SASTRAWAN-SASTRAWATI GENERASI KISAH/DEKADE 20-30an Di bawah ini dideretkan beberapa nama aktivis Generasi Kisah berikut

karya mereka : Ayip Rosidi, dilahirkan di Jatiwangi, Cirebon, 31 Januari 1938. Inilah sastrawan yang menjadi Profesor Tamu pada Osaka Gaidai Jepang, untuk mengajarkan Indonesiologi. Sejak usia 13 tahun sudah memimpin majalah sekolah, usia 16 tahun menerbitkan buku. Ia pernah menjadi redaktur majalah Suluh Pelajar, Prosa, Majalah Sunda, Budaya Jaya, Direktur Penerbit Cupumanik, Duta Rakyat. Juga pernah menjadi dosen luar biasa FS Unpad Bandung, Direktur Penerbit Pustaka Jaya, Ketua IKAPI, Ketua DKJ, peraih Hadiah Sastera Nasional BMKN. Ditulisnya kumpulan-kumpulan sanjak Pesta (1956, Cari Muatan (1959); Surat Cinta Enday Rasidin (1960); Jeram (1970); antologi cerpen dan novelet Tahun-tahun Kematian (1955); Di Tengah Keluarga (1956); Sebuah Rumah buat Hari Tua (1957); Pertemuan Kembali , penceritaan kembali sastra daerah Purba Sari Ayu Wangi (1962) dan Lutung Kasarung (19058); Candra Kirana (1962); Rara Mendut (1961). Ia pun menulis Perjalanan Penganten (kisah, 1958)) serta Masyitoh (drama/novel, 1969). Pada pasca-G 30 S/PKI Ayip Rosidi antara lain menulis: Ular dan Kabut (kumpulan puisi, 1973); Sajak-sajak Anak Matahari (kumpulan puisi, 1979), Anak Tanah Air (roman, 1979). Pada sekitar awal dekaded 90-an Ayip Rosidi memelopori pemberian Hadiah Sastra Rancage khusus sastrawan-sastrawati yang dianggap berprestasi luar biasa dalam Sastra Daerah tiap tahun sejak dekade 90-an sampai sekarang. Pada tahun 2000 Ayip menerim,a Bintang Jasa The Order of the Secred Treasure Gold Ray with Neck Ribbon pemerintah Jepang. . Karya-karya lain penulis segala bentuk karangan ini: bunga rampai Laut Biru Langit Biru (1977); Cerita Pendek Indonesia ( 1959); Kapankah Kesusatraan Indonesia Lahir (1964); Ikhtisar sejarah sastra Indonesia (1969); antologi puisi Sajak-sajak Anak Matahari ( 1979); Ular dan Kabut (1973); novel Anak Tanah Air (1979); buku umum Mengenal Jepang (1981); Manusia Sunda (1984); Undang-undang Hak Cipta 1982: Pandangan Seorang Awam (1984); terjemahan bersama Matsuoka Kunio: Penari Jepang(1985) dan Daerah Salju (1987), kumcerpen dan novel Yasunari Kawabata. Muchtar Lubis, dilahirkan di Padang, 7 Maret 1922, meninggal di Jakarta, 2 Juli 2004, menulis novel terkenal berjudul Jalan Tak Ada Ujung (1952). Juga ditulisnya novel Tak Ada Esok (1951), Senja di Jakarta (1970), kumpulan cerpen Si Jamal dan Cerita-cerita lain (1951) dan Perempuan (1956). Di atas tahun 60-an, darinya bisa kita baca roman Tanah Gersang (1966), Harimau! Harimau! (1975), Maut dan Cinta (1977), cerita anak-anak Berkelana dalam Rimba (1980) dan Sinbad Sang Pelaut serta kumpulan cerpen Kuli Kontrak (1982) dan Bromocorah (1983). Di samping terkenal sebagai pengarang, Mochtar Lubis juga tersohor sebagai wartawan yang pernah memimpin surat kabar Indonesia Raya. Ia pernah meraih hadiah Ramon Magsaysay untuk karya jurnalistik ketika meliput Perang Korea. Yacob Utama dari Kompas menjulukinya sebagai Wartawan Jihad karena kegigihannya memperjuangkan hak azasi manusia. Pada tahun 1993 ia menerima Hadiah Sastra Chairil Anwar.

