Anda di halaman 1dari 9

BAB I STRUKTUR KRISTAL

1. PENDAHULUAN Fisika zat padat adalah ilmu yang mempelajari secara spesifik mengenai kristal dan elektron di dalam kristal. Pengetahuan tentang kristal mulai ditekuni pada awal abad ke-19 yang diikuti dengan ditemukannya difraksi sinar-X. Dengan menggunakan difraksi X dan dilandasi oleh landasan teoritis yang memadai serta dikemukakannya perhitungan yang sederhana dan perkiraan yang tepat dapat mempelajari struktur kristal. Ketika kristal berada pada lingkungan yang tepat, bentuk yang tersusun identik seperti susunan balok yang disusun secara berkelanjutan. Susunan tersebut adalah sebagai susunan dari atom - atom atau sekumpulan group dari atom atom yang terbentuk dalam pola tiga dimensi yang tersusun secara periodik. Pada tahun 1912 sebuah tulisan yang bejudul "Efek Interferensi dari sinar Rontgen" yang disajikan oleh Akademi Sains Bavarian di Munich. Pada bagian pertama dari makalah tersebut, Laue mengembangkan teori dasar dari difraksi sinar X. Pada bagian kedua dari makalah Friedrich dan Knipping mengemukakan mengenai eksperimen yang pertama kali dilakukan dengan menggunakan difraksi sinar -X untuk analisa kristal. Dari beberapa hasil kajian tersebut di atas akhirnya dapat diketahui bahwa kristal tersusun dari atom - atom yang menyebar secara periodik serta dapat dikembangkan suatu model atom penyusun kristal. Dengan mengetahui model atom yang menyusun dalam kristal, Fisikawan dapat mengetahui dan berfikir jauh lebih baik dalam proses menyelidiki kristal. Penyelidikan ini juga meliputi bentuk - bentuk dari kristal yang secara luas dikenal sebagai Fisika material terkondensi yang sekarang merupakan cabang ilmu dari fisika material dan memiliki cakupan paling luas dalam ilmu Fisika. Kristal yang ideal tersusun dari susunan kristal yang sama pada setiap ruang. Pada kristal sederhana satu unit sel strukturnya tersusun sebagai atom tunggal, seperti perak (Ag), Emas (Au), Besi (Fe), Alumunium(Al) dan logam - logam unsur alkali. Namun struktur yang terkecil sekalipun dapat terdiri dari banyak atom dan molekul.

I-1

Struktur dari seluruh kristal dapat dibagi menurut kisinya yaitu dengan memilah-milah setiap kelompok (group) atom pada masing - masing kisi. Group dari atom - atom tersebut lebih dikemal dengan sebutan "Basis". Kelompok dari basisbasis yang berkumpul pada ruang tertentu akan membentuk sebuah struktur kristal.

2. Vektor Kisi Translasi


Kisi suatu kristal terdiri dari tiga buah vektor tranlasi T = u1a1 + u2a2 + u3a3 yang mengakibatkan susunan atom-atom akan terlihat sama jika dilihat dari berbagai sudut pandang yang berjarak r dan dapat dirimuskan sebagai berikut

r'=r + u1a1 + u2a2 + u3a3

.(1)

Gambar 1. ) Dari gambar a dan b terlihat vector translasi T = -a1 + 3 a2 dengan vector a1 dan a2 sebagi vekktor primitif tranlasi pada kisi dua dimensi di mana a1,a2 dan a3 sebagai vector translasi dan u1,u2 serta u3 adalah bernilai integer perubah. Susunan daripada titik r' dirumuskan dengan persarnaan (1) untuk seluruh u1, u2, dan u3 yang terdapat pada seluruh kisi. Kisi adalah susunan periodik tetap dari titik - titik matematis dalam ruang (2 dimensi) yang tersusun seperti jaring atau net. Dengan demikian kisi adalah sebuah bentuk abstrak matematis dan struktur kristal akan terbentuk ketika basis dari atom atom terikat persis sama pada semua titik kisi. Hubungan secara logika dapat dinyatakan sebagai berikut :

Kisi+Basis= Struktur Kristal ...(2)

I-2

Kisi dan vektor translasi a1, a2, a3 dinyatakan primitif apabila terdapat dua titik r, r' yang susunan atomiknya terlihat sama dari segala arah dengan pilihan yang sesuai terhadaap variable perubah u1, u2, u3. Dari devinisi vektor translasi primitif ini, dapat dinyatakan bahwa tidak ada sel dengan volume terkecil yang dapat membentuk struktur tertentu yang mewakili struktur kristal. Salah satu kegunaan dari vektor translasi primitif adalah untuk mengetahui sumbu kristal. Walaupun berbagai sumbu kristal non-primitif sering juga digunakan apabila memiliki hubungan yang sederhana secara simetri untuk struktur kristal. Operasi simetri yang dikenakan dalam sebuah kristal akan membawa struktur kristal ke asalnya semula. Operasi simetri tersebut termasuk juga operasi kisi translasi ataupun lebih jauh lagi seperti operasi refleksi dan rotasi yang disebut sebagai operasi titik. Titik kisi atau beberapa titik pada dasar paralelpiped juga memungkinkan untuk mengaplikasikan rotasi dan refleksi yang akan membawa struktur kristal ke asalnya semula.

3. Basis dan Struktur Kristal


Basis dari seluruh atom terikat dengan semua titik kisi dengan setiap basis adalah identik pada komposisi, susunan dan arah kristal. Gambar 1c menunjukkan bagaimana struktur kristal dibangun dengan menambahkan basis pada setiap titik kisi

Gambar 2). Struktur kristal yang merupakan kumpulan dari basis. Pada gambar atas mewakili ruang kisi dan gambar tengah mewakili basis dengan dua ion yang berbeda serta pada gambar bawah sebagai struktur dari kristal

I-3

4. Sel Kisi Primitif Paralelepipedum didefinisikan oleh sumbu primitif dari vector translasi a1, a2,a3 yang kemudian disebut sebagai sel primitif. Sebuah sel primitif merupakan tipe sel atau sel satuan atau dapat juga dikatakan bahwa sebuah sel primitif adalah sebuah sel dengan volume minimum. Sebuah sel akan memenuhi semua ruang dengan pengulanghan yang cocok dari operasi translasi kristal. Volume sebuah paralellepipedum dengan sumbu a1, a2,a3 adalah Vc = a1. a2 x a3

|gambar 3. Gambar atas sebagai kisi dalam ruang kisi dua dimensi. Pada gambar A, B dan C a1 dan a2 sebagai vector kisi translasi sedangkan pada D bukan merupakan vector traslasi primitif. Pada gambar bawah merupakan sellmprimitif ruang kisi tiga dimensi.

Gambar 3.adalah menunjukkan titik kisi dari sebuah ruang dua dimensi. Di dalam keempat gambar tersebut terlihat a dan a bukan vektor translasi primitif.

Sedangkan gambar 2.b menunjukkan sel primitif dari sebuah kisi ruang dalam tiga dimensi dan gambar 2.c adalah untuk atom - atom yang sama dengan sekumpulan titik kisi merupakan sebuah pilihan sumbu primitif dan basis - basis atom yang terhimpun dengan titik kisi. Sel Primitif dapat digambarkan berdasarkan cara penggambaran menurut Seits - Wegner dengan mengikuti langkah-langkah yang harus dilakukan sebagai berikut : I-4

1. Lukislah garis penghubung titik kisi dengan semua titik kisi yang dekat. 2. Dari titik tengah dan arah normal ke garis tersebut digambarkan garis yang baru. 2. Volume terkecil yang terlingkungi adalah sel primitif (dalam dua dimensi) Gambar 3. Sebuah sel primitif Seits - Wegner

5.

Tipe kisi dua dan tiga dimensi

(a) (b) Gambar 4. merupakan posisi atom sell kubik intan yang diproyeksikan dalam dua dimensi sedangkan pada gambar b struktur intan dalam tiga dimensi Pada kelompok titik simetris 3 dimensi terdapat 14 tipe kisi yang berbeda yaitu (1) satu buah kisi umum dan 23 kisi khusus hal ini dapat di klasifikasikan dalam 7 tipe sel, yaitu : triklinik , monoklinik, ortohombik, tetragonal, kubik, trigonal dan heksagonal (lihat tabel).

Sistem Kristal

Jumlah Kisi

Sudut dan sel konvensional

Triklinik Monoklinik

1 2

a1 a2 a3 dan a1 a2 a3 dan = = 90o

I-5

Orthorombik Tetragonal Kubik Trigonal Hexagonal

4 2 3 1 1

a1 a2 a3 dan = = = 90o a1 = a2 a3 dan = = = 90o a1 = a2 = a3 dan = = = 90o a1 = a2 = a3 dan = = <120o a1 = a2 a3 dan = ; = 120o

14
Sebagai contoh ada tiga kisi dalam sistim kubik yaitu , Simple kubik dan Kisi pusat ruang (BCC) serta Kisi pusat sisi ( FCC).

gambar 5. Kisi kristal BCC dan pada gambar tersebut ditunjukan pula sell primitifnya sedangkan gambar b) vector traslasi primitife dari struktur BCC

Dalam ketiga kisi kubik tersebut memiliki karakteristik yang berbeda No Volume sel konvensional Titik kisi setiap sel Volume sel primitif
Titik kisis setiap volume satuan

SC a3 1 a3

BCC A3 2
1 3 a 2

FCC a3 4
1 3 a 4

1 a3 6

2 a3 8

4 a3 12

Bilangan tetangga terdekat

I-6

Jarak tetangga terdekat Bil tetangga kedua Jarak tetangga kedua Packing fraction

a 12
a 2

1 3a 2 6 A

1 2a 2 6 A

1 6

1 3 8

1 2 6

Hexagonal

Simple kubik

Face imple kubik

Body Centre Kubik

Base center monoklinik

Monoklinik

Monoklinik Base center

Rombik Sederhana
I-7

Rombik Face Centre

Rombik Body Centre

Orthorombis Simple

Tetragonal

Tetragonal Body Centre


KESIMPULAN

Monoklinik

1. Kristall adalah material yang memiliki susunan atom atom/ ion atau molekul yang teratur dalam pola tiga dimensi 2. Kisi kritall membentuk pola pola geometri dari susunan atom atom 3. kisi bravais: semua titik kisi yang equivalen atau terdiri dari atom/ion/ molekul yang sama 4. Kisi non-bravais: beberapa titik kis yang tidak equivalen sehingga terdiri dari atom atom yang tidak sama 5. Vektor basis: Vektor vector elementer yang dapat menunjukkan posisi kisi atau dapat dikatakan semua titik kisi dapat diproduksi dari kombinasi linear vector vector 6. Sel satuan/Unit Sell: Volume yang dibentuk oleh vector basis 7. Kisi simple artinya mempunyai titik kisi pada sudut sudutnya saja 8. Kisi Body Centre artinya mempunyai satu titik kisi tambahan pada pusat 9. Kisi Face center artinya mempunyai tambahan 6(Enam) titik kisi pada setiap permukaan I-8

10. Kisi Base center mempunyai tambahan dua titik kisi pada dua permukaan yang saling berhadapan 11. Sumbu rotasi Cn artinya bila unit sel dirotasi unit masih tetap 360 pada sumbu itu maka posisi n

I-9