Anda di halaman 1dari 37

Cara Pasang Antenna Parabola TV

Diposkan oleh webzonepslu di 20:44 .


Anda ingin mencoba memasang antenna parabola, baik itu buat Penerimaan TV Satelit maupun buat keperluan Grabbing Internet, tidak ada salahnya untuk sejenak sempatkan diri membacanya disini, bagaimana cara pemasangan antenna parabola yang baik dan langsung anda praktekkan dirumah.

I. Alat yang dibutuhkan (penting dan jangan sampai tidak dimiliki) Obeng, Spana (kunci inggris) , Kunci pass buat mengencangkan mur dan baut. Magnetic Compass (penentu arah Barat dan Timur secara tepat)

Water pass (lihat gambar) untuk pemasangan tiang supaya benar-benar tegak lurus.

II. Lokasi pemasangan Pasang antenna ditempat aman, jauhkan benda-benda termasuk dedaunan yang dapat menghalangi bidang pancaran satelit ke dish parabola anda (terutama pada bidang elevasi timur dan barat) biasanya antenna parabola dipasang di atas atap rumah.

III. Peralatan Antenna LNB C Band atau Ku Band

Dish (parabola reflektor) Penyangga tiang yang dapat di setel.

Perlu diketahui sebenarnya yang benar-benar antenna disini adalah alat kecil yang ada dalam LNB berbentuk seperti jarum (paku kecil) posisi cross antara vertical dan horizontal guna menentukan polarisasi pancaran.

Sedangkan dish parabola hanya sebagai reflektor signal masuk dari satelit ke arah LNB (feedhorn) tersebut.

Bentuk Parabola memang dibuat khusus melengkung dan dan setiap titik lengkung telah diukur dengan sudut tertentu sehingga pantulan (refleksi) signal akan terfokus ke LNB, Jadi jangan terlalu khawatir dengan dish parabola yang telah anda beli di pasar, namun khawatirlah pada anda sendiri apakah yakin bisa memasang antenna tersebut dengan sempurna, nah untuk yakin dapat memasang antenna tersebut sebaiknya cermati cara dibawah ini. Pasang tiang antenna terserah dimana saja yang penting arah dish bebas hambatan. Pastikan Tiang antenna tegak lurus (Penting !!), gunakan peralatan ukur seperti water pass, atau benang bandul yang biasa dipake tukang mendirikan tiang rumah. Pastikan tiang antena kuat dan tahan goncangan dan tidak goyang jika perlu dicor menggunakan semen, atau disangga dan kokoh, kemudian pasang bracket dish parabola dan letakkan diatas tiang bersamaan dengan dish, ingat arah pergerakan dish Parabola harus ke arah Timur dan Barat tidak kearah lainnya dan itulah gunanya magnetic compass.

Posisi Parabola di daerah garis khatulistiwa sangat menguntungkan karena tidak perlu mengatur elevasi Utara-Selatan Jika telah yakin kemudian pasang penyangga LNB dan segera pasang LNB secara bersamaan.

Pada pemasangan NLB ikuti arah Barat atau timur untuk titik O yang ada di LNB arahkan titik O tersebut ke arah Barat atau timur sesuai Elevasi antenna.

Pastikan LNB menghadap ke arah titik tengah dish secara tepat dan jangan miring kekiri atau ke kanan, jangan lupa kencangkan semua baut.

Untuk pemasangan LNB lebih dari satu anda cukup melihat contoh gambar yang ada dan cara pemasangan tetap sama hanya bentuknya saja kelihatan sedikit aneh, atau gunakan Motor (positioner dan actuator) antenna jika tidak ingin LNB terlalu banyak dan dengan positioner dan actuator tersebut anda akan mendapat siaran yang lebih banyak karena akan lebih banyak satelit yang didapat.

Gunakan splitter yaitu alat pencampur beberapa LNB sehingga keluaran ke Receiver hanya menggunakan 1 buah kabel. lihat contoh gambar dibawah ini:

Kemudian dilanjutkan dengan memasang kabel antenna pastikan socket antenna terpasang benar dan kencang kemudian gunakan isolatip yang bagus, jika perlu pake isolatip tarik untuk mencegah korosi pada pangkal kabel, bisa juga menggunakan penutup LNB untuk lebih aman dari embun maupun hujan, tapi ingat tutup yang di bagian atas saja jangan menutup bagian bawah LNB.

Ikatlah kabel di penyangga LNB agar kelihatan rapi, dan kabel disekitar dish seharusnya di longgarkan dan pada posisi yang aman sesuai ruang gerak agar tidak mengganggu pergerakan dish.

Tahap berikutnya adalah melakukan pencarian signal satelit sebagai patokan adalah Satelit Palapa karena mempunyai sudut elevasi dan sebagai patokan untuk pencarian satelit lainnya yang mempunyai sudut elevasi berbeda namun dengan elevasi pergerakan yang sama.

Gunakan Receiver yang dapat mencari intensitas signal dan kanal tv otomatis, saat ini reveiver jenis ini sudah sangat banyak dijual dan dengan harga yang relatip murah. Pada receiver biasanya terdapat tombol Search pada remote control dan biasanya akan tampil Bar intensitas dan kwalitas signal, gerakkan dish parabola ke barat atau ketimur dengan pelan dan seksama, perhatikan intensitas signal satelit (kuatnya intensitas disini adalah sebagai penentu keberadaan satelit di setiap orbitnya dan letak satelit biasanya berurutan) namun perlu diingat walaupun letak satelit di angkasa berjauhan namun pada pusat bumi jarak pergeseran tersebut sangat sempit) kemudian jika intensitas signal dianggap cukup besar maka beralihlah ke menu pengaturan satelit dan kemudian pilih pencarian otomatis, pilih menu cari semua atau bebas (FTA) dan tekan tombol oke dan biasanya akan kita dapat kanal tv lengkap dengan nama stasiunnya, jika telah selesai tinggal di simpan dan jangan lupa beri nama untuk Satelit tersebut. Jika proses ini selesai maka anda dianggap sudah dapat mencari kanal tv yang lainnya dengan cara yang sama sambil menggerakkan arah antenna ke posisi lainnya. Dan jangan lupa menandai sudut elevasi dari satelit yang sudah anda dapatkan atau jika menggunakan positioner dan actuator dish anda hanya tinggal melakukan penyimpanan memori untuk setiap satelit yang didapat.

Selamat mencoba, semoga berhasil.

CARA PASANG PARABOLA


Posted: Sep 11, 2007 in TENTANG SATELIT

408

by Arman Yusuf modified

Berikut adalah material yang saya siapkan sebelum kegiatan ini dimulai :

Satu set piringan parabola, prime focus, 115 cm. Di titik tengah parabola, kedalamannya adalah 18 cm.

C Band Low Noise Block Fedhorn (LNBF) yang fungsinya sebagai transverter dari input 3,4 4,2 GHz menj

adi output 0,95 1,75 GHz dengan bantuan Local Oscillator (LO) 5,15 GHz. Banyak orang menyebutnya sebagai Feedhorn atau LNB saja.

