Anda di halaman 1dari 7

GERAK PADA HEWAN

Gerakan tubuh dimungkinkan terjadi karena adanya kerjasama antara tulang dengan otot. Otot dikatakan sebagai alat gerak aktif, sedang tulang dikatakan sebagai alat gerak pasif. A. RANGKA Rangka manusia tersusun oleh sekitar 200 tulang yang terdiri atas tulang tengkorak, tulang badan dan tulang anggota gerak.
1. Tengkorak a. Kepala (kranium), meliputi : - 1 tulang dahi (os. Frontale) - 2 tulang ubun-ubun (os. Parietal) - 1 tulang kepala belakang (os. Occipetale) - 2 tulang baji (os. Spenoidale) - 2 tulang tapis (os. Ethmoidale) - 2 tulang pelipis (os. Temporal) b. Muka, meliputi : - 1 tulang rahang atas (os. Maxilla) - 1 tulang rahang bawah (os. Mandibulla) - 2 tulang pipi (os. Zigomaticum) - 1 tulang langit-langit (os. Pallatum) - 1 tulang hidung (os. Nasale) - 2 tulang air mata (os. Lacrimale) Badan a. Tulang belakang (vertebrae), meliputi : - 7 ruas tulang leher (v. cervicalis) - 12 ruas tulang punggung (v. dorsalis) - 5 ruas tulang pinggang (v. lumbalis) - 5 ruas tulang kelangkang (v. sacrum) - 4 ruas tulang ekor (v. cocigeus) c. Tulang dada, meliputi : - hulu/ tangkai (manubrium sterni) - badan (corpus sterni) - taju/ pedang (proccesus xyphoideus) d. Tulang rusuk/ iga/ costae, meliputi : - 7 pasang tulang rusuk sejati (c. vera) - 3 pasang tulang rusuk palsu (c. spuria) - 2 pasang tl. rusuk melayang (c. fluctuantes) e. Tulang gelang bahu, meliputi : - 2 tulang belikat (scapula) - 2 tulang selangka (clavicula) f. Tulang gelang panggul, meliputi : - 2 tulang usus (os. Ilium) - 2 tulang kemaluan (os. Pubis) - 2 tulang duduk (os. Ichium) Anggota a. Lengan, meliputi : - 2 tulang lengan atas (os. Humerus) - 2 tulang hasta (os. Ulna) - 2 tulang pengumpil (os. Radius) - 2 x 8 tl. pergelangan tangan (os. Carpus) - 2 x 5 tl. telapak tangan (os. Metacarpus) - 2 x 14 tl. jari tangan (os. Phalanges) b. Tungkai, meliputi : - 2 tulang paha (os. Femur) - 2 tulang lutut (os. Patella) - 2 tulang betis (os. Fibula) - 2 tulang kering (os. Tibia) - 2 x 7 tulang pergelangan kaki (os. Tarsus) - 2 x 5 tulang telapat kaki (os. Calcaneus) - 2 x 14 tulang jari kaki (os. Phalangeus)

1.

2.

Fungsi rangka : - memberi bentuk tubuh - sebagai alat gerak pasip - melindungi alat-alat tubuh yang lemah - tempat melekatnya otot - menegakkan tubuh - tempat pembentukkan sel darah merah - tempat penimbunan mineral Rangka manusia dibedakan menjadi : - Rangka sumbu tubuh (skeleton aksial), meliputi tengkorak dan tulang badan - Rangka tambahan (skeleton apendikuler), terdiri dari tulang-tulang anggota tubuh Proses pembentukkan tulang (osifikasi)

