Anda di halaman 1dari 29

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Dewasa ini penelitian menunjukkan bahwa lebih dari 50% kematian terjadi dalam periode neonatal. Oleh karena itu, upaya pembinaan kesehatan bayi dimulai dari

pemenuhan kebutuhan primer sejak dalam kandungan. Kurang baiknya penanganan BBL akan menyebabkan kelainan-kelainan yang dapat berakibat fatal bagi bayi. Misalnya hipotermi pada BBL yang selanjutnya menyebabkan hipotisemia dan hipoglekemia. Dan yang tak kurang pentingnya adalah pencegahan terhadap infeksi yang dapat terjadi melalui tali pusat pada waktu memotong tali pusat. Ditinjau dari pertumbuhan dari perkembangan bayi, periode neonatal adalah periode yang paling rentan akan banyak hal, seperti infeksi dan pengaturan tubuhnya, terutama pada bayi yang beratnya rendah saat melahirkan. Sehingga perlu pemberian ASI atau PASI yang mencukupi untuk membantu bayi dalam keadaan sehat dan menurunkan angka kematian bayi. Manajemen yang baik pada waktu masih dalam kandungan, selama persalinan, segera sesudah melahirkan dan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan selanjutnya akan menghasilkan bayi yang sehat. Oleh karena itu penulis tertarik untuk mengambil judul Asuhan Kebidanan Pada Bayi Ny.F Usia 1 jam dengan Spt. B Bayi Baru Lahir Normal. B. TUJUAN PENULISAN 1. Tujuan Umum Mahasiswa mampu mengkaji, mengidentifikasi dan melaksanakan asuhan kebidanan Asuhan Kebidanan Pada Bayi Ny.F Usia 1 jam dengan Spt. B bayi baru lahir normal. 2. Tujuan Khusus Diharapkan mahasiswa mampu: a. Melakukan pengumpulan data sampai analisa b.Mengidentifikasi diagnosa dan masalah c. Mengidentifikasi diagnosa dan masalah potensial d.Mengidentifikasi kebutuhan segera e. Merencanakan asuhan kebidanan f. Melaksanakan asuhan kebidanan yang telah direncanakan 1

g.Mengevaluasi tindakan yang telah dilakukan A. SISTEMATIKA PENULISAN Bab I : Pendahuluan 1.1. 1.2. 1.3. Latar Belakang Tujuan Penulisan Sistematika Penulisan

Bab II : Tinjauan Pustaka 2.1 Konsep Bayi Baru Lahir Normal 2.2. Konsep/Manajemen Asuhan Kebidanan Pada Bayi Baru Lahir Normal Bab III : Tinjauan Kasus Bab IV : Pembahasan Bab V : Penutup 5.1 Kesimpulan 5.2 Saran Daftar Pustaka

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


2.1 Konsep Bayi Baru lahir A. Pengertian Bayi baru lahir normal adalah bayi yang lahir dari kehamilan 37-42 minggu dan berat lahir 2.500 gram sampai 4000 gram. (Sinopsis Obstetri, EGC, Jakarta) Pengertian Neonatus adalah bayi baru lahir mengalami proses kelahiran dan harus menyesuaikan diri dari kehidupan intrauteri kekehidupan ekstrauteri usia 1-28 hari (Sarwono.2002). Pengertian BBL Normal adalah bayi baru lahir dengan kehamilan 37-42 minggu dengan berat badan 2500-4000 gram (Sarwono. 2002). Pengertian asuhann BBL Normal adalah asuhan yang diberikan pada BBL setelah jam pertama kelahiran (asuhan kesehatan anak dalam konteks dalam keluarga) (Depkes RI.1993). B. Ciri-ciri Bayi Normal 1. BB 2.500-4000 gram 2. PB 48-52 cm 3. Lingkar dada 30-38 cm 4. Lingkar kepala 33-35 cm 5. Bunyi jantung dalam menit pertama kira-kira 180x/menit, kemudian menurun sampai 120-110 x/menit 6. Pernafasan pada menit pertama kira-kira 180x/menit, kemudian menurun setelah tenang 40x/menit 7. Kulit kemerah-merahan dan licin karena jaringan subcutan cukup terbentuk dan diliputi vernik caseosa 8. Rambut kepala biasanya telah sempurna 9. Kuku agak panjang atau melewati jari jari 10. Genetalia labia mayora sudah menutupi labia minora (pada anak perempuan), testis sudah turun (pada anak laki-laki). 11. Reflek hisap dan menelan baik 12. Reflek suara sudah baik, bayi bila dikagetkan akan memperlihatkan gerakan memeluk. 3

13. Reflek menggenggam sudah baik 14. Eliminasi baik, urine dan meconium akan keluar 24 jam pertama, meconium berwarna hitam kecoklatan. C. Perubahan-perubahan yang terjadi pada bayi baru lahir 1. Perubahan metabolisme karbohidrat Dalam waktu 2 jam setelah lahir akan terjadi penurunan kadar gula darah, untuk menambah energi pada jam 3 pertama setelah lahir diambil dari hasil metabolisme asam lemah, bila karena sesuatu hal, misalnya bayi mengalami hipotermi, metabolisme asam lemak tidak memenuhi kebutuhan pada neonatus maka kemungkinan besar bayi akan menderita hipoglikemia, misalnya pada BBLR dari ibu yang menderita DM dan lain-lainnya. 2. Perubahan suhu tubuh Ketika bayi lahir berada pada suhu yang lebih rendah dari suhu di dalam rahim ibu. Apabila bayi dibiarkan dalam suhu 25C, maka bayi akan kehilangan panas melalui konveksi, radiasi dan evaporasi sebanyak 200 kkal/KgBB/menit, sedangkan produksi panas yang dihasilkan tubuh bayi hanya 1/10 nya, sehingga menyebabkan suhu tubuh turun, akibat suhu yang rendah metabolisme jaringan meningkat dan kebutuhan oksigen pun meningkat. 3. Perubahan pernafasan - Selama dalam uterus janin mendapat O2 dari pernafasan gas melalui placenta. Setelah bayi lahir, pertukaran gas harus melalui paru-paru bayi. Rangsangan untuk gerakan pernafasan pertama ialah: a. b. Tekanan metabolisme dan toraks sewaktu melalui jalan lahir Penurunan O2 dan kenaikan CO2 merangsang kemoreseptor yang

