Anda di halaman 1dari 5

ETIKA BISNIS KASUS PEPSI COLA PRODUCT PHILIPPINES INC

Oleh 1. Fajar Hidayat 2. Asad Syaifullah 3. Eko Santoso 4. Ferri Chusaini 098574272 098574277 098574298 098574305

JURUSAN MANAJEMEN KEUANGAN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA 2011

Kasus 1 : Pepsi-Cola Produk Philiphines Inc Pepsi Cola product Pholoippines Inc. Adalah perusahaan Pepsi Cola di Filipina. Perusahaan Amerika pepsi coal memiliki 19% dari seluruh perusahaan minuman yang tersebar luas. Filipina adalah pasar terbesar yang ke-20 diseluruh dunia dan penjualan sekitar 2% dari total penjualan. Penjualan Pepsi telah mencapai urutan kedua dari Coca Cola dengan pangsa pasar 20% dibandingkan milik Coca Cola 78%. Dalam usaha meningkatkan penjualan dari Coca Cola, Pepsi meluncurkan Demam Nomer sebagai promosinya pada bulan februari 1992 dan pemenangnya diumumkan setiap hari. Kampanye tersebut di umumkan dikoran-koran, radio, dan televisi yang menyatakan, Hari ini Anda bisa menjadi seorang milyuner. Hadia undian tersebut mulai dari 100 pesos sampai 1 juta pesos. Promosi ini memberikan keuntungan yang sangat besar dengan peningkatan pangsa pasar sebesar 40%. Merasa puas dengan kampanye tersebut, perusahaan memperpanjang selama 5 minggu lebih dari total 12 minggu. Selama kampanye berlangsung terdapat 51000 lebih pemenang, sebagian besar memenangkan 100 pesos, 17 orang memenangkan 1 juta peso. Pemenang utama ikut serta bergabung dalam iklan kampanye Pepsi. Victoria Angelo, wanita tuna karya,ibu 5 anak, suami Juanito yang berpenghasilan $4 per hari dengan pekerjaan sebagia tukang becak adalah salah satu dari pemenang undian demam nomer. Pihak Pepsi mengakui kesalahanya ketika orang-orang berbondong-bondong meminta pembayaranya. Mengetahui milyaran dollar taruhanaya, perusahaan menolak untuk membayar. Kerusuhan pun terjadi dan truk pengantar Pepsi dilempari batu, dibakar, atau dihancurkan. Bom molotof dan bom butan sendiri dilemparkan pada taman-taman dan kantor-kantor Pepsi. Dalam insiden ini menyebabkan hancurnya truk dan tewasnya gadis 5 tahun dan guru sekolah serta 6 luka berat. Pihak Pepsi menerima ancaman penutupan pabrik. Aksi kekerasan tersebut ini membuat perusahaan takut kemudian memutuskan menawarkan 500 peso bagi tiap pemenang. Pepsi telah membayar 10 juta dollar lebih. Akibatnya yang akan ditimbulkan sebesar 18 milyar dolar jika 1 peso untuk tiap pemenangtelah terbayar sesuai perjanjian. Aksi kekerasan tersebut menyebabkan lebih dari 30 truk pengantar terbakar. Sekitar 6000 orang telah diamankan. Sedikitnya 5000 aparat keamanan melakukan serangan untuk mengecoh aksi-aksi

tersebut. Dikatakan oleh pihak Pepsi bahwa semua ini adalah kesalahan teknis (computer Error).

PERTANYAAN : 1. Siapa saja pihak-pihak yang berkepentingan pada kasus ini ? 2. Adakah prinsip atau norma etika yang dilanggar ? 3. Jika ada, siapa yang melanggar ? 4. Apakah tindakan Pepsi yang tidak membayar 1 juta peso seluruhnya dapat dibenarkan? 5. Apakah yang seharusnya dilakukan Pepsi, kapan ? HASIL DISKUSI :
1. Pihak-pihak yang berkepentingan dalam kasus ini adalah para konsumen

produk Pepsi dan Pepsi Cola Product Philippines Inc (departemen Operasional). 2. Prinsip dan norma etika yang dilanggar dalam kasus ini adalah: a. Prinsip kejujuran Dalam kasus tersebut pihak perusahaan pepsi melakukan penipuan dan kecurangan terhadap para konsumen yaitu tidak membayar undian yang berhadia uang dari 100 pesoso sampai 1 juta pesos, dengan mengatakan bahwa ada kesalahan teknis dalam undian tersebut(error komputer). b. Prinsip tanggung jawab Perusahaan Pepsi tidak mempertanggungjawabkan atas kesalahan yang telah dilakukannya pada para konsumen atas undian yang berhadiahkan uang dan ikut bergabung dalam iklan kampanye Pepsi. c. Prinsip intregitas moral

Pihak Pepsi tidak bertindak sesuai dengan nilai-nilai moral dalam berbisnis, ini akan mengakibatkan kepercayaan konsumen pada perusahaan Pepsi akan menurun tajam bahkan akan menjadi bomerang ke seluru dunia. d. Prinsip keadilan Di antara pihak berkepentingan pada kasus tersebut ada salah satu pihat yang sangat dirugikan yaitu pihak konsumen karena telah ditipu ole perusahaan pepsi dengan cara demam nomer yang berhadia uang. e. Norma hukum Karena pihak Pepsi telah melanggar beberapa prinsip etika berbisnis yaitu melakukan penipuan pada para konsumen oleh karena itu dapat dikatakan bahwa Pepsi telah melanggar norma hukum. f. Norma Moral Tindakan pepsi telah merampas hak-hak konsumen yang telah

memenangkan undian berhadia.

3. Pihak yang melanggar dalam kasus tersebut adalah para konsumen dan

Perusahaan Pepsi. Konsumen melakukan demo yang anarkis dengan merusak berbagai inventaris perusahaan misal taman dan membakar truk pengangkut minuman sedang etika yang dilanggar pihak perusahaan Pepsi yaitu tidak menempati janjinya atau bertanggung jawab atas promosi hadia undian nomer.

4. Tindakan pepsi tersebut tidak dapat dibenarkan karena pihak pepsi sudah

melanggar prinsip-prinsip berbisnis yaitu tidak mempertanggungjawabkan dan tidak mau membayar undian nomer yang berhadia 100 pesoso sampai 1juta pesos.

5. Yang seharusnya dilakukan oleh pihak pepsi adalah mempertanggung jawab

atas kesalahannya diantaranya dengan cara segera menjelaskan kepada para konsumen bahwa ada kesalahan teknis(error computer) dalam undian nomer berhadia tersebut jika masih belum berhasil maka dilakukan negiosasi dengan para pemenang undian serta memintaa maaf kepada para pemenang.

Pada saat terdeteksi adanya kesalahan teknis dalam promosi undian nomer berhadia tersebut.