Anda di halaman 1dari 22

GENERATOR AC Pengertian Generator AC

Generator arus bolak-balik berfungsi mengubah tenaga mekanis menjadi tenaga listrik arus bolak-balik. Generator Arus Bolak-balik sering disebut juga seabagai alternator, generator AC (alternating current), atau generator sinkron. Dikatakan generator sinkron karena jumlah putaran rotornya sama dengan jumlah putaran medan magnet pada stator. Kecepatan sinkron ini dihasilkan dari kecepatan putar rotor dengan kutub-kutub magnet yang berputar dengan kecepatan yang sama dengan medan putar pada stator. Mesin ini tidak dapat dijalankan sendiri karena kutub-kutub rotor tidak dapat tiba-tiba mengikuti kecepatan medan putar pada waktu sakelar terhubung dengan jala-jala.

Prinsip kerjanya dapat dipelajari dengan teori medan elekronik. Poros pada generator dipasang dengan material ferromagnetic permanen. Setelah itu disekeliling poros terdapat stator yang bentuk fisisnya adalah kumparan-kumparan kawat yang membentuk loop. Ketika poros generator mulai berputar maka akan terjadi perubahan fluks pada stator yang akhirnya karena terjadi perubahan tegangan dan aruslistrik tertentu. Tegangan dan arus listrik yang dihasilkan ini disalurkan melalui kabel jaringan listrik.

Andry Saftiawan 101041003

Berdasarkan arus yang disalurkan, generator menjadi 2 jenis yaitu: 1. Generator AC (bolak balik) 2. Generator DC (searah). Generator AC merupakan komponen yang dapat mengubah energi gerak menjadi energi listrik. Penggunaan generator saat ini dapat dimanfaakan sebagai pembangkit listrik Generator AC atau altenator bekerja pada prinsip yang sama dari induksi elektromagnetik sebagai generator DC.Arus bolak balik dapat dihasilkan dari perputaran lilitan pada medan magnet atau perputaran medan magnet pada lilitan stasioner(seimbang/tidak berubah).Nilai dari tegangan tergantung pada: Jumlah perputaran pada lilitan Kekuatan medan Kecepatan rotasi lilitan / medan magnet Generator arus bolak-balik sering disebut sebagai generator sinkron atau alternator. Generator arus bolak-balik memberikan hubungan yang sangat penting dalam proses perubahan energi dari batu bara, minyak, gas, atau uranium ke dalam bentuk yang bermanfaat untuk digunakan dalam industri atau rumah tangga. Dalam generator arus bolak-balik bertegangan rendah yang kecil, medan diletakan pada bagian yang berputar atau rotor dan lilitan jangkar pada bagian yang diam atau stator dari mesin

Konstruksi Generator AC Generator arus bolak-balik ini terdiri dari dua bagian utama, yaitu: 1. Stator, merupakan bagian diam dari generator yang mengeluarkan tegangan bolak-balik, antara lain: Inti stator. Bentuk dari inti stator ini berupa cincin laminasi-laminasi yang diikat serapat mungkin untuk menghindari rugi-rugi arus eddy (eddy current
Andry Saftiawan 101041003

losses). Pada inti ini terdapat slot-slot untuk menempatkan konduktor dan untuk mengatur arah medan magnetnya. Belitan stator. Bagian stator yang terdiri dari beberapa batang konduktor yang terdapat di dalam slot-slot dan ujung-ujung kumparan. Masing-masing slot

dihubungkan untuk mendapatkan tegangan induksi. Alur stator. Merupakan bagian stator yang berperan sebagai tempat belitan stator ditempatkan. Rumah stator. Bagian dari stator yang umumnya terbuat dari besi tuang yang berbentuk silinder. Bagian belakang dari rumah stator ini biasanya memiliki sirip-sirip sebagai alat bantu dalam proses pendinginan.

Stator terdiri dari badan generator yang terbuat dari baja yang berfungsi melindungi bagian dalam generator, kotak terminal dan name plate pada generator. Inti Stator yang terbuat dari bahan ferromagnetik yang berlapis-lapis dan terdapat alur-alur tempat meletakkan lilitan stator. Lilitan stator yang merupakan tempat untuk menghasilkan tegangan. Sedangkan, rotor berbentuk kutub sepatu (salient) atau kutub dengan celah udara sama rata (rotor silinder). Konstruksi dari generator sinkron dapat dilihat pada gambar berikut ini.

