Anda di halaman 1dari 7

2.1.

2 Main Distribution Frame (MDF) MDF atau dapat disebut juga RPU (Rangka Pembagi Utama) adalah salah satu bagian yang sangat penting dalam suatu jaringan telekomunikasi kabel tembaga. MDF merupakan tempat terminasi akhir bagi kabel dari arah sentral dan terminasi awal bagi kabel primer yang keduanya dihibungi dengan kabel jumper. Fungsi MDF : a. Sebagai terminasi awal bagi kabel Primer. b. Sebagai terminasi akhir bagi kabel Sentral. c. Sebagai pengetesan saluran pelanggan. d. Fleksibilitas saluran. e. Sebagai tempat menghubungkan antara kabel Primer dengan kabel Sentral dengan menggunakan kabel jumper wire.

2.1.2.1 Perangkat MDF 1. Rak MDF Berfungsi sebagai tempat meletakkan terminal - terminal (strook) seperti EQN, Terminal Kabel Primer, T-Line, dan DSLAM. 2. Strook Horisontal (EQN) Strook horizontal (EQN) terpasang pada MDF sisi sentral. Strook yang digunakan yaitu tipe K-51 yang berkapasitas 256 pair. Terdapat dua jenis strook yang digunakan, antara lain jenis LTG (Line Trunk Group) untuk system NEAX/ATNT dan DLU (Digital Line Unit) untuk system sentral EWSD. Masing masing jenis strook tersebut mempunyai cara membaca nomor pair yang berbeda. Biasanya strook horizontal dipasang membelakangi strook vertical.

0-1 LTU 1 0 4 8 12 16 20 24 28 1 5 9 13 17 21 25 29 2 6 10 14 18 22 26 30 3 7 11 15 19 23 27 31 0 4 8 12 16 20 24 28 1 5 9 13 LTU 2 17 21 25 29 2 6 10 14 18 22 26 30 3 7 11 15 19 23 27 31

Gambar 2.1 Susunan pair pada terminal LTG 400 0 SHELF 2 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15

0 4 0 4 0 4 0 4 0 4 0 4 0 4 0 4 0 4 0 4 0 4 0 4 0 4 0 4 0 4 0 4 1 5 1 5 1 5 1 5 1 5 1 5 1 5 1 5 1 5 1 5 1 5 1 5 1 5 1 5 1 5 1 5 2 6 2 6 2 6 2 6 2 6 2 6 2 6 2 6 2 6 2 6 2 6 2 6 2 6 2 6 2 6 2 6 3 7 3 7 3 7 3 7 3 7 3 7 3 7 3 7 3 7 3 7 3 7 3 7 3 7 3 7 3 7 3 7 Gambar 2.2 Susunan pair pada terminal DLU

Terminal DLU dan LTG mempunyai kode yang berbeda untuk penulisan nomor pair, berikut contoh penulisan pada masing-masing terminal :

Contoh kode DLU :


120-2-1-7 Keterangan: Keterangan:

Terminal ke 0-5 LTU ke-2 Port yang ke-13 Terminal ke-120 Shelf yang ke-2 Modul yang ke-1 Port yang ke-7 Contoh kode LTG :
0-5-2-13 PRAKERIN 2010 - TEKNIK JARINGAN AKSES SMK TELKOM SANDHY PUTRA JAKARTA

3. Strook Vertikal (Terminal Kabel Primer) Strook vertical dipasang di MDF pada sisi pelanggan yang berfungsi sebagai awal dari kabel primer. Terminal yang biasa digunakan adalah tipe K-71 yang berkapasitas 100 pair. Dengan menggunakan jumper wire, strook vertical dihubungkan dengan strook horizontal.

4. Terminal T-Line T-Line adalah terminal yang berfungsi sebagai penghubung sisi antar rak-rak yang ada di MDF untuk memudahkan dalam proses penarikan jumper. Pada T-Line, biasanya menggunakan strook tipe K-71 atau LSA Plus. T-Line dipasang pada setiap sisi rak yang terdapat di MDF

5. Terminal DSLAM (Digital Subscriber Line Access Multiplexer) Terminal DSLAM berfungsi untuk menambahkan layanan data pada jaringan telepon agar pelanggan dapat mendapatkan koneksi internet. Dengan menggunakan terminal DSLAM, layanan telepon yang hanya berupa layanan voice menjadi layanan voice dan data secara simultan (tidak bergantian, data diterima bersamaan). Jenis penempatan DSLAM terbagi menjadi 2 yaitu DSLAM indoor dan outdoor. DSLAM indoor berada di dalam MDF sedangkan DSLAM outdoor terdapat di RK, biasanya disebut MINIDSLAM. MINIDSLAM ini biasanya digunakan untuk menjangkau pelanggan yang jaraknya jauh dari MDF (lebih dari 5 Km).

