Anda di halaman 1dari 13

Makalah Manajemen Proyek & Resiko TUGAS MATA KULIAH SOFTSKILL MAKALAH MANAJEMEN PROYEK DAN RESIKO (GROUP

PROSES MANAJEMEN PROYEK DAN PROJECT INTEGRATION MANAGEMENT) Ganis Abdul Rojaq, Andre RadityaPradipta, BayuFirmansyah Lusiana Aguswirawanto Akhmad Ghozali Febrian Summahadi Eko sanjaya Juantadi angga Adi Kusuma UNIVERSITAS GUNADARMA 2011

KATA PENGANTAR Puji syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta hidayah kepada kita semua, sehingga berkat Karunia-Nya kami dapat menyelesaikan makalah softskill MANAJEMEN PROYEK & RESIKO . Dalam penyusunan makalah ini, kami tidak lupa mengucapkan banyak terimakasih pad a semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan makalah ini sehinggga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini. Dan tidak lupa juga kami ucapkan te rima kasih kepada Dosen pembimbing yang telah membimbing kami. Dalam penyusunan makalah ini kami berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat b agi kami sendiri maupun kepada pembaca umumnya.

Jakarta, 14 November 2011 Penyusun Kelompok 3

DAFTAR ISI Kata Pengantar

Daftar Isi BAB I. Project Cost Manajemen I. I. I. I. I. I. I. I. I. I. I. 1 Pengertian Cost dan Project Cost Manajemen 2 Pentingnya Project Cost Manajemen 3 Tahapan Biaya Manajemen Proyek 4 Masalah Masalah dengan Estimasi Biaya IT 5 Cost Estimation Tools & Techniques 6 Constructive Cost Model ( COCOMO ) 7 Cost Control 8 Earned Value Management (EVM) 9 Tipe Tipe Estimasi Biaya 10 Klasifikasi Biaya Untuk Prediksi Prilaku Biaya 11 Klasifikasi Biaya Untuk Pengambilan Keputusan

BAB II. Project Quality Management II. II. II. II. II. II. II. II. II. II. II. II. II. II. 1 Pengertian Kualitas 2 Pengertian Manajemen Kualitas 3 Manajemen Kualitas Proyek 4 Continuous Quality Management 5 Proses Manajemen Model 6 Syarat Penggunaan dalam Quality Manajemen 7 Quality Assurance 8 Total Quality Manajemen 9 Sistem manajemen Kualitas 10 Deskriptif /preskriptif 11 Definisi Sistem 12 Penilaian Terhadap Sistem 13 Teknologi Konstruksi 14 Pentingnya Sistem Manajemen Kualitas

BAB 3 Grup Proses Manajemen Proyek

Dalam sebuah manajemen proyek terdapat sejumlah proses yang saling berkaitan ant ara yang satu dengan yang lainnya. Dan tiap-tiap proses tersebut membentuk suatu grup proses. Dalam manajemen proyek terdapat 5 grup proses : a. Inisisasi yaitu dilakukannya pendefinisian proyek b. Perencanaan Proyek yaitu mendefinisikan dan merinci tujuan proyek, serta mere ncanakan aktivitas aktivitas yang dibutuhkan dalam rangka mencapai tujuan proyek itu sendiri dan sesuai batasan yang telah disepakati. c. Eksekusi yaitu mengintegrasikan semua sumber daya yang dibutuhkan dalam rangk a mencapai tujuan proyek, dengan melaksanakan apa yang sudah direncanakan. d. Kontrol : mengukur dan memonitor secara berkala kemajuan proyek serta mengide ntifikasi adanya penyelewengan pelaksanaan dari rencana yang sudah dibuat sebelu mnya. e. Akhir melakukan formalisasi hasil proyek berupa barang atau jasa yang dihasil kan dari proyek.

Hubungan antara Grup proses dan area Knowledge Knowledge berperan penting dalam sebuah manajemen proyek terutama dalam pengawas an grup proses manajemen proyek. Dimana grup proses adalah suatu rencana demi ke lancaraan proyek agar lebih mudah dalam memulai proyek dan tugas knowledge ialah memonitor segala hal dari berbagai aspek yang terjadi didalam grup proses.

Memilih Metodologi Manajemen Proyek Sebuah perusahaan vendor IT atau vendor apapun yang hidup matinya bergantung pad a keberadaan proyek, memiliki masalah yang sama dalam menentukan metodologi apa yang cocok untuk digunakan dalam pengerjaan proyek. Dalam dunia IT lebih dalam l agi akan ada pertanyaan metodologi apa yang cocok untuk pengembangan software at au untuk digunakan sebagai acuan Software Development Life Cycle (SDLC). Pengalaman membuktikan, tidak adanya kejelasan metodologi yang jelas yang diguna kan perusahaan akan membuat proyek berjalan tanpa arah dan akan sangat tergantun g dari individu manajer proyeknya. Jika kondisi itu berlangsung pada proyek yang kompleks dan ditangani oleh manajer proyek yang tidak berpengalaman maka akan b erakhir pada kegagalan proyek. Bagi orang yang lebih tinggi yaitu atasan dari ma najer proyek, hal tersebut akan membuat proyek-proyek tidak bisa dimonitor apala gi dikontrol. Memilih metodologi proyek memang bukan hal yang mudah. Kita tau ada berbagai mac am metodologi mulai yang general, yang bisa diimplementasikan pada proyek apapun seperti PMBOK, PRINCE2 maupun yang spesifik untuk domain tertentu misalnya SWEB OK, XP, Scrum yang digunakan pada proyek development software. Masing-masing met odologi memiliki keuntungan dan kita perlu untuk TIDAK memilih begitu saja satu metodologi karena saya percaya tidak ada metodologi yang "one size fits all." Kita dapat mengelaborasikan beberapa metodologi dan membuatnya pesifik untuk per usahaan dengan catatan metodologi tersebut didefinisikan agar sesuai dengan sifa t dari proyek-proyek yang ada dan sebisa mungkin masih dapat disesuaikan (tailor ed) sesuai dengan besarnya proyek.Untuk mengelaborasi metodologi, sebaiknya kita mulai dengan studi beberapa metodologi yang sudah ada. Ada baiknya kita membuat listing yang lengkap dari metodologi yang yang sudah ada, mempelajarinya secara high level, kemudian menentukan yang menjadimain interest, lalu melakukan klasi fikasi seperti yang dijelaskan sebuah artikel "Defining & Classifying Project Ma nagement Methodologies." Berikut ini gambaran level dari klasifikasi metodologi manajemen proyek dari artikel tersebut. Ada baiknya perusahaan membuat sebuah referensi metodologi manajemen proyek pada Level 3 (Organization specific, customized methodology). Yang dibuat sedemikian rupa sehingga dapat diadaptasi menjadi L4 maupun L5 sesuai kemampuan manajer pr oyek. Sebuah kesimpulan yang menarik terkait pemilihan metodologi ini dapat kita lihat dari artikel "Methodology Per Project". Menurut penulis artikel tersebut, Alist air Cockburn, metodologi memiliki sepuluh elemen dasar yaitu: roles, skills, act ivities, techniques, tools, teams, deliverables, standards, quality measures dan project values. Tidak semua metodologi mencakup semua elemen tersebut, semakin besar proyek maka harus semakin besar metodologinya artinya aspek elemen yang di cakup harus semakin lengkap. Hal tersebut bisa dilakukan dengan cara mengelabora si beberapa metodologi.

Lebih jauh lagi, perusahaan seharusnya tidak hanya mendefinikan acuan metodologi tetapi sebuah common frame of reference yang mencakup A common project management model. Companywide project management training programs. Project management career development. Knowledge-sharing activities.

Studi Kasus : JWD Consulting s Project Management Intranet Case Study : JWD Consul ting s Project Management Intranet Site kami merangkum bahwa Manajemen Proyek terd iri dari beberapa proses, sbb: 1.Initiating 2.Planning 3.Executing 4.MonitoringandControlling 5.Closing 1.Initiating Inisiasi merupakan tahap pengenalan dalam memulai proyek baru, dan memastikan ba hwa pada tahap ini proyek akan dijalankan dengan benar. Input : Mengidentifikasikan pihak-pihak yang berkepentingan, menganalisis kebutu han yangdiperlukan dalam membangun proyek dan memperkirakan resiko-resiko yang a kan muncul. Output : -Project charter terselesaikan dan disepakati. -Terpilihnya Manajer Proyek -Teridentifikasinya pihak-pihak yang berkepentingan.- Business case terselesaika n. 2. Planning Tujuan utama dari perencenaan proyek adalah untuk memandu pelaksanaan proyek Input : Berupa output-an dari proses inisiasi sebelumnya. Output: - Ditentukannya lingkup proyek - Adanya kontrak tim - Adanya WBS - Scheduled Project terbentuk. - Adanya daftar dari resiko yg diprioritaskan. 3. Executing Proses executing proyek diperlukan untuk memastikan bahwa aktifitas dalam perenc anaan proyek terpenuhi Input:Berupa output dari proses perencanaan (planning). Output:

Mengimplementasikan solusi dari masalah-masalah yang ada. Mengetahui data performansi kerja dari tim. Perencanaan Manajemen Proyek (diperbaharui). Terkualifikasinya daftar penjual.

4. Monitoring and Controlling Adalah pengukuran dan pemantauan perkembangan secara berkala akan tujuan proyek untuk memastikan adanya kecocokkan antara progress dgn rencana awal proyek, sela in itu untuk memantau setiap penyimpangan yang ada dari rencana awal. Input: Berupa output-an dari proses sebelumnya Output: - Adanya recommended corrective actions, preventive actions, dan defect repair. -Terukurnyaperformansi. - Terukurnya kontrol kualitas. - Resolved Issues. 5. Closing Meraih lebih banyak lagi stakeholders dan pelanggan yang menerima layanan ataupu n produk akhir kita. Output : - Final Product, service or result. - Menutup kontrak. - Dokumentasi. Jadi, dari diskusi kelompok, kami menyimpulkan bahwa input dan output dari tiap proses dalam Case Study : JWD Consulting s Project Management Intranet Site , ada Inisiasi Proyek Inisiasi proyek merupakan tahap awal kegiatan proyek sejak sebuah proyek disepak ati untuk dikerjakan. Pada tahap ini, permasalahan yang ingin diselesaikan akan diidentifiasi. Beberapa pilihan solusi untuk menyelesaikan permasalahan juga did efinisikan. Sebuah studi kelayakan dapat dilakukan untuk memilih sebuah solusi y ang memiliki kemungkinan terbesar untuk direkomendasikan sebagai solusi terbaik dalam menyelesaikan permasalahan. Ketika sebuah solusi telah ditetapkan, maka se orang manajer proyek akan ditunjuk sehingga tim proyek dapat dibentuk dan berakh ir ketika manajer proyek diberikan otoritas juga petunjuk untuk memulai perencan aan.

Dokumen Inisiasi Merupakan dokumen yang uk sejak sebuah proyek Rencana Proyek Adalah sebuah kerangka dan demi mensukseskan berisi tentang tahap awal kegiatan awal yang sudah dibent disepakati untuk dikerjakan oleh tim proyek. gagasan gagasan dalam menjalankan sebuah manajemen proyek apa yang menjadi tujuan manajemen proyek itu dibuat.

Eksekusi Proyek dan Pengawasan Proyek Dengan definisi proyek yang jelas dan terperinci, maka aktivitas proyek siap unt uk memasuki tahap eksekusi atau pelaksanaan proyek. Pada tahap ini, deliverables atau tujuan proyek secara fisik akan dibangun. Seluruh aktivitas yang terdapat dalam dokumentasi project plan akan dieksekusi. Sementara kegiatan pengembangan berlangsung, beberapa proses manajemen perlu dilakukan guna memantau dan mengont rol pelaksanaan proyek jugapenyelesaian deliverables sebagai hasil akhir proyek. BAB 4 Project Integration Management Integrasi Manajemen Proyek adalah proses yang diperlukan untuk memastikan bahwa unsur-unsur berbagai proyek dikoordinasikan secara efektif. Integrasi manajemen adalah praktek membuat sesuatu di setiap bagian dari proyek ini adalah terkoordi nasi. Kunci sukses keseluruhan proyek : Project Integration Management yang baik. Manajer Proyek harus mampu mengintegrasikan seluruh knowledge area selama projec t life cycle berlangsung Kebanyakan manajer proyek terlalu berfokus pada halhal yang detail tetapi melupa kan big picture dari proyek yang sedang dikerjakan Manajemen Integrasi Proyek, bukanlah integrasi perangkat lunak Manajemen Integrasi Proyek: termasuk Interface Management (identifikasi dan manajemen poin-poin interaksi antar elemen-elemen d alam proyek Proses dan overview Project Integration Management Sembilan proses project integration management dapat menjelaskan bidang ilmu dan berbagai pengalaman praktis di manajemen proyek, dari sudut pandang komponen-ko mponen prosesnya. Proses-proses tersebut diorganisasikan menjadi sembilan bidang ilmu yang akan dijelaskan dibawah ini: Manajemen Lingkup Proyek, menjelaskan proses-proses yang dibutuhkan, agar dapat dipastikan bahwa proyek telah mencakup seluruh pekerjaan yang benar-benar dibutuhkan, agar proyek berhasil diselesaikan. Terdiri dari persiapan, perencana an lingkup, penetapan lingkup, verifikasi dan pengendalian perubahan lingkup. Manajemen Waktu Proyek, menjelaskan proses-proses yang dibutuhkan agar dapat dipastikan proyek selesai tepat waktu. Terdiri dari penetapan aktifitas, pengurutan aktifitas, perkiraan lama aktifitas, serta penyusunan dan pengendalia n jadwal. Manajemen Biaya Proyek, menjelaskan proses-proses yang dibutuhkan agar dapat dipastikan proyek selesai, sesuai dengan anggaran yang disetujui. Terdiri dari perencanaan sumber daya, perkiraan biaya, anggaran biaya dan pengendalian biaya. Manajemen Sumber Daya Manusia Proyek, menjelaskan proses-proses yang dibutuhkan untuk menggunakan sumber daya manusia yang terlibat dalam proyek, secara paling efektif. Terdiri dari perencanaan organisasi, perekrutan staff dan pembangunan t im kerja. Manajemen Komunikasi Proyek, menjelaskan proses-proses yang dibutuhkan untuk dap at dipastikan agar informasi proyek dapat dikumpulkan, disusun, disebar, dan

disimpan. Terdiri dari perencanaan komunikasi, distribusi informasi, pelaporan kinerja,danpenyelesaian administratif. Manajemen Resiko Proyek, menjelaskan proses-proses yang berhubungan dengan pengidentifikasian resiko, kuantifikasi resiko, penyusunan penanggulangan resiko dan pengendalian penanggulangan resiko. Manajemen Pengadaan Proyek, menjelaskan proses-proses yang dibutuhkan untuk menghasilkan barang atau jasa dari pihak lain. Terdiri dari perencanaan pengadaa n, perencanaan tata cara undangan ke peserta, rapat undangan peserta, pemilihan peserta, pemilihan mitra, pelaporan serta administrasi kontrak kerja dan penyelesaian kontrak. Manajemen Integrasi Proyek, menjelaskan berbagai proses yang dibutuhkan, agar dapat dipastikan, berbagai elemen dari proyek dikoordinasikan dengan baik. Manajemen integrasi terdiri dari pembuatan rencana proyek, pelaksanaan rencana proyek dan pengendalian perubahaan secara keseluruhan Kerangka kerja integrasi manajemen proyek. Pengembangan, atribut, dan elemen umu m dari sebuah rencana proyek . Berpikir tentang proyek, sama artinya dengan menuangkan gagasan-gagasan dalam se buah kerangka konsep. Semakin matang konseptualisasi sebuah proyek, semakin muda h perencana proyek merunut semua aktivitas yang berjalan dalam rentang waktu pel aksanaan proyek hingga titik pencapaian tujuan. Berawal dari tahap inilah, suatu proyek diperkirakan kelayakannya. Selanjutnya konsepsi dituangkan dalam sebuah perencanaan yang biasanya berbentukproposal.

Bersamaan dengan terbitnya gagasan, penyusunan konsep dan proposal, kerangka ker ja manajemen proyek mulai dilaksanakan. Di dalam kerangka kerja, lebih dulu dise pakati terminologi dan pandangan terhadap proyek yang akan dilakukan. Sedemikian rupa harus dipahami tentang konteks penerapan proyek, gambaran jelas tentang li ngkungan proyek yang akan direncanakan, dan cara memahami berbagai proses intera ksi yang secara umum terjadi dalammanajemenproyek.

Manajemen proyek dalam hal ini berarti penerapan pengetahuuan, ketrampilan, sara na dan teknik untuk menjalani segala aktivitas yang sesuai dengan kebutuhan pela ksanaan proyek. Ruang lingkup pengetahuan tentang manajemen proyek (project mana gement knowledge)meliputi: :

(i) manajemen integrasi proyek, terdiri dari ; pengembangan perencanaan proyek, pelaksanaan proyek dan kontrol terhadap perubah an secara terpadu. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh elemen proyek te rkoordinasidenganbaik.

(ii) manajemen ruang lingkup proyek ; Dimulai pada saat proyek ditetapkan lalu tahap perencanaan, perumusan proyek, ve rifikasi proyek hingga pengawasan, sehingga dipastikan pekerjaan yang dilakukan benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan syarat keberhasilan proyek.

(iii) manajemen waktu ; mulai dari merumuskan aktivitas-aktivitas, tahapan aktivitas, perkiraan waktu ya ng dibutuhkan, penyusunan jadwal hingga kontrol kerja. Manajemen waktu penting d alam memperkirakan berapa panjang waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suat u proyek sehingga dijamin selesai pada waktunya.

(iv) manajemen biaya ; meliputi perencanaan sumber daya, perkiraan besarnya biaya, penganggaran hingga kontrol pembelanjaan. Hal ini penting, terutama untuk pengajuan dana proyek kepa da donor sehingga dalam pelaksanaannya proyek dipastikan selesai sesuai dengan b iaya yang telah dianggarkan.

(v) manajemen mutu ; dimulai dari perencanaan mutu, jaminan dan kontrol, penetapan standar yang ingin dicapai suatu proyek penting sehingga mendapatkan hasil yang memuaskan bagi pel aksana proyek maupun pihak-pihak lain (stakeholder).

(vi) manajemen sumber daya manusia (SDM) ; mulai dari perencanaan organisasi, persiapan staf dan persiapan tim karena sebua h tim pelaksana proyek harus terdiri atas manusia-manusia yang memiliki kemampua n, dedikasi dan integritas. Manajemen SDM ini penting untuk menyusun komposisi S DM yang efektif bagi pelaksanaan proyek.

(vii) manajemen komunikasi proyek, terdiri atas ; perencanaan komunikasi, sistem penyebaran informasi, pelaporan kinerja dan aspek administratif lain, ini untuk memastikan informasi seputar pelaksanaan proyek d apat dikelola denganbaik.

(viii)manajemen resiko ; mulai dari identifikasi resiko, perencanaan manajemen resiko, analisa kualitatif dan kuantitatif resiko, perencanaan respon, monitoring dan kontrol resiko yang mungkin muncul (butir ini paling jarang dipersiapkan oleh sebagian besar pelaksa na proyek, sehingga ketika muncul krisis tidak mampu menanggapi dengan cepat dan tepat). Proses ini erat kaitannya dengan identifikasi, analisis dan respon terh adap resiko yang muncul.

(ix)manajemen pengadaan ; mulai dari perencanaan pengadaan, perencanaan kebutuhan sumber daya hingga segal a urusan administrasi kontrak-kontrak, bagian ini tampaknya sepele, tapi menjadi penting ketika ditemukan bahwa pelaksana proyek perlu bantuan dari pihak luar a tau pihak lain, misalnya dari donor, mitra kerja ataupun dari pemerintah.

Contoh Outline untuk a Software Project Management Plan (SPMP).

Analisis Stakeholder dan contohnya. STAKEHOLDERS ANALYSIS Dokumen stakeholder analysis merupakan dokumen yang penting (dan sensitif), kare na memberikan informasi mengenai stakeholder berkaitan dengan 1. nama dan organisasi stakeholder 2. peranannya dalam proyek 3. fakta-fakta unik mengenai stakeholder 4. level keterlibatannya dan 5. ketertarikannya akan proyek saran-saran untuk menjaga relasi dengan stakehold e Contohnya : Eksekusi rencana proyek dan ketrampilan penting yang di butuhkan

4. MENGELOLA EKSEKUSI PROYEK 1. Eksekusi Proyek adalah tahap melaksanakan pekerjaan yang telah digambarkan da lam project plan 2. Mayoritas waktu dan uang digunakan dalam eksekusi proyek 3. Area aplikasi proyek sangat mempengaruhi eksekusi proyek, karena selama eksek usi proyek inilah produk dari proyek dihasilka KETRAMPILAN PENTING DALAM EKSEKUSI PROYEK Kepemimpinan Komunikasi Politik Kemampuan menggunakan tools dan techniques 1. Work Authorization System: menjamin orang yang memiliki kualifikasi yang cuku p, melakukan pekerjaan yang tepat, pada waktu yang tepat dan dengan urutan yanag benar 2. Status Review Meetings: rapat terencana dan terjadwal yang digunakan untuk sa ling bertukar informasi mengenai proyek yang sedang berjalan 3. Project Management Software: perangkat lunak khusus yang digunakan dalam mana jemen proyek Alat dan teknik eksekusi proyek : Metodologi manajemen proyek Manajemen proyek sistem informasi

Integrated change control dan process pada proyek TI

INTEGRATED CHANGE CONTROL

Termasuk di dalamnya mengidentifikasi, mengevaluasi dan mengelola perubahan sela ma project life cycle Tujuan utama pengendalian perubahan 1. Memperhitungkan faktor-faktor yang mengakibatkan perubahan dalam rangka menja min bahwa perubahan menguntungkan (cross check scope, time, cost & quality). 2. Menentukan apakah perubahan sudah terjadi 3. Mengelola perubahan yang terjadi

KONTROL PERUBAHAN DALAM PROYEK IT 1. Pandangan lama: Tim Proyek harus melakukan apa yang sudah direncanakan tepat waktu dan tepat biaya. 2. Masalahnya: Stakeholders jarang sekali menyetujui batasan proyek di awal, ser ta waktu dan estimasi biaya seringkali tidak akurat. 3. Pandangan Modern: Manajemen Proyek adalah proses komunikasi dan negosiasi yan g konstan. 4. Solusi: Perubahan seringkali memberikan keuntungan dan tim proyek harus membu at rencana untuk mengakomodasi perubahan tersebut. Change Control System dan Change Control Boards (CCBs) SISTEM KONTROL PERUBAHAN 1. Adalah proses yang terdokumentasi yang menggambarkan kapan dan bagaimana doku mendokumen proyek dan pekerjaannya dapat diubah 2. Menggambarkan orang yang berwenang untukmembuat perubahan dan bagaimana cara m embuat perubahan tersebut 3. Seringkali melibatkan Change Control Board(CCB), manajemen konfigurasi dan pr oses untuk mengkomunikasikannya CHANGE CONTROL BOARD 1. Kelompok formal dari orang-orang yang bertanggung} jawab untuk menyetujui ata u menolak perubahan dalam proyek CCB harus memberikan panduan untuk mempersiapka n} perubahan, mengevaluasi perubahan dan mengelola implementasi perubahan yang d isetujui. 2. Anggota CCB biasanya terdiri} atas stakeholders dari keseluruhan organisasi. 3. Masalah yang dihadapi: CCB jarang bertemu dan} membuat keputusan akan perubah an membutuhkan waktu rapat yang panjang, padahal proyek harus terus berjalan kar ena dibatasi oleh waktu yang telah disepakat.

MANAJEMEN KONFIGURASI 1. Cara menjamin bahwa deskripsi dari produk yang dihasilkan sudah benar dan len gkap 2. Berkonsentrasi pada identifikasi dan mengendalikan karakteristik produk berda sarkan fungsional dan desain fisik produk 3. Spesialis manajemen konfigurasi bertugas untuk mengidentifikasi dan mendokume ntasikan kebutuhan 4. konfigurasi, mengendalikan perubahan, mencatat dan melaporkan perubahan, sert a audit produk-produk dalam rangka verifikasi kesesuaiannya dengan requirement. Grup Proses Manajemen Proyek Dalam Manajemen Proyek terdapat sejumlah proses yang saling berkaitan, tiap-tiap proses tersebut membentuk suatu group proses. Dalam manajemen proyek terdapat 5 group proses yaitu :

Inisiasi Proyek Perencanaan Proyek Eksekusi Proyek Kontrol Proyek Penutupan/akhir proyek

Inisiasi Proyek Pada manajemen proyek, fase inisiasi merupakan batu pijakan penting untuk memula i sebuah proyek. Dalam fase inilah, tiga poin utama yaitu lingkup pekerjaan, har ga dan jadwal ditentukan. Penentuannya dapat dilakukan berdasarkan kesepakatan p emilik proyek dan penerima pekerjaan, atau hanya berdasarkan keputusan pemilik p royek. Di sini, keahlian negosiasi akan berperan banyak. Biasanya, dalam proyek yang melibatkan pihak pemerintahan, harga dan jadwal sudah ditentukan berdasarka n penetapan anggaran di tahun yang sedang berjalan. Oleh karena itu, penerima pe kerjaan perlu bernegosiasi untuk masalah lingkup pekerjaan supaya tidak ada keru gian di kedua belah pihak. Perencanaan Proyek Perencanaan adalah sebuah proses yang berulang-ulang : rencana akan ditinjau sec ara terus menerus sesuai dengan perkembangan proyek dan sesuai dengan bertambahn ya pengetahuan dan pemahaman yang lebih baik dari anggota tim. Perencanaan meman g merupakan pekerjaan yang sangat sulit, tetapi harus dilaksanakan sebagaimana m estinya. Banyak proyek menjadi kacau dikarenakan tidak adanya perencanaan. Eksekusi Proyek Sebuah rencana eksekusi suatu proyek sangat erat kaitannya dengan estimasi biaya , dimana keduanya saling bergantung dan tidak akan terpenuhi keduanya secara tot al jika satu diantara keduanya tidak terselesaikan. Biasanya manager suatu proye k tidak terikat secara langsung dalam sebuah jadwal yang kompleks dari sebuah pr oyek apalagi jika itu adalah sebuah proyek yang berskala besar. Tapi yang harus disadari seorang manajer proyek harus memastikan bahwa proyek harus berjalan apa pun hambatan yang mungkin dihadapi. Kontrol Proyek Mengukur dan memonitor secara berkala kemajuan proyek serta mengidentifikasi ada nya penyelewengan pelaksanaan dari rencana yang sudah dibuat sebelumnya. Akhir Proyek Melakukan formalisasi hasil proyek, berupa produk, servis, ataupun hasil khusus dari proyek

Mengelola proyek terdiri dari pelaksana kegiatan ditetapkan untuk mencapai tujua n proyek. Kegiatan proyek ini atau proses yang lebih atau kurang sama untuk hamp ir semua proyek. Tapi tergantung pada proyek, stres pada setiap proses akan dite ntukan oleh Manajer Proyek dan tim proyek. Mari kita lihat definisi umum dari proses sebelum masuk ke proses kelompok. * Proses adalah serangkaian tindakan yang saling terkait & kegiatan yang dilakuk an untuk mencapai produk pra-ditentukan, hasil, atau layanan. * Setiap proses ditandai dengan input, alat & teknik yang dapat diterapkan, dan output yang dihasilkan. [1] Masukan adalah prasyarat atau kriteria entri untuk memulai proses. Output kriter ia keluar atau hasil dari proses yang proses berakhir. Alat & teknik metode dite rapkan pada kriteria entri untuk mencapai hasil yang dibutuhkan. Output dari sat u proses umumnya menjadi masukan untuk proses lain

atau deliverable proyek. Mendefinisikan batas-batas setiap proses memastikan kon trol yang lebih baik atas seluruh proyek dan tujuan proyek. Proses manajemen proyek dikelompokkan ke dalam 5 kategori berbeda yang disebut s ebagai Kelompok Proses. Mereka adalah: Memulai, Perencanaan, Pelaksana, Pemantau an & pengendalian dan Penutupan. Kelompok-kelompok ini proses memberikan bimbing an dalam menerapkan proyek manajemen pengetahuan dan keterampilan yang sesuai se lama proyek. Memulai Kelompok Proses - Proses tersebut dilakukan untuk mendefinisikan sebuah proyek baru atau sebuah fase baru dari proyek yang sudah ada dengan memperoleh i zin untuk memulai proyek tersebut. Berikut adalah Input, Peralatan & Teknik, Out put (ITTO) dalam bentuk Mind Map untuk Memulai Proses Kelompok Proses . Proses Perencanaan Kelompok - Orang proses yang diperlukan untuk menetapkan ruan g lingkup proyek, menyempurnakan tujuan, dan menentukan tindakan yang diperlukan untuk mencapai tujuan bahwa proyek ini dilakukan untuk mencapai. Pelaksana Kelompok Proses - Proses tersebut dilakukan untuk menyelesaikan pekerj aan yang ditetapkan dalam rencana manajemen proyek untuk memenuhi spesifikasi pr oyek. Monitoring dan Pengendalian Proses Kelompok - Orang-proses yang diperlukan untuk melacak, review, dan mengatur kemajuan dan kinerja proyek; mengidentifikasi are a di mana perubahan rencana yang diperlukan, dan memulai perubahan yang sesuai. Penutup Proses Kelompok - Proses tersebut dilakukan untuk menyelesaikan semua ke giatan di semua Grup Manajemen Proyek Proses untuk secara resmi menutup proyek. Aku menambahkan peta pikiran kelompok proses manajemen proyek dan proses sesuai PMBOK 4th Edition dalam pos lain - di sini Setiap salah satu dari kelompok ini proses telah didefinisikan dengan baik inter aksi antara mereka. Juga, kelompok-kelompok ini mirip proses Deming PDCA (Plan-D o-Check-Act). Dalam kasus proyek-proyek besar, masing-masing proses proses kelompok dapat diul ang untuk setiap fase bukannya mendefinisikan kelompok proses untuk keseluruhan proyek. Ini upaya ekstra memberikan kontrol lebih besar atas proyek. Catatan tentang Siklus Deming Edward Deming mengusulkan model yang sangat baik untuk menganalisis proses bisni s di tahun 1950. Model lingkaran umpan balik Nya dapat dimanfaatkan untuk proses siklus yang mengambil masukan dari output dari siklus sebelumnya. * RENCANA: datang dengan komponen proses baru atau diubah untuk meningkatkan has il. Secara langsung berhubungan dengan kelompok proses perencanaan dalam Manajem en Proyek. Entah rencana baru yang dibuat selama awal proyek atau rencana dimodi fikasi & baselined ulang berdasarkan masukan dari proses proyek lainnya. * DO: Melaksanakan rencana dan mengukur kinerjanya. Secara langsung berhubungan dengan kelompok proses eksekusi. * PERIKSA: Menilai pengukuran dan melaporkan hasilnya kepada pengambil keputusan . Secara langsung berhubungan dengan pemantauan dan pengendalian proses kelompok . * ACT: Menentukan perubahan yang diperlukan untuk meningkatkan proses. Ini adala h permintaan perubahan dan perubahan proses output dari pemantauan & pengendalia n proses. Manajer Proyek & tim manajemen meninjau semua permintaan perubahan / r encana yang dibutuhkan & perubahan proses dan menyetujui mereka. DaftarPustaka http://apk.blog.ittelkom.ac.id/blog/files/2011/02/MPTI41.pdf http://yankumala.wordpress.com/2011/10/08/grup-proses-manajemen-proyek-dan-integ rasi manajemen-proyek/ http://muamergani.blogspot.com/2010/10/project-integration-management.html http://xyz2110.blogspot.com/ http://hendri31.blogspot.com/2011/10/project-integration-management.html/ http://ejlp.blogspot.com/2010/05/memilih-metodologi-manajemen-proyek.html/ http://indiegocreativity.blogspot.com/2010/03/mpti-case-study-jwd-consultings-pr oject.html/

http://hendri31.blogspot.com/2011/10/grup-proses-manajemen-proyek_29.html/ http://leadershipchamps.wordpress.com/2008/03/03/project-management-process-grou ps/ http://ricky-1492.blogspot.com/2011/10/grup-proses-manajemen-proyek.html