Anda di halaman 1dari 15

BAB III METODE PERCOBAAN

A. ALAT DAN BAHAN

Dalam eksperimen ini digunakan alat-alat dan bahan-bahan sebagai berikut : 1. Digital Voltmeter (SE 9589) 2. 3.

Apparatus (AP 9368) Apparatus Accessory Kit (AB 9369)

4. Mercury Vapor Light Source (OS 9286)

B. PROSEDUR KERJA Susunan alat h/e apparatus diperlihatkan seperti gambar berikut:

Pecobaan efek fotolistrik terdiri dari dua kegiatan eksperimen, yaitu: PERCOBAAN I Percobaan ini terdiri dari dua bagian. Pada bagian A, akan dipilih dua garis spektral dari lampu mercury dan menyelidiki energi maksimum fotoelektron sebagai fungsi intensitas. Pada bagian B, akan dipilih sejumlah garis spektral lalu menyelidiki energi maksimum fotoelektron sebagai fungsi cahaya. Bagian A 1. Mengatur h/e apparatus sehingga hanya satu garis spektral (warna) yang jatuh pada mask fotodioda. 2. Meletakkan filter yang bersesuaian dengan warna spektrum pada White Reflektive Mask. 3. Meletakkan Variable Transmission Filter di depan White Reflective Mask sehingga cahaya melewati bagian yang bertanda 100% dan pastikan bahwa cahaya mencapai jendela foto diode dengan tepat dengan cara membuka light shield. 4. Mencatat tegangan DVM pada tabel yang disediakan. Menggerakkan Variabel Transmission Filter sehingga bagian berikutnya tepat pada cahaya datang. Mencatat VDM dan perkiraan waktu pemuatan (recharge) setelah tombol discharge ditekan dan dilepaskan. 5. Mengulangi langkah 3, sampai kelima bagian filter telah diuji. Mengulangi seluruh langkah dengan warna kedua yang berbeda. Bagian B 1. Mengatur h/e apparatus sehingga hanya satu bagian dari pita warna

kuning yang jatuh pada mask fotodioda. Meletakkan filter kuning pada White Reflective Mask. 2. 3. Mencatat tegangan VDM (potensial penghenti) pada tabel yang tersedia. Mengulangi percobaan untuk setiap warna di dalam spektrum.

PERCOBAAN I Percobaan ini bertujuan untuk menyelidiki hubungan antara energi dan panjang gelombang cahaya. Dari hubungan tersebut konstanta Planck dapat ditentukan. 1. 2. Memeriksa 5 jenis warna dari dua orde pada sperktrum mercury. Mengatur h/e apparatus dengan hati-hati, sehingga hanya satu warna dari orde pertama (orde paling terang) yang jatuh pada bukaan Mask fotodioda. 3. Untuk setiap warna pada setiap orde, ukur potensial penghenti dengan DVM dan catat hasilnya pada tabel yang tersedia. Menggunakan filter kuning dan hijau pada Reflective Mask ketika pengukuran dengan cahaya kuning dan hijau dilakukan. 4. Melanjutkan pengukuran untuk orde dua dengan mengulangi seluruh proses di atas.

BAB IV HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN

A. HASIL PENGAMATAN Tabel 1 Hubungan intensitas transmisi dengan energi kinetik maksimum fotoelektron Warna % Transmisi 100 80 Kuning 60 40 20 100 80 Hijau 60 40 20 Potensial Penghenti 0,56 0,55 0,54 0,53 0,51 0,55 0,53 0,52 0,51 0,50

Tabel 2 Hubungan intensitas setiap orde dengan energi kinetik maksimum fotoelektron Orde Warna Kuning Hijau Pertama Biru Violet Ultraviolet Panjang Gelombang (nm) 578 546,074 435,835 404,656 365,483 Frekuensi (x 1014 Hz) 5,18672 5,48992 6,87858 7,40858 8,20264 Potensial Penghenti (Volt) 0,85 0,95 1,20 1,41 1,61

Kuning Hijau Kedua Biru Violet Ultraviolet

578 546,074 435,835 404,656 365,483

5,18672 5,48992 6,87858 7,40858 8,20264

0,69 0,85 1,20 1,41 1,61

B. ANALISIS DATA Mencari nilai energi kinetik maksimum

dengan : : energi kinetik maksimum fotoelektron. : potensial penghenti (stopping potential) e Hubungan fotoelektron: Dengan menggunakan persamaan : ;e= dan berdasarkan tabel pengamatan maksimum untuk setiap warna yaitu Warna Transmisi (%) 100 80 Hijau 60 40 20 Kuning 100 80 Potensial Penghenti (Vs) 0,56 0,55 0,54 0,53 0,51 0,55 0,53 Energi Kinetik maksimum ( 0,896 0,880 0,864 0,848 0,816 0,880 0,848
)

: muatan 1 elektron =

intensitas

transmisi

dengan

energi

kinetik

maksimum

maka diperoleh nilai energi kinetik

60 40 20 Hubungan intensitas setiap orde fotoelektron: Dengan menggunakan persamaan :

0,52 0,51 0,50

0,832 0,816 0,800

dengan energi kinetik maksimum

;e= dan berdasarkan tabel pengamatan maksimum untuk setiap warna yaitu Orde Warna Kuning Hijau I Biru Violet Ultraviolet Kuning Hijau II Biru Violet Ultraviolet Potensial Penghenti (V) 0,85 0,95 1,20 1,41 1,61 0,69 0,85 1,20 1,41 1,61 Energi Kinetik maksimum ( 1,360 1,520 1,920 2,256 2,576 1,104 1,360 1,920 2,256 2,576
)

maka diperoleh nilai energi kinetik

C. ANALISA GRAFIK Percobaan 1 Hubungan antara intensitas transmisi dengan potensial penghenti ditunjukkan pada grafik berikut:

1. Grafik Hubungan Intensitas Transmisi dengan Potensial Penghenti Pada Cahaya Kuning
0.57 0.56

Potensial Henti (Volt)

y = 0,000x + 0,502 R = 0,973

0.55 0.54 0.53 0.52 0.51 0.5 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 110 120

Transmisi (%)

2. Grafik Hubungan Intensitas Transmisi dengan Potensial Penghenti Pada Cahaya Hijau
0.57 0.56 0.55 0.54

y = 0,000x + 0,486 R = 0,973

Potensial Henti (Volt)

0.53 0.52 0.51 0.5 0.49 0.48 0.47 0.46 0.45 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 110 120

Transmisi (%)

Percobaan 2 Hubungan antara antara potensial penghenti dengan frekuensi ditunjukkan pada grafik berikut: 1. Grafik Hubungan Potensial Penghenti dengan Frekuensi (Pada Orde I)
1.80 1.60

y = 0,421x- 0,245 R = 0,986

Potensial Henti (Volt)

1.40 1.20 1.00 0.80 0.60 0.40 0.20 0.00 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Frekuensi ( ... X

1014

Hz)

Berdasarkan grafik diatas maka analisinya adalah sebagai berikut:

Berdasar pada analisis diatas maka dapat diperoleh nilai konstanta planck dan fungsi kerja berrdasarkan grafik yaitu sebagai berikut: a. Konstanta Planck (Pada Orde I)

Jadi nilai Konstanta Planck = b. Fungsi Kerja (Pada Orde I) Fungsi kerja dapat ditentukan dengan persamaan berikut: Dimana nilai h yaitu nilai konstanta planck berdasar pada analisis grafik diatas yaitu sebesar dan nilai e = maka diperoleh fungsi kerjanya, yang dapat dilihat pada tabel di bawah ini : Orde Warna Kuning Hijau I Biru Violet Ultraviolet frekuensi 5,18672 5,48992 6,87858 7,40858 8,20264 Potensial Fungsi
)

Penghenti (Vs) Kerja ( 0,85 0,95 1,20 1,41 1,61 2,080 2,201 2,758 2,968 3,286

2. Grafik Hubungan Potensial Penghenti dengan Frekuensi (Pada Orde II)


1.60 1.40

y = 0,417x-0,218 R = 0,956

Potensial Henti (Volt)

1.20 1.00 0.80 0.60 0.40 0.20 0.00 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Frekuensi ( ... X 1014 Hz)

Berdasarkan grafik diatas maka analisinya adalah sebagai berikut:

Berdasar pada analisis diatas maka dapat diperoleh nilai konstanta planck dan fungsi kerja berrdasarkan grafik yaitu sebagai berikut: a. Konstanta Planck (Pada Orde II)

Jadi nilai Konstanta Planck = b. Fungsi Kerja (Pada Orde II) Fungsi kerja dapat ditentukan dengan persamaan berikut:

Dimana nilai h yaitu nilai konstanta planck berdasar pada analisis grafik diatas yaitu sebesar h = 4,886 x 10-34 js dan nilai nilai e = maka diperoleh fungsi kerjanya, yang dapat dilihat pada tabel di bawah ini : Orde Warna Kuning Hijau II Biru Violet Ultraviolet Frekuensi (v) 5,18672 5,48992 6,87858 7,40858 8,20264 Potensial Fungsi
)

Penghenti (Vs) Kerja( 0,69 0,85 1,20 1,41 1,61 2,523 2,669 3,342 3,597 3,982

Berdasarkan analisis grafik maka konstanta Planck rata-ratanya yaitu: Pada orde I konstanta planck (h) yang diperoleh yaitu : 5,037 x 10-34 Js Pada orde II konstanta planck (h) yang diperoleh yaitu : 4,886 x 10-34 Js ( )

h = 4,961 x 10-34 Js

Besar Kesalahannya (% Diff):

x 100%

x 100%

= 25,06%

D. PEMBAHASAN Pada eksperimen ini dilakukan percobaan efek fotolistrik, Gejala foto listrik adalah munculnya arus listrik atau lepasnya elektron yang bermuatan negatif dari permukaan sebuah logam akibat permukaan logam tersebut disinari dengan berkas cahaya yang mempunyai panjang gelombang atau frekuensi tertentu. Dalam eksperimen ini memiliki dua tujuan yaitu tujuan umum dan tujuan khusus dimana tujuan umum eksperimen fotolistrik adalah untuk membuktikan adannya dualisme partikel gelombang dan mengerti tentang eksperimen fotolistrik, sedangkan tujuan khususnya adalah untuk menentukan fungsi kerja (work function) sel foto (photo cell) , dan menentukan nilai tetapan Planck dan tenaga kinetik maksimum foto elektron.
Dalam percobaan ini, didapatkan data bahwa semakin kecil nilai relatif transmision (yang diunjukkan dengan penurunan dengan range dari 100% hingga 20%), maka nilai potensial penghenti untuk masing-masing warna semakin membesar.

Misalnya untuk warna kuning, dari bernilai 0,56 volt pada relatif transmision 100% menjadi 0,51 volt pada relatif transmision 20%. Penurunan nilai potensial penghenti tersebut juga berlaku untuk jenis warna hijau. Sehingga disini dapat diketahui bahwa nilai relatif transmision berbanding terbalik dengan nilai potensial penghenti untuk masing-masing warna, yaitu semakin besar nilai potensial penghenti maka nilai relatif transmision akan semakin kecil. Demikian juga, semakin kecil nilai potensial penghenti maka nilai relatif transmision akan semakin besar. Dari tabel pengamatan yang pertama dapat dilihat bahwa intensitas transmisi sangat berpengaruh pada potensial penghentinya hal ini sesuai dengan teori bahwa cahaya itu bersifat sebagai partikel seperti yang diungkapkan oleh fisika klasik. Dan pada tabel pengamatan kedua dapat dilihat pula bahwa frkeunsi dan panjang gelombang setiap warna juga mempengaruhi potensial penghentinya hal ini hal ini sesuai dengan teori bahwa cahaya itu bersifat sebagai gelombang seperti yang diungkapkan oleh fisika kuantum. Berdasarkan analisis grafik dari percobaan yang telah dilakukan diperoleh nilai konstanta planck yaitu sebesar 4,961 x 10-34 Js . Hal ini berbeda sedikit dengan

teori yaitu sebesar 6,62 x 10-34 Js. Hal itu disebabkan mungkin karena kekurang hati-hatian dalam pengamatan warna baik itu pada orde pertama maupun pada orde kedua. Dan pada percobaan ini pula diperoleh nilai fungsi kerjanya yang tergantung pada frekuensi dan potensial penghenti pada setiap warna.

BAB V PENUTUP A. KESIMPULAN Berdasarkan hasil pengamatan dan analisis data dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Konstanta Planck yang diperoleh dari percobaan ini sebesar 4,961 x 10-34 Js Energi kinetik fotoelektron akan semakin besar jika diperbesar. Pada percobaan I, penghentinya). Pada percobaan II, potensial penghentinya ini sesuai dengan teori kuantum. bergantung pada frekuensi. Hal nya bergantung pada intensitas transmisi (potensial (potensial penghenti)

B. SARAN Gelombang cahaya untuk warna biru dalam eksperimen yang dilakukan sulit teridentifikasi, sehingga disini diperlukan sensor penangkap yang lebih peka lagi untuk lebih mendapatkan keakuratan data.

DAFTAR PUSTAKA

Beiser, Arthur. 1999. Konsep Fisika Modern. Jakarta: Erlangga.

Daud,

Jasruddin. M. 2005. Pengantar University of Makassar Press.

Fisika

Modern.

Makassar:

State

Krane, Kenneth. 1992. Fisika Modern. Jakarta: Universitas Indonesia. Muljono. 2003. Fisika Modern. Yogyakarta: Andi. Purwanto, Agus.1999. Fisika Kuantum. Yogyakarta: Penerbit Gaya Media.

Tim Penyusun Panduan Eksperimen Fisika Modern, 2011. Penuntun Eksperimen Fisika Modern. Makassar: Laboratorium Fisika. Fisika UNM.