Anda di halaman 1dari 37

DEMAM BERDARAH DENGUE

OLEH

RUSDIDJAS Prof.dr.SpA(K) FITRIATY MUNAWIRAH

1

2
2
DEN-1, DEN-2, DEN-3, dan DEN-4 3

DEN-1, DEN-2, DEN-3, dan DEN-4

3

Aedes aegypti, Aedes albocpitus, Aedes polynesiensis 4

Aedes aegypti, Aedes albocpitus, Aedes polynesiensis

4

PATOFISIOLOGI

PATOFISIOLOGI TANDA GEJALA DBD / DSS 5

TANDA

GEJALA

DBD / DSS

PATOFISIOLOGI TANDA GEJALA DBD / DSS 5

5

ANTIBODI Replikasi 2 – 3 hari Sirkulasi & Jaringan Infeksi : Macrofag Monosit Limfosit 6
ANTIBODI
ANTIBODI
ANTIBODI Replikasi 2 – 3 hari Sirkulasi & Jaringan Infeksi : Macrofag Monosit Limfosit 6

Replikasi

ANTIBODI Replikasi 2 – 3 hari Sirkulasi & Jaringan Infeksi : Macrofag Monosit Limfosit 6

2 – 3 hari

Sirkulasi & Jaringan

ANTIBODI Replikasi 2 – 3 hari Sirkulasi & Jaringan Infeksi : Macrofag Monosit Limfosit 6

Infeksi : Macrofag Monosit Limfosit

ANTIBODI Replikasi 2 – 3 hari Sirkulasi & Jaringan Infeksi : Macrofag Monosit Limfosit 6

6

ANTIBODI

NON

NEURTALISASI

Manifestasi

Klinis

ANTIBODI NON NEURTALISASI Manifestasi Klinis REPLIKASI 7
ANTIBODI NON NEURTALISASI Manifestasi Klinis REPLIKASI 7
ANTIBODI NON NEURTALISASI Manifestasi Klinis REPLIKASI 7
REPLIKASI 7
REPLIKASI
7
Manifestasi Klinis Berat (DBD/DSS)
Manifestasi Klinis Berat
(DBD/DSS)

Infeksi

Sekunder

Manifestasi Klinis Berat (DBD/DSS) Infeksi Sekunder Kompleks Antigen (virus)-Antibodi Reaksi Imunologis 8
Manifestasi Klinis Berat (DBD/DSS) Infeksi Sekunder Kompleks Antigen (virus)-Antibodi Reaksi Imunologis 8
Kompleks Antigen (virus)-Antibodi
Kompleks
Antigen (virus)-Antibodi
Reaksi Imunologis 8
Reaksi Imunologis
8
Pelepasan Mediator2 : IFN, IL, TNF Pelepasan C 3 a & C 5 a Permeabilitas
Pelepasan Mediator2 : IFN, IL, TNF Pelepasan C 3 a & C 5 a Permeabilitas
Pelepasan Mediator2 : IFN, IL, TNF Pelepasan C 3 a & C 5 a Permeabilitas
Pelepasan Mediator2 : IFN, IL, TNF
Pelepasan
Mediator2 :
IFN, IL, TNF
Pelepasan Mediator2 : IFN, IL, TNF Pelepasan C 3 a & C 5 a Permeabilitas Kapiler
Pelepasan Mediator2 : IFN, IL, TNF Pelepasan C 3 a & C 5 a Permeabilitas Kapiler
Pelepasan Mediator2 : IFN, IL, TNF Pelepasan C 3 a & C 5 a Permeabilitas Kapiler
Pelepasan Mediator2 : IFN, IL, TNF Pelepasan C 3 a & C 5 a Permeabilitas Kapiler

