Anda di halaman 1dari 4

Unit Pembelajaran 1 Benjolan di Inguinal Tujuan Pembelajaran 1. Mengetahui faktor-faktor terjadinya hernia 2.

Mengetahui jenis-jenis hernia, patogenesis, gejala klinis, diagnosa, dan penanganan dari masing-masing kasus 3. Mengetahui pencegahan kasus hernia Pembahasan 1. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya hernia a. herediter b. perolehan Dapat disebabkan karena trauma, terbentur, akibat operasi, akibat obat. Yang paling sering akibat operasi yang tidak benar. Contohnya, seekor anjing yang terkena hernia umbilikasis, lubang yang tadinya 2 cm saja. Karena baru, jahit dinding perut. Linea alba ada pertemuan semua ujung musculus. Kalau mengirisnya di agak terlalu kanan atau kiri, kemudian menjahitnya tidak benar, bahkan menyebabkan hernia makin lebar . Kalau mau jahit dinding perut kucing atau anjing, agar mampu menahan. 2. Jenis-jenis hernia a. Hernia Umbilikalis kegagalan penutupan cincin umbilikalis secara normal sehingga organ organ abdomen masuk ke subkutan. Penyebab hernia umbilical dapat berupa herediter atau juga jarena pengejanan yang terlalu kuat, fetus yang terlalu besar, atau pemotongan umbilicus terlalu dalam (Kahn, 2005) b. Hernia Inguinalis Hernia inguinalis dapat meluas menjadi hernia scrotalis (Kahn, 2005), penutupan peritoneum daerah inguinalis yang terlambat sehingga menimbulkan saluran/lorong diantara musculus abdominalis internus, obliquus abdominis dan abdominis ekternus intestinal, uterus, vesica urinaria dapat melewati/ masuk melalui lorong tersebut. c. Hernia Scrotal Penutupan peritoneum sekitar saluran/lorong turunnya testes tidak sempurna. Di dalam hernia dapat berisi intestinum, vesica urinaria dapat masuk ke dalam ruang scrotum. d. Hernia Ventralis Penutupan peritoneum daerah para median abdomen yang tidak sempurna dan menimbulkan saluran/lorong hernia bisa congenital tetapi banyak terjadi karena trauma

e. Hernia femoralis Penutupan peritoneum yang tidak sempurna pada daerah femur bagian medial intestinum, vesica urinaria, uterus dapat masuk ke dalam bagian femur bagian medial. f. Hernia perineal Karena diafragma pelvina (coxygea dan musculus levator ani) lemah dan kanalis rectum mengalami deviasi lateralis (Nelson dan Couto, 2003). Biasa terjadi pada hewan jantan terutama ras boston terrier, boxer, corgis, Pekingese. gejala timbul karena terjadi konstipasi dan terjadi pembesaran perineal, bahkan vesica urinaria mengalami hernia sehingga menyebabkan uremia, depresi dan muntah. (Nelson dan Couto, 2003) g. Peritoneopericardial diafragmatica hernia (PPDH) Kasus malformasi yang paling sering terjadi pada anjing dan kucing. Kemungkinan terjadi akibat kelainan perkembangan embrio, karena adanya hubungan yang persisten antara pericardial dan cavum peritoneal di ventral midline.namun kejadian ini tidak menutup kemungkinan disebabkan karena trauma. PPDH dapat terjadi pada usia 4-15 tahun. Pada beberapa hewan asimtomatic, biasa terjadi pada hewan jantan. Gejala yang sering timbul adalah adalah ganggunan respirasi dan GI. Muntah, diare, anorexia, penurunan berat badan, sakit pada bagian abdomen, batuk, dypsnoe (Nelson dan Couto, 2003) Bagian dari Hernia Cincin/ring hernia (cincin gepeng) kalau umbilikalis bullet Pembungkus/saccus hernia. Isi hernia.

Isi hernia antara lain : Intestinum Omentum Uterus Vesica Urinaria Nucleus pulposus Musculus

Patofisiologi hernia Isi hernia usus yang mengalami strangulasi (pemuntiran) karena peristaltic jalan terus nekrose jaringan, toxemia (kalau radang hebat) Hernia diafragmatika organ digesti masuk ke arean rongga dada sel kekurangan oksigen timbunan asalam laktat tinggi asidosis dypsnoe . lanutannya kan menjadi Anaerob metabolisme Hernia inguinalis pderiferalis femoralis dapat berisi uterus gravitatau pyometra rupture uterus Hernia perinealis isisnya vesica urinaria (paling bnyak, vesicany balik ke belakang) retensi urin uremia (rupture) Kalau mulai muntah, hambatan urin tidak bisa keluar, padahal bertambah terus Hernia nucleus pulposus paralisa regional

Tanda-tanda hernia Hernia abdominalis, scrotalis, inguinalis ada benjolan. Palpasi ditemukan cincin hernia. Benjolan dipalpasi kalau tidak ada komplikasi tidak terasa sakit, tetapi ada fluktuasi Benjolan ditekan ada masa yang masuk reducible. Benjolan di tekan masa tidak masuk ireducible. Hernia diaphragmatika napas dypsnoe. Hernia nucleus pulposus paralisa regional.

Diagnosa Secara umum sulit, ada spesifitas masing-masing hernia Palpasi ditemukan cincin hernia Benjolan dipalpasi kalau tidak ada komplikasi tidak terasa sakit, tetapi ada fluktuasi Benjolan ditekan ada masa yang masuk reducible. Benjolan di tekan masa tidak masuk irreducible, adhesi atau isi hernia sudah membentuk jaringan ikat Auskultasi : pada kasus isi hernia usus akan terdengar peristaltic usus. Semua jenis hernia bisa didiagnosa dengan foto rongent, USG, CT Scan, MRI Hernia nucleus pulposus paralisa regional. Hernia diaphragmatica : napas dypsnoe, kalau hewan disuruh jalan menuruni tangga tidak mau, kalu naik tangga mau. Palpasi cavum abdomen terasa luas karena sebagian masuk ke thoraks, auskultasi akan terdengar muffling hearth. Dengan radiografi pada thoraks akan terlihat dysplasia trakea dorsal dan overlap diafragma (Nelson dan Couto, 2003) Hernia hiatal : media kontras esophagram direkomendasikan. Hernia ini sulit dideteksi. Biasanya selama radiografi dilakukan abdomen ditekan agar terjadi dysplasia lambung dan hiatal dapat dideteksi (Nelson dan Couto, 2003)

Hernia perineal : eksplorasi rektal dengan jari untuk mendeteksi deviasi rectum, muskulus dan diverticulum rektalis. Retrofleksi vesica urnaria ke arah hernia. Jika telah ditemukan, maka dapat di konfirmasi dengan foto rongent, USG, CT Scan, MRI.

Penanganan Pada hernia yang bersifat herediter dan umur hewan masih di bawah 6 bulan, diupayakan dengan menekan benjolan hernia dan dalam perkembangan umur diharapkan cincin hernia akan menutup. Pada hernia yang disebabkan karena trauma, maka penanganannya adalah dengan operasi.Hernia yang sifatnya herediter, maka hewan tersebut harus dioperasi dan sterilkan. Pada hernia nucleus pulposus penanganannya dengan membebaskan tekanan nucleus pulposus pada medula spinalis laminectomy. Hernia diaphragmatica : mengembalikan organ digesti ke tempatnya : operasi dari rongga abdomen. Pada hewan tua, tanpa gejala klinis, tidak dilakukan operasi, terutama pada kasus adhesi pericardium dengan jantung karena dapat menyebabkan trauma pada saat reposisi (Nelson dan Couto, 2003) Hernia hiatal : hernia asimptomatik pada usia muda dilakukan operasi. Jika gejala muncul terapi yang digunakan adalah untuk menangani reflux GI (cisapride, omeprazole). Jika dengan obat obatan tidak berhasil dapat dilakukan operasi (Nelson dan Couto, 2003) Hernia perineal : uremia, segera kososngkan vesica urinaria, terapi cairan, operasi untuk rekonstruksi muskulus dan reposisi organ (Nelson dan Couto, 2003) Jika tidak ada komplikasi, prognosis fausta (Nelson dan Couto, 2003)

DAFTAR PUSTAKA Kahn, M. Cynthia. 2005. The Merck Veterinary Manual Ninth Edition. USA : Merck & Co Nelson, Richards W dan C. Guellermo Couto. 2003. Small Animal Internal Medicine. Missouri. Mosby