristal heksagonal Vanadinit Kuarsa

Contoh mineral dengan sistem kristal heksagonal

Sistem heksagonal modifikasi Contoh mineral dengan sistem kristal heksagonal Vanadinit Kuarsa
Vanadinit
Vanadinit
Kuarsa
Kuarsa
 Pada dasarnya sama dengan sistem hexagonal c+ a- b- b+ a+ d+ Sistem trigonal

Pada dasarnya sama dengan sistem hexagonal

c+ a- b- b+ a+ d+ Sistem trigonal asli c-
c+
a-
b-
b+
a+
d+
Sistem trigonal asli
c-
Sistem trigonal modifikasi
Sistem trigonal modifikasi
Sistem trigonal modifikasi Contoh mineral dengan sistem kristal trigonal Kalsit Magnesit
Sistem trigonal modifikasi Contoh mineral dengan sistem kristal trigonal Kalsit Magnesit
Sistem trigonal modifikasi Contoh mineral dengan sistem kristal trigonal Kalsit Magnesit

Contoh mineral dengan sistem kristal trigonal

Sistem trigonal modifikasi Contoh mineral dengan sistem kristal trigonal Kalsit Magnesit
Kalsit
Kalsit
Magnesit
Magnesit
 3 sumbu a ┴ b ; b ┴ c c < a ≠ 90

3 sumbu

a b ; b c

c < a ≠ 90 derajat a ≠ b ≠ c

Sumbu a+ dibuat 30

derajat terhadap c- dan b c

Parameter dibuat :

a = 3b

c = 2a

c+ a- b- b+ a+ c- Sistem monoklin asli
c+
a-
b-
b+
a+
c-
Sistem monoklin asli
Sistem monoklin modifikasi
Sistem monoklin modifikasi

Contoh mineral dengan sistem kristal monoklin

Mineral Krokoit

Sistem monoklin modifikasi Contoh mineral dengan sistem kristal monoklin Mineral Krokoit
Kristal Gypsum
Kristal Gypsum
 3 sumbu, masing2 saling tidak tegak lurus. a ≠ b ≠ c  Sumbu

3 sumbu, masing2 saling tidak tegak lurus. a ≠ b ≠ c

Sumbu a+ dibuat 45

derajat terhadap c- dan Sumbu b+ dibuat 60 derajat

terhadap c-

Parameter dibuat :

b = 2a c = 3b

c+ b+ a- a+ b- c- Sistem triklin asli
c+
b+
a-
a+
b-
c-
Sistem triklin asli
Sistem triklin modifikasi
Sistem triklin modifikasi

Contoh mineral dengan sistem kristal triklin

Rodokrosit
Rodokrosit
 Merupakan cabang ilmu geologi yang mempelajari mengenai mineral, antara lain sifat-sifat fisik, sifat kimia,

Merupakan cabang ilmu geologi yang mempelajari mengenai mineral, antara lain sifat-sifat fisik, sifat kimia, keterdapatannya, cara terjadinya dan keguanaannya.

 Menurut L.G. Berry & B. Mason 1959 Mineral = Benda padat homogen terdapat di

Menurut L.G. Berry & B. Mason 1959 Mineral = Benda padat homogen terdapat di alam terbetun secara anorganik, mempunyai komposisi kimia tertentu & mempunyai susunan atom yg teratur. Menurut D.G.A. Whitten & J.R.V. Brooks 1972 Mineral = Bahan padat dgn struktur homogen mempunyai kompisisi kimia tertentu, dibentuk oleh proses alam yg anorganik. Menurut A.W.R. Potter & H. Robinson 1977 Mineral = zat atau bahan yg homogen mempunyai komposisi kimia tertentu dan mempunyai sifat-sifat tetap, dibentuk di alam dan bukan hasil suatu kehidupan.

