Anda di halaman 1dari 19

MAKALAH PANDANGAN AGAMA TERHADAP KASUS ABORSI

Menggugurkan kandungan atau dalam dunia kedokteran dikenal dengan istilah abortus.
Berarti pengeluaran hasil konsepsi (pertemuan sel telur dan sel sperma) sebelum janin
dapat hidup di luar kandungan.

Selengkapnya:
http://warungbidan.blogspot.com/2017/08/makalah-pandangan-agama-terhadap-kasus.html

DAFTAR ISI
BAB I: PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Tujuan
C. Ruang Lingkup
D. Sistematika Pembuatan
BAB II: PEMBAHASAN
I A. Definisi Aborsi
B. Statistik Aborsi
C. Alasan Aborsi
D. Pelaku Aborsi
E. Tindakan Aborsi
F. Contoh Aborsi
G. Resiko Aborsi
II A. Agama dan Aborsi
1. Aborsi Menurut Islam
2. Aborsi Menurut Kristiani
B. Hukum dan Aborsi
C. Solusi
BAB III: PENUTUP
Kesimpulan
DAFTAR PUSTAKA

1 aborsi
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Sebagai manusia kita sangat membutuhkan AGAMA dalam kehidupan kita,
baik sebagai aturan maupUn pandangan hidup.karna itu MAKALAH ini kami buat selain
untuk memenuhi tugas AGAMA, juga untuk menambah wawasan kita mengenai
AGAMA dan nilai-nilai di dalam nya.
Dan salah satunya yaitu pandangan AGAMA mengenai ABORSI.yang akan di
bahas dalam MAKALAH ini. Semoga MAKALAH ini dapat menjadi pertimbangan
tingkah laku dan pemikiran kita tentang apa itu ABORSI?.

B. Tujuan
Tujuan pembuatan makalah tentang Aborsi ini, khususnya adalah untuk
Menambah wawasan kami yang menulis dan umumnya bagi semua orang yang
membaca makalah tentang aborsi ini bisa mengetahui apa akibat dari aborsi itu sendiri.

C. Ruang Lingkup
Ruang Limgkup pembuatan karya tulis tentang Aborsi ini, adalah hanya seputar
tentang Aborsi, yaitu definisi, hukum, pandangan agama dan segala hal yang menyangkut
aborsi.

2 aborsi
BAB II
PEMBAHASAN

I. A. Definisi Aborsi
Menggugurkan kandungan atau dalam dunia kedokteran dikenal dengan istilah
abortus. Berarti pengeluaran hasil konsepsi (pertemuan sel telur dan sel sperma)
sebelum janin dapat hidup di luar kandungan. Ini adalah suatu proses pengakhiran
hidup dari janin sebelum diberi kesempatan untuk bertumbuh.
Dalam dunia kedokteran dikenal 3 macam aborsi, yaitu:
1. Aborsi Spontan / Alamiah
2. Aborsi Buatan / Sengaja
3. Aborsi Terapeutik / Medis
Aborsi spontan / alamiah berlangsung tanpa tindakan apapun. Kebanyakan
disebabkan karena kurang baiknya kualitas sel telur dan sel sperma, sedangkan
Aborsi buatan / sengaja adalah pengakhiran kehamilan sebelum usia kandungan 28
minggu sebagai suatu akibat tindakan yang disengaja dan disadari oleh calon ibu
maupun si pelaksana aborsi (dalam hal ini dokter, bidan atau dukun beranak).
Aborsi terapeutik / medis adalah pengguguran kandungan buatan yang dilakukan
atas indikasi medik. Sebagai contoh, calon ibu yang sedang hamil tetapi mempunyai
penyakit darah tinggi menahun atau penyakit jantung yang parah yang dapat
membahayakan baik calon ibu maupun janin yang dikandungnya. Tetapi ini semua
atas pertimbangan medis yang matang dan tidak tergesa-gesa.

B. STATISTIK ABORSI
Statistik aborsi di Indonesia.
Frekuensi terjadinya aborsi sangat sulit dihitung secara akurat, karena aborsi
buatan sangat sering terjadi tanpa dilaporkan kecuali jika terjadi komplikasi,
sehingga perlu perawatan di Rumah Sakit. Akan tetapi, berdasarkan perkiraan dari
BKBN, ada sekitar 2.000.000 kasus aborsi yang terjadi setiap tahunnya di Indonesia.
Berarti ada 2.000.000 nyawa yang dibunuh setiap tahunnya secara keji tanpa banyak
yang tahu.
Jumlah kematian karena aborsi melebihi kematian perang manapun
Data statistik mengenai kasus aborsi di luar negeri khususnya di Amerika
dikumpulkan oleh dua badan utama, yaitu Federal Centers for Disease Control

