Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN

HASIL PRAKTEK LARUTAN PENYANGGA

Yanti Anggrenie
Siska Yulianita Febe Batubara Dwi Murning Tritalia Utami A. Nuramelia Agra Nugraha

XI IPA 2

SMA NEGERI 2 PALANGKA RAYA

Judul Tujuan

: :

Larutan Penyangga Mengamati dan mempelajari sifat larutan penyangga dan larutan bukan penyangga pada penambahan sedikit asam, basa,atau pengenceran.

Dasar Teori :

Larutan penyangga atau larutan dapar adalah larutan yang pHnya tidak mudah berubah dengan penambahan sedikit asam , basa atau air. Larutan ini dapat dibuat: Dengan mencampur asam lemah/basa lemah berlebih dengan basa kuat/asam kuat. Campuran akan menghasilkan garam yang mengandung basa konjugasi/asam konjugasi dari asam lemah/basa lemah yang besangkutan. Dengan mencampur asam lemah dengan garamnya atau basa lemah dengan garamnya. Bila larutan penyangga berasal dari asam lemah dengan garamnya tercampur sedikit asam kuat, maka asam kuat akan bereaksi dengan garamnya sehingga asam kuat akan diubah menjadi garam (bersifat netral) dan asam lemah. Sifat asam kuatnya menjadi sangat kecil. Bila ditambah sedikit basa kuat maka basa kuat ini menjadi sangat kecil, karena bereaksi dengan asamnya. Larutan penyangga berdasarkan komponen penyusunnya dikelompokkan menjadi dua, yaitu : 1. Larutan penyangga asam , berfungsi mempertahankan pH <7. 2. Larutan penyangga basa ,berfungsi mempertahankan pH > 7. Larutan penyangga asam mengandung asam lemah (HA) dan basa konjugasinya ( ion A- ). Larutan penyangga basa mengandung basa Lemah (B) dan asam konjugasinya ( BH+). Larutan penyangga asam Dapat digunakan tetapan ionisasi dalam menentukan konsentrasi ion H+ dalam suatu larutan dengan rumus berikut: [H+] = Ka x atau pH = p Ka - log

dengan, Ka = tetapan ionisasi asam lemah a = jumlah mol asam lemah g = jumlah mol basa konjugasi

Larutan penyangga basa Dapat digunakan tetapan ionisasi dalam menentukan konsentrasi ion H+ dalam suatu larutan dengan rumus berikut: [OH-] = Kb x atau pH = 14 (Kb - log ) dengan, Kb = tetapan ionisasi basa lemah b = jumlah mol basa lemah g = jumlah mol asam konjugasi

Alat dan bahan :


-

Gelas kimia Indikator universal Tabung ukur

Larutan CH3COOH 0,1 M

Larutan HCl 0,1 M Larutan NaOH 0,1 M Akuades

Cara Kerja :

1.

Campurkan 25 mL larutan CH3COOH 0,1 M dan 5 mL larutan NaOH 0,1 M sebuah gelas kimia. Ukur pH larutan itu. Siapkan 3 gelas kimia yang bersih, isi masing-masing gelas kimia dengan 10 mL larutan dari prosedur (1). Kemudian: a. Ke dalam gelas kimia 1 tambahkan 0,5 mL larutan HCl 0,1 M. b. Ke dalam gelas kimia 2 tambahkan 0,5 mL larutan NaOH 0,1 M. c. Ke dalam gelas kimia 3 tambahkan 5 mL akuades. Ukur pH ketiga larutan itu.

2.