 Suatu Bahan Alam Bahan terbentuk secara alamiah bukan dibuat oleh manusia.  Mempunyai sifat
 Suatu Bahan Alam Bahan terbentuk secara alamiah bukan dibuat oleh manusia.  Mempunyai sifat

Suatu Bahan Alam Bahan terbentuk secara alamiah bukan dibuat oleh manusia. Mempunyai sifat fisik & kimia tetap

Sifat fisik : warna, kekerasan, belahan, perwakan, pecahan Sifat kimia : nyata api terhadap api

oksidasi/api reduksi, pengarangan

 Berupa unsur tunggal atau persenyawaan yg tetap Unsur tunggal : Diamond (c), Native silver
 Berupa unsur tunggal atau persenyawaan yg tetap Unsur tunggal : Diamond (c), Native silver

Berupa unsur tunggal atau persenyawaan yg tetap

Unsur tunggal : Diamond (c), Native silver (Ag) dll Unsur senyawa : Barit (BaSO4), Magnetite (Fe3O4), Zircon(ZrSiO4) Unsur senyawa kimia komplek :

- Epistolite (NaCa) (CbTiMgFeMn)

SiO4(OH)

- Polymignyte (CaFeYZrTh) (CbTiTa) O4

 Anorganik Mineral bukan hasil dari suatu kehidupan. ada beberapa mineral hasil kehidupan = mineral
 Anorganik Mineral bukan hasil dari suatu kehidupan. ada beberapa mineral hasil kehidupan = mineral

Anorganik Mineral bukan hasil dari suatu kehidupan. ada beberapa mineral hasil kehidupan = mineral organik Contoh : Coal, Asphal

Homogen

Mineral tidak dapat diuraikan menjadi senyawa lain yang lebih sederhana oleh proses fisika.

Berupa padat, cair dan gas. Zat Padat : Kwarsa SiO2, Barite BaSO4 Zat Cair : Air raksa HgS, Air H2O Gas : H2S, CO2, CH4

 Sistematika atau klasifikasi mineral yang biasa digunakan adalah klasifikasi dari Dana, yang mendasarkan pada
 Sistematika atau klasifikasi mineral yang biasa digunakan adalah klasifikasi dari Dana, yang mendasarkan pada

Sistematika atau klasifikasi mineral yang biasa digunakan adalah klasifikasi dari Dana, yang mendasarkan pada kemiripan komposisi kimia dan struktur kristalnya. Dana membagi mineral menjadi sembilan golongan (Klein & Hurlbut, 1993), yaitu:

1. Silicate Class

2. Carbonate Class

3. Sulfate Class

4. Halide Class

5. Oxide Class

6. Sulfida Class

7. Phospate Class

8. Element Class

 Silicate Class, merupakan grup terbesar. Silicates (sebagian besar batuan adalah > 95% Silicates), yang

Silicate Class, merupakan grup terbesar. Silicates (sebagian besar batuan adalah > 95% Silicates), yang terdiri dari Silicon dan Oxygen, dan dengan ion tambahan seperti aluminium, magnesium,iron dan calcium. Contoh lain seperti Feldspar (KAlSi3O8-NaAlSi3O8- CaAl2Si2O8), Quartz (SiO2), Olivine (Mg,Fe)2SiO4, Pyroxene XY(Si,Al)2O6 (dimana X mewakili Calcium, Sodium, Fe +2 dan Mg dan lebih jarang Zn, Pirolusite dan Lithium. Sedangkan Y mewakili ion-ion yang berukuran lebih kecil, seperti Chromium, Aluminium, Fe +3 , Mg, Pirolusite, Scandium, Titanium, Vanadium dan tiap-tiap Fe +2 ), Amphibole (Ca2(Mg,Fe,Al)5(Al,Si)8O22(OH)2), Garnets terdiri dari Almandine: Fe3Al2(SiO4)3, Pyrope:

MgAl2(SiO4)3, Spessartine: Mn3Al2(SiO4)3, dan

Mica.

