LAPORAN PENDAHULUAN KEHAMILAN POST TERM

A. DEFINISI Kehamilan lewat waktu adalah kehamilan yang berlangsung 42 minggu atau lebih. ( Prof. Dr. Djamhoer Martaadisoebrata, dkk. Sp. OG, 2005 : 12 ) • Kelahiran lewat waktu adalah kelahiran bayi lebih dari akhir minggu ke – 42 gestasi atau 294 hari sejak dari pertama periode menstruasi terakhir. ( Bobak, dkk, 2005 : 821 ) • Kehamilan lewat waktu adalah kehamilan yang melewati 294 hari atau lebih dari 42 minggu legkap. ( Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo,2007 : 317 ) B. ETIOLOGI Faktor – faktor yang mempengaruhi kehamilan serotinus, yaitu : 1. Faktor Potensial : adanya defisiensi hormon adrenokortikotropik ( ACTH ) 2. Semua faktor yang mengganggu mulainya persalinan baik faktor ibu, plasenta, maupun anak. Kehamilan terlama adalah 1 tahun 24 hari, yang terjadi pada bayi dengan anensefal. ( Prof. Dr. Djamhoer Martaadisoebrata, dkk. Sp. OG, 2005 : 13 ) C. TANDA DAN GEJALA Tanda – tanda serotinitas : Menghilangnya lemak subkutan Kulit kering, keriput atau retak – retak Pewarnaan mekonium pada kulit, umbilikus, dan selaput ketuban Kuku dan rambut panjang Bayi malas ( Prof. Dr. Djamhoer Martaadisoebrata, dkk. Sp. OG, 2005 : 13 ) D.PATOLOGI Sindrom postmatur Disfungsi plasenta Gawat janin dan oligohidramnion Pertumbuhan janin terhambat E. DIAGNOSIS Penentuan kehamilan berdasarkan rumus Naegele, dihitung dari hari pertama haid terakhir dan berdasarkan siklus haid ( Taksiran persalinan adalah 280 hari atau 40 minggu dari hari pertama haid terakhir pada siklus 28 hari atau 266 hari setelah ovulasi ). Jadi, untuk menentukan kehamilan serotinus harus diketahui umur kehamilan secara tepat. Selain dari haid, penentuan umur kehamilan dapat dibantu secara klinis dengan mengevaluasi kembali umur kehamilan dari saat pertama kali ibu datang. Makin awal pemeriksaan kehamilan dilakukan, umur kehamilan makin mendekati kebenaran, menanyakan kapan terasa pergerakan anak, atau pengukuran fundus uteri secara serial. ( Prof. Dr. Djamhoer Martaadisoebrata, dkk. Sp. OG, 2005 : 13 ) Keadaan klinis yang mungkin ditemukan ialah : 1. ) Air ketuban yang berkurang; 2.) gerakan janin yang jarang Bila telah dilakukan pemeriksaan ultrasonografi serial terutama sejak trimester pertama maka hampir dapat dipastikan usia kehamilan. Sebaliknya pemeriksaan yang sesaat setelah trimester III sukar untuk memastikan usia kehamilan. Pemeriksaan sitologi vagina ( indeks kariopiknotik > 20 % ) mempunyai sensitifitas 75 % dan tes tanpa tekanan dengan kardiotokografi mempunyai spesifitas 100% dalam menentukan adanya disfungsi janin plasenta atau postterm. Perlu diingat bahwa kematangan serviks tidak dapat dipakai untuk menentukan usia gestasi. ( Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohrdjo, 2007 : 319 ) F. PENATALAKSANAAN Yang terpenting dalam menangani kehamilan lewat waktu ialah menentukan keadaan janin karena setiap keterlambatan akan menimbulkan risiko kegawatan. Penatalaksanaan aktif kehamilan lewat waktu : 1. Tes tanpa tekanan ( non stress test ). Bila memperoleh hasil non reaktif maka dilanjutkan dengan test tekanan oksitosin. Bila diperoleh hasil reaktif maka nilai spesifisitas 98, 8 % menunjukkan kemungkinan besar janin baik. Bila ditemukan hasil tes tekanan yang positif , mekipun spesifisitas relatif rendah tetapi telah dibuktikan berhubungan dengan keadaan postmatur. 2. Tes tekanan oksitosin. Hasil tes tekanan yang positif menunjukkan penurunan fungsi plasenta janin, hal ini mendorong untuk melakukan seksio sesaria. Di FKUI induksi partus dilakukan dengan pemasangan balon kateter Foley ke dalam kanalis servikalis dan bila setelah 24 jam belum partus spontan dilakuakn infus oksitosin dan amniotomi. Induksi oksitosin dapat dilakukan bila serviks telah matang dan bila perlu dilakukan amniotomi. Prostaglandin E dapat pula digunakan untuk mematangkan serviks. 3. Gerakan janin. Gerakan janin dapat ditentukan secara subyektif ( normal rata – rata 7 kali/ 20 menit ) atau secara obyektif dengan tokografi ( normal rata – rata 10 kali/ 20 menit ). Gerakan janin dapat pula ditentukan pada pemeriksaan ultrasonografi. Dengan menentukan nilai biofisik maka keadaan janin dapat dipastikan lebih baik. Penilaian banyaknya air ketuban secara

4. untuk menentukan kehamilan serotinus harus diketahui umur kehamilan secara tepat. MENGIDENTIFIKASI DIAGNOSA DAN . c. Sp. ( Bobak. Amnioskopi. YBPSP. – Pemeriksaan NST Bila memperoleh hasil non reaktif maka dilanjutkan dengan tes tekanan Oksitosin. gawat janin sampai bayi meninggal. Djamhoer Martaadisoebrata. 2005 : 13 ) Menentukan taksiran persalinan Menentukan taksiran persalinan merupakan bagian terpenting dari perawatan antenatal. Bila ditemukan air ketuban yang banyak dan jernih mungkin keadaan janin masih baik. 3 % dan pada kehamilan 44 minggu menjadi 6. 8 % menunjukkan kemungkinan besar janin baik. PROGNOSA Kematian janin pada kehamilan serotinus meningkat bila pada kehamilan normal ( 37 – 41 minggu ) angka kematiannnya 1. YBPSP. Sp. Dr. merupakan indikasi untuk mengakhiri kehamilan. PENGKAJIAN A. 1 %. variabilitas. DATA SUBJEKTIF • Biodata Umur :sering terjadi pada primigravida muda dan primigravida tua atau dalam grandemultiparitas. MENGIDENTIFIKASI DIAGNOSA DAN MASALAH DIAGNOSA Kehamilan Lewat Waktu MASALAH Serviks yang belum matang Kecemasan ibu Persalinan traumatis akibat janin besar Angka kejadian seksio sesaria meningkat karena gawat janin. dan disproporsi pelvik. karena penggunaan oksitosin untuk akselerasi atau induksi. dkk. Oleh karena itu. II. Keluarnya mekonium yang dapat menyebabkan aspirasi mekonium. mekipun sensitifitas relatif rendah tetapi telah dibuktikan berhubungan dengan keadaan postmatur. dkk. Djamhoer Martaadisoebrata. Anak besar. dapat menyebabkan disproporsi sefalopelvik b. karena akan berpengaruh pada tindakan selanjutnya. Sp. dan perubahan tidak periodik. dkk. Jadi. ( Prof. DATA OBJEKTIF • Pemeriksaan Khusus – Denyut Jantung Janin ( DJJ ) harus diperiksa untuk menentukan nilai dasar. Sebaliknya air ketuban sedikit dan mengandung mekonium akan mengalami risiko 33 % asfiksia Keadaan yang mendukung bahwa janin masih baik memungkinkan untuk mengambil keputusan : a) Menunda 1 minggu dengan menilai gerakan janin dan tes tanpa tekanan 3 hari lagi b) Melakukan induksi partus ( Ilmu Kebidanan.kualitatif dengan USG ( normal > 1 cm/ bidang ) memberikan gambaran banyaknya air ketuban. Meningkatnya perdarahan pascapersalinan. distosia. 2007 : 306 ) III. Bila diperoleh hasil reaktif maka nilai spesifitas 98. ( Prof. bila ternyata oligohidramnion maka kemungkinan telah terjadi kehamilan lewat waktu. Dr. pada 43 minggu angka kematian bayi menjadi 3. YBPSP. ( Pelayanan Kesehatan Maternal dan neonatal.Asfiksi ( Prof. 2007 : 319 ) – Pemeriksaan Amnioskopi Bila ditemukan air ketuban yang banyak dan jernih mungkin keadaan janin masih baik. Djamhoer Martaadisoebrata. Sp. ( Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. dihitung dari hari pertama haid terakhir dan berdasarkan siklus haid ( Taksiran persalinan adalah 280 hari atau 40 minggu dari hari pertama haid terakhir pada siklus 28 hari atau 266 hari setelah ovulasi ). YBPSP. OG. 2005 : 12 ) • Riwayat Menstruasi HPHT Penentuan kehamilan berdasarkan rumus Naegele. OG. 2007 : 307 ) e. ( Ilmu Kebidanan. ( Prof. Perlu dilakukan penilaian adanya gangguan pertumbuhan janin intrauterin.307 ) – Pemeriksaan Kardiotokografi Kardiotokografi mempunyai spesifitas 100 % dalam menentukan adanya disfungsi janin plasenta. dkk. YBPSP. dapat menyebabkan kompresi tali pusat. 2007 : 319 – 320 ) G. Kantung amnion kurang dari 2 cm atau indeks cairan amnion kurang dari 5 cm. Dr. perubahan periodik. 2005 : 13 ) H. OG. (Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal Neontal. o Kelainan kongenital o Presentasi janin ( Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal Neontal. 2007 : 306 ) B. 6 %. Oligohidramnion. 2007 : 306 . 2005 : 13 ) ASUHAN KEBIDANAN IBU HAMIL DENGAN KEHAMILAN LEWAT WAKTU I.Kematian janin dalam kandungan ( IUFD ) f. Sebaliknya air ketuban sedikit dan mengandung mekonium akan mengalami resiko 33 % asfiksia. Bila ditemukan hasil tes tekanan yang positif. Dr. Djamhoer Martaadisoebrata. OG. Menentukan saat persalinan lebih tepat dan dapat dipercaya bila dilakukan pada kehamilan dini. KOMPLIKASI a. dkk. 2005 : 637 ) • Pemeriksaan Penunjang – Pemeriksaan Ultrasonografi o Pemeriksaan biometri untuk menaksir berat janin o Pemeriksaan derajat kematangan plasenta dan keadaan cairan amnion.

.dengan pemeriksaan ultrasonografi dapat menaksir berat janin. Buku Ajar Keperawatan Maternitas. memeriksa derajat kematangan plasenta.2005. KRITERIA HASIL Dapat diketahui taksiran persalinan dengan tepat Janin di dalam kandungan bergerak dengan normal ( 3 – 5X/ 10 menit ) DJJ normal ( 120 – 160X / menit ) Jumlah air ketuban dalam keadaan normal. 2007 : 307 ) VI.2006. IMPLEMENTASI 1. Obstetri Williams.dengan uji oksitosin dapat diketahui reaksi janin terhadap kontraksi uterus.2007. 2005. Melakukan pemeriksaan NST 6. Ilmu Kebidanan.MASALAH POTENSIAL DIAGNOSA POTENSIAL Kelainan pertumbuhan janin – Janin besar dapat menyebabkan distosia bahu. dan jumlah air ketuban 2. – Keluarnya mekoneum – Tali pusat tertekan sehingga menyebabkan kematian janin mendadak. Melakukan pemeriksaan kardiotokografi 5. Melakukan pemeriksaan ultrasonografi 3.2005. Sarwono. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. TUJUAN Pemeriksaan laboratorium lebih lanjut pada kehamilan lewat waktu berguna untuk menghindari adanya komplikasi pada ibu dan janin dalam kandungan.Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. ( Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Melakukan uji oksitosin ( stress test ) DAFTAR PUSTAKA Bobak. Hasil tes yang positif menunjukkann penurunan fungsi plasenta. dkk. dkk.Obstetri Patologi. 2005 : 821 ) V. .lakukan uji oksitosin (stress test ) . 2007 : 306 ) IV.Jakarta:EGC. Buku Ajar Asuhan Kebidanan. (Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta:EGC.lakukan pemeriksaan amnioskopi ..2005. Prawirohardjo. YBPSP. dengan pemeriksaan NST dapat diketahui kereaktifan janin dalam kandungan .lakukan pemeriksaan kardiotokografi . Cunningham. fraktur klavikula. palsi Erb – Duchene – Pertumbuhan janin terhambat Oligohdramnion Kelainan cairan amnion ini mengakibatkan – Gawat janin.lakukan pemeriksaan NST . KEBUTUHAN Dukungan emosional merupakan hal yang sangat penting untuk wanita pasca matur. presentasi janin.Djamhoer. ( Bobak.lakukan pemeriksaan ultrasonografi . Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Prawirohardjo. Jakarta : EGC.dengan pemeriksaan kardiotokografi dapat ditentukan adanya disfungsi janin plasenta atau posterm. Helen. dengan pemeriksaan amnioskopi dapat diketahui jumlah dan warna air ketuban. YBPSP. tidak terjadi oligohidramnion Tidak terjadi disfungsi plasenta Ibu tidak merasa cemas lagi Peningkatan perdarahan pasca partum dapat teratasi Trauma persalinan akibat janin besar dapat teratasi dengan baik INTERVENSI Intervensi Rasional .Jakarta : EGC. Sarwono.F. . Melakukan pemeriksaan amnioskopi 4.Gary. kelainan kongenital. keadaan cairan amnion. Varney. Martaadisoebrata. Melakukan pemeriksaan berat badan. lingkar perut.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful