Anda di halaman 1dari 3

TORSIO TESTIS Definisi : Terpuntirnya testis pada funikulus spermatikus/mesorchium pada epididimis Merupakan keadaan emergency karena dapat

terjadi nekrosis testis Sangat jarang (1 : 4000 pria, 25 thn), paling sering pada usia 12 18 tahun Etiologi : o Belum diketahui o Faktor predisposisi : -. Kriptorchkismus -. Hidrokel -. Gubernakulum tidak terbentuk -. Spasme kremaster -. Posisi transversal pada skrotum -. Mesorchium panjang dan sempit -. Kecendrungan mesorchium melekat pada satu pole testis -. Kurang menyatunya dinding skrotum dengan testis -. Bell clapper deformity Faktor pencetus -. Kontraksi m. cremaster tiba-tiba dan kuat, misalnya karena suhu dingin dengan tiba-tiba, ketakutan, batuk dan trauma Patologi 1. Torsio testis ekstravaginalis (testis + epididimis + t. vaginalis terpuntir pada funikulus spermatikus) 2. Torsio testis intravaginalis : -. Testis + epididimis terpuntir pada funikulus spermatikus (Bell Clapper) -. Testis terpuntir pada mesorchium terhadap epididimis o Torsio testis intravaginalis lebih sering dari pada ekstravaginalis o Arah putaran anteromedial (m. cremaster melekat pada bagian lateral testis) o Pada awalnya terjadi bendungan vena oedem kemudian 3 4 jam terjadi penekanan/bendungan arteri hingga terjadi nekrosis testis. Gambaran klinik

o Nyeri hebat tiba-tiba pada skrotum o Mual , muntah, dan kadang demam o Testis/skrotum bengkak/ hiperemis o Demings sign (testis letak tinggi) o Angells sign (testis posisi melintang) o Prehns sign (nyeri tetap/meningkat saat mengangkat testis) Pemeriksaan penunjang o Doppler dan sintigrafi testis (akurasi 90 100 %) 1. Torsio ; avaskuler 2. Tumor ; hipervaskuler 3. Trauma ; vaskularisasi berkurang Diagnosa o Gambaran klinik dan gejala patognomonis 1. Demings sign 2. Angell sign 3. Prehns sign o Stetoskop dopler, sintigrafi Diagnosa banding 1. Epididimitis akuta 2. Orchitis 3. Hidrokel terinfeksi/trauma 4. Trauma testis 5. Hernia inkarserasi/strangulasi 6. Tumor testis 7. Oedem skrotum Pengobatan o Konservatif (torsio awal/ 1 2 jam) -. Detorsi menual, bila berhasil lakukan orkidopeksi beberapa kemudian

o Operasi dengan indikasi -. Detorsi manual gagal -. Torsio stadium lanjut Teknik operasi, bila : -. Viable, lakukan orkidopeksi -. Tidak viable, lakukan orkidektomi -. Orkidopeksi testis kontralateral untuk prevensi Prognosis o Umumnya viable dalam 4 jam setelah torsio o Maksimum survival 70 90 % 5 12 jam o Mungkin masih baik 12 24 jam o Hasil meragukan bila lebih dari 24 jam o Dianjurkan orkidektomi bila lebih dari 4 jam o Tergantung jumlah putaran dan lamanya torsio