Point 9 Dan Indikator 10

0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1 tayangan3 halaman
Dokumen ini menjelaskan pentingnya Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) yang relevan dengan kebutuhan belajar murid dan evaluasi berkala untuk perbaikan pembelajaran. Selain itu, dijelaskan juga tentang penciptaan iklim lingkungan belajar yang menghargai keberagaman, kesetaraan gender, dan hak sipil warga untuk beribadah. Identifikasi bukti kinerja lain disarankan untuk mendukung implementasi kurikulum dan iklim belajar yang positif.

Diunggah oleh

Dian Nafida
Lisensi
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Point 9

Indikator

 Kepemilikan kurikulum satuan pendidikan sebagai rujukan penyelenggaraan proses


pembelajaran
 Adanya mekanisme evaluasi terhadap penerapan kurikulum
 Kurikulum satuan pendidikan relevan dengan kebutuhan belajar murid dan visi misi
sekolah/madrasah

Deskripsi Kinerja Asesi

Satuan pendidikan memiliki Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) yang disusun dan
dikembangkan dengan mengacu pada kebijakan serta kurikulum nasional, dengan
mempertimbangkan karakteristik satuan pendidikan, potensi lingkungan, dan kebutuhan belajar
peserta didik. KSP menjadi rujukan dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran.
Pengembangan kurikulum dilakukan secara kolaboratif oleh kepala sekolah, guru, dan tim
kurikulum melalui analisis karakteristik peserta didik, hasil asesmen, serta evaluasi pelaksanaan
pembelajaran. Kurikulum memuat tujuan pembelajaran yang mendukung pengembangan
pengetahuan, keterampilan, karakter, dan dimensi profil lulusan. Evaluasi kurikulum dilakukan
secara berkala melalui refleksi guru, hasil asesmen, supervisi akademik, dan rapat evaluasi untuk
melakukan perbaikan program pembelajaran. Hasil evaluasi digunakan sebagai dasar
penyesuaian strategi, kegiatan, dan program pembelajaran agar semakin relevan dengan
kebutuhan peserta didik.

Untuk Identifikasi Bukti Kinerja Lain, sebaiknya mencantumkan bukti yang benar-benar
tersedia dan dapat ditunjukkan saat visitasi, misalnya:

 Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) Tahun Ajaran 2026/2027.


 SK Tim Pengembang Kurikulum.
 Dokumen analisis karakteristik satuan pendidikan.
 Hasil asesmen/analisis kebutuhan belajar peserta didik.
 Program kerja dan notulen rapat pengembangan/evaluasi kurikulum.
 Dokumen supervisi akademik kepala sekolah.
 Hasil refleksi dan evaluasi pembelajaran guru.
 Modul ajar/RPP yang menunjukkan penyesuaian pembelajaran berdasarkan kebutuhan
peserta didik.
 Dokumen program literasi, numerasi, kokurikuler, dan kegiatan penguatan karakter.
 Bukti revisi atau penyesuaian KSP berdasarkan hasil evaluasi tahun sebelumnya.

Catatan: Untuk kolom tautan, masukkan tautan Google Drive/OneDrive sekolah yang benar-
benar dapat diakses asesor. Jangan membuat tautan fiktif.
Point 10

Indikator

 Iklim lingkungan belajar membangun sikap positif terhadap keberagaman


 Iklim lingkungan belajar yang memfasilitasi hak sipil warga untuk beribadah dan
berbudaya
 Iklim lingkungan belajar membangun kesadaran terhadap kesetaraan gender

Deskripsi Kinerja Asesi

Satuan pendidikan membangun iklim kebinekaan melalui pembiasaan sikap saling menghargai,
toleransi, gotong royong, dan penerimaan terhadap perbedaan budaya, sosial, agama, serta
karakter peserta didik. Nilai kebinekaan diintegrasikan dalam pembelajaran, kegiatan
kokurikuler, kegiatan keagamaan, projek, dan budaya sekolah. Setiap peserta didik diberikan
kesempatan yang setara untuk berpartisipasi, menyampaikan pendapat, mengembangkan potensi,
serta menjalankan ibadah sesuai agama dan keyakinannya dengan tetap menghormati warga
sekolah lainnya. Guru dan tenaga kependidikan menjadi teladan dalam berinteraksi secara adil
tanpa membedakan latar belakang maupun jenis kelamin. Sekolah juga membangun kesadaran
kesetaraan gender dengan memberikan kesempatan yang sama kepada peserta didik laki-laki dan
perempuan dalam belajar, memimpin kegiatan, berorganisasi, berolahraga, dan mengembangkan
minat serta bakat. Pemantauan dilakukan melalui observasi, refleksi, komunikasi dengan orang
tua, dan evaluasi budaya sekolah.

Identifikasi Bukti Kinerja Lain

Bukti yang dapat disiapkan saat visitasi antara lain:

1. Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) yang memuat nilai kebinekaan, toleransi, dan
kesetaraan.
2. Rencana Kerja Tahunan (RKT)/RKAS yang memuat program penguatan karakter dan
budaya sekolah.
3. Tata tertib dan kesepakatan kelas yang mengatur sikap saling menghargai dan anti-
diskriminasi.
4. Modul ajar/RPP yang mengintegrasikan nilai toleransi, keberagaman, gotong royong,
dan kesetaraan gender.
5. Dokumentasi kegiatan keagamaan dan budaya di sekolah.
6. Dokumentasi kegiatan kokurikuler/projek yang melibatkan seluruh peserta didik
secara setara.
7. Foto atau dokumentasi suasana pembelajaran yang menunjukkan interaksi positif dan
inklusif.
8. Notulen rapat/refleksi guru terkait penguatan budaya sekolah.
9. Dokumentasi kegiatan peserta didik laki-laki dan perempuan dalam kepemimpinan,
olahraga, seni, dan kegiatan sekolah.
10. Hasil observasi atau catatan wali kelas/guru mengenai sikap toleransi dan interaksi
peserta didik.

Anda mungkin juga menyukai