Anda di halaman 1dari 6

KITEKTRO: Jurnal Online Teknik Elektro

39

e-ISSN: 2252-7036 Vol.1 No.2 2012: 39-44

PENGUKURAN PERFORMANSI TURBIN ANGIN HUMMER 10 KW PADA PEMBANGKIT LISTRIK HIBRID BAYU-DIESEL DI PIDIE JAYA
Fauzi1) , Mahdi Syukri2), Hamdani3)
Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala Jl. Tgk. Syech Abdurrauf No. 7, Darussalam, Banda Aceh, Indonesia e-mail : fauzi_lenk@yahoo.com, mahdisyukri@yahoo.co.id, hamdani_umar@yahoo.com

ABSTRAK Pembangkit listrik tenaga angin merupakan salah satu energi terbarukan yang ramah lingkungan, pembangkit ini juga merupakan pembangkit dengan biaya operasional yang lebih rendah dari pembangkit diesel karena tidak memerlukan biaya bahan bakar. Turbin merupakan unsur penting dari PLTB karena merubah energi angin menjadi energi mekanik, yang selanjutnya energi mekanik ini dirubah menjadi energi listrik oleh generator. Kombinasi dari PLTB-PLTD ini menghasilkan sistem pembangkit yang efektif dan efisien yang disebut pembangkit hibrid. Tugas Akhir ini bertujuan memperoleh data kinerja dari sistem pembangkit hibrid baik dari segi elektrikal maupun dari segi ekonomi melalui simulasi program Homer. Hasil simulasi menunjukkan turbin angin mampu menghasilkan listrik sekitar 62 % dari total energi listrik yang dihasilkan, sedangkan sisanya dihasilkan dari generator diesel. Hasil analisis ekonomi, pembangkit hibrid memerlukan biaya total $116,304. Kata kunci: listrik, pembangkit, pembangkit tenaga bayu, generator hibrid

MEASUREMENT OF HUMMER 10 KW WIND TURBINE PERFORMANCE AT WIND-DIESEL HYBRID POWER PLANT IN PIDIE JAYA
ABSTRACT Wind power plant is one of the renewable energies that also environmentally friendly. Compared to the diesel power plant, wind power plant has lower operational cost because it doesnt require fuel to operate the wind power plant. Turbine is an important element of wind power plant because it transforms wind energy into mechanic energy. The mechanic energy will then be transformed into electric energy by generator. The combination of wind-diesel generates an effective and efficient generator system named Hybrid Power Plant. This final assignment aims to acquire performance data of hybrid generator system from electrical side as well as economic side through Homer simulation program. The result of the simulation showed that the wind turbine was able to generate electricity as much as 62% of total electric power that was generated, while the rest was generated by diesel generator. From the result of economic analysis, the total cost of hybrid generator was $116,304. Keywords: electricity, power plant, wind power plant, hybrid generator.

1) Mahasiswa tugas akhir, 2) Dosen pembimbing utama. 3) Dosen pembimbing kedua. Karya ilmiah ini telah di-review oleh komite pembahas dan disetujui untuk dipublikasikan pada tanggal 26 Juni 2012.
Vol.1 No.2 2012 39 @2012 kitektro

KITEKTRO: Jurnal Online Teknik Elektro

e-ISSN: 2252-7036

I. PENDAHULUAN Energi listrik merupakan kebutuhan penting dalam kehidupan ini. Energi ini bisa dimanfaatkan untuk penerangan, pemanasan, informasi, dan lain-lain. Energi ini dihasilkan dari berbagai pembangkit atau tenaga, seperti diesel, air, uap, angin, dan lain-lain. Pembangkit diesel merupakan suatu pembangkit energi dengan biaya operasional yang tinggi dengan menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang merupakan sumber energi tak terbarukan yang suatu saat akan habis cadangannya. BBM ini juga semakin mahal harganya. PLTD juga merupakan pembangkit tak ramah lingkungan karena menghasilkan emisi karbon. Pemanfaatan energi terbarukan merupakan solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Salah satu sumber energi terbarukan adalah angin. Energi angin ini diharapkan dapat mengurangi atau bahkan kalau bisa menggantikan peran PLTD sebagai penyedia utama energi listrik, dimana PLTB ini akan diparalelkan dengan PLTD untuk mencegah kekurangan daya. Untuk menghasilkan daya yang lebih besar, PLTB ini bisa dibangun di banyak tempat atau tersebar. Apabila tidak memungkinkan di daratan, PLTB ini dapat dibangun di perairan (laut). Pemanfaatan satu sumber energi saja dalam pemenuhan kebutuhan energi listrik akan menyebabkan penggunaan komponen yang berlebihan sehingga meningkatkan biaya operasi dan pemeliharaan. Kombinasi satu atau lebih sumber energi terbarukan akan memperbaiki faktor beban dan menghemat biaya pemeliharaan sebagai akibat operasi yang saling melangkapi antar sumber energi tersebut. Pada penelitian ini, penulis mencoba untuk mensimulasikan pembangkit hybrid bayu-diesel dengan menggunakan program Homer. Data masukan di sini adalah kecepatan angin, beban yang akan dilayani, dan data spesifikasi turbin angin Hummer 10 KW. Adapun yang menjadi rumusan masalah pada penelitian ini adalah menentukan suatu konfigurasi sistem pembangkit hybrid yang terbaik kemudian memperkirakan biaya instalasi dan operasi sistem selama masa operasinya (life time costs) seperti biaya awal, biaya penggantian komponen-komponen, biaya O&M, biaya bahan bakar, dan lain-lain dengan menggunakan software Homer.

tekanan udara yang lebih tinggi ke tekanan udara yang lebih rendah. Perbedaan tekanan udara disebabkan oleh perbedaan suhu udara akibat pemanasan atmosfir yang tidak merata oleh sinar matahari. Karena bergerak angin memiliki energi kinetik. Energi angin dapat dikonversi atau ditransfer ke dalam bentuk energi lain seperti listrik atau mekanik dengan menggunakan kincir atau turbin angin. Oleh karena itu, kincir atau turbin angin sering disebut sebagai Sistem Konversi Energi Angin (SKEA). Energi yang bisa dihasilkan dari angin adalah seperti rumus berikut. Daya dari angin sangat dipengaruhi oleh kerapatan udara, luas penampang rotor, dan kecepatan angin.

Pw =

1 Av 3 W ..(1) 2

Keterangan : Pw = daya angin (Watt) = keraptan udara (kg/m3) A = luas penampang rotor (m2) v = kecepatan angin (m/s) Pada kenyataannya tidak semua energi angin ini bisa dikonversikan menjadi energi listrik. Daya keluaran dari generator turbin angin ini sangat dipengaruhi oleh koefisien daya yang meliputi efisiensi turbin angin, efisiensi gearbox, dan efisiensi generator. Turbin angin adalah alat untuk merubah energi angin menjadi energi mekanik, kemudian dari energi mekanik dirubah menjadi energi listrik oleh generator. Terdapat berbagai macam turbin angin, tetapi secara umum dibagi dua, yaitu jenis turbin angin horizontal dan turbin angin vertikal. Berikut dibawah ini akan dijelaskan mengenai bagian bagian penyusun dari turbin angin : 1. Anemometer: Mengukur kecepatan angin dan mengirim data angin ke Alat Pengontrol. 2. Blades (Bilah Kipas): Kebanyakan turbin angin mempunyai 2 atau 3 bilah kipas. Angin yang menghembus menyebabkan turbin tersebut berputar. 3. Brake (Rem): Suatu rem cakram yang dapat digerakkan secara mekanis dengan bantuan tenaga listrik atau hidrolik untuk menghentikan rotor atau saat keadaan darurat. 4. Controller (Alat Pengontrol): Alat Pengontrol ini menstart turbin pada kecepatan angin kira-kira 12-25 km/jam, dan kemudian mematikannya pada kecepatan 90 km/jam. Turbin tidak beroperasi di atas 90 km/jam. Hal ini dikarenakan tiupan angin yang terlalu kencang dapat merusakkannya.

II. DASAR TEORI Menurut Kadir (1987) bahwa sebagaimana telah banyak diketahui, angin adalah udara yang bergerak dari
Vol.1 No.2 2012 40

@2012 kitektro

KITEKTRO: Jurnal Online Teknik Elektro

e-ISSN: 2252-7036

5. Gear box (Roda Gigi): Roda gigi menaikkan putaran dari 30-60 rpm menjadi sekitar 1000-1800 rpm. Ini merupakan tingkat putaran standar yang disyaratkan untuk memutar generator listrik. 6. Generator: Generator pembangkit listrik, biasanya sekarang disebut alternator arus bolak-balik. 7. High-speed shaft (Poros Putaran Tinggi): Berfungsi untuk menggerakkan generator. 8. Low-speed shaft (Poros Puutaran Rendah): Poros turbin yang berputar kira-kira 30-60 rpm. 9. Nacelle (Rumah Mesin): Rumah mesin ini terletak di atas menara . Di dalamnya berisi gearbox, poros putaran tinggi / rendah, generator, alat pengontrol, dan alat pengereman. 10. Pitch (Sudut Bilah Kipas): Bilah kipas dapat diatur sudutnya sesuai dengan kecepatan rotor yang dikehendaki. Tergantung kondisi angin yang terlalu rendah atau terlalu kencang. 11. Rotor: Bilah kipas bersama porosnya dinamakan rotor. 12. Tower (Menara): Menara bisa dibuat dari pipa baja, beton, ataupun rangka besi. Karena kencangnya angin bertambah dengan seiring dengan bertambahnya ketinggian, maka makin tinggi menara makin besar tenaga angin yang didapat. 13. Wind direction (Arah Angin): Adalah turbin yang menghadap angin. Desain turbin lain ada yang mendapat hembusan angin dari belakang. 14. Wind vane (Tebeng Angin): Mengukur arah angin, berhubungan dengan penggerak arah yang memutar arah turbin disesuaikan dengan arah angin. 15. Yaw drive (Penggerak Arah): Penggerak arah memutar turbin ke arah angin untuk desain turbin yang menghadap angin. Untuk desain turbin yang mendapat hembusan angin dari belakang tak memerlukan alat ini. 16. Yaw motor (Motor Penggerak Arah): Motor listrik yang menggerakkan Yaw drive.

Gambar 1. Konstruksi Turbin Angin Hummer 10 KW Gambar di atas menunjukkan bagian-bagian penyusun dari turbin angin Hummer 10 KW. Spesifikasi turbin angin Hummer 10 KW : Daya rata-rata (W) : 10000 Daya output maksimal (W) : 15000 Generator : Sinkron satu fasa Tegangan Pengisian : DC 240 V Jumlah sudu : 3 Material sudu rotor : GRP Diameter sudu rotor ; 8 Kecepatan angin start-up (m/s) ; 3 Kecepatan angin rata-rata (m/s) : 10 Rotasi nominal (r/min) : 200 Rasio penggunaan energi angin (Cp) : 0,4 Output generator : Frekuensi satu fasa AC Arus pengisian rata-rata (A) : 41,7 Arus pengisian maksimal (A) ; 65 Frekuensi AC output (Hz) : 0- 280 Efisiensi generator : > 0,85 Berat generator : 287 Baterai 12 V 250 Ah : : 20 unit Untuk mengkonversikan energi gerak menjadi energi listrik diperlukan generator. Prinsip kerja generator dapat dipelajari dengan teori medan elektromagnetik. Poros pada generator dipasang dengan material ferromagnetik permanen. Setelah itu di sekeliling poros terdapat stator yang bentuk fisisnya adalah kumparan-

Vol.1 No.2 2012

41

@2012 kitektro

KITEKTRO: Jurnal Online Teknik Elektro

e-ISSN: 2252-7036

Gambar 2. Sistem Pembangkit Hybrid kumparan kawat yang membentuk loop. Ketika poros generator mulai berputar maka akan terjadi perubahan fluks pada stator yang akhirnya karena tejadi perubahan tegangan dan arus listrik tertentu. Tegangan dan arus listrik yang dihasilkan ini disalurkan melalui kabel jaringan listrik. Gambar di atas adalah sitem pembangkit hybrid bayu-diesel. Turbin angin menghasilkan arus ac yang kemudian disearahkan oleh rectifier. Dari rectifier ini kemudian disimpan dalam batere. Kemudian dari batereini dirubah menjadi arus ac lagi melalui inverter pada tegangan 220 Vdan frekuensi 50 Hz. Untuk melayani beban ketika turbin angin tidak bekerja atau ketika terjadi beban puncak, maka diperlukan generator diesel. HOMER adalah singkatan dari the hybrid optimisation model for electric renewables, salah satu tool populer untuk desain sistem pembangkit listrik hybrid menggunakan energi terbarukan. HOMER mensimulasikan dan mengoptimalkan sistem pembangkit listrik baik stand-alone maupun grid-connected yang dapat terdiri dari kombinasi turbin angin, photovolaic, mikrohidro, biomassa, generator (diesel/bensin), microturbine, fuel-cell, baterai, dan penyimpanan hidrogen, melayani beban listrik maupun termal. HOMER mensimulasikan operasi sistem dengan menyediakan perhitungan energy balance untuk setiap 8.760 jam dalam setahun. Jika sistem mengandung baterai dan generator diesel/bensin, HOMER juga dapat memutuskan, untuk setiap jam, apakah generator diesel/bensin beroperasi dan apakah baterai diisi atau dikosongkan. Selanjutnya HOMER menentukan konfigurasi terbaik sistem dan kemudian memperkirakan biaya instalasi dan operasi sistem selama masa operasinya (life time costs) seperti biaya awal, biaya penggantian

Gambar 3. Program Homer Sumber : http://www.nrel.gov/homer komponen-komponen, biaya O&M, biaya bahan bakar, dan lain-lain. Saat melakukan simulasi, HOMER menentukan semua konfigurasi sistem yang mungkin, kemudian ditampilkan berurutan menurut net presents costs - NPC (atau disebut juga life cycle costs). Jika analisa sensitivitas diperlukan, HOMER akan mengulangi proses simulasi untuk setiap variabel sensitivitas yang ditetapkan. III.METODOLOGI PENELITIAN
Studi Literatur

Data potensi angin,beban listrik, spesifikasi turbin angin

Simulasi dengan Homer

Optimisasi pembangkit hibrid

Selesai

Vol.1 No.2 2012

42

@2012 kitektro

KITEKTRO: Jurnal Online Teknik Elektro

e-ISSN: 2252-7036

Penelitian ini dimulai dengan mengumpulkan data potensi angin dan kinerja dari turbin angin Hummer. Data ini kemudian dimasukkan ke dalam program simulasi Homer untuk menentukan kinerja tahunan dari turbin angin, generator diesel, konverter, baterai, dan lain-lain. Simulasi akan menampilkan daya output dari turbin angin dan generator diesel setiap jam. Homer juga akan menampilkan variasi kinerjanya sehingga bisa memilih kenerja yang paling optimal.

Gambar 5.Perbandingan suplai daya listrik dari turbin angin dan generator

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN Berikut adalah data efisiensi turbin angin Hummer dari pengujian dari gambar terlihat bahwa efisiensi tertinggi tercapai pada kecepatan angin sekitar 45 m/s, karena di lokasi pembangkit, Pantai Lancang Pidie Jaya, kecepatan angin 4-5 m/s paling sering terjadi. Gambar 6. Biaya untuk setiap komponen pembangkit hybrid

Pada gambar di atas terlihat suplai listrik lebih dominan dari turbin angin untuk setiap bulannya, kecuali pada bulan Januari dan Desember, karena frekuensi angin lebih kecil. Pengeluaran biaya lebih banyak pada generator diesel karena selain biaya perawatan, generator diesel juga memerlukan bahan bakar.

Gambar 4. Efisiensi turbin angin Dari data angin yang diperoleh, kemudian disimulasikan dengan menggunkan program Homer untuk menentukan keluaran dari turbin angin, efisiensi turbin angin, kinerja pembangkit hybrid pertahun. Program Homer ini juga untuk mengoptimisasi sistem pembangkit hybrid.

V. KESIMPULAN Adapun kesimpulan dari Tugas Akhir ini adalah : Turbin angin Hummer mampu memberikan energi listrik sekitar 62 % dan generator diesel 38 %. - Turbin angin Hummer 10 KW mulai menghasilkan daya listrik pada kecepatan 3 m/s dan berhenti menghasilkan daya listrik pada kecepatan 18 m/s. - Kecepatan angin rata-rata tertinggi terjadi pada waktu antar jam 16:00 sampai jam 18:00 dan kecepatan rata-rata angin terendah terjadi antar jam 08:00 sampai jam 12:00.. - Semakin tinggi kecepatan angin, daya output dari turbin angin Hummer 10 KW semakin besar.

Vol.1 No.2 2012

43

@2012 kitektro

KITEKTRO: Jurnal Online Teknik Elektro

e-ISSN: 2252-7036

VI. DAFTAR PUSTAKA Ikhsan, Ikhwanul, (2011). AnalisisPengaruh Pembebanan Terhadap Kinerja Kincir Angin Tipe Propeler pada Wind Tunnel Sederhana. Universitas Hasanuddin, Makassar. Kadir, A.,1995, Energi : Sumber Daya, Inovasi, Tenaga Listrik dan Potensi Ekonomi.UI-Press.Jakarta

Koehuan, Verdy A., 2009, Pengembangan Energi Angin sebagai Energi Alternatif Pembangkit Daya Listrik, Universitas Nusa Cendana, Kupang.

Fauzi (0504105010020) dilahirkan di Lhoksukon pada tanggal 31 Juli 1986. Menamatkan SMPN 1 Lhoksukon pada tahun 2001 dan SMA 1 Lhoksukon pada tahun 2004. Fauzi merupakan anak ketiga dari 5 bersaudara. Selama menjadi mahasiswa, penulis aktif sebagai pengurus HIMATEKTRO periode 2006-2007. Kegiatan yang pernah diikuti selama perkuliahan yaitu Seminar Nasional dan Expo Teknik Elektro Unsyiah (SNETE) 2011 dan Seminar Bisnis Internet 2010. Tugas Akhir ini diselesaikan selama 8 bulan. Selepas lulus program S1, Fauzi berkeinginan untuk bekerja di bidang energi listrik.

Vol.1 No.2 2012

44

@2012 kitektro