Point 9 Dan Indikator 10
Indikator
Satuan pendidikan memiliki Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) yang disusun dan
dikembangkan dengan mengacu pada kebijakan serta kurikulum nasional, dengan
mempertimbangkan karakteristik satuan pendidikan, potensi lingkungan, dan kebutuhan belajar
peserta didik. KSP menjadi rujukan dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran.
Pengembangan kurikulum dilakukan secara kolaboratif oleh kepala sekolah, guru, dan tim
kurikulum melalui analisis karakteristik peserta didik, hasil asesmen, serta evaluasi pelaksanaan
pembelajaran. Kurikulum memuat tujuan pembelajaran yang mendukung pengembangan
pengetahuan, keterampilan, karakter, dan dimensi profil lulusan. Evaluasi kurikulum dilakukan
secara berkala melalui refleksi guru, hasil asesmen, supervisi akademik, dan rapat evaluasi untuk
melakukan perbaikan program pembelajaran. Hasil evaluasi digunakan sebagai dasar
penyesuaian strategi, kegiatan, dan program pembelajaran agar semakin relevan dengan
kebutuhan peserta didik.
Untuk Identifikasi Bukti Kinerja Lain, sebaiknya mencantumkan bukti yang benar-benar
tersedia dan dapat ditunjukkan saat visitasi, misalnya:
Catatan: Untuk kolom tautan, masukkan tautan Google Drive/OneDrive sekolah yang benar-
benar dapat diakses asesor. Jangan membuat tautan fiktif.
Point 10
Indikator
Satuan pendidikan membangun iklim kebinekaan melalui pembiasaan sikap saling menghargai,
toleransi, gotong royong, dan penerimaan terhadap perbedaan budaya, sosial, agama, serta
karakter peserta didik. Nilai kebinekaan diintegrasikan dalam pembelajaran, kegiatan
kokurikuler, kegiatan keagamaan, projek, dan budaya sekolah. Setiap peserta didik diberikan
kesempatan yang setara untuk berpartisipasi, menyampaikan pendapat, mengembangkan potensi,
serta menjalankan ibadah sesuai agama dan keyakinannya dengan tetap menghormati warga
sekolah lainnya. Guru dan tenaga kependidikan menjadi teladan dalam berinteraksi secara adil
tanpa membedakan latar belakang maupun jenis kelamin. Sekolah juga membangun kesadaran
kesetaraan gender dengan memberikan kesempatan yang sama kepada peserta didik laki-laki dan
perempuan dalam belajar, memimpin kegiatan, berorganisasi, berolahraga, dan mengembangkan
minat serta bakat. Pemantauan dilakukan melalui observasi, refleksi, komunikasi dengan orang
tua, dan evaluasi budaya sekolah.
1. Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) yang memuat nilai kebinekaan, toleransi, dan
kesetaraan.
2. Rencana Kerja Tahunan (RKT)/RKAS yang memuat program penguatan karakter dan
budaya sekolah.
3. Tata tertib dan kesepakatan kelas yang mengatur sikap saling menghargai dan anti-
diskriminasi.
4. Modul ajar/RPP yang mengintegrasikan nilai toleransi, keberagaman, gotong royong,
dan kesetaraan gender.
5. Dokumentasi kegiatan keagamaan dan budaya di sekolah.
6. Dokumentasi kegiatan kokurikuler/projek yang melibatkan seluruh peserta didik
secara setara.
7. Foto atau dokumentasi suasana pembelajaran yang menunjukkan interaksi positif dan
inklusif.
8. Notulen rapat/refleksi guru terkait penguatan budaya sekolah.
9. Dokumentasi kegiatan peserta didik laki-laki dan perempuan dalam kepemimpinan,
olahraga, seni, dan kegiatan sekolah.
10. Hasil observasi atau catatan wali kelas/guru mengenai sikap toleransi dan interaksi
peserta didik.