Anda di halaman 1dari 8

Laporan Tetap Praktikum Kimia

Di Susun Oleh :
Kelas : XII IPA 2 Kelompok : 3 (tiga) Anggota : - Didi Intan Pratiwi - Novrida Dwi P. S - Satrio Dwi A - Timothy A. Y

(07) (20) (25) (27)

Sel Volta
1. Tujuan percobaan : Untuk mempelajari cara merakit sel volta dan mengukur potensial sel volta 2. Alat dan bahan : 1. Gelas kimia 2. Jembatan garam 3. Voltmeter 4. Kabel/penjepit buaya 5. Lempeng logam 6. Larutan ZnSO4 1 M 7. Larutan CuSO4 1 M 8. Larutan KI

3. Rumusan masalah : Berapa potensial sel pada rangkaian sel volta antara larutan ZnSO4 dengan larutan CuSO4 4. Landasan teori : : Larutan ZnSO4, larutan CuSO4 : E sel : Voltmeter

5. Variabel : a. Variabel manipulasi b. Variabel respon c. Variabel kontrol 6. Hipotesis 7. Prosedur

: Suatu sel volta akan mengalami reaksi apabila E selnya bernilai positif : a. Siapkan peralatan yang dibutuhkan b. Masukkan larutan ZnSO4 dan CuSO4 ke dalam gelas reaksi yang berbeda c. Celupkan jembatan garam ke dalam gelas reaksi

8. Hasil Pengamatan : Cu Cu+2 + 2e Zn+2 + 2e Zn E sel secara praktek :

E sel = +0,34 V E sel = - 0,76 V

30 2,5 = +0,75V 100 Notasi : Zn Zn+2 Cu+2 Cu

9. Analisis data : Cu Cu+2 + 2e Zn+2 + 2e Zn E sel secara praktek : 30 2,5 = +0,75V 100 Notasi : Zn Zn+2 Cu+2 Cu

E sel = +0,34 V E sel = - 0,76 V

10.

Kesimpulan

Elektrolisis
1. Tujuan percobaan : Untuk Mengamati yang terjadi di katoda dan di anoda pada elektrolisis larutan KI. 2. Alat dan bahan 1. Larutan KI 2. Pipa U :

3. 4. 5. 6.

Baterai kotak 9 V Kabel/penjepit buaya Larutan fenolftalein (pp) Pipet : :

3. Rumusan masalah 4. Landasan teori

Sel elektrolisis merupakan kebalikan dari sel volta. Dalam sel elektrolisis, listrik digunakan untuk melangsungkan reaksi redoks tak spontan. Sel elektrolisis terdiri dari sebuah electrode, elektrolit, dan sumber arus searah. Electron memasuki sel elektrolisis melelui kutub negatif (katoda). Spesi tertentu dalam larutan menyerap electron dari katoda dan mengalami reduksi. Sedangkan spesi lain melepas electron di anoda dan mengalami oksidasi. Reaksi elektrolisis terdiri dari reaksi katoda, yaitu reduksi, dan reaksi anoda, yaitu oksidasi. Spesi yang terlibat dalam reaksi katoda dan anoda bergantung pada potensial elektroda dari spesi tersebut. Ketentuannya sebagai berikut. Spesi yang mengalami reduksi di katoda adalah spesi yang potensial reduksinya terbesar. Spesi yang mengalami oksidasi di anoda adalah spesi yang potensial oksidasinya terbesar. Sel elektrolisis terbagi menjadi 2, yaitu: 1. Elektrolisis larutan elektrolit. 2. Elektrolisis larutan non elektrolit. Elektroda dalam sel elektrolisis terbagi menjadi 2, yaitu: 1. Elektroda inert/tidak aktif (elektroda karbon, platina, dan emas) 2. Elektroda selain inert/aktif. Sel Elektrolisis adalah sel yang menggunakan arus listrik untuk menghasilkan reaksi redoks yang diinginkan dan digunakan secara luas di dalam masyarakat kita. Atau juga biasa diartikan energi yang digunakan untuk menghantarkan reaksi kimia. Contohnya seperti penyepuhan, pemurnian logam, penyetruman accu/aki. Baterai aki yang dapat diisi ulang merupakan salah satu contoh aplikasi sel elektrolisis dalam kehidupan sehari-hari . Baterai aki yang sedang diisi kembali (recharge) mengubah energi listrik yang diberikan menjadi produk berupa bahan kimia yang diinginkan. Air, H2O, dapat diuraikan dengan menggunakan listrik dalam sel elektrolisis. Proses ini akan mengurai air menjadi unsur-unsur pembentuknya. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut :

2 H2O(l) > 2 H2(g) + O2(g)


Dalam sel elektrolisis, listrik digunakan untuk melangsungkan reaksi redoks tak spontan. Sel elektrolisis terdiri dari sebuah elektroda, elektrolit, dan sumber arus searah. Elektron memasuki sel elektrolisis melelui kutub negatif ( katoda ). Spesi tertentu dalam larutan menyerap elektron dari katoda dan mengalami reduksi. Sedangkan spesi lain melepas elektron di anoda dan mengalami oksidasi. Beberapa pengertian yang terdapat pada sel elektrolisis, sebagai berikut:

1.

Anoda ( elektroda negatif ) adalah elektroda tempat terjadinya reaksi oksidasi. 2. Katoda ( elektroda positif ) adalah elektroda tempat terjadinya reaksi reduksi. 3. Kation adalah ion yang kekurangan elektron. Karena Kation bergerak menuju elektroda negatif dan terjadi reaksi pengikatan elektron atau reaksi reduksi. 4. Anion adalah ion yang kelebihan elektron. Karena Anion bergerak menuju elektroda positif dan melepaskan elektronnya terjadi reaksi reduksi. 5. Variabel Variabel manipulasi Variabel respon Variabel kontrol : : : Reaksi warna larutan saat ditetesi PP : batang baterai (C), PP (fenolftalein)

6. Hipotesis : Pada katoda bernilai negatif (-) dan pada anoda bernilai positif (+) 7. Prosedur : 1. Pasanglah pipa U di statif dan kedua lubang diberikan elektroda karbon yang sudah dirangkai dengan kabel yang dihubungkan dengan adaptor. 2. Lalu masukkan larutan KI pada gelas beker, tuangkan ke dalam pipa U. 3. Kemudian tambahkan 3 tetes indikator fenolftalein ke dalam masingmasing lubang pipa U. 4. Elektrolisis kedua larutan itu sampai terlihat suatu perubahan pada sekitar kedua elektrolida. 8. Hasil Pengamatan :

Larutan Sekitar katoda Sekitar anoda

+ Ditambahkan + PP + PP

Berubah warna menjadi Ungu kemerahan (merah betadine) Biru kehitaman

Keterangan Membuktikan adanya basa/ OHMengandung I2

1. Warna larutan sebelum dielektrolisis adalah bening. 2. Sesuatu dielektrolisis : a) Perubahan pada ruang katoda Pada larutan berubah menjadi berwarna ungu, akan tetapi setelah lama kelamaan warna agak memudar atau menghilang secara perlahan b) Perubahan pada ruang anoda Pada larutan berubah menjadi berwarna merah betadine 9. Analisis data : Diruang anoda yang sebagai hasil elektrolisis adalah I2

Elektrolisis Larutan KI KI K+ + IA (+) : 2 I- I2 + 2 e K (-) : 2 H2O + 2 e 2 OH- + H2 2 KI + 2 H2O 2 K+ + I2 + 2 OH- + H2 2 KI + 2 H2O 2 KOH + I2 + H2 Elektrolisis terjadi : Katoda bermuatan negative (-) Anoda bermuatan positif (+) 10. Kesimpulan : Elektrolisis larutan Ki ialah penguraian senyawa KI dengan pengaliran arus listrik yang melaluinya. Dari percobaan di atas terbukti bahwa disekitar katoda terdapat gelembung gas H2 dan dengan menggunakan KOH Dalam elektrolisis terjadi perubahan energi listrik menjadi kimia

Korosi Besi

1. Tujuan percobaan : Mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya korosi pada besi 2. Alat dan bahan : 1. 4 buah tabung reaksi 5. Air panas 2. Air suling 6. Larutan CaCl2 3. Minyak tanah 7. Paku 4 buah 4. Kapas 3. Rumusan masalah : Tabung manakah yang paling banyak endapan karat? 4.Landasan teori : Korosi merupakan proses perubahan logam menjadi senyawanya, terutama terjadi dalam lingkungan yang mengandung air, atau peristiwa teroksidasinya suatu logam oleh gas oksigen di udara. Salah satu contoh korosi adalah yang terjadi pada besi, atau biasa disebut dengan karat. Besi yang mengalami korosi membentuk karat dengan rumus Fe2O3.XH2O. Pada proses pengamatan, besi (Fe) bertindak sebagai pereduksi dan oksigen (O2) yang terlarut dalam air bertindak sebagai pengoksidasi. Persamaan reaksi pembentukan karat : Fe2+ + 2e- Anode : Fe 2H2O Katode : O2 + 4H+ + 4eKarat disebut sebagai autokatalis karena karat yang terjadi pada logam akan mempercepat proses pengaratan berikutnya. Proses terjadinya korosi: Keterangan: Logam Fe yang letaknya jauh dari permukaan kontak dengan udara akan dioksidasi menjadi ion Fe2+. Ion ini larut dalam tetesan air. Tempat terjadinya reaksi oksidasi di salah satu ujung tetesan air ini disebut anode. Ion Fe2+ yang terbentuk bergerak dari anode ke katode melalui tetesan air, sedangkan elektron mengalir dari anode ke katode melalui logam. Elektron ini selanjutnya mereduksi O2 dari udara dan menghasilkan air. Ujung tetesan yang merupakan tempat terjadinya reaksi reduksi ini disebut katode. Sebagian O2 dari udara larut dalam tetesan air dan mengoksidasi Fe2+ menjadi Fe3+ yang membentuk karat besi (Fe2O3.XH2O) Kerugian Korosi Besi atau logam yang berkarat bersifat rapuh, mudah larut, dan bercampur dengan logam lain, serta bersifat racun. Jika berkarat, besi yang digunakan sebagai fondasi jembatan menjadi rapuh sehingga mudah ambruk. Alat-alat produksi dalam industri makanan dan farmasi tidak boleh menggunakan logam yang mudah berkarat. Oleh karena itu, untuk kepentingan industri, biasanya digunakan peralatan stainless yang anti karat.

Pencegahan Korosi
Pembuatan logam homogen Pada pembuatan logam dalam industri diusahakan agar zat-zat tercampur sehomogen mungkin dalam logam tersebut. Hal ini untuk menghindari tertumpuknya campuran tersebut di satu bagian, sehingga tidak terjadi

perbedaan potensial listrik antarzat yang dapat memicu terjadinya korosi. Pelapisan dengan cat Pelapisan logam dengan cat bertujuan untuk mencegah kontak antara permukaan logam dengan udara yang mengandung oksigen dan uap air. Pelapisan dengan logam lain Jika logam besi dilapisi Cu (tembaga), Sn (timah), besi akan terlindungi dari korosi karena potensial reduksi Cu dan Sn lebih positif (E Cu2+ | Cu = +0,34 Volt dan E Sn2+ | Sn = -0,14 Volt) daripada potensial reduksi besi (E Fe2+ | Fe = -0,44 Volt). 5. Variabel : Variabel manipulasi tanah, dan larutan CaCl2 Variabel respon Variabel kontrol 6. Hipotesis : : Air suling, air panas, minyak : Paku berkarat : Paku

7. Prosedur : 1. Susunlah alat dan bahan seperti gambar berikut: o Tabung 1 : diisi dengan air suling dan dimasukkan paku o Tabung 2 : diisi dengan CaCl2 dimasukkan kapas lalu dimasukkan paku dan ditutup dengan balon o Tabung 3 : diisi dengan air panas dan dimasukkan paku lalu ditutup dengan balon o Tabung 4 : diisi dengan minyak tanah dan dimasukkan paku 2. Simpan alat dan bahan tersebut di tempat yang aman. 3. Amati logam paku pada masing-masing tabung reaksi 4. Catat hasil pengamatan. 8. Hasil Pengamatan 9. Analisis data 10. Kesimpulan : : : sebuah besi akan cepat berkarat jika dalam lingkungan yang mengandung air.