Anda di halaman 1dari 22

Laporan Kerja Praktek Departemen Produksi II B Unit Phonska & Mixture PT.

Petrokimia Gresik BAB I PENDAHULUAN

Bab I Pendahuluan

A.Sejarah dan Latar Belakang Pendirian PT Petrokimia Gresik 1. Gambaran Umum dan Sejarah Pendirian PT Petrokimia Gresik PT Petrokimia gresik merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dibidang produksi pupuk, non pupuk, jasa fasilitas, jasa utilitas, jasa teknik dan jasa konstruksi. Perusahaan ini merupakan anak perusahaan PT Pupuk Sriwijaya dan merupakan pabrik pupuk terlengkap diantara pabrik lainnya. Jenis pupuk yang diproduksi yaitu pupuk Urea, ZA, SP-36, Phonska, NPK-Kebomas, Petroganik, KCl, ZK, RNP, DAP, TSP, dan Ammonium Phosphate. Pada mulanya perusahaan ini berada dibawah Direktorat Industri Kimia Dasar, tetapi sejak tahun 1992 berada dibawah Departemen Perindustrian dan pada awal tahun 1998 PT Petrokimia Gresik berada dibawah naungan Departemen Keuangan. Akan tetapi akibat adanya krisis moneter yang dialami bangsa Indonesia menyebabkan PT Petrokimia Gresik menjadi Holding. 2. Latar Belakang Pendirian PT Petrokimia Gresik Latar belakang pendirian PT Petrokimia Gresik berdasarkan lingkungan negara Indonesia yang merupakan negara agraris dan memiliki sumber daya alam yang sangat melimpah sehingga pembangunan dititikberatkan pada sektor pertanian. Salah satu usaha intensifikasi pertanian dilakukan dengan mendirikan pabrik-pabrik pupuk untuk memenuhi kebutuhan pupuk, salah satu diantaranya adalah PT Petrokimia Gresik. Secara kronologis sejarah singkat perkembangan PT Petrokimia Gresik adalah sebagai berikut : a. Tahun 1960 Berdasarkan ketetapan MPRS No. II/MPRS/1960 dan Keputusan Presiden No. 260/1960 direncanakan pendirian Projek Petrokimia Surabaja . Proyek ini
Page S1-Teknik Kimia UPN Veteran Jawa Timur Surabaya

Laporan Kerja Praktek Departemen Produksi II B Unit Phonska & Mixture PT. Petrokimia Gresik

Bab I Pendahuluan

merupakan prioritas dalam Pola Pengembangan Nasional Semesta Berencana Tahap I ( 1961 1969 ). b. Tahun 1962 Badan Persiapan Proyek Proyek Industri ( BP3I ) yang bernaung dibawah Departemen Perindustrian Dasar dan Pertambangan melakukan survei lokasi untuk proyek di Jawa Timur yaitu daerah Tuban, Pasuruan dan Gresik. Daerah Gresik akhirnya ditetapkan sebagai lokasi yang paling sesuai. c.Tahun 1964 Pembangunan pabrik ini dilaksanakan berdasarkan Instruksi Presiden No. 01/Instr/1963 dan diatur dalam Keputusan Presiden No. 225 tanggal 4 Nopember 1964. Pelaksanaan pembangunan ini dilaksanakan oleh Cosindit Spa dari Italia yang ditunjuk sebagai kontraktor utama. d. Tahun 1968 Pada masa ini kegiatan berhenti dikarenakan krisis ekonomi yang berkepanjangan. Dampak dari krisis tersebut menyebabkan perusahaan mengalami krisis juga. Biaya operasi yang tinggi ( impor ) yang tidak sesuai dengan penjualan menyebabkan perusahaan mengalami kerugian. Oleh karena itu, perusahaan membutuhkan suntikan dana dari kantor pusat. e.Tahun 1971 Status badan usaha dari Projek Petrokimia Surabaja diubah menjadi Perusahaan Umum ( Perum ) berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 55 tahun 1971 f. Tahun 1972 Perusahaan ini diresmikan oleh Presiden Soeharto pada tanggal 10 Juli 1972. Selanjutnya tanggal tersebut diperingati sebagai hari jadi PT Petrokimia Gresik. g.Tahun 1975 Bentuk badan usaha diubah menjadi perseroan yaitu PT Petrokimia Gresik (Persero) berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 14 tahun 1975.