Aegirine, NaFeSi 2 O 6  Sistem kristal : Monoklin  Warna : hitam hingga
Aegirine, NaFeSi 2 O 6  Sistem kristal : Monoklin  Warna : hitam hingga

Aegirine, NaFeSi 2 O 6

Sistem kristal : Monoklin

Warna : hitam hingga kehijau-hijauan atau hitam kecoklat-coklatan

Kilap : kaca

Perawakan kristal : prismatik panjang

Derajat ketransparan : opaque hingga tranlusen

Goresan : putih atau abu-abu

Belahan dan pecahan : sempurna di dua arah &

uneven

Kekerasan : 6 - 6,5 Skala Mohs

Berat Jenis : 3,5 3,6 g/cm 3

Ganesa : -

Manfaat :sebagai mineral spesimen

 Carbonate Class, merupakan mineral yang terdiri dari anion (CO 3 ) 2 - dan

Carbonate Class, merupakan mineral yang terdiri dari anion (CO 3 ) 2- dan termasuk Calcite dan Aragonite (keduanya merupakan Calcium Carbonate), Dolomite (Magnesium/Calcium Carbonate) dan Siderite (Iron Carbonate). Carbonate terbentuk pada lingkungan laut oleh endapan bangkai plankton. Carbonate

juga terbentuk pada daerah evaporit dan pada

daerah karst yang membentuk gua/caves, Stalaktit dan Stalagmit. Carbonate Class juga termasuk mineral-mineral Nitrate dan Borate.

Aragonit, C aCO 3  Sistem kristal : ortorombik  Warna : dapat putih atau
Aragonit, C aCO 3  Sistem kristal : ortorombik  Warna : dapat putih atau
Aragonit, C aCO 3  Sistem kristal : ortorombik  Warna : dapat putih atau

Sistem kristal : ortorombik

Warna : dapat putih atau tidak berwarna atau dengan biasanya menunjukkan corak merah, kuning, oranye, coklat, hijau dan bahkan biru

Kilap : seperti kaca hingga tumpul

Perawakan kristal : dapat juga padat, berisi butir kecil, membulat

terbuat dari serabut dan pejal.

Goresan : putih

Belahan dan Pecahan : berbeda di satu arah (pinakoidal) dan sub konkoidal

Derajat ketransparan : Tembus cahaya ke jernih

Kekerasan : 3,5 -4 Skala Mohs

Berat Jenis : 2,9 g/cm 3 keatas (rata-rata untuk mineral non metalik)

Ganesa :

Manfaat : pemilih kecil batu kapur yang digunakan di semen dan di produksi baja, ukiran, berhubungan dengan perhiasan dan sebagai contoh mineral

Artinite ,Mg 2 CO 3 (OH) 2 - 3H 2 O  Sistem Kristal :

Artinite,Mg 2 CO 3 (OH) 2 - 3H 2 O

Artinite ,Mg 2 CO 3 (OH) 2 - 3H 2 O  Sistem Kristal : monoklin

Sistem Kristal : monoklin

Warna : putih atau tidak berwarna

Kilap : seperti sutera hingga fibrous

Goresan : putih

Belahan dan pecahan : sempurna di satu arah dan fibrous

Derajat ketransparan : transparent to

translucent

Kekerasan : 2,5 Skala Mohs

Berat Jenis : 2,0 g/cm 3 (sangat ringan)

Manfaat : hanya sebagai mineral specimen

Azurite, Cu 3 (CO 3 ) 2 (OH) 2  Sistem kristal : Monoklin 
Azurite, Cu 3 (CO 3 ) 2 (OH) 2  Sistem kristal : Monoklin 
Azurite, Cu 3 (CO 3 ) 2 (OH) 2  Sistem kristal : Monoklin 

Azurite, Cu 3 (CO 3 ) 2 (OH) 2

Sistem kristal : Monoklin

Warna : biru, kebiruan atau biru pucat jika menemukan di kristal kecil

Kilap : seperti kaca ke tumpul

Perawakan kristal :

Derajat ketransparan :

Tenacity : Britle

Goresan : biru

Belahan dan pecahan : baik di satu arah dan konkoidal

Kekerasan : 3,5 4 Skala mohs

Berat Jenis : 3,7-3,8 g/cm 3

Ganesa :

Manfaat : perhiasan, bijih minor tembaga,batuan

ornamen

 Sulfate Class, sulfates terdiri dari anion sulfate SO 4 2 - .  Biasanya

Sulfate Class, sulfates terdiri dari anion sulfate SO 4 2- .