terletak di sinus karotis c. Rangsangan dingin didaerah muka dapat merangsang permukaan

pernafasan. 4. Perubahan sirkulasi Dengan perkembangan paru mengakibatkan tekanan O2 naik dan tekanan CO2 menurun, sehingga menurunkan resistensi pembuluh darah paru sehingga aliran darah meningkat. Hal ini menyebabkan darah dari arteri pulmonalis mengalir ke paru-paru dan ductus arteriosus menutup. Dengan menciutnya arteri dan vena umbilicalis kemudian tali pusat dipotong aliran darah dari placenta melalui vena

cava inferior dan foramen oval atrium kiri terhenti. Sirkulasi janin sekarang berubah menjadi sirkulasi bayi yang hidup diluar badan ibu. 5. Perubahan alat pencernaan, hati, ginjal, alat lainnya mulai berfungsi. Setelah anak lahir harus segera mendapat perawatan dan pengawasan agar tidak terjadi kelainan-kelainan. Adapun perawatan dan pengawasan bayi meliputi: a. Menghisap lendir b. Memotong tali pusat c. Menetesi/memberi salep mata d. Memberi injeksi Vit. K e. Mengukur panjang badan dan menimbang berat badan bayi f. Mengukur lila (lingkar lengan atas), LD (lingkar dada), LK (lingkar kepala) g. Mengukur suhu tubuh h. Memandikan setelah 6 jam PP Hal-hal yang diawasi pada bayi baru lahir dapat dilakukan dengan metode APGAR. Aspek-aspek yang termasuk APGAR dan harus dinilai dan dicatat ialah: TANDA 1. Appereance / warna kulit 2. Pulse / Bunyi jantung 3. Grimace / Refleks 4. Activity / Aktivitas 5. Respiratory Effart Tidak ada Tidak ada fleksi Lambat, tidak teratur atau lambat Tidak ada Perubahan mimik Bersin, batuk, menangis kuat Ekstremitas sedikit Gerakan aktif, ekstremitas fleksi Menangis keras atau kuat. SKOR 0 atau putih Tidak ada 1 dan tangan biru < 100 2 kemerah-merahan > 100 Seluruh tubuh biru Badan merah, kaki Seluruh tubuh

(Obstetry Fisiology, UNPAD, 1983) Dalam merawat bayi kebutuhan yang harus dipenuhi antara lain: a. Kebutuhan rasa hangat b. Makanan pokok yaitu ASI c. Cairan d. Istirahat dan tidur e. Udara yang bersih 5

f. Latihan gerakan badan g. Kasih sayang ibu h. Perlindungan i. Kebersihan dan sterilisasi Kebutuhan diatas bersifat terus menerus selama pertumbuhan dan

perkembangan bayi. D. Pemberian Nutrisi Pada Bayi 1. Kebutuhan Energi (Kalori) - 110-120 kkal/kg BB selama beberapa bulan pertama kehidupan - 100 kkal/kg BB pada waktu ia mencapai usia 1 tahun 2. Kebutuhan Cairan Hari I Hari II Hari III Hari IV : : : : 60 cc/kg BB/hari 90 cc/kg BB/hari 120 cc/kg BB/hari 150 cc/kg BB/hari

Frekuensi pemberian cairan tergantung pada berat badan bayi: - Berat badan < 1.250 gr : 24 x/hari tiap 1 jam - Berat badan 1.250 gr- < 2.000 gr : 12x/hari tiap 2 jam - Berat badan > 2000 gr = 8 x/hari tiap 3 jam

E. Penatalaksanaan BBL Ambil BBL secara cepat dan hati-hati (pasti pernafasan baik) letakkan diatas perut ibu yang sudah diberi handuk. Lap lendir dan darah yang berada ditubuh bayi kecuali telapak tangan. Klem tali pusat kurang lebih 3 cm dari pusat,urut 2-3 cm kearah ibu kemudian klem lagi (klem kedua). Potong tali pusat diantara klem sambil melindungi bayi dari klem dari tangan kiri, pertahankan kebersihan. Jaga kehangatan bayi : 1. Pastikakn kontak kulit antara ibu dan bayi 2. Gantikan handuk yang basah dengan kain yang bersih dan kering. Kontak kulit antara ibu dan bayi untuk IMD dan Bonning Attacment. Pernafasan periksa pernafasan dan warna kulit setiap 5 menit.

Perawatan mata : berikan eritromisin 0,5 % atau tetrasiklin 1 % untuk mencegah infeksi pada mata. Profilaksis perdarahan BBL : berikan vitamin K injeksi 1 mg IM dipaha kiri untuk mencegah perdarahan BBL akibat defesiensi vitamin K Identitas bayi : 1. Nama ibu 2. Tanggal lahir 3. Jenis kelamin.

