Anda di halaman 1dari 54

PENINGKATAN REPRODUKSI PEJANTAN DOMBA GARUT PEDAGING UMUR 1 TAHUN DENGAN METODE SELEKSI Lokasi : Kelompok ternak Tunas

Rahayu, Kampung Ranca Batu RT 01 RW 03 Desa Wanamekar Kecamatan Wanaraja Kabupaten Garut

Disusun Oleh : Nama : Nunur Nuraeni NIM : P2DA10011 Alamat : Tamanwinangun RT 01/08 Kebumen Kode Pos : 53411 Telp/HP : 08986626290 Email : nunur_fia@yahoo.com PROGRAM STUDI ILMU PETERNAKAN PROGRAM PASCASARJANA

UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN PURWOKERTO 2 0 11 ABSTRAK Domba garut mempunyai dua tipe yaitu pedaging dan tangkas. Pada penelitian ini dilakukan seleksi domba garut jantan tipe pedaging untuk meningkatkan reproduksinya melalui pengamatan lingkar testis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seleksi dapat meningkatkan rata-rata lingkar testis pejantan dan anak dari generasi ke generasi. Rataan nilai testis pejantan terus mengalami peningkatan dari populasi awal yang hanya sebesar 23,8311 menjadi 32.3903 naik sebesar 8,56 cm atau 35,92%. Peningkatan lingkar testis akan meningkatkan jumlah spermatozoa yang dihasilkan. Lingkar testis anak juga mengalami peningkatan dari anak yang dihasilkan oleh populasi dasar hingga generasi ketiga yaitu dari 25,0735 sampai 32,55. Terdapat peningkatan sebesar 7,48 cm atau 29,82%. Diferensial seleksi dan respon seleksi mengalami kenaikan pada populasi dasar sampai generasi kedua yaitu dari 1,37 sampai 2.176 dan 0.62 sampai 0.98 namun pada generasi ketiga mengalami penurunan. Respon seleksi pertahun mengalami penurunan dari 0.62 menjadi 0.022 karena makin

meningkatnya nilai L atau nilai umur tetua beranak. Berdasarkan hasil keseluruhan dapat dikatakan bahwa seleksi dapat meningkatkan rataan lingkar testis dan respon seleksinya, sehingga pada generasi selanjutnya dapat diperoleh anak dan pejantan dengan reproduksi yang lebih baik. Kata kunci : domba garut, lingkar testis, seleksi

ABSTRACT Garut sheep has two types of beef and agile. In this study the selection of Garut sheep male beef type to improve reproductive testes circumference through observation. The results show that selection can increase the average circumference of male testes and children from generation to generation. The average value of the male testes continued to increase from the basic population from 23.8311 to 32.3903 up to 8.56 cm or 35.92%. Increase in testicular circumference will increase the number of spermatozoa produced. Testicular circumference of children also experienced an increase of the child population generated by the basic to the third

generation, from 25.0735 to 32.55. There is an increase of 7.48 cm or 29.82%. Differential selection and response selection on a population basic to increase until the second generation that is from 1.37 to 2176 and 0.62 to 0.98 but decreased in the third generation. Selection response per year has decreased from 0.62 to 0022 because of the increasing value of L or the age of childless elders. Based on the overall results can be said that the selection can increase the average circumference of testicular and response selection, so that the next generation of children and males can Be obtained with a better reproduction.

Key words: garut circumference, selection

sheep,

testicular

I. PENDAHULUAN

I.1. Latar Belakang

Domba Garut mempunyai 2 jenis yaitu domba Garut pedaging dan domba Garut tangkas. Yang disoroti disini adalah domba Garut pedaging karena seperti kita tahu kebutuhan daging dalam negeri sukup tinggi namun belum bisa terpenuhi 100%. Untuk itu perlu upaya pemafaatan ternak semaksimal mungkin. Ternak domba merupakan salah satu di antara jenis ternak yang dapat dimanfaatkan dalam memenuhi kebutuhan daging. Akan tetapi banyak kendala yang dihadapi untuk memenuhi target tersebut, karena tingkat produksi dan reproduksi yang tidak sesuai harapan. Sehingga perlu dilakukan seleksi terhadap ternak domba tersebut. Seleksi terhadap beberapa sifat produksi dan reproduksi jantan dapat dijadikan dasar karena berdampak positif terhadap betina. Berdasarkan Nataatmaja dan Arifin (2008) karakteristik yang dapat dijadikan standar untuk seleksi reproduktivitas pejantan domba Garut diantaranya adalah lingkar testis. Dalam penelitiannya nilai rataan dan standar deviasi dari karakteristik tersebut adalah 26,23 2,32 cm dan nilai minimal dan maksimalnya adalah 19,27 cm dan 33,19 cm. I.2. Perumusan Masalah

Masalah dalam kajian ini adalah bahwa kebutuhan daging masih belum bisa dipasok dari dalam negeri. Domba sebagai salah satu ternak penghasil daging perlu diberdayagunakan. Namun tingkat produksi dan reproduksinya masih rendah sehingga perlu dilakukan upaya perbaikan, salah satunya dengan cara seleksi. II. TUJUAN DAN MANFAAT

II.1.

Tujuan Meningkatkan karakteristik reproduksi pejantan Domba Garut melalui seleksi karakteristik lingkar testis umur 1 tahun, guna mendapatkan keturunan yang lebih baik. II.2. Manfaat Dihasilkannya pejantan unggul yang siap dikawinkan dengan betina, sehingga keturunannya lebih baik.

III.