Biasanya terbentuk di daerah evaporitic yang tinggi kadar airnya perlahan lahan menguap sehingga formasi Sulfat dan Halida berinteraksi. Contoh Sulfat; Anhydrite (Calcium Sulfat), Celestine (Strontium

Sulfate), Barite (Barium Sulfat), dan Gypsum

(Hydrated Calcium Sulfate). Juga termasuk Kromat, Molybdat, Selenat, Sulfite, Tellurate, dan mineral Tungstate.

Barit, B aSO 4  Sistem K r i sta l : O rtorom bik

Barit, BaSO 4

Barit, B aSO 4  Sistem K r i sta l : O rtorom bik .

Sistem Kristal : Ortorombik.

Perawakan : Menyerat

Warna : Tak-berwarna sampai putih ; dapat pula kuning, coklat, kemerahan, abu-abu, kehijauan, atau biru.

Goresan : Putih.

Belahan dan pecahan : {001} dan {210} sempurna.

Kekerasan : 3 3,5 Skala Mohs

Berat jenis : 4,5 g/cm 3

Ganesa : Terbentuk melalui proses hidrotermal temperatur rendah sampai menengah, dan terdapat dalam urat-urat

bersama bijih perak, timbal, tembaga, kobalt, mangan,

antimon. Dapat juga berasosiasi dengan fluorit, kalsit,

siderit, dolomit dan kuarsa

Manfaat : Digunakan sebagai van untuk membuat lumpur bor ( drilling mud ) yang dipakai pada pemboran minyak bumi dan gas

 Halides adalah grup mineral yang membentuk garam alami (Salts) dan termasuk Fluorit (Calcium Fluoride),

Halides adalah grup mineral yang membentuk garam alami (Salts) dan termasuk Fluorit (Calcium Fluoride), Halite (Sodium Chlorida), Sylvite (Potassium Chlorida), dan Sal Ammoniac (Ammonium Chlorida).

Halida, seperti halnya Sulfat, ditemukan juga di daerah evaporit seperti danau Playa dan

laut yang terkurung daratan seperti Laut Mati

dan danau Garam Besar. Kelas halida termasuk juga Fluorida, Klorida, dan mineral- mineral Iodida.

Halite,NaCl  Sistem kristal : reguler  Warna : tak berwarna, putih, merah, kuning dan
Halite,NaCl  Sistem kristal : reguler  Warna : tak berwarna, putih, merah, kuning dan
Halite,NaCl  Sistem kristal : reguler  Warna : tak berwarna, putih, merah, kuning dan

Halite,NaCl

Sistem kristal : reguler

Warna : tak berwarna, putih, merah, kuning dan kelabu

Goresan : putih

Perawakan kristal : massif, kubus, membutir

Belahan dan pecahan : sempurna dan konkoidal

Kekerasan : 2 -2,5 Skala Mohs

Berat jenis : 2,1 2,6 g/cm 3

Ganesa : sebagai garam evaporit

Manfaat : pembuatan garam dapr, garam meja, asam klorida dan untuk untuk keperluan berbagai

tujuan teknik

 Oxide Class, mineral-mineral oksida sangatlah penting dalam dunia pertambangan karena bijih (ores) terbentuk dari

Oxide Class, mineral-mineral oksida sangatlah penting dalam dunia pertambangan karena bijih (ores) terbentuk dari mineral- mineral kelas oksida. Kelas mineral ini juga mempengaruhi perubahan kutub magnetik bumi. Biasanya terbentuk dekat dengan permukaan bumi,

teroksidasi dari hasil pelapukan mineral lain

dan sebagai mineral pelengkap pada batuan beku yang terdapat di kerak dan mantel bumi.

 Contoh mineral Oksida ; Hematite (Besi oksida), Magnetite (Magnesium Oksida), Chromite (Besi Chromium Oxide),

Contoh mineral Oksida ; Hematite (Besi oksida), Magnetite (Magnesium Oksida), Chromite (Besi Chromium Oxide), Spinel (Magnesium Aluminium Oxide- mineral pembentuk mantel), Ilmenite (Besi Titanium Oksida), Rutile (Titanium dioksida), dan Es (Hydrogen Oksida). Juga termasuk mineral-

mineral hydroxide.

