Anda di halaman 1dari 13

PR RESPONSI Nama : Novida Triandini NIM : 062010101042

1. Bulu mata madarosis terjadi pada : Blefaritis Penyakit kusta Infeksi mata akibat herpes zooster Trakoma Alergi, misal akibat maskara Tumor jinak : kalazion, tumor ganas : Ca sel skuamosa, Basalioma Hipertiroidisme Penyakit kongenital congenital ichthyosiform erytroderma

2. Triakiasis adalah keadaan dimnan bulu mata mengarah pada bola mata sehingga dapat menggesek kornea dan konjungtiva. Terapi dengan epilasi (mencabut bulu mata yang salah tumbuh) namun hanya terapi sementara saja karena bulu mata tumbuh dalam 6-8 minggu. Dapat efektif dengan elektrolisis. Bila yang akan dilakukan lebih luas maka dapat dilakukan bedah krio.

3. Epifora merupakan keadaan mengalirnya air mata berlebihan karena pembentukan airmata yang berlebihan oleh kelenjar air mata. Sedangkan menangis adalah lakrimasi

4. Mata ngeres = foreign body sensation

PR RESPONSI

Nama : Dinda Yuliasari NIM : 062010101049

1. Gejala Morbus Hansen pada mata a. Gejala primer alopesia pada alis dan bulu mata, mendesak jaringan mata lain b. Gejala sekunder disebabkan oleh rusaknya nervus fasialis yang dapat membuat paralisis nervus orbikularis palpebrarum sebagian atau seluruhnya, mengakibatkan lagoftalmos dan tic selanjutnya menyebabkan kerusakan bagian mata lainnya hingga kebutaan c. Kerusakan N. Trigeminus anestesia/hipoastesia kornea dan konjungtiva mata

2. Gambaran klinin trakoma oleh Mc Callan a. Stadium I didapatkan folikel imatur dan hipertropi papiler pada tarsus bagian atas b. Stadium IIa didapatkan folikel matur dan hipertropi folikel pada tarsus bagian atas c. Stadium IIb hipertropi papiler makin jelas sehingga menutupi folikel Pada stadium IIa dan IIb disebut : establish trakoma Pada stadium IIa dan IIb juga didapatkan epitelial keratis, subepitelial keratis, pannus, herberts pits. d. Stadium III trakoma aktif dan sikatrik (disaming sikatrik didapatkan juga folikel dan hipertropi papiler) e. Stadium IV sikatrik tanpa disertai tanda-tanda trakoma aktif

3. Gejala fisik uveitis anterior : Kelopak mata edema disertai adanya hipopion atau keratik presipitat, iris edema, siknekia posterior, pupil menyempit

4. Galukoma akut dapat didiagnosis tanpa mengukur TIO dengan melihat gejala fisik Hiperemi episklera Pupil midriasis Mata tearsa sakit dan pusing

5. Keratitis dengan tes fluoresins negatif

Keratitis subepitelial misalnya keratokunjungtivitis epidemika oleh karena adenovirus 8 dan 19

6. Cara melihat defek kornea tanpa slit lamp dan tes fluoresins : Jika tidak tersedia slit lamp dan fluoresins dapat dipakai kaca pembesar dan pencahayaan terang, perhatikan penjalaran pantulan cahaya saat menggerakkan cahaya di atas kornea, daerah yang kasar akan menandakan defek epitel kornea

7. Urutan komplikasi keratitis : Abses kornea Erosi kornea Ulserasi/ulkus kornea Perforasi kornea

8. Isi dari Vasacon A (Astringent) Antazolina-PO4, Nafazolin-HCl, fenilraksa asetat, asam borat Fungsi senagai dekongstan , mengurangi kepekaan terhadap cahaya, mata merah, mata tersa gatal dan pedih karen alergi, konjungtivitis karena alergi

9. Mata ngeres = fogeign body sensaton

Nama : Dinda Yuliasari NIM : 062010101049

1. Cara melihat kekeruhan lensa : Sinari pupil dari depan perhatikan warna pupil Pupil warna hitam lensa jernih, afakia Pupil putih/abu-abu keruh/katarak

2. Cara pemeriksaan iris shadow Ubah sinar dari samping (kurang lebih 45 ) dan sinari iris kembali, lihat pupil. Perhatikan perubahan kekeruhan lensa Seluruh pupil tetap putih iris shadow - katark matur Sebagian pupil menjadi hitam iris shadow + katarak imatur

3. Cara melihat fundus refleks Pertama kali perhatikan refleks fundus melalui oftalmoskop dilihat lewat pupil pada jarak pemeriksaan 30 cm. Bila media refraksi jernih, refleks fundus berwarna merah kekuningan pada seluruh lingkaran pupil. Bila media refraksi keruh (kornea, lensa, badan kaca) terlihta adanya bercak hitam di depan latar belakang yang merah kekuningan Penilaian refleks fundus penting untuk membedakan katarak matur dan imatur Pada katarak matur refleks fundus negatif