TINJAUAN PUSTAKA

III.1. Domba Garut Domba Garut sebagai aset plasma nutfah Jawa Barat, memiliki potensi yang baik untuk dikembangkan sebagai sumber daging dan cukup tanggap terhadap manajemen pemeliharaan dibandingkan domba lokal dan bangsa domba lain yang ada di Indonesia (Heriyadi et al., 2002). Domba ekor tipis yang berkembang di Jawa Barat lebih dikenal sebagai domba garut, yang memiliki keistimewaan sebagai salah satu domba prolifik dunia (Bradford dan Inounu 1996), yang

dikendalikan oleh gen tunggal. Domba garut mencapai umur pubertas pada usia dini, tidak kawin secara musiman, dapat beranak sepanjang tahun, bunting kembali sebulan setelah beranak sehingga memperpendek jarak kelahiran, dan tahan terhadap parasit internal (Bradford dan Inounu 1996). Di daerah Garut dikenal dua tujuan pemeliharaan domba yaitu untuk seni ketangkasan (tipe tangkas) dan pedaging (tipe pedaging). Domba tipe tangkas menunjukkan bobot badan yang lebih tinggi, lebih profilik, hanya bertanduk pada yang jantannya saja, sedangkan domba pedaging bertanduk baik pada jantan maupun betinanya. Warna tubuh domba tipe tangkas umumnya didominasi warna hitam polos, sedangkan domba tipe pedaging warna tubuhnya didominasi warna putih polos. Daun telinga tipe tangkas lebih pendekdibandingkan dengan daun telinga tipe pedaging (Trilwulanningsih et al., 1981). Pengelolaan reproduksi yang makin baik akan menghasilkan keturunan dengan berat badan yang baik pula (Djoni dan Rohayati T, 2010).

III.2. Keadaan Umum Kelompok Ternak Kelompok ternak Tunas Rahayu berada di Kampung Ranca Batu RT 01 RW 03 Desa Wanamekar Kecamatan Wanaraja Kabupaten Garut. Jarak dari ibu

kota Kabupaten Garut 12 km, dengan ketinggian tanah 650 1.000 m diatas permukaan laut, pada temperatur 18 20 C dan curah hujan 3.047 mm/tahun. Kelompok ternak Tunas Rahayu mulai dirintis pada bulan Januari tahun 2002 dengan ketua kelompok Bapak Ocin Pada awalnya kelompok tersebut hanya beranggotakan 16 orang, berkembang secara pesat dan intensif pada tahun 2005 jumlah anggotanya terus bertabah sampai saat ini tercatat sebanyak 24 orang. Kegiatan utama kelompok melakukan pembinaan terhadap angota melalui pertemuan-pertemuan rutin mingguan, tukar menukar pengalaman beternak antar sesama anggota. Untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dilakukan kegiatan pelatihan, studi banding pada kelompok lain, dan pengontrolan ternak setiap bulan yang dilaksanakan oleh Dinas Peternakan Kabupaten Garut. Sejak tahun 2007 kegiatan kelompok ini dibimbing oleh seorang sajana pendamping yaitu sarjana peternakan yang ditugaskan oleh Dirjen Peternakan. Kelompok ini sering digunakan untuk kegiatan praktek lapangan maupun penelitian terutama dari IPB dan APP Bogor. Kelompok ternak Tunas Rahayu merupakan kelompok ternak yang mempertahankan ciri khas Domba Wanaraja. Mereka tidak menginginkan Domba Wanaraja punah karena merupakan aset

plasma nutfah yang harus dikembangkan dan dilestarikan, oleh karena itu berbeda dengan peternak lain diluar kelompok, peternak anggota kelompok Tunas Rahayu hanya memelihara domba Wanaraja. Berdasarkan banyaknya anak yang dilahirkan seekor induk domba, antara dapat dikelompokkan kedalam tipe beranak, tunggal (single), kembar dua (twin), kembar tiga (triplet) atau kembar empat (quartet). Pada penelitian Rahmat et al (2007) distribusi tingkat kelahiran domba Garut pedaging yang diamati dari 77 ekor dapat dilihat pada lampiran 6. Distribusi tipe kelahiran bervariasi, dengan proporsi kelahiran kembar paling tinggi dibandingkan dengan kelahiran tunggal. Tingginya proporsi kelahiran kembar sesuai dengan yang diharapkan pada pola usaha kelompok Tunas Rahayu yaitu sebagai peternak domba daging. Pada pola usaha ini hasil yang diharapkan adalah produksi anak untuk kemudian dibesarkan sampai umur jual. Peternak selalu mengawinkan domba jantan maupun induk yang berasal dari kelahiran kembar, akibatnya frekwensi gen kembar dalam populasi meningkat. Sejalan dengan pendapat Bennet et al (1991) bahwa induk yang berasal dari kelahiran kembar akan menurunkan anak kembar yang lebih banyak

dibandingkan dengan kelahiran tunggal.

induk

yang

berasal

dari

IV.

MATERI DAN METODE

IV.1. Materi Materi yang digunakan adalah domba Garut. Sebagai populasi dasar terdapat 10 domba garut jantan tipe pedaging umur 1 tahun yang dikawinkan dengan 100 ekor domba garut betina tipe pedaging umur 1 tahun yang berasal dari Kelompok Ternak Tunas Rahayu Garut. Sex ratio 1:1 dengan mortalitas 0%. Dari perkawinan tersebut diperoleh 100 ekor anak dengan proporsi 50 jantan dan 50 betina yang seterusnya akan dilakukan seleksi.

IV.2. Metode Penentuan lokasi penelitian dilakukan dengan cara purposive sampling secara sengaja yaitu dilipih Kelompok ternak Tunas Rahayu di Kampung Ranca Batu RT 01 RW 03 Desa Wanamekar Kecamatan Wanaraja Kabupaten Garut.. pemeilihan ternak dilakukan dengan random sampling dari para peternak. Ternak terpilih dari kelompok dilakukan perkawinan secara alami dan seleksi individu. Yang menjadi sasaran seleksi adalah ternak domba Garut Jantan umur 1 tahun. Karakteristik atau peubah yang diamati adalah lingkar testis (LTS) dengan nilai ratarata heritabilitasnya adalah 0,45 (Kilgour et al, 1985). Pengukuran Lingkar Testis (LT),yaitu mengukur bagian testis secara melingkar dari tengah-tengah bagian testis saat berdiri. Alat ukur yang digunakan adalah pita ukur dalam satuan cm. Apabila seleksi telah dilaksanakan, maka pendugaan respon seleksi menggunakan diferensial seleksi aktual. Penghitungannya dilakukan dengan menggunakan rumus sebagai berikut : R = h2 S Keterangan: R = Respon seleksi 2 h = Nilai heritabilitas S = Diferensial seleksi aktual yaitu selisih antara rataan fenotip dan populasi terseleksi