serta kumcerpen Antara Wilis dan Gunung Kelud (1989). Manusia Kota (1961). 1974). terjemahan Tiga Ceita dari Negeri Dollar (kumcerpen Jophn Steinbeck. Indonesia di Mata Dunia (1955). Teknik Mengarang Skenario Film (1952). novel Bayangan Memudar (karya Breton de Nijs. Cerita dari Tiongkok (1953). 2 Oktober 1924. Zaman Baru (1961). . Di dalam kedua buku tersebut bisa kita jumpai Pahlawan Tak Dikenal. wartawan. Toha Muchtar. Sitor Situmorang.Toto Sudarto juga menerjemahkan novel karya Leo Tolstoy berjudul Hati yang Bahagia. 1954). Tak Pernah Menjadi Tua (1963). keduanya terbit tahun 1968. Karya-karya Utuy yang lain: drama Saat yang Genting (1958)..am teakhir (karya Yushio Misima. Sartre.. Mal. dan lain-lain. meninggal di Jakarta. Pelacur (karya J. drama Sanyasi ( karya Tagore. Utuy juga menulis drama-drama propaganda politiknya Lekra Si Kampeng (1964). Juga ditulisnya novel Daerah Tidak Bertuan (1963). Hati Nurani Melawan Kezaliman: Surat-surat Bung Hatta kepada Presiden Sukarno . Bukan Karena Kau dan Kabut Rendah. 17 September 1979.1971). `1954). Mochtar Lubis adalah juga editor dan penerjemah beberapa uku. 1975). Terklnik Mengarang (1951). 1950). Selain terkenal sebagai pengarang. Manusia Iseng (1953). dilahirkan di Tapanuli. Kisah-kisah dari Eropa (1950). Utuy menerjemahkan karya Jean de la Fontaine menjadi Selusin Dongeng (1949). 1949). Suling (drama. novel Berita dari Pinggiran (1999. Wajah Tak Bernama (1956). Novelis yang melukis ini adalah pemenang lomba yang menulis novel berjudul Pulang (1958). Gadis Peminta-minta. Sulaiman yang Agung (karya Harold Lamb. tujuh tahun setelah ia meninggal). serta sebuah kritik sosial yang tajam dalam drama Selamat Jalan Anak Kufur! (1956). 31 Mei 1920). Dalam Sajak (1955).A. Ia juga menulis Jalan Mutiara (drama. Penyamun dalam Rimba (1972). cernak Harta Karun (1964). Penyair ini menulis kumpulan sanjak Suara (1956) dan Etsa(1958). Toto Sudarto Bachtiar. 1948) dan Bunga Rumah Makan(1948) . 12 Oktober 1929. Sayang Ada Orang Lain (1954) serta Si Kabayan. Juga ditulisnya buku berjudul Jayamada (bersama Sukanto S. Utuy Tatang Sontani. budayawan. dll. dilahirkan di Cianjur. Ibukota Senja. Ia merintis karier sajak zaman Jepang dan berhasil menciptakan Tambera (roman. 19 Mei 1992. 1979). Penyair ini menulis kumpulan sanjak Surat Kertas Hijau (1953). Tentang Kemerdekaan. Pengalamannya dalam tahanan zaman Orde Lama mengilhaminya menulis buku tebal Catatan Subversif. yakni: Pelangi 70 Tahun S. dilahirkan di Cirebon. 17 September 1926. Di Muka Kaca (1957). kumcerpen Orang-orang Sial (1951). Segumpal daging Bernyawa (12961). Bunga Rampai Korupsi. Pertempuran Penghabisan (karya Ernest Hemingway.P.A.1979). dilahirkan di Kediri. Pertempuran dan Salju di Paris (1956) dan . Karya-karyanya yang lain: Catatan Perang Korea (1951).Selain menulis karya sastra ia juga menulis buku ilmiah berjudul Manusia Indonesia (1977) dan Transformasi Budaya untuk Masa Depan.T. meninggal di Moskwa. 1958). Awal dan Mira (1952).

