Anda di halaman 1dari 3

Tanda dini retinoblastoma adalah mata merah, mata juling atau terdapat warna iris yangtidak normal.3.

Tumor dengan ukuran sedang akan memberikan gejala hipopion, di dalam bilik matadepan, uveitis, endoltafmitis, ataupun suatu panoftalmitis.4. Bola mata menjadi besar, bila tumor sudah menyebar luas di dalam bola mata.5. Bila terjadi nekrosis tumor, akan terjadi gejala pandangan berat.6. Tajam penglihatan sangat menurun.7. Nyeri8. Pada tumor yang besar, maka mengisi seluruh rongga badan kaca sehingga badan kacaterlihat benjolan berwarna putih kekuning-kuningan dengan pembuluh darah di atasnya. 2.6 Klasifikasi 1. Golongan ITumor soliter/multiple kurang dari 4 diameter papil. Terdapat pada atau dibelakangekuator, Prognosis sangat baik 2. Golongan IISatu atau beberapa tumor berukuran 4-10 diameter papil, Prognosis baik.3. Golongan IIITumor ada didepan ekuator atau tumor soliter berukuran >10 diameter papil, Prognosismeragukan4. Golongan IVTumor multiple sampai ora serata, Prognisis tidak baik.5. Golongan VSetengah retina terkena benih di badan kaca, Prognosis buruk. Terdapat tiga stadiumdalam retinoblastoma : o Stadium tenang Pupil lebar, dipupil tampak refleks kuning yang disebut automatic cats eye. o Stadium glaucomaOleh karena tumor menjadi besar, menyebabkan tekanan intraokular meningkat o Stadium ekstraokuler 8 kemudian dapt pecah kedepan sampai keluar dari rongga orbita disertai nekrosediatasnya 2.7 Stadium Retinoblastoma Tumor mata ini, terbagi atas IV stadium, masing-masing:

Stadium I: menunjukkan tumor masih terbatas pada retina (stadium tenang)

Stadium II: tumor terbatas pada bola mata.

Stadium III: terdapat perluasan ekstra okuler regional, baik yang melampauiujung nervus optikus yang dipotong saat enuklasi.

Stadium IV: ditemukan metastase jauh ke dalam otak.Pada beberapa kasus terjadi penyembuhan secara spontan, sering terjadi perubahandegeneratif, diikuti nekrosis dan klasifikasi. Pasien yang selamat memiliki kemungkinan 50 %menurunkan anak dengan retinoblastoma. 2.8 Komplikasi Komplikasi Retinoblastoma yaitu:1. Tumor non okuler sekunder dapat muncul pada penderita retinoblastoma.Contohnya Osteosarkoma, berbagai jenis sarkoma jaringan lunak yang lain,melanoma malignan, berbagai jenis karsinoma, leukemia dan limfoma danberbagai jenis tumor otak 2. Komplikasi vaskular : kerusakan pembuluh darah retina dan perdarahan dapatterlihat.3. Efek pada tulang, gigi dan jaringan lunak setelah radiasi. Terjadi hipoplasia padatulang dan struktur jaringan lunak setelah terapi dengan dosis radiasi. 2.9 Pemeriksaan Diagnostik Diagnosis pasti retinoblastoma intaokuler dapat ditegakkan dengan pemeriksaan patologianatomi. Karena tindakkan biopsi merupakan kontraindikasi, maka untuk menegakkan diagnosisdigunakan bebrapa pemeriksaan sebagai sarana penunjang : 9 1. Fundus Okuli : Ditemukan adanya massa yang menonjol dari retina disertai pembuluhdarah pada permukaan ataupun didalam massa tumor tersebut dan berbatas kabur2. X Ray : Hampir 60 70 % penderita retinoblastoma menunjukkan kalsifikasi. Bila tumormengadakan infiltrasi ke saraf optik foramen : Optikum melebar.3. USG : Adanya massa intraokuler4. LDH : Dengan membandingkan LDH aqous humor dan serum darah, bila ratsio lebihbesar dari 1,5 dicurigai kemungkinan adanya retinoblastoma intaokuler (Normal ratsioKurang dari 1)5. Ultrasonografi dan tomografi komputer dilakukan terutama untuk pasien denganmetastasis ke luar, misalnya dengan gejala proptosis bola mata. 2.9 Penatalaksanaan Pengobatan retinoblastoma ialah enukleasi bulbi yang disusul dengan radiasi. Apabilaretinoblastoma sudah meluas sampai ke jaringan orbita maka dilakukan eksenterasi orbita disusuldengan radiasi dan bila diberikan kemoterapi (Ilyas dkk, 2002). Harus dilakukan pemantauan teratur pada anak yang menderita retinoblastoma danketurunan berikutnya. Konseling genetik harus ditawarkan dan anak dengan orang tua yangpernah mengalami retinoblastoma harus diawasi sejak bayi (James dkk, 2005).Bila tumor masih terbatas intraokular, pengobatan dini mempunyai prognosis yang baik.Tergantung dari letak, besar, dan tebal,pada tumor yang masih intraokular dapat dilakukankrioterapi, fotokoagulasi laser, atau kombinasi sitostatik dan fotokoagulasi laser untuk mempertahankan visus. Pada tumor intraokular yang sudah mencapai seluruh vitreus dan visusnol, dilakukan enukleasi. Bila tumor telah keluar bulbus okuli, tapi masih terbatas dironggaorbita, dilakukan

kombinasi eksentrasi, radioterapi, dan kemoterapi. Pasien harus terus dievaluasiseumur hidup karena 20-90% pasien retinoblastoma bilateral akan menderita tumor ganasprimer, terutama osteosarkoma (mansjoer, 2005)