Anda di halaman 1dari 12

TATA IBADAH

Pertukaran Pelayan Firman Gereja-gereja Anggota PGI dalam rangka HUT ke-62 PGI
(25 Mei 1950 25 Mei 2012)

Hari Minggu Oikoumene Indonesia Minggu, 27 Mei 2012 (Minggu Pentakosta)

DIPANGGIL UNTUK TERUS MENYATAKAN KEADILAN DAN PERDAMAIAN


(Bdk. Filipi 4:8)
PERSEKUTUAN GEREJA - GEREJA DI INDONESIA Jalan Salemba Raya no. 10 Jakarta Pusat 10430 Telp. 021-3150455, 021-3908119-20 Fax. 021-3150 PERSEKUTUAN GEREJA - GEREJA DI INDONESIA Jalan Salemba Raya no. 10 Jakarta Pusat 10430 Telp. 021-3150455, 021-3908119-20 Fax. 021-3150457

Tema:

membina hubungan yang baik dengan para penganut agama lain. Di Cirebon misalnya, ada forum Sabtuan dimana pada kesempatan itu pimpinan umat, baik Kristen maupun Islam, dapat bertemu dan bercakap-cakap. Bahkan mereka menerbitkan majalah dengan nama Kereteg. Di lingkup pimpinan sinode, dilakukan kegiatan-kegiatan bersama. Misalnya dengan saudara-saudara Islam, diterbitkan majalah Bianglala. V. Lembaga-lembaga Pelayanan GKP Sekarang, pelayanan di bidang pendidikan diselenggarakan oleh Yayasan Badan Pendidikan Kristen GKP (YBPK - GKP). pelayanan di bidang medis diselenggarakan oleh Yayasan Badan Rumah Sakit GKP (BRS - GKP). Yayasan BRS-GKP juga menyelenggarakan pendidikan tinggi yaitu Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Immanuel (STIKI). Di samping BPK - GKP dan BRS-GKP, di lingkungan GKP juga ada beberapa badan pelayanan lainnya, yaitu : Yayasan Badan Sosial Darma Kasih GKP )YBSDK GKP) yang menyelenggarakan Panti Asuhan di Tanjung Barat, pendampingan kepada penderita HIV/AIDS, penyelenggaraan beasiswa bagi warga jemaat. Badan Penelitian dan Pembinaan GKP. Pendidikan dan Keterampilan Nosn Formal Berkat. Yayasan Perguruan Tinggi Kristen Maranatha, yang merupakan kerjasama GKP dan Gereja Kristen Indonesia Sinode Wilayah Jawa Barat melalui kerjasama antara Yayasan BPK - GKP dengan Yayasan BPK Penabur di bidang pendidikan tinggi di Jawa Barat.

*Disarikan dari Pokja Buku Sejarah GKP tahun 2009

Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia 18

III. Beberapa Catatan 3.1 Tentang Nama Gereja Kristen Pasundan Ketika gereja ini dinyatakan sebagai gereja yang mandiri, namanya adalah : De Christelijke Kerk van West Java (Gereja Kristen di Jawa Barat). Kita belum menemukan catatan - catatan tentang kapan gereja ini secara resmi bernama Gereja Kristen Pasundan. Dalam Tata Gereja tahun 1934 dikatakan : Gereja Kristen Pribumi di tanah Pasundan. Dalam Tata Gereja tahun 1956, tahun 1972 dan 1980 dikatakan : Gereja Kristen di Jawa Barat yang sehari-hari disebut Gereja Kristen Pasundan. Namun dalam kulit buku sebagai judul adalah Tata Gereja GKP. Barulah dalam Tata Gereja tahun 1998 dikatakan dengan jelas : Nama : Gereja Kristen Pasundan, disingkat GKP. Tetapi dalam Surat Keterangan dari Dir. Jen. Bimbingan Masyarakat Kristen / Protestan tahun 1970 dijelaskan bahwa yang dahulu disebut Rad Ageng der Christelijke Kerk van West Java, sekarang disebut Sinode Gereja Kristen Pasundan. Jadi walaupun dalam Tata Gereja GKP sampai tahun 1980 disebut Gereja Kristen di Jawa Barat, disebut sehari-hari Gereja Kristen Pasundan, tetapi sudah sejak lama gereja ini memakai nama Gereja Kristen Pasundan. 3.2 Tentang Peranan Kaum Perempuan Dalam Kepemimpinan Sudah sejak di masa pelayanan zending ada perempuan yang menjadi anggota Majelis Gereja (Majelis Jemaat). Tradisi ini terus berlanjut setelah GKP berdiri sendiri. Bahkan pernah terjadi dalam suatu jemaat hampir seluruh anggota majelis jemaat adalah perempuan. Di lingkungan pekerjaan Klasis pun tidak sedikit kaum perempuan yang menjadi anggota Badan Pelaksana Klasis. Bahkan beberapa tahun terakhir ini ada beberapa orang pendeta perempuan yang menjadi ketua BP Klasis. Di lembaga kepemimpinan Sinode sejak lama ada kaum perempuan yang menjadi anggotanya. IV. Sikap Terhadap Budaya/Adat Istiadat dan Agama Islam 4.1 Sikap Terhadap Budaya/Adat Istiadat Pribumi Dewasa ini orang-orang Kristen bersikap positif terhadap warisan budaya pribumi (Sunda, Betawi, ataukah Jawa). Sebenarnya sikap itu sudah mulai didorong oleh para zendeling, terutama setelah tahun 1920-an. Dalam acaraacara pernikahan sudah banyak yang memakai adat setempat, walau barangkali tidak semua proses dilakukan. Di beberapa jemaat GKP dikembangkan kesenian setempat, seperti degung, angklung, reog, calung, dsb. Unsur budaya/adat istiadat yang sejak awal secara positif disikapi adalah bahasa dan pujian. Itu sebabnya sejak awal penerjemahan Alkitab dan Lagu Sunda sangat didukung, sehingga terbitlah Buku Nyanyian Kidung Kabungahan. 4.2 Sikap terhadap/dialog dengan Agama Islam Pada masa sekarang pimpinan GKP selalu mendorong pendeta dan warga jemaat untuk semakin mengenal saudara-saudara setanah air yang beragama lain, khususnya saudara-saudara yang beragama Islam. Mereka didorong untuk 17 Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia

DAFTAR ISI

Hlm. I. Tata Ibadah (menurut Tata Ibadah GKP Minggu (Pentakosta) -1-

II. Tentang PGI III. Pesan Bulan Oikumene 2012

-9-10-

IV. Selayang Pandang Gereja Kristen Pasundan -14(GKP)

PENJELASAN TATA IBADAH


1. Tata Ibadah Minggu Oikoumene ini menggunakan Tata Ibadah dari Gereja Kristen Pasundan (GKP). GKP dinyatakan sebagai gereja yang berdiri sendiri pada 14 November 1934. GKP adalah salah satu dari beberapa gereja yang menginisiasi berdirinya Persekutuan GerejaGereja di Indonesia (PGI) pada 1950. Selengkapnya mengenai profil GKP disertakan dalam lampiran Tata Ibadah ini. Lampiran profil ini dimaksudkan agar gereja-gereja anggota PGI dapat lebih mengenal sesama anggota lainnya khususnya gereja anggota yang tata ibadahnya dipergunakan pada Ibadah Bulan Oikumene tahun ini. GKP berkantor pusat di: Majelis Sinode Gereja Kristen Pasundan Jl. Dewi Sartika No. 119, Bandung 40252, Jawa Barat Tel/Fax: (022) 520 87 23 E-mail: sinode@gkp.or.id Website: www.gkp.or.id 2. Nyanyian dalam Tata Ibadah ini dapat diganti dengan nyanyian yang biasa dipergunakan oleh gereja masing-masing. Singkatan yang digunakan: P = Pemimpin (Pendeta), J = Jemaat, KJ = Kidung Jemaat, PKJ = Pelengkap Kidung Jemaat. 3. Pesan Bulan Oikoumene 2012 dari MPH PGI sebaiknya dibacakan pada Kebaktian Minggu Oikoumene pada 27 Mei 2012 atau pada kesempatan Kebaktian Oikoumene lainnya. 4. Spanduk Bulan Oikoumene dengan tema dapat dibuat dan dipasang di tempat yang mudah dibaca warga jemaat.

menjadi anggota Dewan Gereja-gereja se-Dunia (WCC). 2.4. Masa Pemantapan dan Kesadaran akan Perannya di Dunia (1966-1979) Mulai tahun 1966 terjadi pembaruan dan perubahan dalam kehidupan Gereja Kristen Pasundan. Fungsi dan perannya sebagai Gereja yang diutus ke dalam dunia untuk kepentingan dunia mulai dihayati dan dilaksanakan. Gereja membuka diri terhadap dunia. Faktor-faktor yang mendorong GKP untuk semakin menyadari perannya di dunia antara lain keanggotaan (warga jemaat) yang sudah heterogen baik latar belakang etnis maupun latar belakang pendidikan dan pekerjaannya; para pemimpin GKP yang berlatar belakang pendidikan di lembaga pendidikan teologi dan pengalaman oikumenis sejak tahun 1950. Mulai tahun 1966 pimpinan inti adalah tamatan Perguruan Tinggi Teologi yang telah dipersiapkan secara khusus. Dengan demikian mereka lebih mampu merefleksikan makna panggilan gereja di dunia secara teologis. Pengalaman oikumenis sejak tahun 1950 juga memberi pengaruh positif dalam kehidupan GKP. Dalam rangka mengembangkan hubungan oikumenis yang sudah mulai dijalin, mulai tahun 1968 GKP menjalin hubungan dengan Basel Mission (sekarang Mission 21). Pada tahun 1970 GKP menjadi anggota WARC (Aliansi se-Dunia Gereja-gereja Reformd). GKP pernah membina hubungan dengan Gereja Presbiterian di New Zealand dan dengan Evangelisches Missionswerk in Sudwestdeutschland (EMS). Juga secara bilateral pernah mengadakan hubungan dengan GKI Jabar dan Gereja Kristen Evangelis (GKE). Hubungan dengan Gerejagereja yang bukan anggota PGI masih perlu dibina supaya terjadi hubungan yang baik dan sikap yang saling menghormati. 2.5. Masa Perkembangan lebih lanjut dalam Rangka Menjalankan Tugas Apostolatnya di Tengah Masyarakat, Bangsa, Negara, dan Dunia (1980sekarang) Gereja diutus oleh Tuhannya untuk berkarya di Dunia, yang dewasa ini bergerak dan berubah sangat cepat dengan segala harapannya dan persoalan yang muncul. Untuk melayani dan berkarya di Dunia yang demikian, GKP melakukan revitalisasi di semua perangkat kelembagaannya. Juga dilakukan optimalisasi di bidang daya dan dana. Berbagai macam peraturan dibuat demi menunjang pekerjaan pelayanannya. Tata Gereja mengalami beberapa kali revisi demi menunjang pelayanan GKP yang relevan dengan konteks pelayanannya. Sejak tahun 1980 disusun Program Dasar GKP dalam Sidang Sinode (dimulai di Karawang). Program Dasar itu menjadi pedoman dan landasan kerja bagi GKP dan seluruh bagiannya dalam menyusun programnya. Hal ini dilakukan agar ada keterpaduan kerja di lingkungan GKP dan seluruh bagiannya, termasuk di lingkungan Badan-badan Pelayanan GKP. Maksudnya adalah agar Tema dan Sub Tema serta keputusan-keputusan Sidang Sinode menjadi nyata dalam kehidupan serta gerak seluruh bagian GKP. Sekarang namanya adalah: Rencana Kerja Dasar Gereja Kristen Pasundan. Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia 16