Ukuran BB,PB,LIKA dan LIDA Perawata lain-lain : a Lakukan perawatan tali pusat sambil mengajari orang tua bayi b Dalam 24 jam pertama berikan imiunisasi hepatitis B, BCG, Polio. c Beritahu tanda bahaya pada bayi kepada orang tua d Ajarkan kepada orang tua cara merawatt bayi. e Ajarkan cara menyusui yang benar pada orang tua.

F. Penanganan Bayi Baru Lahir Tujuan utama perawatan segera bayi segera sesudah lahir, yaitu: Membersihkan jalan napas Memotong dan merawat tali pusat Mempertahankan suhu tubuh bayi Identifikasi Pencegahan infeksi Pembersihan jalan nafas, perawatan tali pusat,dan identifikasi dalah rutin segera dilakukan, kecuali bayi dalam keadaan krisis, dan dokter memberi instruksi khusus. Membersihkan Jalan Napas Bayi normal akan menangis spontan segera setelah lahir. Apabila bayi tidak langsung menangis, penolong segera membersihkan jalan napas dengan cara sebagai berikut: Letakkan bayi pada posisi terlentang di tempat yang keras dan hangat Gulung sepotong kain dan letakkan di bawah bahu sehingga bayi lurus dan kepala tidak menekuk. Posisi kepala diatur lurus sedikit tengadah ke belakang. 7

Bersihkan hidung, rongga mulut dan tenggorokan bayi dengan jari tangan yang dibungkus kasa steril. Tepuk kedua telapak kaki bayi sebanyak 2-3 kali atau gosok kulit bayi dengan kain kering dan kasar. Dengan rangsangan ini biasanya bayi segera menangis.

Memotong dan merawat tali pusat Tali pusat dipotong sebelum atau sesudah plasenta lahir tidak begitu menentukan dan tidak akan mempengaruhi bayi, kecuali pada bayi kurang bulan. Apabila bayi lahir tidak menangis, maka tali pusat segera dipotong untuk memudahkan tindakan resusitasi pada bayi. Tali pusat dipotong 5 cm dari dinding perut bayi dengan gunting steril dan di ikat dengan pengikat steril. Mempertahankan suhu tubuh bayi Pada waktu aru lahir, bayi belum mampu mengatur tetap suhu badannya, dan membutuhkan pengaturan dari luar untuk membuatnya tetap hangat. Bayi baru lahir harus dibungkus hangat. Suhu tubuh bayi merupakan tolak ukur kebutuhan akan kebutuhan akan tempat tidur yang hangat sampai suhu tubuh sudah stabil. Suhu bayi harus dicatat. Memberi vitamin K Kejadian perdarahan karena defisiensi vitamin K pada bayi baru lahor dilaporkan cukup tinggi, berkisar 0,25-0,5%. Untuk mencegah terjadinya perdarahan tersebut, semua bayi baru lahir normal dan cukup bulan perlu diberi vitamin K peroral 1mg/hari selama 3 hari, sedangkan bayi resiko tinggi diberi vitamin K parenteral dengan dosis 0,5-1 mg IM. Memberi obat tetes/salep mata Pemberian obat mata eritromisin 0,5% atau tetrasiklin 1% dianjurkan untuk pencegahan penyakit mata karena klamidia (penyakit menular seksual) Identifikasi Bayi Apabila bayi dilahirkan di tempat bersalin yang persalinannya lebih dari satu, maka sebuah alat pengenal yang efektif harus diberikan kepada setiap bayi baru lahir dan harus tetap di tempatnya sampai bayi dipulangkan. Pemantauan bayi baru lahir Tujuan pemantauan bayi baru lahir adalah intuk mengetahui aktivitas bayi normal atau tidak dan identifikasi masalah kesehatan bayi baru lahir yang

memerlukan perhatian keluarga dan penolong serta tindak lanjut petugas kesehatan. 2 jam pertama Hal-hal yang dinilai waktu pemantauan bayi pada jam pertama sesudah lahir meliputi: Kemampuan menghisap kuat/lemah Bayi tampak aktif atau lunglai Bayi kemerahan atau biru

Sebelum penolong persalinan meninggalkan ibu dan bayinya Penolong persalinan melakukan pemeriksaan dan penilaian terhadap ada tidaknya masalah kesehatan yang memerlukan tindak lanjut, seperti: Bayi kecil untuk masa kehamilan atau bayi kurang bulan Gangguan pernapasan Hipotermia Infeksi Cacat bawaan dan trauma lahir

G. Pemantauan Tanda-tanda Vital Suhu tubuh bayi diukur melalui dubur atau ketiak Pada pernapasan normal, perut dan dada bergerak hampir bersamaan tanpa adanya retraksi, tanpa terdengar suara pada waktu inspirasi maupun ekspirasi. Gerak pernapasan 30-50 kali permenit. Nadi dapat dipantau di semua titik-titik nadi perifer Tekanan darah dipantau hanya bila ada indikasi H. Penilaian bayi untuk tanda-tanda kegawan Bayi baru lahir dinyatakan sakit apabila mempunyai salah satu atau beberapa tandatanda berikut: Sesak napas Frekuensi pernapasan 60x permenit Gerak retraksi di dada Malas minum Panas atau suhu badan bayi rendah Kurang aktif Berat lahir rendah (1500-2500 gram) dengan kesulitan minum. 9

Tanda-tanda bayi sakit berat Apabila terdapat tanda-tanda berikut: Sulit minum Sianosis sentral (lidah biru) Perut kembung Periode apneu Kejang/periode kejang-kejang kecil Merintih Perdarahan Sangat kuning Berat badan lahir < 1500 gram

2.2 Konsep / Manajemen Asuhan Kebidanan Pada Bayi Baru Lahir Normal Mengacu pada 7 langkah Varney I. Pengkajian/Pengumpulan Data Hari/Tanggal :Untuk mengetahui hari dan tanggal

dilakukannya pemeriksaan pada pasien. Ja m :Untuk mengetahui jam dilakukannya

tindakan pada pasien. Ruangan :Untuk mengetahui dimana tempat

dilakukannya pengkajian data. No. Reg :Untuk menghindari terjadinya kekeliruan pasien Mahasiswa :Untuk mengetahui nama mahasiswa yang melakukan A. Data Subyektif 1. Identitas Nama Bayi : untuk mengetahui nama dan sapaan pada bayi pengkajian data.

Tanggal Lahir : untuk mengetahui kapan bayi lahir Jenis Kelamin : untuk mengetahui jenis kelamin bayi laki-laki atau perempuan Umur : untuk mengetahui umur bayi ketika dilakukan pengkajian

Nama Ibu/Ayah: untuk mengenal, memanggil, dan menghindari terjadinya kekeliruan. 10

Umur

: untuk mengetahui usia ibu dan ayah dan mengetahui kematangan ibu secara psikologis.

Pendidikan : untuk mengetahui tingkat pendidikan serta menyesuaikan KIE dan asuhan yang diberikan sesuai dengan pendidikannya Pekerjaan : untuk mengetahui bagaimana taraf hidup dan sosial ekonomi klien serta dapat menyesuaikan nasehat yang akan diberikan. Alamat : untuk mengetahui tempat tinggal klien dan menilai apakah lingkungan cukup aman bagi kesehatan ibu dan bayi serta mempermudah untuk melakukan kunjungan rumah. 2. Keluhan Utama/Alasan Datang Untuk mengetahui alasan ibu datang ke sarana kesehatan 3. Riwayat Kehamilan dan Persalinan a. Riwayat prenatal Untuk mengetahui selama kehamilan ibu amenorhoe berapa bulan, HPHT, TP, ANC berapa kali dan dimana, status TT pasien serta keluhan yang dirasakan saat hamil. b. Riwayat natal Untuk mengetahui jenis persalinan, penolong, lama persalinan, ketuban pecah jam berapa, warna, bau, jumlah, komplikasi selama persalinan serta keadaan bayi baru lahir c. Riwayat postnatal Riwayat Ibu : untuk mengkaji perdarahan, apakah dilakukan pemasangan infus serta apakah dilakukan plasenta manual Riwayat Bayi : untuk mengetahui imunisasi yang telah diterima bayi dan apakah bayi ikterus atau tidak 4. Kebutuhan Dasar a. Nutrisi Biasanya, bayi yang baru lahir perlu menyusu antara 10 hingga 12 kali sehari dengan jarak antara 1,5 hingga 2 jam sekali. Jika frekuensi menyusu bayi lebih sering, tak usah dibatasi. Biarkan menyusu hingga bayi merasa kenyang, karena kebutuhan setiap bayi akan bervariasi. Bila bayi baru lahir diberi PASI berupa susu formula atau susu botol, kebutuhan perhari adalah 150-200 ml susu formula per kg berat tubuhnya per hari atau sama dengan 6x30 cc PASI. 11

b. Istirahat Biasanya bayi baru lahir menghabiskan sebagian besar waktunya untuk tidur, bayi baru lahir tidur kurang lebih 16-20 jam sehari, dan hanya bangun saat haus, lapar, dan ngompol. c. Pola aktifitas Biasanya bayi normal akan menangis keras dengan gerakan yang aktif. Tidak banyak aktifitas yang dilakukan bayi baru lahir, kebanyakan hanya digunakan untuk tidur saja. d. Pola Eliminasi Umumnya bayi baru lahir dalam waktu 24 jam sudah BAB dan BAK. BAB bayi baru lahir biasanya berwarna hitam kehijauan dengan konsistensi pekat. Bayi baru lahir yang langsung mendapat ASi, frekuensi BAK dan BAB nya lebih sering, yaitu 5-10 kali dalam sehari dan masih dalam tahap normal 5. Riwayat Penyakit Keluarga Untuk mengetahui apakah dalam keluarga ibu maupun suami ada yang pernah atau sedang menderita penyakit menular, menurun dan menahun seperti : penyakit hipertensi, DM, asma, dll. 6. Riwayat Psikososial, Budaya dan Spiritual Psikososial Untuk mengetahui apakah kehamilan direncanakan atau tidak, tanggapan suami dan keluarga bagaimana terhadap kehadiran bayi. Serta

bagaimanakah hubungan ibu dengan suami dan keluarga apakah baik-baik saja atau tidak. Serta bagaimana hubungan ibu dengan tetangga. Budaya Apakah dalam keluarga masih melakukan budaya-budaya seperti selamatan 3 bulanan atau 7 bulanan, pijat oyok, minum jamu. Dan apakah budaya tersebut dapat mempengaruhi kehamilan. Spiritual Untuk mengetahui kepercayaan ibu dan keluarga, serta membantu kita menyesuaikan KIE yang akan diberikan. B. Data Obyektif 1. Pemeriksaan Umum Keadaan umum : baik 12

BB PB Circumferentia:

: normal 2500 gr 4000 gr : normal 47 cm 52 cm

Sub Occipito Bregmatika (lingkar kecil kepala) : 33-35 cm Fronto Occipitalis (lingkaran sedang kepala) Mento Occipitalis (lingkaran besar kepala) Diameter: SOB ( sub occipitalus bregmatika) dari foramen magnum ke ubun-ubun besar: 9,5 cm SOF (sub occipito frontalis) dari foramen magnum ke pangkal hidung): 11 cm FO (fronto occipitalis) dari pangkal hidung ke titik yang terjadi pada belakang kepala: 13 cm SMB (sub mento bregmatika) dari bawah dagu ke ubun-ubun besar: 9,5 cm Biparietalis (ukuran terbesal antara kedua os parietal) : 9 cm Bitemporalis (jarak antara sutura koronaria kanan dan kiri) : 8 cm LD LILA TTV: RR HR S : normal 30-60 x/menit : normal 120-160 x/menit : normal 36,5C 37,5C (rectal). : normal 33 38 cm : normal 10 11 cm : 33-35 cm : 38-40 cm

2. Pemeriksaan Fisik a. Inspeksi Kepala : bentuk memanjang, tidak ada caput succedaneum, tidak ada chephalomatoma, rambut tipis dan halus, ubun-ubun membuka. Muka Mata : tidak ada oedema ataupun luka, warna kulit kemerahan. : bentuk bulat, simetris, tidak ada kelainan pada mata, konjungtiva tidak pucat, sclera tidak icterus, tidak ada perdarahan. Hidung : bersih, tidak ada secret, tidak ada pernafasan cuping hidung. 13

Mulut

: bersih, bibir tampak merah muda, reflek menelan dan menghisap kuat, tidak ada kelainan.

Telinga Leher

: simetris, tidak ada kelainan, tidak ada serumen. : simetris, tidak ada kelainan dan tidak terlihat pembesaran kelenjar tyroid.

Ketiak Dada

: tidak ada benjolan, tidak ada kelainan. : Simetris, tidak ada retraksi dinding dada, pernafasan kombinasi antara dada dan perut

Abdomen

: simetris, keadaan tali pusat baik (tali pusat terbungkus kassa), tidak ada perdarahan.

Genetalia

: Perempuan, tidak ada kelainan, labia mayora sudah menutupi labia minora, introitus kadang-kadang ada lendir. Laki laki, scrotum sudah turun, tidak ada kelainan pada penis.

Anus

: Bersih, berlubang, tidak ada kelainan

Ekstremitas : simetris, tidak ada kelainan, jari tangan dan kaki lengkap. b. Palpasi Kepala : ubun-ubun posterior dan sutura harus teraba, ubun-ubun anterior tidak boleh terasa tegang/cekung. Mata Leher : palpebra tidak odem, tidak ada benjolan abnormal. : tidak teraba pembesaran kelenjar tyroid, bendungan vena jugularis, maupun pembesaran kelenjar limfe. Dada Abdomen : : tidak ada benjolan yang abnormal tidak ada benjolan tidak ada oedema pada kedua kaki dan tangan

Ekstremitas :

c. Auskultasi Dada Abdomen : tidak ada bunyi ronchi ataupun wheezing : tidak terdapat bising usus.

d. Perkusi Abdomen : tidak kembung

3. Pemeriksaan Neurologis a. Reflek Moro: bila bayi tiba-tiba kaget begitu mendengar suara 14

b. Reflek Blinking : bayi menutupkan kedua matanya begitu terkena kilatan cahaya atau hembusan udara c. Reflek Rooting : bila pipi dan mulutnya disentuh, mulutnya akan langsung membuka dan berbunyi seperti orang yang mengenyot (menghisap) d. Reflek Grasping : bila telapak tangannya di sentuh, dia langsung menggenggam e. Reflek Babinski : bila tapak kaki bayi disentuh, jari-jari kakinya akan mengembang f. Reflek Stepping : bila tubuhnya di angkat dan di posisikan berdiri di atas permukaan lantai, kakinya akan menjejak-jejak di atas permukaan lantai g. Reflek Sucking : bila ada obyek yang di masukkan ke mulutnya, ia langsung menghisap h. Reflek Swimming : bila ditelungkupkan ke dalam air, secara otomatis tubuhnya akan membuat gerakan-gerakan seolah hendak berenang i. Reflek Tonic Neck : bila ditelentangkan kedua tangannya akan menggenggan dan kepalanya menengok ke kanan dalam posisi seperti pemain anggar.

II. IDENTIFIKASI DIAGNOSA DAN MASALAH Dx Ds : Bayi Ny. Usia hari jam : WIB

: Ibu mengatakan telah melahirkan bayi laki-laki / perempuan secara normal / SC.

Do

: Keadaan Umum : Baik Kesadaran BB PB RR N S Jenis kelamin Lingkar Kepala : composmentis : 2500 4000 gram : 45 cm 50 cm : 30 80 x/menit : 120 160 x/menit : 36,5C 37,5C : perempuan : SOB : 32 cm FO MO : 34cm : 35cm 15

Tali pusat terbungkus kasa steril Warna kulit kemerahan Turgor kulit baik Anus +, mekonium + berwarna hitam dan konsistensi lembek Semua reflek neurologis +. III. IDENTIFIKASI DIAGNOSA DAN MASALAH POTENSIAL Merupakan masalah potensial yang dianalisis dapat muncul dari diagnosa yang ada dan dengan keadaan klien yang disertai oleh data dasar yang mendukung. IV. IDENTIFIKASI KEBUTUHAN SEGERA Merupakan tindakan segera yang harus dilakukan dalam mencegah komplikasi lebih lanjut. Merupakan rencana tindakan sesuai dengan keadaan yang mendesak yang perlu pertolongan segera. V. INTERVENSI Tanggal : .. Dx Tujuan Jam : . : Bayi Ny. Usia ..... hari dengan........ : setelah dilakukan asuhan kebidanan diharapkan kondisi bayi baik dan

dalam keadaan normal Intervensi: 1. Lakukan pendekatan pada ibu dan keluarga R/ membangun hubungan saling percaya antara tenaga kesehatan dan keluarga 2. Jelaskan pada ibu tentang kondisi bayinya R/ ibu paham tentang keadaan bayinya 3. Hangatkan bayi dan hindari terjadinya kehilangan panas pada bayi R/ bayi sangat mudah kehilangan panas 4. Anjurkan ibu melakukan IMD R/ memnuhi kebutuhan nutrisi bayi serta menumbuhkan bonding attachment antara ibu dan bayi VI. IMPLEMENTASI Melakukan tindakan sesuai dengan intervensi atau rencana yang telah disusun sesuai dengan keadaan yang mendesak terlebih dahulu. Mengacu pada intervensi yang telah disusun VII. EVALUASI Dilakukan minimal dengan menggunakan SOAP Tanggal : 16