A. Sitor Situmorang pernah menjadi menjadi redaktur harian Suara Nasional. dosen tamu Fakulas Sastra Universitas Jember ini juga menulis: novel Persetujuan dengan Iblis (1956). sandiwara. Puitisasi Terjemahan Al Qur’an. Karya-karya terjemahannya: drama Hari Kemenangan (karya M. anggota Dewan Perancang Nasional. Sitor terkenal dengan haiku (sanjak mungil)nya yang berjudul Malam Lebaran. Berita Nasional. Rindu Kelana (1994) serta buku ilmiah Sastra Revolusioner (1965). sanjak.A. dilahirkan di Padangpanjang. Islamabad.Pangeran. 2 Juni 1998. Navis. Muhammad Ali. Muhammad Ali yang banyak menggarap tema-tema kerakyatan juga menulis cerpen Ajal dan Bejo. Puisi ini hanya berisi satu baris/larik yang berbunyi ”Bulan di atas kuburan”. Cerpennya berjudul Jodoh memenangkan sayembara Kincir Emas yang diadakan oleh Radio Nederland. Paris. Anggota DPRD Sumatra Barat. Karya-karyanya selain yang di atas: antologi puisi Zaman Baru (1961). meninggal di kota yang sama. Peta Perjalanan (1977). 19 Januari 2000... serta novel pada tahun 1968 Cahaya di Mata Emi (1968) dan Di Saat Rambutnya Terurai (1968) serta Dari Lembah Pualam. Kubur Tak Bertanda (1953). Ia juga menulis buku nonfiksi Alam Terkembang Jadi Guru (1984). Dusta yang Manis. keduanya kumpulan cerpen. Pengarang ini banyak menulis cerpen atau lakon dengan tema para papa. dilahirklan di Yogya. 23 April 1927. Ia terkenal sebagai pengarang kumpulan cerpen Robohnya Surau Kami (1956). Manusia Kaki Lima. Sitor menulis kumpulan sanjak Dinding Waktu (1976). Hitam atas Putih (1959) berisi cerpen. Puisi di Langit Merah. sanjak Muhammad. Sekeluar dari enam tahun penahanan (karena Ketua Lembaga Kebudayaan Nasionalnya PNI (LKN) yang dekat dengan Lekra). Penggali Kapur (1957). meninggal di sana.I. Puisi Rumah Bambu. Novelnya antara lain Kemarau (1967) dan Gerhana. Sumatra Barat. Sayersm. Bunga di Atas Batu (1989). terbit kumpulan cerpennya Buku Harian Seorang Penganggur (1972). Pada pasca 70-an. Nijhoff. Ia juga menulis lakon Nona Maryam (1955) . 1956) Kirjomulyo. Novelet-noveletnya antara lain Lima Tragedi (1952). 1955). pernah pula menjadi dosen ATNI. Bethlehem (karya M. . dilahirkan di Surabaya. MPRS. 1955). Ia terkenal dengan Romance Perjalanan(1955) nya. Kumpulan cerpennya yang lain Bianglala (1963) dan Hujan Panas (1964). Tirai Besi . Hadiah Sastra ASEAN (SEA Award) tahun 1972 dan Satya Lencana Kebudayaan Pemerintah RI tahun 2000. 17 November 1924. Navis pernah menerima Hadiah Seni Depdikbud RI tahun 1980. Di samping sebagai penyair yang banyak menulis sanjak-sanjak tentang alam. serta pernah bermukim di Amsterdam. Jalan ke Joljuta (karya D. Ketua Yayasan INS Kayutanam. Danau Toba (1981). Pengarang yang pernah menjadi Ketua Dewan Kesenian Surabaya (DKS). Ia juga menulis buku kumpulan makalah berjudul Biarkan Kami Bicara dan Sastra dan Manusia (1986). meninggal di sana pada tahun 2002. novel Ibu Kita Raminten (1982). Pengarang alumni Perguruan INS Kayutanam pernah menjadi pemred harian Semangat Padang. Terkenal dengan dramanya Lapar. Nijhoff. A. Den Hag. Warta Dunia. Waspada.A. 1930.