5. Perayaan Bulan Oikoumene merupakan peringatan HUT PGI ke- 62 yang jatuh pada 25 Mei 2012.

dengan mendirikan beberapa desa Kristen yaitu Cideres (1882), Pengharepan di Cikembar (1886), Palalangon (1902), dan Tamiyang (1911). Setelah Tamiyang, zending tidak lagi mendirikan desa-desa Kristen. Pada waktu itu zending sudah menyadari bahwa dengan menempatkan orang-orang Kristen tersendiri, justru mereka tercabut dari masyarakat. Padahal mereka harus hidup dan bertumbuh di lingkungan masyarakatnya. II. Masa Gereja Kristen Pasundan Yang Berdiri sendiri (1934 - sekarang) 2.1 Masa Awal Kemandirian (1934 - 1941) Setelah selama sekitar 70 tahun bekerja di Jawa Barat- maka NZV menyatakan jemaat-jemaat asuhannya menjadi Gereja yang berdiri sendiri. Peresmiannya dilakukan di jemaat Bandung pada tanggal 14 November 1934. Nama gereja itu adalah : De Christelijkle Kerk van West Java (Gereja Kristen di Jawa Barat). Sebagai gereja muda, gereja ini harus bekerja untuk sungguh-sungguh berdiri sendiri sebagaimana dirumuskan oleh tokoh-tokoh zending: self support, self government dan self propagation. 2.2. Masa Penempaan Sebagai Gereja Yang Mandiri (1942 - 1949) Penempaan menjadi Gereja yang sungguh-sungguh mandiri terjadi melalui dua peristiwa penting dalam sejarah nasional, yaitu Masa Pendudukan Bala Tentara Jepang dan Masa Revolusi Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia yang diproklamasikan tanggal 17 Agustus 1945. Masa itu adalah masa yang sangat berat bagi gereja yang masih muda ini. Hal ini menjadi peluang dan kesempatan bagi GKP baik dalam hal kepemimpinan, organisasi dan keuangan gereja, melalui berbagai kesulitan dan ujian. 2.3. Masa Konsolidasi (1950 - 1965) Pada periode 1950-1965, terjadi pertambahan jumlah jemaat-jemaat GKP yang terjadi karena upaya pekabaran Injil dan perpindahan penduduk (mobilitas). Warga jemaat pun sudah mulai beragam (tidak lagi homogen misalnya hanya orang Sunda atau orang Jawa saja). Sebelumnya ada jemaatjemaat yang homogen dalam hal anggota jemaatnya, seperti Kampung Sawah, Gunung Putri, Cikembar dan Palalangon. Keheterogenitasan bukan hanya dalam hal latar belakang suku dan alam budayanya, tetapi juga dalam hal latar belakang pendidikan serta profesi warga jemaat. Keadaan ini akan turut berperan dalam perubahan dan pembaruan yang terjadi pada periode berikutnya. Pada periode ini GKP kembali membina hubungan dengan Gereja Hervormd Belanda, dan membangun hubungan dengan gereja-gereja dan lembaga-lembaga gerejawi lainnya, baik di dalam maupun di luar negeri. GKP turut serta dalam pembentukan Dewan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) pada tahun 1950. Pada waktu pembentukannya, doa dipimpin oleh Pdt. Takaleluman dari GKP sebagai pendeta tertua dari peserta yang hadir. Dengan gereja-gereja non-PGI, hubungan dilakukan melalui Badan Kerjasama Antar Gereja Setempat. Pada tahun 1959, GKP menjadi anggota Dewan Gereja-gereja Asia (CCA) dan pada tahun 1961 15 Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia

TATA IBADAH

TATA KEBAKTIAN MINGGU (Model III)

Selayang Pandang Perjalanan Gereja Kristen Pasundan* GKP yang sedia dan setia dalam bersikap dan berpendirian untuk membangun kehidupan bersama sebagai Anugerah Tuhan (bdk. Ul.6:1-3 dan Kol 2:7)

Persiapan : Majelis Jemaat dan Pelayan Firman berdoa di konsistori untuk pelayan kebaktian. Jemaat berdoa untuk memasuki kebaktian. Seorang anggota Majelis Jemaat : - Menyampaikan salam selamat datang dalam kebaktian, dilanjutkan dengan membacakan pokok-pokok Warta Jemaat. - Mengundang Jemaat berdiri untuk menyanyikan nyanyian persiapan memasuki kebaktian, sementara Majelis Jemaat dan Pelayan Firman memasuki ruang kebaktian. (KJ 8:1-3) Bagi-Mu Tuhan, Nyanyianku

I. Masa awal dan Masa Pelayanan Nederlandsche Zendingsvereeniging (NZV) Jemaat-jemaat Pasundan bertumbuh dan berkembang berkat pekerjaan pribadi-pribadi Kristen dan lembaga zending Nederlandsche Zendingsvereeniging (selanjutnya disingkat NZV). 1.1 Pekerjaan Orang-Perorangan Melalui pekerjaan mereka, lahirlah komunitas-komunitas Kristen di beberapa tempat. Orang perorang itu adalah: Adolf Muhlnickel (Cikuya, 1855), Pdt. E.W. King (Rehoboth, Jatinegara, 1862), Johannes Vrede (Cakung, 1869), Sperhack (Tangerang), Mr. F.L. Anthing dan para Penginjilnya. Mr. F.L. Anthing adalah orang pertama yang memahami bahwa upaya pekabaran Injil kepada penduduk pribumi harus dilakukan oleh orang-orang pribumi dengan cara pribumi pula. Inilah yang dilakukan Anthing dalam mengabarkan injil di tanah Pasundan. 1.2 Masa Pelayanan Nederlandsche Zendingsvereeniging (NZV) Suatu ciri umum dalam pekerjaan zending, termasuk NZV, adalah menyelenggarakan pelayanan di bidang pendidikan (mendirikan sekolah-sekolah) dan menyelenggarakan pelayanan kesehatan/pengobatan (mendirikan rumah sakit dan poliklinik). Mula-mula kedua bentuk pelayanan itu dilihat sebagai alat pekabaran Injil, yaitu sebagai alat kontak dengan penduduk pribumi. Juga untuk memenangkan kepercayaan penduduk pribumi. Tetapi di samping itu juga didorong oleh cinta kasih melihat penderitaan penduduk pribumi. Kedua bentuk pelayanan tersebut dilihat sebagai upaya untuk menolong penduduk pribumi mengatasi penderitaannya. Mula-mula zending NZV tidak punya konsepsi untuk mengikut sertakan orang-orang Kristen pribumi dalam pekerjaan pekabaran Injil mereka. Setiap zendeling bekerja sendiri di wilayah pelayanannya. Tetapi mulai tahun 1875 P.N. Gijsman mengikut sertakan orang pribumi dalam pekerjaannya. Sejak waktu itu semua zendeling mengangkat orang Kristen pribumi untuk membantunya mengabarkan Injil. Ketika seseorang menjadi Kristen pada umumnya diasingkan dari lingkungan masyarakat dan diputuskan dari sumber nafkah mereka. Mereka pun seringkali mendapat hambatan dan intimidasi, baik dari para pemimpin agama, pemimpin masyarakat maupun pejabat pribumi. Kemudian zending membantu mereka Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia 14

Bagi-Mu Tuhan, nyanyianku, karna setara-Mu siapakah? Hendak kupuji Kau Selalu, padaku Roh Kudus berikanlah Supaya dalam Kristus Putra-Mu kidungku berkenan kepada-Mu O, tuntun aku ke putra-Mu, agar pada-Mu ku dituntun-Nya Dan Roh-Mu diam dalam rohku, membuat mata hatiku cerah Sehingga kurasakan damai-Mu dan kuungkapkan kidungku Beri berkat-Mu, Maha Tuhan, agar benar kudus pujianku Dan doa juga kulagukan di dalam Roh dan Kebenaran-Mu Jiwaku pun pada-Mu bersyukur, bersama bala sorga bermazmur
PERJUMPAAN DENGAN ALLAH DAN SESAMA DI DALAM PERSEKUTUAN 1. PENEGUHAN KEBAKTIAN DAN SALAM PERSEKUTUAN

PF: Marilah kita masuk ke dalam kebaktian dengan mata dan hati yang tertuju ke hadirat Allah Maha Kudus, sumber hidup kita.
MJ: Tengadahkanlah wajah dan jiwa kepada Allah yang penuh dengan
1 Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia

sikap kritis terhadap proses perumusan dan pemberlakuan kebijakan ekonomi, serta sikap hidup jujur, hemat, dan kerja keras. Seluruh peri-laku itu harus mewujud di dalam kehidupan pribadi, keluarga, komunitas, masyarakat dan negara, seraya tetap waspada atas dampak-dampak negatif dari sistem ekonomi pasar bebas dan (neo)-kapitalisme, dan mendorong upaya-upaya ekonomi yang berkeadilan.

Ketiga, menanggapi panggilan Allah bagi gereja untuk memihak kepada kehidupan, baik dalam relasi oikoumenis mau pun dalam relasi dengan sesama ciptaan. Ini berarti gereja-gereja dan gerakan oikoumenis diminta untuk memberi perhatian yang lebih serius kepada realitas-realitas ketimpangan yang ada, misalnya daerah-daerah tertinggal dan perbatasan, pekerja migran, perdagangan manusia, orang berkebutuhan khusus, korban bencana alam, dan semua mereka yang menderita. Kepedulian terhadap lingkungan perlu semakin ditingkatkan dan diarahkan kepada pencegahan pengrusakan alam, eksploitasi sumber daya alam, polusi dan pemanasan global, sehingga bumi ini benar-benar menjadi rumah (oikos) bersama.
Demikianlah pesan dan harapan di Bulan Oikoumene 2012 ini. Tuhan kiranya memberkati segala upaya kita dalam mewujudkan keesaan gerejagereja Tuhan di Indonesia. Selamat merayakan Bulan Oikoumene 2012. Jakarta, Mei 2012 Atas nama, MAJELIS PEKERJA HARIAN PGI

rakhmat dan belas kasihan. PF: Gerakanlah semangat dan tangan bagi kemuliaan Allah, sumber kekuatan kita. MJ: Bukalah pikiran dan rangkailah kata untuk memuji Allah, Allah adalah penolong dan penyelamat kita. PF: Pertolongan Allah Bapa sudah diberikan kepada kita dengan penyelamatan oleh Yesus Kristus. Oleh karena itu, damai sejahtera kiranya tercurah ke atas Saudara-saudara di dalam persekutuan yang dibangun oleh Roh Kudus. J: Terpujilah Allah yang telah mengasihi kita di dalam Yesus Kristus dan yang telah mempersatukan kita di dalam karya Roh Kudus. 2. TUNTUNAN FIRMAN TUHAN PF: Manusia hidup tidak dari roti saja, melainkan dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah. Oleh sebab itu dengarkanlah firman Tuhan dalam nats pembimbing pada kebaktian hari ini: Kisah Rasul 2:1-12 atau Yehezkiel 37:1-14. 3. NYANYIAN JEMAAT (Jemaat berdiri) (nyanyian yang mengungkapkan persekutuan dengan Allah dan dengan sesama anggota Jemaat; bisa dinyanyikan dengan bersahutan antara pria dan wanita) PKJ. 93:1-2 Sungguh Agunglah Rahasia Ibadah

Pdt.Dr.Andreas A.Yewangoe Ketua Umum

Pdt.Gomar Gultom, M.Th Sekretaris Umum

Sungguh agunglah rahsia ibadah gereja Amat dalamlah maknanya bagi orang beriman Tuhan menyatakan Diri dalam rupa manusia Disalibkan, dibangkitkan, dibenarkan dalam Roh Tuhan menampakkan diri pada malak di sorga Dikabarkan pada bangsa-bangsa yang belum kenal Dipercaya oleh umat-Nya di dalam dunia Dan diangkat naik ke dalam kemuliaan Ilahi

13 Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia

Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia 2

KERINDUAN HIDUP DEKAT DENGAN ALLAH 4. KERENDAHAN MANUSIA Pengakuan dosa PF: Allah menghendaki agar manusia selalu berada dekat denganNya. Yesus Kristus berkata: Tinggallah di dalam Aku dan Aku tinggal di dalam kamu, sehingga kamu berbuah di dalam kehidupan. Sebab diluar Aku, kamu tidak dapat berbuat apaapa (Yoh 15: 4,5) Jikalau manusia menjauhi Allah dan berada di luar Allah, maka manusia akan kehilangan pengenalan akan Allah dan kehendakNya. Pikiran, perkataan dan perbuatan manusia akan dicemari oleh kehendak yang tidak terkendali, sehingga mencemari dirinya, sesamanya, dan kehidupan milik Allah. Inilah dosa manusia yang bila dibiarkan akan menjerat dan membinasakan manusia itu sendiri. Kenyataan itu sangat menyakitkan hati Allah, karena manusia akan mengalami kebinasaan. Namun Allah tidak menghendaki manusia binasa di dalam dosa, melainkan Allah menghendaki agar manusia tetap hidup. Karena itulah Allah memanggil kita, manusia berdosa ini, untuk datang mendekat kepada-Nya agar kita memiliki hidup dalam kelimpahan anugerah-Nya (Yoh 10:10). Marilah kita datang mendekat dengan mengakui segala dosa kita di hadapan hadirat Allah :

4. Apabila gereja-gereja menyatakan keadilan dan perdamaian, maka itulah refleksi dari wujud keberpihakan Allah kepada kehidupan semua makhluk ciptaan-Nya, lebih-lebih terhadap yang menderita, tersisih, dan tertindas. Dalam konteks bangsa kita, wujud keberpihakan ini mesti diarahkan kepada orang-orang miskin, penganut agama-agama yang tidak leluasa menyatakan imannya di muka umum karena tekanan-tekanan, penduduk daerah-daerah tertinggal dan yang mendiami wilayah-wilayah perbatasan, para pekerja migran, mereka yang berkebutuhan khusus, korban bencana alam, orang-orang yang hidup dengan HIV/AIDS, LGBT (lesbian, gay, biseksual, transjender/ transseksual), kaum perempuan yang mengalami diskriminasi dan penindasan, para korban perdagangan manusia, dan semua yang mengalami penderitaan dalam jenis apapun. Kepeduliaan terhadap lingkungan yang adalah penunjang kehidupan harus diarahkan kepada pencegahan perusakan hutan tropis, pemusnahan margasatwa, eksploitasi sumber daya alam, polusi dan pemanasan global. 5. Gerakan oikoumene kita memang telah menempatkan kita dalam arakarakan bersama. Namun harus diakui, kebanyakan praktek beroikoumene kita cenderung masih sebatas seremonial. Maka adalah tantangan dan panggilan kita bagaimana gerakan oikoumene mewujud juga dalam karya-karya sosial yang menjawab kebutuhan gereja dan masyarakat. Gejala-gejala perpecahan di dalam gereja tentulah menyumbang secara negatif terhadap upaya kebersamaan di dalam aksi ini. Karena itu dalam semangat kebersamaan gereja-gereja Tuhan, kiranya perayaan Bulan Oikoumene ini kembali menjadi momentum yang mengingatkan kesejatian panggilan kita selaku Tubuh Kristus, yaitu menjadi satu. Pada akhirnya, dalam momentum perayaan ini dan dengan semangat peringatan hari pencurahan Roh Kudus (Pentakosta) ini kami mengajak gereja-gereja untuk: lelah memperkuat persekutuan di dalam wadah PGI guna mewujudkan Gereja Kristen Yang Esa. Piagam Saling Mengakui dan Saling Menerima (PSMSM) yang telah disepekati bersama tetap menjadi kerangka acuan kita bersama. Seraya kita juga percaya bahwa semua warga gereja, khsususnya generasi muda, perlu diberi kesempatan untuk mengembangkan semangat oikoumenis melalui berbagai cara.

~ Saat teduh untuk pengakuan dosa pribadi ~


P: (menyampaikan Doa pengakuan dosa dan permohonan pengampunan.). J: (Menyambut dengan nyanyian pengakuan dan permohonan pengampunan dosa : KJ. 29:1-4 Di Muka Tuhan Yesus

Pertama, semakin memantapkan langkah bersama tanpa mengenal

Di muka Tuhan Yesus betapa hina diriku Kubawa kerinduanku di muka Tuhan Yesus Di muka Tuhan Yesus tersungkur karna dosaku Kubuka kerinduanku di muka Tuhan Yesus
3 Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia

Kedua, menyatakan sikap pemihakan yang jelas terhadap orang miskin,


Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia 12

bersama. 2. Pilihan tema Bulan Oikoumene tahun ini didorong oleh kondisi dan situasi masyarakat, bangsa dan negara kita, yang di dalamnya kita bersaksi dan melayani. Secara khusus, Konsultasi Teologi yang baru saja diselenggarakan ikut mengilhami pemilihan tema ini. Berbagai peristiwa penting yang terjadi akhir-akhir ini, mau tidak mau menuntut peranan gereja untuk bersaksi di dalamnya. Dipanggil untuk terus menyatakan keadilan dan perdamaian, diilhami oleh nasihat Rasul Paulus kepada jemaat di Filipi, khususnya Filipi 4:8, Jadi akhirnya, saudara-saudara,

Di muka Tuhan Yesus ku insaf akan salahku Bertobat kini hatiku di muka Tuhan Yesus Di muka Tuhan Yesus kudapat kasih sayang-Nya Hatiku pasrah berserah di muka Tuhan Yesus

semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. Rasul
Paulus mendorong pemikiran dan perilaku berdasarkan etika kristiani. Apa yang benar, apa yang adil, apa yang patut, semuanya itu mestinya bukan sekadar dipikirkan, tetapi sekaligus dilakukan oleh orang-orang percaya di manapun berada. Panggilan mewujudkan keadilan dan perdamaian melampaui batas-batas denominasi dan gereja. Bahkan inilah panggilan kenabian gereja di tengah-tengah dunia yang terus bergumul dengan perjuangan mewujudkan keadilan dan perdamaian. Kita percaya, dengan curahan Roh Kudus, gereja-gereja di Indonesia dimampukan berlaku dan bertindak atas dasar etika kristiani tersebut, di mana keadilan dan perdamaian dinyatakan.

5. KASIH ALLAH KEPADA MANUSIA Anugerah Pengampunan PF: Sidang Jemaat yang berbahagia, Kesungguhan penyesalan kita akan disambut oleh Allah, sebab Allah yang kita kenal adalah kasih ada-Nya (1 Yoh 4:8). Allah akan membuka hati-Nya bagi setiap orang yang juga membuka hatinya dengan tulus ikhlas kepada-Nya. Allah bersedia mengampuni setiap orang yang datang mendekat kepada-Nya, sebagaimana firman Allah menyatakan : (Pel. Firman membacakan bagian Alkitab tertentu tentang pengampunan dosa) Pernyataan Syukur dan penyerahan diri ke dalam hidup baru MJ: Tuhan telah melakukan karya besar bagi kita, maka kita bersukacita

3. Masyarakat, bangsa dan negara kita sedang berada dalam pergumulan besar. Khususnya di bidang perekonomian dicatat adanya kemajuan besar. Tetapi pada saat yang sama jumlah orang-orang miskin makin bertambah. Ini mengindikasikan bahwa pembangunan ekonomi tidak berpihak kepada orang-orang miskin dan yang lemah secara ekonomis. Peristiwa yang baru saja kita alami berupa unjuk rasa di mana-mana sebagai protes terhadap rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak memperlihatkan kebenaran sinyalemen ini. Kita mendorong pemerintah dan semua pengambil keputusan di negeri ini untuk lebih berpihak kepada kepentingan rakyat. Alkitab menyaksikan bahwa Allah selalu berpihak kepada yang lemah dan tidak berdaya. Secara eksplisit Allah memerintahkan para pemimpin untuk melepaskan orang miskin yang berteriak minta tolong, orang yang tertindasorang lemah, dan orang miskin (Mz. 72:12-14). Bahkan lebih tegas lagi dilarang untuk memeras pekerja harian yang miskin dan menderita (Ul.4:37-40; Yer.29:7).
11 Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia

---------- Saat Teduh ---------Ya Tuhan, Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan sembah kami, karena kemurahanMu yang penuh kerelaan telah menebus kami dari dosa sehingga kami diselamatkan dari kebinasaan.

---------- Saat Teduh ---------Terimalah syukur dan pujian kami, serta bimbinglah kami memasuki kehidupan yang baru dalam karunia Yesus Kristus. : (Jemaat berdiri dan menyanyikan KJ 406 : 1)

Ya Tuhan, bimbing aku Ya Tuhan bimbing aku di jalanku Sehingga kuselalu bersama-Mu Engganlah kumelangkah setapakpun Pabila Kau tak ada di sampingku
Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia 4

Pembacaan MAZMUR 104:24-35 b 6. FIRMAN ALLAH ROTI KEHIDUPAN (duduk) Doa permohonan bimbingan Roh Kudus Pembacaan Alkitab : Kisah Para Rasul 2: 1-12 & Filipi 4: 2-9 (Setelah pembacaan Alkitab): PF: Berbahagialah setiap orang yang mendengar Firman Tuhan dan memelihara serta melakukan di dalam kehidupannya. Haleluya/Hosiana*/Maranatha** J: Haleluya Kotbah Saat Teduh (diiringi organ, dilanjutkan dengan Paduan Suara) *** 7. DOA SYAFAAT Permohonan bimbingan Tuhan untuk melaksanakan Firman-Nya Mendoakan: Jemaat dan warganya, gereja-gereja dan kehidupan oikumenis; Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia, masyarakat, bangsa negara, pemerintahan dan kehidupan dunia pada umumnya.

PESAN BULAN OIKOUMENE 2012


DIPANGGIL UNTUK TERUS MENYATAKAN KEADILAN DAN PERDAMAIAN (bdk. Filipi 4:8)
Saudara-saudari warga gereja yang dikasihi Kristus! Salam Sejahtera, 1. Puji dan syukur kita haturkan kepada Tuhan Yesus Kristus, Sang Kepala Gereja, yang karena kasih dan kemurahan-Nya telah menghantar kita memasuki Bulan Oikoumene 2012. Bulan ini mengandung arti penting dan mendasar bagi kita, karena lagi-lagi kita diingatkan terhadap komitmen dan tekad gereja-gereja mewujudkan Gereja Kristen Yang Esa di Indonesia sebagaimana dinyatakan pada pembentukan Dewan Gereja-gereja di Indonesia (DGI), 25 Mei 1950. Pembentukan DGI tersebut telah ikut mendorong ke arah persatuan dan kesatuan bangsa, yang pada tahun-tahun itu masih gamang dengan keindonesiaannya. Kendati gereja-gereja berbeda-beda dari segi teologi, eklesiologi, suku dan etnis, namun telah berusaha untuk membuka diri satu terhadap yang lainnya dan terus berjalan bersama dalam arak-arakan oikoumene. Gereja-gereja berusaha menampilkan kesatuan yang utuh, sehingga kesaksian dan pelayanannya dapat diwujudkan lebih nyata di tengah-tengah masyarakat, bangsa dan negara Indonesia. Ketika PGI (semula bernama DGI) sekarang berusia 62 tahun, 88 sinode gereja telah bergabung di dalamnya. Fakta ini sungguh memperkaya kehidupan beroikoumene, kendati doa Yesus, supaya mereka menjadi satu (Yoh.17:21) belum sepenuhnya terpenuhi. Namun kita bertekad untuk tidak mempertentangkan perbedaan-perbedaan di antara kita. Sebaliknya, kita memahaminya sebagai kekayaan bersama. Oikoumene in action terus kita laksanakan, seraya menerima berbagai konsensus dan komitmen bersama sebagaimana antara lain termaktub dalam Dokumen Keesaan Gereja. Kita juga belajar terbuka kepada saudara-saudari umat beriman lain yang tidak tergabung di dalam PGI. Pada tanggal 7 Oktober 2011, bertepatan dengan diselenggarakannya Pertemuan II Global Christian Forum di Manado, Indonesia, secara bersama-sama kita telah mendeklarasikan Forum Umat Kristen Indonesia (FUKI) sebagai wujud saling membagi kekayaan spiritual
Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia 10

Di akhir doa, Pelayan mengucapkan : seluruh doa ini kami naikkan dalam nama Yesus Kristus. Pada kesempatan ini kami juga ingin berdoa sebagaimana yang diajarkan oleh Tuhan Yesus.. ( bersama Jemaat mengucapkan Doa Bapa Kami).
UNGKAPAN SYUKUR JEMAAT KARENA PERJUMPAAN DENGAN ALLAH DI DALAM PERSEKUTUAN 8. PERSEMBAHAN PUJIAN : Paduan Suara/Vocal Group/Solo 9. PERSEMBAHAN SYUKUR : (Majelis Jemaat) Ajakan memberikan persembahan syukur (membacakan : Amsal 3:510, atau Matius 5:7 dengan II Korintus 9:10,11 atau ayat Alkitab yang lainnya) Persembahan Syukur diiringi nyanyian Jemaat: PKJ. 264:1-3 Apalah

Arti Ibadahmu

5 Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia

Tentang PGI
Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia berdiri 25 Mei 1950. Saat itu, gereja-gereja di Indonesia mempunyai visi baru tentang persekutuan umat Kristen, yaitu gereja yang esa. Visi yang sama juga sedang berkembang di dunia international. Kehadiran PGI dibutuhkan terutama sebagai tempat bermusyawarah & berusaha bersama menampilkan keesaan gereja bagi anggotanya yang sekarang berjumlah 88 sinode. PGI hadir sebagai suatu gerak dan bukan sekadar ada saja. Persekutuan ini penuh dengan aksi dan dinamika, karyanya diarahkan pada penyelamatan dunia dengan manusia yang mendiaminya. Landasannya ialah keadilan, perdamaian dan keutuhan ciptaan. PGI memakai lambang yang sama dengan Dewan Gereja-Gereja se -Dunia (DGD), menandai keesaan dalam usaha, kerja dan doa. Lambang ini adalah salah satu lambang tertua dari gereja, berupa: sebuah Kapal yang tengah berlayar di seluruh perairan dunia dengan muatan tertentu yaitu Iman, Persekutuan dan Pengharapan. Di tengah-tengah kapal OIKOUMENE itu tertanam sebuah Salib. Kapal ini mengingatkan kita akan kapal yang dipergunakan Tuhan Yesus dan murid-murid hampir dua ribu tahun silam. Apa itu Oikoumene? Kata oikoumene berasal dari bahasa Yunani: oikos rumah, menos tinggal. Dalam kamus Yunani yang disusun oleh Barclay M. Nelwan Jr., dunia antara lain diterjemahkan sebagai kerajaan Romawi, didiami manusia. Pernah juga diartikan dunia yang beradab. Pengertian Kristen dalam hal ini berarti dunia yang termasuk Kerajaan Kristus. Dan pekerjaan yang bersifat oikoumenis berarti pekerjaan yang meliputi keseluruhan dunia Kristen. Bagian yang terpenting yang ditampilkan dalam pekerjaan oikoumenis ialah persatuan dan persekutuannya, sekalipun ada perbedaan antara gereja-gereja Kristen.

Apalah arti ibadahmu kepada Tuhan, Bila tiada rela sujud dan syukur Apalah arti ibadahmu kepada Tuhan Bila tiada hati tulus dan syukur Reff. Ibadah sejati jadikanlah persembahan badah sejati kasihilah sesamamu Ibadah sejati yang berkenan bagi Tuhan Jujur dan tulus ibadah murni bagi Tuhan Marilah ikut melayani orang berkeluh Agar iman tetap kuat serta teguh Itulah tugas pelayanan juga panggilan
Persembahan yang berkenan bagi Tuhan (kembali ke reff.)

Berbahagia orang yang hidup beribadah Yang melayani orang susah dan lemah Dan penuh kasih menolong orang yang terbeban Itulah tanggung jawab orang beriman Jemaat berdiri. Penyerahan persembahan dalam doa.
TEKAD UNTUK HIDUP BERSEKUTU DENGAN ALLAH DAN MENJALIN PERSAUDARAAN DENGAN SESAMA DI DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI 10. PENGAKUAN IMAN : (Jemaat berdiri) MJ : Marilah kita mengikrarkan pengakuan iman percaya bersama dengan gereja dari segala abad dan tempat. Kita berikrar demikian : 11. NYANYIAN PENUTUP : PKJ. 98:1,2 Ya Roh Kudus, Baharuilah (Jemaat berdiri)

Oikoumene berhak menyebut dirinya oikoumene sejauh keberadaannya berfungsi memberitakan Injil dan bersaksi di dalam dunia.
9 Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia

Ya Roh Kudus baharuilah dan Persatukanlah kami Sadarkanlah kami ikut kehendakMu wujudkan keesaan Ya Roh Kudus baharuilah dan Persatukan kami
Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia 6

Dalam satu greja yang terus bersaksi di kancah dunia Ya Roh Kudus baharuilah dan persatukanlah kami Tuntun hidup kami saling mengasihi dan jauhkan perpecahan Ya Roh Kudus baharuilah dan persatukanlah kami Sambut doa kami dalam perjuangan di kancah dunia
12. PENGUTUSAN DAN BERKAT PF: Kepadamu telah diberitahukan apa yang baik dan apa yang dituntut Tuhan, yaitu: berlaku adil, mencintai kesetiaan dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allah. Upayakan dan tunaikanlah panggilan yang dikehendaki oleh Tuhan itu. Teguhkanlah hatimu dengan keyakinan bahwa Allah sesunggunya berkenan menolong dan memberkatimu:

Allah berjalan di depan untuk menuntun engkau. Allah berjalan di belakang untuk menguatkan engkau. Allah ada di sekelilingmu untuk menjaga dan memelihara engkau, sekarang dan selamananya, Haleluya, Amin.
J: 1 . 2 3 5/6 .7 1 .7/ 1 . 7 6 5 / Ha- le -luya Ha le lu ya, ha le -lu ya. 5 . 1 2 3 4 / 3 . 5 1 5 / 6 . 5 . / 4 . 3 . / 2 . 1 // ha- lelu ya, ha le lu ya! A min a -min, a ---min!

LAMPIRAN

SAAT TEDUH (dilanjutkan dengan saling bersalaman antar anggota, pelayan Firman dan Majelis Jemaat menuju pintu keluar untuk bersalaman dengan jemaat) Catatan :

Paduan Suara agar disiapkan dan sedapat mungkin disesuaikan dengan


tema khotbah atau hal khusus dalam kebaktian.

7 Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia