Anda di halaman 1dari 21

Laporan Kerja Praktek Pengelolaan Limbah B3 PT Semen Gresik (Persero) Tbk BAB II TINJAUAN PUSTAKA

1.1 Bahan Baku Semen Komposisi bahan baku semen secara umum adalah batu kapur 80%, tanah liat 12%, pasir silika 4%, pasir besi 3%, dan gypsum 1%. Batu kapur merupakan sumber kalsium. Batu tersebut diambil, diangkat dan kemudian dihancurkan dengan alat pemecah batu kapur, kemudian disimpan di dalam alat penyimpanan batu kapur (silo). Tanah liat digunakan untuk menambah kekurangan SiO2.Tanah liat kemudian dikeringkan di tempat pengeringan tanah liat (clay dryer) untuk menurunkan kadar air menjadi maksimum 1% sebelum disimpan di dalam alat penyimpanan tanah liat (silo). Pasir silika digunakan untuk membantu proses pembakaran yaitu terbentuknya fluk (Ismiyanti, 2010). *Liat LKP sebelumnya yg lebih lengkap. 1.2 Proses Pembuatan Semen Proses pembuatan semen pada dasarnya melalui lima tahapan, yaitu: a. Penyediaan bahan mentah b. Penggilingan bahan mentah c. Pembakaran d. Penggilingan akhir e. Pengantongan/pengemasan. 1.3 Pengertian Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Menurut (PP No. 18 Tahun 1999 pasal 1) limbah B3 adalah limbah sisa dan atau suatu atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya beracun yang karena sifat dan konsentrasinya atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung dapat mencemarkan dan atau merusak lingkungan hidup dan atau membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, kelangsungan hidup manusia serta makhluk hidup yang lain. 1.4 Kriteria Limbah B3 Trihadiningrum (2000) menyatakan bahwa limbah yang dikategorikan sebagai limbah B3 adalah limbah yang telah melalui uji karakteristik atau uji toksikologi kemudian memiliki salah satu atau lebih sifat sebagai berikut:
Jurusan Teknik Lingkungan FTSP-ITS Surabaya Gracedwi Dian Maytayani Lailatun Nikmah

3309100018 3309100070

Laporan Kerja Praktek Pengelolaan Limbah B3 PT Semen Gresik (Persero) Tbk a. Mudah meledak b. Mudah terbakar c. Reaktif d. Beracun e. Infeksius f. Korosif 1.5 Pengelolaan Limbah B3 Pengelolaan limbah B3 adalah rangkaian kegiatan yang mencakup reduksi, penyimpanan, pengumpulan, pengangkutan, pemanfaatan, pengolahan dan

penimbunan B3 (Peraturan Pemerintah No. 18 Tahun 1999). 1.5.1 Reduksi Menurut Peraturan Pemerintah No. 18 Tahun 1999, reduksi limbah B3 adalah suatu kegiatan pada penghasil untuk mengurangi jumlah dan mengurangi sifat bahaya dan racun limbah B3, sebelum dihasilkan dari suatu kegiatan. 1.5.2 Penyimpanan Penyimpanan limbah B3 menurut Peraturan Pemerintah No. 18 Tahun 1999, adalah kegiatan menyimpan limbah B3 yang dilakukan oleh penghasil dan/ atau pengumpul dan/atau pemanfaat dan/atau pengolah dan/atau penimbun limbah B3 dengan maksud menyimpan sementara. Tata cara penyimpanan limbah B3 menurut Keputusan Kepala Bapedal No. 1 Tahun 1995 adalah sebagai berikut: 1) Penyimpanan kemasan harus dibuat dengan sistem blok. Setiap blok terdiri atas 2 (dua) x 2 (dua) kemasan (Gambar 2.1), sehingga dapat dilakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap setiap kemasan sehingga jika terdapat kerusakan kecelakaan dapat segera ditangani. 2) Lebar gang antar blok harus memenuhi persyaratan peruntukannya. Lebar gang untuk lalu lintas manusia minimal 60 cm dan lebar gang untuk lalu lintas kendaraan pengangkut (forklift) disesuaikan dengan kelayakan

pengoperasiannya.