Hasil pengamatan
Larutan yang diuji NH3+NH4Cl CH3COOH + NaCH3COO NH3+NH4Cl CH3COOH + NaCH3COO CH3COOH + NaOH NH3+HCl NaCl pH mulamula 8 4 8 4 4 6 6

:
pH setelah ditambah HCL 8 3 8 3 4 7 3 pH setelah ditambah NaOH 7 4 8 4 4 9 10 pH setelah diencerkan 8 5 9 5 4 10 7 Kelompok Sulasmi Adhitya N Dewita F Indra A Febe B Joan N Edwin N

Analisis Data / Pertanyaan

1. Di antara larutan yang diuji , manakah yang bersifat penyangga (buffer) ? Larutan CH3COOH dan NaOH merupakan larutan yang bersifat penyangga karena larutan ini mampu mempertahankan (menyangga) pH-nya, karena pada penambahan sedikit larutan asam, basa, dan di encerkan tidak terjadi perubahan. 2. Simpulkan pengertian larutan penyangga. Larutan penyangga adalah larutan yang dapat mempertahankan pH agar tidak terjadi perubahan pH yang terlalu besar walaupun diencerkan dengan air dan ditambah sedikit asam/basa. 3. Tuliskan komponen penyangga pada percobaan . CH3COOH (aq) + NaOH (aq) NaCH3COO (aq) + H2O(aq) M 2,5 0,5 R -0,5 -0,5 +0,5 +0,5 S 2 0,5 0,5 Sisa = 2 mmol CH3COOH (asam lemah) 0,5 mmol NaCH3COO (garam) Na+ CH3COO- ( basa konjugasinya)

Jadi komponen penyangga asam menyisakan asam lemah dan basa konjugasinya. 4. Hitung pH larutan pada percobaan . [H+] = Ka x = 1x10 x = 4x10-5 Penyangga asam : ditambah asam bereaksi dengan basa konjugasinya (garam) ditambah basa bereaksi dengan asam lemah Ditambah HCl : nHCl = m.v = 0,1 . 0,5 = 0,05 mmol HCl + NaCH3COO H+ M R S Cl0,05 -0,05 Na+ CH3COO0,5 -0,05 0,45 +0,05 0,05 2 +0,05 2,05 NaCl + CH3COOH
-5

pH = 5-log 4 = 4,4

[H+] = Ka x = 1x10-5 x = 4,55x10


-5

pH = 5-log 4,5 = 4, 35

ditambah NaOH : nNaOH = m.v = 0,1 . 0,5 = 0,05 mmol NaOH + CH3COOH M 0,05 2 R -0,05 -0,05 S 1,95 [H+] = Ka x = 1x10-5 x = 3,5 x 10-5 = 4,45 NaCH3COO + H2O 0,5 0,5 + 0,05 + 0,05 0,55 0,55

pH = 5-log 3,5

5. Tentukan jenis penyangganya. Jenis penyangga pada percobaan adalah jenis larutan penyangga pada asam karena larutan dalam percobaan mampu mempertahankan pH-nya kurang dari 7, yaitu pH-nya 4, biarpun telah ditambahkan sedikit larutan asam ( HCL ), larutan basa ( NaOH ) dan air , pH-nya tetap 4 atau kurang dari 7 (pH <7) . 6. Jelaskan cara kerja penyangga untuk mempertahankan pH pada penambahan sedikit asam, basa , dan air pada percobaan. Penambahan Asam Penambahan asam kuat menaikkan konsentrasi H+ dalam larutan. Akibatnya kesetimbangan terganggu dan bergeser ke kiri. Basa konjugasinya akan menetralisir H+ serta membentuk asam. Jadi pada kesetimbangan baru tidak terdapat perubahan konsentrasi H+ yang berarti perubahan pH atau pOH dapat dipertahankan pada kisarannya. Penambahan Basa Penambahan sedikit basa kuat akan bereaksi dengan H+ dalam larutan. Akibatnya konsentrasi H+ menurun dan kesetimbangan terganggu untuk itu asam dalam larutan akan teronisasi membentuk H+. Jadi pada kesetimbangan baru tidak terdapat perubahan konsentrasi H+, yang berarti pOH atau pH dapat dipertahankan pada kisarannya. Dan basa lemah menetralisir penambahan sedikit asam (H+). Penambahan Air / Pengenceran. H2O terurai sedikit sekali menjadi H+ dan OH-. Kontribusi OH- dan H+ sangat sedikit sehingga diabaikan. Kesimpulan : Larutan CH3COOH dan NaOH adalah larutan penyangga asam yang mempertahankan pHnya <7 dengan penambahan sedikit asam dan basa dan penambahan akuades (pengenceran) tidak mempengaruhi pH.