Anda di halaman 1dari 2

PEMBUATAN ADSORBEN DARI TONGKOL JAGUNG

Selain gandum dan padi, jagung merupakan salah satu tanaman pangan dunia yang terpenting. Selain sebagai sumber karbohidrat, jagung juga digunakan sebagai pakan ternak, diolah menjadi minyak, tepung (dikenal dengan istilah tepung jagung atau maizena), furfural, bioetanol, dan bahan baku industri. Produksi jagung di Indonesia cukup besar, oleh karena itu sisa limbah tak terpakai seperti tongkol jagung pun semakin banyak. Menurut Rajawane (2008) dan Fahrizal (2008), limbah pertanian yang mengandung selulosa, seperti tongkol jagung dapat dinaikkan nilai tambahnya dengan memanfaatkannya sebagai adsorben. Tongkol jagung sebagian besar tersusun oleh selulosa (41%), hemiselulosa (36%), lignin (6%), dan senyawa lain yang umum terdapat dalam tumbuhan. Aktivasi terhadap adsorben mengarah pada aktivasi gugus hidroksil pada selulosa, sehingga kemampuannya menjerap zat warna maupun ion logam meningkat (Igwe et al. 2005). Menurut Fahrizal (2008), modifikasi selulosa pada tongkol jagung mampu menjerap biru metilena dari limbah tekstil dengan kapasitas adsorpsi 518.07 g/g adsorben.

Pembuatan adsorben dari tongkol jagung Tongkol jagung yang telah dimodifikasi dengan asam nitrat dapat dimanfaatkan sebagai adsorben untuk logam-logam berat seperti Pb (II). Preparasi Tongkol Jagung Sebelum dimodifikasi, tongkol jagung dicuci dengan air mengalir dan air deionisasi sampai bersih. Tujuannya ialah untuk mengurangi kotoran yang melekat dan ion-ion pengganggu.Selanjutnya tongkol jagung dikeringudarakan dalam oven, dan digiling sampai kira-kira berukuran 100 mesh. Ukuran 100 mesh dipilih berdasarkan hasil penelitian Sunarya (2005), pada ukuran 100 mesh absorben tongkol jagung dapat memberikan kapasitas adsorpsi yang tinggi. Ukuran partikel adsorben adalah salah satu faktor yang memengaruhi adsorpsi. Ukuran butir adsorben yang semakin kecil akan meningkatkan luas permukaan (Demirbas et al. 2004). Serbuk tongkol jagung ini selanjutnya disebut adsorben tanpa modifikasi. Modifikasi Asam Nitrat Sebanyak 100 g adsorben tanpa modifikasi dimasukkan dalam gelas piala 1 L lalu ditambahkan 660 ml asam nitrat 0.6N. Campuran dikocok sambil dipanaskan pada suhu 40oC selama 3 jam, kemudian disaring. Residu dikeringkan dalam oven pada suhu 50oC selama 24 jam, kemudian suhu dinaikkan menjadi 180 oC lalu didinginkan. Setelah itu, direndam dalam air deionisasi panas untuk menghilangkan kelebihan asam dan kembali dikeringkan pada

suhu 50 oC selama 24 jam (Marshall et al. 1999). Hasil ini selanjutnya disebut adsorben termodifikasi asam nitrat. Impregnasi NaOH Sampel adsorben termodifikasi asam nitrat dimasukkan ke dalam gelas piala 4 L lalu ditambahkan 2 L NaOH 0.1N. Campuran dikocok selama 20 menit sambil dipanaskan pada suhu 80 oC kemudian disaring dan filtratnya dibuang. Setelah itu, residu dicuci dengan menggunakan air deionisasi sebanyak dua kali untuk menghilangkan kelebihan basa, sebelum dikeringkan dalam oven pada suhu 50oC selama 24 jam (Marshall et al. 1999). Sampel yang dihasilkan selanjutnya disebut adsorben modifikasi.

Gambar (a) Adsorben tanpa modifikasi, gambar (b) Adsorben dengan modifikasi Kapasitas adsorpsi dari adsorben tongkol jagung tanpa modifikasi dan dengan modifikasi dapat ditentukan dengan mengetahui waktru adsorbsi dari adsorben. Sebanyak 1 g adsorben dimasukkan ke dalam 50 ml larutan logam dengan konsentrasi 15 ppm, kemudian suspensi dikocok dengan shaker. Adsorpsi dilakukan dengan ragam waktu adsorpsi 30, 60, 90, dan 120 menit. Waktu optimum ditentukan dengan menghitung kapasitas adsorpsi maksimum untuk adsorben tanpa modifikasi dan dengan modifikasi Kapasitas adsorpsi per bobot adsorben (Q) dapat dihitung dengan persamaan:

dimana V adalah volume larutan (ml), Co adalah konsentrasi awal larutan (ppm) ,Ca adalah konsentrasi akhir larutan (ppm), dan m adalah massa adsorben (g). Modifikasi asam terhadap tongkol jagung terbukti mampu meningkatkan kapasitas adsorpsi Pb(II). Kapasitas adsorpsi Pb(II) oleh adsorben modifikasi pada larutan tunggal adalah 2274,60 g/g adsorben, lebih besar dibandingkan adsorben tanpa modifikasi, yaitu 1362,11 g/g adsorben, sedangkan kapasitas adsorpsi Pb(II) oleh adsorben tanpa dan dengan modifikasi pada limbah industri aki masing-masing sebesar 21,73 dan 121,71 g/g adsorben.

(Sumber: Sulistyawati, Sari. Modifikasi Tongkol Jagung sebagai Adsorben Logam Berat Pb (II). Departemen Kimia, Fakultasi Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Institut Pertanian Bogor. Bogor. 2008)