Jurusan Teknik Lingkungan FTSP-ITS Surabaya Gracedwi Dian Maytayani Lailatun Nikmah

3309100018 3309100070

Laporan Kerja Praktek Pengelolaan Limbah B3 PT Semen Gresik (Persero) Tbk

Gambar 2.1 Pola penyimpanan kemasan drum di atas palet dengan jarak minimum 60 cm antar blok (Keputusan Kepala Bapedal No. 1 Tahun 1995) 3) Penumpukan kemasan limbah B3 harus mempertimbangkan kestabilan tumpukan kemasan. Jika kemasan berupa drum logam (isi 200 liter), maka tumpukan maksimum adalah 3 (tiga) lapis dengan tiap lapis dialasi palet (setiap palet mengalasi 4 drum). Jika tumpukan lebih dan 3 (tiga) lapis atau kemasan terbuat dari plastik, maka harus dipergunakan rak (Gambar 2.2). 4) Jarak tumpukan kemasan tertinggi dan jarak blok kemasan terluar terhadap atap dan dinding bangunan penyimpanan tidak boleh kurang dari 1 (satu) meter.

Jurusan Teknik Lingkungan FTSP-ITS Surabaya Gracedwi Dian Maytayani Lailatun Nikmah

3309100018 3309100070

Laporan Kerja Praktek Pengelolaan Limbah B3 PT Semen Gresik (Persero) Tbk

Gambar 2.2 Penyimpanan kemasan limbah B3 dengan menggunakan rak (Keputusan Kepala Bapedal No. 1 Tahun 1995). 5) Kemasan-kemasan berisi limbah B3 yang tidak saling cocok harus disimpan secara terpisah, tidak dalam satu blok, dan tidak dalam bagian penyimpanan yang sama. Penempatan kemasan harus dengan syarat bahwa tidak ada kemungkinan bagi limbah-limbah yang tersebut jika terguling/tumpah akan tercampur/masuk ke dalam bak penampungan bagian penyimpanan lain. Penyimpanan limbah cair dalam jumlah besar disarankan menggunakan tangki (Gambar 2.3) dengan ketentuan sebagai berikut: 1) Disekitar tangki harus dibuat tanggul dengan dilengkapi saluran pembuangan yang menuju bak penampung. 2) Bak penampung harus kedap air dan mampu menampung cairan minimal 110% dan kapasitas maksimum volume tangki. 3) Tangki harus diatur sedemikian rupa sehingga bila terguling akan terjadi di daerah tanggul dan tidak akan menimpa tangki lain. 4) Tangki harus terlindung dari penyinaran matahari dan masuknya air hujan secara langsung.

Jurusan Teknik Lingkungan FTSP-ITS Surabaya Gracedwi Dian Maytayani Lailatun Nikmah

3309100018 3309100070

Laporan Kerja Praktek Pengelolaan Limbah B3 PT Semen Gresik (Persero) Tbk

Gambar 2.3 Tempat penyimpanan limbah B3 cair dalam jumlah besar (Keputusan Kepala Bapedal No. 1 Tahun 1995).

1.5.3 Pengumpulan Menurut Peraturan Pemerintah No. 18 Tahun 1999, pengumpulan limbah B3 adalah kegiatan mengumpulkan limbah B3 dari penghasil limbah B3 dengan maksud menyimpan sementara sebelum diserahkan kepada pemanfaat

dan/ataupengolah dan/atau penimbun limbah B3. Persyaratan bangunan pengumpulan limbah B3 menurut Keputusan Kepala

Bapedal No. 1 Tahun 1995 adalah sebagai berikut: a. Fasilitas pengumpulan merupakan fasilitas khusus yang harus dilengkapi dengan berbagai sarana untuk penunjang dan tata ruang yang tepat sehingga kegiatan pengumpulan dapat berlangsung dengan baik dan aman bagi lingkungan (Gambar 2.4). b. Setiap bangunan pengumpulan limbah B3 dirancang khusus hanya untuk menyimpan 1 (satu) karakteristik limbah, dan dilengkapi dengan bak penampung tumpahan/ceceran limbah yang dirancang sedemikian rupa sehingga memudahkan dalam pengangkatannya; c. Fasilitas pengumpulan harus dilengkapi dengan: 1) Peralatan dan sistem pemadam kebakaran; 2) Pembangkit listrik cadangan; 3) Fasilitas pertolongan pertama; 4) Peralatan komunikasi;
Jurusan Teknik Lingkungan FTSP-ITS Surabaya Gracedwi Dian Maytayani Lailatun Nikmah 3309100018 3309100070

Laporan Kerja Praktek Pengelolaan Limbah B3 PT Semen Gresik (Persero) Tbk 5) Gudang tempat penyimpanan peralatan dan perlengkapan; 6) Pintu darurat dan alarm.

