Anda di halaman 1dari 1

Sulfanilamide (also spelled sulphanilamide) is a sulfonamide antibacterial. Chemically, it is a molecule containing the sulfonamide functional group attached to an aniline.

As an antibiotic, it functions by competitively inhibiting (ie, by acting as a substrate analogue) enzymatic reactions involving para-aminobenzoic acid (PABA). PABA is needed in enzymatic reactions that produce folic acid which acts as a coenzyme in the synthesis of purine, pyrimidine and other amino acids. The term "sulfanilamides" is also used to describe a family of molecules containing these functional groups. Examples include: Furosemide, a loop diuretic Sulfadiazine, an antibiotic Sulfamethoxazole, an antibiotic Gerhard Domagk, who directed the testing of the prodrug Prontosil in 1935, and Jacques and Thrse Trfoul, who along with Federico Nitti and Daniel Bovet in the laboratory of Ernest Fourneau at the Pasteur Institute, discovered the active component, 4-aminobenzenesulfonamide, are generally credited with the discovery of sulfanilamide as a chemotherapeutic agent. Domagk was awarded the Nobel Prize for his work

Sulfanilamide (sulphanilamide juga dieja) adalah sulfonamide antibakteri. Kimia, itu adalah molekul yang mengandung gugus fungsi sulfonamida melekat pada sebuah anilin. Sebagai antibiotik, ia berfungsi dengan kompetitif menghambat (yaitu, dengan bertindak sebagai substrat analog) reaksi enzimatik yang melibatkan paraaminobenzoic acid (PABA). PABA diperlukan dalam reaksi enzimatik yang menghasilkan asam folat yang berfungsi sebagai koenzim dalam sintesis purin, pirimidin dan asam amino lainnya. Istilah "sulfanilamides" juga digunakan untuk menggambarkan sebuah keluarga molekul yang mengandung kelompok-kelompok fungsional. Contoh termasuk: Furosemide, loop Sulfadiazin diuretik, sebuah Sulfametoksazol antibiotik, antibiotik merupakan Gerhard Domagk, yang diarahkan pengujian Prontosil prodrug pada tahun 1935, dan Jacques dan Thrse Trfoul, yang bersama dengan Federico Nitti dan Daniel Bovet di laboratorium Ernest Fourneau di Institut Pasteur, menemukan komponen aktif, 4-aminobenzenesulfonamide, umumnya dikreditkan dengan penemuan sulfanilamide sebagai agen kemoterapi. Domagk dianugerahi Hadiah Nobel untuk karyanya