Anda di halaman 1dari 5

ANALISA TINDAKAN PERAWATAN TALI PUSAT DI RUANG KIA PUSKESMAS SRONDOL Nama klien Tanggal lahir Tanggal tindakan

Waktu : By Ny.O : 8 Juni 2012 : 11 Juni 2012 : 11.00 WIB

1. Diagnosa keperawatan dan dasar pemikiran Diagnosa keperawatan : Risiko infeksi berhubungan dengan tali pusat yang masih basah dan belum putus DS : Ny. O mengatakan hanya membiarkan tali pusat bayi nanti putus sendiri tanpa memberikan kasa DO : Tali pusat By Ny.O belum putus dan tidak terpakaikan kassa Tali pusat By Ny.O berwarna coklat kehitaman. Tali pusat By Ny.O tampak masih sedikit basah dan beberapa area lengket di baju bayi

Dasar pemikiran : Perawatan tali pusat merupakan tindakan keperawatan yang bertujuan merawat tali pusat pada bayi baru lahir agar tetap kering dan mencegah terjadinya infeksi. Perawatan tali pusat tidak direkomendasikan menggunakan alkohol karena akan memperlambat penyembuhan dan pengeringan luka. Perawatan tali pusat yang disarankan oleh WHO adalah dengan menggunakan pembalut kassa bersih yang sering diganti.

2. Tindakan keperawatan yang dilakukan Merawat tali pusat bayi baru lahir pada By Ny.O.

3. Tindakan Alat dan bahan yang digunakan : a. Kain kassa steril b. Air bersih dan sabun

4. Prosedur : a. Cuci tangan. b. Cuci tali pusat dengan air bersih dan sabun, bilas dan keringkan denga kassa steril. c. Pertahankan sisa tali pusat dalam keadaan terbuka agar terkena udara dan tutupi dengan kain bersih secara longgar. d. Lipat popok di bawah sisa tali pusat. e. Jika tali pusat terkena kotoran feses, cuci dengan sabun dan air bersih, kemudian keringkan. f. Cuci tangan.

5. Analisa tindakan keperawatan Tindakan sudah dilakukan sesuai dengan prinsip prosedur yang diterapkan. Tali pusat dibersihkan dengan air, lalu dikeringkan dengan kassa steril. Setelah itu dibungkus dengan kassa steril yang kering dan tidak terlalu kencang. Tali popok diikatkan dibawah tali pusat. Cuci tangan dilakukan sebelum dan sesudah tindakan.

6. Bahaya yang mungkin muncul a. Risiko infeksi jika membersihkan tali pusat menggunakan kain yang tidak steril. b. Risiko cidera jika mengeringkan tali pusat menggunakan kain yang kasar atau tidak lembut. c. Risiko cidera jika menarik-narik tali pusat bayi. d. Risiko infeksi nosokomial.

7. Hasil yang didapat dan maknanya S:O: Bayi Ny.O tampak menangis ketika dibersihkan tali pusatnya Tali pusat Bayi Ny.O tampak lebih bersih dan rapi dibungkus dengan kassa steril

A : Masalah teratasi. P : Menganjurkan Ny. O untuk melakukan perawatan tali pusat saat tali pusat kotor dan setelah bayi dimandikan

8. Tindakan lain yang dapat dilakukan untuk mengatasi diagnosa keperawatan di atas a. Instruksikan pada Ny.O untuk selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan perawatan tali pusat untuk meminimalisir transmisi mikroorganisme. b. Jelaskan pada Ny.O mengenai pentingnya menjaga kebersihan area tali pusat. c. Instruksikan pada Ny.O untuk rajin melakukan perawatan tali pusat.

9. Evaluasi diri Mahasiswa mampu melakukan tindakan perawatan tali pusat pada bayi baru lahir dengan baik secara mandiri. Mahasiswa juga mampu menganjurkan pasien untuk melakukan perawatan tali pusat dilakukan tidak hanya setelah bayi mandi saja, tetapi setiap kali tali pusat kotor atau basah. Mengeringkan tali pusat sebaiknya menggunakan kain kassa steril daripada menggunakan handuk atau kain lain. perawatan tali pusat dilakukan secara perlahan-lahan, jangan sampai menarik-narik tali pusat bayi. REFERENSI:

1. Heather Herdman. 2010. NANDA International, Diagnosis Keperawatan: Definisi dan Klasifikasi 2009-2011. Jakarta: EGC. 2. http://www.scribd.com/Alvinda_Kd_1223/d/88417960-Materi-Perawatan-Tali-Pusat diakses 11 Juni 2012

Semarang,

Juni 2012

Pembimbing Klinik

ANALISA TINDAKAN PERAWATAN TALI PUSAT BAYI BARU LAHIR DI RUANG KIA PUSKESMAS SRONDOL SEMARANG

Disusun Oleh: Sholikha Dela Aprilia G2B009007

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS DIPONEGORO 2012