Pelepasan C3a & C5a

Mediator2 : IFN, IL, TNF Pelepasan C 3 a & C 5 a Permeabilitas Kapiler Aktivasi
Mediator2 : IFN, IL, TNF Pelepasan C 3 a & C 5 a Permeabilitas Kapiler Aktivasi
Permeabilitas Kapiler
Permeabilitas
Kapiler
Mediator2 : IFN, IL, TNF Pelepasan C 3 a & C 5 a Permeabilitas Kapiler Aktivasi
Aktivasi Sistem Komplemen 9
Aktivasi
Sistem
Komplemen
9
Kompleks Ag-Ab
Kompleks
Ag-Ab
Trombosit
Trombosit
Kompleks Ag-Ab Trombosit Aminovasoaktif Permeabilitas Kapiler •Trombosit dihancurkan •Agregasi terganggu
Kompleks Ag-Ab Trombosit Aminovasoaktif Permeabilitas Kapiler •Trombosit dihancurkan •Agregasi terganggu
Kompleks Ag-Ab Trombosit Aminovasoaktif Permeabilitas Kapiler •Trombosit dihancurkan •Agregasi terganggu

Aminovasoaktif

Kompleks Ag-Ab Trombosit Aminovasoaktif Permeabilitas Kapiler •Trombosit dihancurkan •Agregasi terganggu
Kompleks Ag-Ab Trombosit Aminovasoaktif Permeabilitas Kapiler •Trombosit dihancurkan •Agregasi terganggu
Permeabilitas Kapiler
Permeabilitas
Kapiler
•Trombosit dihancurkan •Agregasi terganggu
•Trombosit
dihancurkan
•Agregasi
terganggu
Ag-Ab Trombosit Aminovasoaktif Permeabilitas Kapiler •Trombosit dihancurkan •Agregasi terganggu Perdarahan 10
Perdarahan
Perdarahan

10

Sitokin Menstimulasi Sistem Koagulasi
Sitokin
Menstimulasi
Sistem Koagulasi
Fibrinogen Faktor V,VII, VIII,X,XII
Fibrinogen
Faktor V,VII,
VIII,X,XII
Sitokin Menstimulasi Sistem Koagulasi Fibrinogen Faktor V,VII, VIII,X,XII Perdarahan KID 11
Perdarahan
Perdarahan
Sitokin Menstimulasi Sistem Koagulasi Fibrinogen Faktor V,VII, VIII,X,XII Perdarahan KID 11
Sitokin Menstimulasi Sistem Koagulasi Fibrinogen Faktor V,VII, VIII,X,XII Perdarahan KID 11
Sitokin Menstimulasi Sistem Koagulasi Fibrinogen Faktor V,VII, VIII,X,XII Perdarahan KID 11
Sitokin Menstimulasi Sistem Koagulasi Fibrinogen Faktor V,VII, VIII,X,XII Perdarahan KID 11
KID
KID
Sitokin Menstimulasi Sistem Koagulasi Fibrinogen Faktor V,VII, VIII,X,XII Perdarahan KID 11

11

Gejala Tanda
Gejala
Tanda

Infeksi

Dengue

Gejala Tanda Infeksi Dengue Asimtomatik Simtomatik DD Dengan Perdarahan Undifferentiated Fever DBD Tanpa Syok SSD
Gejala Tanda Infeksi Dengue Asimtomatik Simtomatik DD Dengan Perdarahan Undifferentiated Fever DBD Tanpa Syok SSD
Gejala Tanda Infeksi Dengue Asimtomatik Simtomatik DD Dengan Perdarahan Undifferentiated Fever DBD Tanpa Syok SSD
Asimtomatik
Asimtomatik
Simtomatik
Simtomatik
Gejala Tanda Infeksi Dengue Asimtomatik Simtomatik DD Dengan Perdarahan Undifferentiated Fever DBD Tanpa Syok SSD
Gejala Tanda Infeksi Dengue Asimtomatik Simtomatik DD Dengan Perdarahan Undifferentiated Fever DBD Tanpa Syok SSD
DD Dengan Perdarahan
DD
Dengan
Perdarahan
Undifferentiated Fever
Undifferentiated
Fever

DBD

Tanpa Syok
Tanpa
Syok
Dengue Asimtomatik Simtomatik DD Dengan Perdarahan Undifferentiated Fever DBD Tanpa Syok SSD Tanpa Perdarahan 12
SSD
SSD
Dengue Asimtomatik Simtomatik DD Dengan Perdarahan Undifferentiated Fever DBD Tanpa Syok SSD Tanpa Perdarahan 12