2.1.2.2 Praktek Kerja di MDF Pada bidang lokasi kerja ini penulis melakukan beberapa pekerjaan, seperti : A. Penarikan Jumper PSB Telepon
PRAKERIN 2010 - TEKNIK JARINGAN AKSES SMK TELKOM SANDHY PUTRA JAKARTA

Penarikan jaringan port telepon adalah aktivitas yang menghubungkan kabel sentral pada terminal strook horizontal (biasa disebut

EQN/Equipment Number) dengan kabel primer pada terminal strook vertical K-71 dengan menggunakan jumper wire. Kabel jumper yang digunakan berwarna merah biru. Penjumperan dilakukan sesuai dengan DATEK yang tertera pada SISKA.

B. Penarikan Jumper PSB Speedy Pelaksanaan penarikan pasang baru speedy hampir sama dengan Pasang Baru Port Telepon. Untuk speedy, jumper dari EQN diterminasikan dahulu ke terminal DSLAM IN, lalu dari terminal diterminasikan ke terminal K-71 DSLAM OUT

DSLAM IN OUT

EQN

K-71

Gambar 2.3 Konfigurasi Penjumperan Speedy

C. Change Port EQN Change Port EQN adalah pemindahan port pada terminal Horisontal tanpa mengubah nomor telepon pelanggan karena tidak ada tone pada port EQN tersebut. Pelaksanaan Change Port EQN adalah :

PRAKERIN 2010 - TEKNIK JARINGAN AKSES SMK TELKOM SANDHY PUTRA JAKARTA

1. Cek tone pada EQN yang akan diganti untuk memastikan port memang harus diganti 2. Mengecek port kosong baik pada terminal yang sama sebagai port pengganti

3. Berkomunikasi dengan petugas sentral untuk mengganti nomer


telepon pelanggan ke port EQN yang baru.

4. Melakukan penarikan jumper ulang dari port EQN yang baru ke port
nomer pada terminal K-71

5. Menulis data perubahan EQN pada nomor tersebut pada SISKA

D. Penarikan Jumper Ulang Penarikan Jumper Ulang dilaksanakan karena pada port terminal EQN terdapat tone tetapi tidak pada port terminal K-71. Pelaksanaan penarikan jumper ulang sama dengan pelaksanaan pasang baru port telepon.

E. OMZET Primer OMZET Primer dilakukan karena pada sisi MDF tone telepon masih baik, tetapi saat mencapai RK (Rumah Kabel) tidak ada tone yang terdengar. Omzet Primer dilakukan hanya dengan mencari port pada terminal K-71 yang sama dengan kondisi kosong baik. Selanjutnya jumper dari EQN di terminasikan ke port K-71 yang baru. Tone pada RK tidak dapat didengar kemungkinan karena kabel dari MDF - RK rusak atau dalam kondisi yang tidak baik. Karena itu, dilakukan OMZET primer untuk memindahkan jaringan MDF RK ke jaringan kabel yang baik. F. Pengosongan Terminal DSLAM

PRAKERIN 2010 - TEKNIK JARINGAN AKSES SMK TELKOM SANDHY PUTRA JAKARTA

Pengosongan Terminal DSLAM dilakukan karena terdapat banyak terminal pada MDF tetapi port pada terminal tersebut tidak terisi dengan penuh. Pengosongan dilakukan untuk efisiensi pemakaian terminal sesuai dengan kebutuhan. Langkah langkah pengosongan DSLAM adalah sebagai berikut : 1. Mendata seluruh nomor telepon pada DSLAM 06, 07 dan 08 dengan menelpon 141 2. Mencari nomor speedy dan DATEK (Data Teknis) nomor yang telah didapat tersebut

3. Pindahkan (jumper ulang) nomor yang telah dicatat ke DSLAM 01 4. Masukan data perpindahan ke SISKA

G. Test ADSL Up dan Kecepatan Browsing Speedy Test ADSL Up atau tidak up berguna untuk mengetahui apakah DSLAM yang kita gunakan pada satu jaringan Speedy baik atau tidak. Untuk melakukannya, gunakan kabel test yang langsung terhubung ke modem pada MDF. Terminasikan kabel test pada klem terminal primer yang menggunakan jaringan Speedy. Tunggu sekitar 1 menit dan lihat pada modem apakah lampu ADSL-nya menyala atau tidak setelah blinking (berkedip-kedip). Jika menyala, berarti DSLAM yang kita gunakan baik. Jika tidak, maka kita harus melakukan change port pada DSLAM. Tes kecepatan speedy dapat dilaksanakan di rumah pelanggan atau MDF dengan cara mengkases ke website speedtest.net. Kecepatan yang diukur adalah kecepatan download dan upload. Jika kecepatan tidak sesuai dengan paket yang dipilih pelanggan, maka buka EMBASSY untuk update.

PRAKERIN 2010 - TEKNIK JARINGAN AKSES SMK TELKOM SANDHY PUTRA JAKARTA

10

PRAKERIN 2010 - TEKNIK JARINGAN AKSES SMK TELKOM SANDHY PUTRA JAKARTA