Gambar 2.4. Tata ruang fasilitas penyimpanan sementara limbah B3 di luar lokasi pabrik penghasil atau di pengumpul dan atau dipengolah(Keputusan Kepala Bapedal No. 1 Tahun 1995).

1.5.4 Pengangkutan Menurut Peraturan Pemerintah No. 18 Tahun 1999, pengangkutan limbah B3 adalah suatu kegiatan pemindahan limbah B3 dari penghasil dan/atau dari pengumpul dan/atau dari pemanfaat dan/atau dari pengolah ke pengumpul dan/atau ke pemanfaat dan/atau ke pengolah dan/atau ke penimbun limbah B3. Prosedur pengangkutan limbah B3 dijelaskan dalam pasal 15, 16 dan 17 yaitu sebagai berikut: Pasal 15 (1) Pengangkut limbah B3 dilakukan oleh badan usaha yang melakukan kegiatan pengangkutan limbah B3.
Jurusan Teknik Lingkungan FTSP-ITS Surabaya Gracedwi Dian Maytayani Lailatun Nikmah 3309100018 3309100070

Laporan Kerja Praktek Pengelolaan Limbah B3 PT Semen Gresik (Persero) Tbk (2) Pengangkutan limbah B3 dapat dilakukan oleh penghasil limbah B3 untuk limbah yang dihasilkannya sendiri. (3) Apabila penghasil limbah B3 bertindak sebagai pengangkut limbah B3, maka wajib memenuhi ketentuan yang berlaku bagi pengangkut limbah B3. Pasal 16 (1) Setiap pengangkutan limbah B3 oleh pengangkut limbah B3 wajib disertai dokumen limbah B3. (2) Ketentuan lebih lanjut mengenai bentuk dokumen limbah B3 sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh Kepala instansi yang bertanggung jawab. Pasal 17 Pengangkut limbah B3 wajib menyerahkan limbah B3 dan dokumen limbah B3 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 ayat (1) kepada pengumpul dan/atau pemanfaat dan/atau pengolah dan/atau penimbun limbah B3 yang ditunjuk oleh penghasil limbah B3. SK Dirjen Perhubungan Darat (2004) menyebutkan bahwa kendaraan

pengangkut bahan berbahaya adalah kendaraan bermotor, kereta gandengan, kereta tempelan yang secara khusus dirancang dan dilengkapi peralatan untuk pengangkutan bahan berbahaya. Tangki pada kendaraan pengangkut merupakan bejana tekan dengan kapasitas air lebih dari 250 liter yang digunakan untuk pengangkutan atau penyimpanan sementara bahan berbahaya, terdiri dari tangki tetap dan tangki portabel. Wadah adalah suatu benda atau barang yang digunakan untuk tempat / pelindung yang berhubungan langsung dengan bahan berbahaya dan beracun (B3). Kemasan adalah tempat / pelindung yang berada lebih luar dari wadah dan tidak berhubungan langsung dengan bahan berbahaya dan beracun (B3). Pengirim limbah B3 adalah setiap orang atau badan yang menjalankan fungsi pengiriman dan/ atau yang menyebabkan terkirimnya bahan berbahaya dari satu tempat ke tempat lain. Termasuk dalam pengertian ini adalah pengawas gudang, ekspedisi muatan dan penghubung.

Pengangkut limbah B3 adalah setiap orang atau badan yang melakukan fungsi pengangkutan yang diatur oleh peraturan perundang-undangan, termasuk pemilik,
Jurusan Teknik Lingkungan FTSP-ITS Surabaya Gracedwi Dian Maytayani Lailatun Nikmah 3309100018 3309100070

Laporan Kerja Praktek Pengelolaan Limbah B3 PT Semen Gresik (Persero) Tbk pemborong, agen, pengemudi dan/ atau setiap orang yang bertanggung jawab atas kendaraan pengangkut serta pekerja angkutan terkait lainnya. Plakat adalah tanda yang harus dipasang pada bagian luar kendaraan pengangkut yang menunjukkan tingkat bahaya dari bahan yang diangkut sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku. Marking adalah tulisan atau lambang yang ditempel di bagian luar kemasan bahan berbahaya yang menunjukkan jenis bahan berbahaya yang ada di dalam kemasan. Label adalah penandaan dengan kode warna berbentuk belah ketupat dengan ukuran sekurang-kurangnya 10 cm x 10 cm, dipasang di bagian luar kemasan bahan berbahaya untuk menunjukkan tingkat bahayanya. Automotive engineer terdaftar adalah automotive engineer atau ahli di bidang teknologi otomotif dan pengangkutan bahan kimia berbahaya, yang dinyatakan dengan sertifikat. Awak kendaraan adalah pengemudi dan pembantu pengemudi. 1.5.5 Pemanfaatan Menurut Peraturan Pemerintah No. 18 Tahun 1999, pemanfaatan limbah B3 adalah pemanfaatan limbah B3 adalah suatu kegiatan perolehan kembali (recovery) dan/atau penggunaan kembali (reuse) dan/atau daur ulang (recycle) yang bertujuan untuk mengubah limbah B3 menjadi suatu produk yang dapat digunakan dan juga harus aman bagi lingkungan dan kesehatan manusia. 1.5.6 Pengolahan Menurut Peraturan Pemerintah No. 18 Tahun 1999, pengolahan limbah B3 adalah proses untuk mengubah karakteristik dan komposisi limbah B3 untuk menghilangkan dan/atau mengurangi sifat bahaya dan/atau beracun sifat racun. Trihadiningrum (2000) menyebutkan bahwa proses pengolahan limbah B3 dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: a. Netralisasi Proses ini diperuntukkan limbah B3 yang bersifat ekstrim asam atau basa. Proses netralisasi dilakukan dengan penambahan bubur kapur atau bubur dolomit, soda kaustik (soda-ash). b. Presipitasi/pengendapan Proses ini diperuntukkan untuk limbah B3 yang memiliki kandungan logam berat yang tinggi. c. Solidifikasi
Jurusan Teknik Lingkungan FTSP-ITS Surabaya Gracedwi Dian Maytayani Lailatun Nikmah

3309100018 3309100070

Laporan Kerja Praktek Pengelolaan Limbah B3 PT Semen Gresik (Persero) Tbk Proses ini dilakukan dengan penambahan bahan aditif tertentu yang bertujuan untuk mengurangi sifat racun dan berbahaya limbah B3 itu sendiri. d. Adsorpsi Proses ini umumnya digunakan dalam penanganan limbah B3 yang bersifat cair. Seperti tumpahan oli bekas. e. Pertukaran ion f. Proses biologis g. Insenerasi B3. Metode lain yang digunakan untuk mengolah limbah B3 adalah sebagai berikut: 1. Chemical Conditioning. Tujuan utama dari chemical conditioning ialah: o menstabilkan senyawa-senyawa organik yang terkandung di dalam lumpur o mereduksi volume dengan mengurangi kandungan air dalam lumpur o mendestruksi organisme patogen o memanfaatkan hasil samping proses chemical conditioning yang masih memiliki nilai ekonomi seperti gas methane yang dihasilkan pada proses digestion o mengkondisikan agar lumpur yang dilepas ke lingkungan dalam keadaan aman dan dapat diterima lingkungan. 2. Solidification/Stabilization. Stabilisasi didefinisikan sebagai proses pencampuran limbah dengan bahan tambahan (aditif) dengan tujuan menurunkan laju migrasi bahan pencemar dari limbah serta untuk mengurangi toksisitas limbah tersebut. Sedangkan solidifikasi didefinisikan sebagai proses pemadatan suatu bahan berbahaya dengan penambahan aditif. Teknologi solidikasi/stabilisasi umumnya

menggunakan semen, kapur (CaOH2), dan bahan termoplastik. Metode yang diterapkan di lapangan ialah metode in-drum mixing, in-situ mixing, dan plant mixing. 3. Incineration. Pembakaran atau Insinerasi ini bertujuan untuk mengurangi volume dan massa limbah hingga sekitar 90% (volume) dan 75% (berat). Proses insinerasi
Jurusan Teknik Lingkungan FTSP-ITS Surabaya Gracedwi Dian Maytayani Lailatun Nikmah

3309100018 3309100070

Laporan Kerja Praktek Pengelolaan Limbah B3 PT Semen Gresik (Persero) Tbk menghasilkan energi dalam bentuk panas. Namun, insinerasi memiliki beberapa kelebihan di mana sebagian besar dari komponen limbah B3 dapat dihancurkan dan limbah berkurang dengan cepat. Selain itu, insinerasi memerlukan lahan yang relatif kecil (Soenarno, 2011). 1.5.7 Penimbunan Menurut Peraturan Pemerintah No. 18 Tahun 1999, penimbunan limbah B3 adalah suatu kegiatan menempatkan limbah B3 pada suatu fasilitas penimbunan dengan maksud tidak membahayakan kesehatan manusi dan lingkungan hidup. Penimbunan sementara maksimal selama 90 hari. Setelah 90 hari, limbah B3 tersebut harus dikelola oleh intansi yang telah diberi kewenangan oleh Kementrian Lingkungan Hidup dalam hal ini adalah PPLI (Shoba, 2006).

Jurusan Teknik Lingkungan FTSP-ITS Surabaya Gracedwi Dian Maytayani Lailatun Nikmah

3309100018 3309100070

Laporan Kerja Praktek Pengelolaan Limbah B3 PT Semen Gresik (Persero) Tbk

BAB III METODOLOGI

3.1 Kerangka Kerja Metode yang digunakan dalam pengumpulan data pada kerja praktek ini adalah studi pendahuluan, studi literatur, observasi secara langsung dan wawancara. Data yang dikumpulkan adalah untuk pengelolaan sampah meliputi analisa karakteristik timbulan sampah, pewadahan, pengumpulan, pengangkutan ke TPS. Sedangkan untuk pengelolaan limbah B3 meliputi analisa karakteristik limbah B3, reduksi, penyimpanan, pengumpulan, pengangkutan, pemanfaatan, pengolahan dan penimbunan limbah B3. Data yang diperoleh kemudian dibandingkan dengan peraturan yang berlaku yaitu: Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2001 Tentang Pengelolaan Bahan Berbahaya Dan Beracun, Peraturan Pemerintah Nomor 85 Tahun 1999 Tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya Dan Beracun, Keputusan Kepala Bapedal No. 1 Tahun 1995 Tentang : Tata Cara Dan Persyaratan Teknis Penyimpanan Dan Pengumpulan Limbah Bahan Berbahaya Dan Beracun, Keputusan Jendral Perhubungan Darat Nomor : SK. 725/ AJ. 302/DRJ/2004 Tentang Penyelenggaraan Pengangkutan Bahan Berbahaya Dan Beracun (B3) Di Jalan. Kerangka kerja pada kerja praktek ini dapat dilihat pada Gambar 3.1.

Jurusan Teknik Lingkungan FTSP-ITS Surabaya Gracedwi Dian Maytayani Lailatun Nikmah

3309100018 3309100070

Laporan Kerja Praktek Pengelolaan Limbah B3 PT Semen Gresik (Persero) Tbk

Ide

Studi Literatur

Observasi Lapangan dan Wawancara

Pengumpulan Data

Pengelolaan Limbah B3

Karakteri stik limbah B3

Penyimp anan

Pengum pulan

Pengang kutan

Pemanfa atan

Pengolah an

Penimbu nan

PP Nomor 85 tahun 1999 dan PP Nomor 74 Tahun 2001 Keputusan Bapedal No.1 Tahun 1995 Keputusan Jenderal Perhubungan Darat Nomor : SK. 725/ AJ.302/DRJ/2004

Analisa dan Pembahasan Kesimpulan dan Saran Jurusan Teknik Lingkungan FTSP-ITS Surabaya Gracedwi Dian Maytayani Lailatun Nikmah 3309100018 3309100070

Laporan Kerja Praktek Pengelolaan Limbah B3 PT Semen Gresik (Persero) Tbk Gambar 3.1 Kerangka kerja

3.2 Kerangka Studi 1. Ide Studi Ide studi dalam kerja praktek ini adalah bagaimana sebuah perusahaan besar yaitu PT Semen Gresik (Persero) Tbk dapat mengelola limbah B3 yang dihasilkan dari proses produksi sehingga dapat memperoleh peringkat warna hijau dalam program PROPER periode tahun 2010-2011. Peringkat hijau berarti bahwa

perusahaan tersebut telah melakukan pengelolaan lingkungan lebih dari yang dipersyaratkan dalam peraturan (beyond compliance) melalui pelaksanaan sistem pengelolaan lingkungan, pemanfaatan sumberdaya secara efisien melalui upaya 4R (Reduce, Reuse, Recycle dan Recovery), dan melakukan upaya tanggung jawab sosial (CSR/Comdev) dengan baik. 2. Studi Literatur Jenis literatur yang digunakan sebagai acuan dalam penyusunan proposal ini antara lain buku-buku yang relevan, laporan kerja praktek dan jurnal dengan bidang kerja praktek sesuai dengan jenis industri yang akan diambil. Pelaksanaan pada tahap ini yaitu mengumpulkan data dan informasi yang diperlukan dalam bentuk pustaka. 3. Observasi Lapangan dan Wawancara Pada tahap ini akan dilakukan proses pengenalan secara umum yang meliputi: lokasi kerja praktek, proses limbah B3 PT Semen Gresik (Persero) Tbk serta struktur organisasi serta pihak-pihak yang terkait dalam kerja praktek ini. Tahap ini bertujuan sebagai proses adaptasi terhadap keseluruhan sistem yang ada bagi para peserta kerja praktek. Proses wawancara merupakan proses lanjutan untuk melengkapi data primer yang telah didapatkan. 4. Pengumpulan Data Data yang diperlukan untuk mengetahui sistem pengelolaan sampah dan limbah B3 di PT Semen Gresik (Persero) Tbk, meliputi data primer yang berasal dari observasi langsung serta data sekunder yang berasal dari laporan tahunan PT Semen Gresik (Persero) Tbk. Data primer yang dibutuhkan antara lain:
Jurusan Teknik Lingkungan FTSP-ITS Surabaya Gracedwi Dian Maytayani Lailatun Nikmah 3309100018 3309100070

Laporan Kerja Praktek Pengelolaan Limbah B3 PT Semen Gresik (Persero) Tbk Pengelolaan limbah B3, meliputi: a. Timbulan dan Karakteristik limbah B3 b. Reduksi c. Penyimpanan d. Pengumpulan e. Pengangkutan f. Pemanfaatan g. Pengolahan h. Penimbunan B3. 5. Analisa dan Pembahasan Pada tahap ini dilakukan analisa terhadap proses pengelolaan sampah dan limbah B3 kemudian dibandingkan dengan peraturan yang berlaku di Indonesia . peraturan yang digunakan sebagai acuan adalah Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2001 Tentang Pengelolaan Bahan Berbahaya Dan Beracun, Peraturan Pemerintah Nomor 85 Tahun 1999 Tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya Dan Beracun, Keputusan Kepala Bapedal No. 1 Tahun 1995 Tentang : Tata Cara Dan Persyaratan Teknis Penyimpanan Dan Pengumpulan Limbah Bahan Berbahaya Dan Beracun, Keputusan Jendral Perhubungan Darat Nomor : SK. 725/ AJ. 302/DRJ/2004 Tentang Penyelenggaraan Pengangkutan Bahan Berbahaya Dan Beracun (B3) Di Jalan. 6. Penarikan kesimpulan dan Saran Hasil kesimpulan diambil bersumber dari hasil analisa yang telah dilakukan sedangkan hasil saran yang diberikan merupakan alternatif solusi dari

permasalahan yang ada.

Jurusan Teknik Lingkungan FTSP-ITS Surabaya Gracedwi Dian Maytayani Lailatun Nikmah

3309100018 3309100070

Laporan Kerja Praktek Pengelolaan Limbah B3 PT Semen Gresik (Persero) Tbk

BAB IV PELAKSANAAN

4.1 Waktu dan Jadwal Pelaksanaan Pelaksanaan kerja praktek yang meliputi kegiatan pengenalan perusahaan,

pembelajaran pengelolaan sampah termasuk limbah B3, analisa data dan pembahasan serta penyusunan laporan dilaksanakan selama 2 bulan yanitu pada tanggal 2 Juli hingga 31 Agustus 2012 dengan masa aktif kerja sesuai dengan kebijakan perusahaan PT Semen Gresik (Persero) Tbk. Jadwal pelaksanaan kerja praktek dapat dilihat pada Tabel 4.1.

Tabel 4.1 Jadwal Pelaksanaan Kerja Praktek No 1 2 3 4 5 6 Kegiatan Pengenalan perusahaan* Pembelajaran pengelolaan limbah B3** Wawancara Studi Literatur Evaluasi Analisa data dan pembahasan Juli Agustus

Jurusan Teknik Lingkungan FTSP-ITS Surabaya Gracedwi Dian Maytayani Lailatun Nikmah

3309100018 3309100070

Laporan Kerja Praktek Pengelolaan Limbah B3 PT Semen Gresik (Persero) Tbk 7 Penyusunan Laporan * Disesuaikan dengan perusahaan ** Atas izin perusahaan Perincian dari masing masing kegitan adalah sebagai berikut: 1. Pengenalan perusahaan Pengenalan perusahaan merupakan studi pendahuluan sebagai proses adaptasi terhadap keseluruhan sistem yang ada. 2. Pembelajaran pengelolaan limbah B3 Metode yang digunakan pada tahap ini adalah observasi. Observasi dilakukan pada pengelolaan limbah B3 yang dihasilkan dari setiap tahapan proses produksi, kemudian mencatatnya. 3. Wawancara Metode wawancara dilakukan secara langsung pada pegawai yang bertanggung jawab terhadap pengeloaan limbah B3. Tujuan dari wawancara secara langsung ini agar dapat memperoleh data dilapangan terkait sampah termasuk limbah B3 yag dihasilkan serta pengelolaan yang telah dilakukan sebelumnya.

4. Studi literatur Metode ini bertujuan untuk membandingkan data lapangan yang telah diperoleh dengan literatur yang ada seperti: buku yang relevan, jurnal dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 5. Evaluasi Metode evaluasi yang dilakukan meliputi evaluasi data yang diperoleh serta evaluasi sistem yang ada di lapangan. 6. Analisis dan diskusi Metode ini bertujuan untuk menkaji dan memproses data-data yang ada hingga menghasilkan sebuah solusi dari permasalahan yang ada. 7. Penyusunan laporan Penyusunan laporan meliputi semua proses pengelolaan sampah termasuk limbah B3 yang telah dilakukan serta solusi terhadap permasalahan sehingga pengelolaan sampah serta limbah B3 semakin lebih baik. 1.1 Lokasi
Jurusan Teknik Lingkungan FTSP-ITS Surabaya Gracedwi Dian Maytayani Lailatun Nikmah

3309100018 3309100070

Laporan Kerja Praktek Pengelolaan Limbah B3 PT Semen Gresik (Persero) Tbk Lokasi pelaksanaan kerja praktek adalah PT Semen Gresik (Persero) Tbk Jalan Veteran, Gresik, 61122, Jawa Timur, Indonesia.

1.2 Pelaksana Pelaksana kerja praktek adalah 2 orang mahasiswa Teknik Lingkungan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya dengan data sebagai berikut : 1. Nama NRP Alamat Telepon/hp E-mail Pekerjaan Instansi Alamat Instansi : Gracedwi Dian Maytayani : 3309100018 : Jalan Tauchid F-19 Perum SG, Gresik : 031-3981732/ 081937744220 : mietha_15@rocketmail.com : Mahasiswa : Jurusan Teknik Lingkungan, FTSP ITS : Kampus Teknik Lingkungan ITS Sukolilo Surabaya 60111 2. Nama NRP Alamat Telepon/hp E-mail Pekerjaan Instansi Alamat Instansi : Lailatun Nikmah : 3309100070 : Deyo 002/005 Tawangrejo, Turi, Lamongan 62252 : -/ 085731854414 : lailatun09@mhs.enviro.its.ac.id : Mahasiswa : Jurusan Teknik Lingkungan, FTSP ITS : Kampus Teknik Lingkungan ITS Sukolilo, Surabaya 60111.
Jurusan Teknik Lingkungan FTSP-ITS Surabaya Gracedwi Dian Maytayani Lailatun Nikmah 3309100018 3309100070

Laporan Kerja Praktek Pengelolaan Limbah B3 PT Semen Gresik (Persero) Tbk

BAB V PENUTUP Demikian proposal ini kami buat untuk diajukan kepada PT Semen Gresik (Persero) Tbksebagai syarat untuk melakukan Kerja Praktek. Kerja praktek ini diharapkan dapat digunakan sebagai wadah untuk pengaplikasian ilmu yang telah peserta dapatkan selama proses perkuliahan. Semoga dengan adanya kegiatan kerja praktek ini, dapat terjalin kerja sama yang baik antara perguruan tinggi dengan berbagai perusahaan agar tercipta kualitas lingkungan yang lebih baik. Kami mengucapkan banyak terima kasih atas perhatian Bapak/Ibu. Besar harapan kami agar proposal kami dapat diterima.

Jurusan Teknik Lingkungan FTSP-ITS Surabaya Gracedwi Dian Maytayani Lailatun Nikmah

3309100018 3309100070

Laporan Kerja Praktek Pengelolaan Limbah B3 PT Semen Gresik (Persero) Tbk

Daftar Pustaka Dwiharto A, Sri Santi K. 2000. Laporan Kerja Praktek, Pengelolaan Lingkungan Dalam Upaya Minimalisasi Pencemaran di PT Semen Gresik (Persero) Tbk. Jurusan Teknik Lingkungan-FTSP ITS: Surabaya. Ismiyanti, Nur. 2010. Laporan Magang Tentang Penerapan Keselamatan dan

Kesehatan Kerja di PT Semen Gresik (PERSERO) Tbk. Program D3 Hiperkes dan K3. Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret: Surakarta. Keputusan Kepala Bapedal No. 1 Tahun 1995 Tentang : Tata Cara Dan Persyaratan Teknis Penyimpanan Dan Pengumpulan Limbah Bahan Berbahaya Dan Beracun. Keputusan Jendral Perhubungan Darat Nomor : SK. 725/ AJ. 302/DRJ/2004 Tentang Penyelenggaraan Pengangkutan Bahan Berbahaya Dan Beracun (B3) Di Jalan. Laporan Tahunan PT Semen Gresik (Persero) Tbk. Tahun 2010. Laporan Hasil Penilaian PROPER (Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan) dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup Tahun 2011.
Jurusan Teknik Lingkungan FTSP-ITS Surabaya Gracedwi Dian Maytayani Lailatun Nikmah

3309100018 3309100070

Laporan Kerja Praktek Pengelolaan Limbah B3 PT Semen Gresik (Persero) Tbk Peraturan Pemerintah No. 74 Tahun 2001 Tentang : Pengelolaan Bahan Berbahaya Dan Beracun. Peraturan Pemerintah No. 85 Tahun 1999 Tentang : Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya Dan Beracun. Shoba, Ana. 2006. Evaluasi Pelaksananaan Pemantauan Lingkungan Pada Beberapa Industri Di Kabupaten Tangerang (Tesis). Universitas Diponegoro: Semarang. Soenarno, Sri Murni. 2011. Pengelolaan Limbah pada Materi Pendidikan Konservasi Alam Bagi Guru Sekolah Dasar Disekitar Balai Taman Nasional Alas Purwo Angkatan 26. Yayasan IWF: Cilandak Barat. Trihadiningrum, Yulinah. 2000. Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Jurusan Teknik Lingkungan-FTSP ITS: Surabaya.

LEMBAR PENGESAHAN : Proposal Kerja Praktek Pengelolaan Limbah B3 PT Semen Gresik (Persero) Tbk Surabaya, Maret 2012 Pelaksana Mahasiswa 1 Mahasiswa 2

Gracedwi Dian Maytayani NRP. 3309100018 Menyetujui,

Lailatun Nikmah NRP. 3309100070

Jurusan Teknik Lingkungan FTSP-ITS Surabaya Gracedwi Dian Maytayani Lailatun Nikmah

3309100018 3309100070

Laporan Kerja Praktek Pengelolaan Limbah B3 PT Semen Gresik (Persero) Tbk Dosen Pembimbing Kerja Praktek Koordinator Kerja Praktek

Prof. Dr. Yulinah Trihadiningrum. MAPP.SC NIP. 19530706 198403 2 004

Alfan Purnomo ST., MT NIP. 19830304 200604 1 002

Mengetahui, Ketua Jurusan Teknik Lingkungan FTSP - ITS

Ir. Eddy Setiadi S., Dipl. SE., MSc., PhD. NIP. 19600308 198903 1 001

Jurusan Teknik Lingkungan FTSP-ITS Surabaya Gracedwi Dian Maytayani Lailatun Nikmah

3309100018 3309100070