Tanpa

Perdarahan

12

DEMAM & TROMBOSITOPENIA Trombosit Bifasik Temp 13

DEMAM & TROMBOSITOPENIA

Trombosit Bifasik Temp
Trombosit
Bifasik
Temp

13

Gejala Lain Menggigil Nyeri : Kepala Mata Otot Pinggang Anoreksia Mual/muntah Diare Sakit ulu hati
Gejala Lain
Gejala
Lain
Gejala Lain Menggigil Nyeri : Kepala Mata Otot Pinggang Anoreksia Mual/muntah Diare Sakit ulu hati Hiperestesia
Menggigil Nyeri : Kepala Mata Otot Pinggang Anoreksia Mual/muntah Diare Sakit ulu hati Hiperestesia Ggn
Menggigil
Nyeri : Kepala
Mata
Otot
Pinggang
Anoreksia
Mual/muntah
Diare
Sakit ulu hati
Hiperestesia
Ggn pengecapan
Batuk
Pilek
Sakit menelan

14

Tanda 15
Tanda
15
Kriteria Klinis 1. Demam tinggi mendadak, tidak diketahui penyebab, 2-7 hari, terus menerus . 2.

Kriteria Klinis

Kriteria Klinis 1. Demam tinggi mendadak, tidak diketahui penyebab, 2-7 hari, terus menerus . 2. Tdp
Kriteria Klinis 1. Demam tinggi mendadak, tidak diketahui penyebab, 2-7 hari, terus menerus . 2. Tdp

1. Demam tinggi mendadak, tidak diketahui penyebab, 2-7 hari, terus menerus .

2. Tdp manifestasi perdarahan :

Uji torniquet (+), petekia, perdarahan mukosa , epistaksis, gusi, hematemesis/melena, hematuria 3. Hepatomegali 4.
Uji torniquet (+), petekia,
perdarahan mukosa , epistaksis,
gusi, hematemesis/melena,
hematuria
3. Hepatomegali
4. Syok
Kriteria Laboratoris 1. Tromb.<100.000 2. Ht. > 20%
Kriteria Laboratoris
1. Tromb.<100.000
2. Ht. > 20%
Kriteria Klinis 2 + Kriteria Lab. 1 16
Kriteria Klinis 2
+
Kriteria Lab. 1
16

Klassifikasi :

Demam Dengue (Dengue Klassik)

DBD Derajat I

DBD Derajat II

DBD Derajat III

DBD Derajat IV

D

S

S

Demam typical Tes Torniquet (+) Perdarahan spontan + / -

Trombosit <100.000/mm3

Kenaikan Htc > 20 %

Perdarahan Spontan + DBD Derajat I

Tekanan nadi < 20 mmHg TDS < 90 mmHg

Kulit lembab,dingin, lemah

Nadi tak teraba TD tak terukur

17

Laboratorium

Trombosit : 100.000-150.000/mm3 Demam Dengue

Trombositopenia (hari ke 3-8)

Lekopenia

DBD :

: Bisa sampai 1500/mm3

Trombosit < 100.000/mm3 Uremia, hiponatremia, hipoproteinemia, LFT ^ DIC : Pemanjangan PT, aPTT Penurunan fibrinogen, faktor II,V,VII,X & XII

18

TATALAKSANA DBD DERAJAT I ATAU DERAJAT II

Cairan awal

RL/RA/NaCl 0,9% atau RL D5/NaCl 0,9%+D5 6-7 ml/kgBB/jam

Monitor tanda vital/nilai Ht & trombosit tiap 6 jam

Perbaikan

Tidak ada perbaikan

tidak gelisah gelisah nadi kuat distres pernafasan TD stabil tek nadi <20 mmHg diuresis cukup
tidak gelisah
gelisah
nadi kuat
distres pernafasan
TD stabil
tek nadi <20 mmHg
diuresis cukup
(12 ml/kgBB/jam)
Tanda vital memburuk
Ht meningkat
diuresis krg/tdk ada
Ht turun
Ht tetap tinggi/naik
(2x pemeriksaan)
Tetesan dikurangi
Tetesan dinaikkan
10-15 ml/kgBB/jam

5 ml/kgBB/jam

Perbaikan Sesuaikan tetesan

Perbaikan

Evaluasi 12-24 jam

Tanda vital tidak stabil

19

Perbaikan Sesuaikan tetesan

3 ml/kgBB/jam

IVFD stop setelah 24-48 jam Apabila tanda vital/Ht stabil & Diuresis cukup

Perbaikan

Tanda vital tidak stabil

& Diuresis cukup Perbaikan Tanda vital tidak stabil distres pernafasan Ht naik tek nadi ≤ ≤
& Diuresis cukup Perbaikan Tanda vital tidak stabil distres pernafasan Ht naik tek nadi ≤ ≤

distres pernafasan Ht naik tek nadi 20 mmHg

Koloid 20-30 ml/kgBB

Perbaikan

Ht turun

Transfusi darah segar

10 ml/kgBB

tek nadi ≤ ≤ ≤ ≤ 2 0 mmHg Koloid 20-30 ml/kgBB Perbaikan Ht turun Transfusi

20

TATALAKSANA DBD DERAJAT III DAN IV

1.Oksigenasi (O2 2-4 L/menit) 2.Penggantian volume plasma segera (cairan kristaloid isotonis) RL/NaCl 0,9% 20 ml/kgBB secepatnya (bolus dalam 30 menit)

RL/NaCl 0,9% 20 ml/kgBB secepatnya (bolus dalam 30 menit) Evaluasi 30’, apakah syok teratasi? Pantau tanda

Evaluasi 30’, apakah syok teratasi? Pantau tanda vital tiap 10’

Syok teratasi

kesadaran membaik nadi teraba kuat tek nadi >20 mmHg (-) sesak nafas/sianosis extr hangat diuresis cukup 1 ml/kgBB/jam

Syok tdk teratasi

kesadaran menurun nadi lembut/tdk teraba tek nadi <20 mmHg distres pernafasan/sianosis kulit dingin & lembab, extr dingin diuresis kurang/-

Cairan & tetesan disesuaikan 10 ml/kgBB/jam

kurang/- Cairan & tetesan disesuaikan 10 ml/kgBB/jam 1. lanjutkan cairan 15-20 ml/kgBB/jam 2.tambahkan koloid

1. lanjutkan cairan 15-20 ml/kgBB/jam 2.tambahkan koloid 10-20 ml/kgBB

Cairan & tetesan disesuaikan 10 ml/kgBB/jam 1. lanjutkan cairan 15-20 ml/kgBB/jam 2.tambahkan koloid 10-20 ml/kgBB 21

21

Cairan & tetesan disesuaikan 10 ml/kgBB/jam Evaluasi ketat tanda vital tanda perdarahan diuresis pantau Hb, Ht, trombosit

Stabil dlm 24 jam

tetesan 5 ml/kgBB/jam Ht stabil dalam 2x pemeriksaan

Tetesan 3 ml/kgBB/jam

Ht stabil dalam 2x pemeriksaan Tetesan 3 ml/kgBB/jam Infus stop tdk melebihi 48 jam setelah syok

Infus stop tdk melebihi 48 jam setelah syok teratasi

Infus stop tdk melebihi 48 jam setelah syok teratasi syok teratasi 2. Tambahkan koloid 10-20 ml/kgBB

syok teratasi

2. Tambahkan koloid 10-20 ml/kgBB 3. Koreksi asidosis evaluasi 1 jam

koloid 10-20 ml/kgBB 3. Koreksi asidosis evaluasi 1 jam syok belum teratasi Ht turun Ht tetap

syok belum teratasi

3. Koreksi asidosis evaluasi 1 jam syok belum teratasi Ht turun Ht tetap tinggi/naik transfusi darah
3. Koreksi asidosis evaluasi 1 jam syok belum teratasi Ht turun Ht tetap tinggi/naik transfusi darah

Ht turun

Ht tetap tinggi/naik

transfusi darah segar 10 ml/kgBB
transfusi darah segar 10 ml/kgBB

transfusi darah segar 10 ml/kgBB

transfusi darah segar 10 ml/kgBB
transfusi darah segar 10 ml/kgBB
evaluasi 1 jam syok belum teratasi Ht turun Ht tetap tinggi/naik transfusi darah segar 10 ml/kgBB

koloid 20 ml/kgBB

22

Jenis kolloid :

1. Dextran (LM DextranL, Plasmafusin)

- Hipertonik

- Menarik cairan

- Mengganggu hemostasis

- Mengganggu f/ trombosit

- Menurunkan jlh fibrino rn & faktor VIII KI : KID.

g

2. Gelatin (Gelafudin).

- isotonik

3. Hydroxy ethyl starch (Hemoes, Expafusin). - isotonik

23

STATUS ORANG SAKIT

ANAMNESE PRIBADI

N

U

Jenis Kelamin Agama/Suku Alamat

Masuk Tan

a m a

m u r

al

gg

: Abdul Sirait : 13 Tahun : Laki-laki : Islam/Batak : Jl. Diponegoro gg. Perak 24 A Kisaran : 01 November 2005

RIWAYAT KELAHIRAN

Tanggal Lahir Berat Badan Lahir Panjang Badan Lahir Tempat Lahir Jenis Persalinan Ditolong oleh

: 17 Oktober 1992 : 3000 gr : 50 cm : Kisaran : Spontan Pervaginam : Bidan

24

RIWAYAT KELUARGA

N

a m a

Ibu : Maslina br. Simorangkir

Bapak Agus Faisal Sirait

U

m u r

: 32 Tahun

35 Tahun

Pekerjaan

: Jualan

Wiraswasta

Pendidikan

: SMU

SMU

Perkawinan

:

1

1

Penyakit

:

-

Biboth 10

RIWAYAT IMUNISASI

BCG

:

1

x

DPT

: 3 x

Polio

Campak

: 4 x :

1

x

Hepatitis

:

1

x

Kesan

: imunsasi lengkap

25

ANAMNESE MAKANAN

0-4 Bulan 4-8 Bulan 8-12 Bulan

: Asi semaunya

: Asi semaunya + nasi tim : Nasi lunak + Susu Botol

12 Bulan-sekarang

: Nasi biasa

26

ANAMNESE PENYAKIT

Keluhan utama :

Demam

- Mimisan (+) sejak 1 hari yang lalu. Bintik merah (+) sejak 1 hari

Telaah

: - Demam (+) dialami os + 5 hari yang lalu

sebelum os masuk RSHAM, demam mendadak tinggi, siang sama dengan malam. Demam turun dengan obat penurun panas. Kejang (-), menggigil (-).

yang lalu.

- Muntah (+) dialami os sejak 3 hari yang lalu, frekuensi 3 x/ hari volume 4 – 5 sendok makan. Isi apa yang dimakan dan diminum .

- Batuk (-), gusi berdarah (+) sejak 1 hari yang lalu.

- Sakit perut (+) sejak 2 hari yang lalu

- BAB (+), terakhir 1 hari yang lalu, warna kuning.

- BAK (+) terakhir + 10 jam yang lalu

RPT

:

RPO

- : Obat penurun demam

27

PEMERIKSAAN FISIK

Status Praesent Sensorium Temperatur

Berat Badan/tinggi Badan : 44 kg/150

Tekanan Darah KU/KP/KG

: CM : 37,4 0 C

: 100/70 mmHg : sedang/sedang/baik

STATUS LOKALISATA

Anemia

- Cyanosis : - Dyspnoe : - Oedome : -

Ikterus

:

-

:

Kepala

: Mata R/C +/+ pupil isokor ki = ka, conjunctiva palbebra inf pucat (-)

Leher

: Pembesaran KGB, Kaku kuduk (-)

Thorak

: Simetris pusiformis, retraksi (-) HR: 90 x/i reg desah (-) RR: 24 x/i reg ronkhi (-)

Abdomen

: Soefel, hepar teraba 2 jari bac kanan,

kenyal,

tumpul,

nyeri

Ektremitas

tekan (+), Lien: ttb Peristaltik + N : Pols 90 x/i T/V cukup, petechie +, TD 100/70 mmHg

28

DIAGNOSA BANDING

•Demam berdarah dengue grade II •Demam Chikungunya

DIAGNOSA SEMENTARA

PENGOBATAN

: Demam Berdarah Dengue Grade II

-

IVFD RL 10cc/kg BB/jam 440 gtt/i mikro = 146 gtt/i makro selama 1 jam

(s/d – UOP> 1 cc/kgBB/jam) kemudian RL 7cc/kgBB/jam = gtt/I mikro

100

•-

Paracetamol 3 x 500 mg

•-

Pasang NGT cooling spooling bila NGT berdarah (+)

•-

Diet sementara puasa bila NGT berdarah

RENCANA PEMERIKSAAN

1.1. Urine/Darah/Feses rutin

2.2. Pemeriksaan serial darah per 6 jam (Hemoglobin, Leukosit, Trombosit)

3. Elektrolit darah

29

FOLLOW UP PASIEN

Tanggal

FOLLOW UP PASIEN

01 November 2005

Subyektif

Demam (+) nyeri perut (+) gusi berdarah (+)

Obyektif

Sens : cm, T : 37,4 0 C Anemia (-) ikterus (-) Dyspnoe (-) Cyanosis (-)

Kepala

LAKDF

Mata: RC +/+, Pupil isokor ki = ka, konj. Palf inf pucat (-)

T DBN H NGT b

ih M

i b

d

h

er ara

:

:

ers

: gus

Leher

Pembesaran KGB (-): kaku kuduk (-):

 

Toraks

Simetris pusiformis, retraksi (-) HR: 112x/i reg desah (-), RR: 32 x/i reg ronkhi (-)

Abdomen

Soefel, hepar teraba 2 jari bac kanan, kenyal, tumpul, nyeri tekan (+), Lien : ttb Peristaltik (+) N

Ekstremitas

Pols 112 x/i T/V cukup, petechie (+), TD, 100/70 mmHg

30

Laboratorium

 

03.00WIB

16.00 WIB

23.00WIB

Hemoglobi

16.2 gr%

13.1 gr%

12,5 gr%

n

Leukosit

4100/mm 3

3400/mm 3

-

Hematokrit

45%

34%

34,6%

Trombosit

23000/mm 3

22000/mm 3

20000/mm 3

Analisa

DHF Grade II

 

Penatalaksanaan

1. I IVFD RL 5 cc/kg BB/jam = 70 gtt/i makro

2. Paracetamol 3 x 500 mg (k/p)

 

3. NGT terpasang

 

4. Diet M II 1960 kkal dengan 88 gr protein

 

31

FOLLOW UP PASIEN

Tanggal

02 November 2005

 

Subyektif

Demam (+) nyeri perut (-) gusi berdarah (-) bintik kemerahan di kaki dan tangan (+)

Objektif

Sens

:

cm,

T

:

37,2 0 C Anemia

(-) ikterus (-)

Dyspnoe

(-)

Cyanosis (-)

 

Kepala

Mata: RC +/+, Pupil isokor ki = ka, konj. Palf inf pucat (-) T: DBN H: NGT terpasang (-) M : gusi berdarah (-)

 

Leher

Pembesaran KGB (-): kaku kuduk (-):

 

Toraks

Simetris pusiformis, retraksi (-) HR: 102x/i reg desah (-), RR:

32 x/i reg ronkhi (-)

 

Abdomen

Soefel, hepar teraba 2 jari bac kanan, kenyal, tumpul, nyeri tekan (-), Lien : ttb Peristaltik (+) N

Ekstremitas

Pols 102 x/i T/V cukup, petechie (+), TD, 100/70 mmHg

32

 

FOLLOW UP PASIEN

 

Laboratorium

05.00 WIB

11.00 WIB

18.00 WIB

24.00 WIB

 

Hemoglobin

12 gr%

12 gr%

11,4 gr%

11,5 gr%

Leukosit

3100/mm 3

3600/mm 3

3100/mm 3

3300/mm 3

Hematokrit

32,4%

33,3%

31%

31%

 

Trombosit

20000/mm 3

31000/mm 3

35000/mm 3

42000/mm 3

Analisa

DHF Grade II

Penatalaksanaan

1.

IVFD RL 5 cc/kg BB/jam = 70 gtt/i makro

 

2.

Paracetamol 3 x 500 mg

 

3.

NGT dicabut

4.

Diet M II 1960 kkal dengan 88 gr protein

 
 

33

Tanggal

02 November 2005 Jam 21.30 WIB

Subyektif

Demam (-), gusi berdarah (-)

Objektif

Sens : cm, T : 37 0 C Anemia (-) ikterus (-) Dyspnoe (-) Cyanosis (-)

Kepala

Mata: RC +/+, Pupil isokor ki = ka, konj. Palf inf pucat (-) T: DBN H: gusi berdarah (-)

Leher

Pembesaran KGB (-): kaku kuduk (-):

Toraks

Simetris pusiformis, retraksi (-) HR: 96x/i reg desah (-), RR: 26 x/i reg ronkhi (-)

Abdomen

Soefel, nyeri tekan (-) Hati/Lien : ttb Peristaltik (+) N

Ekstremitas

Pols 96 x/i T/V cukup, petechie (+), TD, 100/70 mmHg

Analisa

DHF Grade II

Penatalaksanaan

• IVFD RL 3 cc/kg BB/jam = 44 gtt/i makro

• Paracetamol 3 x 500 mg (k/p)

• Diet M II 1960 kkal dengan 88 gr protein

34

FOLLOW UP PASIEN

Tanggal

03 November 2005

Subyektif

Demam (-), gusi berdarah (-), selera makan meningkat

Objektif

Sens : cm, T : 36,9 0 C Anemia (-) ikterus (-) Dyspnoe (-)

Kepala

Mata: RC +/+, Pupil isokor ki = ka, konj. Palf inf pucat (-) T/H/M : DBN

Leher

Pembesaran KGB (-): kaku kuduk (-):

Toraks

Simetris pusiformis, retraksi (-) HR: 92 x/i reg desah (-), RR: 24 x/i reg ronkhi (-)

Abdomen

Soefel, nyeri tekan (-) Hati/Lien : ttb Peristaltik (+) N

Ekstremitas

Pols 96 x/i T/V cukup, konvaselen rash (+) TD 105/70 mmHg

Analisa

DHF Grade II

Penatalaksanaan

• IVFD RL 3 cc/kg BB/jam = 44 gtt/i makro

• Paracetamol 3 x 500 mg (k/p)

• Diet M II 1960 kkal dengan 88 gr protein

35

Tanggal

04 November 2005

 

Subyektif

Demam (-), selera makan meningkat

 

Objektif

Sens : cm, T : 36,5 0 C Anemia (-) ikterus (-) Dyspnoe (-) Cyanosis (-)

Kepala

Mata: RC +/+, Pupil isokor ki = ka, konj. Palf inf pucat (-) T/H/M :

DBN

Leher

Pembesaran KGB (-): kaku kuduk (-):

 

Toraks

Simetris pusiformis, retraksi (-) HR: 80 x/i reg desah (-), RR: 20 x/i reg ronkhi (-)

Abdomen

Soefel nyeri tekan (-) Hati/Lien : ttb Peristaltik (+) N

,

 

Ekstremitas

Pols 80 x/i T/V cukup, konvaselen rash (+) TD 110/70 mmHg

 

Laboratorium

09.00 WIB

 
 

•Haemoglobin = 12 gr %

 

•Leukosit

= 9200 / mm3 = 31.9 % = 109000 /mm3

•Hematokrit

•Trombosit

Analisa

-

Penatalaksanaan

PBJ

 

36

37
37
37

37