Anda di halaman 1dari 21

BAB I PENDAHULUAN

Glaukoma berasal dari kata Yunani glaukos yang berarti hijau kebiruan, yang memberi kesan warna tersebut pada pupil penderita glaukoma. Glaukoma adalah suatu neuropati optik kronik didapat yang ditandai oleh pencekungan (cupping) diskus optikus, pengecilan lapangan pandang, biasanya disertai peningkatan tekanan intraokuler. Pada glaukoma akan terdapat melemahnya fungsi mata dengan terjadinya cacat lapang pandang dan kerusakan anatomi berupa ekskavasi (penggaungan) serta degenerasi papil saraf optik yang dapat berakhir dengan kebutaan.(1,2) Glaukoma adalah penyebab kebutaan nomor 2 di Indonesia setelah katarak, biasanya terjadi pada usia lanjut. Dibeberapa negara 2% penduduk usia diatas 40 tahun menderita glaukoma, dan di Indonesia glaukoma sebagai penyebab kebutaan yang tidak dapat dipulihkan. (1) Berdasarkan etiologi, glaukoma dibagi menjadi 4 bagian yaitu glaukoma primer, glaukoma kongenital, glaukoma sekunder dan glaukoma absolut sedangkan berdasarkan mekanisme peningkatan tekanan intraokular glaukoma dibagi menjadi dua, yaitu glaukoma sudut terbuka dan glaukoma sudut tertutup.(1) Pada sebagian besar kasus, glaukoma tidak disertai dengan penyakit mata lainnya (glaukoma primer). Glaukoma primer sudut terbuka merupakan bentuk yang tersering, bersifat kronik dan bersifat progresif, menyebabkan pengecilan lapangan pandang bilateral progresif asimptomatik yang muncul perlahan dan sering tidak terdeteksi sampai terjadi pengecilan lapangan pandang yang ekstensif. Diagnosa glaukoma primer sudut terbuka jika pada pemeriksaan didapatkan adanya peningkatan tekanan intraokular, gambaran kerusakan diskus optikus dan defek lapang pandang. Adapun bentuk lain dari glaukoma yaitu glaukoma primer sudut tertutup, glaukoma sekunder sudut terbuka, glaukoma sekunder sudut tertutup, glaukoma kongenital dan glaukoma absolut.(1,2,3) Mekanisme peningkatan tekanan intraokuler pada glaukoma adalah gangguan aliran keluar humor aqueous akibat kelainan sistem drainase sudut bilik mata depan (glaukoma sudut terbuka) atau gangguan akses humor aqueous ke
REFERAT LOW TENSION GLAUCOMA 1

sistem drainase (glaukoma sudut tertutup). Pada semua pasien glaukoma, perlu tidaknya diberikan terapi dan efektifitas terapi ditentukan dengan melakukan pengukuran tekanan intraokuler (tonometri), inspeksi diskus optikus dan pengukuran lapangan pandang secara teratur.(1,2) Pengobatan pada glaukoma terdiri atas pengobatan medis serta terapi bedah dan laser. Pengobatan ditujukan untuk menurunkan tekanan intraokuler dan apabila mungkin memperbaiki patogenesis yang mendasarinya.(1)

REFERAT LOW TENSION GLAUCOMA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

II. 1. Definisi Low tension glaucoma atau disebut juga normal tension glaucoma adalah suatu varian dari glaukoma sudut terbuka yang sekarang lebih sering dikenali daripada dahulu. Diperkirakan disebabkan oleh aliran darah ke syaraf optik yang berkurang. Kondisi ini dikarakteristikan oleh kerusakan syaraf optik yang progresif dan kehilangan penglihatan samping/peripheral vision (visual field) meskipun tekanan dalam mata (intraocular pressure) berada dibatas-batas normal atau bahkan dibawah normal. Tipe glaukoma ini dapat didiagnosis dengan pemeriksaan yang berulang-ulang oleh seorang dokter mata untuk mendeteksi kerusakan syaraf atau kehilangan penglihatan bidang (visual field). Sekarang ini, low tension glaucoma mendapat perhatian penelitian yang cukup banyak karena penyebabnya dan perawatannya masih belum menentu. (2,6)

II.2. Epidemiologi Glaukoma adalah penyebab kebutaan yang terbanyak pada penduduk Afrika Amerika. Penyebab kebutaan terbanyak kedua pada penduduk amerika yang berusia 18 sampai 65 tahun. Diperkirakan 130.000 penduduk Amerika menderita kebutaan murni karena glaukoma. Diseluruh dunia 5,2 juta penduduk menderita kebutaan karena glaukoma menurut WHO tahun 1995. Walaupun lebih sering muncul pada usia tua, glaukoma dapat terjadi pada semua usia.(2,3) Dalam suatu penelitian didapatkan bahwa sekitar 2,25 juta penduduk Amerika Serikat menderita glaukoma primer sudut terbuka dengan usia di atas 45 tahun, dan sekitar 84.000-116.000 telah mengalami kebutaan atau penurunan visus 20/200. Menurut WHO, secara global penduduk dunia yang mempunyai tekanan
REFERAT LOW TENSION GLAUCOMA 3