Rangka manusia terbentuk pada saat masih embrio berusia genap dua bulan, walaupun masih berupa tulang rawan (cartilago). Proses pembentukan tulang adalah :
a. Jaringan embrional (mesenkim) membentuk tulang rawan sebagai rangka awal. Tulang rawan tersebut berongga dan menghasilkan sel induk tulang (osteoblast). b. Osteoblast kemudian membentuk sel-sel tulang. Masing-masing tulang menghasilkan matriks tulang yang di dalamnya diendapkan garam-garam kalsium (Ca) dan phospor (P) sehinggan tulang menjadi keras. Jenis tulang, meliputi : a. Tulang rawan Jaringan tulang rawan yang disusun oleh sel tulang rawan (chondrosit) dan matriks tulang rawan yang di dalamnya terdapat bahan anorganik (garam sulfat), bahan organik (protein/ chondrin) dan collagen yang elastis. Jaringan tulang rawan anak lebih banyak mengandung sel-sel tulang rawan, sedangkan pada orang dewasa lebih banyak mengandung matriks tulangnya. Tulang rawan berifat tidak keras dan elastis (lentur) yang terdapat di hidung, telinga, antar ruas tulang belakang, persendian dan ujung tulang pipa. b. Tulang (osteon) Jaringan tulang tersusun oleh osteosit dan matriks tulang. Osteosit banyak menguluarkan senyawa kapur dan phospat ke dalam matriks tulang sehingga menjadi keras. Bila matriks tulang padat dan rapat maka yang terbentuk adalah tulang keras (tulang kompak), misal tulang pipa (tulang lengan, hasta, pengumpil, kering dan betis). Bila matriks tulang tidak rapat (berongga) akan membentuk tulang spons, misal tulang pipih dan tulang pendek (tulang tengkorak, ruas tulang belakang). Bentuk tulang, meliputi : a. Tulang pipih Merupakan bagian terbesar yang membentuk tengkorak. Ketika bayi lahir ada tulang yang pembentukkannya belum selesai. Sambungan ubun-ubun atas baru tertutup setelah bayi umur delapan bulan dan bagian ubun-ubun belakang baru tertutup setelah berumur dua tahun. Contoh : tulang tengkorak, belikat, rusuk b. Tulang pendek Matriks tulang padat dan rapat, yang terbagi tiga bagian, yaitu : diafisis (tengah), epifisis (ujung) dan cakrae-pifisis (antara diafisis dan epifisis). Contoh : tulang paha, betis, lengan Gb. Epifisis Cakraepifisis Diafisis Cakraepifisis Epifisis c. Tulang pendek Merupakan pembentuk pergelangan tangan, jari tangan, pergelangan kaki, jari kaki dan tulang belakang yang menghasilkan gerakan terbatas. Contoh : tulang telapak tangan

Hubungan antar tulang (artikulasi), meliputi : a. Sinartrosis Adalah hubungan antar tulang yang tidak menghasilkan atau hanya terjadi gerakan terbatas, yang terbagi :

b.

- Sinfibrosis : adalah hubungan tulang yang penghu-bungnya berupa jaringan ikat/ serabut tulang yang kemudian mengalami penulangan dan tidak menghasilkan gerakan, misalnya pada sambungan bergerigi tengkorak yang disebut sutura. - Sinkondrosis : adalah hubungan tulang rawan yang memungkinkan gerakan terbatas berupa gerakan lentur, terpilin atau tertekan, misal hubungan antar ruas-ruas tulang belakang, antara tulang rusuk dengan tulang dada, antara tulang rusuk dengan ruas tulang punggung. Diartrosis Adalah hubungan antar tulang yang dapat menghasilkan gerakan disebut persendian. Dibedakan atas : - Sendi peluru (endartrosis), dibentuk oleh dua ujung tulang yang berbentuk bongkol dan yang lain berbentuk lekuk sehingga menghasilkan gerakan ke beberapa arah (berporos tiga). Contoh : Tulang lengan dengan tulang belikat Tulang pangkal paha dengan tulang pinggul - Sendi engsel, dibentuk oleh dua ujung tulang berbentuk lekuk dan bongkol silindris sehingga menghasilkan gerakan satu arah. Contoh : Siku, antara lengan atas dan lengan bawah Lutut, antara paaha dan tungkai bawah Hubungan antar ruas jari - Sendi putar, terjadi karena ujung tulang satu dapat mengitari ujung tulang yang lainnya. Contoh : Tulang hasta dan tulang pengumpil Tulang tengkorak dan tulang atlas Tulang pergelangan tangan Tulang pergelangan kaki - Sendi pelana, dibentuk oleh dua ujung yang salah satu ujungnya berbentuk seperti pelana sehingga menghasilkan gerakan agak bebas berporos dua. Contoh : Tulang ibu jari dan telapak tangan - Sendi ovoid, dibentuk ujung tulang yang merupakan lekuk berbentuk lekuk elips dan ujung tulang pasangannya merupakan bongkol oval sehingga menghasilkan gerakan kiri kanan, mnaju mundur. Contoh : Tulang pengumpil dan pergelangan tangan - Sendi kaku, dibentuk oleh dua ujung tulang yang masing-masing berbentuk agak datar sehingga menghasilkan gerakan bergeser (tidak berporos). Contoh : Hubungan tulang pergelangan tangan