Hematit, F e 2 O 3  Sistem kristal : Heksagonal.  Warna : Abu-abu
Hematit, F e 2 O 3  Sistem kristal : Heksagonal.  Warna : Abu-abu
Hematit, F e 2 O 3  Sistem kristal : Heksagonal.  Warna : Abu-abu

Sistem kristal : Heksagonal.

Warna : Abu-abu baja, atau coklat kemerahan sampai hitam.

Goresan : Merah atau coklat kemerahan

Belahan dan pecahan : Tak ada; tidak rata.

Kekerasan : 5,5 6,5 Skala Mohs

Berat jenis : 5,26 g/cm 3

Ganesa : Dapat terbentuk pada lingkungan batuan beku, hidrotermal temperatur tinggi dan

metamorfisme kontak; juga dalam lingkungan

sedimen.

Manfaat : sumber logam besi; juga digunakan sebagai bubuk pigmen, oker merah dan bubuk pengilap. Kristalnya yang berwarna hitam dapat dibuat batu

permata.

 Sulfide Class, hampir serupa dengan kelas oxide, pembentuk bijih (ores).  Contohnya termasuk Pyrit

Sulfide Class, hampir serupa dengan kelas oxide, pembentuk bijih (ores).

Contohnya termasuk Pyrit (terkenal dengan sebutan emas palsu “fools gold”), Chalcopyrite (Besi tembaga sulfida), Pentlandite (Besi nikel sulfida), dan Galena (Sulfida awal). Termasuk juga mineral-mineral Selenida, Tellurida,

Antimonida, Bismuthinida, dan Garam sulfat.

Pyrit (FeS 2 )           
Pyrit (FeS 2 )           
Pyrit (FeS 2 )           

Pyrit (FeS 2 )

Sistem Kristal : regular/Isometrik

Warna : kuning Loyang

Perawakan : granular

Kilap : logam

Kekerasan : 6 6,5 Skala Mohs

Gores : hitam

Belahan dan Pecahan : tidak jelas / even

Tenacity : Brittle

Berat jenis : 5,4 g/cm 3

Derajat ketransparan : Opaque Mineral

Ganesa : berasal dari pengendapan larutan hidrotermal atau

sebagai mineral authigenic pada batuan sediment yang terendapakan pada daerah reduksi (tertutup)

Manfaat : digunakan di dalam pembuatan asam belerang dan belerang dioksida, butir dari pyrite debu telah digunakan untuk

memulihkan besi, emas, tembaga, unsur kimia/kobalt, nikel, dll.

Yang digunakan untuk membuat barang barang perhiasan murah.

 Phospate Class termasuk mineral dengan unit AO 4 ,A berupa phosphorus, antimony, arsenic atau
 Phospate Class termasuk mineral dengan unit AO 4 ,A berupa phosphorus, antimony, arsenic atau

Phospate Class termasuk mineral dengan unit AO 4 ,A berupa phosphorus, antimony, arsenic atau vanadium. Fosfat yang umum adalah Apatit, yang merupakan mineral biologis yang ditemukan dalam gigi dan tulang hewan. Termasuk juga mineral Arsenat, Vanadat, dan mineral-

mineral Antimonit.

 Sistem kristal : hexagonal  Warna : khas hijau tetapi juga kuning, biru, coklat
 Sistem kristal : hexagonal  Warna : khas hijau tetapi juga kuning, biru, coklat
 Sistem kristal : hexagonal  Warna : khas hijau tetapi juga kuning, biru, coklat

Sistem kristal : hexagonal

Warna : khas hijau tetapi juga kuning, biru, coklat kemerah-merahan dan ungu

Kilap : seperti kaca ke licin

Derajat ketransparan : transparan- translusen

Goresan : Putih

Belahan dan pecahan : tak jelas di satu arah dan konkoidal

Kekerasan : 5 Skala Mohs

Berat Jenis : 3,1 3,2 g/cm 3

Ganesa : merupakan mineral biologis yang ditemukan dalam gigi dan tulang hewan

Manfaat : sumber fosfor untuk digunakan di pupuk, jarang sebagai batu-permata dan sebagai contoh

mineral

 Element Class terdiri dari metal dan elemen intermetalik (Emas, Perak dan Tembaga), semi-metal dan