Kabel koaksial khusus 75 penghubung dari LNBF ke Set-Top Box (STB) lengkap dengan jacknya.

Digital STB. Gunanya untuk menala sinyal keluaran LNBF, mendecode sinyal dan menghasilkan komponen audio + video yang siap diumpankan ke televisi. Saya menggunakan @Metabox I (http://www.metaware.co.kr) karena kualitas yang baik serta firmwarenya bisa diupdate dengan mudah. Di pasaran, banyak sekali STB ditawarkan, mulai dari kelas Free-to-Air Digital STB (menangkap siaran gratis seperti siaran televisi swasta nasional) sampai yang sanggup membuka Pay Television (siaran teracak, harus berlangganan misalnya siaran IndoVision). Televisi yang memiliki RCA/AV Input (3 kabel: 1 video + 2 stereo audio). Bila Anda memiliki perangkat Home Theatre yang mendukung Dolby Prologic II, suara stereo yang diterima dapat dialihkan ke Home Theatre sehingga siaran yang dibuat dalam tata suara surround (biasanya film-film dengan label DTS, Dolby Surround atau THX) dapat disuarakan bak bioskop pribadi .

Setelah semua disiapkan, Anda harus mencatat data berikut:

Satelit yang akan kita tala. Demi kemudahan, mari kita tala satelit AsiaSat 3S yang berlokasi di 0,0o S 105,5o E. Informasi posisi, transponder dan channel terkini ada di http://sattracker.mrtian.com/chart Posisi parabola kita (gunakan GPS untuk mengetahuinya). Dalam hal ini QTH saya adalah di 6,12o S 106,5o E. Jika kita telaah, ternyata posisi saya hanya berbeda 6,12o S 1,0o E dengan satelit AsiaSat 3S sehingga nanti pucuk parabolanya kira-kira akan mendongak ke atas langit Jakarta.

Menyiapkan Parabola

Letakkan parabola di bidang (tempat terbuka) tidak ada halangan ke langit bebas serta datar. Untuk menentukan kedatarannya, Anda bisa tuang air ke baskom. Bila air penuh tepat lurus di bibir baskom berarti bidang cukup datar terhadap bumi. Bila posisinya miring, gunakan papan yang diganjal untuk mendapatkan bidang yang datar.

Gambar 1: Menentukan datar tidaknya bidang peletakkan parabola

Buatlah garis vertikal dan horizontal pada parabola untuk membantu penentuan posisinya. Titik temu garis ini harus berada tepat di dasar parabola (gunakan gundu, tempat di mana gundu diam itulah titik dasar parabola). Setelah digaris, berikan penanda empat arah mata angin seperti gambar berikut:

Gambar 2: Menggambar arah mata angin di piringan parabola

Arahkan piringan parabola ke arah mata angin menggunakan kompas yang diletakkan di dasar parabola (yaitu titik pertemuan garis vertikal horizontal tadi). Atur agar keempat arah mata angin itu sesuai dengan yang ditunjukkan di kompas.

Gambar 3: Mengarahkan piringan ke arah mata angin. Sumbu S N masih sedang diarahkan

Pasanglah LNBF pada bracket yang disediakan LNBF pada parabola. Untuk menentukan tinggi bracket yang tepat, gunakan rumus berikut:

Gambar 4: Menentukan posisi tinggi bracket dari dasar antena

Pada badan LNBF ada angka-angka 0,42 sampai 0,30. Angka itu disebut f/D, didapat dengan membagi 45,9 cm / 115 cm = 0,40. Pasanglah LNBF tepat di posisi f/D 0,40

Gambar 5: Mengatur posisi f/D LNBF di 0,40

Pada kepala LNBF ada angka-angka -30o, 0o dan +30o. Angka itu mengatur arah polarisasi antena dalam LNBF. Aturlah garis 0o tepat ke arah W, yang berarti juga searah garis W pada piringan parabola. Tanpa mengubah posisi f/D, kencangkan mur pengunci pada posisi yang pas.

Gambar 6: Mengatur polarisasi antena dalam LNBF

Karena saya berada di 6,12o S, yaitu 6,12o di bawah garis katulistiwa maka saya harus mendongakkan piringan parabola sebanyak 6,12o di sumbu N agar posisi antena tepat mengarah ke atas katulistiwa. Karena parabola 115 cm, maka dengan menghitung SIN 6,12o x 115 cm didapat 12 cm (ingatlah rumus trigonometri Sine, Cosine dan Tangent. Gunakan scientific calculator untuk memudahkan perhitungan). Yang kita lakukan ini disebut dengan mengatur deklinasi.

Gambar 7: Mengatur deklinasi

Karena saya berada di 106,5o E sementara satelit berada di 105,5o E berarti saya harus menurunkan posisi piringan sebesar 1,0o di sumbu W. Karena parabola 115 cm, maka dengan menghitung SIN 1,0o x 115 cm didapat 2 cm. Yang kita lakukan ini adalah mengarahkan piringan parabola tepat pada orbit satelitnya. Karena hanya coba-coba, saya berikan beban tertentu ke sumbu W, diganjal di bawah sedemikian rupa sehingga piringan parabola turun tepat sebanyak 2 cm di sumbu W.

Gambar 8: Menyesuaikan piringan ke arah ke orbit satelit AsiaSat 3S

Gambar 9: Hasil akhir pemasangan parabola

Selesailah kita mengatur antena parabola. Kita akan mengatur STB. Karena pengaturan tiap merk STB berbeda-beda, gambar yang ditampilkan hanyalah sekadar acuan belaka. Pertama, masukkan konfigurasi antena pada STB, dan akhiri dengan mencari transponder serta channel yang disediakan pada satelit tersebut (otomatis ada pada STB masing-masing):

a. Satellite: AsiaSat 3S;

b. LNB Type: Standard (Frequency 5,150 MHz);

c. 22 KHz: Off;

d. Polarity: Auto.

Gambar 10: Mengatur konfigurasi antena

Jika Anda tidak dapat menemukan transponder atau channel masukkan secara manual data salah satu TV, misalnya TV 5 ASIE:

a. Frequency: 3.670 GHz;

b. Polarity: HORIZONTAL (H);

c. Symbol Rate: 26,000 symbols/second;

d. FEC: 7/8;

e. Name: TV 5 ASIE;

f. Video PID: 1120;

g. Audio PID: 1121;

h. PCR PID: 1120.

Jika Anda menemukan beberapa channel TV secara otomatis melalui fasilitas

Search di STB pilihlah satu channel misalnya TV 5 ASIE.

Gambar 11: Kekuatan sinyal yang diterima

Kemudian, aturlah agar sinyal diterima sebesar mungkin dengan mengkoreksi kedudukan piringan parabola. Pada gambar di atas, kekuatan sinyal yang semula hanya 20% setelah dikoreksi menjadi 73%, kualitas tetap 85% tetapi warnanya sudah hijau artinya sudah cukup stabil menerima sinyal. Pada STB yang saya miliki, gambar akan tampak baik bila sinyal ada di atas 60%, kualitas di atas 80% dan bar persentase menunjukkan warna hijau (bisa berbeda di tiap STB).

Setelah sepuluh langkah ini selesai dilalui, kita bisa mengulang pencarian transponder serta channel lain agar seluruh siaran bisa ditangkap. Ada 55 siaran TV gratis + 26 siaran radio gratis yang saya bisa nikmati (di luar siaran teracak yang jumlahnya mendekati 100). Setelah itu siaplah kita menikmati siaran dari luar negeri melalui satelit AsiaSat 3S dengan kualitas video tanpa cacat serta suara stereo yang membahana.

Gambar 12: Beberapa channel yang bisa ditangkap. Gambar di sini kurang cerah karena kamera digital memfoto langsung layar televisi

Sangat puas bisa menemukan posisi satelit secara mandiri, biar pun sinyal yang diterima pas-pasan tetapi karena mencari dengan usaha sendiri, ada ilmu berharga yang bisa kita serap. Tantangan ke depannya adalah bagaimana mencari satelit untuk TVRO lainnya seperti Palapa C2, Panamsat 7 + 10, ST 1, Thaicom23, Apstar 2R, AsiaSat 2 serta Telkom 1. Mengganti C Band LNBF dengan antena receiver/transverter band amatir radio adalah hal yang mudah setelah Anda tahu posisi satelitnya berada di mana. Antena transmitter untuk komunikasi dua arah dengan satelit biasanya Yagi; tentunya mudah ditentukan arahnya dengan bantuan referensi posisi piringan parabola kita.

Catatan:

Pengaturan posisi piringan parabola ini hanya untuk menerima sinyal satelit Geostationer Earth Orbit (GEO) yang orbitnya di sekitar garis katulistiwa, bukan untuk satelit Low/Medium Earth Orbit (LEO/MEO) atau yang orbitnya tidak berada di garis katulistiwa.

Di wilayah yang jauh dari transmisi, untuk menangkap siaran TV harus menggunakan parabola. Untuk menangkap siaran suatu stasiun tv yang dipancarkan melalui satelit, kita mengarahkan parabola ke arah posisi satelit berada. Ada dua posisi yang harus kita ketahui yaitu posisi kita dan posisi satelit. Posisi kita adalah posisi letak astronomi kota kita, informasi letak astronomi dapat di tanyakan ke kantor pengadilan agama setempat. Suatu contoh letak kota saya adalah 1o 46 LS dan 115o08BT Pada umumnya posisi satelit hanya ditunjukkan garis bujurnya, karena semua satelit berada pada garis nol katulistiwa. Sebagai contoh satelit Palapa c2 berada di 113oBT, Telkom 1 berada di 108o. informasi lengkap mengenai posisi satelit dan siaran TV-nya dapat diperoleh di http://www.lyngsat.com atau di http://www.satcodx.com Peralatan yang diperlukan : 1. 2. 3. 4. kompas : untuk mencari arah Utara-Selatan busur : untuk mencari sudut elevasi kunci, 19, 14, 10, obeng dll : untuk menyetel baut-baut. tali sling, roda kerekan burung : jika hendak dipasang tali agar bisa naik turun dengan tali (seperti rotator)

mengatus kemiringan parabola

pemasangan LNB 1. Mengatur AS/poros pada posisi Utara-Selatan Pada bagian bawah parabola terdapat bagian (1)AS yang harus mengarah ke Utara-Selatan, (2) baut pengatur kemiringan ke arah katulistiwa dan (3) baut panjang pengatur kemiringan ke arah satelit. Untuk menentukan arah Utara Selatan harus menggunakan kompas, karena sedikit saja meleset tidak akan dihasilkan posisi satelit dengan pas. Kalau sudah pas dikencangin(gak diubah-ubah) 2. Mengatur sudut elevasi ke katulistiwa. Alat yang digunakan untuk mengukur sudut elevasi dapat dibuat sendiri menggunakan busur derajat yang sering dipakai anak-anak sekolah. Pada busur tersebut diberi tali dan bandul pemberat untuk mengetahui sudut kemiringannya. Setelah poros Utara-Selatan tepat dan dikunci kuat,langkah berikutnya mengatur sudut elevasi letak kota kita terhadap katulistiwa : busur yang telah diberi bandul, pada bagian rata busur ditempelkan pada besi datar bagian bawah parabola, untuk mengetahui berapa sudut kemiringannya cukup melihat posisi lintang letak kota kita (umumnya LS karena sebagian besar kita berada di selatan katulistiwa). Jadi kalau letak kita 1o30LS maka samadengan 1,5 derajat kita miringkan parabola ke UTARA. Jika sudah pas ini juga dikencangin, karena nanti yg bebas gerak adalah Barat-Timur, setelah arah utara pas dan kemiringan ke katulistiwa pas. Baut yang kita setel adalah baut (2) pada gambar 1. pada kedaan ini baut (3) kita pasang kira-kira saja yang penting parabola tidak goyang. 3. Mengatur LNB Sebelum mencari posisi satelit, sudut LNB harus diatur untuk mementukan polaritas LNB. Agar mudah tempatkan tanda NOL pada bagian atas LNB pada posisi ke arah Barat (TEPAT). Pada pengaturan LNB, baut(3) penyangga Barat-Timur dilepas terlebih dahulu. Jangan lupa memasang tutup LNB setelah selesai mengatur sudut LNB. 4. Jika langkah 1,2, dan 3 sudah berjalan dengan benar, pada langkah 4 adalah langkah mencari posisi satelit (disini diasumsikan memasukkan parameter TV atau mengisi nomor transponder pada receiver digital sudah bisa). Baut (3) sebenarnya tempat untuk memasang rotator (jika menggunakan rotator). Pada pencarian satelit baut(3) masih dilepas. Sebagai contoh TVTL berada di satelit telkom 1 (108o) parameternya adalah Frekuansi 03776; symbolrate 08245 ;polarity Horizontal. Setelah parameter diinputkan pada receiver, sebelum menekan OK/SEARCH/CARI , kita perhatikan kekuatan

signal. Kalau letak kota saya 115 dan satelit Telkom 108 ,berarti parabola saya miringkan ke barat (115-108) = 7 derajat. Pada posisi sekitar 7 derajat parabola digerakkan pelan-pelan sambil melihat kekuatan sinyal terbesar. YAK sinyal terbesar dapat ditandai posisinya baru OK. Dapat deh lihat deh Euro. Kalu sampai lebih 7 derajat gak dapat sinyal ada 3 kemungkinan, seperti pada langkah 1 3 . Dengan memasang tali slink, saya dapat menangkap mulai dari satelit THICOM 2/3 (78,5 o) sampai satelit APSAR 1 A (134o) kalau dihitung Tvnya bisa 200 TV lebih satelit AGILA (146o) gak dapat karena terhalang rumah.. OH ya kalau posisi satelit derajatnya lebih kecil berarti miringnya parabola ke arah Timur. Mudahan berguna. Mudahan ada yang nambahin Tambahan tentang BUSUR

magnet untuk mengatur kemiringan

gbr2. magnet yang ditempelkan pada parabola gbr.1 busur dilobangi di titik pusat sudutnya trus diberi benang dan pemberat,pada gambar pemberat yang saya gunakan kunci no.9. kemudian 4 buah segitiga kecil disekitar busur tersebut adalah magnet gunanya untuk menempelkan busur pada bagian bawah disk yang rata. Busur itu saya potong karena yang dipakai hanya 1s/d 8 derajat saja gbr.2 busur yang dijepit oleh magnet, agar dapat menempel pada disk dan kita gak usah megangi. Namun kalau tidak ada magnet tidak apa, asal mau memegang. dulu saya pernah ambil magnet dari speaker lalu saya lem pada busur tapi sudah hilang karena dipinjam kesana kemari. Loading

MENGHITUNG PARABOLA

JARAK

LNB

PADA

ANTENA

Perlu kita ketahui sebuah parabola memiliki karakteristik sebagai berikut: a. Sinar datang sejajar sumbu utama akan dipantulkan melalui titik fokus. b. Sinar datang yang bersumber dari titik fokus akan dipantulkan sejajar dengan sumbu utama parabola. Untuk lebih lengkapnya mengenai kedua sifat dasar tersebut silahkan datang ke taman Pintar yogyakarta. Disana terdapat media pembelajaran yang berjudul Parabola Berbisik.

Cara kerja parabola berbisik adalah sebagai berikut. Seseorang berbisik pada titik fokus parabola A, kemudian

pada parabola B seseorang lagi mendengarkan pada titik fokusnya. Dengan demikian 2 orang tersebut dapat berkomunikasi dengan lancar, padahal jarak antara kedua parabola tersebut adalah 50 meter. Dalam media pembelajaran tersebut diungkapkan bahwa: Sinar datang yang sejajar sumbu utama akan menjadi konvergen (menguat), sedangkan yang tidak sejajar akan menjadi divergen (melemah). Hal ini terbukti dengan jernihnya suara yang didengar oleh 2 orang yang berbisik antar parabola, padahal dengan jarak 50 meter itu terdapat suara2 lainnya seperti suara orang mengobrol, suara orang berjalan, dll. Namun suara tersebut tidak mengganggu. Begitupula dengan TV satelit. TV satelit mampu menirima sinyal satelit dengan baik karena sinyal yang dipancarkan oleh satelit sejajar dengan sumbu utama parabola. Sedangkan sinyal satelit yang dipancarkan oleh satelit lain dilemahkan oleh kontruksi kelengkungan parabola itu sendiri. Atau dengan kata lain tidak mengganggu sinyal pada titik fokus. dalam gambar berikut ditunjukkan oleh anak panah yang berwarna orange terkumpul pada titik fokus parabola. sedangkan anak panah yang berwarna hitam tidak mengganggu titik fokus utama, hal ini dikarenakan arah sinar datang anah panah yang berwarna hitam tidak sejajar dengan sumbu utama parabola.

Perlu kita ketahui apabil sinar datang tidak sejajar sumbu utama, sebenarnya membentuk titik fokus baru ditempat yang lain, coba perhatikan gambar berikut:

dari gambar diatas dapat dilihat bahwa sinar datang yang tidak sejajar sumbu utama parabola ternyata membentuk titik fokus ditempat yang lain. hal ini kemudian digunakan

untuk pemasangan LNB lebih dari satu atau memasang LNB yang bersifat offside fokus, contoh antena parabola offside fokus adalah : antena parabola untuk ATM, antena indovision, astro, dll. dalam gambar diatas hanya bagian A hingga B saja yang efektif memantulkan sinyal ke titik fokus, hal ini lah yang menyebabkan terkadang semakin besar sudut offside maka kuantitas sinyal sering melemah. Dalam posting sebelumnya sudah disebutkan bahwa persamaan antena parabola berupa y=ax2 dengan titik fokus pada persamaan x2=4fy untuk menentukan jarak pemasangan antar 2 buah LNB, Langkah yang pertama adalah mengetahui posisi titik fokus utama parabola. Kemudian langkah selanjutnya mencari titik fokus yang kedua pada sinar datang dengan off set tertentu. Setelah posisi kedua diketahui maka dengan rumus phytagoras jarak titik fokus tersebut dapat diketahui.

Panjang garis a adalah ketinggian titik fokus parabola, garis b adalah jarak titik fokus kedua yang diukur dari pusat parabola dan panjang garis b = garis a. Dengan demikian a = b. Garis c adalah jarak titik fokus a dengan titik fokus b. Garis c dapat diketahui dengan rumus phytagoras a2+b2 2ab cos = c2 dengan a = b , adalah sudut off set 2a2 2aa cos = c2 Sqrt (2a2 - 2a2 cos ) =c C = Sqrt (2a2 - 2a2 cos ) dengan keterangan c = jarak LNB, a = titik fokus Contoh soal:

Pada parabola berukuran 6 fett. Berapakah jarak peletakan titik fokus apabila sinar datang melenceng 10dari timur Diketahui : diameter = 180cm Ketinggian = 30cm Penyimpangan sinar datang = 10 derajat Ditanya jarak titik fokus dari pusat utama Dijawab: F = D2/16d F=180/16*30 = 32400/480 = 67,5 cm Jarak antar LNB = Sqrt (2*67,5-2*67,5cos 10) Jarak antar LNB = sqrt(9112,5 8974,061) Jarak antar LNB = sqrt(138,43) Jarak antar LNB = 11,76 cm. Ke arah barat perlu kita ketahui sudut penyimpangan bukan dihitung dengan cara mencari selisih sudut koordinat satelit A yang dikurangi koordinat satelit B. (contoh Palapa 113BT dikurangi Telkom 108BT = 5 derajat). hal itu berlaku apabila kita memasang antena parabola di pusat bumi, tidak berlaku apabila kita memasang antena parabola di permukaan bumi. Pada kenyataannya sudut penyimpangan yang diukur untuk satelit telkom dan palapa adalah 6,2 derajat, pada daerah dengan ketinggian 101 MDpl, 7,32LS dan 110,7 BT. Sudut penyimpangan juga tergantu pada lokasi pemasangan antena juga.

gambar diatas adalah Contoh prototipe susunan 5 LNB untuk piringan 6 feet. dalam penyusunan LNB pada titik fokus, kedudukan LNB tidaklah sejajar, namun membentuk kelengkungan sesuai jenis piringan yang diguakan. semakin besar piringan parabola maka susunan LNB semakin lebar dan rata sejajar, Namun apabila semakin kecil ukuran piringan maka susunan LNB akan semakin rapat dan semakin melengkung.

Cara Cepat Cari Sinyal Parabola !

Bagi rekan2 yang kesulitan dalam Tehnis Tracking Satellite khususnya C-Band (Palapa dan Telkom 1), dibawah ini adalah cara2 yang saya praktekkan di lapangan...20 Menit mencari sinyal pasti dapat dan selesai ! Klik dulu gambar disamping untuk lebih jelas !!! Dengan asumsi bahwa tiang sudah terpasang dengan benar dan tegak lurus serta parabola/Dish masih utuh atau baru !!! 1. Cari atau hitung dulu Jarak Titik Fokus pakai rumus pada gambar kiri. Ingat, hasil dari rumus tadi harus diukur

dari dasar Dish sampai bibir Ring(Bracket) tempat pemasangan LNB. NB: Untuk menghitung Rumus Titik Fokus dan Jarak 2 LNB, saya menggunakan File Excel atau .xls via Office Windows Mobile (Samsung Valencia C6625) ! 2. Untuk penempatan LNB yang benar, titik 0 (Nol) harus kearah Barat atau Timur sama saja. Jarum yg besar adalah untuk Polaritas Horizontal dan lurus dengan titik Nol tadi. 3. Pada Body LNB ada skala/angka2: 34, 36,...42. Itu berhubungan dengan jarak titik fokus yang telah dihitung tadi. Yaitu faktor F/D untuk penempatan kedalaman LNB di Bracket. Contoh yang saya pasang kemarin: D (Diameter Dish) = 181 Cm, hasil rumus F = 67,133 Cm. F/D = 0,37. Jadi LNB masuk ke Bracket pada angka 37... 4. Pada gambar kanan LNB sudah saya pasang di Bracket, posisi jarum yang besar/Horizontal harus benar2 ke arah Barat atau Timur dan posisi LNB harus tegak lurus dengan pangkon/Dudukan Dish yaitu menghadap utara-selatan !!!!! 5. Jarak antar LNB tiap ukuran Dish berbeda, utamakan LNB 1 untuk Satelit Palapa di titik fokus ! Kira2 untuk: 6 Feet = 1,15 Cm, 7-8 Feet = 3,5 Cm, 9-10 Feet = 5 Cm. 6. Untuk Kemiringan arah Utara-Selatan Dish tergantung wilayah masing2. Karena semua posisi Satelit sejajar Garis Katulistiwa dan kebetulan saya ada di P.Jawa, jadi kemiringan Dish sedikit kearah utara kira2 5-6 Derajat.

Awalnya anda harus membeli peralatan antena parabola (dish mesh/ jaring ato juga dish solid) terserah mau ukuran antena parabola yang kecil ataupun yang besar (cara mengetahui ukuran antena parabola bisa lihat di sini), disarankan untuk memulai dari peralatan parabola yang sering ditemui saat ini (dish 6 feet solid paling mudah di dapat untuk saat ini dengan merek matrix atau juga venus karena kedua merek itu yang paling sering di temui di setiap kota maupun di pelosok-pelosok Indonesia denga harga yang murah & pas di kantong kalangan menengah kebawah dengan harga di kisaran Rp. 600 ribuan) berikut alat penerima/ receiver/ decoder DVBS (Digital Video Broadcasting Satellite), bagusnya receiver yang bisa blind scan/ mencari buta (receiver ini bisa mencari sendiri semua chanel yang ada di setiap satelit, untuk yang standar dengan harga murah bisa di cari Matrix Prolink HD Ethernet atau Venus HD, seri Skybox HD), Low Noise Block Frequensi(LNBF) ( LNBF C Band, LNBF KU Band) yang akan di letakkan di bagian atas dish/ antena parabola, merek bisa apa sajamatrix, yuri, hansen, unisat, digisat, Fuji santech ( harga berfariasi mulai dari Rp. 100 ribu hingga di atas Rp. 400 ribu) & merek lainya yang ada di pasaran. Peralatan pelengkap yang harus disediakan untuk instalasi antena parabola :

Kunci Ring, pas ukuran 10, 17, 19 (kebanyakan ukuran ini yang di pakai pada antena parabola) Obeng (akan di gunakan pada pengaturan LNB) Kompas (untuk menentukan perkiraan arah mata angin/ menentukan arah antena parabola pada awalnya ke Barat, Timur, Utara & Selatan, LNBF C band arah 0 ke Barat, LNB KU band arah connector ke Utara mata angin). Satellite finder untuk mempermudah melihat kwalitas signal pada posisi antena parabola & tidak lagi melihat ke monitor TV. 8 langkah pasang/ atur antena parabola sendiri yang harus diikuti setelah kita merangkaikan antena parabola menjadi satu bagian yang sebelumnya dibeli dalam keadaan terpisah-pisah. Langkah-langkahnya sebagai berikut : 1. Tanamkan tiang penyangga/ dudukan mounting antena parabola, tancapkan tegak lurus dengan cara harus di lihat dari sudut yang berbeda juga. (pilih lokasi untuk menempatkan antena yang disekitarnya bebas dari halangan, tembok, pohon, dll yang bisa menghalang arah pencarian nantinya ). Letakkan dish/ antena parabola pada dudukan dish yang di pancangkan terlebih dahulu ( apabila anda menggunakan bahan semen pada dasar tiang, anda harus menunggu sampai semennya keras & siap untuk di letakkan antena parabolanya ). Usahakan posisi dish tegak lurus. Agak kencangkan baut-baut penahan yang ada di pangkal antena (adanya di bagian mounting) yang di letakkan sesuai tahap 2 supaya bisa di gerak-gerakkan untuk mencari arah mata angin Barat, Utara juga sudut kemiringan antena terhadap garis katulistiwa. Pasangkan LNB di antenna parabola dilanjutkan dengan memasangkan konektor F untuk menghubungkan antena ke receiver. Hubungkan konektor F dari antena ke receiver (hubungkan juga kabel dari receiver ke monitor tv pakai vga, component, HDMI cable). Atur satelit/ parameter transponder satelit, chanel yang akan kita cari, masukkan salah satu chanel untuk di jadikan acuan untuk mendapatkan chanel satelit yang akan kita tampilkan (pada kolom bagian atas itu untuk melihat kekuatan signal LNB (kwantitas signal), kolom di bawahnya untuk melihant kekuatan signal (kwalitas signal) dari chanel yang akan kita cari/ tampilan ini sering ditemui pda receiver biasa (DVB Mpeg-2) kalau menggunakan LNBF C Band maka pengaturanFreq. LO (Local Oscilator) LNB pilih 5150 atau 5157 untuk tipe One Cable solution (OCS) LNB, universal 9750/10600 untuk LNBF jenis Ku band offset/ prime focus, pilih 9750 untuk frekwensi di bawah 10000, 10600 frekwesi diatas 10000 Tahap ini anda sudah bisa mencari chanel dengan melihat pada monitor anda, coba gerakkan ke kiri kanan untuk mendapatkan arah Barat/ Timur yang merupakan arah orbit satelit, dorong ke atas bawah sambil melihat pada bar kolom kualitas signal di monitor, atur sampai signal terkuat/ maksimal di dapat, sambil mengencangkan baut-baut yang ada pada pangkal antena parabola/ penahan mounting & aktuator/ besi penyangga antena (arah Barat ke Timur), jika anda memiliki motor penggerak/ aktuator bisa langsung di pasangkan sehingga nantinya kendali untuk menaikkan & menurunkan arah antena parabola langsung dari positioner atau bisa juga langsung dari receiver. Atur yang benar di receiver, cari di menu untuk pilihan scan otomatic/ auto scan/ cari buta, tunggu sampai semua chanel muncul

2.

3. 4. 5. 6.

7.

8.

kemudian tekan OK untuk save/ simpan. Disini anda sudah bisa menikmati gratis chanel Free To Air. Dari segi teknis langkah-langkah diatas berlaku juga buat pasang LNB KU Band hanya perbedaan dudukan LNB & arah konektor yang berbeda. Untuk LNB KU Band arah konektor menghadap Utara, tapi ada juga yang harus menghadap arah lain konektornya, contohnya untuk pointing ke satelit Optus Australia. Untuk memaksimalkan signal frekwensi chanel dengan polarisation H (Horisontal)aturannya naik atau turunkan LNB, jarak antara antena parabola ke LNB umumnya di kisaran angka 36, 38 untuk ukuran antena parabola 6/ 8 feet, dish ram/ jaring 9/ 10 feet atur di angka LNB 38, 42, tinggal disesuaikan dengan memaksimalkan signal yang bisa di kunci dengan sempurna (fungsi angka - angka di LNB itu untuk menentukan jarak ketepatan antara dasar/ fokus antena parabola dengan dudukan LNB sehingga menghasilkan kwalitas maksimal signal penangkapannya). Untuk memaksimalkan signal frekwensi chanel dengan polarisation V (Vertikal) atur sambil diputar arahnya ke kiri atau ke kanan LNB tanpa merubah angka jarak antara antena parabola ke LNB. Catatan tambahan trik atur antena parabola :

o o o

Untuk setingan 1 antena parabola ke 2 receiver atau lebih, gunakan peralatan tambahan switch DisEqc atau sekalian pakai multiswitch cara seting penggaturannya lebih mudah, juga bisa untuk 4 LNB 1 receiver. Untuk pointing di daerah yang ada hotspot WiFi biasanya signal sering naik turun/ loncat, bungkus LNB pakai alumunium plat untuk mendapatkan signal yang bagus. Untuk menguatkan signal menggunakan LNBF KU Band bisa dengan Trik ini. Klik disini untuk mendapatkan data update terbaru frequensi & symbol rate satelit palapa D & Telkom 1lewat antena parabola. Untuk mengetahui keterangan tiap channel apakah pakai receiver/ DVB Satellite channel format Mpeg 2 atau Mpeg 4, caranya lihat tabel channel per satelite di lyngsat yang ada di artikelCara membaca keterangan tabel di lyngsat. Pengaturan dan cara seting antena parabola di artikel ini bisa langsung di praktekkan untuk ukuran antena parabola minimal 5 feet, sedangkan untuk pengaturan antena ukuran kecil yang sering di sebut antena parabola offset seperti milik Aora, Indovision, Telkomvision dan Orange TV bisa menjadikan trik ini sebagai panduannya. Sumber: http://manado-parabola.blogspot.com
Categories: tutorial

Contact Admin: info@adagratis.com

Artikel Terkait: tutorial

Palapa D at 113.0E
John 3:16 on Intelsat 10 | TV 5 and Thai PBS on NSS 5 Al Etihad and Wesat TV on Eutelsat 7 West A Odisha Time, Peace of Mind TV and Vision TV on Insat 4A

America Europe Main | Asia | Asia | Asia | Asia | 3D | Headlines | Launches 115.5E <C> 110.5E HD | SatTracker 116.0E <Ku> 110.5E Koreasat 5 & Palapa D | Koreasat 5 | Palapa D The EIRP values are for Indonesia Palapa D LyngSat, last updated 2012-09-23 - http://www.lyngsat.com/Palapa-D.html SR-FEC Beam Freq. Provider Name System ONID-TID Source SIDEIRP (dBW) Encryption APID Lang. Updated Tp Channel Name VPID C/N lock 3437 H tp 1EH Telesindo Media TV DVB-S
MPEG-4 21903/4 1258 99203/4 ?-? 257 In Asean Extended 5.5 R Wikan 120908

DVB-S 3635 H tp 6EH Antara TV Rodja TV


Radio Rodja MPEG-4 MPEG-2

1 103 104 In 2 106 107 In 3 110 In

Asean Extended

Hollowman 120525

Freq. Tp 3748 H tp 2H 3756 H tp 2H 3765 H tp 2H 3774 H tp 2H 3786 H tp 3H 3863 V tp 4V

Palapa D LyngSat, last updated 2012-09-23 - http://www.lyngsat.com/Palapa-D.html Palapa D LyngSat, last updated 2012-09-23 - http://www.lyngsat.com/Palapa-D.html Beam Provider Name System SR-FEC ONID-TID EIRP (dBW) Encryption SID-VPID APID Lang. Channel Name C/N lock Emtek SCTV (Indonesia) Indosiar O Channel SCTV TVRI Nasional RCTI
Sindo Radio

Source Updated

DVB-S2
MPEG-4 MPEG-4 MPEG-4

6250-3/4 8PSK

1 10011002 In 2 20013002 In 3 30013002 In 6250-3/4 12201 5555-3/4 233 6520-3/4 11160 2 1-1 2202 In 65535-1 36 In 1-1 1120 In 1122 In

Asia 37.5-40.3 7.9 Asia 37.5-40.3 5.5 Asia 37.5-40.3 5.5 Asia 37.5-40.3 5.5 Asia 37.5-40.3 5.5 Asean Standard 41.5-45 5.5

R Wikan Proluvies Lacus 120921

DVB-S DVB-S DVB-S

R Wikan 120921 L15 101205

T Kameda 120816

TVOne B Channel

DVB-S DVB-S

5632-3/4 65535-1 1256 In 308 4330-3/4 ?-? 14112 In 512

Hollowman 110322 I Perera 110415

DVB-S2 3880 H tp 5H 3908 H tp 6H 3917 H tp 6H 3926 H tp 6H 3934 H tp 6H 3960 H tp 7H Topas TV

MPEG-4 Irdeto 2 Viaccess 2.5 Xcrypt

300003/4 8PSK 1000-3/4 4112 In 512 3000-3/4 4208-3/4 1-1 136 In 33 6500-3/4 1-1 1256 In 308 300003/4 8PSK 299007/8 1 2 33 36 39 42 45 .8 51 54 57 34 In 37 In 40 In 43 In 46 In 49 In 52 In 55 In 58 In 61 In 64 In 67 In 70 In 73 In

Asia 37.5-40.3 7.9 Asia 37.5-40.3 5.5 Asia 37.5-40.3 Asia 37.5-40.3 5.5 Asia 37.5-40.3 5.5 Asia 37.5-40.3 7.9

M Falah 120502

Insan TV (Metro TV feeds) Bali TV Global TV (Indonesia)

DVB-S DVB-S DVB-S DVB-S DVB-S2


MPEG-4 Cryptoworks Irdeto 2 Xcrypt

F Pradikdo 120213 Hollowman 120420 T Kameda 120720 I Perera 100714

Topas TV

M Falah 120502

LBS TV LBS TV C-Drama LBS TV Music LBS TV Music LBS TV A-Movie LBS TV On-Life Arjuna TV LBS TV K-Drama Lejel Home Shopping LBS TV In-Drama LBS TV C-Drama LBS TV Music Channel Kemanusiaan LBS TV K-Drama Shine Initiatives Indosiar
Elshinta

DVB-S

MPEG-4

3 4 5 6 7 8

3980 V tp 7V

Asean Standard 41.5-45 7.2

F Pradikdo 120601

MPEG-4

10 60 11 63 12 66 13 69 14 72

3998 H tp 8H 4004 V tp 8V 4025 H tp 9H 4036 V tp 8V 4037 H tp 9H 4044 V tp 9V

DVB-S

6500-3/4 1-1 1121. In 1110 2 1215 In

Asia 37.5-40.3 5.5 Asean Standard 41.5-45 Asean Standard 41.5-45 Asean Standard 41.5-45 Asean Standard 41.5-45 Asean Standard 41.5-45 5.5

Hir 120303 R Wikan 111219 Hollowman 120420 Raja_waliku 120528 Hollowman 120306 R Wikan 120219

(Kompas feeds) (TV One feeds)

DVB-S DVB-S

1000-3/4 3000-3/4

Da Ai TV Indonesia

DVB-S

2833-3/4 ?-? 13606 In 3601

4047 H tp 9H 4048 V tp 9V 4051 V tp 8V 4055 H tp 9H 4074 V tp 9V

Qur'an Tazkiah TV

DVB-S DVB-S DVB-S2


MPEG-4

1410-3/4 1-1 1256 308 3000-3/4 65535-1 3259 In 258 1600-5/6 8PSK 4112 In 513 3000-3/4 33 3000-3/4 281253/4 36 In

Matrix TV

Kompas

Gogo Mall Home Shopping (feeds) Indosat Lejel Home Shopping Metro TV (Indonesia) Jak TV TV Anak Space Toon NHK World TV Al-Manar TV U Channel Metro TV (Indonesia) Metro TV (Indonesia) LBS TV In-Drama LBS TV K-Drama Lejel Home Shopping
Radio Rodja Delta FM (Indonesia) MTA FM Kantor Berita Radio 68H BBC World Service Pop FM 103 FeMale Radio

DVB-S DVB-S DVB-S

Asean Standard 41.5-45 5.5 Asean Standard 41.5-45 5.5 Asean Standard 41.5-45 9.4 Asean Standard 41.5-45 5.5 Asean Standard 41.5-45

Hir 110218 I Perera 110802 Proluvies Lacus 120908 Hir 110410 R Wikan 120512

1-1

1 514 652 In 2 513 651 In 3 512 650 In 4 515 653 In 5 516 654 E 6 517 655 A 7 518 656 MPEG-4 MPEG-4 8 519 657 In 9 520 658 In 18 18021.03 In 19 19021903 In 21 21022103 In 1804 In 10 11 11 13 14 15 660 In 664 In 664 In 665 666 In 661 In Asean Standard 41.5-45 7.9 R Wikan 120703 Asia 37.5-40.3 5.5 Hollowman 120503

4080 H tp 10H

4100 V tp 10V

Skynindo Skynindo Info Myawady TV

DVB-S2

MPEG-4 Viaccess 2.5 MPEG-4

300003/4 8PSK 2 601 602 In 116693/4 8PSK 1 2 49 65 51 Bur 67 Bur

DVB-S2
MPEG-4 Xcrypt MPEG-4 Xcrypt

4110 H tp 11H

MWD Variety MWD Movies

Asia 37.5-40.3 7.9

T Kameda 120723

MWD Series Myawady TV MWD Music MWD Documentary MWD Shopping


Thazin Radio

MPEG-4 Xcrypt MPEG-4 MPEG-4 Xcrypt MPEG-4 Xcrypt MPEG-4 Xcrypt MPEG-4

3 4

81 97

83 Bur 99 Bur

5 113 115 Bur 6 129 131 Bur 7 145 147 Bur 161 Bur 2242-3/4 8PSK 4112 Bur 513 5700-3/4 3000-3/4 3000-3/4 300007/8 224 116 115 In 248 46 102 In 250 20. 202 In 252 301 302 In 254 401 402 In 256 54 49 In Asean Standard 41.5-45 5.5 Deni Ahau 101209 6700-3/4 65280-1 11211 In 1110 2 1213 Asia 37.5-40.3 7.9 Asia 37.5-40.3 Asia 37.5-40.3 Asia 37.5-40.3 T Kameda 120816 Hir 120303 I Perera 120519 R Wikan 120516

4118 H tp 11H 4126 H tp 11H 4131 H tp 11H 4136 H tp 11H

Myawady TV (feeds) (TV One feeds) (TV One feeds) Skynindo Berita Satu TV

DVB-S2
MPEG-4

DVB-S DVB-S DVB-S DVB-S


MPEG-4 Viaccess 2.5 MPEG-4 MPEG-2 MPEG-2 MPEG-2 MPEG-2 MPEG-4

4140 V tp 11V

More 1 More 2 More Mall 1 More Mall 2 Bhinneka TV MNC TV


Radio Dangdut Indonesia

Asean Standard 41.5-45 7.2

Sukanto 120712

4184 V tp 12V

DVB-S

Freq. Tp 12590 H tp 9KH 12710 H tp 12KH

Palapa D LyngSat, last updated 2012-09-23 - http://www.lyngsat.com/Palapa-D.html Palapa D LyngSat, last updated 2012-09-23 - http://www.lyngsat.com/Palapa-D.html Beam Provider Name System SR-FEC ONID-TID Source EIRP (dBW) Encryption SID-VPID APID Lang. Updated Channel Name C/N lock DVB-S2 29900-3/4 Indonesia R Wikan Parabola Orange TV MPEG-4 8PSK 7.9 120815
Irdeto

Parabola Orange TV

DVB-S2
MPEG-4 Irdeto

29900-3/4 8PSK

Indonesia 7.9

P Hendra 120516

Palapa D LyngSat, last updated 2012-09-23 - http://www.lyngsat.com/Palapa-D.html

Telkom 1 at 108.0E
John 3:16 on Intelsat 10 | TV 5 and Thai PBS on NSS 5 Al Etihad and Wesat TV on Eutelsat 7 West A Odisha Time, Peace of Mind TV and Vision TV on Insat 4A

America Europe Main | Asia | Asia | Asia | Asia | 3D | Headlines | Launches 110.5E <C> 105.5E HD | SatTracker 110.0E <Ku> 105.5E Telkom 1 & NSS 11 & SES 7 | NSS 11 | SES 7 | Telkom 1 The EIRP values are for Indonesia Telkom 1 LyngSat, last updated 2012-09-23 - http://www.lyngsat.com/Telkom-1.html Beam Freq. Provider Name System SR-FEC ONID-TID Source EIRP (dBW) Encryption SID-VPID APID Lang. Updated Tp Channel Name C/N lock Proluvies DVB-S2 3580 H 30000-3/4 Indonesia Lacus TelkomVision MPEG-4 QPSK 4.0 tp 29 120908 Irdeto 2 3600 V tp 35 3620 H tp 30 3640 V tp 36 TelkomVision TelkomVision TelkomVision DVB-S
Irdeto 2 28000-3/4 Indonesia 5.5 Indonesia 5.5 Indonesia 5.5 R Wikan 120816 Proluvies Lacus 120521 Proluvies Lacus 120705

DVB-S
Irdeto 2

28000-3/4

DVB-S
Irdeto 2

28000-3/4

Freq. Tp 3735 H tp 1 3776 H tp 2 3785 H tp 3 3793 H tp 3 3797 H tp 3 3802 H tp 3 3808 H tp 3 3812 H tp 3 3817 H tp 3 3832 H tp 4

Telkom 1 LyngSat, last updated 2012-09-23 - http://www.lyngsat.com/Telkom-1.html Telkom 1 LyngSat, last updated 2012-09-23 - http://www.lyngsat.com/Telkom-1.html Beam Provider Name System SR-FEC ONID-TID Source EIRP (dBW) Encryption SID-VPID APID Lang. Updated Channel Name C/N lock HCBN Indonesia TV Timor Leste
Radio Timor Leste

DVB-S DVB-S

2200-3/4 ?-? 14112 In 512 4285-3/4 ?-? 236 Tet 33 37 Tet 4000-3/4 1308 3000-3/4 1308 3900-3/4 1308

Indonesia 5.5 Indonesia 5.5 Indonesia 5.5 Indonesia 5.5 Indonesia 5.5 Indonesia 5.5 Indonesia 5.5 Indonesia 5.5 Indonesia 5.5 Indonesia 7.9

F Pradikdo 120617 Proluvies Lacus 120324 Hollowman 110408 R Priyambodo 100902 Planko 080712 Hollowman 110405 Herman 120326 Hollowman 120519 D Effendi 100621 R Wikan 120605

TV Edukasi 1 Siswa TVRI Kaltim TVRI Papua (15-18) TVRI Kalteng TV Edukasi 2 Guru Top TV (Indonesia) TVRI Kalbar Indonesia Network

DVB-S DVB-S DVB-S DVB-S DVB-S DVB-S DVB-S DVB-S2

?-? 256 In ?-? 256 In ?-? 256 In

3000-3/4 ?-? 1 - 3. 36 In 4000-3/4 ?-? 1256 In 308 3000-3/4 304 In 306 3000-3/4 ?-? 136 In 33 150003/4 8PSK

Bali TV Bandung TV Jogja TV Semarang TV Surabaya TV Bali TV Aceh TV Sriwijaya TV Australia Network Asia NHK World TV BBC World News Asia Pacific Channel NewsAsia Al Jazeera English DW Inhouse Network Inhouse Network 2 3890 H tp 5 3972 H tp 7 3990 H tp 8 3998 H tp 8 4004 H tp 8 4014 H tp 8 4025 H tp 9 4036 H tp 9 4040 H tp 9 4069 H tp 10 4080 H tp 10 4086 H tp 10 4092 H tp 10 (feeds) KBS World Trans 7 (feeds) (ANTV feeds) ANTV (Indonesia) (RCTI feeds) TVRI Sumbar (15-18) (TVRI feeds)

MPEG-4 MPEG-4 MPEG-4 MPEG-4 MPEG-4 MPEG-4 MPEG-4 MPEG-4 MPEG-4 MPEG-4 MPEG-4 MPEG-4 MPEG-4 MPEG-4 MPEG-4 MPEG-4

1001 257 258 In 1002 260 261 In 1003 263 264 In 1004 272 273 In 1005 275 276 In 1006 278 279 In 1007 281 288 In 1008 290 291 In 1009 293 294 E 1010 296 297 E 1011 305 306 E 1012 308 309 C 1013 311 312 E 1014 320 321 E 1015 323 32. 1016 326 327 6000-3/4 2100-3/4 ?-? 352 K 49 6000-3/4 ?-? 1256 In 512 6000-3/4 6000-3/4 6000-3/4 ?-? 1258 In 257 5700-3/4 3100-3/4 ?-? 236 In 33 3000-3/4 Indonesia Indonesia 5.5 Indonesia 5.5 Indonesia Indonesia Indonesia 5.5 Indonesia Indonesia 5.5 Indonesia Indonesia Planko 030516 Proluvies Lacus 120521 Hollowman 120522 Deni Ahau 090708 Hollowman 120420 Hollowman 120413 Hollowman 120425 F Pradikdo 120530 Hollowman 120816 Hollowman 120312 Hollowman 110329 Nanang Dj 040604 R Priyambodo 100913

DVB-S DVB-S
MPEG-4 BISS

DVB-S DVB-S DVB-S DVB-S DVB-S DVB-S DVB-S

Papua Barat TV (16-18) Trans TV TV Mandiri Papua

DVB-S DVB-S DVB-S

3000-3/4 ?-? 1256 In 5120 6000-3/4 ?-? 136 In 33 3570-3/4 256 In 512

Indonesia 5.5 Indonesia 5.5 Indonesia 5.5

4097 H tp 10

JTV (Indonesia)
Suara Surabaya FM 100

DVB-S

3125-3/4 ?-? 1256 In 308 5001 257 In

Indonesia 5.5

Proluvies Lacus 120521

RRI 4130 V tp 23
RRI Pro 3 RRI Pro 4 RRI Pro 2 RRI Pro 1

DVB-S

2100-3/4 1 2 3 4 256 In 257 In 258 In 259 In Indonesia Indonesia Deni Ahau 090708 R Wikan 111115 Indonesia 5.5 Hollowman 110907

4159 H tp 12 4168 H tp 12

(feeds) (feeds)

DVB-S DVB-S

3000-3/4 3000-?

Telkom 1 LyngSat, last updated 2012-09-23 - http://www.lyngsat.com/Telkom-1.html