Bagian-bagian sendi : - Tulang rawan, meliputi bongkol dan lekuk sendi. Menghindarkan gesekan antar ujung tulang pembentuk sendi sehingga sendi tidak menjadi aus. - Rongga sendi, dibentuk oleh membran sendi (membran sinovial) yang liat dan kluat, menghasilkan minyak sinovial yang berguna untuk melumasi sendi. - Ligamen, adalah jaringan ikat yang liat dan kuat untuk melindungi sendi agar tidak lepas. Kelainan dan gangguan pada tulang : 1. Gangguan infeksi - Artritis eksudatif adalah radang selaput sendi - Artritis sendi adalah kekurangan cairan sinovial 2. Kelainan tulang - Tulang bengkok akibat kekurangan selaput sendi - Lordosis adalah tulang belakang bengkok ke depan - Kifosis adalah tulang belakang bengkok ke belakang - Skoliosis adalah tulang bengkok ke samping - Nekrosa adalah sel tulang mati - Layuh semu adalah tulang tidak kuat 3. Gangguan tulang - Fisura adalah retak tulang - Fraktura adalah patang tulang, meliputi patah tulang tertutup (jika tulang patah tetapi kulit tidak terluka) dan patah tulang terbuka (jika tulang patah mencuat keluar kulit). 4. Deferensiasi dan gangguan fisiologis - Rakitis, karena kekurangan vitamin D

5.

- Kekurangan zat kapur saat pembentukan tulang tengkorak masa bayi menyebabkan bentuk kepala menjadi lebih kecil dari normal disebut mikrosefalus. - Kekurangan hormon esterogen pada masa menapause menyebabkan tulang kurang keras sehingga tulang menjadi rapuh dan mudah patah disebut osteoporosis. Gangguan sendi Gangguan metabolisme asam urat dapat menyebabkan penyakit gout. Kadar asam urat yang tinggi dalam darah yang ditimbun dalam sendi terutama pada jari. Gejala penyakit ini adalah ruas tulang jari membesar.

B.

OTOT

Otot merupakan penggerak tulang. Otot dapat bergerak karena adanya sel otot. Otot bekerja dengan cara berkontraksi (memendek) dan berelaksasi (memanjang) sehingga otot disebut alat gerak aktif. Jenis otot : - Otot lurik, melekat pada rangka dan bekerja secara sadar. - Otot polos, terdapat pada organ dalam dan bekerja tidak sadar. - Otot jantung, terdapat pada jantung dan bekerja tidak sadar. Fungsi otot : - melakukan gerakan bersama tulang - mengalirkan darah - mengedarkan sari makanan - menggerakan jantung