3 aborsi
(CDC) dan Alan Guttmacher Institute (AGI). Hasil pendataan mereka menunjukkan
bahwa jumlah nyawa yang dibunuh dalam kasus aborsi di Amerika yaitu hampir 2
juta jiwa lebih banyak dari jumlah nyawa manusia yang dibunuh dalam perang
manapun dalam sejarah negara itu.
Sebagai gambaran, jumlah kematian orang Amerika dari tiap-tiap perang
adalah:
1. Perang Vietnam 58.151 jiwa
2. Perang Korea 54.246 jiwa
3. Perang Dunia II 407.316 jiwa
4. Perang Dunia I 116.708 jiwa
5. Civil War (Perang Sipil) 498.332 jiwa
Secara total, dalam sejarah dunia, jumlah kematian karena aborsi jauh melebihi
jumlah orang yang meninggal dalam semua perang jika digabungkan sekaligus.
Jumlah kematian karena aborsi melebihi semua kecelakaan
Menurut James K. Glassman dari The Washington Post pada tahun 1996, jumlah
kematian akibat aborsi 10 kali lebih banyak daripada semua kecelakaan yang masih
ditambah kasus bunuh diri maupun pembunuhan.
Data kecelakaan di Amerika menunjukkan:
1. Kecelakaan karena jatuh 12.000
2. Kecelakaan karena tenggelam 4.000
3. Kecelakaan karena keracunan 6.000
4. Kecelakaan mobil 40.000
5. Bunuh diri 30.000
6. Pembunuhan 25.000
Jumlah kematian karena aborsi selalu melebihi kematian karena kecelakaan,
bunuh diri ataupun pembunuhan di seluruh dunia.

4 aborsi
Jumlah kematian karena aborsi melebihi segala penyakit
Daniel S. Green dari Washington Post mengatakan bahwa pada tahun 1996, di
Amerika setiap tahun ada 550.000 orang yang meninggal karena kanker dan 700.000
meninggal karena penyakit jantung. Jumlah ini tidak seberapa dibandingkan jumlah
kematian karena aborsi yang mencapai hampir 2 juta jiwa di negara itu.
Secara keseluruhan, di seluruh dunia, aborsi adalah penyebab kematian yang
paling utama dibandingkan kanker maupun penyakit jantung.

C. Alasan Aborsi
Aborsi dilakukan oleh seorang wanita hamil - baik yang telah menikah maupun
yang belum menikah dengan berbagai alasan. Akan tetapi alasan yang paling utama
adalah alasan-alasan yang non-medis (termasuk jenis aborsi buatan / sengaja)
Di Amerika, alasan-alasan dilakukannya aborsi adalah:
1. Tidak ingin memiliki anak karena khawatir mengganggu karir, sekolah atau
tanggung jawab lain (75%)
2. Tidak memiliki cukup uang untuk merawat anak (66%)
3. Tidak ingin memiliki anak tanpa ayah (50%)
Alasan lain yang sering dilontarkan adalah masih terlalu muda (terutama
mereka yang hamil di luar nikah), aib keluarga, atau sudah memiliki banyak anak.
Ada orang yang menggugurkan kandungan karena tidak mengerti apa yang mereka
lakukan. Mereka tidak tahu akan keajaiban-keajaiban yang dirasakan seorang calon
ibu, saat merasakan gerakan dan geliatan anak dalam kandungannya.
Alasan-alasan seperti ini juga diberikan oleh para wanita di Indonesia yang
mencoba meyakinkan dirinya bahwa membunuh janin yang ada didalam
kandungannya adalah boleh dan benar . Semua alasan-alasan ini tidak berdasar.
Sebaliknya, alasan-alasan ini hanya menunjukkan ketidakpedulian seorang wanita,
yang hanya memikirkan kepentingan dirinya sendiri.
Data ini juga didukung oleh studi dari Aida Torres dan Jacqueline Sarroch
Forrest (1998) yang menyatakan bahwa hanya 1% kasus aborsi karena perkosaan
atau incest (hubungan intim satu darah), 3% karena membahayakan nyawa calon ibu,
dan 3% karena janin akan bertumbuh dengan cacat tubuh yang serius.
Sedangkan 93% kasus aborsi adalah karena alasan-alasan yang sifatnya untuk
kepentingan diri sendiri termasuk takut tidak mampu membiayai, takut dikucilkan,
malu atau gengsi.