intarokular lebih dari 21 mmHg yaitu sekitar 104,5 juta penduduk dan insiden glaukoma primer sudut terbuka sekitar 2,4 juta penduduk.(3) Bila merujuk South East Asia Glaucoma Interest Group, ada berbagai jenis glaukoma yang paling sering menyerang manusia seperti primary open angle glaucoma (glaukoma sudut terbuka), acute/chronic closed angle glaucoma (glaukoma sudut tertutup), low tension glaucoma, congenital glaucoma, pigmentary glaucoma dan secondary glaucoma. Antara orang Asia-Afrika dengan orang Eropa berbeda jenis penyakit galukoma yang sering menyerangnya. (7)

II. 3. Etiopatogenesis Korpus siliaris yang terletak dibelakang iris bertugas memproduksi cairan yang disebut humour aqueous. Cairan ini akan mengalir menuju lubang pupil dan akan meninggalkan bola mata melalui saluran kecil menuju pembuluh darah. Normalnya antara produksi humour aquous dan aliran keluarnya adalah seimbang.(4)

Gambar 1. Aliran humor aqueous

REFERAT LOW TENSION GLAUCOMA

Jika aliran keluarnya terhambat atau produksinya berlebihan, maka tekanan bola mata akan meninggi. Cairan mata yang berada di belakang iris tidak dapat mengalir melalui pupil sehingga mendorong iris ke depan, mencegah keluarnya cairan mata melalui sudut bilik mata (mekanisme blokade pupil). (5) Tekanan bola mata ini gunanya untuk membentuk bola mata. Kalau tekanannya normal, berarti bola mata itu terbentuk dengan baik. Kalau tekanannya terlalu tinggi, berarti bola mata itu menjadi keras seperti kelereng. Akibatnya, akan menekan saraf mata ke belakang dan menekan saraf papil N II dan serabut-serabut saraf N II. Saraf-saraf yang tertekan itu dan yang menekan saraf papil II ini terjadi penggaungan. (5) Glaukoma terjadi ketika produksi dari cairan bola mata meningkat atau cairan bola mata tidak mengalir dengan sempurna sehingga tekanan bola mata tinggi, serabut-serabut saraf di dalam saraf mata menjadi terjepit dan mengalami kematian. Besarnya kerusakan tergantung pada besarnya dan lamanya tekanan, maupun buruknya aliran darah disaraf optik. (5) Tekanan yang sangat tinggi akan menyebabkan kerusakan yang cepat, sedangkan tekanan yang tidak tinggi akan menyebabkan kerusakan yang perlahanlahan dan akan menyebabkan kebutaan perlahan-lahan dan akan menyebabkan kebutaan perlahan-lahan pula apabila tidak segera ditangani. (5) Tekanan intraokuler adalah keseimbangan antara produksi humor aquous, hambatan terhadap aliran aqueous dan tekanan vena episklera. Ketidakseimbangan antara ketiga hal tersebut diatas dapat menyebabkan peningkatan TIO, akan tetapi hal ini lebih sering disebabkan oleh hambatan terhadap aliran humor aqueous. Namun pada low tension glaukoma banyak faktor yang mempengaruhi perkembangan tidak terjadinya peningkatan TIO bahkan selalu normal. Banyak faktor yang mempengaruhi perkembangan glaukoma jenis ini, namun penyebab pastinya tidak diketahui. Ketidaknormalan perfusi nervus optik akan meningkatkan terjadinya kerusakan pada nervus optik. Tipe glaukoma ini diperkirakan ada hubungannya, meski kecil, dengan kurangnya sirkulasi darah di syaraf/nervus opticus, yang mana mengakibatkan kematian dari sel-sel yang bertugas membawa
REFERAT LOW TENSION GLAUCOMA 5

impuls/rangsang tersebut dari retina menuju ke otak. Sebagai tambahan, kerusakan yang terjadi karena hubungannya dengan tekanan dalam bola mata juga bisa terjadi pada yang masih dalam batas normal tinggi (high normal), jadi tekanan yang lebih rendah dari normal juga seringkali dibutuhkan untuk mencegah hilangnya penglihatan yang lebih lanjut. Glaukoma bertekanan normal ini paling sering terjadi pada orang-orang yang memiliki riwayat penyakit pembuluh darah, orang Jepang atau pada wanita. Beberapa penelitian menebak peningkatan viskositas dan hiperkoagubilitas darah, dan peningkatan TIO berada diatas normal dipengaruhi oleh variasi diurnal postural sangat berpengaruh. (2,5,6)

