Anda di halaman 1dari 3

1.

Terapi Cairan Jenis-jenis Larutan Intravena : Larutan sering dikategorikan sebagia isotonik, hipotonik, atau hipertonik sesuai dengan apakah osmolalitas total mereka sama, kurang dari, atau lebih besar dari osmolalitas darah. Serum osmolalitas adalah 290 mOsm/L. pengukuran ini menggunakan factor 50. Jika isotonik, maka rentang osmolalitasnya adalah (290-50=240 mOsm/L) hingga (290+50=340 mOsm/L). Sedangkan dianggap hipotonik (Hypotonic solution) jika osmolalitasnya kurang dari 240 mOsm/L dan hipertonik (Hypertonic solution) jika osmolalitasnya lebih dari 340 mOsm/L. a. Isotonic solution (240-340 mOsm/L). Cairan yang diklasifikasikan isotonik mempunyai osmolalitas total yang mendekati cairan ekstraseluler dan tidak menyebabkan sel darah merah mengkerut atau membengkak. Cairan isotonik meningkatkan volume cairan ekstraseluler. 3 liter cairan isotonik dibutuhkan untuk menggantikan 1 liter darah yang hilang. Contohnya : Laktat Ringer, normosol, dan 0,9 % NaCl. b. Hypotonic solution (tonicity <240 mOsm/L). Salah satu tujuan dari larutan hipotonik adalah untuk menggantikan cairan seluler, karena larutan ini bersifat hipotonis dibandingkan dengan plasma. Tujuan lainnya adalah untuk menyediakan air bebas untuk ekskresi sampah tubuh. Pada saat-saat tertentu, larutan natrium hipotonik digunakan untuk mengatasi hipernatremia dan kondisi hiperosmolar yang lain. Infuse larutan hipotonik yang berlebihan dapat menyebabkan terjadinya deplesi cairan intravascular, penurunan tekanan darah, edema seluler, dan kerusakan sel. Larutan ini menghasilkan tekanan osmotik yang kurang dari cairan ekstraseluler. Contohnya : 0,45 % NaCl, 0,2 % NaCl, dan 5 % dextrose. c. Hypertonic solution (tonicity >340 mOsm/L). Contohnya : 5 % dextrose, 5 % dextrose/0,45 % NaCl, dan 10 % dextrose. Larutan salin juga tersedia dalam konsentrasi osmolar yang lebih tinggi daripada CES. Larutan-larutan ini menarik air dari kompartemen intraseluler ke kompartemen ekstraseluler dan menyebabkan sel-sel mengkerut. Jika diberikan dengan cepat atau dalam jumlah yang lebih besar, mereka mungkin menyebabkan kelebihan volume ekstraseluler dan mencetuskan kelebihan cairan sirkulatori dan dehidrasi. Sebagai akibatnya, larutan ini diberikan dengan hati-hati dan biasanya hanya jika osmolalitas serum menurun sampai ke batas rendah yang berbahaya. Larutan hipertonik menghasilkan tekanan osmotic yang

lebih besar dibandingkan dengan cairan ekstraseluler. (Ignatavicius, Donna & Workman Linda., 2006).

Table Penggunaan Larutan Intravena Solution 5 % dextrose in water Normal Saline (0,9% NaCl) 5 % dextrose dan 0,45 % saline 5 % dextrose dan normal saline 3 % normal saline Lactat Ringer Osmolalitas(mOsm/L) 253 308 406 561 1026 273 Indikasi Insensible water loss Hyponatremia Keseimbangan cairan Keseimbangan cairan Symptomatic hyponatremia Defisit volume ECF

Ringer Laktat : (elektrolit) dan digunakan untuk mengobati hipovolemia.

Ketika asupan oral terbatas atau tidak ada, RL tidak menyediakan elektrolit yang adekuat untuk terapi karena tidak ada magnesium yang disediakan, sehingga

mungkin harus ditambah dengan yang lain. Larutan Ringer mengandung kalium dan kalsium. Larutan Ringer Laktat juga mengandung prekursor bikarbonat. Dextrose : sumber kalori, pengencer medikasi IV. Biasanya ditambahkan asam untuk membantu untuk kadar digunakan sebagai memberikan nutrisi glukosa darah pelarut untuk

amino dan

parenteral. Solusi dekstrosa hipertonik digunakan dengan hypoglicemia. obat IV. Informasi Solusi obat harus ini juga ditinjau dapat

ulang untuk

memastikan kompatibilitas

antara cairan IV dan obat-obatan. Dextrose dikontraindikasikan bagi klien yang delirium karena dehidrasi (Gahart, 2010). NaCl (0,9 %) : mempunyai osmolalitas total sebesar 308 mOsm/L. karena ditunjang oleh elektrolit, larutan ini tetap dalam

osmolalitasnya secara keseluruhan

kompartemen ekstraseluler (intravascular) karena NaCl 0,9 % termasuk cairan isotonis yang merupakan cairan kristaloid dan berdifusi dengan cepat ke dalam kompartemen ECS. Untuk alasan ini, salin normal sering digunakan untuk mengatasi kekurangan volume ekstraseluler.

Pengobatan diare dehidrasi berat : TRP (Terapi Rehidrasi Parenteral)Penderita diare dehidrasi berat harus dirawat di Puskesmas atauRumah Sakit.Pengobatan yang terbaik adalah dengan terapi rehidrasi parenteral.Pasien yang masih dapat minum meskipun hanya sedikit harus diberi oralitsampai cairan infuseterpasang. Di samping itu, semua anak harus diberi oralitselama pemberian cairan intravena (5ml/kgBB/jam), apabila dapat minumdengan baik, biasanya dalam 3-4jam (untuk bayi) atau 1-2jam (untuk anak yang lebih besar). Pemberian tersebut dilakukan untuk member tambahan basadan kalium yang mungkin tidak dapat disuplai dengan cukup denganpemberian cairanintravena. Untuk rehidrasi parenteral digunakan cairanRinger Laktat dengan dosis 100ml/kgBB.Cara pemberiannya untuk <1tahun 1 jam pertama 30cc/kgBB dilanjutkan 5 jam berikutnya70cc/kgBB. Di atas 1tahun jam pertama 30cc/kgBB dilanjutkan 2 jam berikutnya70cc/kgBB.Lakukan evaluasi tiap jam. Bila hidrasi tidak membaik, tetesan IV dapatdipercepat.Setelah 6 jam pada bayi atau 3 jam pada anak lebih besar, lakukanevaluasi, pilih pengobatanselanjutnya yang sesuai yaitu pengobatan diaredengan dehidrasi ringan sedang atau pengobatandiare tanpa dehidrasi.