Anda di halaman 1dari 9

SATUAN ACARA PENGAJARAN KONSEP DASAR KEBIDANAN

ANATOMI dan FISIOLOGI ORGAN REPRODUKSI WANITA (PANGGUL)

Disusun Oleh: EUIS KURNIA

PROGRAM STUDI DIPLOMA IV KEBIDANAN POLTEKES BHAKTI PERTIWI HUSADA 2011

ANATOMI PANGGUL

Kuliah umum mengenai anatomi dan fisiologi organ panggul mempunyai tujuan sebagai berikut :

Tujuan Instruksional Umum : Memberikan pemahaman mengenai anatomi organ panggul sehingga mahasiswa dapat mengenali kelainan dan perubahan yang terjadi.

Tujuan Instruksional Khusus : Setelah mengikuti kuliah mengenai anatomi organ panggul maka mahasiswa akan memiliki kemampuan untuk : 1. Menjelaskan Pengertian Anatomi Panggul 2. Menyebutkan Bagian-Bagian Panggul 3. Menjelaskan Istilah Obstetri Ginekologi 4. Menyebutkan Ukuran-Ukuran Panggul 5. Menyebutkan Bidang Hodge 6. Menyebutkan Bentuk-Bentuk Panggul 7. Menjelaskan Perbedaan Antara Pelvis Pria Dan Wanita

ANATOMI PANGGUL

A. PENGERTIAN Tulang tulang panggul terdiri dari os koksa, os sakrum, dan os koksigis. Os koksa dapat dibagi menjadi os ilium, os iskium, dan os pubis. Tulang tulang ini satu dengan lainnya berhubungan. Di depan terdapat hubungan antara kedua os pubis kanan dan kiri, disebut simfisis. Dibelakang terdapat artikulasio sakro- iliaka yang menghubungkan os sakrum dengan os ilium.Dibawah terdapat artikulasio sakro-koksigea yang menghubungkan os sakrum (tl panggul)dan os koksigis(tl.tungging).

Pada wanita, di luar kehamilan artikulasio ini hanya memungkinkan pergeseran sedikit, tetapi pada kehamilan dan waktu persalinan dapat bergeser lebih jauh dan lebih longgar,misalnya ujung koksigis dapat bergerak kebelakang sampai sejauh lebih kurang 2,5 cm.Hal ini dapat dilakukan bila ujung os koksigis menonjol ke depan pada saat partus, dan pada pengeluaran kepala janin dengan cunam ujung os koksigis itu dapat ditekan ke belakang. Secara fungsional, panggul terdiri dari dua bagian yaitu pelvis mayor dan pelvis minor. Pelvis mayor adalah bagian pelvis yang terletak diatas linea

terminalis, disebut juga dengan false pelvis. Bagian yang terletak dibawah linea terminalis disebut pelvis minor atau true pelvis. Pada ruang yang dibentuk oleh pelvis mayor terdapat organ organ abdominal selain itu pelvis mayor merupakan tempat perlekatan otot otot dan ligamen ke dinding tubuh. Sedangkan pada ruang yang dibentuk oleh pelvis minor terdapat bagian dari kolon, rektum, kandung kemih, dan pada wanita terdapat uterus dan ovarium. Pada ruang pelvis juga kita temui diafragma pelvis yang dibentuk oleh muskulus levator ani dan muskulus koksigeus.

B. BAGIAN-BAGIAN PANGGUL Menurut fungsinya : Pelvis mayor adalah bagian pelvis yang terletak di atas linea terminalis (false pelvis) Pelvis minor adalah bagian pelvis yang terletak di bawah linea terminalis (true pelvis) penting dalam persalinan Batas antara pelvis mayor dan minor adalah garis yang melalui tepi atas symphisis (linea terminalis / inominata) kiri linea promontorium linea terminalis kanan symphisis

C. ISTILAH OBSTETRI GINEKOLOGI 1. Sumbu Panggul Bentuk dari panggul kecil mempunyai saluran dengan sumbu yang jalannya melengkung Sumbu tersebut merupakan garis penghubung persekutuan antara diameter transversa dan conjugata vera di pintu atas panggul (PAP) dengan titik sejenis pada Hodge II, III dan IV, dimana mendekati Hodge III sumbu lurus dan sejajar dengan sacrum, kemudian melengkung ke depan sesuai dengan lengkung sakrum