Jam Dx S O A P

: : Bayi Ny.... usia...hari dengan. : Data subyektif diambil dalam bentuk anamnase. : Data obyektif diambil dalam bentuk observasi. : Assasement : Rencana untuk perencanaan.

17

BAB III TINJAUAN KASUS

I.

PENGKAJIAN DATA Hari/ Tanggal : Senin, 30 Januari 2012 Jam Ruangan No.Reg Oleh : 13.00 WIB : Kamar bersalin puskesmas Donomulyo ::Novia Dewi Anggraini

A. Data Subyektif 1. Biodata a. Nama Bayi : Bayi Ny. F

Tanggal lahir : Senin, 30 Januari 2012 Jenis Kelamin : Laki-laki Umur : 1 jam. : Ny. F : 23 tahun : Islam : Tn. O : 26 tahun : Islam

b. Nama Orang tua Nama Ibu Umur Agama Nama Umur Agama

Pendidikan : SMP Pekerjaan Alamat 2. Keluhan Utama : IRT : Bulurejo 09/05

Pendidikan : SMA Pekerjaan Alamat : Swasta : Bulurejo 09/05

Ibu mengatakan bayinya sudah bisa menyusu dan lahir menangis dengan kuat pada tanggal 30 Januari 2012 jam 11.00 WIB. 3. Riwayat Kehamilan dan Persalinan a. Riwayat Prenatal Amenorrhoe HPHT TP ANC TT : 9 bulan : 23 April 2011 : 30 Januari 2012 : 4x di bidan : Status TT ibu saat ini adalah T5

Keluhan selama hamil :

18

TM I:

Ibu mengatakan ANC 1x di bidan saat usia kehamilan 6 minggu, saat itu ibu mengeluh mual muntah. KIE yang diberikan bidan adalah makan dengan porsi sedikit tapi sering. Ibu mendapat terapi B6 dan Fe

TM II :

Ibu mengatakan ANC 1x puskesmas pada saat usia kehamilan 22 minggu. Saat itu ibu mengatakan tidak ada keluhan yang dirasakan, pergerakan janin mulai dirasakan pada usia kehamilan 20 minggu. Ibu mendapat terapi Fe, kalk & B compleks

TM III:

Ibu mengatakan ANC 2x di bidan pada saat usia kehamilan 30 minggu dan 38 minggu. Saat itu ibu mengatakan tidak ada keluhan yang dirasakan. Ibu mendapat terapi Fe dan B compleks.

b. Riwayat Natal Jenis Persalinan Ditolong oleh Lama Persalinan Kala I Kala II Kala III Kala IV Ketuban pecah Bau : normal : bidan : : 7 jam 10 menit : 0 jam 30 menit : 0 jam 15 menit : 2 jam 0 menit : 10.00 WIB jernih : khas ketuban

Komplikasi persalinan: Ibu Bayi ::-

Keadaan bayi baru lahir: - Nilai APGAR - Berat badan lahir - Panjang badan Resusitasi: - Penghisapan lendir - Ambubag - Massage Jantung - Oksigen : tidak : tidak : tidak : tidak Rangsangan Lamanya Lamanya Lamanya : ya :::: 7-8 : 3600 gram : 50 cm

19

c. Riwayat Post natal Riwayat ibu: - Perdarahan : tidak - Infus : tidak

- Plasenta Manual : tidak Riwayat Bayi: - Imunisasi : tidak - Ikterus 4. Kebutuhan Dasar a. Pola Nutrisi Bayi sudah mendapatkan ASI b. Pola Eliminasi Bayi belum BAK dan BAB c. Pola Istirahat Bayi banyak tidur, bayi rewel setiap kali lapar, haus, dan merasa tidak nyaman dengan tubuhnya.. d. Pola aktivitas Reflek gerak bayi aktif, spontan bergerak jika diberi rangsangan, refleks menghisap kuat, dan menangis dengan suara yang keras. 5. Riwayat Penyakit Keluarga Ibu mengatakan dalam keluarga tidak ada yang mempunyai penyakit menular, seperti TBC maupun AIDS. Penyakit menurun, seperti darah tinggi dan kencing manis, serta tidak mempunyai penyakit menahun, seperti asma. 6. Riwayat Psikososial dan Budaya Psikososial Ibu mengatakan bahwa kelahiran bayinya sangat diharapkan oleh ibu, suami dan keluarga. Dan hubungan ibu dengan suami, keluarga dan tetangga baik-baik saja. Budaya Ibu dan keluarga mengatakan masih menganut budaya Jawa dengan melakukan selamatan 3 bulanan, 7 bulanan kehamilan dan selamatan atas kelahiran bayinya. Karena itu, setelah kelahiran bayinya ini, ibu merencanakan akan mengadakan selamatan sebagaimana tradisi keluarga : tidak