5 aborsi
D. Pelaku Aborsi
Profil pelaku aborsi di Indonesia tidak sama persis dengan di Amerika. Akan
tetapi gambaran dibawah ini memberikan kita bahan untuk dipertimbangkan. Seperti
tertulis dalam buku Facts of Life oleh Brian Clowes, Phd:
Para wanita pelaku aborsi adalah:
Wanita Muda
Lebih dari separuh atau 57% wanita pelaku aborsi, adalah mereka yang berusia
dibawah 25 tahun. Bahkan 24% dari mereka adalah wanita remaja berusia dibawah
19 tahun.
Usia Jumlah %
Dibawah 15 tahun 14.200 0.9%
15-17 tahun 154.500 9.9%
18-19 tahun 224.000 14.4%
20-24 tahun 527.700 33.9%
25-29 tahun 334.900 21.5%
30-34 tahun 188.500 12.1%
35-39 tahun 90.400 5.8%
40 tahun keatas 23.800 1.5%

Belum Menikah
Jika terjadi kehamilan diluar nikah, 82% wanita di Amerika akan melakukan
aborsi. Jadi, para wanita muda yang hamil diluar nikah, cenderung dengan mudah
akan memilih membunuh anaknya sendiri.
Untuk di Indonesia, jumlah ini tentunya lebih besar, karena didalam adat
Timur, kehamilan diluar nikah adalah merupakan aib, dan merupakan suatu tragedi
yang sangat tidak bisa diterima masyarakat maupun lingkungan keluarga.

6 aborsi
Waktu Aborsi
Proses aborsi dilakukan pada berbagai tahap kehamilan. Menurut data statistik
yang ada di Amerika, aborsi dilakukan dengan frekuensi yang tinggi pada berbagai
usia janin.
Usia Janin Kasus Aborsi
13-15 minggu 90.000 kasus
16-20 minggu 60.000 kasus
21-26 minggu 15.000 kasus
Setelah 26 minggu 600 kasus

E. Tindakan Aborsi
Ada 2 macam tindakan aborsi, yaitu:
1. Aborsi dilakukan sendiri
2. Aborsi dilakukan orang lain
Aborsi dilakukan sendiri
Aborsi yang dilakukan sendiri misalnya dengan cara memakan obat-obatan
yang membahayakan janin, atau dengan melakukan perbuatan-perbuatan yang
dengan sengaja ingin menggugurkan janin.

Aborsi dilakukan orang lain


Orang lain disini bisa seorang dokter, bidan atau dukun beranak. Cara-cara
yang digunakan juga beragam.
Aborsi yang dilakukan seorang dokter atau bidan pada umumnya dilakukan
dalam 5 tahapan, yaitu:

1. Bayi dibunuh dengan cara ditusuk atau diremukkan didalam kandungan


2. Bayi dipotong-potong tubuhnya agar mudah dikeluarkan
3. Potongan bayi dikeluarkan satu persatu dari kandungan
4. Potongan-potongan disusun kembali untuk memastikan lengkap dan tidak
tersisa
5. Potongan-potongan bayi kemudian dibuang ke tempat sampah / sungai,
dikubur di tanah kosong, atau dibakar di tungku

7 aborsi
(1) (2)
Sedangkan seorang dukun beranak biasanya melaksanakan aborsi dengan cara
memberi ramuan obat pada calon ibu dan mengurut perut calon ibu untuk
mengeluarkan secara paksa janin dalam kandungannya. Hal ini sangat berbahaya,
sebab pengurutan belum tentu membuahkan hasil yang diinginkan dan kemungkinan
malah membawa cacat bagi janin dan trauma hebat bagi calon ibu.

F. Contoh Aborsi (Presentasi)


Berikut ini adalah gambaran mengenai apa yang terjadi didalam suatu proses
aborsi:
Pada kehamilan muda (dibawah 1 bulan)
Pada kehamilan muda, dimana usia janin masih sangat kecil, aborsi dilakukan
dengan cara menggunakan alat penghisap (suction). Sang anak yang masih sangat
lembut langsung terhisap dan hancur berantakan. Saat dikeluarkan, dapat dilihat
cairan merah berupa gumpalan-gumpalan darah dari janin yang baru dibunuh
tersebut.

Pada kehamilan lebih lanjut (1-3 bulan)


Pada tahap ini, dimana janin baru berusia sekitar beberapa minggu, bagian-
bagian tubuhnya mulai terbentuk. Aborsi dilakukan dengan cara menusuk anak
tersebut kemudian bagian-bagian tubuhnya dipotong-potong dengan menggunakan
semacam tang khusus untuk aborsi (cunam abortus).
Anak dalam kandungan itu diraih dengan menggunakan tang tersebut, dengan
cara menusuk bagian manapun yang bisa tercapai. Bisa lambung, pinggang, bahu
atau leher. Kemudian setelah ditusuk, dihancurkan bagian-bagian tubuhnya. Tulang-
tulangnya di remukkan dan seluruh bagian tubuhnya disobek-sobek menjadi bagian
kecil-kecil agar mudah dikeluarkan dari kandungan.
Dalam klinik aborsi, bisa dilihat potongan-potongan bayi yang dihancurkan ini.
Ada potongan tangan, potongan kaki, potongan kepala dan bagian-bagian tubuh lain
yang mungil. Anak tak berdosa yang masih sedemikian kecil telah dibunuh dengan
cara yang paling mengerikan.