dengan rataan fenotip populasi sebelum seleksi Tahapan seleksi yang dilakukan adalah dengan memilih tetua terpilih dari jantan awal dan dari anak yang mempunyai nilai pemuliaan lingkar testis tinggi. Tahapan cara kerja yang dilakukan adalah: 1. Menyediakan populasi dasar yaitu 10 ekor domba garut jantan umur 1 tahun yang dikawinkan dengan 100 ekor domba garut betina tipe pedaging yang nantinya menghasilkan 100 ekor anak 50 ekor jantan dan 50 ekor betina. 2. Untuk tetua generasi pertama dipilih 7 ekor tetua jantan dari populasi dasar yang mempunyai nilai pemuliaan lingkar testis lebih tinggi dan 3 ekor jantan dari anak yang memiliki nilai pemuliaan lingkar testis lebih tinggi dari anak yang lain. 3. Tetua generasi pertama dikawinkan sehingga memperoleh 100 ekor anak dengan 50 ekor anak jantan dan 50 ekor anak betina. 4. Untuk generasi kedua dipilih 4 ekor tetua jantan dari populasi dasar yang mempunyai nilai pemuliaan lingkar testis lebih tinggi dan 3 ekor jantan dari dari populasi dasar dan 3 ekor anak dari generasi pertama yang memiliki nilai pemuliaan lingkar testis lebih tinggi dari anak yang lain.

5. Tetua generasi kedua dikawinkan sehingga memperoleh 100 ekor anak dengan 50 ekor anak jantan dan 50 ekor anak betina. 6. Untuk generasi ketiga dipilih 2 ekor tetua jantan dari populasi dasar yang mempunyai nilai pemuliaan lingkar testis lebih tinggi dan 1 ekor anak jantan dari populasi dasar, 2 ekor anak jantan dari generasi pertama serta 5 ekor anak dari generasi kedua yang memiliki nilai pemuliaan lingkar testis lebih tinggi dari anak yang lain. 7. Tetua generasi ketiga dikawinkan sehingga memperoleh 100 ekor anak dengan 50 ekor anak jantan dan 50 ekor anak betina, yang nantinya akan dipilih 10 ekor anak jantan yang memiliki nilai pemuliaan lingkar testis lebih tinggi dari anak yang lain sebagai pengganti keseluruhan tetua jantan. 8. 10 ekor pejantan terpilih diamati rata-rata dan nilai pemuliaannya. 9. Untuk anak betina dan jantan sisa seleksi langsung diberikan kepada kelompok ternak untuk dipelihara sistem gaduhan. Dalam bentuk bagan dapat dilihat pada lampiran 2.

V.HASIL DAN PEMBAHASAN

Berdasarkan hasil seleksi yang dilakukan terhadap lingkar testis domba garut jantan tipe pedaging umur satu tahun sebanyak tiga generasi didapatkan peningkatan rataan nilai lingkar testis baik pada tetua jantan maupun anak yang dilahirkan. Peningkatan tersebut dapat dilihat pada lampiran 7 dan 8. Rataan nilai testis pejantan terus mengalami peningkatan dari populasi awal yang hanya sebesar 23,8311 menjadi 32.3903 naik sebesar 8,56 cm atau 35,92%. Dengan demikian seleksi dapat meningkatkan reproduksi domba garut jantan tipe

pedaging seiring meningkatnya lingkar testis. Peningkatan lingkar testis akan meningkatkan jumlah spermatozoa yang dihasilkan, sehingga kemungkinan betina bunting saat dikawinkan akan lebih besar. Seperti yang dikemukakan oleh Soeroso et al., (2010) bahwa Setiap kenaikan 1 cm ukuran lingkar skrotum maka konsentrasi sperma mengalami kenaikan sebesar 0,15x109/ml, persentase sperma mati menurun sebesar 0,22%, sperma abnormal primer menurun 0,25% dan skor gelombang massa sperma meningkat 0,18 unit. Peningkatan jumlah spermatozoa pada pejantan yang digunakan juga sangat menguntungkan untuk inseminasi buatan. Satu pejantan dengan jumlah sperma yang bertambah, akan menambah straw sperma yang dapat digunakan untuk IB. Lingkar testis anak juga mengalami peningkatan dari anak yang dihasilkan oleh populasi dasar hingga generasi ketiga yaitu dari 25,0735 sampai 32,55. Terdapat peningkatan sebesar 7,48 cm atau 29,82%. Dengan demikian penggunaan anak untuk menjadi pejantan selanjutnya akan meningkatkan lingkar testis anak yang akan dihasilkan pada generasigenerasi selanjutnya. Hasil perhitungan respon seleksi dan diferensial seleksi dapat dilihat pada lampiran 9. Berdasarkan

lampiran 9 diferensial seleksi dan respon seleksi mengalami kenaikan pada populasi dasar sampai generasi kedua yaitu dari 1,37 sampai 2.176 dan 0.62 sampai 0.98 namun pada generasi ketiga mengalami penurunan. Dugaan respon seleksi sebanding dengan seleksi diferensial (S) dan nilai heritabilitas (h2). Jadi semakin tinggi nilai heritabilitas dan atau seleksi diferensial, semakin tinggi kemajuan seleksi yang diharapkan. Namun untuk respon seleksi pada generasi ketiga mengalami penurunan sehingga setelah generasi ketiga perlu dilakukan penggantian pejantan secara keseluruhan. Penggantian pejantan dapat diambil dari anak generasi ketiga yang telah mempunyai rataan lingkar testis tinggi. Respon seleksi pejantan pertahun mengalami penurunan. Dapat dilihat pada lampiran 10. Respon seleksi pertahun mengalami penurunan dari 0.62 menjadi 0.022 karena makin meningkatnya nilai L atau nilai umur tetua beranak. Usia ternak domba betina maupun jantan makin tua hingga pada generasi ketiga mendekati umur 6 tahun. Menurut Pertanian dan Peternakan Kita (2011) domba usia maksimum pada 3 sampai 6 tahun, dan umumnya terjadi penurunan kualits pada domba betina tua. Sehingga dengan demikian perlu dilakukan pergantian baik pejantan maupun induk betina setelah seleksi pada generasi ketiga. Penggantian pejantan dari anak generasi ektiga diperoleh rataan

lingkar testis sebesar 32,55 0,0145. Nilai rata-rata terbesar yang nantinya diharapkan dapat meningkatkan reproduksi generasi berikutnya.

VI.

KESIMPULAN DAN SARAN

VI.1.

Kesimpulan Seleksi yang dilakukan pada domba garut jantan tipe pedaging umur satu tahun dapat meningkatkan rataan lingkar testis dan respon seleksinya. Sehingga pada generasi selanjutnya dapat diperoleh anak dan pejantan dengan reproduksi yang lebih baik. VI.2. Saran Saran yang dapat direkomendasikan dari hasil seleksi ini adalah : 1. Populasi dasar yang digunakan hendaknya seragan dan mempunyai catatan yang jelas. 2. Setelah generasi ketiga hendaknya dilakukan pergantian pejantan dan induk secara keseluruhan karena usianya sudah mendekati tidak produktif

DAFTAR PUSTAKA Bennett, GL, AH Kirton, DL Johnson and H Carter. 1991. Genetic and environmental effect on carcass characteristic of Southdown x Romney lambs: (1) Growth rate, sex, rearing effects. J.Animal.Science. 69:1858-1863.

Bradford GE, I Inounu, LC Iniguez, B Tiesnamurti and DL Thomas. 1996. The prolificacy Gen of Javanese Sheep. In: JM Elsen et al. (Eds) : Major genes for Reproduction in Sheep. 2nd International Workshop, Toulose, France. Djoni dan Rohayati T. 2010. The Relationship Between Application Level Of The Seven Endeavors Technology Of Animal Husbandry And The Performance Of Garut Sheep Of Contest And Beef Types In Garut Regency. Hasil penelitian. Universitas Siliwangi. Tasikmalaya.

Heriyadi D, A Anang, DC Budinuryanto dan H Hadiana. 2002. Standarisasi Mutu Bibit Domba Garut. Laporan Penelitian. Kerjasama Penelitian Antara Dinas Peternakan Propinsi Jawa Barat dengan Universitas Padjadjaran Bandung. Kilgour, R.J., L.W. Purvis, L.R. Piper and K.D. Atkinds. 1985. Heritabilities Of Testis Size And Sexual Behavior In Male And Their Genetic Correlations With Measures Of Males Reproduction In Genetic Reproductions In Sheep. R.B. Land and D.W. Robinson (Eds). Butterworths. 343-345.

Nataatmaja, D M dan Arifin J. 2008. Karakteristik Tubuh dan Reproduksi Jantan Pada Kelompok Populasi Domba di Kabupaten Pndeglang dan Garut. Jurnal Animal Production. Vol. 10. No.3. Halaman 140-146. Pertanian dan Peternakan Kita. 2011. Pubertas Pada Domba Betina. Diaksesdarihttp://duniapertaniaanpeternakan .wordpress.com/2011/12/30/pubertas-padahewan-domba-betina/.padatanggal 3 Januari 2012. Rahmat D, Dudi, Arifin J, Hilmia N dan Sumantri C. 2007. Identifikasi Gen Igf Dan Hubungannya Dengan Pertumbuhan Dan Prolifikasi Sebagai Dasar Seleksi Bibit Berkelanjutan Di Kelompok Peternak Tunas Rahayu Wanaraja Garut. Laporan Penelitian. Institut Pertanian Bogor. Soeroso, Soeroso dan Duma Y. 2010. The Correlation of Scrotal Circumference, Spermatozoa of Epididymis Caudalis and Dilution Characteristic in Bali Cattle. Journal of the Indonesian Tropical Animal Agriculture, 31 (4). pp. 219-223. Triwulanningsih, E., Sitorus, P., Batubara, L.P., dan Suradisastra, K. 1981. Tampilan Domba Garut. Balai Penelitian Ternak, Bogor.

LAMPIRAN 1. Rincian Biaya N Rincian o Domba garut jantan tipe pedaging umur 1 tahun sebanyak 10 ekor Domba garut betina tipe pedaging umur 1 tahun sebanyak 100 ekor Kandang 3

Keterangan Populasi dasar

Biaya (Rp.) 30.000.000

Populasi dasar

200.000.00 0

Kandang untuk 110 ekor domba dan 5 ekor calon pejantan Meliputi tempat

50.000.000

Peralatan Kandang

15,000,000

pakan, minum, lampu dll 5 Pakan Alat Tulis Kantor 6 Rekening Listrik 7 Rekening Air 8 Pakan ternak selama seleksi Buku, bolpoin, kertas, meteran dll Untuk kebutuhan kandang Untuk kebutuhan kandang dan ternak Rutin sesuai jadwal pemeliharaan Analisis data Semua pekerja yang terlibat Biaya tidak terduga sebagai cadangan 400.000.00 0 5.000.000

7.200.000

5.000.000

9 1 0 1 1

Obat , Vaksindan Vitamin Komputer Upah Tenaga Kerja Lain-lain

10,000,000

3.000.000 200,000,00 0 20.000.000

10 ekor janta n

Total

100 ekor Biaya betina

945.200.0 00 POPULASI DASAR

50 betina 50 jantan

2. Bagan seleksi
ekor 7 3 Di lembar selanjutnya ekor ekor betina
50 betina 50 jantan

100

GENERASI 1

4 eko r

3ekor

3eko r

100 ekor betina


50 betina 50 jantan

GENERASI 2

2 ekor

1ekor

2 ekor

5ekor

100 ekor betina


50 betina 50 jantan

GENERASI 3

Dipilih 10 ekor dengan lingkar testis tertinggi untuk menggantikan keseluruhan pejantan

3. Data perhitungan deskriptif statistik

a. Analisis deskriptif lingkar testis tetua domba garut jantan tipe pedaging pada populasi dasar N lingkar testis (cm) Valid N (listwise) 10 10 Minimu Maxim Std. m um Mean Deviation 20.00 29.01 23.831 1 3.06605

b. Analisis deskriptif lingkar testis tetua domba garut jantan terpilih dari populasi dasar N lingkar testis (cm) Valid N (listwise) 7 7 Minimu Maxim Std. m um Mean Deviation 21.44 29.01 25.198 7 2.58908

c. Analisis deskriptif lingkar testis anak domba garut jantan dari perkawinan populasi dasar N lingkar testis (cm) Valid N (listwise) 50 50 Minimu Maxim Std. m um Mean Deviation 19.79 32.55 25.073 5 3.99078

d. Analisis deskriptif lingkar generasi pertama terpilih N lingkar testis (cm) Valid N (listwise) 10 10

testis

pejantan

Minimu Maxim Std. m um Mean Deviation 21.44 32.55 27.342 9 4.04911

e. Analisis deskriptif lingkar testis terpilih dari generasi pertama N lingkar testis (cm) Valid N (listwise) 7 7

pejantan

Minimu Maxim Std. m um Mean Deviation 25.27 32.55 29.226 2 3.19052

f. Analisis deskriptif lingkar testis anak domba garut jantan dari perkawinan populasi generasi pertama N lingkar testis (cm) Valid N (listwise) 50 50 Minimu Maxim Std. m um Mean Deviation 25.54 32.21 28.305 1 2.08713

g. Analisis deskriptif lingkar generasi kedua terpilih N lingkar testis (cm) Valid N (listwise) 10 10

testis

pejantan

Minimu Maxim Std. m um Mean Deviation 25.27 32.55 30.090 9 2.95412

h. Analisis deskriptif lingkar terpilih dari generasi kedua N lingkar testis (cm) Valid N (listwise) 5 5

testis

pejantan

Minimu Maxim Std. m um Mean Deviation 32.08 32.55 32.267 0 .17525

i.

Analisis deskriptif lingkar testis anak domba garut jantan dari perkawinan populasi generasi kedua N Minimu Maxim Std. m um Mean Deviation 32.10 32.54 32.306 0 .12882

lingkar testis (cm) Valid N (listwise)

50 50

j.

Analisis deskriptif lingkar testis pejantan generasi ketiga terpilih N Minimu Maxim Std. m um Mean Deviation 32.08 32.55 32.390 3 .17518

lingkar testis (cm) Valid N (listwise)

10 10

k. Analisis deskriptif lingkar testis pejantan generasi ketiga terpilih N lingkar testis (cm) 10 Minimu Maxim Std. m um Mean Deviation 32.08 32.55 32.390 3 .17518

i.

Analisis deskriptif lingkar testis anak domba garut jantan dari perkawinan populasi generasi kedua N Minimu Maxim Std. m um Mean Deviation 32.10 32.54 32.306 0 .12882

lingkar testis (cm) Valid N (listwise)

50 50

j.

Analisis deskriptif lingkar testis pejantan generasi ketiga terpilih N Minimu Maxim Std. m um Mean Deviation 32.08 32.55 32.390 3 .17518

lingkar testis (cm) Valid N (listwise)

10 10

k. Analisis deskriptif lingkar testis pejantan generasi ketiga terpilih Valid N 10 (listwise)

4. Data perhitungan nilai pemuliaan pemilihan anak jantan untuk dijadikan pejantan terpilih a. Acak anak dari populasi dasar untuk dijadikan tetua pejantan pada generasi pertama N TA RLT HERI TN TT o G LTS S T P T PTT 32.5 25.0 3.3 3.3 32.5 1 26 5 7 0.45 6 6 5 25.0 3.2 3.2 2 46 32.3 7 0.45 5 5 32.3 32.1 25.0 32.1 3 16 9 7 0.45 3.2 3.2 9 31.3 25.0 2.8 4 37 4 7 0.45 2 30.0 25.0 2.2 5 42 4 7 0.45 3 29.9 25.0 2.1 6 49 3 7 0.45 9 7 30 29.5 25.0 0.45 2.0

8 9 1 0 1 1 1 2 1 3 1 4 1 5 1 6 1 7 1 8 1 9 2 0 2 1 2 2

22 19 15 40 6 36 35 45 13 3 25 17 44 48 39

5 29.4 7 29.3 6 29.2 3 29.0 4 29.0 1 28.9 1 28.6 8 28.4 8 27.9 2 27.7 9 27.7 6 27.3 2 26.6 1 26.5 5 26.1 8

7 25.0 7 25.0 7 25.0 7 25.0 7 25.0 7 25.0 7 25.0 7 25.0 7 25.0 7 25.0 7 25.0 7 25.0 7 25.0 7 25.0 7 25.0 7

0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45

1 1.9 8 1.9 3 1.8 7 1.7 9 1.7 7 1.7 3 1.6 2 1.5 3 1.2 8 1.2 2 1.2 1 1.0 1 0.6 9 0.6 6 0.5

2 3 2 4 2 5 2 6 2 7 2 8 2 9 3 0 3 1 3 2 3 3 3 4 3 5 3 6 3 7 3

8 2 38 7 28 47 4 18 27 23 24 41 33 5 14 11

25.4 7 25.2 7 24.1 6 24.0 9 23.9 8 23.6 6 23.3 2 22.9 2 22.5 7 22.4 1 22.3 5 22.1 4 21.8 9 21.4 4 21.4 1 21.2

25.0 7 25.0 7 25.0 7 25.0 7 25.0 7 25.0 7 25.0 7 25.0 7 25.0 7 25.0 7 25.0 7 25.0 7 25.0 7 25.0 7 25.0 7 25.0

0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45

0.1 8 0.0 9 0.4 0.4 0.5 0.6 0.8 -1 1.1 1.2 1.2 1.3 1.4 1.6 1.6 -

8 3 9 4 0 4 1 4 2 4 3 4 4 4 5 4 6 4 7 4 8 4 9 5 0

1 50 31 10 21 34 43 32 29 9 12 20

3 21.2 1 21.0 4 20.9 4 20.7 1 20.6 7 20.6 6 20.2 20.0 9 20.0 1 20 19.8 7 19.7 9

7 25.0 7 25.0 7 25.0 7 25.0 7 25.0 7 25.0 7 25.0 7 25.0 7 25.0 7 25.0 7 25.0 7 25.0 7

0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45

1.7 1.7 1.8 1.9 -2 -2 -2 2.2 2.2 2.3 2.3 2.3 2.4

b. Acak anak dari populasi generasi pertama untuk dijadikan tetua pejantan pada generasi kedua N TA RLT HERI TN TT o G LTS S T P T PTT

1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 0 1 1 1 2 1 3 1 4 1 5 1

26 46 16 37 42 49 30 22 19 15 40 6 36 35 45 13

32. 21 32. 08 32. 03 31. 58 30. 9 30. 85 30. 65 30. 6 30. 55 30. 48 30. 38 30. 36 30. 31 30. 19 30. 09 29.

28. 31 28. 31 28. 31 28. 31 28. 31 28. 31 28. 31 28. 31 28. 31 28. 31 28. 31 28. 31 28. 31 28. 31 28. 31 28.

0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45

1.7 6 1.7 1.6 8 1.4 7 1.1 7 1.1 4 1.0 5 1.0 3 1.0 1 0.9 8 0.9 3 0.9 3 0.9 0.8 5 0.8 0.6

1.7 6 1.7 1.6 8

32. 21 32. 08 32. 03

6 1 7 1 8 1 9 2 0 2 1 2 2 2 3 2 4 2 5 2 6 2 7 2 8 2 9 3 0 3 1

3 25 17 44 48 39 8 2 38 7 28 47 4 18 27

8 29. 73 29. 71 29. 48 29. 11 29. 08 28. 88 28. 51 28. 41 27. 83 27. 79 27. 73 27. 57 27. 39 27. 18 26. 99

31 28. 31 28. 31 28. 31 28. 31 28. 31 28. 31 28. 31 28. 31 28. 31 28. 31 28. 31 28. 31 28. 31 28. 31 28. 31

0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45

7 0.6 4 0.6 3 0.5 3 0.3 6 0.3 5 0.2 6 0.0 9 0.0 5 0.2 0.2 0.3 0.3 0.4 0.5 0.6

3 2 3 3 3 4 3 5 3 6 3 7 3 8 3 9 4 0 4 1 4 2 4 3 4 4 4 5 4 6 4

23 24 41 33 5 14 11 1 50 31 10 21 34 43 32 29

26. 91 26. 88 26. 77 26. 64 26. 4 26. 39 26. 3 26. 29 26. 2 26. 14 26. 02 26 25. 99 25. 76 25. 7 25.

28. 31 28. 31 28. 31 28. 31 28. 31 28. 31 28. 31 28. 31 28. 31 28. 31 28. 31 28. 31 28. 31 28. 31 28. 31 28.

0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45

0.6 0.6 0.7 0.7 0.9 0.9 0.9 0.9 0.9 -1 -1 -1 -1 1.1 1.2 -

7 4 8 4 9 5 0

9 12 20

65 25. 65 25. 58 25. 54

31 28. 31 28. 31 28. 31

0.45 0.45 0.45

1.2 1.2 1.2 1.2

c. Acak anak dari populasi generasi kedua untuk dijadikan tetua pejantan pada generasi ketiga N TA RLT HERI TT o G LTS S T TNP T PTT 32.5 32.3 0.106123 0.1 32.5 1 2 4 1 0.45 21 1 4 32.5 32.3 0.093879 0.0 32.5 2 41 1 1 0.45 34 9 1 32.5 32.3 0.093109 0.0 32.5 3 8 1 1 0.45 41 9 1 32.3 0.089193 0.0 4 37 32.5 1 0.45 89 9 32.5 32.4 32.3 0.084941 0.0 32.4 5 33 9 1 0.45 37 8 9 32.4 32.3 0.078673 6 46 8 1 0.45 23 32.4 32.3 0.076655 7 50 8 1 0.45 87 32.4 32.3 0.068162 8 27 6 1 0.45 9 32.4 32.3 9 26 4 1 0.45 0.059295 1 14 32.4 32.3 0.45 0.057376

0 1 1 1 2 1 3 1 4 1 5 1 6 1 7 1 8 1 9 2 0 2 1 2 2 2 3 2 4 2 5

32 21 28 36 25 44 45 13 12 49 1 4 42 39 5

3 32.4 2 32.4 2 32.4 1 32.4 1 32.3 9 32.3 8 32.3 8 32.3 8 32.3 7 32.3 5 32.3 4 32.3 3 32.3 2 32.3 2 32.3 2

1 32.3 1 32.3 1 32.3 1 32.3 1 32.3 1 32.3 1 32.3 1 32.3 1 32.3 1 32.3 1 32.3 1 32.3 1 32.3 1 32.3 1 32.3 1

0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45

65 0.051894 55 0.051775 15 0.046954 46 0.045407 83 0.039766 11 0.034640 57 0.034460 66 0.033899 24 0.029593 08 0.018157 25 0.016603 66 0.011558 82 0.007705 35 0.005677 86 0.005673 82

2 6 2 7 2 8 2 9 3 0 3 1 3 2 3 3 3 4 3 5 3 6 3 7

19 17 9 48 30 18 7 11 3 24 6 35

32.3 1 32.2 9 32.2 7 32.2 7 32.2 7 32.2 5 32.2 4 32.2 4 32.2 3 32.2 2 32.2 1 32.2 1

32.3 1 32.3 1 32.3 1 32.3 1 32.3 1 32.3 1 32.3 1 32.3 1 32.3 1 32.3 1 32.3 1 32.3 1

0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45

9.37E-04 0.007396 2 0.015376 7 0.015662 2 0.018313 8 0.023643 0.028266 0.031082 0.032907 2 0.040713 6 0.042058 0.042545 6

3 8 3 9 4 0 4 1 4 2 4 3 4 4 4 5 4 6 4 7 4 8

43 31 15 34 23 16 38 40 20 10 47

32.2 1 32.1 9 32.1 8 32.1 7 32.1 6 32.1 5 32.1 4 32.1 4 32.1 3 32.1 2 32.1 1

32.3 1 32.3 1 32.3 1 32.3 1 32.3 1 32.3 1 32.3 1 32.3 1 32.3 1 32.3 1 32.3 1

0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45

0.044297 7 0.053346 8 0.058352 6 0.063160 1 0.064751 5 0.071400 7 0.075725 0.076894 6 0.080704 9 0.081451 3 0.087920

4 9 5 0

29 22

32.1 32.1

32.3 1 32.3 1

0.45 0.45

7 0.091566 5 0.093821 3

d. Acak anak dari populasi generasi ketiga untuk dijadikan pengganti keseluruhan tetua pejantan pada populasi N o 1 2 3 4 5 6 7 8 9 TA G 4 20 42 34 11 9 48 13 10 LTS 32. 55 32. 55 32. 55 32. 55 32. 55 32. 55 32. 54 32. 54 32. RLT S 32. 53 32. 53 32. 53 32. 53 32. 53 32. 53 32. 53 32. 53 32. HERIT 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 TNP 0.01020 324 0.00986 005 0.00985 602 0.00923 174 0.00920 658 0.00882 328 0.00786 01 0.00752 407 0.00671 TT T 0.0 1 0.0 1 0.0 1 0.0 1 0.0 1 0.0 1 0.0 1 0.0 1 0.0 PTT 32. 55 32. 55 32. 55 32. 55 32. 55 32. 55 32. 54 32. 54 32. RTT 32. 55 32. 55 32. 55 32. 55 32. 55 32. 55 32. 55 32. 55 32.

1 0 1 1 1 2 1 3 1 4 1 5 1 6 1 7 1 8 1 9 2 0 2 1 2 2 2 3 2 4

27 47 30 33 22 36 14 44 43 7 6 21 25 29 8

54 32. 54 32. 54 32. 54 32. 54 32. 54 32. 54 32. 54 32. 54 32. 53 32. 53 32. 53 32. 53 32. 53 32. 53 32. 53

53 32. 53 32. 53 32. 53 32. 53 32. 53 32. 53 32. 53 32. 53 32. 53 32. 53 32. 53 32. 53 32. 53 32. 53 32. 53

0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45

041 0.00617 545 0.00548 4 0.00490 734 0.00473 151 0.00460 339 0.00395 236 0.00381 029 0.00364 773 0.00316 623 0.00295 705 0.00287 61 0.00275 593 0.00265 208 0.00144 794 0.00142 291

1 0.0 1

54 32. 54

55 32. 55 32. 55 32. 55 32. 55 32. 55 32. 55 32. 55 32. 55 32. 55 32. 55 32. 55 32. 55 32. 55 32. 55 32. 55

2 5 2 6 2 7 2 8 2 9 3 0 3 1 3 2 3 3 3 4 3 5 3 6 3

19 37 28 12 49 39 16 41 35 15 32 24 40

32. 53 32. 53 32. 53 32. 53 32. 53 32. 53 32. 52 32. 52 32. 52 32. 52 32. 52 32. 52 32.

32. 53 32. 53 32. 53 32. 53 32. 53 32. 53 32. 53 32. 53 32. 53 32. 53 32. 53 32. 53 32.

4.50E01 4.50E01 4.50E01 4.50E01 4.50E01 4.50E01 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45

9.87E04 8.82E04 4.81E04 1.32E05 -1.27E04 -2.68E04 0.00121 23 0.00141 43 0.00209 81 0.00345 04 0.00366 19 0.00376 97 -

32. 55 32. 55 32. 55 32. 55 32. 55 32. 55 32. 55 32. 55 32. 55 32. 55 32. 55 32. 55 32.

7 3 8 3 9 4 0 4 1 4 2 4 3 4 4 4 5 4 6 4 7 23 5 2 50 18 3 1 31 38 26

52 32. 51 32. 51 32. 51 32. 51 32. 51 32. 51 32. 51 32. 51 32. 5 32. 5

53 32. 53 32. 53 32. 53 32. 53 32. 53 32. 53 32. 53 32. 53 32. 53 32. 53 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45

0.00411 74 0.00562 55 0.00597 22 0.00664 66 0.00765 61 0.00783 07 0.00789 08 0.00794 25 0.00968 14 0.01104 05 0.01122

55 32. 55 32. 55 32. 55 32. 55 32. 55 32. 55 32. 55 32. 55 32. 55 32. 55

4 8 4 9 5 0

45 17 46

32. 5 32. 5 32. 5

32. 53 32. 53 32. 53

0.45 0.45 0.45

44 0.01154 1 0.01177 57 0.01182 65

32. 55 32. 55 32. 55

5. Data perhitungan respon seleksi a. Perhitungan respon seleksi lingkar pejantan domba garut populasi dasar
N o 1 2 3 4 5 6 4 7 5 8 9 1 0 1 10 9 TA G 6 3 8 2 7 LTS 29. 01 27. 79 25. 47 25. 27 24. 09 23. 32 21. 44 21. 21 20. 71 20. 00 RLT S 23. 83 23. 83 23. 83 23. 83 23. 83 23. 83 23. 83 23. 83 23. 83 23. 83 HERI T 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 TNP 2.33 1.78 0.74 0.65 0.12 0.23 1.08 1.18 1.41 1.72 TTT 2.3 3 1.7 8 0.7 4 0.6 5 0.1 2 0.2 3 1.0 8 PTT 29. 01 27. 79 25. 47 25. 27 24. 09 23. 32 21. 44 RTT 25. 20 25. 20 25. 20 25. 20 25. 20 25. 20 25. 20 25. 20 25. 20 25. 20 SDE F 1.3 7 1.3 7 1.3 7 1.3 7 1.3 7 1.3 7 1.3 7 1.3 7 1.3 7 1.3 7

