Anda di halaman 1dari 44

BAB I TUJUAN PRAKTIKUM

Setelah melakukan praktikum ini, praktikan dihadarapkan dapat : 1. 2. 3. Menentukan harga salinitas berdasarkan konduktivitas air laut. Menghitung densitas berdasarkan kedalaman, suhu dan salinitas. Membuat grafik berupa kurva temperature, salinitas dan densitas terhadap kedalaman serta mampu mengintepretasikan jenis lapisan. 4. Membuat kontur temperature, salinitas dan densitas serta mencoba menginterpretasikannya.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


2.1 Temperatur

2.3.1 Distribusi Temperatur secara vertical


Temperatur adalah salah satu parameter kualitas perairan. Distribusi temperature secara vertical dapat dibedakan menjadi tiga lapisan, yaitu :

1.

Lapisan homogen (mixed layer) adalah lapisan yang berada di kedalaman 10 500 m dari permukaan air laut. Lapisan ini terbentuk akibat pengaruh angin dan gelombang laut pada lapisan atas sehingga terbentuk suatu lapisan yang homogen teraduk-aduk akibat

2.

Lapisan Thermocline adalah lapisan yang berada di kedalaman 500 1000 m dari permukaan air laut. Pada lapisan thermokline ini penurunan suhu atau temperature sangat cepat sekali.

3.

Lapisan dalam (deep layer) adalah lapisan yang berada di kedalaman >1000 m. Pada lapisan dalam (deep layer) ini temperature atau suhu perairan mulai turun perlahan lahan dan stabil.

Terdapat beberapa factor yang mempengaruhi ketiga lapisan ini diantaranya adalah :

a.

b.

Posisi geografis suatu perairan : posisi geografis sangat menentukan temperature suatu perairan dikarenakan apabila semakin dekat dengan wilayah kutub temperature laut akan semakin rendah sebaliknya apabila posisi geografis perairan tersebut lebih dekat dengan garis katulistiwa maka suhu perairan tersebut akan cenderung bersuhu lebih tinggi disbanding wilayah subtropics dan kutub. Waktu, berkaitan dengan musim : musim sangat mempengaruhi temperature suatu perairan dikarenakan suhu diatas permukaan air laut akan mempengaruhi pula suhu di dalam pemukaan air laut (Eka Djunarsjah, 2005)

2.3.2 Distribusi Temperatur secara Horisontal Distribusi temperature di muka bumi ini sangatlah bervariasi karena pemanasan yang tidak merata di permukaan bumi. Hal ini yang menyebabkan daerah tropis memiliki air laut yang lebih hangat , di

bandingkan daerah lintang tinggi yang jarang terkenas panas matahari. Secara horizontal, suhu permukaan air laut berada adalah -2 c sampai 30 c, perbedaan suhu secara horizontal ini dikontrol oleh pembetukan es di daerah kutub. a. Faktor faktor yang dapat mrmpengaruhi suhu secara horizontal adalah : Pemanasan yang tidak merata di muka bumi : di daerah tropis menerima banyak sinar matahari dari pada daerah yang berada di daerah lintang tinggi hal ini menyebabkan temperature perairan di daerah tropis lebih tinggi dibandingkan wilayah perairan lainnya. b. Posisi geografis suatu perairan : Temperatur di perairan tropis umumnya lebih tinggi dibandingkan perairan subtropics dan kutub c. Faktor penyebaran arus seperti : - Gerakan air: arus dan turbulensi. -.Distribusi massa daratan yang tidak sama dikedua belahan bumi (Modul oseanografi fisis, 2010)

2.2

Salinitas

2.2.1 Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Salinitas Salinitas adalah jumlah total material terlarut (yang dinyatakan dalam gram) yang terkandung dalam 1kg air laut,satuan salinitas . Terdapat beberapa fkctor yang mempengaruhi salinitas di laut diantaranya adalah : a. Evaporasi (Penguapan) di permukaan laut b. Hujan (Tingkat Pretisipasi) c. Mencair atau membekunya es kutub d. Aliran sungai menuju laut (Eka Djunarsjah, 2005) 2.2.2 Distribusi Salinitas secara Vertikal Persebaran atau distribusi salinitas secara vertical dapat dibedakan menjadi tiga zona yaitu mixed layer (homohalin), haloklin dan deep.

mixed layer : zona ini berada di kedalaman antara

50 -100 m

dibawah permukaan air laut. Pada zona ini tingkat salinitasnya seragam( homogen Haloklin : Pada zona ini salinitas air laut dapat berubah dengan sangat cepat sesuai tingkat kedalaman perairan. Deep layer : zona ini berada di kedalaman 600 1000 m dibawah permukaan air laut. Pada zona ini salinitasnya bernilai minimum dan turun secara perlahan.

Distribusi vertikal salinitas berkaitan dengan perbedaan radiasi matahari yang diterima suatu daerah di permukaan bumi, juga dipengaruhi oleh distribusi suhu dan densitas Pretisipasi yang tinggi dapat mengurangi konsentrasi salinitas di suatu perairan, sehingga menyebabkan terjadinya perubahan

salinitas yang cepat terhadap kedalaman (Modul oseanografi fisis, 2010) 2.3.3 Distribusi Salinitas Secara Horisontal Distribusi salinitas secara horizontal menunjukkan harga yang rendah (tropis) dan lintang (kutub) dan harga di lintang menengah. Variasi salinitas di lintang ini sangat ditentukan oleh perbedaan penguapan dan presipitasi, demikian juga di lintang tinggi sehingga salinitasnya rendah. Di lintang menengah, penguapan jauh lebih besar dibandingkan tingkat presitipasi sehingga membuat salinitas di daerah ini tinggi. Di daerah kutub terdapat banyak hujan salju dan pencairan es yang menyebabkan salinitas di daerah ini kurang Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi salinitas di antaranya adalah : a. Penguapan (evaporasi) di permukaan laut b. Curah hujan (pretisipasi) Semakin tinggi tingkat evaporasi terhadap pretisipasi mengakibatkan salinitas akan naik dan begitu pula sebaliknya (Eka Djunarsjah, 2005) 2.3 Densitas

2.3.1 Distribusi Densitas secara vertikal Densitas adalah jumlah massa air per satu satuan volume.

Densitas merupakan fungsi dari kedalaman laut, serta dipengaruhi juga oleh salinitas temperature dan tekanan. Densitas rata-rata di permukaan laut berkisar antara 1,02 - 1,07 gr/cm3 dan akan bertambah sesuai dengan bertambahnya salinitas dan tekanan serta akan berkurang mengikuti kenaikan temperatur temperature. Distribusi densitas secara vertical dapat dibedakan menjadi tiga zona yaitu : Mixed layer : lapisan ini berada di kedalaman < 100 m dan biasanya densitas pada lapisan ini rendah dibandingkan lapisan dibawahnya.

Pikokline : lapisan ini berada di kedalaman 500 m 1000 m . di daerah ini densitas air laut bertambah dengan cepat karena faktor penurunan suhu dan naiknya tekanan Deep layer : lapisan ini berada dikedalaman 1000 m dasar pada lapisan ini densitasnya meningkat karena air pada lapisan ini meningkat dengan lambat dan stabil.

Faktor faktor yang menyebabkan variasi densitas di sebuah perairan adalah : Evaporasi di permukaan laut. Di kedalaman <100 m perairan dipengaruhi oleh gelombang dan angin sehingga menyebabkan tingkat densitas di kedalaman ini bersifat homogeny. Perubahan suhu dan salinitas mengakibatkan perubahan salinitas di sebuah perairan (modul oseanografi fisis,2010) 2.3.2 Distribusi Densitas Secara Horizontal Faktor faktor yang mempengaruhi perbedaan salinitas secara horizontal adalah : Evaporasi : penyebaran densitas disebabkan oleh evaporasi karena sebagian besar permukaan laut yang terkena paparan langsung dari matahari maka menyebabkan suhu meningkat dan akan merubah nilai densitasnya. Angin dan gelombang : densitas dipengaruhi oleh angin dan gelombang karena angin dan gelombang dapat menyebabkan proses

pengadukan di sebuah perairan berlangsung sehingga membuat nilai salinitasnya menjadi homogen (Eka Djunarsjah, 2005)

BAB III DATA DAN PENGOLAHAN DATA MANUAL

3.2 Pengolahan Data Manual 3.2.1 Stasiun 13


1. Langkah pertama kita cari tekanan dengan rumus

70,0237 2. Kemudian kita cari 0, rumus sebagai berikut ( ( ( ( = 28,24448111 ) ) ) ( ) ) ( )

3. Lalu dengan apendiks kita cari nilai D 0 T 25 4.76 4.82 28 28,24448 29

25,2109

30

6.37

6.44

( ( ( ( (

) ( ) ) ( ) ) ( ( )

) )

4.8279098 4,8883316
)

4,842681788

4. Kita cari nilai t1 dengan cara 0 D = 28,244481114,842682=23,4018


( ) ( ( ) ( ( ) ) ) )

5. Lalu kita cari


(

- 2,98346

6. Kemudian kita cari nilai AT dengan rumus berikut ( ( )) 0,075646 ( ( ) ( ) ( )) X

7. Setelah AT kita cari nilai BT, dengan rumus ( ( ( ( ) ( ) )) ( ))

0,000201652 8. Setelah itu kita cari nilai T2 dengan cara ( ( ( 9. Selanjutnya kita cari nilai s,t ( (
( (

( ) (

) = 23,4076777

(
(

) ))
) ))

= 0,004053

10.

Kita cari nilai dengan interpolasi apendiks 4 lalu kali dengan S 35 35,1425 36

P 0 0 s.p 0

70,0237

100

0,2

( (

) ( )

( (

) ( )

0,140047

s.p

( (

) ( )

0,02

s.p 11.

= 0,0000002

Dengan interpolasi apendiks 5 kita cari nilai t.p lalu kali

dengan T P 0 70,0237 100 0 X 3.9 t.p 0 y 4,2 25 25,2109 30

( ( ( ( (

) ( ) ) ( ) ) (

) )

2,73092411 2,94099519
) )

2.73092

= 0,0000273092

10

12.

Nilai kita dapatkan dengan rumus 0,004080558


( ) )

0,0000273092

13.

Lalu kita cari nilai


(

0,972332

14.

Cari

= 0,976412454

15.

Langkah berikutnya 1,024157 Langkah akhir kita mencari nilai s,t,p dengan rumusnya ( ( ) ) 24,15736

16.

11

3.2.2 Stasiun 14
1. Langkah pertama kita cari tekanan dengan rumus

105,1812

2. Kemudian kita cari 0, rumus sebagai berikut ( ( ( ( = 28,38235 ) ( ) ) ( ) ) )

3. Lalu dengan apendiks kita cari nilai D 0 T 20 3,34 3,39 28 28,38235 29

22,8087

25

4,76

4,82

( ( ( ( (

) ( ) ) ( ) ) ( (

4,137671 4,193288
)

4.158936

4. Kita cari nilai t1 dengan cara 0 D = 28,38235 - 4,1589636171 = 28.38235

12

5. Lalu kita cari


( )

( ( (

( ( ) )

) )

- 2,39032

6. Kemudian kita cari nilai AT dengan rumus berikut ( ( )) 0,070965 ( ( ) ( ) ( )) X

7. Setelah AT kita cari nilai BT, dengan rumus ( ( )) 0,000183 ( ( ) ( ) )) (

8. Setelah itu kita cari nilai T2 dengan cara ( ( ( ) ( ) ( ) = 24,24868 ( )

9. Selanjutnya kita cari nilai s,t ( (


( (

(
(

) ))
) ))

= -0,00105

13

10.

Kita cari nilai dengan interpolasi apendiks 4 lalu kali dengan S 35 35,3635 36

P 100 0 s.p 0,2

105,1812

200

0,3

( (

) ( )

( (

) ( )

0,205181

s.p

( (

) ( )

s.p 11.

= 0,000000643

Dengan interpolasi apendiks 5 kita cari nilai t.p lalu kali

dengan T P 100 105,1812 200 3,5 X 7 t.p 3,9 y 7,8 20 22,8087 25

14

( ( ( (

) ( ) ) ( ) ) ( (

3,681342
)

4.102067
)

12.

3,68134

= 0,0000368134

Nilai kita dapatkan dengan rumus -0.00105 0,0000368134

13.

Lalu kita cari nilai


( )

0.972177

14.

Cari

= 0.972177

15.

Langkah berikutnya 1,029694

16.

Langkah akhir kita mencari nilai s,t,p dengan rumusnya ( ( ) ) 29.69385

15

3.2.3 Stasiun 7
1. Langkah pertama kita cari tekanan dengan rumus

100.1587

2. Kemudian kita cari 0, rumus sebagai berikut ( ( ( ( = 28,3110762 ) ( ) ) ( ) ) )

3. Lalu dengan apendiks kita cari nilai D 0 T 20 3,34 3,39 28 28,3110762 29

24,5895

25

4,76

4,82

( ( ( ( (

) ( ) ) ( ) ) ( (

4,643418 4,702597
)

4,661827

16

4. Kita cari nilai t1 dengan cara 0 D = 28,3110762 - 4,661827 = 23,64924902

5. Lalu kita cari


( )

( ( (

( ( ) )

) )

-2,8246834

6. Kemudian kita cari nilai AT dengan rumus berikut ( ( ( 0,074456881 ( ( )) ) ( ) )) X

7. Setelah AT kita cari nilai BT, dengan rumus ( ( ( 0.000196525 ( ( )) ) ( ) ))

8. Setelah itu kita cari nilai T2 dengan cara ( ) ( ( )

-2,8246834 + (28.311076 + 0,1324) x (1- 0,074456881 0,000196525x(28,311076 0,1334) = 23.65849

9. Selanjutnya kita cari nilai s,t ( (


( (

(
(

) ))
) ))

= 0,003800633

17

10. S P 100

Kita cari nilai dengan interpolasi apendiks 4 lalu kali dengan 35 35,2251 36

0 s.p

0.2

100.1587

200

0,3

( (

) )

( (

) ( )

0,200159

s.p

( (

) ( )

s.p

= 0,000000451

Dengan interpolasi apendiks 5 kita cari nilai t.p lalu kali dengan T P 100 100.1587 200 20 24,5895 25

3.5 X 7 t.p

3.9 Y 7.8

18

( ( ( (

) ( ) ) ( ) ) ( (

3,505554 3,906189
)

11.

3,50555

= 0,0000350555

Nilai kita dapatkan dengan rumus 0,003836139 0,0000350555

12.

Lalu kita cari nilai


( )

0,976035441

13.

Cari

= 0.976035441

14.

Langkah berikutnya 1,024553

15.

Langkah akhir kita mencari nilai s,t,p dengan rumusnya ( ( ) ) 24,55296

19

3.2.4 Stasiun 6

1. Langkah pertama kita cari tekanan dengan rumus

82,077695 2. Kemudian kita cari 0, rumus sebagai berikut ( ( ( ( = 28,24198184 ) ) ( ) ) ) ( )

3. Lalu dengan apendiks kita cari nilai D 0 T 20 3,34 3,39 28 28,24198 29

24,1767

25

4,76

4,82

( ( ( ( ( ) ( (

) ( ) ) ( )

4,5261828 4,5845362
)

4,540303263

20

4. Kita cari nilai t1 dengan cara 0 D = 28,24198 - 4,540303 = 23,70168

5. Lalu kita cari


( )

( ( (

( ( ) )

) )

- 2,72125

6. Kemudian kita cari nilai AT dengan rumus berikut ( ( )) 0,073659 ( ( ) ( ) ( )) X

7. Setelah AT kita cari nilai BT, dengan rumus ( ( ( 0,000193 ( ( )) ) ( ) ))

8. Setelah itu kita cari nilai T2 dengan cara ( ) ( ( )

+ (28,24798+ 0,1324) x (1- 0,073659 x(28,24798 0,1334) = 23,71726

9. Selanjutnya kita cari nilai s,t ( (


( (

(
(

) ))
) ))

= 0,003747

21

10.

Kita cari nilai dengan interpolasi apendiks 4 lalu kali dengan S 35 35,1394 36

P 0 0 s.p 0

82,0777

100

0,2

( (

( )

( (

) ( )

0,164155

s.p

( (

) ( )

0,022883261

s.p 11.

= 0,00000229

Dengan interpolasi apendiks 5 kita cari nilai t.p lalu kali

dengan T P 0 82,0777 100 0 X 3,5 t.p 0 y 3,9 20 24,1767 25

22

( ( ( (

) ( ) ) ( ) ) ( (

2,872719 3,20103
) )

12.

2.872719

= 0,0000287272 Nilai kita dapatkan dengan rumus 0,00000229 0,0000287272 0,003776091

13.

Lalu kita cari nilai


( )

0,972279

14.

Cari

= 0,976054949

15.

Langkah berikutnya 1,024532

16.

Langkah akhir kita mencari nilai s,t,p dengan rumusnya ( ( ) ) 24,53248

23

3.2 Pengolahan Data Excel 3.2.1 Stasiun 13

24

25

3.2.2 Stasiun 14

26

27

3.2.3 Stasiun 7

28

29

3.2.4 Stasiun 4

30

31

32

BAB IV ANALISA
4.1 Analisa Tiap Stasiun

4.1.1 Stasiun 13
Pada stasiun ini dilakukan pengukuran parameter perairan yaitu kedalaman, salinitas dan temperature . dari ketiga data tersebut kita dapat mencari beberapa parameter lain seperti anomali densitas, faktor densitas, dll dengan cara perhitungan manual seperti yang sudah dilakukan dalam praktikum ini. Berdasarkan hasil perhitungan pada stasiun 13 ini dapat dilihat dari tabel bahwa semakin dalam suatu perairan maka temperaturnya akan menurun, salinitas akan meningkat bila semakin dalam, namum dalam kedalaman 69,71 m dibawah permukaan salinitasnya terlihat akan mencapai kestabilan. Namun pada kedalaman tersebut temperature Nampak mulai menurun cepat. Densitas semakin dalam perairan maka densitasnya akan meningkat pula. Lalu dari hasil perhitungan faktor densitas dapat terlihat penurunan faktor densitas menurun dengan stabil dari permukaan hingga ke kedalaman. namun ada beberapa data yang berlawanan mungkin hal ini disebabkan oleh kesalahan perhitungan atau kesalahan pencatatan data. Berdasarkan data stasiun nilai temperature tertinggi adalah 28,6337 dan yang terendah adalah 11.1959 , nilai salinitas terendah adalah 33,2961 dan yang tertinggi adalah 35,2925. nilai faktor densitas tertinggi adalah 29,17032 dan yang terendah 21,23171.

4.1.2 Stasiun 14
Pengukuran parameter dilakukan di stasiun ini. Berdasarkan perhitungan manual nilai temperature terendah adalah 8,2639 dan yang tertinggi adalah 28,7809 , nilai salinitas terendah adalah 32,153 dan yang tertinggi adalah 35,3175.nilai faktor densitas tertinggi adalah 31,55136 dan yang terendah 26,49048. Berdasarkan hasil perhitungan pada stasiun 14 ini dapat dilihat dari tabel bahwa semakin dalam suatu perairan maka temperaturnya akan menurun, salinitas akan meningkat bila semakin dalam, namum dalam kedalaman 104,71 m terlihat sebagai

33

akhir dari level haloklin karena dibawah kedalaman ini penurunan salinitas cenderung homogen . pada kedalaman yang sama temperature menurun drastis , hal ini dapat dilihat di grafik dan menunjukkan telah berada di level termoklin karena penurunan temperature yang cepat. Faktor densitas di stasiun ini terlihat berbeda dari stasiun 13, baru terlihat naik secara stabil pada kedalaman 121.71 semakin dalam perairan maka densitasnya akan meningkat pula namun ada beberapa data yang berlawanan mungkin hal ini disebabkan oleh kesalahan perhitungan atau kesalahan pencatatan data.

4.1.3 Stasiun 7
Pada stasiun ini dilakukan perhitungan terhadap Temperatur, salinitas dan densitas serta kedalaman. Berdasarkan hasil perhitungan pada stasiun 7 ini dapat dilihat dari tabel bahwa semakin dalam suatu perairan maka temperaturnya akan menurun, salinitas akan meningkat bila semakin dalam, namum dalam kedalaman 115,71 m dibawah permukaan salinitasnya terlihat menuju kearah termoklin karena terlihat data selanjutnya menunjukkan penurunan suhu yang drastis . Begitu pula dengan densitas semakin dalam perairan maka densitasnya akan meningkat pula namun ada beberapa data yang berlawanan mungkin hal ini disebabkan oleh kesalahan perhitungan atau kesalahan pencatatan data. Berdasarkan perhitungan manual nilai temperature terendah adalah 9,3772 dan yang tertinggi adalah 28,5587 , nilai salinitas terendah adalah 33,8002 dan yang tertinggi adalah

35,3071.nilai faktor densitas tertinggi adalah 30.17658 dan yang terendah 21,40537.

4.1.4 Stasiun 6
Pada stasiun ini dilakukan beberapa pengukuran parameter perairan di antaranya kedalaman, salinitas dan temperature dari ketiga parameter di atas kita dapat mencari beberapa parameter lain seperti kedalaman, salinitas, expansi air laut, dll dengan cara perhitungan manual seperti yang sudah dilakukan dalam praktikum ini. Berdasarkan hasil perhitungan pada stasiun 6 ini dapat dilihat dari tabel bahwa semakin dalam suatu perairan maka temperaturnya akan menurun,

34

salinitas akan meningkat bila semakin dalam, namum dalam kedalaman 146,76 m dibawah permukaan salinitasnya berubah secara perlahan atau dapat dikatakan stabil. Begitu juga dengan tekanan semakin dalam tekanan maka nilainya akan bertambah pula. Begitu pula dengan densitas semakin dalam perairan maka densitasnya akan meningkat pula namun ada beberapa data yang berlawanan mungkin hal ini disebabkan oleh kesalahan perhitungan atau kesalahan pencatatan data. Berdasarkan perhitungan manual nilai temperature terendah adalah 10,4993 dan yang tertinggi adalah 28,1829 , nilai salinitas

terendah adalah 34,4218 dan yang tertinggi adalah 35.2945.nilai faktor densitas tertinggi adalah 29,60495 dan yang terendah 22,2806

4.2

Sebaran Stasiun
Berdasarkan data keempat stasiun yang telah diolah yaitu stasiun 13, 14, 7, 6 memiliki nilai temperature yang hampir sama di permukaan air yaitu 28C. hal ini terjadi mungkin karena keempat stasiun ini berada pada tempat yang tidak terlalu jauh atau berdekatan dan intensitas matahari yang masuk ke stasiun ini hampir sama sehingga membuat persebaran temperatur pada keempat stasiun ini cenderung seragam. Berdasarkan data yang diolah keempat stasiun memiliki nilai salinitas yang hampir sama yaitu berada di kisaran 35, namun nilai salinitas yang sama ini tidak berada pada permukaan air tetapi nilai salinitas yang hampir sama ini di temukan berada di kedalaman <100 M. mungkin hal ini disebabkan oleh pengaruh angin yang berhembus dan gelombang sehingga mengakibatkan pengadukan salinitas di keempat stasiun ini sehingga menyebabkan nilai salinitas yang sama (homogen). Berdasarkan data yang telah diolah dari keempat stasiun dapat dilihat bahwa keempat stasiun ini memiliki nilai yang berbeda beda mungkin hal ini disebabkan evaporasi yang tak sama dari stasiun yang satu dengan stasiun yang lain, pengadukan air oleh arus dan gelombang, berbedanya kondisi morfologi dari stasiun yang satu dengan stasiun yang lain, dll.

4.3

Analisa grafik

35

4.1

Grafik Temperatur VS kedalaman

T vs H
0 0 50 100 150 200 250 300 350 400 Grafik T vs H Stasiun 13 10 20 30 40

T vs H

T vs H
0 0 100 200 300 400 500 600 Grafik T vs H stasiun 14 T vs H 10 20 30 40

36

T vs H
0 0 50 100 150 200 250 300 350 400 450 500 Grafik T vs H Stasiun 7 10 20 30

T vs H

T vs H
0 0 50 100 150 200 250 300 350 400 450 Grafik T vs H stasiun 6 10 20 30

T vs H

Keempat grafik menunjukkan gambaran yang seragam. Sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin dalam suatu perairan maka temperaturnya akan semakin menurun jadi besarnya temperature di pengaruhi oleh kedalaman suatu perairan.

37

4.2

Grafik Salinitas vs Kedalaman

S vs H
33 0 50 100 150 200 250 300 350 400 S vs H 33.5 34 34.5 35 35.5

Grafik S vs H Stasiun 13

S vs H
31 0 100 200 300 400 500 600 Grafik S vs H stasiun 14 S vs H 32 33 34 35 36

38

S vs H
33.5 0 50 100 150 200 250 300 350 400 450 500 Grafik S vs H stasiun 7 S vs H 34 34.5 35 35.5

S vs H
34.2 0 50 100 150 200 250 300 350 400 450 Grafik S vs H stasiun 6 S vs H 34.4 34.6 34.8 35 35.2 35.4

Berdasarkan keempat grafik diatas yang diperoleh dari perhitungan keempat stasiun terlihat bahwa salinitas mengalami penurunan secara cepat pada kedalaman 50 125 dan terlihat menurun dengan stabil pada 125 sampai dengan 400 dan dapat disimpulkan bahwa semakin dalam suatu perairan maka salinitasnya akan meningkat namun ada kalanya suatu salinitas itu bernilai konstan atau mengalami perubahan yang tidak terlalu drastis( yaitu pada kedalaman 125 kebawah ).

39

4.3

Grafik faktor Densitas vs Kedalaman

s,t,p vs H
0 0 50 100 150 200 250 300 350 400 Grafik D vs H stasiun 13 s,t,p vs H 10 20 30 40

s,t,p vs H
26 0 100 200 300 400 500 600 Grafik D vs H stasiun 14 s,t,p vs H 28 30 32

40

s,t,p vs H
0 0 50 100 150 200 250 300 350 400 450 500 Grafik D vs H stasiun 7 s,t,p vs H 10 20 30 40

s,t,p vs H
0 0 50 100 150 200 250 300 350 400 450 Grafik D vs H stasiun 6 s,t,p vs H 10 20 30 40

Terlihat pada keempat grafik menunjukkan faktor densitas naik seiring bertambahnya kedalaman perairan, namun terlihat pada stasiun 14 terlihat penurunan drastis pada kedalaman rendah, hal ini mungkin disebabkan daerah ini tegak lurus dengan pantai atau terjadi kesalah pengukuran data karena gangguan dari luar. namun dapat disimpulkan bahwa semakin dalam suatu

41

perairan maka faktor densitasnya akan semakin tinggi hal ini dikarenakan suhu yang semakin rendah dan tekanan yang semakin tinggi.

4.4

Analisa kontur

4.4.1 Kontur Tempratur Berdasarkan kontur pada peta sebaran temperature kedalaman 200 m tidaklah terlalu jauh perbedaanya sehingga menyebabkan terdapat satu puncak dan satu lembah 4.4.2 Kontur Salinitas Berdasarkan kontur salinitas yang telah dibuat persebaran salinitas pada kedalaman 200 m tidaklah terlalu jauh bahkan hanya berselisih sedikit sehingga menyebabkan kontur terlihat rumit namun persebaran salinitas pada kedalaman ini merata. 4.4.3 Kontur Densitas Dengan melihat kontur densitas yang telah dibuat pada persebaran salinitas pada kedalaman 200 m . kontur terlihat rumit karena selisihnya nilai yang terlalu dekat .

42

BAB V KESIMPULAN
1. Temperatur adalah salah satu parameter oseanografi yang mengukur derajat panas yang dapat berubah seiring ruang dan waktu dimana penyebarannya dipengaruhi oleh gerakan air . 2. Temperature berbanding terbalik dengan kedalaman, semakin dalam suatu perairan maka nilai temperaturnya semakin menurun. 3. Densitas dan salinitas berbanding lurus terhadap kedalaman, semakin dalam maka nilai dari keduanya akan semakin bertambah. 4. Faktor yang mempengaruhi suhu di permukaan air salah satunya curah hujan yang menimbulkan proses presipitasi(penurunan suhu permukaan) dan evaporasi(meningkatnya suhu permukaan). 5. Salinitas berbanding lurus dengan kedalaman, semakin dalam suatu perairan maka salinitasnya pun semakin tinggi. 6. Faktor yang mempengaruhi salinitas air laut diantarnya aliran air sungai dan run-off, tingkat pretisipasi dan evaporasi. 7. Nilai dari suatu densitas air laut bergantung terhadap salinitas, suhu, tekanan, dan kedalaman. Semakin dalam suatu perairan, memiliki salinitas tinggi, suhu rendah dan tekanan yang tinggi maka densitasnya akan tinggi. 8. Ketiga parameter tersebut (suhu, salinitas, dan suhu) juga dipengaruhi oleh topografi dari wilayahnya serta aktivitas aktivitas lainnya yang berada di dekat pantai yang dapat mempengaruhi. 9. Kecendrungan grafik pada setiap stasiun yang terlihat sama menandakan pada keempat titik ini memiliki nilai kualitas perairan yang homogen antar stasiun

43

DAFTAR PUSTAKA

(Eka Djunarsjah, 2005) http://sudomo-gis.com /Tulisan/Hidrografi_SifatFisikAirLaut.pdf Modul oseanografi fisis , 2010 (http://id.wikipedia.org)

44