Anda di halaman 1dari 55

PLEIDOOI

(NOTA PEMBELAAN)
(Disampaikan oleh TIM KUASA HUKUM Terdakwa MULYADI,S.Pd Pada Hari Selasa, 14 Agustus 2012)

Tim Kuasa Hukum :

AHMAD SAHRUL, SH USIN ABDISYAH SEMBIRING. SH


Dalam Perkara Pidana NO. 25/PID.B/TIPIKOR/2012/PN. BKL Pengadilan Negeri Bengkulu

Bengkulu 2012

Bengkulu, 2012 Kepada Yth. Bapak Ketua/Majelis Hakim Perkara Tindak Pidana Korupi NO. 25/PID.B/TIPIKOR/2012/PN. BKL Pengadilan Negeri Bengkulu Di Bengkulu

14 Agustus

Dengan hormat, Sebelum kami membaca dan menguraikan nota pembelaan Terdakwa, maka terlebih dahulu puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan YME, yang telah melimpahkan rahmat serta InnayahNya kepada kita bersama, sehingga kita masih diberikan kesempatan dan kesehatan dalam melanjutkan persidangan perkara pidana ini. Amin. Setelah kita semua mendengarkan dan menyimak requisitoir Jaksa Penuntut Umum, yang telah dibacakan pada persidangan tanggal 8 Agustus 2012 yang lalu, maka kesempatan bagi Terdakwa dan atau Penasihat Hukumnya yakni TIM KUASA HUKUM bertindak untuk dan atas nama : Nama Lengkap : MULYADI, SPd Tempat Lahir : Kota Donok Umur/Tanggal Lahir : 54 Tahun/17 Agustus 1957 Jenis Kelamin : Laki-laki Kebangsaan/Kewarganegaraan : Indonesia Tempat Tinggal : Komplek Imigrasi Permu Kepahiang Kepahiang, Bengkulu Agama : Islam Pekerjaan : PNS Pendidikan : S1 Terhadap Terdakwa dilakukan PENAHANAN.

Dalam hal ini hendak menyampaikan nota pembelaan/Pleidooi atas tuntutan Sdr. Jaksa Penuntut Umum dalam perkara aquo, sebagaimana yang telah dibacakan pada persidangan yang lalu.

_____________________________________________________________________________________ Pleidooi Terdakwa Mulyadi,S.Pd

A. PENDAHULUAN Ketua/Majelis Hakim Yang Mulia Sdr. Penuntut Umum yang dihormati, Menanggapi Requisitoir JPU lalu maka sebagai Penasihat Hukum Terdakwa untuk menyampaikan Pleidooi ini tentunya bukanlah semata-mata hendak membela kesalahan Terdakwa agar bebas diluar pertimbangan-pertimbangan hukum tetapi merupakan suatu ikhtiar hukum sebelum yang mulia Majelis Hakim memberi putusan telah mendapatkan keterangan, gambaran, bukti-bukti dan segala sesuatunya atas apa yang telah didakwakan dan dituntut oleh Sdr. Penuntut Umum. Oleh karenanya Pleidoi ini adalah salah satu alat untuk membantu Majelis Hakim untuk sampai pada satu keyakinan, dan dengan keyakinan ini kesalahan atas suatu perbuatan dapat ditentukan secara benar, adil dan baik bagi Terdakwa, dan Masyarakat. Bahwa Penasihat Hukum tidak harus antagonistik dan mutlak bertentangan

dengan seorang Jaksa Penuntut Umum, kedua pihak adalah sama-sama bertugas sebagai penegak hukum dalam posisi yang berbeda. Dalam kasus yang kita hadapi ini yang sama-sama kita cari adalah kebenaran materiel (de materiele waarheid), Apakah yang sebenarnya terjadi ?, Apakah Sdr. Mulyadi,S.Pd harus menjadi Terdakwa Tunggal mewakili Pemerintah Daerah Kabupaten Kepahiang dalam perkara ini ?, Apakah perbuatan Terdakwa telah memenuhi unsur Pasal yang didakwakan sudah tepat ?, Apakah penerapan hukumnya sudah benar ?, Apakah bukannya sesuatu yang kecil dan fakta yang disembunyikan untuk melindungi orang lain yang semestinya ikut menjadi Terdakwa tetapi dikemas dalam bungkusan yang rapi direkayasa sehingga kelihatan besar ?, atau apakah kemasannya saja yang rapi dan besar tetapi isinya isapan jempol belaka ?. Bahwa atas dasar pertanyaan tersebut penting bagi kami membacakan Pleidooi ini, karena Kami Penasihat Hukum Terdakwa memiliki keyakinan yang besar bahwa Majelis hakim, sedikit atau banyak, mengetahui bahwa perkara ini bukan perkara yang hanya tunggal Persoalan Tandatangan saja atau perkara ini merupakan capaian dari target pencairan atau yang diduga korupsi karena adanya perintah atasan ataupun karena ingin pembobolan keuangan negara hingga KEBENARAN FORMIL menegaskan KEBENARAN Materiil yang secara

_____________________________________________________________________________________ Pleidooi Terdakwa Mulyadi,S.Pd

substansial telah MEROBEK KEADILAN DAN KEMANUSIAAN dengan menuntut dan menjatuhkan hukuman Penjara bagi Terdakwa. Oleh karenanya kita dapat bersepakat tidak akan melihat perkara ini hitam atau putih an sich, tetapi dicermati dari setiap sisi. Bahwa memang posisi Penuntut Umum dan Penasihat Hukum dalam

memandang, menilai, dan menyimpulkan perkara ini ada perbedaan tetapi mempunyai tanggung jawab dan tujuan yang sama, yaitu mencari dan menemukan suatu kebenaran materil yang tetap berpegang pada peraturan perundang-undangan, dimana dalam hal ini Penasihat Hukum mempunyai pertimbangan yang obyektif dalam posisi yang subyektif, sementara Penuntut Umum mempunyai pertimbangan yang subyektif dalam posisi yang obyektif dan diantara keduanya Hakimlah yang mempunyai pertimbangan yang obyektif dalam posisi yang obyektif. Berlandaskan kepercayaan seperti itu, maka izinkanlah Kami untuk menyampaikan pembelaan ini. Majelis Hakim Yang Mulia, Jaksa Penuntut Umum yang dihormati, Sebelum Kami mengajukan pokok materi (substansi) dari pembelaan ini, kiranya sangat perlu dan penting bagi Kami untuk mengemukakan beberapa catatan yang Kami anggap sebagai catatan kecil dari suatu perjalanan yang sangat melelahkan bagi Klien Kami yaitu:

1.

Adalah fakta bahwa Pelaksanaan Percepatan Pembangunan Infrastruktur Pedesaan Tertinggal Tahun 2008 dalam Kegiatan Bantuan Peningkatan Infrastruktur Listrik PLTMH tidak dilihat pada kepentingan pembangunan, namun tersirat proyek tersebut merupakan proyek dadakan dan diduga program siluman sebagai Kompensasi Tim pemenangan Pemilihan Presiden Tahun 2009.

2. Adalah fakta bahwa dalam perkara yang tidak hanya berdimensi hukum
an sich ini, namun nuansa politisnya lebih kental karena ada banyak pihak lain yang bersembunyi dibalik perkara ini yan tidak terjamah oleh Jaksa Penyidik yang secara politis masih memiliki kekuatan di Departemen maupun lembaga negara dan daerah yang seharusnya bertanggungjawab penuh atas kegagalan proyek yang menjadi objek perkara a quo.

3. Adalah suatu fakta dimana Jaksa Penyidik tidak menetapkan seseorang


yang bernama Ir.JUMHANI PASLA sebagai Kepala Dinas Pertambangan Energi Kabupaten Kepahiang yang paling mengetahui dari awal

_____________________________________________________________________________________ Pleidooi Terdakwa Mulyadi,S.Pd

pelaksanaan proyek dan seseorang tersebut juga menandatangani Berita Acara Hasil Pemeriksaan Terhadap Jumlah dan Kualitas Barang/Peralatan Bantuan Peningkatan Infrastruktur Listrik PLTMH Kabupaten Kepahiang tanggal 19 September 2008 ;

4. Adalah suatu Fakta dimana Jaksa Penyidik tidak menetapkan seseorang


menjadi Tersangka/Terdakwa yang bernama sdri.JUNAINI yang memperdaya dan atau menipu Terdakwa untuk menandatangani Berita Acara yang disodorkan kepadanya, padahal patut diduga Sdri.JUNAINI bukanlah PNS yang bertugas dan memiliki kewenangan/kekuasaan di Dinas Pertambangan dan Energi dan tidak juga sebagai Tim Pengendali Daerah.

5. Adalah suatu Fakta bahwa Terdakwa tidak mengetahui adanya Proyek


PLTMH di Kabupaten Kepahiang, Tidak pernah mengetahui jika Terdakwa adala pernah Tim Pengendali SK Daerah, Bupati Kepahiang Terdakwa tidak pernah Tim mengeluarkan SK Tim Pengendali Daerah dan lagi pula Terdakwa Tidak menerima Pengangkatan bagi sebagai Pengendali Daerah dan justru sebaliknya secara tugas pokok dan dungsi Kedinasan maka Tim Pengendali Daerah seharusnya dipegang oleh Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Kepahing yang juga sebagai orang yang menandatangani Berita Acara Pada tahapan sebelumnya ;

6. Adalah suatu fakta bahwa terdapat PENZOLIMAN dan REKAYASA dari


awal yang sistematis dan Terstruktur untuk menjebak Terdakwa yang tidak terungkap dalam perkara ini seperti :

Mengapa Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Kepahiang tidak menandatangani Berita Acara Penyelesaian Pekerjaan Bantuan Infrastruktur (atas Listrik Perintah PLTMH Kabupaten Dinas Kepahiang ?

Mengapa

sdri.JUNAINI

Kepala

Pertambangan dan Energi Kabupaten Kepahiang dan Kontraktor) meminta agar Terdakwa menandatangani Berita Acara Penyelesaian Pekerjaan Bantuan Infrastruktu Listrik PLTMH Kabupaten Kepahiang ?

Dalam proses Penyidikan dan Penuntutan Perkara ini, Mengapa Jaksa Penuntut Umum tidak menggambarkan Kronologis yang lebih transparan dalam halaman 5 point 1 dengan menggunakan kalimat Kecuali Terdakwa Mulyadi,SPd, oleh karena jika bukan Mulyadi,SPd kenapa tidak dijelaskan siapa nama dan jabatan yang bukan Mulyadi,SPd tersebut ? muatan dan kepentingan apa
_____________________________________________________________________________________ Pleidooi Terdakwa Mulyadi,S.Pd

dalam perkara ini hingga JPU tidak menjelaskan siapa yang bukan Mulyadi,SPd itu ? Sekedar mengingatkan bagi kita semua, untuk tidak berbuat zholim : Barangsiapa berjalan bersama seorang yang zalim untuk membantunya dan dia mengetahui bahwa orang itu zalim maka dia telah ke luar dari agama Islam. (HR. Ahmad dan Ath-Thabrani) Doanya seorang yang dizalimi terkabul meskipun dia orang jahat dan kejahatannya menimpa dirinya sendiri. (HR. Ahmad)

7. Adalah fakta JPU mendakwa dan menuntut Terdakwa tidak mencerminkan


KEADILAN dan KEMANUSIAAN dengan menyamaratakan dengan ketiga Terdakwa lainnya dalam berkas perkara ini dengan 4 (empat) tahun dan denda masing-masing sebesar Rp.50.000.000,- subsidair selama 3 (tiga) bulan kurungan, padahal JPU mengetahui dan menjelaskan dalam perbuatan masing-masing terdakwa terdapat pengecualian dalam Halaman 5 point 1 dakwaan JPU berbeda dengan terdakwa lainnya atas kualifikasi perbuatan atau kesalahan, kwalifikasi tanggungjawab pidana, kwalifikasi penandatanganan Berita Acara yang lain dari awal sedangkan Terdakwa hanya Berita Acara Penyelesaian Akhir, kwalifikasi kerugian negara masing-masing daerah berbeda. Ataukah karena JPU tidak menerima pengembalian kerugian negara seperti perkara-perkara korupsi lainnya yang dituntut 1 tahun penjara karena Terdakwa tersebut telah mengembalikan kerugian negara meskipun kerugian negara jauh lebih besar dari kerugian negara dalam perkara aquo ?. Tampak jelas sekali adanya DISKRIMINASI dalam PENEGAKAN HUKUM yang dilakukan oleh JPU. Apakah begitu namanya KEADILAN dan MANUSIAWI jika Terdakwa dan Ketiga TERDAKWA lainnya harus mencari, menjual harta bendanya, atau berhutang sekedar untuk mengembalikan Kerugian Negara yang dinilai JPU untuk mendapatkan Angka Tuntutan 1 Tahun ? Padahal JPU sendiri mengetahui tidak ada pertambahan harta dan kekayaan Terdakwa dalam proyek ini ; Kembali kami mengingatkan didalam Al-Kitab BIS : Yohanes 7:24 : Jangan menghakimi orang berdasarkan yang kelihatan, tetapi berdasarkan keadilan." Mengapa fakta ini kami ungkap meskipun dalam persidangan tidak terungkap ? 1. JPU tidak pernah berhasil memanggil Sdr. Ir.JUMHANI PASLA Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Kepahiang dan Sdri.JUNAINI, adapun alasan JPU untuk menutupi kekurangannya dengan menyatakan kami telah memanggil dan yang bersangkutan tidak mau datang, bagi kami pernyataan itu merupakan ungkapan yang menunjukkan justru dugaan penyidikan asal ada tumbal khusus kabupaten Kepahiang telah ada. Atau ada juga alasan JPU yang menyatakan jika memang dianggap penting, Penasihat Hukum atau Terdakwa dapat menghadirkan orang tersebut, ungkapan ini juga menunjukkan dugaan lempar tugas dari JPU karena secara logika saja tidaklah mungkin Penasihat hukum dan
_____________________________________________________________________________________ Pleidooi Terdakwa Mulyadi,S.Pd

Terdakwa bisa menghadirkan saksi yang sesungguhnya dapat menjadi Terdakwa dalam perkara a quo, lagi pula pastilah mereka tidak mau memenuhi permintaan Terdakwa karena kami menduga justru mereka yang membuat sdr.Mulyadi,SPd menjadi Terdakwa dalam perkara ini.

2.

JPU dalam menguraikan kerugian negara yang muncul akibat dari

perbuatan masing-masing terdakwa tidak lah detail, JPU hanya berpatokan bahwa jika semua proyek tersebut tidak dapat berjalan maka kerugian adalah Total Loss, sementara Saksi Ahli dari BPKP sendiri menyatakan bahwa sesungguhnya proyek ini dapat berjalan jika diperbaiki. Oleh karenanya mensitir keterangan saksi ahli tersebut maka seharusnya JPU dapat mengkwalifikasi dan membagi masing-masing kerugian negara yang muncul terpisah, berdasarkan perbuatan masing-masing Terdakwa dalam kwalifikasi pidana tersebut maka para dapat Terdakwa dinilai dalam berkas perkara aquo maupun para Terdakwa dalam berkas perkara dengan pertanggungjawaban masing-masing

perkara aquo, bukan kah kita mengenal azas Tiada Pidana tanpa Pertanggungjawaban Pidana ? Bahwa jangankan seorang ahli hukum, bahkan semua rakyat di Republik Indonesia ini mengetahui yang disebutkan adanya perbuatan hukum seseorang yang merupakan suatu tindak pidana korupsi jika adanya kerugian negara yang telah dihitung berapa kerugian negara yang timbul akibat perbuatan masing-masing Terdakwa. Majelis Hakim yang Mulia, Jaksa penuntut umum yang dihormati, Demikianlah beberapa hal yang terekam dan mengganggu pikiran Terdakwa yang saat ini didudukkan sebagai pesakitan.

B.

FAKTA-FAKTA SIDANG.

Dalam bagian kedua Pledoi ini, kami akan menguraian pokok-pokok pembelaan lebih rinci dengan mulai memasuki dan membahas materi pembuktian perkara persidangan yakni tentang fakta-fakta perkara yang diuraikan: pertama, fakta dalam Surat Tuntutan dan kedua, keterangan-keterangan dalam sidang yakni keterangan yang mengemukakan dan atau dikemukakan dalam persidangan perkara ini yakni yang bersumber dari alat-alat bukti yang diajukan selama persidangan, apakah merupakan fakta deskriptif, artinya sekedar keterangan
_____________________________________________________________________________________ Pleidooi Terdakwa Mulyadi,S.Pd

saja sehingga tidak bernilai menurut hukum pembuktian ataukah fakta preskriptif (fakta hukum) yang bernilai dan relevan dengan pembuktian selanjutnya, Oleh karena itu, keterangan-keterangan yang mengemukakan dan yang dikemukakan dalam sidang-sidang kami akan klasifikasikan dalam bentuk fakta preskriptif. Dimaksudkan sebagai fakta deskriptif ialah keterangan yang disampaikan oleh saksi atau keterangan ahli serta keterangan yang dikutip dari alat bukti surat sebelum diuji keabsahannya dan atau kebenarannya menurut hukum pembuktian yang diatur dalam hukum acara pidana terutama tindak pidana korupsi. Perlu dijelaskan bahwa yang dimaksudkan dalam perkara ini fakta deskriptif itu adalah transkripsi dari seluruh keterangan-keterangan saksi, ahli dalam sidang, secara keseluruhan telah dicatat oleh panitera dan dilampirkan sebagai bagian dari berkas perkara. Kemudian, dimaksudkan sebagai fakta preskriptif ialah keterangan yang disampaikan oleh saksi atau keterangan yang dikutip dari alat bukti surat atau keterangan ahli yang sudah diuji keabsahan dan atau kebenarannya menurut hukum pembuktian. Bahwa Perlu dijelaskan bahwa dalam perkara ini bahwa yang dimaksudkan fakta preskriptif adalah ekstrak keterangan-keterangan berdasarkan hukum pembuktian dari alat-alat bukti yang sah. Oleh karena keterangan dalam fakta preskriptif telah diuji keabsahan dan atau kebenarannya maka dalam Pledoi ini akan disebut juga sebagai fakta hukum, artinya keterangan yang sah sebagai pembuktian suatu fakta atau keadaan dari alat bukti yang diajukan. Fakta hukum ini akan diaplikasikan pada unsur-unsur tindak pidana yang didakwakan untuk menjawab pertanyaan apakah fakta hukum telah memenuhi unsur-unsur tindak pidananya atau tidak untuk dapat menyimpulkan secara sah apakah ada kesalahan Terdakwa - terdakwa atas fakta hukum itu. Konkritnya, bila fakta hukum memenuhi semua unsur-unsur tindak pidananya artinya dakwaan telah terbukti secara sah dan meyakinkan dan oleh karenanya patut dihukum. Namun, bila fakta hukum itu tidak memenuhi semua unsur-unsur tidak pidananya artinya dakwaan tidak terbukti secara sah dan meyakinkan maka harus dibebaskan.

Majelis Hakim yang kami hormati, Jaksa Penuntut Umum yang dihormati,
_____________________________________________________________________________________ Pleidooi Terdakwa Mulyadi,S.Pd

Secara keseluruhan

transkrips yang dibuat Penuntut Umum

mengenai

keterangan-keterangan dalam persidangan, keterangan-keterangan dalam Surat Tuntutan yang disebut fakta-fakta dalam persidangan yakni dari halaman 15 sampai dengan halaman 41 yaitu konon katanya berupa catatan-catatan yang sempat dibuat Tim Jaksa Penuntut Umum / padahal tidak lain adalah beberapa keterangan saksi hanya menyalin (copy paste) semua BAP pada saat penyidikan bukan merupakan fakta yang terungkap pada persidangan sehingga hanya sebahagian kecil saja dari keseluruhan keterangan yang disampaikan saksisaksi atau ahli atau Terdakwa yang terakomodir. Kemudian berdasarkan fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan ini, Tim Jaksa Penuntut Umum selanjutnya menyatakan bahwa terdapat fakta-fakta yang merupakan fakta hukum (vide, analisis faktual) yakni berupa daftar pernyataan-pernyataan tentang berbagai masalah dari halaman 55 sampai dengan halaman 61. Terakhir, ketika melakukan analisa yuridis dari halaman 61 sampai dengan halaman 84 yakni pencocokan unsur-unsur dari tindak pidana yang didakwakan dengan hasil persidangan. Tim Jaksa Penuntut Umum menyatakan, berdasarkan fakta-fakta yang

terungkap dalam persidangan (keterangan saksi-saksi), bukan berdasarkan fakta-fakta yang merupakan fakta hukum. Dengan demikian tidak jelas: pertama, apa yang dimaksudkan dengan fakta yang terungkap dalam persidangan dan fakta-fakta yang merupakan fakta hukum. Kedua, apa beda diantara keduanya serta ketiga, fakta-fakta yang disebut terungkap dalam persidangan tidak lengkap dan tidak apa adanya, ada beberapa saksi dan ahli yang tidak dituliskan dalam requisitoir (tidak akurat). Menurut hukum acara pidana sebagaimana diuraikan dalam Pasal 183 sampai dengan Pasal 189 KUHAP seharusnya dibedakan fakta, artinya yang diterangkan saksi dalam sidang dan fakta hukum. Pembedaan ini diperlukan untuk dapat menentukan apakah keterangan yang dipertimbangkan itu berdasarkan alat bukti ataukah berdasarkan alat bukti yang sah. Dengan kata lain, jika JPU beranggapan bila ada saksi misalnya yang memberi keterangan ....karena alat bukti surat Berita Acara Penyelesaian Pekerjaan terdapat nama Terdakwa dengan nama Aswan maka JPU mendiskripsikan fakta hukum yang dikategorikan Perbuatan Telah melakukan atau turut melakukan (secara bersama-sama) dianggap telah Terbukti Padahal fakta hukumnya berdasarkan keterangan Saksi Aswan dan Keterangan Terdakwa, Berita Acara Tersebut ditandatangani atas permintaan sdri.JUNAINI,
_____________________________________________________________________________________ Pleidooi Terdakwa Mulyadi,S.Pd

lagi pula Keterangan Saksi Aswan secara tegas dan jelas Tidak Pernah bertemu dan kenal dengan Terdakwa Mulyadi,SPd, begitu juga sebaliknya keterangan Terdakwa. Oleh karenanya kontras berbeda antara Fakta Hukum Dekriptif dengan Fakta Hukum Preskriptif yang menunjukkan tidak adanya turut serta ataupun turut melakukan perbuatan bersama menandatangani Alat Bukti Surat Berita Acara Penyelesaian Pekerjaan. Bahwa proses pembuktian dan didalam sidang terungkap fakta deskriptif sebagaimana telah disampaikan Terdakwa, saksi- saksi dan ahli sumpah, yakni: dibawah

1.
-

Keterangan Terdakwa MULYADI. SPd Bin BURHANUDIN :

Bahwa Terdakwa tidak pernah mengetahui sebelumnya adanya Proyek PLTMH; Bahwa Terdakwa mengetahui adanya Proyek PLTMH yang didanai oleh APBN yang dikelola langsung oleh KPDT sewaktu terdakwa menandatangani Berita Acara serah terima Pekerjaan dari Tim Pengendali Daerah (TPD) kepada pihak yang mengerjakan Proyek tersebut; Bahwa pada saat penandatanganan berita acara serah terima pekerjaan pada tanggal, 12 Desember 2008 terdakwa disodori oleh Sdri SITI JUNAINI. SH yang terdakwa pada saat sebelum menandatangani berita acara tersebut tidak mengerti akan maksudnya; Bahwa pada saat akan ditandatanganinya Berita Acara tersebut Sdri SITI JUNAINI.SH mengatakan bahwa ini adalah syarat administrasi saja, dan nantinya tidak ada masalah, dan kalau ada masalah saya yang akan bertanggung jawab; Bahwa terdakwa tidak pernah mendapat atau menerima SK selaku Tim Pengendali Daerah; Bahwa Terdakwa tidak pernah tahu apakah proyek PLTMH tersebut telah selesai dikerjakan atau belum tapi atas informasi dari SITI JUNAINI. SH bahwa proyek tersebut telah selesai dikerjakan oleh pelaksana pekerjaan; Bahwa terdakwa tidak pernah tahu siapa dan dari PT mana yang telah mengerjakan Proyek PLTMH tersebut di Kab. Kepahiang; Bahwa terdakwa tidak pernah tahu berapa DIPA atau dana anggaran untuk mengelola dari pada Proyek tersebut yang telah dianggarkan melalui APBN; Bahwa terdakwa tidak pernah kenal ataupun berhubungan dengan Direktur dari kontraktor pelaksana Pekerjaan Bantuan Peningkatan InfraStruktur Listrik (PLTMH) di Kab Kepahiang; Bahwa terdakwa tidak pernah diajak untuk melihat kondisi proyek, taunya hanya disodori berita acara tersebut, dan

_____________________________________________________________________________________ Pleidooi Terdakwa Mulyadi,S.Pd

10

menegenai keadaan Proyek tersebut terdakwa tidak pernah mengeceknya; Bahwa mengenai berita acara tersebut kenapa ditandatangani

oleh terdakwa, terdakwa hanya beranggapan bahwa apa yang ditandatangani bukan merupakan Syarat untuk pencairan, dan didukung oleh pernyataan Sdri SITI JUNAINI. SH DIPERINTAH Kepala Dinas bahwa yang terdakwa Tandatangani hanya syarat administrasi katanya. Bahwa dengan telah ditandatangani berita acara tersebut, terdakwa pun tidak pernah menerima imbalan serupiahpun dari Pihak Kontraktor; Bahwa terdakwa sebelumnya tidak pernah berhubungan dengan Para terdakwa, dan berhubungan setelah sama- sama diperiksa dan ditetapkan sebagai tersanka dan samapai sekarang; Bahwa ditanyakan kepada terdakwa alasan mengapa ditandatangani berita acara tersebut, terdakwa mengatakan, bahwa terdakwa telah merasa dibujuk oleh Sdri SITI JUNAINI. SH. Bahwa membejuk dengan cara bahwa apa yang akan

ditandatangani hanya syarat administrasi dan kalau ada apa- apa dia yang akan bertanggung jawab baik secara hukum. Bahwa diakhir persidangan terdakwa ditanyakan apakah masi hada keterangan lain yang akan diterangkan, terdakwa mengatakan bahwa tidak ada lagi yang harus diterangkan.

2. Keterangan Saksi AHLI SUAMAN DARI Badan Pemeriksa Keuangan Propinsi (BPKP) dibawah Sumpah telah Memberikan Keterangan Sebagai Berikut : - Bahwa saksi bekerja pada Badan Pemeriksa Keuangan Propinsi Bengkulu dan pernah melakukan Audit terhadap Pekerjaan Proyek PLTMH; - Bahwa pemeriksaan dilakukan pada 4 kabupaten yakni Kab. Lebong, Kab. Bengkulu Utara, Kab. Seluma, dan Kab. Kepahiang; - Bahwa audit dilakukan berdasarkan permintaan dari Pihak Penyidik Kejaksaan Tinggi Bengkulu, dengan dasar adanya surat perintah tugas dari Pimpinan; - Bahwa benar audit dilaksanakan pada tahun 2012 dan didapat disimpulkan dari hasil audit telah terjadi kerugian Negara sebesar 3Milyar 1836 Juta Rupiah, dengan system perhitungan total loss; - Bahwa audit dilakukan berdasarkan dokumen- dokumen dari penyidik, diteliti berdasarkan apa -apa yang tertuang dalam kontrak kerja dan tinjauan langsung kelapangan serta melihat keadaan fisik pekerjaan; - Bahwa dari nilai proyek Rp.3.569.429.000.000.000,00 setelah dipastikan Pekerjaan PPN + PPH dihasilkan kerugian Negara; - Bahwa ada Fasibility study yakni seolah- olah telah direncanakan namun setelah dilihat ditemukan bahwa proyek tidak sesuai dengan kontur wilayah bengklulu; - Bahwa proyek PLTMH tersebut, dikategorikan kegagalan Tekhnis dan tidak ada perencanaan yang matang sebelumnya, bahwa Negara telah mengeluarkan uang tetapi Negara tidak mendapatkan manfaat dari proyek tersebut; - Bagaimana dikatakan total loss, karena barang- barang yang dibeli dari uang Negara dan mengacu kepada Kontrak kerja sebagai dasar bekerja
_____________________________________________________________________________________ Pleidooi Terdakwa Mulyadi,S.Pd

11

karena diterimanya pekerjaan tersebut berfungsi dan koneks akan tetapi jaringan tersebut tidak berfungsi dalam kenyataannya di lapangan; Bahwa karena Negara tidak menerima hasil pekerjaan tersebut, maka barang- barang dan bangunan yang telah dibangunan dan tidak bisa dimanfaatkan maka semuanya milik Mufti dan Aswan selaku pelaksana pekerjaan; Bahwa didalam pemeriksaan Tim audit dalam dokumen tidak ditemukannya SK atau Profosal dari Tim Pengendali Daerah ke PDT untuk Proyek PLTMH tersebut; Bahwa didalam proses pencairan 100% untuk Proyek PLTMH bahwa adanya berita acara serah terima pekerjaan dari Tim Pengendali Daerah kepada Tim Pengendali pusat bukan merupakan syarat pencairan 100% pekerjaan; Bahwa yang bertanggung jawab secara hokum dengan telah cairnya uang Negara akan tetapi pekerjaan tidak selesai adalah merupakan tanggung jawab Panitia Pelaksana Pekerjaan tersebut dan Pelaksana Pekerjaan PLTMH; Bahwa berdasarkan Kepres N0. 42 tentang APBN, Peraturan Dirjen Perbendaharaan Negara bahwa syarat pencairan APBN yaitu berdasarkan adanya Kontrak dan Progress kerja serta surat keterangan pertanggung jawaban belanja; Bahwa dalam syarat pencairan ada disebutkan dalam kontrak kerja adanya serah terima pekerjaan dari tim pengendali daerah dengan Tim pengendali pusat, akan tetapi hal tersebut tidak dilaksanakan oleh tim pengendali Pusat disamping SK nya tidak ada, dan hal apa yang ditanda tangani oleh Tim yang dikatakan Penegendali daerah bukan merupakan syarat pencairan 100%, karena berdasarkan dokumen yang ada bahwa yang ditandatangani adalah surat serah terima pekerjaan dari Tim Pengendali daerah kepada Pelaksana pekerjaan (kontraktor), bukan Tim penegendali Pusat; Bahwa dokumen berita acara 100% harus 4 kabupaten keempatempatnya memenuhi syarat baru uang Negara bisa dicairkan 100 % dan dukumen yang dibuat oleh panitia penerimaan barang tersebut tidak benar; Bahwa mengenai perhitungan total loss karena dari dana anggaran yang telah dikeluarkan Negara, bahwa Negara tidakmendapat manfaat dari pekerjaan proyek tersebut, Negara tidakmembeli generator akan tetapi membeli PLTMH; Bahwa mengenai SK tim Pengendali daerah tidak ditemui dalam dokumen adanya hambatan menghitung kerugian Negara ini dikarenakan tidak juga ditemukan Proposal dari daerah; SK tim Pengendali daerah baik dalam dokumen lelang dan dokumen aannaming tidak ditemukan oleh ahli; Bahwa syarat pencairan berdasarkan Kepres tidak ada disyaratkan adanya serah terima pekerjaan dari tim pengendali daerah ke tm pengendali pusat, akan tetapi berdasarakan kepres ada 4 yakni: a. Dokumen kontrak. b. Progres Pekerjaan. c. Surat Pertanggung jawaban belanja. d. SPP (Pajak). Bahwa syarat pencairan terhadap anggaran APBN semuanya tertuang dalam Kepres No. 6/tahun 2005 tentang perbendahaaraan keuangan Negara. Bahwa atas keterangan ahli tersebut terdakwa tidak keberatan.

3. Keterangan Saksi Ahli MUSLIM Saksi merupakan Ahli dari PLN, dibawah Sumpah telah memberikan keterangan sebagai berikut :
_____________________________________________________________________________________ Pleidooi Terdakwa Mulyadi,S.Pd

12

Bahwa saksi ahli dibidang Kelistrikan baik itu PLTA dan PLTM diseluruh tingkat pembangkit; Bahwa saksi pada saat pemeriksaan langsung ke lapangan di empat kabupaten, yakni Kab. Kepahiang, Kab. Seluma, Kab. Lebong dan Kab. Bengkulu Utara. Bahwa berdasarkan keahlian saksi, saksi melihat bahwa bangunan tersebut parah dan hal tersebut termasuk gagal civil, dimana Bendungan salauran pengantar air tidak sesuai; Bahwa saksi melihat kelapangan khusus kab. Kepahiang pada tanggal 16 Desember 2011; Bahwa dari amatan saksi untuk Khusus Kab. Kepahiang untuk Civil atau bangunannya bagus, akan tetapi tidak beroperasi unruk memutar turbin air yang ditampung terlalu kecil sehingga bak penampung air yang kurang besar, kalau bak penampung tersebut diperbesar dan ditambah 1 Bak lagi maka saksi pastikan alat tersebut bisa Beroperasi dan berfungsi; Bahwa saksi menyimpulkan Proyek PLTMH gagalnya proyek tersebut karena sebelumnya tidak ada perencanaan yang matang dan Pihak Panitia atau Pelaksana Pekerjaan tersebut tidak mensosialisasikan pekerjaan tersebut terlebih dahulu; Bahwa atas keterangan ahli tersebut terdakwa tidak keberatan.

4. Keterangan Saksi ASWAN Bin ABDUL MUIS Di Persidangan di Bawah Sumpah telah memberikan Keterangan Sebagai Berikut : - Bahwa benar saksi adalah selaku Kuasa Direktur PT. Dana Lulaga Ekada yang mengerjakan proyek pembangunan peningkatan infrasustruktur Listrik PLTMH di Propinsi Benkulu tahun anggaran 2008 Untuk 4 (empat ) Kabupaten, yakni Kabupaten Kepahiang, Kabupaten Lebong, Kab. Bengkulu Utara dan Kabupaten Seluma; - Bahwa pengerjaan Proyek tersebut berasal dari Kementrian Pembangunan Daerah Tertinggal sumber dana dari APBN dengan dana sebesar Rp.3.569.429.000.000.000,00; - Bahwa Pengerjaan Proyek Untuk Di Kab. Kepahiang yang terletak di Desa Kembang Seri dengan nilai Dana Sebesar Rp. 892.357.250. dengan klasi fikasi pekerjaan sebagai berkut: Pengerjaan Fisik berupa bendungan, Pengadaan 1 unuit Turbin, Instalasi jaringan listrik, Uji coba 1 unit turbin PLTMH 30 KW, Pelatihan Operator, Pemeliharaan; - Bahwa dalam kaitan Berita acara serah terima pekerjaan 100% di Kab. Kepahiang bahwa Saksi Tidak Mengetahuinya; - Bahwa yang membuat Berita acara tersebut adalah Pak Edo dan Hendrik dari PDT; - Bahwa Saksi sama sekali tidak pernah kenal dan bertemu dengan terdakwa MULYADI; - Bahwa Pada rapat konsilidasi di Hotel Horizon saksi tidak tahu, sebab yang merencanakan adalah Pak Edo dan Pak Hendrik; - Bahwa menegenai Tim Pengendali Daerah Khusus Kab. Kepahiang bahwa saksi tidak pernah mengetahuinya; - Bahwa semua tanda tangan yang dikatakan serah terima 100 %dari Tim pengendali daerah saksi tidak pernah mengetahuinya, semuanya disiapkan oleh Pak Edo ; - Bahwa saksi tidak pernah bertemu dengan Terdakwa apa lagi memberikan uang atau sesuatu kepada terdakwa; - Bahwa yang membawa seluruh dokumen baik berita acara yang menyerahkan ke pusat ke PDT adalah Pak Edo; - Bahwa untuk di Kab. Kepahiang saksi mengatakan bahwa pekerjaan telah selesai 100 % akan tetapi tidak nyala; - Bahwa atas keterangan saksi tersebut terdakwa tidak keberatan;
_____________________________________________________________________________________ Pleidooi Terdakwa Mulyadi,S.Pd

13

5. Keterangan Saksi Kades Kembang Seri Kab Kepahiang ANANG SAHURI di Persidangan di bawah Sumpah memberikan keterangan sebagai berikut : - Bahwa saksi mengetahui adanya Proyek PLTMH di Desa Kembang Seri Kab. Kepahiang ada Pihak Kontraktor yang datang kepadanya pada waktu itu, dengan mengatakan bahwa disini akan dibangun Proyek PLTMH kemudian saksi menunjukkan lokasi yang akan dibangun; - Bahwa untuk lokasi tersebut saksi tahu untuk Proyek PLTMH harus dialiri air sungai; - Bahwa Proyek tersebut telah dibangun pada tahun 2008, yang membangun pada waktu itu adalah Pak Hendri; - Bahwa saksi mengatakan atas permintaan Pak Hendri pula saksi telah mencari pelanggan yang apabila proyek tersebut selesai akan menjadi konsumen dan diminta kepada saksi untuk mengelolanya; - Bahwa proyek PLTMH tersebut dari Pemantauan saksi tidak selesai, dan saksi mengetahui secara persis bahwa Listrik tidak dapat mengalir dari rumah ke rumah, dan belum sempat menyala; - Bahwa saksi selama proyek tersebut berlangsung baik dilapangan maupun ditempat lain saksi tidak pernah bertemu dengan terdakwa; - Bahwa proyek PLTMH untuk di Kab. Kepahiang kalaulah dikalkulasikan pekerjaan tersebut baru sekitar 75% dan tinggal 25 % lagi baru selesai dan dapat Konek; - Bahwa selama proyek tersebut berlangsung, tidak ada satupun orang pemerintahan yang datang kelokasi proyek baik itu dari Dinas ESDM Kab. Kepahiang; - Bahwa dengan diselenggarakannya proyek tersebut ESDM Kab. Kepahiang belum mengetahui akan tetapi pak Hendri telah bekerja; - Bahwa saksi tidak pernah ketemu dengan terdakwa baik dilapangan yang berkaitan dengan Proyek PLTMH; - Bahwa atas keterangan saksi tersebut Terdakwa tidak keberatan. 6. Keterangan Saksi Dr.SISWA TRIHADI Bin SUPOMO, Saksi adalah Ketua Panitia Lelang Proyek PLTMH Di Propinsi Bengkulu di bawah sumpah memberikan keterangan sebagai berikut : - Bahwa benar saksi adalah sebagai Ketua Panitia Lelang yang diangkat berdasarkan SK Kuasa Pengguna Anggaran Nomor : 03/KEP/KPAPI/KPDT/I/2008 tertanggal 9 Januari 2008; - Bahwa tugas saksi selaku ketua panitia lelang diantaranya, Menyusun Jadwal Pelelangan, Menyusun HPS, dan Mengusulkan Pemenang Lelang; - Penyusunan HPS mencek harga pasar terhadap barang yang akan dilelang, bahwa Ringkasan study kelayakan Asdep Energi, Perencanaan Struktural di Kementrian PDT yang merupakan tugas saksi; - Bahwa untuk pekerjaan PLTMH proses lelang diikuti oleh 4 (empat ) Perusahaan Perusahaan Altari, Jurasadi perkasi, Hand Jaya, Dana Juraga, dengan nilai tawaran 3.569.429.000.000.00.; - Bahwa saksi menjelaskan apa yang dimaksud dengan Tim pengendali, Tim Pengendali adalah Tim yang ditunjuk oleh Bupati berdasarkan SK, dan dalam Petunjuk Tekhnisnya adalah Bapeda; - Bahwa secara tekhnis atas pekerjaan proyek tersebut apabila proyek tersebut gagal, dan tidak bisa digunakan yang bertanggung jawab bukan Tim pengendali daerah, akan tetapi merupakan tanggung jawab Tim Penilai dan penerima barang; - Bahwa pada saat poses pencairan 100% apakah yang dibutuhkan Tim Pengendali daerah atau Tim Penilai atau pemeriksa Barang, dijawab saksi bahwa hal tersebut merupakan tanggung jawab Tim Penilai Barang dan Pemeriksa Jasa;

_____________________________________________________________________________________ Pleidooi Terdakwa Mulyadi,S.Pd

14

Bahwa berdasarkan penegtahuan saksi bahwa ada Timpengendali daerah, tapi SK Tim pengendali daerah saksi tidak pernah melihatnya; Bahwa berdasarkan kontrak PLTMH dapat diserah terimakan pekerjaan tersebut berdasarkan kontrak adalah sampai lampu menyala ke rumah; Bahwa selaku asdep energy di PDT saksi hanya menerima laporan dan ada tim yang melakukan monitoring, bahwa pekerjaan Proyek PLTMH di 3 Kabupaten telah selesai, yakni termasuk Kab. Kepahiang, seluma dan Kab Lebong kecuali kab. Bengkulu Utara, dan hal tersebut didapat dari rekaman Vidio yang dikirim; Bahwa atas keterangan saksi tersebut Terdakwa tidak keberatan.