20

yang sudah ada yang diadakan mulai hari pertama lahir sampai tali pusat kering. B. Data Obyektif 1. Pemeriksaan Umum Keadaan Umum : Baik BB PB Circumferentia: - Sub Occipito Bregmatica : 33 cm - Fronto Occipitalis - Mento Occipitalis LD LILA TTV: RR N S A-S : 40 x/menit : 140 x/menit : 36,9C : 7-8 : 33 cm : 10 cm : 34 cm : 35 cm : 3600 gram : 50 cm

Pemeriksaan Fisik a. Inspeksi Kepala : Simetris, bersih, ubun-ubun belum menutup, rambut tipis, halus dan berwarna hitam, bentuk kepala dolicosephalus. Muka Mata : Bentuk simetris, kulit kemerahan. : Simetris tidak juling/strabismus/kelainan lain, konjungtiva tidak anemis, sclera tidak icterus, tidak terdapat perdarahan pada mata. Hidung : Simetris, hidung berlubang kanan dan kiri, bersih, tidak ada polip, tidak ada pernafasan cuping hidung. Mulut : Bersih, bibir lembab dan berwarna kemerahan, reflek menelan dan menghisap kuat. Telinga Leher : Simetris, bersih, tidak ada kelainan, tidak ada serumen. : Simetris, tidak ada kelainan dan tidak terlihat pembesaran kelenjar tyroid. Ketiak : tidak ada benjolan, tidak ada kelainan 21

Dada

: Simetris, tidak ada retraksi dinding dada, pernafasan kombinasi dada dan perut.

Abdomen

: Simetris, kemerahan, keadaan tali pusat baik terbungkus kassa kering.

Genetalia

: bersih, ada 2 srotum dan lubang penis dan tidak ada kelainan lain.

Anus Ekstremitas

: bersih, tidak ada kelainan, anus berlubang. :

Atas : Simetris, tidak ada kelainan (polidaktili/sindaktili), jari tangan, mampu bergerak aktif. Bawah : Simetris, tidak ada kelainan (polidaktili/sindaktili), jari kaki, mampu bergerak aktif. b. Palpasi Kepala : tidak ada benjolan abnormal, sutura dan ubun-ubun posterior teraba. Mata : Palpebra tidak odem, konjungtiva normal, sklera tidak ikterus. Leher : tidak ada pembesaran kelenjar tiroid, bendungan vena jugularis, pembesaran kelenjar limfe. Dada Abdomen Ekstremitas : tidak ada benjolan yang abnormal : tidak teraba adanya benjolan abnormal. : Atas : tidak edema, turgor kulit baik Bawah : tidak edema, turgor kulit baik c. Auskultasi Dada Abdomen d. Perkusi Abdomen : tidak kembung. : tidak ada bunyi ronchi maupun wheezing : terdapat bunyi bising usus

2. Pemeriksaan Neurologis a. Reflek Moro b. Reflek Blinking c. Reflek Rooting d. Reflek Grawsping : (+) : (+) : (+) : (+) 22

e. Reflek Babinski f. Reflek Stepping g. Reflek Sucking h. Reflek Swimming i. Reflek Tonic Neck

: (+) : (+) : (+) : Tidak di lakukan : (+).

II. IDENTIFIKASI DIAGNOSA DAN MASALAH Dx Ds : Bayi Ny. F usia 1 jam dengan Spt. B bayi baru lahir normal. : Ibu mengatakan telah melahirkan bayinya dengan cara normal pada tanggal 30 Januari 2012 jam 11.10 WIB. D : Keadaan Umum : Baik BB PB Circumferentia: - Sub Occipito Bregmatica : 33 cm - Fronto Occipitalis - Mento Occipitalis LD LILA TTV: RR N S A-S : 40 x/menit : 140 x/menit : 36,9C : 7-8 : 33 cm : 10 cm : 34 cm : 35 cm : 3600 gram : 50 cm

Tali pusat tidak ada perdarahan, terbungkus kassa kering. Warna kulit kemerahan Turgor kulit baik Anus (+), mekonium (-) berwarna hitam Semua reflek neurologis dalam keadaan (+) baik. Bayi minum ASI. III. IDENTIFIKASI DIAGNOSA DAN MASALAH POTENSIAL IV. IDENTIFIKASI KEBUTUHAN SEGERA 23

V. INTERVENSI Dx Tujuan : Bayi Ny. F usia 1 jam dengan Spt. B bayi baru lahir normal. : Setelah dilakukan asuhan kebidanan, diharapkan keadaan bayi baik dan dalam keadaan normal. Kriteria hasil : 1. TTV dalam batas normal (RR : 40-60 x/menit, N = 120-160 x/menit, suhu: 36,5C 37,2C) 2. Keadaan umum bayi tetap baik 3. Tidak terjadi infeksi tali pusat 4. Ibu bisa menyusui bayinya dengan lancar dan benar Intervensi : 1. Lakukan perawatan tali pusat R/ menghindari terjadinya infeksi pada bayi melalui tali pusat 2. Observasi tanda-tanda vital R/ mendeteksi terjadinya komplikasi pada bayi 3. Timbang berat badan dan ukur tinggi badan R/ mengetahui berat badan dan panjang badan bayi 4. Jaga kehangatan bayi R/ menghindari terjadinya kehilangan panas pada bayi 5. Anjurkan ibu untuk melakukan IMD R/ memenuhi kebutuhan nutrisi bayi dan menumbuhkan ikatan batin antara ibu dan bayi VI. IMPLEMENTASI Tanggal : 30 Januari 2012 Dx Jam :12.30 WIB : Bayi Ny. F usia 1 jam dengan Spt. B bayi baru lahir normal. 1. Melakukan perawatan tali pusat pada bayi dengan menggunakan kasa steril untuk menghindari terjadinya infeksi pada bayi. 2. Melakukan observasi TTV bayi untuk mendeteksi adanya komplikasi yang mungkin timb ul pada bayi: HR : 140x/mnt RR : 40x/mnt S : 36,9oC

3. Melakukan penimbangan berat badan dan pengukuran panjang badan BB : 3600 gram 24

PB : 50 cm 4. Menjaga kehangatan bayi dengan cara mengenakan pakaian kering pada bayi dan menghindari terjadinya kehilangan panas pada bayi, karena bayi sangat mudah kehilangan panas. 5. Menganjurkan ibu untuk melakukan IMD untuk menumbuhkan ikatan kasih sayang antara ibu dan bayi yaitu dengan cara memberikan ASI/ menyusui bayinya segera setelah bayi lahir. VII. EVALUASI Tanggal S O : 30 Januari 2012 Jam 13.30 WIB : Ibu mengatakan senang atas kelahiran bayinya : Keadaan Umum BB PB : 3600 gram : 50 cm : Baik

Circumferentia: - Sub Occipito Bregmatica : 33 cm - Fronto Occipitalis - Mento Occipitalis LD LILA TTV: RR N S A-S : 40 x/menit : 140 x/menit : 36,9C : 7-8 : 33 cm : 10 cm : 34 cm : 35 cm

Tali pusat tidak ada perdarahan, terbungkus kassa kering. Warna kulit kemerahan Turgor kulit baik Anus (+), mekonium (+) berwarna hitam Semua reflek neurologis dalam keadaan (+) baik. Bayi minum ASI. A P : Bayi Ny. F usia 1 jam dengan Spt. B bayi baru lahir normal. : - Anjurkan ibu untuk memberikan ASI pada bayinya sesering mungkindan tanpa jadwal

25

- Ajarkan ibu tentang cara menyusui yang benar, dimana seluruh bagian hitam-hitam pada payudara ibu harus masuk ke mulut bayi, jangan hanya putingnya saja - Ajarkan ibu cara perawatan tali pusat dengan menggunakan kasa steril dan anjurkan ibu untuk mencuci tangan sebelum dan sesudahnya. - Anjurkan ibu untuk menvbawa bayinya ke posyandu untuk mendapatkan imunisasi.

26

BAB IV PEMBAHASAN Setelah melaksanakan asuhan kebidanan pada By. Ny.F usia 1 jam dengan bayi baru lahir normal, di dapatkan data bahwa pada pengkajian data baik subyektif maupun obyektif, pelaksanaan identifikasi diagnosa dan masalah, intervensi, implementasi, serta evaluasi, tidak di temukan adanya kesenjangan antara teori dengan praktek klinik di lapangan. Tetapi pada saat 2 jam setelah lahir, bayi tidak mendapatkan imunisasi hepatitis B. Hal itu dikarenakan adanya kebijakan puskesmas bahwa untuk injeksi hepatitis B dilakukan oleh bidan desa di daertah ibu. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat kesenjangan antara teori dengan praktek.

27

BAB V PENUTUP

5.1 Kesimpulan Setelah dilakukan asuhan kebidanan pada bayi Ny.F usia 1 jam dengan bayi baru lahir normal didapatkan data sebagai berikut, bayi lahir tanggal 30 Januari 2012 pukul 11.00 dengan jenis kelamin laki- laki, BB 3600 dan PB 50 cm. Lahir langsung menangis dengan AS 7-8. Dalam plaksanaan tindakan di lapangan dimulai dari pengkajian data, identifikasi diagnosa dan masalah, identifikasi diagnosa dan masalah potensial, identuifikasi kebutuhan segera, implementasi dan evaluasi tidak terdapat kesenjangan antara teori dengan praktek. Hanya saja pada saat 2 jam setelah lahir bayi tidak mendapatkan imunisasi hepatitis B. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat kesenjangan antara teori dengan praktek. 5.5 Saran a. Lahan praktek Penulis mengharapkan Puskesmas Donomulyo dapat meningkatkan pelayanan secara maksimal dan lebih baik lagi. b. Masyarakat Penulis mengharapkan agar masyarakat lebih memiliki kesadaran untuk melakukan persalinan pada tenaga kesehatan yang kompeten di bidangnya seperti bidan. c. Mahasiswa Diharapkan mahasiswa dapat melakukan perawatan pada bayi baru lahir dengan tepat dan benar. Serta tetap belajar untuk mendapatkan ilmu dan pengalaman yang baru. d. Institusi Penulis mengharapkan agar dari pihak institusi tetap memberikan teori secara tepat dan benar, serta lebih meningkatkan kualitas dari pendidikan terhadap mahasiswa.

DAFTAR PUSTAKA 28

Bobak. 2004. Buku Ajar Keperawatan Maternitas. Jakarta: EGC Dewi, Vivian Nanny Lia.2011.Asuhan Neonatus Bayi dan Anak Balita.Jakarta: Salemba Medika Drvegan Wikipedia.com/2012/01/24/AsuhanNeonatus/-tembolok diakses tanggal 24 Januari 2012 Handout Asuhan Neonatus 2011 Hidayat, A.Aziz Alimul.2008.Ilmu Kesehatan Anak untuk pendidikan Kebidanan.Jakarta:Salemba Medika Markum,A.H. 1991.Ilmu Kesehatan Anak. Jakarta:FKUI Prawirohardjo, Sarwono. 1999. Ilmu Kebidanan. Jakarta: YBPS Saifuddin, Abdul Bari.2002. Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan dan Neonatal. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiro Hardjo Soetjiningsih.1998. Tumbuh Kembang Anak. Surabaya: Unair Laboratorium Ilmu Kesehatan Anak

29