4. Prinsip teknik operasi pterigium Dalam operasi pterigium, jaringan abnormal akan dihilangkan dari kornea dan sklera. Dalam tradisional removal telanjang sklera pterigium, sklera dibiarkan terbuka. Penyebuhan terjadi 2-4 minggu teknik operasi Bare Sclera. Pos operasi 50% dapat kambuh lebih besar dari aslinya a. Konjungtiva autograf dengan jahitan b. No sticth pterygium / autograf bedah perekat jaringan yang terdiri dari proyein pembekuan yang biasanya ditemukan dalam darah manusia setelah 1 minggu perekat jaringan ini larut

PR LAPORAN KASUS

Nama : Wida Sekarani NIM : 062010101004

1. Bedanya kalazion dengan hordeolum internum Pembeda Definisi Kalazion Hordeolum internum

Peradangan granulomatosa kel. Peradangan supuratif kelenjar kelopak Meibo mata (kelenjar zeis, Moll dan Meibom) sekresi kelenjar Infeksi Moraxella oleh stafilokokus dan

Etiologi

Gangguan Meibom

Patofisiologi

Penyu,batan kel.Meibom tanpa Kuman masuk ke kel.Meibom infeksi gangguan sekresi menginfeksi kel.Meibom timbul reaksi jaringan

Gejala

Subjektif : gangguan penglihatan Subjektif (benjolan), nyeri

terasa`mengganjal

di

kelopak mata, nyeri +

Objektif : kelopak mata tebal Objektif : benjolan di kelopka mata, dan edema, konsistensi benjolan makin lama makin ke pinggir kelopak, agak keras, tidak hiperemis, sakit nyeri Terapi Kompres air hangat Antibiotik (ada infeksi) Ekskoliasi (insisi & kuret) bila ditekan, tanda-tanda

inflamasi Kompres air hangat Antibiotik Insisi

Kalazion yang sudah terinfeksi akan menimbulkan gejala yang sama dengan hordeolum internum

2. Kapan kalazion dapat dilakukan ekskoliasi ? Saat benjolan besar, yang dimaksud besar adalah saat penderita sudah merasa terganggu dengan benjolan tersebut. Karena makin besar, benjolan tersebut makin mengganggu penglihatan

Setelah dilakukan terapi konservatif selama beberapa minggu, tetapi tetap belum mengecil. Karena pada dasarnya kalazion ini merupakan penyakit yang bisa diabsorpsi dengan sendirinya, kira-kira dalam jangka waktu 2-8 minggu penyakit ini diabsorpsi.

3. Tanda-tanda kalazion terinfeksi : Tanda sama dengan hordeolum internum Khasnya pada benjolan tersebut akan terlihat jaringan granulasi yang menonjol keluar, berwarna agak kekuningan

Nama : Novida Triandini NIM : 062010101042

1. Katarak komplikata Merupakan katarak akibat penyakit mata lainnya, seperti : Radang DM Hipertensi Retinitis pigmentosa Hiperparatiroid Ablasio retina Glaukoma Trauma Keracunan obat

Tanda khusus pada katarak komplikata adalah katarak dimulai di bawah kapsul atau lapisan korteks, kekeruhan difus, pungtata atau linier, serta biasanya terlihat vakuol. Selain itu mulai di daerah korteks atau dibawah kapsul yang menuju daerah korteks atau dibawah kapsul yang menuju daerah sentral. Obat-obatan yang sering disuga menimbulkan katarak adalah kortikosteroid baik oral maupun sistemik, miotika antikolinesterase, allopurinol serta haloperidol.

2. Indikasi dan kontraindikasi IOL Indikasi : Miopia berat Proliferatif diabetik retinopati Uveitis berulang Anak-anak (kontraindikasi relatif) Rubeosis iridis Glaukoma neovaskuler

Kontraindikasi : Katarak monokular Katarak kongenital monokular Miopia tinggi monokular

3. Gejala pada edema kornea Penglihatan mulai kabur Bila melihat cahaya seperti ada pelangi Terasa nyeri akibat adanya iritasi Kornea tampak agak keruh Pada uji placido hasil +

4. Perbedaan katarak matur dan hipermatur Perbedaan Kekeruhan Katarak matur Seluruh lensa Katarak hipermatur Masif (masa lensa degenerasi keluar dari kapsul sehingga lensa mengecil berwarna kuning dan kering) Iris BMD Shadow test Fundus refleks Visus Normal Normal 1/300 1/~ (LP +) Tremulans Dalam Pseudo Biasanya LP -

5. Macam-macam operasi katarak Ada 2 macam : a. ECCE Indikasi : - Tidak bisa ECCE karena ada sinekia posterior, badan kaca cair, pemasangan IOL in the back Anak muda Miopia tinggi Semua jenis katarak

