Anda di halaman 1dari 16

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)

PEKERJAAN : FEASIBILITY STUDY GORONTALO OUTER RING ROAD (STUDY KELAYAKAN RUAS JALAN LINGKAR LUAR GORONTALO)

1. LATAR BELAKANG Peranan jalan, sebagaimana dijelaskan dalam UU Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan adalah sebagai bagian sarana transportasi mempunyai peranan penting dalam bidang ekonomi, sosial budaya, lingkungan hidup, politik, pertahanan dan keamanan. Dengan demikian jalan merupakan urat nadi dalam kehidupan masyarakat, bangsa dan negara menduduki posisi penting yang strategis di dalam kegiatan pembangunan terutama untuk pembangunan pengembangan wilayah. Pembangunan Jalan di Provinsi Gorontalo mempunyai peranan yang sangat penting, khususnya untuk pengembangan wilayah dan menjadi penunjang dalam pengembangan simpul-simpul transportasi jaln strategis nasional di wilayah Provinsi Gorontalo yang menghubungkan antara Bandar Udara Jalaludin, sebagai salah satu pusat kawasan strategis, menuju ke Kota Gorontalo sebagai ibu kota Provinsi Gorontalo. Untuk tahapan pembangunan jalan sebelum prarencana dan pelaksanaan konstruksi, perlu dilakukan kajian Feasibility Study (FS) sehingga tahap perencanaan dan pelaksanaan konstruksi hasilnya akan optimal. Untuk syarat tersebut diatas maka Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam hal ini diwakili oleh Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Gorontalo bermaksud menunjuk konsultan untuk melakukan kegiatan Feasibility Study Gorontalo Outer Ring Road (Study Kelayakan Ruas Jalan Lingkar Luar Gorontalo). 2. MAKSUD DAN TUJUAN 2.1 Maksud Maksud dari kegiatan ini adalah mempersiapkan suatu studi kelayakan peningkatan/pembangunan jalan dan pra rencana teknis yang lengkap pada trase lingkar luar Gorontalo.

2.2 Tujuan Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk mendapatkan suatu studi kelayakan jalan dan pra rencana teknis yang nantinya dapat dipergunakan dalam perencanaan teknis dan peningkatan/pembangunan jalan lingkar luar Gorontalo. Sedangkan secara khusus tujuan dari kegiatan ini adalah untuk:
1. Melakukan kajian kelayakan atas peningkatan/pembangunan jalan lingkar luar

Gorontalo.
2. Penyusunan Pra Rencana Teknis yang optimum dari segi teknis dan ekonomi sebagai

bahan untuk perencanaan dan penigkatan/pembangunan jalan lingkar luar Gorontalo.


3. SASARAN

Sasaran dari kegiatan ini adalah:


Tersedianya dokumen Studi Kelayakan sebagai bahan untuk perencanaan teknis dan

peningkatan/pembangunan jalan jalan lingkar luar Gorontalo.


Dihasilkannya Pra Rencana Teknis yang optimum dari segi teknis dan ekonomis 4. NAMA DAN ORGANISASI PENGGUNA JASA

Pengguna Jasa adalah Subdin Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, ProvinsiGorontalo.
5. SUMBER PENDANAAN

Untuk pelaksanaan kegiatan ini diperlukan biaya kurang lebih Rp 2.445.850.000,-(Dua Milyar Empat Ratus Empat Puluh Lima Juta Delapan Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah) termasuk PPN dibiayai APBD Provinsi Gorontalo Tahun Anggaran 2012.
6. LINGKUP, LOKASI KEGIATAN, DATA DAN FASILITAS PENUNJANG SERTA ALIH

PENGETAHUAN 6.a Lingkup Pekerjaan Lingkup pekerjaan studi kelayakan jalan lingkar luar Gorontalo ini mencakup:
a. Penentuan rute dan penanganan terpilih yang paling layak secara teknis dan ekonomis b. Penyusunan pra-rencana teknis untuk rute terpilih berdasarkan survei yang lengkap.

Konsultan harus membuat Rencana Kerja Terinci mengenai semua tahapan kegiatan yang akan dilaksanakan. Rencana kerja ini akan digunakan sebagai acuan pembayaran bagi konsultan dan pemantauan kemajuan pekerjaan.

