Anda di halaman 1dari 45

SOAP KB

2.1 Konsep Dasar Kontrasepsi Progestin 2.1.1 Pengertian Kontrasepsi suntik depo provera merupakan kontrasepsi yang harus mengandung progestin, yang paling banyak diteliti (Pedoman Klinis Kontrasepsi, 2003). Depo Provera / Depo Medroxy progesteron asetat adalah suatu sintesa progestin yang mempunyai efek seperti progesteron asli dari tubuh wanita (Teknik KB, 1980). 2.1.2 2.1.3 Profil Sangat efektif Aman Dapat dipakai oleh semua perempuan dalam usia reproduksi Kembalinya kesuburan lebih lambat, rata-rata 4 bulan Cocok untuk masa laktasi karena tidak menekan produksi ASI Jenis Tersedia 2 jenis kontrasepsi suntikan yang hanya mengandung progestin yaitu : - Depo Medroxy Progestern Asetat (DMPA), mengandung 150 2.1.4 2.1.5 Cara Kerja Mencegah ovulasi Mengentalkan lendir serviks sehingga menurunkan kemampuan penetrasi sperma Menjadikan selaput lendir rahim tipis atropi Menghambat transportasi gamet oleh tuba Keuntungan Sangat efektif Pencegahan kehamilan kehamilan jangka panjang Tidak berpengaruh pada hubungan suami istri Tidak mengandung estrogen sehingga tidak berdampak serius terhadap suatu penyakit jantung dan gangguan pembekuan darah Tidak berpengaruh terhadap ASI Sedikit efek samping

2.1.6 -

Klien tidak perlu menyimpan obat suntik Dapat digunakan oleh perempuan > 35 tahun sampai perimenopause Membantu mencegah kanker endometrium dan kehamilan ektopik Menurunkan kejadian penyakit jinak payudara Mencegah beberapa penyebab penyakit radang panggul Menurunkan krisis anemia bulan sabit (Sickle cell) Kerugian Sering ditemukan gangguan haid seperti

Siklus haid yang memendek dan memanjang Perdarahan yang banyak atau sedikit Perdarahan tidak teratur atau perdarahan bercak (spotting) Tidak haid sama sekali Klien tergantung pada tempat sarana pelayanan kesehatan (harus kembali untuk suntikan berikutnya) Tidak bisa dihentikan sewaktu-waktu Permasalahan BB merupakan efek samping tersering Tidak menjamin perlindungan terhadap penularan infeksi menular seksual Hepatitis B virus atau infeksi virus HIV Terlambatnya kembali kesuburan setelah penghentian pemakaian Terlambatnya kembali kesuburan bukan karena terjadinya kerusakan / kelainan organ genetalia, melainkan karena belum habisnya pelepasan obat sutikan dari deponya (tempat suntikan) Terjadi perubahan pada lipid serum pada penggunaan jangka panjang Pada penggunaan jangka panjang dapat menurunkan sedikit kepadatan tulang (densitas) Pada penggunaan jangka panjang dapat menimbulkan kekeringan pada vagina, menurunkan libido, gangguan embosi (jarang), sakit kepala, nervositas, jerawat 2.1.7 Yang Dapat Mengggunakan Suntikan Progestin Usia reproduksi Nulipara dan yang telah memiliki anak Menghendaki kontrasepsi jangka panjang dan yang memiliki efektivitas tinggi Menyusui dan membutuhkan kontrasepsi yang sesuai Setelah melahirkan dan tidak menyusui

Setelah abortus atau keguguran Telah banyak anak, tetapi belum menghendaki tubektomi Perokuk Tekanan darah 180/110 mmHg, dengan masalah gangguan pembekuan darah atau anemia bulan sabit

Menggunakan obat untuk epilepsi (fenitoin dan barbiturat) atau obat tuberkulosis (rifampisin) Tidak dapat memekai kontrasepsi yang mengandung estrogen Anemia defisiensi besi Mendekati usia menopause yang tidak mau atau tidak boleh menggunakan pil kontrasepsi kombinasi

2.1.8 -

Yang Tidak Boleh Menggunakan Hamil atau dicurigai hamil resiko cacat pada janin 7 per 100.000 kelahiran Perdarahan pervaginam yang belum jelas penyebabnya Tidak dapat menerima terjadinya gangguan haid terutama amenorhea Menderita kanker payudara atau riwayat kanker payudara Diabetes mellitus disertai komplikasi

2.1.9 -

Waktu Penggunaan Setiap saat selama siklus haid, asal ibu tersebut tidak hamil Mulai dari pertama sampai hari ke 7 siklus haid Pada ibu yang tidak haid, injeksi pertama dapat diberikan setiap saat asalkan saja ibu tersebut tidak hamil. Selama 7 hari setelah suntikan tidak boleh melakukan hubungan seksual

Ibu yang menggunakan kontrasepsi hormonal lain, dan ingin mengganti dengan kontrasepsi suntikamn. Bila ibu telah menggunakan kontrasepi hormonal secara beran, dan ibu tersebtut tidak hamil. Suntikan pertama dapat diberikan, tidak perlu menunggu sampai haid berikutnya datang.

Bila ibu sedang menggunakan jenis kontrasepsi lain dan ingin menggantinya dengan jenis kontrasepsi suntikan yang lain lagi, kontraspesi suntikan yang akan diberikan dimulai pada saat jadwal kontrasepsi suntikan yang sebelumnya.

Ibu yang menggunakan kontrasepsi non hormonal, dan ingin menggantinya dengan kontrasepsi hormonal, suntikan pertama kontrasepsi hormonal yang akan diberikan dapat segera diberikan, asal saja ibu tersebut tidak hamil, dan pemberiannya tidak perlu menunggu haid berikutnya. Bila ibu disuntik setelah hari ke 7 ibu tersebut selam 7 hari suntikan tidak boleh melakukan hubungans seksual.

Ibu ingin menggantikan AKDR dengan kontrasepsi hormonal suntikan pertama dapat diberikan pada hari ke 1 sampai ke 7 siklus haid atau dapat diberikan setiap saat setelah hari ke 7 siklus haid asal saja yakin ibu tersebut tidak hamil.

Ibu tidak haid atau dengan perdarahan tidak teratur, suntikan pertama dapat diberikan setiap saat, asal saja ibu tersebut tidak hamil dan selama 7 hari setelah suntikan tidak boleh melakukan hubungan seksual.

Kontrasepsi suntikan DMPA diberikan setiap 3 bulan dengan cara disuntik intramuskuler dalam di daerah pantat. Apabila suntikan diberikan terlalu dangkal, penyerapan kontrasepsi suntikan akan lambat, dan tidak bekerja segera dan efektif. Suntikan diberikan 90 hari. Pemberian kontrasepsi suntikan noristerat untuk 3 injeksi berikutnya diberikan setiap 8 minggu. Mulai dengan injeksi kelima diberikan tiap 12 minggu.

Bersihkan kulit yang akan di suntik dengan kapas alkohol yang dibasahi oleh etil / iso propil alkohol 60-90 %. Biarkan kulit kering sebelum di suntik setelah kulit kering baru di suntik.

Kocok dengan baik, dan hindarkan terjadinya gelembung-gelembung udara. Kontrasepsi suntik tidak perludi dinginkan. Bila terdapat endapan putih pada dasar ampul, upayakan menghilangkannya dengan menghangatkan.

2.1.10 Petunjuk bagi klien Klien harus kembali ketempat pelayanan kesehatan atau klinik untuk mendapatkan suntikan kembali setiap 12 minggu untuk DMPA atau setiap 8 minggu untuk noristerat. 2.1.11 Informasi umum Pemberian kontrasepsi suntikan sering menimbulkan gangguan haid (ameno arhoca). Gangguan haid ini biasanya bersifat sementara dan sedikit sekali mengganggu kesehatan. Dapat terjadi efek samping seperti peningkatan berat badan, sakit kepala dan nyeri payudara. Efek-efek samping ini jarang, tidak berbahaya dan cepat hilang.

Karena terlambat kembalinya kesuburan, penjelasan perlu diberikan pada ibu usia muda yang ingin menunda kehamilan, atau bagi ibu yang merencanakan kehamilan, berikutnya dalam waktu dekat.

Setelah suntikan dihentikan, haid tidak segera datang. Haid baru datang kebali pada umumnya setelah 6 bulan. Selama tidak gaid tersebut dapat saja terjadi kehamilan. Bila setelah 3-6 bulan tidak juga haid. Klien harus kembali kedokter atau tempat pelayanan kesehatan untuk dicari penyebab tidak haid tersebut.

Bila klien tidak dapat kembali pada jadwal yang telah ditentukan, suntikan dapat diberikan 2 minggu sebelum jadwal. Dapat juga suntikan diberikan 2 minggu setelah jadwal yang ditetapkan, asal saja tidak terjadi kehamilan. Klien tidak dibenarkan melakukan hubungan seksual selama 7 hari, atau menggunakan metode kontrasepsi lainnya selama 7 hari. Bila perlu gunakan kondar

Bila klien, misalnya sedang menggunakan salah satu kontrasepsi suntikan dan kemudian meminta untuk digantikan dengan kontrasepsi suntuikan yang lain, sebaliknya jangan dilakukan. Andaikan terpaksa juga dilakukan. Kontrasepsi yang akan diberikan tersebut diinjeksi sesuai dengan jadwal suntikan dari kontrasepsi hormonal yang sebelumnya.

Bila klien lupa jadwal suntikan, suntikan dapat segera diberikan asal saja siyakini ibu tersebut tidak hamil.

2.1.12 Penanganan gangguan haid a. Amenorea Tidak perlu dilakukan apapun, cukup konseling saja Bila klien tidak dapat menerima kelainan haid tersebut suntikan jangan dilanjutkan. Anjurkan pemakaian jenis kontrasepsi yang lain b. Perdarahan Perdarahan ringan atau spotting sering dijumpai tetapi tidak berbahaya Bila perdarahan / spotting terus berlanjut atau setelah tidak haid, namun kemudian terjadi perdarahan, maka perlu dicari penyebab perdarahan tersebut. Obatilah penyebab perdarahan tersebut dengan cara yang sesuai. Bila tidak ditemukan penyebab terjadinya perdarahan, tanyakan apakah klien ingin tetap melanjutkan suntikan dan bila tidak suntikan jangan dilanjutkan lagi dan carikan kontrasepsi jenis lain. Bila ditemukan penyakit radang panggul atau penyakit akibat hubungan seksual klien perlu diberi pengobatan yang sesuai dan suntikan dapat dilanjutkan.

Perdarahan banyak atau memanjang (lebih dari 8 hari atau 2x lebih banyak dari perdarahan yang biasanya dialami pada siklus haid normal). Jelaskan bahwa perdarahan tersebut bisa ditemukan pada bulan pertama suntikan.

Bila gangguan tersebut menetap, perlu dicari penyebabnya dan bila sitemukan kelainan ginekologik, klien perlu diobati atau dirujuk.

Bila perdarahan yang terjadi mengancam kesehatan klien atau klien tidak dapat menerima perdarahan yang terjadi suntikan jangan di lanjutkan lagi. Pilihkan jenis kontrasepsi yang lain. Untuk mencegah anemia perlu diberikan preparat besi atau makanan yang banyak mengandung zat besi.

2.1.13 Efek samping dan penanganan a. Amenorea (tidak terjadi perdarahan / spotting) Bila tidak hamil, pengobatan apapun tidak perlu, jelaskan bahwa darah haid tidak terkumpul dalam rahim. Nasehati untuk kembali ke klinik Bila telah terjadi kehamilan, rujuk klien. Hentikan penyuntikan. Jelaskan bahwa hormon progestin tidak akan menimbulkan kelainan pada janin Bila terjadi kehamilan ektopik, rujuk klien segera Jangan berikan tetapi hormonal untuk menimbulkan perdarahan karena tidak akan berhasil. Tunggu 3-6 bulan kemudian. Bila tidak terjadi perdarahan juga rujuk ke klinik. b. Perdarahan / Perdarahan bercak (Spotting) Informasikan bahwa perdarahan ringan sering dijumpai tetapi hal ini bukanlah masalah serius dan biasanya tidak memerlukan pengobatan. Bila klien tidak dapat menerima perdarahan tersebut dan ingin melakukan suntikan maka dapat disarankan 2 pilihan pengobatan. 1 Siklus pil kontrasepsi kombinasi (30-35 mg etinilestrodiol), ibu profen (sampai 800 mg, 2x/hr untuk 5 hari), atau obat sejenis lain. Jelaskan bahwa pemberian pil kontrasepsi kombinasi dapat terjadi perdarahan. Bila terjadi perdarahan banyak selama pemberian suntikan ditangani dengan pemberian 2 tablet pil kokntrasepsi kombinasi/hari selama 3-7 hari dilanjutkan dengan 1 siklus pil kontrasepsi hormonal, atau diberi 50 kg. Etinil estradiol atau 1,25 mg estrogen equin konjugasi untuk 14-21 hari. c. Meningkatnya / menurunnya berat badan

Informasikan bahwa kenaikan / penurunan berat badan sebanyak 1-2 kg dapat saja terjadi. Perhatikan diet klien bila perubahan berat badan telalu mencolok. Bila berat badan berlebihan, hentikan suntikan dan anjurkan metode kontrasepsi lain.

2.2 Konsep Dasar Asuhan Kebidanan Pada Akseptor KB Depoprogestin Dengan Spotting Asuhan kebidanan meperkenalkan sebuah metode dengan pengorganisasian pemikiran dan tindakan-tindakan dengan urutan yang logis dan menguntungkan baik bagi klien maupun bagi tenaga kesehatan. Proses ini menguraikan bagaimana perilaku yang diharapkan dari pemberi asihan. Proses manajemen ini bukan hanya terdiri dari pemikiran dan tindakan saja melainkan juga perilaku setiap langkah agar pelayanan yang komprehensif dan aman dapat tercapai. (Varney, 1997) Proses manajemen terdiri dari tujuh langkah yang berurutan dimana setiap langkah disempurnakan secara periodik. Ketujuh langkah tersebut membentuk suatu kerangka lengkap yang dapat diaplikasikan dalam situasi apapun. Ketujuh langkah tersebut adalag sebagai berikut : 2.2.1 Pengkajian Merupakan langkah awal untuk mendaptkan data tentang keadaan klien melalui : anamnesa, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, dan data-data tersebut diklasifikasikan sebagai data subyektif, obyektif dan data penunjang. (PPKT, 2002) 2.2.1.1 Data subyektif Adalah data yang didapat dari hasil wawancara langsung kepada klien dan keluarga dan tim kesehatan lain. Data subyektif ini mencakup semua keluhan-keluhan dari klien terhadap masalah kesehatan yang lain. Dari hasil anamnesa terhadap klien tentang masalah kesehatan yang dialami, meliputi hal-hal sebagai berikut : a. Biodata Biodata berisis tentang identitas klien beserta suaminya yang meliputi nama, umur, agama, pendidikan, pekerjaan, penghasilan, suku bangsa, alamat dan status perkawinan yaitu kawin ke , umur kawin, lama kawin. Dari biodata yang dikaji diharapkan dapat memberikan gambaran tentang faktor resiko keadaan sosial ekonomi, dan pendidikan. Klien atau keluarg yang mempengaruhi kondisi klien. b. Keluhan utama / alasan kunjungan

Klien menggunakan alat kontrasepsi depoprogestin dan mempunyai keluhan spotting. c. Riwayat kesehatan sekarang Spotting terjadi selama menggunakan alat kontrasepsi depoprogestin dan setelah tidak mendapat haid. d. Riwayat kesehatan yang lalu Penyakit berat apa yang pernah diderita klien (stroma, gangguan hati, hipertensi, jantung, tumor, asma, migrain, diabetes melitus, haid terlalu lama atau berlebihan) Klien pernah operasi atau tidak, pernah opname atau tidak. e. f. Riwayat kesehatan keluarga Apakah dalam keluarga ada yang punya penyakit menular, menurun atau menahun. Riwayat kebidanan atau obstetri

1. Riwayat haid Terdiri dari menarche umur berapa, HPHT, siklus haid teratur / tidak, berapa lama, berapa hari siklusnya berapa banyak, bagaimana warna, konsistensi, bau, apakah merasakan nyeri haid, kapan, apakah keputihan / tidak, kalau iya kapan, banyak atau tidak, bagaimana konsistensinya, warnanya, bau / tidak, gatal / tidak. 2. Riwayat kehamilan persalinan nifas yang lalu Riwayat keberapa, keliuhan yang dirasakan selama hamil, persalinan spontan / tidak, aterm / tidak, ditolong siapa, dimana, adakah penyakit. Nifas : adakah kelainan, panas / tidak, perdarahan / tidak, laktasi Bayi : jenis kelamin, BBL, hidup / tidak, umur sekarang. 3. Riwayat KB Klien menggunakan alat kontrasepsi depoprogestin sejak kapan keluhan selama menggunakan alat kontrasepsi tersebut dan rencana KB yang akan datang. g. Riwayat binekologi Pengalaman yang berkaitan dengan penyakit kandungan, infertilitas, penyakit kelamin, tumor, kanker, sistem reproduksi operasiginekologis atau kandungan. h. Keadaan psikososial Keadaan psikis pada akseptor depoprogestin dengan spotting adalah cemas yang disebabkan ketidak tahuan klien dengan keadaannya saat ini. Bagaimana hubungan antara klien dengan suami, keluarga dan tetangganya i. Latar belakang sosial, budaya dan spiritual Kebiasaan yang dilakukan di lingkungan klien dan keluarga baik yang bersifat menunjang maupun menghambat pandangan dan penerimaan keluarga terhadap program KB. j. Pola kebiasaan sehari-hari 1. Pola nutirsi

Hal yang perlu ditanyakan bagaimana nafsu makannya, berapa kali, bagaimana komposisinya, berapa banyak jumlah minumbya, jenisnya. 2. Pola aktifitas Hal yang perlu ditanyakan apa saja kebiasaan sehari-hari klien, bila klien bekerja, mulai jam berapa sampai jam berapa, berapa lama, dimana. 3. Pola istirahat dan tidur Hal yang perlu di tanyakan, bagaimana pola tidurnya, berapa lama tidur atau istirahat tiap hari, waktu tidur, apakah ada gangguan tidur atau tidak. 4. Pola eliminasi Hal yang perlu ditanyakan BAK BAB : : Berapa frekwensinya dalam sehari, warnanya, baunya, ada keluhan / tidak, lancar / tidak

Berapa frekwensinya dalam sehari, warnanya, baunya, konsistensinya, ada keluhan / tidak, lancar / tidak.

5. Pola personal hygiene Hal yang perlu ditanyakan berapa kali mandi, gosok gigi, ganti pakaian luar dan dalam, dalam seminggu berapa kali cuci rambut. 6. Pola seksualitas Hal yang perlu ditanyakan adalah sebatas frekwensi hubungan seksual dalam seminggu. 2.2.1.2 Data obyektif

Adalah data yang diperoleh melalui pemeriksaan fisik yang terdiri dari inspeksi, palpasi, perkusi, dan auskultasi yang terdiri dari : 1. Keadaan umum Kesadaran, postur tubuh, TB, BB sebelum suntik dan BB sekarang. 2. Tanda-tanda vital TD : 110/70 - < 140/90 MmHg (N) N : 76 92 x/mnt RR : 16 - 24 x/mnt S : 36,5 37,2 0C 3. Pemeriksaan fisik eksi : proses observasi / periksa pandang dengan menggunakan mata untuk mendeteksi tanda-tanda fisik yang berhubungan dengan status fisik pala : kulit kepala, rambut rontok / tidak, warna rambut ka : pucat atau tidak, oedem / tidak, hiperpigmentasi ta : bentuk, conjungtiva anemis / tidak, sklera ikterus / tidak, ada kelainan / tidak dung : kebersihan adanya pernafasan cuping hidung / tidak, ada polip / tidak lut dan gigi : mukosa bibir lembab / tidak, stomatitis / tidak, ada caries gigi / tidak, ada tonsilitis / tidak. inga : bentuk, simetris / tidak, ada sekret / tidak her : ada pembesaran kelenjar thyroid dan vena jugularis atau tidak tiak : ada benjolan / tidak da : ada retraksi intercosta / tidak, keadaan putting susu, kebersihan, nyeri tekan, bentuk ut : bentuk, bekas luka operasi, ada pembesaran / tidak

netalia : kebersihan, pengeluaran, fluor albus, varises, condiloma, tanda chadwick ada / tidak us : hemoroid ada / tidak stremitas : ada varises / tidak, oedem / tidak, simetris / tidak, ada gangguan pergerakan / tidak asi : yaitu periksa saba atau sentuhan untuk mendeterminasi ciri-ciri jaringan atau organ. pala : ada benjolan / tidak her : pembesaran kelenjar thyroid dan vena jugularis ada / tidak tiak : pembesaran kelenjar lymfe ada / tidak yudara : adanya benjolan, nyeri tekan / tidak ut : adanya benjolan, nyeri tekan / tidak remitas : oedem / tidak kultasi : yaitu metode pengkajian yang menggunakan stetoschope untuk memperjelas pendengaran da : wheezing ada / tidak, ronchi ada / tidak, bunyi******* ada / tidak ut : bising usus / (-), berapa frekwensinya usi doment : kembung / tidak 2.2.2 Identifikasi diagnosa, masalah, kebutuhan Langkah kedua merupakan pengembangan mengenai masalah dari interpretasi data dasar kedalam identifikasi yang spesifik mengenai atau diagnosa. Beberapa masalah tidak dapat diidentifikasi sebagai diagnosa akan tetapi membutuhkan suatu rencana yang komprehensif untuk klien. Masalah lebih sering berhubungan dengan keluhan yang dialami oleh klien dan hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh bidan. Diagnosa adalah hasil dari perumusan masalah yang merupakan keputusan yang ditegakkan oleh Bidan. Adapun diagnosa masalah dan kebutuhan yang ditegakkan pada Akseptor KB depoprogestin adalah Daignosa : Akseptor KB suntik depoprogestin DS : Komunikasi verbal yang menyatakan bahwa klien menggunakan KB progestin. DO : - KU baik - TTV dBN : TD : 110/70 130/90 MmHg

N : 76-92 x/mnt S : 36,5 37,2 0C RR : 16 244 x/mnt

- Kartu akseptor menunjukkan tanggal kembali - Abdoment : - tidak ada ballotement - tidak ada nyeri tekan abdomen Masalah : spotting

DS : Komunikasi verbal menunjukkan klien mengeluh mengeluarkan darah bercak / flek-flek dari alat kemaluan. DO : - KU baik - TTV dalam batas normal - Genetalia : terdapat perdarahan bercak / flek-flek - HPHT : menunjukkan lamanya perdarahan Kebutuhan Konseling tentang cara kerja, efek samping, komplikasi, keuntungan, kerugian, dan cara penyuntikan metode kontrasepsi hormonal - Konseling tentang metode kontrasepsi pilihan yang lain 2.2.3 Antisipasi masalah potensial Mengidentifikasi masalah dan diagnosa potensial lainnya berdasarkan rangkaian masalah dan diagnosa masalah yang ada. Merupakan antisipasi masalah yang timbul dan bila tidak segera diatasi akan mengganggu keselamatan hidup klien. Oleh karena itu masalah potensial harus segera diatasi dan segera dipersiapkan tindakan untuk mengatasi. Masalah potensial pada Akseptor KB suntik progestin dengan spotting adalah menometroragia. - DS : keluhan subyektif yang diungkapkan klien belum terjadi perdarahan diluar haid.

- DO : - perdarahan diluar siklus haid, 15 hari - Perdarahan banyak terus-meneruys seperti darah menstruasi 2.2.4 Identifikasi kebutuhan segera Merupakan langkah yang membutuhkan sifat yang berkesinambungan dari proses penatalaksanaan asuhan kebidanan periodik dan saat bidan berada bersama. Data-data baru senantiasa dikumpulkan dan dievaluasi. Berupa data, memberi indikasi adanya situasi yang gawat dimana bidan bertindak dengan segera untuk keselamatan klien. Adapun kebutuhan segera jika terjadi masalah adalah kolaborasi dan rujukan dalam pengobatan dan konseling. 2.2.5 Intertvensi (mengembangkan rencana) Suatu rencana yang menyeluruh meliputi apa yang di identifikasi oleh kondisi klien. Setiap masalah yang berkaitan, gambaran besar tentang apa yang terjadi berikutnya, konseling dan rujukan. Rencana asuhan harus disetujui bersama antara bidan, apsien dan keluarga

keputusan dalam pengembangan rencana asuhan harus berdasarkan rasional yang tepat sesuai pengetahuan yang berhubungan dan terkini. setelah dilakukan asuhan kebidanan selama 30 menit diharapkan ibu dapat menerima dan mengerti keadaanya. Kriteria hasil : - KU bqaik - TTV dalam batas normal - Ibu mampu mengulangi penjelasan petugas - Penyuntikan berjalan lancar Intervensi : 1. Dilakukan pendekatan pada klien dengan komunikasi terapeutik R/ dengan pendekatan dapat terjalin kerjasama yang harmonis antara klien dan petugas kesehatan 2. Jelaskan hasil pemeriksaan pada klien R/ dengan mengetahui hasil pemeriksaan diharapkan klien mengetahui keadaannya saat ini

1. Diagnosa : Ny . Akseptor KB suntik progestin Tujuan :

3. Tanyakan kembali metode kontrasepsi yang akan di gunakan R/ pengetahuan / informasi yang jelas dapat menghindari terjadinya kekeliruan penyuntikan 4. Lakukan persiapan peralatan, pasien, dan lingkungan R/ persiapan yang besar dapat menunjang aktifitas penyuntikan 5. Lakukan penyuntikan dengan teknik aseptik sesuai dengan standart R/ penyuntikan yang benar dapat mengoptimalkan efektifitas metode kontrasepsi normal 6. Lengkapi kartu klien dan rekam medik Akseptor KB R/ pencatatan merupakan salah satu proses pendokumentasian, penting untuk keperluan jika terjadi tanggung jawab dan tanggung gugat 7. Ingatkan kembali untuk suntikan berikutnya R/ informasi yang jelas dapat menghindari terjadinya keterlambatan suntikan berikutnya 2. Masalah : spotting Tujuan : setelah dilakukan asuhan kebidanan selama 3 x 24 jam diharapkan perdarahan berhenti Kriteria hasil : - KU baik - TTV dalam batas normal - Perdarahan berhenti

Intervensi : 1. Lakukan pendekatan dan komunikasi terapeutik terhadap akseptor

R/ diharapkan akseptor dapat kooperatif dengan tindakan yang akan dilakukan petugas 2. Jelaskan pada akseptor bahwa spotting merupakan salah satu efek samping kontrasepsi suntik. R/ pengetahuan dan informasi yang dapat menghindari terjadi kecemasan dan dapat meningkatkan kerjasama untuk tindakan berikutnya. 3. Anjurkan akseptor untk istirahat R/ istirahat dapat melepaskan kekejangan otot-otot dan meperlancar peredaran darah 4. Kolaborasi dengan bidan dalam pemberian terapi R/ kolaborasi efektif untuk memberikan pengobatan yang tepat dalam mengurangi gejala spotting 2.2.6 Implementasi Melaksanakan tindakan sesuai dengan intervensi, implementasi yang komprehensif merupakan pengeluaran dan perwujudan dari rencana yang telah disusun pada tahp-tahap perencanaan. Pelaksanaan dapat terealisasi dengan baik apabila diterapkan hakekat masalah. Jenis tindakan atau pelaksanaan bisa di kerjakan oleh bidan sendiri, klien, kolaborasi sesama atau tenaga kesehatan lain dan rujukan dari profesi lain. 2.2.7 Evaluasi Merupakan seperangkat tindakan yang saling berhubungan untuk mengukur pelaksanaan serta didasarkan atas tujuan dan kriteria evaluasi untuk menilai kemampuan dalam asuhan kebidanan sebagai umpan balik untuk memperbaiki. Dalam evaluasi menggunakan teknik SOAP. Tanggal jam . S : Data yang diperoleh dari wawancara langsung

O : Data yang diperoleh dari hasil observasi A : Pernyataan yang terjadi antara data subyektif dan obyektif P : Perencanaan yang dilakukan sesuai dengan masalah yang terjadi

BAB III TINJAUAN KASUS

I.

PENGKAJIAN

Tanggal pengkajian

: 21 Maret 2005

Jam

: 08.00 WIB

A. Data Subyektif
1. Biodata
: Ny L : 22 tahun : Islam : Jawa/ Indonesia : SMU : IRT : : 1 : 20 tahun : Pandean, Kandangan Lama Kawin : Alamat : Nama Suami Umur Agama : Tn H : : 27 tahun Islam Swasta Suku/ Bangsa : Jawa/ Indonesia Pendidikan Pekerjaan Penghasilan Kawin ke : 6 tahun Pandean, Kandangan : SMU : Umur Kawin 30 tahun :

ama

mur

gama

uku/ Bangsa

endidikan

ekerjaan

enghasilan

: swasta :

awin ke

mur Kawin

lamat

2. Keluhan Utama Ibu mengatakan memakai KB suntik 3 bulanan, sekarang pada tanggal kembali untuk suntiikan, mengeluh mengeluarkan darah bercak, flek-flek kehitaman dari alat kemaluan + 15 hari dan badan terasa pegal-pegal semua. 3. Riwayat Kesehatan Sekarang Ibu mengatakan badannya pegal-pegal, + 15 hari, terjadi perdarahan bercak, flek kehitaman. Saat ini ibu tidak sedang menderita penyakit apapun seperti HT, DM, TB, Hep. B, Asma, Jantung, Ginjal, ISK, PMS, kelainan darah, dll. 4. Riwayat Kesehatan Yang Lalu Ibu mengatakan tidak pernah MRS sebelumnya, tidak operasi dan tidak pernah menderita penyakit apapun seperti HT, DM, TB, Hep. B, Asma, jantung, ginjal, ISK, PMS, kelainan sarah, dll. 5. Riwayat Kesehatan Keluarga Klien mengatakan dalam keluarganya tidak ada yang menderita penyakit keturunan ataupun menular seperti HT, TB, Asma, jantung, ginjal, ISK, PMS, dll. 6. Riwayat Kebidanan a. Riwayat Haid : 12 tahun

he

: 28 hari : Teratur : + 5 hari : Merah : Anyir : Cair : Ada 2 hari sebelum dan sesudah haid : Putih : Tidak berbau : Tidak gatal b. Riwayat Kehamilan, Persalinan nifas yang lalu a) Riwayat Kehamilan Hamil pertama dari perkawinan pertama, selama 3 bulan tidak pernah ada keluhan selama hamil yang bisa mempengaruhi kesehatan klien. Imunisasi TT 2x pada usia hamil 3 bulan dan 4 bulan, obat-obatan yang didapat selama hamil nutrisi bumil, senam nifas, perawatan payudara, dan tanda-tanda persalinan. b) Riwayat Persalinan Klien melahirkan anak I pada usia 9 bulan 10 hari. Spontan, ditolong bidan, tidak ada penyulit selama persalinan, jenis kelamin laki-laki, keadaan umum baik, langsung menangis, berat badan lahir 3200 gr, panjang 50 cm, umur sekarang 1 tahun 1 bulan.

tidak

id

ensi

bus

c) Riwayat Nifas Nifas normal + 40 hari, tidak mengalami penyulit saat nifas, lochea normal, meneteki sampai 4 bulan, kemudian tidak meneteki lagi, bayi menggunakan susu formula, kemudian usia 4 buolan setelah bayi lahir ibu mulai menstruasi. Usia 7 bulan bayinya ibu mulai ikut KB depo progestin. 7. Riwayat KB a. Riwayat KB dahulu KB yang pernah digunakan adalah KB suntik 3 bulan, 2 x suntikan selama mulai suntikan tidak pernah menstruasi namun + 15 hari ini ibu mengalami perdarahan bercak kehitaman. b. Riwayat KB sekarang Ibu baru menggunakan KB suntik 3 bulan, sekarang pas masa kembalinya.

8. Riwayat Ginekologi Ibu mengatakan tidak pernah menderita penyakit kandungan tumor dan kanker, penyakit kelamin dan tidak pernah operasi sebelumnya. 9. Keadaan Psikososial Ibu ingin pindah KB suntik 1 bulan karena merasa tidak cocok dengan KB yang 3 bulan Hubungan ibu dan suami baik Ibu percaya penuh terhadap petugas dan mau mendengar penjelasan petugas

10. Latar Belakang Sosial Budaya Ibu dan suami berasal dari suku jawa Tidak ada kebiasaan / keyakinan yang berhubungan dengan metode kontrasepsi tertentu.

11. Pola Kebiasaan Sehari-hari a. Pola Nutrisi Makan 3x/hari, porsi sedang, menu nasi, lauk, sayur, kadang buah, minum + 7 gelas sehari, air putih, the, es b. Pola Aktivitas Ibu sehari-hari mengerjakan pekerjaan rumah seperti membersihkan rumah, memasak, mencuci, merawat dan menjaga anaknya. c. Pola Eliminasi BAB : 1 x/hr, warna kuning, lunak, bau khas, tidak nyeri BAK : 4 5 x/hr, warna kuning, jernih, bau khas, tidak nyeri. d. Pola Istirahat Siang Malam e. : jarang tidur siang (jam 12.00 14.00) : jam 21.00 04.30. kadang terbangun jika anaknya ngompol atau menangis. Pola Personal Hygiene Mand : 2 x/hr, gosok gigi 2x/hr, mencuci rambut 2 x/hr, ganti celana dalam 2 x/hr,ganti softek 2 x/hr, keramas setiap hari. f. Pola seksualitas 3 4 x/minggu

B. Data Obyektif

1. Pemeriksaan Umum Keadaan Umum Kesadaran Tinggi badan BB : Baik : Composmentis : 155 cm : 49 kg

BB3 bulan yang lalu: 48 kg TD N Suhu RR : 110/70 mmHg : 80 x/menit : 368 0C : 20 x/menit

2. Pemeriksaan Fisik a. Inspeksi : Kulit kepala bersih, penyebaran rambut merata, tidak rontok. : Tidak pucat, tidak oedem : Simetris, konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterus : Bersih, tidak ada pernafasan cuping hidung, tidak ada polip

Kepala

Muka

Mata

Hidung

Mulut dan gigi: Mukosa bibir lembab, tidak ada stomatitis, tidak ada caries gigi, tidak ada pembengkakan epiglatis, lidah bersih : simetris, tidak ada serumen, tidak ada gangguan pendengaran : Tidak ada pembesaran kelenjar tiroid, tidak ada bendungan vena jugularis : Simetris, puting susu mendatar, bersih : tidak ada luka bekas operasi : tidak ada condiloma acuminata, tidak oedem, tidak varises, terdapat perdarahan bercak coklat kehitaman : Tidak ada haemoroid : Simetris, tidak oedem, tidak ada gangguan pergerakan

Telinga

Leher

Dada

Perut

Genetalia

Anus

mitas atas

mitasBawah : Simetris, tidak oedem, tidak varises, tidak ada gangguan pergerakan. b. Palpasi

Leher

: Tidak ada pembesaran kelenjar tiroid, tidak teraba bendungan vena jugularis : Tidak ada pembesaran kelenjar limfe : tidak ada benjolan abnormal, tidak nyeri tekan : tidak ada nyer tekan pada abdomen, tidak teraba ballotment : tidak oedem c. Auskultasi : Tidak ada wheezing, tidak ada ronchi d. Perkusi : tidak kembung

Axilla

Payudara

Abdomen

Extremitas

Dada

Abdmen

II. Identifikasi Diagnosa Masalah 1. Dx DS : : Ny. L akseptor KB suntik Depo progestin

Ibu mengatakan menggunakan KB suntik 3 bulan selama 6 bulan sekaran pas tanggal kembalinya

DO

KU baik TTV : TD : 110/70 mmHg

N : 80 x/menit S : 368 0C RR BB : 49 kg BB : 3 bulan lalu : 48 kg BB : 6 bulan lalu : 48 kg Palpasi : - Tidak ada nyeri tekan abdomen - Tidak teraba ballottement - Tidak teraba benjolan / tumor Tanggal kembali pada kartu : 04 02 2006 : 20 x/menit

2. Masalah : Spotting DS DO : : Ibu mengatakan mengeluarkan darah dari alat kemaluan, bercak flek-flek kehitaman + 15 hari KU baik Genetalia : terdapat pengeluaran prvaginam, bercak kecoklatan

Inpekulo : Tidak ada lesi Tidak ada tumor III. Antisipasi Masalah Potensial IV. Identifikasi Kebutuhan Segera V. Pengembangan Rencana Asuhan : Ny L Akseptor KB suntik depo progestin : Setelah dilakukan asuhan kebidanan selama + 30 menit diharapkan ibu mengerti dan menerima keadaannya saat ini. : KU baik TTV dBN : TD N RR : 110/70 130/90 mmHg : 76 92 x/menit : 36,5 37,2 0C

juan

iteria hasil

: 16 - 24 x/menit S

Ibu mampu mengulangi penjelaan petugas Penyuntikan berjalan lancar Intervensi . 1. Lakukan pendekatan kepada ibu dengan komunikasi terapeutik R/ Dengan pendekatan dapat terjalin kerjasama yang harmonis antara ibu dan petugas kesehatan. 2. Jelaskan tentang hasil pemeriksaan pada ibu R/ Dengan mengetahui hasil pemeriksaan diharapkan ibu dapat mengetahui keadaannya saat ini 3. Jelaskan tentang efek samping yang umum terjadi pada akseptor KB progestin R/ Dengan mengetahui efek samping yang terjadi, klien lebih siap dalam menghadapi efek samping dan bisa menerimanya. 4. Menanyakan kembali pilihan kontrasepsi yang diinginkan

R/ Dengan menanyakan kembali pilihan kontrasepsi dapat menghindari terjadinya kesalahan dalam pemberian metode kontrasepsi. 5. Lakukan persiapan peralatan, pasien dan lingkungan R/ Persiapan yang benar dapat menunjang efektifitas penyuntikan 6. Lakukan penyuntikan dengan teknik aseptik sesuai dengan standart R/ Penyuntikan yang benar dapat mengoptimalkan efektifitas metode kontrasepsi hormonal 7. Lengkapi kartu klien dan rekam medik akseptor KB R/ Pencatatan merupakan salah satu proses pendokumentasian penting untuk keperluan jika terjadi tanggung jawab dn tanggung gugat. 8. Ingatkan kembali ntuk suntikan berikutnya

asalah

: Spotting : Setelah dilakukan asuhan kebidanan selama 3 x 24 jam diharapkan perdarahan berhenti. : KU baik TTV dBN : TD N RR : 110/70 130/90 mmHg : 76 92 x/menit : 36,5 37,2 0C

juan

iteria hasil

: 16 - 24 x/menit S

Perdarahan berhenti Intervensi : 1. Jelaskan keadaan klien saat ini R/ Dengan mengetahui keadaannya saat ini dapat terjalin kerjasama yang baik dan ibu lebih yakin terhadap pilihan metode kontrasepsi 2. Memberikan terapi pil KB dosis rendah (etini lestradiol 30 mg) R/ Etinil Estradiol bekerja efektif untuk mencegah terjadinya perdarahan 3. Menjelaskan kembali efek samping yang umum terjadi pada metode kontrasepsi progestin dan kombinasi. R/ Dengan pengetahuan yang jelas dapat menambah penyelesaian pasien dalam memilih metode kontrasepsi 4. berikan informasi untuk kunjungan berikutnya yaitu jika keluhan spotiing belum hilang atau pas pada tanggal kembali berikutnya jika sudah tidak ada keluhan.

R/

Dengan kunjungan ulang yang tepat dapat dilakukan intervensi ebih lanjut untuk mendeteksi dini dan pengobatan lebih lanjut terhadap efek samping dan masalah yang terjadi

VI. Implementasi Tanggal 04-02-2006 jam 09.30 Diagnosa Ny L Akseptor KB Depoprogestin 1. Melakukan konseling dan tanya jawab seputar keluhan yang di hadapi 2. Menjelaskan tentang hasil pemeriksaan, Memberitahu bahwa tidak terjadi kelainan, keadaan ibu baik dan ibu bisa dilakukan penyuntikan 3. Menjelaskan pada ibu bahwa spotting merupakan salah satu efek samping yang umum terjadi pada kontrasepsi Depoprogestin. Efek samping ini biasanya timbul terutama 1-2 suntikan kemudian akan menghilang setelah 2-3 kali suntikan. Keluhan lain yang umum terjadi adalah Siklus haid memanjang / memendek Perdarahan banyak / sedikit Tidak haid sama sekali Tanggal 04-02-2006 jam 09.30 Masalah spotting 1. Menjelaskan bahwa spotting bisa hilang 2-3 x suntikan, karena terjadi penyesuaian hormonal maka spotting sering terjadi. Meyakinkan ibu bahwa hal ini bisa hilang dengan sendirinya kecuali jika ada gejala lain / kelainan. 2. Memberikan terapi mycrogynon 2 x 2 dosis 30 mg untuk 3 hari 3. Menjelaskan perbandingan efek samping metode KB suntik 1 bulan dan 3 bulan antara lain : Metode KB 3 bulan : - Gangguan haid, spotting

Perdarahan banyak / sedikit Tidak hadi sama sekali Metode KB 1 bulan : - perubahan pola haid

Perdarahan bercak 10 hari

Mual, sakit kepala, nyeri payudara sampai suntikan ketiga akan menghilang

4. Memberitahu untuk kembali kontrol jika dalam 3 hari spotting tidak hilang.

VII.Evaluasi Tanggal 04-02-2006 jam 10.00 S : Ibu mengatakan sudah mengerti penjelasan petugas tetapi ingin mencoba KB suntik yang 1 bulan saja O : A : P : - K U baik Ibu mengerti penjelasan petugas Ibu memilih metode kontraksi hentikan cyclovem Tidak dilakukan penyuntikan metode KB Depoprogestin Akseptor KB Depoprogestin, ganti cyclovem - Penjelasan kembali metode suntikan kombinasi Melakukan penampisan terhadap metode kontrasepsi komninasi Persiapan peralatan pasien dan lingkungan untuk penyuntikan metode KB kombinasi (cyclovem)

1. Untuk menjelaskan profil metode KB suntikan cyclovem, antara lain menjelaskan bahwa : - Berisi 2 hormon (kombinasi estrogen dan progesteron) - Disuntikan 1 bulan sekali - Keuntungan antara lain : Mengurangi jumlah perdarahan Mengurangi nyeri haid Mencegah anemi Bisa mencegah kanker ovarium dan endometrium Mengurangi penyakit payudara jinak dan kusta ovarium Mencegah kehamilan ektopik Melindungi klien dari jenis-jenis penyakit radang panggul Bisa diberikan pada perempuan usia perimenopouse

- Kerugiannya antara lain :

Terjadi perubahan pola haid seperti haid tidak teratur perdarahan bercak / spotting, perdarahan ada + 10 hari Mual, sakit kepala, nyeri payudara ringan, yang bisa hilang sampai suntikan ke 3 Penambahan berat badan Dapat mempengaruhi ASI Terlambatnya kembali kesuburan

2. Melakukan penapisan terhadap metode suntikan cyclovem dengan memastikan bahwa : - Ibu tidak hamil / diduga hamil - Ibu tidak sedang menyusui dibawah 6 minggu pasca persalinan - Terjadi perdarahan pervaginam yang belum jelas penyebabnya - Ibu tidak menderita penyakit hati akut (virus hepatitis) - Usia ibu tidak lebih dari 35 tahun dan tidak merokok - Ibu tidak punya riwayat penyakit jantung, stroke atau tekanan darah tinggi (> 180/110 mmHg) - Tidak punya riwayat kelainan trombo emboli atau kencing manis > 20 tahun - Tidak punya kelainan permbuluh darah (migrain) - Tidak menderita keganasan payudara 3. Melakukan persiapan peralatan, pasien dan lingkungan Persiapan alat Obat akan disuntikkan (cyclovem) Sputi dan jarumnya sekali pakai Alkohol 70 %

Persiapan lingkungan Menutupi tirai pembatas Persiapan pasien Menganjurkan pasien untuk tidur miring dan membuka celanannya

4. Melakukan injeksi sesuai standart Mencuci tangan dengan sabun dan bilas dengan air mengalir dan keringkan dengan handuk Buka dan buang tutup kaleng pada vial yang menutupi karet Hapus vial yang dibagian atas karet dengan kapas yang dibasahi dengan alkohol 70 % biarkan kering Buka plastik pembungkus spuit

Balikkan vial dengan mulut vial ke bawah, masukkan cairan vial kedalam spuit, ganti jarum, gunakan jarum lain untuk melakukan injeksi

Bersihkan daerah yang akan disuntik dengan kapas DTT Suntikkan secara IM dalam di muskulus gluteus Jangan memijat daerah suntikan Buang jarum pada tempatnya

5. Melengkapi kartu ibu dan rekam medik 6. Beritahu ibu kapan harus kembali untuk suntikan berikutnya yaitu tanggal 04 03 2006

Tanggal 07 02 2006 S

jam 10.00 WIB

: Ibu menyatakan sudah tidak mengeluarjan perdarahan lagi hanya keputihan sedikit O : - Ku baik - TTV : TD N S : 110/70 mmHg : 80 x/mnt : 37o C

RR : 18 x/mnt A P : Masalah spotting teratasi : - Pasien pulang

- Menganjurkan ibu kembali ke klinik untuk suntikan berikutnya sesuai jadwal

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Asuhan Kebidanan pada Ny. L Akseptor KB suntik Progestin dengan efek samping Spotting di BPS Muhartik Kandangan Kediri.

Terselesainya laporan ini tidak lepas dari bantuan dan dorongan semua pihak, untuk itu penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada : 1. Ibu Muhartik, Amd. Keb selaku pembimbing di BPS Kandangan, Kediri. 2. Dra. Soelijah Hadi,M.Kes, selaku Direktur Akademi Kebidanan Husada Jombang. 3. Hj. Semi Naim, SST, selaku Dosen Pembimbing Akademi Kebidanan Husada Jombang. 4. Ibu Rumpiati, S.ST selaku Dosen Wali dan koordinator praktek klinik Akademi Kebidanan Husada Jombang. 5. Semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan laporan ini. Dengan terselesainya laporan Asuhan Kebidanan ini, penulis menyadari masih banyak kekurangan, oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan laporan berikutnya. Akhirnya penulis berharap laporan ini dapat bermanfaat bagi mahasiswa Akademi Kebidanan Husada Jombang pada khususnya maupun para pembaca pada umumnya.

Jombang,

Februari 2005

Penulis

Diposkan oleh ade rama di 15:07 Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook Reaksi: Tidak ada komentar: Poskan Komentar Link ke posting ini Buat sebuah Link Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda Langganan: Poskan Komentar (Atom)

KONSUMEN

23425

ARTIKEL POPULER

LOGO BOLA AREMA MALANG LOGO BOLA BY ADE RAMA AREK MALANG ...

MAKALAH SOLUSIO PLASENTA ADE RAMA KAMANJAYA POLTEKKES KEMENKES MALANG KAMPUS 2 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Solusio plasenta atau disebut juga...

ASUHAN KEBIDANAN PADA Ny. L AKSEPTOR KB DEPO PROGESTIN DENGAN SPOTTING DI BPS MUHARTIK, AMD. KEB KANDANGAN, KEDIRI BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Pelayanan KB yang merupakan salah satu didalam paket pelayanan kesehatan reprod...

BISNIS ORIFLAME SAYA

DAFTAR HANYA Rp.39.000,-

Mengenai Saya

ade rama WUJUDKAN IMAJINASI ANDA BERSAMA KAMI. DATANG, COBA, DAN RASAKAN AROMA PARFUM KAMI DI TEMPAT KAMI. ANDA BERKREASI. .KAMI MELAYANI. . VARIASI PARFUM LENGKAP:

HUGO BOSS KENZO AIGNER ANA SUI JAGUAR BURBERY CK BVLGARY ESCADA JENIFER LOPEZ SARAH JESIKA PARKER GIORGIO ARMANI BRITNEY SPEARS AROMA SHOLAT COPA GABANA AVRIL DLL

DATANGI OUTLET RESMI KAMI : JL.DR SUTOMO 23 LAWANG DEPAN BANK MANDIRI PASAR LAWANG.

ADE RAMA 085649654913 Lihat profil lengkapku

DOWNLOAD PROMO PARFUM KAMI

COPA GABANA PARFUME

DOWNLOAD KATALOK PARFUM

HARGA KHUSUS RESELLER

ADE PARFUME GROSIR MURAH

DAPATKAN POTONGAN HARGA UNTUK PEMBELIAN LEBIH DARI 12 PCS BOTOL+AROMA PARFUMNYA

PEMESANAN BISA HUBUNGI KAMI, HP: ADE 085649654913.

SILAKAN PILIH MODEL BOTOL YANG ANDA SUKAI DI BAWAH INI. (harga yang kami tampilkan sudah termasuk botol+parfumnya, aroma bisa pilih2)

BOTOL ROLL ON 7ML

HARGA Rp.10.000,-/pcs, KHUSUS RESELLER HARGA Rp.6.000,-/pcs

BOTOL SPRAY KACA 10ML

HARGA Rp.8.000,-/pcs

BOTOL SPRAY PLASTIK 10ML

HARGA Rp.8.000,-/pcs

BOTOL EXTREME 15ML

HARGA Rp.13.000,-/pcs

BOTOL ULIR 15ML SPRAY

HARGA Rp.13.000,-/pcs

BOTOL 15ML TABUNG POLOS

HARGA Rp.13.000,-/pcs

BOTOL SPRAY TABUNG 15ML

HARGA Rp.13.000,-/pcs

BOTOL SPRAY01 15ML

HARGA Rp.13.000,-/pcs

BOTOL SPRAY02 15ML

HARGA Rp.13.000,-/pcs

BOTOL SPRAY03 15ML

HARGA Rp.13.000,-/pcs

BOTOL SPRAY04 15ML

HARGA Rp.13.000,-/pcs

BOTOL SPRAY05 15ML

HARGA Rp.13.000,-/pcs

BOTOL SPRAY MAWAR 15ML

HARGA Rp.13.000,-/pcs

BOTOL ORIF 20ML WARNA

HARGA Rp.18.000,-/pcs

BOTOL 20ML PLINTIR

HARGA Rp.18.000,-/pcs

BOTOL AMOUR 20ML

HARGA Rp.18.000,-/pcs

BOTOL BALOK 20ML POLOS

HARGA Rp.18.000,-/pcs

BOTOL SPRAY KACA 20ML

HARGA Rp.18.000,-/pcs

BOTOL SPRAY KACA02 20ML

HARGA Rp.18.000,-/pcs

BOTOL SPRAY03 KACA 20ML

HARGA Rp.18.000,-/pcs

BOTOL SPRAY04 20ML

HARGA Rp.18.000,-/pcs

BOTOL SPRAY WARNA01 KACA 20ML

HARGA Rp.18.000,-/pcs

BOTOL SPRAY TABUNG WARNA KACA 20ML

HARGA Rp.18.000,-/pcs

BOTOL BELAGIO 25ML

HARGA Rp.20.000,-/pcs

BOTOL 25ML OVAL

HARGA Rp.20.000,-/pcs

BOTOL 25ML PLASTIK WARNA

HARGA Rp.20.000,-/pcs

BOTOL SPRAY APEL KACA 25ML

HARGA Rp.20.000,-/pcs

BOTOL SPRAY KACA 25ML

HARGA Rp.20.000,-/pcs

BOTOL SPRAY KACA02 25ML

HARGA Rp.20.000,-/pcs

BOTOL SPRAY KACA03 25ML

HARGA Rp.20.000,-/pcs

BOTOL SPRAY KACA 30ML

HARGA Rp.25.000,-/pcs

BOTOL SPRAY01 KACA 30ML

HARGA Rp.25.000,-/pcs

BOTOL SPRAY02 KACA 30ML

HARGA Rp.25.000,-/pcs

BOTOL SPRAY03 KACA 30ML

HARGA Rp.25.000,-/pcs

BOTOL 30ML GRANAT

HARGA Rp.25.000,-/pcs

BOTOL PLASTIK 30ML

HARGA Rp.23.000,-/pcs

BOTOL SPRAY KACA 35ML

HARGA Ro.30.000,-/pcs

BOTOL SPRAY KACA01 35ML

HARGA Rp.30.000,-/pcs

BOTOL SPRAY PELURU 35ML

HARGA Ro.30.000,-/pcs

BOTOL WARNA 35ML TABUNG

HARGA Ro.30.000,-/pcs

BOTOL 35ML TABUNG POLOS

HARGA Ro.30.000,-/pcs

BOTOL SPRAY TANGAN 40ML

HARGA Rp.30.000,-/pcs

BOTOL 40ML MAN

HARGA Rp.30.000,-/pcs

BOTOL SPRAY DOP 40ML

HARGA Rp.30.000,-/pcs

BOTOL SPRAY BALOK WARNA 50ML

HARGA Rp. 45.000,-/pcs

BOTOL SPRAY KACA 50ML

HARGA Rp.45.000,-/pcs

BOTOL SPRAY01 50ML

HARGA Rp.45.000,-/pcs

BOTOL SPRAY KACA 55ML

HARGA Ro.45.000,-/pcs

BOTOL SUSUN 55ML

HARGA Rp.45.000,-/pcs

BOTOL 55ML ORIFLIM

HARGA Rp.45.000,-/pcs

BOTOL SEXY 55ML

HARGA Rp.45.000,-/pcs

BOTOL 55ML GARIS

HARGA Rp.45.000,-/pcs

BOTOL 55ML KOTAK POLOS

HARGA Rp.45.000,-/pcs

BOTOL SPRAY PLASTIK 60ML