Anda di halaman 1dari 11

Teknik Sipil Rekayasa Lalu Lintas

[ ...? ]
Suatu simpang-empat yang berlokasi di kota berpenduduk 3,50 juta jiwa (lihat Gambar-1) dibangun di lingkungan berakses-terbatas, dan tidak dilewati kendaraan-tidak-bermotor, akan diatur dengan sinyal (lampu lalu lintas). Lokasi parkir (on-street) terdekat berada 150 m dari simpang. Kaki simpang Barat (B) menurun dengan gradien 1,5 %, sedangkan kaki simpang Timur (T) menanjak dengan gradien 1%. Waktu kuning ditetapkan 3 detik, waktu siklus optimum dihitung dengan persamaan Webster. a. Hitung pewaktuan sinyal 2-fase b. Buat diagram pewaktuan sinyal c. Hitung Kapasitas simpang d. Dari hasil perhitungan, apakah simpang tersebut sudah layak dipasang lampu pengatur lalu lintas?.

We = 3,0 m

We = 3,5 m

T
We = 4,0 m

We = 2,5 m

Gambar-1. Simpang Empat

Teknik Sipil Rekayasa Lalu Lintas

Tabel-1. Data lalu lintas Volume kendaraan (kend/jam) Kaki Simpang Kendaraan Kendaraan Ringan Berat (LV) (HV) 600 650 350 400 175 190 125 140 Sepeda Motor (MC) 400 500 300 350 Keterangan

Barat Timur Selatan Utara

[ ...# ]
Pada kasus ini dianggap bahwa pengaturan-fase adalah Protected, yakni konflik antara gerak lurus dan gerak belok kanan dari arah lawan ditiadakan. 1) Menghitung nilai Arus (dalam smp) dari data lalu lintas Data volume kendaraan dalam kend/jam, sehingga harus dikonversi kedalam satuan smp/jam, untuk kesesuaian perhitungan.
Tabel-2. Smp kendaraan di Simpang Bersinyal

Jenis Kendaraan Kendaraan Ringan Kendaraan Berat Sepeda Motor

Nilai smp Protected 1,0 1,3 0,2 Opposed 1,0 1,3 0,4

QBarat = 1,0 (600) + 1,3 (175) + 0,2 (400) = 907,5 smp/jam QTimur = 1,0 (650) + 1,3 (190) + 0,2 (500) = 997,0 smp/jam QSelatan = 1,0 (350) + 1,3 (125) + 0,2 (300) = 572,5 smp/jam QUtara = 1,0 (400) + 1,3 (140) + 0,2 (350) = 652,0 smp/jam

Teknik Sipil Rekayasa Lalu Lintas

2) Menghitung Arus Jenuh Kaki Simpang (S) S = S0 FCS FSF FG FP FRT FLT dimana: S0 FCS FSF FG FP FRT FLT = = = = = = = arus jenuh dasar kaki simpang (smp/jam) faktor pengaruh ukuran kota (country size) faktor pengaruh hambatan samping (side friction) faktor pengaruh gradien memanjang faktor pengaruh jarak parkir faktor pengaruh proporsi arus belok kanan (hanya untuk protected) faktor pengaruh proporsi arus belok kiri (hanya untuk protected) (smp/jam hijau)

2a) Arus Jenuh Dasar (S0) Arus Jenuh Dasar untuk pengaturan fase-protected, adalah: S0 = 600 We Kaki Simpang Barat Timur Utara Selatan S0 = 600 We 600 x 3,5 600 x 4,0 600 x 3,0 600 x 2,5 S0 (smp/jam) 2100 2400 1800 1500

2b) Faktor Pengaruh Ukuran Kota (FCS)


Tabel-3. Faktor Pengaruh Ukuran Kota terhadap Arus Jenuh Kaki Simpang

Ukuran Kota Sangat kecil Kecil Sedang Besar Sangat Besar

Jumlah Penduduk (Juta) < 0,1 0,1 0,5 0,5 1,0 1,0 3,0 > 3,0

FCS 0,82 0,88 0,94 1,00 1,05

Dengan jumlah penduduk 3,5 juta jiwa, nilai FCS = 1,05

Teknik Sipil Rekayasa Lalu Lintas

2c) Faktor Pengaruh Hambatan Samping (FSF)


Tabel-4. Faktor Pengaruh Hambatan Samping pada Arus Jenuh Kaki Simpang
Lingkungan Jalan Hambatan Samping Rasio Jumlah Kendaraan Tidak Bermotor terhadap Jumlah Kendaraan Bermotor 0.00 Tinggi Komersial Sedang Rendah Tinggi Perumahan Sedang Rendah Tinggi/ Sedang/ Rendah Tinggi/ Sedang/ Rendah Opposed Protected Opposed Protected Opposed Protected Opposed Protected Opposed Protected Opposed Protected Opposed 0.93 0.93 0.94 0.94 0.95 0.95 0.96 0.96 0.97 0.97 0.98 0.98 1.00 0.05 0.88 0.91 0.89 0.92 0.90 0.93 0.91 0.94 0.92 0.95 0.93 0.96 0.95 0.10 0.84 0.88 0.85 0.89 0.86 0.90 0.91 0.94 0.92 0.95 0.93 0.96 0.90 0.15 0.79 0.87 0.80 0.88 0.81 0.89 0.81 0.89 0.82 0.90 0.83 0.91 0.85 0.20 0.74 0.85 0.75 0.86 0.76 0.87 0.78 0.86 0.79 0.87 0.80 0.88 0.80 0.25 0.70 0.81 0.71 0.82 0.72 0.83 0.72 0.84 0.73 0.85 0.74 0.86 0.75

Jenis Fase

Akses Terbatas

Protected

1.00

0.98

0.95

0.93

0.90

0.88

Dengan lingkungan jalan yang memiliki akses-terbatas, dan tidak dilewati oleh kendaraan-tidak-bermotor, sehingga rasio jumlah kendaraan tidakbermotor terhadap jumlah kendaraan bermotor = 0,00. Dari Tabel-4 diperoleh nilai FSF = 1,00 2d) Faktor Pengaruh Gradien Memanjang (FG) Kaki-Simpang Barat (B) menurun dengan gradien 1,5 %, dan Kaki-Simpang Timur (T) menanjak dengan gradien 1 %. Nilai faktor-pengaruh-gradien-memanjang diperoleh dari Gambar-2, garis pada grafik adalah garis lurus sehingga dapat digunakan perbandingan-segitiga untuk mendapatkan hasil yang tepat, seperti terlihat pada gambar berikut.

Teknik Sipil Rekayasa Lalu Lintas

Faktor Pengaruh Gradien, FG Faktor Pengaruh Gradien, FG

1.05 1.05 1.03 1.03 1.01 1.01 0.99 0.99 0.97 0.97 0.95 0.95 0.93 0.93 0.91 0.91 0.89 0.89 -10 -10 -5 -5
-1,5

y1 y2

0 0

1,0

5 5

10 10

Turun (%) Turun (%)

Naik (%) Naik (%)

Gambar-2. Faktor Pengaruh Gradien Memanjang terhadap Arus Jenuh Kaki Simpang

Untuk Kaki-Simpang Barat (B), menurun 1,5 % Dari grafik: FG = (1 + y1) y1/(1,051) = 1,5 / 10 = 0,0075 = 1,0075 = (1 + 0,0075) y1 = (1,5 x 0,05) / 10 = 0,075 / 10

Untuk Kaki-Simpang Timur (T), menanjak 1,0 % Dari grafik: y2/(10,89) = 9 / 10 = 0,990 / 10 = 0,099 = (0,89 + 0,099) = 0,989 y2 = (9 x 0,11) / 10 FG = (0,89 + y2)

Untuk Kaki-Simpang Utara (U) dan Selatan (S), FG = 1,0 2e) Faktor Pengaruh Jarak Parkir (FP) Untuk mendapatkan faktor-pengaruh jarak parkir, digunakan Gambar-3. Lokasi parkir (on-street) terdekat berada 150 m dari simpang (lebih besar dari 80 m), seperti terlihat pada Gambar-3, nilai 80 m ke atas dianggap tidak mereduksi arus jenuh kaki simpang. Dengan kata lain Faktor pengaruh jarak parkir FP = 1,0

Teknik Sipil Rekayasa Lalu Lintas

1.0 1.0
Faktor Pengaruh Jarak Parkir, FP Faktor Pengaruh Jarak Parkir, FP

0.9 0.9

WA = 11
0.8 0.8

WA = 9 WA = 7

0.7 0.7

WA = 5
0.6 0.6 0 0 10 10 20 20 30 30 40 40 50 50 60 60 70 70 80 80

Jarak Parkir Kendaraan terhadap Garis Henti, L P (m) Jarak Parkir Kendaraan terhadap Garis Henti, L P (m)

Gambar3. Faktor Pengaruh Jarak Parkir terhadap Arus Jenuh Kaki Simpang

2f)

Faktor Pengaruh Arus Belok-Kanan dan Belok-Kiri (FRT dan FLT) Faktor pengaruh belok-kanan dan belok-kiri ini dipengaruhi oleh proporsi arus belok-kanan atau kiri terhadap arus total pada suatu kaki simpang (
RT

dan

LT).

Faktor pengaruh proporsi arus belok kanan/kiri terhadap kaki simpang: Belok kanan Belok kiri FRT = 1 + 0,26 FLT = 1 0,16
RT LT

Pada kasus ini tidak terdapat arus kendaraan yang belok kanan maupun belok kiri, sehingga nilai
RT

= 0 dan

LT

= 0.

Jadi nilai FRT = 1 dan FLT = 1, untuk semua kaki simpang.

Teknik Sipil Rekayasa Lalu Lintas

ARUS JENUH S = S0 FCS FSF FG FP FRT FLT Kaki Simpang


Barat Timur Utara Selatan

(smp/jam hijau) FSF


1 1 1 1

S0
2100 2400 1800 1500

FCS
1,05 1,05 1,05 1,05

FG
1,0075 0,9890 1,0 1,0

FP
1 1 1 1

FRT
1 1 1 1

FLT
1 1 1 1

S
2221,5375 2492,28 1890 1575

3) Menghitung Waktu Siklus Optimum (c) Sebelum menghitung waktu-siklus (c) terlebih dahulu dihitung nilai FR (flow-ratio) yaitu rasio arus antara arus (Q) dan arus jenuh (S): FRB = QB / SB = 907,5 / 2221,5375 FRT = QT / ST = 997,0 / 2492,28 FRU = QU / SU = 572,5 / 1890 FRS = QS / SS = 652,0 / 1575 Waktu Siklus Optimum (c) = 0,408501 = 0,400035 = 0,302910 = 0,413968

1,5 LTI 5 1 FRcrit i


i

LTI (Lost Time Intersection) atau kehilangan-waktu-persimpangan pada persamaan di atas adalah penjumlahan waktu-waktu kuning dan semua merah (bila ada) dari setiap fase. Pada keadaan ini waktu kuning ditetapkan 3 detik sehingga: LTI = 3 + 3 = 6 detik (3 detik untuk fase-1 dan 3 detik untuk fase-2) Rasio Arus Kritis atau Critical Flow Ratio (FRcrit) adalah salah satu variabel penentu c optimum yang mana nilainya merupakan FR maksimum dari kaki-kaki simpang yang bergerak pada fase yang sama, atau dapat ditulis: FRcrit i = MAX ( FR crit k1; FR crit k2 ) i = indeks fase; k = kaki simpang
7

Teknik Sipil Rekayasa Lalu Lintas

Kaki-kaki simpang Barat dan Timur merupakan Fase-1, dan kaki-kaki simpang Utara dan Selatan merupakan Fase-2, sehingga: FR crit1 FR crit2 FR crit = MAX ( FRB; FRT ) = MAX ( 0,408501; 0,400035 ) = 0,408501 = MAX ( FRU; FRS ) = MAX ( 0,302910; 0,413968 ) = 0,413968 = FR crit1 + FR crit2 = 0,408501 + 0,413968 = 0,822469

1,5 LTI 5 1 FRcrit i


i

1,5 ( 3 3 ) 5 1 0,822469

78,859522

79 detik

A) PEWAKTUAN SINYAL 2 FASE Dalam pewaktuan sinyal ini MKJI-1997 menyarankan: 40 80 detik, untuk pengaturan sinyal 2 fase 50 100 detik , untuk pengaturan sinyal 3 fase 80 130 detik , untuk pengaturan sinyal 4 fase. Waktu hijau untuk setiap fase:
gi (c LTI )
i

FRcrit i FRcrit i FRcrit1 FRcrit i


i

g1

(c

LTI )

(79 6 )

0,408501 0,822469 0,413968 0,822469

36,257365

36 detik

g2

(c

LTI )
i

FRcrit 2 FRcrit i

( 79 6 )

36,742635

37 detik

Waktu optimum (c) Waktu hijau Fase-1 (g1) Waktu hijau Fase-2 (g2)

= 79 detik = 36 detik = 37 detik

Nilai-nilai pembulatan digunakan pada pembuatan diagram pewaktuan sinyal.

Teknik Sipil Rekayasa Lalu Lintas

B) DIAGRAM PEWAKTUAN SINYAL Dari perhitungan diperoleh: Lampu Lalu Lintas


H (Hijau) K (Kuning) M (Merah)

Waktu (detik) Fase-1 (Barat/Timur)


36 3 40

Fase-2 (Utara/Selatan)
37 3 39

Optimum

79

39 36 76

79

Fase1 B/T Fase2 U/S

H = 36 M = 39

M = 40 H = 37

Gambar3. Diagram Pewaktuan Sinyal di persimpangan (2 fase)

C) KAPASITAS PERSIMPANGAN Kapasitas persimpangan, C = S ( g / c )


Kaki Simpang Barat Timur Utara Selatan Q (smp/jam) 907,5 997,0 572,5 652,0 S (smp/jam) 2221,5375 2492,2800 1890,0000 1575,0000 g (detik) 36 36 37 37 c (detik) 79 79 79 79 C (smp/jam) 1012,346203 1135,722532 885,189873 737,658228 DS 0,896 0,878 0,647 0,884

Teknik Sipil Rekayasa Lalu Lintas

Tabel-4. Nilai Pewaktuan Sinyal dan Kapasitas Simpang


Kaki Simpang Barat Timur Utara Selatan Rata-rata Q
LV+HV+MC

Q smp/ jam 907,5 997,0 572,5 652,0 782,3

We

S0 smp/ jam 2100 2400 1800 1500

FCS 1,05 1,05 1,05 1,05

FSF 1 1 1 1

FG 1,0075 0,9890 1,0 1,0

FP 1 1 1 1

FLT FRT 1 1 1 1

S smp/ jam 2221,54 2492,28 1890,00 1575,00

FR

FRcrit

c bulat detik 79 79 79 79

g bulat detik 36 36 37 37

C smp/ jam

DS

kend/ jam 1175 1340 775 890 1045

meter 3,5 4,0 3,0 2,5

0,409 0,400 0,303 0,414

0,409 0,409 0,414 0,414

detik 78,86 78,86 78,86 78,86

detik 36,25 36,25 36,74 36,74

1012,350 0,896 1135,720 0,878 885,190 0,647 737,660 0,884 942,729 0,826

*) Sumber hasil perhitungan

10

Teknik Sipil Rekayasa Lalu Lintas

D) DARI HASIL PERHITUNGAN, APAKAH SIMPANG TERSEBUT SUDAH LAYAK DIPASANG LAMPU PENGATUR LALU LINTAS ? Beberapa kriteria-umum bahwa suatu persimpangan sudah harus dipasang alat pemberi isyarat lalu lintas antara lain adalah: a. Arus minimal lalu lintas yang menggunakan persimpangan rata-rata di atas 750 kendaraan/jam selama 8 jam dalam sehari b. Waktu menunggu/hambatan rata-rata kendaraan di persimpangan telah melampaui 30 detik c. Persimpangan digunakan oleh rata-rata lebih dari 175 pejalan kaki/jam selama 8 jam dalam sehari d. Sering terjadi kecelakaan pada persimpangan yang bersangkutan e. Kombinasi dari sebab-sebab di atas. f. dan lain-lain, sesuai kondisi daerah dan pendapat para ahli tentang hal itu. Dari hasil perhitungan dan dengan melihat kriteria di atas, dapat disimpulkan bahwa simpang ini sudah layak dipasang lampu pengatur lalu lintas karena: 1. Rata-rata jumlah kendaraan/jam dipersimpangan adalah sebanyak 1045 kendaraan/jam, walaupun tidak disebutkan bahwa ini terjadi 8 jam dalam sehari, mengingat ukuran kota yang masuk dalam kategori sangat-besar (dengan jumlah penduduk > 3 juta), hal itu sangat mungkin terjadi. 2. Dari perhitungan Pewaktuan Sinyal, diperoleh waktu menunggu (lampu kuning dan merah) sekitar 43 detik. Kriteria 30 detik terhambat (sebelum pemasangan lampu) kurang lebih dapat memberikan perbandingan bahwa lampu pengatur lalu lintas memang dibutuhkan. 3. Pemasangan lampu pengatur lalu lintas merupakan salah satu cara untuk mengatasi kemacetan di persimpangan. Rata-rata derajat-jenuh setelah pemasangan lampu adalah Dsrata-rata = 0,83; pemasangan lampu pengatur lalu lintas. suatu nilai yang telah menghampiri kapasitasnya, hal ini memberikan gambaran perlunya

11