Keuntungan : - IOL in the back - Semua jenis katarak Kerugian : - Dapat menyebabkan katarak sekunder b. ICCE Indikasi : Teknik sulit

- Katarak imatur dengan glaukoma akut - Kapsul posterior sudah jebol Keuntungan : Visus langsung baik Tidak terjadi katarak sekunder Kerugian : Sering bterjadi komplikasi Menggunakan alat khusus Harus iridektomi perifer IOL harus di sulkus sehingga mudah lepas

PR LAPSUS

Nama : Fitri Kinanti NIM : 062010101056

1. Indikasi cangkok kornea a. Indikasi optik Tujuan untuk memperbaiki tajam penglihatan yaitu mengganti jaringan kornea penderita yang keruh dengan kornea donor yang jernih b. Indikasi tektonik Tujuan semata- mata hanya untuk memperbaiki struktur anatomi kornea dan apabila pencangkokan kornea lamelar sudah tidak mungkin lagi dikerjakan karena ketebalan stroma, baik di daerah sebtral dan perifer c. Indikasi terapeutik Apabila tujuan pencangkokan kornea untuk menggantikan jaringan kornea resipien sebagai bentuk pengobatan . Contohnya pada infeksi bakteri, jamur, virus dll. d. Indikasi kosmetik Tujuan untuk memperbaiki dan memperindah mata

2. Beda epifora dan hiperlakrimasi a. Epifora keluhan berupa mata berair yang disebabkan oleh tersumbatnya aliran lakrimal yang menyebabkan bendungan sehingga air mata menumpuk b. Hiperlakrimasi keluhan yang juga berupa mata berair yang disebabkan oleh produksi air mata yang berlebihan sehingga lakrimasi tidak mampu mengalirkan air mata tersebut

3. Membedakan hiperemi konjungtiva Pembeda Asal Injeksi konjungtiva a. Knjungtiva posterior Memperdarahi Lokasi Warna Konjungtiva bulbi Konjungtiva Merah Kornea segmen anterior Dasar konjungtiva Ungu Intraokular Episklera Merah gelap Injeksi perikorneal a. Siliar Injeksi episklera a. Siliar longus

Arah aliran Konjungtiva digerakkan Dengan epinefrin 1:1000 Penyakit

Ke perifer Ikut bergerak

Ke sentral Tidak ikut bergerak

Ke sentral Tidak ikut bergerak

Menciut

Tidak menciut

Tidak menciut

Konjungtiva

Korne, iris, glaukoma

Glaukoma, endoftalmitis, panoftalmitis

Sekret Penglihatan

+ Normal

Menurun

Sangat turun

Nama : Nyimas Izzati A NIM : 032010101029

1. Mekanisme terjadinya hallo pada glaukoma akut Pada glaukoma akut dengan sudut BMD sempit dan tekanan intraokular yang tinggi Cairan bola mata banyak dan masuk ke kornea sehingga terjadi edema kornea Kornea yang asalnya jernih menjadi keruh atau suram dan sifatnya berubah menjadi seperti prisma sehingga pembiasan sinar masuk lebih dan saat diterima oleh retina tampak sebagai gambaran pelangi atau hallo

2. Beda glaukoma murni dan glaukoma uveitis a. Glaukoma murni tida ada penyakit yang mendasarinya, terjadi karena sudutnya tertutup, penurunan penglihatan, penurunan lapang pandang dari perifer b. Glaukoma uveitis ada penyakit yang mendasari seperti trauma dan penyakit sistemik, flare pada BMD, keluhan mata merah, ngeres, gatal dan silau

3. Kapan glaukoma dioperasi ? Setelah pemberian terapi medikamentosa dilakukan observasi ketajaman visus, edem kornea, ukuran pupil, TIP, sudut BMD. Jika respon tidak baik dilakukan iridektomim kalau tidak ada perbaikan dilakukan iridoplasti. Indikasi iridektomi : a. Pasien glaukoma sudut tertutup dengan blok pupil juga diindikasikan untuk cegah terjadinya blok pupil pada mata yang beresiko b. Dilakukan pada situasi iris yang tidak dapat terlihat dengan jelas c. Sudut BMD dangkal dengan kontak iridokornea d. Pasien tidak kooperatif Indikasi trabekulektomi : a. Glaukoma akut berat kegagalan tindakan iridektomi perifer, glaukoma primer sudut tertutup intermiten yang tidak mempunyai gejala b. Penderita dengan iris berwarna coklat gelap (ras asia/cina) yang kemungkinan terjadi serangan lebih berat serta tidak merespon dengan tindakan iridektomi perifer

4. Kapan diberi gliserin, acetazolamid dan apa fungsinya ? Gliserin merupakan terapi segera pada glaukoma akut, misal bila diberi timolol dan gliserin tekanan belum normal. Fungsi acetazolamid untuk menurunkan produksi aquos humor. Fungsi gliserin untuk menarik cairan dari dalam mata