Page S1-Teknik Kimia UPN Veteran Jawa Timur Surabaya

Laporan Kerja Praktek Departemen Produksi II B Unit Phonska & Mixture PT. Petrokimia Gresik h. Tahun 1997

Bab I Pendahuluan

PT Petrokimia Gresik melakukan holding dengan PT Pupuk Sriwijaya (Persero) sebagai induknya. Pada saat ini PT Petrokimia Gresik memiliki bidang usaha antara lain: industri pupuk, industri kimia, jasa fasilitas, jasa utilitas, jasa teknik, dan konstruksi. Dalam perkembangan selanjutnya PT Petrokimia Gresik telah mengalami enam perluasan yang seluruhnya diresmikan oleh Presiden Soeharto yaitu:
a. Perluasan Pertama (29 Agustus 1979)

Pembangunan pabrik pupuk TSP I oleh Spie Batignoless dari Perancis dilengkapi dengan pembangunan prasarana pelabuhan dan unit penjernihan air dari sungan Brantas di Gunung Sari serta Booster Pump di Kandangan untuk meningkatkan kapasitasnya menjadi 720 m3/jam. b. Perluasan Kedua (30 Juli 1983) Pembangunan pabrik TSP II oleh Spie Batignoless serta perluasan pelabuhan dan unit penjernihan air dari sungai Bengawan Solo di Babat dengan kapasitas 2500 m3/jam. c. Perluasan Ketiga (10 Oktober 1984) Pembangunan pabrik Asam Phospat dan produk samping yang meliputi pabrik Asam Sulfat, pabrik Cement Retarder, pabrik Alumunium Fluorida, pabrik Alumunium Sulfat, dan unit utilitas. Perluasan ini dilakukan oleh Hitachi Zosen dari Jepang. d. Perluasan Keempat (2 Mei 1986) Pembangunan pabrik pupuk ZA III oleh tenaga-tenaga dari PT Petrokimia Gresik mulai dari studi kelayakan sampai pengoperasiannya. e. Perluasan Kelima (29 April 1994) Pembangunan Pabrik Amonia-Urea dengan teknologi proses Kellog Amerika. Konstruksinya ditangani oleh PT Inti Karya Persada Teknik (IKPT) Indonesia.

Page S1-Teknik Kimia UPN Veteran Jawa Timur Surabaya

Laporan Kerja Praktek Departemen Produksi II B Unit Phonska & Mixture PT. Petrokimia Gresik

Bab I Pendahuluan

Pembangunan dimulai tahun 1991 dan ditargetkan beroperasi pada Agustus 1993. Pabrik ini mulai beroperasi tanggal 29 April 1994. f. Perluasan Keenam (25 Agustus 2000) Pembangunan pabrik pupuk NPK dengan nama Phonska. Konstruksi ditangani PT Rekayasa Industri Teknologi Industri mulai awal tahun 1999 dengan menggunakan teknologi proses oleh INCRO dari Spanyol dengan kapasitas 300.000 ton/tahun. Diresmikan pada tanggal 25 Agustus 2000 oleh Presiden Abdurrahman Wahid. g. Perluasan Ketujuh Didirikan pabrik pupuk ZK. h. Perluasan Kedelapan Didirikan pabrik pupuk NPK Blending / NPK Kebomas. i. Perluasan Kesembilan Didirikan pabrik pupuk Petroganik.

B. Lokasi Pabrik Pabrik terletak di Kabupaten Gresik, 70 km dari pusat kota Surabaya, Propinsi Jawa Timur. Kawasan pabrik menempati areal seluas 450 Ha yang mencakup tiga kecamatan, yaitu : Kecamatan Gresik , meliputi : Desa Ngipik, Karangturi, Sukorame, Tlogopojok, Lumpur Kecamatan Kebomas, meliputi : Desa Kebomas, Tlogopatut, Randu Agung

Kecamatan Manyar, meliputi : Desa Romo Meduran dan Pojok Untuk lebih jelasnya, berikut peta lokasi kota Gresik :
Page S1-Teknik Kimia UPN Veteran Jawa Timur Surabaya

Laporan Kerja Praktek Departemen Produksi II B Unit Phonska & Mixture PT. Petrokimia Gresik

Bab I Pendahuluan

Gambar I-1

Peta Kabupaten Gresik

Page S1-Teknik Kimia UPN Veteran Jawa Timur Surabaya

Laporan Kerja Praktek Departemen Produksi II B Unit Phonska & Mixture PT. Petrokimia Gresik

Bab I Pendahuluan

Gambar I-2

Peta Lokasi PT Petrokimia Gresik

1. a.

