Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited

)

KKAATTAA PPEENNGGAANNTTAARR
Dengan memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, kami atas nama Pemerintah
Republik Indonesia menyajikan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) Semester I Tahun 2012.
Sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara dan
Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2011 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran
2012 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2012, Pemerintah menyampaikan
laporan pertanggungjawaban atas pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) berupa
laporan keuangan kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Laporan keuangan tersebut terdiri dari Laporan
Realisasi APBN, Neraca, Laporan Arus Kas, dan Catatan atas Laporan Keuangan.
Selain laporan keuangan tahunan yang disampaikan kepada DPR dalam bentuk Rancangan UndangUndang tentang Pertanggungjawaban atas Pelaksanaan APBN, dalam rangka meningkatkan transparansi
dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara, Pemerintah telah menyusun dan menyajikan laporan
keuangan interim, yaitu LKPP Semester I Tahun 2012.
Sehubungan dengan LKPP Semester I Tahun 2012 ini, perlu kami kemukakan hal-hal sebagai
berikut:
1.

Laporan Realisasi APBN memberikan informasi tentang realisasi pendapatan, belanja, dan pembiayaan.
Berdasarkan laporan ini, realisasi Pendapatan Negara dan Hibah Semester I Tahun Anggaran (TA)
2012 adalah sebesar Rp593,73 triliun, atau 45,28 persen dari yang ditetapkan dalam APBN TA 2012.
Sementara itu, realisasi Belanja Negara adalah sebesar Rp628,61 triliun, atau 43,79 persen dari yang
dianggarkan dalam APBN TA 2012, sehingga terjadi Defisit Anggaran sebesar Rp34,88 triliun.
Realisasi Pembiayaan Neto adalah sebesar Rp100,48 triliun, dan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran
(SiLPA) sebesar Rp65,60 triliun.

2.

Neraca menyajikan informasi tentang posisi aset, kewajiban, dan ekuitas Pemerintah Pusat per 30
Juni 2012. Dari Neraca tersebut diinformasikan bahwa nilai Aset adalah sebesar Rp3.259,36 triliun
dan Kewajiban sebesar Rp2.077,40 triliun, sehingga Ekuitas Dana Neto (kekayaan bersih) Pemerintah
Pusat per 30 Juni 2012 adalah sebesar Rp1.181,96 triliun;

3.

Laporan Arus Kas menyajikan informasi penerimaan dan pengeluaran kas dari Kas Umum Negara. Dari
Laporan Arus Kas tersebut diperoleh informasi bahwa saldo kas per 30 Juni 2012 sebesar Rp107,84
triliun, koreksi saldo awal sebesar Rp0,12 triliun, kenaikan Kas Negara selama Semester I TA 2012
sebesar Rp61,25 triliun, dan penyesuaian selisih kurs sebesar Rp1,25 triliun, sehingga saldo Kas
Bendahara Umum Negara (BUN), Kas (Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara) KPPN, dan Kas
Badan Layanan Umum (BLU) per 30 Juni 2012 adalah sebesar Rp170,46 triliun;

4.

Catatan atas Laporan Keuangan dimaksudkan agar pengguna laporan keuangan dapat memperoleh
informasi tentang hal-hal yang termuat dalam laporan keuangan. Catatan atas Laporan Keuangan
meliputi uraian tentang kebijakan fiskal, kebijakan akuntansi, dan penjelasan pos-pos laporan keuangan,
daftar rinci atau uraian atas nilai pos yang disajikan dalam Laporan Realisasi APBN, Neraca, dan
Laporan Arus Kas;

5.

LKPP Semester I Tahun 2012 berstatus sebagai laporan keuangan yang belum diperiksa (unaudited).

LKPP Semester I Tahun 2012 ini disusun berdasarkan Sistem Akuntansi Pemerintah Pusat (SAPP)
yang telah diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 171/PMK.05/2007 tentang Sistem Akuntansi
dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan
Kata Pengantar -iii-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)

Nomor 233/PMK.05/2011, dengan mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang
Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) Lampiran II-SAP Berbasis Kas Menuju Akrual.
LKPP Semester I Tahun 2012 menginformasikan juga mengenai Rencana Tindak Pemerintah
terhadap Temuan Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas LKPP Tahun 2011.
Pemerintah mengharapkan tanggapan, saran, maupun kritik yang konstruktif dari para pemangku
kepentingan (stakeholders), sehingga kualitas LKPP akan semakin meningkat. Pemerintah akan terus
berupaya untuk dapat menyusun dan menyajikan LKPP secara andal sehingga terwujud tata kelola
pemerintahan yang baik (good governance).

Kata Pengantar -iv-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)

IINNDDEEKKSS IISSII
KATA PENGANTAR ..........................................................................................................................................

iii

INDEKS ISI …………......................………….………………………………………………………………………………………..

v

INDEKS TABEL …………………………………………………………………………………………………………………………....

vi

INDEKS GRAFIK …………………………………...……………………………………………………………………………………..

vii

INDEKS DAFTAR ………………………………..……………………………………………………………..................................

ix

INDEKS SINGKATAN …………………………………………………………………………………………………………………..

x

INDEKS CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN ……………………………………………………………………………..

xiii

PERNYATAAN TANGGUNG JAWAB ..............................................................................................................

xvii

RINGKASAN …………………………………………………….………………………………………………………………………..

2

I. LAPORAN REALISASI APBN .....................………………………………….………….........................................

6

II. NERACA ..............................………………………………………………………………..........................................

9

III. LAPORAN ARUS KAS ......................……………………………………………………….......................................

11

IV. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN ................……………………………..…..........................................

15

A. PENJELASAN UMUM ................………………………………………………................................................

15

A.1. DASAR HUKUM ……………………………….…………………………………………………………………….

15

A.2. KEBIJAKAN FISKAL/KEUANGAN DAN EKONOMI MAKRO .....................................................

15

A.3. PENDEKATAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN ...........................................................

29

A.4. KEBIJAKAN AKUNTANSI ...............…………………………………….............................................

33

B. PENJELASAN ATAS POS-POS LAPORAN REALISASI APBN ............................................................

46

B.1. PENJELASAN UMUM LAPORAN REALISASI APBN ...............................................................

46

B.2. PENJELASAN PER POS LAPORAN REALISASI APBN ............................................................

47

B.3. CATATAN PENTING LAINNYA ...............................................................................................

66

C. PENJELASAN ATAS POS-POS NERACA .................…………………………...........................................

70

C.1. POSISI KEUANGAN SECARA UMUM ....................................................................................

70

C.2. PENJELASAN PER POS NERACA ..........................................................................................

71

C.3. CATATAN PENTING LAINNYA ..............................................................................................

126

D. PENJELASAN ATAS POS-POS LAPORAN ARUS KAS ..............…………............................................

143

D.1. IKHTISAR LAPORAN ARUS KAS ..........................................................................................

143

D.2. PENJELASAN PER POS LAPORAN ARUS KAS ......................................................................

146

DAFTAR ......................................................................................................................................................

205

Indeks Isi- v -

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)

IINNDDEEKKSS TTAABBEELL
1.

Asumsi Dasar APBN dan Realisasi APBN Semester I Tahun 2012

20

2.

Perbandingan Realisasi Anggaran TA 2012 dan 2011

21

3.

Perkembangan Realisasi Transfer Daerah Tahun 2009-Semester I Tahun 2012

27

4.

Realisasi Belanja Pemerintah Pusat Menurut Fungsi Semester I TA 2012 dan TA 2011

53

5.

Piutang Pajak per Jenis Pajak pada Ditjen Pajak

75

6.

Piutang Pajak per Jenis Pajak pada Ditjen Bea dan Cukai

77

7.

Posisi Utang Luar Negeri, SBN, dan Promissory Notes

119

8.

Posisi Utang Luar Negeri Menurut Valuta Asing

119

9.

Saldo Anggaran Lebih Semester I TA 2012 dan TA 2011

120

10. Laporan Rekening Nomor 600.000.411980 Semester I Tahun 2012 dan 2011

126

Indeks Tabel -vi-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)

IINNDDEEKKSS GGRRAAFFIIKK
1.

Struktur PDB Menurut Komponen Penggunaan Triwulan I Tahun 2012

16

2.

Struktur PDB Menurut Lapangan Usaha Semester I Tahun 2012

17

3.

Tren Laju Inflasi selama Tahun 2011 dan Semester I Tahun 2012

17

4.

Perkembangan Ekspor Semester I Tahun 2012

18

5.

Perkembangan Impor Semester I Tahun 2012

18

6.

Realisasi CAR, LDR, dan NPL Bulan Januari-Juni 2012

19

7.

Komposisi Pendapatan Negara dan Hibah s.d. Semester I 2012

21

8.

Perkembangan Pendapatan Negara dan Hibah Semester I 2012

21

9.

Persentase Realisasi Belanja Negara Sampai dengan Semester I 2012

24

10. Realisasi Belanja per Klasifikasi Ekonomi

24

11. Realisasi Belanja Modal Semester I 2009-2012

25

12. Realisasi Transfer Daerah sampai dengan Semester I 2012

26

13. Realisasi Penerimaan Perpajakan dan PNBP Semester I TA 2011 dan Semester I TA 2012

46

14. Perkembangan Realisasi Belanja Negara Semester I TA 2011 dan Semester I TA 2012

47

15. Komposisi Realisasi Pendapatan Negara dan Hibah Semester I TA 2011 dan Semester I TA 2012

48

16. Komposisi Alokasi Belanja Negara Semester I TA 2012

51

17. Komposisi Lima Terbesar Kementerian Negara/Lembaga Pengguna Anggaran Belanja Pemerintah Pusat
Semester I TA 2012

52

18. Komposisi Realisasi Belanja Pemerintah Pusat menurut Fungsi Semester I TA 2012

53

19. Komposisi Realisasi Belanja Pemerintah Pusat menurut Jenis Belanja Semester I TA 2012

54

20. Komposisi Realisasi Transfer ke Daerah Semester I TA 2012

58

21. Komposisi Pendapatan BLU Semester I TA 2012

67

22. Pendapatan, Beban, dan Surplus/Defisit BLU Semester I TA 2012

67

23. Perbandingan Aset, Kewajiban, dan Ekuitas Dana Neto pada Neraca Tahun 2008 – Sem I 2012

70

24. Aset, Kewajiban, dan Ekuitas BLU 30 Juni 2012 dan 31 desember 2011

132

25. Komposisi Arus Kas Bersih per Aktivitas

144

Indeks Grafik - vii -

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)

IINNDDEEKKSS DDAAFFTTAARR
1. Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan Pemerintah Pusat Semester I TA 2012 dan 2011

165

2. Laporan Realisasi Anggaran Belanja Pemerintah Pusat Semester I TA 2012

176

3. Laporan Realisasi Dana Perimbangan Semester I TA 2012

210

4. Rekening Khusus per 30 Juni 2012

277

5. Saldo Kas KPPN per 30 Juni 2012

278

6. Rekening Pemerintah Lainnya per 30 Juni 2012

282

7. Saldo Pemerintah Lainnya di Bank Umum per 30 Juni 2012

283

8. Kas Pada K/L dan BUN per 30 Juni 2012

284

9. Piutang Penerimaan Negara Bukan Pajak per 30 Juni 2012

286

10. Bagian Lancar Tuntutan Perbendaharaan/Tuntutan Ganti Rugi per 30 Juni 2012

287

11. Uang Muka Belanja per 30 Juni 2012

288

12. Piutang yang Berasal dari Kewajiban Bank Dalam Likuidasi

289

13. Persediaan per 30 Juni 2012

290

14. Penyertaan Modal Negara Pada BUMN per 30 Juni 2012

292

15. Penyertaan Modal Pemerintah pada Non BUMN per 30 Juni 2012

300

16. Penyertaan Modal Pemerintah pada Organisasi/Lembaga Keuangan Internasional/Regional per 30 Juni
2012

301

17. Aset Tetap pada K/L dan BUN per 30 Juni 2012

302

18. Tagihan Tuntutan Perbendaharaan/Tuntutan Ganti Rugi per 30 Juni 2012

304

19. Aset Tak Berwujud dan Aset Lain-lain per 30 Juni 2012

305

20. Aset KKS per 30 Juni 2012

307

21. Aset Eks BPPN yang dikelola Tim Koordinasi

315

22. Ringkasan Aset Negara yang Dikelola PT PPA per 30 Juni 2012

316

23. Utang kepada Pihak Ketiga dan Pendapatan Diterima Dimuka per 30 Juni 2012

317

24. Bagian Lancar Utang Jangka Penjang – Surat Berharga Negara per 30 Juni 2012

321

25. Surat Berharga Negara Jangka Pendek Dalam Negeri per 30 Juni 2012

325

26. Surat Berharga Negara Jangka Panjang Dalam Negeri per 30 Juni 2012

326

27. Ikhtisar Laporan Barang Milik Negara per 30 Juni 2012

329

28. Ikhtisar Laporan Keuangan BLU per 30 Juni 2012

331

29. Ikhtisar Laporan Keuangan Lembaga Non Struktural per 30 Juni 2012

339

30. Rekapitulasi Hasil Penilaian Aset Bekas Milik Asing/Cina per 30 Juni 2012

343

31. Rencana Tindak Lanjut Pemerintah Terhadap Temuan Pemeriksaan BPK atas Laporan Keuangan
Pemerintah Pusat (LKPP) Tahun 2011

345

Indeks Daftar -viii -

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)

IINNDDEEKKSS SSIINNGGKKAATTAANN
APBD
APBN
APBN-P
BAPPENAS
BBM
BDL
BEJ
BHMN
BI
BKKBN
BLBI
BLU
BPMIGAS
BPHTB
BPJT
BPK
BPKP
BPOM
BPPN
BPPT
BPYBDS
BRR
BULOG
BUMD
BUMN
BUN
CBN
CBP
CFO
CGI
COO
CPI
DAK
DAU
DAU
DBH
DIPA
DJA
DJBC
DJKN
DJP
DJPBN
DPR
DTP
EDI
GBHN
HTI
INDRA
KITE
KKKS
K/L

:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:

Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara-Perubahan
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional
Bahan Bakar Minyak
Bank Dalam Likuidasi
Bursa Efek Jakarta
Badan Hukum Milik Negara
Bank Indonesia
Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional
Bantuan Likuiditas Bank Indonesia
Badan Layanan Umum
Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi
Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan
Badan Pengatur Jalan Tol
Badan Pemeriksa Keuangan
Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan
Badan Pengawas Obat dan Makanan
Badan Penyehatan Perbankan Nasional
Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi
Bantuan Pemerintah Yang Belum Ditetapkan Statusnya
Badan Rekontruksi dan Rehabilitasi
Badan Urusan Logistik
Badan Usaha Milik Daerah
Badan Usaha Milik Negara
Bendahara Umum Negara
Cadangan Benih Nasional
Cadangan Beras Pemerintah
Chief Financial Officer
Consultative Group on Indonesia
Chief Operating Officer
Consumer Price Index
Dana Alokasi Khusus
Dana Alokasi Umum
Dana Abadi Umat
Dana Bagi Hasil
Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran
Direktorat Jenderal Anggaran
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
Direktorat Jenderal Kekayaan Negara
Direktorat Jenderal Pajak
Direktorat Jenderal Perbendaharaan
Dewan Perwakilan Rakyat
Ditanggung Pemerintah
Electronic Data Exchange
Garis-Garis Besar Haluan Negara
Hutan Tanaman Industri
Indonesian Debt Restructuring Agency
Kemudahan Impor Tujuan Ekspor
Kontraktor Kontrak Kerja Sama
Kementerian Negara/Lembaga

Indeks Daftar -ix -

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
KMK
KONI
KPPN
KSM
KU
KUHR
KUMK
KUN
KUT
LAK
LBMN
LDKP
LDR
LKBUN
LKKL
LKP
LKPP
LNSI
LRA
MPN
MP3
NAD
NPL
PDB
PFK
PIP
PMA
PMDN
PMK
PMN
PNBP
PPh
PPN
PPnBM
PSL
PSO
PT PPA
RANTF
RDI
RPD
RPJMN
RPL
SA-BUN
SAI
SAKUN
SAL
SAP
SAPP
SAU
SBN
SBSN
SDA
SDHI
SiAP

:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:

Keputusan Menteri Keuangan
Komite Olahraga Nasional Indonesia
Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara
Kelompok Swadaya Masyarakat
Kiriman Uang
Kredit Usaha Hutan Rakyat
Kredit Usaha Mikro dan Kecil
Kas Umum Negara
Kredit Usaha Tani
Laporan Arus Kas
Laporan Barang Milik Negara
Lembaga Dana Kredit Pedesaan
Loan to Deposit Ratio
Laporan Keuangan Bendahara Umum Negara
Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga
Lembaga Keuangan Pelaksana
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat
Lembaga Non Struktural/Independen
Laporan Realisasi Anggaran
Modul Penerimaan Negara
Monitoring Pelaporan Pembayaran Pajak
Nanggroe Aceh Darussalam
Non-Performing Loan
Pendapatan Domestik Bruto
Perhitungan Fihak Ketiga
Pusat Investasi Pemerintah
Penanaman Modal Asing
Penanaman Modal Dalam Negeri
Peraturan Menteri Keuangan
Penyertaan Modal Negara
Penerimaan Negara Bukan Pajak
Pajak Penghasilan
Pajak Pertambahan Nilai
Pajak Penjualan atas Barang Mewah
Past Service Liability
Public Service Obligation
PT Perusahaan Pengelolaan Aset
Recovery of Aceh Nias Trust Fund
Rekening Dana Investasi
Rekening Pembangunan Daerah
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional
Rekening Pemerintah Lainnya
Sistem Akuntansi Bendahara Umum Negara
Sistem Akuntansi Instansi
Sistem Akuntansi Kas Umum Negara
Saldo Anggaran Lebih
Standar Akuntansi Pemerintahan
Sistem Akuntansi Pemerintah Pusat
Sistem Akuntansi Umum
Surat Berharga Negara
Surat Berharga Syariah Negara
Sumber Daya Alam
Sukuk Dana Haji Indonesia
Sistem Akuntansi Pusat

Indeks Daftar -x -

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
SIBOR
SiKPA
SiLPA
SIMAK-BMN
SKPA
SKPKB
SKPLB
SPKPBM
SLA
SP2D
SPN
SP3
SUN
TA
TGR
THT
TP
TPA
TSA
TSP
USD
USP
UP/TUP

:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:

Singapore Interbank Offered Rate
Sisa Kurang Pembiayaan Anggaran
Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran
Sistem Informasi Manajeman dan Akuntansi Barang Milik Negara
Surat Kuasa Pengguna Anggaran
Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar
Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar
Surat Pemberitahuan Kekurangan Pembayaran Bea Masuk
Subsidiary Loan Agreement
Surat Perintah Pencairan Dana
Surat Perbendaharaan Negara
Surat Perintah Pengesahan Pembukuan
Surat Utang Negara
Tahun Anggaran
Tuntutan Ganti Rugi
Tabungan Hari Tua
Tim Pemberesan Aset
Tagihan Penjualan Angsuran
Treasury Single Account
Tempat Simpan Pinjam
United State Dolar
Usaha Simpan Pinjam
Uang Persediaan/Tambahan Uang Persediaan

Indeks Daftar -xi-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)

IINNDDEEKKSS CCAATTAATTAANN AATTAASS LLAAPPOORRAANN KKEEUUAANNGGAANN

LAPORAN REALISASI APBN
Pendapatan Negara dan Hibah
Catatan
B.2.1
Pendapatan Negara dan Hibah
Catatan
B.2.1.1
Penerimaan Perpajakan
Catatan
B.2.1.1.1
Pajak Dalam Negeri
Catatan
B.2.1.1.2
Pajak Perdagangan Internasional
Catatan
B.2.1.2
Penerimaan Negara Bukan Pajak
Catatan
B.2.1.2.1
Penerimaan Sumber Daya Alam
Catatan
B.2.1.2.2
Bagian Pemerintah atas Laba BUMN
Catatan
B.2.1.2.3
Penerimaan Negara Bukan Pajak Lainnya
Catatan
B.2.1.2.4
Pendapatan BLU
Catatan
B.2.1.3
Penerimaan Hibah

Halaman
47
48
48
49
49
49
49
50
50
51

Belanja Negara
Catatan
B.2.2
Catatan
B.2.2.1
Catatan
B.2.2.1.1
Catatan
B.2.2.1.2
Catatan
B.2.2.1.3
Catatan
B.2.2.1.4
Catatan
B.2.2.1.5
Catatan
B.2.2.1.6
Catatan
B.2.2.1.7
Catatan
B.2.2.1.8

Belanja Negara
Belanja Pemerintah Pusat
Belanja Pegawai
Belanja Barang
Belanja Modal
Pembayaran Bunga Utang
Subsidi
Belanja Hibah
Belanja Bantuan Sosial
Belanja Lain-lain

51
51
54
54
55
56
56
56
57
57

Catatan
Catatan
Catatan
Catatan
Catatan
Catatan
Catatan
Catatan
Catatan

Transfer ke Daerah
Dana Perimbangan
Dana Bagi Hasil
Dana Alokasi Umum
Dana Alokasi Khusus
Dana Otonomi Khusus dan Penyesuaian
Dana Otonomi Khusus
Dana Penyesuaian
Suspen

58
58
58
58
59
59
59
59
60

B.2.2.2
B.2.2.2.1
B.2.2.2.1.1
B.2.2.2.1.2
B.2.2.2.1.3
B.2.2.2.2
B.2.2.2.2.1
B.2.2.2.2.2
B.2.2.3

Surplus (Defisit) Anggaran
Catatan
B.2.3
Surplus (Defisit) Anggaran

60

Pembiayaan
Catatan
Catatan
Catatan
Catatan
Catatan
Catatan
Catatan
Catatan

60
61
61
61
61
62
62
62

B.2.4
B.2.4.1
B.2.4.1.1
B.2.4.1.2
B.2.4.1.3
B.2.4.1.4
B.2.4.1.5
B.2.4.1.6

Pembiayaan
Pembiayaan Dalam Negeri (Neto)
Rekening Pemerintah
Penerimaan Cicilan Pengembalian Penerusan Pinjaman
Privatisasi dan Penjualan Aset Program Restrukturisasi
Surat Berharga Negara (Neto)
Pinjaman Dalam Negeri
Penyertaan Modal Negara/Investasi Pemerintah

Indeks Catatan atas Laporan Keuangan -xii-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan
Catatan
Catatan
Catatan
Catatan
Catatan
Catatan
Catatan

B.2.4.1.7
B.2.4.1.8
B.2.4.2
B.2.4.2.1
B.2.4.2.1.1
B.2.4.2.1.2
B.2.4.2.2
B.2.4.2.3

SiLPA (SiKPA)
Catatan
B.2.5

Kewajiban Penjaminan
Dana Pengembangan Pendidikan Nasional
Pembiayaan Luar Negeri (Neto)
Penarikan Pinjaman Luar Negeri
Penarikan Pinjaman Program
Penarikan Pinjaman Proyek
Penerusan Pinjaman
Pembayaran Cicilan Pokok Utang Luar Negeri

62
63
63
63
63
64
64
65

Sisa Lebih (Kurang) Pembiayaan Anggaran – SiLPA (SiKPA)

65

CATATAN PENTING LAINNYA
Catatan
B.3
Catatan Penting Lainnya

66

NERACA
ASET
Catatan
Catatan
Catatan
Catatan
Catatan
Catatan
Catatan
Catatan
Catatan
Catatan
Catatan
Catatan
Catatan
Catatan
Catatan
Catatan
Catatan
Catatan
Catatan
Catatan
Catatan
Catatan
Catatan
Catatan
Catatan
Catatan
Catatan
Catatan

C.2.1
C.2.2
C.2.3
C.2.4
C.2.5
C.2.6
C.2.7
C.2.8
C.2.9
C.2.10
C.2.11
C.2.12
C.2.13
C.2.14
C.2.15
C.2.16
C.2.17
C.2.18
C.2.19
C.2.20
C.2.21
C.2.22
C.2.23
C.2.24
C.2.25
C.2.26
C.2.27
C.2.28

Aset Lancar
Rekening Kas BUN di BI
Rekening Kas di KPPN
Rekening Pemerintah Lainnya
Kas di Bendahara Pengeluaran
Kas di Bendahara Penerimaan
Kas Lainnya dan Setara Kas
Kas Pada BLU
Uang Muka dari Rekening BUN
Piutang Pajak
Piutang Bukan Pajak
Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran
Bagian Lancar Tagihan Tuntutan Ganti Rugi
Uang Muka Belanja
Piutang dari Kegiatan BLU
Piutang Lain-lain
Bagian Lancar Penerusan Pinjaman
Penyisihan Piutang Tidak Tertagih – Piutang
Investasi Jangka Pendek BLU
Investasi Jangka Pendek Lainnya
Persediaan
Dana Bergulir
Investasi Non Permanen Lainnya
Investasi Permanen PMN
Investasi Permanen BLU
Investasi Permanen Lainnya
Aset Tetap
Aset Lainnya
Penyisihan Piutang Tidak Tertagih – Aset Lainnya

71
71
72
72
73
73
74
74
74
77
80
80
80
81
82
86
86
87
87
87
88
89
90
94
94
94
95
107

C.2.29
C.2.30
C.2.31

Kewajiban Jangka Pendek
Utang Perhitungan Fihak Ketiga
Utang Kepada Pihak Ketiga
Utang Kelebihan Pembayaran Pendapatan

108
108
109

KEWAJIBAN
Catatan
Catatan
Catatan

Indeks Catatan atas Laporan Keuangan -xiii-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan
Catatan
Catatan
Catatan
Catatan
Catatan
Catatan
Catatan
Catatan
Catatan
Catatan
Catatan

C.2.32
C.2.33
C.2.34
C.2.35
C.2.36
C.2.37
C.2.38
C.2.39
C.2.40
C.2.41
C.2.42
C.2.43

Catatan
Catatan
Catatan
Catatan
Catatan
Catatan
Catatan
Catatan
Catatan
Catatan

C.2.44
C.2.45
C.2.46
C.2.47
C.2.48
C.2.49
C.2.50
C.2.51
C.2.52
C.2.53

Catatan
Catatan
Catatan
Catatan
Catatan

C.2.54
C.2.55
C.2.56
C.2.57
C.2.58

Bagian Lancar Utang Jangka Panjang
Utang Biaya Pinjaman
Utang Subsidi
Utang SBN Jangka Pendek
Pendapatan Diterima di Muka
Utang Jangka Pendek Lainnya
Utang Jangka Panjang Dalam Negeri Surat Berharga Negara
Utang Kepada Dana Pensiun dan THT
Utang Jangka Panjang Dalam Negeri Perbankan
Utang Jangka Panjang Dalam Negeri Lainnya
Utang Jangka Panjang Luar Negeri Perbankan
Utang Jangka Panjang Luar Negeri Lainnya
Rekapitulasi Utang Luar Negeri, SBN, dan Promissory Notes
Ekuitas Dana Lancar
Saldo Anggaran Lebih (SAL) Setelah Penyesuaian
SiLPA (SiKPA) Setelah Penyesuaian
Dana Lancar Lainnya
Cadangan Piutang
Cadangan Persediaan
Pendapatan yang Ditangguhkan
Dana yang Harus Disediakan untuk Pembayaran Utang Jangka Pendek
Barang/Jasa yang Masih Harus Diserahkan
Barang/Jasa yang Harus Diterima
Selisih Kurs Bagian Lancar
Ekuitas Dana Investasi
Diinvestasikan dalam Investasi Jangka Panjang
Diinvestasikan dalam Aset Tetap
Diinvestasikan dalam Aset Lainnya
Dana Yang Harus Disediakan Untuk Pembayaran Utang Jangka Panjang
Selisih Kurs Bagian Jangka Panjang

CATATAN PENTING LAINNYA
Catatan
C.3
Catatan Penting Lainnya

110
111
112
113
113
113
114
116
116
116
118
118
119

120
121
121
122
122
122
123
123
123
124
124
124
124
125
125

126

LAPORAN ARUS KAS
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Catatan
D.2.1
Penerimaan Perpajakan
Catatan
D.2.2
PNBP
Catatan
D.2.3
Penerimaan Hibah
Catatan
D.2.4
Belanja Pegawai
Catatan
D.2.5
Belanja Barang
Catatan
D.2.6
Belanja Pembayaran Bunga Utang
Catatan
D.2.7
Subsidi
Catatan
D.2.8
Belanja Hibah
Catatan
D.2.9
Bantuan Sosial
Catatan
D.2.10
Belanja Lain-Lain
Catatan
D.2.11
Dana Bagi Hasil Pajak
Catatan
D.2.12
Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam
Catatan
D.2.13
Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau
Catatan
D.2.14
Dana Alokasi Umum

146
149
151
151
156
156
153
153
153
154
154
154
155
155
Indeks Catatan atas Laporan Keuangan -xiv-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan
Catatan
Catatan

D.2.15
D.2.16
D.2.17

Dana Alokasi Khusus
Dana Otonomi Khusus
Dana Penyesuaian

155
155
156

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI ASET NON KEUANGAN
Catatan
D.2.18
Penjualan Aset
Catatan
D.2.19
Belanja Modal

156
156

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PEMBIAYAAN
Catatan
D.2.20
Penerimaan Pembiayaan Dalam Negeri
Catatan
D.2.21
Penerimaan Pembiayaan Luar Negeri
Catatan
D.2.22
Penerimaan Pengembalian Penerusan Pinjaman
Catatan
D.2.23
Pengeluaran Pembiayaan Dalam Negeri
Catatan
D.2.24
Pengeluaran Pembiayaan Luar Negeri
Catatan
D.2.25
Penyertaan Modal Negara/Investasi Pemerintah
Catatan
D.2.26
Penerusan Pinjaman

157
158
159
159
160
160
160

ARUS KAS DARI AKTIVITAS NON ANGGARAN
Catatan
D.2.27
Perhitungan Fihak Ketiga (Neto)
Catatan
D.2.28
PFK Prefinancing dan PFK Lainnya (Neto)
Catatan
D.2.29
Kiriman Uang (Neto)
Catatan
D.2.30
Transito (Neto)

161
162
162
163

Indeks Catatan atas Laporan Keuangan -xv-

REPUBLIK INDONESIA

PERNYATAAN TANGGUNG JAWAB

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

PERNYATAAN TANGGUNG JAWAB

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) Semester I Tahun 2012
(Unaudited) yang terdiri dari Laporan Realisasi APBN, Neraca,
Laporan Arus Kas, dan Catatan atas Laporan Keuangan sebagaimana
terlampir, adalah merupakan tanggung jawab kami.
LKPP Semester I Tahun 2012 (Unaudited) ini telah disusun berdasarkan
sistem pengendalian intern yang memadai, dan isinya telah menyajikan
informasi pelaksanaan APBN dan posisi keuangan Pemerintah Pusat
secara layak sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP).
LKPP Semester I Tahun 2012 (Unaudited) merupakan konsolidasian
dari Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga (LKKL) dan
Laporan Keuangan Bendahara Umum Negara (LKBUN).

REPUBLIK INDONESIA

RINGKASAN

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)

RRIINNGGKKAASSAANN
Berdasarkan Pasal 23 Undang-Undang Dasar 1945, Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2003 tentang
Keuangan Negara, dan UU Nomor 22 Tahun 2011 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun
Anggaran 2012 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2012, Pemerintah menyusun
laporan pertanggungjawaban atas pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran
(TA) 2012 dalam bentuk laporan keuangan. Laporan keuangan tersebut terdiri dari Laporan Realisasi APBN,
Neraca, Laporan Arus Kas, dan Catatan atas Laporan Keuangan serta dilampiri Ikhtisar Laporan Keuangan
Perusahaan Negara, Ikhtisar Laporan Keuangan Badan Layanan Umum (BLU) dan Badan Lainnya. Selain laporan
keuangan tahunan yang disampaikan kepada DPR dalam bentuk Rancangan Undang-Undang tentang
Pertanggungjawaban atas Pelaksanaan APBN, dalam rangka meningkatkan transparansi dan akuntabilitas
pengelolaan keuangan negara dan sesuai amanat PP Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan
Kinerja Instansi Pemerintah, Pemerintah telah menyusun dan menyajikan laporan keuangan interim, yaitu LKPP
Semester I Tahun 2012.
LKPP Semester I Tahun 2012 ini telah disusun dan disajikan sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun
2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) Lampiran II (PSAP Berbasis Kas Menuju Akrual).
LKPP Semester I Tahun 2012 ini disusun berdasarkan konsolidasian Laporan Keuangan Kementerian Negara/
Lembaga (LKKL) dan Laporan Keuangan Bendahara Umum Negara (LKBUN).
1. LAPORAN REALISASI APBN
Laporan Realisasi APBN menggambarkan perbandingan antara APBN TA 2012 dengan realisasinya, yang
mencakup unsur-unsur pendapatan, belanja, dan pembiayaan selama periode 1 Januari 2012 - 30 Juni 2012.
Realisasi Pendapatan Negara dan Hibah pada Semester I TA 2012 adalah sebesar Rp593,73 triliun atau 45,28
persen dari APBN. Sementara itu, realisasi Belanja Negara pada Semester I TA 2012 adalah sebesar Rp628,61
triliun atau 43,79 persen dari APBN. Jumlah realisasi Belanja Negara tersebut terdiri dari realisasi Belanja
Pemerintah Pusat sebesar Rp392,78 triliun atau 40,70 persen dari APBN, dan realisasi Transfer ke Daerah
sebesar Rp235,53 triliun atau 50,07 persen dari APBN. Selain itu, pada Semester I TA 2012 terdapat Suspen
Belanja sebesar Rp0,30 triliun.
Realisasi Defisit Anggaran Semester I TA 2012 adalah sebesar Rp34,88 triliun. Realisasi Pembiayaan Neto
Semester I TA 2012 adalah sebesar Rp100,48 triliun atau 81,02 persen dari APBN, sehingga terjadi Sisa Lebih
Pembiayaan Anggaran (SiLPA) sebesar Rp65,60 triliun.
Ringkasan Laporan Realisasi APBN Semester I TA 2012 dan 2011 dapat disajikan sebagai berikut (Rp triliun):
Semester I TA 2012 (Unaudited)
Uraian

Pendapatan Negara dan Hibah
Belanja Negara
Belanja Pemerintah Pusat
Transfer ke Daerah
Suspen Belanja Negara
Surplus (Defisit) Anggaran
Pembiayaan Neto
SiLPA (SiKPA)

Anggaran
(UU No. 22/2011)
1.311,39
1.435,41
965,00
470,41
(124,02)
124,02
0

Realisasi
593,73
628,61
392,78
235,53
0,30
(34,88)
100,48
65,60

% Realisasi
thd Anggaran
45,28
43,79
40,70
50,07
28,13
81,02
-

Semester I
TA 2011
(Unaudited)
Realisasi
499,90
437,20
254,28
182,54
0,38
62,70
64,65
127,35
Ringkasan -2-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)

2. NERACA
Neraca adalah laporan yang menggambarkan posisi keuangan Pemerintah Pusat mengenai aset, kewajiban, dan
ekuitas dana pada tanggal 30 Juni 2012.
Jumlah Aset per 30 Juni 2012 adalah sebesar Rp3.259,36 triliun yang terdiri dari Aset Lancar sebesar Rp463,90
triliun; Investasi Jangka Panjang sebesar Rp800,44 triliun; Aset Tetap sebesar Rp1.606,62 triliun; dan Aset
Lainnya sebesar Rp388,40 triliun.
Jumlah Kewajiban per 30 Juni 2012 adalah sebesar Rp2.077,40 triliun yang terdiri dari Kewajiban Jangka Pendek
sebesar Rp195,20 triliun dan Kewajiban Jangka Panjang sebesar Rp1.882,20 triliun.
Sementara itu, jumlah Ekuitas Dana Neto per 30 Juni 2012 adalah sebesar Rp1.181,96 triliun yang terdiri dari
Ekuitas Dana Lancar sebesar Rp272,19 triliun dan Ekuitas Dana Investasi sebesar Rp909,77 triliun.
Ringkasan Neraca per 30 Juni 2012, 31 Desember 2011, dan 30 Juni 2011 dapat disajikan sebagai berikut (Rp
triliun):
Uraian
Aset
Aset Lancar
Investasi Jangka Panjang
Aset Tetap
Aset Lainnya
Kewajiban
Kewajiban Jangka Pendek
Kewajiban Jangka Panjang
Ekuitas Dana Neto
Ekuitas Dana Lancar
Ekuitas Dana Investasi

30 Juni 2012
31 Desember 2011
(Unaudited)
(Audited)
3.259,36
3.023,44
463,90
266,81
800,44
750,03
1.606,62
1.567,97
388,40
438,63
2.077,40
1.947,37
195,20
246,44
1.882,20
1.700,93
1.181,96
1.076,07
272,19
40,81
909,77
1.035,26

30 Juni 2011
(Unaudited)
2.663,40
482,05
673,20
1.217,50
290,65
1.850,06
180,39
1.669,67
813,34
305,48
507,86

3. LAPORAN ARUS KAS
Laporan Arus Kas adalah laporan yang menyajikan informasi mengenai sumber, penggunaan, perubahan kas dan
setara kas selama Semester I TA 2012 serta saldo kas dan setara kas pada tanggal 30 Juni 2012.
Saldo Kas Bendahara Umum Negara (BUN) & Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN), Kas Badan
Layanan Umum (BLU), dan Kas Hibah Langsung per 31 Desember 2011 adalah sebesar Rp107,84 triliun,
sedangkan pada awal tahun 2012 terjadi penyesuaian tambah sebesar Rp0,12 triliun, sehingga saldo awal Kas
BUN, KPPN, Kas BLU, dan Hibah Langsung tahun 2012 menjadi Rp107,96 triliun.
Selama Semester I TA 2012 terjadi penurunan kas dari aktivitas operasi sebesar Rp4,30 triliun, penurunan kas
dari aktivitas investasi aset non keuangan sebesar Rp30,59 triliun, kenaikan kas dari aktivitas pembiayaan
sebesar Rp100,48 triliun, penurunan kas dari aktivitas non anggaran sebesar Rp4,13 triliun, dan penyesuaian
pembukuan sebesar minus Rp0,21 triliun, dan Selisih Kurs sebesar Rp1,25 triliun. Dengan demikian, saldo Kas
BUN, KPPN, Kas BLU, dan Kas Hibah Langsung per 30 Juni 2012 adalah Rp170,46 triliun.
Selain kas di atas, per 30 Juni 2012 terdapat Rekening Pemerintah Lainnya sebesar Rp40,81 triliun, Kas di
Bendahara Pengeluaran sebesar Rp4,24 triliun, Kas di Bendahara Penerimaan sebesar Rp0,41 triliun, Kas Lainnya
Ringkasan -3-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)

dan Setara Kas sebesar Rp12,26 triliun, dan Kas pada BLU yang Belum Disahkan sebesar Rp0,16 triliun, sehingga
saldo akhir Kas dan Bank Pemerintah Pusat sebesar Rp227,66 triliun.
Ringkasan Laporan Arus Kas Semester I TA 2012, TA 2011, dan Semester I TA 2011 dapat disajikan sebagai
berikut (Rp triliun):
Uraian
Saldo Awal Kas BUN, KPPN, BLU, dan Hibah Langsung
Koreksi Saldo Awal
Saldo Awal Kas BUN, KPPN, BLU, dan Hibah Langsung
setelah Koreksi
Kenaikan (Penurunan) Kas:
Arus Kas Bersih dari Aktivitas Operasi
Arus Kas Bersih dari Aktivitas Investasi Aset Non Keuangan
Arus Kas Bersih dari Aktivitas Pembiayaan
Arus Kas Bersih dari Aktivitas Non Anggaran
Pengunaan SAL
Penyesuaian Pembukuan
Selisih Kurs Kas
Kenaikan (Penurunan) Kas
Saldo Akhir Kas Kas BUN, KPPN, BLU, dan Hibah
Langsung

Semester I TA
2012
(Unaudited)
107,84
0,12

98,98
0,03

Semester I TA
2011
(Unaudited)
96,16
2,82

107,96

99,01

98,98

(4,30)
(30,59)
100,48
(4,13)
0
(0,21)
1,25
62,50

32,78
(117,62)
131,39
1,31
(40,32)
(0,11)
1,40
8,83

82,92
(20,22)
64,65
(3,04)
0
(0,005)
(1,43)
122,87

170,46

107,84

221,85

TA 2011
(Audited)

4. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK) menguraikan kebijakan makro, kebijakan fiskal, metodologi penyusunan
LKPP, dan kebijakan akuntansi yang diterapkan. Selain itu, dalam CaLK dikemukakan penjelasan pos-pos laporan
keuangan dalam rangka pengungkapan yang memadai.
Sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP), dalam penyajian Laporan Realisasi APBN, pendapatan,
belanja, dan pembiayaan diakui berdasarkan basis kas, yaitu pada saat kas diterima atau dikeluarkan oleh dan dari
Kas Umum Negara (KUN). Dalam penyajian Neraca, aset, kewajiban, dan ekuitas dana diakui berdasarkan basis
akrual, yaitu pada saat diperolehnya hak atas aset dan timbulnya kewajiban tanpa memperhatikan saat kas atau
setara kas diterima atau dikeluarkan oleh dan dari KUN.
Dalam CaLK ini diungkapkan pula kejadian penting setelah tanggal pelaporan keuangan serta beberapa informasi
tambahan yang diperlukan.

Ringkasan -4-

REPUBLIK INDONESIA

LAPORAN REALISASI APBN
((U
UN
NA
AU
UD
DIIT
TE
ED
D))

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)

LLAAPPOORRAANN RREEAALLIISSAASSII AAPPBBNN SSEEM
MEESSTTEERR II TTAA 22001122 ((UUNNAAUUDDIITTEEDD))
PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA

LAPORAN REALISASI APBN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR SAMPAI DENGAN 30 JUNI 2012 DAN 2011
(Dalam Rupiah)
Semester I TA 2012 (Unaudited)
Uraian
A. Pendapatan Negara dan Hibah
I. Penerimaan Perpajakan
1. Pajak Dalam Negeri
2. Pajak Perdagangan Internasional
II. Penerimaan Negara Bukan Pajak
1. Penerimaan Sumber Daya Alam
2. Bagian Pemerintah atas Laba BUMN
3. Penerimaan Negara Bukan Pajak Lainnya
4. Pendapatan BLU
III. Penerimaan Hibah
Jumlah Pendapatan Negara dan Hibah (A.I + A.II + A.III)
B. Belanja Negara
I. Belanja Pemerintah Pusat
1. Belanja Pegawai
2. Belanja Barang
3. Belanja Modal
4. Pembayaran Bunga Utang
5. Subsidi
6. Belanja Hibah
7. Belanja Bantuan Sosial
8. Belanja Lain-lain
II. Transfer ke Daerah
1. Dana Perimbangan
a. Dana Bagi Hasil
b. Dana Alokasi Umum
c. Dana Alokasi Khusus

Catatan
B.2.1
B.2.1.1
B.2.1.1.1
B.2.1.1.2
B.2.1.2
B.2.1.2.1
B.2.1.2.2
B.2.1.2.3
B.2.1.2.4
B.2.1.3
B.2.2
B.2.2.1
B.2.2.1.1
B.2.2.1.2
B.2.2.1.3
B.2.2.1.4
B.2.2.1.5
B.2.2.1.6
B.2.2.1.7
B.2.2.1.8
B.2.2.2
B.2.2.2.1
B.2.2.2.1.1
B.2.2.2.1.2
B.2.2.2.1.3

Anggaran

Realisasi

Semester I TA 2011
% Realisasi
terhadap
Anggaran

Realisasi

1.032.570.205.000.000
989.636.575.000.000
42.933.630.000.000
277.991.382.880.000
177.263.351.721.000
28.001.288.000.000
53.492.296.670.000
19.234.446.489.000
825.091.586.000
1.311.386.679.466.000

457.009.093.377.387
432.183.528.440.972
24.825.564.936.415
135.746.478.422.541
79.870.224.544.135
14.537.992.614.053
34.966.213.641.457
6.372.047.622.896
997.303.618.698
593.752.875.418.626

44,26
43,67
57,82
48,83
45,06
51,92
65,37
33,13
120,87
45,28

388.149.662.977.313
359.723.323.922.978
28.426.339.054.335
110.621.130.261.106
71.132.040.962.363
5.195.112.754.367
30.660.068.297.662
3.633.908.246.714
1.129.618.375.520
499.900.411.613.939

964.997.261.407.000
215.862.379.201.000
188.001.738.039.000
151.975.039.952.000
122.217.610.000.000
208.850.211.014.000
1.796.732.523.000
47.763.826.039.000
28.529.724.639.000
470.409.458.592.000
399.985.581.064.000
100.055.194.861.000
273.814.438.203.000
26.115.948.000.000

392.780.643.309.504
104.097.362.397.721
41.742.356.632.875
30.623.453.614.779
48.703.733.701.716
134.690.914.671.031
7.325.309.315
30.035.003.742.832
2.880.493.239.235
235.530.533.796.345
203.954.223.207.845
36.817.268.698.845
159.725.089.153.000
7.411.865.356.000

40,70
48,22
22,20
20,15
39,85
64,49
0,41
62,88
10,10

254.278.760.365.358
80.394.889.998.198
32.271.845.691.767
20.289.867.847.343
46.688.274.382.063
61.967.488.012.820
36.212.867.225
11.871.093.319.008
759.088.246.934
182.537.544.000.189
164.521.191.240.189
25.865.765.591.689
131.502.114.553.500
7.153.311.095.000

50,07
50,99
36,80
58,33
28,38

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari laporan keuangan ini -6-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Semester I TA 2012 (Unaudited)
Uraian
2. Dana Otonomi Khusus dan Penyesuaian
a. Dana Otonomi Khusus
b. Dana Penyesuaian
III. Suspen Belanja Negara
Jumlah Belanja Negara (B.I + B.II + B.III)

Catatan
B.2.2.2.2
B.2.2.2.2.1
B.2.2.2.2.2
B.2.2.3

C. Surplus (Defisit) Anggaran (A - B)

B.2.3

D. Pembiayaan
I. Pembiayaan Dalam Negeri (Neto)
1. Rekening Pemerintah
2. Penerimaan Cicilan Pengembalian Penerusan Pinjaman
3. Privatisasi dan Penjualan Aset Program Restrukturisasi
4. Surat Berharga Negara (Neto)
Penerimaan Surat Berharga Negara
Pengeluaran Surat Berharga Negara
5. Pinjaman Dalam Negeri (Neto)
6. Penyertaan Modal Negara/Dana Investasi Pemerintah
7. Kewajiban Penjaminan
8. Dana Pengembangan Pendidikan Nasional
II. Pembiayaan Luar Negeri (Neto)
1. Penarikan Pinjaman Luar Negeri (Bruto)
a. Penarikan Pinjaman Program
b. Penarikan Pinjaman Proyek
2. Penerusan Pinjaman (Neto)
3. Pembayaran Cicilan Pokok Utang Luar Negeri
Jumlah Pembiayaan (D.I + D.II)
E. Sisa Lebih (Kurang) Pembiayaan Anggaran-SiLPA (SiKPA) (D+C)

B.2.4
B.2.4.1
B.2.4.1.1
B.2.4.1.2
B.2.4.1.3
B.2.4.1.4

B.2.4.1.5
B.2.4.1.6
B.2.4.1.7
B.2.4.1.8
B.2.4.2
B.2.4.2.1
B.2.4.2.1.1
B.2.4.2.1.2
B.2.4.2.2
B.2.4.2.3
B.2.5

Anggaran

Realisasi

70.423.877.528.000
11.952.577.528.000
58.471.300.000.000
1.435.406.719.999.000

31.576.310.588.500
3.585.773.259.000
27.990.537.329.500
304.765.056.933
628.615.942.162.782

(124.020.040.533.000)
125.912.297.438.000
5.056.830.843.000
3.890.200.000.000
280.000.000.000
134.596.737.000.000
860.000.000.000
(17.138.130.405.000)
(633.340.000.000)
(1.000.000.000.000)
(1.892.256.905.000)
54.282.379.592.000
15.257.057.814.000
39.025.321.778.000
(8.914.580.845.000)
(47.260.055.652.000)
124.020.040.533.000
-

Semester I TA 2011
% Realisasi
terhadap
Anggaran
44,84
30,00
47,87

Realisasi

43,85

18.016.352.760.000
3.126.393.898.000
14.889.958.862.000
383.644.651.118
437.199.949.016.665

(34.863.066.744.156)

28,81

62.700.462.597.274

119.998.255.449.673
3.152.196.467.124
534.174.856.510
116.644.881.560.448
176.586.659.935.790
(59.941.778.375.342)
167.002.565.591
(500.000.000.000)
(19.233.868.377.974)
6.730.169.939.067
2.241.754.935.510
4.488.415.003.557
(772.715.107.317)
(25.191.323.209.724)
100.764.387.071.699
65.901.320.327.543

95,99
81,03
165,55
87,36
19,42
2,92
1.016,45
12,40
14,69
11,50
8,67
53,30
81,95
-

78.552.335.720.873
843.834.597.740
77.708.501.123.133
(13.903.199.444.905)
7.345.114.523.418
1.804.841.933.273
5.540.272.590.145
1.670.153.866.896
(22.918.467.835.219)
64.649.136.275.968
127.349.598.873.242

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari laporan keuangan ini -7-

REPUBLIK INDONESIA

NERACA
((U
UN
NA
AU
UD
DIIT
TE
ED
D))

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)

IIII.. NNEERRAACCAA ((UUNNAAUUDDIITTEEDD))
PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA

NERACA
PER 30 JUNI 2012 DAN 31 DESEMBER 2011
(Dalam Rupiah)
Uraian
ASET
Aset Lancar
Kas dan Bank
Rekening Kas BUN di BI
Rekening Kas di KPPN
Rekening Pemerintah Lainnya
Kas di Bendahara Pengeluaran
Kas di Bendahara Penerimaan
Kas Lainnya dan Setara Kas
Kas pada BLU
Jumlah Kas dan Bank
Uang Muka dari Rekening BUN
Piutang
Piutang Pajak
Piutang Bukan Pajak
Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran
Bagian Lancar Tagihan Tuntutan Ganti Rugi
Bagian Lancar Investasi Jangka Panjang
Uang Muka Belanja
Piutang dari Kegiatan BLU
Piutang Lain-lain
Bagian Lancar Penerusan Pinjaman
Penyisihan Piutang Tidak Tertagih - Piutang
Jumlah Piutang (Bersih)
Investasi Jangka Pendek
Investasi Jangka Pendek BLU
Investasi Jangka Pendek Lainnya
Jumlah Investasi Jangka Pendek
Persediaan
Jumlah Aset Lancar
Investasi Jangka Panjang
Investasi Non Permanen
Dana Bergulir
Investasi Non Permanen Lainnya
Jumlah Investasi Non Permanen
Investasi Permanen
Investasi Permanen PMN
Investasi Permanen BLU
Investasi Permanen Lainnya
Jumlah Investasi Permanen
Jumlah Investasi Jangka Panjang
Aset Tetap
Tanah
Peralatan dan Mesin
Gedung dan Bangunan
Jalan, Irigasi, dan Jaringan
Aset Tetap Lainnya
Konstruksi Dalam Pengerjaan
Jumlah Aset Tetap
Aset Lainnya
Piutang Jangka Panjang
Tagihan Penjualan Angsuran
Tagihan Tuntutan Ganti Rugi
Piutang Jangka Panjang Lainnya
Jumlah Piutang Jangka Panjang

Catatan

C.2.1
C.2.2
C.2.3
C.2.4
C.2.5
C.2.6
C.2.7

30 Juni 2012 (Unaudited)

31 Des 2011 (Audited)

147.644.719.217.455
6.684.835.490.699
40.811.445.722.318
4.237.709.202.349
405.580.465.657
12.258.100.098.857
15.619.700.997.531
227.662.091.194.866
623.935.967.840

82.453.918.298.407
11.870.556.947.661
6.615.552.720.213
292.795.937.959
252.900.321.124
6.756.875.778.441
13.019.388.257.063
121.261.988.260.868
1.408.995.648.910

C.2.9
C.2.10
C.2.11
C.2.12
C.2.13
C.2.14
C.2.15
C.2.16
C.2.17
C.2.18

105.626.340.589.335
95.316.865.590.878
0
58.454.269.967
0
1.315.728.823.058
1.221.143.965.851
12.221.559.606.373
4.265.827.339.112
(46.512.327.984.856)
173.513.592.199.718

108.063.462.383.641
19.885.890.412.635
60.470.939.992
1.279.165.315.147
1.216.391.989.142
24.977.956.337.945
4.462.395.347.776
(75.330.131.480.506)
84.615.601.245.772

C.2.19
C.2.20

127.626.217.672
135.839.486.878
263.465.704.550
61.835.487.327.142
463.898.572.394.116

170.553.016.059
135.839.486.878
306.392.502.937
59.214.846.453.160
266.807.824.111.647

C.2.22
C.2.23

8.573.215.188.688
7.862.383.212.488
16.435.598.401.176

8.195.256.111.510
4.749.737.167.996
12.944.993.279.506

C.2.24
C.2.25
C.2.26

783.905.699.182.527
6.637.194.500
97.330.653.310
784.009.667.030.337
800.445.265.431.513

736.991.554.233.014
6.637.194.500
87.609.772.784
737.085.801.200.298
750.030.794.479.804

823.544.026.011.456
192.981.617.200.191
152.260.350.687.389
343.677.877.973.275
12.009.440.753.274
82.143.188.516.978
1.606.616.501.142.563

806.436.356.598.744
184.852.199.595.042
152.223.086.918.162
347.164.628.245.235
11.517.129.897.802
65.780.773.332.765
1.567.974.174.587.750

1.375.031.741
254.183.938.469
3.711.778.802.056
3.967.337.772.266

1.375.031.741
249.626.424.418
3.737.310.550.736
3.988.312.006.895

C.2.8

C.2.21

C.2.27

C.2.28

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari laporan keuangan ini-9-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Uraian
Kemitraan Dengan Pihak Ketiga
Penerusan Pinjaman
Aset Tak Berwujud
Dana yang Dibatasi Penggunaannya
Dana Kelolaan BLU yang Belum Digulirkan
Dana Penjaminan
Aset KKKS
Aset Eks BPPN
Aset Lainnya dari Unit Pemerintah Lainnya
Aset Lain-lain
Penyisihan Piutang Tidak Tertagih - Aset Lainnya
Jumlah Aset Lainnya
JUMLAH ASET
KEWAJIBAN
Kewajiban Jangka Pendek
Utang Perhitungan Fihak Ketiga
Utang Kepada Pihak Ketiga
Utang Kelebihan Pembayaran Pendapatan
Bagian Lancar Utang Jangka Panjang
Utang Biaya Pinjaman
Utang Subsidi
Utang SBN Jangka Pendek
Pendapatan Diterima di Muka
Utang Jangka PendekLainnya
Jumlah Kewajiban Jangka Pendek
Kewajiban Jangka Panjang
Utang Jangka Panjang Dalam Negeri
Utang Jangka Panjang SBN Dalam Negeri
Utang Kepada Dana Pensiun dan THT
Utang Jangka Panjang Dalam Negeri Perbankan
Utang Jangka Panjang Dalam Negeri Lainnya
Jumlah Utang Jangka Panjang Dalam Negeri
Utang Jangka Panjang Luar Negeri
Utang Jangka Panjang Luar Negeri Perbankan
Utang Jangka Panjang Luar Negeri Lainnya
Jumlah Utang Jangka Panjang Luar Negeri
Jumlah Kewajiban Jangka Panjang
JUMLAH KEWAJIBAN
EKUITAS DANA
Ekuitas Dana Lancar
SAL Awal Setelah Penyesuaian
SiLPA (SiKPA) Setelah Penyesuaian
Dana Lancar Lainnya
Cadangan Piutang
Cadangan Persediaan
Pendapatan yang Ditangguhkan
Dana yang Harus Disediakan untuk Pembayaran Utang
Jangka Pendek
Barang/Jasa yang Masih Harus Diserahkan
Barang/Jasa yang Masih Harus Diterima
Selisih Kurs Bagian Lancar
Jumlah Ekuitas Dana Lancar
Ekuitas Dana Investasi
Diinvestasikan dalam Investasi Jangka Panjang
Diinvestasikan dalam Aset Tetap
Diinvestasikan dalam Aset Lainnya
Dana yang Harus Disediakan untuk Pembayaran Utang
Jangka Panjang
Selisih Kurs Bagian Jangka Panjang
Jumlah Ekuitas Dana Investasi
EKUITAS DANA NETO
JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS DANA

Catatan

30 Juni 2012 (Unaudited)
212.907.765.825
46.214.552.117.532
12.540.933.038.898
18.532.860.658.186
16.318.045.792.766
77.086.846.598
150.892.782.272.353
68.064.409.247.824
821.954.559.298
91.031.920.814.822
(20.275.534.488.146)
388.399.256.398.222
3.259.359.595.366.414

31 Des 2011 (Audited)
212.907.765.825
46.540.275.969.109
12.406.618.813.595
37.253.051.374.408
19.320.332.310.233
75.371.634.076
150.508.980.296.216
67.543.984.466.405
14.762.445.010.365
105.992.977.283.250
(19.970.874.008.883)
438.634.382.921.494
3.023.447.176.100.695

C.2.30
C.2.31
C.2.32
C.2.33
C.2.34
C.2.35
C.2.36
C.2.37
C.2.38

1.827.764.526.266
21.958.416.234.757
5.423.360.174.458
60.158.835.260.929
22.466.264.082.511
12.508.487.547.566
41.126.751.920.000
4.910.901.258.813
24.820.370.658.247
195.201.151.663.547

1.755.574.696.265
31.780.634.369.020
704.437.258.982
106.777.089.696.825
21.924.038.335.465
29.767.908.989.742
39.408.181.897.000
8.639.914.082.680
5.687.100.837.136
246.444.880.163.115

C.2.39
C.2.40
C.2.41
C.2.42

1.214.975.714.067.807
11.822.231.724.875
1.226.793.895.791
5.033.073.827.744
1.233.057.813.516.217

1.085.324.545.750.551
11.822.231.724.875
877.330.765.232
5.033.082.825.744
1.103.057.191.066.402

C.2.43
C.2.44

623.250.837.697.592
25.889.660.831.187
649.140.498.528.779
1.882.198.312.044.996
2.077.399.463.708.543

571.982.048.619.444
25.889.179.304.040
597.871.227.923.484
1.700.928.418.989.886
1.947.373.299.153.001

C.2.45
C.2.46
C.2.47
C.2.48
C.2.49
C.2.50

105.225.547.136.640
65.383.786.174.316
468.540.043.850
172.551.705.242.474
61.835.487.327.142
25.477.003.915.945

58.656.722.496.062
46.432.649.228.692
451.833.601.148
84.574.619.543.073
59.214.846.453.160
3.810.469.839.673

C.2.51
C.2.52
C.2.53
C.2.54

(156.906.605.176.862)
(4.910.901.258.813)
1.313.318.043.634
1.755.732.263.854
272.193.613.712.180

(204.483.884.343.763)
(6.321.674.677.095)
1.276.453.004.389
(2.798.692.210.245)
40.813.342.935.093

C.2.55
C.2.56
C.2.57

800.445.265.431.513
1.606.616.501.142.563
380.633.085.285.315

750.030.794.479.804
1.567.974.174.587.750
417.130.365.123.476

C.2.58
C.2.59

(1.830.910.629.509.099)
(47.017.704.404.601)
909.766.517.945.691
1.181.960.131.657.871
3.259.359.595.366.414

(1.679.033.615.946.059)
(20.841.184.232.370)
1.035.260.534.012.601
1.076.073.876.947.694
3.023.447.176.100.695

C.2.29

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari laporan keuangan ini-10-

REPUBLIK INDONESIA

LAPORAN ARUS KAS
((U
UN
NA
AU
UD
DIIT
TE
ED
D))

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)

IIIIII.. LLAAPPOORRAANN AARRUUSS KKAASS
PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA

LAPORAN ARUS KAS
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR SAMPAI DENGAN 30 JUNI 2012 DAN 2011
(Dalam Rupiah)
Uraian

Catatan

Semester I TA 2012

Semester I TA 2011

A. ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
I. Arus Kas Masuk
1. Penerimaan Perpajakan
a. Pajak Penghasilan
b. Pajak Pertambahan Nilai dan Penjualan Barang Mewah
c. PajakBumi dan Bangunan
d. Bea PerolehanHak atas Tanah dan Bangunan
e. Cukai
f. Pajak Lainnya
g. Pajak Perdagangan Internasional
Total Penerimaan Perpajakan
2. Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)
a. Penerimaan Sumber Daya Alam
b. PenerimaanBagianPemerintah atas Laba BUMN
c. PNBP Lainnya
d. Penerimaan BLU
Total PNBP
3. Penerimaan Hibah
Jumlah Arus Kas Masuk (A.I)

D.2.1
233.567.515.556.674
149.665.325.930.072
2.296.891.132.864
44.547.049.460.489
2.106.746.360.873
24.825.564.936.415
457.009.093.377.387

208.028.255.107.321
112.773.298.284.351
2.227.954.322.600
(704.724.406)
34.820.843.145.853
1.873.677.787.259
28.426.339.054.335
388.149.662.977.313

79.870.224.544.135
14.537.992.614.053
34.913.373.835.291
6.372.047.622.896
135.693.638.616.375
971.942.120.282
593.674.674.114.044

71.132.040.962.363
5.195.112.754.367
30.579.693.377.106
3.633.908.246.714
110.540.755.340.550
1.129.618.375.520
499.820.036.693.383

104.116.907.901.407
41.851.084.208.091

80.507.281.391.413
32.303.201.279.807
46.685.022.447.037
61.967.488.012.820
36.212.867.225
12.091.376.488.234
774.087.321.265
7.401.670.886.091

D.2.2

D.2.3

II. Arus Kas Keluar
1. Belanja Pegawai
2. Belanja Barang
3. Bunga Utang
4. Subsidi
5. Belanja Hibah
6. Bantuan Sosial
7. Belanja Lain-Lain
8. Bagi Hasil Pajak
9. Bagi Hasil Sumber Daya Alam
10. Bagi Hasil Cukai
11. Dana Alokasi Umum
12. Dana Alokasi Khusus
13. Dana OtonomiKhusus
14. Dana Penyesuaian
Jumlah Arus Kas Keluar (A.II)
Arus Kas Bersih dari Aktivitas Operasi (A.I - A.II)

D.2.4
D.2.5
D.2.6
D.2.7
D.2.8
D.2.9
D.2.10
D.2.11
D.2.12
D.2.13
D.2.14
D.2.15
D.2.16
D.2.17

48.708.231.801.914

134.690.914.671.031
7.325.309.315
30.194.853.205.452
2.880.235.091.151
18.917.464.466.138
17.171.820.019.094
720.409.999.698
159.724.998.304.868
7.411.865.356.000
3.585.773.259.000
27.990.537.329.500

17.942.732.883.061
519.068.797.376

597.972.420.922.659
(4.297.746.808.615)

131.502.114.553.500
7.153.311.095.000
3.126.393.898.000
14.889.958.862.000
416.899.920.782.829
82.920.115.910.554

B. ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI ASET NON
KEUANGAN
I. Arus Kas Masuk
Penjualan Aset
Jumlah Arus Kas Masuk (B.I)
II. Arus Kas Keluar

D.2.18

52.839.806.166
52.839.806.166

80.374.920.556
80.374.920.556

Belanja Modal
Jumlah Arus Kas Keluar (B.II)

D.2.19

30.638.968.587.528
30.638.968.587.528

20.300.028.233.836
20.300.028.233.836

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari laporan keuangan ini-12-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Uraian

Catatan

Arus Kas Bersih dari Aktivitas Investasi Aset Non
Keuangan (B.I - B.II)
C. ARUS KAS DARI AKTIVITAS PEMBIAYAAN
I. Arus Kas Masuk
1. Penerimaan Pembiayaan Dalam Negeri
2. Penerimaan Pembiayaan Luar Negeri
3. Penerimaan Pengembalian Penerusan Pinjaman
Jumlah Arus Kas Masuk (C.I)
II. Arus Kas Keluar
1. Pengeluaran Pembiayaan Dalam Negeri
2. Pengeluaran Pembiayaan Luar Negeri
3. Penyertaan Modal Negara/Dana Investasi Pemerintah
4. Penerusan Pinjaman
Jumlah Arus Kas Keluar (C.II)
Arus Kas Bersih dari Aktivitas Pembiayaan (C.I –
C.II)
D. ARUS KAS DARI AKTIVITAS NON ANGGARAN
1. Perhitungan Fihak Ketiga (Neto)
2. PFK Prefinancing dan PFK Lainnya (Neto)
3. Kiriman Uang (Neto)
4. Transito (Neto)
Arus Kas Bersih dari Aktivitas Non Anggaran
KENAIKAN KAS SEBELUM KOREKSI
Penyesuaian Pembukuan
KENAIKAN KAS SETELAH KOREKSI
SALDO AWAL KAS BUN, KPPN DAN BLU
Penambahan Saldo Awal
SALDO AWAL KAS BUN, KPPN DAN BLU setelah
Koreksi
SALDO AKHIR KAS BUN, KPPN, DAN BLU sebelum
penyesuaian
PenyesuaianSelisihKurs
SALDO AKHIR KAS BUN, KPPN, DAN BLU sebelum
penyesuaian
Rekening Pemerintah Lainnya
Kas di BendaharaPengeluaran
Kas di BendaharaPenerimaan
Kas Lainnya dan Setara Kas
Kas pada BLU yang Belum Disahkan
Kas pada BLU yang telah Didepositokan (Investasi
Jangka Pendek)
SALDO AKHIR KAS DAN BANK

D.2.20
D.2.21
D.2.22

D.2.23
D.2.24
D.2.25
D.2.26

Semester I TA 2012
(30.586.128.781.362)

(20.219.653.313.280)

177.314.797.057.891
6.420.368.246.337
3.152.196.467.124
186.887.361.771.352

119.704.886.398.890
7.345.114.523.418
2.303.499.667.212
129.353.500.589.520

59.941.778.375.342

41.152.550.678.017
22.918.467.835.219
633.345.800.316
64.704.364.313.552
64.649.136.275.968

25.191.323.209.724
500.000.000.000
772.715.107.317
86.405.816.692.383
100.481.545.078.969

D.2.27
D.2.28
D.2.29
D.2.30

(135.266.887.593)
(16.984.875.976)
(3.979.984.142.514)
(4.132.235.906.083)
61.465.433.582.909

107.842.612.387.387
118.750.159.774
107.961.362.547.161

691.132.218.047
7.092.500
(283.359.333.461)
(3.447.918.196.708)
(3.040.138.219.622)
124.309.460.653.620
(5.364.134.415)
124.304.096.519.205
96.160.754.902.189
2.816.354.770.904
98.977.109.673.093

169.212.912.815.395

223.281.206.192.298

1.248.149.299.268
170.461.062.114.662

(1.431.186.368.548)
221.850.019.823.750

40.811.445.722.318
4.237.709.202.349
405.580.465.657
11.710.430.111.916

27.294.279.942.786
3.934.251.026.226
809.524.250.592
3.908.858.507.984
8.901.619.155

(213.883.314.676)
61.251.550.268.233

C.2.4
C.2.5
C.2.6
C.2.7
D.1

Semester I TA 2011

163.089.795.255
(127.626.217.672)

227.661.691.194.485

-

257.805.835.170.493

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari laporan keuangan ini-13-

REPUBLIK INDONESIA

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)

IIVV.. CCAATTAATTAANN AATTAASS LLAAPPOORRAANN KKEEUUAANNGGAANN ((UUNNAAUUDDIITTEEDD))
A. PENJELASAN UMUM
A.1. DASAR HUKUM
1. UUD 1945 Pasal 23 ayat (1) menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara
(APBN) sebagai wujud dari pengelolaan keuangan negara ditetapkan setiap tahun dengan
undang-undang dan dilaksanakan secara terbuka dan bertanggung jawab untuk sebesarbesarnya kemakmuran rakyat.
2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.
3. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara.
4. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung
Jawab Keuangan Negara.
5. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2011 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja
Negara Tahun Anggaran 2012 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor
4 Tahun 2012.
6. Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan
Lampiran II (Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan Berbasis Kas Menuju Akrual).
7. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja
Instansi Pemerintah.
8. Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 91/PMK.05/2007 tentang Bagan
Akun Standar.
9. Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Republik Indonesia Nomor 171/PMK.05/2007
tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat sebagaimana telah
diubah dengan PMK Nomor 233/PMK.05/20011.

A.2. KEBIJAKAN FISKAL/KEUANGAN DAN EKONOMI MAKRO
Kondisi perekonomian tahun
2012

Pertumbuhan Ekonomi

Sampai dengan semester I 2012 perekonomian dunia masih menunjukkan perlambatan sejalan
dengan penurunan pertumbuhan ekonomi emerging markets Asia dan negara kawasan Eropa.
Demikian juga halnya dengan laju pertumbuhan ekonomi AS. Melemahnya perekonomian global
telah berdampak pada pertumbuhan negara-negara di Asia, seperti China dan India, yang
merupakan mitra dagang utama Indonesia sehingga berdampak pada kinerja sisi eksternal
perekonomian Indonesia. Selama periode semester I 2012 kinerja ekspor tumbuh melambat
sejalan dengan perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia. Di sisi lain kinerja impor tumbuh
melambat pada triwulan II 2012 meskipun masih tumbuh relatif tinggi sejalan dengan masih
kuatnya permintan domestik. Sementara itu, harga komoditas global, termasuk harga minyak,
terus menurun seiring dengan permintaan dunia yang melemah. Hal itu juga diikuti dengan
tekanan inflasi global yang terus menurun.
Sepanjang semester I tahun 2012, perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 6,3 persen (y-on-y)
dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2011 . Pertumbuhan ini didukung oleh semua
sektor, dengan pertumbuhan tertinggi dihasilkan oleh Sektor Pengangkutan dan Komunikasi
sebesar 10,2 persen disusul sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran 8,6 persen dan Sektor
Konstruksi 7,2 persen. Tingkat pertumbuhan ekonomi tersebut terutama didorong oleh tetap
kuatnya permintaan domestik, baik konsumsi dan investasi yang tumbuh cukup tinggi. Sektorsektor yang diprakirakan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi ke depan, antara lain
Catatan atas Laporan Keuangan -15-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
sektor transportasi dan komunikasi; sektor perdagangan, hotel dan restoran; dan sektor industri.
Produk Domestik Bruto

PDB atas dasar harga berlaku pada semester I tahun 2012 mencapai Rp4.027,8 triliun,
meningkat dibandingkan dengan PDB harga berlaku semester I tahun 2011 yang mencapai
Rp3.549,3 triliun. Sedangkan PDB atas dasar harga konstan 2000 sepanjang semester I tahun
2012 mencapai Rp1.283,4 triliun meningkat dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp1.205,2
triliun.

Sumber-sumber pertumbuhan

Dilihat dari sisi penggunaan atau permintaan, PDB dipengaruhi oleh Pengeluaran Konsumsi Rumah
Tangga, Pengeluaran Konsumsi Pemerintah, investasi fisik (Pembentukan Modal Tetap Bruto dan
Perubahan Inventori) dan Ekspor-Impor. Secara y-on-y pertumbuhan PDB pada semester I tahun
2012 terhadap semester I tahun 2011 didukung oleh pengeluaran konsumsi rumah tangga yang
tumbuh sebesar 5 persen, pengeluaran konsumsi Pemerintah yang tumbuh sebesar 6,5 persen,
pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang tumbuh sebesar 11,2 persen, ekspor yang tumbuh
sebesar 4,8 persen, dan impor yang tumbuh sebesar 9,5 persen.

Komponen PDB berdasarkan
penggunaan

Struktur PDB menurut komponen penggunaan semester I tahun 2012 dapat dilihat pada Grafik
1. Kontribusi terbesar terhadap PDB masih berasal dari pengeluaran konsumsi rumah tangga
yaitu sebesar 53,9 persen, mengalami penurunan dibandingkan dengan periode yang sama tahun
2011 yang mencapai 54,5 persen. Kontribusi pengeluaran konsumsi Pemerintah naik dari semula
7,5 persen pada semester I tahun 2011 menjadi 8,0 persen pada semester I tahun 2012.
Kontribusi Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) pada semester I tahun 2012 sebesar 32,4
persen, mengalami kenaikan bila dibandingkan periode yang sama tahun 2011 yang mencapai
31,3 persen. Kontribusi Ekspor dan impor dari semula 26,2 persen dan 24,15 persen pada
semester I tahun 2011 menjadi 24,5 persen dan 25,6 persen pada triwulan I tahun 2012.
60,0

% 54,5

53,9

40,0

Konsumsi Rumah
Tangga
Komsumsi
Pemerintah
Pemb. Modal Tetap
Bruto
Perubahan Invt
+Diskr. Satistik
Net Ekpor-Impor

32,4

31,3

20,0
7,5

4,7 2,1

8,0

7,0

2011

2012

(1,1)

(20,0)

Sumber: Badan Pusat Statistik
Grafik 1. Struktur PDB Menurut Komponen Penggunaan Triwulan I Tahun 2012 (dalam
Persen)
Komponen PDB berdasarkan
lapangan usaha

Komponen PDB berdasarkan lapangan usaha pada semester I tahun 2012 antara lain adalah
Sektor Industri Pengolahan berkontribusi sebesar 23,6 persen terhadap PDB, kemudian Sektor
Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan sebesar 15,0 persen disusul oleh Sektor
Perdagangan, Hotel dan Restoran sebesar 13,7 persen, Sektor Pertambangan dan Penggalian
sebesar 12,5 persen, sektor Jasa-jasa sebesar 10, 6 persen, sektor Konstruksi sebesar 10,2
persen, Sektor Keuangan, Real Estat dan Jasa Perusahaan sebesar 7,3 persen, dan Sektor
Pengangkutan dan Komunikasi sebesar 6,6 persen dan Sektor Listrik, Gas dan Air Bersih sebesar
0,8 persen. (lihat Grafik 2).

Catatan atas Laporan Keuangan -16-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
%
24,3

25,0

23,6

Pertanian, peternakan,..

Pertambangan dan Penggalian

20,0
Industri pengolahan

15,5

15,0
13,7

15,0

13,7

Listrik, gas, dan air bersih

12,5

11,8

10,6

10,2

10,1

10,0

Konstruksi

10,0
6,7

7,3

6,6

7,3

Perdagangan, hotel dan
restoran

5,0

Pengangkutan dan komunikasi

0.8

0.7

Keuangan, real estat dan jasa
perusahaan

2011

2012

Jasa-jasa

Sumber: Badan Pusat Statistik
Grafik 2. Struktur PDB Menurut Lapangan Usaha Semester I tahun 2012
(dalam persen)
Inflasi

Laju inflasi tahun kalender (Januari-Juni) 2012 tercatat sebesar 1,79 persen, sementara laju
inflasi year on year (Juni 2012 terhadap Juni 2011) sebesar 4,53 persen. Sepanjang semester I
tahun 2012, inflasi tertinggi terjadi pada bulan Januari sebesar 0,76 persen. Dalam rangka
menjaga kestabilan harga domestik, Pemerintah terus melakukan koordinasi dengan Bank
Indonesia. Upaya ini tercermin dari inflasi yang rendah dan stabil yang merupakan prasyarat
utama utama bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Laju inflasi bulanan (m-t-m) selama
semester I tahun 2012 tergambar di Grafik 3.
0,93

1,00% 0,89

0,20

0,27
0,13

0,62

0,57

0,55

0,60
0,40

0,76

0,67

0,80

0,34
0,21

0,12

0,05 0,07

0,07

0,00
-0,20 Jan-11
-0,40

Mar
-0,32

Mei
-0,31

Jul

Sept

-0,12

Nop

Jan-12

Mar

Mei

Sumber: Badan Pusat Statistik
Grafik 3. Tren Laju Inflasi selama Tahun 2011 dan Semester I Tahun 2012

Nilai tukar Rupiah

Pergerakan nilai tukar rupiah selama semester I 2012 mengalami pelemahan karena adanya
tekanan baik dari eksternal maupun internal. Dari sisi eksternal, meningkatnya faktor
ketidakpastian pemulihan perekonomian global terutama di kawasan Eropa memberikan sentimen
negatif pada pergerakan Rupiah. Ketidakpastian pemulihan perekonomian global juga disebabkan
oleh melambatnya perekonomian China dan belum solidnya pertumbuhan ekonomi Amerika
Serikat. Sedangkan dari sisi internal/domestik pergerakan rupiah dipengaruhi oleh meningkatnya
kebutuhan impor. Pada akhir semester I 2012 nilai tukar rupiah ditutup pada level 9.480/USD
yang berarti melemah dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 8597/USD.
Catatan atas Laporan Keuangan -17-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Ekspor

Selama semester I tahun 2012, secara rata-rata kurs rupiah berada pada posisi 9203/USD.
Secara kumulatif nilai ekspor bulan Januari-Juni 2012 sebesar USD96,88 miliar yang terdiri dari
ekspor non migas senilai USD76,83 miliar dan ekspor migas sebesar USD20,06 miliar. Kinerja
pertumbuhan ekspor selama semester I 2012 mengalami tren perlambatan bila dibandingkan
dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebagaimana tercermin pada grafik 4)
Juta US$
120000
6,1

10,0
6,9

8,0

60000

64.498,1

40000
20000

96.884,7

4,1

80000

48.532,5
15.493,5
31.215,9 45.387,5
29.021,5
14.606,2

81.415,0
1,5

6,0
4,0
%

100000

7,6

98.616,0

2,0

-1,8

0,0

80.229,2
61.941,7

-2,0

0

-4,0
Jan

Jan-Feb

Jan-Mar

2011

Jan-April
2012

Jan-Mei

Jan- Juni

Kenaikan dari 2011

Sumber: Badan Pusat Statistik
Grafik 4. Perkembangan Ekspor Semester I Tahun 2012 (dalam juta USD)
Impor

Nilai impor sepanjang semester I tahun 2012 tercatat sebesar USD96,41 miliar yakni
mengalami kenaikan 15,35 persen dibandingkan dengan impor Januari-Juni tahun sebelumnya
yang mencapai USD83,58 miliar. Peningkatan terjadi baik pada impor migas maupun impor
nonmigas. Pada impor nonmigas, kontribusi peningkatan berasal dari impor mesin dan peralatan
mekanik diikuti dengan mesin dan peralatan listrik. Tren perkembangan impor selama semester I
dapat dilihat pada grafik 5.

100000

%

Juta US$
120000

25,0

21,4
18,2

16,2

96.408,5

80000
79.895,7

60000
40000
20000

14.570,1
12.558,7

29.507,6
24.308,6

45.848,4
38.794,7

20,0

16,6

16,2

62.396,2
68.508,9

53.683,0

15,0
15,4
83.581,0

10,0
5,0

0

0,0
Jan

Jan-Feb
2011

Jan-Mar
2012

Jan-April

Jan-Mei

Jan-Juni

Kenaikan dari 2011

Sumber: Badan Pusat Statistik
Grafik 5. Perkembangan Impor Semester I tahun 2012 (dalam juta USD)
Neraca Pembayaran Indonesia

Kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) semester I 2012 mengalami defisit sebesar USD 2,8
milyar. Hal ini berkaitan dengan membesarnya defisit neraca transaksi berjalan (TB). Defisit
neraca TB yang lebih besar tersebut sejalan dengan melambatnya ekspor sebagai akibat dari
perlambatan ekonomi dunia di tengah impor yang masih tinggi akibat aktifitas ekonomi domestik
yang masih kuat. Di sisi lain, transaksi modal dan finansial (TMF) mencatat surplus yang cukup
besar ditopang oleh kenaikan investasi langsung (PMA), investasi portofolio, maupun penarikan
utang luar negeri swasta. Perkembangan ini menunjukkan bahwa, di tengah kondisi perekonomian
global yang masih diliputi oleh ketidakpastian, keyakinan investor asing terhadap ketahanan dan
Catatan atas Laporan Keuangan -18-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
prospek perkonomian Indonesia tetap tinggi.
Sejalan dengan perkembangan NPI semester I 2012, cadangan devisa pada akhir semester I
2012 mencapai USD106,5 miliar, atau setara dengan 5,7 bulan impor dan pembayaran utang
luar negeri pemerintah.

BI Rate

Pada awal tahun 2012, BI rate ditetapkan sebesar 6,00 persen, selanjutnya mengalami
penurunan di bulan Pebruari 2012 menjadi sebesar 5,75 persen yang tidak mengalami perubahan
hingga bulan Juni 2012. Penetapan ini sejalan dengan arah kebijakan moneter BI yang ketat
dalam rangka pengendalian tekanan inflasi.

Suku bunga SPN 3 bulan

Tingkat suku bunga SPN 3 bulan dalam semester I 2012 mencapai 2,9 persen. Hal ini berarti
masih di bawah asumsi suku bunga yang ditetapkan dalam APBN-P 2012 sebesar 5,0 persen.

IHSG

Kinerja saham domestik di awal tahun 2012 mencatat prestasi yang positif dan mengalami
penurunan pada pertengahan triwulan II 2012. Penguatan kinerja saham domestik selama
triwulan I 2012 terutama dipicu oleh peningkatan peringkat Indonesia oleh Moody’s menjadi
peringkat layak investasi dan menguatnya kepercayaan investor asing terhadap perkonomian
nasional serta rilis laporan keuangan emiten yang secara umum menunjukkan perbaikan kinerja.
Sampai dengan akhir semester I 2012, IHSG mampu membukukan kinerja positif dengan
mencatatkan pada level 3.955.58.

Fungsi intermediasi perbankan
yang membaik

Secara umum, stabilitas sistem keuangan tetap terkendali di tengah kondisi eksternal dan
domestik yang masih diliputi oleh ketidakpastian. Stabilitas sistem keuangan nasional terjaga
disertai dengan fungsi intermediasi yang terus meningkat dalam mendukung pembiayaan
perekonomian. Membaiknya fungsi intermediasi perbankan yang antara lain tercermin dari rasio
kecukupan modal (CAR/Capital Adequacy Ratio) yang pada periode Juni 2012 mencapai 17.5
persen, dan rasio kredit bermasalah (NPL/Non Performing Loan) gross yang berada di bawah level
5 persen, yaitu berada pada level rata-rata 2,2 persen.

Persentase

Cadangan Devisa

90,0
80,0
70,0
60,0
50,0
40,0
30,0
20,0
10,0
0,0

78,8

81,6

80,2

79,7

82,0

83,0

CAR
LDR
18,4

18,5

18,3

2,4
Jan

2,3

2,3
Feb

18,0

Mar

17,9
2,3

Apr

17,5
2,3

Mei

NPL
2,2

Jun

Sumber: Bank Indonesia
Grafik 6. Realisasi CAR, LDR, dan NPL Bulan Januari-Juni 2012
Lifting Minyak

Lifting minyak mentah Indonesia selama Semester I tahun 2012 (Desember 2011-Mei 2012)
mencapai kisaran 874,53 ribu barel per hari yang berarti lebih rendah bila dibandingkan dengan
target APBNP tahun 2012 sebesar 930 ribu per barel per hari.

Harga Minyak Mentah
Indonesia

Harga minyak mentah Indonesia pada semester I 2012 mengalami fluktuasi. Selama JanuariMaret tahun 2012 harga minyak mentah Indonesia mengalami kenaikan secara signifikan. Pada
awal tahun 2012, harga ICP berada di level USD115,91 per barel yang terus meningkat hingga
mencapai USD128,14 per barel pada bulan Maret 2012. Sementara pada triwulan II mengalami
penurunan hingga mencapai level USD99,08 per barel pada bulan Juni 2012. Tren penurunan ini
Catatan atas Laporan Keuangan -19-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
karena turut terkena arus perlemahan harga minyak mentah dunia. Realisasi harga minyak
mentah Indonesia selama semester I 2012 rata-rata mencapai USD117,28 per barel.
Tema Pembangunan RKP
2012

Tema pembangunan dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2012 yang ditetapkan oleh
Pemerintah bersama dengan DPR RI tahun 2012 adalah “Percepatan dan Perluasan Pertumbuhan
Ekonomi yang Berkualitas, Inklusif dan Berkeadilan Bagi Peningkatan Kesejahteraan Rakyat”.
Untuk mendukung rencana tersebut, Pemerintah memfokuskan pada tiga langkah utama , yakni:
(i) melanjutkan pembangunan menuju Indonesia sejahtera; (ii) memperkuat pilar-pilar demokrasi;
dan (iii) memperkuat dimensi keadilan di semua bidang.

RKP 2012 sebagai penjabaran
RPJMN 2010-2014

RKP tahun 2012 tersebut adalah penjabaran dari Rencana pembangunan Jangka Menengah
nasional (RPJM) tahun 2010-2014. RKP tahun 2012 adalah untuk mendukung sasaran
pembangunan dalam RPJM 2010-2014 dalam bentuk: (i) sasaran pembangunan kesejahteraan;
(ii) sasaran pembangunan demokrasi; dan (iii) sasaran penegakan hukum. Pemerintah Indonesia
senantiasa konsisten untuk menjalankan komitmen mendorong pertumbuhan ekonomi (progrowth), mengurangi pengangguran (pro-job), mengentaskan kemiskinan (pro-poor), serta
pembangunan berwawasan lingkungan (pro-environment). Sejalan dengan hal tersebut, sasaran di
bidang ekonomi ditujukan untuk mencapai tingkat pertumbuhan pada kisaran 6,5 persen sejalan
dengan sasaran RPJMN 2010-2014 rata-rata 6,3-6,8 persen pertahun. Pengendalian tingkat
inflasi pada tahun 2012 diupayakan sebesar 6.8 persen(APBNP 2012) Penurunan tingkat
pengangguran menjadi sekitar 6,4 - 6,6 persen dimana sasaran RPJMN adalah sebesar 5 sampai
6 persen pada akhir tahun 2014 dan kemiskinan menjadi 10,5 sampai 11,5 persen dimana
sasaran RPJMN pada akhir tahun 2014 sebesar 8 sampai 10 persen.

Sebelas prioritas
pembangunan nasional dalam
RKP 2012

Untuk mendukung pencapaian sasaran-sasaran tersebut, Pemerintah menetapkan 11 (sebelas)
prioritas nasional sebagaimana tertuang dalam RKP yang meliputi (1) reformasi birokrasi dan tata
kelola; (2) pendidikan; (3) kesehatan dan kependudukan; (4) penanggulangan kemiskinan; (5)
ketahanan pangan; (6) infrastruktur, (7) iklim investasi dan iklim usaha, (8) energi, (9) lingkungan
hidup dan pengelolaan bencana, (10) daerah tertinggal, terdepan, terluar, dan pasca-konflik, (11)
kebudayaan, kreativitas, dan inovasi teknologi.
Tabel 1.
Asumsi Dasar APBN dan Realisasi APBN Semester I tahun 2012
Asumsi Dasar
Realisasi Semester
Indikator
APBN TA 2012
I tahun 2012
Pertumbuhan Ekonomi (%)
6,5
6,3
Tingkat Inflasi (%)
6,8
4,5
Nilai tukar Rupiah (Rp/USD)
9.000,0
9.203
Suku Bunga (SPN) 3 bulan (%)
5,0
2,9
Harga Minyak (USD/Barrel)
105,0
117,3
Lifting Minyak (Ribu Barrel/Hari)
930,0
874,5
Sumber: Kementerian Keuangan

Catatan atas Laporan Keuangan -20-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Tabel 2.
Perbandingan Realisasi Anggaran TA 2012 dan 2011 (triliun Rp)
TA 2011
TA 2012
URAIAN
Realisasi
Realisasi
APBN
APBN
Semester I
Semester I
Penerimaan Perpajakan
850,26
388,15
1.032,57
457,01
PNBP
250,91
110,62
277,99
135.75
Penerimaan Hibah
3,74
1,13
0,83
1,00
Pendapatan Negara & Hibah
1.104,90
499,90
1.311,39
593,75
Belanja Pemerintah Pusat
836,58
254,28
964,99
392.78
Transfer ke Daerah
392,98
182,54
470,41
235,53
Total Belanja Negara
1.229,56
437,20
1.435,41
628,62
Surplus (Defisit)
(124,66)
62,70
(124,02)
(34.86)
Pembiayaan
124.66
64,65
124,02
100,76
Sumber: Kementerian Keuangan

Realisasi Pendapatan Negara dan Hibah
Pendapatan negara dan hibah sampai dengan Juni 2012 sebesar Rp593,75 memperoleh
kontribusi dari penerimaan perpajakan yakni sebesar Rp457,01 triliun, penerimaan PNBP
sebesar Rp135,75 triliun dan penerimaan hibah sebesar Rp1,00 triliun. Dengan demikian
komposisi pendapatan negara dan hibah adalah 76,97 persen berasal dari penerimaan
p
perpajakan,
22,86 persen berasal dari PNBP, dan 0,17 persen dari penerimaan hibah. Perbandingan realisasi
pendapatan negara dan hibah sampai dengan Juni 2012 disajikan dalam Grafik 7.
135.75
(22,9%)

0.99
(0,17%)

457.01
(76,9%)

Penerimaan Perpajakan
PNBP
Penerimaan Hibah

Sumber: Kementerian Keuangan
Grafik 7. Komposisi Pendapatan
Pendapata Negara dan Hibah s.d Semester
emester I 2012 (triliun Rupiah)

Triliun Rupiah

Realisasi Pendapatan Negara
dan Hibah

160,00
140,00
120,00
100,00
80,00
60,00
40,00
20,00
0,00

117,22
77,27

Jan

74,90

Feb

Mar

138.14

103,55

82,67

Apr

Mei

Juni

Sumber: Kementerian Keuangan
Grafik 8. Perkembangan Pendapatan Negara dan Hibah Semester I 2012 (dalam triliun)

Catatan atas Laporan Keuangan -21-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Kebijakan Umum Perpajakan

Pokok-pokok kebijakan umum perpajakan pada tahun 2012 adalah sebagai berikut: (a)
melanjutkan pokok-pokok kebijakan perpajakan yang telah dilakukan di tahun 2011; (b)
melakukan perbaikan pelayanan dan penyuluhan perpajakan untuk meningkatkan kepatuhan
sukarela; (c) melakukan perbaikan kebijakan perpajakan untuk mendukung optimalisasi
pendapatan Negara dan mendukung kegiatan ekonomi, termasuk dengan pemberian insentif
fiscal; (d) melakukan pembenahan internal aparatur dan system perpajakan; (e) penegakan hukum
(law enforcement) kepada wajib pajak yang tidak patuh; dan (f) mensinergikan unsur Pemerintah
dalam penggalian potensi perpajakan dengan memberikan dukungan data/informasi kepada
Kementerian Keuangan.

Program Penggalian Potensi
Perpajakan

Sepanjang tahun 2012, Pemerintah melakukan berbagai program yang bertujuan untuk menggali
potensi penerimaan perpajakan. Program-program tersebut antara lain adalah program
intensifikasi perpajakan; program ekstensifikasi perpajakan; program canvassing (penyisiran
potensi pajak berbasis wilayah); program intensifikasi penagihan; program penyempurnaan
mekanisme keberatan banding dalam proses pengadilan pajak; law enforcement, yang meliputi
pemeriksaan dan penagihan serta melakukan kegiatan pembinaan kepada wajib pajak yang telah
terdaftar; dan mengefektifkan kegiatan sosialisasi dan edukasi perpajakan.

Realisasi Penerimaan
Perpajakan

Penerimaan perpajakan sampai dengan Juni 2012 terealisasi sebesar Rp457,01 triliun atau
sebesar 44,26 persen dari APBN 2012 sebesar Rp1.032,57 triliun. Angka realisasi penerimaan
perpajakan di atas merupakan kontribusi pendapatan pajak dalam negeri sebesar Rp432,18 triliun
dan pendapatan pajak perdagangan internasional sebesar Rp24,83 triliun.

Realisasi Penerimaan Pajak
Dalam Negeri

Realisasi penerimaan pajak dalam negeri selama semester I 2012 sebesar Rp432,18 triliun yakni
94,57 persen dari total penerimaan perpajakan. Realisasi penerimaan pajak dalam negeri sampai
dengan Juni 2012 ini berasal dari realisasi Pajak Penghasilan (PPh) Rp233,57 triliun, Pajak
Pertambahan Nilai dan Pajak Pertambahan Nilai Barang Mewah (PPn dan PPnBM) sebesar
Rp149,67 triliun, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Rp2,30 triliun, cukai sebesar Rp44,55 triliun,
dan pajak lainnya sebesar Rp2,11 triliun.

Kontribusi PPh, PPN dan
PPnBM
terhadap realisasi penerimaan
pajak dalam negeri

Sampai dengan Juni 2012 PPh berkontribusi sebesar 54,04 persen dari total penerimaan pajak
dalam negeri. PPh berasal dari PPh Migas sebesar Rp34,78 triliun dan PPh Non-Migas sebesar
Rp198,78 triliun. Pendapatan Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Pertambahan Nilai Barang
Mewah (PPn dan PPnBM) merupakan kontribusi terbesar kedua terhadap penerimaan pajak dalam
negeri, yakni sebesar Rp149,67 triliun atau 34,63 persen dari total pendapatan pajak dalam
negeri. Realisasi PPN dan PPnBM bersumber dari PPN sebesar Rp140,78 triliun dan PPnBM
senilai Rp8,89 triliun. Dibandingkan dengan realisasi semester I tahun 2011 yang sebesar
Rp112,77 triliun atau 36,13 persen dari pagu, realisasi PPN dan PPnBM semester I tahun 2012
sebesar Rp149,67 atau 44,54 persen dari pagu atau mengalami kenaikan sebesar 32,72 persen.
Adapun penyebab kenaikan ini adalah meningkatnya volume impor selama semester I yang
berdampak pada meningkatnya penerimaan PPN dan PPnBM Impor. Serta tetap terjaganya
konsumsi masyarakat dan Pemerintah juga berdampak pada kenaikan penerimaan PPN dan PPn
BM dalam negeri
Penerimaan cukai sampai dengan semester I 2012 sebesar Rp44,55 triliun atau meningkat
sebesar 27,94 persen dibanding periode yang sama tahun 2011 yang mencapai Rp34,82 triliun.
Dari jumlah penerimaan tersebut, sebesar 95,40 persen berasal dari penerimaan cukai hasil
tembakau yakni mencapai Rp42,50 triliun. Faktor yang mempengaruhi peningkatan pendapatan
cukai antara lain adalah diterapkannya kebijakan kenaikan tarif cukai tembakau rata-rata 16,3
persen sejak Januari 2012 serta keberhasilan upaya pemberantasan rokok illegal dan cukai palsu.

Penerimaan cukai

Realisasi penerimaan pajak
perdagangan internasional

Realisasi penerimaan pajak perdagangan internasional sampai dengan Juni 2012 sebesar
Rp24,82 triliun atau 5,43 persen dari total penerimaan pajak, yang terdiri atas bea masuk
sebesar Rp13,90 triliun (56,00 persen dari penerimaan pajak perdagangan internasional) dan bea
Catatan atas Laporan Keuangan -22-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
keluar sebesar Rp10,92 triliun (44,00 persen dari penerimaan pajak perdagangan internasional).
Apabila dibandingkan realisasi semester I tahun 2011 yang mencapai Rp28,43 triliun, maka
penerimaan pajak perdagangan internasional mengalami penurunan sebesar 12,70 persen.
Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh lebih rendahnya harga referensi CPO internasional
pada semester I 2012 dibanding dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Hal ini
mengakibatkan tarif bea keluar semester I 2012 lebih rendah dari semester I 2011 sehingga
penerimaan bea keluar menurun. Dalam menetapkan target bea masuk, Pemerintah
memperhatikan asumsi-asumsi antara lain pertumbuhan ekonomi, nilai tukar Rupiah dan volume
impor. Selain sebagai sumber penerimaan negara, kebijakan bea keluar juga dimaksudkan untuk
ketersediaan komoditi dalam negeri, stabilitas harga nasional, dan kelestarian sumber daya alam.
PNBP (Penerima an Negara
Bukan Pajak)

Sampai dengan semester I 2012 PNBP terealisasi sebesar Rp135,75 triliun yakni 48,83 persen
dari target APBN, atau meningkat sebesar 22,72 persen bila dibandingkan realisasi pada periode
yang sama tahun 2011 yakni sebesar Rp110,62 triliun. Realisasi PNBP sampai dengan semester
I 2012 berasal dari Penerimaan SDA sebesar Rp79,87 triliun, Pendapatan Bagian Laba BUMN
sebesar Rp14,54 triliun; Pendapatan PNBP lainnya Rp34,97 triliun dan Pendapatan BLU sebesar
Rp6,37 triliun. Kenaikan ini terutama diakibatkan dari lebih tingginya realisasi ICP pada periode
Desember 2011- Mei 2012 jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya serta
realisasi kenaikan realisasi penerimaan bagian pemerintah atas laba BUMN sebagai akibat telah
selesainya rapat umum pemegang saham (RUPS) pada sebagaian besar BUMN. Kebijakan yang
dilakukan Pemerintah dalam memenuhi target PNBP antara lain melalui pencapaian produksi
migas dan komoditas tambang serta mineral; penetapan pay out ratio yang tepat dalam
optimalisasi deviden BUMN; dan peninjauan atas jenis dan tarif serta perbaikan administrasi dan
pelayanan PNBP K/L
Realisasi Belanja Negara

Realisasi belanja negara
sampai semester I tahun
2012

Realisasi belanja APBN sampai dengan semester l 2012 mencapai Rp628,62 triliun atau 43,79
persen dari pagu yang dianggarkan sebesar Rp1.435,41 triliun. Realisasi ini mengalami kenaikan
yang cukup signifikan bila dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun 2011 yang
mencapai 35,56 persen dari pagu. Kenaikan ini diantaranya karena adanya kenaikan realisasi
transfer ke daerah dan kenaikan belanja pemerintah pusat sebagai akibat dari meningkatnya
realisasi belanja subsidi. Realisasi belanja Pemerintah Pusat pada semester I mencapai Rp392,78
triliun atau 40,70 persen dari APBN 2012 mengalami kenaikan 54,47 persen bila dibandingkan
dengan periode yang sama tahun 2011 yang mencapai Rp254,28 triliun atau 30,40 persen dari
pagu. Realisasi belanja Subsidi mencapai Rp134,69 triliun (64,49 persen dari APBN 2012) atau
mengalami kenaikan sebesar 117,35 persen dibanding periode yang sama tahun 2011. Realisasi
belanja subsidi BBM dan LPG pada semester I 2012 mencapai Rp88,9 triliun atau 71,9 persen
dari pagu APBN, mengalami kenaikan yang cukup signifikan bila dibanding dengan periode yang
sama tahun 2011 yang mencapai Rp41,6 triliun atau 32,0 persen dari pagu. Sedangkan realisasi
Transfer ke Daerah sampai dengan semester I 2012 sebesar Rp235,53 triliun atau menyerap
50,07 persen dari pagu APBN. Realisasi Transfer ke Daerah tersebut mengalami kenaikan 29,03
persen bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2011 yang mencapai Rp182,54 atau
46,45 persen dari pagu.
Alokasi belanja APBN antara lain digunakan untuk mendukung 11 prioritas pembangunan yaitu:
(1) reformasi birokrasi dan tata kelola; (2) pendidikan; (3) kesehatan; (4) penanggulangan
kemiskinan; (5) ketahanan pangan; (6) infrastruktur; (7) iklim investasi dan iklim usaha; (8) energi;
(9) lingkungan hidup dan pengelolaan bencana; (10) daerah tertinggal, terdepan, terluar, dan
pasca-konflik; (11) kebudayaan, kreativitas, dan inovasi teknologi, serta prioritas lainnya di
bidang politik, hukum dan keamanan, di bidang perekonomian, dan di bidang kesejahteraan
rakyat. Komposisi realisasi belanja negara semester I disajikan dalam Grafik 9.

Catatan atas Laporan Keuangan -23-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)

Belanja Pemerintah
Pusat

62.48%
(235.53)

37.47%
(392.78)

Transfer ke Daerah

Sumber: Kementerian Keuangan
Grafik 9. Persentase Realisasi Belanja Negara Sampai dengan Semester I 2012
(dalam triliun Rupiah)

Realisasi belanja berdasarkan
klasifikasi ekonomi

Rincian kontribusi per jenis belanja/klasifikasi ekonomi belanja Pemerintah Pusat sampai dengan
semester I 2012 adalah sebagai berikut: realisasi belanja pegawai senilai Rp104,10 triliun atau
48,23 persen dari target APBN yang berarti mengalami kenaikan bila
bi di bandingkan dengan
periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp80,39 triliun atau 44,46 persen dari
pagu. Kenaikan ini terutama karena pembayaran gaji ke-13
ke 13 pada tahun 2012 tepat waktu
sedangkan tahun 2011 dibayar pada bulan Juli. Realisasi belanja
belanja barang sampai dengan
semester I 2012 sebesar Rp41,74 triliun atau 22,20 persen dari target APBN. Penyerapan
belanja barang tersebut lebih rendah dibanding dengan periode yang sama tahun sebelumnya
sebesar 23,41 persen dari pagu. Rendahnya kinerja penyerapan
nyerapan tersebut utamanya karena
dampak upaya efisiensi yang dilakukan pemerintah. Pada sisi lain keterlambatan penunjukan
pejabat perbendaharaan serta tingginya kehati-hatian
kehati hatian dalam pelaksanaan anggaran turut serta
mempengaruhi daya serap atau realisasi belanja
belanja barang pada semester I 2012. Realisasi belanja
modal semester I 2012 sebesar Rp30,62 triliun atau sekitar 20,15 persen dari target APBN
mengalami kenaikan 50,91 persen dibanding periode yang sama tahun 2011. Realisasi belanja
pembayaran bunga utang sampai dengan semester I 2012 sebesar Rp48,70 triliun atau sekitar
39,85 persen dari target APBN, sedangkan belanja subsidi terealisasi
erealisasi sebesar Rp134,69 triliun
atau 64,49 persen dari target APBN. Realisasi belanja hibah semester I 2012 Rp0,01 triliun atau
0,56 persen dari target APBN, realisasi belanja bantuan sosial Rp30,04 triliun atau 62,90 persen
dari target APBN. Penyerapan
Penyerapa belanja lain-lain
lain sebesar Rp2,88 triliun atau 10,09 persen dari
target APBN. Secara persentase, kontribusi realisasi belanja terbesar berdasarkan klasifikasi
ekonomi sampai dengan Semester I 2012 adalah belanja subsidi sebesar 34,29 persen dari total
belanja
anja Pemerintah Pusat diikuti belanja pegawai yakni 26,50 persen, belanja pembayaran bunga
hutang 12,40 persen, belanja barang 10,63 persen, belanja modal 7,80 persen, belanja sosial
7,65 persen, belanja lain-lain
lain lain 0,73 persen dan selebihnya merupakan belanja
belan hibah.
Belanja Pegawai

2,88
0,01

30.04

Belanja Barang

104.10

Belanja Modal
134.69
41.74

Belanja Pembayaran Kewajiban
Utang
Belanja Subsidi
Belanja Hibah

48.70
30.62

Belanja Bantuan Sosial
Belanja Lain-Lain
Lain

Sumber: Kementerian Keuangan
Grafik 10. Realisasi Belanja per Klasifikasi ekonomi (triliun Rupiah)
Catatan atas Laporan Keuangan -24-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Realisasi belanja modal yang
meningkat

Realisasi belanja modal semester I 2012 sebesar Rp30,62 triliun atau sekitar 20,15 persen dari
target APBN mengalami kenaikan 50,91 persen dibanding periode yang sama tahun 2011 yang
mencapai Rp20,29 triliun atau 14,94 persen dari pagu. Lebih tingginya penyerapan anggaran
belanja modal tersebut terutama berkaitan dengan implementasi Peraturan Presiden (Perpres)
yang mengatur tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang mempermudah prosedur
pelaksanaan program/kegiatan. Belanja modal mempunyai peran penting dalam mendorong
pengembangan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi. Realisasi belanja modal mengalami tren
peningkatan selama beberapa tahun terakhir sejalan dengan program Pemerintah yang
mengedepankan alokasi belanja modal dalam rangka peningkatan kualitas belanja. Peningkatan
alokasi belanja modal tersebut bertujuan untuk membiayai aktivitas Pemerintah dalam
pembangunan infrastruktur yang mendukung peningkatan pertumbuhan ekonomi (pro growth),
menciptakan kesempatan kerja (pro job), dan mengentaskan kemiskinan (pro poor), dan
mendukukung pembangunan yang inklusif, berkelanjutan dan ramah lingkungan (pro environment).
Di samping untuk pembangunan infrastruktur, alokasi belanja modal dimaksudkan untuk
meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan dasar, mendorong pertumbuhan ekonomi,
meningkatkan domestic connectivity, meningkatkan pertahanan menuju minimum essential forces
(MEF), meningkatkan kapasitas mitigasi dan adaptasi terhadap dampak negatif akibat perubahan
iklim (climate change) dan meningkatkan kesiagaan dalam menghadapi bencana. Perkembangan
realisasi belanja modal dari tahun ke tahun dapat dilihat pada grafik 11.

triliun Rupiah

200,00

151.97
135,85

150,00
100,00
50,00

95,02

79,38
15,5

16,37

20,29

30.62

0,00
2009
APBN

2010

2011
Realisasi Sem. I

2012

Sumber: Kementerian Keuangan
Grafik 11. Realisasi Belanja Modal Semester I 2009-2012
Realisasi transfer ke daerah

Transfer ke daerah sampai dengan semester I 2012 mencapai Rp235,53 triliun atau sekitar
50,07 persen dari target yang dianggarkan. Secara nominal, angka tersebut meningkat dari
realisasi pada periode yang sama tahun 2011 yang hanya mencapai Rp182,54 triliun. Realisasi
transfer daerah sampai dengan semester I 2012 mencakup realisasi transfer dana perimbangan
Rp203,95 triliun atau 50,99 persen dari target APBN sebesar Rp399,99 triliun, dan transfer
dana otonomi khusus dan penyesuaian Rp31,58 triliun atau 44,84 persen dari target APBN
sebesar Rp70,42 triliun.

Realisasi Dana Perimbangan
dan dana Otonomi Khusus dan
Penyesuaian

Realisasi transfer dana perimbangan terdiri dari realisasi Dana Bagi Hasil (DBH) senilai Rp36,82
triliun, realisasi Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp159,72 triliun, dan realisasi Dana Alokasi
Khusus (DAK) senilai Rp7,41 triliun. Sedangkan realisasi Dana Otonomi Khusus dan Penyesuaian
mencakup realisasi Dana Otonomi Khusus senilai Rp3,59 triliun dan Dana Penyesuaian Rp27,99
triliun. Perbandingan pagu dan realisasi transfer ke daerah sampai dengan semester I 2012
disajikan dalam Grafik 12.

Catatan atas Laporan Keuangan -25-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
273,81

300
250
200
150

159,72
100.06

100
50
0

58,47
36,82

26,12
7,41

11,95
3,59

Dana Bagi Dana Alokasi Dana Alokasi
Dana
Hasil
Umum
Khusus
Otonomi
Khusus

27,99

Pagu
Real.

Dana
Penyesuaian

Sumber: Kementerian Keuangan
Grafik 12. Realisasi Transfer Daerah sampai dengan Semester I 2012
Makna transfer ke daerah

Transfer ke daerah adalah instrumen pelaksanaan desentralisasi fiskal selain pemberian
kewenangan kepada Pemerintah daerah untuk memungut pajak (taxing power). Oleh karena local
taxing power melalui pemungutan pajak daerah dan retribusi daerah sebagai sumber penerimaan
daerah masih sangat terbatas, Pemerintah melakukan transfer ke daerah terutama untuk
mendukung pendanaan penyelenggaraan fungsi-fungsi yang telah diserahkan ke daerah (money
follow function). Namun demikian, di samping transfer ke daerah, Pemerintah juga
mengalokasikan dana ke daerah melalui bentuk Dana Dekonsentrasi dan Dana Tugas Pembantuan
yang penyalurannya dilakukan melalui Kementerian Negara/Lembaga teknis termasuk di dalamnya
program nasional seperti Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM).

Kebijakan Transfer ke Daerah dan Pengelolaan Keuangan Daerah
Desentralisasi di Indonesia yang dimulai sejak tahun 2001 sudah berjalan selama satu
dasawarsa. Melalui big bang decentralisation tersebut, sistem Pemerintahan yang semula lebih
condong pada sentralisasi berubah menjadi desentralisasi yang mengarah pada pelaksanaan
otonomi daerah melalui pemberian kewenangan yang seluas-luasnya dengan tetap menjaga
keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sejak itu pula, realisasi transfer ke daerah
yang dikucurkan oleh Pemerintah Pusat semakin meningkat sejalan dengan prinsip money follows
function.
Dalam kurun waktu 2009 sampai dengan tahun 2012, pagu dana perimbangan yang merupakan
komponen terbesar dari transfer ke daerah, yang terdiri atas Dana Bagi Hasil (DBH), Dana
Alokasi Umum (DAU), dan Dana Alokasi Khusus (DAK) menunjukkan peningkatan yang signifikan
dari Rp285,05 triliun menjadi Rp408,35 triliun. Seperti terlihat dari tabel 3, tahun 2011 realisasi
dana perimbangan Rp347,25 triliun yang meningkat 20,88 persen dibandingkan dengan
realisasinya di tahun 2009 yang mencapai Rp287,25 triliun.
Selain dana perimbangan, sejak tahun 2002, juga dialokasikan dana otonomi khusus dan dana
penyeimbang (penyesuaian) pada pos anggaran belanja ke daerah. Dana Otonomi Khusus
disalurkan ke Prov\insi Papua dan sejak tahun 2006 Dana Otonomi Khusus juga dialokasikan
untuk provinsi NAD. Realisasi dana otsus dan penyesuaian juga mengalami peningkatan dari
Rp21,33 triliun dalam tahun 2009 menjadi Rp64,08 triliun pada tahun 2011.

Catatan atas Laporan Keuangan -26-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Tabel 3. Perkembangan Realisasi Transfer Daerah
Tahun 2009-Semester I Tahun 2012
2009
Transfer ke Daerah
Dana Perimbangan
1. Dana Bagi Hasil
2. Dana Alokasi Umum
3. Dana Alokasi Khusus
Dana Otsus dan
Penyesuaian
1. Dana Otonomi Khusus
2. Dana Penyesuaian

2010

2011

Semester I 2012

Pagu
309,31
285,05
73,82
186,41
24,82

Real.
308,59
287,25
76,13
186,41
24,71

Pagu
344,61
314,36
89,62
203,61
21,14

Real.
344,73
316,71
92,18
203,57
20,96

Pagu
412,51
347,54
96,77
225,53
25,23

Real.
411,32
347,25
96,91
225,53
24,80

Pagu
470,41
399,99
100,05
273,81
26,12

Real.
235,53
203,95
36,82
159,72
7,41

24,26

21,33

30,25

28,02

64,97

64,08

70,42

31,58

9,53
14,73

9,53
11,81

9,10
21,15

9,10
18,92

10,42
54,59

10,42
53,66

11,95
58,47

3,59
27,99

Sumber: LKPP
Adapun makna dari pelaksanaan prinsip money follows function adalah pendanaan yang
mengikuti fungsi-fungsi pemerintahan sehingga kebijakan perimbangan keuangan mengacu pada
3 prinsip yakni: (1) perimbangan keuangan antara Pemerintah dengan pemerintahan daerah
merupakan subsistem keuangan negara sebagai konsekuensi pembagian tugas antara Pemerintah
dan Pemerintah daerah; (2) pemberian sumber keuangan negara kepada Pemerintah daerah dalam
rangka pelaksanaan desentralisasi didasarkan atas penyerahan tugas oleh Pemerintah kepada
Pemerintah daerah dengan memperhatikan stabilitas dan keseimbangan fiskal; dan (3)
perimbangan keuangan antara Pemerintah dan Pemerintah daerah merupakan suatu sistem yang
menyeluruh dalam rangka pendanaan penyelenggaraan asas desentralisasi, dekonsentrasi, dan
tugas pembantuan.
Sejalan dengan itu Pemerintah terus mendorong tata kelola pengelolaan keuangan daerah yang
meliputi kegiatan perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan
pertanggungjawaban, dan pengawasan. Sejalan dengan reformasi pengelolaan keuangan negara,
maka pengelolaan keuangan daerah juga mengacu pada beberapa peraturan perundang-undangan,
yaitu UU No. 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara, UU No. 1 tahun 2004 tentang
Perbendaharaan Negara, UU No. 15 tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung
Jawab Keuangan Negara, UU No. 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan
Nasional, dan UU No. 33 tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat
dan Pemerintahan Daerah. Amanat berbagai peraturan perundang-undangan tersebut selanjutnya
diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 58 tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan
Daerah yang mengatur secara komprehensif dan terpadu (omnibus regulation) ketentuanketentuan dalam bidang pengelolaan keuangan daerah dengan mengacu substansi yang tertuang
dalam berbagai undang-undang di atas.
Sesuai dengan rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam Laporan Keuangan
Pemerintah Pusat (LKPP) Tahun Anggaran 2010 terutama terkait dengan bagian Anggaran
Transfer ke Daerah mengenai konsistensi penggunaan Akun Transfer, dalam tahun 2012 akan
dilakukan beberapa kebijakan diantaranya yaitu melalui penguatan konsep Dana Penyesuaian
yang meliputi definisi, tujuan, dan ruang lingkup dari pembentukan akun transfer. Hal ini
ditujukan juga untuk menjaga dan mempertahankan penilaian BPK terhadap pelaksanaan belanja
Tranfer ke Daerah Tahun Anggaran 2010 yang mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian
(WTP) sebagaimana pernah juga diraih pada tahun 2009 yang mendapat opini Wajar Tanpa
Pengecualian(WTP). Penguatan konsep Dana Penyesuaian juga dilakukan melalui pengelompokan
jenis transfer yang sejenis/serumpun sesuai dengan kejadian saat transaksi sehingga
memudahkan dalam pencatatan dan pelaporannya.

Catatan atas Laporan Keuangan -27-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Surplus/ Defisit Anggaran

Realisasi pendapatan negara dan hibah sampai dengan semester I 2012 mencapai Rp593,75
triliun, sementara realisasi belanja negara mencapai Rp628,62 triliun, sehingga defisit tahun
anggaran berjalan sampai dengan semester I 2012 sebesar Rp34,86 triliun.

Kebijakan dan sumber
pembiayaan tahun 2012

Untuk mengantisipasi dampak lanjutan dari ancaman inflasi, potensi krisis di Negara-negara maju
di kawasan Eropa, dan peningkatan kebutuhan likuiditas di pasar keuangan, sepanjang tahun
2012 kebijakan defisit anggaran ditujukan untuk mendukung ekspansi fiskal untuk mendongkrak
angka pertumbuhan ekonomi dan untuk menjaga kesinambungan fiskal (defisit anggaran dengan
tetap menjaga fiscal sustainability). Untuk memenuhi pembiayaan defisit anggaran tersebut
pemerintah menggunakan dua sumber pembiayaan yaitu pembiayaan non utang dan pembiayaan
utang. Dalam pelaksanaannya sumber pembiayaan utang dapat diperoleh melalui pinjaman dalam
negeri dan utang luar negeri. Dengan memperhitungkan risiko dan biaya yang tidak terlalu
membebani keuangan negara, sumber pembiayaan melalui utang dalam negeri merupakan
prioritas utama dalam memenuhi pembiayaan. Sementara itu sumber pembiayaan nonutang
antara lain berasal dari penerimaan cicilan pengembalian penerusan pinjaman, Saldo Anggaran
Lebih (SAL), hasil pengelolaan aset, dan hasil privatisasi BUMN.

Catatan atas Laporan Keuangan -28-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)

A.3. PENDEKATAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) Semester I Tahun 2012 mencakup seluruh
aspek keuangan yang dikelola oleh seluruh entitas Pemerintah Pusat, yang terdiri dari
Bendahara Umum Negara (BUN) dan kementerian negara/lembaga (K/L), beserta jenjang
struktural di bawahnya seperti eselon I, kantor wilayah, serta satuan kerja yang bertanggung
jawab atas otorisasi kredit anggaran yang diberikan kepadanya termasuk satuan kerja Badan
Layanan Umum (BLU) dan satuan kerja pengguna dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan.
LKPP disusun oleh Menteri Keuangan selaku Pengelola Fiskal berdasarkan konsolidasi Laporan
Keuangan Kementerian Negara/Lembaga (LKKL) dan Laporan Keuangan Bendahara Umum
Negara (LKBUN).
Untuk LKPP Semester I Tahun 2012, entitas pelaporan keuangan tingkat K/L dan BUN,
serta entitas akuntansi tingkat satuan kerja (satker) di bawahnya yang dicakup, meliputi:
Daftar entitas pelaporan
keuangan tingkat
kementerian
negara/lembaga

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33

Bagian
Anggaran
BA 001
BA 002
BA 004
BA 005
BA 006
BA 007
BA 010
BA 011
BA 012
BA 013
BA 015
BA 018
BA 019
BA 020
BA 022
BA 023
BA 024
BA 025
BA 026
BA 027
BA 029
BA 032
BA 033
BA 034
BA 035
BA 036
BA 040
BA 041
BA 042
BA 043
BA 044
BA 047
BA 048

34
35
36
37
38

BA 050
BA 051
BA 052
BA 054
BA 055

39
40

BA 056
BA 057

Majelis Permusyawaratan Rakyat
Dewan Perwakilan Rakyat
Badan Pemeriksa Keuangan
Mahkamah Agung
Kejaksaan Agung
Sekretariat Negara
Kementerian Dalam Negeri
Kementerian Luar Negeri
Kementerian Pertahanan
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
Kementerian Keuangan
Kementerian Pertanian
Kementerian Perindustrian
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
Kementerian Perhubungan
Kementerian Pendidikan Nasional
Kementerian Kesehatan
Kementerian Agama
Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi
Kementerian Sosial
Kementerian Kehutanan
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Kementerian Pekerjaan Umum
Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian
Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat
Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata
Kementerian Badan Usaha Milik Negara
Kementerian Riset dan Teknologi
Kementerian Lingkungan Hidup
Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi
Birokrasi
Badan Intelijen Negara
Lembaga Sandi Negara
Dewan Ketahanan Nasional
Badan Pusat Statistik
Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/ Badan
Perencanaan Pembangunan Nasional
Badan Pertanahan Nasional
Perpustakaan Nasional

41
42
43

BA 059
BA 060
BA 063

Kementerian Komunikasi dan Informatika
Kepolisian Negara Republik Indonesia
Badan Pengawas Obat dan Makanan

No.

Kementerian Negara/Lembaga

Jumlah Satker
2012
2011
2
2
2
2
70
70
1.627
1.602
517
517
16
17
782
763
142
142
260
256
775
753
1.072
1.067
1.708
2.733
109
109
99
93
666
680
339
396
1.146
1.185
6.957
6.961
818
1.009
213
284
408
403
698
745
1.007
1.024
2
2
2
2
2
1
181
210
1
1
5
5
48
48
36
36
17
7
2
1
1
1
1
507
28

1
1
1
484
1

468
35

461
35

60
1.203
40

60
1.133
39

Catatan atas Laporan Keuangan -29-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)

44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
58
59
60
61
62
63
64
65
66
67
68
69
70
71
72

Bagian
Anggaran
BA 064
BA 065
BA 066
BA 067
BA 068
BA 074
BA 075
BA 076
BA 077
BA 078
BA 079
BA 080
BA 081
BA 082
BA 083
BA 084
BA 085
BA 086
BA 087
BA 088
BA 089
BA 090
BA 091
BA 092
BA 093
BA 095
BA 100
BA 103
BA 104

73
74
75
76
77
78
79
80

BA 105
BA 106
BA 107
BA 108
BA 109
BA 110
BA 111
BA 112

81
82
83
84
85
86

BA 113
BA 114
BA 115
BA 116
BA 117
BA 118

87

BA 999
BA 999.01
BA 999.02
BA 999.03
BA 999.04
BA 999.05
BA 999.06
BA 999.07
BA 999.08
BA 999.99
BA 999.--

No.

*)

Kementerian Negara/Lembaga
Lembaga Ketahanan Nasional
Badan Koordinasi Penanaman Modal
Badan Narkotika Nasional
Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
Komisi Pemilihan Umum
Mahkamah Konstitusi
Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
Badan Tenaga Nuklir Nasional
Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional
Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional
Badan Standardisasi Nasional
Badan Pengawas Tenaga Nuklir
Lembaga Administrasi Negara
Arsip Nasional Republik Indonesia
Badan Kepegawaian Negara
Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan
Kementerian Perdagangan
Kementerian Perumahan Rakyat
Kementerian Pemuda dan Olahraga
Komisi Pemberantasan Korupsi
Dewan Perwakilan Daerah
Komisi Yudisial
Badan Nasional Penanggulangan Bencana
Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja
Indonesia
Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo
Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
Badan SAR Nasional
Komisi Pengawas Persaingan Usaha
Badan Pengembangan Wilayah Suramadu
Ombudsman RI
Badan Nasional Pengelola Perbatasan
Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan
Bebas Batam *)
Badan Nasional Penanggulangan Terorisme *)
Sekretariat Kabinet *)
Badan Pengawas Pemilihan Umum *)
Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia *)
Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia *)
Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan
Bebas Sabang *)
Bendahara Umum Negara, yang terdiri dari:
Pengelolaan Utang **)
Hibah **)
Investasi Pemerintah **)
Penerusan Pinjaman **)
Transfer ke Daerah **)
Belanja Subsidi dan Belanja Lain-lain **)
Belanja Subsidi **)
Belanja Lain-lain **)
Transaksi Khusus **)
Badan Lainnya
Jumlah Satker

Jumlah Satker
2012
2011
1
1
39
39
119
74
7
40
42
42
1
1
183
183
531
531
1
1
1
1
50
50
21
21
19
19
20
19
1
1
1
1
3
3
13
13
34
34
13
13
39
31
262
311
41
42
34
34
1
1
2
2
1
1
1
1
24
24
1
1
25
1
1
1
1
1

1
1
25
1
1
1
32
-

1
1
1
72
29
1

-

23.779

1
1
4
1
3
15
180
25.143

Bagian Anggaran tersebut baru terbentuk sejak tahun anggaran 2012

Catatan atas Laporan Keuangan -30-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
**)

BA tersebut merupakan entitas pelaporan, dan laporan keuangan BA tersebut
dikonsolidasikan menjadi LKBUN.

LKPP Semester I Tahun 2012 ini mencakup transaksi-transaksi sebagai berikut: 
transaksi keuangan yang berasal dari APBN, termasuk dana APBN yang dilaksanakan oleh
pemerintah daerah, yaitu dana dekonsentrasi dan dana tugas pembantuan; 
transaksi keuangan terbatas dari unit-unit fiskal register yang tidak menggunakan dana
APBN, namun mengelola aset Pemerintah, seperti Bank Indonesia, Badan Pengelola
Minyak dan Gas (BPMIGAS), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan Unit Badan Lainnya.

LKPP Semester I Tahun 2012 ini tidak mencakup entitas:    

Pemerintahan Daerah;
Badan Usaha Milik Negara (BUMN);
Badan Hukum Milik Negara (BHMN); dan
Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Namun, penyertaan modal (investasi) pemerintah pada perusahaan negara (BUMN dan Non
BUMN), dan BHMN, nilainya disajikan sebagai investasi pemerintah dan dijabarkan dalam
Ikhtisar Laporan Keuangan Perusahaan Negara/Badan Lainnya.
Sesuai dengan PMK Nomor 171/PMK.05/2007 tentang Sistem Akuntansi dan
Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat sebagaimana telah diubah dengan PMK Nomor
233/PMK.05/2011, LKPP dihasilkan melalui Sistem Akuntansi Pemerintah Pusat (SAPP), yang
terdiri dari Sistem Akuntansi Bendahara Umum Negara (SA-BUN) dan Sistem Akuntansi
Instansi (SAI). SAI diselenggarakan oleh K/L secara berjenjang mulai dari tingkat satker (Kuasa
Pengguna Anggaran) sampai tingkat K/L (Pengguna Anggaran), untuk menghasilkan laporan
realisasi anggaran dan neraca. SAI terdiri dari 2 (dua) subsistem, yaitu Sistem Akuntansi
Keuangan (SAK) dan Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi Barang Milik Negara
(SIMAK-BMN). SAK diselenggarakan untuk membukukan transaksi anggaran (Daftar Isian
Pelaksanaan Anggaran), pendapatan, belanja, serta data neraca, sedangkan SIMAK-BMN
diselenggarakan untuk membukukan data barang milik negara dalam rangka menghasilkan
neraca.
Menteri Keuangan selaku Bendahara Umum Negara (BUN) menyelenggarakan Sistem
Akuntansi Bendahara Umum Negara (SA-BUN) untuk menghasilkan Laporan Keuangan BUN.
SA-BUN terdiri dari beberapa sub sistem, yaitu Sistem Akuntansi Pusat (SiAP), Sistem
Akuntansi Utang Pemerintah dan Hibah (SA-UP&H), Sistem Akuntansi Investasi Pemerintah
(SA-IP), Sistem Akuntansi dan Pelaporan Penerusan Pinjaman (SA-PPP), Sistem Akuntansi
Transfer ke Daerah (SA-TD), Sistem Akuntansi Belanja Subsidi dan Belanja Lain-lain (SA-BSBL),
Sistem Akuntansi Transaksi Khusus (SA-TK), dan Sistem Akuntansi Badan Lainnya (SA-BL).
SiAP terdiri dari 2 (dua) subsistem, yaitu Sistem Akuntansi Kas Umum Negara (SAKUN) dan
Sistem Akuntansi Umum (SAU). SAKUN diselenggarakan untuk menghasilkan Laporan Arus Kas
Pemerintah Pusat, sedangkan SAU diselenggarakan untuk membukukan data yang akan
direkonsiliasi dengan data yang dibukukan SAI.

Catatan atas Laporan Keuangan -31-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Kerangka Umum SAPP dan alur penyusunan LKPP adalah sebagaimana disajikan pada
diagram di bawah ini.

SAPP

SABUN

SAI
SAK

SiAP

SAU

SA-UP&H

SA-IP

SA-PPP

SA-TD

SA-BSBL
BSBL

SIMAK-BMN

SA-TK

SA-BL

SAKUN

Kerangka Umum SAPP

Alur Penyusunan LKPP

SAPP dirancang untuk menghasilkan LKPP yang terdiri dari:
1. Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)
Laporan Realisasi APBN disusun berdasarkan kompilasi Laporan Realisasi Anggaran
seluruh entitas pelaporan K/L dan entitas pelaporan BUN. Laporan Realisasi APBN terdiri
dari Pendapatan Negara dan Hibah, Belanja Negara, dan Pembiayaan. 
Angka realisasi Pendapatan Negara dan Hibah yang disajikan pada
pad Laporan Realisasi
APBN Semester I TA 2012 berdasarkan data penerimaan kas yang dikelola oleh
Menteri Keuangan selaku BUN sebagai pembukuan intrakomtabel atas seluruh

Catatan atas Laporan Keuangan -32-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)  

penerimaan uang yang riil masuk ke Kas Negara atau melalui pengesahan
pendapatan. Sedangkan data realisasi Pendapatan Negara dan Hibah dari K/L
berfungsi sebagai penguji (kontrol) data BUN.
Angka realisasi Belanja Negara yang disajikan pada Laporan Realisasi APBN
Semester I TA 2012 berdasarkan kompilasi realisasi belanja negara seluruh entitas
K/L, di mana pengguna anggaran bertanggung jawab penuh atas seluruh pengeluaran
yang dibelanjakannya. Sedangkan data realisasi pengeluaran yang dikelola oleh BUN
(data SAU) berfungsi sebagai penguji (kontrol) data belanja K/L. Apabila terjadi
perbedaan antara realisasi belanja berdasarkan data K/L dengan data BUN, perbedaan
tersebut disajikan pada Laporan Realisasi APBN sebagai “Suspen.”
Angka realisasi Pembiayaan yang disajikan pada Laporan Realisasi APBN Semester I
TA 2012 berdasarkan data penerimaan dan pengeluaran kas yang dikelola oleh
Menteri Keuangan selaku BUN sebagai pembukuan intrakomtabel atas seluruh
penerimaan dan pengeluaran uang yang riil masuk ke atau keluar dari Kas Negara.

2. Neraca
Neraca Pemerintah Pusat disusun berdasarkan konsolidasi Neraca seluruh K/L dan Neraca
LKBUN. Neraca LKBUN disusun berdasarkan konsolidasi Neraca Kas Umum Negara (KUN)
dan Neraca Bagian Anggaran – Bagian Anggaran BUN termasuk Laporan Keuangan Badan
Lainnya. Data mengenai Kas di Bendahara Penerimaan, Kas di Bendahara Pengeluaran,
dan Kas pada BLU didasarkan pada Neraca K/L yang disusun melalui SAI.
3.

Laporan Arus Kas
Laporan Arus Kas disusun berdasarkan data penerimaan dan pengeluaran kas yang
dikelola oleh Menteri Keuangan selaku BUN. Laporan Arus Kas Semester I TA 2012
mencakup data penerimaan dan pengeluaran kas melalui rekening KPPN dan rekening BUN
(rekening 502.000000980, rekening 600.502411980, rekening 600.502111980,
rekening 519.000122980, rekening 608.001411980, rekening 608.000111980,
rekening SAL, dan rekening Penempatan Uang Negara), termasuk transaksi pengesahan
pendapatan hibah, serta pendapatan dan belanja pada BLU. Laporan Arus Kas disusun
dengan menggunakan SAKUN yang merupakan subsistem dari SiAP.

4.

Catatan atas Laporan Keuangan
Catatan atas Laporan Keuangan menyajikan informasi tentang analisis makro ekonomi,
pendekatan penyusunan laporan keuangan, kebijakan akuntansi, penjelasan atau daftar
terinci atau analisis atas nilai suatu pos yang disajikan dalam Laporan Realisasi APBN,
Neraca Pemerintah Pusat, dan Laporan Arus Kas, serta informasi penting lainnya dalam
rangka pengungkapan yang memadai.

A.4. KEBIJAKAN AKUNTANSI
Laporan Realisasi APBN disusun dengan menggunakan basis kas yaitu basis akuntansi
yang mengakui pengaruh transaksi dan peristiwa lainnya pada saat kas atau setara kas
diterima pada Kas Umum Negara (KUN) atau dikeluarkan dari KUN.
Penyajian aset, kewajiban, dan ekuitas dana dalam Neraca diakui berdasarkan basis
akrual, yaitu pada saat diperolehnya hak atas aset dan timbulnya kewajiban tanpa
memperhatikan saat kas atau setara kas diterima atau dikeluarkan dari KUN.
Penyusunan dan penyajian LKPP Semester I Tahun 2012 telah mengacu pada Standar
Catatan atas Laporan Keuangan -33-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Akuntansi Pemerintahan (SAP) yang telah ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor
71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan, Lampiran II (Pernyataan SAP (PSAP)
Berbasis Kas Menuju Akrual). Dengan demikian, dalam penyusunan LKPP telah diterapkan
kaidah-kaidah pengelolaan keuangan yang baik di lingkungan pemerintahan.
Dalam rangka penerapan akuntansi berbasis akrual, sebagaimana diamanatkan UU No.
17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, dan UU No. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan
Negara, Pemerintah telah menetapkan dengan PP Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar
Akuntansi Pemerintahan. PP tersebut mengatur SAP Berbasis Akrual dan SAP Berbasis Kas
Menuju Akrual. Sesuai dengan PP tersebut, Pemerintah dapat menerapkan SAP Berbasis
Akrual secara bertahap dengan ketentuan penerapan sepenuhnya paling lambat tahun anggaran
2015.
Kebijakan akuntansi yang digunakan dalam penyusunan LKPP adalah:
(1) Pendapatan
Pendapatan diakui pada
saat kas diterima pada
KUN dan terjadinya
pengesahan oleh KPPN

Pendapatan adalah semua penerimaan KUN yang menambah ekuitas dana lancar dalam
periode tahun yang bersangkutan yang menjadi hak pemerintah pusat dan tidak perlu
dibayar kembali oleh pemerintah pusat. Pendapatan diakui pada saat kas diterima pada
KUN atau pada saat terjadinya pengesahan atas pendapatan melalui dokumen pengesahan
oleh KPPN. Akuntansi pendapatan dilaksanakan berdasarkan azas bruto, yaitu dengan
membukukan penerimaan bruto, dan tidak mencatat jumlah netonya (setelah
dikompensasikan dengan pengeluaran). Pendapatan disajikan sesuai dengan jenis
pendapatan.
Pengecualian terhadap azas bruto pada penyusunan LKPP Semester I Tahun 2012 adalah
untuk penerimaan minyak dan gas bumi (migas) yang ditampung dalam Rekening Minyak
dan Gas Bumi (600.000411980) dan Rekening Panas Bumi (508.000084980). Hal ini
dilandasi bahwa earnings process atas penerimaan migas dan panas bumi tersebut belum
selesai, karena penerimaan migas pada rekening 600.000411980 dan penerimaan panas
bumi pada rekening 508.000084980 masih harus memperhitungkan unsur-unsur
kewajiban Pemerintah seperti under/over lifting, Domestic Market Obligation (DMO) fee,
dan pengembalian (reimbursement) Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Bumi dan
Bangunan (PBB). Penerimaan migas pada rekening 600.000411980 dan penerimaan
panas bumi pada rekening 508.000084980 setelah dikurangi dengan pengeluaranpengeluaran kewajiban Pemerintah yang dapat diestimasi diakui sebagai “Pendapatan
yang Ditangguhkan.” Selanjutnya, terhadap pengeluaran-pengeluaran kewajiban
Pemerintah yang membebani rekening tersebut akan dikeluarkan terlebih dahulu, baru
kemudian disetor ke Kas Negara sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
(2) Belanja

Belanja diakui pada saat
kas keluar dari KUN dan
terjadinya pengesahan
oleh KPPN

Belanja adalah semua pengeluaran KUN yang mengurangi ekuitas dana lancar dalam
periode tahun yang bersangkutan yang tidak akan diperoleh pembayarannya kembali oleh
pemerintah pusat. Belanja diakui pada saat terjadi pengeluaran kas dari KUN atau pada
saat terjadinya pengesahan atas belanja melalui dokumen pengesahan oleh KPPN. Khusus
pengeluaran melalui bendahara pengeluaran, pengakuan belanja terjadi pada saat
pertanggungjawaban atas pengeluaran tersebut disahkan oleh Kantor Pelayanan
Perbendaharaan Negara (KPPN). Belanja disajikan pada muka (face) laporan keuangan
menurut klasifikasi ekonomi/jenis belanja, sedangkan pada Catatan atas Laporan
Keuangan (CaLK), belanja disajikan menurut klasifikasi organisasi dan fungsi.

Catatan atas Laporan Keuangan -34-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
(3) Pembiayaan
Pembiayaan diakui pada
saat kas diterima/keluar
dari KUN atau terjadinya
pengesahan oleh BUN

Pembiayaan adalah seluruh transaksi keuangan Pemerintah, baik penerimaan maupun
pengeluaran yang perlu dibayar atau akan diterima kembali, yang dalam penganggaran
Pemerintah terutama dimaksudkan untuk menutup defisit atau memanfaatkan surplus
anggaran. Pembiayaan diakui pada saat kas diterima pada KUN serta pada saat terjadinya
pengeluaran kas dari KUN atau terjadinya pengesahan penerimaan dan pengeluaran
pembiayaan oleh BUN. Akuntansi penerimaan pembiayaan dilaksanakan berdasarkan azas
bruto, yaitu dengan membukukan penerimaan bruto, dan tidak mencatat jumlah netonya
(setelah dikompensasi dengan pengeluaran).
Nilai pembiayaan dalam rangka penarikan pinjaman luar negeri dan pembayaran cicilan
pokok atas pinjaman luar negeri yang disajikan baik pada Laporan Realisasi APBN maupun
Laporan Arus Kas berdasarkan data penerimaan dan pengeluaran kas yang dikelola oleh
Menteri Keuangan selaku BUN (data Ditjen Perbendaharaan selaku Kuasa BUN).
Sementara itu, saldo pinjaman/utang luar negeri yang disajikan pada Neraca LKPP
berdasarkan saldo pinjaman/utang luar negeri yang disajikan pada Neraca Bagian
Anggaran 999.01 (Pengelolaan Utang) oleh Ditjen Pengelolaan Utang. Perbedaan data
penarikan pinjaman luar negeri antara Ditjen Perbendaharaan selaku Kuasa BUN dan
Ditjen Pengelolaan Utang selaku Kuasa Pengguna Anggaran dijelaskan pada CaLK.
(4) Aset

Aset terdiri dari Aset
Lancar, Investasi, Aset
Tetap, dan Aset
Lainnya

Aset adalah sumber daya ekonomi yang dikuasai dan/atau dimiliki oleh Pemerintah sebagai
akibat dari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi dan/atau sosial di masa
depan diharapkan dapat diperoleh, baik oleh Pemerintah maupun oleh masyarakat, serta
dapat diukur dalam satuan uang, termasuk sumber daya non-keuangan yang diperlukan
untuk penyediaan jasa bagi masyarakat umum dan sumber-sumber daya yang dipelihara
karena alasan sejarah dan budaya. Dalam pengertian aset ini tidak termasuk sumber daya
alam seperti hutan, kekayaan di dasar laut, dan kandungan pertambangan. Aset diakui
pada saat diterima atau pada saat hak kepemilikan berpindah.
Aset diklasifikasikan menjadi Aset Lancar, Investasi Jangka Panjang, Aset Tetap, dan
Aset Lainnya.
a. Aset Lancar

Aset Lancar terdiri dari
kas, piutang, dan
persediaan

Suatu aset diklasifikasikan sebagai Aset Lancar jika berupa kas dan setara kas serta
diharapkan segera untuk direalisasikan, dipakai, atau dimiliki untuk dijual dalam
waktu 12 (dua belas) bulan sejak tanggal pelaporan. Aset lancar ini terdiri dari kas
dan setara kas, piutang, investasi jangka pendek, dan persediaan. 
Kas disajikan di neraca dengan menggunakan nilai nominal. Kas dalam bentuk
valuta asing disajikan di neraca dengan menggunakan kurs tengah Bank Indonesia
(BI) pada tanggal pelaporan. 
Kas di Bendahara Pengeluaran merupakan saldo uang persediaan (UP) yang belum
disetorkan ke kas negara atau belum dipertanggungjawabkan sampai dengan
tanggal pelaporan. 
Kas dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang belum disetor ke kas
negara disajikan sebagai Kas di Bendahara Penerimaan. Bunga dan jasa giro atas
rekening Bendahara Penerimaan disajikan sebagai bagian dari Kas di Bendahara
Penerimaan. 
Kas Lainnya dan Setara Kas terdiri dari bunga dan jasa giro atas rekening
Bendahara Pengeluaran, pungutan pajak, dan pengembalian belanja yang belum
Catatan atas Laporan Keuangan -35-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
disetorkan ke kas negara sampai dengan tanggal pelaporan, dana lancar BLU,
serta kas dari hibah langsung dan dana yang berasal dari SPM-LS Bendahara
Pengeluaran yang belum dibayarkan kepada pihak ketiga. 
Kas pada BLU yang disajikan merupakan Kas pada BLU yang telah disahkan oleh
KPPN maupun yang belum disahkan. Kas di BLU yang merupakan dana kelolaan
yang belum digulirkan/diinvestasikan disajikan sebagai Aset Lainnya. 
Saldo Kas di Bendahara Pengeluaran dan Kas pada BLU didasarkan pada Neraca
K/L yang disusun melalui SAI. 
Piutang dinyatakan dalam neraca menurut nilai yang timbul berdasarkan hak yang
telah dikeluarkan surat keputusan penagihannya. Temasuk dalam pos Piutang
adalah Piutang Pajak, Piutang Bukan Pajak, Tagihan Penjualan Angsuran (TPA),
Tagihan Tuntutan Ganti Rugi (TGR), Uang Muka Belanja, Piutang dari Kegiatan
BLU, Piutang Lain-lain, dan Piutang Penerusan Pinjaman yang akan jatuh tempo
dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan setelah tanggal pelaporan. LKPP Tahun
2011 ini telah menyajikan nilai bersih yang dapat direalisasikan (Net Realizable
Value) atas piutang dengan memperhitungkan penyisihan atas piutang tidak
tertagih yang disajikan pada pos tersendiri dalam lembar muka Neraca dan
diungkapkan pada CaLK. Penyisihan piutang tidak tertagih tidak diterapkan pada
Uang Muka Belanja/Belanja Dibayar di Muka. 
Termasuk dalam persediaan adalah barang atau perlengkapan yang dimaksudkan
untuk mendukung kegiatan operasional pemerintah, barang-barang yang
dimaksudkan untuk dijual dan/atau diserahkan dalam rangka pelayanan kepada
masyarakat. Nilai persediaan didasarkan pada perhitungan fisik pada tanggal
pelaporan, kecuali untuk persediaan dalam bentuk beras.
Persediaan dicatat pada neraca berdasarkan:
- harga pembelian terakhir, apabila diperoleh dengan pembelian,
- harga standar apabila diperoleh dengan memproduksi sendiri,
- harga wajar atau estimasi nilai penjualannya apabila diperoleh dengan cara
lainnya seperti donasi/rampasan.
b. Investasi
Investasi Jangka
Panjang terdiri dari
Investasi Non Permanen
dan Investasi Permanen

Investasi adalah aset yang dimaksudkan untuk memperoleh manfaat ekonomik
seperti bunga, dividen dan royalti, atau manfaat sosial sehingga dapat meningkatkan
kemampuan pemerintah dalam rangka pelayanan kepada masyarakat.
Investasi pemerintah diklasifikasikan kedalam investasi jangka pendek dan investasi
jangka panjang. Investasi jangka pendek adalah investasi yang dapat segera dicairkan
dan dimaksudkan untuk dimiliki dalam kurun waktu setahun atau kurang. Investasi
jangka panjang adalah investasi yang dimaksudkan untuk dimiliki selama lebih dari
setahun. Penyajian investasi pada Neraca Pemerintah Pusat per 30 Juni 2012
meliputi investasi jangka pendek dan investasi jangka panjang.
Investasi jangka pendek yang disajikan pada Neraca Pemerintah Pusat per 30 Juni
2012 adalah investasi berupa deposito berjangka waktu lebih dari 3 (tiga) bulan yang
ada di BLU.
Investasi jangka panjang dibagi menurut sifat penanaman investasinya, yaitu non
permanen dan permanen.
(i) Investasi Non Permanen
Investasi non permanen adalah investasi jangka panjang yang tidak termasuk
dalam investasi permanen dan dimaksudkan untuk dimiliki secara tidak

Catatan atas Laporan Keuangan -36-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
berkelanjutan. Investasi non permanen sifatnya bukan penyertaan modal saham
melainkan berupa pinjaman jangka panjang yang dimaksudkan untuk pembiayaan
investasi perusahaan negara/daerah, pemerintah daerah, dan pihak ketiga
lainnya.
Investasi Non Permanen meliputi: 
Seluruh dana pemerintah yang diberikan dalam bentuk Pinjaman Dana
Bergulir kepada pengusaha kecil, anggota koperasi, anggota Kelompok
Swadaya Masyarakat (KSM), nasabah Lembaga Dana Kredit Pedesaan
(LDKP), nasabah Usaha Simpan Pinjam/Tempat Simpan Pinjam (USP/TSP)
atau nasabah BPR, kelompok petani, nelayan, dan kelompok usaha lainnya. 
Investasi Non Permanen Lainnya berupa dana pada BLU Pusat Investasi
Pemerintah (PIP) yang telah diinvestasikan.
Dana kelolaan BLU yang masih berupa kas dan belum digulirkan/diinvestasikan
disajikan sebagai Dana Kelolaan BLU yang Belum Digulirkan/Diinvestasikan pada
pos Aset Lainnya.
(ii) Investasi Permanen
Investasi Permanen adalah investasi jangka panjang yang dimaksudkan untuk
dimiliki secara berkelanjutan. Investasi permanen dimaksudkan untuk
mendapatkan dividen dan/atau menanamkan pengaruh yang signifikan dalam
jangka panjang dan/atau menjaga hubungan kelembagaan. Investasi permanen
meliputi seluruh Penyertaan Modal Negara (PMN) pada perusahaan negara,
lembaga internasional, dan badan usaha atau badan hukum lainnya. 
Investasi Permanen PMN terdiri dari investasi pada perusahaan negara,
lembaga keuangan internasional, Bada Hukum Milik Negara (BHMN), dan
badan usaha lainnya. PMN pada perusahaan negara yang sama dengan atau
lebih dari 51 (lima puluh satu) persen disebut sebagai Badan Usaha Milik
Negara (BUMN). PMN pada perusahaan negara yang kurang dari 51 persen
(minoritas) disebut sebagai Non BUMN. 
PMN dapat berupa surat berharga (saham) pada suatu perseroan terbatas
dan non surat berharga (kepemilikan modal bukan dalam bentuk saham pada
perusahaan yang bukan perseroan). 
Aset-aset yang berstatus Bantuan Pemerintah Yang Belum Ditetapkan
Statusnya (BPYBDS) pada BUMN disajikan sebagai Investasi Permanen
PMN. BPYBDS merupakan Barang Milik Negara (BMN) yang berasal dari
belanja K/L yang diserahkelolakan kepada BUMN di masing-masing sektor.
Pengalihan BMN dari K/L menjadi aset BUMN berdasarkan dokumen Berita
Serah Terima Operasi (BASTO). Metode pencatatan BPYBDS masih variatif,
sebagian berdasarkan BASTO dan yang lain menggunakan nilai hasil review
Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). 
PMN pada lembaga keuangan internasional dicatat sebagai investasi
permanen sebesar kontribusi Pemerintah yang telah dibayar tunai maupun
dalam bentuk penerbitan Promissory Notes. Di sisi lain, Promissory Notes
tersebut disajikan sebagai kewajiban.
Nilai PMN pada BUMN/BHMN dengan persentase kepemilikan sama dengan atau
lebih dari 51 (lima puluh satu) persen serta investasi pada BI disajikan dengan
menggunakan metode ekuitas (equity method). Nilai PMN pada perusahaan minoritas
(Non BUMN) dengan kepemilikan 20 (dua puluh) persen atau lebih disajikan dengan

Catatan atas Laporan Keuangan -37-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
menggunakan metode ekuitas (equity method), sedangkan kepemilikan kurang dari 20
(dua puluh) persen menggunakan metode biaya (cost method).
Penilaian investasi jangka panjang diprioritaskan menggunakan metode ekuitas. Jika
suatu investasi bisa dipastikan tidak akan diperoleh kembali atau terdapat bukti
bahwa investasi hendak dilepas, maka digunakan metode nilai bersih yang
direalisasikan. Investasi dalam bentuk pemberian pinjaman jangka panjang kepada
pihak ketiga dan non earning asset atau hanya sebagai bentuk partisipasi dalam
suatu organisasi, seperti penyertaan pada lembaga-lembaga keuangan internasional,
menggunakan metode biaya.
c.
Aset Tetap terdiri dari
Tanah, Gedung dan
Bangunan, Peralatan dan
Mesin, Jalan, Irigasi, dan
Jaringan, Aset Tetap
Lainnya, dan KDP

Aset Tetap
Aset Tetap adalah aset berwujud yang mempunyai masa manfaat lebih dari 12 (dua
belas) bulan untuk digunakan dalam kegiatan pemerintah atau dimanfaatkan oleh
masyarakat umum. Aset tetap terdiri dari Tanah, Gedung dan Bangunan, Peralatan
dan Mesin, Jalan, Irigasi, dan Jaringan, dan Aset Tetap Lainnya. Aset tetap juga
mencakup biaya-biaya atas pembangunan aset tetap yang sampai dengan tanggal
pelaporan sedang dalam proses pengerjaan dan dilaporkan sebagai Konstruksi Dalam
Pengerjaan (KDP). KDP dipindahkan ke aset tetap yang bersangkutan pada saat aset
tersebut selesai dan siap digunakan.
Aset Tetap dilaporkan berdasarkan neraca K/L per 30 Juni 2012 dengan harga
perolehan. Sejak tahun 2007, Pemerintah telah melakukan penertiban Barang Milik
Negara (BMN) yang meliputi inventarisasi dan penilaian kembali BMN. Penilaian
kembali dilakukan untuk BMN yang diperoleh sebelum tahun 2004. Hasil inventarisasi
dan penilaian kembali BMN tersebut menjadi dasar penyajian Aset Tetap pada Neraca
per 30 Juni 2012.
Pengakuan aset tetap yang perolehannya sejak tanggal 1 Januari 2002 didasarkan
pada nilai satuan minimum kapitalisasi, yaitu:
(a) Pengeluaran untuk per satuan peralatan dan mesin dan peralatan olah raga yang
nilainya sama dengan atau lebih dari Rp300.000 (tiga ratus ribu rupiah), dan
(b) Pengeluaran untuk gedung dan bangunan yang nilainya sama dengan atau lebih
dari Rp10.000.000 (sepuluh juta rupiah).
Pengeluaran yang tidak tercakup dalam batasan nilai minimum kapitalisasi tersebut di
atas, diperlakukan sebagai biaya kecuali pengeluaran untuk tanah, jalan/irigasi/
jaringan, dan aset tetap lainnya berupa koleksi perpustakaan dan barang bercorak
kesenian. Nilai satuan minimum kapitalisasi juga dikecualikan terhadap aset tetap
yang diperoleh dari transfer/pengalihan/pertukaran.
Pengeluaran yang memenuhi batasan minimum kapitalisasi diperlakukan sebagai
penambah nilai Aset Tetap.

SAP telah mengatur
mengenai depresiasi,
tapi aset tetap dalam
LKPP ini belum
didepresiasi.

Menurut PP Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan
Lampiran II PSAP Nomor 07 tentang Akuntansi Aset Tetap, aset tetap disajikan
berdasarkan biaya perolehan aset tetap dikurangi akumulasi penyusutan (depresiasi).
Namun, Pemerintah menetapkan bahwa dalam penyusunan LKPP Semester I Tahun
2012, seluruh aset tetap yang dikelola oleh K/L selaku pengguna barang belum
disusutkan/didepresiasi. Hal ini disebabkan antara lain peraturan dan kebijakan
penyusutan, serta umur manfaat dari masing-masing kelompok aset tetap belum
ditetapkan. Penerapan penyusutan aset tetap akan dilaksanakan mulai pelaporan
keuangan tahun 2013. Untuk tahun 2012, penyusutan aset tetap dilaksanakan untuk
satker yang menerapkan pengelolaan keuangan BLU yang telah melaksanakan sistem

Catatan atas Laporan Keuangan -38-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
akuntansi sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK). Nilai perolehan,
penyusutan, dan nilai buku atas aset tetap pada satker yang menerapkan pengelolaan
keuangan BLU diungkapkan dalam CaLK.
d. Aset Lainnya
Aset lainnya terdiri dari
TPA, Tagihan TGR,
Kemitraan dengan Pihak
Ketiga, Piutang Jangka
Panjang Lainnya, Dana
yang Dibatasi
Penggunaannya, Aset
Tak Berwujud, Dana
Penjaminan, Aset KKKS,
Aset Eks BPPN, Aset
Lainnya dari Unit
Pemerintah Lainnya, dan
Aset Lain-lain.

Aset Lainnya adalah aset pemerintah selain aset lancar, investasi, dan aset tetap.
Termasuk dalam Aset Lainnya adalah Tagihan Penjualan Angsuran (TPA), Tagihan
Tuntutan Ganti Rugi (TGR) yang jatuh tempo lebih dari satu tahun, Kemitraan dengan
Pihak Ketiga, Dana yang Dibatasi Penggunaannya, Aset Tak Berwujud, Dana
Penjaminan, Aset KKKS, Aset Eks BPPN, Aset Lainnya dari Unit Pemerintah Lainnya,
dan Aset Lain-lain. 
TPA menggambarkan jumlah yang dapat diterima dari penjualan aset pemerintah
secara angsuran kepada pegawai pemerintah yang dinilai sebesar nilai nominal
dari kontrak/berita acara penjualan aset yang bersangkutan setelah dikurangi
dengan angsuran yang telah dibayar oleh pegawai ke kas negara atau daftar
saldo tagihan penjualan angsuran. 
TGR merupakan suatu proses yang dilakukan terhadap bendahara/pegawai negeri
bukan bendahara dengan tujuan untuk menuntut penggantian atas suatu kerugian
yang diderita oleh negara sebagai akibat langsung ataupun tidak langsung dari
suatu perbuatan yang melanggar hukum yang dilakukan oleh bendahara/pegawai
tersebut atau kelalaian dalam pelaksanaan tugasnya. 
TPA dan Tagihan TGR yang akan jatuh tempo dalam jangka waktu 12 (dua belas)
bulan setelah tanggal neraca disajikan sebagai aset lancar (Lihat Kebijakan
Akuntansi pada Aset Lancar). 
Kemitraan dengan pihak ketiga merupakan perjanjian antara dua pihak atau lebih
yang mempunyai komitmen untuk melaksanakan kegiatan yang dikendalikan
bersama dengan menggunakan aset dan/atau hak usaha yang dimiliki. Apabila
kemitraan berakhir, maka aset yang menjadi hak Pemerintah akan direklasifikasi
menjadi aset definitif sesuai jenisnya. 
Dana yang Dibatasi Penggunaannya merupakan kas atau dana yang alokasinya
hanya akan dimanfaatkan untuk membiayai kegiatan tertentu seperti yang
disimpan pada rekening cadangan subsidi/PSO, rekening cadangan Dana Bagi
Hasil, rekening dana reboisasi, Dana Abadi Umat, dana Biaya Penyelenggaraan
Iuran Haji, dan kas besi perwakilan RI di luar negeri, serta dana lain yang sejenis. 
Aset Tak Berwujud merupakan aset nonkeuangan yang dapat diidentifikasi dan
tidak mempunyai wujud fisik serta dimiliki untuk digunakan dalam menghasilkan
barang atau jasa atau digunakan untuk tujuan lainnya termasuk hak atas
kekayaan intelektual. Aset Tak Berwujud meliputi software komputer; lisensi dan
franchise; hak cipta (copyright), paten, hasil kajian/penelitian yang memberikan
manfaat jangka panjang, serta hak jasa dan operasi Aset Tak Berwujud dalam
pengembangan. 
Aset KKKS yang disajikan pada LKPP Semester I Tahun 2012 adalah aset KKKS
yang telah dilakukan inventarisasi dan penilaian yang belum diserahkan kepada
Pemerintah, dan dapat diyakini keberadaan dan keandalan nilainya. Aset KKKS
yang belum diserahkan dan belum dilakukan inventarisasi dan penilaian, serta
yang sudah dilakukan inventarisasi dan penilaian namun belum dapat diyakini,
tidak dicatat dalam neraca, namun diungkapkan dalam CaLK. Aset yang telah
diserahkan kepada Pemerintah c.q Kementerian ESDM dan sudah dilakukan
inventarisasi dan penilaian, dicatat dalam neraca sebagai aset tetap atau
persediaan.
Catatan atas Laporan Keuangan -39-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Terhadap pengakuan Aset KKKS, Pemerintah tidak mengakui adanya kewajiban
atas pengakuan aset tersebut. Hal ini didasarkan pada Peraturan Pemerintah
Nomor 35 Tahun 2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi yang
menyatakan bahwa seluruh barang dan peralatan yang secara langsung
digunakan dalam Kegiatan Usaha Hulu yang dibeli Kontraktor menjadi
milik/kekayaan negara. Dengan demikian, Pemerintah tidak mengakui adanya
kewajiban atas pengakuan Aset KKKS. 
Aset Lainnya dari Unit Pemerintah Lainnya merupakan kekayaan bersih (ekuitas)
pada Unit Badan Lainnya non satuan kerja seperti Otorita Asahan, Otorita Batam,
Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Badan Pengelola Gedung Manggala
Wanabakti, dan Yayasan Gedung Veteran. Nilai Aset Lainnya tersebut disajikan
sebesar nilai kekayaan bersih (aset dikurangi kewajiban). Dalam hal badan-badan
lain tersebut mendapatkan alokasi APBN dan bertindak sebagai Kuasa Pengguna
Anggaran (KPA), seperti Otorita Batam, maka aset dan kewajiban atas KPA
dikeluarkan dalam penghitungan nilai kekayaan bersih. 
Aset Lain-lain merupakan aset lainnya yang tidak dapat dikategorikan ke dalam
TPA, Tagihan TGR, Kemitraan dengan Pihak Ketiga, maupun Dana yang Dibatasi
Penggunaannya. Aset lain-lain dapat berupa aset tetap pemerintah yang
dihentikan dari penggunaan aktif pemerintah, aset yang belum ditetapkan status
penggunanya seperti aset eks Pertamina, aset yang dikelola pihak lain seperti
aset pemerintah eks BPPN yang dialihkan kepada PT Perusahaan Pengelola Aset
(PT PPA).
Termasuk juga dalam Aset Lainnya adalah dana kelolaan BLU yang masih berupa
kas yang belum digulirkan/diinvestasikan, seluruh piutang penerusan pinjaman,
piutang jangka panjang. 
TP, TGR, TPA, dan Penerusan Pinjaman yang disajikan pada LKPP Semester I
Tahun 2012 ini telah memperhitungkan penyisihan piutang tidak tertagih yang
disajikan pada pos tersendiri dalam lembar muka Neraca dan diungkapkan pada
Catatan atas Laporan Keuangan.

(5) Kewajiban
Kewajiban adalah utang yang timbul dari peristiwa masa lalu yang penyelesaiannya
mengakibatkan aliran keluar sumber daya ekonomi Pemerintah. Dalam konteks
pemerintahan, kewajiban muncul antara lain karena penggunaan sumber pembiayaan
pinjaman dari masyarakat, lembaga keuangan, entitas pemerintahan lain, atau lembaga
internasional. Kewajiban Pemerintah juga terjadi karena perikatan dengan pegawai yang
bekerja pada pemerintah. Setiap kewajiban dapat dipaksakan menurut hukum sebagai
konsekuensi dari kontrak yang mengikat atau peraturan perundang-undangan.
Kewajiban Pemerintah diklasifikasikan kedalam kewajiban jangka pendek dan kewajiban
jangka panjang.
a.
Kewajiban terdiri dari
kewajiban Jangka
Pendek dan Kewajiban
Jangka Panjang.

Kewajiban Jangka Pendek
Suatu kewajiban diklasifikasikan sebagai kewajiban jangka pendek jika diharapkan
untuk dibayar atau jatuh tempo dalam waktu 12 (dua belas) bulan setelah tanggal
pelaporan. Kewajiban jangka pendek meliputi Utang Kepada Pihak Ketiga, Utang
Perhitungan Fihak Ketiga (PFK), Bagian Lancar Utang Jangka Panjang, Utang
Bunga/Biaya Pinjaman (accrued interest), Utang Subsidi, Surat Perbendaharaan
Negara (SPN), dan Utang Jangka Pendek Lainnya. 
Utang PFK dicatat sebesar saldo pungutan/potongan berupa PFK yang belum

Catatan atas Laporan Keuangan -40-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
disetorkan kepada pihak lain sampai akhir periode pelaporan. 
Utang bunga atas utang Pemerintah dicatat sebesar biaya bunga yang telah
terjadi dan belum dibayar. Bunga dimaksud berasal dari utang Pemerintah baik
dari dalam maupun luar negeri. Utang bunga atas utang pemerintah yang belum
dibayar diakui pada setiap akhir periode pelaporan sebagai bagian dari kewajiban
yang berkaitan. 
Nilai yang dicantumkan dalam neraca untuk bagian lancar utang jangka panjang
adalah jumlah yang jatuh tempo dalam waktu 12 bulan setelah tanggal pelaporan. 
SPN adalah instrumen utang jangka pendek dengan penerbitan secara diskonto
yang berjangka waktu kurang dari 12 bulan. 
Termasuk dalam kewajiban jangka pendek adalah kewajiban Pemerintah terkait
dengan penerimaan migas yang masuk ke rekening 600.000411.980 dan
508.000084.980, seperti under lifting, DMO fee, dan pengembalian
(reimbursement) PPN dan PBB, yang akan dibayarkan kepada KKKS berdasarkan
verifikasi yang dilakukan oleh Pemerintah bersama BPMIGAS.
b.

Kewajiban Jangka Panjang
Kewajiban diklasifikasikan sebagai kewajiban jangka panjang jika diharapkan untuk
dibayar atau jatuh tempo dalam waktu lebih dari 12 (dua belas) bulan setelah tanggal
pelaporan.
Kewajiban jangka panjang pemerintah terdiri dari utang luar negeri dan utang dalam
negeri. Utang Luar Negeri Pemerintah adalah pinjaman bilateral, multilateral, kredit
ekspor, leasing, dan kredit komersial yang dikelola Kementerian Keuangan. Utang
Dalam Negeri Pemerintah antara lain adalah utang dalam bentuk sekuritas
(government debt securities), yang terdiri dari fixed rates bonds, variable rates bonds,
zero coupon bonds, international bonds, Surat Utang Pemerintah kepada Bank
Indonesia, dan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) yang dikelola Kementerian
Keuangan.
Utang Jangka Panjang yang akan jatuh tempo dalam kurun waktu 12 (dua belas)
bulan setelah tanggal 31 Desember 2011 disajikan sebagai bagian lancar. 
Fixed Rate (FR) Bonds adalah obligasi yang memiliki tingkat kupon yang
ditetapkan pada saat penerbitan, dan dibayarkan secara periodik setiap 6 (enam)
bulan. Obligasi jenis ini dapat diperdagangkan dan dipindahtangankan
kepemilikannya di pasar sekunder. 
Obligasi Negara Ritel (ORI) adalah Obligasi Negara yang dijual kepada individu
atau perseorangan Warga Negara Indonesia melalui Agen Penjual di pasar
perdana. ORI memiliki tingkat kupon yang ditetapkan pada saat penerbitan dan
dibayarkan secara periodik. Kupon ORI dibayarkan sebulan sekali (monthly). ORI
dapat diperdagangkan dan dipindahtangankan kepemilikannya di pasar sekunder. 
Variable Rate (VR) Bonds adalah obligasi berbunga mengambang memiliki
tingkat kupon yang ditetapkan secara periodik berdasarkan referensi tertentu.
Dalam hal ini referensi yang digunakan adalah tingkat bunga Sertifikat Bank
Indonesia (SBI) berjangka 3 (tiga) bulan. Kupon dibayarkan secara periodik setiap
3 (tiga) bulan sekali. Obligasi VR dapat diperdagangkan dan dipindahtangankan
kepemilikannya di pasar sekunder. 
Zero Coupon (ZC) Bonds adalah obligasi negara tanpa bunga yang dijual secara
diskonto. Zero Coupon dapat diperdagangkan dan dipindahtangankan

Catatan atas Laporan Keuangan -41-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
kepemilikannya di pasar sekunder. 
Surat Utang Pemerintah kepada Bank Indonesia (SUP kepada BI)
merupakan jenis surat utang yang tidak dapat diperdagangkan (non-tradable). SUP
kepada BI terdiri dari SU002, SU004, SU007, dan SRBI01 
SU-002 dan SU-004 adalah jenis utang Pemerintah kepada Bank Indonesia
berkaitan dengan program penjaminan dan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia
(BLBI). SU-002 setelah restrukturisasi memiliki tingkat bunga sebesar 1 persen
per tahun (dari sebelumnya 3 persen), pokoknya diamortisasi dengan jatuh tempo
pokok yang terakhir pada tahun 2025 (sebelumnya 2018). SU-004 setelah
restrukturisasi memiliki tingkat bunga 3 persen per tahun (tidak berubah),
pokoknya diamortisasi dengan jatuh tempo pokok yang terakhir pada tahun 2025
(sebelumnya 2018). 
SU-007 adalah surat utang hasil konversi indeksasi dan tungggakan bunga SU002 dan SU-004. SU-007 memiliki tingkat bunga 0,1 persen pertahun dan jatuh
tempo pada tahun 2025. angsuran pokok SU007 diamortisasi secara
semiannually dan telah mulai dibayar sejak 1 Februari 2007 sebesar
Rp509.352.721.728. Pembayaran angsuran pokok SU007 dapat dilakukan
dengan cara tunai (cash) atau dibayar dengan menggunakan Surat Utang Negara
(SUN) yang dapat diperdagangkan (tradable). 
SRBI-01 adalah surat utang yang diterbitkan oleh Pemerintah pada tanggal 7
Agustus 2003 sebagai pengganti SU-001 dan SU-003, dalam rangka BLBI. Jatuh
tempo SRBI01 adalah tahun 2033 dengan tingkat kupon 0,1 persen per tahun
dihitung dari sisa pokok terutang yang dibayarkan secara periodik 2 (dua) kali
setahun. 
International Bonds adalah jenis obligasi negara yang berdenominasi mata uang
asing yang dapat diperdagangkan/diperjualbelikan. Obligasi ini disajikan di neraca
dalam rupiah berdasarkan kurs tengah BI pada tanggal pelaporan. 
Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) adalah surat berharga berdasarkan
prinsip syariah, atau dikenal secara internasional dengan istilah sukuk. Instrumen
keuangan ini pada prinsipnya sama seperti surat berharga konvensional, dengan
perbedaan pokok antara lain berupa penggunaan konsep imbalan dan bagi hasil
sebagai pengganti bunga, adanya suatu transaksi pendukung (underlying
transaction) berupa sejumlah tertentu aset yang menjadi dasar penerbitan sukuk,
serta adanya aqad atau penjanjian antara para pihak yang disusun berdasarkan
prinsip-prinsip syariah.
Kewajiban dicatat sebesar nilai nominal, yaitu sebesar nilai kewajiban Pemerintah pada
saat pertama kali transaksi berlangsung. Aliran ekonomi sesudahnya seperti transaksi
pembayaran, perubahan penilaian karena perubahan kurs mata uang asing, dan perubahan
lainnya selain perubahan nilai pasar, diperhitungkan dengan menyesuaikan nilai tercatat
kewajiban tersebut.
Nilai nominal atas utang luar negeri Pemerintah merupakan kewajiban Pemerintah kepada
pemberi utang sebesar pokok utang dan bunga sesuai yang diatur dalam kontrak
perjanjian dan belum diselesaikan sampai tanggal pelaporan. Utang dalam bentuk
sekuritas dinilai berdasarkan nilai historis. Khusus untuk hedge bonds menggunakan kurs
rupiah terhadap USD yang terakhir.
SAP telah mengatur penyajian utang kepada pegawai (past service liability). Namun
demikian, penyajian utang Pemerintah di neraca belum mencakup utang kepada pegawai
terkait kompensasi Pemerintah sebagai pemberi kerja, kepada pegawai sebagai pekerja

Catatan atas Laporan Keuangan -42-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
atas jasa yang telah diberikan. Past service liablility (unfunded liability) berupa kewajiban
pensiun PNS diungkapkan dalam Catatan Penting Lainnya. Sedangkan Past service
liablility terkait Tabungan Hari Tua PNS disajikan dalam Neraca.
Termasuk dalam kelompok kewajiban adalah Promissory Notes yang diterbitkan oleh
Pemerintah dalam rangka keanggotaan pada lembaga internasional. Promissory Notes
yang akan dilunasi/dibayar kurang dari 1 (satu) tahun setelah tanggal pelaporan disajikan
sebagai kewajiban jangka pendek. Promissory Notes yang akan dilunasi/dibayar lebih dari
1 (satu) tahun setelah tanggal pelaporan disajikan sebagai kewajiban jangka panjang.
(6) Kewajiban Kontinjensi
Kewajiban kontinjensi
diungkapkan dalam
catatan penting lainnya

Kewajiban kontinjensi merupakan kewajiban potensial yang timbul dari peristiwa masa
lalu dan keberadaannya menjadi pasti dengan terjadinya atau tidak terjadinya satu
peristiwa atau lebih pada masa datang yang tidak sepenuhnya berada dalam kendali
Pemerintah, atau kewajiban kini yang timbul sebagai akibat masa lalu, tetapi tidak diakui
karena kemungkinan besar Pemerintah tidak mengeluarkan sumber daya yang
mengandung manfaat ekonomis untuk menyelesaikannya, atau jumlah tersebut tidak
dapat diukur dengan andal.
Utang kontinjensi pemerintah yang bersifat eksplisit seperti jaminan pembangunan Proyek
Monorail Jakarta, tanggungan kelebihan biaya pengadaan tanah sebagai akibat adanya
kenaikan harga pada saat pembebasan lahan pada proyek pembangunan jalan tol, dan
jaminan Pemerintah terhadap pembayaran kewajiban PT Perusahaan Listrik Negara (PLN)
kepada kreditur yang menyediakan pendanaan kredit ekspor untuk pembangunan
pembangkit tenaga listrik yang menggunakan batu bara diungkapkan dalam Catatan
Penting Lainnya. Sedangkan utang kontinjensi Pemerintah yang bersifat implisit seperti
intervensi Pemerintah apabila perbankan mengalami kebangkrutan belum diungkapkan
dalam LKPP.
Kewajiban Kontinjensi terkait dengan risk sharing atas Program Kredit Usaha Tani Tahun
Penyediaan 1998/1999 disajikan dalam Neraca.
(7) Ekuitas Dana

Ekuitas Dana terdiri dari
Ekuitas Dana Lancar dan
Ekuitas Dana Investasi

Ekuitas dana merupakan kekayaan bersih Pemerintah, yaitu selisih antara aset dan utang
pemerintah. Ekuitas dana diklasifikasikan menjadi Ekuitas Dana Lancar dan Ekuitas Dana
Investasi. Ekuitas Dana Lancar merupakan selisih antara aset lancar dan kewajiban jangka
pendek. Ekuitas Dana Investasi mencerminkan selisih antara aset tidak lancar dan
kewajiban jangka panjang. Khusus untuk akun Dana yang Dibatasi Penggunaannya
(kelompok Aset Lainnya-aset tidak lancar) berupa dana pihak ketiga yang dikelola
Pemerintah seperti dana Bapertarum, serta dana yang akan diserahkan kepada pihak
ketiga seperti dana rekening cadangan Dana Bagi Hasil dan rekening cadangan subsidi,
mempunyai akun lawan kewajiban jangka pendek.
(8) Kurs Mata Uang Asing

Kurs Mata Uang Asing

Menurut PP Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan Lampiran II
PSAP Nomor 02 tentang Laporan Realisasi Anggaran Paragraf 62, transaksi dalam mata
uang asing dibukukan dalam mata uang rupiah dengan menjabarkan jumlah mata uang
asing tersebut menurut kurs tengah bank sentral pada tanggal transaksi. Lebih lanjut,
Interpretasi Pernyataan SAP (IPSAP) Nomor 01 tentang Transaksi dalam Mata Uang
Asing, menyatakan bahwa: 
Dalam hal tersedia dana dalam mata uang asing yang sama dengan yang digunakan
dalam transaksi, maka transaksi dalam mata uang asing tersebut dicatat dengan
Catatan atas Laporan Keuangan -43-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
menjabarkan ke dalam mata uang rupiah berdasarkan kurs tengah bank sentral pada
tanggal transaksi. 
Dalam hal tidak tersedia dana dalam mata uang asing yang digunakan dalam
transaksi dan mata uang asing tersebut dibeli dengan rupiah, maka transaksi dalam
mata uang asing tersebut dicatat dalam rupiah berdasarkan kurs transaksi, yaitu
sebesar rupiah yang digunakan untuk memperoleh valuta asing tersebut. 
Dalam hal tidak tersedia dana dalam mata uang asing yang digunakan untuk
bertransaksi dan mata uang asing tersebut dibeli dengan mata uang asing lainnya,
maka:
a. transaksi mata uang asing ke mata uang asing lainnya dijabarkan dengan
menggunakan kurs transaksi; dan
b. transaksi dalam mata uang asing lainnya tersebut dicatat dalam rupiah
berdasarkan kurs tengah bank sentral pada tanggal transaksi.
Perlakuan yang sama juga diterapkan pada transaksi penerimaan/penarikan.
Transaksi dalam mata uang asing, dimana Pemerintah memiliki rekening dalam mata uang
tersebut di BI, seperti USD dan Yen, dibukukan dalam mata uang rupiah dengan
menjabarkan jumlah mata uang asing tersebut menurut kurs tengah BI pada tanggal
transaksi. Hal tersebut dilakukan karena dalam melakukan transaksi Pemerintah tidak
harus membeli mata uang asing yang bersangkutan. Namun, transaksi dalam mata uang
asing, dimana Pemerintah tidak memiliki rekening dalam mata uang tersebut di BI,
dibukukan dalam mata uang rupiah dengan menjabarkan jumlah mata uang asing tersebut
menurut kurs tunai (spot rate) pada tanggal transaksi. Hal ini dilakukan karena dalam
melakukan transaksi, Pemerintah harus membeli mata uang asing yang bersangkutan.
Setiap pos aset dan kewajiban dalam mata uang asing dilaporkan ke dalam mata uang
rupiah dengan menggunakan kurs tengah bank sentral pada tanggal neraca. Berikut adalah
kurs tengah BI (Rupiah terhadap Mata Uang Asing) per 29 Juni 2012 dan 31 Desember
2011:
Mata Uang Asing
Dolar Amerika Serikat [USD]
Dolar Australia [AUD]
Dolar Canada [CAD]
Franc Swiss [CHF]
Yuan China [CNY]
Kroner Denmark [DKK]
EURO [EUR]
Poundsterling Inggris [GBP]
Yen Jepang [JPY]
Korean Won [KRW]

Satuan
1
1
1
1
1
1
1
1
100
1

29 Juni 2012

9.480,00
9.523,62
9.181,17
9.826,39
1.498,84
1.587,81
11.801,19
14.731,93
11.962,92
8,21

31 Desember 2011

9.068,00
9.202,68
8.881,50
9.636,07
1.439,16
1.579,22
11.738,99
13.969,27
11.680,32
7,84

Selisih penjabaran pos aset dan kewajiban dalam mata uang asing antara tanggal
transaksi dan tanggal neraca dicatat sebagai kenaikan atau penurunan ekuitas dana
periode berjalan. LKPP Semester I Tahun 2012 ini menyajikan selisih kurs atas kewajiban
dalam mata uang asing sebagai kenaikan atau penurunan ekuitas dana periode berjalan
dalam Neraca.
Selisih kurs terkait dengan kas dalam valas, bagian lancar penerusan pinjaman dan utang
luar negeri disajikan pada ekuitas dana lancar, sedangkan selisih kurs yang terkait dengan
penerusan pinjaman, utang jangka panjang luar negeri dan SBN Valas disajikan pada
ekuitas dana investasi.

Catatan atas Laporan Keuangan -44-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Pencatatan selisih kurs atas Kas BUN di BI dalam mata uang asing (valas):
a. Selisih kurs yang terealisasi dihitung dari:
- kurs transaksi pada saat konversi dikurangi kurs tengah BI hari sebelumnya
dikalikan dengan mata uang asing yang dikonversi;

- ditambah dengan proporsi akumulasi selisih kurs yang belum terealisasi sampai
dengan hari sebelumnya dari mata uang asing yang dikonversi terhadap total
mata uang asing.
Selisih kurs untung diakui sebagai PNBP Lainnya, sedangkan selisih kurs rugi diakui
sebagai Belanja Lain-lain, dan dilaporkan dalam Laporan Realisasi Anggaran.
b. Selisih kurs yang belum terealisasi dibukukan pada saat tanggal pelaporan keuangan
dengan menjabarkan saldo mata uang asing dalam mata uang rupiah dengan
menggunakan kurs tengah BI pada tanggal pelaporan. Selisih kurs yang belum
terealisasi tersebut disajikan pada Neraca sebagai penambah atau pengurang ekuitas
setelah memperhitungkan proporsi selisih kurs dari mata uang asing yang telah
terealisasi.
Pencatatan selisih kurs atas utang dalam valas:
Formulasi penghitungan selisih kurs atas utang dalam mata uang asing:
a. Outstanding valas dikali kurs tengah pada tanggal neraca dikurangi outstanding valas
dikali kurs penarikan pada tanggal terakhir penarikan.
b. Kurs penarikan terakhir penarikan dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut:
- Loan yang penarikan terakhirnya sebelum tahun 2004 menggunakan kurs tengah
BI pada tanggal 31 Desember 2004
- Loan yang penarikan terakhirnya tahun 2004 dan sesudahnya menggunakan kurs
dengan membagi nilai rupiah dengan valas pada tanggal penarikan terakhir.
- Dalam hal mata uang penarikan terakhir berbeda dengan mata uang outstanding
(2011) maka kurs dihitung dengan nilai rupiah penarikan terakhir dibagi dengan
hasil konversi mata uang terakhir.

(9) Aset/Kewajiban Eks BRR NAD-Nias
Aset/Kewajiban Eks
BRR NAD-Nias

Sesuai dengan ketentuan Pasal 26 Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang
Nomor 2 Tahun 2005 tentang Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Wilayah dan
Kehidupan Masyarakat Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Kepulauan Nias Provinsi
Sumatera Utara (BRR NAD-Nias) sebagaimana telah ditetapkan menjadi UU Nomor 10
Tahun 2005, masa tugas BRR NAD-Nias adalah 4 (empat) tahun. Sesuai Peraturan
Presiden Nomor 3 Tahun 2009, masa tugas BRR NAD-Nias berakhir tanggal 16 April
2009. Berdasarkan ketentuan tersebut, BRR-NAD Nias sebagai suatu organisasi berakhir
per tanggal 16 April 2009. Namun sebagai Entitas Pelaporan, BRR-NAD Nias telah
berakhir per 31 Desember 2008, sehingga Neraca Penutup BRR NAD-Nias adalah per 31
Desember 2008.
Sampai dengan penyusunan LKPP Semester I Tahun 2012, Neraca Likuidasi BRR NADNias belum selesai disusun, sehingga aset/kewajiban eks BRR NAD-Nias yang disajikan
pada LKPP Semester I Tahun 2012 ini adalah aset/kewajiban BRR NAD-Nias per 31
Desember 2008 yang telah diaudit oleh BPK dikurangi dengan aset/kewajiban yang telah
diserahkan kepada pihak lain sampai dengan 30 Juni 2012.

Catatan atas Laporan Keuangan -45-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)

B. PENJELASAN ATAS POS-POS LAPORAN REALISASI APBN
B.1. PENJELASAN UMUM LAPORAN REALISASI APBN
Realisasi Pendapatan Negara dan Hibah pada Semester I Tahun Anggaran (TA) 2012 adalah
sebesar Rp593.732.066.572.805 atau mencapai 45,28 persen dari target APBN TA 2012
sebesar Rp1.311.386.679.466.000. Realisasi Pendapatan Negara dan Hibah berasal dari
Penerimaan
Perpajakan
sebesar
Rp457.009.093.377.387,
PNBP
sebesar
Rp135.746.478.422.541, dan Penerimaan Hibah sebesar Rp976.494.772.877. Dalam realisasi
Penerimaan Perpajakan tersebut termasuk Pajak Penghasilan Ditanggung Pemerintah (DTP)
sebesar Rp330.353.270 dan Bea Masuk Ditanggung Pemerintah (BM-DTP) sebesar
Rp1.946.275.747, serta pendapatan hibah non kas sebesar Rp4.552.652.595.
Pendapatan Negara dan Hibah Semester I TA 2012 mengalami kenaikan
Rp93.831.654.958.866 atau 18,77 persen jika dibandingkan dengan Semester I TA 2011.
Realisasi Penerimaan Perpajakan, PNBP dan hibah Semester I TA 2011 dan Semester I TA 2012
terlihat pada Grafik 13.

Grafik 13: Realisasi Penerimaan Perpajakan dan PNBP
Semester I TA 2011 dan Semester I TA 2012

Realisasi Belanja Negara pada Semester I TA 2012 adalah sebesar Rp628.615.942.162.782
atau 43,79 persen dari jumlah yang dianggarkan dalam APBN TA 2012 sebesar
Rp1.435.406.719.999.000. Sementara itu, realisasi Belanja Negara pada Semester I TA 2011
adalah sebesar Rp437.199.949.016.665. Realisasi Belanja Negara Semester I TA 2012 terdiri
dari Belanja Pemerintah Pusat sebesar Rp392.780.643.309.504, Transfer ke Daerah sebesar
Rp235.530.533.796.345 dan terdapat Suspen sebesar Rp304.765.056.933. Perkembangan
realisasi Belanja Negara Semester I TA 2011 dan Semester I TA 2012 terlihat pada Grafik 14.

Catatan atas Laporan Keuangan -46-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)

Grafik 14: Perkembangan Realisasi Belanja Negara
Semester I TA 2011 dan Semester I TA 2012
Berdasarkan realisasi Pendapatan Negara dan Hibah sebesar Rp593.732.066.572.805 dan
realisasi Belanja Negara sebesar Rp628.615.942.162.782, maka terjadi Defisit Anggaran pada
Semester I TA 2012 sebesar Rp34.883.875.589.977.
Sementara itu, realisasi Pembiayaan (Neto) pada Semester I TA 2012 adalah sebesar
Rp100.481.545.078.969 yang terdiri dari Pembiayaan Dalam Negeri (Neto) sebesar
Rp120.025.215.149.673 dan Pembiayaan Luar Negeri (Neto) sebesar minus
Rp19.543.670.070.704.
Terjadinya Defisit Anggaran dan adanya Realisasi Pembiayaan Neto mengakibatkan Sisa Lebih
Pembiayaan Anggaran (SiLPA) Semester I TA 2012 sebesar Rp65.597.669.488.992.

B.2. PENJELASAN PER POS LAPORAN REALISASI APBN
B.2.1. Pendapatan Negara dan Hibah
Pendapatan Negara dan
Hibah Rp593,73 triliun

Realisasi Pendapatan Negara dan Hibah Semester I TA 2012 adalah sebesar
Rp593.732.066.572.805, berarti mencapai 45,28 persen dari anggaran yang ditetapkan dalam
APBN-P sebesar Rp1.311.386.679.466.000. Pendapatan Negara dan Hibah terdiri dari
Penerimaan Perpajakan, PNBP, dan Penerimaan Hibah.
Komposisi realisasi Pendapatan Negara dan Hibah (dalam persentase) Semester I TA 2012 dapat
dilihat pada Grafik 15.

Catatan atas Laporan Keuangan -47-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)

Grafik 15: Komposisi Realisasi Pendapatan Negara dan Hibah
Semester I TA 2011 dan Semester I TA 2012
B.2.1.1.Penerimaan Perpajakan
Penerimaan perpajakan
Rp457.01 triliun

Realisasi Penerimaan Perpajakan Semester I TA 2012 adalah sebesar Rp457.009.093.377.387
atau mencapai 44,26 persen dari target yang ditetapkan dalam APBN sebesar
Rp1.032.570.205.000.000. Hal ini berarti Penerimaan Perpajakan Semester I TA 2012 lebih
besar Rp68.859.430.400.074 atau 17,74 persen dibandingkan dengan realisasi Semester I TA
2011. Penerimaan Perpajakan ini berasal dari (i) Pajak Dalam Negeri, dan (ii) Pajak Perdagangan
Internasional. Dalam realisasi Penerimaan Perpajakan tersebut termasuk Pajak Penghasilan DTP
sebesar Rp330.353.270 dan Bea Masuk DTP sebesar Rp1.946.275.747.
B.2.1.1.1.Pajak Dalam Negeri

Penerimaan pajak dalam
negeri Rp432,18 triliun

Realisasi Penerimaan Pajak Dalam Negeri Semester I TA 2012 adalah sebesar
Rp432.183.528.440.972 atau mencapai 43,67 persen dari target yang ditetapkan dalam APBN
sebesar Rp989.636.575.000.000. Hal ini berarti realisasi Pajak Dalam Negeri Semester I TA
2012 lebih besar Rp72.460.204.517.994 atau 20,14 persen dibandingkan dengan realisasi
Semester I TA 2011. Besarnya realisasi Pajak Dalam Negeri ini adalah sebagai berikut (dalam
Rp):
Uraian
PPh Migas
PPh Nonmigas
PPh Fiskal
PPh ditanggung Pemerintah
PPN dan PPnBM
PBB
BPHTB
Cukai
Pajak Lainnya
Jumlah

Semester I TA 2012
34.784.884.512.336
198.781.513.748.246
786.942.822
330.353.270
149.665.325.930.072
2.296.891.132.864
44.547.049.460.489
2.106.746.360.873
432.183.528.440.972

Semester I TA 2011
34.331.581.215.199
173.695.949.865.387
724.026.735
112.773.298.284.351
2.227.954.322.600
(704.724.406)
34.820.843.145.853
1.873.677.787.259
359.723.323.922.978

Dalam realisasi Penerimaan Perpajakan Dalam Negeri tersebut termasuk penerimaan atas Pajak
dan Bea Masuk Ditanggung Pemerintah (DTP) dalam bentuk Subsidi PPh sebesar
Rp330.353.270.
Rincian lebih lanjut dapat dilihat dalam Daftar 1.

Catatan atas Laporan Keuangan -48-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
B.2.1.1.2.Pajak Perdagangan Internasional
Pajak Perdagangan
Internasional Rp24,83
triliun

Realisasi Penerimaan Pajak Perdagangan Internasional Semester I TA 2012 adalah sebesar
Rp24.825.564.936.415, atau mencapai 57,82 persen dari target yang ditetapkan dalam APBN
sebesar Rp42.933.630.000.000. Hal ini berarti Pajak Perdagangan Internasional Semester I TA
2012 lebih kecil Rp3.600.774.117.920 atau turun 12,67 persen dibandingkan dengan realisasi
Semester I TA 2011. Rincian realisasi Pajak Perdagangan Internasional adalah (dalam Rp):
Uraian
Bea Masuk
Bea Keluar
Jumlah

Semester I TA 2012
13.908.233.994.507
10.917.330.941.908
24.825.564.936.415

Semester I TA 2011
11.831.987.468.868
16.594.351.585.467
28.426.339.054.335

Dalam realisasi Penerimaan Bea Masuk Semester I TA 2012, termasuk Penerimaan Bea Masuk
Ditanggung Pemerintah (BM-DTP) sebesar Rp1.946.275.747.
Rincian lebih lanjut dapat dilihat dalam Daftar 1.
B.2.1.2.Penerimaan Negara Bukan Pajak
PNBP Rp135,75triliun

Realisasi PNBP Semester I TA 2012 adalah sebesar Rp135.746.478.422.541 atau mencapai
48,83 persen dari jumlah yang ditetapkan dalam APBN sebesar Rp277.991.382.880.000. Hal
ini berarti realisasi PNBP Semester I TA 2012 lebih besar Rp25.125.348.161.435 atau 22,71
persen dibandingkan dengan realisasi Semester I TA 2011. Realisasi PNBP berasal dari (i)
Penerimaan Sumber Daya Alam; (ii) Bagian Pemerintah atas Laba BUMN; (iii) PNBP Lainnya, dan
(iv) Pendapatan BLU.

B.2.1.2.1.Penerimaan Sumber Daya Alam
Penerimaan
SDA Rp79,87 triliun

Realisasi Penerimaan Sumber Daya Alam (SDA) Semester I TA 2012 adalah sebesar
Rp79.870.224.544.135, atau mencapai 45,06 persen dari jumlah yang dianggarkan dalam
APBN sebesar Rp177.263.351.721.000. Hal ini berarti Penerimaan SDA TA 2012 lebih besar
Rp8.738.183.581.772 atau 12,28 persen dibandingkan dengan realisasi Semester I TA 2011.
Rincian realisasi Penerimaan SDA adalah sebagai berikut (dalam Rp):
Uraian
Pendapatan Minyak Bumi
Pendapatan Gas Alam
Pendapatan Pertambangan Umum
Pendapatan Kehutanan
Pendapatan Perikanan
Pendapatan Pertambangan Panas Bumi
Jumlah

Semester I TA 2012

Semester I TA 2011

47.777.699.409.325
20.944.653.493.682
9.086.840.681.118
1.616.675.844.226
89.150.864.000
355.204.251.784
79.870.224.544.135

43.555.789.802.213
18.128.460.728.134
7.691.605.745.752
1.473.020.992.105
64.160.652.010
219.003.042.149
71.132.040.962.363

Rincian lebih lanjut dapat dilihat dalam Daftar 1.
B.2.1.2.2.Bagian Pemerintah atas Laba BUMN
Bagian Pemerintah atas
Laba BUMN Rp14,54
triliun

Realisasi Bagian Pemerintah atas Laba BUMN Semester I TA 2012 adalah sebesar
Rp14.537.992.614.053 atau mencapai 51,92 persen dari jumlah yang dianggarkan dalam APBN
sebesar Rp28.001.288.000.000. Hal ini berarti Bagian Laba Pemerintah atas Laba BUMN
Semester I TA 2012 lebih besar Rp9.342.879.859.686 atau naik 179,84 persen dibandingkan
dengan realisasi Semester I TA 2011.
Realisasi Pendapatan Bagian Pemerintah atas Laba BUMN terdiri dari (dalam Rp):

Catatan atas Laporan Keuangan -49-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Uraian
Pendapatan Laba BUMN Perbankan
Pendapatan Laba BUMN Non Perbankan
Jumlah

Semester I TA 2011
3.342.310.470.360
11.195.682.143.693
14.537.992.614.053

Semester I TA 2011
3.605.407.157.413
1.589.705.596.954
5.195.112.754.367

Daftar 10 besar BUMN penghasil deviden Semester I TA 2012 adalah sebagai berikut:
Uraian
1
PT Telkom
2
PT Pertamina
3
PT Bank Rakyat Indonesia
4
PT Perusahaan Gas Negara
5
PT Bank Mandiri
6
PT Tambang Batubara Bukit Asam
7
PT Bank Negara Indonesia
8
PT Angkasa Pura II
9
PT Jasa Marga
10
Perum Pegadaian
Total 10 BUMN

Jumlah (Rp)
3.832.434.555.606
2.000.000.000.000
1.711.944.248.000
1.708.868.546.055
1.469.525.260.000
1.049.380.332.000
699.100.833.310
383.921.316.239
375.461.184.000
329.776.468.000
13.560.412.743.210

B.2.1.2.3.Penerimaan Negara Bukan Pajak Lainnya
PNBP Lainnya Rp34,97
triliun

Realisasi PNBP Lainnya Semester I TA 2012 adalah sebesar Rp34.966.213.641.457 atau
65,37 persen dari jumlah yang dianggarkan dalam APBN yaitu sebesar Rp53.492.296.670.000.
Hal ini berarti realisasi PNBP Lainnya Semester I TA 2012 lebih besar Rp4.306.145.343.795
atau naik 14,04 persen dibandingkan dengan realisasi Semester I TA 2011. Realisasi PNBP
Lainnya ini terdiri dari (dalam Rp):
Uraian
Pendapatan Penjualan dan Sewa
Pendapatan Jasa
Pendapatan Bunga
Pendapatan Kejaksaan dan Peradilan dan Hasil
Tindak Pidana Korupsi
Pendapatan Pendidikan
Pendapatan Gratifikasi dan Uang Sitaan Hasil
Korupsi
Pendapatan Iuran dan Denda
Pendapatan Lain-lain
Jumlah

Semester I TA 2012
8.362.393.447.457
11.502.644.120.506
8.144.900.143.035

Semester I TA 2011
8.099.973.851.622
11.163.780.925.799
1.757.716.714.072

124.871.846.160
947.228.273.739

122.641.027.112
1.306.102.486.077

115.567.264.732
737.524.049.287
5.031.084.496.540
34.966.213.641.457

60.360.876.341
600.303.149.472
7.549.189.267.167
30.660.068.297.662

B.2.1.2.4. Pendapatan Badan Layanan Umum (BLU)
Pendapatan BLU Rp6,37
triliun

Realisasi Pendapatan BLU Semester I TA 2012 adalah sebesar Rp6.372.047.622.896 atau
33,13 persen dari jumlah yang dianggarkan dalam APBN yaitu sebesar Rp19.234.446.489.000.
Hal ini berarti realisasi Pendapatan BLU Semester I TA 2012 lebih besar Rp2.738.139.376.182
atau naik 75,35 persen dibandingkan dengan realisasi Semester I TA 2011. Realisasi
Pendapatan BLU terdiri dari (dalam Rp):
Uraian
Pendapatan Jasa Layanan Umum:
Pendapatan Penyediaan Barang dan Jasa
Kepada Masyarakat
Pendapatan dari Pengelolaan Wilayah/
Kawasan Tertentu
Pengelolaan Dana Khusus untuk Masyarakat
Total Pendapatan Jasa Layanan Umum

Semester I TA 2012

Semester I TA 2011

5.435.237.495.087

3.143.213.374.040

58.195.646.042
340.019.553.580
5.833.452.694.709

48.472.024.669
72.134.677.150
3.263.820.075.859

Catatan atas Laporan Keuangan -50-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Pendapatan Hibah BLU
Pendapatan Hasil Kerjasama BLU
Pendapatan BLU Lainnya
Jumlah

3.928.458.651
179.066.218.199
355.600.251.337
6.372.047.622.896

9.264.424.684
76.424.695.682
284.399.050.489
3.633.908.246.714

Rincian lebih lanjut dapat dilihat dalam Daftar 1.

B.2.1.3. Penerimaan Hibah
Penerimaan Hibah
Rp997,30 milyar

Realisasi Penerimaan Hibah Semester I TA 2012 adalah sebesar Rp976.494.772.877 atau
118,35% persen dari jumlah yang dianggarkan dalam APBN sebesar Rp825.091.586.000. Hal
ini berarti Penerimaan Hibah Semester I TA 2012 lebih kecil Rp153.123.602.643 atau turun
13,56 persen dibandingkan dengan realisasi Semester I TA 2011.
Rincian lebih lanjut dapat dilihat dalam Daftar 1.

B.2.2.Belanja Negara
Belanja Negara
Rp629,48 triliun

Realisasi Belanja Negara Semester I TA 2012 adalah sebesar Rp628.615.942.162.782 atau
43,79 persen dari jumlah yang dianggarkan dalam APBN sebesar Rp1.435.406.719.999.000
Belanja Negara Semester I TA 2012 lebih besar Rp191.415.993.146.117 atau naik 43,78
persen dibandingkan dengan realisasi TA 2011. Realisasi Belanja Negara terdiri dari (i) Belanja
Pemerintah Pusat, (ii) Transfer ke Daerah, dan (iii) Suspen.
Komposisi Belanja Negara yang dialokasikan sebagai Transfer ke Daerah, Belanja pada K/L
(Belanja Pegawai, Belanja Barang, Belanja Modal), Belanja Pembayaran Bunga Utang, Belanja
Subsidi, Belanja Hibah, dan Belanja Bantuan Sosial dapat dilihat pada Grafik 16.

Grafik 16: Komposisi Alokasi Belanja Negara Semester I TA 2012
B.2.2.1.Belanja Pemerintah Pusat
Belanja Pemerintah
Pusat Rp392,78 triliun

Realisasi Belanja Pemerintah Pusat Semester I TA 2012 adalah sebesar
Rp392.780.643.309.504 atau 40,70 persen dari APBN sebesar Rp964.997.261.407.000. Hal
ini berarti realisasi Belanja Pemerintah Pusat Semester I TA 2012 lebih besar
Rp138.501.882.944.146 atau 54,47 persen dari Realisasi Semester I TA 2011.
Belanja Pemerintah Pusat dikelompokkan menjadi 3 (tiga) klasifikasi, yaitu (i) Belanja Pemerintah
Pusat menurut Organisasi/Bagian Anggaran; (ii) Belanja Pemerintah Pusat menurut Fungsi; dan
(iii) Belanja Pemerintah Pusat menurut Jenis Belanja (Ekonomi).
Catatan atas Laporan Keuangan -51-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Belanja Pemerintah Pusat Menurut Organisasi/Bagian Anggaran
Belanja Pemerintah Pusat
menurut Organisasi/BA

Realisasi Belanja Pemerintah Pusat Semester I TA 2012 menurut Bagian Anggaran (BA) terbesar
adalah pada BA 999 (Bendahara Umum Negara) sebesar Rp228.403.935.982.330 atau 58,14
persen dari total Belanja Pemerintah Pusat.
Sementara itu, total realisasi Belanja Pemerintah Pusat Semester I TA 2012 pada K/L (selain BA
BUN) adalah sebesar Rp164.376.707.327.174. Dari total realisasi belanja tersebut, realisasi
belanja pada K/L terbesar adalah Kementerian Pertahanan sebesar Rp29.696.673.150.091 atau
7,56 persen dari total Belanja Pemerintah Pusat dan 18,07 persen dari total realisasi Belanja
Pemerintah Pusat untuk K/L.
Komposisi 5 (lima) terbesar K/L pengguna anggaran Belanja Pemerintah Pusat (dalam persentase)
selain BA 999 (Bendahara Umum Negara) pada TA 2012 dapat dilihat pada Grafik 17.

Grafik 17: Komposisi Lima Terbesar Kementerian Negara/Lembaga
Pengguna Anggaran Belanja Pemerintah Pusat Semester I TA 2012
Rincian realisasi Belanja Pemerintah Pusat menurut Organisasi/Bagian Anggaran dapat dilihat
dalam Daftar 2.
Belanja Pemerintah Pusat Menurut Fungsi
Belanja Pemerintah Pusat
menurut Fungsi

Realisasi Belanja Pemerintah Pusat juga dapat diklasifikasikan berdasarkan fungsi. Fungsi adalah
perwujudan tugas kepemerintahan di bidang tertentu yang dilaksanakan dalam rangka mencapai
tujuan pembangunan nasional. Belanja Pemerintah Pusat menurut Fungsi terbagi dalam 11
(sebelas) fungsi, yaitu fungsi pelayanan umum, fungsi pertahanan, fungsi ketertiban dan
keamanan, fungsi ekonomi, fungsi lingkungan hidup, fungsi perumahan dan fasilitas umum,
fungsi kesehatan, fungsi pariwisata dan budaya, fungsi agama, fungsi pendidikan, dan fungsi
perlindungan sosial.
Realisasi Belanja Pemerintah Pusat per fungsi pada Semester I TA 2012 dan 2011 adalah
sebagaimana terdapat dalam Tabel 4.

Catatan atas Laporan Keuangan -52-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Tabel 4
Realisasi Belanja Pemerintah Pusat Menurut Fungsi
Semester I TA 2012 dan TA 2011
(Dalam Rupiah)
Kode
01
02
03
04
05
06
07
08
09
10
11

Uraian Fungsi
Pelayanan Umum
Pertahanan
Ketertiban dan Keamanan
Ekonomi
Lingkungan Hidup
Perumahan dan Fasilitas Umum
Kesehatan
Pariwisata dan Budaya
Agama
Pendidikan
Kependudukan dan Perlindungan Sosial
Total

Semester I TA 2012
272.631.830.892.831
29.655.178.036.074
9.534.338.832.282
26.686.282.209.164
2.100.310.670.226
7.843.908.494.089
5.282.523.888.144
447.548.541.937
1.210.354.398.711
35.549.796.125.717
1.383.969.273.836
392.780.643.309.504

Semester I TA 2011
179.614.663.412.701
19.525.707.251.024
4.906.941.600.556
18.989.524.226.740
1.637.214.801.303
5.610.800.569.709
3.080.316.013.690
586.240.087.993
351.035.529.410
19.037.283.331.200
938.655.615.320
254.278.760.365.358

*) Termasuk realisasi sebesar Rp454.601.946.493 pada Semester I TA 2012 dan Rp377.925.712 pada
Semester I TA 2011 yang tidak dapat diketahui kode fungsinya.

Komposisi realisasi Belanja Pemerintah Pusat menurut Fungsi TA 2012 dapat terlihat pada
Grafik 18.

Grafik 18: Komposisi Realisasi Belanja Pemerintah Pusat menurut Fungsi
Semester I TA 2012

Laporan Realisasi Anggaran Belanja Pemerintah menurut Fungsi dapat dilihat dalam Daftar 2.
Belanja Pemerintah Pusat Menurut Jenis Belanja
Belanja Pemerintah
Pusat menurut Jenis
Belanja

Belanja Pemerintah Pusat menurut jenis belanja terdiri atas: (i) Belanja Pegawai; (ii) Belanja
Barang; (iii) Belanja Modal; (iv) Pembayaran Bunga Utang; (v) Subsidi; (vi) Belanja Hibah; (vii)
Bantuan Sosial; dan (viii) Belanja Lain-lain. Komposisi realisasi Belanja Pemerintah Pusat menurut
jenis belanja disajikan pada Grafik 19.

Catatan atas Laporan Keuangan -53-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)

Grafik 19: Komposisi Realisasi Belanja Pemerintah Pusat menurut
Jenis Belanja Semester I TA 2012

B.2.2.1.1. Belanja Pegawai
Belanja Pegawai
Rp104,10 triliun

Realisasi Belanja Pegawai Semester I TA 2012 adalah sebesar Rp104.097.362.397.721
yang berarti 48,22 persen dari jumlah yang dianggarkan dalam APBN sebesar
Rp215.862.379.201.000. Hal ini berarti realisasi Belanja Pegawai Semester I TA 2012 lebih
besar Rp23.702.472.399.523 atau 29,48 persen dari realisasi Semester I TA 2011. Rincian
Belanja Pegawai adalah sebagai berikut (dalam Rp):
Uraian
Belanja Gaji dan Tunjangan PNS
Belanja Gaji dan Tunjangan TNI/POLRI
Belanja Gaji dan Tunjangan Pejabat Negara
Belanja Gaji Dokter PTT
Belanja Gaji dan Tunjangan Non PNS
Belanja Honorarium
Belanja Lembur
Belanja Vakasi
Belanja Tunjangan Khusus dan Belanja
Pegawai Transito
Belanja Pensiun dan Uang Tunggu
Belanja Asuransi Kesehatan
Belanja Tunjangan Kesehatan Veteran
Jumlah

Semester I TA 2012
26.494.887.743.645
22.707.310.675.081
416.505.569.697
360.224.775.392
109.673.673.116
631.917.102.733
201.989.661.593
97.894.220.737
10.556.845.382.822

Semester I TA 2011
20.430.752.296.232
19.061.467.430.980
365.867.481.168
279.101.791.742
87.987.219.317
501.609.557.805
139.600.136.797
95.852.586.650
6.172.987.596.605

41.196.977.394.405
1.241.018.772.498
82.117.426.002
104.097.362.397.721

32.136.519.468.402
1.047.856.000.002
75.288.432.498
80.394.889.998.198

B.2.2.1.2. Belanja Barang
Belanja Barang Rp41,74
triliun

Realisasi Belanja Barang Semester I TA 2012 adalah sebesar Rp41.742.356.632.875 yang
berarti 22,20 persen dari jumlah yang dianggarkan dalam APBN sebesar
Rp188.001.738.039.000. Hal ini berarti realisasi Belanja Barang Semester I TA 2012 lebih
besar Rp9.470.510.941.108 atau naik 29,35 persen dari Realisasi Semester I TA 2011.
Rinciannya adalah sebagai berikut (dalam Rp):

Catatan atas Laporan Keuangan -54-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Uraian
Belanja Barang Operasional
Belanja Barang Non Operasional
Belanja Barang Penunjang Kegiatan
Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan
Belanja Barang Fisik lain Tugas Pembantuan
Belanja Jasa
Belanja Jasa untuk Pencatatan Jasa dari Hibah
Belanja Pemeliharaan
Belanja Perjalanan Dalam Negeri
Belanja Perjalanan Luar Negeri
Belanja Barang BLU
Belanja Barang untuk Diserahkan kepada
Masyarakat/Pemda *)
Belanja Barang Penunjang Dana DK/TP untuk
Diserahkan kepada Pemda *)
Belanja Barang Lainnya Untuk Diserahkan
Kepada Masyarakat/Pemda *)
Jumlah

Semester I TA 2012
9.142.839.932.526
12.282.620.711.786
-

Semester I TA 2011
7.900.466.502.772
9.410.766.692.616
8.788.694.877

4.619.829.804.127
510.976.376
3.800.475.773.877
6.560.409.989.481
556.867.434.280
3.646.558.103.815
954.881.704.182

161.417.467.253
3.521.255.222.607
3.089.041.976.461
5.669.701.231.005
494.696.762.667
2.015.711.141.509
-

56.912.987.157

-

120.449.215.268

-

41.742.356.632.875

32.271.845.691.767

*) Merupakan akun baru pada TA 2012 yang mengakodasi akun pengadaan aset yang akan diserahkan kepada
pihak ketiga (pemda/masyarakat)

Belanja Barang BLU sebesar Rp3.646.558.103.815 terdiri dari:
Uraian
Belanja Gaji dan Tunjangan
Belanja Barang
Belanja Jasa
Belanja Pemeliharaan
Belanja Perjalanan
Belanja Penyedia Barang dan Jasa BLU Lainnya
Total

Semester I TA 2012
1.398.403.084.405
1.189.757.242.974
402.008.362.928
83.564.698.541
97.763.996.689
475.060.718.278
3.646.558.103.815

Semester I TA 2011
839.298.307.307
761.782.927.282
46.150.949.555
60.523.584.681
38.431.632.401
269.523.740.283
2.015.711.141.509

B.2.2.1.3. Belanja Modal
Belanja Modal Rp30,62
triliun

Realisasi Belanja Modal Semester I TA 2012 adalah sebesar Rp30.623.453.614.779 yang
berarti 20,15 persen dari jumlah yang dianggarkan dalam APBN sebesar
Rp151.975.039.952.000. Hal ini berarti realisasi Belanja Modal Semester I TA 2012 lebih
besar Rp10.333.585.767.436 atau 50,93 persen dari Realisasi TA 2011. Rincian realisasi
Belanja Modal adalah sebagai berikut (dalam Rp):
Uraian
Belanja Modal Tanah
Belanja Modal Peralatan dan Mesin
Belanja Modal Gedung dan Bangunan
Belanja Modal Jalan, Irigasi dan Jaringan
Belanja Modal Fisik Lainnya
Belanja Modal BLU
Jumlah

Semester I TA 2012
848.364.266.754
10.249.168.026.628
2.509.950.384.966
15.708.190.800.783
1.077.966.498.200
229.813.637.448
30.623.453.614.779

Semester I TA 2011
544.225.732.364
5.493.281.496.446
2.685.133.241.264
11.038.020.678.384
403.147.828.520
126.058.870.365
20.289.867.847.343

Semester I TA 2012
30.569.060.000
118.717.304.411
70.665.431.680
2.087.733.100
7.774.108.257
229.813.637.448

Semester I TA 2011
15.025.406.540
90.627.059.994
18.729.688.959
96.380.450
1.580.334.422
126.058.870.365

Belanja Modal BLU terdiri dari:
Uraian
Belanja Modal Tanah
Belanja Modal Peralatan dan Mesin
Belanja Modal Gedung dan Bangunan
Belanja Modal Jalan, Irigasi dan Jaringan
Belanja Modal Fisik Lainnya
Total

Catatan atas Laporan Keuangan -55-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
B.2.2.1.4. Pembayaran Bunga Utang
\Pembayaran Bunga
Utang Rp48,70 triliun

Realisasi Belanja Pembayaran Bunga Utang Semester I TA 2012 adalah sebesar
Rp48.703.733.701.716 yang berarti 39,85 persen dari jumlah yang dianggarkan dalam
APBN sebesar Rp122.217.610.000.000. Hal ini berarti realisasi Belanja Pembayaran Bunga
Utang Semester I TA 2012 lebih besar Rp2.015.459.319.653 atau lebih besar 4,32 persen
dari Realisasi TA 2011. Rincian Pembayaran Bunga Utang Semester I TA 2012 adalah
sebagai berikut (dalam Rp):
Uraian
Belanja Pembayaran Bunga Utang DN –
Jangka Panjang
Belanja Pembayaran Bunga Utang LN –
Jangka Panjang
Belanja Pembayaran Imbalan SBSN DN
Belanja Pembayaran Imbalan SBSN LN
Belanja Pembayaran Discount SUN DN
Belanja Pembayaran Discount SUN LN
Belanja Pembayaran Loss on Bond Redemption
atas Pembelian Kembali Obligasi Negara DN
Belanja Pembayaran Imbalan SBSN DN
Belanja Pembayaran Denda
Jumlah

Semester I TA 2012

Semester I TA 2011

29.701.108.388.992

28.206.939.150.764

13.495.670.778.712
2.880.341.822.140
448.022.400.000
586.295.163.000
449.948.400.000

2.187.721.483.880
12.602.577.945.899
247.588.699.450
2.280.455.975.900
373.905.900.000

114.880.075.000
628.825.402.000
398.641.271.872
48.703.733.701.716

48.809.500.000
23.217.230.000
717.058.496.170
46.688.274.382.063

B.2.2.1.5. Belanja Subsidi
Subsidi Rp134,69 triliun

Realisasi Belanja Subsidi Semester I TA 2012 adalah sebesar Rp134.690.914.671.031 yang
berarti 64,49 persen dari jumlah yang dianggarkan dalam APBN sebesar
Rp208.850.211.014.000. Hal ini berarti realisasi Belanja Subsidi Semester I TA 2012 ini
lebih besar Rp72.723.426.658.211 atau 117,36 persen dari realisasi Semester I TA 2011.
Rincian realisasi Belanja Subsidi adalah sebagai berikut (dalam Rp):
Uraian
Subsidi Premium
Subsidi Minyak Solar
Subsidi Minyak Tanah
Subsidi Elpiji
Subsidi Pangan
Subsidi Listrik
Subsidi Pupuk
Belanja Subsidi dalam rangka PSO Lainnya
Subsidi Bunga KPR
Subsidi Bunga Ketahanan Pangan
Subsidi Bunga Kredit Biofuel (KPEN-RP)
Subsidi Bunga Kredit Program Lainnya
Belanja Subsidi Imbalan Jasa Penjamin Kredit Usaha
Rakyat (KUR)
Subsidi Bunga Pengusaha NAD dan Nias
Belanja Subsidi Kredit Sektor Peternakan
Belanja Subsidi Kredit Resi Gudang
Jumlah

Semester I TA 2012
45.238.957.870.459
27.795.960.132.878
2.992.379.383.011
12.863.219.336.817
5.199.016.924.300
35.470.269.434.377
4.438.030.330.528
31.510.768.658
83.164.727.414
24.120.601.349
17.323.922
550.124.357.419
4.060.131.613
83.348.286
134.690.914.671.031

Semester I TA 2011
19.356.672.208.393
13.229.642.534.919
2.719.619.773.666
6.263.541.652.659
7.633.515.055.000
12.717.767.457.983
3.816.500.000
35.847.790.529
6.758.496.611

8.518.452
295.951.074
2.073.534
61.967.488.012.820

B.2.2.1.6. Belanja Hibah
Belanja Hibah Rp7,33
miliar

Realisasi Belanja Hibah pada Semester I TA 2012 adalah sebesar Rp7.325.309.315 yang
berarti 0,41 persen dari jumlah yang dianggarkan dalam APBN sebesar
Rp1.796.732.523.000. Realisasi belanja Hibah tersebut merupakan Belanja Hibah kepada
Catatan atas Laporan Keuangan -56-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
kepada Pemerintah Daerah yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Perimbangan
Keuangan yang merupakan penerusan hibah dari luar negeri kepada Pemerintah Daerah
maupun dari Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Daerah.

B.2.2.1.7. Belanja Bantuan Sosial
Bantuan Sosial Rp30,04
triliun

Realisasi Belanja Bantuan Sosial Semester I TA 2012 adalah sebesar
Rp30.035.003.742.832 yang berarti 62,88 persen dari jumlah yang dianggarkan dalam
APBN sebesar Rp47.763.826.039.000. Hal ini berarti realisasi Belanja Bantuan Sosial
Semester I TA 2012 lebih besar Rp18.163.910.423.824 atau lebih besar 153,01 persen
dari Realisasi Semester I TA 2011. Rincian realisasi Bantuan Sosial adalah sebagai berikut
(dalam Rp):
Uraian *)
Belanja Bantuan Sosial untuk Rehabilitasi Sosial
Belanja Bantuan Sosial untuk Jaminan Sosial
Belanja Bantuan Sosial untuk Pemberdayaan Sosial
Belanja Bantuan Sosial untuk Perlindungan Sosial
Belanja Bantuan Sosial untuk Penanggulangan
Kemiskinan
Belanja Bantuan Sosial untuk Penanggulangan
Bencana
Belanja Bantuan Kompensasi Kenaikan Harga BBM
Belanja Bantuan Langsung (Block Grant)
Sekolah/Lembaga/Guru
Belanja Bantuan Imbal Swadaya Sekolah/Lembaga
Belanja Bantuan Beasiswa
Belanja Bantuan Sosial Lembaga Peribadatan
Belanja Lembaga Sosial Lainnya
Jumlah

Semester I TA 2012
170.512.439.750
14.467.551.036.757
10.443.046.896.644
841.687.210.860
4.023.081.431.321

Semester I TA 2011
-

89.124.727.500

-

-

1.538.003.454.000
4.098.681.263.998

30.035.003.742.832

465.000.000
855.638.150.864
79.531.839.500
5.298.773.610.646
11.871.093.319.008

*) Pada TA 2012 terdapat restrukturisasi akun-akun belanja terkait Belanja Bantuan Sosial,
sehingga akun-akun yang ada pada TA 2011 tidak digunakan lagi dan ganti dengan akunakun yang baru.

B.2.2.1.8. Belanja Lain-lain
Belanja Lain-lain Rp2,88
triliun

Realisasi Belanja Lain-lain Semester I TA 2012 adalah sebesar Rp2.880.493.239.235 yang
berarti 10,10 persen dari jumlah yang dianggarkan dalam APBN sebesar
Rp28.529.724.639.000. Hal ini berarti realisasi Belanja Lain-lain Semester I TA 2012 lebih
besar Rp2.121.404.992.301 atau lebih besar 279,47 persen dari Realisasi Semester I TA
2011. Rincian Belanja lain-lain adalah sebagai berikut (dalam Rp):
Uraian
Belanja Cadangan Tanggap Darurat (Dana
Kontijensi)
Belanja Cadangan Kenaikan Harga Tanah (Land
Crapping)
Belanja Jasa pelayanan Perbendaharaan
Belanja Pembayaran Selisih Harga Beras Bulog
Belanja Karena Rugi Selisih Kurs Dalam
Pengelolaan Rekening Milik BUN
Belanja TVRI
Belanja RRI
Belanja Lain-lain
Jumlah

2.000.000.000.000

Semester I TA 2011
-

11.452.000.000

-

45.458.975.000
18.255.217.000
440.524.224.652

49.694.305.000
-

364.802.822.583
2.880.493.239.235

249.682.128.990
243.854.500.847
215.857.312.097
759.088.246.934

Semester I TA 2012

Catatan atas Laporan Keuangan -57-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
B.2.2.2. Transfer ke Daerah
Transfer ke Daerah
Rp235,53 triliun

Realisasi Transfer ke Daerah Semester I TA 2012 adalah sebesar Rp235.530.533.796.345,
yang berarti 50,07 persen dari jumlah yang ditetapkan dalam APBN sebesar
Rp470.409.458.592.000. Hal ini berarti Realisasi Transfer ke Daerah Semester I TA 2012 ini
lebih besar Rp52.992.989.796.156 atau 29,03 persen dari Realisasi Semester I TA 2011.
Transfer ke Daerah terdiri dari (i) Dana Perimbangan, dan (ii) Dana Otonomi Khusus dan
Penyesuaian.
Komposisi realisasi Transfer ke Daerah TA 2012 disajikan pada Grafik 20.

Grafik 20: Komposisi RealisasiTransfer ke Daerah Semester I TA 2012

B.2.2.2.1. Dana Perimbangan
Dana Perimbangan
Rp203,95 triliun

Realisasi Dana Perimbangan Semester I TA 2012 adalah sebesar Rp203.954.223.207.845 yang
berarti 50,99 persen dari jumlah yang dianggarkan dalam APBN sebesar
Rp399.985.581.064.000. Hal ini berarti realisasi Dana Perimbangan Semester I TA 2012 ini
lebih besar Rp39.433.031.967.656 atau 23,97 persen dari realisasi Semester I TA 2011. Dana
Perimbangan terdiri dari (i) Dana Bagi Hasil (DBH), (ii) Dana Alokasi Umum (DAU), dan (iii) Dana
Alokasi Khusus (DAK).
Rincian realisasi Dana Perimbangan disajikan pada Daftar 3.

B.2.2.2.1.1. Dana Bagi Hasil
DBH Rp36,82 triliun

Realisasi Dana Bagi Hasil (DBH) Semester I TA 2012 adalah sebesar Rp36.817.268.698.845
atau 36,80 persen dari jumlah yang dianggarkan dalam APBN sebesar
Rp100.055.194.861.000. Hal ini berarti realisasi Dana Bagi Hasil Semester I TA 2012 ini lebih
besar Rp10.951.503.107.156 atau naik 42,34 persen dari realisasi Semester I TA 2011.

B.2.2.2.1.2. Dana Alokasi Umum
DAU Rp159,72 triliun

Realisasi Dana Alokasi Umum (DAU) Semester I TA 2012 adalah sebesar
Rp159.725.089.153.000, atau 58,33 persen dari jumlah yang dianggarkan dalam APBN sebesar
Rp273.814.438.203.000. Hal ini berarti realisasi DAU Semester I TA 2012 ini lebih besar
Rp28.222.974.599.500 atau naik 21,46 persen dari realisasi Semester I TA 2011.

Catatan atas Laporan Keuangan -58-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
B.2.2.2.1.3. Dana Alokasi Khusus
DAK Rp7,41 triliun

Realisasi Dana Alokasi Khusus (DAK) Semester I TA 2012 adalah sebesar
Rp7.411.865.356.000, atau 28,38 persen dari jumlah yang dianggarkan dalam APBN sebesar
Rp26.115.948.000.000. Hal ini berarti realisasi DAK Semester I TA 2012 ini lebih besar
Rp258.554.261.000 atau lebih besar 3,61 persen dari realisasi Semester I TA 2011.
DAK merupakan dana yang bersumber dari APBN, yang dialokasikan kepada daerah tertentu
untuk mendanai kegiatan khusus yang merupakan urusan daerah, dan sesuai dengan prioritas
nasional. Daerah tertentu adalah daerah yang memperoleh alokasi DAK berdasarkan kriteria
umum, kriteria khusus, dan kriteria teknis. Pada TA 2012, DAK dialokasikan untuk membantu
daerah mendanai kebutuhan fisik sarana dan prasarana dasar yang merupakan prioritas nasional
di bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur jalan, infrastruktur irigasi, infrastruktur air minum
dan sanitasi, prasarana pemerintahan, kelautan dan perikanan, pertanian, lingkungan hidup,
keluarga berencana, kehutanan, perdagangan, serta sarana dan prasarana perdesaan.
B.2.2.2.2.Dana Otonomi Khusus dan Penyesuaian

Dana Otonomi Khusus
dan Penyesuaian
Rp31,58 triliun

Realisasi Dana Otonomi Khusus dan Penyesuaian Semester I TA 2012 adalah sebesar
Rp31.576.310.588.500 atau 44,84 persen dari jumlah yang ditetapkan dalam APBN sebesar
Rp70.423.877.528.000. Hal ini berarti realisasi Dana Otonomi Khusus dan Penyesuaian
Semester I TA 2012 ini lebih besar Rp13.559.957.828.500 atau lebih besar 75,26 persen dari
realisasi Semester I TA 2011. Dana Otonomi Khusus dan Penyesuaian terdiri dari (i) Dana
Otonomi Khusus, dan (ii) Dana Penyesuaian.
B.2.2.2.2.1. Dana Otonomi Khusus

Dana Otonomi Khusus
Rp3,59 triliun

Realisasi Dana Otonomi Khusus Semester I TA 2012 adalah sebesar Rp3.585.773.259.000,
yang berarti 30 persen dari jumlah yang ditetapkan dalam APBN sebesar
Rp11.952.577.528.000. Hal ini berarti realisasi Dana Otonomi Khusus Semester I TA 2012 ini
lebih besar Rp459.379.361.000 atau lebih besar 14,69 persen dari realisasi Semester I TA
2011.

B.2.2.2.2.2. Dana Penyesuaian
Dana Penyesuaian
Rp27,99 triliun

Realisasi Dana Penyesuaian Semester I TA 2012 adalah sebesar Rp27.990.537.329.500, yang
berarti 47,87 persen dari jumlah yang ditetapkan dalam APBN sebesar Rp58.471.300.000.000.
Hal ini berarti realisasi Dana Penyesuaian Semester I TA 2012 ini lebih besar
Rp13.100.578.467.500 atau lebih besar 87,98 persen dari realisasi Semester I TA 2011. Dana
Penyesuaian adalah dana yang dialokasikan untuk membantu daerah dalam rangka
melaksanakan kebijakan pemerintah pusat dan membantu mendukung percepatan pembangunan
di daerah. Dana Penyesuaian Semester I TA 2012 terdiri dari:
Uraian
Dana untuk Guru Pegawai Negeri Sipil Daerah
Dana Insentif Daerah
Dana Tunjangan Profesi Guru
Dana Bantuan Operasional Sekolah
Dana Penyesuaian Infrastruktur Daerah
Dana Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah
Jumlah

Jumlah (Rp)
1.321.400.250.000
1.387.800.000.000
14.059.207.968.500
11.222.129.111.000
27.990.537.329.500

Catatan atas Laporan Keuangan -59-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
B.2.2.3. Suspen
Suspen Rp304,76 miliar

Suspen merupakan perkiraan (akun) yang menampung perbedaan pencatatan realisasi APBN
menurut kementerian negara/lembaga dengan pencatatan penerimaan dan pengeluaran anggaran
yang dilakukan oleh Menteri Keuangan selaku Bendahara Umum Negara (BUN). Angka Suspen
yang dilaporkan timbul karena perbedaan pencatatan realisasi Belanja Negara. Sementara bila
terdapat selisih/perbedaan pencatatan realisasi Pendapatan Negara dan Hibah, maka data yang
digunakan adalah data BUN yang dapat ditelusuri ke kas yang diterima. Jumlah Suspen
Semester I TA 2012 adalah sebesar Rp304.765.056.933, dengan rincian (dalam Rp):
Uraian
Belanja Pemerintah Pusat
Belanja Pegawai
Belanja Barang
Belanja Modal
Pembayaran Bunga Utang
Subsidi
Belanja Hibah
Belanja Bantuan Sosial
Belanja lain-lain
Total
Transfer keDaerah
Dana Bagi Hasil
Dana Alokasi Umum
Dana Alokasi Khusus
Dana Otonomi Khusus
Dana Penyesuaian
Total
Suspen

BUN

Kementerian
Negara/Lembaga (K/L)

104.116.907.901.407
41.851.084.208.091
30.638.968.587.528
48.708.231.801.914
134.690.914.671.031
7.325.309.315
30.194.853.205.452
2.880.235.091.151
393.088.520.775.889

104.097.362.397.721
41.741.845.656.499
30.619.411.938.560
48.703.733.701.716
134.690.914.671.031
7.325.309.315
30.035.003.742.832
2.880.493.239.235
392.776.090.656.909

19.545.503.686
109.238.551.592
19.556.648.968
4.498.100.198
159.849.462.620
(258.148.084)
312.430.118.980

36.809.694.484.930
159.724.998.304.868
7.411.865.356.000
3.585.773.259.000
27.990.537.329.500
235.522.868.734.298

36.817.268.698.845
159.725.089.153.000
7.411.865.356.000
3.585.773.259.000
27.990.537.329.500
235.530.533.796.345

(7.574.213.915)
(90.848.132)
(7.665.062.047)
304.765.056.933

Selisih (BUN – K/L)

Suspen tersebut dimungkinkan masih terdapat beberapa satuan kerja pada K/L belum
menyampaikan realisasi belanjanya kepada K/L untuk digabungkan dalam LKKL yang
bersangkutan. Suspen secara keseluruhan saat ini masih dalam penelusuran.

B.2.3. Defisit Anggaran
Defisit Anggaran
Rp34,88 triliun

Berdasarkan realisasi Pendapatan Negara & Hibah dan Realisasi Belanja Negara Semester I TA
2012 sebagaimana telah diuraikan di atas, maka Defisit Anggaran Semester I TA 2012 adalah
sebesar Rp34.883.875.589.977, yang berarti 28,13 persen dari jumlah yang dianggarkan dalam
APBN sebesar Rp124.020.040.533.000, dengan perhitungan sebagai berikut:
Uraian
Pendapatan Negara dan Hibah
Belanja Negara
Surplus (Defisit) Anggaran

Semester I TA 2012
593.732.066.572.805
(628.615.942.162.782)
(34.883.875.589.977)

Semester I TA 2012
499.900.411.613.939
(437.199.949.016.665)
62.700.462.597.274

B.2.4.Pembiayaan
Pembiayaan (Neto)
Rp100,48 triliun

Realisasi Pembiayaan (Neto) Semester I TA 2012 adalah sebesar Rp100.481.545.078.969 yang
berarti 81,02 persen dari jumlah yang ditetapkan dalam APBN sebesar
Rp124.020.040.533.000. Pembiayaan terdiri dari (i) Pembiayaan Dalam Negeri, dan (ii)
Pembiayaan Luar Negeri. Realisasi Pembiayaan yang akan diuraikan di bawah ini adalah realisasi
Pembiayaan berdasarkan data penerimaan dan pengeluaran kas yang dikelola oleh Menteri
Keuangan selaku BUN.

Catatan atas Laporan Keuangan -60-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
B.2.4.1. Pembiayaan Dalam Negeri
Pembiayaan Dalam
Negeri Rp120,03 triliun

Realisasi Pembiayaan Dalam Negeri Semester I TA 2012 adalah sebesar
Rp120.025.215.149.673 yang berarti 95,32 persen dari jumlah yang dianggarkan dalam APBN
sebesar Rp125.912.297.438.000. Pembiayaan Dalam Negeri terdiri dari (1) Rekening
Pemerintah, (2) Penerimaan Cicilan Pengembalian Penerusan Pinjaman, (3) Privatisasi dan
Penjualan Aset Program Restrukturisasi, (4) Surat Berharga Negara (Neto), (5) Pinjaman Dalam
Negeri, (6) Penyertaan Modal Negara/Investasi Pemerintah, (7) Kewajiban Penjaminan, (8) Dana
Pengembangan Pendidikan Nasional.

B.2.4.1.1. Rekening Pemerintah
Rekening Pemerintah
Rp0 triliun

Pembiayaan dari Rekening Pemerintah adalah penerimaan/pengeluaran pembiayaan yang terkait
dengan penerimaan dan pengembaliannya dari rekening-rekening pemerintah lainnya yang
dikelola/dikuasai oleh Menteri Keuangan sebagai BUN. Realisasi Penerimaan Pembiayaan
Rekening Pemerintah Semester I TA 2012 adalah sebesar Rp0, yang berarti 0 persen dari jumlah
yang dianggarkan dalam APBN sebesar Rp5.056.830.843.000.

B.2.4.1.2. Penerimaan Cicilan Pengembalian Penerusan Pinjaman
Penerimaan Penerimaan
cicilan Pengembalian
Penerusan Pinjaman
Rp3.15 triliun

Realisasi Penerimaan Cicilan Pengembalian Penerusan Pinjaman Semester I TA 2012 adalah
sebesar Rp3.152.196.467.124, yang berarti 81,03 persen dari jumlah yang dianggarkan dalam
APBN sebesar Rp3.890.200.000.000. Rincian Penerimaan Cicilan Pengembalian Penerusan
Pinjaman adalah sebagai berikut:
Uraian
Penerimaan Cicilan Pengembalian Penerusan Pinjaman DN kepada Pemda
Penerimaan Cicilan Pengembalian Penerusan Pinjaman DN kepada BUMD
Penerimaan Cicilan Pengembalian Penerusan Pinjaman DN kepada BUMN
Penerimaan Cicilan Pengembalian Penerusan Pinjaman DN kepada Non Pemerintah
Penerimaan Cicilan Pengembalian Penerusan Pinjaman LN TAB kepada Daerah
Penerimaan Cicilan Pengembalian Penerusan Pinjaman LN TAB kepada BUMD
Penerimaan Cicilan Pengembalian Penerusan Pinjaman LN TAB kepada BUMN
Penerimaan Cicilan Pengembalian Penerusan Pinjaman LN kepada Non Pemerintah

Jumlah

Jumlah (Rp)
241.601.496.560
27.931.991.827
263.093.270.777
17.510.196.345
39.262.758.559
177.101.097.902
2.381.892.574.204
3.803.080.950
3.152.196.467.124

B.2.4.1.3. Privatisasi dan Penjualan Aset Program Restrukturisasi
Privatisasi dan Penjualan
Aset Program
Restrukturisasi
Rp534,17 miliar

Realisasi Pembiayaan dari Privatisasi dan Penjualan Aset Program Restrukturisasi Semester I TA
2012 sebesar Rp534.174.856.510 atau 190,78 persen dari jumlah yang dianggarkan dalam
APBN sebesar Rp280.000.000.000.
Program privatisasi dilakukan Pemerintah dengan tujuan utama yaitu untuk peningkatan kinerja
BUMN. Peningkatan kinerja tersebut dapat dilakukan dengan peningkatan kapasitas modal
BUMN dan pelepasan kepemilikan pemerintah kepada swasta agar BUMN lebih mampu bersaing.
Sementara itu, Penjualan Aset Program Restrukturisasi dilakukan oleh PT PPA melalui penjualan
aset pasca dibubarkannya BPPN. Rincian realisasi pembiayaan dari Privatisasi dan Penjualan
Aset Program Restrukturisasi adalah:
Uraian
Penerimaan Hasil Penjualan Aset Program Restrukturisasi
Penerimaan Hasil Penjualan/Penyelesaian Aset Eks BPPN
Penerimaan Hasil Penjualan/Penyelesaian Aset Bekas Milik Eks BDL
Jumlah

Jumlah (Rp)
3.000.000.000
444.203.341.578
86.971.514.932
534.174.856.510

Catatan atas Laporan Keuangan -61-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)

B.2.4.1.4. Surat Berharga Negara (Neto)
Surat Berharga Negara
(Neto) Rp116,64 triliun

Realisasi Pembiayaan dari Surat Berharga Negara (SBN) Neto Semester I TA 2012 adalah
sebesar Rp116.644.881.560.448 atau 86,66 persen dari yang dianggarkan dalam APBN
sebesar Rp134.596.737.000.000. Pembiayaan dari SBN mencakup Penerbitan SBN dalam valas
sesuai dengan penjelasan UU No. 22 Tahun 2011 tentang APBN Tahun 2012 menyatakan
bahwa Surat Berharga Negara (Neto) merupakan selisih antara jumlah penerbitan dengan
pembayaran pokok jatuh tempo dan pembelian kembali. Penerbitan SBN tidak hanya dalam mata
uang rupiah di pasar domestik, tetapi juga mencakup penerbitan SBN dalam valuta asing di pasar
Internasional, baik SBN konvensional maupun SBSN (Sukuk).
Uraian
Penerimaan
Penerbitan/Penjualan SPN
Penerbitan/Penjualan Obligasi Negara DN
Utang Bunga Obligasi Negara DN
Penerbitan/Penjualan SBSN – Jangka Panjang
Imbalan Dibayar di muka SBSN – Jangka Panjang
Penerbitan/Penjualan SUN Perbendaharaan – DN
Penerbitan/Penjualan Obligasi Negara – Valas
Utang Bunga Obligasi Negara – Valas
Total Penerimaan
Pengeluaran
Pelunasan Pembiayaan Cicilan Pokok Pinjaman BUMN
Pelunasan SPN
Pelunasan Obligasi DN
Pembelian Kembali Obligasi DN
Pembayaran Utang Bunga Obligasi Negara DN
Pelunasan SBSN-Jangka Pendek
Pelunasan SBSN-Jangka Panjang
Pembayaran Imbalan Dibayar di Muka SBSN- Jk Panjang
Pelunasan Obligasi Internasional
Total Pengeluaran
Jumlah Surat Berharga Negara (Neto)

Semester I TA 2012

Semester I TA 2011

18.230.000.000.000
74.500.000.000.000
1.223.232.190.000
42.252.805.000.000
123.291.441.000
1.185.000.000.000
39.006.661.099.520
65.670.205.270
176.586.659.935.790

19.750.000.000.000
57.714.000.000.000
1.074.532.141.000
18.841.410.000.000
39.123.100.000
21.441.986.560.150
118.861.051.801.150

(70.628.027.071)
(19.950.000.000.000)
(22.412.395.458.271)
(6.054.477.000.000)
(1.209.887.540.000)
(8.898.290.000.000)
(26.100.350.000)
(1.320.000.000.000)
(59.941.778.375.342)
116.644.881.560.448

(23.945.000.000.000)
(15.362.184.461.017)
(1.031.200.000.000)
(810.093.131.000)
(4.073.086.000)
41.152.550.678.017
77.708.501.123.133

B.2.4.1.5. Pinjaman Dalam Negeri
Pinjaman dalam negeri
Rp193,96 miliar

Realisasi Penerimaan Pinjaman Dalam Negeri Semester I TA 2012 adalah sebesar
Rp193.962.265.591, yang berarti 22,55 persen dari jumlah yang dianggarkan APBN sebesar
Rp860.000.000.000. Pinjaman ini merupakan pinjaman dari BUMN.

B.2.4.1.6. Penyertaan Modal Negara/Investasi Pemerintah
PMN/ Investasi
Pemerintah minus
Rp500 miliar

Realisasi pengeluaran Pembiayaan Penyertaan Modal Negara (PMN)/Investasi Pemerintah
Semester I TA 2012 adalah sebesar Rp500.000.000.000, yang berarti 2,92 persen dari jumlah
yang dianggarkan APBN sebesar Rp17.138.130.405.000.

B.2.4.1.7. Kewajiban Penjaminan
Kewajiban Penjaminan
Rp0

Pada Semester I TA 2012 belum terdapat realisasi Kewajiban Penjaminan, sedangkan jumlah
Pengeluaran Kewajiban Penjaminan yang dianggarkan dalam APBN sebesar
Rp633.340.000.000.

Catatan atas Laporan Keuangan -62-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)

B.2.4.1.8. Dana Pengembangan Pendidikan Nasional
Dana Pengembangan
Pendidikan Nasional Rp0

Realisasi pengeluaran Dana Pengembangan Pendidikan Nasional pada Semester I TA 2012
adalah sebesar Rp0, yang berarti 0 persen dari jumlah yang dianggarkan dalam APBN sebesar
Rp1.000.000.000.000. Alokasi dana pengembangan pendidikan nasional adalah untuk
pembentukan endowment fund yang bertujuan untuk menjamin keberlangsungan program bagi
generasi berikutnya sebagai bentuk pertanggungjawaban antargenerasi dan dana cadangan
pendidikan untuk mengantisipasi keperluan rehabilitasi fasilitas pendidikan yang rusak.

B.2.4.2. Pembiayaan Luar Negeri (Neto)
Pembiayaan LN (Neto)
minus Rp19,54 triliun

Realisasi Pembiayaan Luar Negeri (Neto) Semester I TA 2012 adalah sebesar minus
Rp19.543.670.070.704, yang berarti 1.032,82 persen dari jumlah yang dianggarkan dalam
APBN sebesar Rp1.892.256.905.000. Pembiayaan Luar Negeri berasal dari penarikan pinjaman
luar negeri bruto setelah dikurangi dengan pembayaran cicilan pokok utang luar negeri.

B.2.4.2.1. Penarikan Pinjaman Luar Negeri
Penarikan Pinjaman LN
Rp6,42 triliun

Realisasi Penarikan Pinjaman Luar Negeri Semester I TA 2012 adalah sebesar
Rp6.420.368.246.337 yang berarti 11,83 persen dari jumlah yang dianggarkan dalam APBN
sebesar Rp54.282.379.592.000. Penarikan pinjaman luar negeri terdiri dari (i) penarikan
pinjaman program, dan (ii) penarikan pinjaman proyek.

B.2.4.2.1.1. Penarikan Pinjaman Program
Penarikan Pinjaman
Program Rp2,24 triliun

Realisasi Pinjaman Program Semester I TA 2012 adalah sebesar Rp2.241.734.935.510, yang
berarti 14,69 persen dari jumlah yang dianggarkan dalam APBN sebesar
Rp15.257.057.814.000.
Pinjaman Program adalah pinjaman yang diterima dalam bentuk tunai (cash financing) yang
memerlukan policy matrix untuk pencairannya. Policy matrix adalah suatu set of policy yang
menjadi collateral pinjaman program yang harus dipenuhi agar pinjaman dapat dicairkan.
Pinjaman program digunakan untuk mendukung pembiayaan defisit tunai APBN. Besarnya
pinjaman program dilakukan dengan mempertimbangkan defisit pada suatu tahun anggaran.
Berikut di bawah ini adalah rincian realisasi Penarikan Pinjaman Program Semester I TA 2012
dan Semester I TA 2011 (dalam Rp):
Uraian
Penarikan Pinjaman Program dari OECF
Penarikan Pinjaman Program Bilateral Lainnya
Penarikan Pinjaman Program dari IBRD
Penarikan Pinjaman Program dari ADB
Jumlah

Semester I TA 2012
5.465.868.963
2.236.269.066.547

Semester I TA 2011
873.396.325.700
931.445.607.573

2.241.734.935.510

1.804.841.933.273

Realisasi Penarikan Pinjaman Program ini berbeda dengan realisasi yang dilaporkan oleh BA
999.01 (Utang Pemerintah), dengan selisih sebesar minus Rp436.749.758.987 dengan rincian
perbedaan tersebut adalah (dalam Rp):
Uraian
Penarikan Pinjaman Program dari OECF
Penarikan Pinjaman Program dari IBRD
Penarikan Pinjaman Program dari ADB
Jumlah

Data BUN
5.465.868.963
2.236.269.066.547

Data BA 999.01
2.678.4848.694.497

Selisih
5.465.868.963
(442.215.627.950)
(436.749.758.987)

Catatan atas Laporan Keuangan -63-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Perbedaan penarikan pinjaman program disebabkan oleh:
Uraian
Perbedaan cut off pembukuan (penarikan pinjaman yang belum dicatat oleh BUN)
Perbedaan cut off pembukuan (penarikan pinjaman yang belum dicatat oleh DJPU)
Total

Jumlah (Rp)
(442.215.627.920)
5.465.868.963
(436.749.758.987)

B.2.4.2.1.2. Penarikan Pinjaman Proyek
Penarikan Pinjaman
Proyek Rp4,18 triliun

Realisasi Pinjaman Proyek Semester I TA 2012 adalah sebesar Rp4.178.633.310.827, yang
berarti 10,71 persen dari jumlah yang dianggarkan dalam APBN sebesar
Rp39.025.321.778.000.
Pinjaman Proyek merupakan pinjaman luar negeri yang digunakan untuk membiayai
kegiatan/proyek pembangunan tertentu. Kegiatan pembangunan ini adalah kegiatan yang telah
menjadi kegiatan prioritas pembangunan yang disusun oleh Badan Perencanaan Pembangunan
Nasional (BAPPENAS) dengan mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah.
Kegiatan prioritas ini disusun BAPPENAS berdasarkan usulan dari kementerian negara/lembaga,
pemerintah daerah, dan BUMN.
Berikut di bawah ini adalah rincian realisasi Penarikan Pinjaman Proyek Semester I TA 2012
dan Semester I TA 2011 (dalam Rp):
Uraian
Penarikan Pinjaman Proyek Bilateral
Penarikan Pinjaman Proyek Multilateral
Penarikan Pinjaman Proyek Fasilitas Kredit Ekspor
Penarikan Pinjaman Proyek Lainnya
Jumlah

Semester I TA 2012
1.677.073.808.285
2.353.509.713.965
147.995.320.347
54.468.230
4.178.633.310.827

Semester I TA 2011
2.236.655.802.919
3.098.298.832.636
205.317.954.590
5.540.272.590.145

Realisasi Penarikan Pinjaman Proyek ini berbeda dengan realisasi yang dilaporkan oleh BA
999.01 (Utang Pemerintah), dengan selisih minus sebesar Rp2.516.260.179.177. Rincian
perbedaan tersebut adalah sebagai berikut (dalam Rp):
Uraian

Data BUN

Data BA 999.01

Selisih

Penarikan Pinjaman Proyek Bilateral
Penarikan Pinjaman Proyek Multilateral
Penarikan Pinjaman Proyek Fasilitas Kredit Ekspor
Penarikan Pinjaman Proyek Komersial
Penarikan Pinjaman Proyek Lainnya
Jumlah

1.677.073.808.285
2.353.509.713.965
147.995.320.347
54.468.230
4.178.633.310.827

3.035.749.410.353
2.270.879.436.581
973.943.056.526
414.321.586.544
6.694.893.490.004

(1.358.675.602.068)
82.630.277.384
(825.947.736.179)
(414.321.586.544)
54.468.230
(2.516.260.179.177)

Perbedaan penarikan pinjaman luar negeri disebabkan oleh:
Uraian
NoD sudah diterima DJPU, SP3 yang masih dalam proses
NoD belum diterima DJPU, SP3 sudah diterbitkan
Selisih kurs
Kapitalisasi
Selisih pembulatan
Total

Jumlah (Rp)
(2.992.818.858.795)
482.214.371.002
(4.511.489.910)
(1.144.201.454)
(20)
(2.516.260.179.177)

B.2.4.2.2. Penerusan Pinjaman
Penerusan Pinjaman
(Neto)minus Rp772,72
miliar

Realisasi Pengeluaran Penerusan Pinjaman (Neto) Semester I TA 2012 adalah sebesar
Rp772.715.107.317, yang berarti 8,67 persen dari jumlah yang dianggarkan dalam APBN
sebesar Rp8.914.580.845.000. Rincian Penerusan Pinjaman (Neto) adalah sebagai berikut
(dalam Rp):

Catatan atas Laporan Keuangan -64-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)

Uraian
Penerimaan Cicilan Pengembalian Penerusan
Pinjaman DN kepada Pemda
Penerimaan Cicilan Pengembalian Penerusan
Pinjaman DN kepada BUMD
Penerimaan Cicilan Pengembalian Penerusan
Pinjaman DN kepada BUMN
Penerimaan Cicilan Pengembalian Penerusan
Pinjaman DN kepada Non Pemerintah
Penerusan Pinjaman LN TAB kepada Daerah
Penerusan Pinjaman LN TAB kepada BUMD
Penerusan Pinjaman LN TAB kepada BUMN
Penerusan Pinjaman LN TAYL kepada BUMN
Penerusan Pinjaman

Semester I TA 2012
-

Semester I TA 2011
41.320.306.727

-

230.930.329.988

-

2.011.240.089.497

-

20.008.941.000

(33.092.835.486)
(739.622.271.831)

(52.311.334.475)
(581.034.465.841)

(772.715.107.317)

1.670.153.866.896

*) Pada TA 2012, Penerimaan Cicilan Pengembalian Penerusan Pinjaman disajikan tersendiri sebagai
bagian dari Pembiayaan Dalam Negeri, sedangkan pada TA 2011, Penerimaan Cicilan Pengembalian
Penerusan Pinjaman disajikan bersama dengan Pengeluaran Penerusan Pinjaman sebagai bagian dari
Pembiayaan Luar Negeri.

B.2.4.2.3. Pembayaran Cicilan Pokok Utang Luar Negeri
Pembayaran Cicilan
Pokok Utang LN minus
Rp25,19 triliun

Realisasi Pembayaran Cicilan Pokok Utang Luar Negeri merupakan pembayaran pokok utang luar
negeri yang jatuh tempo pada Semester I TA 2012. Realisasi Pembayaran Cicilan Pokok Utang
Luar Negeri dalam Semester I TA 2012 adalah sebesar minus Rp25.191.323.209.724 yang
berarti 53,30 persen dari jumlah yang dianggarkan dalam APBN sebesar minus
Rp47.260.055.652.000
Berikut di bawah ini adalah rincian Pembayaran Cicilan Pokok Utang Luar Negeri Semester I TA
2012 dan TA 2011 (dalam Rp):
Uraian
Pembiayaan Cicilan Pokok Utang LN – Pinjaman Program
Cicilan Pokok Utang LN - Pinjaman Program
Pembiayaan Cicilan Pokok Utang LN - Pinjaman Proyek
Cicilan Pokok Utang LN - Pinjaman Proyek
Jumlah

Semester I TA 2012
(5.159.524.803.459)
(1.665.141.575.963)
(18.366.656.830.302)
(25.191.323.209.724)

Semester I TA 2011
(201.444.444.424)
(4.359.510.920.486)
(1.637.865.582.779)
(16.719.646.887.530)
(22.918.467.835.219)

B.2.5. Sisa Lebih (Kurang) Pembiayaan Anggaran – SiLPA (SiKPA)
SiLPA Rp65,60 triliun

Berdasarkan Defisit Anggaran sebesar 34.883.875.589.977 dan realisasi Pembiayaan Neto
sebesar Rp100.481.545.078.969 sebagaimana diuraikan di atas, maka terdapat Sisa Lebih
Pembiayaan Anggaran (SiLPA) Rp65.597.669.488.992, dengan rincian sebagai berikut (dalam
Rp):
Uraian
Pendapatan Negara dan Hibah
Belanja Negara
Surplus (Defisit)
Pembiayaan Neto
SiLPA (SiKPA)

Semester I TA 2012
593.732.066.572.805
(628.615.942.162.782)
(34.883.875.589.977)
100.481.545.078.969
65.597.669.488.992

Semester I TA 2011
499.900.411.613.939
(437.199.949.016.665)
62.700.462.597.274
64.649.136.275.968
127.349.598.873.242

Catatan atas Laporan Keuangan -65-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)

B.3. CATATAN PENTING LAINNYA
1. Data Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan
Berdasarkan Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga terdapat realisasi belanja
terkait dengan dana dekonsentrasi/tugas pembantuan Semester I TA 2012, dengan rincian
sebagai berikut:
Kode
BA
010
018
019
020
023
024
026
027
029
032
033
040
043
044
065
067

068
087
090
091
092

Kementerian
Negara/Lembaga
Kementerian Dalam Negeri
Kementerian Pertanian
Kementerian Perindustrian
KementerianESDM
Kementerian Pendidikan
dan Kebudayaan
Kementerian Kesehatan
Kementerian Tenaga Kerja
dan Transmigrasi
Kementerian Sosial
Kementerian Kehutanan
Kementerian Kelautan dan
Perikanan
Kementerian Pekerjaan
Umum
KementerianKebudayaan
&Pariwisata
Kementerian Negara
Lingkungan Hidup
Kementerian Negara
Koperasi dan UKM
Badan Koordinasi
Penanaman Modal
Kementerian Negara
Pembangunan Daerah
Tertinggal
BKKBN
Arsip Nasional Republik
Indonesia
Kementerian Perdagangan
Kementerian Perumahan
Rakyat
Kementerian Pemuda dan
Olah Raga
Total

Realisasi Semester I TA 2012 (dalam Rp)
Dekonsentrasi
Tugas Pembantuan
Urusan Bersama
414.255.088.467
26.832.652.392 3.561.947.243.261
764.561.257.860
3.834.170.067.382
44.334.211.670
12.979.681.050
2.689.483.704.751
217.244.432.922

325.965.913.533

-

122.390.520.996
157.368.158.069
49.422.632.760

15.266.030.700
321.810.350

-

97.665.364.739

137.144.418.055

-

39.628.066.879

630.353.066.154

568.905.618.000

10.120.657.800

-

-

7.470.167.004

-

-

70.473.700.861

-

-

6.233.384.798

-

-

4.664.756.580

14.900.375.900
-

-

1.922.175.738
22.643.441.999

51.508.563.049

-

489.186.050

-

-

20.153.040.030
4.753.503.631.023

5.036.462.897.515 4.130.852.861.261

2. Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PK BLU)
Sebagai bagian reformasi manajemen keuangan negara, UU No. 1 Tahun 2004 tentang
Perbendaharaan Negara telah mengamanatkan berbagai perubahan fundamental, antara lain
pada Pasal 68 dan 69 mengenai PK BLU untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas
pengelolaan keuangan negara dalam rangka meningkatkan kinerja pelayanan publik.
Amanat UU 1/2004 tersebut telah dijabarkan lebih lanjut dalam PP No. 23 Tahun 2005
tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum dan 5 (lima) Peraturan Menteri
Keuangan berkaitan dengan Persyaratan Administratif Dalam Rangka Pengusulan dan
Penetapan Satker Instansi Pemerintah untuk Menerapkan PPK BLU, Kewenangan
Pengadaan Barang/Jasa pada BLU, Pembentukan Dewan Pengawas pada BLU, Pedoman
Penetapan Remunerasi pada BLU, Tata Cara Penyusunan Rencana Bisnis dan Anggaran
Catatan atas Laporan Keuangan -66-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
(RBA) serta Dokumen Pelaksanaan Anggaran BLU.
BLU merupakan implementasi konsep “enterprising the government” dan penganggaran
berbasis kinerja di lingkungan pemerintah. BLU diberikan fleksibilitas dalam pengelolaan
keuangan untuk mendukung produktivitas, efisiensi dan efektivitas pelayanan publik tetapi
tidak bertujuan mencari laba. Fleksibilitas BLU antara lain mengelola langsung pendapatan
operasionalnya, tidak harus menyetor surplus akhir tahun ke Rekening Kas Negara, pegawai
bisa PNS dan non-PNS, remunerasi berdasarkan tingkat tanggung jawab dan
profesionalisme. Sumber pembiayaan instansi yang menerapkan PK BLU berasal dari APBN,
pendapatan dari pelayanan, kerja sama operasional, hibah dan pendapatan lainnya.
Bidang layanan umum yang diselenggarakan instansi PK BLU adalah kegiatan pemerintah
yang bersifat operasional dalam menyelenggarakan pelayanan umum yang menghasilkan
semi barang/jasa (quasi public goods), meliputi penyediaan barang/jasa, pengelola wilayah,
dan pengelola dana khusus untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.
BLU diharuskan menyusun dan mengintegrasikan RBA dalam Rencana Kerja dan Anggaran
(RKA) kementerian negara/lembaga induknya. Transparansi dan akuntabilitas diinformasikan
dalam laporan keuangan instansi PK BLU, minimal terdiri dari laporan operasional/laporan
realisasi anggaran, neraca, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan, disertai
laporan kinerja. Laporan keuangan tersebut diaudit oleh pemeriksa ekstern sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan. Laporan keuangan instansi PK BLU tersebut
harus dikonsolidasikan dalam laporan keuangan kementerian negara/lembaga, yang
selanjutnya dikonsolidasikan dalam Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) yang
disampaikan Presiden kepada DPR sebagai RUU pertanggungjawaban pelaksanaan APBN.
Sampai dengan 30 Juni 2012, terdapat 131 Satuan Kerja di lingkungan pemerintah yang
telah menerapkan PK BLU. Seratus tiga puluh satu Satker BLU tersebut berasal dari 20
Kementerian Negara/Lembaga, yaitu:
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20

Kementerian Negara/Lembaga
Sekretariat Negara
Kementerian Keuangan
kementerian Pertanian
Kementerian Perindustrian
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
Kementerian Perhubungan
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Kementerian Kesehatan
Kementerian Agama
Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi
Kementerian Kehutanan
Kementerian Pekerjaan Umum
Kenterian Negara Riset dan Teknologi
Kementerian Koperasi dan UKM
Kementerian Komunikasi dan Informatika
Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi
Lembaga Penerbangan Antariksa Nasional
Kementerian Perumahan Rakyat
POLRI
BP Batam
Jumlah BLU

Jumlah BLU
2
2
2
5
1
7
26
49
15
3
1
1
1
2
1
1
1
1
9
1
131

Ditinjau dari bidang layanan, dari 131 BLU tersebut dapat dibagi menjadi:

Catatan atas Laporan Keuangan -67-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)

a. 123 BLU bidang Pengadaan Barang dan/atau Jasa;
b. 3 BLU bidang Pengelolaan Wilayah Kawasan;
c. 5 BLU bidang Pengelolaan Dana Khusus.
Berdasarkan laporan keuangan BLU, komposisi pendapatan BLU pada Semester I TA 2012
dapat dilihat pada Grafik 21.

Grafik 21: Komposisi Pendapatan BLU Semester I TA 2012

Sementara itu, Pendapatan, Beban, dan Surplus/Defisit BLU Semester I Tahun 2012
terlihat pada Grafik 22.
Miliar Rupiah

Grafik 22: Pendapatan, Beban, dan Surplus/Defisit BLU Semester I TA 2012
Ikhtisar Laporan Keuangan BLU disajikan secara lengkap pada Daftar 37.

3. Penerimaan dan Belanja Hibah
Sejak TA 2011, berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 191/PMK.05/2011
tentang Sistem Akuntansi Hibah, Penerimaan Hibah baik melalui Bendahara Umum Negara
maupun hibah langsung ke K/L, dilaporkan dalam Laporan Realisasi Anggaran BA 999.02
(Hibah), bukan lagi oleh masing-masing K/L.
Berdasarkan LRA BA 999.02 jumlah penerimaan hibah sebesar Rp997.303.618.698 dengan
rincian sebagai berikut:

Catatan atas Laporan Keuangan -68-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Pendapatan Hibah
Hibah Dalam Negeri:
Pendapatan Hibah Dalam Negeri Kas:
- Hibah Dalam Negeri Perorangan
- Hibah Dalam Negeri Lembaga/Badan Usaha
Pendapatan Hibah Dalam Negeri Non Kas:
- Pendapatan Hibah Berupa Barang
Pendapatan Hibah Dalam Negeri Langsung:
- Hibah Dalam Negeri Lembaga/Badan Usaha
- Hibah Dalam Negeri Pemerintah Daerah
Hibah Luar Negeri:
Pendapatan Hibah Luar Negeri Kas:
- Hibah Luar Negeri Perorangan
- Hibah Luar Negeri Bilateral
- Hibah Luar Negeri Multilateral
- Hibah Luar Negeri Lainnya
Pendapatan Hibah Luar Negeri Non Kas:
- Pendapatan Hibah Berupa Barang
- Pendapatan Hibah Berupa Jasa
Pendapatan Hibah Luar Negeri Langsung:
- Hibah Luar Negeri Langsung - Bilateral
Jumlah Pendapatan Hibah

Jumlah (Rp)

5.360.000
4.185.000
651.263.636
(97.860.776)
2.158.741.185

600.000
532.239.606.615
448.899.786.327
9.411.776.007
3.390.412.583
510.976.376
128.771.748
997.303.618.698

Sementara itu, terdapat belanja hibah non kas pada Semester I TA 2012 sebesar
Rp4.552.652.595.

Catatan atas Laporan Keuangan -69-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)

C. PENJELASAN ATAS POS-POS
POS
NERACA
C.1. POSISI KEUANGAN SECARA UMUM
Posisi Neraca secara
umum

Ringkasan Neraca per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 adalah sebagai berikut (dalam
Rp):
30 Juni 2012
(Unaudited)
463.898.572.394.116
800.445.265.431.513
1.606.616.501.142.563
388.399.256.398.222
3.259.359.595.366.414
195.201.151.663.547
1.882.198.312.044.996
2.077.399.463.708.543
272.193.613.712.180
909.766.517.945.691
1.181.960.131.657.871
3.259.359.595.366.414

Uraian
Aset Lancar
Investasi Jangka Panjang
Aset Tetap
Aset Lainnya
Jumlah Aset
Kewajiban Jangka Pendek
Kewajiban Jangka Panjang
Jumlah Kewajiban
Ekuitas Dana Lancar
Ekuitas Dana Investasi
Jumlah Ekuitas Dana Neto
Jumlah Kewajiban dan Ekuitas

31 Desember 2011
(Audited)
266.807.824.111.647
750.030.794.479.804
1.567.974.174.587.750
438.634.382.921.494
3.023.447.176.100.695
246.444.880.163.115
1.700.928.418.989.886
1.947.373.299.153.001
40.813.342.935.093
1.035.260.534.012.601
1.076.073.876.947.694
3.023.447.176.100.695

Perbandingan Aset, Kewajiban, dan Ekuitas Dana Neto selama 5 (lima) tahun terakhir
disajikan pada Grafik 23.
Perbandingan Neraca
selama 5 tahun terakhir

3.500

3.259
3.023

3.000
2.424

2.500

2.123

2.072

2.000
1.600
1431

1947

1694

1682

2077

1796

1.500
1.076

1.000

1.182

628
441

378

500

169

2007

2008

2009

2010

2011

Sem. I 2012

dalam triliun rupiah

Asset

Kewajiban

Ekuitas

Grafik 23:: Perbandingan Aset, Kewajiban, dan Ekuitas Dana Neto pada Neraca
Tahun 2008 – Sem I 2012
Grafik di atas menunjukkan bahwa selama 5 (lima) tahun berturutberturut-turut, nilai Ekuitas Dana
selalu meningkat. Ekuitas Dana per 30 Juni 2012 naik 9,84% persen dari posisi 31 Desember
2011.

Catatan atas Laporan Keuangan - 70-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)

C.2. PENJELASAN PER POS NERACA
C.2.1. Rekening Kas BUN di Bank Indonesia
Rekening Kas BUN di BI
Rp147,64 triliun

Jumlah Rekening Kas BUN di Bank Indonesia (BI) per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011
sebesar Rp147.644.719.217.455 dan Rp82.453.918.298.407 merupakan saldo Rekening
Bendahara Umum Negara (BUN) yang ada di BI, dengan rincian sebagai berikut (dalam Rp):

Jenis Rekening
Rekening BUN No. 502.000000980
Rekening KUN dalam Valuta USD No.
600.502411980
Rekening KUN dalam Valuta YEN No.
600.502111980
Rekening Kas Penempatan dalam Rupiah No.
519.000122980
Rekening Kas Penempatan dalam Valuta USD
No. 608.001411980
Rekening Kas Penempatan dalam Valuta EURO
No. 608.000991980
Rekening Kas Penempatan dalam Valuta YEN
No. 608.000111980
Rek. Penerimaan Bantuan Bencana Alam
Sumatera dalam Rupiah No. 519.000124980
Rek. Penerimaan Bantuan Bencana Alam
Sumatera dalam USD No. 609.022411980
Rek. Penerimaan Bantuan Bencana Alam
Sumatera dalam EURO No. 609.000991980
Rekening SAL No.500.000002980
Rekening Khusus
Rekening RDI/RPD
Jumlah

30 Juni 2012
(Unaudited)
2.445.662.926.505
10.911.011.498

31 Desember 2011
(Audited)
2.381.060.659.952
8.471.861.156

107.303.313.667
1.068.162.472.870
46.238.803.363.698
4.790.148.672.956
46.820.534.973.835

23.301.620.886.188

234.294.453

-

-

-

8.492.000.706

8.492.000.706

-

-

48.505.945.197.525 48.505.945.197.525
3.506.832.135.568
2.390.016.547.054
147.644.719.217.455 82.453.918.298.407

Seluruh saldo Rekening Kas BUN di BI merupakan bagian dari Saldo Anggaran Lebih (SAL).
Rincian Rekening Khusus dapat dilihat pada Daftar 4.

C.2.2. Rekening Kas di KPPN
Rekening Kas di KPPN
Rp6,68 triliun

Jumlah Rekening Kas di KPPN per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 sebesar
Rp6.684.835.490.699 dan Rp11.870.556.947.661 merupakan saldo Rekening Kas Kantor
Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) di seluruh Indonesia. Seluruh saldo Rekening Kas
di KPPN merupakan bagian dari Saldo Anggaran Lebih (SAL).
Daftar Saldo Kas di KPPN dapat dilihat pada Daftar 5.

Catatan atas Laporan Keuangan - 71-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
C.2.3. Rekening Pemerintah Lainnya
RPL Rp40,81 triliun

Jumlah Rekening Pemerintah Lainnya per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 sebesar
Rp40.811.445.722.318 dan Rp6.615.552.720.213 merupakan saldo Rekening Pemerintah
Lainnya (RPL) yang ada di BI dan Bank Umum dengan rincian sebagai berikut (dalam Rp):

Bank
1. Bank Indonesia
2. Bank Umum
Jumlah

30 Juni 2012
(Unaudited)
40.744.331.703.773
67.114.018.545
40.811.445.722.318

31 Desember 2011
(Audited)
6.558.844.586.613
56.708.133.600
6.615.552.720.213

Seluruh saldo RPL bukan merupakan bagian dari SAL.
1. Rekening Pemerintah Lainnya di BI, terdiri dari (dalam Rp):
Rekening
Rekening RDI/RPD
Rekening Panas Bumi (No.
508.000084980)
Rekening Hasil Minyak Perjanjian KPS
(No.600.000411980)
Rekening Pemerintah Lain
Jumlah

30 Juni 2012
(Unaudited)
-

31 Desember 2011
(Audited)
-

450.184.212.648

197.960.188.008

40.096.411.933.597
197.735.557.528
40.744.331.703.773

6.237.138.752.226
123.745.646.379
6.558.844.586.613

Rincian lebih lengkap masing-masing RPL di BI dapat dilihat pada Daftar 6.
Khusus Saldo Rekening Hasil Minyak Perjanjian KPS sebesar Rp40.096.411.933.597
merupakan Kas BUN dalam bentuk valuta asing pada Rekening Nomor 600.000411.908,
sebagai rekening antara untuk menampung seluruh penerimaan dalam valuta asing dari
hasil kegiatan usaha hulu migas dalam rangka Production Sharing Contract/Kontrak Kerja
Sama dan membayar kewajiban kontraktual migas kepada Pemerintah. Transaksi
(mutasi) arus masuk dan keluar kas dari Hasil Minyak Perjanjian KPS dan Rekening
Panas Bumi disajikan pada Catatan Penting Lainnya.
2. Rekening Pemerintah Lainnya pada Bank Umum sebesar Rp67.114.018.545 merupakan
Kas pada BA 999.04 (Penerusan Pinjaman) yang tersimpan di berbagai Bank Umum
berupa:
- Rekening Induk Dana Lingkungan (RIDL) sebesar Rp9.548.103.656,63.
- Rekening KUMK sebesar Rp47.330.016.029,33.
- 15 rekening lainnya merupakan rekening pemerintah lainnya sebagai penampungan
transaksi dari program/kegiatan yang masih berlangsung sebesar
Rp10.235.898.858,84.
Rincian saldo RPL pada Bank Umum dapat dilihat pada Daftar 7.
C.2.4. Kas di Bendahara Pengeluaran
Kas di Bendahara
Pengeluaran
Rp4,24 triliun

Jumlah Kas di Bendahara Pengeluaran per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 sebesar
Rp4.237.709.202.349 dan Rp292.795.937.959 merupakan kas yang dikuasai, dikelola, dan
di bawah tanggung jawab bendahara pengeluaran yang berasal dari sisa Uang Persediaan
(UP), namun sampai dengan akhir tahun anggaran belum disetor/dipertanggungjawabkan ke
kas negara.
Rincian Kas di Bendahara Pengeluaran pada K/L dapat dilihat pada Daftar 8.

Catatan atas Laporan Keuangan - 72-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
C.2.5. Kas di Bendahara Penerimaan
Kas di Bendahara
Penerimaan
Rp405,58 miliar

Jumlah Kas di Bendahara Penerimaan per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 sebesar
Rp405.580.465.657 dan Rp252.900.321.124 mencakup seluruh kas, baik saldo rekening di
bank, termasuk bunga dan jasa giro, maupun saldo uang tunai yang berada di bawah
tanggung jawab bendahara penerimaan yang belum disetorkan ke kas negara.
Rincian Kas di Bendahara Penerimaan pada K/L dapat dilihat pada Daftar 8.
C.2.6. Kas Lainnya dan Setara Kas

Kas Lainnya dan Setara
Kas Rp12,26 triliun

Jumlah Kas Lainnya dan Setara Kas per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 sebesar
Rp12.258.100.098.857 dan Rp6.756.875.778.441 merupakan kas yang berada di
bendahara pengeluaran selain uang persediaan. Saldo tersebut dapat berupa pendapatan
seperti bunga jasa giro, pungutan pajak, dan pengembalian belanja yang belum disetor ke kas
negara, dana lancar BLU, belanja yang sudah dicairkan akan tetapi belum dibayarkan kepada
pihak ketiga, dan kas dari hibah langsung K/L. Kas Lainnya dan Setara Kas terdiri dari (dalam
Rp):
Uraian
Bunga dan Jasa Giro, dan Pengembalian Belanja
yang Belum Disetor ke Kas Negara
Kas yang Belum Dibayarkan kepada Pihak Ketiga
Dana Lancar Lainnya (termasuk hibah langsung K/L)
Dana Lancar BLU
Jumlah

30 Juni 2012
(Unaudited)

31 Desember 2011
(Audited)

8.908.520.733.437
2.828.954.596.277
520.624.769.143
12.258.100.098.857

2.367.515.283.864
3.943.049.544.201
443.660.153.197
2.650.797.179
6.756.875.778.441

Rincian Kas Lainnya dan Setara Kas menurut organisasi Kementerian Negara/Lembaga dan
BUN adalah sebagai berikut (dalam Rp):
Uraian
1. K/L
2. BUN
Jumlah

30 Juni 2012
(Unaudited)
10.143.951.852.973
2.114.148.245.884
12.258.100.098.857

31 Desember 2011
(Audited)
1.830.725.363.653
4.926.150.414.788
6.756.875.778.441

Rincian Kas Lainnya dan Setara Kas masing-masing K/L dapat dilihat pada Daftar 8.
Kas Lainnya dan Setara Kas yang berada di BUN sebesar Rp2.114.148.245.884 terdiri dari:
1. Kas Lainnya dan Setara Kas pada Bagian Anggaran (BA) 999.03 sebesar
Rp1.949.455.991 merupakan kas atas pengembalian program dana bergulir yang saat
ini masih tertampung dalam rekening LPT Indak;
2. Kas Lainnya dan Setara Kas pada BA 999.08 sebesar Rp2.112.198.789.893. Kas
tersebut sebagian besar merupakan Dana Bantuan Rehabilitasi dan Rekonstruksi yang
akan disalurkan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau Instansi yang
menangani bencana dalam TA 2011 dan pengembalian belanja tunjangan kinerja dari
beberapa K/L serta pendapatan bunga dan jasa giro yang belum disetor ke kas negara.

Catatan atas Laporan Keuangan - 73-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
C.2.7. Kas pada BLU
Kas pada BLU Rp15,62
triliun

Jumlah Kas pada BLU per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 sebesar
Rp15.619.700.997.531 dan Rp13.019.388.257.063 merupakan saldo kas yang ada di
satuan kerja BLU pada beberapa K/L, yang terdiri dari (dalam Rp):

Kementerian Negara/Lembaga
1. BLU di Sekretariat Negara
2. BLU di Kementerian Keuangan
3. BLU di Kementerian Pertanian
4. BLU di Kementerian Perindustrian
5. BLU di Kementerian ESDM
6. BLU di Kementerian Perhubungan
7. BLU di Kementerian Pendidikan Nasional
8. BLU di Kementerian Kesehatan
9. BLU di Kementerian Agama
10. BLU di Tenaga Kerja dan Transmigrasi
11. BLU di Kementerian Kehutanan
12. BLU di Kementerian Pekerjaan Umum
13. BLU di Kementerian Ristek
14. BLU di Kementerian Negara KUKM
15. BLU di Kementerian Kominfo
16. BLU di Kepolisian RI
17. BLU di BPPT
18. BLU di LAPAN
19. BLU di Kementerian Perumahan Rakyat
Jumlah

30 Juni 2012
(Unaudited)
666.441.374.496
2.565.016.309.695
5.977.994.604
28.990.306.365
43.576.417.329
168.619.772.633
5.431.977.103.533
1.347.417.319.437
252.122.296.601
778.167.755
2.786.988.200
418.564.309.798
1.910.327.435
258.535.569.543
4.223.124.820.892
38.577.614.367
17.660.711.845
2.554.238.209
145.069.354.794
15.619.700.997.531

31 Desember 2011
(Audited)
529.314.721.403
2.168.961.124.597
3.466.155.684
20.011.012.451
18.498.791.552
132.850.346.828
4.497.383.942.144
1.056.474.212.524
160.067.061.688
714.674.920
311.877.696.631
1.587.736.326
222.839.454.602
3.710.216.950.149
31.085.827.403
7.013.147.667
1.956.045.700
145.069.354.794
13.019.388.257.063

Berdasarkan data BUN, Kas pada BLU yang telah disahkan oleh KPPN adalah sebesar
Rp15.583.837.419.948 (lihat Catatan D.1). Dari Kas pada BLU tersebut sebesar
Rp127.626.217.672 telah didepositokan dengan jangka waktu lebih dari 3 bulan (disajikan
pada Investasi Jangka Pendek BLU - lihat Catatan C.2.19). Dengan demikian, terdapat Kas
pada BLU yang belum disahkan sebesar Rp163.489.795.255, yaitu berasal dari
(Rp15.619.700.997.531+ Rp127.626.217.672 - Rp15.583.837.419.948).

C.2.8 Uang Muka dari Rekening Bendahara Umum Negara (BUN)
Uang Muka dari
Rekening BUN Rp623,94
miliar

Jumlah Uang Muka dari Rekening BUN per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 sebesar
Rp623.935.967.840 dan Rp1.408.995.648.910 merupakan pembayaran pembiayaan
pendahuluan dalam rangka penarikan pinjaman luar negeri dari BUN yang belum ada
penggantian dari lender.
Uang Muka dari Rekening BUN sebesar Rp623.935.967.840 adalah Uang Muka dari
Rekening BUN yang eligible, yaitu uang muka yang masih dapat ditagihkan kepada lender
yang terjadi sejak tahun 2009. Saldo tersebut berasal dari saldo akhir tahun 2011 sebesar
Rp1.408.995.648.910 dikurangi dengan Uang Muka BUN yang diselesaikan selama Semester
I tahun 2012 sebesar Rp785.059.681.070.
C.2.9. Piutang Pajak

Piutang Pajak
Rp105,63 triliun

Jumlah Piutang Pajak per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 sebesar
Rp105.626.340.589.335 dan Rp108.063.462.383.641. Nilai Piutang Pajak per 30 Juni
2012 berdasarkan nilai bersih yang dapat direalisasikan (Net Realizable Value) adalah

Catatan atas Laporan Keuangan - 74-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Rp85.233.595.751.545 yang berasal dari nilai bruto sebesar Rp105.626.340.589.335
dikurangi penyisihan piutang tak tertagih sebesar Rp20.392.744.837.790. Piutang Pajak
terdiri dari Piutang pajak pada Mahkamah Agung sebesar Rp1.654.943 dan Kementerian
Keuangan sebesar Rp105.626.338.934.392.
Rincian Piutang Pajak pada Kementerian Keuangan adalah sebagai berikut (dalam Rp):
Uraian
Direktorat Jenderal Pajak:
Nilai Bruto
Penyisihan
Nilai Bersih
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai:
Nilai Bruto
Penyisihan
Nilai Bersih
Piutang Pajak (Bruto)
Penyisihan
Piutang Pajak (Bersih)

Piutang Pajak pada
Ditjen Pajak

30 Juni 2012
(Unaudited)

31 Desember 2011
(Audited)

85.413.366.512.932
(19.149.466.135.146)
66.263.900.377.786

86.801.366.456.341
(46.205.692.087.023)
40.595.674.369.318

20.212.972.421.460
(1.243.278.702.644)
18.969.693.718.816
105.626.338.934.392
(20.392.744.837.790)
85.233.594.096.602

21.262.095.927.300
(1.611.617.003.316)
19.650.478.923.984
108.063.462.383.641
(47.817.309.090.339)
60.246.153.293.302

1. Piutang Pajak pada Direktorat Jenderal Pajak (DJP) per 30 Juni 2012 dan 31 Desember
2011 masing-masing sebesar Rp85.413.366.512.932 dan Rp86.801.366.456.341
merupakan tagihan pajak yang tercantum dalam Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar
(SKPKB), Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan (SKPKBT), dan Surat Tagihan
Pajak (STP) atau Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) yang belum dilunasi
sampai dengan 30 Juni 2012. Rincian Piutang Pajak (nilai bruto sebelum penyisihan) per
jenis pajak dapat dilihat pada Tabel 5.
Tabel 5
Piutang Pajak per Jenis Pajak pada Ditjen Pajak
(Dalam Rp)

Piutang PPh Pasal 21
Piutang PPh Pasal 22
Piutang PPh Pasal 23
Piutang PPh Pasal 25 Orang Pribadi
Piutang PPh Pasal 25 Badan
Piutang PPh Pasal 26
Piutang PPh Final dan Fiskal LN
Piutang PPN Dalam Negeri
Piutang PPnBM Dalam Negeri
Piutang PBB Pedesaan
Piutang PBB Perkotaan
Piutang PBB Perkebunan
Piutang PBB Kehutanan
Piutang PBB Pertambangan
Piutang BPHTB
Piutang PTLL
Piutang Bunga Penagihan PPh

30 Juni 2012
(Unaudited)
1.447.897.407.949
463.422.833.197
1.984.574.826.322
1.044.284.505.856
14.125.107.521.408
1.844.832.751.111
659.067.798.842
14.750.767.018.365
199.438.444.470
3.390.573.297.433
14.800.296.834.483
939.768.328.589
682.765.856.676
27.176.210.358.019
334.744.233
1.904.023.985.979

31 Desember 2011
(Audited)
1.085.067.767.115
466.665.742.712
1.971.735.365.857
1.011.913.424.152
14.272.978.070.717
2.831.091.117.252
517.874.742.847
42.235.408.556.549
208.754.851.900
2.401.365.978.916
11.291.484.268.102
394.209.918.227
630.580.993.822
5.602.915.905.581
691.914.937
1.878.627.837.655

Jumlah

85.413.366.512.932

86.801.366.456.341

No.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.

Jenis Piutang Pajak

Catatan atas Laporan Keuangan - 75-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Berdasarkan umurnya, Piutang Pajak di DJP dapat dirinci sebagai berikut (dalam Rp):
Umur Piutang
Kurang dari 1 Tahun
1 Tahun dan Kurang dari 3 Tahun
3 Tahun dan Kurang dari 5 Tahun
5 Tahun atau Lebih
Jumlah

30 Juni 2012
(Unaudited)
37.108.068.629.607
14.654.041.139.601
11.823.251.744.780
21.828.004.999.656
85.413.366.513.644

31 Desember 2011
(Audited)
19.470.734.026.870
37.888.573.637.081
8.503.983.799.836
20.938.074.992.554
86.801.366.456.341

*) selisih pembulatan sebesar Rp712 antara tabel di atas dengan aplikasi SAI

1) Dari nilai piutang pajak sebesar Rp85.413.366.512.932 terdapat piutang pajak
yang disisihkan sebesar Rp19.149.466.135.146. Nilai piutang yang disisihkan
tersebut termasuk piutang yang telah daluwarsa penagihannya sebesar
Rp7.786.018.614.873. Selama semester I tahun 2012, atas nilai piutang pajak
yang telah daluwarsa tersebut, telah diusulkan penghapusan sebesar
Rp94.411.718.854. Selama semester I tahun 2012, nilai piutang yang telah
mendapatkan persetujuan dari Menteri Keuangan untuk dihapusbukukan sebesar
Rp28.075.790.794.612.
2) Dalam rangka pemenuhan hak dan kewajiban Wajib Pajak, Direktorat Jenderal Pajak
memberikan hak kepada Wajib Pajak untuk mengajukan pembetulan, keberatan,
pengurangan atau penghapusan sanksi administrasi, pengurangan atau pembatalan
surat ketetapan pajak, pengurangan atau pembatalan Surat Tagihan Pajak,
pembatalan hasil pemeriksaan pajak atau surat ketetapan pajak, banding, gugatan
dan peninjauan kembali. Nominal ketetapan pajak kurang bayar yang menjadi
sengketa pajak tersebut diatas yang belum diterbitkan keputusan atau putusan
sampai dengan tanggal 30 Juni 2012 adalah Rp46.768.847.212.261.
3) Dalam rangka melaksanakan penagihan pajak dengan surat paksa. Direktorat
Jenderal Pajak telah melakukan penyitaan terhadap harta benda Wajib Pajak
sebagai jaminan piutang pajak yang tidak dilunasi Wajib Pajak sesuai peraturan
perundang-undangan yang berlaku. Nilai estimasi harga pasar aset Wajib Pajak yang
dilakukan penyitaan yang belum dilakukan penjualan secara lelang dan atau
penjualan yang dikecualikan dari lelang sebesar Rp770.852.177.371 dan dari
piutang pajak sebesar Rp1.248.401.172.742.
Piutang Pajak pada
Ditjen Bea dan Cukai

2. Piutang Pajak pada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) per 30 Juni 2012 dan 31
Desember
2011
masing-masing
sebesar
Rp20.212.972.421.460
dan
Rp21.262.095.927.300 merupakan tagihan pajak yang telah mempunyai surat
ketetapan yang dapat dijadikan kas dan belum diselesaikan pada tanggal neraca yang
diharapkan dapat diterima dalam jangka waktu tidak lebih dari satu tahun. Rincian
Piutang Pajak (nilai awal sebelum penyisihan) per jenis pajak dapat dilihat pada Tabel 6.
Berdasarkan umurnya, Piutang Pajak di DJBC dapat dirinci sebagai berikut (dalam Rp):
Umur Piutang
Kurang dari 1 Tahun
1 Tahun s.d 2 Tahun
2 Tahun s.d 3 Tahun
Di atas 3 Tahun
Jumlah

30 Juni 2012
(Unaudited)
18.228.961.310.918
485.814.139.768
54.490.141.536
1.443.706.829.238
20.212.972.421.460

31 Desember 2011
(Audited)
19.648.918.985.526
217.266.179.964
103.555.167.066
1.292.355.594.744
21.262.095.927.300

Catatan atas Laporan Keuangan - 76-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Tabel 6
Piutang Pajak per Jenis Pajak pada Ditjen Bea dan Cukai
(Dalam Rp)
No

Jenis Piutang Pajak

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20

Piutang PPh Pasal 22 Impor
Piutang PPN Dalam Negeri
Piutang PPN Impor
Piutang PPN Lainnya
Piutang PPnBM Impor
Piutang PPnBM Lainnya
Piutang Cukai Hasil Tembakau
Piutang Cukai Ethyl Alkohol
Piutang Cukai Minuman mengandung Ethyl Alkohol
Piutang Pendapatan Denda Administrasi Cukai
Piutang Pendapatan Cukai Lainnya
Piutang Bunga Penagihan PPN
Piutang Bunga Penagihan PPnBM
Piutang Bea Masuk
Piutang Pendapatan Denda Administrasi Pabean
Piutang Pendapatan Pabean Lainnya
Piutang Pajak/Pungutan Ekspor
Piutang Pendapatan Denda Administrasi Bea Keluar
Piutang Pendapatan Bunga Bea Keluar
Bea Keluar
Jumlah

30 Juni 2012
(Unaudited)
47.263.244.928
2.737.317.676.187
258.733.201.586
15.186.110.539
14.803.015.699.132
957.900.000
75.847.386.080
107.601.238.634
47.019.800.368
416.340
8.285.647.085
922.561.365.404
804.100.749.668
188.161.992.512
8.574.551.809
289.927.360
188.055.513.828
20.212.972.421.460

31 Desember 2011
(Audited)
45.892.299.214
3.146.910.248.970
240.562.578.649
13.975.000
26.715.140.404
15.612.436.025.861
889.000.000
3.108.046.600
102.598.902.174
46.830.933.374
9.710.326.332
16.682.000
851.036.853.853
773.536.556.838
173.032.494.314
222.278.975.975
6.238.348.382
288.539.360
21.262.095.927.300

C.2.10. Piutang Bukan Pajak
Piutang Bukan Pajak
Rp95,32 triliun

Jumlah Piutang Bukan Pajak per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 adalah sebesar
Rp95.316.865.590.878 dan Rp19.885.890.412.635. Piutang tersebut merupakan semua
hak atau klaim terhadap pihak lain atas uang, barang, atau jasa yang dapat dijadikan kas dan
belum diselesaikan pada akhir tahun anggaran serta diharapkan dapat diterima dalam jangka
waktu tidak lebih dari satu tahun. Nilai Piutang Bukan Pajak per 31 Desember 2012
berdasarkan nilai bersih yang dapat direalisasikan adalah sebesar Rp80.244.857.518.886,
yaitu berasal dari nilai bruto sebesar Rp95.316.865.590.878 dikurangi penyisihan sebesar
Rp15.072.008.071.992. Piutang tersebut terdiri dari (dalam Rp):
Jenis Piutang Bukan Pajak
Piutang pada K/L:
Nilai Bruto
Penyisihan
Nilai Bersih
Piutang pada BUN:
Nilai Bruto
Penyisihan
Nilai Bersih
Piutang Bukan Pajak (Bruto)
Penyisihan
Piutang Bukan Pajak (Bersih)

30 Juni 2012
(Unaudited)

31 Desember 2011
(Audited)

27.158.020.345.068
(14.939.541.411.245)
12.218.478.933.823

13.796.526.308.176
(9.935.371.734.586)
3.861.154.573.590

68.158.845.245.810
(132.466.660.747)
68.026.378.585.063
95.316.865.590.878
(15.072.008.071.992)
80.244.857.518.886

6.089.364.104.459
(318.025.168.038)
5.771.338.936.421
19.885.890.412.635
(10.253.396.902.624)
9.632.493.510.011

Catatan atas Laporan Keuangan - 77-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Rincian Piutang Bukan Pajak pada K/L per 30 Juni 2012 dapat dilihat pada Daftar 9.
Piutang Bukan Pajak pada BUN per 30 Juni 2012 terdiri dari (dalam Rp):
Piutang Bukan Pajak di
BUN Rp68,16 triliun
1. Piutang Deviden dan Denda pada BA
999.03:
Nilai Bruto
Penyisihan
Nilai Bersih
2. Piutang pada BA 999.05
Nilai Bruto
Penyisihan
Nilai Bersih
3. Piutang pada BA 999.07:
Nilai Bruto
Penyisihan
Nilai Bersih
4. Piutang pada BA 999.08:
Nilai Bruto
Penyisihan
Nilai Bersih
5. Piutang PT PPA pada BA 999.99:
Nilai Bruto l
Penyisihan
Nilai Bersih
6. Piutang Migas pada BA 999.99:
Nilai Awal
Penyisihan
Nilai Bersih
Piutang PNBP (Bruto)
Penyisihan
Piutang PNBP (Bersih)

30 Juni 2012
(Unaudited)

31 Desember 2011
(Audited)

15.986.182.644.982
(130.222.955.176)
15.855.959.689.806

54.914.355.161
(51.548.429.777)
3.365.925.384

321.265.604.739
321.265.604.739

-

448.741.114.203
(2.243.705.571)
446.497.408.632

878.939.094.800
(4.394.695.474)
874.544.399.326

1.399.189.200
1.399.189.200

7.438.160.200
7.438.160.200

2.786.071.531
2.786.071.531

2.786.071.531
2.786.071.531

51.398.470.621.155
51.398.470.621.155
68.158.845.245.810
(132.466.660.747)
68.026.378.585.063

5.145.286.422.767
(262.082.042.787)
4.883.204.379.980
6.089.364.104.459
(318.025.168.038)
5.771.338.936.421

1. Piutang Dividen dan Denda (BA 999.03) terdiri dari:
a. Piutang Lancar sebesar Rp15.935.637.879.202 terdiri dari (dalam Rp):

Nama BUMN
PT. Balai Pustaka
PT. PDI P Batam
PT. Kawasan Industri
Wijayakusuma
PT. Perkebunan
Nusantara II
PT. Inhutani I
PT. Inhutani V
Dividen Tahun
2011
Jumlah

Buku

Jumlah
100.000.000

Penyisihan Piutang
tidak Tertagih
(0,5%)
500.000

Nilai Bersih
99.500.000

85.865.000

429.325

85.435.675

11.854.202,51

59.271

11.794.931

450.000.000

2.250.000

447.750.000

225.000.000

1.125.000

223.875.000

90.000.000

450.000

89.550.000

15.934.675.160.000

79.673.375.800

15.855.001.784.200

15.935.637.879.202

79.678.189.396

15.855.959.689.806

Catatan atas Laporan Keuangan - 78-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
b. Piutang Macet sebesar Rp 50.544.765.780 terdiri dari (dalam Rp):
Nama BUMN
1. PT. Istaka karya
2. PT. Bina Karya
3. PT. Industri Sandang
Nusantara
Jumlah

Jumlah
6.391.154.934
566.628.402
43.586.982.444

Penyisihan Piutang
tidak Tertagih (100%)
6.391.154.934
566.628.402
43.586.982.444

Nilai
Bersih
-

50.544.765.780

50.544.765.780

-

2. Piutang pada Bagian Anggaran Utang Transfer ke Daerah (BA 999.05) sebesar
Rp321.265.604.739 merupakan sisa Penggunaan DPPID oleh pemda yang belum
disetorkan ke kas negara.
3. Piutang pada Bagian Anggaran Belanja Subsidi (BA 999.07) terdiri dari:
a. Piutang pada Kementerian Pertanian sebesar Rp13.627.907.361 merupakan
kelebihan pembayaran subsidi pupuk berdasarkan hasil audit BPK Tahun 2011 yang
berasal dari BUMN Operator Subsidi Pupuk PT Pupuk Iskandar Muda.
b. Piutang pada Perum Bulog sebesar Rp435.113.206.842 merupakan kelebihan
pembayaran atas subsidi pangan berdasarkan hasil audit BPK Tahun 2011.
4. Piutang pada Bagian Anggaran Belanja Lain-Lain (BA 999.08) sebesar Rp1.399.189.200
merupakan piutang pada Perum BULOG.
5. Piutang PT PPA sebesar Rp2.786.071.531 merupakan kewajiban PT PPA atas Hasil
Pengelolaan Aset (HPA) yang masih harus disetorkan kepada Pemerintah, dengan rincian
sebagai berikut (dalam Rp):
Uraian
Saldo Awal (1)
Koreksi Saldo Awal (2)
Penerimaan:
Hasil Pengelolaan Aset (HPA):
Divestasi saham yang dikelola
Dividen atas saham yang dikelola
Pokok dan bunga atas tagihan yang dikelola
Pokok dan Bunga Bunga atas obligasi yang dikelola
Redemption Obligasi
Penjualan dari right saham
HPA aset lainnya
Jumlah HPA
Dana Cadangan Biaya Pengelolaan
Bunga dari dana HPA yg masih harus disetor
Jumlah Penerimaan (3)
Pengurangan:
Biaya pengelolaan yang dapat diperoleh kembali tahun
berjalan dan telah dibayar tunai
Imbalan Pengelolaan Aset
PPN atas Imbalan Pengelolaan Aset
PPN atas Penggantian Biaya Pengelolaan
Biaya aset periode sebelumnya
Imbalan Kinerja
PPN Imbalan Kinerja
Tunggakan biaya/biaya aset dengan penugasan khusus
Jumlah Pengurangan (4)
HPA yang harus disetor ke Pemerintah ((5)=(1)+(2) + (3) –(4))
HPA yang telah disetor ke Pemerintah (6)
Jumlah HPA yang masih harus disetor (7) = (5) – (6)

30 Juni 2012
(Unaudited)
2.786.071.531
-

31 Desember 2011
(Audited)
2.121.512.481
755.838

-

38.000.000.000
466.040.291
156.974.861.111

-

195.440.901.402
2.627.252.574
690.648.835
198.758.802.811

2.786.071.531

100.414.305
50.337.375.239
5.033.737.524
10.041.430
1.363.997.000
136.399.700
56.981.965.198
143.899.105.932
141.113.034.401
2.786.071.531

Catatan atas Laporan Keuangan - 79-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
6. Piutang Migas pada BA 999.99 terdiri dari (dalam Rp):
Uraian
Piutang pada PT Pertamina
Piutang Migas Lainnya
Piutang Migas (Bruto)
Penyisihan
Piutang Migas (Netto)

30 Juni 2012
(Unaudited)
42.736.251.154.640
8.662.219.466.515
51.398.470.621.155
51.398.470.621.155

31 Desember 2011
(Audited)
625.801.393.360
4.519.485.029.407
5.145.286.422.767
(262.082.042.787)
4.883.204.379.980

C.2.11. Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran
Bagian Lancar TPA Rp0

Jumlah Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) per 30 Juni 2012 dan 31 Desember
2011 sebesar Rp0 dan Rp0.
C.2.12. Bagian Lancar Tagihan Tuntutan Ganti Rugi

Bagian Lancar Tagihan
TGR Rp58,45 miliar

Jumlah Bagian Lancar Tagihan Tuntutan Ganti Rugi (TGR) per 30 Juni 2012 dan 31
Desember 2011 sebesar Rp58.454.269.967 dan Rp60.470.939.992 merupakan saldo
Tagihan TGR pada K/L dan BUN yang akan jatuh tempo kurang dari 12 bulan setelah tanggal
neraca. Saldo Bagian Lancar TGR per 30 Juni 2012 berdasarkan nilai bersih yang dapat
direalisasikan adalah sebesar Rp14.587.132.243 yang berasal dari nilai bruto sebesar
Rp58.454.269.967 dikurangi penyisihan sebesar Rp43.867.137.724.
Rincian Bagian Lancar TGR pada masing-masing K/L dan BUN dapat dilihat pada Daftar 10.
C.2.13. Uang Muka Belanja

Uang Muka Belanja
Rp1,32 triliun

Uang Muka Belanja per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 sebesar Rp1.315.728.823.058
dan Rp1.279.165.315.147 merupakan uang muka dan/atau pembayaran termin yang telah
diterima oleh kontraktor atau pihak ketiga atas pekerjaannya dalam rangka penyediaan
barang/jasa yang berada di beberapa K/L. Tidak dilakukan penyisihan piutang tak tertagih
atas Uang Muka Belanja. Rincian Uang Muka Belanja pada masing-masing K/L dapat dilihat
pada Daftar 11.

Catatan atas Laporan Keuangan - 80-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
C.2.14. Piutang dari Kegiatan BLU
Piutang dari Kegiatan
BLU Rp1,22 triliun

Piutang dari Kegiatan BLU per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 adalah sebesar
Rp1.221.143.965.851 dan Rp1.216.391.989.142. Saldo Piutang dari Kegiatan BLU per 30
Juni 2012 berdasarkan nilai bersih yang dapat direalisasikan adalah sebesar
Rp1.003.228.653.548 yang berasal dari nilai bruto sebesar Rp1.221.143.965.851 dikurangi
penyisihan sebesar Rp217.915.312.303. Piutang dari Kegiatan BLU terdiri dari piutang
kegiatan operasional BLU sebesar Rp1.180.083.811.793, dan non operasional BLU sebesar
Rp41.060.154.058.
Piutang Kegiatan Operasional BLU terdiri dari (dalam Rp):
Kementerian Negara/Lembaga
1. BLU di Sekretariat Negara
2. BLU di Kementerian Keuangan
3. BLU di Kementerian Perindustrian
4. BLU di Kementerian ESDM
5. BLU di Kementerian Perhubungan
6. BLU di Kementerian Diknas
7. BLU di Kementerian Kesehatan
8. BLU di Kementerian Agama
9. BLU di Kementerian PU
10. BLU di Kementerian KUKM
11. BLU di Kepolisian RI
12. BLU di BPPT
13. BLU di LAPAN
14. BLU di Kemen Perumahan Rakyat
Jumlah Nilai Bruto
Penyisihan
Jumlah Nilai Bersih

30 Juni 2012
(Unaudited)
135.050.855.416
112.851.045.451
1.715.605.550
10.032.505.681
540.037.500
138.694.366.127
718.629.144.569
578.000.000
46.046.835.593
1.700.630.635
12.413.312.291
1.273.997.219
557.475.761
1.180.083.811.793
(216.534.690.000)
963.549.121.793

31 Desember 2011
(Audited)
250.789.471.050
14.938.119.944
2.465.869.970
14.319.049.849
409.502.500
170.476.463.630
651.984.000.111
1.911.791.625
46.058.787.010
2.298.548.194
13.590.873.945
5.779.508.330
246.647.687
2.154.033.443
1.177.422.667.288
(198.298.929.059)
979.123.738.229

Piutang Kegiatan Non Operasional BLU terdiri dari (dalam Rp):
Kementerian Negara/Lembaga
1. BLU di Sekretariat Negara
2. BLU di Kementerian Keuangan
3. BLU di Kementerian Perhubungan
4. BLU di Kementerian Kesehatan
5. BLU di Kementerian Agama
6. BLU di LAPAN
Jumlah Nilai Awal
Penyisihan
Jumlah Nilai Bersih

30 Juni 2012
(Unaudited)
13.918.673.827
23.520.779.542
65.568.800
575.595.000
2.410.561.894
568.974.995
41.060.154.058
(1.380.622.303)
39.679.531.755

31 Desember 2011
(Audited)
13.078.384.966
22.027.746.408
62.895.200
3.462.783.610
335.446.062
2.065.608
38.969.321.854
(1.160.387.275)
37.808.934.579

Catatan atas Laporan Keuangan - 81-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
C.2.15. Piutang Lain-lain
Piutang lain-lain Rp12,22
triliun

Piutang Lain-lain per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 sebesar Rp12.221.559.606.373
dan Rp24.977.956.337.945 merupakan piutang yang tidak dapat diklasifikasikan ke dalam
salah satu kategori piutang sebagaimana telah dijelaskan di atas. Saldo Piutang Lain-lain per
30 Juni 2012 berdasarkan nilai bersih yang dapat direalisasikan adalah sebesar
Rp1.457.096.118.022 yang berasal dari nilai bruto sebesar Rp12.221.559.606.373
dikurangi penyisihan sebesar Rp10.764.463.488.351. Piutang Lain-lain terdiri dari (dalam
Rp):
Jenis Piutang
Piutang di K/L:
Nilai Bruto
Penyisihan
Nilai Bersih
Piutang di BUN:
Nilai Bruto
Penyisihan
Nilai Bersih
Nilai Bruto
Penyisihan
Nilai Bersih

30 Juni 2012
(Unaudited)

31 Desember 2011
(Audited)

-

12.678.235.141.724
(6.040.484.808.807)
6.637.750.332.917

12.221.559.606.373
(10.764.463.488.351)
1.457.096.118.022
12.221.559.606.373
(10.764.463.488.351)
1.457.096.118.022

12.299.721.196.221
(10.945.924.429.012)
1.353.796.767.209
24.977.956.337.945
(16.986.409.237.819)
7.991.547.100.126

1. Piutang di K/L per 30 Juni 2012 sebesar Rp0. Pada LKPP Tahun 2011, Piutang di K/L
merupakan Piutang Lain-lain pada Kejaksaan Agung sebesar Rp12.678.235.141.724
yang terdiri dari piutang berupa piutang uang pengganti untuk perkara tindak pidana
korupsi, piutang denda dan biaya tilang verstek, piutang sewa rumah dinas, dan piutang
sewa BRI. Saldo Piutang Lain-lain pada Kejaksaan Agung per 30 Juni 2012 direklas
menjadi Piutang Bukan Pajak.
Kementerian Negara/Lembaga
1. Kejaksaan Agung
Nilai Piutang Bruto
Penyisihan
Nilai Piutang Bersih

30 Juni 2012
(Unaudited)
-

31 Desember 2011
(Audited)
12.678.235.141.724
12.678.235.141.724
(6.040.484.808.807)
6.637.750.332.917

2. Piutang yang berada di BUN terdiri dari (dalam Rp):
Piutang pada BUN
a. Piutang pada BA 999.04
Nilai Bruto
Penyisihan
Nilai Bersih
b. Piutang pada BA 999.05
Nilai Bruto
Penyisihan
Nilai Bersih
c. Piutang pada BA 999.08
Nilai Bruto
Penyisihan
Nilai Bersih
d. Piutang pada BA 999.99 - Bank Dalam Likuidasi
Nilai Bruto
Penyisihan

30 Juni 2012
(Unaudited)

31 Desember 2011
(Audited)

1.232.338.196.319
(56.406.611.740)
1.175.931.584.579

716.768.609.336
(33.351.190.394)
683.417.418.942

-

419.570.214.233
419.570.214.233

95.161.153.127
95.161.153.127

174.775.083.006
174.775.083.006

10.880.265.044.527
(10.708.056.876.611)

10.953.666.946.224
(10.912.573.238.618)

Catatan atas Laporan Keuangan - 82-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Nilai Bersih
e. Piutang pada BA 999.99 - Belanja Pensiun
Nilai Bruto
Penyisihan
Nilai Bersih
Nilai Piutang Bruto
Penyisihan
Nilai Piutang Bersih

172.208.167.916

41.093.707.606

13.795.212.400
13.795.212.400
12.221.559.606.373
(10.764.463.488.351)
1.457.096.118.022

34.940.343.422
34.940.343.422
12.299.721.196.221
10.945.924.429.012
1.353.796.767.209

a. Piutang Lain-lain pada BA 999.04 per 30 Juni 2012 sebesar Rp1.232.338.196.319
merupakan piutang yang terkait dengan Penerusan Pinjaman, terdiri dari:
- Potensi Tunggakan dapat ditagih sebesar Rp849.847.989.977,87 yang merupakan
bagian hak tagih pemerintah yang telah jatuh tempo dan menunggak serta memiliki
potensi untuk dapat ditagih pada 2012. Berdasarkan Perdirjen Perbendaharaan No.
12/PB/2011 mengenai kualitas dan penyisihan piutang, piutang disajikan
berdasarkan umur piutang. Piutang yang tertunggak dengan kolektibilitas di bawah
12 (dua belas) bulan per tanggal neraca dikategorikan sebagai potensi tunggakan
yang dapat ditagih. Sedangkan piutang yang tertunggak dengan kolektibilitas di
atas 12 (dua belas) bulan per tanggal neraca diklasifikasikan pada aset lainnya RDI.
Jumlah potensi tunggakan yang dapat ditagih terdiri dari piutang pada:
Uraian

Jumlah (Rp)
674.867.201.341,09
137.151.079.860,53
27.186.516.521,50
10.643.192.254,75
849.847.989.977,87
(54.494.767.942,52)
795.353.222.035,35

BUMN
BUMD
Pemda
Lainnya
Nilai Bruto
Penyisihan
Nilai Bersih

- Piutang Bunga sebesar Rp377.038.606.348 berdasarkan debitur, yaitu:
Uraian
BUMN
BUMD
Pemda
Lainnya (Channeling dan KUMK SUP 005)
Nilai Bruto
Penyisihan
Nilai Bersih

Jumlah (Rp)
329.063.987.056,74
21.012.798.953,52
10.322.645.357,79
16.639.174.979,95
377.038.606.348,00
(1.884.585.797,81)
375.154.020.550,19

- Piutang Denda yang telah diterbitkan
Rp5.451.599.993,20 berdasarkan debitur, yaitu:
Uraian
BUMN
BUMD
Pemda
Nilai Bruto
Penyisihan
Nilai Bersih

Surat

Tagihannya

sebesar

Jumlah (Rp)
674.479.327,52
4.533.358.055,84
243.762.609,84
5.451.599.993,20
(27.257.999,97)
5.424.341.993,23

b. Piutang Lain-lain pada BA 999.05 per 30 Juni 2012 sebesar Rp0. Saldo Piutang Lebih
Salur Dana Bagi Hasil TA 2011 sebesar Rp120,99 miliar dan sesuai dengan amanat
Perdirjen PK Nomor: PER-01/PK/2012, telah dilakukan mekanisme pemotongan atas
penyaluran dana transfer Semester I TA 2012 sebesar jumlah piutang lebih salur TA
2011 tersebut.

Catatan atas Laporan Keuangan - 83-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
c. Piutang Lain-lain pada BA 999.08 per 30 Juni 2012 sebesar Rp95.161.153.127
merupakan piutang pada Kementerian Pertanian berupa cadangan benih yang berada
di penangkaran yang merupakan nilai stock Cadangan Benih Nasional (CBN) yang
digunakan oleh PT Sang Hyang Seri (SHS) dan PT.Pertani sebanyak 24.699.200 kg
dalam 4 (empat) komoditas yaitu Jagung Komposit, Kedelai, Padi Non Hibrida dan
Jagung Hibrida.
d. Piutang Lain-lain pada BA 999.99 berupa Piutang pada 20 Bank Dalam Likuidasi
(BDL) terdiri dari (dalam Rp):
Uraian
15 BDL eks Dana Talangan Pemerintah
5 BDL eks Dana Penjaminan Pemerintah
Nilai Bruto
Penyisihan
Nilai Bersih

30 Juni 2012
(Unaudited)
8.233.035.411.049
2.647.229.633.478
10.880.265.044.527
(10.708.056.876.611)
172.208.167.916

31 Desember 2011
(Audited)
8.298.437.312.747
2.655.229.633.477
10.953.666.946.224
(10.912.573.238.618)
41.093.707.606

1). Piutang pada 15 BDL eks Dana Talangan Pemerintah berasal dari (dalam Rp):
Uraian
Dana BLBI BDL yang di-cessie-kan
Dikurangi:
– Pengembalian s.d. Desember 2006
– Pengembalian tahun 2007
– Pengembalian tahun 2008
– Pengembalian tahun 2009
– Pengembalian tahun 2010
– Pengembalian tahun 2011
– Pengembalian tahun 2012
Nilai Bruto
Penyisihan
Nilai Bersih

30 Juni 2012
(Unaudited)
11.888.938.781.558

31 Desember 2011
(Audited)
11.888.938.781.558

(2.730.645.774.151)
(228.053.353.977)
(323.144.463.070)
(140.764.168.751)
(84.175.667.811)
(83.718.041.051)
(65.401.901.698)
8.233.035.411.049
(8.060.827.243.133)
172.208.167.916

(2.730.645.774.151)
(228.053.353.977)
(323.144.463.070)
(140.764.168.751)
(84.175.667.811)
(83.718.041.051)
8.298.437.312.747
(8.257.343.605.141)
41.093.707.606

Dari 15 BDL, 13 BDL telah melaksanakan penandatanganan Berita Acara Serah
Terima (BAST) Aset dari Tim Likuidasi kepada Pemerintah cq. Kementerian
Keuangan dengan, 1 (satu) BDL yaitu Bank Umum Majapahit Jaya telah
melaksanakan RUPS pembubaran Tim Likuidasi, dan 1 (satu) BDL belum
melakukan penandatanganan BAST Aset, yaitu PT Bank Jakarta. Rincian Piutang
15 BDL lebih lengkap dapat dilihat pada Daftar 12.
2). Piutang pada 5 BDL Eks Dana Penjaminan merupakan saldo penjaminan
pemerintah terhadap 5 BDL yang diberikan melalui UP3 (Unit Pelaksana
Penjaminan Pemerintah) dengan bank pembayar PT BNI (Persero), dengan
perhitungan sebagai berikut (dalam Rp):
Uraian
Total dana BLBI BDL yang di-cessie-kan
Dikurangi:
– Pengembalian dari Tim Likuidasi Th 2006
– Pengembalian dari Tim Likuidasi Th 2007
– Pengembalian dari Tim Likuidasi Th 2008
– Pengembalian dari Tim Likuidasi Th 2009
– Pengembalian dari Tim Likuidasi Th 2010
– Pengembalian dari Tim Likuidasi Th 2011
– Pengembalian dari Tim Likuidasi Th 2011
Nilai Bruto
Penyisihan
Nilai Bersih

30 Juni 2012
(Unaudited)
3.321.282.950.812

31 Desember 2011
(Audited)
3.321.282.950.812

(9.000.000.000)
(28.500.000.000)
(15.000.000.000)
(366.663.664.470)
(146.889.652.865)
(100.000.000.000)
8.000.000.000
2.647.229.633.478
(2.647.229.633.478)
-

(9.000.000.000)
(28.500.000.000)
(15.000.000.000)
(366.663.664.470)
(146.889.652.865)
(100.000.000.000)
2.655.229.633.477
(2.655.229.633.477)
-

Catatan atas Laporan Keuangan - 84-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Seluruh Piutang pada 5 BDL diklasifikasikan pada kelompok dengan kualitas
macet, sehingga disisihkan seluruhnya.
e. Piutang Lain-lain pada BA 999.99 berupa Piutang Belanja Pensiun sebesar
Rp13.795.212.400 merupakan Saldo Uang Pensiun eks Tahun 2011 yang baru
selesai diperhitungkan antara PT Asabri dengan mitra bayarnya karena terdapat
perubahan sistem pembukuan dan akuntansi di PT Asabri. Piutang ini telah disetorkan
ke Kas Negara tgl 24 Juli 2012 sesuai SSBP No. B/09-APBN/VII/2012. Piutang
Belanja Pensiun terdiri dari:
Uraian
Dapem
Non Dapem
Rapel
Jumlah

Jumlah (Rp)
12.437.969.500
99.319.300
1.257.923.600
13.795.212.400

Sedangkan piutang Tahun 2011 sebesar Rp34.940.343.422 telah disetor ke Kas
Negara di TA 2012 dengan rincian sbb:
1). Kelebihan droping ke PT Taspen (Persero) bulan November 2011 ke PT Taspen
(Persero) sebesar Rp2.580.094.035 yang terdiri dari belanja PNS Daerah
Rp1.813.828.466, TNI/Polri (lama) Rp335.240.048, Hakim Rp50.466.468,
Tunjangan veteran Rp277.288.840, dan Tunjangan PKRI/KNIP Rp103.270.213.
Kelebihan pencairan ini telah disetor ke Kas Negera oleh PT Taspen (Persero)
dengan bukti SSBP No. 2/TSP/112011 tanggal 25 Januari 2012.
2). Kelebihan droping ke PT Taspen (Persero) Desember 2011 sebesar Rp5.513.193
yang terdiri dari Hakim Rp1.292.429 dan Tunjangan PKRI/KNIP Rp4.220.764.
Kelebihan pencairan ini telah disetor ke Kas Negara oleh PT Taspen (Persero)
dengan bukti SSBP No. 1/TSP/112011 tanggal 4 Januari 2012.
3). Kelebihan pencairan iuran asuransi kesehatan veteran non tuvet sebesar
Rp22.674.141.694. Kelebihan pencairan ini telah disetor ke Kas Negara oleh PT
Askes (Persero) dengan bukti SSBP No. 1/ASK/0212 tanggal 16 Februari 2012.
4). Saldo uang pensiun yang tidak diambil melalui PT Asabri (Persero) untuk bulan
Januari s/d Desember 2011 sebesar Rp9.680.594.500.

Catatan atas Laporan Keuangan - 85-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
C.2.16. Bagian Lancar Penerusan Pinjaman
Bagian Lancar Penerusan
Pinjaman Rp4,27 triliun

Bagian Lancar Penerusan Pinjaman per 30 Juni 2012 sebesar Rp4.265.827.339.112
merupakan potensi kewajiban pokok Penerusan Pinjaman yang jatuh tempo sampai dengan
akhir tahun 2012. Nilai Bagian Lancar Penerusan Pinjaman per 30 Juni 2012 berdasarkan
nilai bersih yang dapat direalisasikan adalah sebesar Rp4.244.498.202.416 yang berasal dari
nilai bruto Rp4.265.827.339.112 dikurangi penyisihan sebesar Rp21.329.136.696, dengan
rincian (dalam Rp):
Uraian
BUMN
BUMD
Pemda
Lainnya
RIDL
Nilai Bruto
Penyisihan
Nilai Bersih

Jumlah
3.640.691.635.790
433.392.782.548
78.593.940.448
110.117.938.019
3.031.042.307
4.265.827.339.112
(21.329.136.696)
4.244.498.202.416

C.2.17. Penyisihan Piutang Tidak Tertagih – Piutang
Penyisihan Piutang Tidak
Tertagih – Piutang
Rp46,51 triliun

Penyisihan Piutang Tidak Tertagih pada Piutang per 30 Juni 2012 sebesar
Rp46.512.327.984.856 terdiri dari (dalam Rp):

Uraian
1. Piutang Pajak
2. Piutang Bukan Pajak
3. Bagian Lancar TP/TGR
4. Bagian Lancar Penerusan Pinjaman
5. Piutang dari kegiatan BLU
6. Piutang Lain-Lain
Penyisihan Piutang

Jumlah
20.392.744.837.790
15.072.008.071.992
43.867.137.724
21.329.136.696
217.915.312.303
10.764.463.488.351
46.512.327.984.856

Nilai Penyisihan Piutang Tidak Tertagih pada Piutang tersebut diakui sebagai pengurang nilai
Piutang yang disajikan pada Aset Lancar.
1. Penyisihan Piutang Tidak Tertagih pada Piutang Pajak sebesar Rp20.392.744.837.790
merupakan penyisihan Piutang Pajak pada Kementerian Keuangan.
2. Penyisihan Piutang Tidak Tertagih pada Piutang Bukan Pajak sebesar
Rp15.072.008.071.992 dapat dilihat pada Daftar 9.
3. Penyisihan Piutang Tidak Tertagih pada Bagian Lancar TP/TGR sebesar
Rp43.867.137.724 dapat dilihat pada Daftar 10.
4. Penyisihan Piutang Tidak Tertagih pada Bagian Lancar Penerusan Pinjaman sebesar
Rp21.329.136.696 merupakan penyisihan Bagian Lancar Penerusan Pinjaman pada BA
999.04.
5. Penyisihan Piutang Tidak Tertagih pada Piutang dari Kegiatan BLU sebesar
Rp217.915.312.303 terdiri dari (dalam Rp):
Uraian
1. BLU di Sekretariat Negara
2. BLU di Kementerian Keuangan
3. BLU di Kementerian Perindustrian
4. BLU di Kementerian ESDM

Jumlah
16.844.194.222
971.106.413
170.223.578
3.070.005.045

Catatan atas Laporan Keuangan - 86-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
5. BLU di Kementerian Perhubungan
6. BLU di Kementerian Diknas
7. BLU di Kementerian Kesehatan
8. BLU di Kepolisian RI
9. BLU di BPPT
10. BLU di LAPAN
Jumlah

42.890.219
10.006.588.540
186.614.812.280
42.171.031
6.369.986
146.950.989
217.915.312.303

6. Penyisihan Piutang Tidak Tertagih untuk
Rp10.764.463.488.351 terdiri dari (dalam Rp):

Piutang

Uraian
1. BA 999.04
2. BA 999.99 – Piutang Bank Dalam Likuidasi
Jumlah

Lain-Lain

sebesar

Jumlah
56.406.611.740
10.708.056.876.611
10.764.463.488.351

C.2.18. Investasi Jangka Pendek BLU
Investasi Jangka Pendek
BLU Rp127,63 miliar

Jumlah Investasi Jangka Pendek BLU per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 sebesar
Rp127.626.217.672 dan Rp170.553.016.059, merupakan nilai investasi yang dilakukan dan
diharapkan akan diperoleh kembali dalam tahun 2011 berupa Deposito berjangka 12 bulan.
Nilai Investasi Jangka Pendek tersebut berada di BLU pada Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan sebesar Rp117.626.217.672, BLU pada Kementerian Kesehatan sebesar
Rp5.000.000.000, dan BLU pada Kementerian Agama sebesar Rp5.000.000.000.
C.2.19. Investasi Jangka Pendek Lainnya

Investasi Jangka Pendek
Lainnya Rp135,84 miliar

Jumlah Investasi Jangka Pendek Lainnya per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 sebesar
Rp135.839.486.878 dan Rp135.839.486.878. Nilai Investasi Jangka Pendek tersebut
berada pada Kementerian Pendidikan Nasional sebesar Rp135.839.486.878 yang terdapat
pada Universitas Indonesia sebesar Rp11.992.500.000, Universitas Gadjah Mada sebesar
Rp17.151.108.203, dan Institut Teknologi Bandung Rp106.695.878.675.
C.2.20. Persediaan

Persediaan
Rp61,84 triliun

Jumlah Persediaan per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 sebesar
Rp61.835.487.327.142 dan Rp59.214.846.453.160 merupakan nilai persediaan yang
berdasarkan neraca K/L dan unit terkait lainnya, dengan rincian sebagai berikut (dalam Rp):
Jenis Persediaan
Persediaan di K/L
Persediaan di BLU
Persediaan di BUN
Jumlah

30 Juni 2012
(Unaudited)
57.689.922.030.155
670.090.545.634
3.475.474.751.353
61.835.487.327.142

31 Desember 2011
(Audited)
56.048.193.411.852
590.795.321.790
2.575.857.719.518
59.214.846.453.160

Persediaan di K/L per 30 Juni 2012 terbesar berada di Kementerian Pertahanan sebesar
Rp49.230.489.363.784, POLRI sebesar Rp2.124.160.762.594, BKKBN sebesar
Rp1.028.091.366.262, Kementerian Kesehatan sebesar Rp508.280.188.051, Komisi
Pemilihan Umum Rp482.682.986.644, Kementerian Pekerjaan Umum Rp415.980.047.283,
Kementerian ESDM sebesar Rp390.757.110.550, Kementerian Kelautan dan Perikanan
sebesar Rp356.331.325.718, Kementerian Perhubungan sebesar Rp335.241.920.175.
Rincian Persediaan di K/L dan BLU dapat dilihat pada Daftar 13.

Catatan atas Laporan Keuangan - 87-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Persediaan di BUN per 30 Juni 2012 sebesar Rp3.475.474.751.353 terdiri dari:
1. Persediaan pada BA 999.07 sebesar Rp4.841.100.000. Penurunan Persediaan disebabkan
mulai tahun 2011 nilai persediaan Cadangan Benih Nasional (CBN) yang berada di gudang
PT Sang Hyang Seri (Persero) pada Satker Ditjen Tanaman Pangan (Kode Satker 969380)
BA 999.07 dipindahkan ke Satker Ditjen Tanaman Pangan (Kode Satker 956099) BA
999.08.
2. Persediaan pada BA 999.08 sebesar Rp3.470.633.651.353, merupakan nilai persediaan
berdasarkan neraca K/L dan Satker Khusus Pengguna Dana BA BUN – Belanja Lainnya (BA
BUN - 999.08), yaitu:
a. Persediaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) pada Perum Bulog per 30 Juni 2012
sebesar Rp3.441.867.885.000, setara dengan Kuantum 458.915.717,57 Kg dikalikan
dengan biaya perolehan persediaan yang terakhir yaitu Rp7.500/Kg. Sedangkan nilai
stock CBP berdasarkan harga perolehan per tahun dapat dirinci sebagi berikut:
No

1
2
3
4

Tahun

2008
2009
2011
2012
Jumlah

Kuantum (Kg)

0
37.210.291,21
155.038.759,69
266.666.666,67
458.915.717,57

Harga
Perolehan per
Kg (Rp)
4.900
5.500
6.450
7.500

Jumlah

0
204.656.601.665
1.000.000.000.000
2.000.000.000.000
3.204.656.601.665

Realisasi penyaluran CBP pada Semester I tahun 2012 sebesar 186.588.997,41 kg
berdasarkan Delivery Order (DO) terdiri dari penyaluran Bencana Alam sebanyak
5.610.759 kg dan penyaluran Operasi Pasar Murni (OPM) Tahun 2012 sebanyak
180.978.238,41 kg.
b. Persediaan di berbagai instansi lainnya pengguna BA 999.08 sebesar
Rp28.765.766.353.

C.2.21. Dana Bergulir
Dana Bergulir
Rp8,57 triliun

Jumlah Dana Bergulir per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 sebesar
Rp8.573.215.188.688 dan Rp8.195.256.111.510 merupakan dana yang dipinjamkan untuk
dikelola dan digulirkan kepada masyarakat, pengusaha kecil, anggota koperasi, anggota
Kelompok Swadaya Masyarakat, dan lain-lain yang dikelola oleh K/L maupun BLU K/L dengan
rincian sebagai berikut (dalam Rp):
Kementerian Negara/Lembaga
1. Kementerian Kehutanan
2. Kementerian Lingkungan Hidup
3. Kementerian Koperasi dan UKM
4. Kementerian Negara Perumahan Rakyat
5. Kementerian Pekerjaan Umum
Jumlah

30 Juni 2012
(Unaudited)
5.387.617.854
45.829.565.863
2.137.335.758.620
4.180.267.509.834
2.204.394.736.517
8.573.215.188.688

31 Desember 2011
(Audited)
4.223.566.054
49.306.342.015
2.050.276.290.126
3.872.785.113.151
2.218.664.800.164
8.195.256.111.510

Dari Dana Bergulir sebesar Rp8.573.215.188.688, terdapat Dana Bergulir yang sumber
pembiayaannya berasal dari BA 999.03 sebesar Rp8.527.385.622.825 dan disalurkan
melalui BLU pada Kementerian Perumahan Rakyat, Kementerian Pekerjaan Umum,
Catatan atas Laporan Keuangan - 88-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Kementerian Negara Koperasi dan KUKM, dan Kementerian Kehutanan.
Penjelasan masing-masing dana bergulir adalah:
1. Dana Bergulir di Kementerian Kehutanan per 30 Juni 2012 sebesar Rp5.387.617.854
adalah dana bergulir yang dikelola oleh Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan yang
berasal dari BA 999.03.
2. Dana Bergulir di Kementerian Negara Lingkungan Hidup (KLH) per 30 Juni 2012 dan 31
Desember 2011 sebesar Rp45.829.565.863 dan Rp49.306.342.015 merupakan dana
KLH yang ditempatkan di Bank Syariah Mandiri yang akan disalurkan kepada Usaha
Ekonomi Lemah sebagai kredit untuk membiayai investasi di bidang lingkungan hidup.
Dana ini berasal dari kerjasama antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Jerman
untuk program Debt for Nature Swap (DNS).
3. Dana Bergulir di Kementerian Negara Koperasi dan UKM per 30 Juni 2012 sebesar
Rp2.137.335.758.620 berasal dari BA 999.03 yang disalurkan kepada Lembaga
Pengelolaan Dana bergulir (LPDB) Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah.
Nilai yang disajikan tersebut berdasarkan hasil inventarisasi pihak independen atas
perkembangan nilai dana bergulir sesuai dengan nilai bersih yang dapat direalisasikan
yaitu jumlah yang terdapat dalam rekening perguliran dan tagihan yang diperkirakan
dapat tertagih. Hal ini sesuai dengan PMK Nomor 99/PMK.05/2008 tentang Pedoman
Pengelolaan Dana Bergulir pada Kementerian Negara/Lembaga, bahwa seluruh dana
bergulir harus diinventarisasi dan disajikan berdasarkan nilai bersih yang dapat
direalisasikan sesuai Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP). Jumlah dana bergulir
tersebut semula disajikan pada tahun 2007 sebesar Rp3.085.849.168.850 yang berasal
antara lain dari belanja bantuan sosial, belanja subsidi, dan belanja modal dari APBN TA
2000 s.d. 2007 yang tidak jelas perlakuannya sebagai dana bergulir atau bantuan sosial
sehingga perlu dilakukan koreksi pembukuan.
4. Dana Bergulir di Kementerian Negara Perumahan Rakyat per 30 Juni 2012 sebesar
Rp4.180.267.509.834 merupakan dana bergulir untuk pembiayaan perumahan yang
berasal dari BA 999.03. Pembiayaan perumahan ini merupakan dana yang digulirkan
kepada masyarakat berpenghasilan rendah dan masyarakat berpenghasilan menengah
bawah untuk Kredit Kepemilikan Rumah Sederhana Sehat (KPRSH).
5. Dana Bergulir di Kementerian Pekerjaan Umum per 30 Juni 2012 sebesar
Rp2.204.394.736.517 merupakan hak tagihan BLU BPJT kepada pihak ketiga
khususnya Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yang telah diberikan pinjaman untuk dana uang
ganti rugi pengadaan tanah proyek pembangunan jalan tol.

C.2.22. Investasi Non Permanen Lainnya
Investasi Non Permanen
Lainnya Rp7,86 triliun

Investasi Non Permanen Lainnya per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 sebesar
Rp7.862.383.212.488 dan Rp4.749.737.167.996 merupakan investasi yang dikelola oleh
beberapa K/L atau BUN, yaitu (dalam Rp):
Uraian
Kementerian Perindustrian
BLU Pusat Investasi Pemerintah-Kemenkeu
Perguruan Tinggi Eks BHMN
Jumlah

30 Juni 2012
(Unaudited)
29.176.020.338
7.824.229.067.150
8.978.125.000
7.862.383.212.488

31 Desember 2011
(Audited)
37.380.370.139
4.701.776.528.784
10.580.269.073
4.749.737.167.996

Investasi Non Permanen pada Kementerian Perindustrian merupakan investasi yang terbentuk
dari pinjaman kepada perusahaan Industri Tekstil dan Produk Tekstil (ITPT) dalam program
Catatan atas Laporan Keuangan - 89-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
SKIM 2 dengan jangka waktu pengembalian sampai dengan 5 (lima) tahun.
Nilai Investasi Non Permanen pada BLU Pusat Investasi Pemerintah (Kementerian Keuangan)
merupakan nilai investasi atau pinjaman yang diberikan kepada pihak ketiga sebagai bagian
dari kegiatan operasi BLU PIP. Rincian investasi non permanen lainnya pada BLU PIP adalah
sebagai berikut (dalam Rp):
Uraian
Pinjaman kepada PT Industri Kereta Api (Persero)
Pinjaman kepada Pemkab Muko-Muko
Pinjaman kepada Pemprov Sulawesi Tenggara untuk proyek
Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tipe B di Provinsi
Sulawesi Tenggara
Pinjaman kepada Pemkot Surakarta untuk pembangunan Rumah Sakit
Umum Daerah (RSUD) Type C di Kota Surakarta
Pinjaman kepada PT PLN (Persero)
Jumlah

Jumlah
111.273.203.150
10.500.466.800
190.000.000.000

12.455.397.200
7.500.000.000.000
7.824.229.067.150

Investasi jangka panjang yang dilakukan oleh Perguruan Tinggi Eks Badan Hukum Milik
Negara sebesar Rp8.978.125.000. Perguruan Tinggi Eks. BHMN yang memiliki investasi
jangka panjang yang dilaporkan sebagai investasi jangka panjang non permanen lainnya
adalah Institut Teknologi Bandung dengan nilai sebesar Rp8.978.125.000 yang merupakan
investasi dalam bentuk obligasi. Nilai tersebut berdasarkan nilai yang disajikan pada Laporan
Keuangan BA 999.03 Tahun 2011 Audited, mengingat sampai dengan batas waktu
penyusunan Laporan Keuangan BA 999.03 Semester I Tahun 2012, Institut Teknologi
Bandung belum menyampaikan Laporan Keuangan Semester I Tahun 2012.

C.2.23. Investasi Permanen Penyertaan Modal Negara
PMN Rp783,91 triliun

Jumlah Investasi Permanen Penyertaan Modal Negara (PMN) per 30 Juni 2012 dan 31
Desember 2011 sebesar Rp783.905.699.182.527 dan Rp736.991.554.233.014 merupakan
nilai penyertaan modal negara pada BUMN, Non BUMN, BHMN, Lembaga Keuangan
Internasional, Badan Usaha Lainnya, BI, dan LPS dengan jumlah (dalam Rp):
PMN
1. BUMN
2. BHMN
3. Non BUMN
4. Lembaga Internasional
5. Badan Usaha Lainnya
6. Bank Indonesia
7. Lembaga Penjamin Simpanan
Jumlah

PMN pada BUMN

30 Juni 2012
(Unaudited)

600.728.310.549.075
1.168.034.176.846
4.442.848.466.059
36.705.395.842.944
228.991.603
121.001.865.000.000
19.859.016.156.000
783.905.699.182.527

31 Desember 2011
(Audited)
589.766.661.926.137
1.168.034.176.846
4.261.956.608.163
35.495.913.032.610
224.634.258
89.572.275.000.000
16.726.488.855.000
736.991.554.233.014

1. Nilai PMN pada BUMN per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 sebesar
Rp600.728.310.549.075 dan Rp589.766.661.926.137 disajikan berdasarkan metode
ekuitas (equity method), yaitu dihitung dari penjumlahan total ekuitas masing-masing
BUMN setelah dikalikan dengan persentase kepemilikan Pemerintah pada BUMN yang
bersangkutan. Nilai PMN pada BUMN per 30 Juni 2012 tersebut merupakan nilai PMN
pada 140 BUMN sebesar Rp583.827.908.948.734 dan 5 BUMN/Lembaga dibawah
pembinaan Kementerian Keuangan sebesar Rp16.900.401.600.341. Status laporan

Catatan atas Laporan Keuangan - 90-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
keuangan pada 140 BUMN adalah sebagai berikut (dalam Rp):
Status Laporan Keuangan
Semester I 2012
Triwulan I 2012
Audited 2011
Unaudited 2011
Audited 2010
Unaudited 2010
Audited 2005
Jumlah

Jumlah BUMN
61
10
56
10
1
1
1
140

Jumlah
135.655.090.363.141
104.861.299.818.541
333.640.824.715.340
8.575.919.793.856
1.157.914.000.000
7.247.892.217
(70.387.634.362)
583.827.908.948.734

Rincian PMN pada BUMN dapat dilihat pada Daftar 14.A.
Nilai PMN pada BUMN per 30 Juni 2012 tersebut termasuk Bantuan Pemerintah yang
Belum Ditetapkan Statusnya (BPYBDS) pada 24 BUMN dengan nilai sebesar
Rp41.723.716.428.444.
Nilai PMN pada BUMN per 30 Juni 2012 termasuk PMN pada 5 BUMN sebesar
Rp16.900.401.600.341 yang berada di bawah pembinaan Kementerian Keuangan yaitu
Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia sebesar Rp7.216.800.000.000, PT Sarana
Multigriya Financial sebesar Rp2.575.271.000.000, PT Sarana Multi Infrastruktur
sebesar Rp2.250.535.052.271, PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia sebesar
Rp3.808.875.610.980, dan PT Geo Dipa Energi sebesar Rp1.048.919.937.090. (Daftar
14.B.)
Sesuai dengan ketentuan Pasal 30 ayat (2) UU No.17 Tahun 2003 dan Pasal 22 ayat (1)
PP No. 8 Tahun 2006, LKPP dilampiri dengan ikhtisar laporan keuangan perusahaan
negara yang memuat informasi lebih rinci tentang aktiva, kewajiban, ekuitas,
pendapatan, beban, dan laba (rugi) bersih yang disajikan dalam Daftar 14.A.
PMN pada BHMN

2. PMN pada Badan Hukum Milik Negara (BHMN) sebesar Rp1.168.034.176.846
merupakan nilai ekuitas pada BHMN dengan rincian sebagai berikut (dalam Rp):
BHMN
a. Institut Pertanian Bogor (IPB)
b. Universitas Airlangga
c. BP MIGAS
Jumlah

30 Juni 2012
(Unaudited)
879.080.915.526
412.443.985.336
(123.490.724.016)
1.168.034.176.846

31 Desember 2011
(Audited)
879.080.915.526
412.443.985.336
(123.490.724.016)
1.168.034.176.846

Pencatatan nilai penyertaan pada Perguruan Tinggi eks. BHMN didasarkan pada
kebijakan bahwa nilai ekuitas bersih yang dicatat pada Laporan Keuangan BA 999.03
adalah nilai ekuitas bersih cut off 31 Desember 2010. Selain itu, perlu dilakukan
koordinasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, untuk memastikan tidak
terjadi double counting antara Laporan Keuangan BA 999.03 dengan Laporan Keuangan
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Dalam rangka penyusunan Laporan Keuangan BA 999.03 Tahun 2011 Audited, telah
dilakukan rekonsiliasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan disimpulkan
hal-hal sebagai berikut:
a. Nilai ekuitas bersih Institut Pertanian Bogor dan Universitas Airlangga yang akan
dicatat pada Laporan Keuangan BA 999.03 Audited adalah masing-masing sebesar
Rp879.080.915.526 dan 412.443.985.336;
b. Penyesuaian pencatatan yang dilakukan adalah:

Catatan atas Laporan Keuangan - 91-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
– Kas dan setara kas dicatat pada Laporan Keuangan Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan, sehingga dikeluarkan dari perhitungan ekuitas bersih Laporan
Keuangan BA 999.03;
– Semua mutasi akun, kecuali akun investasi jangka panjang, yang terjadi sejak 1
Januari 2011, akan dicatat pada Laporan Keuangan Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan;
– Mutasi akun investasi jangka panjang akan berpengaruh pada perhitungan ekuitas
bersih pada Laporan Keuangan BA 999.03
Atas hal-hal tersebut, dalam melakukan perhitungan penyertaan pada Institut Pertanian
Bogor dan Universitas Airlangga pada penyusunan Laporan Keuangan BA 999.03
Semester I Tahun 2012, perubahan nilai yang terjadi jika dibandingkan dengan nilai pada
31 Desember 2011 adalah jika terjadi perubahan atau mutasi nilai pada akun investasi
jangka panjang.
Sampai dengan batas akhir penyusunan Laporan Keuangan BA 999.03, hanya Universitas
Airlangga yang menyampaikan LK Semester I Tahun 2012. Berdasarkan penelitian lebih
lanjut, tidak terjadi mutasi akun investasi jangka panjang pada Universitas Airlangga,
sehingga nilai penyertaan pada Universitas Airlangga per 30 Juni 2012 adalah sama
dengan nilai per 31 Desember 2011.
Nilai penyertaan pada Institut Pertanian Bogor masih menggunakan nilai yang disajikan
pada Laporan Keuangan BA 999.03 Tahun 2011 Audited, karena sampai batas waktu
penyusunan Laporan Keuangan BA 999.03 Semester I Tahun 2012, Institut Pertanian
Bogor belum menyampaikan Laporan Keuangan per 30 Juni 2012.
BPMIGAS bersumber dari Laporan Keuangan per 31 Desember 2011 Unaudited,
mengingat BPMIGAS belum menyelesaikan Laporan Keuangan Audited dan Semester I
Tahun 2012.
PMN pada perusahaan
minoritas (non BUMN)

3. PMN pada perusahaan minoritas (non BUMN) sebesar Rp4.442.848.466.059, merupakan
penyertaan pemerintah pada perusahaan dengan prosentase kepemilikan kurang dari
51%. Nilai penyertaan pada perusahaan minoritas dengan kepemilikan 20% sampai
dengan 50% disajikan dengan menggunakan metode ekuitas (equity method), sedangkan
kepemilikan kurang dari 20% menggunakan metode biaya (cost method).
Perubahan nilai kepemilikan negara pada Non-BUMN per 30 Juni 2012 disebabkan oleh:
a. Perubahan total ekuitas pada Non-BUMN dengan kepemilikan Pemerintah antara
20% sampai dengan 50%, karena perhitungan Pemerintah menggunakan metode
ekuitas;
b. Pengurangan persentase kepemilikan Negara pada PT Kertas Padalarang,
diakibatkan pelaksanaan debt swap hutang PT Kertas Padalarang menjadi modal
Perum Peruri, sehingga kepemilikan pemerintah pada PT Kertas Padalarang menjadi
terdilusi.
c. Adanya perubahan kurs tengah BI untuk nilai tukar Dollar Amerika. Per tanggal 29
Juni 2012 kurs tengah BI adalah USD=Rp9.480, sedangkan per tanggal 30 Juni
2011 adalah USD=Rp8.597. Perubahan kurs tengah BI berpengaruh pada
kepemilikan Pemerintah pada PT Freeport, PT Prasadha Pamunah Limbah Industri
dan PT Indonesia Asahan Alumunium. Pada ketiga perusahaan tersebut, Laporan
Keuangan disajikan menggunakan mata uang Dollar Amerika Serikat, sehingga harus
dikonversi ke dalam mata uang Rupiah, untuk menghitung kepemilikan Pemerintah;
d. Adanya perubahan kurs tengah BI untuk nilai tukar Ringgit Malaysia. Per tanggal 29
Juni 2012 kurs tengah BI adalah MYR=Rp2.967,145, sedangkan per tanggal 30
Catatan atas Laporan Keuangan - 92-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Juni 2011 adalah MYR=Rp2.845,99. Perubahan kurs tengah BI untuk Ringgit
Malaysia berpengaruh pada kepemilikan di Asean Bintulu Fertilizer, mengingat nilai
kepemilikan Pemerintah disajikan pada mata uang Ringgit Malaysia.
Pada non-BUMN dengan kepemilikan Negara di bawah 20%, nilai penyertaan negara
pada Non-BUMN tersebut tetap, sepanjang tidak ada penambahan penyertaan yang
dilakukan oleh Pemerintah, mengingat perhitungan kepemilikan negara menggunakan
metode biaya. Berdasarkan hal tersebut, nilai kepemilikan negara pada Non-BUMN
tersebut tidak terpengaruh pada status laporan keuangan non-BUMN tersebut, atau
perubahan ekuitas pada Non-BUMN tersebut dapat dilihat pada Daftar 15.
Penyertaan pada
Lembaga Internasional

4. Penyertaan pada Lembaga Internasional sebesar Rp36.705.395.842.944 merupakan
Penyertaan Modal Pemerintah Indonesia dalam rangka keanggotaan pada beberapa
organisasi/lembaga keuangan internasional/regional baik yang telah disetor maupun yang
masih dalam bentuk promissory notes. PMN ini dikonversikan ke dalam rupiah
berdasarkan kurs tengah BI pada tanggal 29 Juni 2012. Rincian PMN pada Lembaga
Internasional dapat dilihat pada Daftar 16.
Sampai dengan 30 Juni 2012, dari total penyertaan pada Lembaga Internasional sebesar
Rp36.705.395.842.944, termasuk penyertaan dalam bentuk promissory notes sebesar
Rp25.928.353.496.005 di antaranya sebesar Rp25.928.367.395.735,80 kepada
International Monetary Fund (IMF). Rincian promissory notes per Lembaga International
adalah sebagai berikut (dalam Rp):
No.
1.
2.
3.
4.
5.

Nama Lembaga
International Monetary Fund
International Bank for Reconstruction and Development
International Development Association
Multilateral Investment Guarantee Agency
Common Fund for Commodities
Jumlah total

Jumlah (Rp)
25.871.090.740.488,80
39.174.191.965,20
5.173.139.667,81
10.292.343.224,00
2.636.980.389,95
25.928.367.395.735,80

Penyertaan dalam bentuk Promissory Notes disajikan sebagai bagian utang. Lihat Catatan
C.2.38 dan Catatan C.2.44.
PMN pada Badan Usaha
Lainnya

5. Penyertaan pada Badan Usaha Lainnya sebesar Rp228.991.603 merupakan Investasi
Permanen Pemerintah pada perusahaan penerbit SBSN. Perusahaan penerbit SBSN terdiri
atas 4 (empat) perusahaan, yaitu Perusahaan Penerbit SBSN, Perusahaan Penerbit SBSN
I, Perusahaan Penerbit SBSN II dan Perusahaan Penerbit SBSN III. Nilai kepemilikan
Negara pada masing-masing perusahaan tersebut sebesar Rp10.000.000,
Rp10.000.000, Rp106.862.270, dan Rp102.129.333.

PMN pada BI

6. Penyertaan pada Bank Indonesia per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 adalah
sebesar Rp121.001.865.000.000 dan Rp89.572.275.000.000. Modal Bank Indonesia
dicatat dan dilaporkan sebagai bagian dari investasi permanen pada Laporan Keuangan
BA 999.03 sesuai dengan penjelasan pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999
tentang Bank Indonesia, modal Bank Indonesia merupakan kekayaan negara dipisahkan.

PMN pada LPS

7. Penyertaan pada Lembaga Penjamin Simpanan per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011
adalah sebesar Rp19.859.016.156.000 dan Rp16.726.488.855.000. Modal Lembaga
Penjamin Simpanan dicatat dan dilaporkan sebagai bagian dari investasi permanen pada
Laporan Keuangan BA 999.03 sesuai dengan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2004
tentang Lembaga Penjamin Simpanan, modal Lembaga Penjamin Simpanan merupakan
kekayaan negara dipisahkan.

Catatan atas Laporan Keuangan - 93-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
C.2.24. Investasi Permanen BLU
Investasi Permanen BLU
Rp6,64 miliar

Saldo Investasi Permanen BLU per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 yang berjumlah
Rp6.637.194.500 dan Rp6.637.194.500 merupakan penyertaan modal oleh BLU PPK Gelora
Bung Karno (Sekretariat Negara) pada PT Senayan Trikarya Sempana (PT STS) dengan porsi
kepemilikan sebesar 10%.
C.2.25. Investasi Permanen Lainnya

Investasi Permanen
Lainnya Rp97,33 miliar

Jumlah Investasi Permanen Lainnya per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 sebesar
Rp97.330.653.310 dan Rp87.609.772.784 merupakan nilai PMN pada badan-badan lainnya
yang disajikan berdasarkan metode ekuitas (equity method).
Investasi Permanen Lainnya per 30 Juni 2012 sebesar Rp97.330.653.310 merupakan
penyertaan atau kepemilikan Perguruan Tinggi Eks. BHMN pada beberapa Perusahaan, yaitu
Universitas Gajah Mada sebesar Rp60.556.530.103, Institut Teknologi Bandung sebesar
Rp26.465.824.601, dan Universitas Indonesia sebesar Rp10.308.298.606.
Investasi Permanen Lainnya per 31 Desember 2011 sebesar Rp87.609.772.784 merupakan
penyertaan atau kepemilikan Perguruan Tinggi Eks. BHMN pada beberapa Perusahaan, yaitu
Universitas Gajah Mada sebesar Rp60.556.530.103, Institut Teknologi Bandung sebesar
Rp26.465.824.601, dan Universitas Indonesia sebesar Rp587.418.080 (setelah dikurangi
hak minoritas sebesar Rp3.690.732).

C.2.26. Aset Tetap
Aset Tetap Rp1.606,62
triliun

Jumlah Aset Tetap per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 sebesar
Rp1.606.616.501.142.563 dan Rp1.567.974.174.587.750 merupakan nilai Aset Tetap
berdasarkan neraca K/L dan Neraca BUN. Aset Tetap dinilai dengan menggunakan metode
harga perolehan (acquisition cost) dan belum memperhitungkan depresiasi (penyusutan).
Rincian Aset Tetap menurut jenisnya adalah sebagai berikut (dalam Rp):
Jenis Aset Tetap
Tanah
Peralatan dan Mesin
Gedung dan Bangunan
Jalan, Irigasi, dan Jaringan
Aset Tetap Lainnya
Konstruksi Dalam Pengerjaan
Jumlah

30 Juni 2012
(Unaudited)
823.544.026.011.456
192.981.617.200.191
152.260.350.687.389
343.677.877.973.275
12.009.440.753.274
82.143.188.516.978
1.606.616.501.142.563

31 Desember 2011
(Audited)
806.436.356.598.744
184.852.199.595.042
152.223.086.918.162
347.164.628.245.235
11.517.129.897.802
65.780.773.332.765
1.567.974.174.587.750

Dalam nilai Aset Tetap per 30 Juni 2012 tersebut termasuk Aset Tetap yang dikelola oleh
BLU sebesar Rp143.741.122.753.715, dengan rincian (dalam Rp):
Jenis Aset Tetap
Tanah
Peralatan dan Mesin
Gedung dan Bangunan
Jalan, Irigasi, dan Jaringan
Aset Tetap Lainnya
Konstruksi Dalam Pengerjaan
Jumlah

30 Juni 2012
(Unaudited)
108.968.001.189.502
12.846.861.656.155
16.925.578.704.172
1.140.990.970.247
468.920.871.752
3.390.769.361.887
143.741.122.753.715

31 Desember 2011
(Audited)
108.693.570.123.457
12.275.080.859.622
16.536.052.792.384
1.128.925.602.545
458.589.026.465
3.507.228.774.998
142.559.447.179.471

Catatan atas Laporan Keuangan - 94-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Nilai Aset Tetap per 30 Juni 2012 mengalami kenaikan sebesar Rp38.642.326.554.810 atau
2,4 persen dari nilai per 31 Desember 2011. Kenaikan nilai Aset Tetap ini terutama karena
perolehan dari realisasi Belanja Modal sebesar Rp30,62 triliun, koreksi penambahan hasil IP,
Aset Tetap yang diperoleh dari hibah dan lain-lain.
Nilai Aset Tetap yang disajikan dalam LKPP merupakan konsolidasian dari LKKL dan LKBUN,
yang telah dilakukan rekonsiliasi dengan Laporan BMN dari Direktorat Jenderal Kekayaan
Negara. Perbedaan nilai antara LKKL dengan LBMN disajikan pada Catatan Penting
Lainnya.
Rincian daftar Aset Tetap per K/L dan BUN disajikan pada Daftar 17.

C.2.27. Aset Lainnya
Aset Lainnya
Rp408,67 triliun

Jumlah Aset Lainnya per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 sebesar
Rp408.674.790.886.368 dan Rp458.605.256.930.377. Nilai bersih Aset Lainnya per 30
Juni 2012 adalah sebesar Rp388.399.256.398.222, yaitu berasal dari nilai bruto sebesar
Rp408.674.790.886.368 dikurangi penyisihan sebesar Rp20.275.534.488.146.
Aset Lainnya terdiri dari (dalam Rp):
Uraian
1. Tagihan Penjualan Angsuran
2. Tagihan Tuntutan Ganti Rugi
3. Piutang Jangka Panjang Lainnya
4. Kemitraan dengan Pihak Ketiga
5. Penerusan Pinjaman
6. Aset Tak Berwujud
7. Aset yang Dibatasi
Penggunaannya
8. Dana Kelolaan BLU
9. Dana Penjaminan
10. Aset KKKS
11. Aset Eks BPPN (Tim Koordinasi)
12. Aset Lainnya dari Unit Pemerintah
Lainnya
13. Aset Lain-lain
Jumlah
Penyisihan
Nilai Bersih

30 Juni 2012
(Unaudited)
1.375.031.741
254.183.938.469
3.711.778.802.056
212.907.765.825
46.214.552.117.532
12.540.933.038.898
18.532.860.658.186

31 Desember 2011
(Audited)
1.375.031.741
249.626.424.418
3.737.310.550.736
212.907.765.825
46.540.275.969.109
12.406.618.813.595
37.253.051.374.408

16.318.045.792.766
77.086.846.598
150.892.782.272.353
68.064.409.247.824
821.954.559.298

19.320.332.310.233
75.371.634.076
150.508.980.296.216
67.543.984.466.405
14.762.445.010.365

91.031.920.814.822
408.674.790.886.368
(20.275.534.488.146)
388.399.256.398.222

105.992.977.283.250
458.605.256.930.377
(19.970.874.008.883)
438.634.382.921.494

Penjelasan masing-masing Aset Lainnya adalah sebagai berikut:
1. Tagihan Penjualan Angsuran (TPA)
TPA Rp1,38 miliar

Saldo TPA per 30 Juni 2012 adalah Rp1.375.031.741, sedangkan saldo per 31 Desember
2011 sebesar Rp1.375.031.741. Saldo per 30 Juni 2012 tersebut berada di Kementerian
Kementerian Negara KUKM sebesar Rp1.375.031.741.

Catatan atas Laporan Keuangan - 95-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
2. Tagihan Tuntutan Ganti Rugi (TGR)
Tagihan TGR Rp254,18
miliar

Saldo Tagihan TGR per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 sebesar Rp254.183.938.469
dan Rp249.626.424.418. Saldo Tagihan TGR per 30 Juni 2012 berdasarkan nilai bersih yang
dapat direalisasikan sebesar Rp93.130.235.923 yang berasal dari nilai bruto sebesar
Rp254.183.938.469 dikurangi penyisihan sebesar Rp161.053.702.546. Rincian Tagihan
TGR pada K/L dapat dilihat pada Daftar 18.
3. Piutang Jangka Panjang Lainnya

Piutang Jangka Panjang
Lainnya Rp3,71 triliun

Piutang Jangka Panjang Lainnya per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 sebesar
Rp3.711.778.802.056 dan Rp3.737.310.550.736 merupakan piutang jangka panjang yang
berada pada Kementerian Kehutanan dan BA 999.04. Nilai Piutang Jangka Panjang Lainnya
per 30 Juni 2012 berdasarkan nilai bersih yang dapat direalisasikan adalah sebesar
Rp3.318.636.976.796, yang berasal dari nilai bruto sebesar Rp3.711.778.802.056 dikurangi
penyisihan sebesar Rp393.141.825.260. Berikut rincian Piutang Jangka Panjang Lainnya:

Instansi/Unit Terkait
1. Kementerian Kehutanan
2. BA BUN 999.04
Nilai Bruto
Penyisihan
Nilai Bersih

30 Juni 2012
(Unaudited)
732.008.476.246
2.979.770.325.810
3.711.778.802.056
(393.141.825.260)
3.318.636.976.796

31 Desember 2011
(Audited)
758.821.015.245
2.978.489.535.491
3.737.310.550.736
(396.925.080.510)
3.340.385.470.226

Penjelasan Piutang Jangka Panjang Lainnya adalah sebagai berikut:
1. Piutang Jangka Panjang Lainnya pada Kementerian Kehutanan sebesar
Rp732.008.476.246. Nilai tersebut terdiri dari piutang Hutan Tanaman Industri (HTI)
yang mendapatkan reschedule pembayaran sebesar Rp412.402.183.683,88 dan yang
tidak mendapatkan reschedule pembayaran sebesar Rp319.606.292.562,39. Nilai
Piutang Jangka Panjang pada Kementerian Kehutanan berdasarkan nilai bersih yang
dapat direalisasikan adalah sebesar Rp353.765.502.615, yang berasal dari nilai bruto
sebesar Rp732.008.476.246 dikurangi penyisihan sebesar Rp378.242.973.631.
2.

Piutang Jangka Panjang pada BA 999.04 sebesar Rp2.979.770.325.810 terdiri dari
(dalam Rp):
Uraian
1. KUMK
2. KKPA Bagi Hasil Bank Muamalat
3. Dana Induk Lingkungan
Nilai Bruto
Penyisihan piutang tidak tertagih
Nilai Bersih

Jumlah
2.929.780.000.000
9.000.000.000
40.990.325.810
2.979.770.325.810
(14.898.851.629)
2.964.871.474.181

4. Kemitraan dengan Pihak Ketiga
Kemitraan dengan Pihak
Ketiga Rp212,91 miliar

Saldo Kemitraan dengan Pihak Ketiga per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 sebesar
Rp212.907.765.825 dan Rp212.907.765.825 merupakan saldo Kemitraan dengan Pihak
Ketiga yang berada di (dalam Rp):

Catatan atas Laporan Keuangan - 96-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Kementerian Negara/Lembaga
1. Kementerian Pendidikan Nasional
2. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
3. Kementerian Negara PPN/ BAPPENAS
Jumlah

30 Juni 2012
(Unaudited)
298.100.625
128.962.165.200
83.647.500.000
212.907.765.825

31 Desember 2011
(Audited)
298.100.625
128.962.165.200
83.647.500.000
212.907.765.825

5. Penerusan Pinjaman
Penerusan Pinjaman
Rp46,21 triliun

Saldo Penerusan Pinjaman per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 sebesar
Rp46.214.552.117.532 dan Rp46.540.275.969.109 merupakan total pokok pinjaman
Penerusan Pinjaman yang akan jatuh tempo lebih dari 1 (satu) tahun setelah tanggal neraca.
Saldo Penerusan Pinjaman per 30 Juni 2012 tersebut terdiri atas (dalam Rp):
Uraian
Penerusan Pinjaman kepada BUMN
Penerusan Pinjaman kepada BUMD
Penerusan Pinjaman kepada Pemerintah Daerah
Penerusan Pinjaman Lainnya
Nilai Bruto
Penyisihan
Nilai Bersih

Jumlah
44.066.219.075.979
1.175.240.134.469
430.301.792.269
542.791.114.816
46.214.552.117.532
(231.072.760.588)
45.983.479.356.945

6. Aset Tak Berwujud
Aset Tak Berwujud
Rp12,54 triliun

Saldo Aset Tak Berwujud per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 sebesar
Rp12.540.933.038.898 dan Rp12.406.618.813.595 merupakan aset yang berupa software,
biaya survei/penelitian, dan hak paten yang berada di K/L dan BUN. Rincian Aset Tak
Berwujud dapat dilihat pada Daftar 19.
7. Dana yang Dibatasi Penggunaannya

Dana yang Dibatasi
Penggunaannya Rp18,53
triliun

Saldo Dana yang Dibatasi Penggunaannya per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 sebesar
Rp18.532.860.658.186 dan Rp37.253.051.374.408, terdiri atas (dalam Rp):
Uraian
1. Kementerian Luar Negeri
2. Kementerian Pertahanan
3. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
4. Kementerian Kesehatan
5. Kementerian Agama
6. Kementerian Kehutanan
7. Kementerian Kelautan dan Perikanan
8. BUN
Jumlah

30 Juni 2012
(Unaudited)
3.958.137.126.487
266.446.173.044
2.459.226.652.727
3.244.412.872.236
899
87.114.525.722
8.517.523.307.071
18.532.860.658.186

31 Desember 2011
(Audited)
325.201.782.094
5.763.321.157.149
266.446.173.044
2.033.538.302.485
3.244.412.872.236
50.000.899
87.114.525.722
25.532.966.560.779
37.253.051.374.408

Masing-masing Dana yang Dibatasi Penggunaannya dapat dijelaskan sebagai berikut:
1) Dana yang Dibatasi Penggunaannya pada Kementerian Luar Negeri sebesar Rp0
merupakan saldo kas besi pada Perwakilan Republik Indonesia di luar negeri yang
dibentuk berdasarkan surat Menteri Keuangan No. S-2.18/424/0182 tanggal 13 Januari
1992 untuk keperluan berjaga-jaga terhadap keadaan/kejadian yang mungkin timbul,
terutama untuk membiayai perwakilan apabila remise (cash supply) terlambat dan
Catatan atas Laporan Keuangan - 97-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
keperluan lainnya yang penggunaannya harus mendapat persetujuan/ instruksi dari
Sekretariat Jenderal Kementerian Luar Negeri.
2) Dana yang Dibatasi Penggunaannya pada Kementerian Pertahanan sebesar
Rp3.958.137.126.487 merupakan dana devisa berupa L/C yang belum dicairkan oleh
pihak ketiga.
3) Dana yang Dibatasi Penggunaannya pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebesar
Rp266.446.173.044 adalah Dana Abadi pada Universitas Airlangga, Institut Pertanian
Bogor, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Pendidikan
Indonesia.
4) Dana yang Dibatasi Penggunaannya pada Kementerian Kesehatan sebesar
Rp2.459.226.652.727 merupakan dana Bantuan Sosial berupa jaminan kesehatan
masyarakat yang belum digunakan sampai dengan akhir tahun 2011.
5) Dana yang Dibatasi Penggunaannya
Rp3.244.412.872.236 terdiri dari:

pada

Kementerian

Agama

sebesar

a. Dana Abadi Umat (DAU) sebesar Rp2.077.597.299.329, merupakan dana yang
diperoleh dari hasil efisiensi biaya penyelenggaraan haji dan dari sumber lain
sebagaimana tertuang dalam UU Nomor 17 Tahun 1999. DAU dialokasikan untuk
kemaslahatan umat Islam di bidang pendidikan, dakwah, pembangunan sarana dan
prasarana ibadah serta bidang penyelenggaraan haji.
b. Aset bersih Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) sebesar
Rp1.166.815.572.907. BPIH mengelola setoran awal hingga adanya pelunasan BPIH
sebagai akibat adanya keputusan keberangkatan jemaah atau adanya keputusan dari
jemaah itu sendiri untuk menunda atau membatalkan kepesertaan dalam program
BPIH atau adanya keputusan dari pejabat yang berwenang.
6) Dana yang Dibatasi Penggunaannya pada Kementerian Kehutanan sebesar Rp899
merupakan Deposito Terbeku Dana Kredit Usaha Konservasi Daerah Aliran Sungai (KUKDAS).
7) Dana yang Dibatasi Penggunaannya pada Kementerian Kelautan dan Perikanan sebesar
Rp87.114.525.722 berupa Dana Penguatan Modal (DPM) dan Dana Ekonomi Produktif
(DEP) merupakan bagian dari program pemerintah untuk pemberdayaan masyarakat.
8) Dana yang Dibatasi Penggunaannya pada BUN sebesar Rp8.517.523.307.071, terdiri dari
(dalam Rp):
Uraian
Rekening Retur
Rekening Cadangan
Escrow Bank Mutiara
Aset Bersih Bapertarum
Rekening Lainnya
BA 999.03
BA 999.08
Jumlah

30 Juni 2012
(Unaudited)
4.546.878.110.595
163.814.174.376
161.097.083.787
3.645.733.938.313
8.517.523.307.071

31 Desember 2011
(Audited)
21.576.465.725.102
156.694.824.182
149.465.989.003
3.643.972.716.732
6.367.305.761
25.532.966.560.779

Rincian masing-masing dana yang dibatasi penggunaannya pada BUN adalah:
a. Rekening Cadangan sebesar Rp4.546.878.110.595 merupakan rekening yang
digunakan untuk menampung sisa anggaran belanja yang terdiri dari (dalam Rp):

Catatan atas Laporan Keuangan - 98-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Uraian
Rekening Cadangan Reboisasi
Rekening Cadangan Subsidi/PSO
Rekening Cadangan Dana Bagi Hasil
Jumlah

30 Juni 2012
(Unaudited)
4.546.878.110.595
4.546.878.110.595

31 Desember 2011
(Audited)
4.546.878.110.595
7.523.846.941.346
9.505.740.673.161
21.576.465.725.102

Rekening Cadangan Reboisasi sebesar Rp4.546.878.110.595 adalah rekening milik
Menteri Keuangan c.q Direktur Jenderal Perbendaharaan yang digunakan untuk
menampung sisa dana reboisasi setiap tahun dari bagian pemerintah pusat setelah
dikurangi alokasi ke Kementerian Kehutanan. Dana tersebut digunakan untuk
membiayai kegiatan reboisasi seperti Program Gerakan Rehabilitasi Hutan dan Lahan
(Gerhan) berdasarkan PP No. 35 Tahun 2002 tentang Dana Reboisasi, Peraturan
Bersama antara Menteri Keuangan dan Menteri Kehutanan No. 06.1/PMK.01/2007
dan No. 02/Menhut-II/2007 tanggal 5 Februari 2007 tentang Pengelolaan Dana
Reboisasi Dalam Rekening Pembangunan Hutan.
b. Rekening escrow Bank Mutiara sebesar Rp163.814.174.376 adalah Rekening
escrow pada rekening No. 1022-000320250-001 atas nama Dirjen Anggaran yang
berada di Bank Mutiara (dulu Bank Century) yang setara dengan USD17,279,976.20.
Rekening tersebut digunakan untuk menampung hibah dari Pemerintah Amerika
Serikat.
c. Rekening Lainnya yang digunakan untuk tujuan tertentu adalah sebesar
Rp161.097.083.787 dengan rincian sebagai berikut:
Uraian Rekening

Jumlah (Rp)

1. Menteri Keuangan C.Q Direktur Jenderal Perbendaharaan Untuk
Menampung Pengembalian Dana Talangan Dan Pencairan Aset BPR
Nomor 500.000004980
2. Menteri Keuangan Pengeluaran untuk Surat Berharga Negara nomor
502.000001980
3. BUN Untuk Obligasi Dalm Rangka Penjaminan nomor 502.000002980
4. Rekening Khusus Menteri Keuangan Karena Penjualan Saham PT
Telkom Di Pasar Domestik nomor 510.000239980
5. Rekening Depkeu U/Penampungan Hibah Dari luar Negeri Dlm Rangka
Bencana Alam Nasional Dalam Valuta USD nomor 602.074411980

62.321.327.645

12.625.000.000
82.107.368.550
1.354.259.508
2.689.128.084
161.097.083.787

Total

d. Aset Bapertarum tidak disajikan lagi dalam neraca. Lihat Catatan Penting Lainnya.
e. Dana yang Dibatasi Penggunaannya pada BA 999.03 terdiri dari:
1) Dana pada rekening Kementerian Lingkungan Hidup terkait dengan dana bergulir
atas Debt Nature Swap sebesar Rp28.033.938.312,62 yang terdiri atas:
• Dana pada rekening penampungan anggaran Debt Nature Swap
Kementerian Lingkungan Hidup sebesar Rp2.439.575,28.
Dana pada rekening penampungan dana pokok dan bagi hasil sebesar
Rp28.031.498.737,34.
2) Dana Pengembangan Pendidikan Nasional sebesar Rp3.617.700.000.000 yang
merupakan endowment fund yang bertujuan untuk menjamin keberlangsungan
program bagi generasi berikutnya sebagai bentuk pertanggungjawaban
antargenerasi dan dana cadangan pendidikan untuk mengantisipasi keperluan
rehabilitasi fasilitas pendidikan yang rusak.
Endowment Fund (Dana Pengembangan Pendidikan Nasional) bersumber dari
realisasi atas anggaran yang telah ditetapkan pada Bagian Anggaran 999.03.
Sesuai dengan PMK Nomor 238/PMK.05/2010 tentang Tata Cara Penyediaan,

Catatan atas Laporan Keuangan - 99-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Pencairan Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Endowment Fund dan Dana
Cadangan Pendidikan, dinyatakan bahwa BLU di bidang pendidikan yang
mengelola DPPN adalah satuan kerja (satker) yang menerapkan pola pengelolaan
keuangan BLU.
8. Dana Kelolaan BLU Yang Belum Digulirkan/Disalurkan
Dana Kelolaan BLU yang
Belum Digulirkan
Rp16,32 triliun

Dana Kelolaan BLU per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 sebesar
Rp16.318.045.792.766 dan Rp19.320.332.310.233 merupakan dana yang masih berupa
kas yang belum disalurkan/diinvestasikan oleh BLU kepada pihak ketiga, yang terdiri dari
(dalam Rp):
Kementerian Negara/Lembaga
1. Sekretariat Negara
2. Kementerian Keuangan
3. Kementerian Kehutanan
4. Kementerian Koperasi dan UKM
5. Kementerian Perumahan Rakyat
6. Kementerian Pekerjaan Umum
Jumlah

30 Juni 2012
(Unaudited)
150.416.763
7.229.899.077.605
2.009.195.081.146
1.058.814.463.603
2.074.381.490.166
3.945.605.263.483
16.318.045.792.766

31 Desember 2011
(Audited)
10.352.269.122.760
2.010.359.132.946
644.504.967.842
2.381.863.886.849
3.931.335.199.836
19.320.332.310.233

Dana kelolaan pada masing-masing BLU dapat dijelaskan sebagai berikut:
1) Dana Kelolaan pada Sekretariat Negara sebesar Rp150.416.763 merupakan uang
jaminan dari pelanggan pada satker PPATK.
2) Dana Kelolaan pada Kementerian Keuangan sebesar Rp7.229.899.077.605 berada di
BLU Pusat Investasi Pemerintah yang disimpan pada rekening giro dan deposito.
3) Dana Kelolaan pada Kementerian Kehutanan sebesar Rp2.009.195.081.146 berada di
BLU Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan yang disimpan di 1 rekening Bank BRI.
4) Dana Kelolaan pada Kementerian Koperasi UKM berada di BLU Lembaga Pengelola Dana
Bergulir KUKM sebesar Rp1.058.814.463.603 yang terdiri dari:
a. Rp459.875.000.000 merupakan anggaran tahun 2012 yang belum disalurkan;
b. Rp248.939.463.603 merupakan rekening pokok hasil pengembalian dana bergulir;
c. Rp350.000.000.000 merupakan saldo deposito.
5) Dana Kelolaan pada Kementerian Perumahan Rakyat sebesar Rp2.074.381.490.166
berada di BLU Pusat Pembiayaan Perumahan dengan rincian sebagai berikut (dalam Rp):
Nama Bank
1. BTN
2. BTN Syariah
3. BUKOPIN
4. Mandiri
5. Bank Riau Kepri
6. Bank Riau Kepri Syariah
7. Bank Sumut
8. Bank Sumut Syariah
9. Bank Kaltim
10. Bank Sumsel Babel
11. Bank NTT
12. Bank DIY
13. BRI

Saldo
3.783.836,70
10.227.995,00
121.688.835,40
146.083.834,05
276.732.600,00
1.000.000,00
27.163.191,00
15.657.842,00
15.484.837,66
1.030.496,00
1.123.766,00
1.008.024,00
48.036.267,00

Catatan atas Laporan Keuangan - 100-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
14. BNI
15. BTN
16. BTN Syariah
17. BNI
18. Mandiri
19. BRI
20. Pendapatan dari pengelolaan kas rekening Dana Kelolaan
Total

73.346.885,00
360.900.000.000,00
213.450.000.000,00
500.000.000.000,00
499.550.000.000,00
499.800.000.000,00
(60.878.244,40)
2.074.381.490.165,41

e. Dana Kelolaan pada Kementerian Pekerjaan Umum berada di BLU Bidang Pendanaan
Sekretariat BPJT sebesar Rp3.945.605.263.483. Rincian penempatan dana kelolaan
pada BLU Bidang Pendanaan Sekretariat BPJT adalah (dalam Rp):
Nama Bank
1. Giro Bank Mandiri Acc. No. 126-00-0 481 9396
2. Giro BRI Acc. No. 00000193-01-000751-30-3
3. Giro BNI Acc. No. 5522522235
4. Deposito Bank Mandiri
5. Deposito BNI
6. Deposito BTN
7. Deposito BRI
Jumlah

Saldo
9.832.423.930
13.947.388.599
4.825.450.954
935.000.000.000
273.000.000.000
48.000.000.000
2.661.000.000.000
3.945.605.263.483

9. Dana Penjaminan
Dana Penjaminan
Rp77,09 miliar

Dana Penjaminan per 31 Desember 2011 dan 31 Desember 2010 sebesar Rp77.086.846.598
dan Rp75.371.634.076 merupakan dana penjaminan yang berada pada Kementerian Negara
Koperasi dan UKM yang digunakan sebagai penjaminan dari setiap kredit dan pembiayaan
yang disalurkan penerima jaminan kepada KUKM terjamin. Dana penjaminan tersebut dikelola
oleh perusahaan penjamin, yaitu Perum Sarana Pengembangan Usaha (SPU)/Jaminan Kredit
Indonesia.

10. Aset Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS)
Aset KKKS Rp150,89
triliun

Aset KKKS per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 adalah sebesar
Rp150.892.782.272.353 dan Rp150.508.980.296.216. Nilai Aset KKKS per 30 Juni 2012
tersebut berupa tanah dengan luas 667.919.254 m2 sebesar Rp14.362.284.169.984 yang
digunakan dalam rangka kontrak kerja sama minyak bumi dan gas alam yang dikelola oleh
KKKS sebagai hasil inventarisasi terhadap 44 KKKS, dan aset lain non tanah sebesar
Rp136.530.498.102.369 berdasarkan hasil inventarisasi dan penilaian pada 74 KKKS.
Rincian Nilai Aset KKKS Migas per 30 Juni 2012 disajikan pada Daftar 20.
Terdapat aset KKKS yang telah dilakukan inventarisasi dan penilaian, namun tidak disajikan
dalam Neraca LKPP Tahun 2011, yaitu:
1. Aset sumur yang tidak digunakan sebanyak 623 sumur pada 19 KKKS dengan nilai
sebesar Rp1.184.222.605.157.
2. Aset Subsequent Expenditure sebanyak 13.897 item pada 34 KKKS dengan nilai sebesar
Rp45.633.303.864.172.
3. Aset Kondisi Rusak Berat 21.505 item pada 52 KKKS dengan nilai sebesar
Rp1.317.561.506.522.
4. Aset yang dalam proses penghapusan pada KKKS Pertamina Hulu Energi West Madura
Catatan atas Laporan Keuangan - 101-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Offshore (dh. Kodeco Energy) senilai Rp927.406.395.
5. Aset Non Tanah sejumlah 368 item pada 3 KKKS dengan nilai sebesar
Rp14.362.965.838.
6. Aset perolehan di atas tahun 2010 pada 52 KKKS senilai USD1,483,332,165 belum
dimasukkan dalam Neraca.
7. Aset dengan nilai wajar negatif sejumlah 209 item dengan nilai perolehan negatif sebesar
USD24,019,980 yang merupakan koreksi atas nilai perolehan aset.

11. Aset Eks BPPN
Aset Eks BPPN Rp68,06
triliun

Aset Eks BPPN (Aset Tim Koordinasi) per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 sebesar
Rp68.064.409.247.824 dan Rp67.543.984.466.405 merupakan aset Pemerintah eks BPPN
yang status kepemilikan dan nilainya masih bermasalah (belum bersih), sehingga belum dapat
diserahkan kepada PT PPA (Persero).
Nilai Aset Eks BPPN yang disajikan per 30 Juni 2012 merupakan hasil inventarisasi dan
penilaian dengan rincian sebagai berikut:
Jenis Aset
Pinjaman yang Diberikan
Tagihan PKPS
Aset Non Inti-Properti
Aset Non Inti-Inventaris
Penempatan Antar Bank dan Nostro
Jumlah

Jumlah Aset
7.585
23
1.643
36.985
n.a.

Nilai (Rp)
36.056.720.714.336
29.535.701.253.227
1.981.229.805.153
12.135.475.108
478.622.000.000
68.064.409.247.824

Termasuk di dalam Aset Eks BPPN tersebut adalah tagihan Penyelesaian Kewajiban
Pemegang Saham (PKPS) sebesar Rp29.535.701.253.227 yang merupakan piutang BPPN
yang timbul sehubungan dengan PKPS kepada perusahaan induk yang didirikan oleh eks
Pemegang Saham Pengendali (PSP) BTO dan BBO dalam rangka penyelesaian terhadap
kewajiban eks PSP tersebut berdasarkan perjanjian Master Settlement and Acquisition
Agreement (MSAA), Master of Refinancing and Notes Inssuence Agreement (MRNIA), dan
piutang BPPN kepada eks PSP Bank Beku Kegiatan Usaha (BBKU) dan Bank Take Over (BTO)
II dalam perjanjian Akta Pengakuan Uang (APU).
Rincian jumlah aset dan nilai pengalihan disajikan pada Daftar 21.
12. Aset Lainnya dari Unit Pemerintah Lainnya
Aset Lainnya dari Unit
Pemerintah Lainnya
Rp821,95 miliar

Aset Lainnya dari Unit Pemerintah Lainnya per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 sebesar
Rp821.954.559.298 dan Rp14.762.445.010.365. Rincian Aset Lainnya dari Unit Pemerintah
Lainnya adalah sebagai berikut:
Uraian
1. Otorita Batam
2. Taman Mini Indonesia Indah
3. Otorita Asahan
4. BP Gedung Manggala Wanabakti
5. Yayasan Gedung Veteran
6. Badan Amil Zakat
7. Badan Wakaf Indonesia
Jumlah

30 Juni 2012
(Unaudited)
42.277.377.168
746.947.319.389
11.120.585.877
19.899.458.642
1.709.818.222
821.954.559.298

31 Desember 2011
(Audited)
13.922.723.215.421
42.277.377.168
746.947.319.389
21.352.989.643
11.120.585.877
16.313.704.645
1.709.818.222
14.762.445.010.365

Catatan atas Laporan Keuangan - 102-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)

13. Aset Lain-lain
Aset Lain-lain Rp91,03
triliun

Aset Lain-lain per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 sebesar Rp91.031.920.814.822 dan
Rp105.992.977.283.250 merupakan aset selain yang telah dikelompokkan sebagai jenis Aset
Lainnya di atas. Nilai Aset Lain-lain per 30 Juni 2012 berdasarkan nilai bersih yang dapat
direalisasikan adalah sebesar Rp71.541.654.615.070, yang berasal dari nilai bruto sebesar
Rp91.031.920.814.822 dikurangi penyisihan atas piutang pada BA 999.04 sebesar
Rp19.490.266.199.752. Berikut rincian Aset Lain-lain (dalam Rp):
Instansi/Unit Terkait
1. K/L
2. BA BUN 999.03
3. BA BUN 999.04
4. BA BUN 999.08
5. BA BUN 999.99
Nilai Bruto
Penyisihan pada BA 999.04
Nilai Bersih

30 Juni 2012
(Unaudited)
38.713.468.407.030
142.426.737.461
19.728.038.843.934
37.677.543
32.447.949.148.854
91.031.920.814.822
(19.490.266.199.752)
71.541.654.615.070

31 Desember 2011
(Audited)
36.908.907.616.802
142.127.657.545
19.419.108.122.985
46.701.991.689
49.476.131.894.229
105.992.977.283.250
(19.184.237.469.134)
86.808.739.814.116

Penjelasan Aset Lain-lain adalah sebagai berikut:
1. Aset Lain-lain yang berada di K/L sebesar Rp38.713.468.407.030. Rincian Aset Lain-lain
di masing-masing K/L disajikan pada Daftar 19.
2. Aset lain-lain pada BA 999.03 sebesar Rp142.426.737.461 terdiri dari:
a.

Piutang PNBP berupa dividen sebesar Rp99.809.707.496.
Piutang Dividen yang jatuh tempo dalam jangka waktu lebih dari satu tahun terdiri
dari pokok sebesar Rp70.052.808.923 dan denda sebesar Rp29.756.898.573.
Piutang ini merupakan piutang pada 7 BUMN, yaitu PT Balai Pustaka, PT
Pengelolaan Daerah Industri Batam, PTPN IX, Perum Perumnas, PTPN II, PT
Inhutani I, dan PT Inhutani V.

b.

Reklasifikasi dari dana bergulir pada Kementerian Kelautan dan Perikanan sebesar
Rp12.206.756.931.
Dana bergulir pada Kementerian Kelautan dan Perikanan merupakan bagian dari
Program Pengembangan Usaha Perikanan Tangkap Skala Kecil (PUPTSK) yang
dilaksanakan sejak tahun 2004. Program PUPTSK tersebut adalah Optimasi
Penangkapan Ikan (OPTIKAPI), Optimasi Pelelangan Ikan (OPTILANPI), Optimasi
Pengolahan dan Distribusi Ikan (OPTIHANDIS), dan Optimasi Kelompok Usaha
Bersama (OPTIKUB).

c.

Aset eks dana bergulir pada Kementerian Perindustrian sebesar Rp30.410.273.034.
Piutang pada Kementerian Perindustrian merupakan piutang atas program dana
bergulir yang pengelolaannya dilakukan oleh LPT Indag. Sampai dengan 30 Juni
2012, piutang pada LPT Indag yang telah diserahkan kepada KPKNL adalah sebesar
Rp30.648.142.918 dan yang belum diserahkan ke KPKNL adalah sebesar
Rp237.869.884.

3. Aset Lain-Lain BA BUN 999.04 per 30 Juni 2012 adalah sebesar
Rp19.728.038.843.934, sedangkan nilai bersih yang dapat direlisasikan adalah sebesar
Rp237.772.644.182 berasal dari nilai bruto sebesar Rp19.728.038.843.934 dikurangi
dengan penyisihan sebesar Rp19.490.266.199.752. Rincian Aset lain-lain pada BA

Catatan atas Laporan Keuangan - 103-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
999.04 adalah sebagai berikut:
• Aset Lainnya RDI sebesar Rp18.812.838.770.018 yang terdiri dari (dalam Rp):
Uraian
1. Tunggakan yang akan diselesaikan melalui restrukturisasi
dan piutang yang tertunggak lebih dari satu tahun
2. Tunggakan dalam proses PMN
3. Tunggakan macet dari tunggakan BBO/BBKU/BDL
4. Tunggakan Eks Timor Timur
5. Tunggakan koperasi/proyek
Nilai Bruto
Penyisihan
Nilai Bersih

Jumlah
16.508.246.726.690
2.193.273.947.292
128.340.000
111.189.756.036
18.812.838.770.018
(18.747.643.343.175)
65.195.426.843

Aset Lainnya Kredit Program Non Subsidi sebesar Rp915.200.073.916, yang terdiri
dari (dalam Rp):
Uraian
1. PIR Perkebunan
2. UPP Perkebunan
3. Peternakan
4. Kredit Listrik Pedesaan
5. Pengembangan Pendidikan Akuntansi
6. Dana Cadangan Risiko
7. Dana Jaminan Ulang
8. Dana Kelolaan
9. Dana Risiko
Nilai Bruto
Penyisihan
Nilai Bersih

Jumlah
327.738.483.084
309.401.681.860
97.278.652.435
2.066.512.000
5.270.305.000
103.019.922.109
49.863.762.462
4.423.957.792
16.136.797.174
915.200.073.916
(742.622.856.577)
172.577.217.339

4. Aset Lain-lain yang berasal dari Bagian Anggaran 999.08 sebesar Rp37.677.543 berada
di beberapa K/L atau lembaga sebagai berikut (dalam Rp):

Kementerian Negara/Lembaga
1. Kementerian Pertanian
2. Kementerian Perhubungan
3. LPP TVRI
4. LPP RRI
5. Otorita Batam
6. Aset Lainnya dari Reklasifikasi UP/TUP
Jumlah

30 Juni 2012
(Unaudited)
37.677.543
37.677.543

31 Desember 2011
(Audited)
4.129.603.585
26.767.898.211
15.766.812.350
37.677.543
46.701.991.689

5. Aset Lain-lain pada BA 999.99 (Transaksi Khusus) sebesar Rp32.447.949.148.854,
terdiri dari (dalam Rp):
Uraian
1. PT PPA (Persero)
2. Aset PT PPA yang sudah
dikembalikan ke Menteri Keuangan
3. Aset eks Pertamina
4. Piutang Migas
Jumlah

30 Juni 2012
(Unaudited)
2.541.404.413.578
1.196.396.026.735
27.347.556.399.050
1.362.592.309.491
32.447.949.148.854

31 Desember 2011
(Audited)
2.644.490.527.174
1.484.449.098.120
43.984.876.106.228
1.362.316.162.707
49.476.131.894.229

Catatan atas Laporan Keuangan - 104-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
1). Aset Lain-lain yang berasal dari PT PPA (Persero) sebesar Rp2.541.404.413.578
merupakan aset Pemerintah eks BPPN yang masih dikelola PT PPA (Persero)
menunggu untuk dijual dan hasilnya disetorkan ke Kas Negara sebagai PNBP. Nilai
aset tersebut merupakan nilai pengalihan eks BPPN ke Menteri Keuangan. Rincian
Aset Lain-lain yang berasal dari PT PPA disajikan pada Daftar 22.
2). Aset lain-lain eks PT PPA sebesar Rp1.196.396.026.735 merupakan aset eks PT
PPA yang masih berada di Kementerian Keuangan setelah perjanjian PT PPA tahap
pertama diselesaikan. Mutasi aset tersebut selama tahun 2011 sebagai berikut:
No
1
2
3
4

Jenis Aset
Aset Kredit
Aset Properti
Surat Berharga
Aset Saham Non Bank
Jumlah

Saldo Awal
Mutasi Kurang
Saldo Akhir
Unit
Jumlah (Rp)
Unit
Jumlah (Rp)
Unit
Jumlah (Rp)
287
183.051.274.291
1.636.787.385
287
181.414.486.906
3.152 1.262.250.532.556 1.099
286.416.284.000 2.053
975.834.248.556
9
16.657.242.209
9
16.657.242.209
21
22.490.049.064
21
22.490.049.064
3.469 1.484.449.098.120 1.099
288.053.071.385 2.370 1.196.396.026.735

3). Aset eks Pertamina sebesar Rp27.347.556.399.050 merupakan nilai aset sebagai
akibat penetapan Neraca Pembukaan PT Pertamina (Persero) Per 17 September
2003. Aset eks Pertamina per 30 Juni 2012 tersebut terdiri atas:
a. Aktiva Tetap LNG BADAK-Bontang Rp16.302.447.401.562 dan LNG ARUNLhokseumawe Rp11.029.729.944.488.
Perolehan aset LNG Arun dan LNG Badak berasal dari pinjaman sindikasi bank
yang tertuang dalam PSC Agreement antara Pertamina (saat itu bertindak selaku
Pemerintah) dengan PSC untuk pembangunan LNG Arun dan LNG Badak.
Pinjaman tersebut akan jatuh tempo pada tahun 2011 untuk pembangunan LNG
Badak, sedangkan untuk pembangunan LNG Arun sudah lunas. Adapun sumber
dana untuk pembayaran pinjaman dimaksud berasal dari hasil penjualan gas LNG
Arun dan LNG Badak sehingga kemungkinan default atas pembayaran tersebut
sangat kecil.
Aset kilang LNG Arun dan LNG Badak dioperasikan oleh PT Arun NGL dan PT
Badak NGL di bawah pengawasan PT Pertamina (Persero) yang ditunjuk sebagai
penanggung jawab sementara atas kedua aset LNG dimaksud sesuai dengan
Keputusan Menteri Keuangan No. 92/KMK.06/2008.
Nilai aset kilang LNG Arun berdasarkan hasil penilaian DJKN per 17 Maret 2011
dan kilang LNG Badak hasil penilaian DJKN per 12 Nopember 2011.
Inventarisasi dan penilaian terhadap aktiva kilang LNG Arun dilakukan oleh PT
Arun NGL, Kanwil I DJKN Banda Aceh dan KPKNL Lhokseumawe sejak tanggal
15 Desember 2010, sedangkan terhadap aktiva kilang LNG Badak dilakukan oleh
PT Badak NGL, Kanwil XIII DJKN Samarinda dan KPKNL Bontang sejak tanggal
1 Nopember 2010. Saat ini Laporan Inventarisasi dan Penilaian aktiva kilang
LNG Arun dan LNG Badak sedang dalam tahap penyelesaian oleh masing-masing
Tim Pelaksana.
b. Aktiva Tetap yang tidak dialihkan kepada PT Pertamina (Persero) pada 1 lokasi
dengan nilai sebesar Rp15.379.053.000 di Jalan Tanjung 34 Jakarta Pusat
yang telah dinilai oleh Tim Penilai DJKN.
c. Aset Eks PT Pertamina yang digunakan oleh Pertamina EP sebesar
Rp16.242.092.564.001:
Aset Eks PT Pertamina yang tidak disajikan dalam LKPP Semester I Tahun 2012
adalah Aset yang digunakan oleh Pertamina EP sebesar Rp16.242.092.564.001
karena belum dilakukan IP. Terhadap aset ini Menteri Keuangan melalui surat
Nomor:S-23/MK.6/2009 tanggal 21 Januari 2009 perihal Isu-Isu Penting

Catatan atas Laporan Keuangan - 105-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Pertamina, Pertamina diminta untuk melakukan inventarisasi dan penilaian atas
aset tersebut. Hasil inventarisasi dan penilaian aset dimaksud telah dimintakan
kepada PT Pertamina dengan surat Dirjen Kekayaan Negara Nomor
3865/KN/2010 tanggal 1 Juli 2010, namun PT Pertamina belum menyampaikan
rincian aset hasil inventarisasi, melainkan masih berupa pengelompokan aset.
Aset yang digunakan oleh PT Pertamina EP tersebut dikenakan sewa karena
Pertamina EP dalam hal ini selaku KKKS. Pihak PT Pertamina (Persero) telah
menyampaikan surat kepada Menteri Keuangan Nomor 1105/C00000/2008-SO
tanggal 15 Agustus 2008 mengenai permohonan PT Pertamina untuk
menerapkan skema sewa atas penggunaan BMN berupa aset eks KKKS
Pertamina atas sebagian dari BMN senilai Rp16.226.357.000.000 dan kemudian
telah disetujui permohonan pengenaan sewa tersebut oleh Menteri Keuangan
melalui surat Menteri Keuangan Nomor S-23/MK.6/2009 tanggal 21 Januari
2009 yang menjelaskan bahwa Pemerintah menyetujui usulan Pertamina untuk
menerapkan skema sewa atas sebagian aset yang digunakan oleh Pertamina EP.
Kemudian berdasarkan surat Nomor S-533/KN/2011 tanggal 8 Maret 2011
perihal Sewa Aset Eks KKKS Pertamina Senilai Rp16.226.357.000.000,
dijelaskan bahwa pihak PT Pertamina telah membukukan Beban Sewa atas
peralatan yang harus disewa pada Laporan Keuangan Audited PT Pertamina
(Persero) tahun 2003 sampai dengan 2009. Namun pihak PT Pertamina sampai
dengan saat ini belum melakukan pembayaran atas nilai sewa tersebut kepada
negara, sehingga Pemerintah meminta PT Pertamina untuk dengan segera
menyetorkan beban sewa tersebut ke Rekening Kas Umum Negara sebagai
Pendapatan dari Pengelolaan BMN pada Pengelola Barang (Kode Akun 423151).
Namun pihak Pertamina (Persero) belum dapat melakukan pembayaran karena
belum adanya kontrak perjanjian sewa menyewa antara pemerintah dengan
Pertamina (Persero). Saat ini Pemerintah sedang melakukan kajian atas
permasalahan ini.
d. Aset Eks PT Pertamina berupa 9 (sembilan) Aset Tetap sebesar
Rp395.227.143.177 terdiri dari:
(1). Aset di Jalan Abdul Muis 68:
Menteri Keuangan dengan surat Nomor: S-23/MK.6/2009 tanggal 21
Januari 2009 telah memutuskan pengenaan sewa atas penggunaan
sebagian aset di Jl. Abdul Muis 68 untuk SPBU COCO Pertamina.
Selanjutnya, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara juga telah
menyampaikan surat permintaan kepada PT Pertamina c.q. Pertamina Retail
(untuk SPBU COCO Pertamina) dan kantor PT Mitra Tours & Travel sebagai
pengguna BMN agar melakukan penyetoran uang sewa ke Rekening Kas
Umum Negara.
(2). BMN Lain yang digunakan oleh Pertamina (Bandung, Rawamangun, dsb):
Direktorat Jenderal Kekayaan Negara telah menyampaikan surat permintaan
kepada PT Pertamina agar melakukan penyetoran uang sewa BMN ke
Rekening Kas Umum Negara sebagai kompensasi atas digunakannya BMN
dimaksud dalam kegiatan operasional Pertamina.
(3). Aset di Jalan Tarogong yang digunakan Jakarta International School (JIS):
Menteri Keuangan telah menyampaikan surat kepada JIS nomor S341/MK.6/2010 tanggal 27 September 2010 bahwa usulan JIS untuk
mendapatkan diskon tarif sewa sebesar 80% dari nilai sewa tanah belum
dapat disetujui. Sewa BMN yang harus disetorkan ke Kas Negara adalah

Catatan atas Laporan Keuangan - 106-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
sebesar Rp118.275.283.825. Pihak JIS hanya bersedia melakukan
pembayaran sewa Rp23.655.056.765 sebagai niat baik untuk melanjutkan
pemanfaatan BMN tersebut sambil menunggu penetapan tarif definitif. Pada
tanggal 4 Oktober 2011, JIS menyampaikan permohonan pembayaran sewa
50% dari tarif PMK 96/2007 dengan pembayaran tahunan. Pada tanggal 11
Januari 2012, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara menyampaikan usulan
penyelesaian:
- Sewa periode 1 Mei 2008 - 30 April 2012, JIS membayar sewa sebesar
Rp94.620.227.060 (sesuai 96/PMK.06/2007).
- Dalam hal JIS hanya mampu membayar 50%, sisa tagihan sewa akan
diserahkan penagihannya ke PUPN untuk dicicil sesuai kemampuan JIS.
- Sewa 1 Mei 2012 - 30 April 2017, sesuai ketentuan PMK Tarif Sewa,
yaitu Tarif 50% untuk Lembaga Pendidikan Asing yang Nirlaba (Revisi
RPMK Tarif Sewa sudah disampaikan kepada Menteri Keuangan).
Terhadap permasalahan ini, Kementerian Keuangan akan menyampaikan
surat kepada Presiden untuk meminta persetujuan pemberian keringanan
(dispensasi) tarif sewa BMN oleh JIS.
Aset Eks PT Pertamina yang digunakan oleh Pertamina EP sebesar
Rp16.242.092.564.001 dan berupa 9 (sembilan) Aset Tetap sebesar
Rp395.227.143.177 belum dilakukan IP.
4). Aset Lain-Lain berupa Piutang Migas sebesar Rp1.362.592.309.491 merupakan
piutang jangka panjang yang berasal dari reklasifikasi piutang migas jangka pendek
pada satker PNBP Khusus DJA. Aset tersebut berasal dari saldo piutang TPPI tahun
2010 yang direklasifikasi berdasarkan skema pembayaran oleh TPPI melalui cicilan
sebesar USD1,5 juta per bulan yang disepakati dalam Amandement Sales
Agreement.

C.2.28. Penyisihan Piutang Tidak Tertagih – Aset Lainnya
Penyisihan Piutang Tidak
Tertagih – Aset Lainnya
Rp20,28 triliun

Penyisihan Piutang Tidak Tertagih pada Aset Lainnya per 30 Juni 2012 dan 31 Desember
2011 sebesar Rp20.275.534.488.146 dan Rp19.970.874.008.883 terdiri dari (dalam Rp):
Uraian
1. Tagihan TP/Tuntutan Ganti Rugi
2. Penerusan Pinjaman
3. Piutang Jangka Panjang
4. Aset Lain-lain
Jumlah

30 Juni 2012
(Unaudited)
161.053.702.546
231.072.760.588
393.141.825.260
19.490.266.199.752
20.275.534.488.146

31 Desember 2011
(Audited)
157.010.079.393
232.701.379.846
396.925.080.510
19.184.237.469.134
19.970.874.008.883

Nilai Penyisihan Piutang Tidak Tertagih pada Aset Lainnya tersebut diakui sebagai pengurang
nilai Piutang yang disajikan pada Aset Lainnya.
- Penyisihan Piutang Tidak Tertagih pada Tagihan TP/TGR sebesar Rp161.053.702.546
dapat dilihat pada Daftar 18.
- Penyisihan Piutang Tidak Tertagih pada Penerusan Pinjaman sebesar
Rp231.072.760.588 merupakan Penyisihan Penerusan Pinjaman pada BA 999.04.
- Penyisihan Piutang Tidak Tertagih pada Piutang Jangka Panjang sebesar
Rp393.141.825.260 merupakan Penyisihan pada Piutang Jangka Panjang Kementerian
Kehutanan sebesar Rp378.242.973.631 dan pada Piutang Jangka Panjang BA 999.04
sebesar Rp14.898.851.629.

Catatan atas Laporan Keuangan - 107-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
- Penyisihan Piutang Tidak Tertagih pada Aset Lain-lain sebesar Rp19.490.266.199.752
merupakan Penyisihan Aset Lain-lain pada BA 999.04.
C.2.29. Utang Perhitungan Fihak Ketiga (PFK)
Utang PFK Rp1,83 triliun

Utang PFK per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 sebesar Rp1.827.764.526.266 dan
Rp1.755.574.696.265 merupakan selisih antara Penerimaan Potongan PFK dan Pengeluaran
Pembayaran kepada pihak ketiga, dengan rincian sebagai berikut (dalam Rp):
Uraian
PFK 10% Gaji PNS
PFK 2% Gaji Terusan
PFK 2% Iuran Kes. Pemda
PFK 2% As. Bidan/Dokter PTT
PFK 2% Askes TNI/Polri
PFK Lain-Lain
PFK Bulog
JUMLAH

31 Desember 2011
1.389.849.005.229
(2.278.871.544)
318.355.798.664
4.921.120.354
(353.961.532)
28.023.085.835
17.058.519.259
1.755.574.696.265

Transaksi Semester I Tahun 2012
Penerimaan
8.905.606.020.408
2.087.627.071
1.146.050.590.541
5.465.143.858
0
188.506.358.363
117.274.713.037
10.364.990.453.278

30 Juni 2012 *)

Pengeluaran
8.739.280.600.580
5.397.798.692
1.217.725.806.173
10.701.217.212
0
194.302.171.776
125.393.028.844
10.292.800.623.277

1.556.174.425.057
(5.589.043.165)
246.680.583.032
(314.953.000)
(353.961.532)
22.227.272.422
8.940.203.452
1.827.764.526.266

C.2.30. Utang Kepada Pihak Ketiga
Utang Kepada Pihak
Ketiga Rp21,96 triliun

Jumlah Utang Kepada Pihak Ketiga per 30 Juni 2012 dan31 Desember 2011 sebesar
Rp21.958.416.234.757 dan Rp31.780.634.369.020 merupakan kewajiban Pemerintah atas
barang yang telah diterima dari pihak ketiga dan kewajiban Pemerintah lainnya kepada pihak
ketiga namun sampai dengan tahun anggaran berakhir belum dibayar, dengan rincian sebagai
berikut(dalam Rp):

Utang Kepada Pihak Ketiga
K/L
BUN
Jumlah

30 Juni 2012
(Unaudited)
10.187.486.649.882
11.770.929.584.875
21.958.416.234.757

31 Desember
2011(Audited)
8.854.090.097.568
22.926.544.271.452
31.780.634.369.020

1. Utang kepada Pihak Ketiga yang berada di K/L sebesar Rp10.187.486.649.882 antara
lain berupa dana yang harus dibayarkan atas pekerjaan gedung dan pembelian peralatan
dan mesin, honor yang belum dibayarkan kepada pegawai, keterlambatan penagihan dari
pihak ketiga, dan lain-lain. Rincian utang kepada pihak ketiga dapat dilihat pada Daftar
23.
2. Utang kepada pihak ketiga yang berada di BUN sebesar Rp11.770.929.584.875, terdiri
dari (dalam Rp):
Utang Kepada Pihak Ketiga
BA 999.05
BA 999.08
BA 999.99 (Transaksi Khusus)
Utang terkait Retur SP2D
Jumlah

30 Juni 2012
(Unaudited)
8.731.368.294.268
2.112.124.432.684
927.436.857.923
11.770.929.584.875

31 Desember
2011(Audited)
18.292.725.677.411
3.495.984.368.048
1.137.834.225.993
22.926.544.271.452

a. Utang pada BA 999.05 (Utang Transfer ke Daerah) merupakan utang kekurangan
Transfer ke Daerah Dana Bagi Hasil yang belum dibayarkan kepada pemda penerima.
Rincian Utang Transfer ke Daerah dan kekurangan dana bagi hasil yang belum
dibayarkan sebesar Rp8.731.368.294.268, adalah sebagai berikut(dalam Rp):

Catatan atas Laporan Keuangan - 108-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)

No
1.
2.
3.
4.
5.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.

Jenis Kewajiban
Kurang Salur DBH BP PBB 2009, 2010, dan 2011
Kurang Salur DBH PBB TA 2011
Kurang Salur DBH PBB TA 2010
Kurang Salur DBH BPHTB TA 2010
Kurang Salur DBH CHT 2010
Kewajiban Transfer Diestimasi DBH SDA Migas
Kewajiban Transfer Diestimasi DBH SDA Pertambangan Umum
Kewajiban Transfer Diestimasi DBH SDA Kehutanan
Kewajiban Transfer Diestimasi DBH SDA Panas Bumi
Kewajiban Transfer Diestimasi DBH SDA Perikanan
Kewajiban Transfer Diestimasi DBH PPh TA 2008-2010
Kewajiban Transfer DiestimasiDBH Pajak TA 2011
Kewajiban Transfer DiestimasiDBH CHT TA 2011
Total

Jumlah
7.702.831.805
153.695.463.167
46.852.747.492
238.813.021.056
48.725.346.608
3.837.974.325.181
700.000.145.345
24.470.448.544
24.569.958.275
6.476.333.602
2.679.064.626.378
871.438.363.103
91.584.683.712
8.731.368.294.268

b. Jumlah Utang Kepada Pihak Ketiga pada BA 999.08 (Belanja Lain-lain) per 30 Juni
2012 adalah sebesar Rp 2.112.124.432.684 merupakan kewajiban BNPB yang harus
dibayarkan kepada BPBD sehubungan dengan pelaksanaan Rehabilitasi dan
Rekonstruksi (RR) yang dilaksanakan di daerah-daerah sesuai dengan Peraturan
Direktur Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan Nomor PER-63/PB/2011
tanggal 29 September 2011.
c. Utang pada BA 999.99 (Transaksi Khusus) berada di BAPERTARUM tidak disajikan
lagi dalam neraca. Lihat Catatan Penting Lainnya.
d. Utang Kepada Pihak Ketiga terkait Retur SP2D merupakan utang yang timbul kepada
pihak ketiga karena terjadinya Penerimaan Non Anggaran Pihak Ketiga karena
kesalahan rekening yaitu retur SP2D sebesar Rp927.436.857.923. Jumlah ini berasal
dari Utang Tahun 2010 sebesar Rp1.137.834.225.993 ditambah penerimaan Non
Anggaran Pihak Ketiga karena kesalahan rekening tahun berjalan sebesar
Rp1.506.591.716.627 dikurangi pengeluaran Non Anggaran Pihak Ketiga karena
kesalahan rekening sebesar Rp1.714.048.434.221 serta Koreksi Pemindahbukuan
sebesar Rp2.940.650.476. Catatan D.2.2. Pada tahun 2010, Utang terkait Retur
SP2D terdapat pada Rekening BUN di BI dan Rekening Retur.

C.2.31. Utang Kelebihan Pembayaran Pendapatan
Utang Kelebihan
Pembayaran Pendapatan
Rp5,42 triliun

Jumlah Utang Kelebihan Pembayaran Pendapatan per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011
sebesar Rp5.423.360.174.458 dan Rp704.437.258.982 merupakan kewajiban Pemerintah
atas kelebihan pembayaran pendapatan yang dilakukan oleh penyetor namun sampai dengan
tahun anggaran berakhir belum dibayar oleh Pemerintah dengan rincian sebagai berikut(dalam
Rp):
Uraian
SPM-KP yang belum diterbitkan SP2D-nya
pada Kementerian Keuangan
Kelebihan atas pembayaran Jasa
Kenavigasian oleh PT Admiral Lines pada
Kementerian Perhubungan
Utang kelebihan pembayaran pendapatan pada
Kementerian Agama
Kelebihan Pendapatan Dividen Interim BUMN
(BA 999.03)
Jumlah

30 Juni 2012
(Unaudited)

31 Desember
2011(Audited)

5.423.244.071.070

704.320.653.776

116.103.388

116.103.388

-

501.818

5.423.360.174.458

704.437.258.982

Catatan atas Laporan Keuangan - 109-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)

Kelebihan Pendapatan Dividen Interim BUMN (BA 999.03) untuk tahun 2011 disajikan
sebagai Pendapatan Diterima di Muka.

C.2.32. Bagian Lancar Utang Jangka Panjang
Bagian Lancar Utang
Jangka Panjang Rp60,16
triliun

Jumlah Bagian Lancar Utang Jangka Panjang per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011
sebesar Rp60.158.835.260.929 dan Rp106.777.089.696.825 merupakan utang Pemerintah
yang diperhitungkan akan dibayar atau jatuh tempo 1 (satu) tahun setelah tanggal neraca,
yang terdiri dari (dalam Rp):
Bagian Lancar Utang Jangka Panjang
Bagian Lancar Utang Luar Negeri:
BA 999.01
BA 999.08
Subtotal
Bagian Lancar Utang Dalam Negeri:
BA 999.01 - Surat Berharga Negara
(SBN)
BA 999.01 - Pinjaman Dalam Negeri
Utang pada POLRI
Subtotal
Jumlah

30 Juni 2012
(Unaudited)

31 Desember
2011(Audited)

-

48.296.753.806.497
48.296.753.806.497

60.158.800.142.929

58.344.607.418.456

35.118.000
60.158.835.260.929
60.158.835.260.929

135.658.235.872
70.236.000
58.480.335.890.328
106.777.089.696.825

Bagian Lancar SBN yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun adalah dengan rincian
sebagai berikut (dalam Rp):
Jenis SBN
Fixed Rate Bonds
Nominal
Unamortized Premium (Discount)
Nilai bersih (nilai buku)
II. Variable Rate
Nominal
Unamortized Premium (Discount)
Nilai bersih (nilai buku)
III. Surat Utang Pemerintah kepada BI
Nominal yg harus diamortisasi
Accrued Indexation
Nilai bersih (nilai buku)
IV. ORI
Nominal
Unamortized Premium (Discount)
Nilai bersih (nilai buku)
V. ZERO COUPON
Nominal
Unamortized Premium (Discount)
Nilai bersih (nilai buku)
Total SBN (I + II + III+IV+V)

30 Juni 2012
(Unaudited)

31 Desember
2011(Audited)

40.906.020.000.000
(16.389.958.000)
40.889.630.042.000

27.683.468.000.000
(67.374.007.000)
27.616.093.993.000

4.368.483.000.000
4.368.483.000.000

4.368.483.000.000
4.368.483.000.000

4.394.043.453.929
4.394.043.453.929

4.184.803.289.456
4.184.803.289.456

8.186.730.000.000
8.186.730.000.000

21.026.495.000.000
21.026.495.000.000

2.512.000.000.000
(192.086.353.000)
2.319.913.647.000
60.158.800.142.929

1.249.000.000.000
(100.267.864.000)
1.148.732.136.000
58.344.607.418.456

I.

Catatan:
- Fixed Rate Bond terdiri dari 4 seri Fixed Rate Bond;
- ORI terdiri dari 2 seri, yaitu ORI003 dan ORI004;
- Surat Utang Pemerintah (SUP) kepada BI terdiri dari SU-002, SU-004 dan SU-007

Catatan atas Laporan Keuangan - 110-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Rincian lebih lanjut Bagian Lancar Utang Obligasi Dalam Negeri dapat dilihat pada Daftar
24.A.
Bagian Lancar Pinjaman Dalam Negeri merupakan bagian lancar pinjaman antara Pemerintah
RI sebagai penerima pinjaman dengan PT BNI Persero dan PT BRI Persero dalm rangka
pengadaaan Alutsista pada Kementerian Pertahanan dan POLRI.
Bagian Lancar Utang pada POLRI merupakan bagian lancar atas utang terkait perolehan
kendaraan pada BLU di POLRI.
C.2.33. Utang Biaya Pinjaman
Utang Biaya Pinjaman
Rp22,47 triliun

Jumlah Utang Biaya Pinjaman per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 sebesar
Rp22.466.264.082.511 dan Rp21.924.038.335.465 merupakan utang bunga yang belum
dibayar sampai dengan tanggal neraca, yang terdiri dari (dalam Rp):
Uraian
Utang Bunga Obligasi dan Bunga Pinjaman DN
Utang Bunga Pinjaman LN
Jumlah

30 Juni 2012
(Unaudited)
20.208.517.639.901
2.257.746.442.610
22.466.264.082.511

31 Desember
2011(Audited)
19.275.822.333.294
2.648.216.002.171
21.924.038.335.465

Penjelasan masing-masing Utang Bunga adalah sebagai berikut:
Utang Bunga Obligasi
dan pinjaman dalam
negeri

1. Utang Bunga Obligasi dan Bunga Pinjaman Dalam Negeri (DN) per 30 Juni 2012 dan 31
Desember 2011 sebesar Rp20.208.517.639.901 dan Rp19.275.822.333.294 dapat
dirinci sebagai berikut (dalam Rp):
Uraian
Fixed Rate Bonds
ORI
SBSN
Variable Rate Bonds
SUP kepada BI
SBN Valas
Pinjaman Dalam Negeri
Jumlah

30 Juni 2012
(Unaudited)
13.370.835.213.723
111.261.557.755
1.098.520.514.890
502.528.709.288
80.954.318.203
5.044.024.099.665
393.226.377
20.208.517.639.901

31 Desember
2011(Audited)
13.328.508.988.302
180.003.432.785
796.615.939.740
723.777.587.150
82.027.721.892
4.163.545.829.445
1.342.833.980
19.275.822.333.294

Rincian lebih lanjut Utang Bunga Obligasi dapat dilihat pada Daftar 24.B.
Utang Bunga Pinjaman
Luar Negeri

2. Utang Bunga Pinjaman Luar Negeri per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 sebesar
Rp2.257.746.442.610 dan Rp2.648.216.002.171 dapat dirinci sebagai berikut (dalam
Rp):
Uraian
Utang Bilateral
Kredit Komersial
Kredit Ekspor
Multilateral
Jumlah

30 Juni 2012
(Unaudited)
1.199.154.504.308
658.730.478.246
339.097.218.772
60.764.241.284
2.257.746.442.610

31 Desember
2011(Audited)
1.233.987.416.238
59.850.881.093
394.040.640.947
960.337.063.893
2.648.216.002.171

Catatan atas Laporan Keuangan - 111-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
C.2.34. Utang Subsidi
Utang Subsidi Rp12,51
triliun

Jumlah Utang Subsidi per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 adalah sebesar
Rp12.508.487.547.566 dan Rp29.767.908.989.742, yang terdiri dari (dalam Rp):
30 Juni 2012
(Unaudited)

31 Desember
2011(Audited)

7.310.728.671.630
3.409.633.357.883
1.788.125.518.053
-

4.221.221.930.818
12.101.668.180.781
8.966.000.950.449
4.077.250.619.191
401.767.308.503

12.508.487.547.566

29.767.908.989.742

Uraian
Utang SubsidiPSO yang Belum Disalurkan
(BULOG, PT Pelni, PT KAI, PT Pos)
Utang Subsidi Listrik
Utang Subsidi BBM dan LPG
Utang Subsidi Pupuk dan Benih
Utang Subsidi Bunga Kredit Program KLBI
Jumlah

Penjelasan masing-masing Utang Subsidi adalah sebagai berikut:
1. Utang Subsidi pada Kementerian Keuangan per 30 Juni 2012 sebesar
Rp10.720.362.029.513 terdiri dari:
a. Utang Subsidi Listrik kepada PT PLN (Persero) sebesar Rp7.310.728.671.630 yang
merupakan kekurangan subsidi listrik tahun 2011 (hasil audit BPK RI) dengan
penjelasan sebagai berikut:
Uraian
Hasil Audit Subsidi Listrik Tahun 2011 (BPK)
Pembayaran Subsidi listrik Tahun 2011
Jumlah

Jumlah
93.177.740.344.800
(85.867.011.673.170)
7.310.728.671.630

b. Utang Subsidi BBM dan LPG kepada pihak ketiga sebesar Rp3.409.633.357.883
yang berasal dari saldo utang subsidi BBM dan LPG TA 2010 hasil audit BPK RI dan
tagihan subsidi BBM Jenis Tertentu dan LPG Tabung 3 Kg TA 2012 yang masih
outstanding. Adapun rincian utang tersebut adalah:
Uraian
Utang subsidi hasil audit BPK TA 2010
Utang tagihan subsidi TA 2012 outstanding
Jumlah

Jumlah
706.931.193.991
2.702.702.163.892

3.409.633.357.883

2. Utang Subsidi pada Kementerian Pertanian per 30 Juni 2012 sebesar
Rp1.788.125.518.053 merupakan Utang Pemerintah kepada BUMN Operator Subsidi
Pupuk yang terdiri dari :
a. Kekurangan bayar subsidi pupuk kepada PT Pupuk Kalimantan Timur berdasarkan
hasil audit BPK No.18/AUDITAMA/VII/PDTT/07/2011 sebesar Rp84.228.013.923
b. Kekurangan pembayaran subsidi pupuk tahun 2011 senilai Rp1.703.897.504.130
berdasarkan hasil audit BPK RI TA 2011 kepada Produsen termasuk pajak:
Uraian
PT Pupuk Sriwijaya Palembang
PT Pupuk Kaltim
PT Pupuk Iskandar Muda
PT Petrokimia Gresik
Jumlah

Jumlah
18.132.316.192,80
811.832.392.822,45
155.436.631.292,38
718.496.163.822,67

1.703.897.504.130,30

Catatan atas Laporan Keuangan - 112-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
C.2.35. Utang SBN Jangka Pendek
Utang SBN Jangka
Pendek Rp41,13 triliun

Jumlah SBN Jangka Pendek per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 adalah sebesar
Rp41.126.751.920.000 dan Rp39.408.181.897.000, merupakan instrumen utang jangka
pendek yang diterbitkan dengan diskonto yang akan jatuh tempo kurang dari satu tahun. SBN
Jangka Pendek ini terdiri dari utang Surat Perbendaharaan Negara (SPN) sebesar
Rp27.672.358.881.000, Utang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) jangka Pendek Rupiah
sebesar Rp12.283.860.000.000 dan SPN Syariah Rupiah sebesar Rp1.170.533.039.000.
Sampai akhir tahun 2011, terdapat 15 (lima belas) seri SPN dan 2 (dua) SBSN. Rincian SBN
Jangka Pendek dapat dilihat dalam Daftar 25.
C.2.36. Pendapatan Diterima di Muka

Pendapatan Diterima
Dimuka Rp4,91 triliun

Jumlah Pendapatan Diterima di Muka per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 sebesar
Rp4.910.901.258.813 dan Rp8.639.914.082.680 merupakan pendapatan yang sudah masuk
ke kas Negara, namun barang/jasa belum diserahkan kepada pihak ketiga. Sebagian besar
saldo Pendapatan Diterima di Muka per 30 Juni 2012 berasal dari Kementerian Komunikasi
dan Informatika sebesar Rp4.733.534.984.998 yang merupakan pendapatan terkait izin
spektrum/frekuensi. Rincian Pendapatan Diterima di Muka adalah sebagaimana pada Daftar
23.
C.2.37. Utang Jangka Pendek Lainnya

Utang Jangka Pendek
Lainnya Rp24,82 triliun

Jumlah Utang Jangka Pendek Lainnya per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 adalah
sebesar Rp24.820.370.658.247 dan Rp5.687.100.837.136, dengan rincian sebagai berikut
(dalam Rp):
Uraian
1. MA
2. Kementerian Pertahanan
3. Kementerian Hukum dan HAM
4. Kementerian Keuangan
5. Kementerian Pertanian
6. Kementerian Pendidikan Nasional
7. Kementerian Kesehatan
8. Kementerian Agama
9. Kementerian Pekerjaan Umum
10. Dewan Ketahanan Nasional
11. BKKBN
12. KPU
13. Kementerian Perumahan Rakyat
14. BPLS
15. BA 999.03
16. BA 999.99
17. Kewajiban terkait Rekening Migas

30 Juni 2012
(Unaudited)
19.353.443.716
4.155.000
33.010.000
35.941.709.112
683.652.194
5.203.602
13.764.632.741
1.412.955
29.283.715.328
39.174.191.965
127.053.311.464
24.555.072.220.170

31 Desember
2011(Audited)
3.000.000
35.170.771.795
9.578.250
4.155.000
16.000.000
33.980.928.430
580.449.931
36.373.668
14.766.663.694
107.425.414
10.456.764
6.699.168
1.333.290
29.321.813.475
39.174.191.965
212.347.602.839
5.321.563.393.453

Jumlah

24.820.370.658.247

5.687.100.837.136

Utang Jangka Pendek Lainnya pada BA 999.03 merupakan Utang Promissory Notes yang
terkait dengan penyertaan Pemerintah pada lembaga-lembaga keuangan internasional yang
belum dibayar yang akan jatuh tempo dalam jangka waktu satu tahun setelah tanggal neraca.
Promissory Notes sebesar Rp39.174.191.965 adalah yang akan dibayarkan kepada
International Bank for Reconstruction and Development (IBRD) padatahun 2012.

Catatan atas Laporan Keuangan - 113-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Utang Jangka Pendek Lainnya pada BA 999.99 per 30 Juni 2012 sebesar
Rp127.053.311.464 terdiri dari:
Uraian
1. Kekurangan droping belanja pensiun ke PT Taspen, Juni 2012
2. Imbalan jasa/fee bank/pos yang belum dibayarkan
Jumlah

Jumlah (Rp)
15.248.601.139
111.804.710.325
127.053.311.464

Kewajiban terkait Rekening Migas (No.600.000411.980) 30 Juni 2012 sebesar
Rp24.555.072.220.170 merupakan estimasi kewajiban kontraktual Pemerintah yang harus
dibayarkan dalam rangka pelaksanaan kontrak kerjasama dengan KKKS berupa DMO fee, dan
pengembalian (reimbursement) PPN dan PBB. Total saldo penerimaan migas yang berada di
rekening 600.000411.980 per 30 Juni 2012 adalah sebesar Rp40.096.411.933.597.
Berdasarkan hasil verifikasi, jumlah yang diestimasi akan dibayarkan kepada KKKS adalah
sebesar Rp24.555.072.220.170 dan sisanya sebesar Rp15.541.339.713.427 yang sudah
dapat diperhitungkan menjadi hak Negara disajikan sebagai Pendapatan yang Ditangguhkan.
Rincian kewajiban Pemerintah kepada KKKS adalah (dalam Rp):
Uraian
Fee Penjualan PT Pertamina (Persero)
DMO Fee dan Fee lainnya
DMO Fee PT Pertamina EP
Underlifting KKKS
Underlifting PT. Pertamina EP
Underlifting PT. PHE
Reimbursment PPN
PDRD
Retur atas penyelesaian kewajiban kontraktual
pemerintah yang belum dibayarkan kembali
PBB Migas
Jumlah

30 Juni 2012
(Unaudited)

3.851.874.314.169
2.335.655.653.602
4.626.689.643.254
205.429.959.960
1.602.668.703
2.721.715.989.609
11.638.990.873

31 Desember
2011(Audited)
2.311.460.414.904
1.049.837.098.783
811.426.338.364
574.361.770
957.364.561.751
3.911.179.881

10.800.465.000.000
24.555.072.220.170

186.989.438.000
5.321.563.393.453

C.2.38. Utang Jangka Panjang Dalam Negeri Surat Berharga Negara
Utang Jangka Panjang
DN SBN Rp1.214,98
triliun

Jumlah Utang Jangka Panjang Dalam Negeri Surat Berharga Negara per 30 Juni 2012 dan 31
Desember 2011 sebesar Rp1.214.975.714.067.807 dan Rp1.085.324.545.750.551
merupakan posisi utang dalam bentuk SBN yang akan jatuh tempo lebih dari 1 (satu) tahun
setelah tanggal neraca. Utang Jangka Panjang Dalam Negeri SBN per 30 Juni 2012 ini terdiri
dari SBN Berdenominasi dalam rupiah sebesar Rp969.839.850.455.807 dan SBN
Internasional (valas) sebesar Rp245.135.863.612.000.
Rincian Utang Jangka Panjang Dalam Negeri SBN adalah sebagai berikut (dalam Rp):
Jenis SBN
I. Fixed Rate Bonds
Principle Outstanding
Unamortized Premium (Discount)
Nilai Bersih (Nilai Buku)
II. ORI
Principle Outstanding
Unamortized Premium (Discount)
Nilai Bersih (Nilai Buku)
III. Zero Coupon Bonds
Principle Outstanding
Unamortized Premium (Discount)

30 Juni 2012
(Unaudited)

31 Desember
2011(Audited)

499.825.996.000.000
2.457.070.160.000
502.283.066.160.000

446.842.288.000.000
(4.169.639.225.000)
442.672.648.775.000

21.587.875.000.000
21.587.875.000.000

21.589.875.000.000
21.589.875.000.000

-

1.263.000.000.000
(104.765.143.000)

Catatan atas Laporan Keuangan - 114-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Nilai Bersih (Nilai Buku)
IV. Variable Rate Bonds
Principle Outstanding
Unamortized Premium (Discount)
Nilai Bersih (Nilai Buku)
V. Surat Utang Pemerintah kepada BI
Principle Outstanding
Unamortized Premium (Discount)
Nilai Bersih (Nilai Buku)
VI. SBSN
Principle Outstanding
Unamortized Premium (Discount)
Nilai Bersih (Nilai Buku))
Subtotal SBN Denominasi Rupiah
VII. Obligasi Negara dalam Valas
Principles Outstanding
Accrued Indexation
Net Unamortized Premium (Discount)
Subtotal Obligasi Negara dalam (Valas
Total SBN Jangka Panjang

-

1.158.234.857.000

125.404.933.000.000
125.404.933.000.000

130.694.933.000.000
130.694.933.000.000

238.201.026.451.807
238.201.026.451.807

240.451.634.074.551
240.451.634.074.551

82.521.915.000.000
(158.965.156.000)
82.362.949.844.000
969.839.850.455.807

52.552.970.000.000
300.326.346.000
52.853.296.346.000
889.420.622.052.551

246.284.025.201.573
(1.711.175.201.573)
563.013.612.000
245.135.863.612.000
1.214.975.714.067.807

207.278.012.102.053
(11.648.212.102.053)
274.123.698.000
195.903.923.698.000
1.085.324.545.750.551

Catatan:
Fixed Rate Bonds terdiri dari 34 seri dengan masa jatuh tempo tahun 2012 – 2041.
ORI terdiri dari 3 seri dengan masa jatuh tempo tahun 2012 – 2013.
Zero Coupon Bonds terdiri dari 2 seri dengan masa jatuh tempo tahun 2012 dan 2013.
Variable Rate Bonds terdiri dari 14 seri, dengan masa jatuh tempo tahun 2012 – 2020.
Fixed Rate Bonds, ORI, Zero Coupon Bonds, dan Variable Rate Bonds diperdagangkan dan
dipindahtangankan kepemilikannya di pasar sekunder.
• Surat Utang Pemerintah (SUP) kepada Bank Indonesia (BI) terdiri dari SU002, SU004, SU007 dan
SRBI01, dengan masa jatuh tempo tahun 2025 – 2033. SUP tidak dapat diperdagangkan (nontradable).
• Pelunasan SRBI dapat bersumber dari surplus BI yang menjadi bagian Pemerintah dan akan
dilakukan apabila rasio modal terhadap kewajiban moneter BI telah mencapai di atas 10%. Dalam
hal rasio modal terhadap kewajiban moneter BI kurang dari 3%, maka Pemerintah akan membayar
charge kepada BI sebesar kekurangan dana yang diperlukan untuk mencapai rasio modal tersebut.
• SBSN terdiri dari 9 seri fixed rate dengan masa jatuh tempo tahun 2013 – 2036, 6 seri SDHI
dengan masa jatuh tempo 2012-2021 dan 2 seri Sukuk Ritel (SR-001 dan SR-002) dengan dengan
masa jatuh tempo tahun 2013 -2014.




• Obligasi Negara dalam Valas terdiri dari 12 seri berdenominasi USD dengan masa jatuh tempo tahun
2014 – 2038, 2 seri berdenominasi JPY yang jatuh tempo tahun 2019 dan 2020, dan 1 seri SBSN
berdenominasi USD yang jatuh tempo tahun 2014.

Rincian Utang Obligasi Dalam Negeri Jangka Panjang dapat dilihat pada Daftar 26.

Catatan atas Laporan Keuangan - 115-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
C.2.39. Utang Kepada Dana Pensiun dan THT
Utang Kepada Dana
Pensiun dan THT
Rp11,82 triliun

Utang Kepada Dana Pensiun dan Tabungan Hari Tua (THT) per 30 Juni 2012 dan 31
Desember 2011 sebesar Rp11.822.231.724.875 dan Rp11.822.231.724.875 merupakan
kewajiban Pemerintah terhadap Program Dana Pensiun dan THT akibat kenaikan gaji PNS
tahun 2007, 2008, 2009, 2010, dan 2011 dengan rincian sebagai berikut:
Uraian
Unfunded Liability akibat PP No. 9 Tahun 2007
Unfunded Liability akibat PP No. 14 Tahun 2008
Unfunded Liability akibat PP No. 8 Tahun 2009
Unfunded Liability akibat PP No. 25 Tahun 2010
Unfunded Liability akibat PP No.11 Tahun 2011
Jumlah

Jumlah (Rp)
1.638.443.906.070
2.450.505.392.359
3.024.845.340.493
1.275.570.232.079
3.432.866.853.874
11.822.231.724.875

Nilai Unfunded Liability atas Program THT sebesar Rp11.822.231.724.875 merupakan nilai
yang ditetapkan PT Taspen per 30 Juni 2012. Pemerintah dapat menyesuaikan besaran
Unfunded Liability tersebut. Pelunasan Unfunded Liability akan dilakukan Pemerintah apabila
dinilai perlu setelah dilakukan:
a. Audit menyeluruh (due diligence) atas PT Tapen (Persero) oleh auditor dan aktuaris
independen; dan
b. Pemisahan kekayaan dan kewajiban Program THT non-PNS dari kekayaan dan kewajiban
Program THT PNS sesuai dengan PMK No. 79/PMK.010/2011 tentang Kesehatan
Keuangan Badan Penyelenggara Program Tabungan Hari Tua PNS.
C.2.40. Utang Jangka Panjang Dalam Negeri Perbankan
Utang Jangka Panjang
DN Perbankan Rp1,23
triliun

Jumlah Utang Jangka Panjang Dalam Negeri Perbankan per 30 Juni 2012 dan 31 Desember
2011 adalah sebesar Rp1.226.793.895.791 dan Rp877.330.765.232. Utang tersebut
merupakan utang dalam negeri perbankan (BUMN) yang akan jatuh tempo lebih dari 1 (satu)
tahun setelah tanggal neraca. Utang tersebut adalah pinjaman antara Pemerintah RI sebagai
penerima pinjaman dengan PT. BNI Persero dan PT. BRI Persero dalm rangka pengadaaan
Alutsista pada Kementerian Pertahanan dan POLRI.
C.2.41. Utang Jangka Panjang Dalam Negeri Lainnya

Utang Jangka Panjang
DN Lainnya Rp5,03
triliun

Utang Jangka Panjang Dalam Negeri Lainnya per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011
adalah sebesar Rp5.033.073.827.744 dan Rp5.033.082.825.744, yang terdiri dari:
Jenis Utang
Utang Pemerintah Indonesia kepada BI dalam
rangka Penyertaan pada Lembaga Keuangan
Internasional
Kewajiban Kontinjensi atas Risk Sharing
Kredit Program Kredit Usaha Tani (KUT)
Tahun Penyediaan (TP) 1998/1999
Utang Jangka Panjang dalam Negeri Lainnya
pada K/L
Jumlah

30 Juni 2012
(Unaudited)
2.826.956.396.636

31 Desember
2011(Audited)
2.826.956.396.636

1.911.927.727.159

1.911.927.727.159

294.189.703.949

294.198.701.949

5.033.073.827.744

5.033.082.825.744

• Utang Pemerintah Indonesia kepada BI dalam rangka Penyertaan pada Lembaga
Keuangan Internasional
Dalam rangka penyertaan Pemerintah pada lembaga keuangan internasional, sejak tahun

Catatan atas Laporan Keuangan - 116-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
1972 s.d. 1999, Bank Indonesia (BI) atas nama Pemerintah juga telah melakukan
pembayaran secara tunai atas penyertaan Pemerintah pada lembaga keuangan
internasional. Jumlah yang telah dibayarkan oleh BI adalah sebesar
Rp2.826.956.396.635, termasuk diantaranya Rp2.764.860.843.169 kepada IMF.
Pembayaran oleh BI dilakukan sebelum terbit UU No. 23 Tahun 1999 tentang BI. BI
mencatat pembayaran tersebut sebagai dana talangan/piutang kepada Pemerintah.
Pemerintah belum menyepakati nilai dan status dana talangan/piutang tersebut.
Pemerintah mengusulkan kepada BI, agar dana talangan/piutang tersebut dihapuskan dan
tidak ditagihkan kepada Pemerintah. Terkait dengan itu, Menteri Keuangan telah
mengirim surat kepada BI beberapa kali, terakhir dengan surat No. S-08/MK.11/2010
tanggal 9 Maret 2010 untuk meminta jawaban mengenai penyelesaian status dana
talangan sesuai dengan usulan Pemerintah agar dapat dihapuskan. Kementerian
Keuangan telah melakukan pertemuan dengan BI pada tanggal 7 Mei 2010, dan sesuai
kesepakatan dilakukan beberapa langkah berikut: (1) Pemerintah dan BI melakukan
verifikasi atas seluruh data dan transaksi dan talangan tersebut untuk memastikan
jumlah dan status klaim BI; (2) Bila status dan jumlah dana talangan tersebut telah
disepakati bersama, maka Pemerintah dan BI akan segera melakukan langkah
penyelesaian status dana talangan.
Pemerintah dan BI telah melakukan verifikasi atas dana talangan tersebut, dan disepakati
bahwa jumlah sebesar Rp2.780.599.599.504 telah didukung dengan data dan dokumen
yang memadai yaitu Rekening Koran, Warkat transaksi, Surat dari BI ke Kementerian
Keuangan dan sebaliknya, faksimili, SWIFT, dan Teleks. Sementara untuk jumlah
Rp46.356.797.131 hanya didukung rekening koran. Pemerintah dan Bank Indonesia
hingga saat ini terus melakukan pembahasan terkait nilai dana talangan tersebut dan opsi
penyelesaian yang akan diambil atas permasalahan dana talangan tersebut.
• Kewajiban Kontinjensi atas Risk Sharing Kredit Program KUT TP 1998/1999
Kredit Usaha Tani (KUT) adalah salah satu skim Kredit Likuiditas Bank Indonesia (KLBI)
berupa pemberian kredit modal kerja yang diberikan BI kepada bank pelaksana untuk
disalurkan kepada petani yang tergabung dalam kelompok tani melalui koperasi
primer/LSM guna membiayai usaha taninya dalam rangka intensifikasi padi, palawija, dan
holtikultura. Terdapat 2 (dua) pola dalam penyaluran KUT, yaitu pola executing dan pola
channeling. Penyaluran KUT TP 1998/1999 dilakukan dengan pola channeling yakni bank
pelaksana terbatas hanya sebagai penyalur (agen channeling) ke Koperasi/LSM.
Sedangkan Koperasi/LSM bertindak sebagai executing yang bertanggung jawab atas
penyaluran dan pelunasan KUT kepada dan dari kelompok tani.
Berdasarkan Surat Menteri Keuangan Nomor S-628/MK.017/1998 tanggal 7 Desember
1998, pembagian risk sharing atas tunggakan KUT tersebut yaitu sebesar 52,25%
ditanggung Pemerintah, sebesar 42,75% ditanggung Bank Indonesia, dan sebesar 5,00%
ditanggung Perum Jamkrindo.
Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan BPK Nomor 091/LHP/XV/12/2010 tanggal 31
Desember 2010 diketahui bahwa realisasi penyaluran KUT TP 1999/1998 adalah sebesar
Rp7.677.429.744.359,79, terdapat pelunasan (BI mendebet rekening giro bank
pelaksana di BI) sebesar Rp1.968.960.319.699,61, sehingga masih terdapat tunggakan
sebesar Rp5.708.469.424.660,18. Dari tunggakan tersebut terdapat nilai yang belum
disepakati berupa penyaluran tidak didukung dokumen lengkap sebesar
Rp1.539.052.034.110,09 dan tunggakan yang tidak didukung Rencana Definitif
Kebutuhan Kelompok (RDKK) sebesar Rp510.225.568.235,53. Dengan demikian,
estimasi tunggakan yang dapat diperhitungkan untuk risk sharing adalah sebesar
RpRp3.659.191.822.314,56. Risk sharing yang ditanggung Pemerintah adalah sebesar
52,25%, sehingga Pemerintah mengakui adanya Kewajiban Kontinjensi atas Risk Sharing
Catatan atas Laporan Keuangan - 117-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Kredit Program KUT TP 1998/1999
(52,25%xRp3.659.191.822.314,56).

sebesar

Rp1.911.927.727.159,36

Pemerintah dapat menyesuaikan nilai Kewajiban Kontinjensi atas Risk Sharing Kredit
Program. Dalam rangka penyelesaian kewajiban risk sharing program KUT, dan sesuai
dengan hasil rapat konsultasi Pemerintah dengan DPR pada tahun 2004, besaran
kewajiban risk sharing KUT tersebut perlu mendapat persetujuan DPR.
• Utang Jangka Panjang dalam Negeri lainnya pada K/L
Utang Jangka Panjang dalam Negeri lainnya pada K/L sebesar Rp adalah utang pada
Kementerian Luar Negeri sebesar Rp105.400.185.359, Kementerian Pendidikan Nasional
sebesar Rp70.531.073.604, Kementerian Kehutanan sebesar Rp118.153.090.986, dan
POLRI sebesar Rp105.354.000.
- Utang pada Kementerian Luar Negeri merupakan sisa cicilan sewa beli yang belum
dibayarkan.
- Utang pada Kementerian Pendidikan Nasional merupakan Utang Jangka Panjang pada
UI sebesar Rp64.239.125.494 dan ITB sebesar Rp6.291.948.110.
- Utang pada Kementerian Kehutanan merupakan utang yang timbul berdasarkan
putusan Mahkamah Agung RI No.1731K/Pdt/2006 tanggal 29 November 2007 yang
memutuskan Tergugat (Menteri Kehutanan) untuk membayar kerugian materiil
sebesar Rp118.153.090.986. Putusan tersebut berdasarkan gugatan dari PT Benua
Indah yang kepada Menteri Kehutanan yang menerbitkan keputusan penghentian
sementara Izin Usaha Industri Primer Hasil Hutan Kayu.
- Utang pada POLRI merupakan utang terkait perolehan kendaraan pada BLU di POLRI.

C.2.42. Utang Jangka Panjang Luar Negeri Perbankan
Utang Jangka Panjang
LN Perbankan Rp623,25
triliun

Jumlah Utang Jangka Panjang Luar Negeri Perbankan per 30 Juni 2012 dan 31 Desember
2011 sebesar Rp623.250.837.697.592 dan Rp571.982.048.619.444 merupakan posisi
utang luar negeri perbankan yang akan jatuh tempo lebih dari satu tahun setelah tanggal
neraca. Rincian Utang Jangka Panjang LN Perbankan adalah sebagai berikut (dalam Rp):
Jenis Utang
Bilateral
Multilateral
Kredit Ekspor
Kredit Komersial
Jumlah

30 Juni 2012
(Unaudited)
328.320.413.930.289
218.726.103.170.818
70.430.913.753.866
5.773.406.842.619
623.250.837.697.592

31 Desember 2011
(Audited)
306.805.893.874.544
197.266.978.813.746
63.382.838.534.316
4.526.337.396.838
571.982.048.619.444

C.2.43. Utang Jangka Panjang Luar Negeri Lainnya
Utang Jangka Panjang
Luar Negeri Lainnya
Rp25,89 triliun

Utang Jangka Panjang Luar Negeri Lainnya per 30 Juni 2012dan 31 Desember 2011 sebesar
Rp25.889.660.831.187 dan Rp25.889.179.304.040, dengan rincian (dalam Rp):

International Monetary Fund
International Development Association
Multilateral Investment Guarantee Agency
Common Fund for Commodities
Total Utang Jangka Panjang Lainnya

30Juni 2012
(Unaudited)

31 Desember 2011
(Audited)

25.871.090.740.489
5.173.139.668
10.759.970.640
2.636.980.390
25.889.660.831.187

25.871.090.740.489
5.173.139.668
10.292.343.224
2.623.080.659
25.889.179.304.040

Catatan atas Laporan Keuangan - 118-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Utang Jangka Panjang Luar Negeri Lainnya adalah dalam bentuk Promissory Notes terkait
dengan Penyertaan Pemerintah Lembaga Keuangan Internasional yang jatuh tempo/dibayar
lebih dari 1 (satu) tahun sejak tanggal laporan, sedangkan yang akan jatuh tempo 1 (satu)
tahun setelah tanggal neraca disajikan sebagai Utang Jangka Pendek Lainnya.
Rekapitulasi Utang Luar Negeri, SBN, dan Promissory Notes
Kenaikan dan penurunan saldo Utang Luar Negeri, SBN, dan Promissory Notes dalam mata
uang Rupiah, serta kenaikan dan penurunan saldo Utang Luar Negeri (tidak termasuk utang
bunga) dalam valuta asing secara keseluruhan disajikan pada Tabel 7 dan Tabel 8.

Tabel 7
Posisi Utang Luar Negeri, SBN, dan Promissory Notes
(Dalam Rp Juta)
Posisi Utang Luar negeri,
SBN, dan PN

Jenis Utang

30 Juni 2012

Utang Luar Negeri (LN):
Utang LN – Bagian Lancar
Utang LN – Jangka Panjang
Utang Bunga LN
Total Utang LN
Surat Berharga Negara (SBN):
Bagian Lancar SBN-Rupiah
SPN
SBSN Jangka Pendek-Rupiah
SBN Jangka Panjang-Rupiah
SBN Jangka Panjang-Valas
SBSN Jangka Panjang-Rupiah
SBSN Jangka Panjang-Valas
Utang Bunga SBN
Total SBN dan Bunga
Promissory Notes (PN):
PN Jangka Pendek
PN Jangka Panjang
Total PN

31 Desember 2011

Kenaikan
(Penurunan)

623.250.837,70
2.257.746,44
625.508.584,14

48.296.753,81
571.982.048,62
2.648.216,00
622.927.018,43

(48.296.753,81)
51.268.789,08
(390.469,56)
2.581.565,71

60.158.800,14
28.842.891,92
12.283.860,00
887.476.900,61
229.493.863,61
82.362.949,84
15.642.000,00
20.208.124,41
1.336.469.390,53

58.344.607,42
30.509.891,90
8.898.290,00
836.567.325,71
180.667.600,00
52.853.296,35
14.962.200,00
19.275.822,33
1.202.079.033,71

1.814.192,72
(1.666.999,98)
3.385.570,00
50.909.574,90
48.826.263,61
29.509.653,49
679.800,00
932.302,08
134.390.356,82

39.174,19
25.889.660,83
25.928.835,02

39.174,19
25.889.179,30
25.928.353,50

481,53
481,53

Tabel 8
Posisi Utang Luar Negeri Menurut Valuta Asing
Posisi Utang Luar negeri
Menurut Valuta Asing

Valuta
ACU
ADB
AUD
CAD
CHF
CNY
DKK
EUR
GBP
JPY
KRW
KWD
SAR
SDR
USD
WBD

30 Juni 2012
298.305.712
118.983.229
351.410.728
143.353.167
256.899.582
1.550.083.480
44.998.025
4.725.084.302
389.039.824
2.421.153.577.595
196.052.332.220
9.452.100
105.203.434
2.198.126.527
23.263.254.610
311.081.987

31 Desember 2011
279.847.434
109.582.229
351.410.728
138.742.057
240.740.150
1.550.083.480
42.745.717
4.429.525.292
363.492.315
2.307.420.817.502
189.956.918.440
8.756.800
100.075.674
2.144.885.272
21.811.471.753
206.130.040

Kenaikan (Penurunan)
18.458.278
9.401.000
4.611.110
16.159.432
2.252.308
295.559.010
25.547.509
113.732.760.093
6.095.413.780
695.300
5.127.760
53.241.255
1.451.782.857
104.951.947

Catatan atas Laporan Keuangan - 119-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
C.2.44. Saldo Anggaran Lebih (SAL) Setelah Penyesuaian
SAL Setelah
Penyesuaian Rp105,23
triliun

Saldo Anggaran Lebih (SAL) setelah penyesuaian Semester I Tahun Anggaran (TA) 2012 dan
TA 2011 adalah sebesar Rp105.225.547.136.640 dan Rp58.656.722.496.062. SAL
Semester I TA 2012 setelah penyesuaian tersebut berasal dari saldo awal SAL TA 2012
sebesar Rp105.089.371.724.754, ditambah selisih lebih kas tahun lalu Rp17.425.252.112,
dan ditambah penyesuaian lainnya sebesar Rp118.750.159.774. Pada Semester I TA 2012
terdapat Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) setelah penyesuaian sebesar
Rp65.383.786.174.316 dan selisih kurs sebesar Rp1.483.227.382.404, sehingga SAL per
30 Juni 2012 setelah selisih kurs adalah sebesar Rp172.092.560.693.360. Sementara itu,
SAL menurut fisik adalah sebesar Rp172.023.967.096.802, sehingga terdapat selisih lebih
fisik SAL dibandingkan catatannya sebesar Rp68.593.596.558. Rincian penghitungan SAL
sebagaimana disajikan pada Tabel 9.
Tabel 9
Saldo Anggaran Lebih Semester I TA 2012 dan TA 2011
Uraian
Saldo Awal SAL
Penambahan dari Selisih Lebih Kas Tahun Lalu
Penggunaan SAL
Koreksi Saldo Awal Kas KPPN
Koreksi Saldo Awal Kas pada BLU
Koreksi Saldo Awal Kas Hibah di K/L
Penyesuaian Rekening Khusus
SAL setelah Penyesuaian
SiLPA (SiKPA) Sebelum Penyesuaian
Penyesuaian SiLPA (SiKPA):
Penyesuaian Pengembalian Pendapatan Tahun Lalu
Penyesuaian Uang Persediaan
Penyesuaian Rekening Retur
Penyesuaian Pendapatan Anggaran lain-lain
Penyesuaian Kas Hibah Langsung
Penyesuaian Kas KPPN
Penyesuaian Transfer
Penyesuaian Kas pada BLU
PenyesuaianKas di BUN
Total Penyesuaian SiLPA
SiLPA (SiKPA) Setelah Penyesuaian (A)
Saldo Akhir SAL
Selisih Kurs
Selisih Kurs s.d. periode sebelumnya
Selisih Kurs Kas di BUN
Selisih Kurs Kas Hibah Sumatera
Selisih Kurs Kas Hibah ESSP
Selisih Kurs Rekening Khusus Pinjaman dan Hibah
Selisih Kurs
Saldo Akhir SAL dan Selisih Kurs
Fisik Kas SAL:
Rekening SAL di BI
Rekening BUN di BI
Rekening KPPN
Rekening Khusus
Kas di Bendahara Pengeluaran
Kas pada BLU yang telah Disahkan 1)
Kas Hibah Langsung K/L yang telah Disahkan 2)
Total Fisik Kas
Penyesuaian Fisik Kas
Uang Persediaan di Kementerian LN sebagai Aset Lainnya
Utang PFK
Utang Kepada Pihak Ketiga (SP2D Retur)
Total Penyesuaian Fisik Kas
Fisik Kas setelah Penyesuaian (B)
Selisih Kas (Lebih) Kurang (A-B)

Semester I TA 2012(Rp)
105.089.371.724.754
17.425.252.112
16.491.871
(1.255.040.650)
119.988.708.553
105.225.547.136.640
65.597.669.488.992

TA 2011 (Rp)
98.909.703.335.446
39.873.345.073
(40.319.043.049.000)
(205.049.095))
26.554.437.138
(160.523.500)
58.656.722.496.062
46.549.376.508.811

(207.813.375.576)
(5.320.634.808)
(552.249)
(741.404.000)
(7.348.043)
(213.883.314.676)
65.383.786.174.316
170.609.333.310.956

(102.364.746.513)
(551.052.742)
(216.316.651)
(52.302)
(372.860.700)
212.666.914
4.176.986
(375.080.500)
(13.064.014.611)
(116.727.280.119)
46.432.649.228.692
105.089.371.724.754

235.078.083.137
1.142.647.609.952
105.501.689.315
1.483.227.382.404
172.092.560.693.360

(1.169.106.908.608)
1.374.844.061.456
29.340.930.289
235.078.083.137
105.324.449.807.891

48.505.945.197.525
95.631.941.884.362
6.684.835.490.699
3.506.832.135.568
4.237.705.047.349
15.583.837.419.948

48.505.945.197.525
31.557.956.553.828
11.870.556.947.661
2.390.016.547.054
292.791.782.959
13.089.016.578.965

547.669.986.941

429.120.562.354

174.698.767.162.392

108.135.404.170.346

80.401.318.599
(1.827.764.526.266)
(927.436.857.923)
(2.674.800.065.590)
172.023.967.096.802
68.593.596.558

99.879.811.915
(1.755.574.696.265)
(1.137.834.225.993)
(2.793.529.110.343)
105.341.875.060.003
(17.425.252.112)

Catatan:

Catatan atas Laporan Keuangan - 120-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
1). Kas BLU sebesar Rp15.583.837.419.948 merupakan Kas pada BLU yang telah disahkan KPPN melalui SP2D
Pengesahan dan koreksi saldo awal.
2). Kas Hibah Langsung K/L yang telah disahkan berdasarkan laporan KPPN yang melakukan pengesahan
pendapatan hibah langsung K/L dan belanja yang dilakukan atas pendapatan hibah tersebut.

C.2.45. SiLPA (SiKPA) Setelah Penyesuaian
SiLPA setelah
Penyesuaian Rp65,38
triliun

Jumlah Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011
sebesar Rp65.383.786.174.316 dan Rp46.432.649.228.692 merupakan selisih antara
realisasi seluruh penerimaan dan pengeluaran anggaran selama TA 2011 setelah dilakukan
penyesuaian-penyesuaian, dengan rincian sebagai berikut (dalam Rp):
Uraian
Pendapatan Negara dan Hibah
Belanja Negara
Surplus (Defisit)
Pembiayaan Neto
SiLPA (SiKPA) Sebelum Penyesuaian
Penyesuaian SiLPA:
Penyesuaian Pengembalian Pendapatan Tahun Lalu
Penyesuaian Uang Persediaan
Penyesuaian Rekening Retur
Pendapatan Anggaran Lain-lain
Penyesuaian Hibah Langsung
Penyesuaian Kas KPPN
Penyesuaian Transfer
Penyesuaian Kas pada BLU
Penyesuaian Kas di BUN
Total Penyesuaian SiLPA
SiLPA (SiKPA) Setelah Penyesuaian

Semester I TA 2012
TA 2011 (Audited)
(Unaudited)
593.732.066.572.805 1.210.599.653.359.415
628.615.942.162.782 1.294.999.146.475.020
(34.883.875.589.977) (84.399.493.115.610)
100.481.545.078.969
130.948.869.624.420
65.597.669.488.992
46.549.376.508.811
(207.813.375.576)
(5.320.634.808)
(552.249)
(741.404.000)
(7.348.043)
(213.883.314.676)
65.383.786.174.316

(102.364.746.513)
(551.052.742)
(216.316.651)
(52.302
(372.860.700)
212.666.914
4.176.986
(375.080.500)
(13.064.014.611)
(116.727.280.119)
46.432.649.228.692

C.2.46. Dana Lancar Lainnya
Dana Lancar Lainnya
Rp468,54 miliar

Jumlah Dana Lancar Lainnya per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 sebesar
Rp468.540.043.850 dan Rp451.833.601.148, yang terdiri dari (dalam Rp):
Uraian
Rekening Pemerintah Lainnya (Rek. Penerimaan
Pertambangan dan perikanan, dan RPL pada BA 999.04)

30 Juni 2012
(Unaudited)

31 Desember 2011
(Audited)

264.849.576.073

180.453.779.979

Investasi Jangka Pendek pada Kem. Pendidikan Nasional

135.839.486.878

135.839.486.878

Kas lainnya setara kas pada Kem. Koperasi dan UKM
2.650.797.179
Kas BLU yang Belum Disahkan sebagai SiLPA
163.489.795.255
100.924.694.157
Kas Hibah Langsung yang belum disahkan *)
(28.994.673.789)
12.626.616.173
Kas Lainnya dan Setara Kas pada BA 999.03
1.949.455.991
1.912.974.670
Selisih Kas Lebih (Kurang) Tahun ini
(68.593.596.558)
17.425.252.112
Jumlah
468.540.043.850
451.833.601.148
Catatan:
*) Kas Hibah Langsung yang belum disahkan merupakan selisih antara Kas Hibah Langsung pada neraca
dengan kas hibah langsung yang disahkan KPPN.

Catatan atas Laporan Keuangan - 121-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
C.2.47. Cadangan Piutang
Cadangan Piutang
Rp172,55 triliun

Jumlah Cadangan Piutang per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 sebesar
Rp172.551.705.242.474 dan Rp84.574.619.543.073 merupakan akun lawan dari Piutang
(setelah penyisihan) dikurangi dengan Uang Muka Belanja selain Persekot Gaji, dan ditambah
Uang Muka dari Rekening BUN, dan selisih kurs atas Bagian Lancar Penerusan Pinjaman
dalam valas.
C.2.48. Cadangan Persediaan

Cadangan Persediaan
Rp61,84 triliun

Jumlah Cadangan Persediaan per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 sebesar
Rp61.835.487.327.142 dan Rp59.214.846.453.160 merupakan pasangan perkiraan
persediaan yang dilaporkan K/L dan instansi terkait lainnya, termasuk persediaan pada BLU.

C.2.49. Pendapatan yang Ditangguhkan
Pendapatan yang
Ditangguhkan Rp25,48
triliun

Jumlah Pendapatan yang Ditangguhkan per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 sebesar
Rp25.477.003.915.945 dan Rp3.810.469.839.673 merupakan Pendapatan Negara Bukan
Pajak (PNBP) K/L yang belum disetorkan ke Kas Negara, serta pendapatan dan piutang terkait
penerimaan migas dan panas bumi yang belum dapat diakui sebagai PNBP karena earning
process-nya belum selesai. Jumlah Pendapatan yang Ditangguhkan merupakan akun lawan
(pasangan) atas (dalam Rp):
Akun Lawan
Kas di Bendahara Penerimaan
Kas Lainnya dan Setara Kas1)
Rek. Migas No. 600.000411.980
Rek. Penerimaan Panas Bumi
Aset Lainnya2)
Rek. Hasil Minyak Perjanjian KPS - PNBP
Setoran dividen PT Sarinah3)
Jumlah

30 Juni 2012
(Unaudited)

405.580.465.657
8.908.520.733.437
450.184.212.648
171.378.790.776
15.541.339.713.427
25.477.003.915.945

31 Desember
2011(Audited)
252.900.321.124
2.367.515.283.864
915.575.358.774
197.960.188.008
75.156.978.014
1.361.709.889
3.810.469.839.673

Catatan:
1). Kas Lainnya dan Setara Kas merupakan dana yang berasal dari penerimaan hibah yang belum disahkan,
pengembalian belanja, pungutan pajak dan bunga jasa giro yang belum disetor yang berada pada
Bendahara Pengeluaran. (lihat Catatan C.2.6)
2). Merupakan aset lain-lain BLU PIP Kementerian Keuangan berupa bunga deposito 12 bulanan Dana
Pengembangan Pendidikan Nasional Rp1 triliun sebesar Rp70.000.000.000 dan bunga diterima dimuka
dari deposito 1 bulanan Rp70 miliar sebesar Rp5.156.978.014.
3). Setoran dividen PT Sarinah oleh Bank Mandiri disetorkan ke Rekening Pemerintah Lainnya dengan nomor
rekening 502.000.002, di mana seharusnya disetorkan ke Rekening Kas Umum Negara 502.000.000.980.
Berdasarkan hal tersebut, setoran dividen Sarinah tersebut tertampung terlebih dahulu pada Rekening
Pemerintah Lainnya, dan akan dilaporkan sebagai pendapatan dan dapat digunakan sebagai kas
pemerintah setelah dana tersebut dipindahkan ke Rekening Kas Umum Negara.

Catatan atas Laporan Keuangan - 122-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
C.2.50. Dana yang Harus Disediakan untuk Pembayaran Utang Jangka Pendek
Dana yang Harus
Disediakan untuk
Pembayaran Utang
Jangka Pendek minus
Rp156,91 triliun

Jumlah Dana yang harus Disediakan untuk Pembayaran Utang Jangka Pendek per 30 Juni
2012 dan 31 Desember 2011 sebesar minus Rp156.906.605.176.862 dan minus
Rp204.483.884.343.763. Perkiraan tersebut merupakan bagian dari ekuitas dana yang
disediakan untuk pembayaran utang jangka pendek. Jumlah ini merupakan total nilai Utang
Jangka Pendek dikurangi Utang PFK.
Rincian penghitungan Dana yang harus Disediakan untuk Pembayaran Utang Jangka Pendek
adalah sebagai berikut (dalam Rp):
30 Juni 2012
(Unaudited)

31 Desember
2011(Audited)

195.201.151.663.547

246.444.880.163.115

1.827.764.526.266

(1.755.574.696.265)

927.436.857.923

(1.137.834.225.993)

2.828.958.751.277

(3.943.053.699.201)

24.555.072.220.170

(5.321.563.393.453)

-

(7.523.846.941.346)

-

(9.505.740.673.161)

4.910.901.258.813
-

(6.321.674.677.095)
(3.207.294.640.602)

1.166.815.572.907

(1.166.815.572.907)

2.077.597.299.329
156.906.605.176.862

(2.077.597.299.329)
204.483.884.343.763

Uraian
Total Utang Jangka Pendek
Dikurangi:
Utang PFK
Utang karena Kesalahan Pemindahbukuan Rekening BUN
dan Rekening Retur
Utang kepada Pihak Ketiga yang merupakan akun lawan
Kas Lainnya dan Setara Kas
Utang kepada Pihak Ketiga yang merupakan akun lawan
RPL (Rek. Migas)
Utang Subsidi yang merupakan akun lawan Rekening
Cadangan Subsidi
Utang kepada Pihak Ketiga yang merupakan akun lawan
Rekening Cadangan Dana Bagi Hasil
Pendapatan Diterima di Muka yang merupakan akun
Barang/Jasa yang Masih Harus Diserahkan
Selisih Kurs Bagian Lancar Utang Jangka Panjang
Utang Kepada Pihak Ketiga yang merupakan akun lawan
Dana yang Dibatasi Penggunaannya pada BPIH
Utang Kepada Pihak Ketiga yang merupakan akun lawan
Dana yang Dibatasi Penggunaannya pada DAU
Jumlah

C.2.51. Barang/Jasa yang Masih Harus Diserahkan
Barang/Jasa yang Masih
Harus Diserahkan minus
Rp4,91 triliun

Barang/Jasa yang Masih Harus Diserahkan per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 sebesar
minus Rp4.910.901.258.813 dan minus Rp6.321.674.677.095. Barang/Jasa yang Masih
Harus Diserahkan per 30 Juni 2012 merupakan akun lawan dari total Pendapatan Diterima di
Muka yang sebesar Rp4.910.901.258.813.
C.2.52. Barang/Jasa yang Harus Diterima

Barang/Jasa yang Masih
Harus Diterima Rp1,31
miliar

Barang/Jasa yang Harus Diterima per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011sebesar
Rp1.313.318.043.634 dan Rp1.276.453.004.389. Barang/Jasa yang Harus Diterima per 30
Juni 2012 merupakan akun lawan dari Uang Muka Belanja sebesar Rp1.315.728.823.058
dikurangi Persekot Gaji pada Kementerian Keuangan sebesar Rp2.406.203.524 dan pada
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika sebesar Rp4.575.900.

Catatan atas Laporan Keuangan - 123-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
C.2.53. Selisih Kurs Bagian Lancar
Selisih Kurs Bagian
Lancar minus Rp1,76
triliun

Selisih Kurs Bagian Lancar per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 sebesar
Rp1.755.732.263.854 dan minus Rp2.798.692.210.245 merupakan selisih yang timbul
karena penjabaran mata uang asing ke rupiah pada kurs yang berbeda antara kurs saat
transaksi dengan kurs pada tanggal pelaporan (kurs tengah BI). Selisih kurs terdiri dari (dalam
Rp):
Uraian
Selisih kurs atas Bagian Lancar Utang Jangka Panjang yang terkait
dengan utang luar negeri dan dalam negeri
Selisih kurs atas Rekening BUN di BI dalam valas *)
Selisih kurs pada aset Bagian Lancar Penerusan Pinjaman
Jumlah

Jumlah (Rp)
1.483.227.382.404
272.504.881.450
1.755.732.263.854

Catatan:
*) Selisih kurs ini termasuk Selisih Kurs sampai dengan periode sebelumnya (31 Desember 2011) sebesar
Rp235.078.083.137 dan selisih kurs tahun berjalan untuk Rekening KUN sebesar Rp 1.142.647.609.952
dan selisih kurs tahun berjalan untuk Rekening Khusus Pinjaman dan Hibah sebesar Rp 105.501.689.315.

C.2.54. Diinvestasikan dalam Investasi Jangka Panjang
Diinvestasikan dalam
Investasi Jangka
Panjang Rp800,45 triliun

Jumlah Perkiraan Diinvestasikan dalam Investasi Jangka Panjang per 30 Juni 2012 dan 31
Desember 2011 sebesar Rp800.445.265.431.513 dan Rp750.030.794.479.804 merupakan
dana Pemerintah Pusat yang diinvestasikan dalam bentuk investasi permanen dan investasi
non permanen yang merupakan lawan dari perkiraan Investasi Jangka Panjang.
C.2.5. Diinvestasikan dalam Aset Tetap

Diinvestasikan dalam
Aset Tetap Rp1.606,62
triliun

Jumlah Diinvestasikan dalam Aset Tetap per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 sebesar
Rp1.606.616.501.142.563 dan Rp1.567.974.174.587.750 merupakan jumlah ekuitas dana
yang diinvestasikan oleh Pemerintah Pusat dalam bentuk Aset Tetap.
C.2.56. Diinvestasikan dalam Aset Lainnya

Diinvestasikan dalam
Aset Lainnya Rp380,63
triliun

Jumlah Diinvestasikan dalam Aset Lainnya per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 sebesar
Rp380.633.085.285.315 dan Rp417.130.365.123.476 merupakan jumlah ekuitas dana yang
diinvestasikan oleh Pemerintah Pusat dalam bentuk Aset Lainnya. Jumlah tersebut merupakan
akun lawan dari Aset Lainnya dikurangi dengan bagian Aset Lainnya yang merupakan kontra
akun dari utang, seperti rekening cadangan, dan selisih kurs atas Penerusan Pinjaman dalam
valas.

Catatan atas Laporan Keuangan - 124-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
C.2.57. Dana Yang Harus Disediakan Untuk Pembayaran Utang Jangka Panjang
Dana yang Harus
Disediakan untuk
Pembayaran Utang
Jangka Panjang minus
Rp1.830,91 triliun

Dana Yang Harus Disediakan Untuk Pembayaran Utang Jangka Panjang per 30 Juni 2012 dan
31 Desember 2011 sebesar minus Rp1.830.910.629.509.099 dan minus
Rp1.679.033.615.946.059 merupakan bagian dari ekuitas dana yang disediakan untuk
pembayaran utang jangka panjang. Jumlah ini merupakan akumulasi utang jangka panjang
yang terdiri dari Utang Jangka Panjang Dalam Negeri dan Utang Jangka Panjang Luar Negeri
dikurangi selisih kurs utang jangka panjang, dengan rincian sebagai berikut (dalam Rp):
Uraian
Utang Jangka Panjang Dalam Negeri
Utang Jangka Panjang Luar Negeri
Selisih Kurs Utang Jangka Panjang
Jumlah

30 Juni 2012
(Unaudited)
1.233.057.813.516.210
649.140.498.528.778
(51.287.682.535.889)
1.830.910.629.509.099

31 Desember
2011(Audited)
1.103.057.191.066.402
597.871.227.923.484
(21.894.803.043.827)
1.679.033.615.946.059

C.2.58. Selisih Kurs Bagian Jangka Panjang
Selisih Kurs Bagian
Jangka Panjang minus
Rp47,02 triliun

Selisih Kurs Bagian Jangka Panjang per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 sebesar minus
Rp47.017.704.404.601 dan minus Rp20.841.184.232.370 merupakan selisih yang timbul
karena penjabaran mata uang asing ke rupiah pada kurs yang berbeda antara kurs saat
transaksi dengan kurs pada tanggal pelaporan (kurs tengah BI). Selisih Kurs Bagian Jangka
Panjang terdiri dari(dalam Rp):
Uraian
Selisih kurs atas Utang Jangka Panjang dalam valas *)
Selisih kurs pada aset atas Aset lainnya RDI dan Aset Lainnya dalam
Penerusan Pinjaman
Jumlah

Jumlah (Rp)
(51.287.682.535.889)
4.269.978.131.288
(47.017.704.404.601)

*) Selisih kurs atas Utang Jangka Panjang dalam valas terdiri dari selisih kurs Utang Jangka Panjang
Luar Negeri sebesar minus Rp52.998.857.737.462 dan selisih kurs Utang Jangka Panjang Dalam
Negeri Valas sebesar Rp1.711.175.201.573.

\

Catatan atas Laporan Keuangan - 125-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)

C.3. CATATAN PENTING LAINNYA
1.

Rekening Migas
Saldo Rekening Hasil Minyak Perjanjian KPS per 30 Juni 2012 adalah sebesar
Rp40.096.411.940.515. Dana tersebut merupakan Kas BUN dalam bentuk valuta asing pada
Rekening No. 600.000.411980, sebagai rekening antara untuk menampung seluruh penerimaan
dalam valuta asing dari hasil kegiatan usaha hulu migas dalam rangka Production Sharing
Contract/Kontrak Kerja Sama dan membayar kewajiban kontraktual migas kepada Pemerintah.
Berikut adalah mutasi Rekening Migas selama Semester I Tahun 2012.
Tabel 10
Laporan Rekening Nomor 600.000.411980 Semester I Tahun 2012 dan 2011
URAIAN

I. Saldo Awal
II. Penerimaan:
1. Penerimaan PPh Migas dan Penerimaan Bag
Pemerintah
2. Pengembalian Dana Talangan
3. Koreksi Pembukuan
4. Penerimaan lain-lain
5. Selisih Kurs Pembukuan Kredit (d)
Total Penerimaan
III. Pengeluaran:
1. Pengeluaran berkaitan dengan APBN/ APBD:
a. Bagi Hasil PBB Migas ke Pemda via BO III
b. Pajak Penerangan Jalan non PLN & ABT
ke Pemda
c. Pemindahbukuan ke Rek. Valas KUN
No.600.502411980
• PPh Migas
• Pendapatan Migas
• Pendapatan Migas lainnya (423139)
• PPh Pasal 25 (411126)
Sub Total Pengeluaran berkaitan dengan
APBN/APBD
2. Pengeluaran non APBN/APBD:
a. Reimbursement PPN ke Kontraktor
b. Pembayaran DMO Fee KKKS(e)
c. Pembayaran Fee Penjualan Migas Tahun
2007 & 2008 kepada PT Pertamina
(Persero)
d. Pembayaran Fee / Anggaran BPMIGAS
e. Pembayaran Underlifting KKKS
f. Pengembalian Sisa Dana White & Case
kepada PT Pertamina (Persero)
Sub Total Pengeluaran non APBN/APBD
3. Koreksi Pembukuan Debit (f)
4. Koreksi Kurs Pembukuan Debit
5. Pengeluaran lainnya (g)
6. Administrasi Bank (h)
7. Retur/Pengembalian karena salah rekening
Total Pengeluaran
IV. Kenaikan/Penurunan (II - III)
V. Saldo Akhir (I + IV) i)

30 Juni 2012 (Unaudited)
USD
Rp Juta
687.818.565,53
6.237.138,75

31-12-2011 ((Audited)
USD
Rp Juta
812.867.134,11
7.308.488,40

10.284.676.769,89

94.762.255,18

19.181.932.011,17

168.160.986,59

-

-

-

-

7.040,99
10.284.683.810,88

64,83
5.555.721,90
100.318.041,91

273.105.490,19
19.455.037.501,36

2.363.895,36
8.556.944.39
179.081.826,34

20.469.560,81
3.446.448,01

186.989,44
31.755,66

2.311.753.634,64
9.359.470,35

20.276.871,77
82.349,55

3.766.792.272,12
2.249.214.415,64
105.757,70

34.784.751,33
20.944.653,49
972,55

8.344.256.944,84
6.095.306.293.73
5.271.780,82

73.095.496,75
53.448.818,23
46.102,47

6.040.028.454,28

55.949.122,47

16.765.948.124,38

146.949.638,77

239.498.945,92
316.584.402,32

2.181.751,30
2.929.958,79

865.595.050,75
1.356.737.746,19

7.593.672,55
11.985.167,64

138.907.356,03
7.703.899,97

1.309.188,32
73.702,13

156.721.823,43
161.345.921,45

1.365.624,92
1.455.529,62

702.694.604,24

6.494.600,54

200.000,00

4.013.228,73
1.817,00

2.540.400.541,82
269.772.216,00
631.784,04

22.399.994,73
2.324.516,07
8.443.925,17
5.689,22

66.458.768,74
33.859.273,17
40.096.411,92

129,50
3.333.274,19
19.580.086.069,93
(125.048.568,57)
687.818.565,54

2,25
29.409,77
180.153.175,98
(1.071.349,65)
6.237.138,75

6.742.923.058,52
3.541.760.752,36
4.229.579.317,89

Penjelasan:
a)

b)

Rekening Migas No.600.000411980
Merupakan rekening yang digunakan sebagai perantara untuk menampung seluruh penerimaan
Negara dalam valuta asing yang berasal dari hasil kegiatan usaha hulu migas dalam rangka
Production Sharing Contract / Kontrak Kerja Sama dan untuk membayar kewajiban kontraktual
migas Pemerintah serta membayar kewajiban-kewajiban Pemerintah lainnya terkait dengan
kegiatan usaha hulu migas.
Penerimaan SDA Migas

Catatan atas Laporan Keuangan - 126-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)

c)

d)

e)

f)

g)

h)

i)

j)

k)

Merupakan penerimaan Negara dari hasil penjualan lifting minyak bumi dan gas alam bagian
Negara, penyelesaian/ penyetoran dari KKKS atau pihak ketiga terkait penjualan lifting bagian
Negara.
Bonus
Merupakan setoran KKKS diluar skema bagi hasil yang menjadi kewajiban KKKS setelah
mencapai akumulasi dan tingkat produksi tertentu.
Transfer Material
Merupakan setoran KKKS diluar skema bagi hasil dalam rangka pemanfaatan aset KKKS
berdasarkan persetujuan BPMIGAS dan dapat diperhitungkan sebagai cost recovery.
Koreksi Pembukuan Kredit/ Debit oleh Bank Indonesia
Merupakan koreksi-koreksi kredit yang diakibatkan adanya koreksi pembukuan ganda, atau
pembukuan doble yang dilakukan oleh Bank Indonesia.
Retur/Pengembalian Kredit/ Debit karena Salah Rekening
Retur/Pengembalian karena Salah Rekening sebesar USD7,040.99 atau setara dengan
Rp64.833.435,92 merupakan koreksi-koreksi kredit yang diakibatkan adanya retur pengeluaran
(retur pembayaran kewajiban-kewajiban sektor migas) yang disebabkan karena adanya
pergantian rekening atau kesalahan rekening tujuan pihak ketiga. Retur sebesar USD7,040.99
tersebut adalah pembayaran DMO Fee yang diterima kembali di rekening migas
No.600.000411980 karena terdapat kesalahan rekening KKKS terkait.
Biaya Adminstrasi Bank (Bank Charges)
Merupakan potongan yang dilakukan oleh Bank koresponden KKKS karena adanya retur atau
pengembalian akibat salah rekening ketika pemerintah melakukan pembayaran atas kewajiban
kontraktual. Potongan tersebut dapat diketahui dengan berkurangnya jumlah nominal antara
pembayaran aktual dengan jumlah nominal yang diretur.
PPh Migas
Merupakan penerimaan atas pembayaran kewajiban PPh migas kontraktor yang disetor ke
rekening migas No.600.000411980 sesuai dengan kontrak kerja sama dan berdasarkan
ketentuan perpajakan.
Selisih Kurs Pembukuan Kredit/ Debit
Merupakan selisih kurs pada pembukuan Bank Indonesia akibat dari perubahan kurs transaksi
harian dengan kurs neraca yang dilakukan oleh Bank Indonesia. Selisih kurs ini terjadi karena
transaksi di rekening migas No.600.000411980 dalam satuan mata uang US Dollar sedangkan
pembukuan harian Bank Indonesia dalam rupiah. Koreksi selisih kurs ini tidak berpengaruh pada
saldo penerimaan migas.
Pemindahbukuan ke Rekening KUN
Terdiri atas pemindahbukuan sebagai berikut:
- Pemindahbukuan PNBP SDA Migas, merupakan proses pemindahbukuan penerimaan SDA
migas dari rekening migas No.600.000411980 ke rekening Kas umum Negara
No.600.502411980 yang dilakukan setiap akhir bulan setelah diperhitungkan/
dicadangkan dengan kewajiban-kewajiban kontraktual pemerintah dalam rangka
pelaksanaan kontrak kerja sama migas. Proses pemindahbukuan ini merupakan tahapan
akhir agar penerimaan SDA migas untuk dapat diakui sebagai realisasi pendapatan Negara.
- Pemindahbukuan PPh Migas, merupakan proses pemindahbukuan atas PPh migas
kontraktor yang diterima di rekening migas No.600.000411980 setelah dokumen
pelaporan kontraktor diterima.
- Pemindahbukuan PNBP Lainnya, merupakan pemindahbukuan atas penerimaan bonus dan
transfer material yang disetor KKKS ke rekening migas No.600.000411980.
Pembayaran kepada pihak ketiga
Merupakan penyelesaian kewajiban-kewajiban pemerintah kepada kontraktor dalam rangka
pelaksanaan kontrak kerja sama migas baik yang diatur berdasarkan ketentuan perundangundangan maupun yang telah diatur dalam Production Sharing Contract (PSC). Kewajiban
pemerintah tersebut meliputi pembayaran PBB migas, reimbursment PPN, Pajak Penerangan
Jalan Non PLN dan Pajak Air Bawah tanah (PDRD), DMO Fee KKKS, underlifting KKKS, fee
penjualan, dan anggaran BPMIGAS.

Catatan atas Laporan Keuangan - 127-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
l)

Pengeluaran Lainnya
Pengeluaran Lainnya sebesar USD200.000,00 atau setara dengan Rp1.817.000.000,00 adalah
pemindahbukuan dari rekening migas No.600.000411980 ke rekening Kas dan Giro
No.600.500411980 yang berasal dari penerimaan PPh Uplift KKKS Golden Spike. PPh Uplift
merupakan setoran KKKS di luar skema bagi hasil dan bukan pelaksanaan dari kewajiban
kontraktual KKKS.
m) Saldo Akhir
Saldo akhir sebesar USD4,229,579,317.86 atau setara dengan Rp40,096,411,933,597.20
adalah saldo sesuai dengan angka pada rekening koran Bank Indonesia tanggal 29 Juni 2012.
Dalam saldo tersebut termasuk di dalamnya cadangan untuk pembayaran kewajiban-kewajiban
kontraktual dan kewajiban-kewajiban lainnya terkait dengan kegiatan usaha hulu migas yang
belum diselesaikan sampai akhir Juni 2012 dan pendapatan yang ditunda karena belum dapat
dipindahbukuan pada akhir bulan Juni 2012 terkait kelengkapan dokumen.
2.

Rekening Panas Bumi (Rek. 508.000.084980)
Pada Catatan C.2.3 (Rekening Pemerintah Lainnya) disajikan bahwa saldo Rekening Panas Bumi
per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 adalah sebesar Rp450.184.212.648 dan
Rp197.960.188.008. Rekening Panas Bumi (No. 508.000084980) adalah Rekening
Penerimaan Panas Bumi Kementerian Keuangan di Bank Indonesia yang digunakan untuk
menampung penerimaan negara yang berasal dari kegiatan panas bumi di Indonesia serta
menyelesaikan kewajiban pemerintah di bidang perpajakan (pembayaran kembali PPN,
Pembayaran PBB) terkait dengan kegiatan usaha panas bumi. Berikut adalah mutasi Rekening
Panas Bumi:

I.
II.

III.

IV.
V.

URAIAN
Saldo Awal1)
Penerimaan:
1. Setoran Bagian Pemerintah dari Kegiatan Usaha Panas
Bumi
2. Koreksi Pembukuan Kredit
Total Penerimaan
Pengeluaran:
1. Pembayaran PBB Panas Bumi
2. Pembayaran Kembali PPN kepada Pengusaha Panas
Bumi2)
3. Pemindahbukuan PNBP Pertambangan Panas Bumi ke
Rek. KUN 3)
4. Pinjaman untuk Dana Talangan
5. Koreksi Pembukuan debit
Total Pengeluaran
Kenaikan/Penurunan (II - III)
Saldo Akhir (I + IV) 4)

30 Juni 2012
197.960.188.008

31 Desember 2011
208.604.971.388

629.646.756.643

898.462.528.861

629.646.756.643

898.462.528.861
200.894.853.819

22.232.870.219

145.510.184.676

355.189.861.784

562.702.273.747

377.422.732.003
252.224.024.640
450.184.212.648

909.107.312.242
(10.644.783.380)
197.960.188.008

Penjelasan:
• Pembayaran kembali PPN kepada Pengusaha panas bumi sebesar Rp22.232.870.219
adalah pembayaran kembali PPN yang pengajuannya pada Tahun 2011.
• Pemindahbukuan PNBP Pertambangan Panas Bumi ke RKUN sebesar
Rp355.189.861.784 terdiri dari :
1. PNBP Pertambangan Panas Bumi Triwulan I tahun 2012 Rp.174.102.786.339.
2. PNBP Pertambangan Panas BumiTriwulan II tahun 2012 Rp181.087.075.445.
• Saldo awal sebesar Rp197.960.188.008 merupakan cadangan untuk pembayaran
kewajiban terkait dengan kegiatan usaha panas bumi yang terdiri dari:
a. Cadangan pembayaran kembali (reimbursement) PPN panas bumi sebesar
Rp189.874.992.053 kepada :
1. PT Pertamina (Persero)
Rp33.805.227.002
2. Chevron Geothermal Salak,Ltd
Rp72.147.883.218
3. Chevron Geothermal Indonesia,Ltd
Rp83.921.881.833
b. Cadangan Pembayaran PBB Pertambangan panas bumi Tahun 2011 sebesar
Rp8.085.195.955 untuk Wilayah Kerja Panas Bumi PT Geodipa Energy yang belum

Catatan atas Laporan Keuangan - 128-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
dapat dibayarkan karena masih diperlukan klarifikasi landasan hukum atas
pembayaran PBB untuk badan usaha tersebut dengan rincian :
1. PBB Pertambangan panas bumi Tahun 2010 sebesar Rp3.772.271.558
2. PBB Pertambangan panas bumi Tahun 2011 sebesar Rp4.312.924.397
Adapun rincian saldo rekening Panas Bumi per 30 Juni 2012 adalah sebesar
Rp450.184.212.648 yang merupakan cadangan untuk pembayaran kewajiban yang terkait
dengan kegiatan usaha panas bumi yang terdiri dari:
a. Cadangan pembayaran kembali (reimbursement) PPN panas bumi Semester I Tahun
2012 sebesar Rp329.050.186.245 kepada:
1. PT Pertamina (Persero)
Rp 47.372.776.055.
2. Chevron Geothermal Salak, Ltd
Rp138.913.301.740.
3. Chevron Geothermal Indonesia, Ltd
Rp135.994.228.746.
4. Star Energy Geothermal (Wayang Hindu),Ltd Rp 6.769.879.704.
b. Cadangan Pembayaran PBB pertambangan panas bumi Semester I Tahun 2012 sebesar
Rp121.134.026.403 yang terdiri dari :
1. Cadangan pembayaran PBB pertambangan panas bumi Semester I Tahun 2012
sebesar Rp113.048.830.448
2. Cadangan pembayaran PBB pertambangan panas bumi sebesar Rp8.085.195.955
untuk Wilayah Kerja Panas Bumi PT Geodipa Energy yang belum dapat dibayarkan
karena masih diperlukan klarifikasi landasan hukum atas pembayaran PBB untuk
badan usaha tersebut dengan rincian :
i. PBB pertambangan panas bumi Tahun 2010 sebesar Rp3.772.271.558,00
dan;
ii. PBB pertambangan panas bumi Tahun 2011 sebesar Rp4.312.924.397,00
3.

Penertiban Barang Milik Negara
Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan BPK atas LKPP terdapat beberapa temuan yang terkait
dengan Barang Milik Negara (BMN), antara lain: (i) BMN yang disajikan pada Neraca belum
dapat diyakini kewajarannya, (ii) Aset Tetap Kementerian Negara/Lembaga belum disajikan
sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan, (iii) prosedur pencatatan dan pelaporan barang
milik negara tidak dilakukan sesuai dengan sistem akuntansi yang telah ditetapkan, dan (iv)
sistem pengendalian intern pengelolaan atas BMN masih lemah.
Sebagai tindak lanjut terhadap temuan pemeriksaan BPK atas LKPP tersebut, Pemerintah telah
dan sedang melakukan penertiban BMN. Sebagai langkah awal, telah diterbitkan Keputusan
Presiden No. 17 Tahun 2007 jo. Keppres 13 Tahun 2009 tentang Tim Penertiban Barang Milik
Negara. Penertiban BMN dilaksanakan melalui inventarisasi, penilaian, dan sertifikasi seluruh
BMN pada K/L, sehingga diharapkan terwujud penertiban dan pengamanan BMN secara tertib,
efektif, efisien dan akuntabel baik secara administratif, fisik maupun hukum.
Lingkup obyek penertiban terdiri dari seluruh aset tetap/BMN yang perolehannya berasal dari
APBN dan perolehan yang sah serta kekayaan negara lain-lain yang diungkapkan dalam temuan
BPK. Pelaksanaan penertiban BMN dilakukan mulai Oktober 2007 s.d. 31 Maret 2011 terhadap
74 K/L, Lembaga Pelayanan Publik, dan aset kekayaan negara lain-lain seperti Aset KKKS,
BMKT, Aset Asing/Cina, Aset eks Kepabeanan, Aset eks BPPN, Aset eks BDL, dan Aset eks
Kelolaan PPA. Hasil inventarisasi dan penilaian BMN akan dijadikan sebagai dasar koreksi atas
nilai BMN yang telah disajikan pada Neraca Awal Pemerintah per 31 Desember 2004.
Hasil inventarisasi dan penilaian sampai dengan 30 Juni 2012 telah dibukukan pada LKKL
sebesar Rp446.590.220.204.806. Rincian Hasil Inventarisasi dan Penilaian BMN disajikan
pada Daftar 27.

Catatan atas Laporan Keuangan - 129-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
4.

Laporan Barang Milik Negara
Berdasarkan hasil rekonsiliasi aset tetap per 30 Juni 2012, antara data Neraca LKKL dan data
Laporan BMN, terdapat selisih sebesar Rp14.830.777.324.722, dengan rincian(dalam Rp):

Jenis Aset Tetap
(1)
Tanah
Peralatan dan Mesin
Gedung dan Bangunan
Jalan, Irigasi dan Jaringan
Aset Tetap Lainnya
Konstruksi Dalam Pengerjaan
Jumlah

Data Neraca LKKL *)
(2)
822.648.071.135.229
192.290.820.655.273
151.254.382.596.154
341.812.132.409.179
11.989.030.032.931
80.935.009.496.805
1.600.929.446.325.570

Data LBMN *)
(3)
828.860.648.532.178
192.804.725.246.799
151.538.940.151.042
349.598.983.532.010
12.125.251.405.108
80.831.674.783.156
1.615.760.223.650.290

SELISIH
(4) = (2) – (3)
(6.212.577.396.949)
(513.904.591.526)
(284.557.554.888)
(7.786.851.122.831)
(136.221.372.177)
103.334.713.649
(14.830.777.324.722)

*) tidak termasuk aset tetap yang ada di BRR NAD-Nias dan BA BUN .
Penjelasan selisih:
1. Selisih pada Tanah, antara lain:
- Tanah padaBadan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas & Pelabuhan Bebas
Batam sebesar Rp 6.075.593.668.678 telah dicatat pada LBMN namun belum dikirim
ke Neraca LKKL.
- Tanah pada LBMN Bappenas sebesar Rp83.647.500.000 direklasifikasi sebagai Aset
Lainnya pada Neraca karena merupakan aset kemitraan.
2. Selisih pada Peralatan dan Mesin, antara lain:
- Peralatan dan Mesin pada LBMN Kementerian Kesehatan sebesar Rp116.417.578.248.
- Peralatan dan Mesin pada LBMN Kementerian Nakertrans sebesar
Rp148.264.275.167direklasifikasi sebagai Aset Lain-lain pada Neraca karena
merupakan aset dari DK/TP yang akan diserahkan ke pemda.
3. Gedung dan Bangunan, antara lain:
- Gedung dan Bangunan pada LBMN Kementerian Nakertrans sebesar
Rp922.108.225.329 direklasifikasi sebagai Aset Lain-lain pada Neraca karena
merupakan aset dari DK/TP yang akan diserahkan ke pemda.
- Gedung dan Bangunan pada Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas &
Pelabuhan Bebas Batam sebesar Rp798.771.541.147 telah dicatat pada LBMN namun
belum dikirim ke Neraca LKKL.
4. Jalan, Irigasi, dan Jaringan, antara lain:
- Jalan Irigasi dan Jaringan pada LBMN Kementerian Nakertrans sebesar
Rp1.084.535.133.741 direklasifikasi sebagai Aset Lain-lain pada Neraca karena
merupakan aset dari DK/TP yang akan diserahkan ke pemda.
- Jalan Irigasi dan Jaringan pada Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas &
Pelabuhan Bebas Batam sebesar Rp 6.736.620.264.738 telah dicatat pada LBMN
namun belum dikirim ke Neraca LKKL.
5. Aset Tetap Lainnya, antara lain:
- Aset Tetap Lainnya pada LBMN Kementerian Nakertrans sebesar Rp51.653.789.181
direklasifikasi sebagai Aset Lain-lain pada Neraca karena merupakan aset dari DK/TP
yang akan diserahkan ke pemda.
- Aset Tetap Lainnya pada LBMN Kementerian Keuangan sebesar Rp73.024.905.162
dicatat sebagai Gedung dan Bangunan dalam Neraca.
6. Konstruksi Dalam Pengerjaan, antara lain:
- KDP sebesar Rp19.402.271.600 pada Neraca Kementerian Kesehatan.
- KDP pada Kementerian Agama sebesar Rp62.936.418.639.

Catatan atas Laporan Keuangan - 130-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
5.

Aset Bersejarah (Heritage Assets)
Aset Bersejarah pada K/L antara lain:

a. Badan Pemeriksa Keuangan, aset tersebut berlokasi di Gedung Museum BPK RI,
Magelang. Barang bersejarah tersebut saat ini masih tercatat di kantor BPK RI Perwakilan
Provinsi DI Yogyakarta.

b. Kementerian Perhubungan berupa Dua Tugu Peringatan dan Bangunan Bersejarah.
c. Kementerian Luar Negeri, berupa aset dari Museum Konferensi Asia Afrika (KAA) Bandung
sebanyak 67 unit dan aset yang berada pada Gedung Pancasila yang pengelolaannya
berada pada Sekretariat Jenderal sebanyak 524 buah. Berdasarkan buku barang
bersejarah Museum KAA Bandung Aset bersejarah di museum tersebut dikelompokkan
menjadi 6 kelompok:






Koleksi dengan bahan dasar logam sebanyak 17 unit
Koleksi dengan bahan dasar kayu sebanyak 64 unit
Koleksi dengan bahan dasar tekstil sebanyak 498 unit
Koleksi dengan bahan dasar kertas sebanyak 207 unit
Koleksi dengan bahan dasar audio visual sebanyak 139 unit
Koleksi dengan bahan dasar lain-lain sebanyak 16 unit

d. Arsip Nasional Republik Indonesia, berupa arsip/dokumen negara yang terdiri atas:
• Arsip Konvensional sebanyak 27.910 km linier.
• Arsip Kartografi dan Kearsitekturan sebanyak 110.736 lembar.
• Arsip Film sebanyak 58.800 reel.
• Arsip Mikrofilm sebanyak 13.648 reel.
• Arsip Video sebanyak 30.250 kaset.
• Arsip Rekaman Suara sebanyak 37.369 kaset.
• Arsip Optical Disc sebanyak 427 keping.
• Arsip foto sebanyak 341.131 lembar (negatif foto) dan 200.000 lembar (positif foto).
• Arsip foto belum terdata sebanyak 221 boks dan 282 album.
e. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia mempunyai 4 unit aset bersejarah yang terdiri dari
Tugu Peringatan, Tugu Raffless, Makam Belanda (Santiong) dan Patung Kepala Sapi.

f.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Pusat Survei Geologi berupa Gedung
Museum yang terletak di Jalan Diponegoro 57 Bandung beserta berbagai koleksi yang ada
di dalamnya.

g. Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata
Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata telah menetapkan 598 Benda Cagar Budaya
(BCB), yang dikelompokkan menjadi:

• Benda cagar budaya seperti: bangunan cagar budaya (candi, situs, tugu, gedung, dsb).
• Benda sejarah lainnya seperti: benda sejarah dalam klasifikasi peralatan dan mesin dan
aset tetap lainnya, seperti: benda kuno, benda antik, benda seni, pusaka, fosil, dsb.
Aset Bersejarah yang dikelola Kementerian Budpar sebanyak 27.031 unit yang tergolong
dalam Candi, Tugu Peringatan, Bangunan Bersejarah, tanah peralatan dan mesin, gedung
dan bangunan, jalan dan jembatan, irigasi serta aset tetap lainnya.

h. Perpustakaan Nasional RI, berupa koleksi manuskrip/naskah kuno berjumlah 9.733
eksemplar naskah kuno.

i.

Kementerian Hukum dan HAM menguasai aset bersejarah dengan rincian:
• Tugu Peringatan sebanyak 1 Unit
• Alat Kantor dan Rumah Tangga sebanyak 4 Unit
• Eksakta sebanyak 13 Unit.

Catatan atas Laporan Keuangan - 131-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
j.

Kementerian Sosial RI menguasai aset bersejarah berupa Tugu Peringatan sebanyak 5 unit
serta 1 Unit Makam Bersejarah.

k. Kementerian Kehutanan, berupa Tugu Peringatan sebanyak 1 unit dan Eksakta sebanyak
96 Buah.

l.

6.

Kementerian Pekerjaan Umum menguasai aset sejarah yang terdiri dari:
• Tugu Peringatan sebanyak 14 unit
• Bangunan Bersejarah sebanyak 4 unit
• Aset Eksakta sebanyak 2 unit
• Aset Non-Eksakta sebanyak 7 unit.

Laporan Keuangan Badan Layanan Umum (BLU)
Pertanggungjawaban Pengelolaan Keuangan BLU telah dijelaskan sebelumnya pada Catatan
Penting Lainnya dalam Laporan Realisasi APBN. Perbandingan aset, kewajiban, dan ekuitas
Saker BLU per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan
(SAK) disajikan dalam grafik di bawah ini:
158,98

156,85

157,13

160,00

151,88

158,86

157,62

Dalam Triliun Rupiah

140,00
120,00
100,00
Asset

80,00

Kewajiban

60,00

Ekuitas

40,00
20,00

2,13

5,25

2010

2011

1,24

Semester I
2012

Grafik 24:: Aset, Kewajiban, dan Ekuitas Badan Layanan Umum
30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011
Ikhtisar Laporan Keuangan BLU disajikan pada Daftar 28.
7.

Penerapan Penyusutan Aset Tetap pada Badan Layanan Umum
Sesuai dengan amanat PP 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan, seluruh
Aset Tetap selain Tanah dan Konstruksi Dalam Pengerjaan dapat
dapat disusutkan sesuai dengan
sifat dan karakteristik aset tersebut. Untuk penerapan penyusutan Aset Tetap telah
ditetapkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 53/KMK.06/2012 tentang Penerapan
Penyusutan Barang Milik Negara Berupa Aset Tetap Pada Entitas Pemerintah
Peme
Pusat.
Untuk Tahun 2012 yang diwajibkan untuk menerapkan penyusutan Aset Tetap adalah Satuan
Kerja dengan pola pengelolaan keuangan BLU yang telah mengimplementasikan Sistem
Akuntansi Keuangan. Penyusutan Aset Tetap Satker BLU tersebut diungkapkan pada CaLK
masing
masing-masing
LKKL. Perhitungan
erhitungan Penyusutan Aset Tetap pada 65 Satuan Kerja Badan
Layanan Umum disajikan pada Daftar 28.

Catatan atas Laporan Keuangan - 132-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
8.

Neraca Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Nanggroe Aceh Darussalam dan
Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utara (BRR-NAD-Nias)
BRR-NAD Nias dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 2 Tahun
2005 tanggal 16 April 2005 tentang Wilayah dan Kehidupan Masyarakat Provinsi yang
selanjutnya menjadi UU dengan diterbitkannya UU No. 10 Tahun 2005 tanggal 25 Oktober
2005.
Masa tugas BRR berlaku 4 (empat) tahun dan pengakhiran masa Tugas BRR NAD-Nias diatur
dalam PP No. 3 Tahun 2009 tentang Pengakhiran Masa Tugas Badan Rehabilitasi dan
Rekonstruksi (BRR) Wilayah dan Kehidupan Masyarakat Provinsi Nanggroe Aceh Darusalam
dan Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utara, yaitu pada tanggal 16 April 2009.
Dalam rangka penyelesaian Aset-aset BRR NAD-Nias yang berakhir tanggal 16 April 2009,
Pemerintah membentuk Tim Likuidasi BRR-NAD-Nias. Tugas Tim Likuidasi antara lain
menyusun Laporan Keuangan Likuidasi Bagian Anggaran 094 (BRR NAD-Nias). Sampai dengan
penyusunan LKPP Semester I Tahun 2012, LK Likuidasi belum diterbitkan, sehingga Neraca
BRR NAD-Nias yang disajikan dalam LKPP Semester I Tahun 2012 adalaha Neraca per 31
Desember 2011 dikurangi Mutasi Liquidasi sampai dengan 30 Juni 2012. Berikut ini adalah
Neraca per 31 Desember 2008 (Audited) dan Neraca per 30 Juni 2012.
NERACA
BRR NAD-NIAS
Uraian
Aset
Aset Lancar
Piutang Kepada Pihak Ketiga
Uang Muka Belanja
Belanja Dibayar Di Muka
Persediaan
Jumlah Aset Lancar
Aset Tetap
Tanah
Peralatan Dan Mesin
Gedung Dan Bangunan
Jalan Irigasi Dan Jaringan
Aset Tetap Lainnya
Konstruksi Dalam Pengerjaan
Jumlah Aset Tetap
Aset Lainnya
Aset Lain-Lain
Jumlah Aset Lainnya
Jumlah Aset
Kewajiban
Ekuitas Dana
Ekuitas Dana Lancar
Cadangan Piutang
Cadangan Persediaan
Jumlah Ekuitas Dana Lancar
Ekuitas Dana Investasi
Diinvestasikan Dalam Aset Tetap
Diinvestasikan Dalam Aset Lainnya
Jumlah Ekuitas Dana Investasi
Jumlah Ekuitas Dana
Jumlah Kewajiban dan Ekuitas Dana

31 Des 2008 (Audited)

30 Juni 2012

516.968.200
24.546.204.400
2.149.584.510
78.951.123.713
106.163.880.823

78.671.801.560
78.671.801.560

572.821.719.812
1.538.503.845.802
3.351.099.589.510
4.771.805.420.047
27.483.007.111
1.049.831.238.560
11.311.544.820.842

478.357.876.227
690.733.679.443
1.005.968.091.235
1.852.256.271.170
20.410.720.343
855.992.144.241
4.903.718.782.659

661.364.926.291
661.364.926.291
12.079.073.627.956
-

484.470.888.986
484.470.888.986
5.466.861.473.205
-

27.212.757.110
78.951.123.713
106.163.880.823

78.671.801.560
78.671.801.560

11.311.544.820.842
661.364.926.291
11.972.909.747.133
12.079.073.627.956
12.079.073.627.956

4.903.718.782.659
484.470.888.986
5.388.189.671.645
5.446.861.473.205
5.466.861.473.205

Perubahan nilai aset tetap dan aset lainnya dari Neraca per 31 Desember 2008 (Audited)
menjadi Neraca per 31 Juni 2012 adalah karena adanya koreksi dan penghapusbukuan.

Catatan atas Laporan Keuangan - 133-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)

9.

Badan Lainnya
Sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 235/PMK.05/2011, terdapat 107 Unit
Badan Lainnya. Sesuai dengan Keputusan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor Kep184/PB/2011 tentang Penambahan dan Pengurangan Unit Badan Lainnya Dalam Daftar Unit
Badan Lainnya Modul Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Badan Lainnya terdapat 4
UBL yang pada tahun 2011 sudah menjadi Bagian Anggaran, yaitu:
a. Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP)
b. Badan Pengembangan Wilayah Surabaya – Madura
c. Ombudsman Republik Indonesia
d. Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU)
Untuk tahun 2012, sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2011
tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2012 pasal 21, terdapat 4
Unit Badan Lainnya yang ditetapkan sebagai Bagian Anggaran tahun 2012, yaitu:
a. Badan Pengawas Pemilu
b. Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia (LPP TVRI)
c. Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI)
d. Badan Pengelola Kawasan Sabang
Untuk Badan Pengelola Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam sesuai dengan
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2011 tentang Perubahan atas
Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2007 tentang Kawasan Perdagangan Bebas dan
Pelabuhan Bebas Batam, BP Batam ditetapkan sebagai Bagian Anggaran sendiri.
Nomenklatur UBL ini bermacam-macam, antara lain akademi, badan, dewan, komisi, komite,
konsil, korps, lembaga, majelis, otorita, dan unit kerja. Kesekretariatan LNS/I biasanya berada
di Kementerian atau instansi resmi pemerintah yang sudah ada sebelumnya, sedangkan
pegawai seluruhnya berasal atau merupakan pinjaman dari Kementerian/Lembaga. Gaji
pegawai sekretariat LNS sebagai pegawai negeri sipil (PNS) tetap dibayar oleh instansi asal,
sedangkan dari LNS biasanya mereka mendapat tunjangan tambahan.
UBL dibentuk berdasarkan peraturan perundang-undangan. Pembentukan ini ada yang bersifat
jangka pendek, namun ada pula yang bersifat jangka panjang mengingat pembentukan UBL
tergantung dari kebutuhan Presiden selaku kepala pemerintahan dalam menjalankan roda
pemerintahan guna menciptakan kesejahteraan bagi rakyat. Apabila Presiden membutuhkan
unit baru guna mendukung tupoksi Kementerian/Lembaga maka Presiden membentuk UBL
dengan melalui penetapan peraturan perundang-undangan. Peraturan yang digunakan untuk
membentuk Unit Badan Lainnya dapat berupa:
1.
2.
3.
4.

Undang-undang;
Peraturan Pemerintah;
Peraturan Presiden;
Keputusan Presiden.

Dari 104 lembaga tersebut, lebih dari sepertiganya (35 lembaga) merupakan amanat yang
tertulis dalam Undang-Undang. Menilik legalitas pembentukannya. sebanyak 20 % dibentuk
berdasarkan peraturan pemerintah. Sedangkan yang dibentuk berdasarkan keputusan presiden
sebanyak 60% dan 20 % berdasarkan peraturan presiden.
Unit Badan Lainnya yang dibiayai dari APBN murni, akuntansi atas transaksi keuangan dan
laporan keuangannya sudah dikonsolidasikan dalam laporan keuangan Kementerian/Lembaga
maupun dalam Laporan Keuangan Pemerintah Pusat. UBL yang menjadi satuan kerja atau
entitas akuntansi tersendiri, pengurusan administrasi keuangannya ditangani oleh Sekretariat
yang dipimpin oleh Kepala Sekretariat atau pejabat struktural K/L yang menaungi dan
bertindak sebagai Kuasa Pengguna Anggaran.
UBL sebagai entitas akuntansi tunduk pada ketentuan pasal 27 ayat 1 PP 8/2006 bahwa

Catatan atas Laporan Keuangan - 134-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Kepala Satuan Kerja sebagai Kuasa Pengguna Anggaran di lingkungan Kementerian
Negara/Lembaga menyampaikan Laporan Keuangan dan Kinerja interim sekurang-kurangnya
setiap triwulan kepada Menteri/Pimpinan Lembaga. Selanjutnya. Menteri/Pimpinan Lembaga
menyusun Laporan Keuangan dan Kinerja interim Kementerian Negara/Lembaga berdasarkan
Laporan Keuangan dan Kinerja interim Kuasa Pengguna Anggaran dan menyampaikannya
kepada Menteri Keuangan, Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional, dan Menteri
Negara Pendayagunaan Aparatur Negara.
Undang-undang nomor 17 tahun 2003 pasal 2 memasukkan yayasan di lingkungan
Kementerian Negara/Lembaga dalam ruang lingkup keuangan negara. Terdapat kata “pihak
lain” pada butir g dan I yaitu:
• “ Kekayaan negara/kekayaan daerah yang dikelola sendiri atau oleh pihak lain berupa
uang, surat berharga, piutang, barang serta hak-hak lain yang dapat dinilai dengan uang.
termasuk kekayaan yang dipisahkan pada perusahaan negara/daerah”.
• ”Kekayaan pihak lain yang diperoleh dengan menggunakan fasilitas yang diberikan
pemerintah”.
Dalam penjelasan pasal demi pasal disebutkan bahwa kekayaan pihak lain sebagaimana
dimaksud pasal 2 butir I UU 17/2003 meliputi kekayaan yang dikelola oleh orang atau badan
lain berdasarkan kebijakan pemerintah, yayasan-yayasan di lingkungan kementerian
negara/lembaga, atau perusahaan negara/daerah.
Berdasarkan ruang lingkup keuangan negara di atas, yayasan di lingkungan
kementerian/lembaga adalah yayasan yang terafiliasi dengan kementerian negara/lembaga.
yang menurut Akta Notaris dan Anggaran Dasarnya didirikan atau dipimpin oleh pejabat
pemerintah aktif di kementerian negara/lembaga tertentu atau yayasan yang menerima dan
memanfaatkan aset negara dalam melaksanakan kegiatannya. Identifikasi atas yayasan di
lingkungan kementerian negara/lembaga ini diperlukan untuk kemajuan tata kelola
pemerintahan melalui transparasi dan akuntabilitas sektor publik.
Identifikasi lebih lanjut atas yayasan di lingkungan kementerian negara/lembaga dipisahkan
dari yayasan-yayasan yang bernaung dibawah institusi TNI. Hal ini karena karena pasal 76
Undang-undang nomor 34 tahun 2004 tentang TNI telah mengamanatkan bahwa dalam jangka
waktu 5 (lima) tahun sejak berlakunya undang-undang ini, Pemerintah harus mengambil alih
seluruh aktifitas bisnis yang dimiliki dan dikelola oleh TNI baik secara langsung maupun tidak
langsung. Saat ini ada 900-an unit bisnis baik berupa yayasan maupun koperasi di bawah
naungan TNI yang telah teridentifikasi oleh Badan Pengelola Transformasi Bisnis TNI yang
diketuai oleh Sekretaris Kementerian Negara BUMN untuk diserahkan kepada Presiden.
Selanjutnya yayasan maupun koperasi tersebut ditransformasikan dalam korporasi atau
dimasukkan dalam mekanisme APBN, sehingga TNI bisa berkonsentrasi mengembangkan
profesionalitas tentara dan meninggalkan bisnis.
Sejauh ini, yayasan dalam lingkup keuangan negara yang sudah teridentifikasi dan sebagian
menyampaikan laporan keuangan yakni:
1. Yayasan Harapan Kita dalam hal ini Badan Pengelola dan Pengembangan TMII yang
mengelola Taman Mini Indonesia Indonesia Indah.
2. Yayasan Sarana Wana Jaya dalam hal ini Badan Pengelola Gedung Manggala Wanabakti
yang berada di Kementerian Kehutanan.
3. Yayasan Gedung Veteran RI yang mengelola gedung “Graha Purna Yudha” di Jalan
Sudirman. Semanggi – Jakarta Pusat.
4. Yayasan Kesejahteraan Pegawai Bhumibhakti Adhiguna di lingkungan Badan Pertanahan
Nasional.
5. Yayasan Gedung Arsip Nasional RI
6. Yayasan Yustitia Dharmayukti Karini di lingkungan Mahkamah Agung
7. Yayasan Purna Bhakti (YARNATI) di lingkungan Kementerian Dalam Negeri
8. Yayasan Pengembangan BUMN di lingkungan Kementerian Negara BUMN
Lembaga Non Struktural merupakan bagian eksekutif (berada di bawah atau bertanggung

Catatan atas Laporan Keuangan - 135-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
jawab kepada presiden atau menteri), namun bukan merupakan struktur/bagian dari
kementerian maupun lembaga pemerintah non kementerian. Eksistensi dan fungsinya diatur
dalam UU, PP, Keppres maupun Peraturan Presiden. Pembentukan lembaga negara non
struktural dimaksudkan untuk membantu pemerintah menangani masalah yang belum bisa
dilaksanakan dan diselesaikan oleh lembaga negara formal.
Istilah non struktural dikaitkan dengan tidak adanya hubungan organisatoris antara lembaga
ini dengan Kementerian/Lembaga (K/L) selain hubungan kerja meskipun pendanaannya
menginduk ke K/L. Istilah tersebut secara eksplisit juga diungkap dalam peraturan
perundangan yang membentuknya. Kata “independen” atau mandiri/otonom terkadang
menjadi kata tambahan dalam peraturan pembentukan lembaga tertentu. Biasanya dikaitkan
dengan keterlibatan pihak-pihak diluar pemerintahan seperti: praktisi. pakar dan tokoh
masyarakat dalam komposisi keanggotaan atau pengurus LNS.
Nomenklatur lembaga itu bermacam-macam. Ada akademi, badan, dewan, komisi, komite,
konsil, korps, lembaga, majelis, otorita, dan unit kerja. Kesekretariatan LNS/I biasanya berada
di departemen atau instansi resmi pemerintah yang sudah ada sebelumnya, sedangkan
pegawai seluruhnya berasal atau merupakan pinjaman dari Kementerian/Lembaga. Gaji
pegawai sekretariat LNS sebagai pegawai negeri sipil (PNS) tetap dibayar oleh instansi asal,
sedangkan dari LNS biasanya mereka mendapat tunjangan tambahan.
Hingga akhir Tahun 2011, Kementerian Keuangan telah mengidentifikasi 101 lembaga non
struktural atau terdapat peningkatan 11 lembaga non struktural yang sebagian besar baru
dibentuk pada tahun 2011. Dari 101 lembaga tersebut, lebih dari sepertiganya (35 lembaga)
merupakan amanat yang tertulis dalam Undang-Undang. Menilik legalitas pembentukannya.
sebanyak 20 % dibentuk berdasarkan peraturan pemerintah. Sedangkan yang dibentuk
berdasarkan keputusan presiden sebanyak 60% dan 20 % berdasarkan peraturan presiden.
Komposisi sumber dana untuk membiayai kegiatan operasional LNS bisa dikategorikan dalam 3
jenis:
1. Sekitar 75% (68 LNS) dibiayai dari APBN. Sebanyak 43 Sekretariat LNS merupakan
Satker yang berada dibawah Kementerian Negara/Lembaga (K/L). sedangkan 25
Sekretariat LNS dibiayai dari Kegiatan K/L. Dari 43 satker tersebut. diantaranya adalah
13 Badan Pengelola Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu (BP KAPET) yang
didanai APBN melalui Dana Dekonsentrasi di SKPD Dinas PU & Kimpraswil.
2. Tiga LNS yakni: Bapertarum, Badan Pengelola Dana Abadi Umat, dan Otorita Asahan.
mendanai kegiatannya dari penerimaan tertentu tanpa kucuran dana dari APBN.
3. Empat Lembaga Non Struktural yang menerima dana dari APBN dan Non APBN yakni:
Badan Wakaf Indonesia (BWI). Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Komisi Nasional
Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (KOMNAS PEREMPUAN) dan Komisi
Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN).
Lembaga Non Struktural yang dibiayai dari APBN murni, akuntansi atas transaksi keuangan
dan laporan keuangannya sudah dikonsolidasikan dalam laporan keuangan
kementerian/lembaga maupun dalam Laporan Keuangan Pemerintah Pusat. Lembaga non
struktural yang menjadi satuan kerja atau entitas akuntansi tersendiri, pengurusan
administrasi keuangannya ditangani oleh Sekretariat yang dipimpin oleh Kepala Sekretariat
atau pejabat struktural K/L yang menaungi dan bertindak sebagai Kuasa Pengguna Anggaran.
Lembaga Non Struktural sebagai entitas akuntansi tunduk pada ketentuan pasal 27 ayat 1 PP
8/2006 bahwa Kepala Satuan Kerja sebagai Kuasa Pengguna Anggaran di lingkungan
Kementerian Negara/Lembaga menyampaikan Laporan Keuangan dan Kinerja interim sekurangkurangnya setiap triwulan kepada Menteri/Pimpinan Lembaga. Selanjutnya. Menteri/Pimpinan
Lembaga menyusun Laporan Keuangan dan Kinerja interim Kementerian Negara/Lembaga
berdasarkan Laporan Keuangan dan Kinerja interim Kuasa Pengguna Anggaran dan
menyampaikannya kepada Menteri Keuangan. Menteri Negara Perencanaan Pembangunan
Nasional. dan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara.

Catatan atas Laporan Keuangan - 136-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)

Ikhtisar laporan keuangan Badan Lainnya (Lembaga Non Struktural dan Yayasan Pemerintah)
disajikan dalam Daftar 28, 29, dan 30.

10. Aset Bekas Milik Asing/Cina
Aset Bekas Milik Asing/Cina (ABMA/C) merupakan Aset yang dikuasai Negara yang berasal dari
bekas:
1. Milik perkumpulan-perkumpulan Cina yang dinyatakan terlarang dan dibubark an dengan
peraturan Penguasa Perang Pusat melalui Peraturan Penguasa Perang Pusat Nomor
Prt/032/PEPERPU/1958 jo. Keputusan Penguasa Perang Pusat Nomor Kpts/Peperpu/
0439/1958 jo. Undang-Undang Nomor 50 Prp. Tahun 1960;
2. Perkumpulan/aliran kepercayaan asing yang tidak sesuai dengan kepribadian Bangsa
Indonesia yang dinyatakan terlarang dan dibubarkan sesuai Penetapan Presiden Nomor 2
Tahun 1962;
3. Perkumpulan-perkumpulan yang menjadi sasaran aksi massa/kesatuan-kesatuan aksi tahun
1965/1966 sebagai akibat keterlibatan Republik Rakyat Tjina (RRT) dalam pemberontakan
G.30.S/PKI yang ditertibkan dan dikuasai oleh Penguasa Pelaksana Dwikora Daerah
sehingga asetnya dikuasai Negara melalui Instruksi Radiogram Kaskogam Nomor T0403/G-5/5/66.
Penyelesaian ABMA/C diatur dalam PMK No. 188/PMK.06/2008 tentang Penyelesaian Aset
Bekas Milik Asing/Cina, yang sebelumnya diatur dengan Surat Menteri Keuangan No. S394/MK.03/1989 tanggal 12 April 1989 perihal Tanah dan Bangunan Gedung Bekas Sekolah
Asing/Cina. Sesuai dengan PMK No. 188/PMK.06/2008 sebagaimana telah diubah dengan
PMK 154/PMK.06/2011, penyelesaian ABMA/C dapat dilaksanakan dengan beberapa cara
sebagai berikut:
1. dimantapkan status hukumnya menjadi Barang Milik Negara;
2. dimantapkan status hukumnya menjadi Barang Milik Daerah;
3. dilepaskan penguasaannya dari Negara kepada pihak ketiga dengan cara pembayaran
kompensasi kepada Pemerintah dengan menyetorkannya ke Kas Negara;
4. dikembalikan kepada pemilik perorangan yang sah; atau
5. dikeluarkan dari daftar Aset Bekas Milik Asing/Cina.
Sampai dengan 31 Desember 2011, dari total 1.010, telah diselesaikan sebanyak 61 aset
dengan rincian sebagai berikut:
1. Tahun 2009: 2 aset menjadi BMN dan 3 aset dilepaskan ke pihak ketiga/swasta (total 5
aset)
2. Tahun 2010: 6 aset menjadi BMN dan 14 aset menjadi BMD (total 20 aset)
3. Tahun 2011: 7 aset menjadi BMN, 28 aset menjadi BMD, dan 1 aset dilepas ke pihak ketiga
(total 36 aset).
Rincian ABMA/C disajikan pada Daftar 30.
11. Kewajiban Kontinjensi
Dalam rangka mendukung percepatan pembangunan infrastruktur dan mempertimbangkan
besarnya kebutuhan dana investasi, Pemerintah memberikan dukungan berupa:
a.

Jaminan kewajiban pembayaran BUMN/BUMD kepada kreditur atas pembiayaan proyekproyek infrastruktur.

b.

Jaminan pembayaran BUMN kepada investor swasta atas kewajiban –kewajiban
tertentu dalam perjanjian jual beli listrik.

Jaminan atas pembiayaan proyek-proyek infrastruktur bertujuan memberikan kepastian
pembayaran kembali sehingga dapat menarik minat investor/kreditor untuk menyalurkan

Catatan atas Laporan Keuangan - 137-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
dananya. Disamping itu dengan adanya Jaminan Pemerintah, maka risiko investor/kreditor
dalam pemberian pinjaman menjadi lebih rendah yang pada akhirnya dapat menurunkan biaya
pinjaman/harga jual beli listrik.
Proyek-proyek yang telah mendapatkan penjaminan Pemerintah adalah sebagai berikut:
1.

Program percepatan pembangunan pembangkit tenaga listrik yang menggunakan
batubara (FTP I) yang dilaksanakan oleh PT PLN (Persero)

2.

Program percepatan penyediaan air minum yang dilaksanakan oleh PDAM

3.

Program pembangunan pembangkit tenaga listrik dengan menggunakan energi
terbarukan, batubara, dan gas (FTP II) yang dilaksanakan oleh PT PLN (Persero)

4.

Proyek Central Java Power Plant (CJPP) yang merupakan salah satu project show case
program kerjasama Pemerintah dengan Badan usaha Swasta (KPS)

Kewajiban Pemerintah untuk membayar kepada investor/kreditur akan timbul jika pihak yang
dijamin (PT PLN (Persero) dan PDAM) tidak mampu memenuhi kewajibannya, sehingga
terdapat unsur ketidakpastian atas timbulnya kewajiban Pemerintah baik dari sisi kapan
terjadinya maupun nilai kewajiban yang timbul. Oleh karena itu, perhitungan alokasi anggaran
dalam APBN didasarkan pada estimasi besaran jumlah kewajiban PT PLN (Persero) dan PDAM
kepada kreditur pada tahun berjalan dikalikan dengan probabilitas gagal bayar dari kewajiban
tersebut.
Pengelolaan Kewajiban Kontijensi TA 2011
Sampai dengan Desember 2011, bentuk penjaminan Pemerintah yang telah dilakukan untuk
keempat program pembangunan infrastruktur adalah sebagai berikut:
1.

Untuk program percepatan pembangunan pembangkit tenaga listrik yang menggunakan
batubara, telah diterbitkan sebanyak 30 surat jaminan Pemerintah untuk proyek
pembangkit dan 4 surat jaminan Pemerintah untuk proyek transmisi. Nilai total jaminan
Pemerintah tersebut adalah sebesar Rp36.216.962.894.355 dan USD3,958,718,574.

2.

Untuk program percepatan penyediaan air minum, telah diterbitkan sebanyak 3 Surat
Jaminan Pemerintah Pusat untuk 3 PDAM (Kab. Bogor, Kab. Ciamis dan Kab. Lombok
Timur). Nilai total jaminan Pemerintah tersebut adalah sebesar Rp50.187.000.000 (lima
puluh miliar seratus delapan puluh tujuh juta rupiah).

3.

Untuk proyek Central Java Power Plant (CJPP), berupa Guarantee Agreement yang telah
ditandatangani antara PT PII dan Pemerintah selaku penjamin dengan PT Bhimasena
Power Indonesia, dimana PT PII menjamin maksimal sebesar Rp300 miliar, sedangkan
sisanya dijamin oleh Pemerintah sebesar asumsi nilai proyek Rp30 triliun dikurangi
penjaminan PT PII Rp300 miliar. Sampai dengan saat ini, penjaminan proyek PLTU Jawa
Tengah belum efektif mengingat PT Bhimasena Power Indonesia belum mendapatkan
pendanaan (financial close) dan masih terdapat syarat administratif yang belum dipenuhi.

4.

Untuk program pembangunan pembangkit tenaga listrik dengan menggunakan energi
terbarukan, batubara, dan gas, sampai saat ini masih dalam proses evaluasi dan
penerbitan Surat Jaminan Kelayakan Usaha (SJKU).
Alokasi anggaran kewajiban kontijensi penjaminan Pemerintah dalam APBN Tahun
Anggaran 2011 adalah sebagai berikut:

Program
Penjaminan PT PLN
Penjaminan PDAM

Exposure (Rp)

x

5.927 miliar x
28 miliar x

Probability
Default
15 %
16.98%

x

( 100 % -

x
x

( 100 % ( 100 % -

Recovery Rate)
0%
0%

)
)

=
=
=

Expected
Loss (Rp)
889 miliar
4,75 miliar

Exposure pembayaran kewajiban penjaminan Pemerintah kepada kreditur pada program
percepatan pembangunan pembangkit tenaga listrik yang menggunakan batubara pada tahun
2011 diperkirakan mencapai Rp5.927 miliar. Dengan probabilitas gagal bayar 15% dan recovery
rate sebesar 0% maka expected loss kewajiban kontinjensi penjaminan Pemerintah yang
mungkin timbul di tahun 2011 diperkirakan sebesar Rp889 miliar sehingga anggaran kontinjensi

Catatan atas Laporan Keuangan - 138-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
penjaminan Pemerintah untuk PT PLN (Persero) yang dialokasikan dalam APBN TA 2011 adalah
sebesar Rp889 miliar.
Exposure pembayaran kewajiban penjaminan Pemerintah kepada kreditur pada program
percepatan penyediaan air minum untuk tahun 2011 diperkirakan sebesar Rp28 miliar. Dengan
probabilitas gagal bayar 16,98% dan recovery rate sebesar 0% serta pertimbangan risiko
lainnya, maka expected loss kewajiban kontinjensi yang mungkin timbul di tahun 2011
diperkirakan sebesar Rp4,75 miliar. Namun untuk meningkatkan kepercayaan perbankan atas
penjaminan Pemerintah untuk PDAM, maka alokasi anggaran kontinjensi penjaminan Pemerintah
untuk program percepatan penyediaan air minum dalam APBN TA 2011 ditetapkan menjadi
sebesar Rp10 Miliar.
Untuk penjaminan proyek FTP II, Pemerintah menyediakan dana penjaminan pemerintah dalam
APBN terkait jaminan kelayakan usaha melalui dana subsidi listrik (PSO). Sedangkan alokasi
anggaran penjaminan untuk proyek Central Java Power Plant (CJPP), akan mulai dilakukan
tahun 2013 dengan asumsi penjaminan Pemerintah efektif pada Oktober 2012 (setelah financial
close tercapai).
Sampai dengan Desember 2011, alokasi anggaran penjaminan Pemerintah dalam APBN tidak
dicairkan, dengan kata lain tidak terjadi gagal bayar pihak yang dijamin (PT PLN (Persero) dan
PDAM).

12. Unfunded Liability atas Program Tabungan Hari Tua (THT)
Dalam pelaksanaan pemberian kesejahteraan kepada Pegawai Negeri Sipil, disamping Negara
dapat menanggung pembiayaan penyelenggaraan kesejahteraan PNS, juga melibatkan PNS
dalam menanggung pembiayaan untuk penyelenggaraannya melalui iuran PNS bersangkutan.
Dalam rangka mewujudkan hal tersebut, sesuai Pasal 1 ayat (1) Keputusan Presiden No. 56
Tahun 1974, maka dari setiap Pegawai Negeri dan Pejabat Negara dipungut iuran 10% dari
penghasilan setiap bulannya berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 3¼%
dari 10% tersebut merupakan iuran THT. Sesuai dengan penjelasan Pasal 6 PP No. 25 Tahun
1981, Penghasilan adalah gaji pokok ditambah dengan tunjangan-tunjangan yang diterima
peserta setiap bulan tanpa pangan, satu dan lain berdasarkan peraturan perundang-undangan
yang berlaku.
Berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 478/KMK.06/2002, skema THT adalah manfaat
pasti, di mana setiap PNS pada saat pensiun atau meninggal dunia akan menerima manfaat
asuransi dwiguna dan atau manfaat asuransi kematian dan formulanya sudah ditetapkan.
Pasal 14 PP 25 Tahun 1981 menyatakan bahwa dalam hal penyelenggara asuransi sosial yaitu
Badan Usaha Negara yang berbentuk Perusahaan Perseroan (Persero) tidak dapat memenuhi
kewajiban-kewajibannya terhadap PNS berdasarkan Peraturan Pemerintah ini, maka Negara
bertanggung jawab penuh untuk itu.
Sesuai dengan Pasal 1 poin 3 PMK 65 Tahun 2008, Utang Kepada Dana Pensiun dan THT
adalah pos belanja yang dialokasikan untuk memenuhi kewajiban Pemerintah dalam rangka
penyesuaian perhitungan besarnya manfaat THT PNS dan Hakim.
Pada Laporan Keuangan PT TASPEN (program THT) Tahun 2011 diungkapkan bahwa terdapat
Piutang Past Service Liability (PSL) Pemberi Kerja atas THT yang diestimasi, akibat kenaikan
gaji pokok PNS tahun 2007, 2008, 2009, 2010 dan 2011 dengan rincian sebagai berikut:
Uraian
PSL Pemberi Kerja
PSL Pemberi Kerja
PSL Pemberi Kerja
PSL Pemberi Kerja
PSL Pemberi Kerja
Total

akibat PP 9/2007
akibat PP 14/2008
akibat PP 8/2009
akibat PP 25/2010
akibat PP 11/2011

Jumlah (Rp)
1.638.443.906.070
2.450.505.392.359
3.024.845.340.493
1.275.570.232.079
3.432.866.853.874
11.822.231.724.875

Pelunasan Unfunded Liability tersebut akan dilakukan Pemerintah apabila dinilai perlu setelah

Catatan atas Laporan Keuangan - 139-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
dilakukan:
a. Audit menyeluruh (due diligence) atas PT Tapen (Persero) oleh auditor dan aktuaris
independen; dan
b. Pemisahan kekayaan dan kewajiban Program THT non-PNS dari kekayaan dan kewajiban
Program THT PNS sesuai dengan PMK No. 79/PMK.010/2011 tentang Kesehatan
Keuangan Badan Penyelenggara Program Tabungan Hari Tua PNS.
Selanjutnya, guna meningkatkan kemanfaatan program pensiun dan program THT bagi PNS,
Pemerintah akan melakukan hal-hal sebagai berikut:
a. Perumusan dan penetapan program THT PNS baru yang mampu meningkatkan manfaat
THT bagi PNS;
b. Perumusan dan penetapan mekanisme program THT PNS baru yang lebih efisien dan
akuntabel serta sesuai dengan international best practices;
c. Pengaturan dan pengawasan yang lebih efektif atas PT Taspen (Persero).
13. Past Service LiabilitiesProgram Pensiun
Program Pensiun PNS diselenggarakan berdasarkan UU Nomor 11 Tahun 1969 tentang Pensiun
Pegawai dan Pensiun Janda/Duda Pegawai. Dana Pensiun dibentuk berdasarkan kontribusi
Pemerintah, sebagai pemberi kerja, dan PNS, sebagai peserta. Namun demikian, selama ini
untuk penyelenggaraan program pensiun dan program THT, iuran hanya disetor oleh peserta
masing-masing sebesar 4,75% dan 3,25% dari gaji pokok.
Pemerintah menganut sistem pembayaran secara pay as you go, yaitu pembayaran pensiun
dipenuhi secara langsung oleh Pemerintah melalui APBN pada saat pegawai memasuki masa
pensiun dengan sistem sharing dengan Dana Pensiun. Pada APBN-P TA 2011 pembayaran
pensiun 100% beban APBN. Sejak tahun 1994 sampai dengan tahun 2008, Pemerintah
meminta PT TASPEN melakukan sharing terhadap pembayaran manfaat pensiun seperti pada
tabel berikut ini:
No.

Periode

1
2
3
4
5
6
7
8
Total

Januari - Maret 1994
April 1994 - Maret 1997
April 1997 - Desember 1998
Januari 1999 - Desmeber 2002
Januari 2003 - Desember 2005
Januari - Desember 2006
Januari - Desember 2007
Januari - Desember 2008

Sharing (%)
APBN
TASPEN
0%
100%
77,50%
22,50%
77%
23%
75%
25%
79%
21%
82,50%
17,50%
85,50%
14,50%
91%
9%

Sharing (Rp)
APBN
10.320.490.467.535
4.166.973.000.000
38.808.429.790.889
45.267.251.395.247
18.983.960.941.237
23.342.832.127.554
30.715.182.682.604
171.605.120.405.066

TASPEN
684.484.404.672
3.251.694.491.666
1.443.702.023.854
10.629.716.358.793
10.369.704.931.390
3.772.133.279.016
3.476.843.628.139
2.630.389.180.583
36.258.668.298.113

Sistem pembayaran sebagaimana tersebut di atas mengakibatkan kekurangan pendanaan
penyelenggaraan program pensiun dan THT. Berdasarkan Hasil Valuasi Aktuaria Independen per
31 Desember 2010 terdapat kewajiban Aktuaria Program Dana Pensiun sebesar Rp1.809,42
triliun. Jumlah tersebut dihitung berdasarkan seluruh PNS, termasuk Veteran, TNI dan Polri
(yang telah menjalani masa pensiun sampai dengan 31 Maret 1989), serta pejabat negara.
Sejak 1 April 1989, pembayaran pensiun TNI dan Polri dikelola oleh PT Asabri (Persero).
Berdasarkan hasil perhitungan aktuaria yang dilakukan oleh konsultan PT Binaputera Jaga
Hikmah per 25 April 2007 menunjukkan bahwa past service liabilities (gabungan program
pensiun dan beras) pada PT Asabri (Persero) per 31 Desember 2010 adalah sebesar Rp70,22
triliun.
Berdasarkan penjelasan di atas, total saldo past service liabilities untuk seluruh pensiun PNS,
Veteran, TNI dan Polri adalah sebesar Rp1.879,64 triliun. Saldo past service liabilities ini belum
disajikan sebagai kewajiban dalam LKPP Tahun 2011.
Sesuai dengan data dalam Laporan Keuangan PT Taspen (Persero) Tahun 2011 diketahui
bahwa jumlah dana titipan atas iuran program pensiun sampai dengan 31 Desember 2011
adalah sebesar Rp42,20 triliun. Rincian Dana Program pensiun per 31 Desember 2011 adalah

Catatan atas Laporan Keuangan - 140-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
sebagai berikut (dalam Rp):
A. Saldo per 31 Desember 2010
B. Penerimaan:
Penerimaan Iuran Peserta
Penerimaan Dana dari Pemerintah
Hasil Investasi
Kenaikan Nilai Investasi
Pendapatan Lain-lain
Total Penerimaan
C. Pengeluaran:
Pembayaran Manfaat Pensiun
Beban Operasional
Total Pengeluaran
D. Perubahan Dana (B-C)
E. Koreksi Dana Bersih
F. Saldo per 31 Desember 2011 (A+D+E)

28.722.730.784.872
6.603.299.627.280
51.851.747.090.690
3.146.394.364.877
4.628.274.904.132
13.138.741.576
66.242.854.728.555
51.843.550.831.851
600.975.111.740
52.444.525.943.591
13.798.328.784.964
(317.603.038.071)
42.203.456.531.765

14. Badan Pertimbangan Tabungan Perumahan PNS (Bapertarum)
Bapertarum PNS didirikan berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 14 Tahun 1993 tentang
Tabungan Perumahan Pegawai Negeri Sipil, sebagaiman telah diubah dengan Keputusan
Presiden Nomor 46 Tahun 1994. Tabungan Perumahan diwajibkan kepada setiap PNS yang
dipotong dari gaji masing-masing PNS. Untuk mengelola tabungan tersebut dibentuk Badan
Pertimbangan Tabungan Perumahan PNS dengan tujuan membantu membiayai usaha
peningkatan kesejahteraan PNS dalam bidang perumahan. Pemotongan gaji untuk tabungan
perumahan tersebut efektif pada pemotongan gaji bulan Februari 1993 untuk pemotongan gaji
bulan Januari dan Februari 1993 dan berakhir bulan yang bersangkutan berhenti menjadi PNS.
Dana yang terkumpul dari pemotongan tabungan tersebut disetor ke rekening Menteri Keuangan
untuk dan atas nama Bapertarum PNS pada Bank Pemerintah yang ditunjuk oleh Menteri
Keuangan. Dana tabungan tersebut setinggi-tingginya sebesar 60% dari jumlah dana tabungan
dipergunakan untuk membantu seluruh PNS untuk uang muka pembelian rumah dengan fasilitas
Kredit Pemilik Rumah bagai pegawai yang belum memiliki rumah maupun membantu sebagian
biaya membangun rumah bagi PNS yang sudah memiliki tanah di daerah tempat bekerja.
Sekurang-kurangnya 40% dari jumlah tabungan disimpan dalam bentuk deposito atau jenis lain
yang aman untuk pemupukan dana jangka panjang pada Bank Pemerintah yang ditunjuk oleh
Menteri Keuangan.
Semenjak LKPP Tahun 2011, Aset Bersih Bapertarum tidak disajikan lagi di Neraca, hal ini
konsisten dan sama dengan perlakuan akuntansi untuk dana iuran pensiun yang dikelola PT
TASPEN dan PT ASKES. Berdasarkan Laporan Keuangan Bapertarum-PNS Tahun 2011, aset
sebesar Rp6.807.063.950.338,73, kewajiban Rp2.860.286.664.356,29, dan ekuitas bersih
sebesar Rp3.946.777.285.982,44.
15. Dana Program Kemitraan Badan Usaha Milik Negara Dengan Usaha Kecil Dan Program
Bina Lingkungan (PKBL BUMN)
Sesuai dengan Peraturan Menteri Negara BUMN Nomor: Per-05/MBU/2007 tanggal 27 April
2007 tentang Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan,
Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil adalah program untuk meningkatkan kemampuan
usaha kecil agar menjadi tangguh dan mandiri, dan Program Bina Lingkungan adalah program
pemberdayaan kondisi sosial masyarakat oleh BUMN. Dana Program Kemitraan BUMN
bersumber dari penyisihan laba setelah pajak maksimal sebesar 2%, jasa administrasi
pinjaman/marjin/bagi hasil, bunga deposito dan/atau jasa giro dari dana Program Kemitraan
setelah dikurangi beban operasional, dan dari pelimpahan dana Program Kemitraan dari BUMN
lain, jika ada. Untuk Dana Program Bina Lingkungan bersumber dari penyisihan laba setelah
pajak maksimal sebesar 2% dan hasil bunga deposito dan atau jasa giro dari dana Program BL.

Catatan atas Laporan Keuangan - 141-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Pelaksanaan dan Pengelolaan dana tersebut berada di BUMN Pembina (BUMN yang
melaksanakan Program Kemitraan dan Program BL), Koordinator BUMN Pembina (BUMN yang
ditunjuk oleh Menteri BUMN untuk mengkoordinasikan BUMN Pembina di dalam suatu provinsi
tertentu), BUMN Penyalur (BUMN Pembina yang menyalurkan Dana Program Kemitraan milik
BUMN Pembina lain berdasarkan Perjanjian Kerjasama Penyaluran), atau Lembaga Penyalur
(badan usaha selain BUMN atau lembaga bukan badan usaha yang melakukan kerjasama dengan
BUMN Pembina dalam menyalurkan pinjaman Dana Program Kemitraan berdasarkan Perjanjian
Kerjasama Penyaluran) namun otoritas penggunaannya berada pada Kementerian Negara BUMN.
Sampai dengan 31 Desember 2011 Dana PKBL BUMN berjumlah Rp823.328.094.726.
Selain dana PKBL BUMN juga terdapat Dana Bantuan Tunai BUMN Peduli, yaitu Dana yang
dikumpulkan dari dana BL BUMN Peduli dan merupakan bagian dari Dana Program Bina
Lingkungan pada BUMN Pembina. Saldo Dana Bantuan Tunai BUMN Peduli 30 Juni 2012 dan
31 Desember 2011, adalah sebesar Rp.14.366.381.166 dan Rp14.180.502.976.
16. Rencana Tindak Lanjut Temuan BPK atas LKPP Tahun 2011
Dalam rangka menindaklanjuti Laporan Hasil Pemeriksaan BPK atas LKPP Tahun 2011, sesuai
dengan ketentuan UU No. 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung
Jawab Keuangan Negara, Pemerintah telah menyusun rencana tindak lanjut terhadap Temuan
Pemeriksaan BPK atas LKPP Tahun 2011 dan menyampaikannya kepada BPK. Rencana tindak
lanjut dimaksud dapat dilihat pada Daftar 31.

Catatan atas Laporan Keuangan - 142-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)

D. PENJELASAN ATAS POS-POS LAPORAN ARUS KAS
D.1. IKHTISAR LAPORAN ARUS KAS
SALDO AWAL KAS
Saldo Awal Kas per 1
Januari 2012 sebesar
Rp107,96 triliun

Saldo Awal Kas BUN, KPPN, dan BLU per 1 Januari 2012 adalah sebesar
Rp107.961.362.547.161 yang merupakan saldo akhir Kas BUN, KPPN, dan BLU per 31
Desember 2011 setelah disesuaikan dengan koreksi saldo awal kas pada Semester I TA 2012.
Rincian saldo awal Kas BUN, KPPN, dan BLU adalah sebagai berikut (dalam Rp):
Uraian
Saldo Awal Kas BUN,KPPN& BLU:
Kas BUN di BI
Kas di KPPN
Kas pada BLU
Kas Hibah Langsung K/L yang telah disahkan
Saldo Awal Kas BUN, KPPN & BLU Sebelum
Penyesuaian
Penyesuaian Saldo Awal
Koreksi saldo BUN*)
Penyesuaian saldo awal BLU
Koreksi RR tahun 2010
Koreksi Kas di KL
Reklasifikasi dari Rekening Khusus dan RDI
Penyesuaian Saldo Awal KPPN
Total Penyesuaian Saldo Awal
Saldo Awal Kas BUN, KKPN & BLU Setelah
Koreksi

Semester I TA 2012

Semester I TA 2011

82.453.918.298.407
11.870.556.947.661
13.089.016.578.965
429.120.562.354
107.842.612.387.387

79.606.375.358.793
9.218.612.887.732
7.287.580.742.179
48.185.913.485
96.160.754.902.189

(1.255.040.650)
120.005.200.424
118.750.159.774
107.961.362.547.161

6.350.150
(7.213.234.713)
(239.794.410)
(533.384.200)
2.824.334.834.077
2.816.354.770.904
98.977.109.673.093

Keterangan:
*) Penyesuaian Saldo Awal Kas pada BLU sebesar minus Rp1.255.040.650 merupakan penyesuaian
atas Kas pada BLU berdasarkan data dari KPPN setempat, yaitu:
KPPN
KPPN Medan II
KPPN Bandung I
KPPN Surakarta
KPPN Yogyakarta
KPPN Sukabumi
Total

Jumlah (Rp)
377.444.140
(10.434.068.067)
9.466.338.423
(902.222.322)
237.467.176
(1.255.040.650)

**) Penyesuaian Saldo Awal Kas KPPN sebesar Rp120.005.200.424 merupakan penyesuaian atas Kas
KPPN, yaitu:
KPPN
KPPN Jakarta I
KPPN Tasikmalaya
KPPN Kediri
KPPN Pekalongan
Total

Jumlah (Rp)
120.000.000.000
(11.291.447)
12.536.000
3.955.871
120.005.200.424

Catatan atas Laporan Keuangan -143-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
PERUBAHAN KAS
Kenaikan Kas pada
Semester TA 2011
sebesar Rp62,50 triliun

Kenaikan (penurunan) kas dari berbagai aktivitas pemerintah sepanjang Semester I TA2012 dan
TA 2011 adalah sebagai berikut (dalam Rp):
Uraian
Kenaikan (Penurunan) Kas dari Aktivitas
Operasi
Kenaikan (Penurunan) Kas dari Aktivitas
Investasi Aset Non Keuangan
Kenaikan (Penurunan) Kas dari Aktivitas
Pembiayaan
Kenaikan (Penurunan) Kas dari Aktivitas Non
Anggaran
Penyesuaian Pembukuan*)
Penyesuaian Selisih Kurs
Kenaikan Kas

Semester I TA 2012
(4.297.746.808.615)

Semester I TA 2011
82.920.115.910.554

(30.586.128.781.362)

(20.219.653.313.280)

100.481.545.078.969

64.649.136.275.968

(4.132.235.906.083)

(3.040.138.219.622)

(213.883.314.676)
1.248.149.299.268
62.499.699.567.501

(5.364.134.415)
(1.431.186.368.548)
122.872.910.150.657

Semester I TA 2012
(207.813.375.576)
(5.320.634.808)
(741.404.000)
(7.900.292)
(213.883.314.676)

Semester I TA 2011
(17.825.288.261)
12.461.178.846
(25.000)
(5.364.134.415)

*) Penyesuaian Pembukuan terdiri dari:
Uraian
Pengembalian Pendapatan TA yang lalu
Koreksi Uang Persediaan
Koreksi Pengenaan biaya kliring
Koreksi Hibah
Koreksi BO I dan Bank Persepsi
Jumlah Penyesuaian Pembukuan

Komposisi Arus Kas Bersih dari tiap aktivitas disajikan dalam Grafik 25.

Grafik 25: Komposisi Arus Kas Bersih per Aktivitas

Catatan atas Laporan Keuangan -144-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
SALDO AKHIR KASDAN BANK
Saldo Akhir Kas per 30
Juni 2012 sebesar
Rp227,66 triliun

Saldo Akhir Kas dan Bank per 30 Juni 2012 sebesar Rp227.661.691.194.866 merupakan kas
Pemerintah Pusat yang tersedia dan siap digunakan untuk membiayai aktivitas pemerintah
semester berikutnya, dengan rincian (dalam Rp):
Uraian
Kas BUN, KPPN, BLU *)
Rekening Pemerintah Lainnya
Kas di Bendahara Pengeluaran
Kas di Bendahara Penerimaan
Kas Lainnya dan Setara Kas**)
Kas pada BLU yang Belum Disahkan ***)
Kas pada BLU yang telah Didepositokan
(Investasi Jangka Pendek)
Jumlah Saldo Akhir Kas

Semester I TA 2012
170.461.062.115.043
40.811.445.722.318
4.237.709.202.349
405.580.465.657
11.710.430.111.916
163.089.795.255
(127.626.217.672)

Semester I TA 2011
221.850.019.823.750
27.294.279.942.786
3.934.251.026.226
809.524.250.592
3,908,858,507,984
8.901.619.155
-

227.661.691.194.866

257.805.835.170.493

*) Saldo Akhir Kas BUN, KPPN, BLU, dan Hibah Langsung terdiri dari:
Uraian
Rekening Kas BUN di BI
Rekening Kas di KPPN
Kas di BLU yang Sudah Disahkan
Hibah Kas Langsung K/L yang Sudah
Disahkan
Jumlah

Semester I TA 2012
147.644.719.217.455
6.684.835.490.699
15.583.837.419.948
547.669.986.941

Semester I TA 2011
207.138.360.015.139
5.866.720.500.176
8.797.286.779.150
47.652.529.285

170.461.062.115.043

221.850.019.823.750

**) Kas Lainnya dan Setara Kas sebesar Rp11.710.430.111.916 berasal dari saldo sebesar
Rp12.258.100.098.857 dikurangi dengan Kas dari hibah langsung K/L yang sudah disahkan
sebesar Rp547.669.986.941.
***) Kas pada BLU sebesar Rp163.089.795.255 merupakan Kas pada BLU yang belum
disahkan oleh KPPN dan beberapa koreksi, dengan perhitungan sebagai berikut (Rp):
Uraian
Total Kas pada BLU menurut K/L
Ditambah Kas pada BLU yang telah
Didepositokan (Investasi Jangka Pendek)
Dikurangi Kas pada BLU yang telah
disahkan KPPN
Kas pada BLU yang belum disahkan KPPN

Semester I TA 2012
15.619.300.997.531

Semester I TA 2011
8.806.188.398.305

127.626.217.672

-

(15.583.837.419.948)
163.089.795.255

(8.797.286.779.150)
8.901.619.155

Kas pada BLU yang telah disahkan KPPN sebesar Rp15.583.837.419.948 berasal dari
perhitungan sebagai berikut (Rp):
Uraian
Saldo awal BLU
Koreksi Tambah Saldo Awal Kas pada BLU
Pendapatan BLU
Belanja BLU
Kas pada BLU yang telah disahkan
KPPN

Semester I TA 2012
13.089.016.578.965
(1.255.040.650)
6.372.047.622.896
(3.875.971.741.263)
15.583.837.419.948

Semester I TA 2011
7.287.580.742.179
(7.213.234.713)
3.633.908.246.714
(2.116.988.975.030)
8.797.286.779.150

Catatan atas Laporan Keuangan -145-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)

D.2. PENJELASAN PER POS LAPORAN ARUS KAS
Penjelasan atas Laporan Arus Kas Pemerintah Pusat Semester I Tahun2012 diuraikan sebagai
berikut:
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Arus Kas Keluar
Bersih dari Aktivitas
Operasi sebesar
Rp4,30 triliun

Arus Kas dari Aktivitas Operasi menjelaskan aktivitas penerimaan dan pengeluaran kas untuk
kegiatan operasional Pemerintah selama satu periode yang berakhir 30 Juni 2012. Arus Kas
Keluar Bersih dari Aktivitas Operasi adalah sebesar Rp4.297.746.808.615, dengan rincian
sebagai berikut (dalam Rp):
Uraian
Arus Kas Masuk
Dikurangi Arus Kas Keluar
Arus Kas Bersih

Semester I TA 2012
593.674.674.114.044
597.972.420.922.659
(4.297.746.808.615)

Semester I TA 2011
499.820.036.693.383
416.899.920.782.829
82.920.115.910.554

Arus Kas Keluar Bersih dari Aktivitas Operasi menunjukkan bahwa pendapatan operasional
Pemerintah tidak mencukupi untuk membiayai seluruh kegiatan operasional Pemerintah. Jika
dibandingkan dengan Arus Kas Bersih dari Aktivitas Operasi Semester I TA 2011, terdapat
penurunan arus kas bersih sebesar Rp87.217.862.719.169.
D.2.1. Penerimaan Perpajakan
Penerimaan
Perpajakan sebesar
Rp457,01triliun

Penerimaan Perpajakan pada Semester I TA 2012 sebesar Rp457.009.093.377.387 terdiri dari
Penerimaan Pajak Dalam Negeri sebesar Rp432.183.528.440.972 dan Penerimaan Pajak
Perdagangan Internasional sebesar Rp24.825.564.936.415. Penerimaan Perpajakan ini
merupakan penerimaan Pemerintah yang dihimpun dari sektor perpajakan sepanjang Semester I
TA 2012 setelah dikurangi pengembalian pendapatan perpajakan. Rincian Penerimaan
Perpajakan Semester I TA 2012dan 2011 adalah sebagai berikut (dalam Rp):
Uraian
Pajak Dalam Negeri
Pajak Penghasilan (PPh)
Pajak Pertambahan Nilai dan Penjualan
Barang Mewah (PPN & PPnBM)
Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)
Bea Perolehan Hak atas Tanah dan
Bangunan (BPHTB)
Cukai
Pajak Lainnya
Jumlah Penerimaan Pajak DN
Pajak Perdagangan Internasional
Bea Masuk
Bea Keluar
Jumlah Penerimaan Pajak Perdagangan
Internasional
Penerimaan Perpajakan

Semester I TA 2012

Semester I TA 2011

233.567.515.556.674
149.665.325.930.072

208.028.255.107.321
112.773.298.284.351

2.296.891.132.864
-

2.227.954.322.600
(704.724.406)

44.547.049.460.489
2.106.746.360.873
432.183.528.440.972

34.820.843.145.853
1.873.677.787.259
359.723.323.922.978

13.908.233.994.507
10.917.330.941.908
24.825.564.936.415

11.831.987.468.868
16.594.351.585.467
28.426.339.054.335

457.009.093.377.387

388.149.662.977.313

Dengan demikian, Penerimaan Perpajakan dalam Semester I TA 2012 lebih besar
Rp68.859.430.400.074 atau 17,74 persen dari Penerimaan Perpajakan dalam Semester I TA
2011.

Catatan atas Laporan Keuangan -146-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
a. Pajak Penghasilan
Penerimaan Pajak Penghasilan (PPh) pada Semester I TA 2012 adalah sebesar
Rp233.567.515.556.674 yang berasal dari Pajak Penghasilan Migas dan Non Migas.
Rincian penerimaan kas dari PPh pada Semester I TA 2012 dan TA 2011 adalah sebagai
berikut (dalam Rp):
Uraian
PPh Migas
PPh Minyak Bumi
PPh Gas Alam
PPh Migas Lainnya
Pendapatan PPh Ditanggung
Pemerintah
Jumlah PPh Migas
PPh Non Migas
PPh Pasal 21
PPh Pasal 22
PPh Pasal 22 Impor
PPh Pasal 23
PPh Pasal 25/29 Orang Pribadi
PPh Pasal 25/29 Badan
PPh Pasal 26
PPh Final dan Fiskal LN
PPh Non Migas Lainnya
Jumlah PPh Non Migas
Jumlah Pajak Penghasilan

Semester I TA 2012

Semester I TA 2011

14.355.399.877.157
20.429.365.622.327
119.012.851
330.353.270

13.894.084.701.623
20.437.496.513.576
-

34.785.214.865.606

34.331.581.215.199

37.923.903.836.264
2.169.830.554.064
17.746.460.011.747
9.752.806.733.898
2.441.361.846.182
88.228.890.711.631
12.738.859.149.773
27.769.151.598.185
11.036.249.324
198.782.300.691.068
233.567.515.556.674

30.908.224.866.947
1.926.605.975.470
14.664.239.041.688
8.369.757.361.577
2.021.452.007.810
82.205.341.093.212
11.609.069.696.987
21.961.932.970.171
30.050.878.260
173.696.673.892.122
208.028.255.107.321

Dengan demikian, penerimaan Pajak Penghasilan pada Semester I TA 2012 lebih besar
Rp25.539.260.449.353 atau 12,28 persen dari penerimaan Semester I TA 2011.
b. Pajak Pertambahan Nilai dan Penjualan Barang Mewah
Penerimaan Pajak Pertambahan Nilai dan Penjualan Barang Mewah (PPN &PPnBM) untuk
Semester I TA 2011adalah sebesar Rp149.665.325.930.072. Rincian Penerimaan PPN &
PPnBM adalah sebagai berikut (dalam Rp):
Uraian
PPN dan PPnBM Dalam Negeri
PPN dan PPnBM Impor
PPN dan PPnBM lainnya
Jumlah PPN dan PPnBM

Semester I TA 2012
84.552.154.940.586
65.018.137.211.221
95.033.778.265
149.665.325.930.072

Semester I TA 2011
61.057.695.063.844
51.624.382.976.439
91.220.244.068
112.773.298.284.351

Dengan demikian, penerimaan Pajak Pertambahan Nilai dan Penjualan Barang Mewah pada
Semester I TA 2012 lebih besar Rp36.892.027.645.721 atau 32,71 persen dari Semester I
TA 2011.

c. Pajak Bumi dan Bangunan
Penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) pada Semester I TA 2012 adalah sebesar
Rp2.296.891.132.864. Rincian dari Penerimaan PBB tersebut adalah sebagai berikut (dalam
Rp):

Catatan atas Laporan Keuangan -147-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Uraian
PBB Pedesaan
PBB Perkotaan
PBB Perkebunan
PBB Kehutanan
PBB Pertambangan
PBB Migas
Jumlah PBB (Neto)

Semester I TA 2012
368.408.283.466
1.564.407.594.812
78.538.408.190
30.635.406.885
67.881.565.829
187.019.873.682
2.296.891.132.864

Semester I TA 2011
406.155.290.940
1.687.521.344.115
68.959.618.891
39.029.856.062
26.278.012.592
10.200.000
2.227.954.322.600

Dengan demikian, penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan pada Semestr I TA 2012 lebih
besar Rp68.936.810.264 atau 3,09 persen dari Semester I TA 2011.
d. Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB)
Penerimaan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) mulai TA 2011 tidak
dicatat lagi dikarenakan Penerimaan BPHTB diserahkan ke pemerintah daerah. Sedangkan
pada Semester I TA 2011 terdapat Penerimaan BPHTB sebesar minus Rp704.724.406
merupakan pengembalian BPHTB tahun anggaran yang lalu.
e. Cukai
Penerimaan Cukai pada Semester I TA 2012 adalah sebesar Rp44.547.049.460.489,
dengan rincian sebagai berikut (dalam Rp):
Uraian
Cukai Hasil Tembakau
Cukai Ethyl Alkohol
Cukai Minuman mengandung Ethyl Alkohol
Denda Administrasi Cukai
Cukai Lainnya
Jumlah Penerimaan Cukai (Neto)

Semester I TA 2012
42.503.862.816.464
83.920.789.125
1.941.091.492.940
10.249.255.856
7.925.106.104
44.547.049.460.489

Semester I TA 2011
33.125.995.295.956
74.911.700.645
1.605.052.291.590
4.888.947.024
9.994.910.638
34.820.843.145.853

Dengan demikian, Penerimaan Cukai pada Semester I TA 2012 lebih besar
Rp9.726.206.314.636 atau 27,93 persen dari Penerimaan Cukai Semester ITA 2011.

f. Pajak Lainnya
Penerimaan Pajak Lainnya pada Semester I TA 2012adalah sebesar Rp2.106.746.360.873.
Rincian Penerimaan Pajak Lainnya adalah sebagai berikut:
Uraian
Penjualan Benda dan Bea Materai
Pendapatan PPn Batubara
Pajak Tidak Langsung
Bunga Penagihan Pajak:
- Bunga Penagihan PPh
- Bunga Penagihan PPN
- Bunga Penagihan PPnBM
- Bunga Penagihan PTLL
Jumlah Pajak Lainnya

Semester I TA 2012
1.902.596.178.859
2.359.528.777

Semester I TA 2011
1.736.098.316.826
58.638.700
931.467.299

147.894.932.510
51.845.594.531
1.250.816.058
799.310.138
2.106.746.360.873

52.706.519.963
77.039.654.874
17.331.663
6.825.857.934
1.873.677.787.259

Dengan demikian, Penerimaan Pajak Lainnya pada Semester I TA 2012 lebih besar
Rp233.068.573.614 atau 12,44 persen dari Semester I TA 2011.

Catatan atas Laporan Keuangan -148-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
g. Pajak Perdagangan Internasional
Penerimaan Pajak Perdagangan Internasional pada Semester I TA 2012 adalah sebesar
Rp24.825.564.936.415, yang terdiri dari Penerimaan Bea Masuk sebesar
Rp13.908.233.994.507 dan Penerimaan Bea Keluar sebesar Rp10.917.330.941.908.
Rincian Penerimaan Pajak Perdagangan Internasional adalah sebagai berikut (dalam Rp):
Uraian
Bea Masuk
Bea Masuk
Bea Masuk DTP atas Hibah (SPM Nihil)
Pendapatan Denda Administrasi
Pabean
Bea Masuk dalam rangka KITE
Denda atas sanksi administrasi
Bea Masuk – Ditanggung Pemerintah
Pabean Lainnya
Jumlah Bea Masuk
Bea Keluar
Jumlah Pajak Perdagangan
Internasional

Semester I TA 2012

Semester I TA 2011

13.179.103.222.311
1.946.275.747
247.783.301.964

11.218.073.235.419
2.618.724.584
183.734.238.304

457.228.451.820
(23.036.653)
22.195.779.318
13.908.233.994.507
10.917.330.941.908
24.825.564.936.415

374.680.444.557
52.880.826.004
11.831.987.468.868
16.594.351.585.467
28.426.339.054.335

Dengan demikian, penerimaan Pajak Perdagangan Internasional Semester I TA 2012 lebih
kecil Rp3.600.774.117.920 atau12,67 persen dari Semester I TA 2011.
D.2.2. Penerimaan Negara Bukan Pajak
PNBP sebesar
Rp135,69 triliun

Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) pada Semester I TA 2012 adalah sebesar
Rp135.693.638.616.375, yang berarti lebih besar Rp25.152.883.275.825 atau 22,75 persen
dari Semester I TA 2011 sebesar Rp110.540.755.340.550.
PNBP tersebut berasal dari penerimaan dari Sumber Daya Alam, bagian pemerintah atas laba
BUMN, PNBP Lainnya, dan Pendapatan BLU.
Rincian atas penerimaan negara bukan pajak adalah sebagai berikut:
a. Penerimaan Sumber Daya Alam
Penerimaan Sumber Daya Alam (SDA) pada Semester I TA 2012 adalah sebesar
Rp79.870.224.544.135. Penerimaan ini merupakan penerimaan negara yang berhubungan
dengan kegiatan eksploitasi SDA, yang terdiri dari:
Uraian
Pendapatan Minyak Bumi
Pendapatan Gas Alam
Pendapatan Pertambangan Umum
Pendapatan Kehutanan
Pendapatan Perikanan
Pendapatan Pertambangan Panas Bumi
Jumlah Penerimaan SDA

Semester I TA 2012
47.777.699.409.325
20.944.653.493.682
9.086.840.681.118
1.616.675.844.226
89.150.864.000
355.204.251.784
79.870.224.544.135

Semester I TA 2011
43.555.789.802.213
18.128.460.728.134
7.691.605.745.752
1.473.020.992.105
64.160.652.010
219.003.042.149
71.132.040.962.363

Dengan demikian, Penerimaan Sumber Daya Alam pada Semester I TA 2012 lebih besar
Rp8.738.183.581.772 atau 12,28 persen dari Semester I TA 2011.
b. Penerimaan Bagian Pemerintah atas Laba BUMN
Penerimaan Bagian Pemerintah atas Laba BUMN pada Semester I TA 2012 adalah sebesar

Catatan atas Laporan Keuangan -149-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Rp14.537.992.614.053, yang berarti lebih besar Rp9.342.879.859.686 atau 179,84
persen dari Semester I TA 2011 sebesar Rp5.195.112.754.367. Penerimaan tersebut
merupakan penerimaan yang diperoleh Pemerintah atas pengelolaan kekayaan negara yang
dipisahkan, yakni kekayaan negara yang ditempatkan sebagai penyertaan modal pada
Perusahaan Negara.
c. Penerimaan PNBP Lainnya
Penerimaan PNBP Lainnya pada Semester I TA
Rp34.913.373.835.291. Penerimaan ini terdiri dari (dalam Rp):
Uraian
Pendapatan Penjualan Hasil Produksi/Sitaan
Pendapatan Penjualan dari kegiatan Hulu Migas
Pendapatan Sewa
Pendapatan Jasa I
Pendapatan Jasa II
Pendapatan Jasa Luar Negeri
Pendapatan Jasa Perbankan
Pendapatan Atas Pengelolaan (TSA) dan/atau atas
Penempatan Uang Negara
Pendapatan Jasa Kepolisian
Pendapatan Jasa Pelayanan Tol
Pendapatan Jasa Kepolisian II
Pendapatan Jasa Lainnya
Pendapatan Bunga
Pendapatan Gain On Bond Redemption
Pendapatan Premium atas Obligasi Negara
Pendapatan Kejaksaan dan Peradilan dan Hasil Tindak
Pidana Korupsi
Pendapatan Pendidikan
Pendapatan Gratifikasi dan Uang Sitaan Hasil Korupsi
Pendapatan Iuran dan Denda
Pendapatan dari Penerimaan Kembali TAYL
Pendapatan Pelunasan Piutang
Pendapatan dari Penutupan Rekening
Pendapatan Selisih Kurs
Pendapatan Lain-lain
Jumlah PNBP Lainnya

2012

adalah

sebesar

Semester I TA 2012
5.250.547.153.159
2.958.199.760.750
100.806.727.383
6.313.615.224.787
759.913.471.364
215.991.678.984
74.985.507
2.333.101.329.164

Semester I TA 2011
3.171.482.208.245
4.765.603.649.054
82.513.073.767
5.671.593.531.041
1.223.830.951.783
122.362.492.964
147.641.986
2.396.398.109.360

1.668.694.880.550
88.501.779.088
61.826.784.159
60.923.986.903
1.315.769.159.383
3.205.300
6.829.127.778.352
124.871.846.160

1.573.191.955.778
47.001.025.000
129.255.217.887
968.836.075.572
760.225.000
788.120.413.500
122.641.027.112

947.228.273.739
115.567.264.732
737.524.049.287
4.028.542.179.525
15.238.686.966
50.437.978.663
651.364.760.109
285.500.891.277
34.913.373.835.291

1.306.102.486.077
60.360.876.341
600.303.149.472
6.716.873.532.989
14.895.448.335
625.321.545.608
192.098.740.235
30.579.693.377.106

Dengan demikian, Penerimaan PNBP Lainnya pada Semester I TA 2012 lebih besar
Rp4.333.680.458.185 atau 14,17 persen dari Semester I TA 2011.

d. Penerimaan Badan Layanan Umum
Penerimaan Badan Layanan Umum (BLU) pada Semester I TA 2012 adalah sebesar
Rp6.372.047.622.896, yang terdiri dari (dalam Rp):
Uraian
Pendapatan Jasa Layanan Umum
Pendapatan Hibah Badan Layanan Umum
Pendapatan Hasil Kerja Sama BLU
Pendapatan BLU Lainnya
Jumlah Penerimaan BLU

Semester I TA 2012
5.833.452.694.709
3.928.458.651
179.066.218.199
355.600.251.337
6.372.047.622.896

Semester I TA 2011
3.263.820.075.859
9.264.424.684
76.424.695.682
284.399.050.489
3.633.908.246.714

Dengan demikian, penerimaan BLU pada Semester I TA 2012 lebih besar
Rp2.738.139.376.182 atau 75,35 persen dari Semester I TA 2011.

Catatan atas Laporan Keuangan -150-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
D.2.3. Penerimaan Hibah
Penerimaan Hibah
sebesar Rp971,94
milyar

Penerimaan Hibah pada Semester I TA 2012 adalah sebesar Rp971.942.120.282. Pendapatan
ini merupakan penerimaan negara yang berasal dari sumbangan dalam negeri perorangan,
lembaga/badan usaha dan hibah dalam negeri lainnya. Selain itu, penerimaan hibah juga berasal
dari luar negeri perorangan, bilateral, multilateral dan hibah luar negeri lainnya. Rincian
Pendapatan Hibah adalah sebagai berikut (dalam Rp):
Uraian
Hibah Dalam Negeri
Hibah Dalam Negeri – Perorangan
Hibah Dalam Negeri – Lembaga/Badan Usaha
Hibah Dalam Negeri Lainnya
Hibah Dalam Negeri Langsung - Lembaga/Badan Usaha
Hibah Dalam negeri Langsung Bentuk Uang - Pemda
Hibah Dalam Negeri Langsung - Pemda
Jumlah Hibah Dalam Negeri
Hibah Luar Negeri
Hibah Luar Negeri – Perorangan
Hibah Luar Negeri – Bilateral
Hibah Luar Negeri – Multilateral
Pendapatan Hibah Luar Negeri Lainnya
Hibah Luar Negeri Langsung - Perorangan
Hibah Luar Negeri Langsung - Bilateral
Hibah Luar Negeri Langsung - Multilateral
Hibah Luar Negeri Langsung Lainnya
Jumlah Hibah Luar Negeri
Jumlah Hibah

Semester I TA 2012

Semester I TA 2011

5.360.000
4.185.000
(97.860.776)
2.158.741.182
2.070.425.406

28.362.500
65.810.600
94.173.100

600.000
531.979.757.473
428.350.789.648
9.411.776.007
128.771.748
969.871.694.876
971.942.120.282

329.095.080.383
800.369.122.037
60.000.000
1.129.524.202.420
1.129.618.375.520

Dengan demikian, penerimaan Hibah pada Semester I TA 2011 lebih kecil Rp157.676.255.238
atau 13,96 persen dari Semester I TA 2011.

D.2.4. Belanja Pegawai
Belanja Pegawai
sebesar Rp104,12
triliun

Belanja Pegawai pada Semester I TA 2012 adalah sebesar Rp104.116.907.901.407, dengan
rincian sebagai berikut (dalam Rp):
Uraian
Belanja Gaji dan Tunjangan PNS
Belanja Gaji dan Tunjangan TNI/Polri
Belanja Gaji dan Tunjangan Pejabat Negara
Belanja Gaji Dokter PTT
Belanja Gaji dan Tunjangan Pegawai Non PNS
Belanja Honorarium
Belanja Lembur
Belanja Vakasi
Belanja Tunj. Khusus & Belanja Pegawai
Transito
Belanja Pensiun dan Uang Tunggu
Belanja Asuransi Kesehatan
Belanja Tunjangan Kesehatan Veteran
Belanja Cadangan Perubahan Sharing
Belanja Kontribusi APBN Pembayaran Pensiun
Eks PNS Dephub pada PT KAI
Total Belanja Pegawai

Semester I TA 2012
26.513.754.055.227
22.711.531.497.701
416.509.472.079
360.224.775.392
109.786.395.416
632.706.058.483
202.265.324.593
98.046.588.237
10.556.190.788.198

Semester I TA 2011
20.463.365.564.646
19.135.966.635.123
365.863.981.168
279.077.656.742
88.009.211.342
501.179.384.267
139.613.844.097
96.046.514.075
6.169.557.779.195

41.192.756.747.581
1.241.018.772.498
82.117.426.002
-

32.145.903.575.995
1.047.854.180.922
75.288.432.498
(427.313.852)
(18.054.805)

104.116.907.901.407

80.507.281.391.413

Catatan atas Laporan Keuangan -151-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Dengan demikian, Belanja Pegawai pada Semester I TA
Rp23.609.626.509.994 atau 29,33 persen dari Semester I TA 2011.

2012

lebih

besar

D.2.5. Belanja Barang
Belanja Barang
sebesar Rp41,85
triliun

Belanja Barang pada Semester I TA 2012 adalah sebesar Rp41.851.084.208.091 yang
merupakan pengeluaran Pemerintah dalam rangka pengadaan/pembelian barang dan jasa non
investasi guna mendukung kegiatan operasional pemerintahan. Rincian Belanja Barang adalah
sebagai berikut (dalam Rp):
Uraian
Belanja Barang
Belanja Jasa
Belanja Pemeliharaan
Belanja Perjalanan
Belanja Barang BLU
Belanja Barang Untuk Diserahkan Kepada
Masyarakat/Pemda
Jumlah Belanja Barang

Semester I TA 2012
21.479.673.798.161
4.639.949.079.933
3.801.033.427.284
7.153.919.707.759
3.646.558.103.815
1.129.950.091.139

Semester I TA 2011
17.516.989.081.977
3.533.912.012.015
3.087.711.777.337
6.173.456.374.063
1.991.132.034.415
-

41.851.084.208.091

32.303.201.279.807

Dengan demikian, Belanja Barang Semester I TA 2012 ini lebih besar Rp9.547.882.928.284
atau 29,56 persen dari Semester I TA 2011.
D.2.6. Belanja Pembayaran Bunga Utang
Belanja Pembayaran
Bunga Utang sebesar
Rp48,71 triliun

Belanja Pembayaran Bunga Utang pada Semester I TA 2012 sebesar Rp48.708.231.801.914
merupakan pembayaran yang dilakukan atas kewajiban penggunaan pokok utang (outstanding
principal), baik utang dalam negeri maupun utang luar negeri yang dihitung berdasarkan posisi
pinjaman, dan pembayaran denda berupa imbalan bunga. Belanja Pembayaran Bunga Utang
mengalami kenaikan Rp2.023.209.354.877 atau 4,33 persen dari Belanja Pembayaran Bunga
Utang Semester I TA 2011 sebesar Rp46.685.022.447.037.
Rincian Belanja Pembayaran Bunga Utang tersebut terdiri dari Pembayaran Bunga atas Utang
Dalam Negeri (DN) dan Luar Negeri (LN) masing-masing sebesar Rp41.754.982.689.396 dan
Rp6.953.249.112.518 dengan rincian sebagai berikut:
Pembayaran Bungaatas Utang Dalam Negeri
Belanja Pembayaran Bunga atas Utang Dalam Negeri sebesar Rp41.754.982.689.396
merupakan pembayaran bunga dan kewajiban lain atas Surat Berharga Negara baik mata uang
rupiah maupun valas, serta pembayaran denda berupa imbalan bunga, dengan rincian sebagai
berikut (dalam Rp):
Uraian
Belanja Pembayaran Bunga Obligasi Negara DN
Belanja Pembayaran Imbalan SBSN DN
Belanja Pembayaran Discount Obligasi Negara DN
Belanja Pembayaran Loss On Bond Redemption
Belanja Pembayaran Discount SBSN DN
Belanja Pembayaran Bunga Obligasi Negara Valas
Belanja Pembayaran Imbalan SBSN Valas
Belanja Pembayaran Discount Obligasi Negara
Valas
Belanja Pembayaran Denda
Jumlah Pembayaran Bunga Utang DN

Semester I TA 2012
29.698.339.778.964
2.880.341.822.140
586.295.163.000
114.880.075.000
628.825.402.000
6.545.159.126.881
448.022.400.000
449.948.400.000

Semester I TA 2011
28.206.939.150.764
2.187.721.483.880
2.280.455.975.900
48.809.500.000
23.217.230.000
5.744.260.937.735
247.588.699.450
373.905.900.000

403.170.521.411
41.754.982.689.396

713.806.561.144
39.826.705.438.873

Catatan atas Laporan Keuangan -152-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)

Belanja Pembayaran Bunga atas Utang Luar Negeri
Belanja Pembayaran Bunga atas Utang Luar Negeri sebesar Rp6.953.249.112.518 merupakan
pembayaran bunga dan kewajiban lain atas pinjaman program dan pinjaman proyek, dengan
rincian sebagai berikut (dalam Rp):
Uraian
Belanja Bunga Pinjaman Program
Belanja Bunga Pinjaman Proyek
Jumlah Pembayaran Bunga Utang LN

Semester I TA 2012
1.803.010.376.507
5.150.238.736.011
6.953.249.112.518

Semester I TA 2011
1.735.498.933.943
5.122.818.074.221
6.858.317.008.164

D.2.7. Subsidi
Subsidi sebesar
Rp134,69 triliun

Belanja Subsidi pada Semester I TA 2011 sebesar Rp134.690.914.671.031 merupakan belanja
negara yang diberikan kepada perusahaan/lembaga yang memproduksi, menjual, mengekspor
atau mengimpor barang dan jasa, yang memenuhi hajat hidup orang banyak, sehingga harga jual
terjangkau oleh masyarakat. Rincian Subsidi adalah sebagai berikut (dalam Rp):
Uraian
Subsidi Perusahaan Negara
Subsidi Lembaga Non Keuangan BBM
Subsidi Non Lembaga Keuangan - Non BBM:
Subsidi Non BBM - Harga/biaya
Subsidi Non BBM – Pajak
Subsidi Non BBM - Lainnya
Subsidi dalam Rangka PSO
Jumlah Subsidi Perusahaan Negara
Subsidi Perusahaan Swasta
Belanja Subsidi Lembaga Keuangan
Jumlah Subsidi Perusahaan Swasta
Jumlah Belanja Subsidi

Semester I TA 2012

Semester I TA 2011

88.890.516.723.165

41.569.476.169.637

45.107.316.689.205
31.510.768.658
134.029.344.181.028

20.351.282.512.983
61.920.758.682.620

661.570.490.003
661.570.490.003
134.690.914.671.031

46.729.330.200
46.729.330.200
61.967.488.012.820

Dengan demikian, Subsidi Semester I TA 2012 ini lebih besar Rp72.723.426.658.211 atau
117,36 persen dari Subsidi Semester I TA 2011.
D.2.8. Belanja Hibah
Belanja Hibah sebesar
Rp7,33miliar

Bantuan Sosial
sebesar Rp30,19
triliun

Belanja Hibah merupakan transfer uang atau barang oleh Pemerintah Pusat kepada negara lain,
organisasi internasional, dan pemerintah daerah yang sifatnya tidak wajib. Pada Semester I TA
2012 terdapat belanja hibah negara kepada pemerintah daerah sebesar Rp7.325.309.315.
Belanja hibah Semester I TA 2012 lebih kecil Rp28.887.557.910atau 79,77 persen dari
Semester I TA 2011 sebesar Rp36.212.867.225.
D.2. 9. Bantuan Sosial
Belanja Bantuan Sosial sebesar Rp30.194.853.205.452 merupakan uang atau barang yang
diberikan kepada masyarakat guna melindungi dari kemungkinan terjadinya risiko sosial dengan
rincian sebagai berikut (dalam Rp):
Uraian
Bantuan Kompensasi Kenaikan Harga BBM
Bantuan Sosial untuk Rehabilitasi Sosial dlm
bentuk barang/jasa
Bantuan Langsung Sekolah/Lembaga/ Guru
Imbal Swadaya Sekolah/ Lembaga

Semester I TA 2012
152.133.519.437
10.408.869.750

Semester I TA 2011
1.538.002.354.000
-

11.066.023.793.283
3.397.574.817.000

4.092.995.184.515
462.739.000

Catatan atas Laporan Keuangan -153-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Beasiswa
Lembaga Peribadatan
Bantuan Sosial Lainnya
Bantuan Sosial Untuk Penanggulangan
Bencana
Jumlah Bantuan Sosial (Neto)

15.479.962.478.482
88.749.727.500

852.174.509.155
79.481.839.500
5.528.259.862.064
-

30.194.853.205.452

12.091.376.488.234

Dengan demikian, Belanja Bantuan Sosial Semester I TA 2012 ini lebih besar
Rp18.103.476.717.218 atau 149,72 persen dari Semester I TA 2011.
D.2.10. Belanja Lain-lain
Belanja Lain-lain
sebesar Rp2,88 triliun

Belanja Lain-lain pada Semester I TA 2012 adalah sebesar Rp2.880.235.091.151,dengan
rincian sebagai berikut (dalam Rp):
Uraian
Belanja Cadangan Kenaikan Harga Tanah (Land
Capping)
Belanja Cadangan Beras Pemerintah
Belanja DBH Biaya/Upah Pungut PBB untuk DJP
Belanja karena rugi selisih kurs Dalam
Pengelolaan Rekening BUN
Jasa Perbendaharaan
Belanja Pembayaran Selisih Harga Beras Bulog
Belanja untuk LPP TVRI
Belanja untuk LPP RRI
Belanja Tanggap Darurat Penanggulangan
Bencana
Belanja lain-lain
Jumlah Belanja Lain-lain

Semester I TA 2012
11.452.000.000

Semester I TA 2011
-

2.000.000.000.000
440.524.224.652

(3.020.000)
6.512.914.973

45.458.975.000
18.255.217.000
(244.999.000)

50.273.655.000
249.682.129.284
243.711.863.369
-

364.789.673.499
2.880.235.091.151

223.909.778.639
774.087.321.265

Dengan demikian, Belanja Lain-lain Semester I TA 2012 mengalami kenaikan sebesar
Rp2.106.147.769.886 atau 272,08 persen dari Semester I TA 2011.
D.2.11. Dana Bagi Hasil Pajak
DBH Pajak sebesar
Rp18,92 triliun

Bagi Hasil Pajak merupakan transfer oleh Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Daerah atas
bagi hasil penerimaan pajak yang merupakan bagian pendapatan pemerintah daerah. Transfer
Bagi Hasil Pajak pada Semester I TA 2012 adalah sebesar Rp18.917.464.466.138, dengan
rincian sebagai berikut (dalam Rp):
Uraian
Bagi Hasil Pajak Penghasilan
Bagi Hasil PBB
Bagi Hasil BPHTB
Jumlah Bagi Hasil Pajak

Semester I TA 2012
7.584.882.398.974
11.332.582.067.164
18.917.464.466.138

Semester I TA 2011
5.254.938.371.479
2.140.032.959.968
6.699.554.644
7.401.670.886.091

Dengan demikian, Bagi Hasil Pajak Semester I TA 2012 lebih besar Rp11.515.793.580.047
atau 155,58 persen dari Semester I TA 2011.

D.2.12. Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam
DBH SDA sebesar
Rp17,17 triliun

Bagi Hasil Sumber Daya Alam (SDA) merupakan transfer oleh Pemerintah Pusat kepada
pemerintah daerah atas bagi hasil penerimaan sumber daya alam yang merupakan bagian

Catatan atas Laporan Keuangan -154-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
pendapatan pemerintah daerah. Transfer Bagi Hasil SDA dalam Semester I TA 2012 adalah
sebesarRp17.171.820.019.094, dengan rincian sebagai berikut(dalam Rp):
Uraian
Bagi Hasil Minyak Bumi
Bagi Hasil Gas Alam
Bagi Hasil Pertambangan Umum
Bagi Hasil Pertambangan Panas Bumi
Bagi Hasil Kehutanan
Bagi Hasil Perikanan
Jumlah Bagi Hasil SDA

Semester I TA 2012
7.223.543.890.400
5.480.875.297.600
4.047.105.100.430
74.579.199.996
309.716.530.668
36.000.000.000
17.171.820.019.094

Semester I TA 2011
7.913.136.635.284
6.127.415.364.716
3.309.672.105.863
179.479.573.376
373.334.063.822
39.695.140.000
17.942.732.883.061

Dengan demikian, DBH Sumber Daya Alam Semester I TA 2012 lebih kecil Rp770.912.863.967
atau 4,30 persen dari Semester I TA 2011.

D.2.13. Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau
DBH Cukai Tembakau
sebesar Rp720,41
milyar

Bagi Hasil Cukai Tembakau merupakan transfer oleh Pemerintah Pusat kepada Pemerintah
Daerah atas bagi hasil penerimaan cukai yang merupakan bagian pendapatan Pemerintah
daerah. Transfer Bagi Hasil Cukai Tembakau pada Semester I TA 2012 adalah sebesar
Rp720.409.999.698, sedangkan pada Semester I TA 2011 sebesar Rp519.068.797.376.
Dengan demikian DBH Cukai Tembakau Semester I TA 2012 lebih besar Rp201.341.202.322
atau 38,79 persen dibandingkan Semester I TA 2011.

D.2.14. Dana Alokasi Umum
DAU sebesar
Rp159,72 triliun

Dana Alokasi Umum merupakan transfer oleh Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Daerah
yang digunakan untuk membiayai kebutuhan provinsi dan kabupaten/kota dalam rangka
pelaksanaan desentralisasi. Transfer Dana Alokasi Umum pada Semester I TA 2012 sebesar
Rp159.724.998.304.868, jumlah tersebut lebih besar Rp28.222.883.751.368 atau 21,46
persen dari Semester I TA 2011sebesar Rp131.502.114.553.500.

D.2.15. Dana Alokasi Khusus
DAK sebesar Rp7,41
triliun

Dana Alokasi Khusus adalah alokasi dari APBN kepada provinsi/kabupaten/kota tertentu dengan
tujuan untuk mendanai kegiatan khusus yang merupakan urusan pemerintah daerah dan sesuai
dengan prioritas nasional. Transfer Dana Alokasi Khusus pada Semester I TA 2012 sebesar
Rp7.411.865.356.000, jumlah tersebut lebih besar Rp258.554.261.000 atau 3,61 persen dari
Semester I TA 2011sebesar Rp7.153.311.095.000.
D.2.16. Dana Otonomi Khusus

Dana Otonomi Khusus
sebesar Rp3,59 triliun

Dana Otonomi Khusus adalah dana yang dialokasikan untuk membiayai pelaksanaan otonomi
khusus suatu daerah. Penggunaan Dana Otonomi Khusus ditetapkan dalam Undang-Undang
Nomor 18 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Bagi Provinsi Daerah Istimewa Aceh Sebagai
Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang
Otonomi Khusus Bagi Provinsi Papua. Transfer Dana Otonomi Khusus pada Semester I TA 2012
sebesar Rp3.585.773.259.000, jumlah tersebut lebih besar Rp459.379.361.000 atau14,69
persen dari Semester I TA 2011 sebesar Rp3.126.393.898.000.

Catatan atas Laporan Keuangan -155-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
D.2.17. Dana Penyesuaian
Dana Penyesuaian
sebesar Rp27,99 triliun

Dana Penyesuaian adalah dana yang dialokasikan untuk membantu daerah dalam melaksanakan
kebijakan Pemerintah Pusat. Transfer Dana Penyesuaian pada Semester I TA 2012 adalah
sebesar Rp27.990.537.329.500, lebih besar Rp13.100.578.467.500 atau 87,98 persen dari
Semester I TA 2011 sebesar Rp14.889.958.862.000.
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI ASET NONKEUANGAN

Arus Kas Keluar
Bersih dari Aktivitas
Investasi Aset
Nonkeuangan sebesar
Rp30,5 triliun

Arus Kas dari Aktivitas Investasi Aset Non Keuangan menjelaskan penerimaan dan pengeluaran
kas bruto dalam rangka perolehan dan pelepasan sumber daya ekonomi yang bertujuan untuk
meningkatkan dan mendukung pelayanan Pemerintah kepada masyarakat. Aktivitas Investasi
Aset Non Keuangan pada Semester I TA 2012 menunjukkan arus kas keluar bersih sebesar
Rp30.586.128.781.362, dengan rincian sebagai berikut (dalam Rp):
Uraian
Arus Masuk
Dikurangi Arus Keluar
Arus Kas Bersih

Semester I TA 2012
52.839.806.166
30.638.968.587.528
(30.586.128.781.362)

Semester I TA 2011
80.374.920.556
20.300.028.233.836
(20.219.653.313.280)

Dengan demikian, Arus Kas Keluar Bersih dari Aktivitas Investasi Aset Non Keuangan pada TA
2011 lebih kecil Rp10.366.475.468.082 atau 51,27 persen dari Semester I TA 2011.
D.2.18. Penjualan Aset
Penjualan Aset
sebesar Rp52,84
miliar

Pendapatan Penjualan Aset merupakan pendapatan yang berasal dari penjualan Aset Tetap baik
berupa rumah, gedung, bangunan dan tanah, kendaraan bermotor, dan aset yang rusak atau
berlebihan. Pendapatan yang berasal dari Penjualan AsetTetap pada Semester I TA 2012
adalah sebesar Rp 52.839.806.166, dengan rincian sebagai berikut (dalam Rp):
Uraian
Penjualan Tanah, Gedung, dan Bangunan
Penjualan Peralatan dan Mesin
Penjualan Sewa Beli
Penjualan Aset Bekas Milik Asing/Cina
Tukar Menukar Tanah, Gedung dan Bangunan
Tukar Menukar Jalan, Irigasi dan Jaringan
Pemindahtanganan BMN Lainnya
Jumlah Penjualan Aset

Semester I TA 2012
1.206.174.939
1.276.403.225
22.013.005.251
1.948.400
632.190
1.000.000
28.340.642.161
52.839.806.166

Semester I TA 2011
1.299.360.397
724.825.965
20.597.324.755
400.000.000
57.353.409.439
80.374.920.556

Dengan demikian, Pendapatan ini pada Semester I TA 2012 lebih kecil Rp27.535.114.390 atau
34,26 persen dari Semester I TA 2011.
D.2.19. Belanja Modal
Belanja Modal
sebesar Rp30,64
triliun

Belanja Modal pada Semester I TA 2012 adalah sebesar Rp30.638.968.587.528 dengan
rincian sebagai berikut (dalam Rp):
Uraian
Belanja Modal Tanah
Belanja Modal Peralatan dan Mesin
Belanja Modal Gedung dan Bangunan
Belanja Modal Jalan, Irigasi, dan Jaringan
Belanja Modal Aset Tetap Lainnya
Belanja Modal BLU
Jumlah Belanja Modal

Semester I TA 2012
848.468.113.754
10.246.505.643.845
2.528.051.016.790
15.707.894.581.583
1.078.635.594.108
229.413.637.448
30.638.968.587.528

Semester I TA 2011
547.145.040.696
5.497.005.062.943
2.699.496.592.193
11.027.001.515.134
403.523.082.255
125.856.940.615
20.300.028.233.836

Catatan atas Laporan Keuangan -156-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Belanja Modal ini pada Semester I TA 2012 lebih besar Rp10.338.940.353.692 atau 50,93
persen dari Semester I TA 2011.
Dengan Arus Kas Keluar Bersih dari Aktivitas Operasi sebesar minus Rp4.297.746.808.615 dan
Arus Kas Keluar Bersih dari Aktivitas Investasi Aset Non Keuangan sebesar minus
Rp30.586.128.781.362mengakibatkan defisit anggaran sebesarRp34.883.875.589.977.
Defisit anggaran tersebut ditutup dari sumber-sumber pembiayaan sebagaimana dijelaskan pada
bagian berikut ini.

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PEMBIAYAAN
Kenaikan kas dari
Aktivitas Pembiayaan
sebesar Rp100,48
triliun

Arus Kas dari Aktivitas Pembiayaan menjelaskan aktivitas penerimaan dan pengeluaran kas
sehubungan dengan pendanaan defisit atau penggunaan surplus anggaran yang bertujuan untuk
memprediksi klaim (tuntutan) pihak lain terhadap arus kas Pemerintah dan klaim Pemerintah
terhadap pihak lain di masa yang akan datang. Jumlah Pembiayaan Neto dalam Semester I TA
2012 adalah sebesar Rp100.481.545.078.969, yang berasal dari (dalam Rp):
Uraian
Arus Masuk
Dikurangi Arus Keluar
Arus Kas Bersih

Semester I TA 2012
186.887.361.771.352
86.405.816.692.383
100.481.545.078.969

Semester I TA 2011
129.353.500.589.520
64.704.364.313.552
64.649.136.275.968

Dengan demikian, Arus Kas Bersih dari Aktivitas Pembiayaan Semester I TA 2012 lebih besar
Rp35.832.408.803.001 atau 55,43 persen dari Semester I TA 2011.
D.2.20. Penerimaan Pembiayaan Dalam Negeri
Penerimaan
Pembiayaan DN
sebesar Rp177,31
triliun

Penerimaan Pembiayaan Dalam Negeri dalam Semester I TA 2012 adalah sebesar
Rp177.314.797.057.891, yang terdiri dari (dalam Rp):
Uraian
Rekening Pemerintah
Privatisasi dan Penjualan Aset Restrukturisasi
Penerimaan Surat Berharga Negara (SBN)
Pinjaman Dalam Negeri
Jumlah Penerimaan Pembiayaan DN

Semester I TA 2012
534.174.856.510
176.586.659.935.790
193.962.265.591
177.314.797.057.891

Semester I TA 2011
843.834.597.740
118.861.051.801.150
119.704.886.398.890

Penerimaan Pembiayaan Dalam Negeri dalam Semester I TA 2012 lebih besar
Rp57.609.910.659.001 atau 48,13 persen dibandingkan dengan Semester I TA 2011.
a. Rekening Pemerintah
Tidak terdapat transaksi Penerimaan pembiayaan dari Rekening Pemerintah pada Semester
I TA 2012 dan Semester I TA 2011.
b. Privatisasi dan Penjualan Aset Program Restrukturisasi
Penerimaan Hasil Privatisasi dan Penjualan Aset Program Restrukturisasi pada Semester I
TA 2012 adalah sebesar Rp534.174.856.510, berarti lebih kecil Rp309.659.741.230
atau 36,70 persen dari penerimaan pada Semester I TA 2011 sebesar
Rp843.834.597.740. Penerimaan ini berasal dari privatisasi dan penjualan aset program
restrukturisasi dan penjualan/penyelesaian aset eks BPPN dan aset bekas milik eks Bank
Dalam Likuidasi (BDL). Rincian Penerimaan Hasil Privatisasi dan Penjualan Aset Program
Restrukturisasi adalah (dalam Rp):

Catatan atas Laporan Keuangan -157-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Uraian
Penerimaan Hasil Privatisasi
Penerimaan Hasil Penjualan Aset Program
Restrukturisasi
Penerimaan Hasil Penjualan/Penyelesaian aset
eks BPPN
Penerimaan Hasil Penjualan/Penyelesaian Aset
Bekas Milik Eks Bank Dalam Likuidasi (BDL)
Total Penerimaan

c.

Semester I TA 2012
3.000.000.000

Semester I TA 2011
425.044.145.867
156.533.825

444.203.341.578

354.147.119.432

86.971.514.932

64.486.798.616

534.174.856.510

843.834.597.740

Penerimaan Surat Berharga Negara (SBN)
Penerimaan pembiayaan SBN merupakan penerimaan pembiayaan dari penjualan Surat
Perbendaharaan Negara (SPN), Obligasi Negara, dan Surat Berharga Syariah Negara
(SBSN), baik dalam mata uang rupiah maupun valas. Penerimaan pembiayaan SBN pada
Semester I TA 2012 sebesar Rp176.586.659.935.790, dengan rincian sebagai berikut
(dalam Rp):
Uraian
Penerimaan/Penjualan SPN
Penerimaan/Penjualan Obligasi Negara DN
Utang Bunga Obligasi Negara DN
Penerbitan/Penjualan SBSN
Imbalan dibayar di muka SBSN
Penerbitan/Penjualan Surat Utang
Perbendaharaan DN
Penerbitan/Penjualan SBSN - Valas
Total Penerimaan SBN

Semester I TA 2012
18.230.000.000.000
74.500.000.000.000
1.223.232.190.000
42.252.805.000.000
123.291.441.000
1.185.000.000.000

Semester I TA 2011
19.750.000.000.000
57.714.000.000.000
1.074.532.141.000
18.841.410.000.000
39.123.100.000
-

39.072.331.304.790
21.441.986.560.150
176.586.659.935.790 118.861.051.801.150

Dengan demikian, penerimaan pembiayaan SBN pada Semester I TA 2012 lebih besar
Rp57.725.608.134.640 atau 48,57 persen dibanding Semester I TA 2011.
d. Pinjaman Dalam Negeri
Penerimaan Pinjaman Dalam Negeri merupakan Penerimaan Pembiayaan Dalam Negeri dari
BUMN dan dari Pemerintah Daerah. Penerimaan Pinjaman Dalam Negeri pada Semester I
TA 2012 sebesar Rp193.962.265.591 yang berasal dari Penerimaan Pembiayaan Dalam
Negeri dari BUMN. Sedangkan pada Semester I TA 2011 tidak terdapat transaksi.

D.2.21. Penerimaan Pembiayaan Luar Negeri
Penerimaan
Pembiayaan LN
sebesar Rp6,42 triliun

Penerimaan Pembiayaan Luar Negeri dalam Semester I TA 2012 sebesar Rp6.420.368.246.337
merupakan seluruh penerimaan Pemerintah sehubungan dengan penarikan pinjaman luar negeri
yang terdiri dari pinjaman program dan pinjaman proyek. Rincian Pembiayaan Luar Negeri adalah
sebagai berikut (dalam Rp):
Uraian
Pinjaman Program
Pinjaman Proyek
Jumlah Penerimaan Pembiayaan LN

Semester I TA 2012
2.241.734.935.510
4.178.633.310.827
6.420.368.246.337

Semester I TA 2011
1.804.841.933.273
5.540.272.590.145
7.345.114.523.418

Dengan demikian, Penerimaan Pembiayaan Luar Negeri dalam Semester I TA 2012 lebih kecil
Rp924.746.277.081 atau 12,59 persen dari Semester I TA 2011.

Catatan atas Laporan Keuangan -158-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)

a. Pinjaman Program
Pinjaman Program yang diterima dalam Semester I TA 2012 adalah sebesar
Rp2.241.734.935.510, dengan rincian (dalam Rp):
Uraian
Program Bilateral
Program Mutilateral
Jumlah Pinjaman Program

Semester I TA 2012
5.465.868.963
2.236.269.066.547
2.241.734.935.510

Semester I TA 2011
873.396.325.700
931.445.607.573
1.804.841.933.273

Dengan demikian, Pinjaman Program Semester I TA 2012 lebih besar Rp436.893.002.237
atau 24,21 persen dari Semester I TA 2011.

b. Pinjaman Proyek
Pinjaman Proyek yang diterima dalam Semester I TA 2012 adalah sebesar
Rp4.178.633.310.827, dengan rincian (dalam Rp):
Uraian
Pinjaman Proyek dari Bilateral
Pinjaman Proyek dari Multilateral
Pinjaman Proyek Fasilitas Kredit Ekspor
Pinjaman Proyek Lainnya
Jumlah Pinjaman Proyek

Semester I TA 2012
1.677.073.808.285
2.353.509.713.965
147.995.320.347
54.468.230
4.178.633.310.827

Semester I TA 2011
2.236.655.802.919
3.098.298.832.636
205.317.954.590
5.540.272.590.145

Dengan demikian, Pinjaman Proyek Semester I TA 2012 lebih kecil Rp1.361.639.279.318
atau 24,58 persen dibandingkan Semester I TA 2011.

D.2.22. Penerimaan Pengembalian Penerusan Pinjaman
Penerimaan
Pengembalian
Penerusan Pinjaman
sebesar Rp3,15 triliun

Penerimaan Pengembalian Penerusan Pinjaman pada Semester I TA 2012 sebesar
Rp3.152.196.467.124 merupakan penerimaan Pemerintah atas cicilan pengembalian Pinjaman
Subsidiary Loan Agreement (SLA) yang terdiri dari penerimaan cicilan pengembalian penerusan
pinjaman dalam dan luar negeri kepada Pemda, BUMD dan BUMN. Rincian Penerimaan Cicilan
Pengembalian Penerusan Pinjaman adalah sebagai berikut (dalam Rp):
Uraian
Penerimaan Cicilan Pengembalian Penerusan
Pinjaman DN
Penerimaan Cicilan Pengembalian Penerusan
Pinjaman LN
Penerimaan Pengembalian Penerusan
Pinjaman

Semester I TA 2012
550.136.955.509

Semester I TA 2011
2.303.499.667.212

2.602.059.511.615

-

3.152.196.467.124

2.303.499.667.212

Penerimaan Pengembalian Penerusan Pinjaman dalam Semester I TA 2012 lebih besar
Rp848.696.799.912 atau 36,84 persen dari Semester I TA 2011.

D.2.23. Pengeluaran Pembiayaan Dalam Negeri
Pengeluaran
Pembiayaan DN
sebesar Rp59,94
triliun

Pengeluaran Pembiayaan Dalam Negeri dalam Semester I TA 2012 adalah sebesar
Rp59.941.778.375.342 yang digunakan untuk pembiayaan pengembangan pendidikan nasional,
pelunasan SPN, Obligasi Negara, dan SBSN, dengan rincian sebagai berikut (Rp):

Catatan atas Laporan Keuangan -159-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Uraian
Pembiayaan Cicilan Pokok Pinjaman Dalam
Negeri dari BUMN
Pelunasan Surat Perbendaharaan Negara
Pelunasan Obligasi Negara Rupiah
Pelunasan SBSN
Pelunasan Obligasi Internasional
Jumlah Pembiayaan Dalam Negeri

Semester I TA 2012
70.628.027.071

Semester I TA 2011
-

19.950.000.000.000
29.676.759.998.271
8.924.390.350.000
1.320.000.000.000
59.941.778.375.342

23.945.000.000.000
17.203.477.592.017
4.073.086.000
41.152.550.678.017

Dengan demikian, Pengeluaran Pembiayaan Dalam Negeri Semester I TA 2012 lebih besar
Rp18.789.227.697.325 atau 45,66 persen dibandingkan Semester I TA 2011.

D.2.24. Pengeluaran Pembiayaan Luar Negeri
Pengeluaran
Pembiayaan LN
sebesar Rp25,19
triliun

Pengeluaran Pembiayaan Luar Negeri dalam Semester I TA 2012 sebesar
Rp25.191.323.209.724 merupakan pembayaran cicilan pokok utang luar negeri, yang terdiri
dari (dalam Rp):
Uraian
Pinjaman Program
Pinjaman Proyek
Jumlah Penerimaan Pembiayaan LN

Semester I TA 2012
5.159.524.803.459
20.031.798.406.265
25.191.323.209.724

Semester I TA 2011
4.560.955.364.910
18.357.512.470.309
22.918.467.835.219

Dengan demikian, Pengeluaran Pembiayaan Luar Negeri Semester I TA 2012 lebih besar
Rp2.272.855.374.505 atau 9,92 persen dibandingkan dengan Semester I TA 2011.

D.2.25. Penyertaan Modal Negara/Investasi Pemerintah
PMN/Investasi
Pemerintah sebesar
Rp500 milyar

Pengeluaran Penyertaan Modal Negara (PMN)/Investasi Pemerintah merupakan penyertaan
modal Pemerintah Pusat dalam rangka pendirian, pengembangan, dan peningkatan kinerja
Badan Usaha Milik Negara/Daerah atau Badan Hukum lainnya yang dimiliki Negara/Daerah,
serta investasi dalam bentuk dana bergulir. PMN/Investasi Pemerintah dalam Semester I TA
2012 adalah sebesar Rp500.000.000.000, yang berasal dari Pembiayaan Dana Bergulir.
Sedang pada Semester I TA 2011 tidak terdapat transaksi.

D.2.26. Penerusan Pinjaman (RDI/RPD)
Penerusan Pinjaman
sebesar Rp772,72
milyar

Penerusan Pinjaman RDI/RPD merupakan pengeluaran Pemerintah atas pemberian pinjaman dan
penerusan pinjaman luar negeri yang disalurkan untuk pemerintah daerah, dan BUMN/BUMD.
Penerusan pinjaman luar negeri pada Semester I TA 2012 adalah sebesar Rp772.715.107.317.
Jumlah tersebut lebih besar Rp139.369.307.001 atau 22,01 persen dibandingkan dengan
Semester I TA 2011 sebesar Rp633.345.800.316.
Dengan Arus Kas Masuk Bersih dari Aktivitas Pembiayaan sebesar Rp100.481.545.078.969
dan defisit anggaran sebesar Rp34.883.875.589.977, terdapat Sisa Lebih Pembiayaan
Anggaran (SiLPA) Semester I TA 2012 sebesar Rp65.597.669.488.992.
ARUS KAS DARI AKTIVITAS NON ANGGARAN

Penurunan Kas dari
Aktivitas Non
Anggaran sebesar
Rp4,13 triliun

Arus Kas dari Aktivitas Non Anggaran merupakan aktivitas penerimaan dan pengeluaran kas
yang tidak mempengaruhi anggaran dan tidak disajikan dalam Laporan Realisasi APBN. Dalam
Semester I TA 2012, Arus Kas Keluar Bersih dari Aktivitas Non Anggaran adalah sebesar
Rp4.132.235.906.083, dengan rincian sebagai berikut:

Catatan atas Laporan Keuangan -160-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Uraian
Perhitungan Fihak Ketiga (Neto)
PFK Prefinancing (Neto)
Kiriman Uang (Neto)
Transito (Neto)
Arus Kas Bersih

Semester I TA 2012
(135.266.887.593)
(16.984.875.976)
(3.979.984.142.514)
(4.132.235.906.083)

Semester I TA 2011
691.132.218.047
7.092.500
(283.359.333.461)
(3.447.918.196.708)
(3.040.138.219.622)

Dengan demikian, Arus Keluar Kas Bersih dari Aktivitas Non Anggaran Semester I TA 2012
lebih kecil Rp1.092.097.686.461 atau 35,92 persen dari Semester I TA 2011.
D.2.27. Perhitungan Fihak Ketiga (Neto)
PFK (Neto) sebesar
minus Rp135,27
milyar

Perhitungan Fihak Ketiga (PFK) dalam Semester I TA 2012 sebesar minus Rp135.266.887.593
berasal dari penerimaan pemerintah yang berasal dari sejumlah dana yang dipotong dari Surat
Perintah Membayar (SPM)/Surat Perintah Pencairan Dana(SP2D) atau diterima secara tunai
untuk pihak ketiga, seperti potongan gaji, pensiun, beras BULOG, dan PFK lainnya dikurangi
dengan jumlah pembayaran yang telah dilakukan pemerintah kepada pihak ketiga yang berhak
menerimanya, serta penerimaan dan pengeluaran karena kesalahan rekening pihak ketiga.
Adapun Rincian penerimaan dan pengeluaran PFK pada Semester I TA 2012 adalah sebagai
berikut (dalam Rp):
Uraian
PFK terkait Pengakuan Utang PFK
Penerimaan
Penerimaan PFK 10% Gaji
Penerimaan PFK 2% Gaji Terusan
Penerimaan PFK Beras BULOG
Penerimaan PFK 2% Pemda
Penerimaan PFK Penutupan Rekening
Penerimaan PFK Lain-lain
Jumlah Penerimaan PFK
Pengeluaran
Pengembalian Penerimaan PFK 10% Gaji
Pengembalian Penerimaan PFK 2% Gaji Terusan
Pengembalian Penerimaan PFK Beras Bulog
Pengembalian Penerimaan PFK 2% Pemda
Pengembalian Penerimaan PFK Lain-lain
Jumlah Pengeluaran PFK
Jumlah PFK terkait Pengakuan Utang PFK (Neto)
PFK terkait Kesalahan Rekening dan SP2D Retur
Penerimaan Non Anggaran PFK karena Kesalahan
Rekening
Pengeluaran Non Anggaran PFK karena Kesalahan
Rekening
Jumlah PFK terkait Kesalahan Rekening dan SP2D
Retur (Neto)
PFK (Neto)

Semester I TA 2012

Semester I TA 2011

8.905.605.935.798
2.087.711.681
117.274.713.037
1.151.515.734.399
188.506.358.363
10.364.990.453.278

7.981.127.349.585
3.081.899.853
107.234.152.901
991.621.588.679
224.856
191.863.408.573
9.274.928.624.447

(8.739.280.600.580)
(5.397.798.692)
(125.393.028.844)
(1.228.427.023.385)
(194.302.171.776)
(10.292.800.623.277)
72.189.830.001

(7.293.110.142.327)
(1.723.478.082)
(87.939.288.874)
(981.673.633.336)
(178.391.307.460)
(8.542.837.850.079)
732.090.774.368

1.506.591.716.627

150.313.027.471

(1.714.048.434.221)

(191.271.583.792)

(207.456.717.594)

(40.958.556.321)

(135.266.887.593)

691.132.218.047

Dengan demikian, Perhitungan Fihak Ketiga (PFK) dalam Semester I TA 2012 lebih kecil
Rp826.399.105.640 atau 119,57 persen dari Semester I TA 2011.
Jumlah PFK terkait Pengakuan Utang PFK (Neto) sebesar positif Rp72.189.830.001 menjadi
perhitungan penambahan saldo Utang PFK pada Neraca. Sedangkan jumlah PFK terkait
Kesalahan Rekening dan SP2D Retur (Neto) sebesar negatif Rp207.456.717.594 menjadi
perhitungan pengurangan saldo Utang Kepada Pihak Ketiga pada Neraca.

Catatan atas Laporan Keuangan -161-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
D.2.28. PFK Prefinancing dan PFK Lainnya
PFK Prefinancing
sebesar Rp0

PFK Prefinancing dan PFK Lainnya merupakan transaksi yang dilakukan BUN berupa
prefinancing (pembiayaan pendahuluan), penerimaan/ pengembalian dana talangan, dan
pembayaran rekening khusus kosong (reksus kosong). Dalam Semester I TA 2012 tidak
terdapat transaksi PFK Prefinancing dan PFK Lainnya, sedangkan pada Semester I TA 2011
sebesar Rp7.092.500, yang berasal dari Penerimaan Reimburesement Dalam Rangka
Prefinancing (PP) dan PFK BUN Lainnya.

Kiriman Uang sebesar
minus Rp16,98 miliar

D.2.29. Kiriman Uang
Kiriman Uang (KU) Neto Semester I TA 2012 sebesar minus Rp16.984.875.976 antara lain
merupakan penerimaan dan pengeluaran kiriman uang antar rekening pemerintah yang berasal
dari KPPN sebagai Kuasa BUN di daerah ke Kantor Pusat Direktorat Jenderal PerbendaharaanKementerian Keuangan sebagai Kuasa BUN dan sebaliknya, pemindahbukuan intern rekening
BUN, dan pemindahbukuan intern KPPN.
Dalam transaksi KU Semester I TA 2012 masih terdapat selisih antara penerimaan dengan
pengeluaran KU yang disebabkan adanya transaksi kiriman uang antar rekening pada akhir
tahun, belum sepenuhnya seluruh transaksi atas rekening yang saling terkait dengan transaksi
kas dibukukan dalam Sistem Akuntansi Pusat, dan ketidaktepatan dalam penggunaan akun.
Rincian KU adalah sebagai berikut (dalam Rp):
Uraian
Penerimaan Kiriman Uang dan
Pemindahbukuan
Penerimaan Kiriman Uang
Penerimaan Kiriman Uang Dalam Rangka TSA
Penerimaan Kiriman Uang Dalam Rangka Reksus
Penerimaan Pemindahbukuan
Penerimaan Pemindahbukuan Dalam Rangka
Penempatan
Koreksi Pengeluaran Pemindahbukuan
Jumlah Penerimaan KU
Pengeluaran Kiriman Uang dan
Pemindahbukuan
Pengeluaran Kiriman Uang
Pengeluaran Kiriman Uang Dalam Rangka TSA
Pengeluaran Kiriman Uang Dalam Rangka
Reksus
Pengeluaran Pemindahbukuan
Pengeluaran Pemindahbukuan Penutupan
Rekening
Pengeluaran Pemindahbukuan Dalam Rangka
Penempatan
Koreksi Penerimaan Pemindahbukuan
Jumlah Pengeluaran KU
Jumlah KU (Neto)

Semester I TA 2012

Semester I TA 2011

873.469.937.479.297
807.262.073.829.210
1.901.922.242.142
582.050.474.035.399
1.829.632.734.877.600

744.408.404.126.665
729.889.715.794.366
2.098.096.557.661
391.971.420.057.989
1.215.627.469.171.190

55.603.721.164
4.094.372.746.184.812

3.084.043.054.058.014

(873.469.810.054.403)
(807.296.086.153.744)
(1.930.462.843.705)

(744.188.729.830.388)
(730.169.061.807.389)
(2.330.409.261.757)

(582.001.961.370.511)
(131.389.185)

(391.961.515.580.775)
-

(1.829.632.734.877.600)

(1.215.627.469.171.190)

(58.544.371.640)
(4.094.389.731.060.788)

(49.227.739.976)
(3.084.326.413.391.475)
(283.359.333.461)

(16.984.875.976)

47.948.350.143

Dengan demikian, KU keluar neto dalam Semester I TA 2012 lebih kecil Rp266.374.457.485
atau 94,01 persen dari Semester I TA 2011.

Catatan atas Laporan Keuangan -162-

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)

D.2.30. Transito
Transito minus
Rp3,98 triliun

Transito (Neto) Semester I TA 2012 sebesar minus Rp3.979.984.142.514 merupakan
transaksi BUN yang terkait dengan Pengeluaran Uang Persediaan (UP) atau Tambahan Uang
Persediaan (TUP) tahun berjalan kepada Kuasa Pengguna Anggaran dan Penerimaan atas
Pengembalian UP tersebut. Pengembalian UP dari Kuasa Pengguna Anggaran dapat berupa UP
yang diterima tahun berjalan maupun tahun yang lalu, dengan rincian sebagai berikut (dalam
Rp):
Uraian
Penerimaan Transito
Penerimaan Pengembalian UP Dana Rupiah
Penerimaan Pengembalian UP Dana PHLN
Penerimaan Pengembalian UP Pengguna PNBP
(Swadana)
Penerimaan Pengembalian UP TAYL
Penerimaan Pengembalian UP Pengembalian
(Restitusi) Pajak
Jumlah Penerimaan Transito
Pengeluaran Transito
Pengeluaran UP Dana Rupiah
Pengeluaran UP Dana PHLN
Pengeluaran UP Pengguna PNBP (Swadana)
Pengeluaran Pengemb Kelebihan Setoran Sisa
UP/TUP TAYL
Pengeluaran Uang Persediaan Pengembalian
(Restitusi) Pajak
Jumlah Pengeluaran Transito
Jumlah Transito (Neto)

Semester I TA 2012

Semester I TA 2011

4.272.092.168.389
16.318.065.862
142.409.676.992

3.051.943.828.170
14.682.302.230
92.135.079.761

327.278.834.949
10.000.000

537.976.326.352
-

4.758.108.746.192

3.696.737.536.513

(8.305.713.091.981)
(36.524.133.762)
(400.604.526.718)
5.723.863.755

(6.788.974.348.634)
(35.731.645.110)
(325.495.665.218)
5.808.500.741

(975.000.000)

(262.575.000)

(8.738.092.888.706)
(3.979.984.142.514)

(7.144.655.733.221)
(3.447.918.196.708)

Dengan demikian, Transito (Neto) dalam Semester I TA 2012 lebih kecil Rp532.065.945.806
atau 15,43 persen dari Semester ITA 2011.

Catatan atas Laporan Keuangan -163-

REPUBLIK INDONESIA

LAMPIRAN

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)

Daftar 1. A

LAPORAN REALISASI ANGGARAN PENDAPATAN PEMERINTAH PUSAT
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012 DAN 2011
(dalam rupiah)

KODE AKUN

URAIAN AKUN

ANGGARAN

REALISASI TA 2012

1

2

3

4

4
41
411
4111
41111
411111
411112
411113
411119
41112
411121
411122
411123
411124
411125
411126
411127
411128
411129
41113
411131
41114
411141
411142
411144
411146
411147
411148
4112
41121
411211
411212
411219
41122
411221
411222
411229
41123
411231
411232
411239
4113
41131
411311

PENDAPATAN NEGARA HIBAH
Penerimaan Perpajakan
Pendapatan Pajak Dalam Negeri
Pendapatan Pajak Penghasilan
Pendapatan Pajak PPh Migas
Pendapatan PPh Minyak Bumi
Pendapatan PPh Gas Alam
Pendapatan PPh Lainnya dari Minyak Bumi
Pendapatan PPh Migas Lainnya
Pendapatan PPh Non-Migas
Pendapatan PPh Pasal 21
Pendapatan PPh Pasal 22
Pendapatan PPh Pasal 22 Impor
Pendapatan PPh Pasal 23
Pendapatan PPh Pasal 25/29 Orang Pribadi
Pendapatan PPh Pasal 25/29 Badan
Pendapatan PPh Pasal 26
Pendapatan PPh Final
Pendapatan PPh Nonmigas Lainnya
Pendapatan PPh Fiskal
Pendapatan PPh Fiskal Luar Negeri
Pendapatan PPh ditanggung Pemerintah
Pendapatan PPh psl 21 ditanggung Pemerintah
Pendapatan PPh psl 22 ditanggung Pemerintah
Pendapatan PPh psl 23 ditanggung Pemerintah
Pendapatan PPh psl 25/29 ditanggung Pemerintah
Pendapatan PPh psl 26 ditanggung Pemerintah
Pendapatan PPh Final ditanggung Pemerintah
Pendapatan Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah
Pendapatan PPN
Pendapatan PPN Dalam Negeri
Pendapatan PPN Impor
Pendapatan PPN Lainnya
Pendapatan PPnBM
Pendapatan PPnBM Dalam Negeri
Pendapatan PPnBM Impor
Pendapatan PPnBM Lainnya
Pendapatan PPN ditanggung Pemerintah
Pendapatan PPN Dalam Negeri Ditanggung Pemerintah
Pendapatan PPN Impor Ditanggung Pemerintah
Pendapatan PPN Lainnya Ditanggung Pemerintah
Pendapatan Pajak Bumi dan Bangunan
Pendapatan Pajak Bumi dan Bangunan
Pendapatan PBB Pedesaan

1.311.386.679.466.000
1.032.570.205.000.000
989.636.575.000.000
519.964.736.000.000
60.915.570.000.000
22.965.360.000.000
37.950.210.000.000

352.949.864.000.000
-

593.732.066.572.805
457.009.093.377.387
432.183.528.440.972
233.567.515.556.674
34.784.884.512.336
14.355.399.877.157
20.429.365.622.327
119.012.851
198.781.513.748.246
37.923.903.836.264
2.169.830.554.064
17.746.460.011.747
9.752.806.733.898
2.441.361.846.182
88.228.890.711.631
12.738.859.149.773
27.768.364.655.363
11.036.249.324
786.942.822
786.942.822
330.353.270
330.353.270
149.665.325.930.072
140.775.165.041.584
79.673.682.256.660
61.006.491.983.899
94.990.801.025
8.890.160.888.488
4.878.472.683.926
4.011.645.227.322
42.977.240
-

35.646.890.000.000
-

2.296.891.132.864
2.296.891.132.864
368.408.283.466

459.049.166.000.000
89.195.190.000.000
7.917.680.000.000
38.185.630.000.000
28.485.960.000.000
5.615.840.000.000
204.447.276.000.000
29.793.110.000.000
55.365.550.000.000
42.930.000.000
-

% REALISASI
TERHADAP
ANGGARAN
5
45,28%
44,26%
43,67%
44,92%
57,10%
62,51%
53,83%
43,30%
42,52%
27,40%
46,47%
34,24%
43,47%
43,15%
42,76%
50,15%
25,71%
42,40%
6,44%
-

REALISASI TA 2011

KENAIKAN (PENURUNAN)

% KENAIKAN/
PENURUNAN

6

7

8

499.900.411.613.939
388.149.662.977.313
359.723.323.922.978
208.028.255.107.321
34.331.581.215.199
13.894.084.701.623
20.437.496.513.576
173.695.949.865.387
30.908.224.866.947
1.926.605.975.470
14.664.239.041.688
8.369.757.361.577
2.021.452.007.810
82.205.341.093.212
11.609.069.696.987
21.961.208.943.436
30.050.878.260
724.026.735
724.026.735
112.773.298.284.351
106.496.607.971.664
57.314.640.558.093
49.095.044.758.305
86.922.655.266
6.276.690.312.687
3.743.054.505.751
2.529.338.218.134
4.297.588.802

2.227.954.322.600
2.227.954.322.600
406.155.290.940

93.831.654.958.866
68.859.430.400.074
72.460.204.517.994
25.538.930.096.083
453.303.297.137
461.315.175.534
(8.130.891.249)
119.012.851
25.085.563.882.859
7.015.678.969.317
243.224.578.594
3.082.220.970.059
1.383.049.372.321
419.909.838.372
6.023.549.618.419
1.129.789.452.786
5.807.155.711.927
(19.014.628.936)
62.916.087
62.916.087
330.353.270
330.353.270
36.892.027.645.721
34.278.557.069.920
22.359.041.698.567
11.911.447.225.594
8.068.145.759
2.613.470.575.801
1.135.418.178.175
1.482.307.009.188
(4.254.611.562)
68.936.810.264
68.936.810.264
(37.747.007.474)

18,77%
17,74%
20,14%
12,28%
1,32%
3,32%
-0,04%

14,44%
22,70%
12,62%
21,02%
16,52%
20,77%
7,33%
9,73%
26,44%
-63,27%
8,69%
8,69%

32,71%
32,19%
39,01%
24,26%
9,28%
41,64%
30,33%
58,60%
-99,00%

3,09%
3,09%
-9,29%
DAFTAR LRA 165

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)

Daftar 1. A

LAPORAN REALISASI ANGGARAN PENDAPATAN PEMERINTAH PUSAT
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012 DAN 2011
(dalam rupiah)

KODE AKUN

URAIAN AKUN

ANGGARAN

REALISASI TA 2012

1

2

3

4

411312
411313
411314
411315
411316
411319
4114
41141
411411
4115
41151
411511
411512
411513
411514
411519
4116
41161
411611
411612
411613
411619
41162
411621
411622
411623
411624
41163
411631
411632

Pendapatan PBB Perkotaan
Pendapatan PBB Perkebunan
Pendapatan PBB Kehutanan
Pendapatan PBB Pertambangan
Pendapatan PBB Migas
Pendapatan PBB Lainnya
Pendapatan BPHTB
Pendapatan BPHTB
Pendapatan BPHTB
Pendapatan Cukai
Pendapatan Cukai
Pendapatan Cukai Hasil Tembakau
Pendapatan Cukai Ethyl Alkohol
Pendapatan Cukai Minuman Mengandung Ethyl Alkohol
Pendapatan Denda Administrasi Cukai
Pendapatan Cukai Lainnya
Pendapatan Pajak Lainnya
Pendapatan Pajak Lainnya
Pendapatan Bea Meterai
Pendapatan Dari Penjualan Benda Meterai
Pendapatan PPn Batubara
Pendapatan Pajak Tidak Langsung Lainnya
Pendapatan Bunga Penagihan Pajak
Pendapatan Bunga Penagihan PPh
Pendapatan Bunga Penagihan PPN
Pendapatan Bunga Penagihan PPnBM
Pendapatan Bunga Penagihan PTLL
Pendapatan Bunga Penagihan Pajak Ditanggung Pemerintah
Pendapatan Bunga Penagihan PPh Ditanggung Pemerintah
Pendapatan Bunga Penagihan PPN Ditanggung Pemerintah

412
4121
41211
412111
412112
412113
412114

Pajak Perdagangan Internasional
Pendapatan Bea Masuk
Pendapatan Bea Masuk
Pendapatan Bea Masuk
Pendapatan Bea Masuk Ditanggung Pemerintah atas Hibah (SPM Nihil)
Pendapatan Denda Administrasi Pabean
Pendapatan Bea Masuk Dalam Rangka Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE)
Denda atas sanksi administrasi dari pelaksanaan pengawasan terhadap barang tertentu yang
pengangkutannya
Pendapatan Bea Masuk Ditanggung Pemerintah (BM-DPT) transaksi non kas
Pendapatan Pabean Lainnya
Pendapatan Bea Keluar
Pendapatan Bea Keluar

412115
412116
412119
4122
41221

75.443.115.000.000
75.443.115.000.000
72.041.008.000.000
123.890.000.000
3.278.217.000.000
5.631.970.000.000
-

42.933.630.000.000
23.734.620.000.000

19.199.010.000.000

% REALISASI
TERHADAP
ANGGARAN
5

REALISASI TA 2011

KENAIKAN (PENURUNAN)

% KENAIKAN/
PENURUNAN

6

7

8

1.687.521.344.115
68.959.618.891
39.029.856.062
26.278.012.592
10.200.000
(704.724.406)
(704.724.406)
(704.724.406)
34.820.843.145.853
34.820.843.145.853
33.125.995.295.956
74.911.700.645
1.605.052.291.590
4.888.947.024
9.994.910.638
1.873.677.787.259
1.737.088.422.825
508.099.101.161
1.227.999.215.665
58.638.700
931.467.299
136.589.364.434
52.706.519.963
77.039.654.874
17.331.663
6.825.857.934

(123.113.749.303)
9.578.789.299
(8.394.449.177)
41.603.553.237
187.009.673.682
704.724.406
704.724.406
704.724.406
9.726.206.314.636
9.726.206.314.636
9.377.867.520.508
9.009.088.480
336.039.201.350
5.360.308.832
(2.069.804.534)
233.068.573.614
167.867.284.811
37.411.236.991
129.086.625.042
(58.638.700)
1.428.061.478
65.201.288.803
95.188.412.547
(25.194.060.343)
1.233.484.395
(6.026.547.796)
-

-7,30%
13,89%
-21,51%
158,32%
1833428,17%

24.825.564.936.415
13.908.233.994.507
13.908.233.994.507
13.179.103.222.311
1.946.275.747
247.783.301.964
457.228.451.820

59,05%
59,05%
59,00%
67,74%
59,21%
37,41%
57,82%
58,60%
-

28.426.339.054.335
11.831.987.468.868
11.831.987.468.868
11.218.073.235.419
2.618.724.584
183.734.238.304
374.680.444.557

(3.600.774.117.920)
2.076.246.525.639
2.076.246.525.639
1.961.029.986.892
(672.448.837)
64.049.063.660
82.548.007.263

-12,67%
17,55%
17,55%
17,48%
-25,68%
34,86%
22,03%

(23.036.653)

-

-

(23.036.653)

22.195.779.318
10.917.330.941.908
10.917.330.941.908

56,86%
-

52.880.826.004
16.594.351.585.467
16.594.351.585.467

(30.685.046.686)
(5.677.020.643.559)
(5.677.020.643.559)

1.564.407.594.812
78.538.408.190
30.635.406.885
67.881.565.829
187.019.873.682
44.547.049.460.489
44.547.049.460.489
42.503.862.816.464
83.920.789.125
1.941.091.492.940
10.249.255.856
7.925.106.104
2.106.746.360.873
1.904.955.707.636
545.510.338.152
1.357.085.840.707
2.359.528.777
201.790.653.237
147.894.932.510
51.845.594.531
1.250.816.058
799.310.138
-

27,93%
27,93%
28,31%
12,03%
20,94%
109,64%
-20,71%
12,44%
9,66%
7,36%
10,51%
-100,00%
153,31%
47,74%
180,60%
-32,70%
7116,94%
-88,29%

-58,03%
-34,21%
-34,21%
DAFTAR LRA 166

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)

Daftar 1. A

LAPORAN REALISASI ANGGARAN PENDAPATAN PEMERINTAH PUSAT
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012 DAN 2011
(dalam rupiah)

KODE AKUN

URAIAN AKUN

ANGGARAN

REALISASI TA 2012

1

2

3

4

412211 Pendapatan Bea Keluar
412212 Pendapatan Denda Administrasi Bea Keluar
412213 Pendapatan Bunga Bea Keluar
42
421
4211
421111
4212
421211
4213
421311
421312
4214
42141
421411
42142
421421
42143
421431
421432
421433
421434
42144

4215
42151
421511
421512
4216
42161
421611

Penerimaan Negara Bukan Pajak
Penerimaan Sumber Daya Alam
Pendapatan Minyak Bumi
Pendapatan Minyak Bumi
Pendapatan Gas Bumi
Pendapatan Gas Bumi
Pendapatan Pertambangan Umum
Pendapatan Iuran Tetap
Pendapatan Royalti
Pendapatan Kehutanan
Pendapatan Dana Reboisasi
Pendapatan Dana Reboisasi
Pendapatan Provisi Sumber Daya Hutan
Pendapatan Provisi Sumber Daya Hutan
Pendapatan IIUPH (IHPH)
Pendapatan IIUPH (IHPH) Tanaman Industri
Pendapatan IIUPH (IHPH) Bambu
Pendapatan IIUPH (IHPH) Tanaman Rotan
Pendapatan IIUPH (IHPH) Hutan Alam
Pendapatan Penggunaan Kawasan Hutan
Pendapatan Penggunaan Kawasan Hutan untuk Kepentingan Pembangunan di Luar Kegiatan
Kehutanan
Pendapatan Perikanan
Pendapatan Perikanan
Pendapatan Perikanan
Pendapatan Penerimaan Dana Kompensasi Pelestarian Sumber Daya Alam Kelautan
Pendapatan Pertambangan Panas Bumi
Pendapatan Pertambangan Panas Bumi
Pendapatan Pertambangan Panas Bumi

422
4221
42211
422111
42212
422121

Pendapatan Bagian Laba BUMN
Pendapatan Bagian Pemerintah atas Laba BUMN
Pendapatan Laba BUMN Perbankan
Pendapatan Laba BUMN Perbankan
Pendapatan Laba BUMN Non-Perbankan
Pendapatan Laba BUMN Non-Perbankan

421441

423 Pendapatan PNBP Lainnya
4231 Pendapatan Penjualan dan Sewa
42311 Pendapatan Penjualan Hasil Produksi/Sitaan

10.912.749.498.448
4.231.476.005
349.967.455

% REALISASI
TERHADAP
ANGGARAN
5

REALISASI TA 2011

KENAIKAN (PENURUNAN)

% KENAIKAN/
PENURUNAN

6

7

8

16.602.194.106.639
(12.778.542.853)
4.936.021.681

(5.689.444.608.191)
17.010.018.858
(4.586.054.226)

-34,27%

110.621.130.261.106
71.132.040.962.363
43.555.789.802.213
43.555.789.802.213
18.128.460.728.134
18.128.460.728.134
7.691.605.745.752
137.970.795.797
7.553.634.949.955
1.473.020.992.105
861.955.456.166
861.955.456.166
412.422.786.216
412.422.786.216
38.834.739.850
38.834.739.850
159.808.009.873

25.125.348.161.435
8.738.183.581.772
4.221.909.607.112
4.221.909.607.112
2.816.192.765.548
2.816.192.765.548
1.395.234.935.366
81.254.940.215
1.313.979.995.150
143.654.852.121
(47.700.320.313)
(47.700.320.313)
183.868.482.207
183.868.482.207
35.368.624.700
35.368.624.700
(27.881.934.473)

22,71%
12,28%
9,69%
9,69%
15,53%
15,53%
18,14%
58,89%
17,40%
9,75%
-5,53%
-5,53%
44,58%
44,58%
91,07%

277.991.382.880.000
177.263.351.721.000
113.681.490.000.000
113.681.490.000.000
45.790.400.000.000
45.790.400.000.000
14.453.946.820.000
158.896.731.000
14.295.050.089.000
2.954.454.895.000
1.409.725.550.000
1.409.725.550.000
1.304.885.756.000
1.304.885.756.000
12.550.000.000
1.300.000.000
11.250.000.000
227.293.589.000

135.746.478.422.541
79.870.224.544.135
47.777.699.409.325
47.777.699.409.325
20.944.653.493.682
20.944.653.493.682
9.086.840.681.118
219.225.736.012
8.867.614.945.105
1.616.675.844.226
814.255.135.853
814.255.135.853
596.291.268.423
596.291.268.423
74.203.364.550
74.203.364.550
131.926.075.400

48,83%
45,06%
42,03%
42,03%
45,74%
45,74%
62,87%
137,97%
62,03%
54,72%
57,76%
57,76%
45,70%
45,70%
591,26%
0,00%
659,59%
58,04%

227.293.589.000

131.926.075.400

58,04%

159.808.009.873

(27.881.934.473)

150.000.006.000
150.000.006.000
150.000.006.000
233.060.000.000
233.060.000.000
233.060.000.000

89.150.864.000
89.150.864.000
89.150.864.000
355.204.251.784
355.204.251.784
355.204.251.784

64.160.652.010
64.160.652.010
64.160.652.010
219.003.042.149
219.003.042.149
219.003.042.149

24.990.211.990
24.990.211.990
24.990.211.990
136.201.209.635
136.201.209.635
136.201.209.635

28.001.288.000.000
28.001.288.000.000
3.955.417.000.000
3.955.417.000.000
24.045.871.000.000
24.045.871.000.000

14.537.992.614.053
14.537.992.614.053
3.342.310.470.360
3.342.310.470.360
11.195.682.143.693
11.195.682.143.693

5.195.112.754.367
5.195.112.754.367
3.605.407.157.413
3.605.407.157.413
1.589.705.596.954
1.589.705.596.954

9.342.879.859.686
9.342.879.859.686
(263.096.687.053)
(263.096.687.053)
9.605.976.546.739
9.605.976.546.739

179,84%
179,84%
-7,30%
-7,30%
604,26%
604,26%

53.492.296.670.000
24.446.248.878.000
13.579.216.321.000

34.966.213.641.457
8.362.393.447.457
5.250.547.153.159

59,43%
59,43%
59,43%
152,41%
152,41%
152,41%
51,92%
51,92%
84,50%
84,50%
46,56%
46,56%
65,37%
34,21%
38,67%

30.660.068.297.662
8.099.973.851.622
3.171.482.208.245

4.306.145.343.795
262.419.595.835
2.079.064.944.914

14,04%
3,24%
65,55%

-92,91%

91,07%
-17,45%
-17,45%
38,95%
38,95%
38,95%
62,19%
62,19%
62,19%

DAFTAR LRA 167

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)

Daftar 1. A

LAPORAN REALISASI ANGGARAN PENDAPATAN PEMERINTAH PUSAT
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012 DAN 2011
(dalam rupiah)

KODE AKUN

URAIAN AKUN

ANGGARAN

REALISASI TA 2012

1

2

3

4

423111
423112
423113
423114
423115
423116
423117
423118
423119
42312
423121
423122
423123
423124
423125
423126
423127
423129
42313
423131
423132
423139
42314
423141
423142
423143
423144
423145
423146
423147
423148
423149
4232
42321
423211

Pendapatan Penjualan Hasil Pertanian, Kehutanan dan Perkebunan
Pendapatan Penjualan Hasil Peternakan dan Perikanan
Pendapatan Penjualan Hasil Tambang
Pendapatan Penjualan Hasil Sitaan/Rampasan dan Harta Peninggalan
Pendapatan Penjualan Obat-Obatan dan Hasil Farmasi Lainnya
Pendapatan Penjualan Informasi, Penerbitan, Film, dan Hasil Cetakan Lainnya
Pendapatan Penjualan Dokumen-Dokumen Pelelangan
Pendapatan Penjualan Cadangan Beras Pemerintah Dalam Rangka Operasi Pasar Murni
Pendapatan Penjualan Lainnya
Pendapatan Penjualan Aset
Pendapatan Penjualan Rumah, Gedung, Bangunan, dan Tanah
Pendapatan Penjualan Kendaraan Bermotor
Pendapatan Penjualan Sewa Beli
Pendapatan Penjualan Aset Bekas Milik Asing
Pendapatan dari Tukar Menukar Tanah, Gedung dan Bangunan
Pendapatan dari Tukar Menukar Peralatan dan Mesin
Pendapatan dari Tukar Menukar Jalan, Irigasi dan Jaringan
Pendapatan Penjualan Aset Lainnya yang Berlebih / Rusak / Dihapuskan
Pendapatan Penjualan dari Kegiatan Hulu Migas
Pendapatan Bersih Hasil Penjualan Bahan Bakar Minyak
Pendapatan Minyak Mentah (DMO)
Pendapatan Lainnya dari Kegiatan Hulu Migas
Pendapatan Sewa
Pendapatan Sewa Rumah Dinas/Rumah Negeri
Pendapatan Sewa Gedung, Bangunan, dan Gudang
Pendapatan Sewa Benda-Benda Bergerak
Pendapatan dari KSP Tanah, Gedung dan Bangunan
Pendapatan dari KSP Peralatan dan Mesin
Pendapatan dari KSP Jalan, Irigasi dan Jaringan
Pendapatan dari Bangun, Guna, Serah (BGS)
Pendapatan dari Bangun, Serah Guna (BSG)
Pendapatan dari Pemanfaatan BMN Lainnya
Pendapatan Jasa
Pendapatan Jasa I
Pendapatan Rumah Sakit dan Instansi Kesehatan Lainnya

423212 Pendapatan Tempat Hiburan/ Taman/ Museum dan Pungutan Usaha Pariwisata Alam (PUPA)
423213 Pendapatan Surat Keterangan, Visa/Paspor dan SIM, STNK, dan BPKB
423214 Pendapatan Hak dan Perijinan
423215 Pendapatan Sensor/Karantina, Pengawasan/Pemeriksaan
Pendapatan Jasa Tenaga, Pekerjaan, Informasi, Pelatihan, Teknologi, Pendapatan BPN,
423216
Pendapatan DJBC
423217 Pendapatan Jasa Kantor Urusan Agama
423218 Pendapatan Jasa Bandar Udara, Kepelabuhanan dan Kenavigasian

3.475.448.000
16.867.313.000
13.449.732.671.000
40.000.000.000

% REALISASI
TERHADAP
ANGGARAN
5

REALISASI TA 2011

KENAIKAN (PENURUNAN)

% KENAIKAN/
PENURUNAN

6

7

8

15.013.735.000
23.983.016.847.000
15.331.447.459.000
9.796.615.000

5.754.778.911
12.592.557.248
3.956.655.299.431
128.225.922.186
25.256.253
34.261.940.036
178.500.900
1.111.100.440.622
1.752.457.572
52.839.806.166
1.206.174.939
1.276.403.225
22.013.005.251
1.948.400
632.190
1.000.000
28.340.642.161
2.958.199.760.750
119.798.980
2.957.038.708.675
1.041.253.095
100.806.727.383
60.241.051.223
25.569.615.244
580.215.707
6.332.802
937.500
23.396.250
26.730.000
14.358.448.657
11.502.644.120.506
6.313.615.224.787
8.718.013.594

165,58%
74,66%
29,42%
320,56%
52,04%
85,69%
56,56%
1017,52%
2317,83%
79,98%
799,46%
27,60%
27,59%
70,59%
95,94%
42,13%
13,46%
95,64%
47,96%
41,18%
88,99%

3.038.141.209
6.468.800.822
2.596.485.207.059
122.996.638.349
235.937.653
31.231.210.698
183.408.080
407.084.501.011
3.758.363.364
80.374.920.556
1.299.360.397
724.825.965
20.597.324.755
400.000.000
57.353.409.439
4.765.603.649.054
70.351.027
4.750.032.583.605
15.500.714.422
82.513.073.767
22.021.605.875
40.990.985.002
1.440.779.509
18.059.703.381
11.163.780.925.799
5.671.593.531.041
9.834.780.321

2.716.637.702
6.123.756.426
1.360.170.092.372
5.229.283.837
(210.681.400)
3.030.729.338
(4.907.180)
704.015.939.611
(2.005.905.792)
(27.535.114.390)
(93.185.458)
551.577.260
1.415.680.496
(398.051.600)
632.190
1.000.000
(29.012.767.278)
(1.807.403.888.304)
49.447.953
(1.792.993.874.930)
(14.459.461.327)
21.994.908.340
38.219.445.348
(15.421.369.758)
(860.563.802)
6.332.802
937.500
23.396.250
26.730.000
(3.701.254.724)
235.535.656.460
642.021.693.746
(1.116.766.727)

15.282.066.000

7.884.030.960

51,59%

11.118.732.082

(3.234.701.122)

1.812.364.040.000
9.982.874.455.000
114.182.502.000

934.492.957.123
3.050.590.316.050
93.732.381.982

51,56%
30,56%
82,09%

838.888.728.615
2.779.482.160.134
69.555.701.510

95.604.228.508
271.108.155.916
24.176.680.472

959.285.559.000

997.781.506.140

104,01%

644.978.042.007

352.803.464.133

75.033.300.000
669.688.472.000

33.280.972.515
473.857.427.094

44,35%
70,76%

36.689.053.641
736.312.335.421

(3.408.081.126)
(262.454.908.327)

65.834.016.000
208.316.000
3.098.557.000
5.193.011.000
52.039.000
1.595.978.000

3.544.994.000
10.719.030.000.000
10.719.030.000.000
142.809.546.000
62.792.186.000
60.693.165.000
4.310.460.000

89,42%
94,67%
52,39%
4,25%
-89,30%
9,70%
-2,68%
172,94%
-53,37%
-34,26%
-7,17%
76,10%
6,87%
-99,51%

-50,59%
-37,93%
70,29%
-37,75%
-93,28%
26,66%
173,55%
-37,62%
-59,73%

-20,49%
2,11%
11,32%
-11,36%
-29,09%
11,40%
9,75%
34,76%
54,70%
-9,29%
-35,64%
DAFTAR LRA 168

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)

Daftar 1. A

LAPORAN REALISASI ANGGARAN PENDAPATAN PEMERINTAH PUSAT
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012 DAN 2011
(dalam rupiah)

KODE AKUN

URAIAN AKUN

ANGGARAN

REALISASI TA 2012

1

2

3

4

423219
42322
423221
423222
423223
423224
423225
423226
423227
423228
423229
42323
423231
423232
423239
42324
423241
42325
423251
423252
423253
423254
42326
423261
423262
423263
423264
423265
423266
423267
42327
423271
42328
423281
423282
423283
423284
423285
42329
423291
4233
42331
423311

Pendapatan pelayanan pertanahan
Pendapatan Jasa II
Pendapatan Jasa Lembaga Keuangan (Jasa Giro)
Pendapatan Jasa Penyelenggaraan Telekomunikasi
Pendapatan Iuran Lelang Untuk Fakir Miskin
Pendapatan Jasa Catatan Sipil
Pendapatan Biaya Penagihan Pajak Negara Dengan Surat Paksa
Pendapatan Uang Pewarganegaraan
Pendapatan Bea Lelang
Pendapatan Biaya Pengurusan Piutang dan Lelang Negara
Pendapatan Registrasi Dokter dan Dokter Gigi
Pendapatan Jasa Luar Negeri
Pendapatan dari Pemberian Surat Perjalanan RI
Pendapatan dari Jasa Pengurusan Dokumen Konsuler
Pendapatan Rutin Lainnya dari Luar Negeri
Pendapatan Layanan Jasa Perbankan
Pendapatan Layanan Jasa Perbankan
Pendapatan atas Pengelolaan Rekening Tunggal Perbendaharaan (TSA) dan/atau atas
Penempatan Uang Negara
Pendapatan Atas Penertiban SP2D Dalam Rangka TSA
Pendapatan Atas Penempatan Uang Negara pada Bank Umum
Pendapatan dari Pelaksanaan Treasury Notional Pooling
Pendapatan Atas Penempatan Uang Negara pada Bank Indonesia
Pendapatan Jasa Kepolisian
Pendapatan Surat Ijin Mengemudi (SIM)
Pendapatan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK)
Pendapatan Surat Tanda Coba Kendaraan (STCK)
Pendapatan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKP)
Pendapatan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB)
Pendapatan Klinik Pengemudi (KLIPENG)
Pendapatan Senjata Api (SENPI)
Pendapatan Jasa Pelayanan Tol
Pendapatan Jasa Pelayanan Tol Suramadu
Pendapatan Jasa Kepolisian II
Pendapatan Penerbitan Surat Mutasi Kendaraan Ke Luar Daerah
Pendapatan Penerbitan Surat Keterangan Catatan Kepolisian
Pendapatan Penerbitan Surat Keterangan Lapor Diri
Pendapatan Penerbitan Karti Sidik Jari (Inafis Card)
Pendapatan Denda Pelanggaran Lalu Lintas
Pendapatan Jasa Lainnya
Pendapatan Jasa Lainnya
Pendapatan Bunga
Pendapatan Bunga
Pendapatan Bunga atas Investasi Dalam Obligasi

1.692.940.450.000
911.461.089.000
207.998.336.000
602.960.948.000

% REALISASI
TERHADAP
ANGGARAN
5

REALISASI TA 2011

KENAIKAN (PENURUNAN)

% KENAIKAN/
PENURUNAN

6

7

8

41.826.176.000
44.649.354.000
10.000.000.000
439.681.753.000
354.326.154.000
76.046.288.000
9.309.311.000
12.000.000
12.000.000

713.277.619.329
759.913.471.364
307.876.995.519
354.440.619.914
166.666
1.322.670
576.714.053
283.721.582
57.658.913.229
35.113.061.730
3.961.956.001
215.991.678.984
143.099.737.640
45.453.077.450
27.438.863.894
74.985.507
74.985.507

42,13%
83,37%
148,02%
58,78%
14,32%
137,85%
78,64%
39,62%
49,12%
40,39%
59,77%
294,75%
624,88%
624,88%

544.733.997.310
1.223.830.951.783
510.238.806.281
624.486.816.538
9.058.655
1.316.416
1.547.790.908
471.770.702
47.971.805.763
32.240.923.520
6.862.663.000
122.362.492.964
86.470.092.020
17.257.460.965
18.634.939.979
147.641.986
147.641.986

168.543.622.019
(463.917.480.419)
(202.361.810.762)
(270.046.196.624)
(8.891.989)
6.254
(971.076.855)
(188.049.120)
9.687.107.466
2.872.138.210
(2.900.706.999)
93.629.186.020
56.629.645.620
28.195.616.485
8.803.923.915
(72.656.479)
(72.656.479)

2.843.088.860.000

2.333.101.329.164

82,06%

2.396.398.109.360

(63.296.780.196)

68.088.860.000

38.099.594.257
82.962.412.813
2.212.039.322.094
1.668.694.880.550
452.870.162.550
439.750.025.000
30.956.480.000
442.487.415.000
286.826.373.000
14.729.750.000
1.074.675.000
88.501.779.088
88.501.779.088
61.826.784.159
30.187.295.000
25.673.307.000
5.522.570.000
49.620.000
393.992.159
60.923.986.903
60.923.986.903
8.144.900.143.035
1.315.769.159.383
114.942.584

55,96%
66,37%
83,47%
40,39%
45,42%
45,91%
20,57%
44,95%
37,36%
5,44%
41,20%
21,47%
16,04%
70,60%
64,86%
0,09%
16,42%
159,17%
159,17%
469,09%
75,78%
-

32.350.428.687
83.616.495.237
2.280.431.185.436
1.573.191.955.778
466.708.476.127
414.555.068.000
1.568.685.000
429.565.089.151
244.157.582.500
15.377.155.000
1.259.900.000
47.001.025.000
25.069.780.000
15.951.760.000
4.956.835.000
22.020.000
1.000.630.000
129.255.217.887
129.255.217.887
1.757.716.714.072
968.836.075.572
6.135.000

5.749.165.570
(83.616.495.237)
82.962.412.813
(68.391.863.342)
95.502.924.772
(13.838.313.577)
25.194.957.000
29.387.795.000
12.922.325.849
42.668.790.500
(647.405.000)
(185.225.000)
88.501.779.088
88.501.779.088
14.825.759.159
5.117.515.000
9.721.547.000
565.735.000
27.600.000
(606.637.841)
(68.331.230.984)
(68.331.230.984)
6.387.183.428.963
346.933.083.811
108.807.584

4.026.275.000

125.000.000.000
2.650.000.000.000
4.131.019.425.000
997.071.000.000
957.775.000.000
150.500.000.000
984.425.000.000
767.640.000.000
271.000.000.000
2.608.425.000
288.029.500.000
188.250.000.000
36.364.500.000
8.515.000.000
52.500.000.000
2.400.000.000
38.276.761.000
38.276.761.000
1.736.305.402.000
1.736.305.402.000

30,94%
-37,91%
-39,66%
-43,24%
-98,16%
0,48%
-62,74%
-39,86%
20,19%
8,91%
-42,27%
76,52%
65,49%
163,38%
47,24%
-49,21%
-49,21%
-2,64%
17,77%
-100,00%
-3,00%
6,07%
-2,97%
6,08%
1873,40%
3,01%
17,48%
-4,21%
-14,70%

31,54%
20,41%
60,94%
11,41%
125,34%
-60,63%
-52,87%
-52,87%
363,38%
35,81%
1773,55%
DAFTAR LRA 169

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)

Daftar 1. A

LAPORAN REALISASI ANGGARAN PENDAPATAN PEMERINTAH PUSAT
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012 DAN 2011
(dalam rupiah)

KODE AKUN

URAIAN AKUN

ANGGARAN

REALISASI TA 2012

1

2

3

4

423312
423313
423314
423315
423319
42332
423321
42333
423331
423332
423333
42334
423341
4234
42341
423411
423412
423413
423414
423415
423416
423417
423419
4235
42351
423511
423512
423513
423519
4236
42361
423611
423612
423613
423614
423615
4237
42371
423711
423712
423713
42372
423721

Pendapatan PPA (eks BPPN) atas Bunga Obligasi
Pendapatan Bunga Dari Piutang dan Penerusan Pinjaman
Pendapatan Bunga dari Pemberian Kredit Pemerintah
Pendapatan Bunga dari Rekening Pembangunan Hutan
Pendapatan Bunga Lainnya
Pendapatan Gain On Bond Redemption
Pendapatan Gain On Bond Redemption atas Pembelian Kembali Obligasi Dalam Negeri Jangka
Panjang
Pendapatan Premium atas Obligasi Negara
Pendapatan Premium Obligasi Negara Dalam Negeri/Rupiah
Pendapatan Premium Obligasi Negara Dalam Valuta Asing
Pendapatan Fee atas Securities Lending SUN
Pendapatan Fee Lainnya atas Surat Berharga Negara
Pendapatan Fee Lainnya atas Transaksi Securities lending SUN
Pendapatan Kejaksaan dan Peradilan dan Hasil Tindak Pidana Korupsi
Pendapatan Kejaksaan dan Peradilan dan Hasil Tindak Pidana Korupsi
Pendapatan Legalisasi Tanda Tangan
Pendapatan Pengesahan Surat di Bawah Tangan
Pendapatan Uang Meja (Leges) dan Upah Pada Panitera Badan Pengadilan (Peradilan)
Pendapatan Hasil Denda/Denda Tilang dan Sebagainya
Pendapatan Ongkos Perkara
Pendapatan Penjualan Hasil Lelang Tindak Pidana Korupsi
Pendapatan Penjualan Hasil Lelang Gratifikasi
Pendapatan Kejaksaan dan Peradilan Lainnya
Pendapatan Pendidikan
Pendapatan Pendidikan
Pendapatan Uang Pendidikan
Pendapatan Uang Ujian Masuk, Kenaikan Tingkat, dan Akhir Pendidikan
Pendapatan Uang Ujian Untuk Menjalankan Praktek
Pendapatan Pendidikan Lainnya
Pendapatan Gratifikasi dan Uang Sitaan Hasil Korupsi
Pendapatan Gratifikasi dan Uang Sitaan Hasil Korupsi
Pendapatan Uang Sitaan Hasil Korupsi yang Telah Ditetapkan Pengadilan
Pendapatan Gratifikasi yang Ditetapkan KPK Menjadi Milik Negara
Pendapatan dari Pengembalian Penyalahgunaan Penyelenggaraan Keuangan Negara
Pendapatan Uang Pengganti Tindak Pidana Korupsi yang Ditetapkan di Pengadilan
Pendapatan Hasil Pengembalian Uang Negara
Pendapatan Iuran dan Denda
Pendapatan Iuran Badan Usaha
Pendapatan Iuran Badan Usaha dari kegiatan usaha penyediaan dan pendistribusian BBM
Pendapatan Iuran Badan Usaha dari kegiatan usaha pengangkutan Gas Bumi melalui Pipa
Pendapatan Iuran Badan Usaha di Bidang Pasar Modal dan Lembaga Keuangan
Pendapatan Dana Pengamanan Hutan
Pendapatan Dana Pengamanan Hutan

1.736.305.402.000

-

98.724.105.000
98.724.105.000
825.000.000
250.000.000
210.000.000
6.050.000.000
25.750.605.000
2.000.000.000
63.638.500.000
2.660.471.898.000
2.660.471.898.000
1.735.974.933.000
87.882.836.000
137.689.450.000
698.924.679.000
62.250.000.000
62.250.000.000
18.150.000.000
19.900.000.000
24.200.000.000
474.350.972.000
437.502.302.000
359.252.302.000
78.250.000.000
-

% REALISASI
TERHADAP
ANGGARAN
5

935.661.367.569
182.267.563.451
197.725.285.779
3.205.300

53,89%
-

REALISASI TA 2011

KENAIKAN (PENURUNAN)

% KENAIKAN/
PENURUNAN

6

7

8

10.205.466.990
956.260.031.641
2.364.441.941
760.225.000

(10.205.466.990)
(20.598.664.072)
182.267.563.451
195.360.843.838
(757.019.700)

3.205.300

-

760.225.000

(757.019.700)

6.829.127.778.352
6.461.791.471.500
213.100.688.852
154.235.618.000
124.871.846.160
124.871.846.160
1.708.429.573
336.687.600
4.210.392.784
97.447.759.964
9.874.127.661
563.143.660
207.700
10.731.097.218
947.228.273.739
947.228.273.739
693.747.461.463
28.633.017.016
25.463.020.000
199.384.775.260
115.567.264.732
115.567.264.732
82.454.596.750
1.135.744.788
1.836.398.096
29.942.451.832
198.073.266
737.524.049.287
581.196.947.910
458.064.777.139
88.452.590.208
34.679.580.563
1.175.348.525
1.175.348.525

126,49%
126,49%
207,08%
134,68%
2004,95%
1610,71%
38,35%
28,16%
16,86%
35,60%
35,60%
39,96%
32,58%
18,49%
28,53%
185,65%
185,65%
454,30%
5,71%
123,73%
155,48%
132,84%
127,51%
113,04%
-

788.120.413.500
701.477.516.500
86.642.897.000
122.641.027.112
122.641.027.112
1.170.806.146
187.804.800
3.388.587.375
96.485.064.369
7.550.520.203
4.780.269.730
13.765.000
9.064.209.489
1.306.102.486.077
1.306.102.486.077
1.139.082.360.662
23.646.442.434
21.686.749.879
121.686.933.102
60.360.876.341
60.360.876.341
18.986.577.131
1.525.221.415
75.621.900
39.680.680.178
92.775.717
600.303.149.472
323.466.761.052
200.050.760.680
82.761.255.670
40.654.744.702
297.937.980
297.937.980

6.041.007.364.852
5.760.313.955.000
213.100.688.852
67.592.721.000
2.230.819.048
2.230.819.048
537.623.427
148.882.800
821.805.409
962.695.595
2.323.607.458
(4.217.126.070)
(13.557.300)
1.666.887.729
(358.874.212.338)
(358.874.212.338)
(445.334.899.199)
4.986.574.582
3.776.270.121
77.697.842.158
55.206.388.391
55.206.388.391
63.468.019.619
(389.476.627)
1.760.776.196
(9.738.228.346)
105.297.549
137.220.899.815
257.730.186.858
258.014.016.459
5.691.334.538
(5.975.164.139)
877.410.545
877.410.545

-100,00%
-2,15%

8262,45%
-99,58%
-99,58%
766,51%
821,17%
78,01%

1,82%
1,82%
45,92%
79,28%
24,25%
1,00%
30,77%
-88,22%
-98,49%
18,39%
-27,48%
-27,48%
-39,10%
21,09%
17,41%
63,85%
91,46%
91,46%
334,28%
-25,54%
2328,39%
-24,54%
113,50%
22,86%
79,68%
128,97%
6,88%
-14,70%
294,49%
294,49%
DAFTAR LRA 170

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)

Daftar 1. A

LAPORAN REALISASI ANGGARAN PENDAPATAN PEMERINTAH PUSAT
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012 DAN 2011
(dalam rupiah)

KODE AKUN

URAIAN AKUN

ANGGARAN

REALISASI TA 2012

1

2

3

4

42373 Pendapatan dari Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam
Pendapatan Iuran Menangkap/Mengambil/Mengangkut Satwa Liar/Mengambil/Mengangkut
Tumbuhan Alam Hidup atau Mati
423732 Pungutan Izin Pengusahaan Pariwisata Alam (PIPPA)
423733 Pungutan Izin Pengusahaan Taman Buru (PIPTB)
423734 Pungutan Izin Berburu di Taman Buru dan Areal Buru (PIB)
423735 Pungutan masuk Obyek Wisata Alam
423736 Iuran Hasil Usaha Pengusahaan Pariwisata Alam (IHUPA)
423737 Iuran Hasil Usaha Perburuan di Taman Buru (IHUPTB)
423738 Pendapaatan Penggantian Nilai Tegakan
423731

42374 Pendapatan Penerimaan dana Kompensasi Pelestarian Sumber Daya Alam Kelautan
423741
42375
423751
423752
423753
423754
423755
423756
423757
423758
423759
42376
423761
423762
4239
42391
423911
423912
423913
423914
423915
423916
423917
423919
42392
423921
423922
42393

Pendapatan Penerimaan dana Kompensasi Pelestarian Sumber Daya Alam Kelautan
Pendapatan Denda I
Pendapatan Denda Pelanggaran Eksploitasi Hutan
Pendapatan Denda Keterlambatan Penyelesaian Pekerjaan Pemerintah
Pendapatan Denda Administrasi BPHTB
Pendapatan Denda Pelanggaran di Bidang Pasar Modal
Pendapatan Denda Pelanggaran di Bidang Persaingan Usaha
Pendapatan Denda Pelaksanaan Rekening Pengeluaran Bersaldo Nihil dalam Rangka TSA
Pendapatan Denda atas Pelaksanaan Penempatan Uang Negara di Bank Umum dan Bank
Indonesia
Pendapatan Denda atas Pelaksanaan Treasury Notional Pooling
Pendapatan Denda Atas Kekurangan/Keterlambatan Penyetoran Penerimaan Negara Oleh
Bank/Pos Persepsi
Pendapatan Denda II
Pendapatan Denda atas Kekurangan/Keterlambatan Pelimpahan Saldo BO II ke BO I
Pendapatan Denda atas Kekurangan/Keterlambatan Pembagian PBB/BPHTB oleh BO III
PBB/BPHTB
Pendapatan Lain-Lain
Pendapatan Dari Penerimaan Kembali Belanja Tahun Anggaran yang Lalu
Penerimaan Kembali Belanja Pegawai Pusat TAYL
Penerimaan Kembali Belanja Pensiun TAYL
Penerimaan Kembali Belanja Lainnya Rupiah Murni TAYL
Penerimaan Kembali Belanja Lain Pinjaman Luar Negeri TAYL
Penerimaan Kembali Belanja Lainnya Hibah TAYL
Penerimaan Kembali Belanja Swadana TAYL
Penerimaan Kembali Belanja Transfer ke Daerah TAYL
Penerimaan Kembali Belanja Lainnya TAYL
Pendapatan Pelunasan Piutang
Pendapatan Pelunasan Piutang Non-Bendahara
Pendapatan Pelunasan Ganti Rugi atas Kerugian yang Diderita Oleh Negara(Masuk TP/TGR)
Bendahara
Pendapatan dari Penutupan Rekening

% REALISASI
TERHADAP
ANGGARAN
5

REALISASI TA 2011

KENAIKAN (PENURUNAN)

% KENAIKAN/
PENURUNAN

6

7

8

31.825.200.000

61.027.350.800

191,76%

53.081.188.968

7.946.161.832

6.571.833.000

3.180.138.448

48,39%

3.160.605.967

19.532.481

3.019.901.000

106.698.000
8.639.002.569
39.677.735
49.061.834.048

3,53%
39,02%
41,59%
-

9.060.000
200.000
7.062.662.700
200.645.695
100.000
42.647.914.606

97.638.000
(200.000)
1.576.339.869
(160.967.960)
(100.000)
6.413.919.442

-

-

-

-

94.108.935.960
4.838.344.562
71.860.618.063
9.140.600
11.298.099.802
4.279.096.075
314.051.626

1873,39%
1459,55%
4279,10%
-

223.437.635.376
2.996.683.901
60.888.736.193
204.187.737
7.422.847.546
150.340.985.829
474.483.990

(129.328.699.416)
1.841.660.661
10.971.881.870
(195.047.137)
3.875.252.256
(146.061.889.754)
(160.432.364)

23.067.950

-

-

23.067.950

22.138.066.000
95.400.000

5.023.470.000
4.923.470.000

100.000.000

-

-

-

1.486.517.282

-

1.109.710.180

376.807.102

-

15.466.092
179.523

-

19.626.096
5.302.888

(4.160.004)
(5.123.365)

15.286.569

-

14.323.208

963.361

831.629.000
3.492.977.000
25.000.000

5.031.084.496.540
4.028.542.179.525
87.856.022.970
81.424.081.313
3.150.347.968.099
7.060.366.690
13.370.313.754
2.221.895.084
686.261.531.615
15.238.686.966
866.856.556

16266,79%
63469,90%
2052,19%
1180059,15%
257326,08%
405161,02%
0,00%
436,27%
3467,43%

7.549.189.267.167
6.716.873.532.989
166.589.884.185
58.060.874.884
434.244.928.306
15.567.990.949
4.933.736.986
632.900.157
1.526.072.817.209
4.510.770.400.313
14.895.448.335
549.653.193

(2.518.104.770.627)
(2.688.331.353.464)
(78.733.861.215)
23.363.206.429
2.716.103.039.793
(8.507.624.259)
8.436.576.768
1.588.994.927
(839.811.285.594)
(4.510.770.400.313)
343.238.631
317.203.363

3.467.977.000

14.371.830.410

414,42%

14.345.795.142

26.035.268

-

50.437.978.663

-

625.321.545.608

(574.883.566.945)

30.928.568.000
6.347.170.000
4.281.078.000
6.900.000
1.224.263.000
3.300.000

14,97%
0,62%
1077,68%
-100,00%
22,32%
-80,22%
-100,00%
15,04%

-57,88%
61,46%
18,02%
-95,52%
52,21%
-97,15%
-33,81%

33,96%
-21,20%
-96,61%
6,73%
-33,36%
-40,02%
-47,26%
40,24%
625,48%
-54,65%
171,00%
251,07%
-55,03%
-100,00%
2,30%
57,71%
0,18%
-91,93%
DAFTAR LRA 171

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)

Daftar 1. A

LAPORAN REALISASI ANGGARAN PENDAPATAN PEMERINTAH PUSAT
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012 DAN 2011
(dalam rupiah)

KODE AKUN

URAIAN AKUN

ANGGARAN

REALISASI TA 2012

1

2

3

4

423931
42394
423941
423942
42399
423991
423992
423993
423994
423995
423997

Pendapatan dari Penutupan Rekening
Pendapatan dari Selisih Kurs
Pendapatan dari Selisih Kurs dalam pengelolaan RKUN
Pendapatan dari Untung Selisih kurs UP Satker Perwakilan RI
Pendapatan Lain-Lain
Penerimaan Kembali Persekot/ Uang Muka Gaji
Penerimaan Premi Penjaminan Perbankan Nasional
Pendapatan dari Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan (GNRHL)
Pendapatan dari Biaya Pengawasan HET Minyak Tanah
Pendapatan Bagian Pemerintah dari Sisa Surplus Bank Indonesia
Pendapatan Kelebihan Pelimpahan Pajak/PNBP dari bank/pos Persepsi

424
4241
42411
424111
424112
424113
424114
424115
424116
424117
424118
424119
42412
424121
424122
424123
424129
42413
424131
424132
424133
424134
424135
424136
424139
4242
42421
424211
424212

Pendapatan Badan Layanan Umum
Pendapatan Jasa Layanan Umum
Pendapatan Penyediaan Barang dan Jasa Kepada Masyarakat
Pendapatan Jasa Pelayanan Rumah Sakit
Pendapatan Jasa Pelayanan Pendidikan
Pendapatan Jasa Pelayanan Tenaga, Pekerjaan, Informasi, Pelatihan dan Teknologi
Pendapatan Jasa Pencetakan
Pendapatan Jasa Bandar Udara, Kepelabuhanan dan Kenavigasian
Pendapatan Jasa Penyelenggaraan Telekomunikasi
Pendapatan Jasa Pelayanan Pemasaran
Pendapatan Jasa Penyediaan Barang
Pendapatan Jasa Penyediaan Barang dan Jasa Lainnya
Pendapatan dari Pengelolaan Wilayah/Kawasan Tertentu
Pendapatan Pengelolaan Kawasan Otorita
Pendapatan Pengelolaan Kawasan Terpadu Pengembangan Ekonomi Terpadu
Pendapatan Pengelolaan Fasilitas Umum Milik Pemerintah
Pendapatan Pengelolaan Kawasan Lainnya
Pengelolaan Dana Khusus untuk Masyarakat
Pendapatan Program Dana Penjaminan
Pendapatan Program Dana Penjaminan Syariah
Pendapatan Program Modal Ventura
Pendapatan Program Dana Bergulir Sektoral
Pendapatan Program Dana Bergulir Syariah
Pendapatan Investasi
Pendapatan Pengelolaan Dana Khusus Lainnya
Pendapatan Hibah Badan Layanan Umum
Pendapatan Hibah Terkait
Pendapatan Hibah Terikat Dalam Negeri - Perorangan
Pendapatan Hibah Terikat Dalam Negeri - Lembaga/Badan Usaha

5

REALISASI TA 2011

KENAIKAN (PENURUNAN)

% KENAIKAN/
PENURUNAN

6

7

8
-91,93%

50.437.978.663
651.364.760.109
649.500.000.000
1.864.760.109
285.500.891.277
5.884.709.957
97.675.000
11.850.909

1353,83%
29,85%
-

625.321.545.608
192.098.740.235
5.572.270.431
2.515.980
74.600.000
-

(574.883.566.945)
651.364.760.109
649.500.000.000
1.864.760.109
93.402.151.042
312.439.526
95.159.020
(74.600.000)
11.850.909

407.990.000

-

-

407.990.000

1.370.859.000

279.098.665.411

186.449.353.824

92.649.311.587

49,69%

19.234.446.489.000
17.109.565.352.000
15.599.374.378.000
5.037.908.978.000
8.526.443.334.000
199.374.791.000
1.024.475.000

6.372.047.622.896
5.833.452.694.709
5.435.237.495.087
2.183.901.488.550
2.386.070.066.802
39.825.393.324
55.587.668
743.951.911.782
398.542.216
1.804.749.820
79.229.754.925
58.195.646.042
58.195.646.042
340.019.553.580
1.704.140.955
129.809.150.647
10.739.946.768
197.766.315.210
3.928.458.651
3.928.458.651
2.017.464.578
1.303.138.175

20359,40%
33,13%
34,09%
34,84%
43,35%
27,98%
19,98%
5,43%
52,88%
14,76%
18,64%
16,36%
16,36%
29,45%
62,63%
27,37%
160,86%
29,48%
6,69%
8,05%
672,49%
2,77%

3.633.908.246.714
3.263.820.075.859
3.143.213.374.040
1.303.313.902.155
1.298.615.351.763
31.504.764.648
48.524.380
392.059.076.415
217.889.942
232.843.970
117.221.020.767
48.472.024.669
48.472.024.669
72.134.677.150
27.117.267.168
45.017.409.982
9.264.424.684
9.064.459.684
33.585.000
5.976.692.228

2.738.139.376.182
2.569.632.618.850
2.292.024.121.047
880.587.586.395
1.087.454.715.039
8.320.628.676
7.063.288
351.892.835.367
180.652.274
1.571.905.850
(37.991.265.842)
9.723.621.373
9.723.621.373
267.884.876.430
1.704.140.955
102.691.883.479
10.739.946.768
152.748.905.228
(5.335.966.033)
(5.136.001.033)
1.983.879.578
(4.673.554.053)

75,35%
78,73%
72,92%
67,57%
83,74%
26,41%
14,56%

-

21.088.421.000
19.717.562.000

423998 Pendapatan Penyetoran Kelebihan Hasil Bersih Lelang yang Tidak Diambil Oleh yang Berhak
423999 Pendapatan Anggaran Lain-Lain

% REALISASI
TERHADAP
ANGGARAN

1.406.777.248.000
2.700.000.000
425.145.552.000
355.726.697.000
-

355.726.697.000
1.154.464.277.000

2.721.000.000
474.300.011.000
6.676.600.000
670.766.666.000
58.698.456.000
48.790.714.000
300.000.000
46.990.714.000

48,62%
5,61%
3782,19%
-100,00%

89,76%
82,91%
675,09%
-32,41%
20,06%

20,06%
371,37%

378,70%
339,31%
-57,60%
-56,66%
5907,04%
-78,20%
DAFTAR LRA 172

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)

Daftar 1. A

LAPORAN REALISASI ANGGARAN PENDAPATAN PEMERINTAH PUSAT
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012 DAN 2011
(dalam rupiah)

KODE AKUN

URAIAN AKUN

ANGGARAN

REALISASI TA 2012

1

2

3

4

424213
424214
424215
424216
424219
42422
424221
424222
424223
424224
424225
424226
424229
4243
42431
424311
424312
424313
4249
42491
424911

Pendapatan Hibah Terikat Dalam Negeri - Pemda
Pendapatan Hibah Terikat Luar Negeri - Perorangan
Pendapatan Hibah Terikat Luar Negeri - Lembaga/Badan Usaha
Pendapatan Hibah Terikat Luar Negeri - Negara
Pendapatan Hibah Terikat Lainnya
Pendapatan Hibah Tidak Terikat
Pendapatan Hibah Tidak Terikat Dalam Negeri - Perorangan
Pendapatan Hibah Tidak Terikat Dalam Negeri - Lembaga/Badan Usaha
Pendapatan Hibah Tidak Terikat Dalam Negeri - Pemda
Pendapatan Hibah Tidak Terikat Luar Negeri - Perorangan
Pendapatan Hibah Tidak Terikat Luar Negeri - Lembaga/Badan Usaha
Pendapatan Hibah Tidak Terikat Luar Negeri - Negara
Pendapatan Hibah Tidak Terikat - Lainnya
Pendapatan Hasil Kerja Sama BLU
Pendapatan Hasil Kerja Sama BLU
Pendapatan Hasil Kerjasama Perorangan
Pendapatan Hasil Kerjasama Lembaga/Badan Usaha
Pendapatan Hasil Kerjasama Pemerintah Daerah
Pendapatan BLU Lainnya
Pendapatan BLU Lainnya
Pendapatan Jasa Layanan Perbankan BLU

43
431
4311
43111
431111
431112
431119
43112
431121
43113
431132
431133
431139
4312
43121
431211
431212
431213
431219
43122
431231
431232

Penerimaan Hibah
Pendapatan Hibah Dalam Negeri dan Luar Negeri
Pendapatan Hibah Dalam Negeri
Pendapatan Hibah Dalam Negeri
Pendapatan Hibah Dalam Negeri - Perorangan
Pendapatan Hibah Dalam Negeri - Lembaga/Badan Usaha
Pendapatan Hibah Dalam Negeri Lainnya
Pendapatan Hibah Dalam Negeri Non Kas
Pendapatan Hibah Berupa Barang
Pendapatan Hibah Dalam Negeri Langsung
Pendapatan Hibah Dalam Negeri - Lembaga/Badan Usaha
Pendapatan Hibah Dalam Negeri - Pemerintah Daerah
Pendapatan Hibah Dalam Negeri Langsung Bentuk Uang Lainnya
Pendapatan Hibah Luar Negeri
Pendapatan Hibah Luar Negeri
Pendapatan Hibah Luar Negeri - Perorangan
Pendapatan Hibah Luar Negeri - Bilateral
Pendapatan Hibah Luar Negeri - Multilateral
Pendapatan Hibah Luar Negeri Lainnya
Pendapatan hibah Luar Negeri Langsung
Pendapatan Hibah Luar Negeri Langsung - Perorangan
Pendapatan Hibah Luar Negeri Langsung - Bilateral

1.500.000.000

9.907.742.000

9.907.742.000

1.666.417.869.000
1.666.417.869.000
299.736.000
1.664.643.133.000
1.475.000.000
399.764.812.000
399.764.812.000
399.764.812.000
825.091.586.000
-

-

607.855.898
179.066.218.199
179.066.218.199
1.576.975.349
170.831.257.998
6.657.984.852
355.600.251.337
355.600.251.337
355.600.251.337
976.494.772.877
976.494.772.877
2.721.689.042
9.545.000
5.360.000
4.185.000
651.263.636
651.263.636
2.060.880.406
(97.860.776)
2.158.741.182
973.773.083.835
969.742.923.128
600.000
531.979.757.473
428.350.789.648
9.411.776.007
128.771.748
128.771.748

% REALISASI
TERHADAP
ANGGARAN
5
40,52%
0,00%
0,00%
10,75%
10,75%
526,12%
10,26%
451,39%
88,95%
88,95%
88,95%
118,35%
-

REALISASI TA 2011

KENAIKAN (PENURUNAN)

% KENAIKAN/
PENURUNAN

6

7

8

3.054.182.456
199.965.000
199.965.000
76.424.695.682
76.424.695.682
526.516.500
74.707.606.599
1.190.572.583
284.399.050.489
284.399.050.489
284.399.050.489

(2.446.326.558)
(199.965.000)
(199.965.000)
102.641.522.517
102.641.522.517
1.050.458.849
96.123.651.399
5.467.412.269
71.201.200.848
71.201.200.848
71.201.200.848

1.129.618.375.520
1.129.618.375.520
94.173.100
94.173.100
28.362.500
65.810.600

(153.123.602.643)
(153.123.602.643)
1.976.252.306
(84.628.100)
(23.002.500)
4.185.000
(65.810.600)

1.129.524.202.420
1.129.524.202.420
329.095.080.383
800.369.122.037
60.000.000
-

2.060.880.406
(97.860.776)
2.158.741.182
(155.751.118.585)
(159.781.279.292)
600.000
202.884.677.090
(372.018.332.389)
9.351.776.007
128.771.748
128.771.748

-80,10%

-100,00%
-100,00%

134,30%
134,30%
199,51%
128,67%
459,23%
25,04%
25,04%
25,04%
-13,56%
-13,56%
2098,53%
-89,86%
-81,10%
-100,00%

-13,79%
-14,15%
61,65%
-46,48%
15586,29%

DAFTAR LRA 173

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)

Daftar 1. A

LAPORAN REALISASI ANGGARAN PENDAPATAN PEMERINTAH PUSAT
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012 DAN 2011
(dalam rupiah)

KODE AKUN

URAIAN AKUN

ANGGARAN

REALISASI TA 2012

1

2

3

4

431233
431239
43122
431221
431222

Pendapatan Hibah Luar Negeri Langsung - Multilateral
Pendapatan Hibah Luar Negeri Langsung lainnya
Pendapatan Hibah Luar Negeri-Non Kas
Pendapatan Hibah Luar Negeri Berupa Barang
Pendapatan Hibah Luar Negeri Berupa Jasa
Jumlah Penerimaan

1.311.386.679.466.000

% REALISASI
TERHADAP
ANGGARAN
5

REALISASI TA 2011

KENAIKAN (PENURUNAN)

% KENAIKAN/
PENURUNAN

6

7

8

3.901.388.959
3.390.412.583
510.976.376

-

-

3.901.388.959
3.390.412.583
510.976.376

593.732.066.572.805

45,28%

499.900.411.613.939

93.831.654.958.866

18,77%

DAFTAR LRA 174

LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT SEMESTER I TAHUN 2012 (UNAUDITED)

DAFTAR 1. B

REALISASI PENERIMAAN BAGIAN PEMERINTAH ATAS LABA BUMN
UNTUK PERIODE 1 JANUARI 2012 SAMPAI DENGAN 30 JUNI 2012
(Dalam Rupiah)
NO
A
1
2
3
4
B
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33

NAMA BUMN
BUMN Perbankan
PT. Bank Mandiri
PT. Bank Negara Indonesia
PT. Bank Rakyat Indonesia
PT. Bank Tabungan Negara
JUMLAH DIVIDEN BUMN PERBANKAN
BUMN NON PERBANKAN
Perum Pegadaian
Perum Perumnas
PT Angkasa Pura I
PT Angkasa Pura II
PT ASDP Persero
PT Balai Pustaka
PT Bali Tourism Development Corp.
PT Bio Farma
PT Biro Klasifikasi Indonesia
PT Bukit Asam
PT Dahana
PT Indosat
PT Industri Telekomunikasi Indonesia
PT Inhutani I
PT Inhutani V
PT Jasa Marga
PT Kawasan Industri Medan
PT Kawasan Industri Wijayakusuma
PT Kliring Berjangka Indonesia
PT LEN Industri
PT Pembangunan Perumahan
PT Perkebunan Nusantara II
PT Perkebunan Nusantara IX
PT Permodalan Nasional Madani
PT Pertamina
PT Perusahaan Gas Negara
PT Sarinah
PT Semen Baturaja
PT Socfin Indonesia
PT Surabaya Industrial Estate Rungkut
PT Telkom
PT Timah
PT Wijaya Karya
JUMLAH DIVIDEN BUMN NON PERBANKAN
JUMLAH SELURUHNYA

JUMLAH PEMBAYARAN (Rp)
1.469.525.260.000,00
699.100.833.310,00
1.711.944.248.000,00
160.840.962.360,00
4.041.411.303.670,00
329.776.468.000,00
750.000.000,00
182.316.105.970,00
383.921.316.239,00
27.602,00
200.000.000,00
2.289.000.000,00
45.362.829.086,00
7.704.022.000,00
1.049.380.332.000,00
1.105.000,00
59.668.098.750,00
1.022.660.692,00
75.000.000,00
30.000.000,00
375.461.184.000,00
2.058.569.867,00
15.000.000,00
9.032.000.000,00
3.934.475.802,00
36.748.284.268,80
350.000.000,00
1.450.120.379,00
3.114.000.000,00
2.000.000.000.000,00
1.708.868.546.055,00
2.925.909.888,90
50.328.000.000,00
48.513.795.300,00
5.594.003.820,00
3.832.434.555.606,00
291.453.500.000,00
70.232.000.000,00
10.505.010.910.325,70
14.546.422.213.995,70

DAFTAR LRA -175 -

LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT SEMESTER I TAHUN 2012 (UNAUDITED)

DAFTAR 2. A

LAPORAN REALISASI ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT
MENURUT BA DAN ESELON I
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012
(Dalam Rupiah)
KODE BA
ESELON I
1
001
01
02
002
01
02
004
01
02
005
01
02
03
04
05

BAGIAN ANGGARAN & ESELON I

ANGGARAN

REALISASI BRUTO

PENGEMBALIAN

REALISASI NETTO

2

3

4

5

6

REALISASI DI ATAS
(DI BAWAH) ANGGARAN
7

692.395.010.000
72.341.121.000
620.053.889.000
2.943.936.752.000
857.133.324.000
2.086.803.428.000
2.839.924.375.000
2.031.924.375.000
808.000.000.000
5.107.469.009.000
4.725.879.609.000
71.973.600.000
124.677.500.000
63.584.900.000
20.300.000.000

168.027.074.378
15.576.437.801
152.450.636.577
750.757.101.433
148.012.050.789
602.745.050.644
808.381.730.870
580.895.794.560
227.485.936.310
1.971.688.856.426
1.851.147.021.350
29.052.574.741
32.622.716.808
19.122.896.689
8.866.093.875

3.553.777
3.553.777
1.469.989.452
6.614.497
1.463.374.955
7.259.856.785
3.253.270.933
4.006.585.852
1.393.688.691
1.081.235.076
6.190.675
211.927.012
25.346.870
64.944.606

168.023.520.601
15.572.884.024
152.450.636.577
749.287.111.981
148.005.436.292
601.281.675.689
801.121.874.085
577.642.523.627
223.479.350.458
1.970.295.167.735
1.850.065.786.274
29.046.384.066
32.410.789.796
19.097.549.819
8.801.149.269

(524.371.489.399)
(56.768.236.976)
(467.603.252.423)
(2.194.649.640.019)
(709.127.887.708)
(1.485.521.752.311)
(2.038.802.500.915)
(1.454.281.851.373)
(584.520.649.542)
(3.137.173.841.265)
(2.875.813.822.726)
(42.927.215.934)
(92.266.710.204)
(44.487.350.181)
(11.498.850.731)

06

MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT
SEKRETARIAT JENDERAL
MAJELIS
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT
SEKRETARIAT JENDERAL
DEWAN
BADAN PEMERIKSA KEUANGAN
SEKRETARIAT JENDERAL
B.P.K. PUSAT
MAHKAMAH AGUNG
BADAN URUSAN ADMINISTRASI
KEPANITERAAN
DIREKTORAT JENDERAL BADAN PERADILAN UMUM
DIREKTORAT JENDERAL BADAN PERADILAN AGAMA
DIREKTORAT JENDERAL BADAN PERADILAN MILITER DAN PERADILAN TATA USAHA
NEGARA
BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN HUKUM DAN P

77.473.800.000

24.243.624.052

2.746.487

24.240.877.565

(53.232.922.435)

07
006
01
007
01
03
04
05
06
07
08

BADAN PENGAWASAN MAHKAMAH AGUNG
KEJAKSAAN AGUNG
KEJAKSAAN AGUNG
SEKRETARIAT NEGARA
SEKRETARIAT NEGARA
RUMAH TANGGA KEPRESIDENAN
SEKRETARIAT WAKIL PRESIDEN
SEKRETARIAT MILITER
PASUKAN PENGAMANAN PRESIDEN
DEWAN PERTIMBANGAN PRESIDEN
UNIT KERJA PRESIDEN BD.PENGAWASAN & PENGENDALIAN PEMBANGUNAN (UKP-PPP)

23.579.600.000
3.770.383.574.000
3.770.383.574.000
2.606.052.679.000
1.712.495.115.000
461.000.000.000
180.384.412.000
37.983.694.000
34.463.458.000
44.500.000.000
76.226.000.000

6.633.928.911
1.279.597.509.912
1.279.597.509.912
418.178.094.691
212.701.927.072
98.167.941.939
45.989.564.244
6.797.239.294
12.872.860.986
13.654.165.782
17.235.555.017

1.297.965
629.014.661
629.014.661
481.717.497
56.891.150
46.521.005
59.710.500
17.749.528
29.103.700

6.632.630.946
1.278.968.495.251
1.278.968.495.251
417.696.377.194
212.645.035.922
98.121.420.934
45.929.853.744
6.779.489.766
12.872.860.986
13.654.165.782
17.206.451.317

(16.946.969.054)
(2.491.415.078.749)
(2.491.415.078.749)
(2.188.356.301.806)
(1.499.850.079.078)
(362.878.579.066)
(134.454.558.256)
(31.204.204.234)
(21.590.597.014)
(30.845.834.218)
(59.019.548.683)

09
010
01
02
03
04
05
06
07
08
09

LEMBAGA PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN (LPSK)
KEMENTERIAN DALAM NEGERI
SEKRETARIAT JENDERAL
INSPEKTORAT JENDERAL
DITJEN KESATUAN BANGSA DAN POLITIK
DITJEN PEMERINTAHAN UMUM
DITJEN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA
DITJEN BINA PEMBANGUNAN DAERAH
DITJEN OTONOMI DAERAH
DITJEN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN
DITJEN BINA ADMINISTRASI KEUANGAN DAERAH

59.000.000.000
17.134.374.518.000
728.102.538.000
53.901.735.000
188.782.200.000
481.329.519.000
11.031.124.840.000
510.479.289.000
133.322.083.000
3.695.121.798.000
67.451.423.000

10.758.840.357
5.412.338.113.679
208.578.124.407
18.645.646.492
77.049.239.512
83.344.744.415
4.092.781.288.180
87.603.174.847
36.828.220.546
714.586.681.113
23.886.067.150

271.741.614
1.102.566.896
89.132.939
4.986.611
9.118.054
294.124.280
118.948.494
440.496.671
83.357.371
2.692.071
55.712.387

10.487.098.743
5.411.235.546.783
208.488.991.468
18.640.659.881
77.040.121.458
83.050.620.135
4.092.662.339.686
87.162.678.176
36.744.863.175
714.583.989.042
23.830.354.763

(48.512.901.257)
(11.723.138.971.217)
(519.613.546.532)
(35.261.075.119)
(111.742.078.542)
(398.278.898.865)
(6.938.462.500.314)
(423.316.610.824)
(96.577.219.825)
(2.980.537.808.958)
(43.621.068.237)
DAFTAR LRA - 176 -

LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT SEMESTER I TAHUN 2012 (UNAUDITED)

DAFTAR 2. A

LAPORAN REALISASI ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT
MENURUT BA DAN ESELON I
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012
(Dalam Rupiah)
KODE BA
ESELON I
1
11
12
011
01
02
03
04
05
06
07
08
09
11
012
01
21
22
23
24
013
01
02
03
05
06
07
08
09
10
11
12
015
01
02
03
04
05
06
07
08
09

ANGGARAN

REALISASI BRUTO

2
BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN
BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
KEMENTERIAN LUAR NEGERI
SEKRETARIAT JENDERAL
DITJEN ASIA PASIFIK DAN AFRIKA
DITJEN AMERIKA DAN EROPA
DITJEN KERJASAMA ASEAN
DIREKTORAT JENDERAL MULTILATERAL
DIREKTORAT JENDERAL INFORMASI DAN DIPLOMASI PUBLIK
DIREKTORAT JENDERAL HUKUM DAN PERJANJIAN INTERNASIONAL
DIREKTORAT JENDERAL PROTOKOL DAN KONSULER
INSPEKTORAT JENDERAL
BADAN PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN
KEMENTERIAN PERTAHANAN
KEMENTERIAN PERTAHANAN
MARKAS BESAR TNI
MARKAS BESAR TNI AD
MARKAS BESAR TNI AL
MARKAS BESAR TNI AU
KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
SEKRETARIAT JENDERAL
INSPEKTORAT JENDERAL
DITJEN ADMINISTRASI HUKUM UMUM
DITJEN PEMASYARAKATAN
DITJEN IMIGRASI
DITJEN HAK ATAS KEKAYAAN INTELEKTUAL
DITJEN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN
DITJEN HAK ASASI MANUSIA
BADAN PEMBINAAN HUKUM NASIONAL
BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANAN HAM
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA

3
56.347.471.000
188.411.622.000
5.242.050.193.000
4.536.720.723.000
42.900.000.000
34.599.470.000
53.200.000.000
300.532.000.000
71.440.000.000
35.950.000.000
117.260.000.000
24.747.000.000
24.701.000.000
72.538.508.931.000
19.002.116.581.000
6.023.671.845.000
30.297.094.219.000
9.204.937.080.000
8.010.689.206.000
6.977.807.206.000
5.594.369.544.000
28.777.871.000
93.995.228.000
61.608.996.000
880.895.509.000
89.179.263.000
52.931.701.000
27.484.307.000
46.664.761.000
22.026.679.000
79.873.347.000

4
16.940.269.765
52.094.657.252
1.272.416.714.369
961.520.029.057
15.030.210.496
11.183.950.512
14.090.358.279
211.024.087.268
18.810.957.367
9.080.270.109
19.203.513.194
5.603.990.688
6.869.347.399
29.703.602.582.927
3.298.588.026.572
2.607.206.530.762
14.832.601.116.711
4.268.791.731.586
4.696.415.177.296
2.469.491.196.775
2.242.582.694.566
14.010.889.728
34.927.019.857
23.026.302.309
40.341.761.562
22.945.615.365
12.049.542.720
12.805.884.775
17.612.346.345
11.322.953.268
37.866.186.280

1.135.226
2.862.792
1.874.338.682
1.156.529.358
142.427.996
70.232.913
79.959.492
99.611.940
67.726.650
22.023.114
118.908.797
43.090.513
73.827.909
6.929.432.836
151.947.686
965.644.536
4.417.264.671
548.885.974
845.689.969
3.271.022.778
1.661.312.012
23.292.917
20.400.959
85.116.565
1.280.994.682
11.783.051
17.762.459
563.746
435.213
19.988.684
149.372.490

6
16.939.134.539
52.091.794.460
1.270.542.375.687
960.363.499.699
14.887.782.500
11.113.717.599
14.010.398.787
210.924.475.328
18.743.230.717
9.058.246.995
19.084.604.397
5.560.900.175
6.795.519.490
29.696.673.150.091
3.298.436.078.886
2.606.240.886.226
14.828.183.852.040
4.268.242.845.612
4.695.569.487.327
2.466.220.173.997
2.240.921.382.554
13.987.596.811
34.906.618.898
22.941.185.744
39.060.766.880
22.933.832.314
12.031.780.261
12.805.321.029
17.611.911.132
11.302.964.584
37.716.813.790

REALISASI DI ATAS
(DI BAWAH) ANGGARAN
7
(39.408.336.461)
(136.319.827.540)
(3.971.507.817.313)
(3.576.357.223.301)
(28.012.217.500)
(23.485.752.401)
(39.189.601.213)
(89.607.524.672)
(52.696.769.283)
(26.891.753.005)
(98.175.395.603)
(19.186.099.825)
(17.905.480.510)
(42.841.835.780.909)
(15.703.680.502.114)
(3.417.430.958.774)
(15.468.910.366.960)
(4.936.694.234.388)
(3.315.119.718.673)
(4.511.587.032.003)
(3.353.448.161.446)
(14.790.274.189)
(59.088.609.102)
(38.667.810.256)
(841.834.742.120)
(66.245.430.686)
(40.899.920.739)
(14.678.985.971)
(29.052.849.868)
(10.723.714.416)
(42.156.533.210)

KEMENTERIAN KEUANGAN
SEKRETARIAT JENDERAL
INSPEKTORAT JENDERAL
DITJEN ANGGARAN
DITJEN PAJAK
DITJEN BEA DAN CUKAI
DITJEN PERIMBANGAN KEUANGAN
DITJEN PENGELOLAAN UTANG
DITJEN PERBENDAHARAAN
DITJEN KEKAYAAN NEGARA

17.779.977.967.000
6.807.234.343.000
100.165.522.000
132.743.308.000
5.383.947.507.000
2.108.339.202.000
143.003.308.000
87.560.000.000
1.531.412.798.000
672.794.553.000

6.706.378.107.790
2.788.179.760.470
35.034.669.601
50.143.712.276
2.074.060.511.967
624.008.174.662
41.833.110.426
24.415.774.794
582.761.350.246
222.789.584.021

2.851.691.563
718.886.327
105.013.100
114.844.076
633.686.261
375.212.095
119.469.940
35.572.821
168.163.339
97.823.802

6.703.526.416.227
2.787.460.874.143
34.929.656.501
50.028.868.200
2.073.426.825.706
623.632.962.567
41.713.640.486
24.380.201.973
582.593.186.907
222.691.760.219

(11.076.451.550.773)
(4.019.773.468.857)
(65.235.865.499)
(82.714.439.800)
(3.310.520.681.294)
(1.484.706.239.433)
(101.289.667.514)
(63.179.798.027)
(948.819.611.093)
(450.102.792.781)

BAGIAN ANGGARAN & ESELON I

PENGEMBALIAN
5

REALISASI NETTO

DAFTAR LRA - 177 -

LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT SEMESTER I TAHUN 2012 (UNAUDITED)

DAFTAR 2. A

LAPORAN REALISASI ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT
MENURUT BA DAN ESELON I
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012
(Dalam Rupiah)
KODE BA
ESELON I
1
10
11
12
018
01
02
03
04
05
06
07
08
09
10
11
12
019
01
02
03
04
05
06
07
08
09
020
01
02
04
05
06
07
11
12
13
14
15
022
01
02

2
BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN
BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN
BADAN KEBIJAKAN FISKAL
KEMENTERIAN PERTANIAN
SEKRETARIAT JENDERAL
INSPEKTORAT JENDERAL
DITJEN TANAMAN PANGAN
DITJEN HOLTIKULTURA
DITJEN PERKEBUNAN
DITJEN PETERNAKAN
DITJEN PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL PERTANIAN
DITJEN PENGELOLAAN LAHAN DAN AIR
BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERTANIAN
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERTANIAN
BADAN KETAHANAN PANGAN
BADAN KARANTINA PERTANIAN
KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN
SEKRETARIAT JENDERAL
DIREKTORAT JENDERAL INDUSTRI AGRO
DIREKTORAT JENDERAL BASIS INDUSTRI MANUFAKTUR
DIREKTORAT JENDERAL INDUSTRI UNGGULAN BERBASIS TEKNOLOGI TINGGI
DIREKTORAT JENDERAL INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH
INSPEKTORAT JENDERAL
BADAN PENGKAJIAN KEBIJAKAN, IKLIM DAN MUTU INDUSTRI
DIREKTORAT JENDERAL PENGEMBANGAN PERWILAYAHAN INDUSTRI
DIREKTORAT JENDERAL KERJASAMA INDUSTRI INTERNATIONAL
KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
SEKRETARIAT JENDERAL
INSPEKTORAT JENDERAL
DITJEN MINYAK DAN GAS BUMI
DITJEN LISTRIK DAN PEMANFAATAN ENERGI
DITJEN MINERAL, BATUBARA DAN PANAS BUMI
DEWAN ENERGI NASIONAL
BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

3
194.020.936.000
447.612.515.000
171.143.975.000
17.831.179.302.000
677.335.207.000
70.489.900.000
3.115.491.991.000
581.888.300.000
1.488.774.700.000
2.598.880.400.000
519.623.100.000
4.479.720.700.000
1.436.952.800.000
1.419.377.621.000
695.250.000.000
747.394.583.000
2.548.917.479.000
561.458.263.000
361.534.375.000
429.894.779.000
155.023.780.000
361.212.542.000
48.615.619.000
458.853.728.000
113.130.784.000
59.193.609.000
15.804.719.984.000
908.036.388.000
128.656.000.000
956.816.691.000
9.394.042.400.000
406.595.604.000
71.823.550.000
671.991.120.000

4
57.964.573.936
165.872.867.336
39.314.018.055
7.081.134.466.612
149.787.126.903
33.354.883.038
941.345.614.850
269.891.961.308
677.894.854.821
1.075.018.242.532
211.882.983.036
2.164.501.262.866
482.586.162.133
543.112.681.609
255.794.742.605
275.963.950.911
672.126.724.811
194.024.191.857
71.539.403.848
68.113.398.854
30.859.848.033
99.085.642.110
17.743.079.162
153.647.821.906
17.780.328.419
19.333.010.622
1.746.772.476.023
214.918.730.036
34.846.901.724
204.812.193.742
683.643.053.430
57.312.175.797
20.456.234.497
112.456.762.941

5
139.199.187
337.303.764
6.516.851
1.748.352.790
58.185.151
9.532.828
10.106.636
2.551.276
108.192.424
412.658.071
5.179.618
160.864.509
335.880.744
578.778.035
3.762.078
62.661.420
314.773.819
140.781.609
66.532.948
3.162.417
939.600
14.770.931
12.748.107
43.072.230
27.685.687
5.080.290
1.041.624.674
41.181.532
303.506.837
13.163.669
133.412.055
8.522.689
83.101.251
246.180.332

6
57.825.374.749
165.535.563.572
39.307.501.204
7.079.386.113.822
149.728.941.752
33.345.350.210
941.335.508.214
269.889.410.032
677.786.662.397
1.074.605.584.461
211.877.803.418
2.164.340.398.357
482.250.281.389
542.533.903.574
255.790.980.527
275.901.289.491
671.811.950.992
193.883.410.248
71.472.870.900
68.110.236.437
30.858.908.433
99.070.871.179
17.730.331.055
153.604.749.676
17.752.642.732
19.327.930.332
1.745.730.851.349
214.877.548.504
34.543.394.887
204.799.030.073
683.509.641.375
57.303.653.108
20.373.133.246
112.210.582.609

REALISASI DI ATAS
(DI BAWAH) ANGGARAN
7
(136.195.561.251)
(282.076.951.428)
(131.836.473.796)
(10.751.793.188.178)
(527.606.265.248)
(37.144.549.790)
(2.174.156.482.786)
(311.998.889.968)
(810.988.037.603)
(1.524.274.815.539)
(307.745.296.582)
(2.315.380.301.643)
(954.702.518.611)
(876.843.717.426)
(439.459.019.473)
(471.493.293.509)
(1.877.105.528.008)
(367.574.852.752)
(290.061.504.100)
(361.784.542.563)
(124.164.871.567)
(262.141.670.821)
(30.885.287.945)
(305.248.978.324)
(95.378.141.268)
(39.865.678.668)
(14.058.989.132.651)
(693.158.839.496)
(94.112.605.113)
(752.017.660.927)
(8.710.532.758.625)
(349.291.950.892)
(51.450.416.754)
(559.780.537.391)

BADAN DIKLAT ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
BADAN GEOLOGI
BPH MIGAS
DITJEN ENERGI BARU TERBARUKAN DAN KONSERVASI ENERGI
KEMENTERIAN PERHUBUNGAN
SEKRETARIAT JENDERAL
INSPEKTORAT JENDERAL

706.523.129.000
970.957.825.000
268.932.800.000
1.320.344.477.000
28.117.714.349.000
507.803.942.000
78.279.226.000

144.513.292.412
197.346.147.355
40.282.703.939
36.184.280.150
7.804.582.368.504
147.638.335.060
23.946.233.574

26.756.471
185.787.061
12.777
661.977.583
183.829.491
3.543.801

144.486.535.941
197.160.360.294
40.282.703.939
36.184.267.373
7.803.920.390.921
147.454.505.569
23.942.689.773

(562.036.593.059)
(773.797.464.706)
(228.650.096.061)
(1.284.160.209.627)
(20.313.793.958.079)
(360.349.436.431)
(54.336.536.227)

BAGIAN ANGGARAN & ESELON I

ANGGARAN

REALISASI BRUTO

PENGEMBALIAN

REALISASI NETTO

DAFTAR LRA - 178 -

LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT SEMESTER I TAHUN 2012 (UNAUDITED)

DAFTAR 2. A

LAPORAN REALISASI ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT
MENURUT BA DAN ESELON I
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012
(Dalam Rupiah)
KODE BA
ESELON I
1
03
04
05
08
11
12
023
01
02
03
04
05
11
12
13
14
024
01
02
03
04
05
07
11
12
025
01
02
03
04
05
06
07
08
09
11
026
01
02
04
05

BAGIAN ANGGARAN & ESELON I
2
DITJEN PERHUBUNGAN DARAT
DITJEN PERHUBUNGAN LAUT
DITJEN PERHUBUNGAN UDARA
DIREKTORAT JENDERAL PERKERETAAPIAN
BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERHUBUNGAN
BADAN PENDIDIKAN DAN LATIHAN PERHUBUNGAN
KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL
SEKRETARIAT JENDERAL
INSPEKTORAT JENDERAL
DITJEN PENDIDIKAN DASAR
DITJEN PENDIDIKAN TINGGI
DITJEN PAUDNI
BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DIKBUD
DITJEN PENDIDIKAN MENENGAH
BADAN PENGEMBANGAN DAN PEMBINAAN BAHASA
BADAN PSDMPK DAN PMP
KEMENTERIAN KESEHATAN
SEKRETARIAT JENDERAL
INSPEKTORAT JENDERAL
DITJEN BINA GIZI DAN KESEHATAN IBU DAN ANAK
DITJEN BINA UPAYA KESEHATAN
DITJEN PENGENDALIAAN PENYAKIT DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN
DITJEN BINA KEFARMASIAN DAN ALAT KESEHATAN
BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
BADAN PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN SDM KESEHATAN
KEMENTERIAN AGAMA
SEKRETARIAT JENDERAL
INSPEKTORAT JENDERAL
DITJEN BIMBINGAN MASYARAKAT ISLAM
DITJEN PENDIDIKAN ISLAM
DITJEN BIMBINGAN MASYARAKAT KRISTEN
DITJEN BIMBINGAN MASYARAKAT KHATOLIK
DITJEN BIMBINGAN MASYARAKAT HINDU
DITJEN BIMBINGAN MASYARAKAT BUDDHA
DITJEN PENYELENGGARAAN HAJI DAN UMRAH
BADAN PENELITIAN PENGEMBANGAN DAN PENDIDIKAN PELATIHAN
KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI
SEKRETARIAT JENDERAL
INSPEKTORAT JENDERAL
DITJEN PEMBINAAN PENEMPATAN TENAGA KERJA
DITJEN PEMBINAAN HUBUNGAN INDUSTRIAL & JAMINAN SOSIAL KETENAGAKERJAAN

ANGGARAN

REALISASI BRUTO

3
2.482.792.346.000
9.419.143.665.000
5.422.266.024.000
7.334.142.983.000
207.047.416.000
2.666.238.747.000
64.350.856.433.000
7.894.384.525.000
242.767.448.000
15.139.563.359.000
26.560.372.678.000
3.321.520.801.000
1.304.538.152.000
6.469.397.077.000
122.310.991.000
3.296.001.402.000
29.915.796.555.000
2.668.122.911.000
92.000.000.000
2.145.897.200.000
19.130.490.644.000
1.311.857.100.000
1.491.806.100.000
460.274.600.000
2.615.348.000.000
38.347.494.118.000
2.022.146.868.000
143.267.996.000
2.553.909.697.000
30.266.759.896.000
951.316.539.000
556.482.744.000
514.691.663.000
185.210.698.000
558.062.062.000
595.645.955.000
4.162.970.267.000
293.969.084.000
46.508.984.000
697.101.966.000
232.386.677.000

4
559.685.003.406
3.024.302.951.653
1.553.779.418.110
1.812.553.292.825
57.779.185.035
624.897.948.841
23.582.864.553.630
255.739.926.108
50.204.238.494
9.880.065.766.466
8.398.403.199.182
869.471.273.554
673.752.581.233
2.158.198.605.306
61.401.003.071
1.235.627.960.216
9.418.656.799.089
960.350.986.580
23.514.148.299
486.642.297.947
6.651.098.131.479
364.992.586.062
117.019.897.455
78.935.216.665
736.103.534.602
12.144.278.615.961
670.352.935.071
32.250.439.158
985.282.142.769
9.519.328.056.058
303.080.847.437
154.666.958.328
144.290.176.949
58.734.871.880
90.189.809.714
186.102.378.597
1.019.621.040.835
111.127.321.474
16.276.720.192
159.320.455.557
65.484.297.722

PENGEMBALIAN
5
8.710.774
344.126.050
76.478.581
172.133
3.010.148
42.106.605
17.467.183.063
60.933.507
2.916.967.004
5.053.228.891
3.683.264.267
2.750.072.673
637.067.258
2.157.426.927
26.348.871
181.873.665
8.546.882.327
662.170.071
19.538.745
937.626.159
4.439.756.772
100.886.802
1.025.937.707
316.137.449
1.044.828.622
3.251.453.617
213.568.970
1.818.003
535.328.907
1.968.905.923
64.873.888
7.926.586
20.924.790
312.679.830
22.505.199
102.921.521
380.380.640
39.560.438
9.988
142.980.811
72.326.403

REALISASI NETTO
6
559.676.292.632
3.023.958.825.603
1.553.702.939.529
1.812.553.120.692
57.776.174.887
624.855.842.236
23.565.397.370.567
255.678.992.601
47.287.271.490
9.875.012.537.575
8.394.719.934.915
866.721.200.881
673.115.513.975
2.156.041.178.379
61.374.654.200
1.235.446.086.551
9.410.109.916.762
959.688.816.509
23.494.609.554
485.704.671.788
6.646.658.374.707
364.891.699.260
115.993.959.748
78.619.079.216
735.058.705.980
12.141.027.162.344
670.139.366.101
32.248.621.155
984.746.813.862
9.517.359.150.135
303.015.973.549
154.659.031.742
144.269.252.159
58.422.192.050
90.167.304.515
185.999.457.076
1.019.240.660.195
111.087.761.036
16.276.710.204
159.177.474.746
65.411.971.319

REALISASI DI ATAS
(DI BAWAH) ANGGARAN
7
(1.923.116.053.368)
(6.395.184.839.397)
(3.868.563.084.471)
(5.521.589.862.308)
(149.271.241.113)
(2.041.382.904.764)
(40.785.459.062.433)
(7.638.705.532.399)
(195.480.176.510)
(5.264.550.821.425)
(18.165.652.743.085)
(2.454.799.600.119)
(631.422.638.025)
(4.313.355.898.621)
(60.936.336.800)
(2.060.555.315.449)
(20.505.686.638.238)
(1.708.434.094.491)
(68.505.390.446)
(1.660.192.528.212)
(12.483.832.269.293)
(946.965.400.740)
(1.375.812.140.252)
(381.655.520.784)
(1.880.289.294.020)
(26.206.466.955.656)
(1.352.007.501.899)
(111.019.374.845)
(1.569.162.883.138)
(20.749.400.745.865)
(648.300.565.451)
(401.823.712.258)
(370.422.410.841)
(126.788.505.950)
(467.894.757.485)
(409.646.497.924)
(3.143.729.606.805)
(182.881.322.964)
(30.232.273.796)
(537.924.491.254)
(166.974.705.681)

DAFTAR LRA - 179 -

LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT SEMESTER I TAHUN 2012 (UNAUDITED)

DAFTAR 2. A

LAPORAN REALISASI ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT
MENURUT BA DAN ESELON I
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012
(Dalam Rupiah)
KODE BA
ESELON I
1
06
07

BAGIAN ANGGARAN & ESELON I
2
DITJEN PEMBINAAN PEMBANGUNAN KAWASAN TRANSMIGRASI
DITJEN PEMBINAAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT DAN KAWASAN TRANSMIGRASI

ANGGARAN

REALISASI BRUTO

3
851.012.000.000
767.296.000.000

4
187.008.940.392
205.207.248.568

1.371.576
3.233.081

6
187.007.568.816
205.204.015.487

REALISASI DI ATAS
(DI BAWAH) ANGGARAN
7
(664.004.431.184)
(562.091.984.513)

PENGEMBALIAN
5

REALISASI NETTO

08
11
13
027
01
02
03
04
05
11
029
01
02
03
04
05
06
07
08

DITJEN PEMBINAAN PENGAWASAN KETENAGAKERJAAN
BADAN PENELITIAN, PENGEMBANGAN DAN INFORMASI
DITJEN PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS
KEMENTERIAN SOSIAL
SEKRETARIAT JENDERAL
INSPEKTORAT JENDERAL
DITJEN PEMBERDAYAAN SOSIAL
DITJEN PELAYANAN DAN REHABILITASI SOSIAL
DITJEN BANTUAN DAN JAMINAN SOSIAL
BADAN PENDIDIKAN DAN PENELITIAN KESEJAHTERAAN SOSIAL
KEMENTERIAN KEHUTANAN
SEKRETARIAT JENDERAL
INSPEKTORAT JENDERAL
DITJEN BINA USAHA KEHUTANAN
DITJEN BINA PENGELOLAAN DAS DAN PERHUTANAN SOSIAL
DITJEN PERLINDUNGAN HUTAN DAN KONSERVASI ALAM
DITJEN PLANOLOGI KEHUTANAN
BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEHUTANAN
BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA KEHUTANAN

232.540.000.000
67.105.765.000
975.049.791.000
4.570.608.187.000
191.394.849.000
27.204.437.000
754.799.671.000
930.471.698.000
2.479.580.082.000
187.157.450.000
6.232.969.116.000
403.643.215.000
61.575.939.000
311.093.802.000
2.628.471.141.000
1.676.447.082.000
647.702.201.000
266.339.000.000
237.696.736.000

70.659.434.188
22.597.711.361
181.938.911.381
1.473.306.201.998
65.843.176.123
8.709.324.417
159.821.250.467
346.571.435.832
815.675.276.715
76.685.738.444
1.184.868.968.423
93.588.504.017
22.784.248.256
91.491.395.279
229.770.421.112
434.203.258.333
148.462.250.290
90.223.438.617
74.345.452.519

4.079.918
13.447
116.804.978
2.307.999.514
160.812.076
12.938.827
117.922.892
1.109.486.717
668.846.479
237.992.523
2.717.902.181
883.730.834
383.947.778
30.488.121
310.536.709
618.056.273
376.825.327
70.321.950
43.995.189

70.655.354.270
22.597.697.914
181.822.106.403
1.470.998.202.484
65.682.364.047
8.696.385.590
159.703.327.575
345.461.949.115
815.006.430.236
76.447.745.921
1.182.151.066.242
92.704.773.183
22.400.300.478
91.460.907.158
229.459.884.403
433.585.202.060
148.085.424.963
90.153.116.667
74.301.457.330

(161.884.645.730)
(44.508.067.086)
(793.227.684.597)
(3.099.609.984.516)
(125.712.484.953)
(18.508.051.410)
(595.096.343.425)
(585.009.748.885)
(1.664.573.651.764)
(110.709.704.079)
(5.050.818.049.758)
(310.938.441.817)
(39.175.638.522)
(219.632.894.842)
(2.399.011.256.597)
(1.242.861.879.940)
(499.616.776.037)
(176.185.883.333)
(163.395.278.670)

032
01
02
03
04
05

KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
SEKRETARIAT JENDERAL
INSPEKTORAT JENDERAL
DITJEN PERIKANAN TANGKAP
DITJEN PERIKANAN BUDIDAYA
DITJEN PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN SUMBER DAYA KELAUTAN & PERIKANAN

5.993.324.322.000
417.050.292.000
65.826.729.000
1.496.627.298.000
1.045.215.233.000
529.968.481.000

1.457.763.107.002
141.676.950.994
25.847.597.939
248.734.671.179
176.839.806.975
201.299.300.841

323.898.419
40.487.559
10.482
15.958.688
43.939.803
63.455.797

1.457.439.208.583
141.636.463.435
25.847.587.457
248.718.712.491
176.795.867.172
201.235.845.044

(4.535.885.113.417)
(275.413.828.565)
(39.979.141.543)
(1.247.908.585.509)
(868.419.365.828)
(328.732.635.956)

06
07
11
12
13

DITJEN PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL PERIKANAN (P2HP)
DITJEN KELAUTAN, PESISIR DAN PULAU-PULAU KECIL (KP3K)
BADAN RISET KELAUTAN DAN PERIKANAN (BRKP)
BADAN PENGEMBANGAN SDM KELAUTAN DAN PERIKANAN
BADAN KARANTINA IKAN, PENGENDALIAN MUTU DAN KEAMANAN HASIL PERIKANAN

600.201.206.000
506.094.602.000
536.913.524.000
517.998.140.000
277.428.817.000

104.128.557.731
143.562.184.901
121.405.755.341
177.532.943.668
116.735.337.433

12.514.938
6.397.208
41.384.470
34.372.476
65.376.998

104.116.042.793
143.555.787.693
121.364.370.871
177.498.571.192
116.669.960.435

(496.085.163.207)
(362.538.814.307)
(415.549.153.129)
(340.499.568.808)
(160.758.856.565)

033
01
02
03
04
05

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM
SEKRETARIAT JENDERAL
INSPEKTORAT JENDERAL
DITJEN PENATAAN RUANG
DITJEN BINA MARGA
DITJEN CIPTA KARYA

62.563.055.176.000
716.432.066.000
126.233.000.000
800.982.000.000
30.950.000.190.000
12.829.999.930.000

16.719.215.144.579
209.806.632.007
36.214.273.316
171.646.700.358
7.793.596.392.358
4.036.168.102.370

9.263.811.759
19.564.544
209.876.355
563.668
511.377.324
8.209.956.570

16.709.951.332.820
209.787.067.463
36.004.396.961
171.646.136.690
7.793.085.015.034
4.027.958.145.800

(45.853.103.843.180)
(506.644.998.537)
(90.228.603.039)
(629.335.863.310)
(23.156.915.174.966)
(8.802.041.784.200)
DAFTAR LRA - 180 -

LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT SEMESTER I TAHUN 2012 (UNAUDITED)

DAFTAR 2. A

LAPORAN REALISASI ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT
MENURUT BA DAN ESELON I
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012
(Dalam Rupiah)
KODE BA
ESELON I
1
06
11
13
034

2
DITJEN SUMBER DAYA AIR
BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN
BADAN PEMBINAAN KONSTRUKSI
KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG POLITIK, HUKUM DAN KEAMANAN

3
16.445.000.100.000
419.822.000.000
274.585.890.000
487.201.827.000

4
4.256.613.724.818
133.090.390.101
82.078.929.251
94.438.749.139

5
192.985.455
77.600.508
41.887.335
42.574.074

6
4.256.420.739.363
133.012.789.593
82.037.041.916
94.396.175.065

REALISASI DI ATAS
(DI BAWAH) ANGGARAN
7
(12.188.579.360.637)
(286.809.210.407)
(192.548.848.084)
(392.805.651.935)

01
035
01
036
01
040
01
02
03
04
05
06
10
041
01
042
01
043
01
044
01
047

KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG POLITIK, HUKUM DAN KEAMANAN
KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN
KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN
KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG KESEJAHTERAAN RAKYAT
KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG KESEJAHTERAAN RAKYAT
KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF
SEKRETARIAT JENDERAL
INSPEKTORAT JENDERAL
DIREKTORAT JENDERAL NILAI BUDAYA, SENI DAN PERFILMAN
DIREKTORAT JENDERAL SEJARAH DAN PURBAKALA
DIREKTORAT JENDERAL PENGEMBANGAN DESTINASI PARIWISATA
DIREKTORAT JENDERAL PEMASARAN
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA
KEMENTERIAN BADAN USAHA MILIK NEGARA
KEMENTERIAN BADAN USAHA MILIK NEGARA
KEMENTERIAN RISET DAN TEKNOLOGI
KEMENTERIAN RISET DAN TEKNOLOGI
KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP
KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP
KEMENTERIAN KOPERASI DAN UKM
KEMENTERIAN KOPERASI DAN UKM
KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

487.201.827.000
250.382.300.000
250.382.300.000
268.236.278.000
268.236.278.000
2.189.797.179.000
248.956.670.000
28.900.000.000
317.803.531.000
413.067.000.000
348.700.000.000
507.700.000.000
324.669.978.000
142.683.371.000
142.683.371.000
672.266.030.000
672.266.030.000
885.407.582.000
885.407.582.000
1.213.897.635.000
1.213.897.635.000
181.841.011.000

94.438.749.139
61.472.395.778
61.472.395.778
42.902.003.441
42.902.003.441
476.533.312.966
59.873.919.839
5.180.844.597
75.700.632.830
106.558.614.893
39.969.147.395
104.616.067.745
84.634.085.667
30.118.365.933
30.118.365.933
291.222.393.619
291.222.393.619
150.142.391.283
150.142.391.283
437.361.623.703
437.361.623.703
50.080.089.531

42.574.074
410.700.730
410.700.730
300.739.862
300.739.862
88.603.552
7.321.768
320.150
7.431.532
11.588.826
32.729.350
13.716.473
15.495.453
243.690.091
243.690.091
45.835.267
45.835.267
13.116.619
13.116.619
19.916.102
19.916.102
286.580.061

94.396.175.065
61.061.695.048
61.061.695.048
42.601.263.579
42.601.263.579
476.444.709.414
59.866.598.071
5.180.524.447
75.693.201.298
106.547.026.067
39.936.418.045
104.602.351.272
84.618.590.214
29.874.675.842
29.874.675.842
291.176.558.352
291.176.558.352
150.129.274.664
150.129.274.664
437.341.707.601
437.341.707.601
49.793.509.470

(392.805.651.935)
(189.320.604.952)
(189.320.604.952)
(225.635.014.421)
(225.635.014.421)
(1.713.352.469.586)
(189.090.071.929)
(23.719.475.553)
(242.110.329.702)
(306.519.973.933)
(308.763.581.955)
(403.097.648.728)
(240.051.387.786)
(112.808.695.158)
(112.808.695.158)
(381.089.471.648)
(381.089.471.648)
(735.278.307.336)
(735.278.307.336)
(776.555.927.399)
(776.555.927.399)
(132.047.501.530)

01
048

181.841.011.000
170.471.660.000

50.080.089.531
39.263.521.067

286.580.061
249.187.334

49.793.509.470
39.014.333.733

(132.047.501.530)
(131.457.326.267)

01

KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK
KEMENTERIAN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI
BIROKRASI
KEMENTERIAN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI

170.471.660.000

39.263.521.067

249.187.334

39.014.333.733

(131.457.326.267)

050
01
051
01
052
01
054
01
055
01

BADAN INTELIJEN NEGARA
BADAN INTELIJEN NEGARA
LEMBAGA SANDI NEGARA
LEMBAGA SANDI NEGARA
DEWAN KETAHANAN NASIONAL
SETJEN DEWAN KETAHANAN NASIONAL
BADAN PUSAT STATISTIK
BADAN PUSAT STATISTIK
KEMENTERIAN PPN/BAPPENAS
KEMENTERIAN PPN/BAPPENAS

1.141.841.129.000
1.141.841.129.000
1.193.942.256.000
1.193.942.256.000
38.691.901.000
38.691.901.000
2.312.385.829.000
2.312.385.829.000
827.332.277.000
827.332.277.000

440.127.653.714
440.127.653.714
120.218.679.464
120.218.679.464
12.642.358.115
12.642.358.115
900.452.162.593
900.452.162.593
160.480.408.176
160.480.408.176

6.029.009
6.029.009
114.928.813
114.928.813
18.183.854
18.183.854
173.154.645
173.154.645
40.186.269
40.186.269

440.121.624.705
440.121.624.705
120.103.750.651
120.103.750.651
12.624.174.261
12.624.174.261
900.279.007.948
900.279.007.948
160.440.221.907
160.440.221.907

(701.719.504.295)
(701.719.504.295)
(1.073.838.505.349)
(1.073.838.505.349)
(26.067.726.739)
(26.067.726.739)
(1.412.106.821.052)
(1.412.106.821.052)
(666.892.055.093)
(666.892.055.093)

BAGIAN ANGGARAN & ESELON I

ANGGARAN

REALISASI BRUTO

PENGEMBALIAN

REALISASI NETTO

DAFTAR LRA - 181 -

LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT SEMESTER I TAHUN 2012 (UNAUDITED)

DAFTAR 2. A

LAPORAN REALISASI ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT
MENURUT BA DAN ESELON I
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012
(Dalam Rupiah)
KODE BA
ESELON I
1
056
01
057
01
059
01
02
03
04
05
06
07
060
01
063
01
064
01
065
01
066
01
067
01
068
01
074
01
075
01
076
01
077
01
078
01
079
01
080
01
081
01

BAGIAN ANGGARAN & ESELON I
2
BADAN PERTANAHAN NASIONAL
BADAN PERTANAHAN NASIONAL
PERPUSTAKAAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA
PERPUSTAKAAN NASIONAL
KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA
SEKRETARIAT JENDERAL
INSPEKTORAT JENDERAL
DITJEN POS DAN TELEKOMUNIKASI
DITJEN APLIKASI TELEMATIKA
DITJEN SARANA KOMUNIKASI DAN DISEMINASI INFORMASI
BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
BADAN INFORMASI PUBLIK
KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN
BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN
LEMBAGA KETAHANAN NASIONAL
LEMBAGA KETAHANAN NASIONAL RI
BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL
BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL
BADAN NARKOTIKA NASIONAL
PELAKSANA HARIAN BNN
KEMENTERIAN PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL
KEMENTERIAN PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL
BADAN KOORDINASI KELUARGA BERENCANA NASIONAL
BADAN KOORDINASI KELUARGA BERENCANA NASIONAL
KOMISI NASIONAL HAK ASASI MANUSIA
KOMISI NASIONAL HAK ASASI MANUSIA
BADAN METEOROLOGI, KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA
BADAN METEOROLOGI, KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA
KOMISI PEMILIHAN UMUM
KOMISI PEMILIHAN UMUM
MAHKAMAH KONSTITUSI RI
MAHKAMAH KONSTITUSI RI
PUSAT PELAPORAN DAN ANALISIS TRANSAKSI KEUANGAN
PUSAT PELAPORAN DAN ANALISIS TRANSAKSI KEUANGAN
LEMBAGA ILMU PENGETAHUAN INDONESIA
LEMBAGA ILMU PENGETAHUAN INDONESIA
BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL
BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL
BADAN PENGKAJIAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI
BADAN PENGKAJIAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI

ANGGARAN

REALISASI BRUTO

3
3.957.875.318.000
3.957.875.318.000
372.227.762.000
372.227.762.000
3.245.984.855.000
222.321.400.000
22.451.500.000
741.759.655.000
156.922.000.000
1.767.673.900.000
163.690.700.000
171.165.700.000
39.783.194.697.000
39.783.194.697.000
1.104.078.050.000
1.104.078.050.000
193.086.042.000
193.086.042.000
764.277.072.000
764.277.072.000
970.821.800.000
970.821.800.000
1.018.296.071.000
1.018.296.071.000
2.593.734.243.000
2.593.734.243.000
64.349.706.000
64.349.706.000
1.341.193.495.000
1.341.193.495.000
1.635.211.541.000
1.635.211.541.000
277.432.763.000
277.432.763.000
79.134.312.000
79.134.312.000
727.928.277.000
727.928.277.000
659.374.103.000
659.374.103.000
851.620.351.000
851.620.351.000

4
1.004.041.333.059
1.004.041.333.059
60.916.835.577
60.916.835.577
797.659.208.772
76.279.100.970
9.140.638.576
168.315.732.842
52.581.335.529
397.710.125.916
53.245.268.953
40.387.005.986
16.759.533.975.893
16.759.533.975.893
222.117.837.161
222.117.837.161
40.844.851.710
40.844.851.710
200.907.963.361
200.907.963.361
212.054.039.361
212.054.039.361
125.774.411.572
125.774.411.572
1.203.868.894.271
1.203.868.894.271
17.885.195.488
17.885.195.488
382.670.329.104
382.670.329.104
334.834.817.610
334.834.817.610
76.935.406.359
76.935.406.359
17.654.667.882
17.654.667.882
286.219.815.372
286.219.815.372
222.456.051.796
222.456.051.796
340.318.298.107
340.318.298.107

PENGEMBALIAN
5
781.451.720
781.451.720
2.187.515
2.187.515
1.772.493.919
25.090.029
650.000
535.983.368
47.615.842
950.467.859
212.669.783
17.038
2.611.889.981
2.611.889.981
952.526.835
952.526.835
26.230.217
26.230.217
35.948.866
35.948.866
118.019.248
118.019.248
4.457.900
4.457.900
205.522.429
205.522.429
61.522.651
61.522.651
70.514.139
70.514.139
314.367.303
314.367.303
12.817.636
12.817.636
56.491.891
56.491.891
267.017.413
267.017.413
215.344.413
215.344.413
367.581.481
367.581.481

REALISASI NETTO
6
1.003.259.881.339
1.003.259.881.339
60.914.648.062
60.914.648.062
795.886.714.853
76.254.010.941
9.139.988.576
167.779.749.474
52.533.719.687
396.759.658.057
53.032.599.170
40.386.988.948
16.756.922.085.912
16.756.922.085.912
221.165.310.326
221.165.310.326
40.818.621.493
40.818.621.493
200.872.014.495
200.872.014.495
211.936.020.113
211.936.020.113
125.769.953.672
125.769.953.672
1.203.663.371.842
1.203.663.371.842
17.823.672.837
17.823.672.837
382.599.814.965
382.599.814.965
334.520.450.307
334.520.450.307
76.922.588.723
76.922.588.723
17.598.175.991
17.598.175.991
285.952.797.959
285.952.797.959
222.240.707.383
222.240.707.383
339.950.716.626
339.950.716.626

REALISASI DI ATAS
(DI BAWAH) ANGGARAN
7
(2.954.615.436.661)
(2.954.615.436.661)
(311.313.113.938)
(311.313.113.938)
(2.450.098.140.147)
(146.067.389.059)
(13.311.511.424)
(573.979.905.526)
(104.388.280.313)
(1.370.914.241.943)
(110.658.100.830)
(130.778.711.052)
(23.026.272.611.088)
(23.026.272.611.088)
(882.912.739.674)
(882.912.739.674)
(152.267.420.507)
(152.267.420.507)
(563.405.057.505)
(563.405.057.505)
(758.885.779.887)
(758.885.779.887)
(892.526.117.328)
(892.526.117.328)
(1.390.070.871.158)
(1.390.070.871.158)
(46.526.033.163)
(46.526.033.163)
(958.593.680.035)
(958.593.680.035)
(1.300.691.090.693)
(1.300.691.090.693)
(200.510.174.277)
(200.510.174.277)
(61.536.136.009)
(61.536.136.009)
(441.975.479.041)
(441.975.479.041)
(437.133.395.617)
(437.133.395.617)
(511.669.634.374)
(511.669.634.374)
DAFTAR LRA - 182 -

LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT SEMESTER I TAHUN 2012 (UNAUDITED)

DAFTAR 2. A

LAPORAN REALISASI ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT
MENURUT BA DAN ESELON I
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012
(Dalam Rupiah)
KODE BA
ESELON I
1
082
01
083
01
084
01
085
01
086
01
087
01
088
01
089
01
090
01
02
03
04
05
06
07
08
09
091
01
092
01
093
01
095
01
02
100
01
103
01
104
01

BAGIAN ANGGARAN & ESELON I
2
LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL
LAPAN
BADAN INFORMASI GEOSPASIAL
BADAN INFORMASI GEOSPASIAL
BADAN STANDARISASI NASIONAL
BADAN STANDARISASI NASIONAL
BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR
BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR
LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA
LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA
ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA
ARSIP NASIONAL
BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA
BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA
BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN
BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN
KEMENTERIAN PERDAGANGAN
SEKRETARIAT JENDERAL
DIREKTORAT JENDERAL PERDAGANGAN DALAM NEGERI
DIREKTORAT JENDERAL PERDAGANGAN LUAR NEGERI
DIREKTORAT JENDERAL KERJASAMA PERDAGANGAN INTERNASIONAL
INSPEKTORAT JENDERAL
DIREKTORAT JENDERAL PENGEMBANGAN EKSPOR NASIONAL
BADAN PENGAWAS PERDAGANGAN BERJANGKA KOMODITI
BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERDAGANGAN
DIREKTORAT JENDERAL STANDARDISASI DAN PERLINDUNGAN KONSUMEN
KEMENTERIAN PERUMAHAN RAKYAT
KEMENTERIAN PERUMAHAN RAKYAT
KEMENTERIAN PEMUDA DAN OLAH RAGA
KEMENTERIAN PEMUDA DAN OLAH RAGA
KOMISI PEMBERATASAN KORUPSI
KOMISI PEMBERATASAN KORUPSI
DEWAN PERWAKILAN DAERAH (DPD)
SEKRETARIAT JENDERAL DPD RI
DEWAN PERWAKILAN DAERAH (DPD)
KOMISI YUDISIAL RI
KOMISI YUDISIAL RI
BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA
BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA
BADAN NASIONAL PENEMPATAN DAN PERLINDUNGAN TKI
SEKRETARIAT UTAMA BNP2TKI

ANGGARAN
3
547.120.719.000
547.120.719.000
549.691.280.000
549.691.280.000
97.996.537.000
97.996.537.000
84.217.867.000
84.217.867.000
243.332.942.000
243.332.942.000
152.778.989.000
152.778.989.000
527.304.839.000
527.304.839.000
932.696.360.000
932.696.360.000
2.401.657.515.000
551.109.041.000
747.857.797.000
194.097.379.000
121.447.625.000
39.540.000.000
349.573.015.000
110.000.000.000
74.456.000.000
213.576.658.000
4.604.103.610.000
4.604.103.610.000
1.754.133.293.000
1.754.133.293.000
663.030.870.000
663.030.870.000
604.098.382.000
397.541.382.000
206.557.000.000
85.365.886.000
85.365.886.000
995.052.175.000
995.052.175.000
285.680.298.000
285.680.298.000

REALISASI BRUTO
4
117.887.698.920
117.887.698.920
133.820.187.525
133.820.187.525
33.702.190.183
33.702.190.183
30.265.073.327
30.265.073.327
74.840.885.897
74.840.885.897
42.797.907.744
42.797.907.744
174.659.196.799
174.659.196.799
417.288.168.406
417.288.168.406
511.862.991.089
137.219.910.968
123.567.129.028
54.016.314.434
31.647.420.913
10.064.559.748
63.061.950.230
19.973.279.028
22.065.311.250
50.247.115.490
108.971.973.252
108.971.973.252
74.819.286.124
74.819.286.124
120.188.020.278
120.188.020.278
200.143.277.931
122.699.607.384
77.443.670.547
29.692.465.089
29.692.465.089
108.996.200.947
108.996.200.947
95.070.954.016
95.070.954.016

PENGEMBALIAN
5
32.538.644
32.538.644
353.814.835
353.814.835
14.162.846
14.162.846
150.399.343
150.399.343
21.557.219
21.557.219
120.295.558
120.295.558
133.258.121
133.258.121
421.955.229
421.955.229
400.410.055
58.792.575
83.465.777
105.264.328
16.952.647
11.191.224
13.719.959
7.736
11.129.366
99.886.443
14.089.728
14.089.728
15.187.314
15.187.314
413.621.697
413.621.697
7.820.829
7.820.829
2.004.653
2.004.653
404.938.450
404.938.450
66.334.838
66.334.838

REALISASI NETTO
6
117.855.160.276
117.855.160.276
133.466.372.690
133.466.372.690
33.688.027.337
33.688.027.337
30.114.673.984
30.114.673.984
74.819.328.678
74.819.328.678
42.677.612.186
42.677.612.186
174.525.938.678
174.525.938.678
416.866.213.177
416.866.213.177
511.462.581.034
137.161.118.393
123.483.663.251
53.911.050.106
31.630.468.266
10.053.368.524
63.048.230.271
19.973.271.292
22.054.181.884
50.147.229.047
108.957.883.524
108.957.883.524
74.804.098.810
74.804.098.810
119.774.398.581
119.774.398.581
200.135.457.102
122.691.786.555
77.443.670.547
29.690.460.436
29.690.460.436
108.591.262.497
108.591.262.497
95.004.619.178
95.004.619.178

REALISASI DI ATAS
(DI BAWAH) ANGGARAN
7
(429.265.558.724)
(429.265.558.724)
(416.224.907.310)
(416.224.907.310)
(64.308.509.663)
(64.308.509.663)
(54.103.193.016)
(54.103.193.016)
(168.513.613.322)
(168.513.613.322)
(110.101.376.814)
(110.101.376.814)
(352.778.900.322)
(352.778.900.322)
(515.830.146.823)
(515.830.146.823)
(1.890.194.933.966)
(413.947.922.607)
(624.374.133.749)
(140.186.328.894)
(89.817.156.734)
(29.486.631.476)
(286.524.784.729)
(90.026.728.708)
(52.401.818.116)
(163.429.428.953)
(4.495.145.726.476)
(4.495.145.726.476)
(1.679.329.194.190)
(1.679.329.194.190)
(543.256.471.419)
(543.256.471.419)
(403.962.924.898)
(274.849.595.445)
(129.113.329.453)
(55.675.425.564)
(55.675.425.564)
(886.460.912.503)
(886.460.912.503)
(190.675.678.822)
(190.675.678.822)

DAFTAR LRA - 183 -

LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT SEMESTER I TAHUN 2012 (UNAUDITED)

DAFTAR 2. A

LAPORAN REALISASI ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT
MENURUT BA DAN ESELON I
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012
(Dalam Rupiah)
KODE BA
ESELON I
1
105
01
106
01
107
01
108
01
109
01
110
01
111
01
112
01
113
01
114
01
115
01
116
01
117
01
118
01
999
01
02
07
08
99

BAGIAN ANGGARAN & ESELON I
2
BADAN PENANGGULANGAN LUMPUR SIDOARJO
BADAN PENANGGULANGAN LUMPUR SIDOARJO
LEMBAGA KEBIJAKAN PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH
LEMBAGA KEBIJAKAN PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH
BADAN SAR NASIONAL
BADAN SAR NASIONAL
KOMISI PENGAWAS PERSAINGAN USAHA
KOMISI PENGAWAS PERSAINGAN USAHA
BADAN PENGEMBANGAN WILAYAH SURAMADU
BADAN PENGEMBANGAN WILAYAH SURAMADU (BPWS)
OMBUDSMAN REPUBLIK INDONESIA
OMBUDSMAN REPUBLIK INDONESIA
BADAN NASIONAL PENGELOLA PERBATASAN
BADAN NASIONAL PENGELOLA PERBATASAN
BADAN PENGUSAHAAN KAWASAN PERDAGANGAN BEBAS DAN PELABUHAN
BEBAS BATAM
BPKPB BATAM
BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN TERORISME
BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN TERORISME
SEKRETARIAT KABINET
SEKRETARIAT KABINET
BADAN PENGAWASAN PEMILIHAN UMUM
SEKRETARIAT BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM
LEMBAGA PENYIARAN PUBLIK RADIO REPUBLIK INDONESIA
LEMBAGA PENYIARAN PUBLIK RADIO REPUBLIK INDONESIA
LEMBAGA PENYIARAN PUBLIK TELEVISI REPUBLIK INDONESIA
LEMBAGA PENYIARAN PUBLIK TELEVISI REPUBLIK INDONESIA
BADAN PENGUSAHAAN KAWASAN PERDAGANGAN BEBAS DAN PELABUHAN
BEBAS SABANG
BADAN PENGUSAHAAN KAWASAN PERDAGANGAN BEBAS DAN PELABUHAN BEBAS
SABANG
BENDAHARA UMUM NEGARA
PENGELOLA UTANG PEMERINTAH
PENGELOLA HIBAH
PENGELOLA BELANJA SUBSIDI
PENGELOLA BELANJA LAINNYA
TRANSAKSI KHUSUS
JUMLAH BELANJA

ANGGARAN

REALISASI BRUTO

3
1.606.859.997.000
1.606.859.997.000
211.300.541.000
211.300.541.000
1.111.726.527.000
1.111.726.527.000
119.785.000.000
119.785.000.000
299.556.000.000
299.556.000.000
67.630.645.000
67.630.645.000
248.761.032.000
248.761.032.000
140.000.000.000

4
232.147.151.638
232.147.151.638
72.458.385.869
72.458.385.869
256.657.723.655
256.657.723.655
37.285.645.389
37.285.645.389
18.578.649.358
18.578.649.358
10.145.513.865
10.145.513.865
25.280.145.170
25.280.145.170
13.853.305.003

140.000.000.000
126.882.800.000
126.882.800.000
210.120.889.000
210.120.889.000
-

13.853.305.003
36.145.247.702
36.145.247.702
49.492.322.265
49.492.322.265
13.369.556.773
13.369.556.773
262.191.552.414
262.191.552.414
224.405.078.005
224.405.078.005
57.913.158.900

-

76.767
76.767
-

6
232.145.563.938
232.145.563.938
72.298.484.829
72.298.484.829
256.630.264.174
256.630.264.174
36.941.728.722
36.941.728.722
18.578.649.358
18.578.649.358
10.145.513.865
10.145.513.865
25.280.068.403
25.280.068.403
13.853.305.003

REALISASI DI ATAS
(DI BAWAH) ANGGARAN
7
(1.374.714.433.062)
(1.374.714.433.062)
(139.002.056.171)
(139.002.056.171)
(855.096.262.826)
(855.096.262.826)
(82.843.271.278)
(82.843.271.278)
(280.977.350.642)
(280.977.350.642)
(57.485.131.135)
(57.485.131.135)
(223.480.963.597)
(223.480.963.597)
(126.146.694.997)

9.058.824
9.058.824
12.940.671
12.940.671
1.742.325
1.742.325
43.637.799
43.637.799
24.541.577
24.541.577
-

13.853.305.003
36.136.188.878
36.136.188.878
49.479.381.594
49.479.381.594
13.367.814.448
13.367.814.448
262.147.914.615
262.147.914.615
224.380.536.428
224.380.536.428
57.913.158.900

(126.146.694.997)
(90.746.611.122)
(90.746.611.122)
(160.641.507.406)
(160.641.507.406)
13.367.814.448
13.367.814.448
262.147.914.615
262.147.914.615
224.380.536.428
224.380.536.428
57.913.158.900

57.913.158.900

57.913.158.900
(228.233.756.206.670)
(73.912.517.570.156)
(1.789.407.213.685)
(74.159.296.342.969)
(121.396.883.829.417)
43.024.348.749.557
(572.216.618.097.496)

PENGEMBALIAN

REALISASI NETTO

5
1.587.700
1.587.700
159.901.040
159.901.040
27.459.481
27.459.481
343.916.667
343.916.667
-

57.913.158.900
456.637.692.189.000
122.217.610.000.000
1.796.732.523.000
208.850.211.014.000
123.773.138.652.000

964.997.261.407.000

228.405.562.755.193
48.305.092.429.844
7.325.309.315
134.690.914.671.031
2.376.254.822.583
43.025.975.522.420

1.626.772.863

1.626.772.863

228.403.935.982.330
48.305.092.429.844
7.325.309.315
134.690.914.671.031
2.376.254.822.583
43.024.348.749.557

392.870.690.260.420

90.046.950.916

392.780.643.309.504

DAFTAR LRA - 184 -

LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT SEMESTER I TAHUN 2012 (UNAUDITED)

DAFTAR 2.B

LAPORAN REALISASI ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT
MENURUT JENIS BELANJA
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012
(Dalam Rupiah)

KODE BA

URAIAN BA

1

2

001
002
004
005
006
007
010
011
012
013
015
018
019
020
022
023
024
025
026
027
029
032
033
034

MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT
BADAN PEMERIKSA KEUANGAN
MAHKAMAH AGUNG
KEJAKSAAN AGUNG
SEKRETARIAT NEGARA
KEMENTERIAN DALAM NEGERI
KEMENTERIAN LUAR NEGERI
KEMENTERIAN PERTAHANAN
KEMENTERIAN HUKUMDAN HAK ASASI
MANUSIA RI
KEMENTERIAN KEUANGAN
KEMENTERIAN PERTANIAN
KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN
KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA
MINERAL
KEMENTERIAN PERHUBUNGAN
KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL
KEMENTERIAN KESEHATAN
KEMENTERIAN AGAMA
KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN
TRANSMIGRASI
KEMENTERIAN SOSIAL
KEMENTERIAN KEHUTANAN
KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN

042
043

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM
KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG POLITIK
DAN KEAMANAN
KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG
PEREKONOMIAN
KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG
KESEJAHTERAAN RAKYAT
KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI
KREATIF
KEMENTERIAN NEGARA BADAN USAHA MILIK
NEGARA
KEMENTERIAN NEGARA RISET DAN TEKNOLOGI
KEMENTERIAN NEGARA LINGKUNGAN HIDUP

044

KEMENTERIAN NEGARA KOPERASI DAN UKM

047

KEMENTERIAN NEGARA PEMBERDAYAAN
PEREMPUAN

035
036
040
041

Belanja Pegawai

Belanja Barang

Belanja Modal

Bunga Utang

Belanja Subsidi

Belanja Hibah

Belanja Bansos

Lain-lain

Total Belanja

51
3

52
4

53
5

54
6

55
7

56
8

57
9

58
10

11

10.452.495.600
234.538.671.273
371.976.893.384
1.465.655.145.631
814.105.069.079
140.610.238.140
163.254.010.872
528.458.805.708
17.352.326.703.545
1.600.685.498.863

156.498.884.701
513.942.140.708
366.940.786.668
340.420.353.709
417.672.719.763
265.665.281.091
1.256.254.594.319
720.455.103.087
4.919.211.604.735
747.031.573.564

1.072.140.300
806.300.000
62.204.194.033
164.219.668.395
47.190.706.409
11.420.857.963
442.918.220.021
21.628.466.892
7.425.134.841.811
118.503.101.570

-

-

-

3.548.808.721.571
-

-

168.023.520.601
749.287.111.981
801.121.874.085
1.970.295.167.735
1.278.968.495.251
417.696.377.194
5.411.235.546.783
1.270.542.375.687
29.696.673.150.091
2.466.220.173.997

4.115.027.836.286
575.661.313.260
166.690.796.129
261.956.105.130

2.020.724.815.218
1.932.347.815.434
429.040.625.814
730.289.525.260

169.132.492.851
213.581.896.315
76.080.529.049
753.485.220.959

398.641.271.872
-

-

-

4.357.795.088.813
-

-

6.703.526.416.227
7.079.386.113.822
671.811.950.992
1.745.730.851.349

730.443.489.189
4.445.124.736.239
1.986.334.279.847
7.676.111.290.172
132.433.350.980

1.629.630.627.493
4.499.691.723.660
3.636.046.407.950
1.803.578.062.193
776.261.161.280

5.443.846.274.239
415.462.169.987
393.669.033.285
500.597.729.899
107.740.613.135

-

-

-

14.205.118.740.681
3.394.060.195.680
2.160.740.080.080
2.805.534.800

-

7.803.920.390.921
23.565.397.370.567
9.410.109.916.762
12.141.027.162.344
1.019.240.660.195

117.483.871.299
445.176.562.658
262.597.795.659

434.679.195.635
667.129.115.497
942.252.465.810

12.103.475.250
69.845.388.087
187.891.610.764

-

-

-

906.731.660.300
64.697.336.350

-

1.470.998.202.484
1.182.151.066.242
1.457.439.208.583

574.241.646.734
17.518.760.949

2.906.315.174.552
73.662.734.316

12.027.712.601.348
3.214.679.800

-

-

-

1.201.681.910.186
-

-

16.709.951.332.820
94.396.175.065

15.585.773.830

43.616.234.918

1.859.686.300

-

-

-

-

-

61.061.695.048

13.881.915.771

28.138.807.808

580.540.000

-

-

-

-

-

42.601.263.579

153.131.950.613

297.286.054.301

22.326.704.500

-

-

-

3.700.000.000

-

476.444.709.414

8.934.138.853

20.192.215.449

748.321.540

-

-

-

-

-

29.874.675.842

16.841.445.769
27.749.733.534

85.970.362.613
121.295.361.130

188.364.749.970
1.084.180.000

-

-

-

-

-

291.176.558.352
150.129.274.664

26.446.597.294

288.422.812.662

12.849.797.645

-

-

-

109.622.500.000

-

437.341.707.601

7.347.081.862

41.256.198.283

1.190.229.325

-

-

-

-

-

49.793.509.470

DAFTAR LRA -185 -

LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT SEMESTER I TAHUN 2012 (UNAUDITED)

DAFTAR 2.B

LAPORAN REALISASI ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT
MENURUT JENIS BELANJA
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012
(Dalam Rupiah)

KODE BA
1
048
050
051
052
054
055
056
057
059
060
063
064
065
066
067
068
074
075
076
077
078
079
080
081
082
083
084
085
086
087
088
089
090
091

URAIAN BA
2
KEMENTERIAN NEGARA PENDAYAGUNAAN
APARATUR NEGARA
BADAN INTELIJEN NEGARA
LEMBAGA SANDI NEGARA
DEWAN KETAHANAN NASIONAL
BADAN PUSAT STATISTIK
KEMENTERIAN NEGARA PPN/BAPPENAS
BADAN PERTANAHAN NASIONAL
PERPUSTAKAAN NASIONAL REPUBLIK
INDONESIA
KEMENTERIAN KOMINFO
KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN
LEMBAGA KETAHANAN NASIONAL
BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL
BADAN NARKOTIKA NASIONAL
KEMENTERIAN NEGARA PEMBANGUNAN
DAERAH TERTINGGAL
BADAN KOORDINASI KELUARGA BERENCANA
NASIONAL
KOMISI NASIONAL HAK ASASI MANUSIA
BADAN METEOROLOGI DAN GEOFISIKA
KOMISI PEMILIHAN UMUM
MAHKAMAH KONSTITUSI RI
PUSAT PELAPORAN DAN ANALISIS TRANSAKSI
KEUANGAN
LEMBAGA ILMU PENGETAHUAN INDONESIA
BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL
BADAN PENGKAJIAN DAN PENERAPAN
TEKNOLOGI
LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA
NASIONAL
BADAN INFORMASI GEOSPASIAL
BADAN STANDARISASI NASIONAL
BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR
LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA
ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA
BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA
BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN
PEMBANGUNAN
KEMENTERIAN PERDAGANGAN
KEMENTERIAN NEGARA PERUMAHAN RAKYAT

Belanja Pegawai

Belanja Barang

Belanja Modal

51
3
17.376.689.313

52
4
21.296.721.420

53
5
340.923.000

40.828.451.227
23.954.560.652
3.460.296.648
389.433.420.173
43.142.469.739
557.077.570.660
21.427.581.659

399.293.173.478
29.430.459.360
9.169.061.463
346.386.417.030
115.336.397.668
432.867.047.428
37.152.803.143

100.177.053.807
13.807.123.908.838

Bunga Utang

Belanja Subsidi

Belanja Hibah

Belanja Bansos

Lain-lain

54
6

55
7

56
8

57
9

58
10

Total Belanja

-

-

-

-

-

11
39.014.333.733

66.718.730.639
(5.183.850)
164.459.170.745
1.961.354.500
13.315.263.251
2.334.263.260

-

-

-

-

-

440.121.624.705
120.103.750.651
12.624.174.261
900.279.007.948
160.440.221.907
1.003.259.881.339
60.914.648.062

667.442.110.719
2.538.165.439.708

28.267.550.327
411.632.737.366

-

-

-

-

-

795.886.714.853
16.756.922.085.912

93.767.560.542
13.407.387.289
24.542.823.291
16.439.300.273
8.412.395.653

115.319.393.331
18.466.987.204
173.879.783.404
143.747.214.718
79.431.902.398

12.078.356.453
8.944.247.000
2.449.407.800
51.749.505.122
2.004.431.000

-

-

-

35.921.224.621

-

221.165.310.326
40.818.621.493
200.872.014.495
211.936.020.113
125.769.953.672

101.821.230.495

1.065.604.618.038

36.237.523.309

-

-

-

-

-

1.203.663.371.842

8.610.049.620
107.382.692.256
169.446.375.843
6.429.391.798
9.153.717.049

9.038.175.947
169.403.008.061
159.153.073.493
61.776.203.869
8.115.327.101

175.447.270
105.814.114.648
5.921.000.971
8.716.993.056
329.131.841

-

-

-

-

-

17.823.672.837
382.599.814.965
334.520.450.307
76.922.588.723
17.598.175.991

132.850.998.401

127.681.756.447

25.420.043.111

-

-

-

-

-

285.952.797.959

113.853.313.074
100.276.405.108

73.667.500.049
101.039.102.554

34.719.894.260
138.635.208.964

-

-

-

-

-

222.240.707.383
339.950.716.626

36.112.437.412

60.941.783.489

20.800.939.375

-

-

-

-

-

117.855.160.276

18.611.144.646
7.077.364.866
13.234.992.459
23.516.959.396
15.959.300.409
93.044.387.134
255.994.311.511

44.261.893.792
26.113.699.971
14.710.119.512
50.700.586.582
25.412.859.937
72.071.783.557
143.901.958.737

70.593.334.252
496.962.500
2.169.562.013
601.782.700
1.305.451.840
9.409.767.987
16.969.942.929

-

-

-

-

-

133.466.372.690
33.688.027.337
30.114.673.984
74.819.328.678
42.677.612.186
174.525.938.678
416.866.213.177

92.845.631.116
14.234.874.205

353.740.305.540
70.408.635.618

64.876.644.378
23.980.073.701

-

-

-

334.300.000

-

511.462.581.034
108.957.883.524

DAFTAR LRA -186 -

LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT SEMESTER I TAHUN 2012 (UNAUDITED)

DAFTAR 2.B

LAPORAN REALISASI ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT
MENURUT JENIS BELANJA
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012
(Dalam Rupiah)

KODE BA
1
092
093
095
100
103
104
105
106
107
108
109
110
111
112
113
114
115
116
117
118

999

URAIAN BA
2
KEMENTERIAN NEGARA PEMUDA DAN OLAH
RAGA
KOMISI PEMBERATASAN KORUPSI
DEWAN PERWAKILAN DAERAH (DPD)
KOMISI YUDISIAL RI
BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN
BENCANA
BADAN NASIONAL PENEMPATAN DAN
PERLINDUNGAN TKI
BADAN PENANGGULANGAN LUMPUR
SIDOARJO
LEMBAGA KEBIJAKAN PENGADAAN
BARANG/JASA PEMERINTAH
BADAN SAR NASIONAL
KOMISI PENGAWAS PERSAINGAN USAHA
BADAN PENGEMBANGAN WILAYAH
SURAMADU (BPWS)
OMBUDSMAN REPUBLIK INDONESIA
BADAN NASIONAL PENGELOLA PERBATASAN
BADAN PENGUSAHAAN KAWASAN
PERDAGANGAN BEBAS DAN PELABUHAN
BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN
TERORISME
SEKRETARIAT KABINET
BADAN PENGAWASAN PEMILIHAN UMUM
LEMBAGA PENYIARAN PUBLIK RADIO
REPUBLIK INDONESIA
LEMBAGA PENYIARAN PUBLIK TELEVISI
REPUBLIK INDONESIA
BADAN PENGUSAHAAN KAWASAN
PERDAGANGAN BEBAS DAN PELABUHAN
BEBAS SABANG
BENDAHARA UMUM NEGARA
JUMLAH BELANJA

Belanja Barang

Belanja Pegawai
51
3
18.160.186.455

52
4
56.643.912.355

84.662.640.763
104.410.057.970
4.536.200.314
6.910.836.862

Belanja Modal

Bunga Utang

Belanja Subsidi

Belanja Hibah

Belanja Bansos

Lain-lain

53
5

54
6

55
7

56
8

57
9

58
10

Total Belanja

-

-

-

-

-

-

11
74.804.098.810

34.291.653.499
95.225.274.490
24.832.893.122
60.458.227.025

820.104.319
500.124.642
321.367.000
2.132.132.860

-

-

-

39.090.065.750

-

119.774.398.581
200.135.457.102
29.690.460.436
108.591.262.497

21.408.721.520

70.009.728.004

3.586.169.654

-

-

-

-

-

95.004.619.178

5.191.842.800

47.307.730.984

175.749.606.154

-

-

-

3.896.384.000

-

232.145.563.938

5.628.055.002

20.574.830.854

46.095.598.973

-

-

-

-

-

72.298.484.829

67.217.956.920
9.187.220.000
2.315.900.000

110.421.738.356
27.358.056.892
12.870.956.271

78.990.568.898
396.451.830
3.391.793.087

-

-

-

-

-

256.630.264.174
36.941.728.722
18.578.649.358

3.773.424.826
1.722.418.788
-

5.003.611.039
21.550.226.066
426.929.558

1.368.478.000
2.007.423.549
13.426.375.445

-

-

-

-

-

10.145.513.865
25.280.068.403
13.853.305.003

748.330.049

35.387.858.829

-

-

-

-

-

-

36.136.188.878

31.529.930.879
418.040.200
160.761.431.534

17.763.269.715
12.658.077.248
96.744.963.131

186.181.000
291.697.000
4.641.519.950

-

-

-

-

-

49.479.381.594
13.367.814.448
262.147.914.615

108.857.819.220

112.048.409.550

3.474.307.658

-

-

-

-

-

224.380.536.428

-

3.730.441.500

54.182.717.400

-

-

-

-

-

57.913.158.900

42.520.110.332.905

-

-

48.305.092.429.844

134.690.914.671.031

7.325.309.315

-

2.880.493.239.235

228.403.935.982.330

104.097.362.397.721

41.742.356.632.875

30.623.453.614.779

48.703.733.701.716

134.690.914.671.031

7.325.309.315

30.035.003.742.832

2.880.493.239.235

392.780.643.309.504

DAFTAR LRA -187 -

LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT SEMESTER I TAHUN 2012 (UNAUDITED)

DAFTAR 2.C

LAPORAN REALISASI ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT
MENURUT FUNGSI DAN SUBFUNGSI
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012
(Dalam Rupiah)
KODE FUNGSI/
SUBFUNGSI

URAIAN

ANGGARAN

REALISASI BELANJA
BRUTO

PENGEMBALIAN

REALISASI BELANJA
NETTO

REALISASI DI ATAS
(DI BAWAH) ANGGARAN

1

2

3

4

5

6

7

01
01.01
01.03
01.04
01.05
01.06
01.07
01.90
01.00
01.08

PELAYANAN UMUM
LEMBAGA EKSEKUTIF DAN LEGISLATIF, MASALAH KEUANGAN
PELAYANAN UMUM
PENELITIAN DASAR DAN PENGEMBANGAN IPTEK
PINJAMAN PEMERINTAH
PEMBANGUNAN DAERAH
LITBANG PELAYANANAN UMUM
PELAYANAN UMUM LAINNYA
SUBFUNGSI TIDAK ADA
SUBFUNGSI TIDAK ADA

590.840.683.988.000
110.824.167.573.000
136.312.392.926.000
2.349.339.125.000
94.120.732.000
1.787.047.800.000
342.966.234.000
339.130.649.598.000

272.773.741.049.226
38.426.594.313.295
3.521.888.154.668
805.910.770.989
48.334.135.262.351
308.002.432.148
47.993.454.920
181.313.795.086.181
15.421.574.674

141.910.156.395
25.403.212.613
3.134.657.368
517.151.186
118.520.655
148.297.103
4.550.850
112.572.781.185
455.435
10.530.000

272.631.830.892.831
38.401.191.100.682
3.518.753.497.300
805.393.619.803
48.334.016.741.696
307.854.135.045
47.988.904.070
181.201.222.304.996
(455.435)
15.411.044.674

(318.208.853.095.169)
(72.422.976.472.318)
(132.793.639.428.700)
(1.543.945.505.197)
48.239.896.009.696
(1.479.193.664.955)
(294.977.329.930)
(157.929.427.293.004)
(455.435)
15.411.044.674

02
02.01
02.02
02.04

PERTAHANAN
PERTAHANAN NEGARA
DUKUNGAN PERTAHANAN
LITBANG PERTAHANAN

72.472.757.096.000
52.320.892.478.000
19.974.003.924.000
177.860.694.000

29.662.106.222.042
26.030.332.118.855
3.552.628.109.087
79.145.994.100

6.928.185.968
6.857.263.583
44.257.759
26.664.626

29.655.178.036.074
26.023.474.855.272
3.552.583.851.328
79.119.329.474

(42.817.579.059.926)
(26.297.417.622.728)
(16.421.420.072.672)
(98.741.364.526)

03
03.01
03.02
03.03
03.04
03.06
03.90

KETERTIBAN DAN KEAMANAN
KEPOLISIAN
PENANGGULANGAN BENCANA
PEMBINAAN HUKUM
PERADILAN
LITBANG KETERTIBAN DAN KEAMANAN
KETERTIBAN DAN KEAMANAN LAINNYA

30.195.740.928.000
18.427.045.368.000
995.052.175.000
2.872.846.079.000
5.167.468.550.000
17.150.298.000
2.716.178.458.000

9.538.836.564.427
6.335.668.242.627
108.996.200.947
452.546.006.173
1.994.006.341.114
4.922.382.094
642.697.391.472

4.497.732.145
1.249.570.986
430.376.850
1.168.324.876
1.510.662.078
135.226
138.662.129

9.534.338.832.282
6.334.418.671.641
108.565.824.097
451.377.681.297
1.992.495.679.036
4.922.246.868
642.558.729.343

(20.661.402.095.718)
(12.092.626.696.359)
(886.486.350.903)
(2.421.468.397.703)
(3.174.972.870.964)
(12.228.051.132)
(2.073.619.728.657)

04
04.01
04.02
04.03
04.04
04.05
04.06
04.07
04.08
04.09
04.10
04.90

EKONOMI
PERDAGANGAN, PENGEMBANGAN USAHA, KOPERASI DAN UKM
TENAGA KERJA
PERTANIAN, KEHUTANAN, PERIKANAN DAN KELAUTAN
PENGAIRAN
BAHAN BAKAR DAN ENERGI
PERTAMBANGAN
INDUSTRI DAN KONSTRUKSI
TRANSPORTASI
TELEKOMUNIKASI
LITBANG EKONOMI
EKONOMI LAINNYA

102.734.484.517.000
2.615.726.392.000
1.796.821.926.000
18.717.467.823.000
684.668.782.000
11.465.533.466.000
1.485.827.933.000
2.338.330.091.000
54.189.223.777.000
2.200.000.000
3.542.484.646.000
5.896.199.681.000

26.692.628.400.014
707.819.582.202
409.461.878.578
6.983.218.926.847
176.435.102.446
863.351.075.759
265.292.895.767
562.228.755.856
14.084.476.904.387
404.802.809
1.186.808.973.525
1.453.129.501.838

6.346.190.850
724.059.630
241.822.110
1.439.800.657
119.974.227
108.005.428
407.269.565
225.098.645
619.545.542
5.242.470
1.137.739.240
1.317.633.336

26.686.282.209.164
707.095.522.572
409.220.056.468
6.981.779.126.190
176.315.128.219
863.243.070.331
264.885.626.202
562.003.657.211
14.083.857.358.845
399.560.339
1.185.671.234.285
1.451.811.868.502

(76.048.202.307.836)
(1.908.630.869.428)
(1.387.601.869.532)
(11.735.688.696.810)
(508.353.653.781)
(10.602.290.395.669)
(1.220.942.306.798)
(1.776.326.433.789)
(40.105.366.418.155)
(1.800.439.661)
(2.356.813.411.715)
(4.444.387.812.498)
DAFTAR LRA - 188 -

LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT SEMESTER I TAHUN 2012 (UNAUDITED)

DAFTAR 2.C

LAPORAN REALISASI ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT
MENURUT FUNGSI DAN SUBFUNGSI
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012
(Dalam Rupiah)
KODE FUNGSI/
SUBFUNGSI

URAIAN

ANGGARAN

REALISASI BELANJA
BRUTO

PENGEMBALIAN

REALISASI BELANJA
NETTO

REALISASI DI ATAS
(DI BAWAH) ANGGARAN

1

2

3

4

5

6

7

05
05.01
05.03
05.04
05.05
05.90

LINGKUNGAN HIDUP
MANAJEMEN LIMBAH
PENANGGULANGAN POLUSI
KONSERVASI SUMBERDAYA ALAM
TATA RUANG DAN PERTANAHAN
LINGKUNGAN HIDUP LAINNYA

11.451.458.686.000
2.883.945.502.000
168.349.839.000
4.445.014.716.000
3.300.583.715.000
653.564.914.000

2.102.144.121.043
615.475.893.435
30.851.691.559
729.589.650.909
636.862.030.879
89.364.854.261

1.833.450.817
4.659.040
384.833
720.531.548
983.516.022
124.359.374

2.100.310.670.226
615.471.234.395
30.851.306.726
728.869.119.361
635.878.514.857
89.240.494.887

(9.351.148.015.774)
(2.268.474.267.605)
(137.498.532.274)
(3.716.145.596.639)
(2.664.705.200.143)
(564.324.419.113)

06
06.01
06.02
06.03
06.90
06.09

PERUMAHAN DAN FASILITAS UMUM
PEMBANGUNAN PERUMAHAN
PEMBERDAYAAN KOMUNITAS PERMUKIMAN
PENYEDIAAN AIR MINUM
PERUMAHAN DAN FASILITAS UMUM LAINNYA
SUBFUNGSI TIDAK ADA

26.476.878.150.000
3.100.999.852.000
4.034.971.626.000
3.514.723.385.000
15.826.183.287.000

7.852.320.511.210
48.038.367.233
1.041.705.058.199
1.091.430.819.425
5.536.993.776.931
134.152.489.422

8.412.017.121
21.828.538
8.390.188.583
-

7.843.908.494.089
48.038.367.233
1.041.683.229.661
1.091.430.819.425
5.528.603.588.348
134.152.489.422

(18.632.969.655.911)
(3.052.961.484.767)
(2.993.288.396.339)
(2.423.292.565.575)
(10.297.579.698.652)
134.152.489.422

07
07.01
07.02
07.03
07.04
07.05
07.90

KESEHATAN
OBAT DAN PERBEKALAN KESEHATAN
PELAYANAN KESEHATAN PERORANGAN
PELAYANAN KESEHATAN MASYARAKAT
KEPENDUDUKAN DAN KELUARGA BERENCANA
LITBANG KESEHATAN
KESEHATAN LAINNYA

15.564.524.079.000
2.538.266.508.000
8.713.628.949.000
1.097.607.150.000
2.593.734.243.000
342.126.952.000
279.160.277.000

5.289.637.220.617
320.017.054.962
3.364.182.141.452
291.456.143.640
1.203.868.894.271
54.784.302.082
55.328.684.210

7.113.332.473
1.744.840.955
4.070.006.200
587.584.211
205.522.429
174.017.478
331.361.200

5.282.523.888.144
318.272.214.007
3.360.112.135.252
290.868.559.429
1.203.663.371.842
54.610.284.604
54.997.323.010

(10.282.000.190.856)
(2.219.994.293.993)
(5.353.516.813.748)
(806.738.590.571)
(1.390.070.871.158)
(287.516.667.396)
(224.162.953.990)

08
08.01
08.03
08.04
08.05
08.90

PARIWISATA DAN BUDAYA
PENGEMBANGAN PARIWISATA
PEMBINAAN PENERBITAN DAN PENYIARAN
PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PARIWISATA
PEMBINAAN OLAHRAGA PRESTASI
PARIWISATA LAINNYA

2.453.997.479.000
1.345.889.564.000
8.906.100.000
84.266.500.000
474.464.200.000
540.471.115.000

447.632.278.755
267.917.007.066
2.902.600.185
26.244.343.941
20.086.049.925
130.482.277.638

83.736.818
57.621.264
10.622.994
15.492.560

447.548.541.937
267.859.385.802
2.902.600.185
26.233.720.947
20.086.049.925
130.466.785.078

(2.006.448.937.063)
(1.078.030.178.198)
(6.003.499.815)
(58.032.779.053)
(454.378.150.075)
(410.004.329.922)

09
09.01
09.02
09.03
09.90
09.08

AGAMA
PENINGKATAN KEHIDUPAN BERAGAMA
KERUKUNAN HIDUP BERAGAMA
LITBANG AGAMA
PELAYANAN KEAGAMAAN LAINNYA
SUBFUNGSI TIDAK ADA

3.562.208.095.000
853.696.288.000
76.457.707.000
1.891.699.353.000
740.354.747.000

1.211.005.139.021
155.239.513.180
19.009.560.579
861.407.675.028
161.077.616.684
14.270.773.550

650.740.310
32.660.261
1.820.000
364.566.511
205.924.038
45.769.500

1.210.354.398.711
155.206.852.919
19.007.740.579
861.043.108.517
160.871.692.646
14.225.004.050

(2.351.853.696.289)
(698.489.435.081)
(57.449.966.421)
(1.030.656.244.483)
(579.483.054.354)
14.225.004.050
DAFTAR LRA - 189 -

LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT SEMESTER I TAHUN 2012 (UNAUDITED)

DAFTAR 2.C

LAPORAN REALISASI ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT
MENURUT FUNGSI DAN SUBFUNGSI
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012
(Dalam Rupiah)
KODE FUNGSI/
SUBFUNGSI

URAIAN

ANGGARAN

REALISASI BELANJA
BRUTO

PENGEMBALIAN

REALISASI BELANJA
NETTO

REALISASI DI ATAS
(DI BAWAH) ANGGARAN

1

2

3

4

5

6

7

10
10.01
10.02
10.03
10.04
10.05
10.06
10.07
10.08
10.09
10.10
10.90
11

PENDIDIKAN
PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
PENDIDIKAN DASAR
PENDIDIKAN MENENGAH
PENDIDIKAN NON-FORMAL DAN INFORMAL
PENDIDIKAN KEDINASAN
PENDIDIKAN TINGGI
PELAYANAN BANTUAN TERHADAP PENDIDIKAN
PENDIDIKAN KEAGAMAAN
LITBANG PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
PEMBINAAN KEPEMUDAAN DAN OLAH RAGA
PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN LAINNYA
PERLINDUNGAN SOSIAL

103.666.743.603.000
294.132.888.000
27.478.806.592.000
6.682.311.557.000
4.072.876.870.000
618.076.098.000
32.589.278.146.000
11.536.464.366.000
3.894.185.905.000
1.304.538.152.000
933.526.000.000
14.262.547.029.000

35.569.609.997.872
56.673.475.239
12.430.630.634.294
2.240.253.195.622
1.054.861.624.871
354.098.668.212
9.778.102.835.623
1.601.729.355.714
845.399.246.107
673.752.581.233
29.053.040.030
6.505.055.340.927

19.813.872.155
5.321.388.973
2.184.821.397
2.226.134.825
674.080.264
3.752.361.380
3.184.390.847
351.368.369
637.492.258
1.481.833.842

35.549.796.125.717
56.673.475.239
12.425.309.245.321
2.238.068.374.225
1.052.635.490.046
353.424.587.948
9.774.350.474.243
1.598.544.964.867
845.047.877.738
673.115.088.975
29.053.040.030
6.503.573.507.085

(68.116.947.477.283)
(237.459.412.761)
(15.053.497.346.679)
(4.444.243.182.775)
(3.020.241.379.954)
(264.651.510.052)
(22.814.927.671.757)
(9.937.919.401.133)
(3.049.138.027.262)
(631.423.063.025)
(904.472.959.970)
(7.758.973.521.915)

5.577.784.786.000

1.385.603.597.782

1.634.323.946

1.383.969.273.836

(4.193.815.512.164)

11.01

PERLINDUNGAN DAN PELAYANAN SOSIAL ORANG SAKIT DAN CACAT

308.260.959.000

-

-

-

(308.260.959.000)

11.02

PERLINDUNGAN DAN PELAYANAN SOSIAL LANSIA

145.864.091.000

49.234.062.503

2.083.957

49.231.978.546

(96.632.112.454)

11.04

PERLINDUNGAN DAN PELAYANAN SOSIAL ANAK-ANAK DAN KELUARGA

510.637.106.000

150.299.911.447

408.728.343

149.891.183.104

(360.745.922.896)

11.05
11.08
11.09
11.90

PEMBERDAYAAN PEREMPUAN
BANTUAN DAN JAMINAN SOSIAL
LITBANG PERLINDUNGAN SOSIAL
PERLINDUNGAN SOSIAL LAINNYA

143.234.011.000
32.729.190.000
249.615.011.000
4.187.444.418.000

39.946.405.281
2.837.087.620
39.785.180.544
1.103.500.950.387

235.520.861
169.284.869
818.705.916

39.710.884.420
2.837.087.620
39.615.895.675
1.102.682.244.471

(103.523.126.580)
(29.892.102.380)
(209.999.115.325)
(3.084.762.173.529)

00.00

Fungsi Subfungsi Tidak Ada

454.783.228.478

181.281.985

454.601.946.493

454.601.946.493

392.980.048.330.487

199.405.020.983

392.780.643.309.504

(572.216.618.097.496)

JUMLAH

964.997.261.407.000

DAFTAR LRA - 190 -

LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT SEMESTER I TAHUN 2012 (UNAUDITED )

DAFTAR 2.D

LAPORAN REALISASI ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT
MENURUT BA, ESELON I DAN PROGRAM
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012
(Dalam Rupiah)
KODE BA
ESELON I
1

BA, ESELON I DAN PROGRAM

ANGGARAN

REALISASI BRUTO

PENGEMBALIAN

REALISASI NETTO

2

3

4

5

6

001
001.01
01
02
001.02
06
002
002.01
01
02
002.02
06
07
08
09
004
004.01
01
02
03
004.02
06

MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT
SEKRETARIAT JENDERAL
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya MPR
Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur MPR
MAJELIS
Program Pelaksanaan Tugas Konstitusional MPR dan Alat Kelengkapannya
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT
SEKRETARIAT JENDERAL
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya DPR RI
Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur DPR RI
DEWAN
Program Pelaksanaan Fungsi Legislasi DPR RI
Program Pelaksanaan Fungsi Anggaran DPR RI
Program Pelaksanaan Fungsi Pengawasan DPR RI
Program Penguatan Kelembagaan DPR RI
BADAN PEMERIKSA KEUANGAN
SEKRETARIAT JENDERAL
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya BPK
Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur BPK
Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur BPK
B.P.K. PUSAT
Program Kepaniteraan Kerugian Negara/Daerah, Pengembangan dan Pelayanan Hukum Di Bidang Pemeriksaan Keuangan
Negara
Program Peningkatan Mutu Kelembagaan, Aparatur dan Pemeriksaan Keuangan Negara
Program Pemeriksaan Keuangan Negara
MAHKAMAH AGUNG
BADAN URUSAN ADMINISTRASI
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Mahkamah Agung
Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Mahkamah Agung
Program Tidak ada
KEPANITERAAN
Program Penyelesaian Perkara Mahkamah Agung
DIREKTORAT JENDERAL BADAN PERADILAN UMUM
Program Peningkatan Manajemen Peradilan Umum
DIREKTORAT JENDERAL BADAN PERADILAN AGAMA
Program Peningkatan Manajemen Peradilan Agama
DIREKTORAT JENDERAL BADAN PERADILAN MILITER DAN PERADILAN TATA USAHA NEGARA
Program Peningkatan Manajemen Peradilan Militer dan TUN
BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN HUKUM DAN P
Program Pendidikan dan Pelatihan Aparatur Mahkamah Agung
BADAN PENGAWASAN MAHKAMAH AGUNG
Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur Mahkamah Agung RI
KEJAKSAAN AGUNG

07
08
005
005.01
01
02
00
005.02
06
005.03
07
005.04
08
005.05
09
005.06
05
005.07
03
006

REALISASI DI ATAS
(DI BAWAH) ANGGARAN
7

692.395.010.000
72.341.121.000
46.016.036.000
26.325.085.000
620.053.889.000
620.053.889.000
2.943.936.752.000
857.133.324.000
147.507.815.000
709.625.509.000
2.086.803.428.000
501.254.872.000
73.746.436.000
280.806.476.000
1.230.995.644.000
2.839.924.375.000
2.031.924.375.000
1.338.394.375.000
673.030.000.000
20.500.000.000
808.000.000.000
27.400.000.000

168.027.074.378
15.576.437.801
11.932.922.734
3.643.515.067
152.450.636.577
152.450.636.577
750.757.101.433
148.012.050.789
23.540.611.629
124.471.439.160
602.745.050.644
81.066.639.295
17.693.135.002
66.044.916.708
437.940.359.639
808.381.730.870
580.895.794.560
450.405.983.897
125.985.459.913
4.504.350.750
227.485.936.310
4.474.910.800

3.553.777
3.553.777
3.553.777
1.469.989.452
6.614.497
6.614.497
1.463.374.955
437.258.600
1.919.400
787.044.155
237.152.800
7.259.856.785
3.257.680.933
3.010.931.750
47.543.678
199.205.505
4.002.175.852
69.583.472

168.023.520.601
15.572.884.024
11.929.368.957
3.643.515.067
152.450.636.577
152.450.636.577
749.287.111.981
148.005.436.292
23.540.611.629
124.464.824.663
601.281.675.689
80.629.380.695
17.691.215.602
65.257.872.553
437.703.206.839
801.121.874.085
577.638.113.627
447.395.052.147
125.937.916.235
4.305.145.245
223.483.760.458
4.405.327.328

(524.371.489.399)
(56.768.236.976)
(34.086.667.043)
(22.681.569.933)
(467.603.252.423)
(467.603.252.423)
(2.194.649.640.019)
(709.127.887.708)
(123.967.203.371)
(585.160.684.337)
(1.485.521.752.311)
(420.625.491.305)
(56.055.220.398)
(215.548.603.447)
(793.292.437.161)
(2.038.802.500.915)
(1.454.286.261.373)
(890.999.322.853)
(547.092.083.765)
(16.194.854.755)
(584.516.239.542)
(22.994.672.672)

110.600.000.000
670.000.000.000
5.107.469.009.000
4.725.879.609.000
3.762.680.609.000
963.199.000.000

23.218.479.759
199.792.545.751
1.971.688.856.426
1.851.147.021.350
1.688.397.831.403
162.719.190.085
29.999.862
29.052.574.741
29.052.574.741
32.622.716.808
32.622.716.808
19.122.896.689
19.122.896.689
8.866.093.875
8.866.093.875
24.243.624.052
24.243.624.052
6.633.928.911
6.633.928.911
1.279.597.509.912

6.326.800
3.926.265.580
1.393.688.691
1.081.703.626
1.074.319.768
7.383.858
6.190.675
6.190.675
211.234.462
211.234.462
25.346.870
25.346.870
65.168.606
65.168.606
2.746.487
2.746.487
1.297.965
1.297.965
629.014.661

23.212.152.959
195.866.280.171
1.970.295.167.735
1.850.065.317.724
1.687.323.511.635
162.719.190.085
22.616.004
29.046.384.066
29.046.384.066
32.411.482.346
32.411.482.346
19.097.549.819
19.097.549.819
8.800.925.269
8.800.925.269
24.240.877.565
24.240.877.565
6.632.630.946
6.632.630.946
1.278.968.495.251

(87.387.847.041)
(474.133.719.829)
(3.137.173.841.265)
(2.875.814.291.276)
(2.075.357.097.365)
(800.479.809.915)
22.616.004
(42.927.215.934)
(42.927.215.934)
(92.266.017.654)
(92.266.017.654)
(44.487.350.181)
(44.487.350.181)
(11.499.074.731)
(11.499.074.731)
(53.232.922.435)
(53.232.922.435)
(16.946.969.054)
(16.946.969.054)
(2.491.415.078.749)

71.973.600.000
71.973.600.000
124.677.500.000
124.677.500.000
63.584.900.000
63.584.900.000
20.300.000.000
20.300.000.000
77.473.800.000
77.473.800.000
23.579.600.000
23.579.600.000
3.770.383.574.000

DAFTAR LRA - 191 -

LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT SEMESTER I TAHUN 2012 (UNAUDITED )

DAFTAR 2.D

LAPORAN REALISASI ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT
MENURUT BA, ESELON I DAN PROGRAM
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012
(Dalam Rupiah)
KODE BA
ESELON I
1

BA, ESELON I DAN PROGRAM

ANGGARAN

REALISASI BRUTO

PENGEMBALIAN

REALISASI NETTO

2

3

4

5

6

006.01
01
02
03
05
06
07
08

KEJAKSAAN AGUNG
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kejaksaan RI
Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Kejaksaan RI
Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur Kejaksaan RI
Program Pendidikan dan Pelatihan Aparatur Kejaksaan
Program Penyelidikan/Pengamanan/Penggalangan Kasus Intelijen
Program Penanganan dan Penyelesaian Perkara Pidana Umum
Program Penanganan dan Penyelesaian Perkara Pidana Khusus, Pelanggaran HAM yang Berat dan Perkara Tindak Pidana
Korupsi
Program Penanganan dan Penyelesaian Perkara Perdata dan Tata Usaha Negara
SEKRETARIAT NEGARA
SEKRETARIAT NEGARA
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Sekretariat Negara
Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Sekretariat Negara
Program Penyelenggaraan Pelayanan Dukungan Kebijakan Kepada Presiden dan Wakil Presiden
RUMAH TANGGA KEPRESIDENAN
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Sekretariat Negara
Program Penyelenggaraan Pelayanan Dukungan Kebijakan Kepada Presiden dan Wakil Presiden
SEKRETARIAT WAKIL PRESIDEN
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Sekretariat Negara
Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Sekretariat Negara
Program Penyelenggaraan Pelayanan Dukungan Kebijakan Kepada Presiden dan Wakil Presiden
SEKRETARIAT MILITER
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Sekretariat Negara
Program Penyelenggaraan Pelayanan Dukungan Kebijakan Kepada Presiden dan Wakil Presiden
PASUKAN PENGAMANAN PRESIDEN
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Sekretariat Negara
DEWAN PERTIMBANGAN PRESIDEN
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Sekretariat Negara
UNIT KERJA PRESIDEN BD.PENGAWASAN & PENGENDALIAN PEMBANGUNAN (UKP-PPP)
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Sekretariat Negara
LEMBAGA PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN (LPSK)
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Sekretariat Negara
KEMENTERIAN DALAM NEGERI
SEKRETARIAT JENDERAL
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kementerian Dalam Negeri
Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Kementerian Dalam Negeri
Program Pendidikan Kepamongprajaan
INSPEKTORAT JENDERAL
Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur Kementerian Dalam Negeri
DITJEN KESATUAN BANGSA DAN POLITIK
Program Pembinaan Kesatuan Bangsa dan Politik
DITJEN PEMERINTAHAN UMUM

09
007
007.01
01
02
06
007.03
01
06
007.04
01
02
06
007.05
01
06
007.06
01
007.07
01
007.08
01
007.09
01
010
010.01
01
02
12
010.02
03
010.03
11
010.04

REALISASI DI ATAS
(DI BAWAH) ANGGARAN
7

3.770.383.574.000
2.186.247.900.000
615.890.558.000
21.345.800.000
108.202.504.000
91.174.002.000
509.535.500.000
217.269.274.000

1.279.597.509.912
965.961.342.222
46.924.465.309
5.358.925.481
41.887.933.041
18.504.521.743
159.829.811.816
37.878.392.450

629.014.661
554.048.612
1.370.000
776.049
112.000
72.690.000

1.278.968.495.251
965.407.293.610
46.924.465.309
5.357.555.481
41.887.156.992
18.504.409.743
159.829.811.816
37.805.702.450

(2.491.415.078.749)
(1.220.840.606.390)
(568.966.092.691)
(15.988.244.519)
(66.315.347.008)
(72.669.592.257)
(349.705.688.184)
(179.463.571.550)

20.718.036.000
2.606.052.679.000
1.712.495.115.000
1.240.733.381.000
423.779.688.000
47.982.046.000
461.000.000.000
272.408.800.000
188.591.200.000
180.384.412.000
46.081.500.000
54.396.530.000
79.906.382.000
37.983.694.000
5.238.140.000
32.745.554.000
34.463.458.000
34.463.458.000
44.500.000.000
44.500.000.000
76.226.000.000
76.226.000.000
59.000.000.000
59.000.000.000
17.134.374.518.000
728.102.538.000
257.011.013.000
130.057.557.000
341.033.968.000
53.901.735.000
53.901.735.000
188.782.200.000
188.782.200.000
481.329.519.000

3.252.117.850
418.178.094.691
212.701.927.072
147.248.845.930
61.943.606.776
3.509.474.366
98.167.941.939
73.714.300.801
24.453.641.138
45.989.564.244
27.038.404.585
6.077.278.801
12.873.880.858
6.797.239.294
1.679.326.234
5.117.913.060
12.872.860.986
12.872.860.986
13.654.165.782
13.654.165.782
17.235.555.017
17.235.555.017
10.758.840.357
10.758.840.357
5.412.338.113.679
210.416.424.407
80.000.331.451
11.092.567.275
119.323.525.681
18.645.646.492
18.645.646.492
77.049.239.512
77.049.239.512
83.344.744.415

18.000
481.717.497
56.891.150
56.891.150

3.252.099.850
417.696.377.194
212.645.035.922
147.191.954.780
61.943.606.776
3.509.474.366
98.121.420.934
73.667.779.796
24.453.641.138
45.929.853.744
26.978.694.085
6.077.278.801
12.873.880.858
6.779.489.766
1.679.296.234
5.100.193.532
12.872.860.986
12.872.860.986
13.654.165.782
13.654.165.782
17.206.451.317
17.206.451.317
10.487.098.743
10.487.098.743
5.411.235.546.783
210.323.976.468
79.933.728.326
11.092.567.275
119.297.680.867
18.640.659.881
18.640.659.881
77.040.121.458
77.040.121.458
83.053.935.135

(17.465.936.150)
(2.188.356.301.806)
(1.499.850.079.078)
(1.093.541.426.220)
(361.836.081.224)
(44.472.571.634)
(362.878.579.066)
(198.741.020.204)
(164.137.558.862)
(134.454.558.256)
(19.102.805.915)
(48.319.251.199)
(67.032.501.142)
(31.204.204.234)
(3.558.843.766)
(27.645.360.468)
(21.590.597.014)
(21.590.597.014)
(30.845.834.218)
(30.845.834.218)
(59.019.548.683)
(59.019.548.683)
(48.512.901.257)
(48.512.901.257)
(11.723.138.971.217)
(517.778.561.532)
(177.077.284.674)
(118.964.989.725)
(221.736.287.133)
(35.261.075.119)
(35.261.075.119)
(111.742.078.542)
(111.742.078.542)
(398.275.583.865)

46.521.005
46.521.005
59.710.500
59.710.500

17.749.528
30.000
17.719.528
29.103.700
29.103.700
271.741.614
271.741.614
1.102.566.896
92.447.939
66.603.125
25.844.814
4.986.611
4.986.611
9.118.054
9.118.054
290.809.280

DAFTAR LRA - 192 -

LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT SEMESTER I TAHUN 2012 (UNAUDITED )

DAFTAR 2.D

LAPORAN REALISASI ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT
MENURUT BA, ESELON I DAN PROGRAM
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012
(Dalam Rupiah)
KODE BA
ESELON I
1

BA, ESELON I DAN PROGRAM

ANGGARAN

REALISASI BRUTO

PENGEMBALIAN

REALISASI NETTO

2

3

4

5

6

08
010.05
13
010.06
06
010.07
07
010.08
10
010.09
09
010.11
04
010.12
05
011
011.01
01
02
011.02
08

Program Penguatan Penyelenggaraan Pemerintahan Umum
DITJEN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA
Program Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa
DITJEN BINA PEMBANGUNAN DAERAH
Program Bina Pembangunan Daerah
DITJEN OTONOMI DAERAH
Program Pengelolaan Desentralisasi dan Otonomi Daerah
DITJEN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN
Program Penataan Administrasi Kependudukan
DITJEN BINA ADMINISTRASI KEUANGAN DAERAH
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan Pemerintah Daerah
BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN
Program Penelitian dan Pengembangan Kementerian Dalam Negeri
BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
Program Pendidikan dan Pelatihan Aparatur Kementerian Dalam Negeri
KEMENTERIAN LUAR NEGERI
SEKRETARIAT JENDERAL
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kementerian Luar Negeri
Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Kementerian Luar Negeri
DITJEN ASIA PASIFIK DAN AFRIKA
Program Pemantapan Hubungan dan Politik Luar Negeri Serta Optimalisasi Diplomasi di Kawasan Asia Pasifik dan Afrika

011.03
10

DITJEN AMERIKA DAN EROPA
Program Pemantapan Hubungan dan Politik Luar Negeri Serta Optimalisasi Diplomasi di Kawasan Amerika dan Eropa

011.04
06
011.05
07
011.06
13
011.07
09
011.08
12
011.09
03
011.11
11
012
012.01
01
02

DITJEN KERJASAMA ASEAN
Program Peningkatan Hubungan dan Politik Luar Negeri Melalui Kerjasama ASEAN
DIREKTORAT JENDERAL MULTILATERAL
Program Peningkatan Peran dan Diplomasi Indonesia di Bidang Multilateral
DIREKTORAT JENDERAL INFORMASI DAN DIPLOMASI PUBLIK
Program Optimalisasi Informasi dan Diplomasi Publik
DIREKTORAT JENDERAL HUKUM DAN PERJANJIAN INTERNASIONAL
Program Optimalisasi Diplomasi Terkait Dengan Pengelolaan Hukum dan Perjanjian Internasional
DIREKTORAT JENDERAL PROTOKOL DAN KONSULER
Program Peningkatan Kualitas Pelayanan Keprotokolan dan Kekonsuleran
INSPEKTORAT JENDERAL
Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur Kementerian Luar Negeri
BADAN PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN
Program Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Luar Negeri
KEMENTERIAN PERTAHANAN
KEMENTERIAN PERTAHANAN
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kementerian Pertahanan
Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Kementerian Pertahanan

REALISASI DI ATAS
(DI BAWAH) ANGGARAN
7

481.329.519.000
11.031.124.840.000
11.031.124.840.000
510.479.289.000
510.479.289.000
133.322.083.000
133.322.083.000
3.695.121.798.000
3.695.121.798.000
67.451.423.000
67.451.423.000
56.347.471.000
56.347.471.000
188.411.622.000
188.411.622.000
5.242.050.193.000
4.536.720.723.000
4.181.520.723.000
355.200.000.000
42.900.000.000
42.900.000.000

83.344.744.415
4.090.961.288.180
4.090.961.288.180
87.584.874.847
87.584.874.847
36.828.220.546
36.828.220.546
714.586.681.113
714.586.681.113
23.886.067.150
23.886.067.150
16.940.269.765
16.940.269.765
52.094.657.252
52.094.657.252
1.272.416.714.369
961.520.029.057
948.928.580.655
12.591.448.402
15.030.210.496
15.030.210.496

290.809.280
118.948.494
118.948.494
440.496.671
440.496.671
83.357.371
83.357.371
2.692.071
2.692.071
55.712.387
55.712.387
1.135.226
1.135.226
2.862.792
2.862.792
1.874.338.682
1.156.529.358
1.156.529.358
142.427.996
142.427.996

83.053.935.135
4.090.842.339.686
4.090.842.339.686
87.144.378.176
87.144.378.176
36.744.863.175
36.744.863.175
714.583.989.042
714.583.989.042
23.830.354.763
23.830.354.763
16.939.134.539
16.939.134.539
52.091.794.460
52.091.794.460
1.270.542.375.687
960.363.499.699
947.772.051.297
12.591.448.402
14.887.782.500
14.887.782.500

(398.275.583.865)
(6.940.282.500.314)
(6.940.282.500.314)
(423.334.910.824)
(423.334.910.824)
(96.577.219.825)
(96.577.219.825)
(2.980.537.808.958)
(2.980.537.808.958)
(43.621.068.237)
(43.621.068.237)
(39.408.336.461)
(39.408.336.461)
(136.319.827.540)
(136.319.827.540)
(3.971.507.817.313)
(3.576.357.223.301)
(3.233.748.671.703)
(342.608.551.598)
(28.012.217.500)
(28.012.217.500)

34.599.470.000
34.599.470.000

11.183.950.512
11.183.950.512

70.232.913
70.232.913

11.113.717.599
11.113.717.599

(23.485.752.401)
(23.485.752.401)

53.200.000.000
53.200.000.000
300.532.000.000
300.532.000.000
71.440.000.000
71.440.000.000
35.950.000.000
35.950.000.000
117.260.000.000
117.260.000.000
24.747.000.000
24.747.000.000
24.701.000.000
24.701.000.000
72.538.508.931.000
19.002.116.581.000
899.835.582.000
15.568.223.302.000

14.090.358.279
14.090.358.279
211.024.087.268
211.024.087.268
18.810.957.367
18.810.957.367
9.080.270.109
9.080.270.109
19.203.513.194
19.203.513.194
5.603.990.688
5.603.990.688
6.869.347.399
6.869.347.399
29.703.602.582.927
3.298.590.765.656
399.292.368.584
2.183.263.723.481

79.959.492
79.959.492
99.611.940
99.611.940
67.726.650
67.726.650
22.023.114
22.023.114
118.908.797
118.908.797
43.090.513
43.090.513
73.827.909
73.827.909
6.929.432.836
167.224.456
162.577.256
-

14.010.398.787
14.010.398.787
210.924.475.328
210.924.475.328
18.743.230.717
18.743.230.717
9.058.246.995
9.058.246.995
19.084.604.397
19.084.604.397
5.560.900.175
5.560.900.175
6.795.519.490
6.795.519.490
29.696.673.150.091
3.298.423.541.200
399.129.791.328
2.183.263.723.481

(39.189.601.213)
(39.189.601.213)
(89.607.524.672)
(89.607.524.672)
(52.696.769.283)
(52.696.769.283)
(26.891.753.005)
(26.891.753.005)
(98.175.395.603)
(98.175.395.603)
(19.186.099.825)
(19.186.099.825)
(17.905.480.510)
(17.905.480.510)
(42.841.835.780.909)
(15.703.693.039.800)
(500.705.790.672)
(13.384.959.578.519)

DAFTAR LRA - 193 -

LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT SEMESTER I TAHUN 2012 (UNAUDITED )

DAFTAR 2.D

LAPORAN REALISASI ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT
MENURUT BA, ESELON I DAN PROGRAM
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012
(Dalam Rupiah)
KODE BA
ESELON I
1
03
04
05
06
07
08
09
10
012.21
11
12
13
23
012.22
14
15
16
24
00
012.23
17
18
19
25
012.24
20
21
22
26
013
013.01
01
02
00
24
013.02
03
013.03
07
013.05
08
013.06

BA, ESELON I DAN PROGRAM

ANGGARAN

REALISASI BRUTO

PENGEMBALIAN

REALISASI NETTO

2

3

4

5

6

Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur Kementerian Pertahanan
Program Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertahanan
Program Pendidikan dan Pelatihan Kemhan/TNI
Program Strategi Pertahanan
Program Perencanaan Umum dan Penganggaran Pertahanan
Program Pengembangan Teknologi dan Industri Pertahanan
Program Potensi Pertahanan
Program Kekuatan Pertahanan
MARKAS BESAR TNI
Program Penggunaan Kekuatan Pertahanan Integratif
Program Modernisasi Alutsista/ Non-Alutsista/ Sarpras Integratif
Program Profesionalisme Prajurit Integratif
Program Penyelenggaraan Manajemen dan Operasional Integratif
MARKAS BESAR TNI AD
Program Dukungan Kesiapan Matra Darat
Program Modernisasi Alutsista dan Non Alutsista/ Sarana dan Prasarana Matra Darat
Program Peningkatan Profesionalisme Personel Matra Darat
Program Penyelenggaraan Manajemen dan Operasional Matra Darat
Program Tidak ada
MARKAS BESAR TNI AL
Program Dukungan Kesiapan Matra Laut
Program Modernisasi Alutsista (Alat Utama Sistem Pertahanan) dan Non Alutsista Serta Pengembangan Fasilitas dan
Sarana Prasarana Matra Laut
Program Peningkatan Profesionalisme Personel Matra Laut
Program Penyelenggaraan Manajemen dan Operasional Matra Laut
MARKAS BESAR TNI AU
Program Dukungan Kesiapan Matra Udara
Program Modernisasi Alutsista Dan Non Alutsista Serta Pengembangan Fasilitas Dan Sarpras Matra Udara
Program Peningkatan Profesionalisme Personel Matra Udara
Program Penyelenggaraan Manajemen dan Operasional Matra Udara
KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
SEKRETARIAT JENDERAL
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kementerian Hukum dan HAM
Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Kementerian Hukum dan HAM
Program Tidak ada
Program Tidak ada
INSPEKTORAT JENDERAL
Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur Kementerian Hukum dan HAM
DITJEN ADMINISTRASI HUKUM UMUM
Program Administrasi Hukum Umum
DITJEN PEMASYARAKATAN
Program Pembinaan dan Penyelenggaraan Pemasyarakatan
DITJEN IMIGRASI

21.684.237.000
143.810.744.000
157.388.144.000
47.967.885.000
33.834.722.000
1.600.000.000.000
42.187.287.000
487.184.678.000
6.023.671.845.000
1.788.795.560.000
741.428.174.000
318.200.000.000
3.175.248.111.000
30.297.094.219.000
477.104.859.000
2.514.069.469.000
911.453.526.000
26.394.466.365.000
9.204.937.080.000
1.078.825.000.000
1.084.012.000.000
326.796.000.000
6.715.304.080.000
8.010.689.206.000
559.405.595.000
3.460.445.443.000
280.808.017.000
3.710.030.151.000
6.977.807.206.000
5.594.369.544.000
5.257.849.344.000
336.520.200.000

28.777.871.000
28.777.871.000
93.995.228.000
93.995.228.000
61.608.996.000
61.608.996.000
880.895.509.000

REALISASI DI ATAS
(DI BAWAH) ANGGARAN
7

10.808.710.000
69.669.529.000
77.125.798.000
17.680.438.000
15.389.118.000
495.483.600.591
12.354.258.000
17.523.222.000
2.607.206.530.762
894.726.662.000
295.714.062.000
131.426.733.000
1.285.339.073.762
14.832.601.116.711
238.552.362.000
1.046.765.856.000
416.976.666.000
13.130.306.232.711
4.268.791.731.586
299.615.739.000
464.405.979.000

4.647.200
403.298.558
11.095.230
3.943.000
2.674.200
385.586.128
4.763.021.175
4.408.556.801
354.464.374
545.893.974
-

10.808.710.000
69.669.529.000
77.125.798.000
17.680.438.000
15.389.118.000
495.483.600.591
12.349.610.800
17.523.222.000
2.606.803.232.204
894.715.566.770
295.710.119.000
131.424.058.800
1.284.953.487.634
14.828.192.559.910
238.552.362.000
1.046.765.856.000
416.976.666.000
13.125.897.675.910
(354.464.374)
4.268.245.837.612
299.615.739.000
464.405.979.000

(10.875.527.000)
(74.141.215.000)
(80.262.346.000)
(30.287.447.000)
(18.445.604.000)
(1.104.516.399.409)
(29.837.676.200)
(469.661.456.000)
(3.416.868.612.796)
(894.079.993.230)
(445.718.055.000)
(186.775.941.200)
(1.890.294.623.366)
(15.468.901.659.090)
(238.552.497.000)
(1.467.303.613.000)
(494.476.860.000)
(13.268.568.689.090)
(354.464.374)
(4.936.691.242.388)
(779.209.261.000)
(619.606.021.000)

160.605.633.000
3.344.164.380.586
4.696.412.438.212
235.803.966.000
2.528.281.523.000
135.232.921.000
1.797.094.028.212
2.469.491.196.775
2.242.582.694.566
2.180.136.461.529
62.446.233.037
14.010.889.728
14.010.889.728
34.927.019.857
34.927.019.857
23.026.302.309
23.026.302.309
40.341.761.562

45.847.100
500.046.874
1.049.994.673
207.106.995
842.887.678
3.271.022.778
1.661.312.012
1.653.085.150
950.100
3.554.000
3.722.762
23.292.917
23.292.917
20.400.959
20.400.959
85.116.565
85.116.565
1.280.994.682

160.559.785.900
3.343.664.333.712
4.695.362.443.539
235.803.966.000
2.528.074.416.005
135.232.921.000
1.796.251.140.534
2.466.220.173.997
2.240.921.382.554
2.178.483.376.379
62.445.282.937
(3.554.000)
(3.722.762)
13.987.596.811
13.987.596.811
34.906.618.898
34.906.618.898
22.941.185.744
22.941.185.744
39.060.766.880

(166.236.214.100)
(3.371.639.746.288)
(3.315.326.762.461)
(323.601.629.000)
(932.371.026.995)
(145.575.096.000)
(1.913.779.010.466)
(4.511.587.032.003)
(3.353.448.161.446)
(3.079.365.967.621)
(274.074.917.063)
(3.554.000)
(3.722.762)
(14.790.274.189)
(14.790.274.189)
(59.088.609.102)
(59.088.609.102)
(38.667.810.256)
(38.667.810.256)
(841.834.742.120)

DAFTAR LRA - 194 -

LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT SEMESTER I TAHUN 2012 (UNAUDITED )

DAFTAR 2.D

LAPORAN REALISASI ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT
MENURUT BA, ESELON I DAN PROGRAM
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012
(Dalam Rupiah)
KODE BA
ESELON I
1
10
013.07
09
013.08
06
013.09
11
013.10
12
013.11
04
013.12
05
015
015.01
01
015.02
03
015.03
07
015.04
12
015.05
13
015.06
08
015.07
14
015.08
09
015.09
10
015.10
06
015.11
04
015.12
11
018
018.01
01
018.02
03

BA, ESELON I DAN PROGRAM

ANGGARAN

REALISASI BRUTO

PENGEMBALIAN

REALISASI NETTO

2

3

4

5

6

Program Peningkatan Pelayanan dan Pengawasan Keimigrasian
DITJEN HAK ATAS KEKAYAAN INTELEKTUAL
Program Pembinaan / Penyelenggaraan HKI
DITJEN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN
Program Pembentukan Hukum
DITJEN HAK ASASI MANUSIA
Program Perlindungan dan Pemenuhan HAM
BADAN PEMBINAAN HUKUM NASIONAL
Program Pembinaan Hukum Nasional
BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANAN HAM
Program Penelitian dan Pengembangan Kementerian Hukum dan HAM
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
Program Pendidikan dan Pelatihan Aparatur Kementerian Hukum dan HAM
KEMENTERIAN KEUANGAN
SEKRETARIAT JENDERAL
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kementerian Keuangan
INSPEKTORAT JENDERAL
Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur Kementerian Keuangan
DITJEN ANGGARAN
Program Pengelolaan Anggaran Negara
DITJEN PAJAK
Program Peningkatan dan Pengamanan Penerimaan Pajak
DITJEN BEA DAN CUKAI
Program Pengawasan, Pelayanan, dan Penerimaan di Bidang Kepabeanan dan Cukai
DITJEN PERIMBANGAN KEUANGAN
Program Peningkatan Pengelolaan Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah
DITJEN PENGELOLAAN UTANG
Program Pengelolaaan dan Pembiayaan Utang
DITJEN PERBENDAHARAAN
Program Pengelolaan Perbendaharaan Negara
DITJEN KEKAYAAN NEGARA
Program Pengelolaan Kekayaan Negara,Penyelesaian Pengurusan Piutang Negara dan Pelayanan Lelang
BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN
Program Pengaturan, Pembinaan dan Pengawasan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Non Bank
BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN
Program Pendidikan dan Pelatihan Aparatur Kementerian Keuangan
BADAN KEBIJAKAN FISKAL
Program Perumusan Kebijakan Fiskal
KEMENTERIAN PERTANIAN
SEKRETARIAT JENDERAL
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kementerian Pertanian
INSPEKTORAT JENDERAL
Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur Kementerian Pertanian

880.895.509.000
89.179.263.000
89.179.263.000
52.931.701.000
52.931.701.000
27.484.307.000
27.484.307.000
46.664.761.000
46.664.761.000
22.026.679.000
22.026.679.000
79.873.347.000
79.873.347.000
17.779.977.967.000
6.807.234.343.000
6.807.234.343.000
100.165.522.000
100.165.522.000
132.743.308.000
132.743.308.000
5.383.947.507.000
5.383.947.507.000
2.108.339.202.000
2.108.339.202.000
143.003.308.000
143.003.308.000
87.560.000.000
87.560.000.000
1.531.412.798.000
1.531.412.798.000
672.794.553.000
672.794.553.000
194.020.936.000
194.020.936.000
447.612.515.000
447.612.515.000
171.143.975.000
171.143.975.000
17.831.179.302.000
677.335.207.000
677.335.207.000
70.489.900.000
70.489.900.000

40.341.761.562
22.945.615.365
22.945.615.365
12.049.542.720
12.049.542.720
12.805.884.775
12.805.884.775
17.612.346.345
17.612.346.345
11.322.953.268
11.322.953.268
37.866.186.280
37.866.186.280
6.706.378.107.790
2.788.179.760.470
2.788.179.760.470
35.034.669.601
35.034.669.601
50.143.712.276
50.143.712.276
2.074.060.511.967
2.074.060.511.967
624.008.174.662
624.008.174.662
41.833.110.426
41.833.110.426
24.415.774.794
24.415.774.794
582.761.350.246
582.761.350.246
222.789.584.021
222.789.584.021
57.964.573.936
57.964.573.936
165.872.867.336
165.872.867.336
39.314.018.055
39.314.018.055
7.081.134.466.612
149.787.126.903
149.787.126.903
33.354.883.038
33.354.883.038

1.280.994.682
11.783.051
11.783.051
17.762.459
17.762.459
563.746
563.746
435.213
435.213
19.988.684
19.988.684
149.372.490
149.372.490
2.851.691.563
718.886.327
718.886.327
105.013.100
105.013.100
114.844.076
114.844.076
633.686.261
633.686.261
375.212.095
375.212.095
119.469.940
119.469.940
35.572.821
35.572.821
168.163.339
168.163.339
97.823.802
97.823.802
139.199.187
139.199.187
337.303.764
337.303.764
6.516.851
6.516.851
1.748.352.790
58.185.151
58.185.151
9.532.828
9.532.828

39.060.766.880
22.933.832.314
22.933.832.314
12.031.780.261
12.031.780.261
12.805.321.029
12.805.321.029
17.611.911.132
17.611.911.132
11.302.964.584
11.302.964.584
37.716.813.790
37.716.813.790
6.703.526.416.227
2.787.460.874.143
2.787.460.874.143
34.929.656.501
34.929.656.501
50.028.868.200
50.028.868.200
2.073.426.825.706
2.073.426.825.706
623.632.962.567
623.632.962.567
41.713.640.486
41.713.640.486
24.380.201.973
24.380.201.973
582.593.186.907
582.593.186.907
222.691.760.219
222.691.760.219
57.825.374.749
57.825.374.749
165.535.563.572
165.535.563.572
39.307.501.204
39.307.501.204
7.079.386.113.822
149.728.941.752
149.728.941.752
33.345.350.210
33.345.350.210

REALISASI DI ATAS
(DI BAWAH) ANGGARAN
7
(841.834.742.120)
(66.245.430.686)
(66.245.430.686)
(40.899.920.739)
(40.899.920.739)
(14.678.985.971)
(14.678.985.971)
(29.052.849.868)
(29.052.849.868)
(10.723.714.416)
(10.723.714.416)
(42.156.533.210)
(42.156.533.210)
(11.076.451.550.773)
(4.019.773.468.857)
(4.019.773.468.857)
(65.235.865.499)
(65.235.865.499)
(82.714.439.800)
(82.714.439.800)
(3.310.520.681.294)
(3.310.520.681.294)
(1.484.706.239.433)
(1.484.706.239.433)
(101.289.667.514)
(101.289.667.514)
(63.179.798.027)
(63.179.798.027)
(948.819.611.093)
(948.819.611.093)
(450.102.792.781)
(450.102.792.781)
(136.195.561.251)
(136.195.561.251)
(282.076.951.428)
(282.076.951.428)
(131.836.473.796)
(131.836.473.796)
(10.751.793.188.178)
(527.606.265.248)
(527.606.265.248)
(37.144.549.790)
(37.144.549.790)

DAFTAR LRA - 195 -

LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT SEMESTER I TAHUN 2012 (UNAUDITED )

DAFTAR 2.D

LAPORAN REALISASI ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT
MENURUT BA, ESELON I DAN PROGRAM
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012
(Dalam Rupiah)
KODE BA
ESELON I
1

BA, ESELON I DAN PROGRAM

ANGGARAN

REALISASI BRUTO

PENGEMBALIAN

REALISASI NETTO

2

3

4

5

6

018.03
06

DITJEN TANAMAN PANGAN
Program Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Tanaman Pangan Untuk Mencapai Swasembada dan
Swasembada Berkelanjutan
DITJEN HOLTIKULTURA
Program Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Produk Tanaman Hortikultura Berkelanjutan
DITJEN PERKEBUNAN
Program Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Tanaman Perkebunan Berkelanjutan
DITJEN PETERNAKAN
Program Pencapaian Swasembada Daging Sapi dan Peningkatan Penyediaan Pangan Hewani yang Aman, Sehat, Utuh dan
Halal
DITJEN PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL PERTANIAN
Program Peningkatan Nilai Tambah, Daya Saing, Industri Hilir, Pemasaran dan Ekspor Hasil Pertanian
DITJEN PENGELOLAAN LAHAN DAN AIR
Program Penyediaan dan Pengembangan Prasarana dan Sarana Pertanian
BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERTANIAN
Program Penciptaan Teknologi dan Varietas Unggul Berdaya Saing
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERTANIAN
Program Pengembangan SDM Pertanian dan Kelembagaan Petani
BADAN KETAHANAN PANGAN
Program Peningkatan Diversifikasi dan Ketahanan Pangan Masyarakat
BADAN KARANTINA PERTANIAN
Program Peningkatan Kualitas Pengkarantinaan Pertanian dan Pengawasan Keamanan Hayati
KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN
SEKRETARIAT JENDERAL
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kementerian Perindustrian
Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Kementerian Perindustrian
Program Tidak ada
DIREKTORAT JENDERAL INDUSTRI AGRO
Program Revitalisasi dan Penumbuhan Industri Agro
DIREKTORAT JENDERAL BASIS INDUSTRI MANUFAKTUR
Program Revitalisasi dan Penumbuhan Basis Industri Manufaktur
DIREKTORAT JENDERAL INDUSTRI UNGGULAN BERBASIS TEKNOLOGI TINGGI
Program Penumbuhan Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi
DIREKTORAT JENDERAL INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH
Program Revitalisasi dan Penumbuhan IKM
INSPEKTORAT JENDERAL
Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur Kementerian Perindustrian
BADAN PENGKAJIAN KEBIJAKAN, IKLIM DAN MUTU INDUSTRI
Program Pengkajian Kebijakan, Iklim dan Mutu Industri
DIREKTORAT JENDERAL PENGEMBANGAN PERWILAYAHAN INDUSTRI
Program Pengembangan Perwilayahan Industri
DIREKTORAT JENDERAL KERJASAMA INDUSTRI INTERNATIONAL
Program Kerja Sama Industri Internasional

018.04
07
018.05
08
018.06
09
018.07
10
018.08
11
018.09
12
018.10
13
018.11
14
018.12
15
019
019.01
01
02
19
019.02
07
019.03
06
019.04
08
019.05
09
019.06
03
019.07
12
019.08
10
019.09
11

REALISASI DI ATAS
(DI BAWAH) ANGGARAN
7

3.115.491.991.000
3.115.491.991.000

941.393.727.750
941.393.727.750

10.106.636
10.106.636

941.383.621.114
941.383.621.114

(2.174.108.369.886)
(2.174.108.369.886)

581.888.300.000
581.888.300.000
1.488.774.700.000
1.488.774.700.000
2.598.880.400.000
2.598.880.400.000

269.891.961.308
269.891.961.308
678.702.675.966
678.702.675.966
1.074.318.681.237
1.074.318.681.237

2.551.276
2.551.276
108.192.424
108.192.424
412.658.071
412.658.071

269.889.410.032
269.889.410.032
678.594.483.542
678.594.483.542
1.073.906.023.166
1.073.906.023.166

(311.998.889.968)
(311.998.889.968)
(810.180.216.458)
(810.180.216.458)
(1.524.974.376.834)
(1.524.974.376.834)

519.623.100.000
519.623.100.000
4.479.720.700.000
4.479.720.700.000
1.436.952.800.000
1.436.952.800.000
1.419.377.621.000
1.419.377.621.000
695.250.000.000
695.250.000.000
747.394.583.000
747.394.583.000
2.548.917.479.000
561.458.263.000
538.627.063.000
22.831.200.000

211.882.983.036
211.882.983.036
2.164.501.262.866
2.164.501.262.866
480.924.557.947
480.924.557.947
556.894.693.348
556.894.693.348
255.794.742.605
255.794.742.605
263.687.170.608
263.687.170.608
672.126.724.811
194.024.191.857
185.940.898.737
8.083.293.120
71.539.403.848
71.539.403.848
68.113.398.854
68.113.398.854
30.859.848.033
30.859.848.033
99.085.642.110
99.085.642.110
17.743.079.162
17.743.079.162
153.647.821.906
153.647.821.906
17.780.328.419
17.780.328.419
19.333.010.622
19.333.010.622

5.179.618
5.179.618
160.864.509
160.864.509
335.880.744
335.880.744
578.778.035
578.778.035
3.762.078
3.762.078
62.661.420
62.661.420
314.773.819
140.781.609
140.676.609
105.000
66.532.948
66.532.948
3.162.417
3.162.417
939.600
939.600
14.770.931
14.770.931
12.748.107
12.748.107
43.072.230
43.072.230
27.685.687
27.685.687
5.080.290
5.080.290

211.877.803.418
211.877.803.418
2.164.340.398.357
2.164.340.398.357
480.588.677.203
480.588.677.203
556.315.915.313
556.315.915.313
255.790.980.527
255.790.980.527
263.624.509.188
263.624.509.188
671.811.950.992
193.883.410.248
185.800.222.128
8.083.293.120
(105.000)
71.472.870.900
71.472.870.900
68.110.236.437
68.110.236.437
30.858.908.433
30.858.908.433
99.070.871.179
99.070.871.179
17.730.331.055
17.730.331.055
153.604.749.676
153.604.749.676
17.752.642.732
17.752.642.732
19.327.930.332
19.327.930.332

(307.745.296.582)
(307.745.296.582)
(2.315.380.301.643)
(2.315.380.301.643)
(956.364.122.797)
(956.364.122.797)
(863.061.705.687)
(863.061.705.687)
(439.459.019.473)
(439.459.019.473)
(483.770.073.812)
(483.770.073.812)
(1.877.105.528.008)
(367.574.852.752)
(352.826.840.872)
(14.747.906.880)
(105.000)
(290.061.504.100)
(290.061.504.100)
(361.784.542.563)
(361.784.542.563)
(124.164.871.567)
(124.164.871.567)
(262.141.670.821)
(262.141.670.821)
(30.885.287.945)
(30.885.287.945)
(305.248.978.324)
(305.248.978.324)
(95.378.141.268)
(95.378.141.268)
(39.865.678.668)
(39.865.678.668)

361.534.375.000
361.534.375.000
429.894.779.000
429.894.779.000
155.023.780.000
155.023.780.000
361.212.542.000
361.212.542.000
48.615.619.000
48.615.619.000
458.853.728.000
458.853.728.000
113.130.784.000
113.130.784.000
59.193.609.000
59.193.609.000

DAFTAR LRA - 196 -

LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT SEMESTER I TAHUN 2012 (UNAUDITED )

DAFTAR 2.D

LAPORAN REALISASI ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT
MENURUT BA, ESELON I DAN PROGRAM
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012
(Dalam Rupiah)
KODE BA
ESELON I
1

BA, ESELON I DAN PROGRAM

ANGGARAN

REALISASI BRUTO

PENGEMBALIAN

REALISASI NETTO

2

3

4

5

6

020
020.01
01
02
020.02
03
020.04
06
020.05
07
020.06
08
020.07
11
020.11
04
020.12
05
020.13
09
020.14
10

KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
SEKRETARIAT JENDERAL
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kementerian ESDM
Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Kementerian ESDM
INSPEKTORAT JENDERAL
Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur Kementerian ESDM
DITJEN MINYAK DAN GAS BUMI
Program Pengelolaan dan Penyediaan Minyak dan Gas Bumi
DITJEN KETENAGALISTRIKAN
Program Pengelolaan Ketenagalistrikan
DITJEN MINERAL DAN BATUBARA
Program Pembinaan dan Pengusahaan Mineral dan Batubara
DEWAN ENERGI NASIONAL
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Dewan Energi Nasional
BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
Program Penelitian dan Pengembangan Kementerian ESDM
BADAN DIKLAT ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
Program Pendidikan dan Pelatihan ESDM
BADAN GEOLOGI
Program Penelitian, Mitigasi dan Pelayanan Geologi
BPH MIGAS
Program Pengaturan dan Pengawasan Penyediaan dan Pendistribusian Bahan Bakar Minyak dan Pengangkutan Gas Bumi
Melalui Pipa
DITJEN ENERGI BARU TERBARUKAN DAN KONSERVASI ENERGI
Program Pengelolaan Energi Baru Terbarukan Dan Konservasi Energi
KEMENTERIAN PERHUBUNGAN
SEKRETARIAT JENDERAL
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kementerian Perhubungan
INSPEKTORAT JENDERAL
Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur Kementerian Perhubungan
DITJEN PERHUBUNGAN DARAT
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan Transportasi Darat
DITJEN PERHUBUNGAN LAUT
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan Transportasi Laut
DITJEN PERHUBUNGAN UDARA
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan Transportasi Udara
DIREKTORAT JENDERAL PERKERETAAPIAN
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan Transportasi Perkeretaapian
BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERHUBUNGAN
Program Penelitian dan Pengembangan Kementerian Perhubungan
BADAN PENDIDIKAN DAN LATIHAN PERHUBUNGAN
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan
KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL

020.15
12
022
022.01
01
022.02
03
022.03
06
022.04
08
022.05
09
022.08
07
022.11
04
022.12
05
023

REALISASI DI ATAS
(DI BAWAH) ANGGARAN
7

15.804.719.984.000
908.036.388.000
851.529.388.000
56.507.000.000
128.656.000.000
128.656.000.000
956.816.691.000
956.816.691.000
9.394.042.400.000
9.394.042.400.000
406.595.604.000
406.595.604.000
71.823.550.000
71.823.550.000
671.991.120.000
671.991.120.000
706.523.129.000
706.523.129.000
970.957.825.000
970.957.825.000
268.932.800.000
268.932.800.000

1.746.772.476.023
214.918.730.036
214.380.531.036
538.199.000
34.846.901.724
34.846.901.724
204.812.193.742
204.812.193.742
683.643.053.430
683.643.053.430
57.312.175.797
57.312.175.797
20.456.234.497
20.456.234.497
112.456.762.941
112.456.762.941
144.513.292.412
144.513.292.412
197.346.147.355
197.346.147.355
40.282.703.939
40.282.703.939

1.041.624.674
41.181.532
41.181.532
303.506.837
303.506.837
15.202.269
15.202.269
133.412.055
133.412.055
173.070.724
173.070.724
83.101.251
83.101.251
14.106.002
14.106.002
26.756.471
26.756.471
251.274.756
251.274.756
-

1.745.730.851.349
214.877.548.504
214.339.349.504
538.199.000
34.543.394.887
34.543.394.887
204.796.991.473
204.796.991.473
683.509.641.375
683.509.641.375
57.139.105.073
57.139.105.073
20.373.133.246
20.373.133.246
112.442.656.939
112.442.656.939
144.486.535.941
144.486.535.941
197.094.872.599
197.094.872.599
40.282.703.939
40.282.703.939

(14.058.989.132.651)
(693.158.839.496)
(637.190.038.496)
(55.968.801.000)
(94.112.605.113)
(94.112.605.113)
(752.019.699.527)
(752.019.699.527)
(8.710.532.758.625)
(8.710.532.758.625)
(349.456.498.927)
(349.456.498.927)
(51.450.416.754)
(51.450.416.754)
(559.548.463.061)
(559.548.463.061)
(562.036.593.059)
(562.036.593.059)
(773.862.952.401)
(773.862.952.401)
(228.650.096.061)
(228.650.096.061)

1.320.344.477.000
1.320.344.477.000
28.117.714.349.000
507.803.942.000
507.803.942.000
78.279.226.000
78.279.226.000
2.482.792.346.000
2.482.792.346.000
9.419.143.665.000
9.419.143.665.000
5.422.266.024.000
5.422.266.024.000
7.334.142.983.000
7.334.142.983.000
207.047.416.000
207.047.416.000
2.666.238.747.000
2.666.238.747.000
64.350.856.433.000

36.184.280.150
36.184.280.150
7.804.582.368.504
147.638.335.060
147.638.335.060
23.946.233.574
23.946.233.574
559.685.003.406
559.685.003.406
3.024.302.951.653
3.024.302.951.653
1.553.779.418.110
1.553.779.418.110
1.812.553.292.825
1.812.553.292.825
57.779.185.035
57.779.185.035
624.897.948.841
624.897.948.841
23.582.864.553.630

12.777
12.777
661.977.583
183.829.491
183.829.491
3.543.801
3.543.801
16.254.274
16.254.274
336.582.550
336.582.550
76.478.581
76.478.581
172.133
172.133
3.010.148
3.010.148
42.106.605
42.106.605
17.467.183.063

36.184.267.373
36.184.267.373
7.803.920.390.921
147.454.505.569
147.454.505.569
23.942.689.773
23.942.689.773
559.668.749.132
559.668.749.132
3.023.966.369.103
3.023.966.369.103
1.553.702.939.529
1.553.702.939.529
1.812.553.120.692
1.812.553.120.692
57.776.174.887
57.776.174.887
624.855.842.236
624.855.842.236
23.565.397.370.567

(1.284.160.209.627)
(1.284.160.209.627)
(20.313.793.958.079)
(360.349.436.431)
(360.349.436.431)
(54.336.536.227)
(54.336.536.227)
(1.923.123.596.868)
(1.923.123.596.868)
(6.395.177.295.897)
(6.395.177.295.897)
(3.868.563.084.471)
(3.868.563.084.471)
(5.521.589.862.308)
(5.521.589.862.308)
(149.271.241.113)
(149.271.241.113)
(2.041.382.904.764)
(2.041.382.904.764)
(40.785.459.062.433)

DAFTAR LRA - 197 -

LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT SEMESTER I TAHUN 2012 (UNAUDITED )

DAFTAR 2.D

LAPORAN REALISASI ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT
MENURUT BA, ESELON I DAN PROGRAM
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012
(Dalam Rupiah)
KODE BA
ESELON I
1
023.01
01
023.02
03
023.03
06
023.04
08
023.05
09
023.11
04
023.12
07
023.13
10
023.14
11
00
024
024.01
01
024.02
03
024.03
06
024.04
07
024.05
08
024.07
09
024.11
04
024.12
10
025
025.01
01
02
00
05
025.02

BA, ESELON I DAN PROGRAM

ANGGARAN

REALISASI BRUTO

PENGEMBALIAN

REALISASI NETTO

2

3

4

5

6

SEKRETARIAT JENDERAL
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kementerian Pendidikan Nasional
INSPEKTORAT JENDERAL
Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur Kementerian Pendidikan Nasional
DITJEN MANAJEMEN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH
Program Pendidikan Taman Kanak-Kanak dan Pendidikan Dasar
DITJEN PENDIDIKAN TINGGI
Program Pendidikan Tinggi
DITJEN PENDIDIKAN NONFORMAL DAN INFORMAL
Program Pendidikan Nonformal dan Informal
BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DIKBUD
Program Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Nasional
DITJEN PENDIDIKAN MENENGAH
Program Pendidikan Menengah
BADAN PENGEMBANGAN DAN PEMBINAAN BAHASA
Program Pengembangan dan Pembinaan Bahasa dan Sastra
BADAN PENGEMBANGAN SDM PENDIDIKAN DAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN
Program Pengembangan Profesi PTK Dan Penjamin Mutu Pendidikan
Program Tidak Ada
KEMENTERIAN KESEHATAN
SEKRETARIAT JENDERAL
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kementerian Kesehatan
INSPEKTORAT JENDERAL
Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur Kementerian Kesehatan
DITJEN BINA GIZI DAN KESEHATAN IBU DAN ANAK
Program Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak
DITJEN BINA UPAYA KESEHATAN
Program Pembinaan Upaya Kesehatan
DITJEN PENGENDALIAAN PENYAKIT DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN
Program Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan
DITJEN BINA KEFARMASIAN DAN ALAT KESEHATAN
Program Kefarmasian dan Alat Kesehatan
BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Program Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
BADAN PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN SDM KESEHATAN
Program Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan (Ppsdmk)
KEMENTERIAN AGAMA
SEKRETARIAT JENDERAL
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kementerian Agama
Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Kementerian Agama
Program Tidak Ada
Program Tidak Ada
INSPEKTORAT JENDERAL

7.894.384.525.000
7.894.384.525.000
242.767.448.000
242.767.448.000
15.139.563.359.000
15.139.563.359.000
26.560.372.678.000
26.560.372.678.000
3.321.520.801.000
3.321.520.801.000
1.304.538.152.000
1.304.538.152.000
6.469.397.077.000
6.469.397.077.000
122.310.991.000
122.310.991.000
3.296.001.402.000
3.296.001.402.000
29.915.796.555.000
2.668.122.911.000
2.668.122.911.000
92.000.000.000
92.000.000.000
2.145.897.200.000
2.145.897.200.000
19.130.490.644.000
19.130.490.644.000
1.311.857.100.000
1.311.857.100.000
1.491.806.100.000
1.491.806.100.000
460.274.600.000
460.274.600.000
2.615.348.000.000
2.615.348.000.000
38.347.494.118.000
2.022.146.868.000
1.398.920.213.000
623.226.655.000

143.267.996.000

255.739.926.108
255.739.926.108
50.204.238.494
50.204.238.494
9.880.065.766.466
9.880.065.766.466
8.398.403.199.182
8.398.403.199.182
869.471.273.554
869.471.273.554
673.752.581.233
673.752.581.233
2.158.198.605.306
2.158.198.605.306
61.401.003.071
61.401.003.071
1.235.627.960.216
1.235.626.228.016
1.732.200
9.418.656.799.089
960.350.986.580
960.350.986.580
23.514.148.299
23.514.148.299
486.642.297.947
486.642.297.947
6.651.098.131.479
6.651.098.131.479
364.992.586.062
364.992.586.062
117.019.897.455
117.019.897.455
78.935.216.665
78.935.216.665
736.103.534.602
736.103.534.602
12.144.278.615.961
670.456.415.529
631.406.827.809
39.049.587.720
32.250.439.158

63.227.207
63.227.207
2.916.967.004
2.916.967.004
5.052.667.391
5.052.667.391
3.586.776.967
3.586.776.967
2.750.072.673
2.750.072.673
637.067.258
637.067.258
2.157.426.927
2.157.426.927
26.348.871
26.348.871
276.628.765
180.141.465
96.487.300
8.546.882.327
662.170.071
662.170.071
19.538.745
19.538.745
937.626.159
937.626.159
4.439.756.772
4.439.756.772
100.886.802
100.886.802
1.025.937.707
1.025.937.707
316.137.449
316.137.449
1.044.828.622
1.044.828.622
3.251.453.617
233.093.140
211.854.702
6.537.238
14.188.200
513.000
1.818.003

255.676.698.901
255.676.698.901
47.287.271.490
47.287.271.490
9.875.013.099.075
9.875.013.099.075
8.394.816.422.215
8.394.816.422.215
866.721.200.881
866.721.200.881
673.115.513.975
673.115.513.975
2.156.041.178.379
2.156.041.178.379
61.374.654.200
61.374.654.200
1.235.351.331.451
1.235.446.086.551
(94.755.100)
9.410.109.916.762
959.688.816.509
959.688.816.509
23.494.609.554
23.494.609.554
485.704.671.788
485.704.671.788
6.646.658.374.707
6.646.658.374.707
364.891.699.260
364.891.699.260
115.993.959.748
115.993.959.748
78.619.079.216
78.619.079.216
735.058.705.980
735.058.705.980
12.141.027.162.344
670.223.322.389
631.194.973.107
39.043.050.482
(14.188.200)
(513.000)
32.248.621.155

REALISASI DI ATAS
(DI BAWAH) ANGGARAN
7
(7.638.707.826.099)
(7.638.707.826.099)
(195.480.176.510)
(195.480.176.510)
(5.264.550.259.925)
(5.264.550.259.925)
(18.165.556.255.785)
(18.165.556.255.785)
(2.454.799.600.119)
(2.454.799.600.119)
(631.422.638.025)
(631.422.638.025)
(4.313.355.898.621)
(4.313.355.898.621)
(60.936.336.800)
(60.936.336.800)
(2.060.650.070.549)
(2.060.555.315.449)
(94.755.100)
(20.505.686.638.238)
(1.708.434.094.491)
(1.708.434.094.491)
(68.505.390.446)
(68.505.390.446)
(1.660.192.528.212)
(1.660.192.528.212)
(12.483.832.269.293)
(12.483.832.269.293)
(946.965.400.740)
(946.965.400.740)
(1.375.812.140.252)
(1.375.812.140.252)
(381.655.520.784)
(381.655.520.784)
(1.880.289.294.020)
(1.880.289.294.020)
(26.206.466.955.656)
(1.351.923.545.611)
(767.725.239.893)
(584.183.604.518)
(14.188.200)
(513.000)
(111.019.374.845)

DAFTAR LRA - 198 -

LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT SEMESTER I TAHUN 2012 (UNAUDITED )

DAFTAR 2.D

LAPORAN REALISASI ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT
MENURUT BA, ESELON I DAN PROGRAM
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012
(Dalam Rupiah)
KODE BA
ESELON I
1

BA, ESELON I DAN PROGRAM

ANGGARAN

REALISASI BRUTO

PENGEMBALIAN

REALISASI NETTO

2

3

4

5

6

REALISASI DI ATAS
(DI BAWAH) ANGGARAN
7

03
025.03
08
025.04
07
025.05
09
025.06
10
025.07
11
025.08
12
025.09
06
025.11
04
026
026.01
01

Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur Kementerian Agama
DITJEN BIMBINGAN MASYARAKAT ISLAM
Program Bimbingan Masyarakat Islam
DITJEN PENDIDIKAN ISLAM
Program Pendidikan Islam
DITJEN BIMBINGAN MASYARAKAT KRISTEN
Program Bimbingan Masyarakat Kristen
DITJEN BIMBINGAN MASYARAKAT KHATOLIK
Program Bimbingan Masyarakat Katolik
DITJEN BIMBINGAN MASYARAKAT HINDU
Program Bimbingan Masyarakat Hindu
DITJEN BIMBINGAN MASYARAKAT BUDDHA
Program Bimbingan Masyarakat Buddha
DITJEN PENYELENGGARAAN HAJI DAN UMRAH
Program Penyelenggaraan Pembinaan dan Pengelolaan Haji dan Umrah
BADAN PENELITIAN PENGEMBANGAN DAN PENDIDIKAN PELATIHAN
Program Penelitian Pengembangan dan Pendidikan Pelatihan Kementerian Agama
KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI
SEKRETARIAT JENDERAL
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi

143.267.996.000
2.553.909.697.000
2.553.909.697.000
30.266.759.896.000
30.266.759.896.000
951.316.539.000
951.316.539.000
556.482.744.000
556.482.744.000
514.691.663.000
514.691.663.000
185.210.698.000
185.210.698.000
558.062.062.000
558.062.062.000
595.645.955.000
595.645.955.000
4.162.970.267.000
293.969.084.000
293.969.084.000

32.250.439.158
985.282.142.769
985.282.142.769
9.519.150.688.800
9.519.150.688.800
303.052.760.237
303.052.760.237
154.666.958.328
154.666.958.328
144.392.150.949
144.392.150.949
58.734.871.880
58.734.871.880
90.189.809.714
90.189.809.714
186.102.378.597
186.102.378.597
1.019.621.040.835
111.127.321.474
111.127.321.474

1.818.003
532.253.907
532.253.907
1.947.530.773
1.947.530.773
64.360.888
64.360.888
7.926.586
7.926.586
20.924.790
20.924.790
312.679.830
312.679.830
22.505.199
22.505.199
108.360.501
108.360.501
380.380.640
39.560.438
39.560.438

32.248.621.155
984.749.888.862
984.749.888.862
9.517.203.158.027
9.517.203.158.027
302.988.399.349
302.988.399.349
154.659.031.742
154.659.031.742
144.371.226.159
144.371.226.159
58.422.192.050
58.422.192.050
90.167.304.515
90.167.304.515
185.994.018.096
185.994.018.096
1.019.240.660.195
111.087.761.036
111.087.761.036

(111.019.374.845)
(1.569.159.808.138)
(1.569.159.808.138)
(20.749.556.737.973)
(20.749.556.737.973)
(648.328.139.651)
(648.328.139.651)
(401.823.712.258)
(401.823.712.258)
(370.320.436.841)
(370.320.436.841)
(126.788.505.950)
(126.788.505.950)
(467.894.757.485)
(467.894.757.485)
(409.651.936.904)
(409.651.936.904)
(3.143.729.606.805)
(182.881.322.964)
(182.881.322.964)

026.02
03
026.04
07
026.05
08
026.06
10
026.07
11
026.08
09
026.11
04
026.13
06
027
027.01
01
027.02
03
027.03

INSPEKTORAT JENDERAL
Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi
DITJEN PEMBINAAN PENEMPATAN TENAGA KERJA
Program Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja
DITJEN PEMBINAAN HUBUNGAN INDUSTRIAL & JAMINAN SOSIAL KETENAGAKERJAAN
Program Pengembangan Hubungan Industrial dan Peningkatan Jaminan Sosial Tenaga Kerja
DITJEN PEMBINAAN PEMBANGUNAN KAWASAN TRANSMIGRASI
Program Pembangunan Kawasan Transmigrasi
DITJEN PEMBINAAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT DAN KAWASAN TRANSMIGRASI
Program Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi
DITJEN PEMBINAAN PENGAWASAN KETENAGAKERJAAN
Program Perlindungan Tenaga Kerja dan Pengembangan Sistem Pengawasan Ketenagakerjaan
BADAN PENELITIAN, PENGEMBANGAN DAN INFORMASI
Program Penelitian dan Pengembangan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi
DITJEN PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS
Program Peningkatan Kompetensi Tenaga Kerja dan Produktivitas
KEMENTERIAN SOSIAL
SEKRETARIAT JENDERAL
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kementerian Sosial
INSPEKTORAT JENDERAL
Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur Kementerian Sosial
DITJEN PEMBERDAYAAN SOSIAL

46.508.984.000
46.508.984.000
697.101.966.000
697.101.966.000
232.386.677.000
232.386.677.000
851.012.000.000
851.012.000.000
767.296.000.000
767.296.000.000
232.540.000.000
232.540.000.000
67.105.765.000
67.105.765.000
975.049.791.000
975.049.791.000
4.570.608.187.000
191.394.849.000
191.394.849.000
27.204.437.000
27.204.437.000
754.799.671.000

16.276.720.192
16.276.720.192
159.320.455.557
159.320.455.557
65.484.297.722
65.484.297.722
187.008.940.392
187.008.940.392
205.207.248.568
205.207.248.568
70.659.434.188
70.659.434.188
22.597.711.361
22.597.711.361
181.938.911.381
181.938.911.381
1.473.306.201.998
65.843.176.123
65.843.176.123
8.709.324.417
8.709.324.417
159.821.250.467

9.988
9.988
142.980.811
142.980.811
72.326.403
72.326.403
1.371.576
1.371.576
3.233.081
3.233.081
4.079.918
4.079.918
13.447
13.447
116.804.978
116.804.978
2.307.999.514
160.812.076
160.812.076
12.938.827
12.938.827
117.922.892

16.276.710.204
16.276.710.204
159.177.474.746
159.177.474.746
65.411.971.319
65.411.971.319
187.007.568.816
187.007.568.816
205.204.015.487
205.204.015.487
70.655.354.270
70.655.354.270
22.597.697.914
22.597.697.914
181.822.106.403
181.822.106.403
1.470.998.202.484
65.682.364.047
65.682.364.047
8.696.385.590
8.696.385.590
159.703.327.575

(30.232.273.796)
(30.232.273.796)
(537.924.491.254)
(537.924.491.254)
(166.974.705.681)
(166.974.705.681)
(664.004.431.184)
(664.004.431.184)
(562.091.984.513)
(562.091.984.513)
(161.884.645.730)
(161.884.645.730)
(44.508.067.086)
(44.508.067.086)
(793.227.684.597)
(793.227.684.597)
(3.099.609.984.516)
(125.712.484.953)
(125.712.484.953)
(18.508.051.410)
(18.508.051.410)
(595.096.343.425)

DAFTAR LRA - 199 -

LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT SEMESTER I TAHUN 2012 (UNAUDITED )

DAFTAR 2.D

LAPORAN REALISASI ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT
MENURUT BA, ESELON I DAN PROGRAM
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012
(Dalam Rupiah)
KODE BA
ESELON I
1
08
027.04
06
027.05
07
027.11
04
029
029.01
01
029.02
03
029.03
06
029.04
07
029.05
08
029.06
09
029.07
04
029.08
10
032
032.01
01
032.02
03
032.03
06
032.04
07
032.05
10
032.06
08
032.07
09
032.11
04
032.12
05

BA, ESELON I DAN PROGRAM

ANGGARAN

REALISASI BRUTO

PENGEMBALIAN

REALISASI NETTO

2

3

4

5

6

Program Pemberdayaan Sosial
DITJEN PELAYANAN DAN REHABILITASI SOSIAL
Program Rehabilitasi Sosial
DITJEN BANTUAN DAN JAMINAN SOSIAL
Program Perlindungan dan Jaminan Sosial
BADAN PENDIDIKAN DAN PENELITIAN KESEJAHTERAAN SOSIAL
Program Pendidikan, Pelatihan, Penelitian, dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
KEMENTERIAN KEHUTANAN
SEKRETARIAT JENDERAL
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kementerian Kehutanan
INSPEKTORAT JENDERAL
Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur Kementerian Kehutanan
DITJEN BINA USAHA KEHUTANAN
Program Peningkatan Pemanfaatan Hutan Produksi
DITJEN BINA PENGELOLAAN DAS DAN PERHUTANAN SOSIAL
Program Peningkatan Fungsi dan Daya Dukung Das Berbasis Pemberdayaan Masyarakat
DITJEN PERLINDUNGAN HUTAN DAN KONSERVASI ALAM
Program Konservasi Keanekaragaman Hayati dan Perlindungan Hutan
DITJEN PLANOLOGI KEHUTANAN
Program Perencanaan Makro Bidang Kehutanan dan Pemantapan Kawasan Hutan
BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEHUTANAN
Program Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kehutanan
BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA KEHUTANAN
Program Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kehutanan
KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
SEKRETARIAT JENDERAL
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya KKP
INSPEKTORAT JENDERAL
Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur KKP
DITJEN PERIKANAN TANGKAP
Program Pengembangan dan Pengelolaan Perikanan Tangkap
DITJEN PERIKANAN BUDIDAYA
Program Peningkatan Produksi Perikanan Budidaya
DITJEN PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN SUMBER DAYA KELAUTAN & PERIKANAN
Program Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan
DITJEN PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL PERIKANAN (P2HP)
Program Peningkatan Daya Saing Produk Perikanan
DITJEN KELAUTAN, PESISIR DAN PULAU-PULAU KECIL (KP3K)
Program Pengelolaan Sumber Daya Laut, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil
BADAN RISET KELAUTAN DAN PERIKANAN (BRKP)
Program Penelitian dan Pengembangan Iptek Kelautan dan Perikanan
BADAN PENGEMBANGAN SDM KELAUTAN DAN PERIKANAN
Program Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan

754.799.671.000
930.471.698.000
930.471.698.000
2.479.580.082.000
2.479.580.082.000
187.157.450.000
187.157.450.000
6.232.969.116.000
403.643.215.000
403.643.215.000
61.575.939.000
61.575.939.000
311.093.802.000
311.093.802.000
2.628.471.141.000
2.628.471.141.000
1.676.447.082.000
1.676.447.082.000
647.702.201.000
647.702.201.000
266.339.000.000
266.339.000.000
237.696.736.000
237.696.736.000
5.993.324.322.000
417.050.292.000
417.050.292.000
65.826.729.000
65.826.729.000
1.496.627.298.000
1.496.627.298.000
1.045.215.233.000
1.045.215.233.000
529.968.481.000
529.968.481.000
600.201.206.000
600.201.206.000
506.094.602.000
506.094.602.000
536.913.524.000
536.913.524.000
517.998.140.000
517.998.140.000

159.821.250.467
346.571.435.832
346.571.435.832
815.675.276.715
815.675.276.715
76.685.738.444
76.685.738.444
1.184.868.968.423
93.588.504.017
93.588.504.017
22.784.248.256
22.784.248.256
91.491.395.279
91.491.395.279
229.770.421.112
229.770.421.112
434.203.258.333
434.203.258.333
148.462.250.290
148.462.250.290
90.223.438.617
90.223.438.617
74.345.452.519
74.345.452.519
1.457.763.107.002
141.676.950.994
141.676.950.994
25.847.597.939
25.847.597.939
248.734.671.179
248.734.671.179
176.839.806.975
176.839.806.975
201.299.300.841
201.299.300.841
104.128.557.731
104.128.557.731
143.562.184.901
143.562.184.901
121.405.755.341
121.405.755.341
177.532.943.668
177.532.943.668

117.922.892
1.109.486.717
1.109.486.717
668.846.479
668.846.479
237.992.523
237.992.523
2.717.902.181
884.010.834
884.010.834
383.947.778
383.947.778
30.488.121
30.488.121
310.536.709
310.536.709
618.056.273
618.056.273
376.825.327
376.825.327
70.321.950
70.321.950
43.715.189
43.715.189
323.898.419
40.507.732
40.507.732
10.482
10.482
15.958.688
15.958.688
43.939.803
43.939.803
63.455.797
63.455.797
12.514.938
12.514.938
6.397.208
6.397.208
41.384.470
41.384.470
34.352.303
34.352.303

159.703.327.575
345.461.949.115
345.461.949.115
815.006.430.236
815.006.430.236
76.447.745.921
76.447.745.921
1.182.151.066.242
92.704.493.183
92.704.493.183
22.400.300.478
22.400.300.478
91.460.907.158
91.460.907.158
229.459.884.403
229.459.884.403
433.585.202.060
433.585.202.060
148.085.424.963
148.085.424.963
90.153.116.667
90.153.116.667
74.301.737.330
74.301.737.330
1.457.439.208.583
141.636.443.262
141.636.443.262
25.847.587.457
25.847.587.457
248.718.712.491
248.718.712.491
176.795.867.172
176.795.867.172
201.235.845.044
201.235.845.044
104.116.042.793
104.116.042.793
143.555.787.693
143.555.787.693
121.364.370.871
121.364.370.871
177.498.591.365
177.498.591.365

REALISASI DI ATAS
(DI BAWAH) ANGGARAN
7
(595.096.343.425)
(585.009.748.885)
(585.009.748.885)
(1.664.573.651.764)
(1.664.573.651.764)
(110.709.704.079)
(110.709.704.079)
(5.050.818.049.758)
(310.938.721.817)
(310.938.721.817)
(39.175.638.522)
(39.175.638.522)
(219.632.894.842)
(219.632.894.842)
(2.399.011.256.597)
(2.399.011.256.597)
(1.242.861.879.940)
(1.242.861.879.940)
(499.616.776.037)
(499.616.776.037)
(176.185.883.333)
(176.185.883.333)
(163.394.998.670)
(163.394.998.670)
(4.535.885.113.417)
(275.413.848.738)
(275.413.848.738)
(39.979.141.543)
(39.979.141.543)
(1.247.908.585.509)
(1.247.908.585.509)
(868.419.365.828)
(868.419.365.828)
(328.732.635.956)
(328.732.635.956)
(496.085.163.207)
(496.085.163.207)
(362.538.814.307)
(362.538.814.307)
(415.549.153.129)
(415.549.153.129)
(340.499.548.635)
(340.499.548.635)

DAFTAR LRA - 200 -

LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT SEMESTER I TAHUN 2012 (UNAUDITED )

DAFTAR 2.D

LAPORAN REALISASI ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT
MENURUT BA, ESELON I DAN PROGRAM
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012
(Dalam Rupiah)
KODE BA
ESELON I
1
032.13
11
033
033.01
01
02
033.02
03
033.03
09
033.04
08
033.05
07
05
033.06
10
033.11
04
033.13
06
034
034.01
01
02
06
07
035
035.01
01
02
06
036
036.01
01
06
040
040.01
01
02
040.02
03
040.03

BA, ESELON I DAN PROGRAM

ANGGARAN

REALISASI BRUTO

PENGEMBALIAN

REALISASI NETTO

2

3

4

5

6

BADAN KARANTINA IKAN, PENGENDALIAN MUTU DAN KEAMANAN HASIL PERIKANAN
Program Pengembangan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (11)
KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM
SEKRETARIAT JENDERAL
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kementerian Pekerjaan Umum
Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Kementerian Pekerjaan Umum
INSPEKTORAT JENDERAL
Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur Kementerian Pekerjaan Umum
DITJEN PENATAAN RUANG
Program Penyelenggaraan Penataan Ruang
DITJEN BINA MARGA
Program Penyelenggaraan Jalan
DITJEN CIPTA KARYA
Program Pembinaan dan Pengembangan Infrastruktur Permukiman
Program Tidak Ada
DITJEN SUMBER DAYA AIR
Program Pengelolaan Sumber Daya Air
BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN
Program Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pekerjaan Umum
BADAN PEMBINAAN KONSTRUKSI
Program Pembinaan Konstruksi
KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG POLITIK, HUKUM DAN KEAMANAN
KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG POLITIK, HUKUM DAN KEAMANAN
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kemenko Polhukam
Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Kemenko Polhukam
Program Peningkatan Koordinasi Bidang Politik, Hukum dan Keamanan
Program Peningkatan Koordinasi Keamanan dan Keselamatan Di Laut
KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN
KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kemenko Perekonomian
Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Kemenko Perekonomian
Program Koordinasi Kebijakan Bidang Perekonomian
KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG KESEJAHTERAAN RAKYAT
KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG KESEJAHTERAAN RAKYAT
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kemenko Kesra
Program Koordinasi Pengembangan Kebijakan Kesejahteraan Rakyat
KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF
SEKRETARIAT JENDERAL
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata
Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata
INSPEKTORAT JENDERAL
Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata
DIREKTORAT JENDERAL NILAI BUDAYA, SENI DAN PERFILMAN

277.428.817.000
277.428.817.000
62.563.055.176.000
716.432.066.000
408.039.870.000
308.392.196.000
126.233.000.000
126.233.000.000
800.982.000.000
800.982.000.000
30.950.000.190.000
30.950.000.190.000
12.829.999.930.000
12.829.999.930.000
16.445.000.100.000
16.445.000.100.000
419.822.000.000
419.822.000.000
274.585.890.000
274.585.890.000
487.201.827.000
487.201.827.000
110.669.831.000
11.804.008.000
74.112.988.000
290.615.000.000
250.382.300.000
250.382.300.000
91.482.300.000
5.000.000.000
153.900.000.000
268.236.278.000
268.236.278.000
71.758.978.000
196.477.300.000
2.189.797.179.000
248.956.670.000
231.730.070.000
17.226.600.000
28.900.000.000
28.900.000.000
317.803.531.000

116.735.337.433
116.735.337.433
16.719.215.144.579
209.806.632.007
154.334.844.805
55.471.787.202
36.214.273.316
36.214.273.316
171.646.700.358
171.646.700.358
7.793.596.392.358
7.793.596.392.358
4.036.168.102.370
4.036.168.102.370
4.256.613.724.818
4.256.613.724.818
133.090.390.101
133.090.390.101
82.078.929.251
82.078.929.251
94.438.749.139
94.438.749.139
30.687.233.315
1.333.993.850
25.990.173.765
36.427.348.209
61.472.395.778
61.472.395.778
25.016.459.233
783.269.000
35.672.667.545
42.902.003.441
42.902.003.441
24.408.412.956
18.493.590.485
476.533.312.966
59.873.919.839
51.986.909.259
7.887.010.580
5.180.844.597
5.180.844.597
75.700.632.830

65.376.998
65.376.998
9.263.811.759
19.564.544
18.988.748
575.796
340.174.355
340.174.355
41.948.059
41.948.059
381.079.324
381.079.324
8.168.572.179
86.300.139
8.082.272.040
192.985.455
192.985.455
77.600.508
77.600.508
41.887.335
41.887.335
42.574.074
42.574.074
40.951.136
1.615.000
7.938
410.700.730
410.700.730
27.994.500
382.706.230
300.739.862
300.739.862
254.099.637
46.640.225
88.603.552
7.321.768
7.321.768
320.150
320.150
7.431.532

116.669.960.435
116.669.960.435
16.709.951.332.820
209.787.067.463
154.315.856.057
55.471.211.406
35.874.098.961
35.874.098.961
171.604.752.299
171.604.752.299
7.793.215.313.034
7.793.215.313.034
4.027.999.530.191
4.036.081.802.231
(8.082.272.040)
4.256.420.739.363
4.256.420.739.363
133.012.789.593
133.012.789.593
82.037.041.916
82.037.041.916
94.396.175.065
94.396.175.065
30.646.282.179
1.333.993.850
25.988.558.765
36.427.340.271
61.061.695.048
61.061.695.048
24.988.464.733
783.269.000
35.289.961.315
42.601.263.579
42.601.263.579
24.154.313.319
18.446.950.260
476.444.709.414
59.866.598.071
51.979.587.491
7.887.010.580
5.180.524.447
5.180.524.447
75.693.201.298

REALISASI DI ATAS
(DI BAWAH) ANGGARAN
7
(160.758.856.565)
(160.758.856.565)
(45.853.103.843.180)
(506.644.998.537)
(253.724.013.943)
(252.920.984.594)
(90.358.901.039)
(90.358.901.039)
(629.377.247.701)
(629.377.247.701)
(23.156.784.876.966)
(23.156.784.876.966)
(8.802.000.399.809)
(8.793.918.127.769)
(8.082.272.040)
(12.188.579.360.637)
(12.188.579.360.637)
(286.809.210.407)
(286.809.210.407)
(192.548.848.084)
(192.548.848.084)
(392.805.651.935)
(392.805.651.935)
(80.023.548.821)
(10.470.014.150)
(48.124.429.235)
(254.187.659.729)
(189.320.604.952)
(189.320.604.952)
(66.493.835.267)
(4.216.731.000)
(118.610.038.685)
(225.635.014.421)
(225.635.014.421)
(47.604.664.681)
(178.030.349.740)
(1.713.352.469.586)
(189.090.071.929)
(179.750.482.509)
(9.339.589.420)
(23.719.475.553)
(23.719.475.553)
(242.110.329.702)

DAFTAR LRA - 201 -

LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT SEMESTER I TAHUN 2012 (UNAUDITED )

DAFTAR 2.D

LAPORAN REALISASI ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT
MENURUT BA, ESELON I DAN PROGRAM
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012
(Dalam Rupiah)
KODE BA
ESELON I
1
06
040.04
07
040.05
08
040.06
09
040.10
10
041
041.01
01
06
042
042.01
01
06
043
043.01
01
06
044
044.01
01
02
06
047
047.01
01
06
07
04
048
048.01
01
02
06
050
050.01
01
03
06
051

BA, ESELON I DAN PROGRAM

ANGGARAN

REALISASI BRUTO

PENGEMBALIAN

REALISASI NETTO

2

3

4

5

6

Program Pengembangan Nilai Budaya, Seni dan Perfilman
DIREKTORAT JENDERAL SEJARAH DAN PURBAKALA
Program Kesejarahan, Kepurbakalaan, dan Permuseuman
DIREKTORAT JENDERAL PENGEMBANGAN DESTINASI PARIWISATA
Program Pengembangan Destinasi Pariwisata
DIREKTORAT JENDERAL PEMASARAN
Program Pengembangan Pemasaran
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA
Program Pengembangan Sumber Daya Kebudayaan dan Pariwisata
KEMENTERIAN BADAN USAHA MILIK NEGARA
KEMENTERIAN BADAN USAHA MILIK NEGARA
Program Dukungan Manajemen dan Kegiatan Teknis Lainnya Kementerian BUMN
Program Pembinaan BUMN
KEMENTERIAN RISET DAN TEKNOLOGI
KEMENTERIAN RISET DAN TEKNOLOGI
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya KRT
Program Peningkatan Kemampuan Iptek untuk Penguatan Sistem Inovasi Nasional
KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP
KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kementerian Lingkungan Hidup
Program Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup
KEMENTERIAN KOPERASI DAN UKM
KEMENTERIAN KOPERASI DAN UKM
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kementerian Koperasi dan UKM
Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Kementerian Negara Koperasi dan UKM
Program Pemberdayaan Koperasi dan UMKM
KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK
KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kementerian PP&PA
Program Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan
Program Perlindungan Anak
Program Tidak Ada
KEMENTERIAN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI
KEMENTERIAN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kementerian PAN dan RB
Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Kementerian Pan dan Rb
Program Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
BADAN INTELIJEN NEGARA
BADAN INTELIJEN NEGARA
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Intelijen Negara
Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur Intelijen Negara
Program Pengembangan Penyelidikan, Pengamanan, dan Penggalangan Keamanan Negara
LEMBAGA SANDI NEGARA

317.803.531.000
413.067.000.000
413.067.000.000
348.700.000.000
348.700.000.000
507.700.000.000
507.700.000.000
324.669.978.000
324.669.978.000
142.683.371.000
142.683.371.000
78.247.201.000
64.436.170.000
672.266.030.000
672.266.030.000
148.149.952.000
524.116.078.000
885.407.582.000
885.407.582.000
182.303.333.000
703.104.249.000
1.213.897.635.000
1.213.897.635.000
266.069.075.000
44.760.140.000
903.068.420.000
181.841.011.000
181.841.011.000
62.057.011.000
81.177.000.000
38.607.000.000
170.471.660.000
170.471.660.000
70.272.660.000
15.500.000.000
84.699.000.000
1.141.841.129.000
1.141.841.129.000
400.189.129.000
2.500.000.000
739.152.000.000
1.193.942.256.000

75.700.632.830
106.558.614.893
106.558.614.893
39.969.147.395
39.969.147.395
104.616.067.745
104.616.067.745
84.634.085.667
84.634.085.667
30.118.365.933
30.118.365.933
23.303.483.517
6.814.882.416
291.222.393.619
291.222.393.619
39.438.565.397
251.783.828.222
150.142.391.283
150.142.391.283
49.785.982.437
100.356.408.846
437.361.623.703
437.361.623.703
88.697.071.455
13.843.175.977
334.821.376.271
50.080.089.531
50.080.089.531
22.038.565.891
18.122.319.390
9.919.204.250
39.263.521.067
39.263.521.067
25.071.822.244
93.989.600
14.097.709.223
440.127.653.714
440.127.653.714
67.555.034.414
1.268.295.000
371.304.324.300
120.218.679.464

7.431.532
11.588.826
11.588.826
32.729.350
32.729.350
13.716.473
13.716.473
15.495.453
15.495.453
243.690.091
243.690.091
86.042.891
157.647.200
45.835.267
45.835.267
23.370.367
22.464.900
13.116.619
13.116.619
7.482.906
5.633.713
19.916.102
19.916.102
5.601.102
14.315.000
286.580.061
286.580.061
47.331.961
185.647.300
51.280.800
2.320.000
249.187.334
249.187.334
12.956.934
236.230.400
6.029.009
6.029.009
6.029.009
114.928.813

75.693.201.298
106.547.026.067
106.547.026.067
39.936.418.045
39.936.418.045
104.602.351.272
104.602.351.272
84.618.590.214
84.618.590.214
29.874.675.842
29.874.675.842
23.217.440.626
6.657.235.216
291.176.558.352
291.176.558.352
39.415.195.030
251.761.363.322
150.129.274.664
150.129.274.664
49.778.499.531
100.350.775.133
437.341.707.601
437.341.707.601
88.691.470.353
13.843.175.977
334.807.061.271
49.793.509.470
49.793.509.470
21.991.233.930
17.936.672.090
9.867.923.450
(2.320.000)
39.014.333.733
39.014.333.733
25.058.865.310
93.989.600
13.861.478.823
440.121.624.705
440.121.624.705
67.549.005.405
1.268.295.000
371.304.324.300
120.103.750.651

REALISASI DI ATAS
(DI BAWAH) ANGGARAN
7
(242.110.329.702)
(306.519.973.933)
(306.519.973.933)
(308.763.581.955)
(308.763.581.955)
(403.097.648.728)
(403.097.648.728)
(240.051.387.786)
(240.051.387.786)
(112.808.695.158)
(112.808.695.158)
(55.029.760.374)
(57.778.934.784)
(381.089.471.648)
(381.089.471.648)
(108.734.756.970)
(272.354.714.678)
(735.278.307.336)
(735.278.307.336)
(132.524.833.469)
(602.753.473.867)
(776.555.927.399)
(776.555.927.399)
(177.377.604.647)
(30.916.964.023)
(568.261.358.729)
(132.047.501.530)
(132.047.501.530)
(40.065.777.070)
(63.240.327.910)
(28.739.076.550)
(2.320.000)
(131.457.326.267)
(131.457.326.267)
(45.213.794.690)
(15.406.010.400)
(70.837.521.177)
(701.719.504.295)
(701.719.504.295)
(332.640.123.595)
(1.231.705.000)
(367.847.675.700)
(1.073.838.505.349)

DAFTAR LRA - 202 -

LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT SEMESTER I TAHUN 2012 (UNAUDITED )

DAFTAR 2.D

LAPORAN REALISASI ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT
MENURUT BA, ESELON I DAN PROGRAM
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012
(Dalam Rupiah)
KODE BA
ESELON I
1
051.01
01
06
052
052.01
01
06
054
054.01
01
02
03
06
055
055.01
01
02
03
06
056
056.01
01
02
03
06
057
057.01
01
02
06
059
059.01
01
02
059.02
03
059.03
06
059.04
08
059.05
07
059.06

BA, ESELON I DAN PROGRAM

ANGGARAN

REALISASI BRUTO

PENGEMBALIAN

REALISASI NETTO

2

3

4

5

6

LEMBAGA SANDI NEGARA
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Lembaga Sandi Negara
Program Pengembangan Persandian Nasional
DEWAN KETAHANAN NASIONAL
SETJEN DEWAN KETAHANAN NASIONAL
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Wantanas
Program Pengembangan Kebijakan Ketahanan Nasional
BADAN PUSAT STATISTIK
BADAN PUSAT STATISTIK
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya BPS
Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur BPS
Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur BPS
Program Penyediaan dan Pelayanan Informasi Statistik
KEMENTERIAN PPN/BAPPENAS
KEMENTERIAN PPN/BAPPENAS
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Bappenas
Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Bappenas
Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur Bappenas
Program Perencanaan Pembangunan Nasional
BADAN PERTANAHAN NASIONAL
BADAN PERTANAHAN NASIONAL
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya BPN
Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur BPN
Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur BPN
Program Pengelolaan Pertanahan Nasional
PERPUSTAKAAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA
PERPUSTAKAAN NASIONAL
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Taknis Lainnya Perpustakaan Nasional
Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Perpustakaan Nasional
Program Pengembangan Perpustakaan
KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA
SEKRETARIAT JENDERAL
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kementerian Komunikasi dan Informatika
Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Kementerian Komunikasi dan Informatika
INSPEKTORAT JENDERAL
Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur Kementerian Komunikasi dan Informatika
DITJEN POS DAN TELEKOMUNIKASI
Program Pengelolaan Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika
DITJEN APLIKASI TELEMATIKA
Program Pengembangan Aplikasi Informatika
DITJEN SARANA KOMUNIKASI DAN DISEMINASI INFORMASI
Program Penyelenggaraan Pos dan Informatika
BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA

1.193.942.256.000
190.730.356.000
1.003.211.900.000
38.691.901.000
38.691.901.000
14.391.951.000
24.299.950.000
2.312.385.829.000
2.312.385.829.000
1.030.463.430.000
300.000.000.000
4.550.000.000
977.372.399.000
827.332.277.000
827.332.277.000
513.632.077.000
70.000.000.000
3.700.000.000
240.000.200.000
3.957.875.318.000
3.957.875.318.000
1.791.223.730.000
259.144.825.000
10.000.000.000
1.897.506.763.000
372.227.762.000
372.227.762.000
105.734.805.000
2.000.000.000
264.492.957.000
3.245.984.855.000
222.321.400.000
214.321.400.000
8.000.000.000
22.451.500.000
22.451.500.000
741.759.655.000
741.759.655.000
156.922.000.000
156.922.000.000
1.767.673.900.000
1.767.673.900.000
163.690.700.000

120.218.679.464
40.136.307.031
80.082.372.433
12.642.358.115
12.642.358.115
5.905.936.015
6.736.422.100
900.452.162.593
900.452.162.593
462.522.526.413
86.043.590.666
1.367.589.752
350.518.455.762
160.480.408.176
160.480.408.176
104.721.153.618
2.758.380.030
1.532.963.935
51.467.910.593
1.004.041.333.059
1.004.041.333.059
662.506.660.936
4.059.173.700
2.261.403.100
335.214.095.323
60.916.835.577
60.916.835.577
34.029.858.864
1.291.350.260
25.595.626.453
797.659.208.772
76.279.100.970
76.276.350.970
2.750.000
9.140.638.576
9.140.638.576
168.315.732.842
168.315.732.842
52.581.335.529
52.581.335.529
397.710.125.916
397.710.125.916
53.245.268.953

114.928.813
33.793.365
81.135.448
18.183.854
18.183.854
13.000.004
5.183.850
173.154.645
173.154.645
150.219.549
1.079.921
3.756.000
18.099.175
40.186.269
40.186.269
27.777.269
12.409.000
781.451.720
781.451.720
495.856.740
285.594.980
2.187.515
2.187.515
2.181.328
6.187
1.772.493.919
25.090.029
25.090.029
650.000
650.000
535.983.368
535.983.368
47.615.842
47.615.842
950.467.859
950.467.859
212.669.783

120.103.750.651
40.102.513.666
80.001.236.985
12.624.174.261
12.624.174.261
5.892.936.011
6.731.238.250
900.279.007.948
900.279.007.948
462.372.306.864
86.042.510.745
1.363.833.752
350.500.356.587
160.440.221.907
160.440.221.907
104.693.376.349
2.758.380.030
1.532.963.935
51.455.501.593
1.003.259.881.339
1.003.259.881.339
662.010.804.196
4.059.173.700
2.261.403.100
334.928.500.343
60.914.648.062
60.914.648.062
34.027.677.536
1.291.350.260
25.595.620.266
795.886.714.853
76.254.010.941
76.251.260.941
2.750.000
9.139.988.576
9.139.988.576
167.779.749.474
167.779.749.474
52.533.719.687
52.533.719.687
396.759.658.057
396.759.658.057
53.032.599.170

REALISASI DI ATAS
(DI BAWAH) ANGGARAN
7
(1.073.838.505.349)
(150.627.842.334)
(923.210.663.015)
(26.067.726.739)
(26.067.726.739)
(8.499.014.989)
(17.568.711.750)
(1.412.106.821.052)
(1.412.106.821.052)
(568.091.123.136)
(213.957.489.255)
(3.186.166.248)
(626.872.042.413)
(666.892.055.093)
(666.892.055.093)
(408.938.700.651)
(67.241.619.970)
(2.167.036.065)
(188.544.698.407)
(2.954.615.436.661)
(2.954.615.436.661)
(1.129.212.925.804)
(255.085.651.300)
(7.738.596.900)
(1.562.578.262.657)
(311.313.113.938)
(311.313.113.938)
(71.707.127.464)
(708.649.740)
(238.897.336.734)
(2.450.098.140.147)
(146.067.389.059)
(138.070.139.059)
(7.997.250.000)
(13.311.511.424)
(13.311.511.424)
(573.979.905.526)
(573.979.905.526)
(104.388.280.313)
(104.388.280.313)
(1.370.914.241.943)
(1.370.914.241.943)
(110.658.100.830)

DAFTAR LRA - 203 -

LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT SEMESTER I TAHUN 2012 (UNAUDITED )

DAFTAR 2.D

LAPORAN REALISASI ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT
MENURUT BA, ESELON I DAN PROGRAM
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012
(Dalam Rupiah)
KODE BA
ESELON I
1
04
059.07
09
060
060.01
01
02
03
04
05
06
07
08
09
10
11
12
13
063
063.01
01
02
06
064
064.01
01
03
06
065
065.01
01
02
06
066
066.01
01
06
00
067
067.01
01
06
068

BA, ESELON I DAN PROGRAM

ANGGARAN

REALISASI BRUTO

PENGEMBALIAN

REALISASI NETTO

2

3

4

5

6

Program Penelitian dan Pengembangan SDM Kominfo
BADAN INFORMASI PUBLIK
Program Pengembangan Informasi dan Komunikasi Publik
KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Polri
Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Polri
Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur Polri
Program Penelitian dan Pengembangan Polri
Program Pendidikan dan Latihan Aparatur Polri
Program Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Polri
Program Pengembangan Strategi Keamanan dan Ketertiban
Program Kerjasama Keamanan dan Ketertiban
Program Pemberdayaan Potensi Keamanan
Program Pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat
Program Penyelidikan dan Penyidikan Tindak Pidana
Program Penanggulangan Gangguan Keamanan Dalam Negeri Berkadar Tinggi
Program Pengembangan Hukum Kepolisian
BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN
BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya BPOM
Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur BPOM
Program Pengawasan Obat dan Makanan
LEMBAGA KETAHANAN NASIONAL
LEMBAGA KETAHANAN NASIONAL RI
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Lemhannas
Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur Lemhanas
Program Pengembangan Ketahanan Nasional
BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL
BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya BKPM
Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur BKPM
Program Peningkatan Daya Saing Penanaman Modal
BADAN NARKOTIKA NASIONAL
PELAKSANA HARIAN BNN
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya BNN
Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN)
Program Tidak Ada
KEMENTERIAN PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL
KEMENTERIAN PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya KPDT
Program Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal
BADAN KOORDINASI KELUARGA BERENCANA NASIONAL

163.690.700.000
171.165.700.000
171.165.700.000
39.783.194.697.000
39.783.194.697.000
22.236.554.094.000
5.415.491.773.000
295.679.371.000
15.852.190.000
645.327.036.000
2.107.880.614.000
454.655.964.000
82.309.219.000
251.404.154.000
4.890.111.700.000
1.507.483.313.000
1.853.368.777.000
27.076.492.000
1.104.078.050.000
1.104.078.050.000
229.165.647.000
43.643.167.000
831.269.236.000
193.086.042.000
193.086.042.000
133.611.042.000
2.750.000.000
56.725.000.000
764.277.072.000
764.277.072.000
216.790.972.000
46.308.200.000
501.177.900.000
970.821.800.000
970.821.800.000
189.300.217.000
781.521.583.000
1.018.296.071.000
1.018.296.071.000
127.193.201.000
891.102.870.000
2.593.734.243.000

53.245.268.953
40.387.005.986
40.387.005.986
16.759.533.975.893
16.759.533.975.893
11.369.539.771.186
978.900.495.237
149.797.147.765
5.935.819.682
308.549.767.235
121.269.446.327
205.382.857.664
26.114.794.840
118.694.163.573
1.846.992.104.959
661.382.436.284
955.944.636.414
11.030.534.727
222.117.837.161
222.117.837.161
32.055.948.157
5.441.944.885
184.619.944.119
40.844.851.710
40.844.851.710
31.800.211.122
371.964.550
8.672.676.038
200.907.963.361
200.907.963.361
52.173.738.069
2.117.543.350
146.616.681.942
212.054.039.361
212.054.039.361
44.974.085.762
167.079.953.599
125.774.411.572
125.774.411.572
26.311.573.782
99.462.837.790
1.203.868.894.271

212.669.783
17.038
17.038
2.611.889.981
2.611.889.981
1.524.340.912
25.297.718
16.507.339
79.964.792
68.977.378
2.760.141
2.754.700
52.972.204
316.952.889
321.455.915
199.903.353
2.640
952.526.835
952.526.835
522.305.248
46.971.100
383.250.487
26.230.217
26.230.217
381.141
407.400
25.441.676
35.948.866
35.948.866
35.438.866
510.000
118.019.248
118.019.248
33.497.696
84.066.117
455.435
4.457.900
4.457.900
3.250.900
1.207.000
205.522.429

53.032.599.170
40.386.988.948
40.386.988.948
16.756.922.085.912
16.756.922.085.912
11.368.015.430.274
978.875.197.519
149.780.640.426
5.935.819.682
308.469.802.443
121.200.468.949
205.380.097.523
26.112.040.140
118.641.191.369
1.846.675.152.070
661.060.980.369
955.744.733.061
11.030.532.087
221.165.310.326
221.165.310.326
31.533.642.909
5.394.973.785
184.236.693.632
40.818.621.493
40.818.621.493
31.799.829.981
371.557.150
8.647.234.362
200.872.014.495
200.872.014.495
52.138.299.203
2.117.543.350
146.616.171.942
211.936.020.113
211.936.020.113
44.940.588.066
166.995.887.482
(455.435)
125.769.953.672
125.769.953.672
26.308.322.882
99.461.630.790
1.203.663.371.842

REALISASI DI ATAS
(DI BAWAH) ANGGARAN
7
(110.658.100.830)
(130.778.711.052)
(130.778.711.052)
(23.026.272.611.088)
(23.026.272.611.088)
(10.868.538.663.726)
(4.436.616.575.481)
(145.898.730.574)
(9.916.370.318)
(336.857.233.557)
(1.986.680.145.051)
(249.275.866.477)
(56.197.178.860)
(132.762.962.631)
(3.043.436.547.930)
(846.422.332.631)
(897.624.043.939)
(16.045.959.913)
(882.912.739.674)
(882.912.739.674)
(197.632.004.091)
(38.248.193.215)
(647.032.542.368)
(152.267.420.507)
(152.267.420.507)
(101.811.212.019)
(2.378.442.850)
(48.077.765.638)
(563.405.057.505)
(563.405.057.505)
(164.652.672.797)
(44.190.656.650)
(354.561.728.058)
(758.885.779.887)
(758.885.779.887)
(144.359.628.934)
(614.525.695.518)
(455.435)
(892.526.117.328)
(892.526.117.328)
(100.884.878.118)
(791.641.239.210)
(1.390.070.871.158)

DAFTAR LRA - 204 -

LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT SEMESTER I TAHUN 2012 (UNAUDITED )

DAFTAR 2.D

LAPORAN REALISASI ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT
MENURUT BA, ESELON I DAN PROGRAM
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012
(Dalam Rupiah)
KODE BA
ESELON I
1
068.01
01
03
04
06
074
074.01
01
075
075.01
01
06
076
076.01
01
02
06
077
077.01
01
02
06
07
078
078.01
01
02
06
079
079.01
01
06
00
080
080.01
01
06
081
081.01
01
02
06
082

BA, ESELON I DAN PROGRAM

ANGGARAN

REALISASI BRUTO

PENGEMBALIAN

REALISASI NETTO

2

3

4

5

6

BADAN KOORDINASI KELUARGA BERENCANA NASIONAL
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya BKKBN
Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur BKKBN
Program Pelatihan dan Pengembangan BKKBN
Program Kependudukan dan KB
KOMISI NASIONAL HAK ASASI MANUSIA
KOMISI NASIONAL HAK ASASI MANUSIA
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Komnas HAM
BADAN METEOROLOGI, KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA
BADAN METEOROLOGI, KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya BMKG
Program Pengembangan dan Pembinaan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika
KOMISI PEMILIHAN UMUM
KOMISI PEMILIHAN UMUM
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya KPU
Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur KPU
Program Penguatan Kelembagaan Demokrasi dan Perbaikan Proses Politik
MAHKAMAH KONSTITUSI RI
MAHKAMAH KONSTITUSI RI
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Mahkamah Konstitusi RI
Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Mahkamah Konstitusi RI
Program Penanganan Perkara Konstitusi
Program Kesadaran Berkonstitusi
PUSAT PELAPORAN DAN ANALISIS TRANSAKSI KEUANGAN
PUSAT PELAPORAN DAN ANALISIS TRANSAKSI KEUANGAN
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya PPATK
Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur PPATK
Program Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dan Pendanaan Terorisme
LEMBAGA ILMU PENGETAHUAN INDONESIA
LEMBAGA ILMU PENGETAHUAN INDONESIA
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya LIPI
Program Penelitian, Penguasaan, dan Pemanfaatan Iptek
Program Tidak Ada
BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL
BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Batan
Program Penelitian Pengembangan dan Penerapan Energi Nuklir, Isotop dan Radiasi
BADAN PENGKAJIAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI
BADAN PENGKAJIAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI
Program Dukungan dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya BPPT
Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur BPPT
Program Pengkajian dan Penerapan Teknologi
LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL

2.593.734.243.000
134.825.670.000
6.300.000.000
88.044.000.000
2.364.564.573.000
64.349.706.000
64.349.706.000
64.349.706.000
1.341.193.495.000
1.341.193.495.000
268.000.000.000
1.073.193.495.000
1.635.211.541.000
1.635.211.541.000
1.132.211.541.000
200.000.000.000
303.000.000.000
277.432.763.000
277.432.763.000
109.716.932.000
64.000.000.000
59.999.541.000
43.716.290.000
79.134.312.000
79.134.312.000
46.334.312.000
7.000.000.000
25.800.000.000
727.928.277.000
727.928.277.000
164.367.672.000
563.560.605.000
659.374.103.000
659.374.103.000
94.069.335.000
565.304.768.000
851.620.351.000
851.620.351.000
322.220.215.000
250.000.000.000
279.400.136.000
547.120.719.000

1.203.868.894.271
58.237.885.019
1.893.413.300
49.721.026.243
1.094.016.569.709
17.885.195.488
17.885.195.488
17.885.195.488
382.670.329.104
382.670.329.104
99.899.202.969
282.771.126.135
334.834.817.610
334.834.817.610
312.120.677.104
4.795.421.250
17.918.719.256
76.935.406.359
76.935.406.359
32.150.017.793
8.716.993.056
22.317.484.550
13.750.910.960
17.654.667.882
17.654.667.882
13.559.045.364
327.702.839
3.767.919.679
286.219.815.372
286.219.815.372
61.492.367.482
224.727.447.890
222.456.051.796
222.456.051.796
33.482.423.101
188.973.628.695
340.318.298.107
340.318.298.107
136.747.368.823
134.653.793.809
68.917.135.475
117.887.698.920

205.522.429
5.774.503
199.747.926
61.522.651
61.522.651
61.522.651
70.514.139
70.514.139
18.697.931
51.816.208
314.367.303
314.367.303
281.193.075
33.174.228
12.817.636
12.817.636
12.541.636
276.000
56.491.891
56.491.891
993.000
55.498.891
267.017.413
267.017.413
17.854.516
248.437.897
725.000
215.344.413
215.344.413
26.771.790
188.572.623
367.581.481
367.581.481
358.752.881
8.828.600
32.538.644

1.203.663.371.842
58.232.110.516
1.893.413.300
49.721.026.243
1.093.816.821.783
17.823.672.837
17.823.672.837
17.823.672.837
382.599.814.965
382.599.814.965
99.880.505.038
282.719.309.927
334.520.450.307
334.520.450.307
311.839.484.029
4.795.421.250
17.885.545.028
76.922.588.723
76.922.588.723
32.137.476.157
8.716.993.056
22.317.208.550
13.750.910.960
17.598.175.991
17.598.175.991
13.558.052.364
327.702.839
3.712.420.788
285.952.797.959
285.952.797.959
61.474.512.966
224.479.009.993
(725.000)
222.240.707.383
222.240.707.383
33.455.651.311
188.785.056.072
339.950.716.626
339.950.716.626
136.388.615.942
134.653.793.809
68.908.306.875
117.855.160.276

REALISASI DI ATAS
(DI BAWAH) ANGGARAN
7
(1.390.070.871.158)
(76.593.559.484)
(4.406.586.700)
(38.322.973.757)
(1.270.747.751.217)
(46.526.033.163)
(46.526.033.163)
(46.526.033.163)
(958.593.680.035)
(958.593.680.035)
(168.119.494.962)
(790.474.185.073)
(1.300.691.090.693)
(1.300.691.090.693)
(820.372.056.971)
(195.204.578.750)
(285.114.454.972)
(200.510.174.277)
(200.510.174.277)
(77.579.455.843)
(55.283.006.944)
(37.682.332.450)
(29.965.379.040)
(61.536.136.009)
(61.536.136.009)
(32.776.259.636)
(6.672.297.161)
(22.087.579.212)
(441.975.479.041)
(441.975.479.041)
(102.893.159.034)
(339.081.595.007)
(725.000)
(437.133.395.617)
(437.133.395.617)
(60.613.683.689)
(376.519.711.928)
(511.669.634.374)
(511.669.634.374)
(185.831.599.058)
(115.346.206.191)
(210.491.829.125)
(429.265.558.724)

DAFTAR LRA - 205 -

LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT SEMESTER I TAHUN 2012 (UNAUDITED )

DAFTAR 2.D

LAPORAN REALISASI ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT
MENURUT BA, ESELON I DAN PROGRAM
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012
(Dalam Rupiah)
KODE BA
ESELON I
1

BA, ESELON I DAN PROGRAM

ANGGARAN

REALISASI BRUTO

PENGEMBALIAN

REALISASI NETTO

2

3

4

5

6

082.01
01
06
083
083.01
01
06
084
084.01
01
02
06
085
085.01
01
02
06
086
086.01
01
02
06
087
087.01
01
02
06
088
088.01
01
02
06
089
089.01
01
02
06

LAPAN
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya LAPAN
Program Pengembangan Teknologi Penerbangan dan Antariksa
BADAN INFORMASI GEOSPASIAL
BADAN INFORMASI GEOSPASIAL
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Bakosurtanal
Program Survei dan Pemetaan Nasional
BADAN STANDARISASI NASIONAL
BADAN STANDARISASI NASIONAL
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya BSN
Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur BSN
Program Pengembangan Standardisasi Nasional
BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR
BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya BAPETEN
Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur BAPETEN
Program Pengawasan Pemanfaatan Tenaga Nuklir
LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA
LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya LAN
Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur LAN
Program Pengkajian Administrasi Negara dan Diklat Aparatur Negara
ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA
ARSIP NASIONAL
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Arsip Nasional Republik Indonesia
Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur ANRI
Program Penyelenggaraan Kearsipan Nasional
BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA
BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya BKN
Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur BKN
Program Penyelenggaraan Manajemen Kepegawaian Negara
BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN
BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya BPKP
Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur - BPKP
Program Pengawasan Intern Akuntabilitas Keuangan Negara dan Pembinaan Penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern
Pemerintah
KEMENTERIAN PERDAGANGAN
SEKRETARIAT JENDERAL
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kementerian Perdagangan
Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Kementerian Perdagangan
DIREKTORAT JENDERAL PERDAGANGAN DALAM NEGERI

090
090.01
01
02
090.02

REALISASI DI ATAS
(DI BAWAH) ANGGARAN
7

547.120.719.000
91.696.839.000
455.423.880.000
549.691.280.000
549.691.280.000
113.522.880.000
436.168.400.000
97.996.537.000
97.996.537.000
36.320.975.000
900.000.000
60.775.562.000
84.217.867.000
84.217.867.000
56.923.807.000
3.160.000.000
24.134.060.000
243.332.942.000
243.332.942.000
116.598.038.000
23.500.000.000
103.234.904.000
152.778.989.000
152.778.989.000
69.068.558.000
34.000.000.000
49.710.431.000
527.304.839.000
527.304.839.000
304.942.339.000
110.070.000.000
112.292.500.000
932.696.360.000
932.696.360.000
709.323.960.000
42.300.000.000
181.072.400.000

117.887.698.920
24.983.438.484
92.904.260.436
133.820.187.525
133.820.187.525
40.563.534.520
93.256.653.005
33.702.190.183
33.702.190.183
19.151.636.903
403.240.000
14.147.313.280
30.265.073.327
30.265.073.327
22.446.703.902
974.880.000
6.843.489.425
74.840.885.897
74.840.885.897
42.193.218.674
299.402.700
32.348.264.523
42.797.907.744
42.797.907.744
28.254.257.017
821.022.400
13.722.628.327
174.659.196.799
174.659.196.799
124.619.060.846
4.703.401.604
45.336.734.349
417.288.168.406
417.288.168.406
342.215.323.749
15.824.334.094
59.248.510.563

32.538.644
4.857.880
27.680.764
353.814.835
353.814.835
27.907.528
325.907.307
14.162.846
14.162.846
8.458.646
5.704.200
150.399.343
150.399.343
41.234.355
109.164.988
21.557.219
21.557.219
6.550.339
1.140.000
13.866.880
120.295.558
120.295.558
17.052.936
103.242.622
133.258.121
133.258.121
72.459.546
60.798.575
421.955.229
421.955.229
257.042.629
164.912.600

117.855.160.276
24.978.580.604
92.876.579.672
133.466.372.690
133.466.372.690
40.535.626.992
92.930.745.698
33.688.027.337
33.688.027.337
19.143.178.257
403.240.000
14.141.609.080
30.114.673.984
30.114.673.984
22.405.469.547
974.880.000
6.734.324.437
74.819.328.678
74.819.328.678
42.186.668.335
298.262.700
32.334.397.643
42.677.612.186
42.677.612.186
28.237.204.081
821.022.400
13.619.385.705
174.525.938.678
174.525.938.678
124.546.601.300
4.703.401.604
45.275.935.774
416.866.213.177
416.866.213.177
341.958.281.120
15.824.334.094
59.083.597.963

(429.265.558.724)
(66.718.258.396)
(362.547.300.328)
(416.224.907.310)
(416.224.907.310)
(72.987.253.008)
(343.237.654.302)
(64.308.509.663)
(64.308.509.663)
(17.177.796.743)
(496.760.000)
(46.633.952.920)
(54.103.193.016)
(54.103.193.016)
(34.518.337.453)
(2.185.120.000)
(17.399.735.563)
(168.513.613.322)
(168.513.613.322)
(74.411.369.665)
(23.201.737.300)
(70.900.506.357)
(110.101.376.814)
(110.101.376.814)
(40.831.353.919)
(33.178.977.600)
(36.091.045.295)
(352.778.900.322)
(352.778.900.322)
(180.395.737.700)
(105.366.598.396)
(67.016.564.226)
(515.830.146.823)
(515.830.146.823)
(367.365.678.880)
(26.475.665.906)
(121.988.802.037)

2.401.657.515.000
551.109.041.000
502.754.641.000
48.354.400.000
747.857.797.000

511.862.991.089
137.281.866.368
126.198.517.426
11.083.348.942
123.514.093.628

400.410.055
58.792.575
58.792.575
83.465.777

511.462.581.034
137.223.073.793
126.139.724.851
11.083.348.942
123.430.627.851

(1.890.194.933.966)
(413.885.967.207)
(376.614.916.149)
(37.271.051.058)
(624.427.169.149)

DAFTAR LRA - 206 -

LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT SEMESTER I TAHUN 2012 (UNAUDITED )

DAFTAR 2.D

LAPORAN REALISASI ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT
MENURUT BA, ESELON I DAN PROGRAM
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012
(Dalam Rupiah)
KODE BA
ESELON I
1
09
090.03
07
090.04
08
090.05
03
090.06
06
090.07
10
090.08
04
090.09
11
091
091.01
01
06
07
092
092.01
01
02
06
08
093
093.01
01
06
095
095.01
01
02
095.02
06
100
100.01
01
02
06
103
103.01

BA, ESELON I DAN PROGRAM

ANGGARAN

REALISASI BRUTO

PENGEMBALIAN

REALISASI NETTO

2

3

4

5

6

Program Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri
DIREKTORAT JENDERAL PERDAGANGAN LUAR NEGERI
Program Peningkatan Perdagangan Luar Negeri
DIREKTORAT JENDERAL KERJASAMA PERDAGANGAN INTERNASIONAL
Program Peningkatan Kerja Sama Perdagangan Internasional
INSPEKTORAT JENDERAL
Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur Kementerian Perdagangan
DIREKTORAT JENDERAL PENGEMBANGAN EKSPOR NASIONAL
Program Pengembangan Ekspor
BADAN PENGAWAS PERDAGANGAN BERJANGKA KOMODITI
Program Peningkatan Efisiensi Pasar Komoditi
BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERDAGANGAN
Program Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Perdagangan
DIREKTORAT JENDERAL STANDARDISASI DAN PERLINDUNGAN KONSUMEN
Program Peningkatan Perlindungan Konsumen
KEMENTERIAN PERUMAHAN RAKYAT
KEMENTERIAN PERUMAHAN RAKYAT
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kementerian Perumahan Rakyat
Program Pengembangan Perumahan dan Permukiman
Program Pengembangan Pembiayaan Perumahan dan Permukiman
KEMENTERIAN PEMUDA DAN OLAH RAGA
KEMENTERIAN PEMUDA DAN OLAH RAGA
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kementerian Pemuda dan Olahraga
Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Kementerian Pemuda dan Olahraga
Program Pelayanan Kepemudaan
Program Pembinaan Olahraga Prestasi
KOMISI PEMBERATASAN KORUPSI
KOMISI PEMBERATASAN KORUPSI
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya KPK
Program Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi
DEWAN PERWAKILAN DAERAH (DPD)
SEKRETARIAT JENDERAL DPD RI
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya DPD RI
Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur DPD RI
DEWAN PERWAKILAN DAERAH (DPD)
Program Penguatan Kelembagaan Dpd Dalam Sistem Demokrasi
KOMISI YUDISIAL RI
KOMISI YUDISIAL RI
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Komisi Yudisial
Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Komisi Yudisial
Program Peningkatan Kinerja Seleksi Hakim Agung dan Pengawasan Perilaku Hakim
BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA
BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA

747.857.797.000
194.097.379.000
194.097.379.000
121.447.625.000
121.447.625.000
39.540.000.000
39.540.000.000
349.573.015.000
349.573.015.000
110.000.000.000
110.000.000.000
74.456.000.000
74.456.000.000
213.576.658.000
213.576.658.000
4.604.103.610.000
4.604.103.610.000
255.788.848.000
4.117.600.000.000
230.714.762.000
1.754.133.293.000
1.754.133.293.000
264.553.093.000
81.590.000.000
933.526.000.000
474.464.200.000
663.030.870.000
663.030.870.000
442.383.018.000
220.647.852.000
604.098.382.000
397.541.382.000
340.388.382.000
57.153.000.000
206.557.000.000
206.557.000.000
85.365.886.000
85.365.886.000
54.340.386.000
3.500.000.000
27.525.500.000
995.052.175.000
995.052.175.000

123.514.093.628
54.016.314.434
54.016.314.434
31.638.500.913
31.638.500.913
10.064.559.748
10.064.559.748
63.061.950.230
63.061.950.230
19.973.279.028
19.973.279.028
22.065.311.250
22.065.311.250
50.247.115.490
50.247.115.490
108.971.973.252
108.971.973.252
42.434.395.259
56.298.464.357
10.239.113.636
74.819.286.124
74.819.286.124
25.680.196.169
29.053.040.030
20.086.049.925
120.188.020.278
120.188.020.278
97.072.568.331
23.115.451.947
200.143.277.931
122.699.607.384
116.992.826.093
5.706.781.291
77.443.670.547
77.443.670.547
29.692.465.089
29.692.465.089
18.518.543.476
656.246.282
10.517.675.331
108.996.200.947
108.996.200.947

83.465.777
105.264.328
105.264.328
16.952.647
16.952.647
11.191.224
11.191.224
13.719.959
13.719.959
7.736
7.736
11.129.366
11.129.366
99.886.443
99.886.443
14.089.728
14.089.728
1.306.128
12.783.600
15.187.314
15.187.314
15.187.314
413.621.697
413.621.697
290.061.268
123.560.429
7.820.829
7.820.829
7.820.829
2.004.653
2.004.653
2.004.653
404.938.450
404.938.450

123.430.627.851
53.911.050.106
53.911.050.106
31.621.548.266
31.621.548.266
10.053.368.524
10.053.368.524
63.048.230.271
63.048.230.271
19.973.271.292
19.973.271.292
22.054.181.884
22.054.181.884
50.147.229.047
50.147.229.047
108.957.883.524
108.957.883.524
42.433.089.131
56.285.680.757
10.239.113.636
74.804.098.810
74.804.098.810
25.665.008.855
29.053.040.030
20.086.049.925
119.774.398.581
119.774.398.581
96.782.507.063
22.991.891.518
200.135.457.102
122.691.786.555
116.985.005.264
5.706.781.291
77.443.670.547
77.443.670.547
29.690.460.436
29.690.460.436
18.516.538.823
656.246.282
10.517.675.331
108.591.262.497
108.591.262.497

REALISASI DI ATAS
(DI BAWAH) ANGGARAN
7
(624.427.169.149)
(140.186.328.894)
(140.186.328.894)
(89.826.076.734)
(89.826.076.734)
(29.486.631.476)
(29.486.631.476)
(286.524.784.729)
(286.524.784.729)
(90.026.728.708)
(90.026.728.708)
(52.401.818.116)
(52.401.818.116)
(163.429.428.953)
(163.429.428.953)
(4.495.145.726.476)
(4.495.145.726.476)
(213.355.758.869)
(4.061.314.319.243)
(220.475.648.364)
(1.679.329.194.190)
(1.679.329.194.190)
(238.888.084.145)
(81.590.000.000)
(904.472.959.970)
(454.378.150.075)
(543.256.471.419)
(543.256.471.419)
(345.600.510.937)
(197.655.960.482)
(403.962.924.898)
(274.849.595.445)
(223.403.376.736)
(51.446.218.709)
(129.113.329.453)
(129.113.329.453)
(55.675.425.564)
(55.675.425.564)
(35.823.847.177)
(2.843.753.718)
(17.007.824.669)
(886.460.912.503)
(886.460.912.503)

DAFTAR LRA - 207 -

LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT SEMESTER I TAHUN 2012 (UNAUDITED )

DAFTAR 2.D

LAPORAN REALISASI ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT
MENURUT BA, ESELON I DAN PROGRAM
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012
(Dalam Rupiah)
KODE BA
ESELON I
1
01
02
03
06
104
104.01
01
06
00
105
105.01
01
06
106
106.01
01
02
06
107
107.01
01
02
06
108
108.01
06
109
109.01
01
06
110
110.01
01
111
111.01
01
06
112
112.01
01
06

BA, ESELON I DAN PROGRAM

ANGGARAN

REALISASI BRUTO

PENGEMBALIAN

REALISASI NETTO

2

3

4

5

6

Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya BNPB
Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur BNPB
Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur BNPB
Program Penanggulangan Bencana
BADAN NASIONAL PENEMPATAN DAN PERLINDUNGAN TKI
SEKRETARIAT UTAMA BNP2TKI
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya BNP2TKI
Program Peningkatan Fasilitasi Penempatan dan Perlindungan TKI
Program Tidak Ada
BADAN PENANGGULANGAN LUMPUR SIDOARJO
BADAN PENANGGULANGAN LUMPUR SIDOARJO
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo
Program Penanggulangan Bencana Lumpur Sidoarjo
LEMBAGA KEBIJAKAN PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH
LEMBAGA KEBIJAKAN PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya LKPP
Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur LKPP
Program Pengembangan Sistem Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
BADAN SAR NASIONAL
BADAN SAR NASIONAL
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Badan SAR Nasional
Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Badan SAR Nasional
Program Pengelolaan Pencarian, Pertolongan, dan Penyelamatan
KOMISI PENGAWAS PERSAINGAN USAHA
KOMISI PENGAWAS PERSAINGAN USAHA
Program Pengawasan Persaingan Usaha
BADAN PENGEMBANGAN WILAYAH SURAMADU
BADAN PENGEMBANGAN WILAYAH SURAMADU (BPWS)
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis BPWS
Program Percepatan Pengembangan Wilayah Suramadu
OMBUDSMAN REPUBLIK INDONESIA
OMBUDSMAN REPUBLIK INDONESIA
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Ombudsman Republik Indonesia
BADAN NASIONAL PENGELOLA PERBATASAN
BADAN NASIONAL PENGELOLA PERBATASAN
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya BNPP
Program Pengelolaan Batas Wilayah Negara dan Kawasan Perbatasan
BADAN PENGUSAHAAN KAWASAN PERDAGANGAN BEBAS DAN PELABUHAN BEBAS BATAM
BPKPB BATAM
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya BP-Batam
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan Kawasan PBPB- Batam

80.222.075.000
211.170.000.000
6.200.000.000
697.460.100.000
285.680.298.000
285.680.298.000
124.062.752.000
161.617.546.000
1.606.859.997.000
1.606.859.997.000
26.720.000.000
1.580.139.997.000
211.300.541.000
211.300.541.000
49.239.741.000
70.963.800.000
91.097.000.000
1.111.726.527.000
1.111.726.527.000
278.069.027.000
112.589.000.000
721.068.500.000
119.785.000.000
119.785.000.000
119.785.000.000
299.556.000.000
299.556.000.000
56.500.000.000
243.056.000.000
67.630.645.000
67.630.645.000
67.630.645.000
248.761.032.000
248.761.032.000
113.761.032.000
135.000.000.000
140.000.000.000
140.000.000.000
8.035.192.000
131.964.808.000

25.408.878.943
4.895.108.207
1.174.969.700
77.517.244.097
95.070.954.016
95.070.954.016
46.416.707.511
48.654.246.505
232.147.151.638
232.147.151.638
10.481.319.635
221.665.832.003
72.458.385.869
72.458.385.869
12.388.073.007
45.136.472.545
14.933.840.317
256.657.723.655
256.657.723.655
114.431.186.700
25.284.551.398
116.941.985.557
37.285.645.389
37.285.645.389
37.285.645.389
18.578.649.358
18.578.649.358
13.345.181.229
5.233.468.129
10.145.513.865
10.145.513.865
10.145.513.865
25.280.145.170
25.280.145.170
9.321.396.775
15.958.748.395
13.853.305.003
13.853.305.003
812.174.758
13.041.130.245

272.356.050
132.582.400
66.334.838
66.334.838
36.139.138
17.944.300
12.251.400
1.587.700
1.587.700
908.800
678.900
159.901.040
159.901.040
17.299.200
142.601.840
27.459.481
27.459.481
27.459.481
343.916.667
343.916.667
343.916.667
76.767
76.767
76.767
-

25.136.522.893
4.895.108.207
1.174.969.700
77.384.661.697
95.004.619.178
95.004.619.178
46.380.568.373
48.636.302.205
(12.251.400)
232.145.563.938
232.145.563.938
10.480.410.835
221.665.153.103
72.298.484.829
72.298.484.829
12.370.773.807
45.136.472.545
14.791.238.477
256.630.264.174
256.630.264.174
114.403.727.219
25.284.551.398
116.941.985.557
36.941.728.722
36.941.728.722
36.941.728.722
18.578.649.358
18.578.649.358
13.345.181.229
5.233.468.129
10.145.513.865
10.145.513.865
10.145.513.865
25.280.068.403
25.280.068.403
9.321.320.008
15.958.748.395
13.853.305.003
13.853.305.003
812.174.758
13.041.130.245

REALISASI DI ATAS
(DI BAWAH) ANGGARAN
7
(55.085.552.107)
(206.274.891.793)
(5.025.030.300)
(620.075.438.303)
(190.675.678.822)
(190.675.678.822)
(77.682.183.627)
(112.981.243.795)
(12.251.400)
(1.374.714.433.062)
(1.374.714.433.062)
(16.239.589.165)
(1.358.474.843.897)
(139.002.056.171)
(139.002.056.171)
(36.868.967.193)
(25.827.327.455)
(76.305.761.523)
(855.096.262.826)
(855.096.262.826)
(163.665.299.781)
(87.304.448.602)
(604.126.514.443)
(82.843.271.278)
(82.843.271.278)
(82.843.271.278)
(280.977.350.642)
(280.977.350.642)
(43.154.818.771)
(237.822.531.871)
(57.485.131.135)
(57.485.131.135)
(57.485.131.135)
(223.480.963.597)
(223.480.963.597)
(104.439.711.992)
(119.041.251.605)
(126.146.694.997)
(126.146.694.997)
(7.223.017.242)
(118.923.677.755)

DAFTAR LRA - 208 -

LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT SEMESTER I TAHUN 2012 (UNAUDITED )

DAFTAR 2.D

LAPORAN REALISASI ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT
MENURUT BA, ESELON I DAN PROGRAM
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012
(Dalam Rupiah)
KODE BA
ESELON I
1

BA, ESELON I DAN PROGRAM

ANGGARAN

REALISASI BRUTO

PENGEMBALIAN

REALISASI NETTO

2

3

4

5

6

113
113.01
06
114
114.01
01
06
115
115.01
01
06
116
116.01
01
06
117
117.01
01
06
118
118.01
01

BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN TERORISME
BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN TERORISME
Program Penanggulangan Terorisme
SEKRETARIAT KABINET
SEKRETARIAT KABINET
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Sekretariat Kabinet
Program Penyelenggaraan Pelayanan Dukungan Kebijakan Kepada Presiden Selaku Kepala Pemerintahan
BADAN PENGAWASAN PEMILIHAN UMUM
SEKRETARIAT BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Bawaslu
Program Pengawasan Penyelenggaraan Pemilu
LEMBAGA PENYIARAN PUBLIK RADIO REPUBLIK INDONESIA
LEMBAGA PENYIARAN PUBLIK RADIO REPUBLIK INDONESIA
Program Dukungan Manajemen Dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya LPP RRI
Program Pengelolaan Dan Penyelenggaraan Siaran Radio Publik
LEMBAGA PENYIARAN PUBLIK TELEVISI REPUBLIK INDONESIA
LEMBAGA PENYIARAN PUBLIK TELEVISI REPUBLIK INDONESIA
Program Dukungan Manajemen Dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya LPP TVRI
Program Pengelolaan Dan Penyelenggaraan Siaran TV Publik
BADAN PENGUSAHAAN KAWASAN PERDAGANGAN BEBAS DAN PELABUHAN BEBAS SABANG
BADAN PENGUSAHAAN KAWASAN PERDAGANGAN BEBAS DAN PELABUHAN BEBAS SABANG
Program Dukungan Manajemen Dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS)

06
999
999.01
06
999.02
07
999.07
11
999.08
12
999.99
00

Program Perencanaan, Pengelolaan Dan Penyelenggaraan Kawasan Sabang
BENDAHARA UMUM NEGARA
PENGELOLA UTANG PEMERINTAH
Program Pengelolaan Utang Negara
PENGELOLA HIBAH
Program Pengelolaan Hibah
PENGELOLA BELANJA SUBSIDI
Program Pengelolaan Subsidi
PENGELOLA BELANJA LAINNYA
Program Pengelolaan Belanja Lainnya
TRANSAKSI KHUSUS
Program Tidak Ada
JUMLAH BELANJA

126.882.800.000
126.882.800.000
126.882.800.000
210.120.889.000
210.120.889.000
173.784.248.000
36.336.641.000
-

-

-

-

456.637.692.189.000
122.217.610.000.000
122.217.610.000.000
1.796.732.523.000
1.796.732.523.000
208.850.211.014.000
208.850.211.014.000
123.773.138.652.000
123.773.138.652.000

964.997.261.407.000

REALISASI DI ATAS
(DI BAWAH) ANGGARAN
7

36.145.247.702
36.145.247.702
36.145.247.702
49.492.322.265
49.492.322.265
47.074.984.007
2.417.338.258
13.369.556.773
13.369.556.773
3.808.160.080
9.561.396.693
262.191.552.414
262.191.552.414
229.600.044.853
32.591.507.561
224.405.078.005
224.405.078.005
161.021.860.958
63.383.217.047
57.913.158.900
57.913.158.900
4.549.281.500

9.058.824
9.058.824
9.058.824
12.940.671
12.940.671
12.940.671
1.742.325
1.742.325
1.702.325
40.000
43.637.799
43.637.799
42.099.745
1.538.054
24.541.577
24.541.577
24.541.577
-

36.136.188.878
36.136.188.878
36.136.188.878
49.479.381.594
49.479.381.594
47.062.043.336
2.417.338.258
13.367.814.448
13.367.814.448
3.806.457.755
9.561.356.693
262.147.914.615
262.147.914.615
229.557.945.108
32.589.969.507
224.380.536.428
224.380.536.428
160.997.319.381
63.383.217.047
57.913.158.900
57.913.158.900
4.549.281.500

(90.746.611.122)
(90.746.611.122)
(90.746.611.122)
(160.641.507.406)
(160.641.507.406)
(126.722.204.664)
(33.919.302.742)
13.367.814.448
13.367.814.448
3.806.457.755
9.561.356.693
262.147.914.615
262.147.914.615
229.557.945.108
32.589.969.507
224.380.536.428
224.380.536.428
160.997.319.381
63.383.217.047
57.913.158.900
57.913.158.900
4.549.281.500

53.363.877.400
228.405.562.755.193
48.305.092.429.844
48.305.092.429.844
7.325.309.315
7.325.309.315
134.690.914.671.031
134.690.914.671.031
2.376.254.822.583
2.376.254.822.583
43.025.975.522.420
43.025.975.522.420

1.626.772.863
1.626.772.863
1.626.772.863

53.363.877.400
228.403.935.982.330
48.305.092.429.844
48.305.092.429.844
7.325.309.315
7.325.309.315
134.690.914.671.031
134.690.914.671.031
2.376.254.822.583
2.376.254.822.583
43.024.348.749.557
43.024.348.749.557

53.363.877.400
(228.233.756.206.670)
(73.912.517.570.156)
(73.912.517.570.156)
(1.789.407.213.685)
(1.789.407.213.685)
(74.159.296.342.969)
(74.159.296.342.969)
(121.396.883.829.417)
(121.396.883.829.417)
43.024.348.749.557
43.024.348.749.557

392.870.690.260.420

90.046.950.916

392.780.643.309.504

(572.216.618.097.496)

DAFTAR LRA - 209 -

LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT SEMSESTER I TAHUN 2012 (UNAUADITED)

DAFTAR 3.A

LAPORAN REALISASI ANGGARAN TRANSFER DANA PERIMBANGAN
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012
(Dalam Rupiah)
No.
1
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33

Wilayah
2
Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam
Provinsi Sumatera Utara
Provinsi Sumatera Barat
Provinsi Riau
Provinsi Kepulauan Riau
Provinsi Jambi
Provinsi Sumatera Selatan
Provinsi Bangka Belitung
Provinsi Bengkulu
Provinsi Lampung
Provinsi DKI Jakarta
Provinsi Jawa Barat
Provinsi Banten
Provinsi Jawa Tengah
Provinsi DI Yogyakarta
Provinsi Jawa Timur
Provinsi Kalimantan Barat
Provinsi Kalimantan Tengah
Provinsi Kalimantan Selatan
Provinsi Kalimantan Timur
Provinsi Sulawesi Utara
Provinsi Gorontalo
Provinsi Sulawesi Tengah
Provinsi Sulawesi Selatan
Provinsi Sulawesi Barat
Provinsi Sulawesi Tenggara
Provinsi Bali
Provinsi Nusa Tenggara Barat
Provinsi Nusa Tenggara Timur
Provinsi Maluku
Provinsi Maluku Utara
Provinsi Papua
Provinsi Papua Barat
JUMLAH

Pajak
3
524.128.366.020
620.932.203.518
244.290.427.624
1.000.955.826.292
462.531.071.771
398.600.581.348
859.890.571.752
112.368.604.927
127.551.362.518
259.542.107.190
4.045.032.023.228
1.719.743.039.209
540.529.590.062
902.209.656.372
128.041.598.619
1.407.874.898.293
277.765.710.437
319.277.053.409
315.941.921.292
1.503.097.826.872
168.202.004.959
59.974.675.663
177.222.148.359
475.848.203.115
92.295.946.243
161.588.647.110
200.974.564.920
164.704.624.856
208.384.163.755
193.375.401.495
162.906.103.215
587.179.483.019
502.078.272.591
18.925.038.680.053

Dana Bagi Hasil
SDA
Cukai
4
5
330.561.376.147
2.963.932.364
10.644.243.184
5.780.246.543
16.159.199.859
3.528.937.622
3.909.419.525.012
949.909.036.197
326.943.769.676
1.964.776.517
1.524.203.488.896
1.711.559.167
126.716.735.807
14.626.879.749
138.724.204.986
2.077.560.500
46.882.007.254
364.572.907.708
68.532.230.638
4.426.801.832
18.857.296.548
182.121.255.626
365.999.230
7.864.865.282
325.430.062.498
349.017.745.191
31.568.254.023
194.998.526.281
1.800.621.056
792.720.146.368
7.365.525.265.150
3.180.669.994
791.825.403
13.954.094.780
1.389.810.530
25.404.485.969
4.983.910.286
529.322.258
26.989.262.144
651.911.454
4.602.128.311
43.506.340.417
79.920.547.485
2.243.835.176
2.149.872.580
27.183.921.059
56.375.719.309
282.134.885.662
195.618.019.064
17.171.820.019.094
720.409.999.698

Jumlah
6=3+4+5
857.653.674.531
637.356.693.245
263.978.565.105
4.910.375.351.304
1.412.440.107.968
727.509.127.541
2.385.805.619.815
239.085.340.734
142.178.242.267
400.343.872.676
4.091.914.030.482
2.152.848.177.555
544.956.391.894
1.103.188.208.546
136.272.463.131
2.082.322.705.982
309.333.964.460
516.076.200.746
1.108.662.067.660
8.868.623.092.022
171.382.674.953
60.766.501.066
192.566.053.669
506.236.599.370
92.825.268.501
188.577.909.254
206.228.604.685
288.131.512.758
212.777.871.511
220.559.322.554
219.281.822.524
869.314.368.681
697.696.291.655
36.817.268.698.845

DAU
7
5.983.286.757.000
9.571.736.699.000
5.382.174.070.000
3.101.390.334.000
1.258.962.348.000
3.139.701.838.000
4.678.817.563.000
1.744.966.706.000
2.586.037.825.000
4.968.301.149.000
160.607.916.000
14.797.109.873.000
3.550.906.583.000
15.390.934.923.000
2.377.850.510.000
16.899.615.747.000
4.738.072.682.000
4.289.773.894.000
3.422.904.569.000
2.646.091.399.000
3.469.168.682.000
1.530.205.054.000
3.513.547.142.000
7.019.577.117.000
1.511.679.057.000
3.486.993.825.000
2.939.308.554.000
3.401.638.695.000
5.195.288.693.000
2.871.638.588.000
2.651.089.385.000
8.353.652.860.000
3.092.058.116.000
159.725.089.153.000

DAK
8
255.325.722.000
382.520.796.000
244.113.732.000
89.503.343.000
38.037.459.000
131.672.529.000
221.123.172.000
84.975.027.000
109.169.013.000
303.912.333.000
584.591.013.000
136.065.666.000
734.552.280.000
77.106.261.000
672.682.986.000
271.437.291.000
154.610.448.000
134.330.418.000
94.147.710.000
206.698.014.000
80.763.435.000
191.586.795.000
368.379.921.000
102.619.005.000
167.653.023.000
104.558.679.000
179.783.397.000
387.800.043.000
119.806.011.000
176.863.781.000
472.764.207.000
132.711.846.000
7.411.865.356.000

Total Dana Perimbangan
9=6+7+8
7.096.266.153.531
10.591.614.188.245
5.890.266.367.105
8.101.269.028.304
2.709.439.914.968
3.998.883.494.541
7.285.746.354.815
2.069.027.073.734
2.837.385.080.267
5.672.557.354.676
4.252.521.946.482
17.534.549.063.555
4.231.928.640.894
17.228.675.411.546
2.591.229.234.131
19.654.621.438.982
5.318.843.937.460
4.960.460.542.746
4.665.897.054.660
11.608.862.201.022
3.847.249.370.953
1.671.734.990.066
3.897.699.990.669
7.894.193.637.370
1.707.123.330.501
3.843.224.757.254
3.250.095.837.685
3.869.553.604.758
5.795.866.607.511
3.212.003.921.554
3.047.234.988.524
9.695.731.435.681
3.922.466.253.655
203.954.223.207.845

DAFTAR LRA -210 -

DAFTAR 3.B

LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT SEMESTER I TAHUN 2012 (UNAUDITED )
LAPORAN REALISASI ANGGARAN TRANSFER DANA BAGI HASIL PAJAK
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012
(Dalam Rupiah)
No.
1
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50

Daerah
2
Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam
Kab. Aceh Barat
Kab. Aceh Besar
Kab. Aceh Selatan
Kab. Aceh Singkil
Kab. Aceh Tengah
Kab. Aceh Tenggara
Kab. Aceh Timur
Kab. Aceh Utara
Kab. Bireun
Kab. Pidie
Kab. Simeulue
Kota Banda Aceh
Kota Sabang
Kota Langsa
Kota Lhokseumawe
Kab. Nagan Raya
Kab. Aceh Jaya
Kab. Pidie Jaya
Kab. Aceh Barat Daya
Kab. Gayo Lues
Kab. Aceh Tamiang
Kab. Bener Meriah
Kota Subulussalam
Provinsi Sumatera Utara
Kab. Asahan
Kab. Dairi
Kab. Deli Serdang
Kab. Tanah Karo
Kab. Labuhan Batu
Kab. Langkat
Kab. Mandailing Natal
Kab. Nias
Kab. Simalungun
Kab. Tapanuli Selatan
Kab. Tapanuli Tengah
Kab. Tapanuli Utara
Kab. Toba Samosir
Kota Binjai
Kota Medan
Kota Pematang Siantar
Kota Sibolga
Kota Tanjung Balai
Kab. Batu Bara
Kab. Labuhan Batu Utara
Kab. Labuhan Batu Selatan
Kab. Padang Lawas Utara
Kab. Padang Lawas
Kab. Nias Utara
Kab. Nias Barat

Pagu
3
263.467.966.064
25.093.277.887
28.843.797.396
24.254.663.874
23.679.663.076
25.058.957.269
22.866.145.137
93.649.975.347
187.203.368.503
38.920.402.497
24.784.281.407
20.560.577.277
46.537.012.720
21.687.544.517
26.322.515.024
62.481.880.027
29.484.883.153
23.919.000.918
19.094.009.856
23.183.381.146
27.400.616.872
79.256.327.456
21.556.793.016
18.022.209.267
422.748.206.984
67.578.197.817
26.281.041.725
78.445.592.401
33.382.018.594
52.411.095.097
145.467.370.559
36.294.670.202
12.500.594.887
65.382.671.886
33.094.078.740
26.069.596.325
28.517.959.470
23.500.661.858
40.516.575.406
162.454.878.408
27.716.837.878
21.345.330.677
17.943.059.370
32.788.789.721
38.215.738.936
54.817.132.796
33.511.287.898
27.368.071.925
11.825.164.970
10.274.896.867

PPh Perorangan
4
35.904.324.442
2.048.791.342
3.559.522.080
1.160.071.390
1.590.238.360
1.784.603.316
1.385.580.660
1.267.359.266
3.191.468.294
2.161.506.076
2.534.560.956
1.172.381.780
11.168.385.380
1.182.290.762
2.594.039.774
5.350.636.458
1.717.430.758
1.489.566.002
1.190.294.240
1.824.838.210
987.148.060
2.061.151.268
1.192.707.010
1.241.915.184
86.202.187.444
3.712.729.104
2.003.047.308
6.449.365.166
2.472.944.314
3.656.920.772
3.476.887.570
1.945.189.822
1.343.962.342
2.923.541.876
2.440.379.136
1.748.265.206
1.928.441.314
2.554.258.090
2.353.567.108
51.417.223.374
5.518.578.928
2.058.405.124
1.783.994.490
3.302.888.898
2.291.851.124
2.630.424.576
1.620.238.388
1.641.508.472
1.363.585.960
1.318.935.664

Realisasi
PBB
5
82.999.308.425
7.874.041.636
8.240.621.395
9.347.719.548
6.815.071.570
9.115.282.818
8.533.484.063
42.106.998.640
86.445.012.039
15.568.261.860
7.998.694.452
7.733.231.602
6.921.658.150
8.301.987.549
8.248.600.407
23.433.544.919
9.230.084.866
8.885.758.949
7.002.517.603
8.201.719.744
11.412.196.366
35.590.427.946
8.184.778.761
6.176.551.644
72.767.295.956
9.832.157.897
10.404.454.008
27.347.039.998
10.193.573.453
11.971.296.344
52.979.436.268
11.145.797.986
3.556.044.942
10.426.648.599
9.741.483.548
9.879.350.184
9.760.945.247
6.170.304.343
15.027.645.128
16.176.745.416
4.867.261.717
6.752.809.840
5.270.562.789
5.402.535.796
7.400.394.741
7.119.981.757
7.789.186.280
7.460.273.666
3.236.225.744
2.514.632.341

Total
7=4+5
118.903.632.867
9.922.832.978
11.800.143.475
10.507.790.938
8.405.309.930
10.899.886.134
9.919.064.723
43.374.357.906
89.636.480.333
17.729.767.936
10.533.255.408
8.905.613.382
18.090.043.530
9.484.278.311
10.842.640.181
28.784.181.377
10.947.515.624
10.375.324.951
8.192.811.843
10.026.557.954
12.399.344.426
37.651.579.214
9.377.485.771
7.418.466.828
158.969.483.400
13.544.887.001
12.407.501.316
33.796.405.164
12.666.517.767
15.628.217.116
56.456.323.838
13.090.987.808
4.900.007.284
13.350.190.475
12.181.862.684
11.627.615.390
11.689.386.561
8.724.562.433
17.381.212.236
67.593.968.790
10.385.840.645
8.811.214.964
7.054.557.279
8.705.424.694
9.692.245.865
9.750.406.333
9.409.424.668
9.101.782.138
4.599.811.704
3.833.568.005
DAFTAR LRA -211 -

DAFTAR 3.B

LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT SEMESTER I TAHUN 2012 (UNAUDITED )
LAPORAN REALISASI ANGGARAN TRANSFER DANA BAGI HASIL PAJAK
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012
(Dalam Rupiah)
No.
1
51
52
53
54
55
56
57
58
59
60
61
62
63
64
65
66
67
68
69
70
71
72
73
74
75
76
77
78
79
80
81
82
83
84
85
86
87
88
89
90
91
92
93
94
95
96
97
98
99
100

Daerah
2
Kota Tebing Tinggi
Kota Padang Sidempuan
Kab. Pakpak Bharat
Kab. Nias Selatan
Kab. Humbang Hasundutan
Kab. Serdang Bedagai
Kab. Samosir
Kota Gunung sitoli
Provinsi Sumatera Barat
Kab. Limapuluh Kota
Kab. Agam
Kab. Kepulauan Mentawai
Kab. Padang Pariaman
Kab. Pasaman
Kab. Pesisir Selatan
Kab. Sijunjung
Kab. Solok
Kab. Tanah Datar
Kota Bukit Tinggi
Kota Padang Panjang
Kota Padang
Kota Payakumbuh
Kota Sawahlunto
Kota Solok
Kota Pariaman
Kab. Pasaman Barat
Kab. Dharmasraya
Kab. Solok Selatan
Provinsi Riau
Kab. Bengkalis
Kab. Indragiri Hilir
Kab. Indragiri Hulu
Kab. Kampar
Kab. Kuantan Singingi
Kab. Pelalawan
Kab. Rokan Hilir
Kab. Rokan Hulu
Kab. Siak
Kota Dumai
Kota Pekanbaru
Kab. Kepulauan Meranti
Provinsi Kepulauan Riau
Kab. Bintan
Kab. Natuna
Kab. Karimun
Kota Batam
Kab. Kepulauan Anambas
Kota Tanjung Pinang
Kab. Lingga
Provinsi Jambi

Pagu
3
21.512.503.452
26.819.305.008
22.684.481.212
22.564.780.032
27.126.079.852
52.945.920.774
17.426.419.989
11.531.284.685
144.186.986.997
24.276.367.732
25.342.562.163
20.560.576.590
20.844.220.218
21.635.311.412
28.348.162.757
22.586.151.311
23.198.260.652
20.180.623.220
17.102.454.665
15.866.776.060
72.013.805.075
14.889.943.028
15.522.090.586
16.497.455.415
19.935.090.727
29.821.284.566
23.753.078.276
24.434.979.623
559.669.568.599
311.208.363.110
75.896.344.627
96.011.210.295
168.790.396.404
51.953.971.194
135.576.556.379
209.054.894.352
133.220.169.284
238.751.703.587
71.542.750.879
135.752.690.040
102.726.821.886
256.277.228.745
79.760.029.668
235.151.830.914
68.414.843.831
203.053.229.870
85.937.744.688
54.821.559.394
54.365.435.477
196.770.307.483

PPh Perorangan
4
2.129.414.934
2.599.035.558
1.377.596.416
1.385.258.258
1.689.770.874
2.971.424.836
1.476.133.052
1.717.513.052
30.382.312.832
1.555.623.408
2.278.162.268
893.646.504
1.549.372.210
1.350.184.770
1.594.529.960
1.394.724.256
1.613.397.254
1.859.974.746
2.775.793.434
1.208.325.620
16.503.185.282
1.597.474.064
1.410.104.444
1.567.405.256
1.821.991.934
1.832.189.804
1.457.368.600
1.310.015.394
89.162.781.180
27.897.722.342
5.642.297.798
5.526.077.776
7.029.863.474
5.077.898.368
6.808.903.548
4.568.681.420
5.185.014.438
13.772.846.516
11.546.407.118
36.542.517.146
4.145.941.808
43.362.309.880
4.912.440.250
3.355.347.366
5.688.946.184
39.270.301.092
5.549.975.194
3.114.145.444
3.152.309.280
19.601.792.682

Realisasi
PBB
5
6.490.636.374
8.243.380.964
8.630.019.474
8.457.639.888
10.102.728.783
9.823.161.491
5.690.997.085
2.794.086.921
30.444.234.118
8.790.991.120
7.414.646.134
8.109.708.162
6.643.469.675
8.160.281.763
10.122.461.088
8.139.688.551
8.431.112.556
6.493.206.919
3.880.905.278
5.509.589.652
11.529.274.202
4.296.872.869
5.081.176.072
5.205.744.763
6.602.597.933
8.719.831.995
7.249.801.385
7.509.051.349
153.017.993.830
114.315.239.616
21.641.964.162
36.113.643.215
60.644.471.626
14.141.007.471
50.786.356.464
91.663.381.354
48.828.012.206
96.346.517.549
23.629.455.508
22.297.929.401
44.622.900.958
69.454.550.048
27.952.119.525
112.248.388.978
23.778.925.048
42.003.593.493
35.043.630.544
21.248.775.755
22.395.313.690
68.802.193.518

Total
7=4+5
8.620.051.308
10.842.416.522
10.007.615.890
9.842.898.146
11.792.499.657
12.794.586.327
7.167.130.137
4.511.599.973
60.826.546.950
10.346.614.528
9.692.808.402
9.003.354.666
8.192.841.885
9.510.466.533
11.716.991.048
9.534.412.807
10.044.509.810
8.353.181.665
6.656.698.712
6.717.915.272
28.032.459.484
5.894.346.933
6.491.280.516
6.773.150.019
8.424.589.867
10.552.021.799
8.707.169.985
8.819.066.743
242.180.775.010
142.212.961.958
27.284.261.960
41.639.720.991
67.674.335.100
19.218.905.839
57.595.260.012
96.232.062.774
54.013.026.644
110.119.364.065
35.175.862.626
58.840.446.547
48.768.842.766
112.816.859.928
32.864.559.775
115.603.736.344
29.467.871.232
81.273.894.585
40.593.605.738
24.362.921.199
25.547.622.970
88.403.986.200
DAFTAR LRA -212 -

DAFTAR 3.B

LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT SEMESTER I TAHUN 2012 (UNAUDITED )
LAPORAN REALISASI ANGGARAN TRANSFER DANA BAGI HASIL PAJAK
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012
(Dalam Rupiah)
No.

Daerah

1
101
102
103
104
105
106
107
108
109
110
111
112
113
114
115
116
117
118
119
120
121
122
123
124
125
126
127
128
129
130
131
132
133
134
135
136
137
138
139
140
141
142
143
144
145
146
147
148
149
150

2
Kab. Batanghari
Kab. Bungo
Kab. Kerinci
Kab. Merangin
Kab. Muaro Jambi
Kab. Sarolangun
Kab. Tanjung Jabung Barat
Kab. Tanjung Jabung Timur
Kab. Tebo
Kota Jambi
Kota Sungai Penuh
Provinsi Sumatera Selatan
Kab. Lahat
Kab. Musi Banyuasin
Kab. Musi Rawas
Kab. Muara Enim
Kab. Ogan Komering Ilir
Kab. Ogan Komering Ulu
Kota Palembang
Kota Pagar Alam
Kota Lubuk Linggau
Kota Prabumulih
Kab. Empat Lawang
Kab. Banyuasin
Kab. Ogan Ilir
Kab. OKU Timur
Kab. OKU Selatan
Provinsi Bangka Belitung
Kab. Bangka
Kab. Belitung
Kota Pangkal Pinang
Kab. Bangka Selatan
Kab. Bangka Tengah
Kab. Bangka Barat
Kab. Belitung Timur
Provinsi Bengkulu
Kab. Bengkulu Selatan
Kab. Bengkulu Utara
Kab. Rejang Lebong
Kota Bengkulu
Kab. Kaur
Kab. Seluma
Kab. Mukomuko
Kab. Lebong
Kab. Bengkulu Tengah
Kab. Kepahiang
Provinsi Lampung
Kab. Lampung Barat
Kab. Lampung Selatan
Kab. Lampung Tengah

Pagu
3
101.189.633.844
33.893.834.296
22.216.174.176
42.781.784.536
90.328.484.388
66.457.038.113
95.911.725.823
109.834.208.904
45.203.742.196
73.887.293.977
15.657.277.556
436.778.216.038
98.428.264.423
316.987.058.395
182.878.089.490
226.358.378.677
65.148.812.855
89.229.023.353
99.489.505.013
30.668.082.481
31.076.202.013
62.918.552.274
28.278.580.059
119.466.143.323
72.023.708.776
33.476.553.937
30.664.759.443
62.838.170.256
34.585.113.714
30.121.137.927
36.151.095.159
27.785.147.581
28.422.804.102
33.545.311.260
30.637.650.271
62.963.498.142
18.565.912.943
28.483.044.108
21.511.347.269
28.968.614.674
22.972.540.943
22.997.652.702
28.796.939.918
33.002.107.553
14.900.318.440
20.862.421.740
144.265.581.934
30.049.225.790
38.119.459.549
59.918.760.899

PPh Perorangan
4
1.595.454.242
2.298.279.410
886.573.590
2.186.860.240
2.418.054.980
1.402.612.834
2.344.146.506
2.362.783.502
1.417.615.150
10.142.041.402
2.348.267.152
52.342.403.764
3.648.723.024
5.376.168.196
2.369.768.380
8.173.903.576
2.857.371.404
3.909.309.316
30.049.482.046
1.895.589.350
3.104.467.292
5.242.810.084
1.793.680.236
3.263.061.296
2.309.564.906
2.509.664.392
2.010.042.122
9.472.239.038
1.829.463.242
1.601.487.508
4.136.088.416
986.683.004
1.515.231.120
2.214.759.376
1.924.645.882
8.067.343.166
946.201.914
1.264.736.794
1.118.205.104
4.503.226.004
624.050.132
743.367.802
885.432.710
620.136.080
719.275.754
676.382.438
22.970.349.464
1.306.164.474
2.829.581.920
3.212.203.386

Realisasi
PBB
5
45.444.815.224
11.490.097.332
8.205.776.003
17.139.451.371
37.571.872.792
27.555.091.569
39.900.564.138
50.400.448.228
18.317.057.252
20.905.867.044
3.862.865.187
142.074.144.113
40.211.215.574
143.709.932.786
82.109.716.326
87.815.936.196
22.310.985.836
37.245.586.499
11.403.735.382
11.689.959.402
10.463.424.983
23.464.871.723
10.731.535.946
51.887.573.221
30.884.601.386
11.346.808.364
11.684.534.631
16.243.033.132
11.559.703.334
10.188.004.915
10.529.759.263
10.886.939.567
10.114.060.320
9.691.698.907
9.474.807.903
19.486.429.771
7.119.268.331
10.325.749.608
8.350.538.925
7.471.727.608
9.648.029.492
8.953.535.975
10.194.268.047
12.248.945.767
5.073.884.083
8.510.627.013
37.671.296.400
11.982.971.271
10.875.342.342
16.135.413.948

Total
7=4+5
47.040.269.466
13.788.376.742
9.092.349.593
19.326.311.611
39.989.927.772
28.957.704.403
42.244.710.644
52.763.231.730
19.734.672.402
31.047.908.446
6.211.132.339
194.416.547.877
43.859.938.598
149.086.100.982
84.479.484.706
95.989.839.772
25.168.357.240
41.154.895.815
41.453.217.428
13.585.548.752
13.567.892.275
28.707.681.807
12.525.216.182
55.150.634.517
33.194.166.292
13.856.472.756
13.694.576.753
25.715.272.170
13.389.166.576
11.789.492.423
14.665.847.679
11.873.622.571
11.629.291.440
11.906.458.283
11.399.453.785
27.553.772.937
8.065.470.245
11.590.486.402
9.468.744.029
11.974.953.612
10.272.079.624
9.696.903.777
11.079.700.757
12.869.081.847
5.793.159.837
9.187.009.451
60.641.645.864
13.289.135.745
13.704.924.262
19.347.617.334
DAFTAR LRA -213 -

DAFTAR 3.B

LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT SEMESTER I TAHUN 2012 (UNAUDITED )
LAPORAN REALISASI ANGGARAN TRANSFER DANA BAGI HASIL PAJAK
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012
(Dalam Rupiah)
No.
1
151
152
153
154
155
156
157
158
159
160
161
162
163
164
165
166
167
168
169
170
171
172
173
174
175
176
177
178
179
180
181
182
183
184
185
186
187
188
189
190
191
192
193
194
195
196
197
198
199
200

Daerah
2
Kab. Lampung Utara
Kab. Lampung Timur
Kab. Tanggamus
Kab. Tulang Bawang
Kab. Way Kanan
Kab. Pesawaran
Kab. Pringsewu
Kab. Mesuji
Kab. Tulang Bawang Barat
Kota Bandar Lampung
Kota Metro
Provinsi DKI Jakarta
Provinsi Jawa Barat
Kab. Bandung
Kab. Bekasi
Kab. Bogor
Kab. Ciamis
Kab. Cianjur
Kab. Cirebon
Kab. Garut
Kab. Indramayu
Kab. Karawang
Kab. Kuningan
Kab. Majalengka
Kab. Purwakarta
Kab. Subang
Kab. Sukabumi
Kab. Sumedang
Kab. Tasikmalaya
Kab. Bandung Barat
Kota Bandung
Kota Bekasi
Kota Bogor
Kota Cirebon
Kota Depok
Kota Sukabumi
Kota Cimahi
Kota Tasikmalaya
Kota Banjar
Provinsi Banten
Kab. Lebak
Kab. Pandeglang
Kab. Serang
Kab. Tangerang
Kota Cilegon
Kota Tangerang
Kota Serang
Kota Tangerang Selatan
Provinsi Jawa Tengah
Kab. Banjarnegara

Pagu
3
35.921.073.783
85.409.098.495
28.134.961.233
37.247.923.870
34.557.325.284
19.648.192.546
16.829.567.437
16.791.742.416
15.510.336.260
45.534.899.518
25.893.713.261
10.899.446.714.493
1.186.208.797.601
152.516.425.589
430.299.681.471
122.803.930.226
57.249.338.143
83.963.839.793
75.274.704.954
92.807.741.922
190.643.788.245
276.022.546.623
51.498.522.730
85.752.652.474
80.143.659.213
181.431.623.037
100.662.735.940
55.918.598.736
61.545.034.189
69.990.349.127
381.341.266.024
172.556.751.225
104.796.799.000
52.286.841.738
59.769.531.417
41.566.536.453
49.262.067.046
47.467.775.043
31.042.817.776
431.453.246.230
55.627.687.222
53.037.020.691
82.419.956.373
216.749.679.149
113.940.690.016
267.441.581.203
42.145.556.660
162.321.751.722
578.151.846.006
38.924.989.721

PPh Perorangan
4
2.043.942.348
2.229.413.188
1.501.373.246
2.581.622.768
1.259.564.914
1.478.847.794
1.478.831.932
814.665.820
865.913.842
11.164.979.626
1.688.418.918
3.416.884.787.426
294.080.558.834
13.113.675.488
83.296.175.532
25.834.428.978
7.079.550.646
8.360.200.910
10.236.457.516
8.443.283.022
12.959.709.096
29.894.163.330
7.298.084.728
7.121.898.728
12.269.016.112
8.603.651.982
7.743.245.192
8.280.264.624
7.727.233.628
10.653.351.288
69.848.403.934
24.345.073.402
18.160.694.486
10.052.114.582
15.867.031.052
10.422.500.354
7.787.004.618
10.095.713.026
5.627.911.946
126.240.483.882
8.965.001.320
9.357.147.224
17.487.292.228
40.289.833.088
25.772.564.802
48.013.321.020
9.775.344.348
29.700.221.782
136.583.779.268
3.548.986.414

Realisasi
PBB
5
12.439.613.354
36.620.774.536
10.337.240.652
13.695.869.030
12.760.310.152
6.430.933.004
5.298.889.235
5.366.334.280
4.959.209.392
8.032.060.656
9.509.975.298
628.147.235.802
188.831.917.782
36.011.178.772
79.450.983.575
22.998.684.995
24.254.467.854
25.374.684.133
21.893.416.689
29.782.417.212
71.139.322.237
87.130.459.167
20.501.944.270
33.227.791.112
18.488.049.460
75.200.822.048
30.271.916.196
15.294.640.546
24.091.149.636
14.043.106.259
53.072.463.865
40.202.728.671
20.866.782.808
10.348.307.414
9.271.812.322
5.861.661.268
8.559.287.059
10.569.837.460
7.801.809.365
41.815.125.460
13.657.228.886
13.186.303.482
13.739.798.142
41.263.460.309
15.314.744.081
43.454.310.507
6.560.057.765
35.937.351.736
103.709.664.602
17.953.890.360

Total
7=4+5
14.483.555.702
38.850.187.724
11.838.613.898
16.277.491.798
14.019.875.066
7.909.780.798
6.777.721.167
6.181.000.100
5.825.123.234
19.197.040.282
11.198.394.216
4.045.032.023.228
482.912.476.616
49.124.854.260
162.747.159.107
48.833.113.973
31.334.018.500
33.734.885.043
32.129.874.205
38.225.700.234
84.099.031.333
117.024.622.497
27.800.028.998
40.349.689.840
30.757.065.572
83.804.474.030
38.015.161.388
23.574.905.170
31.818.383.264
24.696.457.547
122.920.867.799
64.547.802.073
39.027.477.294
20.400.421.996
25.138.843.374
16.284.161.622
16.346.291.677
20.665.550.486
13.429.721.311
168.055.609.342
22.622.230.206
22.543.450.706
31.227.090.370
81.553.293.397
41.087.308.883
91.467.631.527
16.335.402.113
65.637.573.518
240.293.443.870
21.502.876.774
DAFTAR LRA -214 -

DAFTAR 3.B

LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT SEMESTER I TAHUN 2012 (UNAUDITED )
LAPORAN REALISASI ANGGARAN TRANSFER DANA BAGI HASIL PAJAK
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012
(Dalam Rupiah)
No.

Daerah

1
201
202
203
204
205
206
207
208
209
210
211
212
213
214
215
216
217
218
219
220
221
222
223
224
225
226
227
228
229
230
231
232
233
234
235
236
237
238
239
240
241
242
243
244
245
246
247
248
249
250

2
Kab. Banyumas
Kab. Batang
Kab. Blora
Kab. Boyolali
Kab. Brebes
Kab. Cilacap
Kab. Demak
Kab. Grobogan
Kab. Jepara
Kab. Karanganyar
Kab. Kebumen
Kab. Kendal
Kab. Klaten
Kab. Kudus
Kab. Magelang
Kab. Pati
Kab. Pekalongan
Kab. Pemalang
Kab. Purbalingga
Kab. Purworejo
Kab. Rembang
Kab. Semarang
Kab. Sragen
Kab. Sukoharjo
Kab. Tegal
Kab. Temanggung
Kab. Wonogiri
Kab. Wonosobo
Kota Magelang
Kota Pekalongan
Kota Salatiga
Kota Semarang
Kota Surakarta
Kota Tegal
Provinsi DI Yogyakarta
Kab. Bantul
Kab. Gunung Kidul
Kab. Kulon Progo
Kab. Sleman
Kota Yogyakarta
Provinsi Jawa Timur
Kab. Bangkalan
Kab. Banyuwangi
Kab. Blitar
Kab. Bojonegoro
Kab. Bondowoso
Kab. Gresik
Kab. Jember
Kab. Jombang
Kab. Kediri

Pagu
3
68.391.855.668
35.666.601.076
77.079.520.633
38.181.808.703
53.087.704.151
88.349.199.879
39.865.285.754
55.688.812.566
52.062.580.615
40.862.308.030
42.454.175.084
43.659.069.665
38.625.733.434
85.848.129.459
40.465.408.952
50.062.167.113
32.927.351.260
42.783.303.791
34.374.279.852
36.980.996.395
38.862.709.796
44.602.481.080
37.228.215.502
33.683.634.464
46.126.356.411
31.466.826.229
38.485.033.005
34.459.572.560
20.123.485.360
26.032.053.058
20.438.789.364
119.203.351.867
63.457.262.165
26.137.995.054
92.828.718.781
43.687.904.304
31.879.608.630
25.320.831.223
81.548.481.847
44.309.930.653
882.642.155.830
80.773.325.326
67.435.301.585
44.716.761.881
106.729.115.288
31.983.327.837
107.261.493.901
75.290.520.947
54.510.005.495
60.892.910.992

PPh Perorangan
4
8.261.728.162
3.294.468.072
4.024.972.242
4.205.199.216
3.428.585.356
11.019.112.970
3.435.591.016
3.637.515.154
5.342.784.048
4.590.268.106
3.858.956.580
3.980.966.662
4.298.116.342
16.813.495.572
4.036.335.160
4.566.361.864
2.863.414.632
3.476.952.806
3.244.299.106
3.977.678.790
3.243.475.438
5.248.577.300
4.282.887.600
6.910.130.394
3.813.963.762
3.327.141.092
3.816.774.504
3.086.133.118
3.804.489.630
4.208.705.654
3.099.510.192
38.579.043.498
11.476.946.258
4.072.102.124
26.724.328.574
5.937.484.478
3.795.642.840
3.455.913.472
12.999.082.936
13.898.369.126
208.494.243.252
3.790.626.096
4.872.964.646
3.989.513.256
4.607.890.268
3.568.084.258
21.994.072.752
7.592.079.720
5.611.812.490
4.528.445.728

Realisasi
PBB
5
21.499.589.709
9.993.998.571
29.527.375.907
12.754.444.751
18.736.324.271
20.997.077.728
11.932.315.817
23.351.069.047
13.377.234.303
11.417.153.958
17.065.620.790
10.375.912.571
12.474.343.867
17.854.156.458
16.022.404.602
14.689.057.217
9.042.397.466
15.871.580.411
10.814.127.464
11.917.399.333
13.689.817.750
10.088.053.358
9.984.014.925
8.083.244.362
14.421.049.120
7.373.831.008
13.986.078.133
9.349.756.694
4.140.711.787
5.684.301.754
4.429.429.752
10.725.099.325
12.004.106.392
5.413.574.707
11.057.389.397
10.123.785.001
10.572.060.663
8.032.006.106
17.442.696.678
4.002.839.348
167.270.286.252
33.890.514.952
23.919.160.883
12.644.472.466
45.941.135.022
11.755.211.923
25.358.991.438
23.049.376.757
15.720.863.612
29.875.481.466

Total
7=4+5
29.761.317.871
13.288.466.643
33.552.348.149
16.959.643.967
22.164.909.627
32.016.190.698
15.367.906.833
26.988.584.201
18.720.018.351
16.007.422.064
20.924.577.370
14.356.879.233
16.772.460.209
34.667.652.030
20.058.739.762
19.255.419.081
11.905.812.098
19.348.533.217
14.058.426.570
15.895.078.123
16.933.293.188
15.336.630.658
14.266.902.525
14.993.374.756
18.235.012.882
10.700.972.100
17.802.852.637
12.435.889.812
7.945.201.417
9.893.007.408
7.528.939.944
49.304.142.823
23.481.052.650
9.485.676.831
37.781.717.971
16.061.269.479
14.367.703.503
11.487.919.578
30.441.779.614
17.901.208.474
375.764.529.504
37.681.141.048
28.792.125.529
16.633.985.722
50.549.025.290
15.323.296.181
47.353.064.190
30.641.456.477
21.332.676.102
34.403.927.194
DAFTAR LRA -215 -

DAFTAR 3.B

LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT SEMESTER I TAHUN 2012 (UNAUDITED )
LAPORAN REALISASI ANGGARAN TRANSFER DANA BAGI HASIL PAJAK
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012
(Dalam Rupiah)
No.

Daerah

1
251
252
253
254
255
256
257
258
259
260
261
262
263
264
265
266
267
268
269
270
271
272
273
274
275
276
277
278
279
280
281
282
283
284
285
286
287
288
289
290
291
292
293
294
295
296
297
298
299
300

2
Kab. Lamongan
Kab. Lumajang
Kab. Madiun
Kab. Magetan
Kab. Malang
Kab. Mojokerto
Kab. Nganjuk
Kab. Ngawi
Kab. Pacitan
Kab. Pamekasan
Kab. Pasuruan
Kab. Ponorogo
Kab. Probolinggo
Kab. Sampang
Kab. Sidoarjo
Kab. Situbondo
Kab. Sumenep
Kab. Trenggalek
Kab. Tuban
Kab. Tulungagung
Kota Blitar
Kota Kediri
Kota Madiun
Kota Malang
Kota Mojokerto
Kota Pasuruan
Kota Probolinggo
Kota Surabaya
Kota Batu
Provinsi Kalimantan Barat
Kab. Bengkayang
Kab. Landak
Kab. Kapuas Hulu
Kab. Ketapang
Kab. Pontianak
Kab. Sambas
Kab. Sanggau
Kab. Sintang
Kota Pontianak
Kota Singkawang
Kab. Kayong Utara
Kab. Kubu Raya
Kab. Sekadau
Kab. Melawi
Provinsi Kalimantan Tengah
Kab. Barito Selatan
Kab. Barito Utara
Kab. Kapuas
Kab. Kotawaringin Barat
Kab. Kotawaringin Timur

Pagu
3
67.020.694.679
41.367.701.521
36.568.012.405
34.320.029.887
81.026.593.640
72.185.477.526
43.894.362.634
43.396.883.353
31.707.354.995
54.135.408.900
68.585.038.081
46.450.192.881
56.853.685.181
63.613.669.189
128.819.790.978
38.252.284.538
149.964.981.283
37.623.741.373
94.896.049.616
44.985.297.792
22.474.569.161
39.964.208.670
27.944.872.622
73.071.354.006
26.538.993.004
25.142.401.149
33.241.260.648
264.831.292.077
26.895.012.147
148.878.254.857
29.057.642.320
39.524.783.556
50.758.030.449
54.642.136.387
18.484.014.462
35.423.238.873
49.037.206.314
45.857.554.782
47.583.336.895
21.220.918.816
23.577.428.041
31.528.166.814
29.534.702.234
33.741.839.286
160.815.315.067
52.884.625.443
50.393.664.596
40.407.632.554
45.274.388.206
56.552.750.233

PPh Perorangan
4
4.354.198.394
4.096.420.220
3.655.429.260
4.554.630.406
7.568.942.414
6.574.683.830
4.206.911.378
4.380.047.970
3.442.968.460
3.942.022.014
7.902.152.842
4.003.358.706
6.274.710.036
3.571.182.772
24.029.665.528
3.566.318.152
4.474.002.064
3.876.996.494
5.935.938.228
4.803.631.336
3.413.921.152
7.898.201.410
4.879.943.218
11.681.181.242
4.477.674.460
4.916.484.226
3.857.759.648
92.733.660.140
3.112.839.594
22.939.450.234
1.484.090.738
1.354.930.304
1.653.575.704
2.611.894.888
1.518.843.882
1.693.229.382
2.475.407.342
2.159.665.568
11.652.444.250
2.006.967.112
883.021.550
2.442.734.920
1.224.272.194
1.248.097.494
16.585.249.466
1.199.527.702
1.438.963.166
1.161.566.710
3.156.949.734
3.222.614.826

Realisasi
PBB
5
25.916.472.401
11.995.982.438
8.380.197.864
9.474.495.221
26.757.171.031
21.944.256.931
13.683.775.858
11.349.682.223
11.464.987.664
20.776.634.640
21.606.789.600
16.315.742.062
17.438.903.930
25.497.968.628
33.514.075.592
11.840.347.757
67.256.610.358
10.986.594.143
34.450.442.139
12.882.582.803
5.088.583.079
8.781.191.509
4.784.946.804
19.047.455.546
6.331.259.181
5.876.214.312
10.455.174.475
15.719.406.292
7.595.850.981
41.155.049.196
13.825.966.403
15.839.617.951
20.547.682.914
17.172.439.747
6.062.052.318
13.304.687.314
14.297.522.772
17.605.324.026
8.446.948.564
6.828.137.648
10.266.436.859
10.501.648.716
10.855.429.366
13.708.141.081
53.703.643.893
24.633.632.178
22.413.292.716
19.384.565.980
12.725.196.151
15.573.443.719

Total
7=4+5
30.270.670.795
16.092.402.658
12.035.627.124
14.029.125.627
34.326.113.445
28.518.940.761
17.890.687.236
15.729.730.193
14.907.956.124
24.718.656.654
29.508.942.442
20.319.100.768
23.713.613.966
29.069.151.400
57.543.741.120
15.406.665.909
71.730.612.422
14.863.590.637
40.386.380.367
17.686.214.139
8.502.504.231
16.679.392.919
9.664.890.022
30.728.636.788
10.808.933.641
10.792.698.538
14.312.934.123
108.453.066.432
10.708.690.575
64.094.499.430
15.310.057.141
17.194.548.255
22.201.258.618
19.784.334.635
7.580.896.200
14.997.916.696
16.772.930.114
19.764.989.594
20.099.392.814
8.835.104.760
11.149.458.409
12.944.383.636
12.079.701.560
14.956.238.575
70.288.893.359
25.833.159.880
23.852.255.882
20.546.132.690
15.882.145.885
18.796.058.545
DAFTAR LRA -216 -

DAFTAR 3.B

LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT SEMESTER I TAHUN 2012 (UNAUDITED )
LAPORAN REALISASI ANGGARAN TRANSFER DANA BAGI HASIL PAJAK
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012
(Dalam Rupiah)
No.
1
301
302
303
304
305
306
307
308
309
310
311
312
313
314
315
316
317
318
319
320
321
322
323
324
325
326
327
328
329
330
331
332
333
334
335
336
337
338
339
340
341
342
343
344
345
346
347
348
349
350
351

Daerah
2
Kota Palangkaraya
Kab. Barito Timur
Kab. Murung Raya
Kab. Pulang Pisau
Kab. Gunung Mas
Kab. Lamandau
Kab. Sukamara
Kab. Katingan
Kab. Seruyan
Provinsi Kalimantan Selatan
Kab. Banjar
Kab. Barito Kuala
Kab. Hulu Sungai Selatan
Kab. Hulu Sungai Tengah
Kab. Hulu Sungai Utara
Kab. Kotabaru
Kab. Tabalong
Kab. Tanah Laut
Kab. Tapin
Kota Banjarbaru
Kota Banjarmasin
Kab. Balangan
Kab. Tanah Bumbu
Provinsi Kalimantan Timur
Kab. Berau
Kab. Bulungan
Kab. Kutai Kartanegara
Kab. Kutai Barat
Kab. Kutai Timur
Kab. Malinau
Kab. Nunukan
Kab. Pasir
Kota Balikpapan
Kota Bontang
Kab. Tana Tidung
Kota Samarinda
Kota Tarakan
Kab. Penajam Paser Utara
Provinsi Sulawesi Utara
Kab. Bolaang Mongondow
Kab. Minahasa
Kab. Sangihe
Kota Bitung
Kota Manado
Kab. Kepulauan Talaud
Kab. Minahasa Selatan
Kab. Minahasa Tenggara
Kab. Kepulauan Siau Tagulandang Biaro
Kota Kotamubagu
Kab. Bolaang Mongondow Timur
Kab. Bolaang Mongondow Selatan

Pagu
3
30.638.733.317
42.654.976.069
49.920.393.426
27.426.015.982
30.862.129.138
35.954.042.938
31.492.405.929
34.946.993.343
54.904.986.318
173.140.383.945
42.773.480.650
28.599.593.699
26.546.574.719
26.022.769.630
34.854.660.537
58.657.511.023
90.293.628.934
38.163.172.731
31.367.890.037
28.028.167.645
54.797.264.947
48.774.720.720
41.288.522.806
818.572.301.336
71.521.002.401
142.152.666.610
680.843.812.666
90.448.074.430
237.870.815.310
75.293.821.254
153.148.927.433
78.023.382.461
211.803.188.258
194.907.646.980
49.194.051.557
166.777.390.871
165.445.487.110
150.951.147.120
94.141.519.179
20.931.947.334
29.796.401.704
13.757.539.501
21.445.215.894
55.915.515.447
18.376.150.789
19.744.312.403
16.575.320.162
14.438.098.512
17.140.858.620
18.589.330.221
12.051.559.827

PPh Perorangan
4
5.406.451.062
1.709.349.252
1.891.492.734
887.458.240
972.655.914
776.165.162
665.529.136
887.528.072
1.501.622.464
30.927.716.266
2.867.886.912
1.721.346.360
1.905.429.564
2.116.681.782
1.692.975.084
6.544.013.214
4.230.464.554
3.230.823.000
1.871.956.626
4.045.129.934
10.359.666.772
2.298.728.842
3.506.471.734
139.777.536.006
7.528.391.776
6.160.242.922
13.800.733.580
10.344.364.076
21.287.023.086
5.283.350.380
5.750.843.738
8.388.094.744
60.709.519.870
28.477.551.502
4.804.985.422
23.242.880.868
8.472.243.542
5.416.078.474
17.930.670.092
867.554.078
1.495.304.056
1.336.741.822
1.472.632.336
11.466.050.552
855.281.318
1.018.332.328
853.809.758
1.019.380.604
1.356.660.516
854.444.018
678.020.262

Realisasi
PBB
5
7.753.695.135
19.467.083.774
20.151.709.836
11.480.162.080
12.349.604.428
13.369.433.710
12.938.453.651
14.820.133.039
17.049.879.479
45.179.294.589
13.915.130.511
11.003.129.297
9.806.583.142
9.352.812.978
14.196.670.435
12.378.725.981
42.214.364.590
11.628.581.965
12.631.923.365
7.604.328.275
9.371.889.795
24.810.535.358
14.528.660.367
226.789.580.037
28.459.316.583
60.138.723.678
312.465.884.557
27.072.997.890
83.341.406.832
29.802.385.154
67.710.328.156
24.026.123.035
29.235.529.722
58.034.795.094
17.807.731.177
53.555.929.778
70.979.625.963
64.233.629.230
21.815.745.079
7.523.900.396
10.194.032.791
4.211.818.422
7.975.003.910
8.242.974.095
6.954.378.951
7.280.987.255
6.102.856.580
4.795.592.672
5.492.130.642
5.493.270.282
4.132.127.797

Total
7=4+5
13.160.146.197
21.176.433.026
22.043.202.570
12.367.620.320
13.322.260.342
14.145.598.872
13.603.982.787
15.707.661.111
18.551.501.943
76.107.010.855
16.783.017.423
12.724.475.657
11.712.012.706
11.469.494.760
15.889.645.519
18.922.739.195
46.444.829.144
14.859.404.965
14.503.879.991
11.649.458.209
19.731.556.567
27.109.264.200
18.035.132.101
366.567.116.043
35.987.708.359
66.298.966.600
326.266.618.137
37.417.361.966
104.628.429.918
35.085.735.534
73.461.171.894
32.414.217.779
89.945.049.592
86.512.346.596
22.612.716.599
76.798.810.646
79.451.869.505
69.649.707.704
39.746.415.171
8.391.454.474
11.689.336.847
5.548.560.244
9.447.636.246
19.709.024.647
7.809.660.269
8.299.319.583
6.956.666.338
5.814.973.276
6.848.791.158
6.347.714.300
4.810.148.059
DAFTAR LRA -217 -

DAFTAR 3.B

LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT SEMESTER I TAHUN 2012 (UNAUDITED )
LAPORAN REALISASI ANGGARAN TRANSFER DANA BAGI HASIL PAJAK
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012
(Dalam Rupiah)
No.

Daerah

1
352
353
354
355
356
357
358
359
360
361
362
363
364
365
366
367
368
369
370
371
372
373
374
375
376
377
378
379
380
381
382
383
384
385
386
387
388
389
390
391
392
393
394
395
396
397
398
399
400
401

2
Kota Tomohon
Kab. Minahasa Utara
Kab. Bolaang Mongondow Utara
Provinsi Gorontalo
Kab. Boalemo
Kab. Gorontalo
Kota Gorontalo
Kab. Pohuwato
Kab. Gorontalo Utara
Kab. Bone Bolango
Provinsi Sulawesi Tengah
Kab. Banggai
Kab. Banggai Kepulauan
Kab. Buol
Kab. Toli-Toli
Kab. Donggala
Kab. Morowali
Kab. Poso
Kota Palu
Kab. Parigi Moutong
Kab. Sigi
Kab. Tojo Una Una
Provinsi Sulawesi Selatan
Kab. Bantaeng
Kab. Barru
Kab. Bone
Kab. Bulukumba
Kab. Enrekang
Kab. Gowa
Kab. Jeneponto
Kab. Luwu
Kab. Luwu Utara
Kab. Maros
Kab. Pangkajene Kepulauan
Kab. Pinrang
Kab. Selayar
Kab. Sidenreng Rappang
Kab. Sinjai
Kab. Soppeng
Kab. Takalar
Kab. Tana Toraja
Kab. Wajo
Kota Pare-pare
Kab. Toraja Utara
Kota Makassar
Kota Palopo
Kab. Luwu Timur
Provinsi Sulawesi Barat
Kab. Majene
Kab. Mamuju

Pagu
3
24.451.811.069
23.750.080.940
16.529.130.229
30.745.067.851
19.405.781.052
17.538.273.642
16.769.059.170
20.033.013.119
16.524.694.581
22.803.541.857
83.213.583.393
34.924.762.107
24.553.058.848
23.160.593.273
22.045.023.606
30.666.741.872
49.793.348.110
30.384.261.432
23.921.646.867
27.893.996.197
18.415.902.363
25.449.141.261
268.741.776.579
25.889.121.854
25.363.037.471
46.754.093.328
32.168.236.792
30.475.299.002
34.562.577.206
28.558.447.605
23.617.096.258
35.383.292.843
29.985.572.921
34.686.677.692
29.535.337.970
22.870.722.041
36.837.568.318
24.047.712.735
26.116.843.245
25.387.979.732
19.908.205.324
69.747.130.766
24.229.699.830
16.445.634.426
129.412.413.747
20.313.629.208
50.991.975.706
40.221.846.282
29.192.816.751
39.061.213.346

PPh Perorangan
4
1.226.349.186
1.728.390.622
667.053.652
5.147.000.290
644.405.286
1.677.296.606
3.184.064.722
707.162.106
609.641.848
897.929.856
10.332.830.606
1.897.691.940
791.517.384
827.639.322
1.033.496.412
831.421.064
904.384.420
1.136.995.236
5.450.887.696
1.071.869.290
797.369.500
755.973.626
54.666.736.176
1.537.245.976
1.758.565.140
3.190.478.662
2.449.205.760
1.704.436.352
2.856.738.900
2.000.264.104
1.426.555.432
1.698.034.928
2.847.118.880
4.762.157.992
2.090.624.300
1.417.015.248
2.211.514.856
1.658.565.494
1.887.797.470
1.900.065.020
1.990.047.676
2.324.034.582
2.894.132.870
1.309.683.512
24.690.614.792
2.382.711.408
9.012.494.870
3.915.135.988
930.335.644
2.214.802.238

Realisasi
PBB
5
8.817.883.221
8.051.828.184
6.290.799.482
8.347.971.129
7.019.366.192
4.649.953.561
3.631.383.441
7.965.245.580
6.401.993.020
9.091.262.026
28.112.934.651
13.885.296.036
10.203.574.120
8.909.091.522
8.483.242.482
13.285.236.977
22.020.226.204
12.999.454.674
4.368.049.240
11.257.120.326
7.073.808.729
10.792.036.902
61.710.701.161
10.269.547.407
9.313.322.451
16.606.898.121
10.025.805.306
12.039.387.664
14.619.932.560
10.336.070.617
8.585.692.181
14.589.253.306
8.973.201.088
8.535.641.641
11.308.930.691
8.459.915.651
17.020.513.815
8.951.958.693
8.349.286.646
8.919.388.729
6.037.150.238
29.379.453.870
7.799.359.760
5.519.382.867
26.511.744.562
6.317.261.632
9.001.562.058
15.206.089.801
12.549.957.210
15.239.738.021

Total
7=4+5
10.044.232.407
9.780.218.806
6.957.853.134
13.494.971.419
7.663.771.478
6.327.250.167
6.815.448.163
8.672.407.686
7.011.634.868
9.989.191.882
38.445.765.257
15.782.987.976
10.995.091.504
9.736.730.844
9.516.738.894
14.116.658.041
22.924.610.624
14.136.449.910
9.818.936.936
12.328.989.616
7.871.178.229
11.548.010.528
116.377.437.337
11.806.793.383
11.071.887.591
19.797.376.783
12.475.011.066
13.743.824.016
17.476.671.460
12.336.334.721
10.012.247.613
16.287.288.234
11.820.319.968
13.297.799.633
13.399.554.991
9.876.930.899
19.232.028.671
10.610.524.187
10.237.084.116
10.819.453.749
8.027.197.914
31.703.488.452
10.693.492.630
6.829.066.379
51.202.359.354
8.699.973.040
18.014.056.928
19.121.225.789
13.480.292.854
17.454.540.259
DAFTAR LRA -218 -

DAFTAR 3.B

LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT SEMESTER I TAHUN 2012 (UNAUDITED )
LAPORAN REALISASI ANGGARAN TRANSFER DANA BAGI HASIL PAJAK
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012
(Dalam Rupiah)
No.
1
402
403
404
405
406
407
408
409
410
411
412
413
414
415
416
417
418
419
420
421
422
423
424
425
426
427
428
429
430
431
432
433
434
435
436
437
438
439
440
441
442
443
444
445
446
447
448
449
450
451

Daerah
2
Kab. Polewali Mandar
Kab. Mamasa
Kab. Mamuju Utara
Provinsi Sulawesi Tenggara
Kab. Buton
Kab. Konawe
Kab. Kolaka
Kab. Muna
Kota Kendari
Kota Bau-bau
Kab. Konawe Selatan
Kab. Bombana
Kab. Konawe Utara
Kab. Buton Utara
Kab. Wakatobi
Kab. Kolaka Utara
Provinsi Bali
Kab. Badung
Kab. Bangli
Kab. Buleleng
Kab. Gianyar
Kab. Jembrana
Kab. Karangasem
Kab. Klungkung
Kab. Tabanan
Kota Denpasar
Provinsi Nusa Tenggara Barat
Kab. Bima
Kab. Dompu
Kab. Lombok Barat
Kab. Lombok Tengah
Kab. Lombok Timur
Kab. Sumbawa
Kota Mataram
Kab. Lombok Utara
Kota Bima
Kab. Sumbawa Barat
Provinsi Nusa Tenggara Timur
Kab. Alor
Kab. Belu
Kab. Ende
Kab. Flores Timur
Kab. Kupang
Kab. Lembata
Kab. Manggarai
Kab. Ngada
Kab. Sikka
Kab. Sumba Barat
Kab. Sumba Timur
Kab. Timor Tengah Selatan

Pagu
3
28.202.698.411
23.436.130.769
39.302.981.164
74.135.978.238
28.028.907.411
20.455.817.195
34.438.645.879
19.349.446.668
30.323.803.794
24.292.719.569
27.922.388.374
22.311.691.637
20.962.003.318
12.646.410.960
19.606.285.568
22.783.589.547
151.990.449.935
110.680.480.123
21.323.994.171
35.003.197.981
28.462.737.683
23.848.441.917
26.051.350.820
19.193.266.619
29.980.846.844
111.262.118.083
109.225.537.798
22.199.306.529
21.416.089.817
23.113.566.223
33.420.539.832
33.480.149.939
31.407.490.111
42.658.214.793
16.498.747.183
23.284.799.546
56.712.503.831
103.709.941.745
18.302.323.129
21.329.068.319
19.420.361.607
21.111.918.450
18.870.362.023
16.131.440.122
16.932.907.310
13.205.572.773
19.027.772.345
13.092.444.343
24.575.551.232
23.643.561.465

PPh Perorangan
4
1.220.391.318
616.105.152
891.069.624
10.389.057.804
1.037.236.768
956.131.444
2.104.451.106
1.245.708.764
4.630.045.436
1.580.373.978
1.069.423.142
719.238.576
505.475.216
465.027.744
682.489.868
587.984.640
39.688.111.080
14.377.122.076
2.563.390.534
4.881.411.716
4.602.776.426
2.996.613.060
3.548.263.844
2.839.810.856
3.580.333.486
20.142.444.606
27.940.729.632
1.449.387.598
1.903.978.156
2.026.049.748
2.759.662.100
3.204.597.590
2.590.954.284
8.613.454.004
1.728.068.580
2.940.693.510
14.694.248.860
17.410.398.552
958.472.328
1.337.163.336
1.328.851.604
982.781.354
1.081.461.654
735.296.770
1.360.427.616
719.827.100
1.014.606.852
888.513.726
1.070.163.978
751.623.100

Realisasi
PBB
5
11.450.697.013
9.900.888.246
18.160.735.988
24.344.625.134
11.937.489.199
7.908.398.113
16.554.689.699
6.854.080.148
7.877.594.283
8.992.142.155
11.140.295.142
8.954.468.528
8.984.418.072
4.750.809.583
7.967.033.504
9.349.959.064
18.016.421.089
20.914.298.653
5.829.688.338
7.817.923.209
5.965.475.611
6.242.723.265
6.604.226.522
4.563.948.174
6.028.649.402
19.770.932.973
16.848.296.746
8.242.982.687
7.204.427.226
7.359.820.419
10.035.288.540
10.763.494.462
9.513.003.782
7.780.972.065
4.644.907.867
6.758.565.179
5.701.041.821
28.644.641.028
6.713.054.614
7.571.401.612
6.701.554.489
8.063.979.842
6.704.516.407
6.107.245.601
5.440.418.206
4.532.671.695
6.777.804.685
4.371.013.759
9.835.476.226
9.460.548.319

Total
7=4+5
12.671.088.331
10.516.993.398
19.051.805.612
34.733.682.938
12.974.725.967
8.864.529.557
18.659.140.805
8.099.788.912
12.507.639.719
10.572.516.133
12.209.718.284
9.673.707.104
9.489.893.288
5.215.837.327
8.649.523.372
9.937.943.704
57.704.532.169
35.291.420.729
8.393.078.872
12.699.334.925
10.568.252.037
9.239.336.325
10.152.490.366
7.403.759.030
9.608.982.888
39.913.377.579
44.789.026.378
9.692.370.285
9.108.405.382
9.385.870.167
12.794.950.640
13.968.092.052
12.103.958.066
16.394.426.069
6.372.976.447
9.699.258.689
20.395.290.681
46.055.039.580
7.671.526.942
8.908.564.948
8.030.406.093
9.046.761.196
7.785.978.061
6.842.542.371
6.800.845.822
5.252.498.795
7.792.411.537
5.259.527.485
10.905.640.204
10.212.171.419
DAFTAR LRA -219 -

DAFTAR 3.B

LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT SEMESTER I TAHUN 2012 (UNAUDITED )
LAPORAN REALISASI ANGGARAN TRANSFER DANA BAGI HASIL PAJAK
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012
(Dalam Rupiah)
No.
1
452
453
454
455
456
457
458
459
460
461
462
463
464
465
466
467
468
469
470
471
472
473
474
475
476
477
478
479
480
481
482
483
484
485
486
487
488
489
490
491
492
493
494
495
496
497
498
499
500
501

Daerah
2
Kab. Timor Tengah Utara
Kota Kupang
Kab. Rote Ndao
Kab. Nagekeo
Kab. Sumba Tengah
Kab. Sumba Barat Daya
Kab. Manggarai Timur
Kab. Sabu Raijua
Kab. Manggarai Barat
Provinsi Maluku
Kab. Maluku Tenggara Barat
Kab. Maluku Tengah
Kab. Maluku Tenggara
Kab. Pulau Buru
Kota Ambon
Kab. Seram Bagian Barat
Kab. Seram Bagian Timur
Kab. Maluku Barat Daya
Kab. Buru Selatan
Kab. Kepulauan Aru
Kota Tual
Provinsi Maluku Utara
Kab. Halmahera Tengah
Kab. Halmahera Barat
Kota Ternate
Kab. Halmahera Timur
Kota Tidore Kepulauan
Kab. Kepulauan Sula
Kab. Pulau Morotai
Kab. Halmahera Selatan
Kab. Halmahera Utara
Kab. Yalimo
Kab. Lanny Jaya
Provinsi Papua
Kab. Biak Numfor
Kab. Jayapura
Kab. Jayawijaya
Kab. Merauke
Kab. Mimika
Kab. Nabire
Kab. Paniai
Kab. Puncak Jaya
Kab. Kepulauan Yapen
Kota Jayapura
Kab. Sarmi
Kab. Keerom
Kab. Yahukimo
Kab. Pegunungan Bintang
Kab. Tolikara
Kab. Boven Digoel

Pagu
3
20.532.028.198
37.634.073.213
18.202.546.390
15.754.791.597
14.925.753.076
16.679.221.896
14.576.786.918
9.365.270.375
17.753.479.725
88.655.511.534
25.637.073.335
46.311.942.191
27.308.180.763
20.819.237.726
39.354.463.925
27.383.782.343
66.835.789.101
22.846.305.809
17.144.231.908
30.919.797.948
13.961.907.991
69.726.724.124
31.777.025.448
28.809.572.887
37.572.591.793
33.202.083.532
27.525.174.514
30.247.231.178
15.143.768.771
37.978.889.147
30.078.158.760
13.853.508.219
15.995.571.176
316.816.910.061
25.961.854.935
41.649.971.390
30.673.974.140
51.135.676.995
178.354.700.656
31.025.847.358
22.884.738.159
28.285.641.932
35.137.081.754
42.321.376.379
35.208.322.168
35.285.363.350
39.179.467.343
42.561.323.615
32.853.125.655
52.923.675.360

PPh Perorangan
4
926.898.152
8.912.085.020
773.629.240
575.707.808
499.290.104
427.294.284
424.972.576
480.363.784
866.167.402
9.128.148.142
375.241.652
1.210.710.932
965.182.810
455.458.120
6.784.758.382
670.947.734
540.041.610
1.008.745.774
667.918.182
574.194.168
439.022.830
7.404.195.174
766.354.864
652.274.172
2.047.637.110
738.313.560
1.510.646.144
771.923.888
426.967.080
861.125.836
3.331.050.092
930.589.598
935.947.864
52.004.025.738
2.448.451.400
1.286.677.884
1.873.994.502
2.450.995.692
34.352.756.096
1.775.089.826
1.429.874.786
1.069.031.878
1.533.103.302
9.751.751.762
1.009.287.712
1.055.243.120
879.529.570
1.239.184.094
917.108.216
1.913.617.466

Realisasi
PBB
5
7.741.462.191
5.293.635.694
7.000.232.329
6.066.162.956
5.833.510.840
6.583.066.591
5.672.786.396
3.040.324.410
6.702.659.525
32.198.712.870
11.358.960.257
19.884.162.868
11.342.003.242
8.625.141.676
8.805.022.946
11.674.403.769
31.689.641.322
9.182.292.132
6.745.114.596
13.655.413.223
5.394.162.258
24.215.310.098
13.776.139.387
12.379.584.874
14.868.951.606
12.581.512.224
10.740.099.313
12.271.156.539
5.999.028.758
16.703.654.156
8.363.973.064
4.784.266.138
5.845.401.676
88.908.860.798
8.318.015.906
16.529.158.670
11.756.650.342
21.207.795.100
35.250.943.438
12.251.411.874
8.788.868.614
11.734.741.470
14.375.202.431
6.174.721.900
15.683.345.899
14.570.992.200
17.242.974.169
18.454.248.962
14.051.393.641
20.947.915.927

Total
7=4+5
8.668.360.343
14.205.720.714
7.773.861.569
6.641.870.764
6.332.800.944
7.010.360.875
6.097.758.972
3.520.688.194
7.568.826.927
41.326.861.012
11.734.201.909
21.094.873.800
12.307.186.052
9.080.599.796
15.589.781.328
12.345.351.503
32.229.682.932
10.191.037.906
7.413.032.778
14.229.607.391
5.833.185.088
31.619.505.272
14.542.494.251
13.031.859.046
16.916.588.716
13.319.825.784
12.250.745.457
13.043.080.427
6.425.995.838
17.564.779.992
11.695.023.156
5.714.855.736
6.781.349.540
140.912.886.536
10.766.467.306
17.815.836.554
13.630.644.844
23.658.790.792
69.603.699.534
14.026.501.700
10.218.743.400
12.803.773.348
15.908.305.733
15.926.473.662
16.692.633.611
15.626.235.320
18.122.503.739
19.693.433.056
14.968.501.857
22.861.533.393
DAFTAR LRA -220 -

DAFTAR 3.B

LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT SEMESTER I TAHUN 2012 (UNAUDITED )
LAPORAN REALISASI ANGGARAN TRANSFER DANA BAGI HASIL PAJAK
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012
(Dalam Rupiah)
No.

Daerah

1
502
503
504
505
506
507
508
509
510
511
512
513
514
515
516
517
518
519
520
521
522
523
524
525
526

2

Pagu

3
Kab. Mappi
47.570.212.479
Kab. Asmat
40.872.371.738
Kab. Waropen
47.094.700.994
Kab. Mamberamo Raya
32.701.870.638
Kab. Mamberamo Tengah
13.585.238.656
Kab. Nduga
14.896.272.279
Kab. Dogiyai
19.639.788.988
Kab. Intan Jaya
20.252.715.961
Kab. Puncak
22.541.097.342
Kab. Deiyai
16.127.077.666
Kab. Supiori
21.046.971.146
Provinsi Papua Barat
213.342.688.859
Kab. Sorong
131.596.933.150
Kab. Manokwari
104.830.010.199
Kab. Fak Fak
60.368.492.980
Kota Sorong
53.889.911.517
Kab. Sorong Selatan
72.936.228.165
Kab. Raja Ampat
80.907.330.720
Kab. Teluk Bintuni
190.533.278.018
Kab. Teluk Wondama
35.241.244.539
Kab. Tambrauw
30.453.242.734
Kab. Maybrat
31.031.849.217
Kab. Kaimana
49.217.009.499
dana cadangan
Nilai belum teridentifikasi daerah penerima
JUMLAH
45.997.897.162.157

PPh Perorangan
4
1.365.254.828
1.254.004.382
927.122.944
816.730.792
875.258.590
911.007.062
915.192.854
1.113.343.914
1.055.713.714
1.057.423.068
862.751.648
11.420.616.016
1.895.214.190
2.294.421.372
1.228.501.842
3.157.475.220
987.973.572
905.477.716
3.880.317.244
1.023.828.054
485.379.328
480.670.862
791.664.602

Realisasi
PBB
5
21.062.233.848
17.762.469.174
21.136.177.116
14.302.210.650
4.718.896.974
5.330.098.768
7.611.865.339
7.801.489.266
8.967.826.673
5.759.467.770
8.335.979.260
91.028.244.977
61.760.961.871
48.482.367.285
27.534.965.842
20.291.965.629
34.138.127.568
37.267.616.823
88.055.447.612
15.225.810.006
13.640.236.642
13.912.984.358
22.188.003.960

7.584.882.398.974

11.340.156.281.079

Total
7=4+5
22.427.488.676
19.016.473.556
22.063.300.060
15.118.941.442
5.594.155.564
6.241.105.830
8.527.058.193
8.914.833.180
10.023.540.387
6.816.890.838
9.198.730.908
102.448.860.993
63.656.176.061
50.776.788.657
28.763.467.684
23.449.440.849
35.126.101.140
38.173.094.539
91.935.764.856
16.249.638.060
14.125.615.970
14.393.655.220
22.979.668.562
0
0
18.925.038.680.053

DAFTAR LRA -221 -

DAFTAR 3-C

LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT SEMESTER I TAHUN 2012 (UNAUDITED )

LAPORAN REALISASI ANGGARAN TRANSFER DANA BAGI HASIL SUMBER DAYA ALAM
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012
(Dalam Rupiah)
No.
1
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39

Daerah
2
Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam
Kab. Aceh Barat
Kab. Aceh Besar
Kab. Aceh Selatan
Kab. Aceh Singkil
Kab. Aceh Tengah
Kab. Aceh Tenggara
Kab. Aceh Timur
Kab. Aceh Utara
Kab. Bireun
Kab. Pidie
Kab. Simeulue
Kota Banda Aceh
Kota Sabang
Kota Langsa
Kota Lhokseumawe
Kab. Nagan Raya
Kab. Aceh Jaya
Kab. Pidie Jaya
Kab. Aceh Barat Daya
Kab. Gayo Lues
Kab. Aceh Tamiang
Kab. Bener Meriah
Kota Subulussalam
Provinsi Sumatera Utara
Kab. Asahan
Kab. Dairi
Kab. Deli Serdang
Kab. Tanah Karo
Kab. Labuhan Batu
Kab. Langkat
Kab. Mandailing Natal
Kab. Nias
Kab. Simalungun
Kab. Tapanuli Selatan
Kab. Tapanuli Tengah
Kab. Tapanuli Utara
Kab. Toba Samosir
Kota Binjai

Pagu
3
713.687.720.211
6.533.214.487
6.391.878.984
7.074.279.087
6.348.060.087
6.344.946.687
6.337.266.687
10.264.253.072
117.101.199.871
6.338.546.687
6.374.742.678
6.337.266.687
6.337.266.687
6.337.266.687
6.337.266.687
6.337.266.687
6.356.466.687
6.341.149.756
6.338.546.687
6.347.506.687
6.497.266.687
18.467.424.077
6.343.377.146
6.355.943.087
3.689.414.462
442.723.437
526.550.637
490.956.994
453.448.233
442.723.437
3.825.984.314
2.600.606.905
442.723.437
1.517.352.114
2.899.874.521
618.864.237
923.070.235
511.465.628
876.319.749

Minyak Bumi
4
110.480.262.000
519.499.600
519.499.600
519.499.600
519.499.600
519.499.600
519.499.600
796.080.800
6.758.906.400
519.499.600
519.499.600
519.499.600
519.499.600
519.499.600
519.499.600
519.499.600
519.499.600
519.499.600
519.499.600
519.499.600
519.499.600
4.913.004.400
519.499.600
519.499.600
540.302.800
33.768.800
33.768.800
34.887.200
33.768.800
33.768.800
975.719.600
33.768.800
33.768.800
33.768.800
33.768.800
33.768.800
33.768.800
33.768.800
137.537.200

Gas Bumi
5
127.943.170.800
1.517.112.400
1.517.112.400
1.517.112.400
1.517.112.400
1.517.112.400
1.517.112.400
2.970.776.000
31.922.815.600
1.517.112.400
1.517.112.400
1.517.112.400
1.517.112.400
1.517.112.400
1.517.112.400
1.517.112.400
1.517.112.400
1.517.112.400
1.517.112.400
1.517.112.400
1.517.112.400
1.517.112.400
1.517.112.400
1.517.112.400
204.411.600
12.775.200
12.775.200
30.794.400
12.775.200
12.775.200
332.746.400
12.775.200
12.775.200
12.775.200
12.775.200
12.775.200
12.775.200
12.775.200
70.834.000

Pertambangan Umum
6
170.289.385
78.822.065
28.530.950
268.194.675
14.018.025
12.928.335
10.240.335
15.333.815
10.240.335
10.688.335
22.073.345
10.240.335
10.240.335
10.240.335
10.240.335
10.240.335
16.960.335
11.584.335
10.688.335
13.824.335
66.240.335
12.569.935
10.240.335
16.777.075
164.147.375
29.339.520
0
3.662.820
0
0
196.780.675
0
0
110.664.960
61.649.280
128.557.170
8.400.000
0

Realisasi
Panas Bumi
7
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0

Hasil Kehutanan
8
1.913.106
173.918
879.936
173.918
173.918
173.918
173.918
173.918
173.918
173.918
1.274.136
173.918
173.918
173.918
173.918
173.918
173.918
186.838
173.918
173.918
173.918
173.918
2.007.056
173.918
367.661.950
22.978.870
22.978.870
22.978.870
23.056.750
22.978.870
22.978.870
501.674.760
22.978.870
345.367.472
665.268.514
22.978.870
56.891.050
36.401.528
22.978.870

Hasil Perikanan
9
0
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606

Total
10
238.595.635.291
2.188.042.589
2.138.457.492
2.377.415.199
2.123.238.549
2.122.148.859
2.119.460.859
3.854.799.139
38.764.570.859
2.119.908.859
2.132.394.087
2.119.460.859
2.119.460.859
2.119.460.859
2.119.460.859
2.119.460.859
2.126.180.859
2.120.817.779
2.119.908.859
2.123.044.859
2.175.460.859
6.515.295.259
2.121.293.997
2.125.997.599
1.276.523.725
141.957.476
171.296.996
161.095.076
145.698.176
141.957.476
1.403.879.476
817.434.041
141.957.476
464.346.078
894.912.080
203.606.756
304.426.826
163.780.134
303.784.676
DAFTAR LRA -222 -

DAFTAR 3-C

LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT SEMESTER I TAHUN 2012 (UNAUDITED )

LAPORAN REALISASI ANGGARAN TRANSFER DANA BAGI HASIL SUMBER DAYA ALAM
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012
(Dalam Rupiah)
No.

Daerah

1
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
58
59
60
61
62
63
64
65
66
67
68
69
70
71
72
73
74
75
76
77
78

2
Kota Medan
Kota Pematang Siantar
Kota Sibolga
Kota Tanjung Balai
Kab. Batu Bara
Kab. Labuhan Batu Utara
Kab. Labuhan Batu Selatan
Kab. Padang Lawas Utara
Kab. Padang Lawas
Kab. Nias Utara
Kab. Nias Barat
Kota Tebing Tinggi
Kota Padang Sidempuan
Kab. Pakpak Bharat
Kab. Nias Selatan
Kab. Humbang Hasundutan
Kab. Serdang Bedagai
Kab. Samosir
Kota Gunung sitoli
Provinsi Sumatera Barat
Kab. Limapuluh Kota
Kab. Agam
Kab. Kepulauan Mentawai
Kab. Padang Pariaman
Kab. Pasaman
Kab. Pesisir Selatan
Kab. Sijunjung
Kab. Solok
Kab. Tanah Datar
Kota Bukit Tinggi
Kota Padang Panjang
Kota Padang
Kota Payakumbuh
Kota Sawahlunto
Kota Solok
Kota Pariaman
Kab. Pasaman Barat
Kab. Dharmasraya
Kab. Solok Selatan

Pagu
3
442.723.437
442.723.437
442.723.437
442.723.437
442.723.437
445.662.855
568.874.928
442.723.437
3.689.449.573
442.723.437
442.723.437
442.723.437
766.710.637
453.270.837
442.723.437
636.811.691
442.723.437
516.963.333
442.723.437
7.406.201.362
1.308.593.508
1.106.851.554
6.063.362.099
1.053.401.698
1.086.510.548
1.122.373.759
1.493.381.190
1.348.086.611
1.059.798.673
1.053.401.698
1.053.401.698
1.053.401.698
1.053.401.698
6.194.021.711
1.053.401.698
1.053.401.698
1.335.130.457
5.315.619.564
7.123.403.567

Minyak Bumi
4
33.768.800
33.768.800
33.768.800
33.768.800
33.768.800
33.768.800
33.768.800
33.768.800
33.768.800
33.768.800
33.768.800
33.768.800
33.768.800
33.768.800
33.768.800
33.768.800
33.768.800
33.768.800
33.768.800
-

Gas Bumi
5
12.775.200
12.775.200
12.775.200
12.775.200
12.775.200
12.775.200
12.775.200
12.775.200
12.775.200
12.775.200
12.775.200
12.775.200
12.775.200
12.775.200
12.775.200
12.775.200
12.775.200
12.775.200
12.775.200
-

Realisasi
Panas Bumi
7

Pertambangan Umum
6
0
0
113.395.520
3.691.590
0
448.000
1.901.278.435
295.905.645
209.436.885
224.045.290
207.417.770
207.417.770
225.897.770
347.975.110
301.063.945
208.450.410
207.417.770
207.417.770
207.417.770
207.417.770
2.006.395.790
207.417.770
207.417.770
212.010.890
1.534.915.795
379.673.770

0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0

Hasil Kehutanan
8
22.978.870
22.978.870
22.978.870
22.978.870
22.978.870
23.860.696
60.824.318
22.978.870
996.996.712
22.978.870
22.978.870
22.978.870
22.978.870
22.978.870
22.978.870
80.821.346
22.978.870
45.250.840
22.978.870
592.193.178
66.510.032
80.103.526
1.554.535.200
65.799.240
75.731.894
70.650.858
77.315.366
73.936.564
66.833.212
65.799.240
65.799.240
65.799.240
65.799.240
66.004.084
65.799.240
65.799.240
146.380.908
206.609.148
1.739.151.800

Hasil Perikanan
9
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606

Total
10
141.957.476
141.957.476
141.957.476
141.957.476
141.957.476
142.839.302
179.802.924
141.957.476
1.115.975.318
141.957.476
141.957.476
141.957.476
255.352.996
145.649.066
141.957.476
200.247.952
141.957.476
164.229.446
141.957.476
2.493.471.613
434.850.283
361.975.017
1.851.015.096
345.651.616
355.584.270
368.983.234
497.725.082
447.435.115
347.718.228
345.651.616
345.651.616
345.651.616
345.651.616
2.144.834.480
345.651.616
345.651.616
430.826.404
1.813.959.549
2.191.260.176
DAFTAR LRA -223 -

DAFTAR 3-C

LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT SEMESTER I TAHUN 2012 (UNAUDITED )

LAPORAN REALISASI ANGGARAN TRANSFER DANA BAGI HASIL SUMBER DAYA ALAM
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012
(Dalam Rupiah)
No.

Daerah

1
79
80
81
82
83
84
85
86
87
88
89
90
91
92
93
94
95
96
97
98
99
100
101
102
103
104
105
106
107
108
109
110
111
112
113
114
115
116
117

2
Provinsi Riau
Kab. Bengkalis
Kab. Indragiri Hilir
Kab. Indragiri Hulu
Kab. Kampar
Kab. Kuantan Singingi
Kab. Pelalawan
Kab. Rokan Hilir
Kab. Rokan Hulu
Kab. Siak
Kota Dumai
Kota Pekanbaru
Kab. Kepulauan Meranti
Provinsi Kepulauan Riau
Kab. Bintan
Kab. Natuna
Kab. Karimun
Kota Batam
Kab. Kepulauan Anambas
Kota Tanjung Pinang
Kab. Lingga
Provinsi Jambi
Kab. Batanghari
Kab. Bungo
Kab. Kerinci
Kab. Merangin
Kab. Muaro Jambi
Kab. Sarolangun
Kab. Tanjung Jabung Barat
Kab. Tanjung Jabung Timur
Kab. Tebo
Kota Jambi
Kota Sungai Penuh
Provinsi Sumatera Selatan
Kab. Lahat
Kab. Musi Banyuasin
Kab. Musi Rawas
Kab. Muara Enim
Kab. Ogan Komering Ilir

Pagu
3
2.240.184.189.626
2.318.642.255.066
410.116.249.789
431.725.263.201
899.806.901.665
408.810.266.531
424.943.304.482
1.128.272.679.027
434.301.628.479
1.253.749.500.039
419.539.275.747
407.485.823.293
440.837.044.498
623.790.748.719
207.085.548.290
626.564.458.310
205.274.693.290
197.925.431.190
428.731.061.640
204.922.943.790
199.753.601.890
189.660.966.112
44.796.038.725
54.375.922.932
38.056.285.332
39.444.416.532
50.290.150.001
56.010.935.875
233.936.435.697
123.249.204.561
43.684.711.400
43.749.656.725
38.056.285.332
849.446.880.805
189.928.966.108
1.165.724.838.455
328.641.773.841
314.600.668.146
121.940.445.735

Minyak Bumi
4
773.821.108.400
798.412.892.800
140.694.746.800
143.597.927.600
313.149.164.000
140.694.746.800
143.321.917.200
394.686.804.400
150.421.918.400
437.958.934.400
140.694.746.800
140.694.746.800
150.955.884.800
92.551.799.600
30.673.469.600
126.931.458.800
30.673.469.600
30.673.469.600
82.504.694.800
30.673.469.600
30.673.469.600
32.408.655.600
7.533.665.600
6.481.730.800
6.481.730.800
6.481.730.800
10.479.372.000
11.695.086.400
41.041.645.200
17.932.194.800
6.481.730.800
8.544.001.600
6.481.730.800
89.793.142.000
16.077.472.400
108.852.796.400
29.618.279.200
40.377.778.400
12.827.591.600

Gas Bumi
5
210.629.200
38.296.000
38.296.000
38.296.000
43.510.400
38.296.000
408.504.000
38.296.000
38.296.000
38.296.000
38.296.000
38.296.000
45.836.400
123.357.484.800
37.505.189.200
89.166.416.000
37.505.189.200
37.505.189.200
65.322.772.800
37.505.189.200
37.505.189.200
27.309.104.400
5.544.114.800
5.461.820.800
5.461.820.800
5.461.820.800
5.656.344.400
5.461.820.800
36.352.114.800
23.451.096.800
5.461.820.800
5.461.820.800
5.461.820.800
184.336.929.600
29.199.535.200
296.990.125.600
86.013.087.200
34.029.492.400
26.333.846.800

Pertambangan Umum
6
3.192.939.155
558.890.150
995.046.010
5.864.848.745
573.353.935
831.242.650
566.270.950
558.890.150
573.653.815
565.717.600
558.890.150
558.890.150
566.062.070
6.072.820.110
5.168.038.295
1.961.997.310
4.534.239.045
1.961.997.310
1.961.997.310
4.411.126.720
2.601.857.055
4.550.132.265
1.847.184.745
6.580.825.160
868.952.000
1.354.797.920
1.039.214.400
1.779.208.375
930.557.600
868.952.000
1.192.932.825
868.952.000
868.952.000
29.226.578.990
22.097.217.975
7.621.111.715
4.228.396.690
37.125.420.325
4.120.896.325

Realisasi
Panas Bumi
7
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0

Hasil Kehutanan
8
3.609.622.500
1.667.145.116
1.071.575.068
907.247.286
868.732.534
820.182.970
3.261.000.158
883.953.998
731.814.702
2.328.620.988
4.272.330.736
656.295.000
1.348.409.954
700.491.156
447.405.750
140.098.230
140.098.230
140.098.230
188.099.954
461.885.130
447.405.750
310.824.630
1.550.928.200
140.098.230
140.098.230
890.330.344
187.896.620
2.868.942.050
419.705.132
264.773.240
278.591.066

Hasil Perikanan
9
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606

Total
10
780.834.299.255
800.749.658.672
142.872.098.484
150.480.754.237
314.707.195.475
142.456.903.026
147.630.126.914
396.240.379.154
151.838.117.523
440.964.003.594
145.636.698.292
142.020.662.556
152.988.627.830
221.982.104.510
73.419.131.701
218.132.306.716
72.785.332.451
70.213.090.716
149.861.899.516
72.662.220.126
70.852.950.461
64.968.383.421
15.444.805.501
18.736.909.596
13.025.036.436
13.510.882.356
17.435.465.360
19.470.435.311
78.844.157.956
42.635.502.836
14.759.847.231
15.087.307.236
13.025.036.436
304.246.980.934
67.634.556.801
416.405.410.371
120.351.902.828
111.869.898.971
43.633.360.397
DAFTAR LRA -224 -

DAFTAR 3-C

LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT SEMESTER I TAHUN 2012 (UNAUDITED )

LAPORAN REALISASI ANGGARAN TRANSFER DANA BAGI HASIL SUMBER DAYA ALAM
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012
(Dalam Rupiah)
No.
1
118
119
120
121
122
123
124
125
126
127
128
129
130
131
132
133
134
135
136
137
138
139
140
141
142
143
144
145
146
147
148
149
150
151
152
153
154
155
156

Daerah
2
Kab. Ogan Komering Ulu
Kota Palembang
Kota Pagar Alam
Kota Lubuk Linggau
Kota Prabumulih
Kab. Empat Lawang
Kab. Banyuasin
Kab. Ogan Ilir
Kab. OKU Timur
Kab. OKU Selatan
Provinsi Bangka Belitung
Kab. Bangka
Kab. Belitung
Kota Pangkal Pinang
Kab. Bangka Selatan
Kab. Bangka Tengah
Kab. Bangka Barat
Kab. Belitung Timur
Provinsi Bengkulu
Kab. Bengkulu Selatan
Kab. Bengkulu Utara
Kab. Rejang Lebong
Kota Bengkulu
Kab. Kaur
Kab. Seluma
Kab. Mukomuko
Kab. Lebong
Kab. Bengkulu Tengah
Kab. Kepahiang
Provinsi Lampung
Kab. Lampung Barat
Kab. Lampung Selatan
Kab. Lampung Tengah
Kab. Lampung Utara
Kab. Lampung Timur
Kab. Tanggamus
Kab. Tulang Bawang
Kab. Way Kanan
Kab. Pesawaran

Pagu
3
156.180.266.586
121.278.872.853
121.278.872.853
121.278.872.853
128.141.872.261
121.281.432.853
146.930.665.426
127.527.522.526
121.466.512.998
121.481.227.053
75.618.226.894
57.550.228.892
33.537.304.792
24.296.744.792
49.215.715.392
45.189.007.792
40.814.352.792
35.288.001.092
7.942.343.438
2.056.398.028
8.186.975.341
1.971.743.811
1.971.743.811
2.060.444.625
2.124.799.485
1.993.486.027
2.112.361.411
9.740.560.111
1.980.063.811
110.093.509.857
16.290.322.048
16.262.548.648
16.318.821.048
16.262.548.648
67.549.812.136
19.304.862.648
16.318.859.046
16.346.409.562
16.317.436.348

Minyak Bumi
4
23.634.142.000
12.827.591.600
12.827.591.600
12.827.591.600
15.134.508.800
12.827.591.600
20.737.773.600
14.946.672.800
12.827.591.600
12.827.591.600
3.285.476.800
937.799.200
937.799.200
937.799.200
937.799.200
937.799.200
937.799.200
937.799.200
37.035.228.000
5.392.864.400
5.392.864.400
5.392.864.400
5.392.864.400
23.184.641.200
5.392.864.400
5.392.864.400
5.392.864.400
5.392.864.400

Gas Bumi
5
27.700.206.400
26.333.846.800
26.333.846.800
26.333.846.800
26.410.646.000
26.333.846.800
26.333.846.800
26.333.846.800
26.333.846.800
26.333.846.800
1.450.822.000
207.158.000
207.158.000
207.158.000
207.158.000
207.158.000
207.158.000
207.158.000
207.158.000
207.158.000

Pertambangan Umum
6
4.278.159.340
4.066.095.985
4.066.095.985
4.066.095.985
4.104.359.210
4.066.991.985
4.678.511.285
4.123.574.385
4.126.468.465
4.136.919.955
23.271.924.480
19.146.254.890
10.741.731.455
7.507.535.455
16.229.175.165
14.819.827.505
13.288.698.255
11.354.475.160
2.778.445.355
634.884.425
2.778.320.055
605.297.770
605.297.770
635.259.940
658.178.605
609.435.610
654.513.930
3.324.383.475
608.209.770
568.332.905
90.080.690
80.360.000
100.055.340
80.360.000
80.360.000
1.145.169.900
84.943.600
97.191.360
99.570.695

Realisasi
Panas Bumi
7
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0

Hasil Kehutanan
8
137.377.460
127.090.922
127.090.922
127.090.922
127.090.922
127.090.922
264.837.316
127.090.922
131.635.124
127.090.922
1.178.440
298.150
2.240.802
261.874
261.874
1.190.258
852.146
3.237.818
261.874
261.874
261.874
38.063.126
5.855.864
5.855.864
5.855.864
5.855.864
5.855.864
5.855.864
18.820.184
16.587.258
5.855.864

Hasil Perikanan
9
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606

Total
10
55.822.319.806
43.427.059.913
43.427.059.913
43.427.059.913
45.849.039.538
43.427.955.913
52.087.403.607
45.603.619.513
43.491.976.595
43.497.883.883
26.557.401.280
20.156.488.696
11.751.965.261
8.517.769.261
17.239.408.971
15.830.061.311
14.298.932.061
12.364.708.966
2.779.623.795
707.617.181
2.852.995.463
677.994.250
677.994.250
708.884.804
731.465.357
685.108.034
727.210.410
3.397.079.955
680.906.250
39.092.446.031
5.768.393.560
5.758.672.870
5.778.368.210
5.758.672.870
23.550.449.670
6.823.482.770
5.776.220.790
5.786.235.624
5.777.883.565
DAFTAR LRA -225 -

DAFTAR 3-C

LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT SEMESTER I TAHUN 2012 (UNAUDITED )

LAPORAN REALISASI ANGGARAN TRANSFER DANA BAGI HASIL SUMBER DAYA ALAM
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012
(Dalam Rupiah)
No.

Daerah

1
157
158
159
160
161
162
163
164
165
166
167
168
169
170
171
172
173
174
175
176
177
178
179
180
181
182
183
184
185
186
187
188
189
190
191
192
193
194
195

2
Kab. Pringsewu
Kab. Mesuji
Kab. Tulang Bawang Barat
Kota Bandar Lampung
Kota Metro
Provinsi DKI Jakarta
Provinsi Jawa Barat
Kab. Bandung
Kab. Bekasi
Kab. Bogor
Kab. Ciamis
Kab. Cianjur
Kab. Cirebon
Kab. Garut
Kab. Indramayu
Kab. Karawang
Kab. Kuningan
Kab. Majalengka
Kab. Purwakarta
Kab. Subang
Kab. Sukabumi
Kab. Sumedang
Kab. Tasikmalaya
Kab. Bandung Barat
Kota Bandung
Kota Bekasi
Kota Bogor
Kota Cirebon
Kota Depok
Kota Sukabumi
Kota Cimahi
Kota Tasikmalaya
Kota Banjar
Provinsi Banten
Kab. Lebak
Kab. Pandeglang
Kab. Serang
Kab. Tangerang
Kota Cilegon

Pagu
3
16.262.548.648
16.456.197.569
16.262.548.648
16.262.548.648
16.262.548.648
142.340.876.322
244.904.837.922
46.143.344.140
68.049.402.976
44.758.108.355
22.454.875.535
21.379.368.157
19.441.930.467
37.913.979.199
41.165.479.760
55.338.346.544
19.494.808.931
20.230.723.536
19.626.256.787
57.915.788.117
32.043.274.314
19.549.162.998
20.299.499.359
19.455.019.440
19.431.994.728
19.431.994.728
19.431.994.728
19.431.994.728
19.431.994.728
19.431.994.728
19.431.994.728
19.435.627.540
19.689.954.154
2.296.556.391
1.132.431.901
4.659.435.006
887.658.032
887.658.032
887.658.032

Minyak Bumi
4
5.392.864.400
5.392.864.400
5.392.864.400
5.392.864.400
5.392.864.400
42.096.358.400
48.557.202.000
3.772.120.800
17.931.799.200
3.772.120.800
3.772.120.800
3.772.120.800
3.772.120.800
3.772.120.800
9.143.012.800
8.354.985.200
3.772.120.800
3.887.128.800
3.772.120.800
4.258.181.600
3.772.120.800
3.772.120.800
3.772.120.800
3.772.120.800
3.772.120.800
3.772.120.800
3.772.120.800
3.772.120.800
3.772.120.800
3.772.120.800
3.772.120.800
3.772.120.800
3.772.120.800
-

Gas Bumi
5
207.158.000
207.158.000
207.158.000
207.158.000
207.158.000
4.351.040.400
23.069.529.600
1.823.326.000
5.622.896.000
1.823.326.000
1.823.326.000
1.823.326.000
1.823.326.000
1.823.326.000
4.244.256.400
11.126.298.800
1.823.326.000
2.003.154.000
1.823.326.000
16.706.727.200
1.823.326.000
1.823.326.000
1.823.326.000
1.823.326.000
1.823.326.000
1.823.326.000
1.823.326.000
1.823.326.000
1.823.326.000
1.823.326.000
1.823.326.000
1.823.326.000
1.823.326.000
-

Pertambangan Umum
6
80.360.000
93.800.000
80.360.000
80.360.000
80.360.000
2.129.706.845
166.455.205
166.455.205
3.923.727.185
168.516.005
185.943.205
166.455.205
201.432.805
166.455.205
166.455.205
166.455.205
166.455.205
183.804.005
166.455.205
255.595.550
166.455.205
437.159.205
166.455.205
166.455.205
166.455.205
166.455.205
166.455.205
166.455.205
166.455.205
166.455.205
166.455.205
166.455.205
563.486.560
221.813.725
1.087.049.775
157.513.790
157.513.790
157.513.790

Realisasi
Panas Bumi
7
0
0
0
0
0
0
14.915.840.000
11.875.333.242
1.193.267.200
7.004.843.376
1.193.267.200
1.193.267.200
1.193.267.200
8.542.612.356
1.193.267.200
1.193.267.200
1.193.267.200
1.193.267.200
1.193.267.200
1.193.267.200
5.988.692.622
1.193.267.200
1.193.267.200
1.193.267.200
1.193.267.200
1.193.267.200
1.193.267.200
1.193.267.200
1.193.267.200
1.193.267.200
1.193.267.200
1.193.267.200
1.193.267.200
0
0
0
0
0
0

Hasil Kehutanan
8
5.855.864
52.430.540
5.855.864
5.855.864
5.855.864
1.010.463.974
82.692.408
80.837.118
99.470.232
985.934.960
648.345.146
83.817.838
83.442.790
194.761.926
82.539.392
99.681.378
84.413.048
124.245.334
81.628.032
191.245.916
115.987.598
109.056.506
87.744.530
80.837.118
80.837.118
80.837.118
80.837.118
80.837.118
80.837.118
80.837.118
81.926.960
158.224.944
205.978.436
77.168.912
393.638.944
58.850.982
58.850.982
58.850.982

Hasil Perikanan
9
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
434.608.454
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606

Total
10
5.758.672.870
5.818.687.546
5.758.672.870
5.758.672.870
5.758.672.870
46.882.007.254
89.682.742.419
17.792.362.261
25.067.689.329
16.695.922.199
8.015.599.571
7.695.436.957
7.111.421.649
14.495.369.357
15.014.188.137
20.995.980.403
7.127.285.189
7.406.852.859
7.169.197.945
22.478.693.843
12.103.415.494
7.143.591.409
7.407.364.317
7.115.348.341
7.108.440.929
7.108.440.929
7.108.440.929
7.108.440.929
7.108.440.929
7.108.440.929
7.108.440.929
7.109.530.771
7.185.828.755
769.464.996
371.417.243
1.553.123.325
288.799.378
288.799.378
288.799.378
DAFTAR LRA -226 -

DAFTAR 3-C

LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT SEMESTER I TAHUN 2012 (UNAUDITED )

LAPORAN REALISASI ANGGARAN TRANSFER DANA BAGI HASIL SUMBER DAYA ALAM
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012
(Dalam Rupiah)
No.

Daerah

1
196
197
198
199
200
201
202
203
204
205
206
207
208
209
210
211
212
213
214
215
216
217
218
219
220
221
222
223
224
225
226
227
228
229
230
231
232
233
234

2
Kota Tangerang
Kota Serang
Kota Tangerang Selatan
Provinsi Jawa Tengah
Kab. Banjarnegara
Kab. Banyumas
Kab. Batang
Kab. Blora
Kab. Boyolali
Kab. Brebes
Kab. Cilacap
Kab. Demak
Kab. Grobogan
Kab. Jepara
Kab. Karanganyar
Kab. Kebumen
Kab. Kendal
Kab. Klaten
Kab. Kudus
Kab. Magelang
Kab. Pati
Kab. Pekalongan
Kab. Pemalang
Kab. Purbalingga
Kab. Purworejo
Kab. Rembang
Kab. Semarang
Kab. Sragen
Kab. Sukoharjo
Kab. Tegal
Kab. Temanggung
Kab. Wonogiri
Kab. Wonosobo
Kota Magelang
Kota Pekalongan
Kota Salatiga
Kota Semarang
Kota Surakarta
Kota Tegal

Pagu
3
887.658.032
887.658.032
887.658.032
10.397.596.548
881.272.066
903.511.430
1.479.040.969
12.604.823.955
986.669.168
1.583.083.799
2.028.391.440
851.446.065
2.340.085.556
907.798.341
851.446.065
879.932.496
1.629.468.867
851.446.065
851.446.065
851.446.065
1.266.441.606
886.724.103
1.741.650.879
856.311.948
867.383.256
1.839.539.509
866.314.310
855.551.195
851.446.065
1.325.151.396
922.574.288
1.053.982.523
874.976.708
851.446.065
851.446.065
851.446.065
1.094.413.271
851.446.065
851.446.065

Minyak Bumi
4
495.537.600
29.148.800
29.148.800
29.148.800
991.076.000
29.148.800
29.148.800
29.148.800
29.148.800
29.148.800
29.148.800
29.148.800
29.148.800
29.148.800
29.148.800
29.148.800
29.148.800
29.148.800
29.148.800
29.148.800
29.148.800
29.148.800
29.148.800
29.148.800
29.148.800
29.148.800
29.148.800
29.148.800
29.148.800
29.148.800
29.148.800
29.148.800
29.148.800
29.148.800
29.148.800
29.148.800

Gas Bumi
5
45.156.000
2.655.600
2.655.600
2.655.600
18.569.200
2.655.600
2.655.600
2.655.600
2.655.600
2.655.600
2.655.600
2.655.600
2.655.600
2.655.600
2.655.600
2.655.600
2.655.600
2.655.600
2.655.600
2.655.600
2.655.600
2.655.600
2.655.600
2.655.600
2.655.600
2.655.600
2.655.600
2.655.600
2.655.600
2.655.600
2.655.600
2.655.600
2.655.600
74.399.600
2.655.600
2.655.600

Pertambangan Umum
6
157.513.790
157.513.790
157.513.790
191.237.690
13.452.040
15.829.800
10.681.160
10.681.160
10.681.160
10.681.160
342.529.460
10.681.160
10.681.160
10.681.160
10.681.160
11.432.680
10.681.160
10.681.160
10.681.160
10.681.160
10.681.160
13.827.240
10.681.160
10.681.160
10.681.160
10.681.160
10.681.160
10.681.160
10.681.160
10.681.160
10.681.160
58.125.340
10.681.160
10.681.160
10.681.160
10.681.160
10.681.160
10.681.160
10.681.160

Realisasi
Panas Bumi
7
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0

Hasil Kehutanan
8
58.850.982
58.850.982
58.850.982
2.532.493.016
155.542.936
160.176.666
337.248.648
2.907.927.946
189.537.108
368.461.496
217.612.388
148.970.176
595.562.024
165.875.860
148.970.176
156.871.946
382.377.018
148.970.176
148.970.176
148.970.176
273.468.838
156.856.948
416.031.620
150.429.942
153.751.334
445.398.210
153.430.650
150.201.716
148.970.176
291.081.776
170.308.644
169.064.674
156.029.370
148.970.176
148.970.176
148.970.176
168.052.338
148.970.176
148.970.176

Hasil Perikanan
9
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606

Total
10
288.799.378
288.799.378
288.799.378
3.264.424.306
273.233.982
280.245.472
452.168.814
4.000.688.912
304.457.274
483.381.662
664.380.854
263.890.342
710.482.190
280.796.026
263.890.342
272.543.632
497.297.184
263.890.342
263.890.342
263.890.342
388.389.004
274.923.194
530.951.786
265.350.108
268.671.500
560.318.376
268.350.816
265.121.882
263.890.342
406.001.942
285.228.810
331.429.020
270.949.536
263.890.342
263.890.342
263.890.342
354.716.504
263.890.342
263.890.342
DAFTAR LRA -227 -

DAFTAR 3-C

LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT SEMESTER I TAHUN 2012 (UNAUDITED )

LAPORAN REALISASI ANGGARAN TRANSFER DANA BAGI HASIL SUMBER DAYA ALAM
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012
(Dalam Rupiah)
No.
1
235
236
237
238
239
240
241
242
243
244
245
246
247
248
249
250
251
252
253
254
255
256
257
258
259
260
261
262
263
264
265
266
267
268
269
270
271
272
273

Daerah
2
Provinsi DI Yogyakarta
Kab. Bantul
Kab. Gunung Kidul
Kab. Kulon Progo
Kab. Sleman
Kota Yogyakarta
Provinsi Jawa Timur
Kab. Bangkalan
Kab. Banyuwangi
Kab. Blitar
Kab. Bojonegoro
Kab. Bondowoso
Kab. Gresik
Kab. Jember
Kab. Jombang
Kab. Kediri
Kab. Lamongan
Kab. Lumajang
Kab. Madiun
Kab. Magetan
Kab. Malang
Kab. Mojokerto
Kab. Nganjuk
Kab. Ngawi
Kab. Pacitan
Kab. Pamekasan
Kab. Pasuruan
Kab. Ponorogo
Kab. Probolinggo
Kab. Sampang
Kab. Sidoarjo
Kab. Situbondo
Kab. Sumenep
Kab. Trenggalek
Kab. Tuban
Kab. Tulungagung
Kota Blitar
Kota Kediri
Kota Madiun

Pagu
3
2.186.400
241.448.692
241.448.692
250.194.292
241.448.692
241.448.692
195.618.739.439
40.237.962.207
14.515.321.001
11.113.372.077
268.616.003.622
10.828.314.579
21.640.317.945
11.469.807.433
11.006.664.040
11.222.208.755
11.433.510.451
11.377.949.765
12.683.822.712
10.778.107.356
11.189.870.953
10.832.288.037
11.367.579.735
12.233.378.871
10.810.865.602
10.771.162.701
10.850.119.409
10.908.750.363
10.939.982.415
10.771.162.701
10.782.233.984
10.817.873.492
10.996.906.980
10.845.244.193
26.240.998.974
10.833.788.156
10.771.162.701
10.771.162.701
10.771.162.701

Minyak Bumi
4
63.527.413.200
14.424.398.000
3.422.509.600
3.422.509.600
91.866.026.400
3.422.509.600
7.800.373.600
3.422.509.600
3.422.509.600
3.422.509.600
3.422.509.600
3.422.509.600
3.422.509.600
3.422.509.600
3.422.509.600
3.422.509.600
3.422.509.600
3.422.509.600
3.422.509.600
3.422.509.600
3.422.509.600
3.422.509.600
3.422.509.600
3.422.509.600
3.422.509.600
3.422.509.600
3.422.509.600
3.422.509.600
8.158.132.000
3.422.509.600
3.422.509.600
3.422.509.600
3.422.509.600

Gas Bumi
5
2.470.901.600
353.028.800
131.324.400
131.324.400
1.244.988.000
131.324.400
573.653.600
131.324.400
131.324.400
131.324.400
131.324.400
131.324.400
131.324.400
131.324.400
131.324.400
131.324.400
131.324.400
131.324.400
131.324.400
131.324.400
131.324.400
131.324.400
131.324.400
131.324.400
131.324.400
131.324.400
131.324.400
131.324.400
155.891.600
131.324.400
131.324.400
131.324.400
131.324.400

Pertambangan Umum
6
765.240
3.060.960
96.514.180
4.177.670
85.185.835
11.229.435
4.177.670
4.177.670
4.177.670
23.108.015
51.137.450
4.177.670
4.177.670
31.390.660
5.297.670
4.177.670
4.177.670
6.237.280
4.177.670
4.177.670
12.937.295
4.177.670
26.273.450
5.073.670
4.177.670
4.177.670
4.177.670
4.177.670
4.177.670
12.916.715
4.177.670
4.177.670
4.177.670
4.177.670
4.177.670

Realisasi
Panas Bumi
7

Hasil Kehutanan
8
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0

2.157.962.886
120.330.742
1.170.458.562
213.265.084
396.188.106
133.792.204
119.098.178
310.014.050
147.045.804
251.960.458
315.350.966
275.357.340
689.484.644
118.730.038
242.259.116
133.218.862
295.571.752
555.311.492
121.049.262
116.646.642
121.394.414
157.154.940
167.292.556
116.646.642
116.646.642
130.659.878
184.369.926
131.380.478
593.187.252
135.434.278
116.646.642
116.646.642
116.646.642

Hasil Perikanan
9
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606

Total
10
765.240
72.434.606
72.434.606
75.495.566
72.434.606
72.434.606
68.252.791.866
14.974.369.818
4.881.913.003
3.850.763.125
93.583.814.782
3.764.238.480
8.569.737.654
3.959.390.671
3.824.451.860
3.882.406.734
3.945.797.242
3.933.016.606
4.321.050.920
3.749.176.314
3.872.705.392
3.765.724.748
3.926.018.028
4.185.757.768
3.760.255.163
3.747.092.918
3.773.936.470
3.788.497.216
3.797.738.832
3.747.092.918
3.747.092.918
3.761.106.154
3.814.816.202
3.770.565.799
8.983.823.128
3.765.880.554
3.747.092.918
3.747.092.918
3.747.092.918
DAFTAR LRA -228 -

DAFTAR 3-C

LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT SEMESTER I TAHUN 2012 (UNAUDITED )

LAPORAN REALISASI ANGGARAN TRANSFER DANA BAGI HASIL SUMBER DAYA ALAM
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012
(Dalam Rupiah)
No.

Daerah

1
274
275
276
277
278
279
280
281
282
283
284
285
286
287
288
289
290
291
292
293
294
295
296
297
298
299
300
301
302
303
304
305
306
307
308
309
310
311
312

2
Kota Malang
Kota Mojokerto
Kota Pasuruan
Kota Probolinggo
Kota Surabaya
Kota Batu
Provinsi Kalimantan Barat
Kab. Bengkayang
Kab. Landak
Kab. Kapuas Hulu
Kab. Ketapang
Kab. Pontianak
Kab. Sambas
Kab. Sanggau
Kab. Sintang
Kota Pontianak
Kota Singkawang
Kab. Kayong Utara
Kab. Kubu Raya
Kab. Sekadau
Kab. Melawi
Provinsi Kalimantan Tengah
Kab. Barito Selatan
Kab. Barito Utara
Kab. Kapuas
Kab. Kotawaringin Barat
Kab. Kotawaringin Timur
Kota Palangkaraya
Kab. Barito Timur
Kab. Murung Raya
Kab. Pulang Pisau
Kab. Gunung Mas
Kab. Lamandau
Kab. Sukamara
Kab. Katingan
Kab. Seruyan
Provinsi Kalimantan Selatan
Kab. Banjar
Kab. Barito Kuala

Pagu
3
10.771.162.701
10.778.224.201
10.771.162.701
10.771.162.701
10.771.162.701
10.780.267.462
15.234.529.532
2.596.149.905
2.639.851.505
7.594.082.368
32.109.785.250
2.333.379.005
2.557.536.105
4.090.814.305
7.625.459.632
2.216.647.490
2.215.375.105
2.446.383.805
2.479.219.005
2.225.538.005
6.552.100.731
92.766.515.804
22.852.741.210
47.009.018.663
37.341.836.948
17.781.043.018
34.869.043.939
14.731.001.284
19.735.726.984
122.838.311.033
14.178.614.984
19.118.976.005
24.148.241.283
14.228.974.984
45.662.155.469
68.311.390.583
451.873.848.475
149.295.618.104
75.402.823.044

Minyak Bumi
4
3.422.509.600
3.422.509.600
3.422.509.600
3.422.509.600
3.422.509.600
3.422.509.600
3.421.262.000
570.210.000
570.210.000

Gas Bumi
5
131.324.400
131.324.400
131.324.400
131.324.400
131.324.400
131.324.400
-

Pertambangan Umum
6
4.177.670
6.649.195
4.177.670
4.177.670
4.177.670
4.177.670
4.330.478.005
695.026.290
710.321.850
1.328.881.260
7.934.746.995
603.056.475
681.511.460
1.218.158.830
598.458.945
560.171.675
561.755.110
642.608.155
654.100.475
565.312.125
567.802.235
22.857.028.215
6.107.759.455
7.236.275.655
8.841.523.950
3.416.711.655
3.456.223.225
3.592.689.205
5.344.343.200
32.029.743.165
3.399.354.000
3.725.336.545
3.857.228.550
3.416.980.000
3.581.102.840
3.422.841.065
154.631.036.980
51.581.491.255
25.667.223.680

Realisasi
Panas Bumi
7
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0

Hasil Kehutanan
8
116.646.642
116.646.642
116.646.642
116.646.642
116.646.642
119.378.070
858.520.568
110.673.542
110.673.542
1.066.749.020
2.759.289.254
110.673.542
110.673.542
110.673.542
1.702.238.468
112.412.488
110.673.542
110.673.542
110.673.542
110.673.542
1.406.507.978
8.238.216.270
1.548.165.364
7.827.749.000
3.551.667.376
2.333.268.306
7.425.801.522
1.267.417.886
1.267.417.886
9.324.993.130
1.267.417.886
2.470.112.582
3.865.841.874
1.267.417.886
10.556.695.310
17.487.118.794
191.436.432
31.906.070
76.296.902

Hasil Perikanan
9
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606

Total
10
3.747.092.918
3.749.564.443
3.747.092.918
3.747.092.918
3.747.092.918
3.749.824.346
5.188.998.573
878.134.438
893.429.998
2.468.064.886
10.766.470.855
786.164.623
864.619.608
1.401.266.978
2.373.132.019
745.018.769
744.863.258
825.716.303
837.208.623
748.420.273
2.046.744.819
31.095.244.485
7.728.359.425
15.136.459.261
12.465.625.932
5.822.414.567
10.954.459.353
4.932.541.697
6.684.195.692
41.427.170.901
4.739.206.492
6.267.883.733
7.795.505.030
4.756.832.492
14.210.232.756
20.982.394.465
158.243.735.412
52.256.041.931
26.386.165.188
DAFTAR LRA -229 -

DAFTAR 3-C

LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT SEMESTER I TAHUN 2012 (UNAUDITED )

LAPORAN REALISASI ANGGARAN TRANSFER DANA BAGI HASIL SUMBER DAYA ALAM
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012
(Dalam Rupiah)
No.
1
313
314
315
316
317
318
319
320
321
322
323
324
325
326
327
328
329
330
331
332
333
334
335
336
337
338
339
340
341
342
343
344
345
346
347
348
349
350
351

Daerah
2
Kab. Hulu Sungai Selatan
Kab. Hulu Sungai Tengah
Kab. Hulu Sungai Utara
Kab. Kotabaru
Kab. Tabalong
Kab. Tanah Laut
Kab. Tapin
Kota Banjarbaru
Kota Banjarmasin
Kab. Balangan
Kab. Tanah Bumbu
Provinsi Kalimantan Timur
Kab. Berau
Kab. Bulungan
Kab. Kutai Kartanegara
Kab. Kutai Barat
Kab. Kutai Timur
Kab. Malinau
Kab. Nunukan
Kab. Pasir
Kota Balikpapan
Kota Bontang
Kab. Tana Tidung
Kota Samarinda
Kota Tarakan
Kab. Penajam Paser Utara
Provinsi Sulawesi Utara
Kab. Bolaang Mongondow
Kab. Minahasa
Kab. Sangihe
Kota Bitung
Kota Manado
Kab. Kepulauan Talaud
Kab. Minahasa Selatan
Kab. Minahasa Tenggara
Kab. Kepulauan Siau Tagulandang Biaro
Kota Kotamubagu
Kab. Bolaang Mongondow Timur
Kab. Bolaang Mongondow Selatan

Pagu
3
84.037.745.704
75.321.015.204
75.245.253.604
167.199.409.673
242.556.687.025
204.836.549.912
128.759.135.604
75.392.400.804
75.245.253.604
246.328.692.565
212.879.710.326
4.749.331.893.352
1.005.485.828.923
759.187.294.878
4.076.970.629.210
996.035.990.197
1.886.452.320.444
739.275.956.617
785.777.553.739
908.839.258.892
710.232.904.318
747.704.645.000
723.063.774.415
758.204.812.267
754.919.368.733
752.960.517.582
1.104.033.609
1.015.924.305
354.257.821
354.257.821
361.815.021
354.521.521
354.257.821
368.760.779
383.054.621
354.257.821
354.257.821
2.673.533.711
386.021.049

Minyak Bumi
4
570.210.000
570.210.000
570.210.000
570.210.000
6.257.831.600
570.210.000
570.210.000
570.210.000
570.210.000
1.154.902.400
570.210.000
336.848.990.800
49.734.278.000
55.381.887.200
281.600.518.400
49.734.278.000
51.684.408.800
49.734.278.000
52.077.913.600
49.734.278.000
49.734.278.000
59.117.256.000
49.779.220.800
51.705.980.000
60.424.872.800
61.176.246.800
-

Gas Bumi
5
909.812.185.200
134.936.568.400
134.936.568.400
964.898.779.200
134.936.568.400
134.936.568.400
134.936.568.400
135.033.840.800
134.936.568.400
134.936.568.400
139.688.031.200
135.417.465.200
136.997.285.600
135.553.765.600
136.189.421.600
-

Pertambangan Umum
6
28.741.235.915
25.690.380.240
25.663.863.680
57.737.078.210
78.241.503.935
71.012.132.205
44.393.722.380
25.715.365.200
25.663.863.680
85.015.285.355
73.401.001.975
466.689.685.945
159.821.586.540
74.922.018.080
255.275.303.010
153.225.089.080
477.599.729.985
75.681.463.935
88.922.599.535
138.642.927.255
71.400.228.620
71.405.113.220
71.996.940.435
84.169.515.745
71.414.116.620
72.282.111.335
345.229.395
41.144.320
33.600.000
33.600.000
36.245.020
33.692.295
33.600.000
38.634.435
43.678.880
33.600.000
33.600.000
839.258.560
41.216.000

Realisasi
Panas Bumi
7
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0

Hasil Kehutanan
8
31.906.070
31.906.070
31.906.070
126.826.152
423.151.266
39.350.512
31.906.070
31.906.070
31.906.070
31.906.070
404.695.976
8.902.266.818
14.155.377.370
8.125.466.498
3.242.620.650
16.974.566.432
4.393.260.758
6.412.520.768
6.859.889.614
3.314.542.890
1.369.235.350
1.369.235.350
4.296.295.286
1.369.235.350
1.369.235.350
2.293.564.442
35.299.172
197.076.122
5.042.738
5.042.738
5.042.738
5.042.738
5.042.738
5.078.396
5.042.738
5.042.738
5.042.738
10.261.024
8.043.706

Hasil Perikanan
9
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606

Total
10
29.415.786.591
26.364.930.916
26.338.414.356
58.506.548.968
84.994.921.407
71.694.127.323
45.068.273.056
26.389.915.876
26.338.414.356
86.274.528.431
74.448.342.557
1.722.253.128.763
358.720.244.916
273.438.374.784
1.505.089.655.866
354.942.936.518
668.686.402.549
266.837.265.709
282.966.678.155
326.700.751.151
257.512.744.976
271.652.070.376
261.562.356.327
274.314.451.301
268.834.424.976
272.013.778.783
380.528.567
310.655.048
111.077.344
111.077.344
113.722.364
111.169.639
111.077.344
116.147.437
121.156.224
111.077.344
111.077.344
921.954.190
121.694.312
DAFTAR LRA -230 -

DAFTAR 3-C

LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT SEMESTER I TAHUN 2012 (UNAUDITED )

LAPORAN REALISASI ANGGARAN TRANSFER DANA BAGI HASIL SUMBER DAYA ALAM
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012
(Dalam Rupiah)
No.

Daerah

1
352
353
354
355
356
357
358
359
360
361
362
363
364
365
366
367
368
369
370
371
372
373
374
375
376
377
378
379
380
381
382
383
384
385
386
387
388
389
390

2
Kota Tomohon
Kab. Minahasa Utara
Kab. Bolaang Mongondow Utara
Provinsi Gorontalo
Kab. Boalemo
Kab. Gorontalo
Kota Gorontalo
Kab. Pohuwato
Kab. Gorontalo Utara
Kab. Bone Bolango
Provinsi Sulawesi Tengah
Kab. Banggai
Kab. Banggai Kepulauan
Kab. Buol
Kab. Toli-Toli
Kab. Donggala
Kab. Morowali
Kab. Poso
Kota Palu
Kab. Parigi Moutong
Kab. Sigi
Kab. Tojo Una Una
Provinsi Sulawesi Selatan
Kab. Bantaeng
Kab. Barru
Kab. Bone
Kab. Bulukumba
Kab. Enrekang
Kab. Gowa
Kab. Jeneponto
Kab. Luwu
Kab. Luwu Utara
Kab. Maros
Kab. Pangkajene Kepulauan
Kab. Pinrang
Kab. Selayar
Kab. Sidenreng Rappang
Kab. Sinjai
Kab. Soppeng

Pagu
3
354.257.821
438.438.021
568.609.143
196.892.657
314.708.252
363.782.492
286.179.514
618.697.531
372.716.180
401.866.754
7.580.778.368
2.066.207.104
1.617.447.004
2.005.038.299
2.113.238.004
1.986.882.504
13.843.632.679
2.101.316.421
1.669.494.204
2.836.139.056
1.655.917.704
1.940.507.448
13.531.327.307
1.375.663.582
1.396.783.582
1.386.381.582
1.375.663.582
1.404.622.982
1.375.663.582
1.379.107.982
1.754.116.382
1.589.049.782
1.414.873.182
1.389.615.582
1.375.663.582
1.375.663.582
1.454.003.382
1.384.603.682
1.375.663.582

Minyak Bumi
4
558.861.200
111.771.600
111.771.600
111.771.600
111.771.600
111.771.600
1.117.722.800
111.771.600
111.771.600
111.771.600
111.771.600
111.771.600
-

Gas Bumi
5
348.472.000
30.301.200
30.301.200
30.301.200
30.301.200
30.301.200
30.301.200
30.301.200
30.301.200
30.301.200
30.301.200
30.301.200
30.301.200
30.301.200
30.301.200
30.301.200
30.301.200

Pertambangan Umum
6
33.600.000
63.063.070
42.384.965
35.521.360
6.272.000
18.801.335
4.032.000
64.821.190
10.718.400
37.440.550
1.859.329.780
479.877.475
322.811.440
394.168.460
496.338.290
452.113.865
3.512.797.085
364.325.360
341.027.960
384.548.255
336.276.185
353.034.395
4.384.742.355
366.434.775
373.826.775
370.186.075
366.434.775
376.570.565
366.434.775
367.640.315
498.893.255
441.119.945
380.158.135
371.317.975
366.434.775
366.434.775
393.853.705
369.563.810
366.434.775

Realisasi
Panas Bumi
7
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0

Hasil Kehutanan
8
5.042.738
5.042.738
61.818.164
28.620.916
16.601.866
20.584.710
9.963.246
57.613.630
30.193.046
16.033.518
161.865.874
32.373.174
32.373.174
87.487.400
32.373.174
32.373.174
32.373.174
141.950.638
32.373.174
345.063.518
32.373.174
103.385.916
-

Hasil Perikanan
9
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606
72.434.606

Total
10
111.077.344
140.540.414
176.637.735
64.142.276
95.308.472
111.820.651
86.429.852
194.869.426
113.346.052
125.908.674
2.580.056.854
696.456.855
539.390.820
665.862.066
712.917.670
668.693.245
4.735.327.665
690.482.204
557.607.340
913.817.979
552.855.565
640.626.517
4.733.214.355
469.170.581
476.562.581
472.921.881
469.170.581
479.306.371
469.170.581
470.376.121
601.629.061
543.855.751
482.893.941
474.053.781
469.170.581
469.170.581
496.589.511
472.299.616
469.170.581
DAFTAR LRA -231 -

DAFTAR 3-C

LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT SEMESTER I TAHUN 2012 (UNAUDITED )

LAPORAN REALISASI ANGGARAN TRANSFER DANA BAGI HASIL SUMBER DAYA ALAM
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012
(Dalam Rupiah)
No.

Daerah

1
391
392
393
394
395
396
397
398
399
400
401
402
403
404
405
406
407
408
409
410
411
412
413
414
415
416
417
418
419
420
421
422
423
424
425
426
427
42