testis

TRS L 0.6 2 0.6 2 0.6 2 0.6 2 0.6 2 0.6 2 0.6 2 0.6 2 0.6 2 0.6 2

L 1.0 0 1.0 0 1.0 0 1.0 0 1.0 0 1.0 0 1.0 0 1.0 0 1.0 0 1.0 0

TRSP T 0.62 0.62 0.62 0.62 0.62 0.62 0.62 0.62 0.62 0.62

b. Perhitungan respon seleksi lingkar testis pejantan domba garut populasi generasi pertama
N o 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 TA G 26 46 16 6 3 8 2 7 4 5 LTS 32. 55 32. 30 32. 19 29. 01 27. 79 25. 47 25. 27 24. 09 23. 32 21. 44 RLT S 27. 34 27. 34 27. 34 27. 34 27. 34 27. 34 27. 34 27. 34 27. 34 27. 34 HERI T 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 TNP 2.34 2.23 2.18 0.75 0.20 0.84 0.93 1.46 1.81 2.66 TT T 2.3 4 2.2 3 2.1 8 0.7 5 0.2 0 0.8 4 0.9 3 PTT 32. 55 32. 30 32. 19 29. 01 27. 79 25. 47 25. 27 RTT 29. 23 29. 23 29. 23 29. 23 29. 23 29. 23 29. 23 29. 23 29. 23 29. 23 SDE F 1.8 8 1.8 8 1.8 8 1.8 8 1.8 8 1.8 8 1.8 8 1.8 8 1.8 8 1.8 8 TRS L 0.8 5 0.8 5 0.8 5 0.8 5 0.8 5 0.8 5 0.8 5 0.8 5 0.8 5 0.8 5 L 1.7 0 1.7 0 1.7 0 1.7 0 1.7 0 1.7 0 1.7 0 1.7 0 1.7 0 1.7 0 TRSP T 0.50 0.50 0.50 0.50 0.50 0.50 0.50 0.50 0.50 0.50

c. Perhitungan respon seleksi lingkar testis pejantan domba garut populasi generasi kedua
N o 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 0 TA G 1 2 26 3 46 16 1 2 3 4 LTS 32. 55 32. 3 32. 21 32. 19 32. 08 32. 03 29. 01 27. 79 25. 47 25. 27 RLT S 30. 09 30. 09 30. 09 30. 09 30. 09 30. 09 30. 09 30. 09 30. 09 30. 09 HERI T 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 TNP 1.1 1 0.9 9 0.9 6 0.9 5 0.9 0.8 7 -0.5 -1 -2.1 -2.2 TTT 1.1 1 0.9 9 0.9 6 0.9 5 0.9 PTT 32. 55 32. 3 32. 21 32. 19 32. 08 RTT 32. 27 32. 27 32. 27 32. 27 32. 27 32. 27 32. 27 32. 27 32. 27 32. 27 SDE F 2.1 76 2.1 76 2.1 76 2.1 76 2.1 76 2.1 76 2.1 76 2.1 76 2.1 76 2.1 76 TRS L 0.9 8 0.9 8 0.9 8 0.9 8 0.9 8 0.9 8 0.9 8 0.9 8 0.9 8 0.9 8 L 2. 1 2. 1 2. 1 2. 1 2. 1 2. 1 2. 1 2. 1 2. 1 2. 1 TRSP T 0.46 6 0.46 6 0.46 6 0.46 6 0.46 6 0.46 6 0.46 6 0.46 6 0.46 6 0.46 6

d. Perhitungan respon seleksi lingkar testis pejantan domba garut populasi generasi ketiga
N o 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 TA G 1 2 41 8 37 33 2 3 4 5 LTS 32. 55 32. 54 32. 51 32. 51 32. 5 32. 49 32. 3 32. 21 32. 19 32. RLT S 32. 39 32. 39 32. 39 32. 39 32. 39 32. 39 32. 39 32. 39 32. 39 32. HERI T 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 TNP 0.07151 41 0.06818 821 0.05594 434 0.05517 441 0.05125 889 0.04700 637 0.04227 91 0.07893 92 0.08925 93 TT T 0.0 7 0.0 7 0.0 6 0.0 6 0.0 5 PTT 32. 55 32. 54 32. 51 32. 51 32. 5 RTT 32. 52 32. 52 32. 52 32. 52 32. 52 32. 52 32. 52 32. 52 32. 52 32. SDE F 0.1 34 0.1 34 0.1 34 0.1 34 0.1 34 0.1 34 0.1 34 0.1 34 0.1 34 0.1 TRS L 0.0 6 0.0 6 0.0 6 0.0 6 0.0 6 0.0 6 0.0 6 0.0 6 0.0 6 0.0 L 2. 8 2. 8 2. 8 2. 8 2. 8 2. 8 2. 8 2. 8 2. 8 2. TRSP T 0.02 2 0.02 2 0.02 2 0.02 2 0.02 2 0.02 2 0.02 2 0.02 2 0.02 2 0.02

08

39

0.13845 18

52

34

6. Distribusi Tingkat Kelahiran Domba Garut Pedaging Wanaraja No Tipe Kelahiran Presentase (%) 1 Tunggal 20,08 2 Kembar Dua 49,35 3 Kembar Tiga 11,69 4 Kembar Empat 14,29 5 Kembar Lima 2,60

7. Rataan lingkar testis domba garut pejantan terpilih tipe pedaging Populasi pejantan Rataan lingkar testis terpilih domba garut dan standar deviasi tipe pedaging Populasi dasar 23,8311 3,066605 Populasi generasi 27,3429 4,04911 pertama Populasi generasi kedua 30,0909 2.95412 Populasi generasi ketiga 32,3903 0,17518 8. Rataan lingkar testis anak domba garut jantan per generasi populasi Anak domba garut Rataan lingkar testis jantan tipe pedaging dan standar deviasi

hasil perkawinan Populasi dasar Populasi generasi pertama Populasi generasi kedua Populasi generasi ketiga

25,0735 3,99078 28,3051 2,08715 32,54 32,55 0,12882 0,01459

9. Diferensial seleksi dan respon seleksi per generasi Pejantan yang digunakan pada Populasi dasar Populasi generasi pertama Populasi generasi kedua Populasi generasi ketiga Diferensial seleksi (S) 1,37 1,88 2,176 0,134 Respon seleksi per generasi (R) 0,62 0,85 0,98 0,06

10.

Respon seleksi per tahun Pejantan yang Respon seleksi digunakan pada pertahun Populasi dasar 0,62 Populasi generasi 0,5 pertama

Populasi kedua Populasi ketiga

generasi generasi

0,47 0,022