Dasar Pemilihan Lokasi Pabrik Karakteristik Lokasi Pabrik ini menempati tanah yang tidak subur untuk pertanian sehingga tidak

mengurangi areal pertanian. Hal ini karena seperti diketahui sebelumnya bahwa Gresik merupakan salah satu daerah di Jawa Timur yang kurang subur, sehingga Pemda Jatim saat itu berkeinginan untuk menjadikan Gresik sebagai kawasan industri dan salah satunya adalah PT Petrokimia Gresik. b. Ketersediaan Pasar Pabrik berada ditengah-tengah daerah pemasaran pupuk dan terbesar. Seperti yang telah diketahui bahwa saat itu PT Petrokimia Gresik merupakan perusahaan penghasil pupuk kedua setelah PT PUSRI. PT Petrokimia Gresik diharapkan mampu membantu untuk memenuhi kebutuhan pupuk terutama untuk kawasan industri bagian timur yang juga terkenal sebagai daerah pertanian dan juga sebagian daerah pulau Jawa yang merupakan pasar berpotensi besar.
Page S1-Teknik Kimia UPN Veteran Jawa Timur Surabaya

Laporan Kerja Praktek Departemen Produksi II B Unit Phonska & Mixture PT. Petrokimia Gresik c. Fasilitas Transportasi

Bab I Pendahuluan

Pabrik ini dekat dengan pelabuhan sehingga dapat mempermudah untuk bongkar pasang pada saat pembangunan konstruksi maupun bahan baku saat operasi maupun juga untuk pemasaran produknya. d. Ketersediaan Tenaga Kerja Dekat dengan kota Surabaya yang merupakan pusat tersediannya tenaga terampil dan peralatan. e. Ketersediaan Air Cukup dekat dengan sumber air dari aliran sungai Brantas dan sungai Bengawan Solo.

Page S1-Teknik Kimia UPN Veteran Jawa Timur Surabaya

Laporan Kerja Praktek Departemen Produksi II B Unit Phonska & Mixture PT. Petrokimia Gresik

Bab I Pendahuluan

Gambar I-3

Plant Layout PT Petrokimia Gresik

Page S1-Teknik Kimia UPN Veteran Jawa Timur Surabaya

Laporan Kerja Praktek Departemen Produksi II B Unit Phonska & Mixture PT. Petrokimia Gresik

Bab I Pendahuluan

Pemilihan lokasi kawasan industri ini berdasarkan atas pertimbangan keuntungan teknis dan ekonomi yang optimal yaitu: 1. Menempati tanah yang tidak subur untuk pertanian sehingga tidak mengurangi areal tanah pertanian. 2. Mudah memperoleh tenaga terlatih. 3. Berada di daerah pemasaran pupuk terbesar. 4. Dekat dengan sumber bahan konstruksi. 5. Dekat sumber bahan mentah. 6. Dekat dengan pusat pembangkit tenaga listrik. 7. Dekat dengan laut sebagai sarana transportasi.

C. Organisasi Perusahaan 1. Bentuk Perusahaan PT Petrokimia Gresik bergerak dalam bidang pengadaan pupuk, bahan kimia, dan jasa teknik. Dalam sejarah perkembangan PT Petrokimia Gresik telah mengalami perubahan bentuk perusahaan. Dari sebuah perusahaan umum menjadi perseroan dan kini holding dengan PT Pupuk Sriwijaya (Persero) yang merupakan salah satu BUMN di bawah Menteri Pendayaguunaan BUMN. 2. Fungsi Sosial dan Ekonomi Perusahaan Sebagai suatu BUMN, PT Petrokimia Gresik mempunyai fungsi sosial dan fungsi ekonomi. Hal ini tampak dalam Tri Misi BUMN, yaitu: 1. Sebagai unit ekonomi yang produktif, efisien dan menguntungkan.

2. Sebagai stabilisator ekonomi yang menunjang program pemerintah. 3. Sebagai unit penggerak pembangunan untuk wilayah sekitarnya. Fungsi sosial yang diemban adalah menampung tenaga kerja, membina sistem bapak angkat, mengadakan loka latihan keterampilan, membangun sarana ibadah dan
Page S1-Teknik Kimia UPN Veteran Jawa Timur Surabaya

Laporan Kerja Praktek Departemen Produksi II B Unit Phonska & Mixture PT. Petrokimia Gresik

Bab I Pendahuluan

mendirikan koperasi karyawan, membina mahasiswa kerja praktek, penelitian, tugas akhir dan sebagainya. Adapun fungsi ekonominya adalah menghemat dan menghasilkan devisa sebagai sumber pendapatan negara serta sebagai pelopor pembangunan daerah Gresik yang tangguh dalam upaya menunjang industri nasional. 3. Yayasan PT Petrokimia Gresik Yayasan PT Petrokimia Gresik didirikan tanggal 3 Agustus 1975 dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan karyawan. Usaha yang telah dilakukan antara lain: pengadaan rumah karyawan dengan harga semurah-murahnya, usaha lainnya berupa pemeliharaan kesehatan karyawan setelah pensiun, menyediakan dan memberikan bantuan serta menyelenggarakan pendidikan bagi karyawan yang memasuki masa pensiun dan beasiswa bagi pelajar yang berprestasi.

4. Visi dan Misi PT Petrokimia Gresik Visi : PT Petrokimia Gresik bertekad untuk menjadi produsen pupuk dan produk kimia lainnya yang berdaya saing tinggi dan produknya paling diminati konsumen.

Misi : 1. Mengutamakan

keselamatan, kesejahteraan, dan kesehatan kerja dalam

setiap kegiatan operasional. 2. Memanfaatkan profesionalisme untuk peningkatan kepuasan pelanggan. 3.Meningkatkan integritas diatas segala hal. 4.Berupaya membangun semangat kelompok yang sinergis.

Page S1-Teknik Kimia UPN Veteran Jawa Timur Surabaya

Laporan Kerja Praktek Departemen Produksi II B Unit Phonska & Mixture PT. Petrokimia Gresik

Bab I Pendahuluan

5. Logo PT Petrokimia Gresik

Gambar 1.1 Logo PT Petrokimia Gresik 6. Dasar Pemilihan Logo dan Arti Logo PT Petrokimia Gresik memilih logo hewan kerbau emas didasarkan pada : 1. Penghormatan kepada daerah Kebomas. 2. Mempunyai sikap suka bekerja keras, loyalitas tinggi, patuh, dan jujur. 3. Dikenal luas masyarakat Indonesia. Arti Logo Kerbau Emas PT Petrokimia Gresik yaitu: 1. Warna kuning emas kerbau melambangkan keagungan. 2. Daun hijau berujung lima : a. Daun hijau melambangkan kesuburan dan kesejahteraan b. Berujung lima melambangkan kelima sila dari Pancasila 3. Huruf PG singkatan dari Petrokimia Gresik. 4. Warna putih huruf PG melambangkan kesucian. Arti keseluruhan logo adalah: Dengan hati yang bersih berdasarkan lima sila Pancasila PT Petrokimia Gresik berusaha mencapai masyarakat yang adil dan makmur untuk menuju keagungan bangsa
Page S1-Teknik Kimia UPN Veteran Jawa Timur Surabaya

Laporan Kerja Praktek Departemen Produksi II B Unit Phonska & Mixture PT. Petrokimia Gresik

Bab I Pendahuluan

7. Anak-anak Perusahaan PT Petrokimia Gresik PT Petrokimia Gresik mempunyai anak-anak perusahaan sebagai berikut: a. PT Petrokimia Kayaku Pabrik formulator pestisida, merupakan perusahaan patungan dengan saham PT Petrokimia Gresik sebesar 60%, beroperasi mulai tahun 1977 dengan hasil produksi : 1. Pestisida Cair dengan kapasitas produksi sebesar 3.600 ton/Tahun 2. Pestisida Butiran dengan kapasitas produksi sebesar 12.600 ton/Tahun 3. Pestisida Tepung dengan kapasitas produksi sebesar 1.800 ton/Tahun b. PT Petrosida Gresik Menghasilkan bahan aktif pestisida dan 99,9% sahamnya dimiliki oleh PT Petrokimia Gresik. Beroperasi semenjak tahun 1984 dan dimaksudkan untuk memasok bahan baku PT Petrokimia Kayaku. Jenis produksinya adalah : 1. BPMC dengan kapasitas produksi 2. Diazinon dengan kapasitas produksi 3. MIPC dengan kapasitas produksi 4. Carbofuron dengan kapsitas produksi 5. Carbaryl dengan kapasitas produksi c. PT Petronika Perusahaan ini merupakan perusahaan patungan dengan saham PT Petrokimia Gresik 20% beroperasi sejak tahun 1985 dengan hasil produksi berupa Diocthyl phthalate ( DOP ) dengan kapasitas produksi 30.000 ton/tahun. 2.500 ton/tahun 2.500 ton/tahun 700 ton/tahun 900 ton/tahun 200 ton/tahun

Page S1-Teknik Kimia UPN Veteran Jawa Timur Surabaya

Laporan Kerja Praktek Departemen Produksi II B Unit Phonska & Mixture PT. Petrokimia Gresik d. PT Petrowidada

Bab I Pendahuluan

Perusahaan ini merupakan perusahaan patungan dengan saham PT Petrokimia Gresik 1,47%. Perusahaan ini mulai beroperasi sejak tahun 1988, dengan hasil produksinya adalah :

Phthalic Anhydride dengan kapasitas produksi 30.000 ton/tahun Meleic Anhydride dengan kapasitas produksi 1200 ton/tahun

e. PT Petrocentral Perusahaan ini merupakan perusahaan patungan dengan saham PT Petrokimia 9,8%. PT Kodel Jakarta (saham 10,83%), PT Supra Ventas (saham 6,37%), PT Salim Chemical (saham 6,37%), PT Fosfindo Surabaya (saham 12,74%), dan PT Unggul I.C (saham 53,89%). Perusahaan ini mulai beroperasi sejak tahun 1990 dengan hasil produknya adalah Sodium Tripoly Fosfat ( STPP ) dengan kapasitas produksi 40.000 ton/tahun. f. PT Kawasan Industri Gresik Perusahaan ini hasil gabungan antara PT PETROKIMIA GRESIK ( 35 % ) dan PT SEMEN GRESIK ( 65 % ). Perusahaan ini bergerak dibidang penyiapan kavling industri siap pakai seluas 135 ha termasuk export processing zone ( EPZ ). g. PT Puspetindo Perusahaan patungan PT Petrokimia Gresik (saham 32,21%), PT Pusri (32,21%), PT Rekayasa Industri (saham 7,43%), PT Mapindo Parama (saham 12,39%), dan Balcle Durrag (saham 15,76%). Perusahaan ini bergerak dibidang pembuatan peralatan pabrik seperti: 1. Pressure Vessel ( bejana bertekanan ) 2. Heat Exchanger ( penukar panas ) 3. Tower ( menara ) 4. Konstruksi Berat 5. Peralatan Cyrogenik

Page S1-Teknik Kimia UPN Veteran Jawa Timur Surabaya

Laporan Kerja Praktek Departemen Produksi II B Unit Phonska & Mixture PT. Petrokimia Gresik D. Unit Prasarana

Bab I Pendahuluan

PT Petrokimia Gresik juga mempunyai beberapa unit prasarana pendukung antara lain sebagai berikut: 1. Pelabuhan a. Kapasitas bongkar muat 3 juta ton/ tahun b. Kapasitas standar 8 kapal sekaligus : 3 kapal dengan bobot 40.000 DWT (sisi laut) 5 kapal dengan bobot 10.000 DWT (sisi darat) c. Fasilitas bongkar muat : Continous Ship Unloader (CSU) 1 unit dengan kapasitas 8000 ton/hari. Multiple Loading Crane kapasitas muat curah 120 ton/jam atau 2000 kantong/jam (kantong 50 kg). Cangaroo Crane 2 unit dengan kapasitas bongkar curah 7000 ton/hari. Belt Conveyor kapasitas angkut curah 1000 ton/jam atau 120 ton/jam untu kantong dengan panjang total 22 km. Ship Loader 2 unit dengan kapasitas masing-masing 1500 ton/hari. Fasilitas pompa dan pipa kapasitas 60 ton/jam untuk produk cair. 2. Unit pembangkit tenaga listrik milik sendiri yaitu: a. Gas Turbin Generator, terdapat pada unit produksi pupuk nitrogen mampu menghasilkan daya l33 MW. b. Steam Turbin Generator, terdapat di unit produksi asam fosfat mampu menghasilkan daya 20 MW. Selain dari kedua pembangkit tersebut diatas PT Petrokimia Gresik juga menggunakan energi listrik dari PLN sebesar 15 MW untuk kebutuhan pabrik pupuk SP-36 dan fasilitas lain. 3. a. Unit penjernihan air I Lokasi Bahan baku : Gunung Sari Surabaya : air Sungai Brantas
Page S1-Teknik Kimia UPN Veteran Jawa Timur Surabaya

Sarana air bersih

Laporan Kerja Praktek Departemen Produksi II B Unit Phonska & Mixture PT. Petrokimia Gresik Ukuran pipa Kapasitas b. Unit penjernihan air II Lokasi Bahan baku Ukuran pipa Kapasitas : Babat Lamongan : air Sungai Bengawan Solo : 28 in sepanjang 60 km : 2500 m3/jam : 14 in sepanjang 22 km : 720 m3/jam

Bab I Pendahuluan

E. Jenis Barang yang Diproduksi Oleh PT Petrokimia Gresik 1. a. Unit Pabrik I ZA I dan ZA III Urea b. Unit Pabrik II SP-36 Phonska/NPK NPK Kebomas c. Unit Pabrik III ZA II 2. Produk Non-Pupuk DAP ZK TSP Produk pupuk

a. Unit Pabrik I NH3 CO2 cair O2 N2 cair b. Unit Pabrik II HCl c. Unit Pabrik III H2SO4
Page S1-Teknik Kimia UPN Veteran Jawa Timur Surabaya

Laporan Kerja Praktek Departemen Produksi II B Unit Phonska & Mixture PT. Petrokimia Gresik H3PO4 Cement Retarder AlF3 3. Jasa Fasilitas dan Utilitas Air industri Air minum Steam Listrik Jasa pelabuhan

Bab I Pendahuluan

Jasa telepon Sewa kontainer Fee BBM Fee keagenan Sewa Kontainer/botol/fill

4. Jasa Teknik dan Konstruksi Rancang bangun dan perekayasaan Konstruksi peralatan pabrik Jasa pabrik pabrik dan pengoperasian pemeliharaan Analisa uji kimia Analisa uji me mekanik elektronik Komputerisasi Pemeriksaan Teknik dan korosi dan

F. Keselamatan dan Kesehatan Kerja ( K3 ) PT Petrokimia Gresik bertekad menjadi produsen pupuk serta bahan kimia lainnya yang produknya paling diminati oleh konsumen, yang mengutamakan K3 dan pelestarian lingkungan hidup dalam setiap kegiatan operasionalnya. Sesuai dengan nilai dasar-dasar tersebut, Direksi PT Petrokimia Gresik menetapkan kebijakan K3 sebagai berikut : 1. Direksi berusaha untuk selalu meningkatkan perlindungan K3 bagi setiap orang yang berada di tempat kerja serta mencegah adanya kejadian dan kecelakaan yang dapat merugikan perusahaan.
Page S1-Teknik Kimia UPN Veteran Jawa Timur Surabaya

Laporan Kerja Praktek Departemen Produksi II B Unit Phonska & Mixture PT. Petrokimia Gresik

Bab I Pendahuluan

2.Perusahan menetapkan UU.No1/70, Peraturan Menteri No. 05 / Men /1996 serta peraturan dan norma dibidang keselamatan dan kesehatan kerja. 3. 4. Setiap pejabat bertanggung jawab atas dipatuhinya K3 oleh setiap orang yang berada di unit kerjanya . Setiap orang yang berada ditempat kerja wajib menerapkan serta melaksanakan ketentuan dan pedoman K3. 5.Dalam hal terjadi keadaan darurat dan / atau bencana pabrik, seluruh karyawan wajib ikut serta melakukan tindakan penganggulangan.

1. Organisasi K3 PT Pretokimia Gresik a. Organisasi Struktural Organisasi K3 struktural dibentuk agar dapat menjamin penerapan K3 di PT Petrokimia Gresik sesuai dengan Undang-Undang No.1 /70 serta peraturan K3 lainnya dan penerapan K3 dapat dilaksanakan sebaik-baiknya sehingga tercapai kondisi yang aman, nyaman dan produktif. Organisasi stuktural yang membidangi K3 adalah bagian K3 dan bertanggungjawab kepada Biro Lingkunan & K3. b. Organisasi Non Struktural 1). Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) Dibentuk sebagai pemenuhan Bab VI Pasal 10 Undang-Undang No. 1/1970, sebagai wadah kerja sama antara pimpinan perusahaan dan tenaga kerja dengan tugas menganani aspek K3 secara strategis di perusahaan. Struktur Organisasi P2K3 : Ketua Wakil Ketua Sekretaris I Sekretaris II : Direktur Produksi :Kakomp Teknologi selaku Management Representative (MR) : Karo Lingkungan & K3 : Kabag Keselamatan & Kesehatan Kerja 2. Karo Personalia 3. Kabag Pemadam Kebakaran
Page S1-Teknik Kimia UPN Veteran Jawa Timur Surabaya

Anggota Tetap : 1. Kadep Keamanan

Laporan Kerja Praktek Departemen Produksi II B Unit Phonska & Mixture PT. Petrokimia Gresik 4. Kabag Pengendalian Anggota Biasa : - Semua Pejabat Eselon I & II Program Kerja P2K3: Safety meeting Inventerisasai permasalahan K3 Penerapan norma K3 Inspeksi/safety patrol Penyelidikan dan analisa kecelakaan Pendidikan dan latihan Prosedur dan tata cara evaluasi Catatan dan data K3 Laporan pertanggungjawaban Penelitian Tugas dan Tanggung Jawab P2K3 : a. Mengembangkan kerjasama saling pengertian

Bab I Pendahuluan

dan partisipasi aktif antara kerja, dalam

pimpinan perusahaan dengan setiap orang di tempat kerja.

melaksanakan tugas dan kewajibannya dibidang keselamatan dan kesehatan b. Menyelenggarakan pembinaan dan pengawasan bagi setiap orang di tempat kerja dalam usaha pencegahan kecelakaan, kebakaran dan pencemaran lingkungan (tempat) kerja. c. Mengembangkan kerjasama dibidang keselamatan dan kesehatan kerja dengan lembaga pemerintah dan/atau lembaga lainnya untuk pengembangan dan peningkatan dalam pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja di PT Petrokimia Gresik. d. Menyelenggarakan sidang P2K3 secara periodik Objek Pengawasan P2K3 : a. Sikap kerja yang dapat membahayakan b. Keadaan yang dapat membahayakan c. Kebersihan lingkungan kerja
Page S1-Teknik Kimia UPN Veteran Jawa Timur Surabaya

Laporan Kerja Praktek Departemen Produksi II B Unit Phonska & Mixture PT. Petrokimia Gresik

Bab I Pendahuluan

e . Pelaporan Kegiataan P2K3 : Dilaporkan kepada Disnaker Gresik yang meliputi kegiatan sebagai berikut: Program K3 Pembinaan K3 Pengawasan K3 Inspeksi K3 Rapat/ Pertemuan K3 Evaluasi Kinerja K3 Kegiatan tersebut di atas dilaporkan secara periodik untuk pemenuhan persyaratan penerapan SMK3 2). Sub P2K3 Adalah Organisasi yang dibentuk di Unit Kerja untuk menangani aspek K3 secara teknis di Unit Kerja Kompartemen. Struktur Organisasi Sub P2K3 : Ketua Sekretaris Anggota : Kakomp/Kasat/Sesper masing-masing Unit Kerja setempat : Kabag masing-masing Unit Kerja yang ditunjuk : 1. Semua Kadep/Karo/Kabid Unit Kerja setempat 2. Semua Kabag Unit Kerja setempat 3. Semua Safety Representative Unit Kerja setempat 4. Staff K3 Unit Kerja setempat Tugas dan tanggung jawab Sub P2K3 : 1. Membuat program K3 untuk meningkatkan kesadaran K3 di unitkerjanya. 2. Melaksanakan Pengawasan dan Pembinaan K3 di unit kerjanya. 3. Melakukan pemeriksaan K3 yang mencakup kondisi yang tidak aman, sikap yang tidak aman, kebersihan lingkungan kerja dan estetika.
Page S1-Teknik Kimia UPN Veteran Jawa Timur Surabaya

Laporan Kerja Praktek Departemen Produksi II B Unit Phonska & Mixture PT. Petrokimia Gresik 4. Melaksanakan

Bab I Pendahuluan

identifikasi bahaya , penilaian resiko, menerapkanJob Safety K3 di unit

Analisis (JSA) dan Job Safety Observation (JSO). 5. Melaksanakan rapat K3 pada bulan berjalan untuk membahas aspek kerjanya. 6. Melaksanakan tindak lanjut hasil temuan pemeriksaan dan rapat K3 di masingmasing unit kerjanya. 7. Melaporkan temuan K3 yang mempunyai potensi bahaya tinggi pada sidang P2K3. 3). Safety Representative Safety Representative adalah Komite Pelaksana K-3 yang mempunyai tugas untuk melaksanakan dan menjabarkan kebijakan K-3 perusahaan serta melakukan peningkatan-peningkatan K-3 di unit kerja yang menjadi wewenang dan tanggung jawabnya. Struktur Organisasi ; Pembina Pengawas Anggota Bergilir Anggota Tetap : Kadep/Karo/Kabid di masing-masing Unit Kerja : Kabag/Eselon III di masing-masing Unit Kerja : Karyawan Eselon IV/V/Pelaksana yang ditunjuk masing unit kerja / Safety Representative Bergilir. : Pejabat Eselon V sampai dengan Eselon I Tugas dan Tanggung Jawab Safety Representative : a. Menjadi teladan pelaksanaan K3 di unit kerjanya. b. Berperan aktif : 1. Menegakkan peraturan K3 di unit kerjanya 2. Memberikan teguran dan/atau saran kepada setiap orang yang perusahan. c. Melakukan safety patrol/pemeriksaan K3 di unit kerjanya secara mandiri atau gabungan bersama Tim Sub P2K3 yang mencakup sikap dan kondisi yang tidak aman, pemeriksaan lingkungan kerja, estetika dan aspek K3 lainnya, secara rutin d. Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kebersihan, keindahan, kenyamanan dan menjaga kerapian baik di dalam maupun di luar gedung di unit kerjanya
Page S1-Teknik Kimia UPN Veteran Jawa Timur Surabaya

masing-

melakukan

penyimpangan/pelanggaran peraturan dan prosedur K3 yang ditetapkan pimpinan

Laporan Kerja Praktek Departemen Produksi II B Unit Phonska & Mixture PT. Petrokimia Gresik

Bab I Pendahuluan

e. Mencatat semua temuan dan secara rutin membuat laporan kegiatan sesuai dengan prosedur pelaporan dan pemantauan K3 f. Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan tindak lanjut setiap temuan K3 di unit kerjanya. g. Berperan aktif : Di dalam upaya pencegahan kecelakaan, kebakaran, penyakit Melakukan pengawasan pemakaian sepeda static (crosstrainer) akibat kerja dan pencemaran lingkungan di unit kerjanya. yang ada di unit kerjanya. h. Menghadiri undangan Rapat Sub P2K3 dan/atau rapat-rapat K3 yang diadakan oleh Sub P2K3 atau unit kerjanya. 1. Sebagai Unit Bantuan Penanggulangan Kebakaran dan Penanggulangan Keadaan Darurat Pabrik di unit kerjanya dan/atau di seluruh kawasan perusahaan. j. k. Sebagai unit bantuan Pengamanan Perusahaan di Unit Kerjanya. Memantau fasilitas K3 :

Kotak P3K dan kelengkapan isinya serta memberikan saran pengisiannya. Alat Pemadam Api Ringan yang ada di unit kerjanya serta memberikan saran penggantian apabila tidak layak digunakan. Penempatran bendera petunjuk evakuasi. l. Sebagai pembawa bendera evakuasi yang ada di unit kerjanya untuk tindakan evakuasi ke Assembly Point pada saat terjadi kondisi darurat. m. Mengikuti pelatihan K3 yang dilaksanakan oleh perusahaan.

Page S1-Teknik Kimia UPN Veteran Jawa Timur Surabaya

Laporan Kerja Praktek Departemen Produksi II B Unit Phonska & Mixture PT. Petrokimia Gresik

Bab I Pendahuluan

Page S1-Teknik Kimia UPN Veteran Jawa Timur Surabaya