Anda di halaman 1dari 17

PENGHANTAR UNTUK SALURAN TRANSMISI UDARA

Anggota :

1. AGUNG WIBOWO 2. ALBETH YUAN WIJAYA

KE3B / 03 KE3B / 04

PROGRAM STUDI TEKNIK KONVERSI ENERGI JURUSAN TEKNIK MESIN POLITEKNIK NEGERI SEMARANG 2012

PENGHANTAR UNTUK SALURAN TRANSMISI UDARA


Klasifikasi untuk saluran transmisi lewat udara adalah kawat tanpa isolasi yang padat, berlilit atau berrongga dan terbuat dari logam biasa, logam campuran atau logam paduan. Untuk tiap fasa penghantarnya dapat berbentuk tunggal maupun sebagai kawat berkas. Menurut jumlahnya ada berkas yang terdiri dari dua, tiga atau empat kawat. Kawat berkas dianggap ekonomis untuk tegangan EHV dan UHV. Klasifikasi kawat menurut konstruksinya Yang dinamakan kawat padat adalah kawat tunggal yang padat dan berpenampang bulat. Jenis ini hanya dipakai untuk penampang yang kecil, karena penghantar yang berpenampang besar sukar ditangani serta kurang luwes. Apabila diperlukan penampang yang besar, maka digunakan 7-61 kawat padat yang dililit menjadi satu, biasanya secara berlapis dan konsentris. Tiap kawat padat merupakan kawat komponen dari kawat berlilit tadi. Apabila kawat komponen itu sama garis tengahnya maka persamaan berikut:

Kawat rongga adalah kawat berongga yang dibuat untuk mendapatkan garis tengah luar yang besar. Ada 2 jenis kawat rongga: a. Yang rongganya dibuat oleh kawat lilit yang ditunjang

oleh sebuah batang I (I-beam) dan b yang rongganya dibuat oleh kawat komponen yang membentuk segmen sebuah silinder. Kawat berkas terdiri dari 2 kawat atau lebih pada satu fasa, yang masing-masing terpisah dengan jarak tertentu. Kawat berkas mempunyai kelebihan dibandingkan dengan kawat padat karena mengurangi gejala korona, mempunyai kapasitansi yang lebih besar dan reaktansi yang lebih kecil. Pada umunya kawat berkas digunakan pada tengangan EHV dan UHV atau pada tegangan transmisi yang lebih rendah bila dibutuhkan kapasitas saluran yang lebih tinggi. Klasifikasi kawat menurut bahannya Kawat logam biasa dibuat dari logam biasa seperti tembaga alumunium besi dsb. Kawat logam campuran adalah penghantar dari tembaga atau alumunium yang diberi campuran dalam jumlah tertentu dari logam jenis lain guna menaikkan kekuatan mekanisnya. Yang sering digunakan adalah copper alloy tetapi alumunium alloy juga lazim dipakai.

Kawat logam paduan adalah penghantar yang terbuat dari 2 jenis logam atau lebih yang dipadukan dengan cara kompresi, peleburan atau pengelasan. Dengan cara demikian maka dikenal kawat baja berlapis tembaga atau aluminum. Kawat lilit campuran adalah kawat yang lilitannya terdiri dari duat jenis logam atau lebih. Yang paling terkenal adalah ACSR (alumunium cable stell reinforced) dan aluminum alloy cable steel reinforced. Beberapa sifat fisik dari kawat tanpa isolasi untuk berbagai macam bahan tertera pada tabel Sifat kawat logam Kawat tembaga tarikan banyak dipakai pada saluran transmisi karena konduktivitasnya tinggi, meskipun kuat tariknya tidak cukup tinggi untuk instalais tertentu Dibandingkan dengan kawat tembaga tarikan, konduktivitas kabel aluminum cable steel reinfoced lebih rendah, meskipun kekuatan mekanisnya lebih tinggi dan lebih ringan, sehingga banyak dipakai sebagai saluran transmisi. Karena garis tengah luarnya lebih besar dibandingkan dengan kawat tembaga tarikan untuk tahanan yang sama. ACSR sangat cocok

untuk pengguanaan pada teganan tinggi dilihat dari segi korona. Data untuk kabel ACSR dan aluminum dapat dilihat pada tabel Kawat tembaga campuran konduktivitasnya lebih rendah dari kawat tembaga tarikan tetapi kuat tariknya lebih tinggi, sehingga cocok untuk penggunaan pada gawang (span) yang lebih besar.

Kawat aluminum campuran ini mempunyai kekuatan mekanis yang lebih tinggi dari kawat aluminum murni, sehingga sebagi aluminum alloy cable steel reinforced ia dipakai untuk gawang yang lebih besar dan untuk kawat tanah. Bila diperlukan kapasitas penyaluran arus yang lebih besar dapat dipakai kawat heat proof aluminum alloy yang mempunyai daya tahan yang lebih besar terhadap panas. Data mengenai kawat aluminum campuran dapat dilihat pad tabel Karena kawat baja mempunyai kuat tarik yang tinggi, maka ia banyak dipakai untuk gawang yang besar atau untuk kawat tanah, meskipun konduktivitasnya rendah. Untuk menghindarkan dari karat., kawat baja biasanya digalvanisasikan. Kawat baja berlapis tembaga mempunyai kekuatan mekanis yang besar dan biasanya dipakai untuk gawang yang besar atau sebagai kawat tanah.

Kawat baja berlapis aluminum mempunyai kekuatan mekanis yang besar, tetapi konduktivitasnya lebih kecil dibandingkan dengan yang berlapis tembaga meskipun ia lebih ringan. kawat campuran aluminum ini dipakai untuk gawang yang besar, untuk kawat tanah dan sebagai inti kawat greased aluminum cable steel reinforced.

Karakteristik penghantar Karakteristik listrik Tahanan R dari sebuah penhantar sebanding dengan panjangnya l dan berbanding terbalik dengan luas penampangnya A R = pl/A Dimana p adalah resistivitasnya. Konduktivitas (C%) berbanding terbalik dengan resistivitas

=1/58 x 100/C (ohm/m. mm2)

Konduktivitas biasanya besar bila kemurnian bahan tinggi dan berkurang bila jumlah campuran bertambah Tahanan berubah dengan suhu sesuai denan persamaan

Apabila diperluka perhitungan yang lebih teliti, digunakan persamaan yang menunjukkan ketergantungan alfa dari suhu

Karakteristik mekanis Kuat tarik sebuah penghantar naik denan bertambahnya jumlah campuran dan meningkatnaya derajat pengerjaannya. Untuk tembaga berlaku rumus kuat tarik seperti berikut: Untuk kawat komponen Untuk kawat lilit Dimana D = garis tengah kawat komponen (mm) A = luas penampang kawat komponen (mm) N = jumlah kawat komponen dalam kawat lilit Pemanjangan menunjukkan elastisitas bahan. Pemanjangan minimum dari kawat tembaga dinyatakan oleh S = 0,24d + 0,24 (%) Pemanjangan untuk kawat aluminum dan kawat baja yang digalvanisasikan tertera dalam tabel. Beberapa data mengenai karakteristik mekanis dan listrik untuk kawat tembaga dapat dilihat pada gambar. f = 47,1 1,1d (kg/mm2) T = 0,9aNf (kg)

Kapasitas penyaluran arus dari penghantar Arus yang diperbolehkan untuk saluran transmisi udara dibatasi oleh kenaikan suhu yang disebabkan oleh mengalirnya arus dalam saruan tersebut. Suhu maksimum yang dapa ditoleransikan dalam waktu singkat tertentu untuk kawat tembaga, kawat aluminum dan kawat aluminum campuran ditetapkan pada 100 derajat celcius (jepang), periksa tabel. Tetapi karena karakteristik mekanis dari kawat dan sambungannya memburuk oleh pemanasan maka 90 derajat celcius dianggap sebagai suhu kerja kontinu maksimum untuk penghantar.

Apabila terjadi hubung singkat pada saluran transmisi maka suhu penghanatar naik karena arus sesaat dari hubung singkat tadi. Dalam hal demikian, maka kenaikan suhu untuk kuat tarik yang sama dianggap 200 derajat celcius untuk kawat tembaga dan 180 derajat celcius untuk kawat aluminum. Nilai arus yang ekuivalen dengan batas suhu ini dinamakan kapasitas penyaluran sesaat. Bila dimisalkan bahwa radiasi panas tidak terjadi dalam waktu kurang dari 2-3 detik dan suhu penhantar permulaan adalah 40 derajat celcius maka kapasitas itu dinyatakan oleh persamaan berikut

2.3 Andongan (Sag) Penghantar Karena beratnya maka penghantar yang direntangkan antara dua tiang transmisi mempunyai bentuk lengkung tertentu (catenary curve) yang dapat dinyatakan oleh persamaan-persamaan tertentu. 2.3.1. Penghantar Ditunjang oleh Tiang yang sama Tingginya

Bila penghantar ditunjang oleh tiang tiang yang sama tingginya, maka persamaanpersamaannya adalah (periksa Gbr.7 (a)): y = c cosh l = c cosh (m) (m) ) (m)

d = y c = c (cosh c = T/W (m)

dimana T = tegangan menndatar dari penghantar (kg) W = berat penghantar per satuan panjang (kg/m) l = Panjang penghantar sebenarnya dari titik terendah sampai titik dengan koordinat (x,y) (m) d = andongan (sag) pada titik (x,y) (m)

pada umumnya bentuk lengkungan penghantar dianggap parabolis, sehingga bila gawang adalah S (m), maka andongan (sag) D dan panjang penghantar sebenarnya L0 dinyatakan oleh D= L0 = S + (m) = S+ (m)

2.3.1.

Penghantar Ditunjang oleh Tiang yang Tidak Sama Tingginya

Apabila tiang-tiang penunjang tidak Sng ama tingginya maka yang dihitung adalah andongan yang miring (obliger) yang dinyatakan oleh rumus D= (m)

Yakni jarak D antara garis AB (periksa Gbr.7(b)) dan garis singgung pada lengkungan kawat yang sejajar dengan garis AB tersebut. Hubungan antara andongan miring dan andongan pada titik-titik penunjang dinyatakan oleh D0 = D D0 + H = D Teganagan tarik pada titik-titik penunjang A dan B dinyatakan oleh TA = T + WD TB = T + W ( D0 + H )

2.4 Perlengkapan Penghantar 2.4.1. Sambungan Penghantar ( Joints)

Sambungan (joints) penghantar harus mempunyai konduktivitas listrik uyang baik serta kekuatan mekanis dan ketahanan (durability) yang tangguh. Sambungan-sambungan yang biasanya dipakai adalah : (1) Sambungan kompressi : Di sini kelongsong (sleeves) sambungan yang terbuat dari bahan yang sama dengan penghantar dipasang pada sambungan penghantar dengan tekanan minyak: Periksa Gbr.8. Cara ini dapat diandalkan dan banyak dipakai untuk penghantar-penghantar berukuran besar.

(2) Sambungan belit: Dalam hal ini penghantar-penghantar yang hendak disambung dimasukkan dalam kelongsong berbentuk bulat telor yang

kemudian dibelit beberapa kali dengan kunci belit (twisting wrench). Karena pengerjaan nya sederhana dan mudah, caraii banyak dipakai untuk kawat lilit dengan penampang kurang dari 125 mm2 (3) Sambungan untuk penghantar yang berlainan: apabila permukaan kontsk antara dua penghantar yang berlainan jenis basah, maka salah satu penghantar akan berkarat. Oleh karena itu digunakan kelongkong khusus dengan logam tertentu untuk memungkinkan disambungnya dua penghantar tadi.

2.4.1.

Perentang ( Spacer) sistim kawat bekas, dipasang perentang (spacer) untuk

Untuk

menghindarkan agar kawat-kawat penghantar dalam satu fasa tidak mendekat atau bertumbukan karena gaya-gaya elektromekanis atau angin, periksa Gbr.9. Perentang ini dipasang pada jarak 15-40 m satu sama lain di dekat tiang-tiang penunjang dan 60-80 m ditengah rentangan(midspan). 2.4.1. Batang-batang Pelindung (Armor Rods)

Gua=na menghindarkan kelelahan penghantar karena getaran (vibration fatigue) maka dipasang batang-batang pelindung (armor rods) sebagai

penguatan di tempat penghantar digantungjkan. Bentuk batang-batang ini terlihat pada Gbr.10. 2.4.1. Peredam (Daper)

Peredam (damper) diasang dekat dengan penjepit (clamps) untuk menghindarkan kelelahan kawat-kawat komponen karena getaran (vibration). Banyak jenis peredaman yang dikenal, antara lain, Stockbridge (Gbr.11), torsional,dsb.