24 Oktober 1996. menjadi redaktur majalah Budaya. Ibu (1988). Buku-buku nonfiksi yang ditulisnya Sejarah Kemerdekaan Indonesia. Saat Lonceng Berebunyi (1982).Qiamat (1971). dilahirkan di Ambarawa. Wawasan Almamater. Petualang (1981). 1976). Di Medan Perang (1962). drama Si Gila (1969). Pengarang ini lebih terkenal sebagai penerjemah sastra Arab. 1816 Peribahasa Indonesia (1984). Dan Senja pun Turun (1982). Cerpen Melalui Biola dinilai terbaik oleh majalah Kisah tahun 1954. Pengarang yang juga pelukis dan dramawan ini tetap aktif menulis hingga . 15 Juli 1931. Kisah-kisah Mesir (1977). Tiga Puntung Rokok (1985). meninggal di Jakarta. mengarang kumpulan cerpen Api dan Cerpen Lain (1951) dan Si Rangka dan Cerpen Lain (1958). Gabungan Pelukis Indonesia. 3 Juni 1985. Di Bawah Naungan Al Quran (1957). Korps Mahasiswa Magelang dan Jombang dan redaktur koran Pikiran Rakyat ini menulis kumpulan cerpen Lakilaki dan Mesiu (1957). Pengarang yang juga pelukis ini menulis drama Sekelumit Nyanyian Sunda (1962). Nasyah Jamin. 27 Agustus 1932. meninggal di Yogyakarta. Lampung. Juga ditulisnya buku-buku: Aktor dan Aktris (1981). Jembatan Gondolayu. Terjemahanterjemahannya Suasana Bergema (1959). Sejarah Hidup Muhammad (karya Heikal). 24 Desember 1924. kumcerpen Di Bawah Kaki Pak Dirman (1967) dan Sebuah Perkawinan (1974). dilahirkan di Bondowoso. Hari-hari sudah Berlalu (karya Toha Husewin. Biarkan Cahaya Matahari Membersihkanku Dulu (1966). Kembali kepada Fitrah (1969). 1983). Di Horison tahun 1986 dimuat cerpennya Dalam Kereta Api Perjalanan Hidup. Peluru dan Asap (1963). Malam Kualalumpur (1968). dilahirkan di Kupangkota. Bukit Harapan (1984). Nasyah Jamin yang pernah memperdalam art and setting di Tokyo. Hujan Kepagian (1958). Nasyah yang cukup dekat Chairil Anwar. 18 Juni 1999. 1985). Lampu Minyak Ibu Hasyim (novel Yahya Hakki. Pendiri Angkatan Seni Rupa Indonesia .(1955). Setan dalam Bahaya (1978). kumcerpen Gerhana (1996). Pengarang yang pernah menjabat Mendikbud RI dan Rektor UI ini menulis kumpulan cerpen Tiga Kota (1959). meninggal di Jakarta. Puitisasi Juz Amma (1983). dilahirkan di Rembang. menulis buku Hari-hari Terakhir Sang Penyair (1962) semacam biografi pelopor Angkatan ’45 itu. Hang Tuah (1952). Rasa Sayange (1961). 21 November 1937. Buku terjemahannya Keempat Puluh Satunya (karya Boris Lavrenyov. Sumatra Utara. kumpulan cerpen Angin Laut (1958) dan Kisah-kisah Revolusi (1963) serta roman Bulan Madu (1962). novel Helai-helai Sakura Gugur (1964). Titik-titik Hitam (1956). Ombak dan Pasir (1988). meninggal di Bandung. 30 Tahun Indonesia Merdeka. Kumpulan cerpennya Malam Bimbang (1961). Teknik Penghayatan Puisi (1`983). dilahirkan di Perbaungan. Ali Audah. juga mengarang cernak Anak Si Pai Bengal (1952). Trisno Yuwono. Nugroho Notosusanto. dilahirkan di Yogyakarta. 14 Juli 1924. Di Bawah Jembatan Gantung (1983). serta novel Hilanglah Si Anak Hilang (1963) dan Gairah untuk Hidup dan untuk Mati (1969). 4 Desember 1994. Motenggo Boesye. antologi puisi Bintang Dini (1975). Pengarang yang juga penerjun dan pernah menjadi anggota Tentara Rakyat Mataram. novel Di Bawah Kawat Berdur (1961). Riyono Pratikto.

Nasihat untuk Anakku (1963). Sebuah Lorong di Kotaku (1978). tampil berabsurd-absurd lebih awal daripada Sutarji Calzoum Bachri. menyimpang dari jalur logika biasa. dilahirkan di Purwakarta. novel ini telah disinetronkan. Debu-debu Kalbu. Merahnya Merah ( 1968). Ikranegara. Putu Wijaya. masih aktif hingga kini. Teuku Hasan Johan Pahlawan (1957). Dalam Kelembutan dan menyutradarai film layar lebar Cintaku Jauh di Pulau. Keberangkatan. La Barka (1975). novel Dia Musuh Keluarga (1968). Matahari dalam Kelam (1963). 1977)). Iwan Simatupang.H. terbit legenda-legendanya: Buang Tonjam. Di Balik Pintu Dosa. Sejuta Duka Ibu. Namaku Hiroko (novel. Biografi Amir Hamzah ditulisnya di bawah judul Pangeran dari Seberang (1981). Pada tahun 1963. RT 0 RW 0 (1960) cerpen Lebih Hitam dari Hitam. Petang di Taman (1966). Ahim Ha. N. Perempuan itu Bernama Barabah (1962). Yudhistira Ardi Noegraha. dilahirkan di Semarang. seorang guru SD dalam membimbing Waskito adalah muridnya yang berkepribadian sulit. H. Dini mempunyai pengalaman bersuamikan diplomat asal Perancis . roman Hati yang Damai (1961). Tandus (kumpulan puisi. Keberanian Manusia (1962). Cintaku Selalu Padamu. penuh pemikiran inkonvensional. Cross Mama. 1952). S. Jaka Tingkir (1962). Roman-romannya: Pada Sebuah Kapal (1973). Dini. kumpulan cerpen Tegak Lurus dengan Langit (1982) Novel-novelnya sangat terkenal dan dijadikan tolok ukur kualitas sastra absurd Indonesia: Kering (1972). Danarto. Ziarah (1969). Ibu!. Kooong (1975) Iwan memperoleh SEA Award dengan novel Ziarah-nya.akhir hayatnya. 29 September 1936. novel trilogi Tante Maryati (1967). Kreativitasnya justru lebih menonjol pada tahun-tahun 70-an ke atas. Malam Penganten di Bukit Kera (1963). Sastrawati ini menulis Kejatuhan dan Hati (1950). Pengarang wanita ini menulis kumcerpen Dua Dunia (1956). 4 Agustus 1970. 18 Juni 1928. Karya-karya Motenggo Boesye yang lain: kumcerpen Dua Tengkorak Kepala (1999).. Kumcerpennya yang lain Segi dan Garis. Juga menulis novel Jalan Bandungan (1989) dan Tirai Menurun (1993). Sejuta Matahari (1963). Karya-karya Iwan Simatupang: drama Bulan Bujur Sangkar (1960). novel-novelnya Sekayu (1981). Badai Sampai Sore (1962). Hari Ini Tidak Ada Cinta. Retno Lestari (1968). N. Titisan Dosa di Atasnya (1964). Novelnya yang berjudul Pertemuan Dua Hati yang mengisahkan tentang perjuangan Bu Suci. Taman Sanjak Si Kecil (1959). meninggal di Jakarta. Langit dan Bumi Sahabat Kami (1979). Pada tahun 1985 ditulisnya novel sufistik Sanu Infinita Kembar. Akulah Pemberontak Itu. Budi Darma. novel Dosa Kita Semua (1963). Batu Serompak. Sri Ayati (1968). Rukiah. Orang-orang Tran (1985). Ternyata Motenggo Boesye juga seorang penyair Buku kumpulan puisinya berjudul Aurora Para Aulia. Nyonya dan Nyonya (1963). Kisah Perjalanan Si Apin . Perempuan-Perempuan Impian. terkenal dengan karya-karyanya yang absurd. 25 April 1927. Karya-karyanya yang berbentuk drama Malam Jahanam (1958). Putri Seorang Jendral. Karya-karyanya yang terbit tahun 80-an: Rindu Ibu adalah Rinduku. Sumatra Utara. dilahirkan di Sibolga. Dongeng-dongeng Kutilang (1962).

Potret Pembangunan dalam Puisi (1980). Sajak-sajak Duabelas Perak. Dua yang terakhir ini ditulisnya sepulang dari Amerika tahun 1968. 12 juta di Senayan. Yang Muda yang Bercinta. drama saduran Perampok. Karya-karyanya: Empat Kumpulan Sajak terdiri dari Kakawin-Kawin. Sebagai budayawan. Rendra yang kini meroket lagi.S. Rendra menerbitkan antologi puisi “Orang-orang Rangkasbitung (1993) dan Disebabkan oleh Angin (1993). Nyanyian dari Jalanan.⇒ Bertema sosial-politik. romantik. dilahirkan di Solo. 7 November 1935.⇒ Produktivitas karya sastra lebih marak lagi. Tanah Baru Tanah Air Kedua (1997). Rendra juga menulis kumcerpen Ia Sudah Bertualang (1963). Pada dekade 90-an. Setelah beragama Islam. romantik. Cintaku Jauh di Pulau. Kasidah Berjanji. naturalis. b. Penyair dan dramawan ini dulu lebih dikenal dengan nama W. penyair burung merak ini menjadi Wahyu Sulaiman Rendra. masih mewarnai tema karya sastra.dan bertahun-tahun tinggal di negeri itu. Ciri-ciri Periode 2000 a. 1990-an (Angkatan Reformasi) Isi karya sastra sesuai situasi reformasi.⇒ Tahun 1998 merupakan puncak dari angkatan 90-an. dekade 90-an). ditulisnya buku Mempertimbangkan Tradisi (1983) dan Memberi Makna pada yang Fana. drama terjemahan Oedipus Sang Raja (1976). Latar belakang itu mendorongnya menerjemahkan karya pengarang eksistensialis Albert Camus berjudul Sampar (dari La Pest.⇒ . Panggilan Dharma Seorang Bhikku (1997). Rendra pernah bermain dalam film AL Kautsar. Kemayoran (2000). Jepun Negerinya Hiroko (2000). kumpulan puisi Balada Orang-orang Tercinta (1956). Blues untuk Bonnie (1975). Rendra memimpikan Bengkel Teater dan menulis buku Tentang Bermain Drama (1976). novel. Sekda. dikenal sebagai pembaca sanjak termahal di dunia. Sajak-sajak Sepatu Tua (1971).⇒ Banyak muncul kaum perempuan.⇒ 35 Disebut angkatan reformasi.⇒ Disebut angkatan modern. Rendra. 1985). sebuah fragmen dari cerita Laila Tak Mampir di New York. Mastodon dan Burung Kondor. 2000-an (Angkatan Modern) Tema sosial-politik. Bandung. seperti puisi. Karya-karya Dini yang lain: Di Pondok Salju cerpen runner up majalah Sastra 1963. Malam Stanza. drama kolosal Panembahan Reso (1988). Semarang. Antigone (1976). cerpen. Oedipus di Kolonus (1976). Rendra (Willibordus Surendra).⇒ Banyak munculnya sastrawan baru yang membawa angin baru dalam⇒ kesusastraan Indonesia. Kisah Perjuangan Suku Naga. juga Selamatan Anak Cucu Sulaiman.. contohnya Ayu Utami yang muncul di akhir 90-an dengan karyanya Saman. Oedipus Berpulang. menulis skenario dan mementaskan Orang-orang di Tikungan Jalan. (3 juta di TIM.

⇒ ciri-ciri novel.⇒ Adanya sastra religi.kadang di dalamnya terdapat jenis karangan deskripsi untuk melukiskan suasana. termasuk adanya sastra koran. feminisme. antar lain: alur. seks.dan tema. dipahami pembaca. d. .umumnya merupakan tanggapan pengarang terhadap lingkungan sosial budaya sekelilingnya. contohnya dalam⇒ H. Pikiran Rakyat.Karya sastra lebih marak lagi. bersifat realis. karya sastra yang berfungsi sebagai tempat menuangkan pikiran pengarang sebagai reaksinya atas keadaan sekitarnya.U. struktur novel terdiri atas berbagai komponen yang membangunnya.penokohan. perkelaminan. b. karya sastra berjenis narasi.latar. berbentuk prosa c. Adanya sastra bertema gender.⇒ Muncul cyber sastra di Internet. antara lain: a.⇒ Banyak muncul karya populer atau gampang dicerna.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful