Anda di halaman 1dari 21

BAB I PENDAHULUAN

I . 1 . Pendahuluan Mineral merupakan bahan-bahan anorganik alam yang ditemukan dalam

kerak bumi sedangkan mineral yang digunakan sebagai sumber untuk produksi bahan-bahan secara komersial disebut bijih besi(Keenan et al.1992).Bijih besi dapat berupa karang keras sekali,butiran kecil, dan tanah yang gembur dengan warna yang beragam dari hitam hingga merah bata.Besi adalah suatu logam yang sangat kuat

dan keras.Namun,kekerasannya tidak melebihi nikel dan kobalt sehingga perlu diberi zat aditif atau dibentuk paduan logam dengan nikel,kobalt, atau logam lain. Bijih besi yang utama adalah Hematite (Fe2O3).Bijih lainnya adalah magnetit, pirit, dan siderite.Tempat penambangan bijih di Indonesia ada di Cilacap, Jawa Tengah dan di beberapa tempat di Jawa Timur, sedang peleburan bijih besi dan industri baja terdapat di Cilegon, Jawa Barat. Besi merupakan unsur yang paling penting dalam kehidupan umat manusia sejak zaman Mesopotamia,purba sampai era modern saat ini. Tidak ada logam lain yang jumlah pemakaiannya melebihi besi. Sangat wajar jika produksi logam besi diseluruh dunia mencapai 1 miliyar ton/tahun.Dewasa ini besi merupakan tulang punggung peradaban modern.

I . 2 . Permasalahan Berdasarkan uraian latar belakang di atas maka dapat ditentukan rumusan masalah dalam makalah ini , diantaranya adalah : 1. Apa yang dimaksud dengan besi ? 2 . Jelaskan spesifikasi lengkap dari besi ? 3 . Sebutkan manfaat dari besi ? 4 . Bagaimanakah proses pengolahan pada besi ?

BAB II ISI

2.1 Spesifikasi Produk Besi Produk yang dihasilkan adalah besi dengan dengan spesifikasi sebagai berikut : a. Keterangan Umum Unsur Nama, Lambang, Nomor atom Deret kimia Golongan, Periode, Blok : besi, Fe, 26 : logam transisi : 8, 4, d : metalik mengkilap keabu-abuan Penampilan

Massa atom Konfigurasi elektron Jumlah elektron tiap kulit

: 55,845(2) g/mol : [Ar] 3d6 4s2 : 2, 8, 14, 2

b. Ciri-ciri fisik Fase : padat

Massa jenis (sekitar suhu kamar) : 7,86 g/cm Massa jenis cair pada titik lebur Titik lebur Titik didih Kalor peleburan : 6,98 g/cm : 1811 K(1538 C, 2800 F) : 3134 K(2861 C, 5182 F) : 13,81 kJ/mol

Kalor penguapan Kapasitas kalor

: 340 kJ/mol : (25 C) 25,10 J/(molK)

Tekanan uap P/Pa pada T/K 1 1728 10 1890 100 2091 1k 2346 10 k 2679 100 k 3132

c. Ciri-ciri atom Struktur kristal Bilangan oksidasi Elektronegativitas Energi ionisasi : kubus pusat badan : 2, 3, 4, 6 (oksida amfoter) : 1,83 (skala Pauling) : pertama: 762,5 kJ/mol : ke-2: 1561,9 kJ/mol : ke-3: 2957 kJ/mol Jari-jari atom Jari-jari atom (terhitung) Jari-jari kovalen : 140pm : 156pm : 125pm

d. Lain-lain Sifat magnetik Resistivitas listrik Konduktivitas termal Ekspansi termal Kecepatan suara (pada wujud kawat) : feromagnetik : (20 C) 96,1 nm : (300 K) 80,4 W/(mK) : (25 C) 11,8 m/(mK) : (suhu kamar) (elektrolitik) : 5120 m/s

Modulus Young Modulus geser Modulus ruah Nisbah Poisson Skala kekerasan Mohs Kekerasan Vickers Kekerasan Brinell

: 211 GPa : 82 GPa : 170 GPa : 0,29 : 4,0 : 608 MPa : 490 MPa

e. Isotop iso
54 55 56 57 58 59 60

NA

waktu paruh >3,1E22 tahun 2,73 tahun

DM penangkapan 2 penangkapan

DE(MeV) ? 0,231
54 55

DP Cr Mn

Fe 5,8% Fe syn

Fe 91,72% Fe stabil dengan 30 neutron Fe 2,2% Fe 0,28% Fe syn Fe syn Fe stabil dengan 31 neutron Fe stabil dengan 32 neutron 44,503 hari 1,5E6 tahun 1,565 3,978
59 60

Co Co

f. Sifat Kimia Besi bereaksi dengan uap air pada suhu tinggi 3 Fe (s) + 4 H2O (g) Fe2O4 (s) + H2 (g) + 2 H2O (l)

Besi bereaksi dengan asam klorida dan asam sulfat encer Fe (s) + 2 H3O (aq) Fe2+ (aq) + H2 (g) + 2 H2O (l)

Besi (II) dan besi (III) dapat membentuk kompleks heksaaqua dalam larutan air [Fe (H2O)6]2+ Fe2 (aq) H2 (g) + 2 H2O (l)

Dalam larutan asam, kompleks heksaaqua besi (II) relative stabil tetapi dalam larutan netral atau basa, oleh idara dioksidasi menjadi heksaaqua besi (III). Larutan kompleks heksaaqua besi (III) bersifat asam sebab mengalami hidrolisis. [Fe (H2O)6]3 (aq) [Fe2+(H2O)5(OH)]2 (aq) + H3O (aq)

2.2 Manfaat Besi merupakan logam yang paling banyak penggunaannya, yaitu sekitar 14 kali total penggunaan semua logam lain. Hal ini didasarkan oleh : Bijih relatif melimpah dan tersebar di beberapa tempat di penjuru dunia Pengolahan besi relative mudah dan murah Sifat-sifat mudah dimodifikasi

Kegunaan utama besi adalah untuk membuat baja yang biasa digunakan untuk membuat kebutuhan-kebutuhan seperti, a. Dalam kehidupan sehari hari manfaat besi seperti: peralatan masak didapur, peralatan perang, tiang listrik, penangkal petir, pipa saluran, peralatan mesin b. Sedangkan dalam bahan bangunan besi digunakan untuk: Sebagai tulang beton

Untuk bahan rangka atap Pagar rumah Bahan bangunan jembatan Ventilasi rumah Rel kereta api

2.3 Deskripsi Proses Pengolahan Besi 1. Tinjauan Proses Secara Umum Bahan utama besi dan paduannya adalah besi kasar, yang dihasilkan dalam tanur tinggi.Bijih besi yang dicampur dengan kokas dan batu gamping (batu kapur) dilebur dalam tanur ini.Komposisi kimia besi yang dihasilkan bergantung pada jenis bijih yang digunakan.Jenis bijih besi yang lazim digunakan adalah hematit, magnetit, siderit dan himosit. Hematit (Fe2O3) adalah bijih besi yang paling banyak dimanfaatkan karena kadar besinya tinggi, sedangkan kadar kotorannya relatif rendah. Meskipun pirit (FeS2) banyak ditemukan, jenis bijih ini tidak digunakan karena kadar sulfur yang tinggi sehingga diperlukan tahap pemurnian tambahan.Karena di alam ini besi berbentuk oksida dan karbonat, atau sulfida sehingga hampir semua proses produksinya diawali dengan reduksi dengan gas reduktor H2 atau CO.Zat reduksi yang digunakan adalah karbon dengan prinsip reaksi: 2FeO3 + 3C 3CO2.

4Fe +

2. Kondisi Operasi Tanur beroperasi dengan kontinu.Campuran bahan yang bereaksi

diumpamakan ke puncak pada selang waktu yang teratur, untuk memulai perjalanannya ke tingkat bawah yang panas keputihan. Tanur harus disadap setiap enam jam, untuk mengalirkan keluar besi meleleh. Untuk setiap ton besi tanur tiup atau besi cor kasar (pig iron) yang diproduksi, diperlukan kira-kira 2 ton bijih besi, 1 ton kokas, 0,3 ton batu kapur, dan 4 ton udara. Produk sampingan yang utama adalah 0,6 ton terak dan 5,7 ton gas

cerobong buangan, yang terutama berupa nitrogen dan karbon dioksida, tetapi mengandung kira-kira 12 persen CO dan 1 persen H2. 2.3.2.1 Tempat Pengolahan Besi Proses pengolahan bijih besi untuk menghasilkan logam besi dilakukan dalam tanur sembur (blast furnace). Tanur sembur berbentuk menara silinder dari besi atau baja dengan tinggi sekitar 30 meter dan diameter bagian perut sekitar delapan meter.Karena tingginya alat tersebut, alat ini sering juga disebut sebagai tanur tinggi. Adapun bagian dari tanur sembur atau tanur tinggi, sebagai berikut : a. Bagian puncak yang disebut dengan Hopper, dirancang sedemikian rupa sehingga bahan bahan yang akan diolah dapat dimasukkan dan ditambahkan setiap saat. b. Bagian bawah puncak, mempunyai lubang untuk mengeluarkan hasil hasil yang berupa gas. c. Bagian atas dari dasar (kurang lebih 3 meter dari dasar), terdapat pipa pipa yang dihubungkan dengan empat buah tungku dimana udara dipanaskan (sampai suhunya kurang lebih 1.100o C). udara panas ini disemburkan ke dalam tanur melalui pipa pipatersebut. d. Bagian dasar tanur, mempunyai dua lubang yang masing masing digunakan untuk

mengeluarkan besi cair sebagai hasil utama dan terak (slag) sebagai hasil samping.

3. Tinjauan Kinetika dan Thermodinamika 1. Tinjauan Kinetika Persamaan pendekatan kecepatan reaksi pembentukan besi dari oksidasi bijih besi dengan udara, kokas, dan batu kapur adalah k = 4,339^e-(5,47323*T) m3/kmol.det. Bila ditinjau dari segi kinetika reaksi sesuai dengan rumus Arhennius:

k = A.e(-E/RT) Dalam hubungan ini: k = konstanta kecepatan reaksi A = faktor frekuensi E = energi aktivasi R = konstanta gas ideal T = temperatur Dari persamaan di atas, harga A, E, dan R tetap, sehingga harga k hanya dipengaruhi oleh fungsi T (suhu), dengan kenaikan suhu reaksi konstanta kecepatan reaksi akan semakin besar sehingga reaksi kekanan akan berjalan lebih cepat dan reaksi yang terjadi adalah reaksi irreversible atau reaksi searah.

1. Tinjauan Kinetika Reduksi Kinetika reaksi reduksi bijih besi adalah kecepatan besi oksida untuk bertransformasi menjadi logam besi dengan melepaskan oksigen.Kecepatan reaksi reduksi bijih besi ditentukan oleh tinggi rendahnya kemampuan bijih besi tersebut untuk direduksi yang dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu ukuran partikel,bentuk dan distribusi ukuran partikel,bobot,jenis,porosity,struktur kristal,serta komposisi kimia.Kinetika reduksi langsung menggunakan reduktor batu bara dipengaruhi oleh kombinasi beberapa mekanisme,yaitu perpindahan panas, perpindahan massa oleh konveksi,difusi fase gas,serta reaksi kimia dengan gasifikasi karbon.El-Geassy etal.(2007)menjelaskan bahwa ada banyak factor yang memengaruhi reduksi besi oksida seperti komposisi bahan baku, basisitas,komposisi gas dan suhu reduksi.Pengaruh komposisi gas terjadi pada perubahan volume dari besi oksida pada suhu 800-1100oC. Reaksi batu bara dan bijih besi merupakan suatu sistem yang kompleks.Perubahan dalam reaksi sangat dipengaruhi oleh parameter perpindahan panas yang meliputi ukuran,bentuk,bobot jenis partikel dan kecepatan aliran panas.Perpindahan panas yang terjadi dalam proses reduksi adalah perpindahan panas secara konduksi. Proses konduksi adalah

perpindahan panas melalui zat padat.Dalam system reduksi langsung dengan

karbon, mekanisme perpindahan panas yang paling berpengaruh adalah adalah konduksi dan konveksi. Proses konduksi sangat bergantung pada suhu proses,sifat padatan dan fase gas yang terjadi sehingga nilai konduktifitas panas padatan merupakan salah satu hal penting dalam proses reduksi Konduktivitas panas yang tinggi akan meningkatkan kecepatan laju reaksi. Perpindahan massa terjadi karena adanya gas CO dari batu bara yang bereaksi dengan bijih besi membentuk logam besi(Fe), sehingga oksigen dilepaskan dari bijih besi tersebut dan karbon (C) akan bereaksi dengan karbon dioksida (CO2) untuk membentuk CO. Aliran gas CO yang menyebabkan proses konveksi dan difusi dipengaruhi oleh perbedaan tekanan dan konsentrasi gas dalam system sehingga perpindahan massa dapat berjalan baik. Besi oksida yang berisi karbon dapat direduksi pada suhu lebih rendah.Penurunan suhu ketika reduksi bijih besi dengan karbon terjadi saat peningkatan efisiensi energi dan karbon sebagai CO2.Reaksi kimia yang terjadi pada proses reduksi langsung bijih besi dengan reduktor batu bara meliputi devolatilisasi batu bara,Reduksi bijih besi dengan gas,dan gasifikasi arang batubara (char).Devolatilisasi batubara mulai terjadi lebih awal pada suhu rendah dengan laju reaksi lebih cepat dari reaksi reduksi bijih besi maupun gasifikasi arang batubara.Kesetimbangan reaksi dapat dilihat pada gambar 1

Gambar1Diagram kesetimbangangas CO danCO2 untukreduksibijihbesi (Ross 1980).

3. Tinjauan Thermodinamika Pembentukan besi melalui oksidasi bijih besi dengan udara merupakan reaksi endotermis. Hal ini ditunjukkan dengan harga entalpi yang bernilai positif pada keadaan standar yaitu 30182 Kj/mol . Karena reaksi yang berlangsung merupakan reaksi irreversible berarti laju reaksi dipengaruhi oleh laju kinetika . Selain itu, untuk menentukan apakah reaksi berjalan eksotermis atau endotermis perlu pembuktian dengan menggunakan panas pembentukan standar (Hof) pada 1 atm dan 298,15 K dari reaktan dan produk. Reaksi:
T = 295,15 K

FeO (s) + H2 (g)

P = 1 atm

Fe (s) + H2O (g)

Hof reaksi = Hof produk - Hof reaktan Jika Hof reaksi berharga negatif maka reaksi akan bersifat eksotermis, sebaliknya jika berharga positif reaksi akan bersifat endotermis. H298 = H produk - H reaktan = ( -241,818 + 0 ) (- 272,000 + 0 ) = 30182 Kj/mol ada suhu reaksi 13 0 C = 1632 HT , maka

= H298 + ( n . Cp . dTp n . Cp . dTr )

= 30182 + 12,428 = 30194,482 Kj/mol Dari perhitungan Hof reaksi di atas maka dapat disimpulkan bahwa reaksi pembentukan besi bersifat endotermis. Reaksi dapat balik (reversible) atau searah (irreversible) dapat ditentukan secara thermodinamika yaitu berdasarkan persamaan vant Hoff:

dengan: Go = -RT ln K sehingga:

Dimana : K T H = konstanta kesetimbangan reaksi = temperature (oK ) = panas reaksi Terlihat semakin tinggi suhu maka konversi yang didapat akan semakin kecil . Ditinjau dari energi gibbs (Go) . Go = Go produk - Go reaktan = ( -228,572 + 0 ) ( 0 + 0 ) = -228,572 Go -228,572 ln K K

= - RT ln K = - ( 8,314 x 298,15 ) x ln K = 92,21 = 1,1124 x 1040 Ternyata harga 1 yaitu 1,1124 x 1040 , hal ini menunjukan bahwa

reaksi pembentukan besi bersifat searah (irreversible) .

Contoh perhitungan nilai konversi pada tinjauan termodinamika K standar pada 298 K = e(-Go/RT) = e(228,572 J/mol / (8,314 J/mol K Pada T = 200 oC = 473 K
x 298 K)

= 1,097

( = -4,94*10^-3= 0,024 X= Dst sampai suhu 1400oC

Tabel hubungan suhu dan presentase metalisasi Suhu oC 0 200 400 800 900 1000 1100 1350 1400 Grafik Perpotongan Suhu vs % metalisasi Metalisasi 0 8.25 20.75 52.6 62.35 70.35 78.35 96.83 97.35

120 100 metalisasi 80 60 40 20 0 0

Grafik Hubungan suhu vs metalisasi

200

400

600 Suhu

800

1000

1200

1400

Contoh perhitungan konversi pada tinjauan kinetika k=Ae(-E/RT) =4,339*e-(-5,47323*T) T pada 200oC=473K k=4,339*e-(-5,47323*T) =4,339*e-(-5,47323*473) =4,39 X=( =( =20 Dst sampai suhu 1400oC Berikut Grafik Perpotongan antara suhu dengan % metalisasi dari tinjauan kinetika dan tinjauan thermodinamika Tinjauan Termodinamika Suhu 0 200 400 %metalisasi 0 8.25 20.75 Tinjauan Kinetika Suhu 0 200 400 %Metalisasi 0 20 40 ) )

800 900 1000 1100 1350 1400

52.6 62.35 70.35 78.35 96.83 97.35

800 900 1000 1100 1350 1400

78 83 90 92 97 97.35

120 100 % metalisasi 80 60 40 20 0 0

Grafik Perpotongan tinjauan thermodinamika dan kinetika

Tinjauan kinetika tinjauan termodinamika

200

400

600

800 Suhu (C)

1000

1200

1400

1600

Dari grafik diatas maka terlihat bahwa dilihat dari tinjauan thermodinamika dan kinetika proses pembuatan besi,terdapat perpotongan pada suhu 1350 dengan %metalisasi hingga 97,35%. 4. Langkah Proses dan Reaksi Kimia Secara umum proses pengolahan besi dari bijihnya dapat berlangsung dengan urutan sebagai berikut: a.Bahan bahan dimasukkan ke dalam tanur melalui bagian puncak tanur. Bahan tersebut adalah :
o

1.Bahan utama yaitu bijih besi yang berupa hematit (Fe2O3 ) yang bercampur dengan pasir (SiO2) dan oksida oksida asam yang lain (P2O5 dan Al2O3). Batuan batuan ini yang akan direduksi. 2 Bahan bahan pereduksi yang berupa kokas (karbon). 3.Bahan tambahan yang berupa batu kapur (CaCO3) yang berfungsi untuk mengikat zat zat pengotor.

b.Udara panas dimasukkan di bagian bawah tanur sehingga menyebabkan kokas terbakar. C(s) + O2(g) CO2(g) H = - 394 kJ

Reaksi ini sangat eksoterm (menghasilkan panas), akibatnya panas yang dibebaskan akan menaikkan suhu bagian bawah tanur sampai mencapai 1.900o C.

c.Gas CO2 yang terbentuk kemudian naik melalui lapisan kokas yang panas dan bereaksi dengannya lagi membentuk gas CO. CO2(g) + C(s) 2 CO(g) H = +173 kJ

Reaksi kali ini berjalan endoterm (memerlukan panas) sehingga suhu tanur pada bagian itu menjadi sekitar 1.300o C.

d.Gas CO yang terbentuk dan kokas yang ada siap mereduksi bijih besi (Fe2O3). Reaksi ini dapat berlangsung dalam beberapa tahap, yaitu : 1.Pada bagian atas tanur, Fe2O3 direduksi menjadi Fe3O4 pada suhu 500o C. 3 Fe2O3(s) + CO(g) 2 Fe3O4(s) + CO2(g)

2.Pada bagian yang lebih rendah, Fe3O4 yang terbentuk akan direduksi menjadi FeO pada suhu 850o C. Fe3O4(s) + CO(g) 3 FeO(s) + CO2(g)

3.Pada bagian yang lebih bawah lagi, FeO yang terbentuk akan direduksi menjadi logambesi pada suhu 1.000o C. FeO(s) + CO(g) Fe(l) + CO2(g)

e.Besi cair yang terbentuk akan mengalir ke bawah dan mengalir di dasar tanur.

f.Sementara itu, di bagian tengah tanur yang bersuhu tinggi menyebabkan batu kapur terurai menurut reaksi: CaCO3(s) CaO(s) + CO2(g)

g.Kemudian di dasar tanur CaO akan bereaksi dengan pengotor dan membentuk terak (slag) yang berupa cairan kental. Reaksinya sebagai berikut: CaO(s) + SiO2(s) 3 CaO(s) + P2O5(g) CaO(s) + Al2O3(g) CaSiO3(l) Ca3(PO4)2(l) Ca(AlO2)2(l)

h.Selanjutnya, besi cair turun ke dasar tanur sedangkan terak (slag) yang memiliki massa jenis lebih rendah daripaba besi cair akan mengapung di permukaan dan keluar pada saluran tersendiri.

i.Selanjutnya, penggolongan hasil dari pengolahan bijih itu sendiri dibagi menjadi tiga: 1. Besi Kasar (pig iron) atau Besi Gubal Besi cair yang keluar dari dasar tanur disebut dengan besi kasar (pig iron).Besi kasar mengandung 95% besi, 34% karbon, sisanya berupa fosfor, silika danmangan.

2. Besi Tuang (cast iron) atau Besi Cor Jika pig iron dibuat menjadi bentuk cetakan maka disebut besi tuang 3. Besi Tempa (wrought iron) Besi tempam mengandung kadar karbon yang cukup rendah (0,05 0,2%). Besi tempa inicukup lunak untuk dijadikan berbagai perlatan seperti sepatu kuda, roda besi, baut, mur, golok, cangkul dan lain sebagainya.

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan Besi merupakan unsur yang paling penting dalam kehidupan umat manusia sejak zaman Mesopotamia purba sampai era modern saat ini. Bahan utama besi dan paduannya adalah besi kasar, yang dihasilkan dalam tanur tinggi..Komposisi kimia besi yang dihasilkan bergantung pada jenis bijih yang digunakan. Pada grafik perpotongan Xa vs T pada grafik tinjauan termodinamika diperoleh Xa maksimum pada 97,35 dan Toptimum 1350oC hal ini sesuai dengan kondisi yang ada dalam pembuatan besi. Reaktor yang digunakan dalam pembuatan besi adalah jenis reaktor continue hal ini ditandai dalam pembuatan besi digunakan blast furnace dimana sistem kerjanya bahan dimasukkan dengan continue dan keluar melalui bawah reaktor dengan continue pula.

3.2 Saran 1. Saat pembuatan besi harus berhati-hati karena suhu dalam tanur sangat panas 2. Untuk produsen: Bijak dan cerdas dalam pengkomposisian bahan untuk pembuatan material besi yang baik Cermat dalam pengkondisian opersai pembuatan besi Cermat dalam pemisahan slurry dan besi untuk menghasilkan besi yang minim impuritas 3. Untuk konsumen Bijak dalam pengaplikasian besi,pemilihan jenis besi disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan penggunaan Cermat dalam pemilihan kualitas besi Bijak dalam penggunaan jumlah material besi

DAFTAR PUSTAKA

http://hardiananto.wordpress.com/tag/manfaat-besi/ http://id.wikipedia.org/wiki/Bijih_besi http://jhon-arch.blogspot.com/2010/01/manfaat-besi.html http://novienobie.blogspot.com/2010/05/pendahuluan-unsur-besi-fe-dalam-suatu.html

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/27293/4/Chapter%20II.pdf http://staff.ui.ac.id/internal/131845374/material/proses_pembuatan_besi_dan_baja.pd f http://www.scribd.com/doc/75966961/Proses-Pengolahan-Bijih-Besi-Menjadi-Besi

TUGAS PROSES INDUSTRI KIMIA

PEMBUATAN BESI

Disusun Oleh:

LINDA ALIFFIA YOSHI PRIMADIANI NURHANIDAR RIA DESIRIANI

21030110141033 21030110141107 21030110141082

JURUSAN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2012