Konsultan dapat menggunakan data sekunder untuk penyusunan studi kelayakan dan pra rencana teknis, antara lain data; statistik, sistem transportasi, peta lainnya seperti peta dasar rupa bumi lokasi proyek, dan lain-lain. Konsultan diwajibkan melakukan survei pendahuluan serta survei teknis/primer secara lengkap dan detail.Survei Pendahuluan dan survei teknis mencakup survei-survei topografi, lalu lintas, geologi dan geoteknik.hidrologi, utilitas dan budaya serta dokumentasi foto dan video. Konsultan harus dapat menentukansurvei teknis yang diperlukan pada tahap penentuan rute terpilih dan tahap pra rencana teknis. Konsultan melakukan survei teknis/primer harus menggunakan standar aturan/tata cara yang berlaku. Dalam Survei Lalu Lintas pada ruas jalan, Pencacahan lalu lintas dilakukan selama 3 hari secara terus menerus (3x24 jam) sebanyak 10 Pos. Dalam pelaksanaansurvei lalu lintas, konsultan juga diharuskan melakukan survey Travel Time selama 2 hari secara terus menerus pada ruas jalan yang dapat mencerminkan rencana kecepatan untuk rute jalan pada studi kelayakan ini. Konsultan juga harus melakukan survei OD sebanyak 5 Pos. Lokasi survei dipilih harus dapat mewakili kondisi lalu lintas yang ada. Konsultan harus melakukan survei topografi di sepanjang rencana trase jalan di dalam koridor yang ditetapkan untuk penyiapan peta topografi dengan skala 1 : 1000. Dalam survey topografi konsultan harus memperhatikan beberapa hal diantaranya:
Patok-patok BM harus dibuat dari beton dengan ukuran 20X20X125 cm di atasnya

dipasang neut dari baut, ditempatkan pada tempat yang aman, mudah terlihat. Patok BM dipasang setiap 1 (satu) km dan pada awal dan akhir proyek masing-masing 1 (satu) pasang.
Patok BM harus dipasang/ditanam dengan kuat, bagian tampak di atas tanah setinggi

20 cm, dicat warna kuning, diberi lambang Dep. PU, notasi dan nomor BM dengan warna hitam.
Patok BM yang sudah terpasang, kemudian diphoto sebagai dokumentasi yang

dilengkapi dengan nilai koordinat serta elevasi.


Harus melakukan pengukuran titik kontrol horizontal, pengukuran titik kontrol vertical,

pengukuran penampang melintang dan memanjang tiap 50 m atau lebih dekat disesuaikan dengan kebutuhan dan pengukuran situasi lengkap dengan koridor minimal 75 m kiri dan 75 m kanan dari rencan trase jalan.
Untuk penggambaran; Polygon harus dibuat skala 1 : 1.000 untuk jalan, garis-garis grid

dibuat setiap 10 cm, koordinat grid terluar (dari gambar) harus dicantumkan harga

absis (x) dan ordinat (y)-nya. Pada setiap lembar gambar dan/atau setiap 1 meter panjang gambar harus dicantumkan petunjuk arah Utara, penggambaran titik polygon harus berdasarkan hasil perhitungan dan tidak boleh dilakukan secara grafis, setiap titik ikat (BM) agar dicantumkan nilai X,Y,Z-nya dan diberi tanda khusus.
Perhitngan koordinat polygon utama didasarkan pada titik-titik ikat (BM) yang

mempergunakan koordinat UTM


Referensi leveling menggunakan referensi Titik Tinggi Geodesi (TTG) Peralatan yang dipakai untuk pengukuran topografi adalah total station dan untuk

leveling menggunakan water pass. Survei geoteknik yang dilakukan antara lain terdiri dari:

Bor mesin sampai mencapai kedalaman 30 m atau setelah mencapai lapisan tanah keras, mencakup 1 (satu) titik setiap rencana jembatan/simpang susun atau yang melintasi sungai. Pada setiap pengeboran dilakukan pengambilan nilai SPT per 1,5 meter. Untuk setiap lobang bor harus dilakukan pengambilan sampel tanah undisturbed dengan interval 3 m. Untuk setiap sampel yang diambil harus dilakukan pengujian laboratorium berupa besaran Index Properties meliputi: specific gravity, Bulk density, Moisture content, Atterberg limit, Grain size analysis dan Engineering Properties meliputi: Triaxial compression test (unconsolidation undrained), Unconfined compressive strength, Direct shear test.

Pelaksanaan bor tangan pada rencana badan jalan dilakukan sebanyak 30 titik dengan 2 contoh tanah tidak tergangu (undisturbed sample) untuk setiap titik. Terhadap undisturbed sample harus dikerjakan laboratory test ntuk menentukan index dan structural properties tanah. Besaran Index Properties meliputi: specific gravity, Bulk density, Moisture content, Atterberg limit, Grain size analysis dan Engineering Properties meliputi: Triaxial compression test (unconsolidation undrained), Unconfined compressive strength,Direct shear test dan consolidation test.

Pekerjaan sondir harus dilakukan untuk mendapatkan gambaran mengenai kekuatan tanah pada lokasi yang ditinjau, sekurang-kurangnya dilaksanakan tiap 1 kmpada rencana trase jalan yang terpilih. Hasil dari sondir ini kemudian akan dicocokkan dengan hasil pengeboran untuk mengetahui kondisi tanah pada ruas jalan dimaksud.

Metode pengujian sesuai Manual Pemeriksaaan Bahan Jalan No. 01/MN/BM/1976, hasil survei geoteknik yang meliputi semua kegiatan survei, pengujian-pengujian, serta rekomendasi yang diberikan oleh konsultan harus dibuat dan menjadi bagian dari Laporan Antara.

Dalam Survei Hidrologi konsultan harus melakukan survei terhadap tinggi muka air banjir, posisi dan dimensi saluranyang dilalui oleh rencana rute jalan, sebagai dasar perencanaan geometric jalan. Sistem drainase yang sudah ada (setokan samping pipa drainage, gorong-gorong, saluran irigasi, dll) akan diperiksa untuk menyediakan fasilitas drainage yang memadai. Konsultan juga harus melakukan survei nilai harga tanah untuk memperoleh nilai harga tanah dilakukan di sepanjang koridor rencana jalan dan daerah yang bertetangga (bila diperlukan), yang bertujuan untuk memperkirakan nilai harga tanah yang harus dibebaskan untuk pembangunan jalan antara lain metiputi; data harga tanah, inventarisasi bangunan, tanaman dan benda-benda lain, survei tata guna lahan, analisis penilaian harga pembuatan peta nilai tanah (hasil inventarisasi), dan perkiraan harga tanah, bangunan, tanaman dan benda-benda lainnya. Selain survei di atas konsultan perlu juga mengumpulkan data sekunder antara lain: - Data nilai jual obyek pajak dari Kantor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). - Data jual-beli maupun informasi terkait dari agen properti. - Data tata guna lahan (land use) dari Pemerintah Provinsi/ Pemerintah Kota atau Kantor PBB. - Perundangan dan peraturan yang berhubungan dengan tanah. - Peta administrasi Seluruh hasil survei harus diplot di atas peta plan koridor pra desain. Survei harga tanah dibuat dalam tabel yang memberikan informasi land use tanah, lokasi (kelurahan/desa, kecamatan, kabupaten) dan harga. Konsultan juga harus melakukan Survei Sosial Ekonomi untuk mendapatkan masukan untuk proses peramalan kebutuhan lalu Lintas berkaitan dengan perubahan sosial dan/atau pertumbuhan ekonomi yang meliputi: Pengumpulan Data sekunder (seperti yang telah diuraikan di atas) dan Pengumpulan Data primer (sesuai kebutuhan). Untuk studi kelayakan ini, Konsultan juga harus melakukan analisis mencakup antara lain:
Analisis Perkiraan Biaya Pengadaan Tanah Analisis/ Peramalan Lalu Lintas kegiatan meliputi : Penyusunan/Kalibrasi Model Peruntukkan Lalu Lintas Model Jaringan Jalan terbaru Kerangka Pengembangan Sosio-Ekonomi Proyeksi Volume Lalu Lintas

Analisis Kelayakan Data hasil reconnaissance dan data sekunder dievaluasi dan dianatisis dengan

penekanan kepada: orientasi geografis pelayanan jalan yang akan dibangun, keterkaitan antara sektor dan sub-sektor, serta pengaruh rencana jalan pada perkembangan sosial ekonomi regional.
Berdasarkan hasil analisis data, dilakukan penyusunan alternatif-alternatif rute yang

layak untuk dipertimbangkan sebagai rute terpilih. Penentuan rute terpilih dilakukan dengan mempertimbangkan aspek-aspek teknis, keuangan, lingkungan, dan sosial budaya di sekitar trase rute terpilih.
Pengkajian rute terpilih juga didasarkan: preliminary project cost,preliminary

economic, serta socio-economic and environmental impact.


Analisis ekonomi dilakukan untuk memastikan bahwa pembangunan jalan layak

dilaksanakan.
Analisis lingkungan dilakukan untuk memperoleh informasi dampak-dampak

lingkungan yang akan terjadi selama kegiatan proyek sejak pra konstruksi, konstruksi dan pasca konstruksi.
Dengan menggunakan rute terpilih, dilakukan pra rencana teknis yang meliputi

desain geometrik, struktur dan perkerasan, perkiraan biaya konstruksi dan pembebasan tanah, analisis geologis dan geoteknik, serta analisis hidrologi dan drainase.
Pada rute terpilih dilakukan analisis terhadap: kemudahan pembebasan tanah,

pertimbangan terhadap rencana pengembangan jaringan jalan, kondisi tata guna lahan serta peminimalan biaya konstruksi. Konsultan harus melakukan rencana teknis awal (pra desain) yang ada meliputi geometrik jalan, perkerasan, bangunan-bangunan persilangan, struktur, fasilitas rencana jalan. Dalam kegiatan perencanaan teknis konsultan melakukan:
penyusunan gambar pra rencana teknis meliputi :

- Plan and Profile jalan dibuat dalam skala 1 : 1.000 - Tipikal penampang melintang (cross section) - Tipikal perkerasan - Gambar plan fasilitas rencana jalan
Perkiraan Biaya Konstruksi Perkiraan Biaya Pemeliharaan (Rutin dan Berkala)

6.b Lokasi Kegiatan Kegiatan jasa konsultansi ini harus dilaksanakan di wilayah Provinsi Gorontalo.

6.cData Dan Fasilitas Penunjang 6.c.1 Penyediaan oleh Kuasa Pengguna Anggaran Data dan fasilitas yang disediakan oleh Kuasa Pengguna Anggaran yang dapat dipergunakan dan harus dipelihara oleh penyedia jasa:
Laporan dan Data

Penyedia jasa dapat memperoleh dan menggunakan data dan informasi dari pengguna jasa, peta-peta serta informasi lain yang tersedia dan dapat berguna bagi kelancaran kegiatan ini.
Akomodasi dan Ruangan Kantor

Kuasa Pengguna Anggaran tidak menyediakan fasilitas akomodasi dan ruangan kantor, untuk itu penyedia jasa harus menyediakan akomodasi dan ruangan kantor untuk menyelesaikan kegiatan ini dengan cara di sewa.
Staf Pengawas/Pendamping

Kuasa Pengguna Anggaran akan mengangkat petugas atau wakilnya yang bertindak sebagai prject officer (PO) dalam rangka pelaksanaan jasa konsultansi.
Kuasa Pengguna Anggaran tidak menyediakan fasilitas yang dapat dipergunakan oleh

penyedia jasa. 6.c.2 Penyediaan oleh penyedia jasa Penyedia jasa harus menyediakan semua fasilitas dan peratatan yang dipergunakan untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan. Barang-barang yang harus disediakan oleh penyedia jasa dengan cara disewa antara lain: kendaraan roda 4, komputer, printer dan infocus. 7. PENDEKATAN DAN METODOLOGI Konsultan diharuskan menyusun metodologi yang sesuai dengan kaidah teknis dan lingkup kegiatan dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran. Metodologi yang dimaksud harus mencakup beberapa hal namun tidak terbatas pada :

Metodologi Pustaka dan Instansional Metodologi Survei Metodologi Analisis.

8.JANGKA WAKTU PELAKSANAAN Jangka waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan ini diperkirakan 5 (lima) bulan atau 150 (seratus limapuluh) hari kalender.

9.TENAGA AHLI Tenaga ahli yang diperlukan untuk pekerjaan ini:

NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

Posisi Ahli Perencanaan Transportasi (Team Leader) Ahli Teknik Jalan Ahli Struktur/Jembatan Ahli Lalulintas Ahli Geodesi Ahli Geoteknik/Mekanika Tanah Ahli Hidrologi Ahli Geologi Ahli Perencanaan Wilayah Ahli Ekonomi Transportasi Ahli Sosial Budaya Ahli Lingkungan