Element Class terdiri dari metal dan elemen intermetalik (Emas, Perak dan Tembaga), semi-metal dan non-metal (Antimony, Bismuth, Grafit, Sulfur). Grup ini juga termasuk campuran logam alam seperti Elektrum, Fosfida, Silisida, Nitrida dan Carbida.

Emas, Au  Sistem Kristal : Isometrik  Warna : Kuning – Emas  Goresan
Emas, Au  Sistem Kristal : Isometrik  Warna : Kuning – Emas  Goresan
Emas, Au  Sistem Kristal : Isometrik  Warna : Kuning – Emas  Goresan
Emas, Au  Sistem Kristal : Isometrik  Warna : Kuning – Emas  Goresan

Sistem Kristal : Isometrik

Warna : Kuning Emas

Goresan : Kuning

Kilap : Metalik/logam

Belahan dan pecahan : Tak ada ; hakli ( pecahan bergerigi dengan

ujung yang tajam ).

Kekerasan : 2,5 3

Berat jenis : 19,3 g/cm 3

Ganesa : kebanyakan emas terdapat dalam urat-urat kuarsa yang terbentuk melalui proses hidrotermal; dan sering bersama-sama pirit dan mineral-

mineral sulfida yang lain, telurid perak-emas, skhelit dan turmalin. Bila

urat-urat mengandung emas melapuk, maka emas-emas akan terpisah dan kemudian mengendap sebagai deposit eluvial, atau terangkut oleh aliran air dan mengendap di suatu tempat sebagai deposit letakan (placer deposit), bersama pasir, dan atau kerikil-kerakal.

Manfaat : sumber logam emas; dipakai untuk membuat perhiasan, instrumen-instrumen saintifik, lempengan elektrode, pelapis gigi dan emas lantakan.

Bismuth, Bi  Sistem Kristal : Trigonal.  Warna : Putih perak dan corak kemerahan.
Bismuth, Bi  Sistem Kristal : Trigonal.  Warna : Putih perak dan corak kemerahan.
Bismuth, Bi  Sistem Kristal : Trigonal.  Warna : Putih perak dan corak kemerahan.

Bismuth, Bi

Sistem Kristal : Trigonal.

Warna : Putih perak dan corak kemerahan.

Goresan : putih perak berkilau.

Belahan dan pecahan : sempurna pada ( 0001 ).

Kekerasan : 2 2,5 Skala Mohs

Berat jenis : 9,7 -9,8 g/cm 3

Ganesa : Terbentuk secara hidrotermal, dapat dijumpai dalam urat-urat bersama bijih kobalt, nikel, timah, dan perak ; dapat juga dalam pegmatit.

Manfaat : Sumber logam bismut ; digunakan dalam sekering listrik, obat dan kosmetik

 Organic Class, terdiri dari substansi biogenik; Oxalates, Mellitates, Citrates, Cyanates, Acetates, Formats,

Organic Class, terdiri dari substansi biogenik; Oxalates, Mellitates, Citrates, Cyanates, Acetates, Formats, Hydrocarbons dan Sepsis Miscellaneous lainnya. Contoh lain juga; Whewelite, Moolooite, Mellite, Fichtelite, Carpathite, Evenkite, dan Abelsonite

Abelsonite, NiC 3 1 H 3 2 N 4  Warna : merah muda 

Abelsonite, NiC 31 H 32 N 4

Warna : merah muda

Sistem &Perawakan Kristal :Triklin

Kilap : sublogam

Kekerasan : 2 2,5 Skala Mohs

Gores :-

Belahan dan pecahan :baik

Tenacity : Brittle

Berat Jenis : 1,45 g/cm 3

Derajat Ketransparan : Translusen

Genesa :-

Kegunaan :-