2. Pintu Atas Panggul (PAP) Merupakan bidang yang dibentuk oleh promontorium, linea inominata/terminalis, dan tepi tasa simphisis

3. Pintu Tengah Panggul Merupakan bidang dengan ukuran terkecil Bidang ini berbentuk segitiga dari tepi bawah symphysis ke kedua spina ischiadika kanan dan kiri, kemudian memotong sacrum 1 2 cm di atas ujung sacrum

4. Pintu Bawah Panggul Merupakan satu bidang tetapi terdiri dari 2 segitiga yang dasarnya sama yaitu garis yang menghubungkan tuber ischiadicum kanan dan kiri. Puncak dari segitiga yang belakang adalah ujung dari os sacrum. Sedangkan sisinya adalah ligamentum sacro tuberosum kanan dan kiri. Segitiga bagian depan dibatasi oleh arcus pubis

D. UKURAN-UKURAN PANGGUL Ukuran Panggul Luar Distansia Spinarum Jarak antara SIAS kanan dan kiri Indonesia 23 25 cm, Eropa 26 cm

Distansia Kristarum Jarak terjauh antara krista iliaka kanan dan kiri Indonesia 26 cm, Eropa 29 cm

Conjugata Externa (Boudelocque) Jarak antara tepi atas symphisis dengan ujung procesus spinosus lumbal V Indonesia 18 cm, Eropa 21 cm

Distansia Oblique Externa Jarak antara SIPS sinistra dan SIAS dextra, jarak antara SIPS dextra dan SIAS sinistra Panggul normal ukuran hampir sama Panggul asimetrik berbeda ukuran

Distansia Intertrochanterika Jarak antara kedua trochanter

Distansia Tuberum Jarak antara tuber ischiadicus kanan dan kiri (10,5 cm) Cara ukur : dengan jangkar panggul Oseander

Lingkar Panggul Ukuran melingkar yang dimulai dari tepi atas symphisis ke pertengahan antara SIAS dan trochanter mayor pada satu pihak dan kembali ke tepi atas symphisis melalui pihak lain. Indonesia 80 cm, Eropa 90 cm

Ukuran Panggul Dalam Sebenarnya merupakan ukuran yang sesungguhnya dari panggul Penting untuk memperkirakan apakah bayi bisa lahir pervaginan atau tidak

E. BIDANG HODGE Adalah bidang khayal yang dibayangkan ada dalam panggul untuk menilai kemajuan persalinan (penurunan kepala) Ada 4 : Hodge I Bidang yang melalui tepi atas symphisis dan promontorium sesuai dengan PAP

Hodge II Bidang yang melalui tepi bawah symphisis dan promontorium sejajar dengan bidang Hodge I

Hodge III Bidang yang melalui spina ischiadika sejajar dengan Bidang Hodge II

Hodge IV Bidang yang melalui os coccygeus sejajar dengan bidang Hodge I

F. BENTUK-BENTUK PANGGUL Selain ukuran panggul, bentuk panggul juga mempengaruhi jalannya persalinan Menurut Caldwell- Moloy (1933) ada 4 macam :

Gynecoid Bentuk PAP hampir bulat, dimana jarak antara anterior posterior kira-kira sama dengan diameter transversa Umumnya pada wanita (45 %)

Android Bentuk PAP hampir segitiga, meskipun jarak antara anterior posterior hampir sama dengan diameter transversa Bagian belakang pendek dan gepeng, bagian depan menyempit ke muka Umum pada laki-laki , wanita (15 %)

Anthropoid Bentuk PAP agak lonjong seperti telur, dimana jarak anterior superior lebih besar dari diameter transversa Pada wanita (35 %)

Platypeloid Bentuk seperti jenis gynecoid tetapi menyempit pada arah anterior posterior, jarak antara anterior posterior lebih kecil dari diameter transversa Pada wanita (5 %)

G. PERBEDAAN ANTARA PELVIS PRIA DAN WANITA 1. PELVIS PRIA MALE PELVIS

a. Ruangnya luas , dangkal b. Inlet pelvis oval, outlet bulat c. Tulang lebih ringan dan tipis d. Sudut pubis lebih besar e. Koksigis lebih fleksibel f. Tuberum iskium lebih pendek

2. PELVIS WANITA

a. Ruangnya sempit, dalam b. Inlet lebih kecil dan outlet c. Tulang lebih berat dan tebal d. Sudut pubis lebih akut e. Koksigis kurang fleksibel f. Tuberum iskium lebihpanjang