Anda di halaman 1dari 14

PENDAHULUAN

TUJUAN PENILAIAN Untuk menentukan Nilai Pasar dari aktiva tetap berupa Kapal General Cargo " xxxxxxxx " yang pada saat penilaian berada di pelabuhan kota xxxxxxxx , sebagai dasar pertimbangan untuk keperluan penilaian kembali aset. TANGGAL PEMERIKSAAN DAN TANGGAL PENILAIAN. Tanggal pemeriksaan lapangan dilakukan pada tanggal 4-5 Maret 2009 dengan asumsi tidak ada perubahan sejak tanggal pemeriksaan di lapangan. Tanggal Penilaian adalah tanggal 08 April 2009. DEFINISI NILAI Sesuai dengan Standard Penilaian Indonesia tahun (SPI) 2002, yang dimaksud dengan :

NILAI PASAR (Market Value) Nilai Pasar adalah perkiraan jumlah uang yang dapat diperoleh dari transaksi jual beli atau hasil penukaran suatu properti pada tanggal penilaian antara pembeli yang berminat membeli dan penjual yang berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang penawarannya dilakukan secara layak, dimana kedua pihak masing-masing mengetahui dan bertindak hatihati dan tanpa adanya paksaan. (SPI 0.5.39.1)

Biaya Pengganti Terdepresiasi (Depreciated Replacement Cost ). Adalah metode penilaian yang didasarkan kepada estimasi Nilai Pasar saat ini atas Kapal untuk Penggunaan dan Kapasitas serta Teknologi yang sama dikurangi kerusakan fisik dan semua bentuk keusangan dan optimalisasi yang relevan (SPI 0.5.12.1)

Biaya Pembangunan / Pengganti Baru (Reproduction / Replacement Cost New). Adalah Jumlah Uang yang dikeluarkan untuk Reproduksi / Pengganti properti baru yang dihitung berdasarkan harga pasaran setempat sekarang / pada tanggal penilaiannya untuk bahan / material atau unit, biaya jasa kontraktor / arsitek / konsultan teknik termasuk keuntungan, biaya instalasi, biaya supervisi, biaya tenaga ahli teknik termasuk semua pengeluaran standar yang berkaitan dengan angkutan, asuransi, bea masuk, Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Penghasilan Impor (PPn Impor), dan biaya bunga selama masa konstruksi, tetapi tidak termasuk biaya upah lembur dan premi / bonus. (SPI 0.5.11.1 )

Penilaian Aktiva Tetap

Nilai Jual Paksa (Nilai Likuidasi) adalah sejumlah uang yang mungkin diterima dari penjualan suatu properti dalam jangka waktu yang relatif pendek untuk dapat memenuhi jangka waktu pemasaran dalam definisi nilai pasar. Pada beberapa situasi nilai jual paksa dapat melibatkan penjual yang tidak berminat menjual, dan pembeli yang membeli dengan mengetahui situasi yang tidak menguntungkan penjual. Istilah nilai likuidasi seringkali digunakan dan memiliki arti sama dengan nilai jual paksa (SPI 0.5.33.1)

PROSES PENILAIAN a. Penilaian Kapal Sumekar Metode penilaian yang digunakan untuk menentukan nilai pasar Tanah adalah Metode Pendekatan Data Pasar (Market Data Approach) . Dalam hal ini penilaian harga jual kapal sejenis yang diturunkan dari harga penawaran oleh ship brokerage internasional..

Penilaian Aktiva Tetap

GAMBARAN UMUM

1.

Data-data Kapal Sumekar Nama No IMO Call Sign Tahun pembuatan (year of built) Jenis Kapal Bendera Klasifikasi Notasi kelas Galangan pembuat LOA (m) LBP (m) BMLD (m) HMLD (m) LT (mm) T (m) NT DWT (ton) : : : : : : : : : : : : : : : : : xxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxx 1983 General Cargo Indonesia Biro Klasifikasi Indonesia (notasi lambung) xxxxxxxxxxxxxx 84,5 m 76 m 13,75 m 6,6 m 1154 mm 5,46 m 1171 3197

(notasi mesin)

2.

Sistem/Peralatan Utama 1 Mesin Induk (main engine) Merek Pabrik pembuat Model Seri BHP RPM Jumlah mesin induk 2 Mesin bantu (auxilliary engine) Merek Pabrik pembuat Model BHP Jumlah mesin bantu Generator Merek Type Range Putaran P t Jumlah -

: : : : : : :

MAK Krupp MAK Maschinenbau GmbH 6 MU 452 25284 1800 daya kuda 500 putaran per menit 1

: : : : : : : : : :

MAN MAN Diesel Engine D 2566 MTE 193 2 Markon MB 514 G 157,5 kVA 1500 rpm 2

Penilaian Aktiva Tetap

3. 3

Condition Survey
KM xxxxxxxxxx terakhir melaksanakan docking adalah pada april 2007, sehingga pada saat dilaksanakan survey sudah dua tahun belum melaksanakan annual docking lagi. Secara umum kondisi lambung mengalami korosi yg merata, terdapat beberapa korosi setempat yang perlu mendapat perhatian. Pada lambung yang berada dibawah air, berdasarkan data dari docking terakhir, masih terdapat pelat dengan ketebalan minimal yang harus di replating pada docking berikutnya.

Lambung - diatas garis air Kondisi bagian atas garis air banyak pengkorosian setempat yang cukup merata, terlihat diminution rate (laju penipisan pelat akibat korosi) yang tinggi. Pada saat disurvey sedang dilaksanakan chipping (penghilangan korosi), dan pengaplikasian cat primer pada sebagian badan kapal. Beberapa bagian tampak korosi cukup parah yang perlu untuk mendapatkan replating.

Gambar 1. Tampak star board side dan p side p port

Gambar 2 Tampak fore dan after 2. Bagian after tampak sudah dilakukan maintenance chipping dan pengecatan sehingga terlihat lebih baik dibandingkan dengan bagian lain dari kapal. Sedang bagian fore tampak baru dilaksanakan pekerjaan chipping, di primer pada beberapa bagian.

Penilaian Aktiva Tetap

Lambung - dibawah garis air

Gambar 3. shell expansion dari bagian bawah garis air dibawah engine room dan ruang palka belakang Karena bagian bawah tidak dapat di survey, dipergunakan shell expansion drawing dan hasil survey pengukuran ketebalan dengan ultrasonic test (UT), terlihat bagian-bagian yang sudah diganti. Namun tidak semua pelat mengalami penggantian, meskipun ketebalan pelat terlihat sudah mencapai 6-7mm. pengukuran dilaksanakan dua tahun yang lalu. Dengan mempertimbangkan diminution rate dengan laju penipisan yang normal, maka diperkirakan penggantian plat pada docking berikutnya masih cukup banyak.

Penilaian Aktiva Tetap

Engine Room Secara visual terlihat kondisi engine room serta peralatan yang ada didalamnya terawat cukup baik dengan kebersihan yang terjaga, berdasarkan log book engine room, tidak terlihat/terindikasi adanya peralatan fungsional yang tidak dapat bekerja dengan baik.

Gambar 4. Main Engine Kondisi main engine secara visual teramati dalam kondisi yang baik, berdasarkan docking report tahun 2007 telah dilaksanakan major overhaul pada turbo charge

Gambar 5. Mesin Bantu - Genset Kondisi genset y g terawat dengan baik, tidak terlihat secara visual kebocoran p yang pada p peralatan g g , ini

Penilaian Aktiva Tetap

Geladak Cuaca
Geladak cuaca terawat dengan baik, pada beberapa bagian terdapat korosi yang berlebihan. Untuk lubang palkah dan kondisi hatch cover tidak dapat dilaksanakan survey karena masih dalam kondisi tertutup karena penuh dengan muatan

Gambar 6. Geladak cuaca kondisi geladak yang sedang dilaksanakan maintenance. Kondisi frame dari forecastle yang mengalami korosi

Gambar 7. Permesinan Geladak Kondisi permesinan geladak yang terawat dengan baik, tidak terlihat secara visual kebocoran

Penilaian Aktiva Tetap

Navigation Deck
Beberapa peralatan di navigation deck sudah tidak berfungsi/tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik seperti ARPA, echo sounder dan gyro compass. Peralatan wajib seperti EPIRB, flares dan lain sebagainya dalam jumlah yang cukup dan lengkap.

Gambar 8. Peralatan di navigation deck Radio directional finder juga dilaporkan tidak berfungsi dengan baik. Peralatan pendukung lain seperti telegraph, magnetic compass, vhf radio dan peralatan yang lain

Gambar 9. navigation deck

Penilaian Aktiva Tetap

APLIKASI METODE PENILAIAN

1 Metode Penilaian Metode penilaian yang dipergunakan adalah dengan metode harga pasar. Harga pasar disini adalah membandingkan nilai/harga KM dengan kapal dengan spesifikasi sejenis dengan Kapal xxxxxxxxx Daftar b di k il i/h d k ld ifik i j i d K l D ft harga pasar diperoleh dari harga penawaran yang dilakukan oleh international ship broker yaitu maritime sales, international ship brokering, shiplink dengan memperhatikan ukuran kapal dan perlengkapan kapal serta tahun pembangunan kapal.

Harga penawaran pada kapal yang relatif sama dengan KM xxxxxxxxx kemudian diolah, atau dikurangi dengan potongan yang dianggap sebagai margin pembeli (bargaining process) yang nilainya secara internasional berada pada kisaran 5-25 persen nilai potongan ini sangat tergantung kepada situasi supply persen, dan demand DWT di dunia pada umumnya, dan di Indonesia pada khususnya.

Setelah diperoleh harga pada kapal yang sejenis, kemudian harga disesuaikan dengan kondisi KM xxxxxx yang diperoleh dari condition survey dari kapal, mesin induk dan permesinan kapal lainnya, serta dari laporan docking terakhir kapal. Metode penilaian tersebut dapat digambarkan pada blok diagram sebagai berikut:

Blok diagram metode penilaian Pekerjaan dimulai dengan survey kondisi kapal serta review dokumen-dokumen pendukung yang berada di atas kapal. Hasil dari survey kapal pada tanggal 4-5 maret 2009 secara detail telah dikemukakan pada gambaran umum Hasil dari survey diketahui bahwa secara umum semua sistem permesinan masih dapat beroperasi dengan baik, SWL cargo gear sudah menurun performancenya menjadi 2,5 ton. Kapal pada kondisi laden mampu beroperasi dengan kecepatan 8 knots. Pada last docking, tidak semua pelat kapal yang tidak memenuhi ketebalan minimum diganti/replating, sehingga kapal harus menjalani replating kembali yang cukup banyak apabila docking dilaksanakan.

2 Nilai Kapal Sejenis Data kapal diperoleh dari international ship brokering, data bersifat publik dan dapat diakses pada www.shipbroker.net Data yang berjumlah ratusan penawaran jual kemudian dipilih yang mempunyai DWT mendekati DWT xxxxxxxxxx, karena dengan DWT yang relatif sama, maka ukuran kapal dan dimensi kapal relatif sama, dan yang terpenting adalah daya angkut kapal relatif hampir sama
# Ref S116389 S115461 S117385 S110094 S109953 S109953 S109800 S109778 S109518 S109360 S108088 S107849 S107317 S104527 S104278 S104102 S104093 S104081 S101944 S99463 S117385 Vessel type g cargo Cargo Cargo Cargo Cargo Cargo Cargo Cargo Cargo Cargo Cargo Cargo Cargo Cargo Cargo Cargo Cargo Cargo Cargo Cargo Cargo Short description Nationality LOA Cap (dwt) (m) 3.610 82.00 3.120 3.600 Contact 3.770 96.15 3.770 96.15 3.770 96.15 2.600 Contact 3.800 Contact 3.770 96.15 3.300 3.153 3.029 86 114 74.520 0 Built Price(USD) (Year) 1982 $ 1.080.000 1977 $ 1967 $ 1967 $ 1967 $ Posted MM/DD/YY 03/03/2009

g 3610dwt NKK geared bulker Belize 3120 DWT General Cargo WITH DERRICK GERMANY BUILD GERMANY BUILD GERMANY BUILD with derrick cargo vessel with crane GERMAN BUILD small SD BC GENERAL CARGO SINGL GEARLESS General dry cargo ship cargo vessel with crane boxed single decker TRUONG THANH 01 Small General Cargo General Cargo Vesel SINGLEDECK GENERAL CARGO GEARLESS bulk carrier WITH DERRICK Albania Japan blt Panama Panama Panama Japan blt Japan blt Panama Japan blt Russia blt Vietnam Japan blt Germany blt Vietnam China China Panama China blt China blt Japan blt

510.000 02-19-09 850.000 11-26-08 850.000 11-24-08 850.000 11-24-08

1982 $ 1.100.000 03-14-09

1985 $ 2.300.000 11-22-08 1976 $ 2.200.000 11-22-08 1967 $ 850.000 11-19-08 1988 $ 2.200.000 11-18-08 1981 $ 1.650.000 10-30-08 2008 $ 3.800.000 10-27-08 1988 $ 1.650.000 10-20-08 1977 $ 1.000.000 2007 $ 1.630.000 2001 $ 1.050.000 2000 $ 1 350 000 1.350.000 1979 $ 1.200.000 2007 $ 3.300.000 2008 $ 3.200.000 09/10/2008 09/06/2008 09/04/2008 09/04/2008 09/04/2008 08/01/2008 07/03/2008

3.000 Contact 2.850 Contact 3.047 3.100 3 100 3.108 82.17 3.000 Contact 3.793 Contact 3.600 Contact 74,36 85 2.650 79.35

1982 $ 1.100.000 03-14-09

Kemudian data lebih disaring berdasarkan DWT +/- 500 ton, tahun pembuatan yang mendekati +/- 2 tahun dan mempunyai peralatan bongkar muat. KM xxxxxxxxxxx seperti yang dijelaskan pada gambaran umum mempunyai DWT 3197 ton, dengan panjang LoA 84,5 meter dengan tahun pembuatan 1983. i t d j L A 84 5 t d t h b t 1983

# Ref S116389 S117385 S108088 S117385

Vessel type cargo Cargo Cargo Cargo

Short description 3610dwt NKK geared bulker WITH DERRICK GENERAL CARGO SINGL WITH DERRICK

Nationality Belize Japan blt Russia blt Japan blt

LOA Cap (dwt) (m) 3.610 82.00 3.600 Contact 3.153 114 3.600 Contact

Built (Year) 1982 1982 1981 1982 Rata-rata

Price(USD) $ $ $ $ $ 1.080.000 1.100.000 1.650.000 1.100.000 1.232.500 1 232 500 924.375

Posted MM/DD/YY 03/03/2009 03-14-09 10-30-08 03-14-09

Buyer bargain 25% $

Buyer bargain ditentukan 25% dikarenakan kondisi dunia pelayaran saat ini sedang dalam posisi yang g pp y tidak seimbang antara supply dan demand, dikarenakan krisis ekonomi dunia, demand akan DWT menjadi jauh berkurang, sehingga ketersediaan DWT untuk semua jenis kapal berlimpah, sehingga banyak perusahaan yang merugi dan melepas kapalnya (mengurangi DWT), sehingga harga kapal menjadi sangat rendah dan bargain power dari pembeli menjadi tinggi Kapal asing untuk diposisikan seperti KM. xxxxxxxxx , dimana mempunyai bendera Indonesia memerlukan biaya, dengan nilai yang tidak dapat di tetapkan secara pasti, berdasarkan best practice, ditentukan biaya pemindahan bendera, pemindahan/dual class ke kelas BKI, mobilisasi kapal memerlukan biaya ditentukan Rp. 500.000.000,- termasuk disini adalah pengurusan SKB (surat keterangan bebas pajak) untuk pembelian kapal oleh perusahaan indonesia yang sudah memiliki SIUPAL selama 5 th

Kurs tengah nilai tukar USD Bank Indonesia untuk tanggal penetapan nilai 08 april 2009 adalah Rp. 11.380,- /USD

Kapal yang ditawarkan diatas adalah ocean going, atau melayari lebih dari satu negara sehingga melewati pemeriksaan oleh Port State Control dari negara yang lain, sehingga secara umum kondisi lambung kapal lebih baik dibandingkan dengan KM. xxxxxxxxx. Dibandingkan dengan kondisi umum untuk kapal yang berusia 26 tahun yang melayari rute sea going, lambung kapal KM. xxxxxxxx menurut penilaian kami mempunyai bobot 74 %, pembobotan ini juga disebabkan pada saat ini seharusnya KM. xxxxxxxxxxx sudah saatnya menjalani annual docking yang sekaligus pembaharuan kelas (class renewal) dan performance dari engine KM. xxxxxxxx saat ini yang pada kondisi laden mempunyai kecepatan 8 knots serta SWL alat bongkar-muat yang hanya 2,5 ton. Diestimasikan secara kasar bottom plating dan plat dibawah air serta framing diperlukan replating sekitar 20%-30% untuk dapat memenuhi persyaratan BKI, sesuai buku volume 2 section 4. Terdapat pelemahan kekuatan longitudinal pada kapal yang (frame mengindikasikan diminution rate (laju pengurangan ketebalan pelat) pada struktur longitudinal (frameframe longitudinal) yang cukup signifikan.

Rekapitulasi kondisi KM Sumekar No 1 Hull Item Keterangan 1. KM. xxxxxxxxx sudah saatnya menjalani annual docking yang sekaligus pembaharuan kelas (class renewal), sampai saat penilaian belum dilaksanakan. Tanpa adanya sertifikasi dari biro klasifikasi, berakibat pada tidak berlakunya lagi surat laik laut dan ijin berlayar hanya bersifat sementara (port to port) 2. Berdasarkan data last docking (2 th yg lalu) di PT. PAL banyak bagian lambung yang seharusnya dilaksanakan replating, namun tidak dilaksanakan replating. 3. Berdasarkan laporan docking, kuantitas zink anode untuk pencegahan lambung dari korosi berlebih tidak mencukupi, potensi korosi dengan laju yang besar pada lambung kapal 4. Berdasarkan inspeksi visual dan verifikasi 4 B d k i k i i ld ifik i terhadap laporan docking, terdapat pelemahan kekuatan memanjang (korosi pada frame-frame) yang tidak disentuh pada docking terakhir. 5. Akan terdapat volume perbaikan yang sangat banyak apabila dilaksanakan perbaikan bottom plating dan plat dibawah air serta framing diperlukan replating sekitar 20%-30% untuk dapat memenuhi persyaratan BKI mengenai ketebalan minimum pelat, sesuai buku volume 2. 2 Outfitting, perlengkapan kapal Outfitting kapal, perlengkapan kapal masih baik hanya terdegenarasi karena usia yang relatif tua. Automatic Radar Plotting Aid (ARPA), Gyro Compass, Echo Sounder yang merupakan peralatan penting untuk navigasi dan keselamatan kapal dalam kondisi rusak/tidak dapat dioperasikan. Radio Direction Finder juga dalam kondisi rusak. 3 Main Engine Berdasarkan log book, kecepatan dinas kapal tidak lebih dari 8 knots pada kondisi laden, tidak dioperasikan pada kecepatan yang lebih tinggi karena getaran yang berlebih. Hal ini dapat disebabkan oleh main engine sendiri, sistem perporosan ataupun lambung yang tidak dapat memberikan support/pondasi yang baik bagi main engine dan sistem perporosannya.
30% 80% 24% 10% 80% 8%

Bobot
50%

Kondisi
70%

Score 35%

4 Auxilliary machinery Permesinan bantu relatif masih mampu menyokong sistem utama kapal, dengan sedikit penurunan and systems fungsi. Untuk permesinan bongkar-muat dibandingkan dengan kapal sejenis yang digunakan sebagai pembanding, alat angkat yang dimiliki (2,5 ton) kurang memadai.

10%

70%

7%

Total 100%

74%

3. Aplikasi Nilai Sehingga apabila semua term dan kondisi diatas diimplementasikan pada KM. xxxxxxxxxx Item Harga pasar (diluar negeri) dalam rupiah + biaya terkait pindah registrasi koreksi karena kondisi kapal (72%) dibulatkan Nilai $ Rp Rp Rp Rp 924.375 924 375 10.519.387.500 11.019.387.500 8.154.346.750 8.155.000.000