Aborsi pada kehamilan lanjutan (3 sampai 6 bulan)


Pada tahap ini, bayi sudah semakin besar dan bagian-bagian tubuhnya sudah
terlihat jelas. Jantungnya sudah berdetak, tangannya sudah bisa menggenggam.

8 aborsi
Tubuhnya sudah bisa merasakan sakit, karena jaringan syarafnya sudah terbentuk
dengan baik.
Aborsi dilakukan dengan terlebih dahulu membunuh bayi ini sebelum
dikeluarkan. Pertama, diberikan suntikan maut (saline) yang langsung dimasukkan
kedalam ketuban bayi. Cairan ini akan membakar kulit bayi tersebut secara perlahan-
lahan, menyesakkan pernafasannya dan akhirnya setelah menderita selama berjam-
jam sampai satu hari bayi itu akhirnya meninggal.
Selama proses ini dilakukan, bayi akan berontak, mencoba berteriak dan
jantungnya berdetak keras. Aborsi bukan saja merupakan pembunuhan, tetapi
pembunuhan secara amat keji. Setiap wanita harus sadar mengenai hal ini.

Aborsi pada kehamilan besar (6 sampai 9 bulan)


Pada tahap ini, bayi sudah sangat jelas terbentuk. Wajahnya sudah kelihatan,
termasuk mata, hidung, bibir dan telinganya yang mungil. Jari-jarinya juga sudah
menjadi lebih jelas dan otaknya sudah berfungsi baik.
Untuk kasus seperti ini, proses aborsi dilakukan dengan cara mengeluarkan
bayi tersebut hidup-hidup, kemudian dibunuh.
Cara membunuhnya mudah saja, biasanya langsung dilemparkan ke tempat
sampah, ditenggelamkan kedalam air atau dipukul kepalanya hingga pecah. Sehingga
tangisannya berhenti dan pekerjaan aborsi itu selesai. Selesai dengan tuntas hanya
saja darah bayi itu yang akan mengingatkan orang-orang yang terlibat didalam aborsi
ini bahwa pembunuhan keji telah terjadi.
Semua proses ini seringkali tidak disadari oleh para wanita calon ibu yang
melakukan aborsi. Mereka merasa bahwa aborsi itu cepat dan tidak sakit, mereka
tidak sadar karena dibawah pengaruh obat bius. Mereka bisa segera pulang tidak
lama setelah aborsi dilakukan.
Benar, bagi sang wanita, proses aborsi cepat dan tidak sakit. Tapi bagi bayi, itu
adalah proses yang sangat mengerikan, menyakitkan, dan benar-benar tidak
manusiawi.
Kematian bayi yang tidak berdosa itu tidak disaksikan oleh sang calon ibu.
Seorang wanita yang kelak menjadi ibu yang seharusnya memeluk dan
menggendong bayinya, telah menjadi algojo bagi anaknya sendiri.

G. Resiko Aborsi

9 aborsi
Aborsi memiliki resiko yang tinggi terhadap kesehatan maupun keselamatan
seorang wanita. Tidak benar jika dikatakan bahwa jika seseorang melakukan aborsi
ia tidak merasakan apa-apa dan langsung boleh pulang. Ini adalah informasi yang
sangat menyesatkan bagi setiap wanita, terutama mereka yang sedang kebingungan
karena tidak menginginkan kehamilan yang sudah terjadi.
Ada 2 macam resiko kesehatan terhadap wanita yang melakukan aborsi:
1. Resiko kesehatan dan keselamatan secara fisik
2. Resiko gangguan psikologis

Resiko kesehatan dan keselamatan fisik


Pada saat melakukan aborsi dan setelah melakukan aborsi ada beberapa resiko
yang akan dihadapi seorang wanita, seperti yang dijelaskan dalam buku Facts of
Life yang ditulis oleh Brian Clowes, Phd yaitu:

