Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA REDUKSI OKSIDASI

Oleh : Dadan Muhamad Ramdan XII IPA 5

SMA NEGERI 1 TASIKMALAYA

REDUKSI OKSIDASI (REDOKS)

I. II.

Judul Eksperimen Tujuan

: Reaksi Reduksi Oksidasi (REDOKS) : Mempelajari Reaksi Redoks melalui proses Reaksi Pendesakan :

III. Dasar Teori

Reaksi redoks adalah reaksi oksidasi dan reduksi yang terjadi secara bersama-sama. Reaksi redoks yang berlangsung dengan sendirinya disebut reaksi redoks spontan. Sedangkan reaksi redoks yang berlangsung redoks tidak spontan. Oleh karena reaksi redoks melibatkan serah-terima elektron (aliran elektron) dan aliran elektron adalah arus listrik, maka kita dapat menggunakan reaksi redoks spontan untuk menghasilkan energi listrik, dan sebaliknya menggunakan energi listrik untuk menghasilkan reaksi redoks tidak spontan. Perubahan energi kimia menjadi energi listrik dan perubahan energi listrik menjadi energi kimia ini dipelajari dalam Elektrokimia dalam rangkaian yanng dinamakan sel elektrokimia. Sel elektrokimia dibedakan menjadi sel volta (sel gavani) dimana energi kimia diubah menjadi energi listrik, dan sel elktrolisis dimana energi listrik diubah menjadi energi kimia. Sel galvani Sel Galvani atau disebut juga dengan sel volta adalah sel elektrokimia yang dapat menyebabkan terjadinya energi listrik dari suatu reaksi redoks yang spontan. reaksi redoks spontan yang dapat mengakibatkan terjadinya energi listrik ini ditemukan oleh Luigi Galvani dan Alessandro Guiseppe Volta. Sel galvani terdiri dari beberapa bagian, yaitu: 1. voltmeter, untuk menentukan besarnya potensial sel. 2. jembatan garam (salt bridge), untuk menjaga kenetralan muatan listrik pada larutan. 3. anoda, elektroda negatif, tempat terjadinya reaksi oksidasi. pada gambar, yang bertindak sebagai anoda adalah elektroda Zn/seng (zink electrode).

4. katoda, elektroda positif, tempat terjadinya reaksi reduksi. pada gambar, yang bertindak sebagai katoda adalah elektroda Cu/tembaga (copper electrode).

IV. Alat dan Bahan

No. 1 2 3 4 5 6 7 8

Nama Alat / Bahan Tabung reaksi / rak tabung Pipet tetes Larutan ZnSO4 Larutan CuSO4 Larutan HCl Lempeng Logam Seng (Zn) Lempeng Logam Tembaga (Cu) Ampelas

Satuan 20 ml/12 tab Kecil 1M 1M 1M 0,5 X 2 cm 0,5 X 2 cm Halus

Jumlah 4/1 3 5 ml 5 ml 5 ml 2 potong 2 potong secukupnya

V.

Produk Kerja 1. Bersihkan lempeng logam seng (Zn) dan tembaga (Cu) dengan ampelas hingga bersih, kemuadian potonglah hingga ukuran 0,5 x 2 cm, masing-masing 2 potong. 2. Siapkan 4 buah tabung reaksi yang bersih diberi no 1 s.d 4. Isilah keempat tabung reaksi itu sebagai berikut : Tabung 1 dengan larutan CuSO4 kira-kira 3 ml Tabung 2 dengan larutan ZnSo4 kira-kira 3 ml Tabung 3 dengan larutan HCl kira-kira 3 ml Tabung 4 dengan larutan HCl kira-kira 3 ml

3. Tambahkan lempeng logam seng (Zn) kedalam tabung 1 dan 3 sedangkan lempeng logam tembaga (Cu) ke dalam tabung 2 dan 4, apakah terjadi reaksi atau tidak ? Catat hasil pengamatan anda!

VI. Hasil Pengamatan

No 1 2 3 4

Pusat Perhatian Larutan yang diisikan Warna Larutan Logam yang ditambahkan Perubahan setelahnya

Tabung 1 CuSO4(aq) Biru Zn Logam Zn menjadi berkarat

Tabung 2 ZnSO4(aq) Putih Cu Tidak ada perubahan

Tabung 3 HCl(aq) Bening Zn Larutan menjadi keruh

Tabung 4 HCl(aq) Bening Cu Tidak ada perubahan

Pada Tabung 1 terjadi reaksi redoks karena terjadi perubahan warna dan logam Zn menjadi berkarat meskipun proses nya lambat. Reduksi 2e x 2

Zn(s) + CuSO4(aq) 0 +2

ZnSO4 + Cu +2 0

Oksidasi 2e x 2

Dari data di atas terbukti bahwa Zn(s) + CuSO4(aq) merupakan reaksi redoks karena mengalami reaksi reduksi dn oksidasi Pada tabung 2 tidak terjadi reaksi karena terjadi tidak ada perubahan. ZnSO4(aq) + Cu Pada Tabung 3 terjadi reaksi redoks karena terjadi perubahan warna dan munculnya gelumbung sangat banyak.

Oksidasi 2e x 2 HCl(aq) + Zn(s) +1 0 reduksi e x 2 ZnCl2 + H2 +2 0

Dari data di atas terbukti bahwa HCl(aq) + Zn(s) merupakan reaksi redoks karena mengalami reaksi reduksi dan oksidasi Pada tabung 2 tidak terjadi reaksi karena terjadi tidak ada perubahan. HCl(aq) + Cu

VII. Analisis A. Diskusi Hasil dari diskusi adalah : Reaksi kimia bisa terjadi di lingkungan asam, basa bahkan lingkungan netral. Ketika bereaksi memerlukan eneri aktifasi Tidak semua unsur bisa bereaksi satu sama lain, itu bisa diperkirakan melalui dengan melihat deret volta Zn merupakan reduktor terkuat Cu tidak bisa di oksidasi

B. Pertanyaan dan Jawaban Pertanyaan 1. Pada tabung yang manakah terjadi reaksi redoks spontan dan pada tabung mana yang tidak terjadi redoks? 2. Tuliskan persamaan reaksi setara untuk reaksi yang berlangsung spontan! Jawaban 1. Pada tabung 1 dan 3 terjadi reaksi redoks spontan , sedangkan tabung 2 dan 4 tidak terjadi reaksi redoks. 2. Persamaan reaksi setara: Tabung reaksi 1 Reduksi 2e x 2

Zn(s) + CuSO4(aq) 0 +2 Oksidasi 2e x 2

ZnSO4 + Cu +2 0

Zn(s) + CuSO4(aq) Zn 2e- + Cu2+ Zn + Cu2+ Tabung reaksi 2

ZnSO4 + Cu Zn+2 + 2eCu Zn+2 + Cu

Oksidasi 2e x 1

HCl(aq) + Zn(s) +1 0

ZnCl2 + H +2 0

reduksi e x 2

2HCl(aq) + Zn(s) Zn 2e- + 2H+ Zn + 2H+

ZnCl2 + 2H Zn+2 + 2eH2 Zn+2 + H2

VIII. Kesimpulan Kesimpulan dari eksperimen ini adalah : Reaksi kimia bisa terjadi di lingkungan asam, basa bahkan lingkungan netral. Ketika bereaksi memerlukan eneri aktifasi Tidak semua unsur bisa bereaksi satu sama lain, itu bisa diperkirakan melalui dengan melihat deret volta Zn merupakan reduktor terkuat Cu tidak bisa di oksidasi

DAFTAR PUSTAKA
Johari, JMC dan Rachmawati,M.2011.Chemistry 3A fos Senior High School Grade XII Semester 1.Jakarta : Esis.