7. Keterangan Saksi Drs. GAUZIE ACHMADSYAH. MM Di Persidangan dibawah sumpah telah memberikan keterangan Sebagai Berikut : - Bahwa saksi dalam Proyek PLTMH tersebut sebagai Bendahara Pengeluaran atau Pejabat Penandatanganan Surat Perintah Membayar (SPM) ; - Bahwa saksi memiliki tugas pokok mengecek dan memeriksa satu persatu kelengkapan pengajuan SPP, serta kelengkapan surat- surat tersebut; - Bahwa prosedur pembayaran kegiatan Proyek PLTMH untuk 100 % sebagai berikut : 1. Berita acara pemeriksaan Komponen barang; 2. Berita acara serah terima pekerjaan 100 %; 3. Berita acara Progres Fisik; 4. Berita acara serah terima barang, dari Panitia hasil pekerjaan ; - Bahwa apakah merupakan syarat pencairan serah terima pekerjaan dari Tim penegendali ke Tim Pengendali Pusat, bahwa syarat mutlak untuk pencairan bukan serah terima pekerjaan dari Tim Pengendali daerah; - Bahwa saksi tidak pernah menerima surat berita acara serah terima dari tem pengendali daerah ke Tim pengendali Pusat, dan mengenai Tim pengendali daerah saksi tidak pernah mengetahuinya; - Bahwa pada pencairan termin ke II 100% pihak pelaksana yaitu PT. Julaga Ekada tidak melampirkan berita acara serah terima pekerjaan untuk permintaan pembayaran; - Bahwa untuk pekerjaan proyek PLTMH sampai saat ini sepengetahuan saksi antara pihak pelaksana pekerjaan dengan Pihak Kuasa Pengguna Anggaran belum ada serah terima pekerjaan: - Bahwa dalam proses saksi menyerahkan SPM saksi sempat menanyakan tentang Berita acara serah terima pekerjaan menyakan hal tersebut kepada Saksi Drs. Zainuri. MM, dijawab bahwa Berita Acara Tersebut Belum Ada, dan oleh karena SPM telah ditandatangani dan saksi tidak mau terlalu lama ada ditangan bendahara maka SPM tersebut saksi teruskan ke Perbendaharaan Negara; - Bahwa uang Pekerjaan Proyek PLTMH 100% dapat dicairkan tanpa adanya berita acara serah terima pekerjaan; Saksi Drs. ZAINURI MM. di bawah sumpah dipersidangan telah memberikan keterangan sebagai berikut : - Bahwa saksi bekerja di kementrian Pembangunan Daerah Tertinggal dan dalam Proyek PLTMH tahun 2008 sebagai Pejabat Penguji dan Perintah Pembayaran, Penandatanganan surat perintah membayar; - Bahwa benar saksi telah melakukan Pembayaran dengan menerbitkan SP2D dalam proyek PLTMH tahun 2008; - Bahwa Tugas Pokok Saksi adalah : Memeriksa keabsahan dukumen pendukung surat permintaan pembaran (SPP), memeriksa ketersediaan
_____________________________________________________________________________________ Pleidooi Terdakwa Mulyadi,S.Pd

8. Keterangan

15

pagu angagran dan tagihan tidak melebihi dari pada pagu anggaran;, memriksa kebenaran atas hak tagih, menandatanganai SPM menunjuk Pejabat yag melakukan pengujian Pembayaran; Bahwa saksi mengatakan untuk syarat dari proses pencairan atau SPM tidak diperlukannya Berita acara serah terima pekerjaan dari Tem pengendali daerah; Bahwa saksi menerangkan dengan terbitnya SP 20, maka telah melewati dari pada Tim pengendali daerah maupun Pusat; Bahwa saksi menerangkan terbitnya SPM cukup dengan berita acara persetujuan penyelesaian pekerjaan pembangkit listrik maka dengan dasar tersebut saksi meneribitkan SPM; Bahwa atas keterangan saksi ini terdakwa tidak mengerti dan tidak ada kaitannya dengan terdakwa.

9. Keterangan Saksi ANHARUDIN .MM , dipersidangan di bawah sumpah telah memberikan keterangan sebagai berikut : - Bahwa saksi merupakan Kepala Dinas ESDM Kab. Bengkulu Utara dan keterangannya tidak ada kaitannya dengan Perkara Terdakwa Proyek Kab. Kepahiang. 10. Keterangan saksi Saksi SYUHENDRA EFENDI di Persidangan Di bawah Sumpah telah memberikan keterangan sebagai berikut: - Bahwa saksi secara organisasi proyek tidak terlibatakan tetapi dalam Struktural bertugas sebagai monitoring dan Evaluasi; - Bahwa saksi bertugas berdasarkan perintah atasannya yakni Asdep Dr. Siswa; - Bahwa saksi mendapat tugas melakukan monitoring dan evalusi terhadap pekerjaan proyek PLTMH di Propinsi Bengkulu; - Bahwa saksi mendapat surat tugas dari tahun 2008 S/D 2009 melakukan monitoring; - Bahwa saksi setelah monitoring dan evaluasi membuat laporan tertulis ; - Bahwa saksi melakukan Pengawasan dan turun kelapangan pertama kali untuk mengecek pekerjaan pada akhir tahun 2008; - Bahwa menurut saksi untuk proyek ini sebelumnya telah ada tim pengendali daerah secara Juklak dan Juknisnya; - Bahwa SK Tim Pengendali daerah tidak pernah ada, bahwa dengan data yang ada pada saksi ada kontak person setiap ke Daerah saya menghubungi Tim dearah; - Bahwa saksi di daerah kab. Kepahiang tidak pernah bertemu dengan Terdakwa Mulyadi; - Bahwa saksi mengatakan untuk kontak person beralihnya dari kepala dinas kepada terdakwa mulyadi saksi tidak mengetahuinya; - Bahwa berdasarkan Juklak Juknis Tim Pengendali daerah tersebut ada mengapa tidak ada SKnya saksi tidak dapat menjawab karena itu bukan tupokssi dia untuk menjawabnya, dan saksi beranggapan bahwa keterkaitan dengan listrik adalah badan ESDM maka yang ada keterkaitannya sebagai kontakperson apabila saksi ke daerah; - Bahwa berdasarkan pemantauan saksi dilapangan pekerjaan PLTMH Dilapangan lambat dikerjakan dan pada waktu itu saksi sampaikan kepada Chandara bahwa pekerjaan sudah diambang selesai pelaksanaan, sehingga adanya addendum perpanjangan waktu pekerjaan; - Bahwa saksi mengetahui adanya laporan progress pekerjaan untuk 3 Kab tersebut telah selesai dikerjakan dan untuk 1 kab. Bengkulu Utara yang belum, dan mengapa pekerjaan belum selesai uang sudah dapat dicairkan, saksi selaku pengawas dan monitoring bertanggung jawab terhadap proyek tersebut, tidak
_____________________________________________________________________________________ Pleidooi Terdakwa Mulyadi,S.Pd

16

selesai akan tetapi tetap dicairkan 100%, saksi tidak dapat menjawab; Bahwa apakah selaku Tim pengendali Daerah mendapat honor, saksi mengatakan tidak mengetahui, akan tetapi saksi selaku Tim monitoring dan pengawas setiap ke daerah mendapat SPJ; Bahwa saksi megetahui pekerjaan tidak selesai akan tetapi tetap dibatyarkan 100% kepada kontraktor, dan mengenai Tim pengendali daerah saksi tidak pernah melihat sknya, dan secara laporan bahwa untuk 3 Kab. Diluar kab. Bengkulu utara telah selesai dikerjakan; Bahwa atas keterangan saksi tersebut terdakwa tidak keberatan.

11. Keterangan Saksi MUFTI INTI PRIYANTO di persidangan di bawah Sumpah telah memberikan keterangan sebagai berikut : - Bahwa saksi di dalam organisasi proyek PLLTMH sebagai PPTK; - Bahwa saksi bertugas selaku PPTK berdasarkan SK Menteri PDT Nomor : 001/Kep/M-PDT/1/2008 tanggal 02 Januari 2008; - Bahwa saksi memiliki tugas pokok adalah : Menandatangani dan mengesahkan dokumen proyek, yang menjadi dasar pengeluaran berdasarkan pagu dalam daftar isian pelaksanaan anggaran, memeriksa kebenaran materil dan akibat yang timbul dari penggunaan surat bukti dimaksud, menhgajukan surat perintah pembayaran (SPP), Meneliti Penyelesaian pekerjaan yang diajukan Permintaan pembayaran kepada KPA, Memeriksa kebenaran berita acara hasil pemeriksaan dan Penerimaan Pekerjaan.; - Bahwa saksi telah menerbitkan SPP, saksi tidak pernah tahu apakah pekerjaan Proyek PLTMH tersebut telah selesai, kalau berdasarkan laporannya yang masuk bahwa proyek tersebut telah selesai, akan tetapi kebenaranya tidak pernah saksi ketahui; - Bahwa apakah ada dasar bahwa Tim daerah membuat kemajuan progres pekerjaan ssmentara SK Tim Pengadali daerah tidak ada, bahwa saksi menjawab tidak tahu mengenai tidak adanya SK Tim pengendali daerah; - Bahwa apakah sama antara Tim Pengawas dengan Tim Pengendali Daerah, tentu tidak sama; - Tim pengawas yang melaporkan Progres pekerjaan, tim pengendali sebagai monitor pekerjaan untuk melaporkan kepada Tim pengendali pusat, sementara SK Baik Tim pengendali daerah dan tim pengadali pusat tidak pernah ada; - Bahwa benar saksi selaku PPTK tidak melaksanakan tugas dan kewajibannya melakukan Cros Cek atas kebenaran Berita acara serah terima pekerjaan; - Bahwa benar menurut saksi Tim pengendali daerah tidak dapat terikat dalam kontrak apabila tidak ada SK nya; - Bahwa apa dibenarkan 2 anggaran untuk 1 pekerjaan saksi menjawab tidak dibenarkan secara hukum; - Bahwa atas keterangan saksi tersebut terdakwa tidak keberatan; 12. Keterangan Saksi Ir. CARBI SIMANJUNTAK. MM di bawah Sumpah dipengadilan memberikan keterangan sebagai berikut : - Bahwa saksi dalam organisasi Proyek PLTMH pada tahun 2008 adalah sebagai Kuasa Pengguna Anggaran; - Bahwa saksi memiliki tugas pokok mengelola Angaran, menyusun rencana pelaksanaan kegiatan, menyampaikan laporan realisasi anggaran, menandatangani surat pengantar SPM ke kantor Perbendeharaan Negara, menunjuk pejabat yang berwenang untuk menandatangani SPM, bersama bendahara menandatangani Cek /giro,mengusulkan dan mengkoordinir pengadaan barang, memotong mengumpulkan bukti dokumen pengeluaran anggaran; - Bahwa benar selaku KPA saksi menyusun rencana pelaksanaan kegiatan,
_____________________________________________________________________________________ Pleidooi Terdakwa Mulyadi,S.Pd

17

Ditanyakan ke saksi sejauh mana rencana pelaksanaan Proyek tersebut dilaksanakan, bahwa anggaran yang ada tercantum dalam DIPA berdasarkan adanya usulan dari daerah berbentuk proposal, akan tetap ditanyakan kepada saksi bentuk konkrit proposalnya tidak dapat diperlihatkan, Bahwa apakah Tim pengendali daerah merupakan bagian perencanaan, bahwa Tim pengendali daerah berdasarkan Juklak dan Juknis adalah bagian dari perencanaan dan Pelaksanaan; Bahwa berdasarkan Juklak dan Juknis Tim pengendali daerah bekerja sama dengan Tim pengendali Pusat, ditanyakan kepada saksi apakah Tim Pengendali mendapat SK yang akan tetapi ditanyakan bentuk konrit SK Tim Pengendali daerah tersebut tidak bisa diperlihatkan; Bahwa saksi membenarkan bahwa syarat pencairan bukan adanya berita acara dari Tim Pengendali daerah, Tim pengaendali Daerah melaporkan kepada Tim pengendali Pusat tentang situasi Proyek tersebut; Bahwa untuk SK Tim Pengendali daerah dkeluarkan oleh Bupati, akan tetapi saksi tidak pernah lihat; Bahwa saksi tidak mengetahui secara pasti pada saat sosialisasi di Jakarta yang hadir pada saat itu Bupati atau Bapeda sebab mereka diundang untuk datang; Bahwa dengan tidak adanya tim Pengendali Daerah, maka berkas berita acara serah terima pekerjaan tersebut dapat ditanda tangani oleh siapa saja hal tesebut dibenarkan saksi; Bahwa saksi membenarkan bahwa saksi tidak pernah melihat berita acara serah terima pekerjaan dari Tim pengendali daerah kepada Tim pengendali pusat, dan saksi hanya melihan SP2D maka dengan terbitnya SP2 D maka pekerjeaan telah selesai 100% dikerjakan; Bahwa artas keterangan saksi tersebut terdakwa tidak keberatan.

13. Keterangan saksi YUNIZAR Di Persidangan di Bawah Sumpah telah memberikan Keterangan Sebagai Berikut : - Bahwa saksi salam organisasi Proyek PLTMH tahun 2008 berdasarkan SP597/N.7.5/Fd.1/12/2011 Tangal 5 Desember 2011 bertugas sebagai Tim Penilai Pemeriksa dan penerima Barang; - Bahwa benar tugas dan tanggung jawab saksi adalah: Meminta kepada pihak ketiga untuk meneyerahkan hasil pekerjaan, melakukan evaluasi dan koreksi hasil pekerjaan, melakukan pembahasan atau mengkoordinir pembahasan instansi terkait terhadap hasil pekerjaan, membuat hasil pembahasan sebagaimana imaksud kepada Kuasa Pengguna Anggaran; - Bahwa benar saksi tidak pernah melaksanakan tugas dan kewajiban sebagaimana mestinya apa yang telah disebutkan tersebut; - Bahwa benar saksi menjalankan tugas hanya atas dasar perintah dari KPA; - Bahwa berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh saksi pembangunan PLTMH di 4 kabupaten di Propinsi Bengkulu pekerjaan telah selesai 100% tanpa dilakukan cek Fisik pekerjaan oleh saksi; - Bahwa benar pekerjaan telah selesai 100% penilaian dilakukan oleh saksi dengan cara : berdasarkan berita acara pemeriksaan terhadap jumlah dan kualitas barang pada gudang PT. Dhana Julaga Ekada, penilaian tahap ke dua yaitu, berupa berita acara persetujuan Terhadap Berita acara penyelesaian pekerjaan kabupaten Lebong berita acara persetujuan Terhadap Berita acara penyelesaian pekerjaan kabupaten Kab. Kepahiang, berita acara persetujuan Terhadap Berita acara penyelesaian pekerjaan kabupaten Seluma, berita acara persetujuan Terhadap Berita
_____________________________________________________________________________________ Pleidooi Terdakwa Mulyadi,S.Pd

18

acara penyelesaian pekerjaan kabupaten Bengkulu Utara tertanggal 9 Desember 2008; Bahwa benar pemeriksaan dilakukan hanya sebatas administrasi bahwa tim penilai tidak pernah terjun langsung kelapangan, dan mempercai begitu saja dari isi berita acara serah terima pekerjaan tersebut; Bahwa benar saksi tidak mengetahui adanya tim Pengendali Daerah, dan saksi tidak pernah melihat SK tim Pengendali daerah tersebut; Bahwa atas keterangan saksi tersebut terdakwa tidak keberatan.

14. Keterangan Saksi IWAN BARITA SIHOTANG Di Bawah Sumpah di Persidangan saksi memberikan keterangan sebagai berikut : - Bahwa saksi dalam organisasi Proyek sebagai Panitia Penilai dan pemeriksa hasil pekerjaan pelelangan umum; - Bahwa saksi memiliki tugasdan pungsi pokok - Bahwa saksi salam organisasi Proyek PLTMH tahun 2008 berdasarkan SP597/N.7.5/Fd.1/12/2011 Tangal 5 Desember 2011 bertugas sebagai Tim Penilai Pemeriksa dan penerima Barang; - Bahwa benar tugas dan tanggung jawab saksi adalah: Meminta kepada pihak ketiga untuk meneyerahkan hasil pekerjaan, melakukan evaluasi dan koreksi hasil pekerjaan, melakukan pembahasan atau mengkoordinir pembahasan instansi terkait terhadap hasil pekerjaan, membuat hasil pembahasan sebagaimana imaksud kepada Kuasa Pengguna Anggaran; - Bahwa benar saksi tidak pernah melaksanakan tugas dan kewajiban sebagaimana mestinya apa yang telah disebutkan tersebut; - Bahwa benar saksi menjalankan tugas hanya atas dasar perintah dari KPA; - Bahwa berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh saksi pembangunan PLTMH di 4 kabupaten di Propinsi Bengkulu pekerjaan telah selesai 100% tanpa dilakukan cek Fisik pekerjaan oleh saksi; - Bahwa benar pekerjaan telah selesai 100% penilaian dilakukan oleh saksi dengan cara : berdasarkan berita acara pemeriksaan terhadap jumlah dan kualitas barang pada gudang PT. Dhana Julaga Ekada, penilaian tahap ke dua yaitu, berupa berita acara persetujuan Terhadap Berita acara penyelesaian pekerjaan kabupaten Lebong berita acara persetujuan Terhadap Berita acara penyelesaian pekerjaan kabupaten Kab. Kepahiang, berita acara persetujuan Terhadap Berita acara penyelesaian pekerjaan kabupaten Seluma, berita acara persetujuan Terhadap Berita acara penyelesaian pekerjaan kabupaten Bengkulu Utara tertanggal 9 Desember 2008; - Bahwa benar pemeriksaan dilakukan hanya sebatas administrasi bahwa tim penilai tidak pernah terjun langsung kelapangan, dan mempercai begitu saja dari isi berita acara serah terima pekerjaan tersebut; - Bahwa benar saksi tidak mengetahui adanya tim Pengendali Daerah, dan saksi tidak pernah melihat SK tim Pengendali daerah tersebut; - Bahwa atas keterangan saksi tersebut terdakwa tidak keberatan. 15. Keterangan Saksi FARANSISKA ARI WANTI BARA TRI SAKSTI. SH Di bawah Sumpah di Persidangan telah memberikan keterangan sebagai Berikut : - Bahwa saksi salam organisasi Proyek PLTMH tahun 2008 berdasarkan SP597/N.7.5/Fd.1/12/2011 Tangal 5 Desember 2011 bertugas sebagai Sekretaris Tim Penilai Pemeriksa dan penerima Barang;
_____________________________________________________________________________________ Pleidooi Terdakwa Mulyadi,S.Pd

19

Jika

Bahwa benar tugas dan tanggung jawab saksi adalah: Meminta kepada pihak ketiga untuk meneyerahkan hasil pekerjaan, melakukan evaluasi dan koreksi hasil pekerjaan, melakukan pembahasan atau mengkoordinir pembahasan instansi terkait terhadap hasil pekerjaan, membuat hasil pembahasan sebagaimana imaksud kepada Kuasa Pengguna Anggaran; Bahwa benar saksi tidak pernah melaksanakan tugas dan kewajiban sebagaimana mestinya apa yang telah disebutkan tersebut; Bahwa benar saksi menjalankan tugas hanya atas dasar perintah dari KPA; Bahwa berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh saksi pembangunan PLTMH di 4 kabupaten di Propinsi Bengkulu pekerjaan telah selesai 100% tanpa dilakukan cek Fisik pekerjaan oleh saksi; Bahwa benar pekerjaan telah selesai 100% penilaian dilakukan oleh saksi dengan cara : bverdasarkan berita acara pemeriksaan terhadap jumlah dan kualitas barang pada gudang PT. Dhana Julaga Ekada, penilaian tahap ke dua yaitu, berupa berita acara persetujuan Terhadap Berita acara penyelesaian pekerjaan kabupaten Lebong berita acara persetujuan Terhadap Berita acara penyelesaian pekerjaan kabupaten Kab. Kepahiang, berita acara persetujuan Terhadap Berita acara penyelesaian pekerjaan kabupaten Seluma, berita acara persetujuan Terhadap Berita acara penyelesaian pekerjaan kabupaten Bengkulu Utara tertanggal 9 Desember 2008; Bahwa benar pemeriksaan dilakukan hanya sebatas administrasi bahwa tim penilai tidak pernah terjun langsung kelapangan, dan mempercai begitu saja dari isi berita acara serah terima pekerjaan tersebut; Bahwa benar saksi tidak mengetahui adanya tim Pengendali Daerah, dan saksi tidak pernah melihat SK tim Pengendali daerah tersebut; Dipersandingkan Preskriptif kami diatas dengan Fakta Deskriptif yang hal ini

dimasukkan JPU dalam Requisitoirnya maka Sebagai fakta deskriftif,

tentulah memasukkan keterangan yang merugikan Terdakwa, belum lagi jika kita cermati keterangan yang disitir oleh JPU adalah setengah-setengah atau tidak komprehensif, dapat membuktikan dakwaannya. Bagaimana Jika ternyata keterangan-keterangan beberapa orang saksi yang tidak dimasukkan dalam alat bukti dalam penuntutan ini tidak dimasukkan hingga mengakibatkan divonis lah para terdakwa oleh Majelis Hakim yang Mulia dengan tidak mengambil pertimbangan dari keterangan saksi yang tidak rasa dimasukkan, apa jadinya proses penegakan hukum di negeri ini ? Lantas apa jadinya jika ketidakadilan dirasakan oleh para Terdakwa karena ternyata Keterangan SAKSI YANG NOTABENE adalah SAKSI yang dipanggil oleh JPU tidak menjadi pertimbangan bagi JPU untuk melakukan Penuntutan hanya untuk kepentingan mempengaruhi putusan perkara ini ? Oleh karenanya kami mohon kepada Majelis Hakim yang Mulia untuk berhati-hati dan lebih teliti mempelajari terhadap dalil-dalil JPU agar yang Mulia majelis
_____________________________________________________________________________________ Pleidooi Terdakwa Mulyadi,S.Pd

dipastikan yang menguntungkan JPU saja dalam

20

hakim tidak TERJEBAK dan TERSESAT dalam perspektif JPU dalam Tuntutannya. Fakta preskriptif atau fakta hukum yang disebut juga dengan ekstrak dari fakta deskriptif itu. Fakta preskriptif atau fakta hukum ini akan menjadi materi Pledoi lebih lanjut yakni sebagai materi analisa hukum perkara ini untuk menentukan apakah ada atau tidak ada fakta dan kesalahan Terdakwa sebagaimana didakwakan dan dituntut. Dengan kata lain, apakah benar terbukti kebenaran dari fakta hukum dakwaan Tim Jaksa Penuntut umum. Majelis Hakim yang kami hormati, Jaksa Penuntut Umum yang dihormati, Dengan demikian, kami menyajikan analisis dari fakta-fakta persidangan dalam bentuk hingga menjadi Fakta preskriptif tersebut kami uraikan sebagai berikut :