Mekanisme kerja otot Otot bekerja dengan kontraksi dan relaksasi. Pada otot lurik terdapat aktin dan miosin yang mempunyai daya berkerut membentuk aktomiosin. Bila aktin mendekat ke miosin makan otot akan berkontraksi, sebaliknya bila aktin menjauhi miosin makan otot akan relaksasi.
Energi untuk kontraksi otot berasal dari penguraian molekul ATP, yaitu sebagai berikut : ATP ADP + P + energi ADP AMP + P + energi Kreatinfosfat adalah sumber energi cadangan yang dapat melepaskan P untuk disintesakan dengan ATP sehingga membentuk glikogen. Glikogen adalah gula otot yang merupakan zat makanan cadangan (polisakarida) yang tidak larut dalam air. Jenis gerak otot : - Antagonis (berlawanan) ekstensor - fleksor : meluruskan - membengkokan abduktor - adduktor : menjauhkan - mendekatkan depresor - elevator : ke bawah - ke atas supinator - pronator : menengadah - menelungkup - Sinergis (bersamaan) Otot pronator teres dan pronator kuardratus pada lengan bawah. Kemampuan gerak otot : - Kontraksibilitas adalah kemampuan otot melakukan perubahan menjadi lebih pendek dari ukuran semula. - Ekstensibilitas adalah kemampuan otot melakukan perubahan menjadi lebih panjang dari ukuran semula. - Elastisitas adalah kemampuan otot lurik untuk bisa kembali ke ukuran semula setelah mengalami kontraksi. Gangguan otot : - Atrofi adalah keadaan otot mengecil sehingga fungsi otot menurun. - Tetanus adalah ketegangan otot secara terus-menerus sehingga otot menjadi kejang. - Kaku leher (stiff) adalah terjadi karena kesalahan otot trapesius leher meradang. - Kram (kekejangan), terjadi karena otot terus melakukan aktivitas sehingga otot kejang dan tidak dapat mampu kontraksi. - Miestenia gravis adalah lemahnya otot secara berangsur-angsur dan menyebabkan kelumpuhan. - Hernia abdominal , terjadi bila dinding otot perut sobek sehingga usus menjadi merosot ke bawah masuk ke dalam rongga perut. - Gangguan otot bawaan (genetis) atau distrofi otot, adalah merupakan suatu penyakit kronis pada otot sejak kanakkanan.

Rangka Pada Hewan Vertebrata

Hewan vertebrata ada yang mempunyai rangka luar ( eksoskeleton) dan rangka dalam (endoskeleton). Rangka luar berupa sisik, terdapat pada Pisces dan Reptil, sedangkan rangka dalam berupa tulang terdapat pada semua vertebrata. Fungsi rangka dalam (endoskeleton) yaitu: Memberi bentuk, menahan, dan menegakkan tubuh Melindungi alat-alat tubuh yang lemah maupun mempunyai fungsi yang vital Sebagai alat gerak pasif dan tempat melekatnya otot rangka Tempat pembentukan sel-sel darah (hemopoeisis). Sebagai tempat untuk menyimpan mineral yang sewaktu-waktu dapat diambil bila tubuh memerlukannya. Misalnya kalsium, phosphat, magnesium, dan sebagainya.

A.

Anatomi Endoskeleton pada Hewan Vertebrata Endoskeleton pada vertebrata terdiri dari dua bagian besar yaitu: a. Skeleton Aksial (tulang sumbu): Kranium (tengkorak) yang tersusun atas neurokranium (tengkorak pelindung otak) dan splanknokarium (tengkorak pembentuk wajah). Kolumna vertebralis (tulang belakang) yang terdiri atas kolumna vertebralis pars servikalis torakalis, lumbalis, sakrum, dan koksigealis. Sternum (tulang dada). Kostae (iga)

b. Skeleton apendikuler (tulang tambahan) 1) Singulum Singulum torakalis (gelang bahu) tempat melekatnya tangan yang tersusun atas selangka (klavikula) dan belikat (skapula). Pada gelang bahu melekat tulang lengan atas (humerus).

Singulum pelvikalis (gelangan pinggul) membentuk cekungan yang disebut asetabulum tempat melekatnya tulang paha (femur).

