Anda di halaman 1dari 5

Bentukan lahan denudasional

A. Perbukitan terkikis
Merupakan suatu bentuk lahan yang tidak teratur mempunyai ketinggian 75-300 m. Lereng relatif miring sampai curam, di dominasi oleh kenampakan erosi ringan sampai berat. Memiliki jenis batuan bervariasi, material permukaan laut sampai kerikil, setempat-setempat dijumpai singkapan batuan induk.

Bukit yang terbentuk dari proses denudasional di P. Berhala

B. Bukit sisa
Merupakan suatu bentuk lahan dengan ketinggian 75-300 m, yang terbentuk akibat erosi berat di masa lampau sehingga terpisah dari perbukitan yang berdekatan dengan bentuk lahan tersebut. Lereng miring sampai sangat curam, proses geomorfologi yg mempengaruhi adalah erosi. Jenis batuan bervariasi, material permukaan liat sampai kerikil, setempat-setempat tersingkap batuan induk.

C. Dataran nyaris

Akibat proses denudasional yang bekerja pada pegunungan secara terus menerus, maka permukaan lahan pada daerah tersebut menurun ketinggiannya dan membentuk permukaan yang hamper datar yang disebut dataran nyaris (peneplain). Dataran nyaris dikontrol oleh batuan penyusunan yang mempunyai struktur berlapis (layer). Apabila batuan penyusun tersebut masih dan mempunyai permukaan yang datar akibat erosi, maka disebut permukaan planasi.

D. Lereng kaki
Merupakan suatu bentuk lahan yang merupakan akumulasi materi koluvium pada daerah perbukitan atau pegunungan. Lereng agak miring sampai miring, proses geomorfologi yang didominasi sedimentasi. Jenis batuan berupa rombakan lereng, material permukaan pasir sampai kerikil.

E. Kipas Rombakan Lereng

Mempunyai topografi berbentuk kerucut/kipas dengan lereng curam (350). Secara individu fragmen batuan bervariasi dari ukuran pasir hingga blok, tergantung pada besarnya cliff dan batuan yang hancur. Fragmen berukuran kecil terendapkan pada bagian atas kerucut (apex) sedangkan fragmen yang kasar meluncur ke bawah dan terendapkan di bagian bawah kerucut talus.

F. Lahan Rusak (Bad land)


Merupakan daerah yang mempunyai topografi dengan lereng curam hingga sangat curam dan terkikis sangat kuat sehingga mempunyai bentuk lembah-lembah yang dalam dan berdinding curam serta berigir tajam (knife-like) dan membulat. Proses erosi parit (gully erosion) sangat aktif sehingga banyak singkapan batuan muncul ke permukaan (rock outcrops).

Bentukan lahan glasial


A.Dataran morena (Moraine)

Moraine adalah akumulasi glacially terbentuk dari puing-puing glasial terkonsolidasi (tanah dan batuan) yang dapat terjadi di daerah saat ini dan sebelumnya glasial dan menjadi daerah glacsial, seperti daerah-daerah ditindaklanjuti dengan maksimum glasial masa lalu. puing ini mungkin telah dipetik dari lantai lembah sebagai gletser maju atau mungkin telah jatuh dari dinding lembah sebagai akibat dari wedging es atau tanah longsor. Morain dapat terdiri dari puing-puing mulai dari ukuran-ukuran lumpur tepung glasial untuk batu-batu besar. Puing-puing biasanya sub-sudut untuk bulat dalam bentuk. Morain mungkin pada permukaan gletser atau disimpan sebagai tumpukan atau lembaran dari puing-puing di mana gletser telah mencair. Morain juga dapat terjadi ketika gunung es gletser-atau-diangkut batu jatuh ke dalam badan air sebagai es mencair

B.Lembah cirques (cirques glacial)


Sebuah arena gletser terbentuk dalam, arena berbentuk mangkuk cekungan di sisi atau dekat pegunungan. Salju dan es akumulasi dalam corries sering terjadi sebagai akibat dari avalanching dari lereng sekitarnya yang lebih tinggi.

C.pegunungan arte
Suatu bentuk lahan yang tertutup oleh akumulasi hamparan es, pada ketinggian diatas 5000 m. Lereng miring samapai sangat terjal, dengan

proses longsoran es dan gletser. Jenis batuan tidak diketahui, material permukaan es. Jenis tanah tidak diketahui.