Bahwa benar pada tahun 2008 di Propinsi Bengkulu terdapat pelaksanaan Proyek Bantuan Peningkatan Infratruktur Listrik PLTMH melalui Program Percepatan Pembangunan Infratruktur Pedesaan Daerah Tertinggal di Kementrian Pembangunan Daerah Tertinggal tersebar di 4 (empat) kabupaten yakni Kabupaten Seluma, Kabupaten Bengkulu Utara, Kabupaten Kepahiang dan Kabupaten Lebong (Saksi Ir. CARBI SIMANJUNTAK. MM); Bahwa benar dalam pelaksanaan proyek tersebut ditunjuk Kuasa Pengguna Angaran untuk melakukan pengelolaan anggaran, menyusun rencana pelaksanaan kegiatan, menyampaikan laporan realisasi anggaran, menandatangani surat pengantar SPM ke kantor Perbendeharaan Negara, menunjuk pejabat yang berwenang untuk menandatangani SPM, bersama bendahara menandatangani Cek /giro,mengusulkan dan mengkoordinir pengadaan barang, memotong mengumpulkan bukti dokumen pengeluaran anggaran (Saksi Ir. CARBI SIMANJUNTAK. MM); Bahwa benar dalam rencana pelaksanaan Proyek tersebut dilaksanakan, bahwa anggaran yang ada tercantum dalam DIPA berdasarkan adanya usulan dari daerah berbentuk proposal, akan tetapi bentuk konkrit proposalnya tidak dapat diperlihatkan dan tidak mengetahuinya (Saksi Ir. CARBI SIMANJUNTAK. MM) ; Bahwa benar ada acara Sosialisasi Proyek tersebut kepada penerima di Jakarta, namun tidak diketahui secara pasti apakah Terdakwa Mulyadi,SPd yang hadir pada saat itu, namun Bupati, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Kepahiang atau Bapeda pasti ada sebab mereka diundang untuk datang (Saksi Ir. CARBI SIMANJUNTAK. MM); Bahwa untuk pekerjaan PLTMH proses lelang diikuti oleh 4 (empat ) Perusahaan Perusahaan Altari, Jurasadi perkasi, Hand Jaya, Dana Julaga (Saksi Dr.SISWA TRIHADI Bin SUPOMO); Bahwa benar berdasarkan penetapan pemenang Lelang dalam proyek ini adalah PT.DHANA JULAGA EKADA (Saksi ASWAN Bin ABDUL MUIS, Saksi Dr.SISWA TRIHADI Bin SUPOMO); Bahwa pengerjaan Proyek tersebut berasal dari Kementrian Pembangunan Daerah Tertinggal sumber dana dari APBN dengan dana sebesar Rp.3.569.429.000.000.000,00 (Saksi ASWAN Bin ABDUL MUIS, Saksi Dr.SISWA TRIHADI Bin SUPOMO);
_____________________________________________________________________________________ Pleidooi Terdakwa Mulyadi,S.Pd

21

Bahwa benar Proyek tersebut terbagi dalam 4 ruang lingkup pekerjaan yakni Pengadaan 4 (empat) unit PLTMH 30 KW di 4 (empat) kabupaten, Instalasi 4 (empat) unit PLTMH 30 KW di 4 (empat) Kabupaten, Ujicoba 4 (empat) unit PLTMH 30KW di 4 (empat) Kabupaten, Pemeliharaan 4 (empat) unit PLTMH 30 KW di 4 (empat) Kabupaten; Bahwa benar adanya Proyek PLTMH di Desa Kembang Seri Kab. Kepahiang ada Pihak Kontraktor yang datang ke desa akan dibangun Proyek PLTMH kemudian Kepala Desa menunjukkan lokasi yang akan dibangun (Saksi Kades Kembang Seri Kab Kepahiang ANANG SAHURI); Bahwa benar Pengerjaan Proyek khusus Untuk Di Kab. Kepahiang yang terletak di Desa Kembang Seri dengan nilai Dana Sebesar Rp. 892.357.250. dengan klasifikasi pekerjaan sebagai berikut: Pengerjaan Fisik berupa bendungan, Pengadaan 1 unuit Turbin, Instalasi jaringan listrik, Uji coba 1 unit turbin PLTMH 30 KW, Pelatihan Operator, Pemeliharaan (Saksi ASWAN Bin ABDUL MUIS); Bahwa benar untuk lokasi tersebut harus dialiri air sungai, Proyek tersebut telah dibangun pada tahun 2008 (Saksi Kades Kembang Seri Kab Kepahiang ANANG SAHURI); Bahwa benar atas permintaan Pak Hendri konsultan, kepala desa telah mencari pelanggan yang apabila proyek tersebut selesai akan menjadi konsumen dan diminta kepada saksi untuk mengelolanya (Saksi Kades Kembang Seri Kab Kepahiang ANANG SAHURI); Bahwa benar berdasarkan pemantauan saksi dilapangan pekerjaan PLTMH Dilapangan lambat dikerjakan dan pada waktu itu saksi sampaikan kepada Chandara bahwa pekerjaan sudah diambang selesai pelaksanaan, sehingga adanya addendum perpanjangan waktu pekerjaan (Saksi SYUHENDRA EFENDI); Bahwa benar bangunan tersebut parah dan hal tersebut termasuk gagal civil, dimana Bendungan salauran pengantar air tidak sesuai (Saksi Ahli MUSLIM); Bahwa dari amatan saksi untuk Khusus Kab. Kepahiang untuk Civil atau bangunannya bagus, akan tetapi tidak beroperasi unruk memutar turbin air yang ditampung terlalu kecil sehingga bak penampung air yang kurang besar, kalau bak penampung tersebut diperbesar dan ditambah 1 Bak lagi maka saksi pastikan alat tersebut bisa Beroperasi dan berfungsi (Saksi Ahli MUSLIM); Bahwa pemeriksaan dilakukan pada 4 kabupaten yakni Kab. Lebong, Kab. Bengkulu Utara, Kab. Seluma, dan Kab. Kepahiang, Bahwa gagalnya proyek tersebut karena sebelumnya tidak ada perencanaan yang matang dan Pihak Panitia atau Pelaksana Pekerjaan tersebut tidak mensosialisasikan pekerjaan tersebut terlebih dahulu (Saksi Ahli MUSLIM); Bahwa proyek PLTMH tersebut dari Pemantauan Kepala Desa Kembang Seri tidak selesai, dan Kepala Desa Kembang Seri mengetahui secara persis bahwa Listrik tidak dapat mengalir dari rumah ke rumah, dan belum sempat menyala. Proyek PLTMH untuk di Kab. Kepahiang kalaulah dikalkulasikan pekerjaan tersebut baru sekitar 75% dan tinggal 25 % lagi baru selesai dan dapat Konek. (Saksi Kades Kembang Seri Kab Kepahiang ANANG SAHURI); Bahwa benar untuk di Kab. Kepahiang pekerjaan telah selesai 100 % akan tetapi tidak nyala (Saksi ASWAN Bin ABDUL MUIS, Saksi SYUHENDRA EFENDI); Bahwa benar berdasarkan kontrak PLTMH dapat diserah terimakan pekerjaan tersebut berdasarkan kontrak adalah sampai lampu menyala ke rumah (Saksi Dr.SISWA TRIHADI Bin SUPOMO); Bahwa benar selaku ASDEP bagian Energy di PDT telah menerima laporan dan ada tim yang melakukan monitoring, bahwa pekerjaan Proyek PLTMH di 3 Kabupaten telah selesai, yakni
_____________________________________________________________________________________ Pleidooi Terdakwa Mulyadi,S.Pd

22

termasuk Kab. Kepahiang, seluma dan Kab Lebong kecuali kab. Bengkulu Utara, dan hal tersebut didapat dari rekaman Vidio yang dikirim (Saksi Dr.SISWA TRIHADI Bin SUPOMO); Bahwa benar berdasarkan audit yang dilakukan berdasarkan dokumendokumen yang disajikan dari penyidik, diteliti berdasarkan apa -apa yang tertuang dalam kontrak kerja dan tinjauan langsung kelapangan serta melihat keadaan fisik pekerjaan diduga telah terjadi kerugian Negara sebesar 3,1836 M dengan system perhitungan total loss dari nilai proyek Rp.3.569.429.000.000.000,00 setelah dipastikan Pekerjaan PPN + PPH dihasilkan kerugian Negara (Saksi AHLI SUAMAN); Bahwa benar proyek PLTMH tersebut, dikategorikan kegagalan Tekhnis dan tidak ada perencanaan yang matang sebelumnya, bahwa Negara telah mengeluarkan uang tetapi Negara tidak mendapatkan manfaat dari proyek tersebut (Saksi AHLI SUAMAN); Bahwa benar berdasarkan JUKLAK dan JUKNIS ada pembentukan Tim Pengendali Daerah, yang termasuk dalam bagian dari perencanaan dan Pelaksanaan dan yang dimaksud dengan Tim pengendali Daerah adalah Tim yang ditunjuk oleh Bupati berdasarkan SK, dan dalam Petunjuk Tekhnisnya adalah Bapeda. Namun SK Bupati tentang Pembentukan Tim Pengendali daerah tidak pernah ada dan tidak pernah melihatnya (Saksi Dr.SISWA TRIHADI Bin SUPOMO, Saksi Drs. GAUZIE ACHMADSYAH.MM, Saksi SYUHENDRA EFENDI, Saksi MUFTI INTI PRIYANTO, Saksi Ir. CARBI SIMANJUNTAK. MM, saksi YUNIZAR, Saksi IWAN BARITA SIHOTANG, Saksi FARANSISKA ARI WANTI BARA TRI SAKSTI. SH); Bahwa benar menurut Tim pengendali daerah tidak dapat terikat dalam kontrak apabila tidak ada SK nya (Saksi MUFTI INTI PRIYANTO) ; Bahwa benar didalam pemeriksaan Tim audit dalam dokumen tidak ditemukannya SK atau Proposal dari Tim Pengendali Daerah ke PDT untuk Proyek PLTMH tersebut (Saksi AHLI SUAMAN); Bahwa benar didalam proses pencairan 100% untuk Proyek PLTMH bahwa adanya berita acara serah terima pekerjaan dari Tim Pengendali Daerah kepada Tim Pengendali pusat namun bukan merupakan syarat pencairan 100% pekerjaan, Syarat Pencairan didalam Audit hanya dikenal dan mengacu pada Berita Acara Serah Terima Tim Pengandali Pusat dengan Kontraktor (Saksi AHLI SUAMAN, Saksi Ir. CARBI SIMANJUNTAK. MM); Bahwa benar yang bertanggung jawab secara hukum dengan telah cairnya uang Negara akan tetapi pekerjaan tidak selesai adalah merupakan tanggung jawab Panitia Pelaksana Pekerjaan tersebut dan Pelaksana Pekerjaan PLTMH (Saksi AHLI SUAMAN); Bahwa benar secara tekhnis atas pekerjaan proyek tersebut apabila proyek tersebut gagal, dan tidak bisa digunakan yang bertanggung jawab bukan Tim pengendali daerah, akan tetapi merupakan tanggung jawab Tim Penilai dan penerima barang (Saksi Dr.SISWA TRIHADI Bin SUPOMO); Bahwa benar berdasarkan Kepres N0. 42 tentang APBN, Peraturan Dirjen Perbendaharaan Negara bahwa syarat pencairan APBN yaitu berdasarkan adanya Kontrak dan Progress kerja serta surat keterangan pertanggung jawaban belanja (Saksi AHLI SUAMAN); Bahwa benar dalam syarat pencairan ada disebutkan dalam kontrak kerja adanya serah terima pekerjaan dari tim pengendali daerah dengan Tim pengendali pusat, akan tetapi hal tersebut tidak dilaksanakan oleh tim pengendali Pusat disamping SK nya tidak ada, dan hal apa yang ditanda tangani oleh Tim yang dikatakan Pengendali daerah bukan merupakan syarat pencairan 100%, karena berdasarkan dokumen yang ada bahwa yang ditandatangani adalah surat serah terima pekerjaan dari Tim Pengendali daerah kepada Pelaksana pekerjaan (kontraktor), bukan Tim

_____________________________________________________________________________________ Pleidooi Terdakwa Mulyadi,S.Pd

23

penegendali Pusat (Saksi AHLI SUAMAN, Saksi Drs. GAUZIE ACHMADSYAH.MM); Bahwa benar dokumen berita acara 100% harus 4 kabupaten keempatempatnya memenuhi syarat baru uang Negara bisa dicairkan 100 % dan dukumen yang dibuat oleh panitia penerimaan barang membuat Berita Acara tersebut tidak benar (Saksi AHLI SUAMAN); Bahwa benar mengenai SK tim Pengendali daerah tidak ditemui dalam dokumen adanya hambatan menghitung kerugian Negara ini dikarenakan tidak juga ditemukan Proposal dari daerah dan SK tim Pengendali daerah baik dalam dokumen lelang dan dokumen aannaming tidak ditemukan (Saksi AHLI SUAMAN); Bahwa benar syarat pencairan berdasarkan Kepres tidak ada disyaratkan adanya serah terima pekerjaan dari tim pengendali daerah ke tim pengendali pusat, akan tetapi berdasarakan kepres ada 4 yakni: e. Dokumen kontrak. f. Progres Pekerjaan. g. Surat Pertanggung jawaban belanja. h. SPP (Pajak). Bahwa benar syarat pencairan terhadap anggaran APBN semuanya tertuang dalam Kepres No. 6/tahun 2005 tentang perbendahaaraan keuangan Negara. Bahwa benar pada pencairan termin ke II 100% pihak pelaksana yaitu PT. Julaga Ekada tidak melampirkan berita acara serah terima pekerjaan untuk permintaan pembayaran. Dalam kaitannya Berita acara serah terima pekerjaan 100% di Kab. Kepahiang bahwa Saksi Tidak Mengetahuinya, yang membuat Berita acara tersebut adalah Pak Edo dan Hendrik dari PDT (Saksi ASWAN Bin ABDUL MUIS, Saksi Drs. GAUZIE ACHMADSYAH.MM); Bahwa benar setelah diperiksa kebenaran materil dan akibat yang timbul dari penggunaan surat bukti dimaksud kemudian diajukan surat perintah pembayaran (SPP) kepada KPA (Saksi MUFTI INTI PRIYANTO); Bahwa benar setelah menerbitkan SPP kepada Kuasa Pengguna Anggaran, saksi tidak pernah tahu apakah pekerjaan Proyek PLTMH tersebut telah selesai, kalau berdasarkan laporannya yang masuk bahwa proyek tersebut telah selesai, akan tetapi kebenaranya tidak pernah saksi ketahui (Saksi MUFTI INTI PRIYANTO); Bahwa benar uang Pekerjaan Proyek PLTMH 100% dapat dicairkan tanpa adanya berita acara serah terima pekerjaan (Saksi Drs. GAUZIE ACHMADSYAH.MM, Saksi Drs. ZAINURI MM); Bahwa benar dengan tidak adanya tim Pengendali Daerah, maka berkas berita acara serah terima pekerjaan tersebut dapat ditanda tangani oleh siapa saja, dan tidak pernah ada melihat berita acara serah terima pekerjaan dari Tim pengendali daerah kepada Tim pengendali pusat (Saksi Ir. CARBI SIMANJUNTAK. MM); Bahwa benar Tim Penilai Barang dan Jasa telah Meminta kepada pihak ketiga untuk menyerahkan hasil pekerjaan, melakukan evaluasi dan koreksi hasil pekerjaan, melakukan pembahasan atau mengkoordinir pembahasan instansi terkait terhadap hasil pekerjaan, membuat hasil pembahasan sebagaimana dimaksud kepada Kuasa Pengguna Anggaran, namun fungsi tim Penilai Barang dan Jasa tidak melakukan tugas dan fungsi tersebut sebagaimana mestinya. Adapun penilaian yang dilakukan oleh saksi pembangunan PLTMH di 4 (empat) kabupaten di Propinsi Bengkulu pekerjaan telah selesai 100% tanpa dilakukan cek Fisik pekerjaan oleh saksi (saksi YUNIZAR, Saksi IWAN BARITA SIHOTANG, Saksi FARANSISKA ARI WANTI BARA TRI SAKSTI. SH); Bahwa benar Penilaian Tim Pemeriksa Barang dan jasa berkesimpulan pekerjaan telah selesai 100% penilaian dilakukan dengan cara melihat berita acara pemeriksaan terhadap jumlah dan kualitas barang pada gudang PT. Dhana Julaga Ekada, penilaian tahap ke dua yaitu, berupa
_____________________________________________________________________________________ Pleidooi Terdakwa Mulyadi,S.Pd

24

berita acara persetujuan Terhadap Berita acara penyelesaian pekerjaan kabupaten Lebong berita acara persetujuan Terhadap Berita acara penyelesaian pekerjaan kabupaten Kab. Kepahiang, berita acara persetujuan Terhadap Berita acara penyelesaian pekerjaan kabupaten Seluma, berita acara persetujuan Terhadap Berita acara penyelesaian pekerjaan kabupaten Bengkulu Utara tertanggal 9 Desember 2008 (saksi YUNIZAR, Saksi IWAN BARITA SIHOTANG, Saksi FARANSISKA ARI WANTI BARA TRI SAKSTI. SH); Bahwa benar pemeriksaan dilakukan hanya sebatas administrasi bahwa tim penilai tidak pernah terjun langsung kelapangan, dan mempercai begitu saja dari isi berita acara serah terima pekerjaan tersebut (saksi YUNIZAR, Saksi IWAN BARITA SIHOTANG, Saksi FARANSISKA ARI WANTI BARA TRI SAKSTI. SH); Bahwa benar untuk pekerjaan proyek PLTMH sampai saat ini antara pihak pelaksana pekerjaan dengan Pihak Kuasa Pengguna Anggaran belum ada serah terima pekerjaan (Saksi Drs. GAUZIE ACHMADSYAH.MM): Bahwa benar dalam proses menyerahkan SPM saksi Drs.Gauzie Achmadsyah,MM sempat menanyakan tentang Berita acara serah terima pekerjaan menyakan hal tersebut kepada Saksi Drs. Zainuri. MM dan Berita Acara Tersebut Belum Ada, dan terbitnya SP2D telah melewati dari pada Tim pengendali daerah maupun Pusat dan terbitnya SPM cukup dengan berita acara persetujuan penyelesaian pekerjaan pembangkit listrik oleh karena SPM telah ditandatangani dan saksi tidak mau terlalu lama ada ditangan bendahara maka SPM tersebut saksi teruskan ke Perbendaharaan Negara (Saksi Drs. GAUZIE ACHMADSYAH.MM, Saksi Drs. ZAINURI MM); Bahwa benar Saksi sama sekali tidak pernah kenal dan bertemu dengan Terdakwa MULYADI dalam pelaksanaan proyek dari awal hingga akhir (Saksi ASWAN Bin ABDUL MUIS, Saksi Drs. GAUZIE ACHMADSYAH.MM, Saksi SYUHENDRA EFENDI, Saksi Drs. ZAINURI MM, saksi YUNIZAR, Saksi IWAN BARITA SIHOTANG, Saksi FARANSISKA ARI WANTI BARA TRI SAKSTI. SH, Saksi MUFTI INTI PRIYANTO, Saksi Ir. CARBI SIMANJUNTAK. MM, Saksi AHLI SUAMAN, Saksi Dr.SISWA TRIHADI Bin SUPOMO dan Saksi Ahli MUSLIM, Terdakwa Kaisar Robinson, Terdakwa Darsuan, Terdakwa Firman); Bahwa benar Pada rapat konsilidasi di Hotel Horizon saksi tidak tahu, sebab yang merencanakan adalah Pak Edo dan Pak Hendrik dan yang membawa seluruh dokumen baik berita acara yang menyerahkan ke pusat ke PDT adalah Pak Edo dan semua tanda tangan yang dikatakan serah terima 100 % dari Tim pengendali daerah saksi tidak pernah mengetahuinya, semuanya disiapkan oleh Pak Edo (Saksi ASWAN Bin ABDUL MUIS); Bahwa benar mengenai Tim Pengendali Daerah Khusus Kab. Kepahiang bahwa saksi tidak pernah mengetahuinya jika Terdakwa Mulyadi,SPd adalah Tim Pengendali Daerah (Saksi ASWAN Bin ABDUL MUIS, Terdakwa Mulyadi,SPd, Saksi SYUHENDRA EFENDI); Bahwa benar saksi tidak pernah bertemu dengan Terdakwa apa lagi memberikan uang atau sesuatu kepada terdakwa (Saksi ASWAN Bin ABDUL MUIS, Terdakwa Mulyadi,SPd); Bahwa benar selama proyek tersebut berlangsung, tidak ada satupun orang pemerintahan yang datang kelokasi proyek baik itu dari Dinas ESDM Kab. Kepahiang baik dilapangan maupun ditempat lain dan Kepala Desa Kembang Seri tidak pernah bertemu dengan Terdakwa Mulyadi,S.Pd (Saksi Kades Kembang Seri Kab Kepahiang ANANG SAHURI, Terdakwa Mulyadi,SPd); Bahwa benar pada saat pelaksanaan proyek, ada ditunjuk oleh ASDEP bagian Energy yang tidak masuk dalam organisasi proyek namun secara struktural disebut Tim Monitoring dan evaluasi ke daerah-daerah
_____________________________________________________________________________________ Pleidooi Terdakwa Mulyadi,S.Pd

25

penerima PLTMH 2008-2009, melakukan kunjungan ke daerah melalui kontak person didaerah yakni Kepala Dinas. Khusus di Kepahiang kontak Personnya adalah Kepala Dinas Pertambangan dan Energi, bukan Terdakwa Mulyadi,SPd. (Saksi SYUHENDRA EFENDI) ; Bahwa benar Sdri.JUNAINI atas perintah dari Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Kepahiang membawa dan menyodorkan 1 (satu) bundel dokumen dan telah mendatangi Terdakwa Mulyadi,SPd dengan cara-cara membujuk agar Terdakwa menandatangani Berita Acara Penyelesaian Pekerjaan Peningkatan Listrik PLTMH kabupaten Kepahiang dengan iming-iming ataupun janji-janji bahwa Berita Acara tersebut disuruh Kepala Dinas untuk ditandatangani dan Berita Acara tersebut hanya kelengkapan administrasi saja, dan sdri.Junaini menjamin tidak akan ada masalah dikemudian hari (Terdakwa Mulyadi,SPd); Bahwa benar pada saat barang-barang yang masuk pada tahapan pengadaan telah ditandatangani sebuah berita acara Pemeriksaan Barang oleh Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Kepahiang (Terdakwa Mulyadi,SPd);

C.

ANALISIS YURIDIS Majelis hakim yang mulia, Sdr Jaksa Penuntut Umum yang dihormati, Bahwa Analisis yuridis pembuktian mengenai unsur-unsur tindak pidana yang didakwakan Jaksa Penuntut Umum tidak terlepas dari fakta-fakta yang terungkap di persidangan, baik keterangan saksi, keterangan terdakwa maupun bukti-bukti tertulis. Selanjutnya dalam pembelaan/pleidooi pada analisis Eksepsi kami yang dipandang masuk pada materi pokok perkara juga bahagian yang tidak terpisahkan dalam Pleidooi ini, oleh karenanya dalam perkara ini fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan, keterangan saksi-saksi, keterangan ahli dan keterangan Terdakwa, telah Kami sarikan dalam analisis faktual sehingga Kami memandang tidak perlu untuk ditulis lagi dalam pembelaan ini secara tersendiri. Sehubungan dengan hal tersebut perkenankan Kami menguraikan analisis dan penerapan hukum materil terhadap tindak pidana yang didakwakan atas diri Terdakwa dengan membuktikan unsur-unsur tindak pidana yang didakwakan Jaksa Penuntut Umum. Bahwa tuntutan Jaksa Penuntut Umum mencerminkan materi dakwaan yang telah disampaikan dalam persidangan perkara ini. Tentunya harus pula dipahami analisis yuridisnya dengan mengkaitkan pada fakta hukum yang terdapat dalam persidangan, sebagaimana pendapat Osman Simanjuntak dalam bukunya Teknis Penuntutan dan Upaya Hukum bahwa Apa yang dimuat dalam tuntutan sangat penting artinya bagi hakim karena menjadi
_____________________________________________________________________________________ Pleidooi Terdakwa Mulyadi,S.Pd

26

bahan pertimbangan putusannya, sedangkan bagi terdakwa surat dakwaan sangat penting bagi penentuan nasibnya karena kesimpulan yang dimuat dalam surat tuntutan sangat mempengaruhi pertimbangan dan putusan hakim, dengan demikian surat tuntutan dapat kita lihat dari 3 dimensi, yaitu: 1. Bagi Penuntut Umum sebagai landasan apakah terdakwa dituntut pemidanaan atau pelepasan dari segala tuntutan; 2. Bagi terdakwa surat tuntutan menjadi bahan pertimbangan untuk pembelaannya, karena terdakwa dapat mengcounter argumen yang dibuat Penuntut Umum dalam surat tuntutan, bilamana tuntutannya pemidanaan; 3. Sedangkan bagi hakim surat tuntutan dapat menjadi bahan atau memberi corak terhadap putusan yang akan dijatuhkan dan juga menjadi bahan bagi keyakinan hakim. Bahwa oleh karena itu, dalam surat tuntutan bukannya hanya kepastian hukum yang ditegakkan tetapi dalam penegakan hukum harus pula bermuara kepada rasa keadilan yang hidup dalam masyarakat. Oleh karena itu walaupun Penuntut Umum bertindak sebagai pihak dalam suatu perkara pidana dalam memegang perkara nampaknya Penuntut Umum memegang pertimbangan subjektif, namun Penuntut Umum dengan mengajukan perkara tersebut ke pengadilan tetap harus berpegang pada tujuan objektif dari penegakan hukum, yaitu mewujudkan keadilan yang proporsional berdasarkan kebenaran materiil. Bahwa Sdr JPU dalam surat dakwaannya mendakwakan terdakwa telah melanggar atau melakukan tindak pidana, yaitu: Primer : Melanggar Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-undang Hukum Pidana. : Melanggar Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undangundang Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 Kitab Undang-undang Hukum Pidana.

Subsidair

Bahwa dalam perkembangan dan pembuktian dipersidangan, saudara JPU dalam tuntutannya berkesimpulan bahwa unsur-unsur delik dalam dakwaan primair tidak dapat dibuktikan secara sah dan meyakinkan dan unsurunsur delik dalam dakwaan subsidair lah yang terbukti, sehingga Terdakwa Mulyadi,SPd dan Terdakwa lainnya dalam berkas perkara yang sama dituntut atas perbuatan tersebut, selama 4 (empat) tahun pidana penjara dikurangi selama Terdakwa ditahan, menjatuhkan pidana denda masing-masing Rp. 50.000.000,-(lima puluh juta rupiah) subsidair 3 bulan kurungan, Selanjutnya menyatakan barang bukti berupa ......dst. Bahwa mencermati, memahami, merekam dan menganalisa proses

pembuktian yang terungkap dalam persidangan maka sesungguhnya Kami Penasihat Hukum terdakwa berpendapat lain, yakni unsur-unsur delik yang
_____________________________________________________________________________________ Pleidooi Terdakwa Mulyadi,S.Pd

27

dikandung dalam dakwaan terhadap seluruh dakwaan Jaksa Penuntut Umum tidak lah terbukti. Namun karena JPU mengira bahwa dakwaan subsidair terbukti dengan menganalisanya, maka kami turut pula membantah, menganalisa dan membuktikan bahwa DAKWAAN SUBSIDAIR tidak terbukti secara sah dan meyakinkan. Oleh karenanya sehubungan dengan itu maka pada kesempatan ini, Kami Penasihat Hukum Terdakwa akan mengajukan analisa dari unsur-unsur dakwaan subsidair Pasal 3 jo Pasal 18 ayat (1) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, yang mengandung unsur-unsur:

1. 2. 3.
atau

unsur Setiap orang unsur Dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau unsur Menyalahgunakan kewenangan, kesempatan sarana unsur unsur yang Yang orang ada padanya karena jabatan atau atau

orang lain atau suatu korporasi.

kedudukan.

4. 5.

dapat yang

merugikan melakukan,

keuangan yang

perekonomian negara. menyuruh melakukan atau turut serta melakukan perbuatan itu. Bahwa sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku bahwa untuk membuktikan suatu tindak pidana maka unsur-unsur yang ada dalam suatu delik yang dilanggar, dalam dakwaan subsidair tersebut haruslah dapat dibuktikan secara keseluruhan, dan apabila salah satu atau lebih unsur pasal tidak dapat dibuktikan, maka tindak pidana yang didakwakan haruslah dinyatakan tidak dapat terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum dan oleh karenanya Terdakwa haruslah dibebaskan (Buku Pedoman Membuat Surat Dakwaan Kejaksaan Agung RI, 1985:57). Untuk selanjutnya pembuktian unsur pasal tersebut akan Kami buktikan satu persatu sebagai berikut: I. Unsur setiap orang Bahwa Jaksa Penuntut Umum dalam surat tuntutannya menyatakan bahwa unsur ini sudah dapat dinyatakan terbukti hanya dari kacamata :

Setiap orang sebagai natuurlijke persone (manusia yang hidup). Setiap orang dalam pengertian orang pribadi atau Korporasi. Setiap orang sebagai seorang Pegawai Negeri Sipil.

_____________________________________________________________________________________ Pleidooi Terdakwa Mulyadi,S.Pd

28

Yang kemudian setiap orang ini dijadikan subjek hukum dan dapat secara langsung dimintakan pertanggungjawabannya secara pidana, dengan batasbatas keadaaan jiwa seseorang dapat menentukan kehendak mana yang akan dilakukan, adanya keinsyafan akan perbuatan baik atau buruk yang dilakukan itu. Dengan batasan ini kemudian setiap orang dianggap mampu bertanggung jawab. Unsur setiap orang menurut pendapat JPU sudah terpenuhi hanya dengan Terdakwa membenarkan identitasnya di muka persidangan perkara ini, sebagaimana diuraikan dalam surat tuntutan JPU tersebut, yang mengantar sdr JPU pada simpulan bahwa setiap orang yang dimaksud dalam rumusan delik terpenuhi, dan unsur setiap orang di sini menurut sdr. JPU adalah terdakwa Mulyadi. Spd Bahwa sangat bertolak belakang dengan Sdr. JPU kami berpendapat yang dimaksud dengan Setiap Orang di sini adalah subjek hukum sebagai pendukung hak dan kewajiban, baik orang pribadi maupun badan hukum yang melakukan perbuatan atau tindak pidana itu sendiri, perbuatan mana dilarang dan diancam pidana jadi bukan semata-mata dilihat dari identitasnya dalam surat dakwaan lalu dikatakan unsur ini terbukti, karena sudah menjadi lazim digunakan. Jika kita menggunakan landasan teoritik JPU maka ketidakadilan telah ditentukan, dalam hal ini kita telah memvonis para Terdakwa telah bersalah sebelum perbuatan yang dilakukannya belum terpenuhi unsur kesalahannya sebagaimana diatur dalam rumusan delik dalam pasal yang didakwakan oleh JPU. Bagaimana mungkin seseorang yang belum dianilisis atau dibuktikan kesalahannya telah divonis oleh JPU sebagai orang yang terbukti bersalah ? oleh karenanya sangat tidak cukup alasan dan tidak cukup bukti bagi JPU menyatakan bahwa unsur setiap orang telah terbukti bersalah sebelum dibuktikan apakah perbuatan para Terdakwa telah terbukti sebuah perbuatan kesalahan (tindak pidana). Bahwa untuk membuktikan unsur ini, perbuatan pidana itu sendiri) harus terlebih dahulu unsur lain (unsur dibuktikan dan baru kemudian dan dapat

dihubungkan atau dikaitkan dengan unsur Setiap orang ini, dengan mempertimbangkan apakah pelaku tersebut ada kesalahan dipertanggung jawabkan segala perbuatannya tanpa adanya alasan pemaaf dan pembenar, apakah unsur ini terbukti untuk sementara belum dapat disimpulkan dan Kami akan menanggapi unsur-unsur pasal selanjutnya. Oleh karena itu, pada kesempatan ini saya mengajak sdr JPU mari kita berpikir
_____________________________________________________________________________________ Pleidooi Terdakwa Mulyadi,S.Pd

29

rasional-objektif,

sehingga tidak keliru dalam menarik fakta-fakta hukum,

yang berakibat dapat merugikan hak-hak Terdakwa. Bahwa Kami beranggapan unsur ini adalah unsur yang pembuktiannya harus lebih dahulu dibuktikan unsur delik lainnya pada dakwaan subsidair kesatu karena berkenaan dengan subjek hukum atau pelaku dari perbuatan pidana yang didakwakan. Apabila sudah diketahui secara pasti siapa subjek perbuatan pidananya, maka barulah dapat diminta pertanggungjawaban atas perbuatan pidana yang dilakukannya. Kalaupun sudah diketahui dan ditemukan siapa subjek hukum atau pelaku perbuatan pidana yang didakwakan, maka untuk menjatuhkan pidana masih harus dibuktikan lagi secara materiel apakah dalam melakukan perbuatan pidana itu dia mempunyai kesalahan atau tidak bersalah. Sebab asas pertanggungjawaban dalam hukum pidana mengajarkan seseorang tidak dipidana jika tidak ada kesalahan (Moeljatno, Asas-asas Hukum Pidana, Jakarta: Bina Aksara, 1987: 153). Kami mengutip pula pada pendapat dalam ahli yang sangat objektif oleh Moeljatno dalam melihat masalah Pertanggungjawaban Pidana dalam doktrin hukum kita, yakni orang tidak mungkin dipertanggungjawabkan (dijatuhi pidana) kalau dia tidak melakukan Pidana . II. Unsur Dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi. Unsur delik Dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, ini secara implisit terdapat didalamnya sub-unsur sengaja atau kesengajaan yang merupakan unsur delik yang bersifat subyektif. Seperti telah diketahui bersama oleh para penegak hukum, bahwa Sistem Hukum Pidana di Indonesia menerima asas, bahwa mengenai suatu kejahatan, selalu diperlukan adanya suatu kesengajaan kecuali jika ditentukan secara tegas bahwa dalam suatu delik tidak diperlukan adanya kesengajaan itu. Bahwa meskipun Unsur delik kesengajaan ini tidak di verbalkan secara eksplisit dalam rangkaian rumusan pasal, namun digunakan unsur dengan sengaja maka secara phsicology seseorang unsur niat merupakan modal awal seseorang melakukan tindak pidana.

_____________________________________________________________________________________ Pleidooi Terdakwa Mulyadi,S.Pd

30

Juga sudah diketahui, bahwa dalam hal suatu rumusan delik, ternyata unsur kesengajaan itu dalam hal ini dinyatakan secara tegas atau eksplisit, maka hal itu dapat dilihat dari adanya kata Dengan tujuan apalagi selanjutnya dengan tujuan ini diikuti oleh kata kerja yang dipakai dalam rumusan delik tersebut. Kata kerja itu bisa ditandai dengan adanya awalan me, misalnya Menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, artinya ada aktivitas yang dilakukan sebagai sebuah tujuan yang disadari. Demikianlah yang dapat disimpulkan dari uraian beberapa penulis Hukum Pidana Indonesia, antara lain:

Prof. MOELJATNO, S.H, dalam buku Azas-azas Hukum Pidana PT. Bina Aksara, Jakarta, 1985, halaman 182-183. Drs. P.A.F. LAMINTANG, S.H, dalam buku Dasar-dasar Hukum Pidana Indonesia, Sinar Baru, Bandung, 1984, halaman 301-310. Drs. H.A.K. MOCH. ANWAR, S.H, dalam buku Hukum Pidana Khusus, Jilid I dan II, Alumni, Bandung, 1989, dalam halaman-halaman yang menguraikan unsur-unsur subyektif dari pasal-pasal KUH Pidana Indonesia.

Hal ini berarti bahwa unsur Dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi tersebut dapat pula dibaca Sengaja membuat korporasi. Bahwa memasuki tahap pembuktian unsur Dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi ini, untuk lebih jelasnya Kami menggunakan kalimat pengandaian sebagai berikut: untung dirinya sendiri atau orang lain atau suatu

Seandainya Terdakwa telah terbukti melanggar undang-undang dan peraturan yang berlaku serta melanggar kebiasaan atau kelaziman dan kepatutan atas dakwaan dan tuntutan Sdr JPU tersebut, quod non, maka selanjutnya pertanyaannya adalah: Apakah dengan pelanggaran itu Terdakwa sengaja atau tidak untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain korporasi ? atau suatu

Sebelum Kami Penasihat Hukum Terdakwa membuktikan dan menjawab pertanyaan di atas perkenankan terlebih dahulu kita melihat beberapa pengertian tentang arti dengan sengaja.

_____________________________________________________________________________________ Pleidooi Terdakwa Mulyadi,S.Pd

31

Menurut doctrine pada umumnya, dalam rumusan delik yang mengandung unsur dengan sengaja, berarti bahwa si pelaku harus terlebih dahulu mengetahui, menghendaki dan sadar, sehingga ia dapat dipertanggungjawabkan atas perbuatannya secara pidana. Dalam Memori Van Teolichting disebutkan bahwa Pidana pada umumnya hendaknya dijatuhkan hanya pada barang siapa melakukan perbuatan yang dilarang dengan dikehendaki dan diketahui. Mengenai pengertian dengan sengaja dikenal ada 2 (dua) teori yaitu: Teori kehendak yang dianut oleh VON HIPPLE dari Jerman dan SIMONS dari Belanda. Teori pengetahuan yang diajarkan oleh FRANK dari Jerman dan diikuti oleh VON LISTIZ dan VON HAMEL dari Belanda.

Menurut teori kehendak, suatu kesengajaan adalah kehendak yang diarahkan pada terwujudnya perbuatan seperti dirumuskan dalam undangundang, sedangkan menurut teori pengetahuan suatu kesengajaan adalah kehendak untuk berbuat dengan mengetahui unsur-unsur yang diperlukan menurut rumusan undang-undang. Menurut Prof. MOELJATNO, S.H, teori pengetahuan lebih memuaskan, sebab untuk menghendaki sesuatu, orang lebih dahulu sudah harus mempunyai pengetahuan (gambaran) tentang sesuatu itu. Menurut Beliau, untuk menentukan sesuatu perbuatan benar dikehendaki oleh Terdakwa, maka: Pertama, harus dibuktikan bahwa perbuatan itu sesuai dengan motifnya untuk berbuat dan tujuan yang hendak dicapai. Kedua, bahwa antara motif, perbuatan, dan tujuan itu harus ada hubungan kausal dalam batin terdakwa. Jadi kesengajaan sebagai suatu pengetahuan yaitu, adanya hubungan antara pikiran atau intelektual Terdakwa dengan perbuatan yang dilakukannya (lihat Prof. Moeljatno, S.H. dalam buku Azas-azas Hukum Pidana, halaman 172-173). Di samping itu ada pendapat POMPE yang menyatakan bahwa: Selain kesengajaan sebagai kepastian, yaitu akibat/keadaan yang menyertai dikehendaki betul akan adanya baik hal itu memang yang dikehendaki maupun tidak dikehendaki.

_____________________________________________________________________________________ Pleidooi Terdakwa Mulyadi,S.Pd

32

Ada juga dikenal kesengajaan sebagai kemungkinan atau lebih dikenal dengan dolus eventualis, di sini masalah pokoknya adalah, berapa banyak kemungkinan yang diperlukan untuk adanya kesengajaan itu. Mengenai hal tingkatan atau kadar kesengajaan yang dinyatakan dalam pendapat POMPE tersebut, selanjutnya diuraikan dengan cara yang lebih mudah dimengerti oleh SR. SIANTURI, S.H dalam buku Azas-azas Hukum Pidana di Indonesia dan Penerapannya, halaman 170-178, secara garis besarnya sebagai berikut: Pertama, Kesengajaan sebagai maksud (Oogmerk), berarti suatu tindakan dengan akibat tertentu (yang sesuai dengan rumusan delik), adalah betul-betul sebagai perwujudan dari maksud atau tujuan dan pengetahuan dari si pelaku adalah sesuatu yang terkandung dalam bathin atau jiwa si pelaku. Kedua, kesengajaan dengan kesadaran pasti, yang menjadi sandarannya adalah seberapa jauh pengetahuan atau kesadaran si pelaku tentang tindakan dan akibat yang merupakan salah satu unsur dari suatu delik yang terjadi. Ketiga, kesengajaan dengan menyadari kemungkinan atau kesengajaan dengan persyaratan atau Dolus Eventualis, yang menjadi sandaran adalah sejauh mana pengetahuan atau kesadaran si pelaku.

Majelis Hakim yang Mulia, Jaksa Penuntut yang dihormati, Kembali kepada pokok pembahasan bahwa mengenai unsur Dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, dengan menggunakan jalan pikiran Prof. MOELJATNO, S.H. dan SIANTURI, S.H. tersebut di atas, maka yang perlu dibuktikan adalah: adanya suatu perbuatan Terdakwa, bahwa akibat dari perbuatan Terdakwa, telah menguntungkan diri Terdakwa sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, bahwa perbuatan Terdakwa dengan akibatnya itu memang sesuai dengan motif Terdakwa untuk berbuat dan merupakan tujuan yang hendak dicapai oleh Terdakwa. Bahwa mencoba menguraikan secara faktual dengan memakai ketiga jalan pikiran Prof Moeljatno, S.H dan Sianturi,S.H tersebut di atas maka adanya suatu perbuatan Terdakwa-terdakwa didapat beberapa fakta hukum sebagai berikut:
_____________________________________________________________________________________ Pleidooi Terdakwa Mulyadi,S.Pd

33

Bahwa Pencairan dalam Proyek PLTMH di 4 (empat) Kabupaten terdiri dari beberapa tahap yakni : 1. Pencairan Uang Muka sebesar Rp. 714.885.800,setelah penandatanganan kontrak kerja ;

2. Pencairan Tahap Pertama (Termin I) sebesar Rp.1.713.325.920,setelah penandatanganan Berita Acara Serah Terima Barang yang dikeluarkan oleh Tim Panitia Penerima dan Penilai Barang dan Jasa ;

3. Pencairan Tahap Kedua (Termin II) 100 % sebesar Rp.1.142.217.280,setelah penandatanganan Berita Acara Penyerahan Pekerjaan 100%

Bahwa jika ditelaah lagi fakta hukum yang muncul dalam persidangan dan dipersandingkan dengan bukti tertulis, pada Pencairan Uang Muka tidak pernah ada keterlibatan baik secara administrasi maupun keterlibatan dilapangan secara konkrit yang dilakukan oleh Terdakwa Mulyadi,SPd ;

Bahwa

pencairan

dana

uang

muka

dilakukan

setelah

adanya

penandatanganan kontrak kerja antara Kuasa Pengguna Anggaran, PPTK dan Kontraktor, dan atas dasar kontrak kerja tersebut Panitia Proyek dalam hal ini PPTK mengajukan SP2D. Oleh karenanya secara hukum tidak ada keterlibatan sama sekali yang dilakukan atau atas perbuatan Terdakwa Mulyadi,SPd ; Bahwa Pencairan dana Termin I (Pertama) dilakukan pada tahap ruang lingkup proyek pengadaan peralatan PLTMH dan dibuktikan dengan adanya Berita Acara Pemeriksaan dan Penilaian dari Tim Pemeriksa Barang, dan Tahapan ini PPTK telah mengeluarkan SPM dan Menerbitkan SP2D No.3942761/018/110 tanggal 13 Oktober 2008 ;

Dalam

Pencairan

dana

Termin

(Pertama)

tidak

pernah

ada

campurtangan, keterlibatan ataupun perbuatan Terdakwa Mulyadi,SPd baik dalam Berita Acara, Justru yang menandatangani Berita Acara Panitia dan Penerima Hasil Pekerjaan Pelelangan Umum yakni keterangan ; Saksi Ir.Rudy J Utomo, Saksi Fransiska Ari Warti,BTS,SH, Saksi Iwan Barita Sihotang,SH,MM, Saksi Ir.Yunizar

Bahwa khusus di Kabupaten Kepahiang Terhadap Berita Acara Pemeriksaan Terhadap Jumlah dan Kualitas Barang/Peralatan adalah Kepala Dinas Pertambangan Energi dan Mineral Kabupaten Kepahiang yakni Ir.JUMHANI PASLA pada tanggal 19 September 2008.

Bahwa seharusnya, Terdakwa yang harus duduk di perkara ini khusus Kabupaten Kepahiang adalah Ir.JUMHANI PASLA sebagai Kepala Dinas Pertambangan Energi dan Mineral Kabupaten

_____________________________________________________________________________________ Pleidooi Terdakwa Mulyadi,S.Pd

34

Kepahiang, jika JPU hanya mendalilkan yang bertanggungjawab adalah setiap orang yang menandatangan Berita Acara ;

Bahwa Pada Pencairan Dana Termin II (Kedua) atau Termin 100% dilakukan dengan adanya SP2D No.150908K/018/110 Tanggal 22 Desember 2008 dengan dasar adanya Surat Perintah Membayar dari PPTK dan adanya Berita Acara Persetujuan tertanggal 09 Desember 2008 yang ditandatangani oleh Panitia Penerima Hasil Pekerjaan Pelelangan Umum... yakni keterangan Saksi Ir.Rudy J Utomo, Saksi Fransiska Ari Warti,BTS,SH, Saksi Iwan Barita Sihotang,SH,MM, Saksi Ir.Yunizar ;

Bahwa atas PERINTAH Kepala Dinas Pertambangan Energi dan Mineral melalui Sdri.JUNAINI yang membawa dokumen Berita Acara Sosialisasi, Berita Acara Penyambungan Instalasi dan Berita Acara Penyelesaian Pekerjaan maka sebagai bawahan dan birokrasi Terdakwa Mulyadi,SPd yang tidak pernah mengetahui, berhubungan, bertemu baik dalam perencanaan hingga pelaksanaan proyek diminta untuk menandatangani dengan Jaminan hanya prosedur administrasi dan tidak bermasalah yang dijanjikan oleh Sdri.JUNAINI ;

Bahwa meskipun Ir.JUMHANI PASLA dan Sdri.JUNAINI tidak dapat diperiksa oleh JPU baik dalam penyidikan dan persidangan perkara ini, namun didalam fakta persidangan yang merupakan fakta prekriptif hukum maupun pada perkara a quo telah menunjukkan bahwa TERDAKWA MULYADI,SPd tidaklah pernah bermaksud, berniat dan bersekongkol secara bersama-sama dengan Saksi Aswan (Kontraktor) ataupun Saksisaksi lainnya dalam perkara a quo untuk menandatangani semua syarat formil untuk keuntungan/laba dan atau memperkaya diri sendiri, orang lain maupun korporasi dengan menandatangani surat tersebut ;

Fakta-fakta hukum tersebut didukung dengan bukti Surat Berita Acara Sosialisasi, Berita Acara Penyambungan kapasitas Terdakwa Mulyadi,SPd hanya mengetahui, dalam hal ini kami telah membahas maksud dari kata mengetahui dalam Eksepsi yang merupakan bahagian tidak terpisahkan dalam pleidooi ini;

Bahwa Berita Acara penyelesaian Pekerjaan yang ditandatangani dengan cara-cara yang tidak baik dalam hal ini penandatanganan surat Berita Acara tersebut Terdakwa menandatangani atas Perintah Kepala Dinas Pertambangan energi dan Mineral dan cara-cara Sdri.JUNAINI memperdaya Terdakwa. Fakta ini diperkuat dengan keterangan Saksi Aswan (Kontraktor) dengan keterangan Saksi dipersidangan antara lain:

a. Bahwa benar Saksi sama sekali tidak pernah kenal dan bertemu
dengan Terdakwa MULYADI dalam pelaksanaan proyek dari awal hingga akhir (Saksi ASWAN Bin ABDUL MUIS, Saksi Drs. GAUZIE
_____________________________________________________________________________________ Pleidooi Terdakwa Mulyadi,S.Pd

35

ACHMADSYAH.MM, Saksi SYUHENDRA EFENDI, Saksi Drs. ZAINURI MM, saksi YUNIZAR, Saksi IWAN BARITA SIHOTANG, Saksi FARANSISKA ARI WANTI BARA TRI SAKSTI. SH, Saksi MUFTI INTI PRIYANTO, Saksi Ir. CARBI SIMANJUNTAK. MM, Saksi AHLI SUAMAN, Saksi Dr.SISWA TRIHADI Bin SUPOMO dan Saksi Ahli MUSLIM, Terdakwa Kaisar Robinson, Terdakwa Darsuan, Terdakwa Firman); b. Bahwa benar mengenai Tim Pengendali Daerah Khusus Kab. Kepahiang bahwa saksi tidak pernah mengetahuinya jika Terdakwa Mulyadi,SPd adalah Tim Pengendali Daerah (Saksi ASWAN Bin ABDUL MUIS, Terdakwa Mulyadi,SPd, Saksi SYUHENDRA EFENDI); c. Bahwa benar saksi tidak pernah bertemu dengan Terdakwa apa lagi memberikan uang atau sesuatu kepada terdakwa (Saksi ASWAN Bin ABDUL MUIS, Terdakwa Mulyadi,SPd);

Bahwa jika terdapt niat, maksud, tujuan Terdakwa Mulyadi,SPd tidaklah mungkin secara logika jika semua saksi yang dihadirkan JPU dalam persidangan aquo tidak mengenal Terdakwa Mulyadi,SPd sebagai Tim Pengendali Daerah, dan tidaklah mungkin kedua belah pihak dalam hal ini Saksi Aswan (Kontraktor) dengan Terdakwa Mulyadi,SPd (Mewakili Dinas Pertambangan Energi dan Mineral dapat menandatangani bersamaan pada tanggal 09 Desember 2008 jika tidak pernah bertemu sama sekali diantara keduanya. Oleh karenanya sangatlah jelas dan nyata terdapat cara-cara Sdri.JUNAINI dan Kepala Dinas Pertambangan Energy dan Mineral untuk memperdaya Terdakwa yang lugu, tidak mengetahui dengan jaminan TIDAK AKAN BERMASALAH bukanlah berdasar pada kesadaran, maksud, adanya niat ataupun tujuan bagi Terdakwa untuk membantu, bersama-sama, menyuruh lakukan guna mendapatkan keuntungan/laba atau kekayaan diri sendiri, orang lain maupun korporasi;

Bahwa lagi pula dalam keterangan saksi-saksi telah menyatakan bahwa Berita Acara Penyelesaian Pekerjaan yang ditandatangani oleh Terdakwa Mulyadi,SPd mewakili atau atas nama Dinas Pertambangan Energi dan Mineral bukanlah syarat untuk Pencairan Termin II (Kedua) atau Pencairan dana 100% sebagaimana keterangan saksisaksi dalam Fakta Preskriptif di persidangan :

a. Bahwa benar didalam proses pencairan 100% untuk Proyek PLTMH


bahwa adanya berita acara serah terima pekerjaan dari Tim Pengendali Daerah kepada Tim Pengendali pusat namun bukan merupakan syarat pencairan 100% pekerjaan, Syarat Pencairan didalam Audit hanya dikenal dan mengacu pada Berita Acara Serah Terima Tim Pengandali Pusat dengan Kontraktor (Saksi AHLI SUAMAN, Saksi Ir. CARBI SIMANJUNTAK. MM); b. Bahwa benar yang bertanggung jawab secara hukum dengan telah cairnya uang Negara akan tetapi pekerjaan tidak selesai adalah merupakan tanggung jawab Panitia Pelaksana Pekerjaan tersebut dan Pelaksana Pekerjaan PLTMH (Saksi AHLI SUAMAN); c. Bahwa benar secara tekhnis atas pekerjaan proyek tersebut apabila proyek tersebut gagal, dan tidak bisa digunakan yang bertanggung
_____________________________________________________________________________________ Pleidooi Terdakwa Mulyadi,S.Pd

36

jawab bukan Tim pengendali daerah, akan tetapi merupakan tanggung jawab Tim Penilai dan penerima barang (Saksi Dr.SISWA TRIHADI Bin SUPOMO); d. Bahwa benar berdasarkan Kepres N0. 42 tentang APBN, Peraturan Dirjen Perbendaharaan Negara bahwa syarat pencairan APBN yaitu berdasarkan adanya Kontrak dan Progress kerja serta surat keterangan pertanggung jawaban belanja (Saksi AHLI SUAMAN); e. Bahwa benar dalam syarat pencairan ada disebutkan dalam kontrak kerja adanya serah terima pekerjaan dari tim pengendali daerah dengan Tim pengendali pusat, akan tetapi hal tersebut tidak dilaksanakan oleh tim pengendali Pusat disamping SK nya tidak ada, dan hal apa yang ditanda tangani oleh Tim yang dikatakan Pengendali daerah bukan merupakan syarat pencairan 100%, karena berdasarkan dokumen yang ada bahwa yang ditandatangani adalah surat serah terima pekerjaan dari Tim Pengendali daerah kepada Pelaksana pekerjaan (kontraktor), bukan Tim penegendali Pusat (Saksi AHLI SUAMAN, Saksi Drs. GAUZIE ACHMADSYAH.MM); Bahwa berdasarkan fakta persidangan diatas dan adanya perbuatan dari Terdakwa tersebut kemudian akibatnya telah menguntungkan diri Terdakwa sendiri atau orang lain atau suatu korporasi ?. Sebelum kami menguraikan, ada baiknya kami menguti Firman Tuhan dalam Alkitab Terjemahan Baru dalam Yesaya 54:17 yakni : Setiap senjata yang ditempa terhadap engkau tidak akan berhasil, dan setiap orang yang melontarkan tuduhan melawan engkau dalam pengadilan, akan engkau buktikan salah. Inilah yang menjadi bagian hamba-hamba TUHAN dan kebenaran yang mereka terima dari pada-Ku, demikianlah firman TUHAN. Firman Tuhan dalam Agama Kristiani ini menunjukkan, jika tuduhantuduhan semua yang dilontarkan pada Terdakwa Mulyadi,SPd menjadikan semangat baru bagi Terdakwa Mulyadi,SPd dan penasihat hukumnya untuk membuktikan bahwa tuduhan-tuduhan tersebut adalah sesuatu yang salah dan bentuk-bentuk penzoliman terhadap Terdakwa oleh orangorang yang mengambil keuntungan atas keluguan, ketidaktahuan ataupun skenario jahat untuk lepas dari tuntutan hukum bagi pihak lain yang berlindung dibelakang Terakwa Mulyadi,SPd. Namun kami masih berkeyakinan, dari semua Agama (din) manapun mengharamkan bentuk penzoliman seperti ini. Sebagaimana dimaksud juga dalam Agama Islam dalam hadist yang diriwayatkan : Allah beserta seorang hakim selama dia tidak menzalimi. Bila dia berbuat zalim maka Allah akan menjauhinya dan setanlah yang selalu mendampinginya. (HR. Tirmidzi) Majelis Hakim Yang Mulia, Jaksa Penuntut Umum yang dihormati, Bahwa tak dapat dipungkiri perbuatan para Terdakwa Mulyadi,SPD menandatangani Dokumen Berita Acara tersebut adalah merupakan pelaksanaan dari kewenangan Instruktif dari seorang atasan kepada bawahan. Tidak mengikuti Instruksi dan Permintaan bagi seorang
_____________________________________________________________________________________ Pleidooi Terdakwa Mulyadi,S.Pd

37

bawahan

kepada

atasan

merupakan

suatu

hal

yang

SALAH

(Pembangkangan terhadap atasan) dalam doktrin rezim birokrasi. Pertanyaan besar (The Big Question) bagi kita mengapa tidak Kepala Dinas Pertambangan Energi dan Mineral Kabupaten Kepahiang saja yang menandatangani semua Berita Acara yang dibawa oleh Sdri.JUNAINI ? bukankah sebelumnya Ir.JUMHANI PASLA telah menandatangani Berita Acara Pemeriksaan Terhadap Jumlah dan Kualitas Barang/Peralatan Berupa Bantuan Peningkatan Infrastruktur Listrik PTMH Kabupaten Kepahiang ? Mengapa Terdakwa yang diperintahkan dan diperdaya untuk menandatangani semua berita acara tersebut ? maka Pertanyaan inilah yang tidak pernah terungkap dalam persidangan dan kamipun berkepentingan mengungkapkannya melalui pleidooi ini, namun apakah beban pembuktian dan bobot penilaian dapat dipertimbangkan ? kami sepenuhnya menyerahkan kepada majelis hakim yang mulia lah yang mempertimbangkannya. Bahwa adanya perbuatan Terdakwa Mulyadi,SPd melaksanakan instruksi atasannya tersebut dan melakukan karena terpedaya dengan Sdri.JUNAINI,SH (lulusan sarjana hukum( yang pada akhirnya menarik Terdakwa dalam kursi pesakitan sebagai Terdakwa pada perkara aquo merupakan sesuatu perbuatan yang tidak dapat dibuktikan adanya unsur niat, maksud, tujuan ataupun kesadaran intelektual Terdakwa melakukan penandatanganan tersebut. Berbeda dengan Terdakwa lain dalam berkas perkara ini yang diantaranya sedari awal perencanaan atau pada tahap sosialisasi atau pada tahap pelaksanaan proyek berhubungan atau mengetahui adanya Proyek tersebut. Bahwa perbuatan Terdakwa tersebut tidak lah dapat diterima dan tidak beralasan menuduhkan perbuatan Terdakwa sebagai sebuah perbuatan yang telah membuat kaya Terdakwa sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, karena menjalankan Instruksi dan mengaharapakan tidak ada kendala administrasi dan masalah hukum sebagaimana dijanjikan Sdri.JUNAINI,SH si pembawa dokumen. Selanjutnya tetap merujuk pada batasan-batasan dari pemikiran Prof. Moeljatno SH dan Sianturi. SH diatas yang mengharuskan perbuatan Terdakwa dengan akibatnya itu memang sesuai dengan motif Terdakwa untuk berbuat dan merupakan tujuan yang hendak dicapai oleh Terdakwa. Bahwa sudah jelas dan terang Perbuatan Terdakwa yang merupakan manifestasi dari pelaksanaan instruksi atasan
_____________________________________________________________________________________ Pleidooi Terdakwa Mulyadi,S.Pd

38

dan Terdakwa sendiri telah Terpedaya, tidaklah dapat dianggap sebagai Motif (sikap bathin) kehendak atasan. Hal ini jelas terlihat bahwa Terdakwa Mulyadi,SPd dalam proses pelaksanaan proyek Bantuan Infrastruktu PLTMH bukanlah berfungsi, berwenang ataupun masuk dalam struktur panitia pelaksana maupun struktur dalam Tim Pengendali Daerah, Terdakwa Mulyadi,SPd saat itu hanya Pegawai Negeri, seorang bawahan yang menjabat sebagai Kabid Kelistrikan yang mewakili Kepala Dinas dalam menandatangani Berita Acara Tersebut. Jadi sangat jelas berdasarkan fakta hukum yang terungkap dipersidangan tidak ditemukan adanya fakta yang membuktikan bahwa unsur delik Dengan tujuan menguntungkan diri sendiri, orang lain atau suatu korporasi ini telah terpenuhi. Majelis Hakim yang Mulia, Jaksa Penuntut yang dihormati, Jaksa Penuntut Umum menganggap unsur ini telah terbukti berdasarkan fakta-fakta hukum yang terungkap dalam persidangan yang Kami nilai tidak cermat atau Sumir dianalisis oleh Sdr. JPU, fakta itu membawa JPU pada kesimpulan bahwa: Perbuatan Terdakwa Mulyadi,SPd telah memberikan keuntungan orang lain atau korporasi dengan merujuk Yurisprudensi Mahkamah Agung RI No. 813.K/Pid/87 tanggal 29 Juni 1989. Bahwa Penuntut Umum menjadikan Yurisprudensi Mahkamah Agung RI No. 813.K/Pid/87 tanggal 29 Juni 1989 sebagai rujukan dalam pembuktikan Dakwaannya, maka kami pun menggunakan Yurisprudensi Mahkamah Agung RI No. 813.K/Pid/87 tanggal 29 Juni 1989 sebagai rujukan dalam pembuktikan Pleidooi ini, kami akan menunjukkan disinilah letak posisi masing-masing dengan menggunakan pisau analisis yang sama dengan menggunakan kaidah yang sama. Bahwa dalam kaidah hukum yang terkandung dalam Yurisprudensi yang merupakan tujuan yang hendak dicapai oleh Terdakwa Mulyadi,SPd, tidak lain semata-mata hanyalah menjalankan

Mahkamah Agung RI No. 813.K/Pid/87 tanggal 29 Juni 1989 sebagai rujukan dalam pembuktikan merupakan suatu keuntungan yang tidak hanya dihitung dengan laba atau pendapatan, namun dapat berupa manfaat ataupun

_____________________________________________________________________________________ Pleidooi Terdakwa Mulyadi,S.Pd

39

keadaan yang dapat dinikmati orang lain atau korporasi dengan penegasan bahwa manfaat, keadaan yang dinikmati dapat diketahui oleh Terdakwa yang mana dari hasil penyalahgunaan kewenangan. Bahwa Kaidah hukum Yurisprudensi Mahkamah Agung RI No. 813.K/Pid/87 tanggal 29 Juni 1989 tersebut diatas dapat dikategorikan : Tidak harus laba/Pendapatan dalam bentuk Finansial ; Dapat berupa Keadaan, bentuk yang bisa dinikmati ; Penikmat keadaan adalah diri sendiri, Orang lain atau korporasi ; Diketahui sebelumnya atas keadaan atau manfaat yang akan terjadi ; Cara pelaku dengan menyalahgunakan kewenangan.

Bahwa semua perbuatan Terdakwa Mulyadi,SPd dalam fakta Preskriptif pada persidangan tidak menunjukkan pemenuhan kategori tersebut, hal ini terungkap pada keterangan saksi :

Tidak ada pendapatan Terdakwa sendiri dalam bentuk Finansial, karena Saksi Aswan tidak pernah memberikan uang atau fee kepada Terdakwa (Keterangan Saksi Aswan)

Terdakwa Tidak pernah menerima Honor sebagai Tim Pengendali Daerah (Keterangan Saksi Yuendra Effendi,Nst); Bahwa berdasarkan keterangan saksi-saksi dan hampir semua saksi tidak pernah bertemu dan kenal ataupun mengetahui dengan Terdakawa Mulyadi,SPd hal ini dapat dilihat dari keterangan saksi yakni : Bahwa benar Saksi sama sekali tidak pernah kenal dan bertemu dengan Terdakwa MULYADI dalam pelaksanaan proyek dari awal hingga akhir (Saksi ASWAN Bin ABDUL MUIS (Kontraktor/Korporasi), Saksi Drs. GAUZIE ACHMADSYAH.MM, Saksi SYUHENDRA EFENDI, Saksi Drs. ZAINURI MM, saksi YUNIZAR, Saksi IWAN BARITA SIHOTANG, Saksi FARANSISKA ARI WANTI BARA TRI SAKSTI. SH, Saksi MUFTI INTI PRIYANTO, MUSLIM, Saksi Ir. CARBI Kaisar SIMANJUNTAK. Robinson, MM, Saksi AHLI SUAMAN, Saksi Dr.SISWA TRIHADI Bin SUPOMO dan Saksi Ahli Terdakwa Terdakwa Darsuan, Terdakwa Firman);

Bahwa posisi mengetahui dalam berkas Berita Acara Sosialisasi dan Berita Acara Penyambungan bukanlah suatu bentuk penyalahgunaan kewenangan, jabatan, sarana yang ada pada diri Terdakwa, karena Penandatanganan Berita Acara tersebut dan Berita Acara Penyelesaian Pekerjaan karena Terdakwa Mulyadi,SPd mendapat perintah (Instruksi) dari untuk Kepala Dinas Pertambangan oleh Energy dan dengan Mineral janji melalui bahwa Sdri.JUNAINI,SH yang datang dan membawa dokumen-dokumen tersebut ditandatangani Terdakwa

_____________________________________________________________________________________ Pleidooi Terdakwa Mulyadi,S.Pd

40

penandatanganan tersebut hanya untuk kelengkapan administrasi dan tidak akan bermasalah.

Bahwa Terdakwa Mulyadi,SPd pada saat penandatanganan dokumendokumen berita acara diatas tidaklah mengetahui akan membuka peluang agar orang lain dapat menikmati keadaan, kondisi, kuntungan/laba bagi orang lain maupun korporasi, karena Terdakwa Mulyadi,SPd tidak memiliki kewenangan, kesempatan dan jabatan dirinya sebagai Tim Pengendali Daerah khusus Kabupaten Kepahiang, lagi pula berdasarkan keterangan saksi bahwa siapapun dapat menandatangani Berita Acara tersebut, bukan karena Kepala Dinas, Kabid Kelistrikan atau Tim Pengendali Daerah seperti yang di Klaim sebagai pembenar bagi Panitia Pusat dalam membuat Berita Acara Persetujuan pada Pencairan Termin I (Pertama), bahkan berdasarkan bukti-bukti surat : 1. Berita Acara Penerimaan Barang/Peralatan Berupa Bantuan Peningkatan Infrastruktur Listrik PLTMH Kabupaten Bengkulu Utara tanggal 17 September 2008 yang ditandatangani oleh PPTK Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Bengkulu Utara yakni HAMID ;

2. Berita

Acara

Penerimaan

Barang/Peralatan

Berupa

Bantuan

Peningkatan Infrastruktur Listrik PLTMH Kabupaten Seluma tanggal 18 September 2008 yang ditandatangani oleh Sekretaris Dinas ESDM Kabupaten Seluma; Bahwa Jika kedua orang tersebut yang menandatangan kedua surat diatas merupakan Tim Pengendali Daerah, maka seharusnya sebagai kelengkapan administrasi maka ada SK Bupati yang menunjuk mereka dari kabupaten masing-masing sebagai Tim Pengendali Daerah, dan ketika Terdakwa Firman, Terdakwa Kaisar Robinson menandatangani Berita Acara Penyelesaian Pekerjaan dan Terdakwa Mulyadi,SPd yang menggantikan posisi Ir.JUMHANI PASLA sebagai Tim Pengendali Daerah maka pastilah Ada Revisi SK Bupati masing-masing yang menunjukkan penggantian personil Tim Pengendali Daerah. Oleh karenanya fakta dan bukti surat diatas menyatakan sesungguhnya tidak pernah ada dan diketahui oleh Terdakwa tujuan dari penandatanganan surat ataupun dokumen tersebut sebagai posisi apa mereka menandatangani, untuk apa surat tersebut dalam menambah kekayaan, keadaan atau menikmati hasil bagi orang lain ataupun korporasi. Bahwa justru sesungguhnya Saksi Aswan (Terdakwa) dalam berkas yang berbeda bersama Saksi lainnya di Kementrian Pembangunan Daerah Tertinggal sebagai Panitia Pusat Pelaksana Proyek yang menyalahgunakan kewenangan dan sarana yang ada padanya.

_____________________________________________________________________________________ Pleidooi Terdakwa Mulyadi,S.Pd

41

Selanjutnya Penuntut Umum beranggapan unsur delik Dengan Tujuan Menguntungkan diri Sendiri Orang Lain atau suatu Korporasi ini telah terbukti dengan fakta-fakta :

a. adanya bukti surat, keterangan saksi-saksi, serta keterangan


Terdakwa yang menyatakan bahwa Terdakwa Mulyadi,Spd menandatangani Berita Acara Penyelesaian Pekerjaan ; b. adanya persetujuan terhadap Berita Acara tersebut oleh Tim Penilai dan Penerima Hasil Pekerjaan, disetujui oleh Saksi Mufti Inti Priyanto selaku PPK dan diketahui oleh Ir.Carby Simanjuntak,MM sehingga dana pembangunan PLTMH di 4 (empat) kabupaten Propinsi Bengkulu telah dicairkan dan diterima 100% kepada Saksi Aswan (terdakwa dalam berkas terpisah) selaku kontraktor pelaksana, sehingga orang lain dalam hal ini Saksi Aswan selaku kontraktor telah diuntungkan/mendapat keuntungan; Bahwa berdasarkan fakta-fakta hukum diatas tidak lah dapat disimpulkan perbuatan-perbuatan Terdakwa adalah merupakan alternasi memperkaya orang lain, sudah menjadi sangat jelas semua yang dilakukan adalah serangkaian pelaksanaan dari ketentuan-ketentuan peraturan yang mendasari pelaksanaan proyek yang diterjemahkan sepihak oleh Panitia Pusat dan Kontraktor dalam mempersalahkan orang daerah sebagai pihak yang harus menerima getahnya dari proyek akal-akalan mereka. Disamping itu dapat Kami ungkapkan pula dalam pembelaan ini bahwa fakta yang diungkap oleh Penuntut Umum merupakan suatu fakta hukum yang sekehendak hati JPU dalam memilih-milih pasal yang akan dibuktikan, jika dibaca dan disimak kembali rangkaian tuntutan JPU maka tampak dengan jelas dan tegas adanya DALIL YANG KONTRAPRODUKTIF dalam menganalisis suatu unsur pasal 2 ayat (1) Juncto Pasal 18 UU Nomor 31 tahun 1999 yang telah dirubah dan ditambah dalam UU No.20 Tahun 2001 jo Pasal 55 (1) ke-1 KUHP dengan unsur pasal lainnya yang dianalisis oleh JPU yakni Pasal 3 Jo Pasal 18 UU Nomor 31 tahun 1999 yang telah dirubah dan ditambah dalam UU No.20 Tahun 2001 jo Pasal 55 (1) ke-1 KUHP. Bahwa jika dipersandingkan antara unsur pasal 2 dan pasal 3 pada UU Nomor 31 tahun 1999 yang telah dirubah dan ditambah dalam UU No.20 Tahun 2001 maka terdapat analisis unsur Memperkaya diri sendiri, orang lain

atau suatu korporasi YANG TIDAK TERBUKTI


LANTAS mengapa didalam analisis unsur pasal pada tuntutan subsidair seolah-olah JPU menyatakan unsur pasal Memperkaya diri sendiri,

orang lain atau suatu korporasi YANG TERBUKTI ?

_____________________________________________________________________________________ Pleidooi Terdakwa Mulyadi,S.Pd

42

Jadi, bagaimana bisa dalam unsur pasal dakwaan primer dan dakwaan Subsidair pada unsur pasal yang sama yang tidak konsisten dan berbeda ? Oleh karenanya jika dianalisis lebih dalam lagi terhadap kedua dalil JPU tersebut maka kesimpulannya adalah apakah mungkin adanya suatu manfaat atau keuntungan yang dirasakan oleh orang lain atau korporasi ? lantas kenikmatan atau keadaan seperti apa yang menggambarkan keuntungan bukan pendapatan/laba yang dirasakan orang lain atau korporasi tersebut ? dalam pembuktian unsur inilah JPU tidak dapat memberikan jawaban yang beralasan, berdasar hukum dan memiliki nilai pembuktian yang utuh secara materiil. Berdasarkan hal-hal yang telah Kami uraikan di atas, maka sudah menjadi jelas secara keseluruhan bahwa tidak ada satu fakta pun yang menyatakan bahwa ada kesengajaan Terdakwa untuk menguntungkan diri sendiri, orang lain atau suatu korporasi, sehingga unsur ini tidaklah terbukti dan tidak dapat dibuktikan secara sah dan menyakinkan dalam persidangan perkara ini, oleh karenanya terdakwa haruslah dibebaskan.

III. kedudukan.

Unsur

Menyalahgunakan

kewenangan,

kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau

Majelis Hakim yang Mulia, Jaksa Penuntut Umum yang dihormati, Sdr JPU di dalam pembuktian unsur dakwaan Subsidair menyatakan unsur menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan telah terbukti. Bagian inti dari unsur kedua ini adalah menyalahgunakan kewenangan suatu kalimat yang mempunyai arti dan jangkauan yang luas dan umum sifatnya. Dalam memori penjelasan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Jo penjelasan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001, tidak dirumuskan apa yang dimaksud dengan pengertian yuridis dari menyalahgunakan kewenangan. Oleh karena itu dalam menemukan tafsir pengertian tersebut

_____________________________________________________________________________________ Pleidooi Terdakwa Mulyadi,S.Pd

43

dapat dilakukan dengan metode perbandingan hukum, dalam hal ini Hukum Tata Usaha Negara maupun Hukum Perdata. Dalam Hukum Tata Usaha Negara dapat dijumpai dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara, khususnya dalam Pasal 53 ayat (2), bahwa: Alasan-alasan yang dapat digunakan dalam gugatan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) adalah:

b. Badan atau pejabat tata usaha negara pada waktu mengeluarkan


keputusan sebagaimana dimaksud dalam ayat menggunakan kewenangan untuk tujuan lain. (1)

telah

c. Badan atau pejabat Tata usaha negara pada waktu mengeluarkan


atau tidak keputusan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) setelah mempertimbangkan semua kepentingan yang tersangkut dengan keputusan itu seharusnya tidak sampai pada pengambilan atau tidak mengambil keputusan tersebut.

Selanjutnya dalam memori penjelasan dari Pasal 53 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 itu dikatakan bahwa dasar pembatalan ini (huruf b) sering disebut menyalahgunakan kewenangan sedangkan dasar pembatalan pada huruf c disebut sewenang-wenang. Walaupun teori ini termasuk teori yang telah lawas karena telah diperbaiki dalam Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2004 tentang Peradilan Tata Usaha Negara, tetapi teori ini sangat membantu untuk menyamakan alur pikir kita dalam perkara ini. Oleh karena itu teori ini dapatlah kita sepakati untuk digunakan. Dalam Hukum Perdata dapat dijumpai pula perumusan menyalahgunakan kewenangan dan sewenang-wenang khususnya yang berkaitan dengan Onrechmatig Overheidsdaad atau perbuatan melawan hukum oleh Penguasa. Seperti diketahui bahwa Penguasa didalam menjalankan kebijaksanaan yang bersifat publik tidak dapat digugat secara Perdata. Penguasa memiliki beleidsvrijheid (kebebasan). Namun demikian kebebasan kebijaksanaan itupun mempunyai batas-batas, seperti menyalahgunakan kewenangan (detournement de pouvoir) dan sewenang-wenang (abus de droit).

_____________________________________________________________________________________ Pleidooi Terdakwa Mulyadi,S.Pd

44

Menyalahgunakan kewenangan ini oleh Hoge Raad dalam putusannya tanggal 14 Januari 1949 dirumuskan sebagai: menggunakan wewenang untuk tujuan lain daripada diberikannya wewenang tersebut. Dalam Hukum Perdata perumusan menyalahgunakan wewenang

mempunyai arti menggunakan wewenang untuk tujuan lain daripada diberikannya wewenang tersebut. Dengan demikian nampaklah bahwa antara Hukum Tata Usaha Negara dan Hukum Perdata mempunyai hubungan yang erat sekali. Dalam hal upaya pengambil alihan pengertian-pengertian dari Hukum Tata Usaha Negara dan Hukum Perdata tersebut ke dalam Hukum Pidana, dikenal suatu ajaran yang pada pokoknya mengatakan bahwa mengenai suatu perkataan yang sama. Hukum Pidana mempunyai outonomie untuk memberikan pengertian yang berbeda dengan pengertian yang terdapat dalam cabang ilmu hukum lainnya, akan tetapi jika Hukum Pidana tidak menentukan lain, maka dipergunakan pengertian yang terdapat dalam cabang hukum lainnya. Oleh karena dalam memori Penjelasan Undang-undang Tindak Pidana Korupsi, pengertian menyalahgunakan kewenangan ini tidak dirumuskan, maka layaklah dipergunakan pengertian yang sama dari cabang ilmu hukum lainnya (In Casu Hukum Tata Usaha Negara dan atau setidaknya dalam Hukum Perdata), dengan arti yang jelas disertai pembatasan dan telah menghilangkan perumusan yang luas atau umum. Dengan demikian menyalahgunakan kewenangan diartikan sebagai menggunakan wewenang untuk tujuan lain daripada diberikannya wewenang itu. Dengan demikian, dapat juga berarti bahwa seorang Pejabat bisa dikatakan menyalahgunakan kewenangan apabila ia bergerak di luar batas-batas kewenangan yang ada padanya. Dalam menilai dan mengkategorikan kesalahan Terdakwa, berdasarkan alur pikir yang dijelaskan di atas, maka membuktikan unsur menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan perkenankan Kami sebelumnya mengungkap beberapa tugas dan wewenang Terdakwa Mulyadi,SPd mempunyai tugas pokok : Melaksanakan sebagian fungsi Kepala Dinas Pertambangan, Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam melaksanakan pembinaan pengusahaan kelistrikan dalam rangka pengembangan usaha

_____________________________________________________________________________________ Pleidooi Terdakwa Mulyadi,S.Pd

45

kelistrikan dan pengembangan dan pemberdayaan sumber energi serta tugas lain yang berhubungan dengan bidang tugas ; Fungsi : a. Penyusunan Rencana dan Program Kerja bidang Energi dan kelistrikan; b. Penyusunan Petunjuk Tekhnis dalam bidang tugasnya; c. Penyiapan rumusan program perencana ketenagalistrikan serta pengumpulan dan pengelolaan data pengembangan sumber energi dan usaha kelistrikan; d. Pelaksanaan pemanfaatan perawatan lampu jalan dan pelayanan usaha kelistrikan kepada masyarakat dari dampak lingkungan ketenagalistrikan serta menyiapkan usaha ketenagalistrikan dan energi untuk jenis kapasitas tertentu; e. Pelaksanann intensifikasi sumber-sumber energi; f. Pelaporan hasil pelaksanaan tugas bidang energi dan ketenagalistrikan kepada kepala dinas; g. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh kepala dinas seuai dengan bidang tugasnya; h. Pemberian saran-saran dan pertimbangan kepada atasan tentang langkah-langkah dan tindakan yang perlu diambil dalam bidang tugasnya; Bahwa membuktikan apakah Terdakwa Mulyadi,SPd telah Menggunakan wewenang untuk tujuan lain daripada diberikannya wewenang itu akan kita lihat dari fakta-fakta hukum berikut dibawah ini : Terdakwa Mulyadi,SPd selaku Kepala Bidang kelistrikan di Dinas

Pertambangan Energi dan Sumber daya Mineral tidak bersinggungan dengan proyek PLTMH tersebut, karena pada prinsipnya Terdakwa tidak memiliki keterikan struktural, jabatan maupun tugas dan fungsionalnya dalam Proyek tersebut.

Majelis Hakim yang Mulia. Jaksa Penuntut Umum yang dihormati, Dalam membuktikan unsur ini Penuntut Umum dalam requisitoirnya menyajikan hitungan-hitungan, yang didasarkan pada hitungan-hitungan sendiri bukan hitungan audit yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum (projustitia). Berkenaan dengan

audit investigatif (projustitia) ini menurut hemat Kami adalah patut dat mutlak dalam perkara ini, artinya jika hitungan penuntut umum sendiri saja yang dijadikan dasar terjadinya kerugian negara, sudah menjadi pasti subjektif sekali. Berlandaskan pada perhitungan yang subjektif ini artinya membiarkan terjadinya pelanggaran asas hukum pidana. Yakni dipidana jika tidak ada kesalahan culpabilitas. Tidak atau dikenal dengan asas hukum

_____________________________________________________________________________________ Pleidooi Terdakwa Mulyadi,S.Pd

46

IV.

Unsur orang yang melakukan, yang menyuruh

melakukan, atau turut serta melakukan perbuatan itu. Unsur dilakukan secara bersama-sama yang ditarik dari Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP lengkapnya ialah orang yang melakukan, yang menyuruh melakukan atau turut melakukan perbuatan itu. Bahwa menurut analisis JPU unsur Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dalam bentuk turut melakukan atau medeplegen, telah terbukti secara sah dan meyakinkan. Bahwa dalam Surat Tuntutannya JPU telah mengkategorikan melakukan perbuatan sebagai berikut: Bahwa Terdakwa selaku Kepala Bidang kelistrikan Pada Dinas ESDM telah perbuatan

Terdakwa Turut Melakukan yang dianggap telah bersama-sama

Darsuan terdakwa Mulyadi, Terdakwa Drs Firman dan Terdakwa Kaisar Robinson menyalah gunakan kewenangan atau kesempatan menandatangani dokumen sebagai syarat pencairan, dst,.......... Bahwa berdasarkan fakta persidangan yang terungkap atas keterangan saksi-saksi didapat sebuah fakta Preskriptif yang menjelaskan bahwa unsur pasal ini tidak dapat dibuktikan adanya keinsyafan, kesadaran baik secara intelektualitas Terakwa Mulyadi,SPd maupun secara phisycally ikut, turut, membantu Saksi Aswan (Kontraktor Pelaksana) dalam menandatangani Berita Acara tersebut dan mencairkan dana Termin II (Kedua) atau dana 100% proyek. Adapun fakta-fakta tersebut antara lain :

1. Bahwa benar Saksi sama sekali tidak pernah kenal dan bertemu
dengan Terdakwa MULYADI dalam pelaksanaan proyek dari awal hingga akhir (Saksi ASWAN Bin ABDUL MUIS, Saksi Drs. GAUZIE ACHMADSYAH.MM, Saksi SYUHENDRA EFENDI, Saksi Drs. ZAINURI MM, saksi YUNIZAR, Saksi IWAN BARITA SIHOTANG, Saksi FARANSISKA ARI WANTI BARA TRI SAKSTI. SH, Saksi MUFTI INTI PRIYANTO, Saksi Ir. CARBI SIMANJUNTAK. MM, Saksi AHLI SUAMAN, Saksi Dr.SISWA TRIHADI Bin SUPOMO dan Saksi Ahli MUSLIM, Terdakwa Kaisar Robinson, Terdakwa Darsuan, Terdakwa Firman); 2. Bahwa benar Pada rapat konsilidasi di Hotel Horizon saksi tidak tahu, sebab yang merencanakan adalah Pak Edo dan Pak Hendrik dan yang membawa seluruh dokumen baik berita acara yang menyerahkan ke pusat ke PDT adalah Pak Edo dan semua tanda tangan yang dikatakan serah terima 100 % dari Tim pengendali daerah saksi tidak pernah mengetahuinya, semuanya disiapkan oleh Pak Edo (Saksi ASWAN Bin ABDUL MUIS); 3. Bahwa benar mengenai Tim Pengendali Daerah Khusus Kab. Kepahiang bahwa saksi tidak pernah mengetahuinya jika Terdakwa Mulyadi,SPd adalah Tim Pengendali Daerah (Saksi ASWAN Bin ABDUL MUIS, Terdakwa Mulyadi,SPd, Saksi SYUHENDRA EFENDI);
_____________________________________________________________________________________ Pleidooi Terdakwa Mulyadi,S.Pd

47

4. Bahwa benar saksi tidak pernah bertemu dengan Terdakwa apa lagi
memberikan uang atau sesuatu kepada terdakwa (Saksi ASWAN Bin ABDUL MUIS, Terdakwa Mulyadi,SPd); 5. Bahwa benar selama proyek tersebut berlangsung, tidak ada satupun orang pemerintahan yang datang kelokasi proyek baik itu dari Dinas ESDM Kab. Kepahiang baik dilapangan maupun ditempat lain dan Kepala Desa Kembang Seri tidak pernah bertemu dengan Terdakwa Mulyadi,S.Pd (Saksi Kades Kembang Seri Kab Kepahiang ANANG SAHURI, Terdakwa Mulyadi,SPd); 6. Bahwa benar pada saat pelaksanaan proyek, ada ditunjuk oleh ASDEP bagian Energy yang tidak masuk dalam organisasi proyek namun secara struktural disebut Tim Monitoring dan evaluasi ke daerahdaerah penerima PLTMH 2008-2009, melakukan kunjungan ke daerah melalui kontak person didaerah yakni Kepala Dinas. Khusus di Kepahiang kontak Personnya adalah Kepala Dinas Pertambangan dan Energi, bukan Terdakwa Mulyadi,SPd. (Saksi SYUHENDRA EFENDI) ; Bahwa Kami Penasihat Hukum berpendapat dengan tidak terpenuhinya atau tidak terbuktinya unsur-unsur Pasal 3 jo Pasal 18 ayat (1) UndangUndang Nomor 31 Tahun 1999 tersebut di atas, maka kiranya pembuktian penerapan unsur Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP dalam perkara ini tidak begitu diperlukan lagi, artinya sama juga halnya dengan pembuktian unsur sebelumnnya yakni, unsur Yang dapat merugikan keuangan atau perekonomian negara, Kami menganggap bahwa pembuktian unsur Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP ini selain bertujuan untuk membuktikan dakwaan sdr. JPU juga berfungsi sebagai penegasan keseluruhan unsur pasal yang didakwakan oleh sdr. JPU tersebut. Akan tetapi tiada lain bertujuan agar kita dalam melihat perkara ini menjadi lebih obyektif lagi, pembuktian unsur ini sedikit Kami Prof. Satochid Kartanegara yang menyebut hal ini tanggapi juga. adalah Turut Namun sebelumnya perkenankan Kami mensitir pendapat pakar hukum Melakukan, sebagaimana dikutip oleh Kedua, Sinar Grafika Jakarta, Leden Marpaung, S.H dalam

bukunya, Tindak Pidana Korupsi Masalah dan Pemecahannya Bagian secara tegas menyatakan bahwa dalam terdapat Keinsayafan/kesadaran mede dader atau turut melakukan

bekerja sama yang harus dibuktikan dalam persidangan, dan tidak cukup dibuktikan dengan hanya melihat Terdakwa turut menandatangani saja. Kemudian keinsyafan tersebut dimanifestasikan oleh Terdakwa hingga selesainya suatu delik, sebagai sebuah tujuan. Prof. Satochid Kartanegara, S.H. dalam bukunya Hukum Pidana Bagian II, penerbit Balai Lektur Mahasiswa, pada halaman 11-12 menyatakan bahwa syarat-syarat turut melakukan (medeplegen) yaitu:

_____________________________________________________________________________________ Pleidooi Terdakwa Mulyadi,S.Pd

48

1. Apabila beberapa orang melakukan sesatu perbuatan yang dilarang dan diancam dengan hukuman oleh undang-undang dengan kekuatan badan sendiri. 2. Antara berapa peserta yang melakukan bersama-sama satu perbuatan yang dilarang itu harus ada kesadaran, bahwa mereka bekerja sama. Dijelaskannya bahwa kesadaran itu timbul pada umumnya apabila beberapa peserta itu sebelumnya melakukan sesuatu perbuatan yang dilarang, terlebih dahulu melakukan perundingan atau permufakatan untuk melakukan suatu delik, dan hal ini berdasarkan fakta persidangan berupa keterangan saksi-saksi menerangkan bahwa dari sisi tugas, fungsi dan kewenangan yang diberikan kepada Terdakwa setelah kami simpulkan membuktikan bahwa tidak adanya kesadaran berupa pemufakatan dalam konteks pencapaian sebuah tujuan bersama, karena:

a. b.

Semua hal-hal yang diinginkan dimiliki kesadaran bersama oleh semua pelaku Bahwa pada tindakan dan kesadaran harus dilihat dari : 1. Batas kewenangan atau jabatan antar pihak

2. Fungsi

dan

lingkup

built yang

in

control,

bobot

kepentingan kewenangan

pertanggungjawaban

terkait

dengan

melaksanakan hak antar pihak 3. Kepastian hukum atas hak yang diatur Hukum Tertulis, pada pelaksanaan hak dan kewajiban tugas pokok antar pihak

4. Kemampuan perkiraan (forecasting) adalah penilaian subyektif,


tergantung kecakapan individual membaca situasi lingkungan yang berkembang saat kejadian yang bersifat ideal (sebaiknya) atau sebagaimana semestinya, adalah sikap mencocokkan isi dengan frame, bukan frame yang harus mencocokan dengan isi. Berdasarkan keseluruhan uraian di atas maka telah terbukti secara sah dan meyakinkan bahwa unsur Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP ini tidaklah terbukti dan dapat dibuktikan secara sah dan meyakinkan sebab secara sadar tidak menunjukan hubungan antara sikap atau niat pelaku yang lain dalam perkara ini (in casu Terdakwa Kaisar Robinson, Terdakwa Firman dan Terdakwa Darsuan) dengan sikap bathin sebagaimana Terdakwa mestinya yang tersebut telah untuk melaksanakan ......................

pencapaian sebuah tujuan, sehingga Terdakwa dalam hal ini tidak dapat dipersalahkan, oleh karenanya haruslah dibebaskan.

_____________________________________________________________________________________ Pleidooi Terdakwa Mulyadi,S.Pd

49

Majelis Hakim yang Mulia Jaksa Penuntut yang dihormati, Dengan tidak terpenuhinya atau tidak terbuktinya unsur pasal Dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, unsur pasal Menyalahgunakan Kewenangan, Kesempatan, atau sarana yang ada padanya karena Jabatan atau Kedudukan, unsur pasal Yang dapat merugikan keuangan atau perekonomian negara dan unsur Pasal 55 ayat (1) ke1 KUHP tersebut, maka secara otomatis unsur Setiap orang tidak pula dapat dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan.

D.

PETUNJUK Bahwa dalam analisis fakta-fakta persidangan yang terungkap serta buktibukti yang lain yang memiliki korelasi, persesuaian dan interaksi maka dapat ditarik sebuah petunjuk telah terjadi perbuatan hukum yang tidak mengikat bagi perbuatan hukum lainnya dalam adanya Pencairan Dana 100% pada Proyek PLTMH. Sehingga sangatlah tidak patut, tidak beralasan dan tidak berdasar jika JPU menyeret para Terdakwa dalam suatu tindak pidana yang dirumuskan sendiri oleh JPU dalam pemenuhan unsurnya, terlebih dalam Menuntut Terdakwa dalam persidangan ini. Oleh karenanya sangat berdasar dan sangat beralasan bagi Majelis Hakim yang Mulia untuk membebaskan Terdakwa dari segala dakwaan , tuntutannya dan mengembalikan nama baik Terdakwa .

E.

TANGGAPAN ATAS REQUISITOIR JAKSA PENUNTUT UMUM Bahwa perkenankanlah Kami untuk menanggapi requisitoir Jaksa Penuntut Umum yang telah sama-sama kita dengar saat dibacakan dalam persidangan tanggal 08 Agustus 2012 yang lalu sebagai berikut:

I.

Terhadap Hal-hal yang Memberatkan Terdakwa

Dengan tidak terbuktinya seluruh unsur Pasal yang didakwakan kepada Terdakwa, : maka hal-hal yang memberatkan Terdakwa sebagaimana requisitor Jaksa Penuntut Umum yang menyatakan Terdakwa-Terdakwa telah

_____________________________________________________________________________________ Pleidooi Terdakwa Mulyadi,S.Pd

50

a. Ikut dan

menghambat

pemerintah

yang

tengah

giat-giatnya

didalam

memberantas tindak pidana Korupsi yang merugikan keuangan negara; b. Perbuatan Terdakwa-terdakwa menimbulkan keresahan dimasyarakat. Hal ini dapat Kami tanggapi ; Bahwa dengan tidak terbuktinya seluruh unsur pasal yang didakwakan dan dituntut oleh Penuntut Umum maka sudah menjadi pasti menurut hukum pernyataan penuntut umum yang menyatakan bahwa terdakwa Ikut menghambat pemerintah yang tengah giat-giatnya didalam memberantas tindak pidana Korupsi yang merugikan keuangan negara adalah tidak dapat dikenakan pada Terdakwa. Atas dasar ini lah Kami berpendapat bahwa hal-hal yang memberatkan Terdakwa adalah tidak tepat dan tidak benar untuk dikenakan kepada Terdakwa baik dari sisi pembuktian unsur pasal, ataupun dari sudut pandang sosiologis. Kemudian disamping itu Penuntut Umum telah menyatakan pula bahwa perbuatan terdakwa telah menyebabkan kerugian negara sebasar Rp. 3.180.036.745,00 (tiga milyar seratus delapan puluh juta, tiga puluh enam ribu tujuh ratus empat pulh lima rupiah). adalah tidak dapat dikenakan pada Terdakwa karena tidak dapat terbukti dan dibuktikan secara sah dan meyakinkan menurut hukum. Serta adanya pidana denda kepada masing-masing Terdakwa sebesar Rp. 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah) subsidair 3 bulan kurungan adalah juga tidak dapat dikenakan kepada Terdakwa-Terdakwa. Oleh karenanya Terdakwa haruslah dilepas dari segala tuntutan uang pengganti, denda sebagaimana requisitoir JPU tersebut. II. Tentang Barang Bukti. Bahwa mengenai barang bukti, yang dijadikan dasar sehingga terdakwa dinyatakan telah melanggar Dakwaan subsidair pasal 3 Jo Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 yang telah diubah dan ditambah dengan UU No 20 tehun 2001 tentang perubahan atas UU RI No. 31 tahun 1999 tentang tindak Pidana korupsi Jo Pasal 55 Ayat 1 Ke 1 KUHPidana yang dikatakan bahwa tandatangan terdakwa merupakan syarat pencairan tidak pernah ditemukan dalam dokumen, Tanda tangan terdakwa mulyadi sebagaimana didukung oleh keterangan saksi ahli dari BPKP Profinsi Bengkulu, bahwa untuk pencairan tidak diperlukan adanyan Tanda tangan dari tim pengendali daerah, sebab pencairan Dana APBN berdasarkan kepres N0.45 Bahwa dari semua barang bukti surat yang tuliskan kepada Requisitoir JPU, tidak semua barang bukti tersebut dihadirkan dalam persidangan dan dikonfrontir kebenaran dan keabsahan atas barang bukti surat tersebut dengan keterangan-keterangan saksi.
_____________________________________________________________________________________ Pleidooi Terdakwa Mulyadi,S.Pd

51

Benar memang JPU telah menyita barang bukti surat dan dokumen dalam perkara ini, namun belum tentu semua barang bukti surat menjadi barang bukti yang sah dan memiliki nilai pembuktian yang memiliki persesuaian dengan semua keterangan saksi, keterangan Terdakwa dan Keterangan Saksi Ahli untuk membuktikan dakwaan dan tuntutan JPU. Oleh karenanya SANGAT TIDAK PATUT, SANGAT TIDAK BERALASAN dan SANGAT TIDAK BERDASAR JPU memasukkan semua bukti-bukti surat/dokumen yang ia sita didalam requisitoirnya, dan seharusnya JPU harus menseleksi buktibukti mana saja yang berkaitan dengan proses pembuktian dan digunakan dalam persidangan ini. E. P E N U T U P I. KESIMPULAN

Majelis Hakim yang mulia, Jaksa Penuntut Umum yang saya hormati. Berdasarkan uraian-uraian pada analisis yuridis terdahulu, maka sampailah Kami Penasihat Hukum Terdakwa pada kesimpulan dari seluruh uraian tersebut yaitu sebagai berikut:

1. Bahwa Terdakwa Mulyadi,Spd melakukan suatu perbuatan hukum


administrasi yang bukan berasal dari suatu kesadaran keadaan utuh dalam dirinya, dimana kesadaran yang dimaksud adalah kesadaran intelektual, kesadaran posisi dan jabatan dalam birokrasi, kesadaran tugas pokok dan fungsinya, kesadaran akan segala konskwensi dari perbuatan hukumnya yang telah dijamin dengan cara tipudaya oleh orang yang membawa dokumen-dokumen untuk ditandatanganinya; 2. Bahwa Terdakwa Mulyadi,SPd merupakan seseorang sosok birokrasi bawahan yang tidaklah mungkin melakukan pembangkangan terhadap atasan (dalam hal ini Kepala Dinas Pertambangan Energi dan Mineral) untuk tidak melakukan instruksi ataupun permintaan baik tertulis maupun lisan yang mana untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya sebagai Pegawai Negeri Sipil;

3. Bahwa Terdakwa Mulyadi,SPd tidak pernah mengetahui akan adanya


proyek Peningkatan Infrastruktur Listrik PLTMH di Kabupaten Kepahiang, Tidak pernah bertemu dengan semua perangkat struktur didalam departemen, Panitia Proyek, Kontraktor pelaksana proyek, Kepala Desa dimana desa penerima proyek, Konsultan pelaksana, perencana, pengawas proyek dan tidak pula pernah diangkat menjadi Tim Pengendali Daerah, tidak juga pernah menerima, menikmati bahkan membayangkan rasanya, keuntungannya, ataupun jumlahnya honor atau uang atau barang dari pekerjaan dan perbuatannya dalam proyek tersebut;

_____________________________________________________________________________________ Pleidooi Terdakwa Mulyadi,S.Pd

52

4. Bahwa Terdakwa Mulyadi,SPd dengan itikad baik tanpa menebak-nebak akan digunakan apa tandatangannya dalam berita acara yang dibawa oleh Sdr.JUNAINI,SH itu, tanpa membayangkan ia akan duduk dipesakitan sebagai Terdakwa dalam persidangan ini, tanpa ada pretensi negatif sedikitpun pada Terdakwa dalam berkas perkara yang sama maupun para Terdakwa yang lain dalam berkas perkara yang berbeda mengenai dugaan korupsi proyek PLTMH ini hingga harus dikaitkan dengan kerjasama dalam melakukan, turut serta melakukan ataupun ikut membantuk dalam mengakibatkan kerugian negara seperti yang dituduhkan oleh JPU dalam requisitoirnya;

5. Bahwa merupakan suatu fakta hukum yang kuat dan sah bahwa Berita
Acara Penyelesaian Pekerjaan yang ditandatangani oleh Terdakwa Mulyadi,SPd bukanlah satu-satunya syarat, atau bukan pula menjadi syarat awal yang semata-mata harus ada dan harus juga ditandatangani Terdakwa untuk dipergunakan dalam justifikasi persetujuan bagi panitia maupun PPTK dan KPA proyek PLTMH dalam mencairkan dana proyek tersebut kepada kontraktor pelaksana sebagaimana ditegaskan pula oleh saksi-saksi dalam perkara a quo dipersidangan;

6. Bahwa

perbuatan

Terdakwa

tidaklah

menjadi

penentu

dalam

penandatanganan Berita Acara tersebut, karena berdasarkan fakta hukum dan bukti-bukti surat lainnya tidak ada batasan atau persyaratan khusus siapa yang dapat menandatangani Berita Acara Penyelesaian Pekerjaan, Mengetahui dalam Berita Acara Sosialisasi atau Berita Acara Pemasangan, justru siapapun yang menandatangani Berita Acara Tersebut dana pencairan tetap akan cair, karena yang namanya TIM PENGENDALI DAERAH dalam proyek PLTMH ini hanya sebagai Stempel (Cap) akhir yang dibuat dan datang pada saat belakangan sebagai Tameng ketika pembobolan keuangan negara yang dilakukan oleh orang-orang pusat tertentu bersama kontraktor pelaksana menjadi persoalan hukum; 7. Bahwa kerugian negara yang didalilkan oleh sdr JPU ternyata tidak didasarkan pada penelitian (pemeriksaan) lapangan yang benar, sehingga hasilnya tidak akurat, kerugian negara yang ada bukan akibat dari perbuatan Terdakwa.

8. Bahwa Terdakwa telah tidak terbukti secara sah dan meyakinkan


melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dakwaan sdr JPU, maka TUNTUTAN PENJARA 4 TAHUN DAN SUBSIDAIR 3 BULAN KURUNGAN dengan uang denda Rp.50.000.000,- tidaklah adil dan tidaklah berdasar untuk dibebankan kepada Terdakwa.

_____________________________________________________________________________________ Pleidooi Terdakwa Mulyadi,S.Pd

53

Bahwa seluruh dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum yang telah berpraduga bersalah tersebut tidaklah dapat dibuktikan secara sah dan meyakinkan berdasarkan pasal-pasal yang telah didakwakan dalam dakwaan maupun BAP penyidik tersebut. Untuk itu kami yakin Yang Mulia Majelis Hakim juga sependapat dengan kami. Bahwa yang benar itu akan nyata kebenarannya dan yang salah itu akan nyata juga kesalahannya, dan keadilan bukanlah suatu kemenangan, akan tetapi suatu kebenaran yang merupakan suatu pondasi dalam mewujudkan fakta hukum demi terwujudnya cita-cita hukum yang adil. Diakhir Pleidooi ini, izinkanlah kami pula menyampaikan suatu hadist yang riwayatkan sahabat Rasulullah SAW : Hindarkanlah tindakan hukuman terhadap seorang muslim sedapat mungkin karena sesungguhnya lebih baik bagi penguasa bertindak salah karena membebaskannya daripada salah karena menjatuhkan hukuman. (HR. Tirmidzi dan Al-Baihaqi). II. PERMOHONAN Majelis Hakim yang mulia, Jaksa Penuntut Umum yang saya hormati. Berdasarkan undang-undang yang bersangkutan mohon kiranya Yang Mulia Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bengkulu dalam memeriksa dan memutuskan perkara ini dengan: MENGADILI

1. Menerima seutuhnya Nota Pembelaan/Pledooi kami ini, sehingga dapat


menjadi dasar pertimbangan hukum bagi Majelis Hakim Yang Mulia;

2. Menyatakan bahwa Terdakwa Mulyadi,SPd tidak terbukti secara sah dan


meyakinkan bersalah melakukan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana dalam dakwaan dan tuntutan sdr JPU.

3. Membebaskan Terdakwa Mulyadi,SPd dari segala dakwaan (vrijspraak)


atau setidak-tidaknya melepaskan Terdakwa dari segala dakwaan (ontslag van rechtvervolging).

4. Memulihkan nama baik, kedudukan, harkat dan martabat terdakwa


Mulyadi,SPd seperti semula. 5. Membebankan biaya perkara kepada negara.

_____________________________________________________________________________________ Pleidooi Terdakwa Mulyadi,S.Pd

54

Apabila Majelis Hakim yang mulia berpendapat lain, mohon putusan yang seringan-ringannya dan seadil-adilnya. Ex a quo et bono Demikian pembelaan ini Kami sampaikan atas perhatiannya Kami ucapkan terimakasih. Hormat Kami, Advokat, Konsultan Hukum Tim Kuasa Hukum MULYADI,SPd.

AHMAD SAHRUL. SH SEMBIRING. SH

USIN ABDISYAH PUTRA

_____________________________________________________________________________________ Pleidooi Terdakwa Mulyadi,S.Pd

55

Anda mungkin juga menyukai