II. 4. Faktor resiko Glaukoma bisa menyerang siapa saja. Deteksi dan perawatan dini glaukoma adalah satu-satunya jalan untuk menghindari hilangnya penglihatan. Beberapa faktor resiko terjadinya glaukoma sudut terbuka adalah : (3,4) Umur lebih dari 40 tahun Peningkatan tekanan intraokuler
6

REFERAT LOW TENSION GLAUCOMA

Keturunan Amerika-Afrika Riwayat trauma ocular Penggunaan kortikosteroid topikal, sistemik ataupun endogen Myopia Diabetes mellitus Penyakit vascular karotis Penyakit distiroid Kehilangan darah akut Anemia Riwayat hipertensi sistemik Insufisiensi vaskular

II. 5. Gejala Klinis Pasien dengan low tension glaucoma memperlihatkan peningkatan perubahan glaukomatosa pada diskus optik dan defek lapangan pandang tanpa peningkatan tekanan intraokular. Kamal dan Hitchings menetapkan beberapa kriteria yaitu:
Tekanan intraokular rata-rata adalah 21 mmHg dan tidak pernah melebihi

24 mmHg. Pada pemeriksaan gonioskopi didapatkan sudut bilik mata depan terbuka.
Gambaran kerusakan diskus optikus dengan cupping glaumatosa yang

disertai defek lapangan pandang.


Kerusakan glaumatosa yang progresif.

Pasien-pasien ini susah diterapi karena penanganan terapinya tidak berfokus pada kontrol tekanan intraokular. (4) Dua keadaan yang memiliki kemiripian dengan low tension glaucoma yaitu ischemic papillitis dan ischemic optic neuropathy. Ischemic papillitis merupakaan keadaan akut yang memiliki karakteristik nervus optic yang tampak bengkak dan pucat. Adanya defek lapang pandang sama seperti glaucoma.(6) II. 6. Pemeriksaan Ophtalmologi

REFERAT LOW TENSION GLAUCOMA

A. Pengukuran Tekanan Intraokular Rentang tekanan intraokular normal adalah 10-21 mmHg. Pada usia lanjut, rerata tekanan intraokularnya lebih tinggi sehingga batas atasnya adalah 24 mmHg. Tekanan bola mata untuk satu mata tak selalu tetap, tetapi dapat dipengaruhi seperti pada saat bernapas mengalami fluktuasi 1-2 mmHg dan pada jam 5-7 pagi paling tinggi, siang hari menurun, malam hari naik lagi. Hal ini dinamakan variasi diurnal dengan fluktuasi 3 mmHg.(1,3) Menurut Langley dan kawan-kawan, pada glaukoma primer sudut terbuka terdapat empat tipe variasi diurnal yaitu 1) Flat type, TIO sama sepanjang hari; 2) Falling type, puncak TIO terdapat pada waktu bangun tidur; 3) Rising type, puncak TIO didapat pada malam hari; 4) Double variation; puncak TIO didapatkan pada jam 9 pagi dan malam hari. Menurut Downey, jika pada sebuah mata didapatkan variasi diurnal melebihi 5 mmHg ataupun selalu terdapat perbedaan TIO sebesar 4 mmHg atau lebih maka menunjukan kemungkinan suatu glaukoma primer sudut terbuka, meskipun TIO normal.(3,4) Pada glaukoma sudut terbuka primer, 32-50% individu yang terkena ak an memperlihatkan tekanan intraokular yang normal saat pertama kali diperiksa. Sebaliknya, peningkatan tekanan intraokular semata tidak selalu diartikan bahwa pasien mengedap glaukoma sudut terbuka primer; untuk menegakkan diagnosis diperlukan bukti-bukti lain seperti adanya diskus optikus glaukomatosa atau kelainan lapangan pandang. Apabila tekanan intraokular terus-menerus meninggi sementara diskus optikus dan lapangan pandang normal (hipertensi okular), pasien dapat diobservasi secara berkala sebagai tersangka glaukoma.(1,4) Ada empat macam tonometer yang dikenal yaitu tonometer schiotz, tonometer digital, tonometer aplanasi dan tonometeri Mackay-Marg. Pengukuran tekanan intraokular yang paling luas digunakan adalah tonometer aplanasi Goldmann, yang dilekatkan ke slitlamp dan mengukur gaya yang diperlukan untuk meratakan daerah kornea tertentu.(1) Tonometer aplanasi merupakan alat yang paling tepat untuk mengukur tekanan bola mata dan tidak dipengaruhi oleh faktor kekakuan sklera. Tonometer schiotz merupakan alat yang paling praktis sederhana. Pengukuran
REFERAT LOW TENSION GLAUCOMA 8

tekanan bola mata dinilai secara tidak langsung yaitu dengan melihat daya tekan alat pada kornea, karna itu dinamakan juga tonometri indentasi schiotz. Dengan tonometer ini dilakukan penekanan terhadap permukaan kornea menggunakan sebuah beban tertentu. Makin rendah tekanan bola mata, makin mudah bola mata ditekan, yang pada skala akan terlihat angka skala yang lebih besar. Tansformasi pembacaan skala tonometer ke dalam tabel akan menunjukan tekanan bola mata dalam mmHg. Kelemahan alat ini adalah mengabaikan faktor kekakuan sklera. (4) Tonometer digital adalah cara yang paling buruk dalam penilaian terhadap tekanan bola mata oleh karena bersifat subjektif. Dasar pemeriksaannya adalah dengan merasakan reaksi kelenturan bola mata (balotement) pada saat melakukan penekanan bergantian dengan kedua jari tangan. Tekanan bola mata dengan cara digital dinyatakan dengan nilai N+1, N+2, N+3, dan sebaliknya N-1 sampai seterusnya.(4) Pada penderita tersangka glaukoma, harus dilakukan pemeriksaan serial tonometri. Variasi diurnal tekanan intraokular pada pada orang normal berkisar 6 mmHg dan pada pasien glaukoma variasi dapat mencapai 30 mmHg.(4) B. Pemeriksaan Sudut Bilik Mata Depan Merupakan suatu cara untuk menilai lebar dan sempitnya sudut bilik mata depan. Lebar sudut bilik mata depan dapat diperkirakan dengan pencahayaan oblik bilik mata depan, menggunakan sebuah senter atau dengan pengamatan kedalaman bilik mata depan perifer menggunakan slitlamp, yang umumnya digunakan yaitu teknik Van Herick. Dengan teknik ini, berkas cahaya langsung diarahkan ke kornea perifer, menggunakan sinar biru untuk mencegah penyinaran yang berlebihan dan terjadinya miosis. Pada teknik ini, kedalaman sudut bilik mata depan (PAC) dibandingkan dengan ketebalan kornea (CT) pada limbus kornea temporal dengan sinar sudut 60.(1) Akan tetapi, sudut mata depan sebaiknya ditentukan dengan gonioskopi yang memungkinkan visualisasi langsung struktur-struktur sudut. Dengan gonioskopi juga dapat dibedakan glaukoma sudut tertutup dan glaukoma sudut terbuka, selain itu juga dapat dilihat apakah terdapat perlekatan iris bagian perifer ke bagian depan.(1,4)
REFERAT LOW TENSION GLAUCOMA 9

Apabila keseluruhan anyaman trabekular, taji sklera dan processus iris dapat terlihat, sudut dinyatakan terbuka. Apabila hanya garis Schwalbe atau sebagian kecil dari anyaman trabekular yang terlihat, sudut dinyatakan sempit. Apabila garis Scwalbe tidak terlihat, sudut dinyatakan tertutup.(1) C. Penilaian Diskus Optikus Diskus optikus normal memiliki cekungan di bagian tengahnya yang ukurannya bervariasi bergantung pada jumlah relative serat yang menyusun saraf optikus terhadap ukuran lubang sklera yang harus dilewati oleh serat-serat tersebut.(1) Pada glaukoma mula-mula terjadi pembesaran konsentrik cekungan optik yang diikuti oleh pencekungan superior dan inferior serta disertai pembentukan takik (notching) fokal di tepi diskus optikus. Hasil akhir proses pencekungan pada glaukoma adalah apa yang disebut sebagai cekungan bean pot, yang tidak memperlihatkan jaringan saraf di bagian tepinya.(1) Rasio cekungan diskus adalah cara yang digunakan untuk mencatat ukuran diskus optikus pada pasien glaukoma. Besaran tersebut adalah perbandingan antara ukuran cekungan terhadap garis tengah diskus misalnya cawan kecil rasionya 0,1 dan cawan besar 0,9. Apabila terdapat kehilangan lapangan pandang atau peningkatan tekanan intraokular, rasio cawan diskus lebih dari 0,5 atau terdapat asimetri yang bermakna antara kedua mata diindikasikan adanya atrofi gluakomatosa. (1,4) D. Pemeriksaan Lapangan Pandang Lapangan pandang adalah bagian ruangan yang terlihat oleh suatu mata dalam sikap diam memandang lurus ke depan. Lapangan pandang normal adalah 90 derajat temporal, 50 derajat atas, 50 derajat nasal dan 65 derajat bawah.(4) Berbagai cara untuk memeriksa lapangan pandang pada glaukoma adalah automated perimeter (misal Humphrey, Octopus, atau Henson), perimeter Goldmann, Friedmann field analyzer, dan layar tangent. (1,2,4) Perimeter berupa alat berbentuk setengah bola dengan jari-jari 30 cm, dan pada pusat parabola ini mata penderita diletakkan untuk diperiksa. Objek

REFERAT LOW TENSION GLAUCOMA

10

digeser perlahan-lahan dari tepi ke arah titik tengah kemudian dicari batasbatas pada seluruh lapangan pada saat benda mulai terlihat.(1) Penurunan lapangan akibat glaukoma sendiri tidak spesifik karena gangguan ini terjadi akibat defek berkas serat saraf yang dapat dijumpai pada semua penyakit saraf optikus. Gangguan lapangan pandang akibat glaukoma terutama mengenai 30 derajat lapangan pandang bagian tengah. Perubahan paling dini adalah semakin nyatanya skotoma relative atau absolut yang terletak pada 30 derajat sentral.. Pada stadium akhir penyakit, ketajaman penglihatan sentral mungkin normal tetapi hanya 5 derajat lapangan pandang di tiap-tiap mata. Pada glaukoma lanjut, pasien mungkin memiliki ketajaman penglihatan 20/20 tetapi secara legal buta.(1) E. Tes Provokasi Tes ini dilakukan pada suatu keadaan yang meragukan. Pada glaukoma primer sudut terbuka dapat dilakukan beberapa tes provakasi sebagai berikut :
(3)

Tes minum air Penderita disuruh berpuasa, tanpa pengobatan selama 24 jam.

Kemudian disuruh minum satu liter air dalam lima menit. Lalu diukur tiap 15 menit selama 1,5 jam. Kenaikan tensi 8 mmHg atau lebih, dianggap mengidap glaukoma. Pressure Congestion Test Pasang tensimeter pada ketinggian 50-60 mmHg selama satu menit. Kemudian ukur tensi intraokular nya. Kenaikan 9 mmHg atau lebih mencurigakan, sedang bila lebih 11 mmHg berarti patologis. Tes steroid Pada mata pasien diteteskan larutan dexamethason 3-4 dd gtt, selama dua minggu. Kenaikan tensi intraokular 8 mmHg menunjukan glaukoma.

II. 7. Penatalaksanaan Pendekatan Umum


REFERAT LOW TENSION GLAUCOMA 11

Walaupun kerusakan syaraf dan kehilangan penglihatan dari glaukoma umumnya tidak dapat dibalikkan, glaucoma adalah suatu penyakit yang umumnya dapat dikontrol. Yaitu, perawatan dapat membuat tekanan intraocular normal dan, oleh karena itu, mencegah atau memperlambat kerusakan syaraf lebih lanjut dan kehilangan penglihatan. Perawatan dapat melibatkan pemakaian obat-obat tetes mata, pil-pil (jarang), laser, atau operasi. (8) Di Amerika, obat-obat tetes mata umumnya digunakan pertama-pertama dalam merawat kebanyakan tipe-tipe dari open-angle glaucoma. Berlawanan dengannya, di Eropa, laser atau operasi kadangkala adalah pilihan pertama, sedikitnya lebih sering daripada di Amerika. Satu atau lebih tipe-tipe dari obat-obat tetes mata mungkin harus dipakai sampai beberapa kali dalam sehari untuk menurunkan tekanan intraocular. Tetes-tetes mata ini bekerjanya baik dengan mengurangi produksi cairan aqueous (menutup kran) atau dengan meningkatkan pengaliran cairan yang keluar dari mata. Setiap tipe terapi mempunyai keuntungankeuntungannya dan potensi komplikasi-komplikasinya. (8)

REFERAT LOW TENSION GLAUCOMA

12

Obat-Obatan (Obat Tetes Mata) Beta-adrenergic antagonists Bekerja melawan, atau menghalangi, unsur-unsur yang menyerupai adrenalin. Obat-obat tetes (drops) ini bekerja pada perawatan glaucoma dengan mengurangi produksi dari aqueous humor. Bertahun-tahun, mereka adalah standar emas (dibandingkan dengan bahan-bahan lain) untuk merawat glaucoma. Obat-obatan ini termasuk timolol (Timoptic), levobunolol (Betagan), carteolol (Ocupress), dan metipranolol (Optipranolol). (1,4) Dipakai satu atau dua kali dalam sehari, drops ini sangat efektif. Bagaimanapun, efek-efek samping, seperti perburukan dari asma atau emphysema, bradycardia (denyut jantung yang lambat), tekanan darah rendah, kelelahan, dan impoten melarang pemakaiannya pada beberapa pasien-pasien. Betaxolol (Betoptic) adalah suatu beta-adrenergic antagonist yang lebih selektif kerjanya hanya pada mata dan, oleh karena itu, membawa lebih sedikit risiko efek-efek samping terhadap jantung (cardiac) atau paru-paru (pulmonary) dari pada drops lainnya dari tipe ini.(1) Prostaglandin analogs Adalah serupa dalam struktur kimianya dengan prostaglandinprostaglandin tubuh. Prostaglandin-prostaglandin adalah unsur-unsur yang menyerupai hormon yang terlibat dalam suatu cakupan lebar dari fungsifungsi di seluruh tubuh. Drops ini bekerja pada glacoma dengan meningkatkan pengeluaran (drainage) cairan dari mata. (1,4) Prostaglandin analogs telah menggantikan timolol sebagai drops untuk glaucoma yang paling umum diresepkan. Mereka dapat dipakai hanya satu kali dalam sehari. Obat-obatan kelas ini mempunyai lebih sedikit efekefek samping sistemik (melibatkan sisa tubuh) dari pada timolol, namun dapat merubah warna dari iris dan juga menebalkan dan menggelapkan

REFERAT LOW TENSION GLAUCOMA

13

bulu-bulu mata. Drops ini rupanya juga menyebabkan kemerahan mata dibanding dengan obat-obat tetes mata dari kelas-kelas lainnya. Pada beberapa pasien-pasien, mereka juga dapat menyebabkan peradangan didalam mata. Obat-obatan ini termasuk latanoprost (Xalatan), travoprost (Travatan), dan brimatoprost (Lumigan). (1,4)

Adrenergic agonists Adalah suatu tipe dari drops yang bekerja seperti adrenalin. Mereka bekerja pada glaucoma dengan kedua-duanya yaitu mengurangi produksi cairan oleh mata dan meningkatkan pengeluarannya (drainage). Adrenergic agonist yang paling populer adalah brimonidine (Alphagan). Bahan ini rupanya melindungi syaraf optik dari kerusakan diluar hanya menurunkan tekanan intraocular. Bagaimanapun, ada risiko sampai 12% dari reaksireaksi alergi lokal (mata). Anggota-anggota lain dari obat-obat tetes kelas ini termasuk epinephrine, dipivefrin (Propine), dan apraclonidine (Iopidine). Carbonic anhydrase inhibitors bekerja pada glaucoma dengan mengurangi produksi cairan didalam mata. Bentuk-bentuk tetes mata dari obat-obatan tipe ini termasuk dorzolamide (Trusopt) dan brinzolamide (Azopt). Mereka dipakai dua atau tiga kali dalam sehari. (1)

Carbonic anhydrase inhibitors Dipakai dengan cara lain sebagai pil-pil (secara sistimatis) untuk menghilangkan cairan dari tubuh pada pasien-pasien dengan pembengkakkan (edema) yang disebabkan oleh penahanan cairan. Bentukbentuk oral dari obat-obatan ini yang dipakai untuk glaucoma termasuk acetazolomide (Diamox) dan methazolamide (Neptazane). Penggunaan mereka dalam kondisi ini, bagaimanapun, dibatasi oleh efek-efek samping sistemik (keseluruh tubuh) mereka, termasuk pengurangan dari potassium
REFERAT LOW TENSION GLAUCOMA 14

tubuh, batu-batu ginjal, sensasi-sensasi kekebasan (mati rasa) atau rasa geli pada tangan-tangan dan kaki-kaki, kelelahan, dan mual. (1,4)

Parasympathomimetic agents Disebut miotics karena mereka menyempitkan pupil-pupil, bekerja dengan melawan unsur-unsur yang menyerupai adrenalin. Mereka bekerja pada glaucoma dengan meningkatkan pengeluaran aqueous dari mata. Drops-drops ini termasuk pilocarpine, demecarium (Humorsol), echothiophate (Phospholine Iodide), dan isoflurophate (Floropryl). (1) Parasympathomimetics telah digunakan bertahun-tahun untuk merawat glaucoma, namun mereka sekarang ini tidak disukai karena mereka perlu digunakan tiga sampai empat kali dalam sehari dan menghasilkan efek-efek samping didalam mata. Efek-efek samping ini termasuk suatu pupil kecil, penglihatan kabur, suatu kening yang sakit, dan suatu peningkatan risiko dari pelepasan retina (retinal detachment). Pada saat ini, pilocarpine adalah satu-satunya dari obat-obatan ini yang digunakan untuk glaucoma. Dipakai terutama untuk menjaga pupil tetap kecil pada pasienpasien dengan konfigurasi iris tertentu (plateau iris) atau pada pasien-pasien dengan sudut sempit (narrow angle) sebelum laser iridotomy. (1)

Osmotic agents Adalah suatu kelas tambahan dari obat-obatan yang digunakan untuk merawat bentuk-bentuk mendadak (akut) dari glaucoma dimana tekanan mata tetap sangat tinggi walaupun dengan perawatan-perawatan lainnya. Obat-obatan ini termasuk Isosorbide (diberikan melalui mulut) dan Mannitol (diberikan melalui vena-vena). Obat-obatan ini harus digunakan secara hati-hati karena mereka mempunyai efek-efek samping termasuk
REFERAT LOW TENSION GLAUCOMA 15

mual, akumulasi cairan pada jantung dan/atau pada paru-paru (gagal jantung congestive dan/atau pulmonary edema), perdarahan di otak, dan persoalanpersoalan ginjal. Penggunaan mereka dilarang pada pasien-pasien dengan diabetes yang tidak terkontrol, persoalan-persoalan dengan jantung, ginjal, atau hati (hepar). (1) Beberapa kelas-kelas baru dari obat-obat tetes glaucoma pada saat ini sedang dalam pengembangan atau menunggu persetujuan FDA. Laser atau Operasi Penatalaksanaan yang dapat digunakan untuk low tension glaucoma ialah trabeculoplasty. Sebeneranya ada beberapa bentuk-bentuk terapi laser untuk glaukoma. Laser iridotomy melibatkan pembuatan suatu lubang pada bagian mata yang berwarna (iris) untuk mengizinkan cairan mengalir secara normal pada mata dengan sudut sempit atau tertutup (narrow or closed angles). Laser trabeculoplasty adalah suatu prosedur laser dilaksanakan hanya pada mata-mata dengan sudut-sudut terbuka (open angles). Laser trabeculoplasty tidak menyembuhkan glaucoma, namun sering dilakukan daripada meningkatkan jumlah obat-obat tetes mata yang berbeda-beda. Pada beberapa kasus-kasus, dia digunakan sebagai terapi permulaan atau terapi utama untuk open-angle glaucoma. Prosedur ini adalah metode yang cepat, tidak sakit, dan relatif aman untuk menurunkan tekanan intraocular. Dengan mata yang dibius dengan obat-obat tetes bius, perawatan laser dilaksanakan melalui lens kontak yang berkaca pada sudut mata (angle of the eye). Microscopic laser yang membakar sudut mengizinkan cairan keluar lebih leluasa dari kanal-kanal pengaliran. (1) Laser trabeculoplasty sering dilaksanakan dalam dua sesi, minggu atau bulan terpisah. Sayangnya, pengaliran yang diperbaiki sebagai hasil dari perawatan mungkin berlangsung hanya kira-kira dua tahun, dimana saat itu kanal-kanal pengaliran (drainage channels) bertendensi untuk tersumbat lagi. Ada dua tipe dari laser trabeculoplasty: argon laser trabeculoplasty (ALT) dan selective laser trabeculoplasty (SLT). ALT pada umumnya tidak diulang setelah sesi kedua disebabkan oleh pembentukkan dari jaringan parut pada sudut (angle). SLT
REFERAT LOW TENSION GLAUCOMA 16

kelihatannya tidak menghasilkan luka parut pada sudut, jadi, secara teori, dia dapat diulang beberapa kali. Bagaimanapun, kemungkinan untuk sukses dengan perawatan-perawatan tambahan tetap sangat kecil. Jadi, pilihan-pilhan untuk pasien pada saat itu adalah untuk memulai lagi menggunakan obat-obat tetes mata atau meneruskan pada operasi. (1)

Laser cilioablation (juga dikenal sebagai penghancuran badan ciliary atau cyclophotocoagulation) adalah bentuk lain dari perawatan yang umumnya dicadangkan untuk pasien-pasien dengan bentuk-bentuk yang parah dari glaucoma dengan potensi penglihatan yang miskin. Prosedur ini melibatkan pelaksanaan pembakaran laser pada bagian mata yang membuat cairan aqueous (ciliary body). Pembakaran laser ini menghancurkan sel-sel yang membuat cairan, dengan demikian mengurangi tekanan mata. Tipe laser ini secara khas dilaksanakan setelah terapi-terapi lain yang lebih tradisional gagal. (1) Operasi Glaucoma Trabeculectomy adalah suatu prosedur operasi mikro yang sulit, digunakan untuk merawat glaucoma. Pada operasi ini, suatu potongan kecil dari trabecular meshwork yang tersumbat dihilangkan untuk menciptakan suatu pembukaan dan suatu jalan kecil penyaringan yang baru dibuat untuk cairan keluar dari mata. Untk jalan-jalan kecil baru, suatu bleb penyaringan kecil diciptakan dari jaringan conjunctiva (conjunctival tissue). Conjunctiva adalah penutup bening diatas putih mata. Filtering bleb adalah suatu area yang timbul seperti bisul yang ditempatkan pada bagian atas mata dibawah kelopak atas. Sistim pengaliran baru ini mengizinkan cairan untuk meninggalkan mata, masuk ke bleb, dan kemudian lewat masuk kedalam sirkulasi darah kapiler (capillary blood circulation) dengan demikian menurunkan tekanan mata. Trabeculectomy adalah operasi glaucoma yang paling umum dilaksanakan. Jika sukses, dia merupakan alat paling efektif menurunkan tekanan mata. (4)

REFERAT LOW TENSION GLAUCOMA

17

Aqueus shunt devices (Glaucoma implants or tubes) adalah alat-alat pengaliran tiruan untuk menurunkan tekanan mata. Meraka pada dasarnya adalah tabungtabung mikroskopic yang dipasang pada suatu reservoir. Reservoir ini ditempatkan dibawah jaringan conjunctiva (conjunctival tissue). Tabung yang sesungguhnya (yang memanjang dari reservoir) ditempatkan didalam mata untuk menciptakan suatu jalan kecil baru untuk cairan keluar dari mata. Cairan ini berkumpul diatas reservoir dibawah conjunctiva menciptakan suatu filtering bleb. Prosedur ini mungkin dilaksanakan sebagai suatu alternatif dari trabeculectomy pada pasienpasien dengan tipe-tipe tertentu glaucoma. (4)

Viscocanalostomy adalah suatu prosedur operasi alternatif yang digunakan untuk menurunkan tekanan mata. Dia melibatkan penghilangan suatu potongan dari sclera (dinding mata) untuk meninggalkan hanya suatu membran yang tipis dari jaringan melaluinya cairan aqueous dapat dengan lebih mudah mengalir. Ketika dia lebih tidak invasiv dibanding trabeculectomy dan aqueous shunt surgery, dia juga bertendensi lebih tidak efektif. (4) Ahli bedah kadangkala menciptakan tipe-tipe lain dari sistim pengaliran (drainage systems). Ketika operasi glaucoma seringkali efektif, komplikasikomplikasi, seperti infeksi atau perdarahan, adalah mungkin. Maka, operasi umumnya dicadangkan untuk kasus-kasus yang dengan cara lain tidak dapat dikontrol. (4)

II. 8. Prognosis Apabila terdeteksi dini, sebagian besar pasien glaukoma dapat ditangani dengan baik secara medis. Apabila obat tetes antiglaukoma dapat mengontrol tekanan intaokular pada mata yang belum mengalami kerusakan glaumatosa luas, prognosis akan baik (walaupun penurunan lapangan pandang dapat terus berlanjut).
(1,4)

REFERAT LOW TENSION GLAUCOMA

18

REFERAT LOW TENSION GLAUCOMA

19

BAB III KESIMPULAN

Low tension glaucoma atau disebut juga normal tension glaucoma adalah suatu varian dari glaukoma sudut terbuka yang sekarang lebih sering dikenali daripada dahulu. Pada low tension glaucoma banyak faktor yang mempengaruhi perkembangan tidak terjadinya peningkatan TIO bahkan selalu normal, namun penyebab pastinya tidak diketahui. Ketidaknormalan perfusi nervus optik akan meningkatkan terjadinya kerusakan pada nervus optik. Tipe glaukoma ini diperkirakan ada hubungannya, meski kecil, dengan kurangnya sirkulasi darah di syaraf/nervus opticus, yang mana mengakibatkan kematian dari sel-sel yang bertugas membawa impuls/rangsang tersebut dari retina menuju ke otak. Sebagai tambahan, kerusakan yang terjadi karena hubungannya dengan tekanan dalam bola mata juga bisa terjadi pada yang masih dalam batas normal tinggi (high normal), jadi tekanan yang lebih rendah dari normal juga seringkali dibutuhkan untuk mencegah hilangnya penglihatan yang lebih lanjut. Glaukoma bertekanan normal ini paling sering terjadi pada orang-orang yang memiliki riwayat penyakit pembuluh darah, orang Jepang atau pada wanita. (2,5) Pasien dengan low tension glaucoma memperlihatkan peningkatan perubahan glaukomatosa pada diskus optik dan defek lapangan pandang tanpa peningkatan tekanan intraokular. Kamal dan Hitchings menetapkan beberapa kriteria yaitu:
Tekanan intraokular rata-rata adalah 21 mmHg dan tidak pernah melebihi

24 mmHg. Pada pemeriksaan gonioskopi didapatkan sudut bilik mata depan terbuka.
Gambaran kerusakan diskus optikus dengan cupping glaumatosa yang

disertai defek lapangan pandang.


Kerusakan glaumatosa yang progresif.

Pasien-pasien ini susah diterapi berfokus pada kontrol tekanan intraokular.(7)


REFERAT LOW TENSION GLAUCOMA

karena penanganan terapinya tidak

20

DAFTAR PUSTAKA

1. Vaughan, Daniel G. Asbury, Taylor. Asylor. Riordan, Paul. ( 2010)

Glaukoma: Oftalmologi Umum. Penerbit Kedokteran EGC. Jakarta. 220238.


2. Ilyas, S. (2007) Glaukoma: Ilmu Penyakit Mata. Fakultas Kedokteran

Hasanudin. Jakarta. 110-115.


3. Wijana, N. (1993) Glaukoma: Ilmu Penyakit Mata. Jakarta: EGC. 1993. 4. Koner, KS. (2000) Primary Open Agle Glaucoma. Clinical Pathway of

Glaucoma. Thieme. New York.780-810.


5. Dunitz, M. (2003) Anatomy, Physiology, and Patophysiology: Handbook of

Glaucoma. Second Edition. Tayor an Francis. London. 267-275.


6. Smith, Morton. (1986) Glaucoma, Lens, and Anterior Segmen Trauma:

Opthalmology Basic and Clinical Science Course. American Academy of Ophthalmology. California. 49-54.
7. Available at: http://www.glaucomafoundation.org/about_glaucoma.htm 8. Available at: http://www.seagig.org

REFERAT LOW TENSION GLAUCOMA

21