2) Ekstremitas (alat gerak) yaitu tangan dan kaki. Manusia termasuk makhluk yang bipedal (berdiri dengan dua kaki). Oleh karena itu, kedua tungkai atas (tangan) manusia dapat bergerak bebas, sebab tidak ikut menyangga beban tubuh. Hal ini menyebabkan manusia mampu bergerak dengan fleksibel, dan didukung dengan struktur tangan yang dapat memegang secara sempurna. B. Bentuk Tulang Penyusun Tubuh: a. Tulang pipa (tulang panjang) yang terbagi menjadi epifise, diafise, dan cakra epifise. Proses osifikasi pada tulang janin atau bayi dimulai di bagian tengan epifise dan diafise. Pertumbuhan tinggi disebabkan oleh adanya osifikasi di cakraepifise. Contoh tulang panjang adalah tulang lengan atas (humerus), radius, ulna, tulang paha (femur) dan sebagainya. b. Tulang pendek (kubus), merupakan jaringan tulang berongga dan membentuk tulang spons, misalnya: ruas-ruas tulang belakang dan tulangtulang pergelangan tangan dan kaki. c. tulang pipih (gepeng), misalnya kranium (tengkorak), stenium (tulang dada), dan skapula (tulang belikat). C. Persendian (artikulasi) Pada manusia terdapat kurang lebih 200 tulang yang saling berhubungan. Hubungan ini disebut persendian atau artikulasi (articulasio). Macam persendian dibagi menjadi dua berdasarkan kemampuan geraknya yaitu: a. Sinartrosis yaitu sendi yang tidak memungkinkan adanya gerak atau sedikit gerak sebab dihubungkan oleh serabut jaringan ikat fibrosa yang selanjutnya mengalami proses penulangan (osifikasi) sehingga hubungan ini tidak memungkinkan adanya gerakan atau dihubungkan oleh tulang rawan sehingga hanya memungkinkan sedikit gerak. Sendi sinartrosis dibagi dua berdasarkan materi yang menghubungkan kedua tulang yaitu: 1) Sinkondrosis bila sendi dihubungkan oleh tulang rawan. Sehingga sendi sinartrosis sinkondrosis masih memperlihatkan sedikit gerak, misalnya sendi antara tulang dada dan tulang rusuk (sedikit gerak = amfiartrosis).

2) Sinfibrosis bila sendi dihubungkan oleh serabut jaringan ikat. Sehingga sendi sinartrosis sinfibrosis tidak dapat bergerak sama sekali, misalnya hubungan sesama tulang di tengkorak, hubungan ini diperkuat oleh adanya sambungan bergerigi atau sutura. b. Diartrosis yaitu sendi yang memungkinkan terjadinya gerakan antar rulang yang berhubungan secara leluasa. Bagian ujung dari masing-masing tulang dilapisi oleh tulang rawan hyalin dan hubungan antara kedua ujung tulang membentuk rongga sendi yang berisi cairan synovial (cairan sendi) serta diikat oleh ligamentum. Jenis-jenis diartrosis: 1) Sendi engsel => gerakan yang berporos satu atau satu arah. Contoh : siku, lutut, mata kaki, dan ruas antara jari pertama dan kedua. 2) Sendi putar =>gerakan berotasi yang berporos satu. Contoh: hubungan antara tulang kepala dengan tulang atlas (ruas pertama tulang leher). 3) Sendi pelana => gerakan berporos dua. Contoh: ruas jari lengan dengan tulang telapak tangan. 4) Sendi peluru => hubungan ini berporos. Contoh: tulang lengan atas dengan tulang belikat, tulang paha dengan tulang pinggul. 5) Sendi kaku => hubungan ini tidak berporos. Contoh: hubungan antara tulang-tulang karpal (tulang-tulang pergelangan tangan), hubungan antara tulang-tulang tarsal (tulang-tulang pergelangan kaki). 6) Sendi gelung => gerak tulang yang satu seolah-olah mengitari tulang yang lain. Contoh: gerakan tulang pengumpil dengan tulang pergelangan tangan. 7) Sendi luncur => terdapat pada hubungan antara ruas-ruas tulang belakang sehingga memungkinkan gerakan badan melengkung ke depan (membungkuk) dan memutar.