Anda di halaman 1dari 8

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Tinjauan Umum Tahap tahap persiapan yang dilakukan dalam pengumpulan data dalam penyusunan tugas akhir ini adalah : 1. Membuat flowchar penyusunan tugas akhir. 2. Membuat proposal penelitian. 3. Membuat administrasi perijinan pengumpulan data. 4. Survey untuk mendapatkan gambaran umum mengenai permasalahan yang ditinjau. 5. Mencari literatur yang digunakan sebagai referensi dalam penysunan tugas akhir. 3.2 Pengumpulan Data Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah : 1. Metode observasi Observasi adalah pengamatan langsung dilapangan pada suatu permasalahan yang dituju. 2. Metode wawancara/ interview Wawancara adalah salah satu cara untuk mendapatkan informasi dan data, dengan mengajukan beberapa pertanyaan secara langsung pada pihak yang berkompeten. 3. Studi kepustakaan Studi kepustakaan adalah cara untuk mendapatkan informasi dan data dari referensi referensi yang berasal dari buku buku maupun catatan kuliah unutk melengkapi informasi dan data yang diperoleh. Data data pendukung untuk menganalisis peningkatan fasilitas Bandara Haluoleo berupa data data sekunder dan primer. a. Data primer Data primer diperoleh melalui observasi dan wawancara.

Observasi di lapangan dilakukan secara saksama dengan melihat

27

28

kondisi eksisting bandara. Data primer dapat berupa : 1. Frekfensi lalulintas penerbangan. 2. Situasi kinerja bandara. 3. Kondisi eksisting bandara. b. Data sekunder Data sekunder adalah data yang diperoleh tanpa survey atau pengamatan langsung. Data sekunder didapat dari instansi instansi sebagai berikut : 1. Dinas Perhubungan Udara Propinsi Sulawesi Tenggara Data data yang diperoleh adalah : a. Perkembangan lalulintas udara (jumlah pergerakan pesawat dan barang serta jumlah penumpang). b. Data data teknis bandara. 2. Dinas Meteorologi dan Geofisika Bandar Udara Haluoleo, Kendari. Data yang diperoleh adalah data temperatur, curah hujan, kelembaban, arah dan kecepatan angin disekitar bandara. 3. Bapeda Propinsi Sulawesi Tenggara Data yang diperoleh adalah data tata guna lahan pada sekitar Bandar Udara Haluoleo, Kendari dan rencana tata ruang daerah. 4. Dinas Pariwisata Propinsi Sulawesi Tenggara Data yang diperoleh berupa data jumlah dan jenis wisatawan. 5. Badan Pusat Statistik Propinsi Sulawesi Tenggara Data yang diperoleh adalah data jumlah penduduk dan PDRB daerah.

3.3 Tahapan penelitian Untuk mempermudah proses penelitian, maka harus dilakukan dengan tahapan proses penelitian seperti digambarkan dalam diagram gambar 3.1 dibawah ini.

29

Mulai

Rumusan masalah

Pengumpulan data

Data primer

Data sekunder

Frekfensi lalulintas bandara Data eksisting bandara Situasi kinerja bandara

Data lalulintas udara Data teknis bandara Peta tata guna lahan Data jumlah penduduk, PDRB dan wisatawan asing

Analisa data

Tidak
Kecukup an Data

Ya

Analisa kondisi bandara

eksisting

Perhitungan ruang faasilitas bandara

kesimpulan

Selesai

Gambar 3.1 Diagram Alir Penelitian

30

3.4 Analisis data Setelah dilakukan pengumpulan data, data tersebut dipilih,

dikompilasi dan dianalisa agar diketahi kebutuhan fasilitas bandara sampai umur rencana apakah masih layak atau harus dilakukan penambahan. Analisa yang dilakukan antara lain : 3.4.1 Analisa tingkat pertumbuhan demand Peramalan yang digunakan dalam analisis ini adalah suatu metode pendekatan statistik yaitu analisa regresi linear dan regresi berganda. Dengan analisa tingkat pertumbuahan demand ini diharapkan dapat mengetahui tingkat kebutuhan sampai umur rencana yaitu pada Tahun 2020. 3.4.2 Analisa sistem operasi Bandara Analisa yang digunakan dalam hal ini adalah dengan cara grafik, kemudian dicari perhitungan regresi untuk mengetahui besarnya kebuthan sampai tahun rencana yaitu pada Tahun 2020. 3.4.3 Analisa komponen geometris Bandara Perhitungan analisa ini menggunakan standar FAA dengan berdasar pada kondisi eksisting Bandara. Komponen bandara yang diperhitungkan dalam hal ini, meliputi : 1. Runway Faktor penting dalam komponen runway adalah kelayakan terhadap pergerakan pesawat dimana pesawat dapat lepas landas dan mendarat dengan aman. a. Panjang runway Karakteristik pesawat yang dipakai dalam analisis

kebutuhan runway kondisi eksisting adalah boeing 737-300 Untuk menghitung panjang landasan pacu penulis

menggunakan persamaan sebagai berikut :

31

Faktor koreksi dalam perhitungan panjang landasan pacu yaitu : 1. Pengaruh ketinggian dari muka air laut (Fe) = [ 0.07 Dimana : L = panjang runway (m) h = tinggi elevasi (m) 2. Pengaruh suhu udara (Ft) Suhu udara standart pada permukaan laut ditetapkan 15C. = [ ( 15) 0.01] + Dimana t = Temperatur (C) 3. Kemiringan (slope) Kemiringan atau slope memerlukan runway yang lebih panjang untuk setiap kemiringan 1 %, maka panjang runway harus ditambah 10 %. Fs = 1 + 0.1 * S ] + 300

Maka : = Dimana : PL = panjang aktual landasan (m) b. Lebar runway Kebutuhan lebar runway didasarkan pada asumsi bahwa lebar runway harus mampu menampung seluruh bentang sayap pesawat (wing span) ditambah dengan kebebasan ujung sayap pesawat (wing tip clearance).

32

Tabel 3.1 Kebebasan Ujung Sayap Pesawat (wing tip clearance) Kode huruf A B C D E Aircraft wing span 15 m 15 - < 24 m 24 - < 36 m 36 - < 52 m 52 - < 60 m Wing tip clearance 3.0 3.0 4.5 7.5 7.5
Heru Basuki, 1985.

Sumber: Merancang dan Merencana Lapangan Terbang, Ir

Perhitungan lebar runway yang dubutuhkan adalah dengan menggunakan rumus : Lebar runway = wing span + wing tip clearance wing tip dapat diketahui dari tabel 3.1 diatas sedangkan panjang wing span diketahui dari data spesifikasi pesawat. 2. Taxiway Hal penting dalam komponen ini adalah penghubung dimana pesawat dapat memasuki ruang apron tanpa hambatan. a. Panjang taxiway Untuk menghitung panjang taxiway peneliti menggunakan persamaan sebagai berikut : = ( + ) ( + 22.5)

Dimana : T : Panjang taxiway (m) R : Lebar runway strip (m) L : Jarak dari runway strip sampai ekor pesawat (m) X : Lebar ruang bebas dibelakang ekor pesawat, yang merupakan total dari lebar clearance + 0.5 * wing span.

33

b. Lebar taxiway

Gambar 3.1 Geometri lebar taxiway Sumber : ICAO Untuk menentukan lebar taxiway, didalam penelitian ini penulis mengguanakan persamaan dibawah ini : Wt = TM + 2C Keterangan: Wt : Lebar taxiway (m) TM : Jarak antara roda (m) C : Kebebasan samping roda (m)

3. Apron Faktor yang diperhitungkan adalah luas apron, sistem parkir, serta pengamatan terhadap penumpang yang naik turun pesawat. Dengan tujuan agar pesawat yang keluar masuk apron tidak mengganggu pesawat yang lainya. Untuk menganalisa kebutuhaan apron peneliti menggunakan persamaan sebagai berikut : a. Penentuan panjang apron dipengaruhi oleh dimensi clearance (jarak terdekat antara pesawat dengan objek terdekat) dan wing span (lebar bentang sayap pesawat). Untuk clerance requirement dapat dilihat pada tabel 3.1

34

berdasarkan tabel standart dalam aerodrome design manual part 2, taxiway, apron and holding bay, ICAO 1995. K = jumlah clearance + jumlah wing span b. Lebar apron

Gamabr 3.1 Geometri lebar apron

Lebar apron (H) penjumlahan dari : A : lebar service road. B : bagian apron untuk pergerakan GSE yang melayani pesawat parkir dan merupakan clearance antara hidung dengan GSE/ fixed object di service road. C : panjang pesawat terbang. D : Minimum clearance antara ekor pesawat yang parkir dengan apron taxiway centerline. E : Jarak antara apron taxiway centerline dengan pinggir apron. F : Jarak minimum antara runway centerline dengan taxiway (apron taxiway) centerline.