1. Kematian mendadak karena pendarahan hebat


2. Kematian mendadak karena pembiusan yang gagal
3. Kematian secara lambat akibat infeksi serius disekitar kandungan
4. Rahim yang sobek (Uterine Perforation)
5. Kerusakan leher rahim (Cervical Lacerations) yang akan menyebabkan cacat
pada anak berikutnya
6. Kanker payudara (karena ketidakseimbangan hormon estrogen pada wanita)
7. Kanker indung telur (Ovarian Cancer)
8. Kanker leher rahim (Cervical Cancer)
9. Kanker hati (Liver Cancer)
10. Kelainan pada placenta/ari-ari (Placenta Previa) yang akan menyebabkan cacat
pada anak berikutnya dan pendarahan hebat pada saat kehamilan berikutnya
11. Menjadi mandul/tidak mampu memiliki keturunan lagi (Ectopic Pregnancy)
12. Infeksi rongga panggul (Pelvic Inflammatory Disease)
13. Infeksi pada lapisan rahim (Endometriosis)

Resiko kesehatan mental

10 aborsi
Proses aborsi bukan saja suatu proses yang memiliki resiko tinggi dari segi
kesehatan dan keselamatan seorang wanita secara fisik, tetapi juga memiliki dampak
yang sangat hebat terhadap keadaan mental seorang wanita.
Gejala ini dikenal dalam dunia psikologi sebagai Post-Abortion Syndrome
(Sindrom Paska-Aborsi) atau PAS. Gejala-gejala ini dicatat dalam Psychological
Reactions Reported After Abortion di dalam penerbitan The Post-Abortion Review
(1994).
Pada dasarnya seorang wanita yang melakukan aborsi akan mengalami hal-hal
seperti berikut ini:
1. Kehilangan harga diri (82%)
2. Berteriak-teriak histeris (51%)
3. Mimpi buruk berkali-kali mengenai bayi (63%)
4. Ingin melakukan bunuh diri (28%)
5. Mulai mencoba menggunakan obat-obat terlarang (41%)
6. Tidak bisa menikmati lagi hubungan seksual (59%)
Diluar hal-hal tersebut diatas para wanita yang melakukan aborsi akan
dipenuhi perasaan bersalah yang tidak hilang selama bertahun-tahun dalam
hidupnya.

II. A. Agama dan Aborsi


Kami akan membahas hal ini dari segi agama Islam (Al-Quran & Aborsi) serta
agama Kristen (Alkitab & Aborsi) untuk menggambarkan pemahaman lebih lanjut
mengenai aborsi dan agama. Pertama-tama kami akan membahasnya dari segi agama
Islam dan kemudian dari segi agama Kristen.
1. Aborsi Menurut Islam
a. Umat Islam percaya bahwa Al-Quran adalah Undang-Undang paling utama
bagi kehidupan manusia. Allah berfirman: Kami menurunkan Al-Quran
kepadamu untuk menjelaskan segala sesuatu. (QS 16:89) Jadi, jelaslah
bahwa ayat-ayat yang terkandung didalam Al-Quran mengajarkan semua
umat tentang hukum yang mengendalikan perbuatan manusia.
b. Tidak ada satupun ayat didalam Al-Quran yang menyatakan bahwa aborsi
boleh dilakukan oleh umat Islam. Sebaliknya, banyak sekali ayat-ayat yang
menyatakan bahwa janin dalam kandungan sangat mulia. Dan banyak ayat-

11 aborsi
ayat yang menyatakan bahwa hukuman bagi orang-orang yang membunuh
sesama manusia adalah sangat mengerikan.
c. Pertama: Manusia - berapapun kecilnya - adalah ciptaan Allah yang
mulia.
Agama Islam sangat menjunjung tinggi kesucian kehidupan. Banyak sekali
ayat-ayat dalam Al-Quran yang bersaksi akan hal ini. Salah satunya, Allah
berfirman: Dan sesungguhnya Kami telah memuliakan umat manusia.(QS
17:70)
d. Kedua: Membunuh satu nyawa sama artinya dengan membunuh semua
orang. Menyelamatkan satu nyawa sama artinya dengan
menyelamatkan semua orang.
Didalam agama Islam, setiap tingkah laku kita terhadap nyawa orang lain,
memiliki dampak yang sangat besar. Firman Allah: Barang siapa yang
membunuh seorang manusia, bukan karena sebab-sebab yang mewajibkan
hukum qishash, atau bukan karena kerusuhan di muka bumi, maka seakan-
akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barang siapa yang
memelihara keselamatan nyawa seorang manusia, maka seolah-olah dia telah
memelihara keselamatan nyawa manusia semuanya. (QS 5:32)
e. Ketiga: Umat Islam dilarang melakukan aborsi dengan alasan tidak
memiliki uang yang cukup atau takut akan kekurangan uang.
Banyak calon ibu yang masih muda beralasan bahwa karena penghasilannya
masih belum stabil atau tabungannya belum memadai, kemudian ia
merencanakan untuk menggugurkan kandungannya. Alangkah salah
pemikirannya. Ayat Al-Quran mengingatkan akan firman Allah yang
bunyinya: Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut
melarat. Kamilah yang memberi rezeki kepada mereka dan kepadamu juga.
Sesungguhnya membunuh mereka adalah dosa yang besar. (QS 17:31)
f. Keempat: Aborsi adalah membunuh. Membunuh berarti melawan
terhadap perintah Allah.
Membunuh berarti melakukan tindakan kriminal. Jenis aborsi yang dilakukan
dengan tujuan menghentikan kehidupan bayi dalam kandungan tanpa alasan
medis dikenal dengan istilah abortus provokatus kriminalis yang
merupakan tindakan kriminal tindakan yang melawan Allah. Al-Quran
menyatakan: Adapun hukuman terhadap orang-orang yang berbuat keonaran

12 aborsi
terhadap Allah dan RasulNya dan membuat bencana kerusuhan di muka bumi
ialah: dihukum mati, atau disalib, atau dipotong tangan dan kakinya secara
bersilang, atau diasingkan dari masyarakatnya. Hukuman yang demikian itu
sebagai suatu penghinaan untuk mereka di dunia dan di akhirat mereka
mendapat siksaan yang pedih. (QS 5:36)
g. Kelima: Sejak kita masih berupa janin, Allah sudah mengenal kita.
Sejak kita masih sangat kecil dalam kandungan ibu, Allah sudah mengenal
kita. Al-Quran menyatakan:Dia lebih mengetahui keadaanmu, sejak mulai
diciptakaNya unsur tanah dan sejak kamu masih dalam kandungan
ibumu.(QS: 53:32) Jadi, setiap janin telah dikenal Allah, dan janin yang
dikenal Allah itulah yang dibunuh dalam proses aborsi.
h. Keenam: Tidak ada kehamilan yang merupakan kecelakaan atau
kebetulan. Setiap janin yang terbentuk adalah merupakan rencana
Allah.
Allah menciptakan manusia dari tanah, kemudian menjadi segumpal darah
dan menjadi janin. Semua ini tidak terjadi secara kebetulan. Al-Quran
mencatat firman Allah: Selanjutnya Kami dudukan janin itu dalam rahim
menurut kehendak Kami selama umur kandungan. Kemudian kami keluarkan
kamu dari rahim ibumu sebagai bayi. (QS 22:5) Dalam ayat ini malah
ditekankan akan pentingnya janin dibiarkan hidup selama umur kandungan.
Tidak ada ayat yang mengatakan untuk mengeluarkan janin sebelum umur
kandungan apalagi membunuh janin secara paksa!
i. Ketujuh: Nabi Muhammad SAW tidak pernah menganjurkan aborsi.
Bahkan dalam kasus hamil diluar nikah sekalipun, Nabi sangat
menjunjung tinggi kehidupan.
Hamil diluar nikah berarti hasil perbuatan zinah. Hukum Islam sangat tegas
terhadap para pelaku zinah. Akan tetapi Nabi Muhammad SAW seperti
dikisahkan dalam Kitab Al-Hudud tidak memerintahkan seorang wanita
yang hamil diluar nikah untuk menggugurkan kandungannya: Datanglah
kepadanya (Nabi yang suci) seorang wanita dari Ghamid dan berkata,Utusan
Allah, aku telah berzina, sucikanlah aku.. Dia (Nabi yang suci)
menampiknya. Esok harinya dia berkata,Utusan Allah, mengapa engkau
menampikku? Mungkin engkau menampikku seperti engkau menampik

13 aborsi
Mais. Demi Allah, aku telah hamil. Nabi berkata,Baiklah jika kamu
bersikeras, maka pergilah sampai anak itu lahir. Ketika wanita itu
melahirkan datang bersama anaknya (terbungkus) kain buruk dan
berkata,Inilah anak yang kulahirkan. Jadi, hadis ini menceritakan bahwa
walaupun kehamilan itu terjadi karena zina (diluar nikah) tetap janin itu harus
dipertahankan sampai waktunya tiba. Bukan dibunuh secara keji.

2. Aborsi Menurut Kristiani


Semua umat Kristiani bisa membaca kembali Kitab Sucinya untuk mengerti
dengan jelas, betapa Tuhan sangat tidak berkenan atas pembunuhan seperti yang
dilakukan dalam tindakan aborsi.
Pertama : Jangan pernah berpikir bahwa janin dalam kandungan itu belum
memiliki nyawa.
a. Kej 16:11 dan Kej 25:21-26 ~ Selanjutnya kata Malaikat Tuhan itu kepadanya:
Engkau mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan akan
menamainya Ismael, sebab Tuhan telah mendengar tentang penindasan atasmu
itu. ~ Berdoalah Ishak kepada Tuhan untuk isterinya, sebab isterinya itu
mandul; Tuhan mengabulkan doanya, sehingga Ribka, isterinya itu,
mengandung. Tetapi anak-anaknya bertolak-tolakan di dalam rahimnya dan ia
berkata: Jika demikian halnya, mengapa aku hidup? Dan ia pergi meminta
petunjuk kepada Tuhan. Firman Tuhan kepadanya: Dua bangsa ada dalam
kandunganmu, dan dua suku bangsa akan berpencar dari dalam rahimmu; suku
bangsa yang satu akan lebih kuat dari yang lain, dan anak yang tua akan
menjadi hamba kepada anak yang muda. Setelah genap harinya untuk
bersalin, memang anak kembar yang di dalam kandungannya. Keluarlah yang
pertama, warnanya merah, seluruh tubuhnya seperti jubah berbulu; sebab itu ia
dinamai Esau. Sesudah itu keluarlah adiknya; tangannya memegang tumit
Esau, sebab itu ia dinamai Yakub. Ishak berumur enam puluh tahun pada
waktu mereka lahir.
b. Hos 12:2-3 dan Rom 9:10-13~ Efraim menjaga angin, dan mengejar angin
timur sehari suntuk, memperbanyak dusta dan pemusnahan; mereka
mengadakan perjanjian dengan Asyur, dan membawa minyak kepada Mesir.
Tuhan mempunyai perbantahan dengan Yehuda, Ia akan menghukum Yakub

14 aborsi
sesuai dengan tingkah lakunya, dan akan memberi balasan kepadanya sesuai
dengan perbuatan-perbuatannya. ~ Tetapi bukan hanya itu saja. Lebih terang
lagi ialah Ribka yang mengandung dari satu orang, yaitu dari Ishak, bapa
leluhur kita. Sebab waktu anak-anak itu belum dilahirkan dan belum
melakukan yang baik atau yang jahat, - supaya rencana Allah tentang
pemilihanNya diteguhkan, bukan berdasarkan perbuatan, tetapi berdasarkan
panggilanNya dikatakan kepada Ribka: Anak yang tua akan menjadi hamba
anak yang muda. Seperti ada tertulis: Aku mengasihi Yakub, tetapi
membenci Esau.
c. Kel 21-22 ~ pada Bab 21 dan 22 dibahas Tentang hak budak Ibrani (Kel 21:1-
11); Peraturan tentang jaminan nyawa sesama manusia (Kel 21: 12-36) ;
Peraturan tentang jaminan harta sesama manusia (Kel 22:1-17); Peraturan
tentang dosa yang keji (Kel 22:18-20); Peraturan tentang orang-orang yang
tidak mampu (Kel 22:21-27); dan Berbagai-bagai peraturan (Kel 22:28-31)
d. Yer 1:5 ~ Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah
mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah
menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi
bangsa-bangsa.
e. Yes 7:14 ~ Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu
pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan
melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel.
f. Yes 44:2,24 ~ Beginilah firman Tuhan yang menjadikan engkau, yang
membentuk engkau sejak dari kandungan dan yang menolong engkau:
Janganlah takut, hai hambaKu Yakub, dan hai Yesyurun, yang telah Kupilih!
.Beginilah firman Tuhan, Penebusmu, yang membentuk engkau sejak dari
kandungan; Akulah Tuhan, yang menjadikan segala sesuatu, yang seorang diri
membentangkan langit, yang menghamparkan bumi siapakah yang
mendampingi Aku? -

B. Hukum dan Aborsi


Menurut hukum-hukum yang berlaku di Indonesia, aborsi atau pengguguran
janin termasuk kejahatan, yang dikenal dengan istilah Abortus Provocatus
Criminalis

15 aborsi
Yang menerima hukuman adalah:
1. Ibu yang melakukan aborsi
2. Dokter atau bidan atau dukun yang membantu melakukan aborsi
3. Orang-orang yang mendukung terlaksananya aborsi
Beberapa pasal yang terkait adalah:
Pasal 229
1. Barang siapa dengan sengaja mengobati seorang wanita atau
menyuruhnya supaya diobati, dengan diberitahukan atau ditimbulkan harapan,
bahwa karena pengobatan itu hamilnya dapat digugurkan, diancam dengan
pidana penjara paling lama empat tahun atau denda paling banyak tiga ribu
rupiah.
2. Jika yang bersalah, berbuat demikian untuk mencari keuntungan, atau
menjadikan perbuatan tersebut sebagai pencarian atau kebiasaan, atau jika dia
seorang tabib, bidan atau juru obat, pidananya dapat ditambah sepertiga.
3. Jika yang bersalah, melakukan kejahatan tersebut, dalam menjalani pencarian
maka dapat dicabut haknya untuk melakukan pencarian itu.
Pasal 341

Seorang ibu yang, karena takut akan ketahuan melahirkan anak, pada saat anak
dilahirkan atau tidak lama kemudian, dengan sengaja merampas nyawa anaknya,
diancam, karena membunuh anak sendiri, dengan pidana penjara paling lama
tujuh tahun.
Pasal 342

Seorang ibu yang, untuk melaksanakan niat yang ditentukan karena takut akan
ketahuan bahwa akan melahirkan anak, pada saat anak dilahirkan atau tidak lama
kemudian merampas nyawa anaknya, diancam, karena melakukan pembunuhan
anak sendiri dengan rencana, dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun.
Pasal 343

Kejahatan yang diterangkan dalam pasal 341 dan 342 dipandang, bagi orang lain
yang turut serta melakukan, sebagai pembunuhan atau pembunuhan dengan
rencana.

16 aborsi
Pasal 346

Seorang wanita yang sengaja menggugurkan atau mematikan kandungannya atau


menyuruh orang lain untuk itu, diancam dengan pidana penjara paling lama empat
tahun.
Pasal 347
1. Barangsiapa dengan sengaja menggugurkan atau mematikan kandungan
seorang wanita tanpa persetujuannya, diancam dengan pidana penjara paling
lama dua belas tahun.
2. Jika perbuatan itu mengakibatkan matinya wanita tersebut, dikenakan pidana
penjara paling lama lima belas tahun.
Pasal 348
1. Barangsiapa dengan sengaja menggugurkan atau mematikan kandungan
seorang wanita dengan persetujuannya, diancam dengan pidana penjara
paling lama lima tahun enam bulan.
2. Jika perbuatan itu mengakibatkan matinya wanita tersebut, dikenakan pidana
penjara paling lama tujuh tahun.
Pasal 349
Jika seorang tabib, bidan atau juru obat membantu melakukan kejahatan yang
tersebut pasal 346, ataupun melakukan atau membantu melakukan salah satu
kejahatan yang diterangkan dalam pasal 347 dan 348, maka pidana yang
ditentukan dalam pasal itu dapat ditambah dengan sepertiga dan dapat dicabut hak
untuk menjalankan pencarian dalam mana kejahatan dilakukan.

C. Solusi
Solusi untuk seorang wanita
Jika anda sedang memikirkan untuk melakukan aborsi, tenangkan pikiran anda.
Aborsi bukanlah suatu solusi sama sekali. Aborsi akan membuahkan masalah-
masalah baru yang bahkan lebih besar lagi bagi anda di dunia dan di akhirat.
Ada beberapa pihak yang dapat diminta bantuannya dalam hal menangani
masalah aborsi ini, yaitu:
1. Keluarga dekat atau anggota keluarga lain.
2. Saudara-saudara seiman
3. Gereja-gereja, khususnya gereja Katolik

17 aborsi
4. Organisasi-organisasi pelayanan Gereja
5. Orang-orang lain yang bersedia membantu secara pribadi
Pertama-tama, hubungi keluarga terlebih dahulu. Orang tua, kakak, om, tante
atau saudara-saudara dekat lainnya. Minta bantuan mereka untuk mendampingi di
saat-saat yang sukar ini.

Solusi untuk Bayi


Apapun alasan anda, aborsi bukanlah jalan keluar. Setiap bayi yang dilahirkan,
selalu dipersiapkan Tuhan segala sesuatunya untuk dia.Jangan lan kita sia-sia kan
kepercayaan Tuhan kepada kita.Bersyukurlah karena kita telah diberi kesempatan
untuk bias memperoleh keturunan,karena mubgkin orang lain tidak seberuntung kita.
Jika memang saat ini anda tidak sanggup membiayai kehidupan buah hati anda,
berdoalah agar Tuhan memberikan jalan keluar. Jika anda benar-benar tidak
menginginkan anak tersebut, carilah orang-orang dekat yang bersedia untuk
menerimanya sebagai anak angkat.

18 aborsi
BAB III
PENUTUP

Kesimpulan

Aborsi merupakan hal yang harus dihindari.Seseorang boleh melakukan aborsi jika
memang alasanyya jelas menurut agama dan kesehatan.Tidak diperbolehkan seorang
ibu hamil membuang janinnya sendiri,karena Tuhan telah memberikan kepercayaan
kepada kita untuk bisa memperoleh seorang keturunan.Bersyukurlah suatu saat nanti
bila kita di beri kesempatan untuk menjadi seoarang ibu berarti kita telah menjadi
manusia yang beruntung,karena tidak semua wanita bisa hamil.Banyak sekali wanita
yang tidak bisa memeberikan keturunan kepada suaminya karena faktor kesehatan.

19 aborsi