Pendidikan S2 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1

Pengalaman (tahun) 13 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9

Masing-masing tenaga ahli tersebut di atas adalah sebagai berikut. a. Ketua Tim (Ahli Perencana Transportasi) Mempunyai sertifikat keahlian Perencana Jalan/Transportasi dengan jumlah Orang Bulan sebesar 5 (Lima) OB. Ketua Tim disyaratkan seorang Sarjana Teknik Strata 2 (S2) Jurusan Teknik Sipil lulusan universitas/perguruan tinggi negeri atau perguruan tinggi swasta yang telah diakreditasi atau yang telah lulus ujian negara atau perguruan tinggi luar negeri yang telah diakreditasi dan berpengalaman dalam melaksanakan pekerjaan studi/perencanaan jalan dan jembatan lebih diutamakan/disukai 13 (tiga belas) tahun. Diutamakan yang telah mengikuti pelatihan tenaga ahli konsultansi bidang ke-PU-an dari LPJK. Sebagai ketua tim, tugas utamanya adalah memimpin dan mengkoordinir seluruh kegiatan anggota .tim kerja dalam melaksanakan pekerjaan sampai dengan pekerjaan dinyatakan selesai. b. Ahli Jalan Raya (Highway Engineer) Mempunyai sertifikat keahlian Perencana Jalan dengan jumlah Orang Bulan sebesar 5 (lima) OB. Tenaga ahli yang disyaratkan adalah Sarjana Teknik Sipil Strata 1 (S1) lulusan universitas/perguruan tinggi negeri atau perguruan tinggi swasta yang telah diakreditasi atau yang telah lulus ujian negara atau perguruan tinggi luar negeri yang telah diakreditasi yang berpengalaman dalam melaksanakan pekerjaan studi/perencanaan jalan dan jembatan lebih diutamakan/disukai 9 (Sembilan) tahun, diutamakan yang telah mengikuti

pelatihan tenaga ahli konsultansi bidang ke-PU-an dari LPJK. Tenaga ahli tersebut tugas utamanya adalah: Menyusun rencana kerja survei serta mengendatikan semua personil yang terlibat dalam pengumpulan data lapangan. Memeriksa hasil pengumpulan data lapangan serta menganalisanya. Bertanggung jawab atas semua analisa/perhitungan perkerasan dan perencanaan geometrik jalan/jembatan serta gambar-gambar. Bersama-sama ketua tim dan ahli lainnya menyusun pelaporan. c. Ahli Struktur Jembatan (Bridge Engineer) Mempunyai sertifikat keahlian Perencana Jembatan dengan Orang Bulan sebesar 5 (Lima) OB. Tenaga ahli yang disyaratkan adalah Sarjana Teknik sipil Strata 1 (S1) lulusan universitas/perguruan tinggi negeri atau perguruan tinggi swasta yang telah diakreditasi atau yang telah lulus ujian negara atau perguruan tinggi luar negeri yang telah diakreditasi yang berpengalaman dalam melaksanakan pekerjaan studi/perencanaan jalan dan jembatan lebih diutamakan/disukai 9 (sembilan) tahun, diutamakan yang telah mengikuti pelatihan tenaga ahli konsultansi bidang ke-PU-an dari LPJK. Tenaga ahli tersebut tugas utamanya adalah :
Bertanggung jawab atas semua analisa/perhitungan struktur jembatan serta gambar-

gambar perencanaan.
Bersama-sama ketua tim dan ahli lainnya menyusun pelaporan.

d. Ahli Lalu Lintas (Traffic Engineer) Mempunyai kemampuan dalam analisis lalu lintas dengan jumlah Orang Bulan sebesar 5 (lima) OB. Tenaga ahli yang disyaratkan adalah Sarjana Teknik sipil Strata 1 (S1) lulusan universitas/perguruan tinggi negeri atau perguruan tinggi swasta yang telah diakreditasi atau yang telah lulus ujian negara atau perguruan tinggi luar negeri yang telah diakreditasi yang berpengalaman dalam melaksanakan pekerjaan studi/perencanaan jalan dan jembatan lebih diutamakan/disukai 9 (sembilan) tahun, diutamakan yang telah mengikuti pelatihan tenaga ahli konsultansi bidang ke-PU-an dari LPJK. Tenaga ahli tersebut tugas utamanya adalah:
Menyusun rencana kerja survei serta mengendalikan semua personil yang terlibat

dalam pengumpulan data lapangan.


Memeriksa hasil pengumpulan data lapangan. Bertanggung jawab atas semua analisis/perhitungan lalu lintas. Bersama-sama ketua tim dan ahli lainnya menyusun pelaporan.

e. Ahli Hidrologi Mempunyai sertifikat keahlian Sumber Daya Air dengan jumlah Orang Bulan sebesar 5 (Lima) OB. Tenaga ahli yang disyaratkan adalah Sarjana Teknik Sipil Strata 1 (S1) lulusan universitas/perguruan tinggi negeri atau perguruan tinggi swasta yang telah diakreditasi atau yang telah lulus ujian negara atau perguruan tinggi luar negeri yang telah diakreditasi yang berpengalaman dalam melaksanakan pekerjaan studi/perencanaan bangunan air, studi/perencanaan jalan dan jembatan lebih diutamakan/disukai 9 (sembilan) tahun, diutamakan yang telah mengikuti pelatihan tenaga ahli konsultansi bidang ke-PU-an dari LPJK. Tenaga ahli tersebut tugas utamanya adalah:
Menyusun rencana kerja survei serta mengendalikan semua personil yang terlibat

dalam pengumpulan data lapangan.


Memeriksa hasil pengumpulan data lapangan. Bertanggung jawab atas semua analisis/perhitungan hidrologi. Bersama-sama ketua tim dan ahli lainnya menyusun pelaporan.

f.

Ahli Geodesi (Geodetic Engineer)

Mempunyai sertifikat keahlian Geodesi/Surveyor jumlah Orang Bulan sebesar 5 (Lima) OB. Tenaga ahli yang disyaratkan adatah Sarjana Teknik Sipil atau Teknik Geodesi Strata 1 (S1) lulusan universitas/perguruan tinggi negeri atau perguruan tinggi swasta yang telah diakreditasi atau yang tetah lulus ujian negara atau perguruan tinggi luar negeri yang tetah diakreditasi yang berpengalaman datam metaksanakan pekerjaan topografi/pemetaan lebih diutamakan/disukai 9 (sembilan) tahun, diutamakan yang tetah mengikuti petatihan tenaga ahti konsultansi bidang ke-PU-an dari LPJK. Tenaga ahti tersebut tugas utamanya adalah:
Menyusun rencana kerja survei serta mengendalikan semua personil yang terlibat

datam pengumpulan data lapangan.


Memeriksa dan menganalisa data lapangan. Bertanggung jawab atas semua analisis topografi serta penggambaran. Bersama-sama ketua tim dan ahli tainnya menyusun petaporan.

g. Ahli Geoteknik/Mekanika Tanah Mempunyai sertifikat keahlian Geoteknik dengan jumlah Orang Bulan sebesar 5 (Lima) OB. Tenaga ahli yang disyaratkan adatah Sarjana Teknik Sipil Strata 1 (S1) lulusan universitas/perguruan tinggi negeri atau perguruan tinggi swasta yang tetah diakreditasi atau yang tetah lulus ujian negara atau perguruan tinggi luar negeri yang telah diakreditasi yang berpengataman datam metaksanakan pekerjaan penyetidikan tanah lebih diutamakan/disukai 9 (sembilan) tahun, diutamakan yang telah mengikuti petatihan

tenaga ahli konsultansi bidang ke-PU-an dari LPJK. Tenaga ahti tersebut tugas utamanya adalah:
Menyusun rencana kerja survei serta mengendalikan semua personil yang tertibat

datam pengumputan data lapangan.


Memeriksa dan menganatisa data lapangan dan data laboratorium. Bertanggung jawab atas semua analisa/perhitungan penyelidikan tanah. Bersama-sama ketua tim dan ahli lainnya menyusun petaporan.

h. Ahli Teknik Lingkungan Mempunyai sertifikat keahlian Teknik Lingkungan dengan jumlah Orang Bulan sebesar 5(lima) OB. Tenaga ahli yang disyaratkan adatah Sarjana Teknik Lingkungan/Sipil Strata 1 (S1) lulusan universitas/perguruan tinggi negeri atau perguruan tinggi swasta yang telah diakreditasi atau yang tetah lulus ujian negara atau perguruan tinggi luar negeri yang tetah diakreditasi yang berpengalaman datam melaksanakan pekerjaan analisis dampak lingkungan lebih diutamakan/disukai 9 (sembilan) tahun, diutamakan yang telah mengikuti pelatihan tenaga ahli konsultansi bidang Lingkungan dari LPJK. Tenaga ahli tersebut tugas utamanya adalah:
Mengumputkan data aspek lingkungan datam wilayah studi. Memeriksa dan menganalisa data lapangan dan data laboratorium. Bertanggung jawab terhadap seluruh proses dan hasil pengkajian aspek lingkungan. Bersama-sama ketua tim dan ahli tainnya menyusun pelaporan.

i.

Ahli Geologi

Mempunyai sertifikat keahlian Geoteknik dengan jumlah Orang Bulan sebesar 5 (Lima) OB. Tenaga ahli yang disyaratkan adatah Sarjana Teknik Geologi Strata 1 (S1) lulusan universitas/perguruan tinggi negeri atau perguruan tinggi swasta yang tetah diakreditasi atau yang tetah lulus ujian negara atau perguruan tinggi luar negeri yang telah diakreditasi yang berpengalaman datam melaksanakan pekerjaan penyelidikan tanah lebih diutamakan/disukai 9 (sembilan) tahun, diutamakan yang telah mengikuti pelatihan tenaga ahli konsultansi bidang ke-PU-an dari LPJK. Tenaga ahli tersebut tugas utamanya adalah:
Menyusun rencana kerja survei serta mengendalikan semua personil yang terlibat

datam pengumputan data lapangan.


Memeriksa dan menganatisa data lapangan dan data laboratorium. Bertanggung jawab atas semua analisa/perhitungan penyelidikan tanah. Bersama-sama ketua tim dan ahli lainnya menyusun pelaporan.

j.

Ahli Perencanaan Wilayah

Mempunyai sertifikat keahlian Perencanaan Wilayah kota dengan jumlah Orang Bulan sebesar 5 (Lima) OB. Tenaga ahli yang disyaratkan adatah Sarjana Teknik Planologi Strata 1 (S1) lulusan universitas/perguruan tinggi negeri atau perguruan tinggi swasta yang telah diakreditasi atau yang telah lulus ujian negara atau perguruan tinggi luar negeri yang telah diakreditasi yang berpengalaman datam melaksanakan pekerjaan perencanaan wilayah lebih diutamakan/disukai 9 (sembilan) tahun, diutamakan yang telah mengikuti pelatihan tenaga ahli konsultansi bidang ke-PU-an dari LPJK. Tenaga ahli tersebut tugas utamanya adalah:
Menyusun rencana kerja survei serta mengendalikan semua personil yang tertibat

datam pengumputan data lapangan.


Bertanggung jawab atas semua analisa/perhitungan perencanaan wilayah. Bersama-sama ketua tim dan ahli lainnya menyusun pelaporan.

k. Ahli Ekonomi Transportasi Mempunyai sertifikat keahlian Perencanaan Tranportasi dengan jumlah Orang Bulan sebesar 5 (Lima) OB. Tenaga ahli yang disyaratkan adatah Sarjana Teknik Sipil Strata 1 (S1) lulusan universitas/perguruan tinggi negeri atau perguruan tinggi swasta yang tetah diakreditasi atau yang tetah lulus ujian negara atau perguruan tinggi luar negeri yang telah diakreditasi yang berpengalaman dalam melaksanakan pekerjaan penyelidikan transportasi lebih diutamakan/disukai 9 (sembilan) tahun, diutamakan yang telah mengikuti pelatihan tenaga ahli konsultansi bidang ke-PU-an dari LPJK. Tenaga ahli tersebut tugas utamanya adalah:
Menyusun rencana kerja survei serta mengendalikan semua personil yang terlibat

dalam pengumpulan data lapangan.


Memeriksa dan menganalisa data lapangan. Bertanggung jawab atas semua analisa/perhitungan ekonomi transportasi. Bersama-sama ketua tim dan ahli lainnya menyusun pelaporan.

l.

Ahli Sosial Budaya

Mempunyai kemampuan dalam melakukan analisis sosial budaya dengan jumlah Orang Bulan sebesar 5 (Lima) OB. Tenaga ahli yang disyaratkan adalah Sarjana Sosial Strata 1 (S1) lulusan universitas/perguruan tinggi negeri atau perguruan tinggi swasta yang telah

diakreditasi atau yang telah lulus ujian negara atau perguruan tinggi luar negeri yang telah diakreditasi yang berpengalaman dalam melaksanakan pekerjaan sosial budaya lebih diutamakan/disukai 9 (sembilan) tahun. Tenaga ahli tersebut tugas utamanya adalah:
Menyusun rencana kerja survei serta mengendalikan semua personil yang terlibat

dalam pengumpulan data lapangan.


Memeriksa dan menganalisa data lapangan aspek sosial budaya. Bertanggung jawab atas semua analisis sosial budaya. Bersama-sama ketua tim dan ahli lainnya menyusun pelaporan.

Dalam melakukan kegiatan, personil tenaga ahli ini dapat dibantu oleh asisten tenaga ahli dengan pengalaman 4 tahun dan tenaga penunjang lainnya. Adapun Asisten ahli yang diperlukan dengan total Orang Bulan (OB) sebesar 60 ,adalah :
a. Asisten Ahli Perencanaan Transportasi. b. Asisten Ahli Teknik Jalan Raya. c. Asisten Ahli Lalulintas d. Asisten Ahli Struktur/Jembatan e. Asisten Ahli Geodesi f. Asisten Ahli Geoteknik/Mekanika Tanah g. Asisten Ahli Hidrologi h. Asisten Ahli Geologi i. Asisten Ahli Lingkungan j. Surveyor 10. KELUARAN

Keluaran yang dihasilkan dari kegiatan ini adalah tersusunnya studi kelayakan dan pra rencana teknis peningkatan/pembangunan jalan lingkar luar Gorontalo.
11. LAPORAN

11.1 Jenis Pelaporan Jenis-jenis laporan yang harus diserahkan oleh Konsultan kepada Pemberi Tugas adalah:

No. 1. 2. 3. 4. 5.

JenisLaporan Laporan Pendahuluan Laporan Antara Konsep Laporan Akhir Laporan Akhir Ringkasan Eksekutif

11.2 Uraian Pelaporan 1. Laporan Pendahuluan Laporan ini merupakan laporan yang diserahkan pada hari ke-30 (tiga puluh) sejak Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) ditandatangani, sebanyak 10 (Sepuluh) buku termasuk 1 (satu) asli, laporan ini antara lain berisikan tentang penjelasan rinci yang memuat :
Gambaran umum lokasi studi dan data eksisting Metodologi kerja yang digunakan Rencana kerja survei pendahuluan Hasil survei pendahuluan Rencana kerja survei lapangan Organisasi kerja lapangan Form-form survei lapangan yang akan digunakan. Foto dan video dokumentasi survei pendahuluan

Sebelum disetujui, laporan pendahuluan ini harus dipresentasikan untuk mendapat masukan dan koreksi. 2. Laporan Antara Laporan ini merupakan laporan yang diserahkan pada hari ke-75 (tujuh puluh lima) sejak Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) ditandatangani, sebanyak 10(Sepuluh) buku termasuk 1 (satu) asli, laporan ini antara lain berisikan tentang penjelasan rinci yang memuat :
Rincian semua data yang diperoleh dari pengumpulan data lapangan/survei Analisa/perhitungan perkerasan dan perencanaan geometrik jalan/jembatan serta

gambar-gambar
Analisa/perhitungan struktur jembatan serta gambar-gambar perencanaan Perhitungan/Analisis Penyelidikan tanah Perhitungan/Analisis Hidrologi Perhitungan/Analisis Lalu Lintas Analisa hasil pengkajian aspek lingkungan Analisa/perhitungan perencanaan wilayah Analisa/perhitungan ekonomi transportasi Analisis sosial budaya Analisis, penilaian, dan penentuan rute terpilih Analisis topografi serta penggambaran Foto dan Video Dokumentasi

3. Konsep Laporan Akhir Laporan ini merupakan laporan yang diserahkan pada hari ke-130(seratus tiga puluh)

sejak Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) ditandatangani, sebanyak 10(sepuluh) buku termasuk 1 (satu) asli, laporan ini antara lain berisikan tentang pra rencana teknis yang memuat :
Perhitungan/Perencanaan Geometrik jalan Perhitungan/Perencanaan Perkerasan Jalan Perhitungan/Perencanaan Struktur (bila ada) Perhitungan/Perencanaan Drainase jalan Perhitungan Kuantitas dan Biaya Gambar Pra Rencana Teknis Animasi Pra Rencana Teknis

Hasil Konsep laporan akhir ini harus dipresentasikan untuk mendapat masukan dan koreksi, sebelum disusun laporan akhir. 4.Laporan Akhir Laporan ini diserahkan pada hari ke-150(seratus lima puluh)sejak Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) ditandatangani, sebanyak 10 (Sepuluh) buku termasuk 1 (satu) asli.Laporan akhir ini merupakan penyempurnaan dari konsep laporan akhir setelah menerima masukan dan koreksi. 5. Ringkasan Eksekutif Laporan ini merupakan laporan yang diserahkan pada hari ke-150(seratus limapuluh) sejak Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) ditandatangani, sebanyak 10 (Sepuluh) buku termasuk 1 (satu) asli. Laporan ini berisikan rangkuman dari Laporan Akhir. Selain Laporan di atas, konsultan juga harus menyerahkan laporan pada hari ke-150 (seratus lima puluh)berupa:
Gambar Pra Rencana Teknis A3 sebanyak 10 (Sepuluh) buku termasuk 1 (satu) buku

asli (menggunakan program AutoCad).


Salinan keseluruhan laporan dalam bentuk CD sebanyak 10 (Sepuluh) buah.

Gorontalo, April 2012 KUASA PENGGUNA ANGGARAN SUB DINAS BINA MARGA DINAS PU PROVINSI GORONTALO TTD

Ir. ARIES ARDIANTO, MM NIP. 19690412 199803 1 007