Andry Saftiawan 101041003

2. Rotor, merupakan bagian bergerak yang menghasilkan medan magnit yang menginduksikan ke stator. Stator dipisahkan oleh celah udara (air gap). Rotor terdiri dari dua bagian umum, yaitu: Inti kutub Kumparan medan

Pada bagian inti kutub terdapat poros dan inti rotor yang memiliki fungsi sebagai jalan atau jalur fluks magnet yang dibangkitkan oleh kumparan medan. Pada kumparan medan ini juga terdapat dua bagian, yaitu bagian penghantar sebagai jalur untuk arus pemacuan dan bagian yang diisolasi. Isolasi pada bagian ini harus benar-benar baik dalam hal kekuatan mekanisnya, ketahanannya akan suhu yang tinggi dan ketahanannya terhadap gaya sentrifugal yang besar. Konstruksi rotor untuk generator yang memiliki nilai putaran relatif tinggi biasanya menggunakan konstruksi rotor dengan kutub silindris atau cylinderica poles dan jumlah kutubnya relatif sedikit (2, 4, 6). Konstruksi ini dirancang tahan terhadap gaya-gaya yang lebih besar akibat putaran yang tinggi.

Andry Saftiawan 101041003

Untuk putaran generator yang relatif rendah atau sedang (kurang dari 1000 rpm), dipakai konstruksi rotor dengan kutub menonjol atau salient pole dengan jumlah kutub-kutub yang relatif banyak.

Pada prinsipnya, salah satu dari penghantar atau kutub-kutub ini dibuat sebagai bagian yang tetap sedangkan bagian-bagian yang lainnya dibuat sebagai bagian yang berputar.

Prinsip Kerja Generator AC

Gambar : Rangkaian Ekivalen Generator AC

Andry Saftiawan 101041003

Gambar : Prinsip Kerja Generator AC

Generator AC bekerja berdasarkan atas prinsip dasar induksi elektromagnetik. Tegangan bolak-balik akan dibangkitkan oleh putaran medan magnetik dalam kumparan jangkar yang diam. Dalam hal ini kumparan medan terletak pada bagian yang sama dengan rotor dari generator. Nilai dari tegangan yang dibangkitkan bergantung pada : Jumlah dari lilitan dalam kumparan. Kuat medan magnetik, makin kuat medan makin besar tegangan yang diinduksikan. Kecepatan putar dari generator itu sendiri. Prinsip generator ini secara sederhana dapat dijelaskan bahwa tegangan akan diinduksikan pada konduktor apabila konduktor tersebut bergerak pada medan magnet sehingga memotong garis-garis gaya. Hukum tangan kanan berlaku pada generator dimana menyebutkan bahwa terdapat hubungan antara penghantar bergerak, arah medan magnet, dan arah resultan dari aliran arus yang terinduksi. Apabila ibu jari menunjukkan arah gerakan penghantar, telunjuk menunjukkan arah fluks, jari tengah menunjukkan arah aliran elektron yang terinduksi. Hukum ini juga berlaku apabila magnet sebagai pengganti penghantar yang digerakkan.

Andry Saftiawan 101041003

Cara kerja sederhana: Ketika kumparan diputar didalam medan magnet,satu sisi kumparan(biru) bergerak ketassedang lainnya(kuning)bergerak kebawah. Kumparan mengalami perubahan garis gaya magnet yang semakin sedikit,sehingga padakedua sisi kumparan mengalir arus listrik mengitari kumparan mengalir arus listrik mengitarikumparan hingga kumparan sinusoid. Pada posisi sinusoid kumparan tidak mengalami perubahan garis gaya magnet sehingga tidak ada listrik yang mengalir pada kumparan. Pada posisi ini kumparan mendapat garis garis magnet maksimum. Kumparan terus berputar hingga sisi biri bergerak kebawah dan sisi kuning bergerak keatas. Kumparan mengalami perubahan garis gaya magnet yang bertambah banyak,sehingga padasetiap sisi kumparan mengalir arus listrik yang berlawanan hingga posisi kumparansinusoidal.Kumparan terus berputar hingga sisi biru bergerak ketas dan sisi kuning bergerak kebawah. Agar menimbulkan medan magnet yang berpotongan dengan konduktor pada stator rator diberi eksitasi.Karena ada dua kutub yang berbeda,utara dan selatan,maka tegangan yangdihasilkan pada stator adalah tegangan bolak balik dengan gelombang sinusoidal. Tegangan dan arus listrik yang dihasilkan ini disalurkan melalui kabel jaringan listrik untuk akhirnya digunakan masyarakat.

Generator AC dapat dibedakan atas beberapa jenis, jika generator tersebut ditinjau dari segi: a. Hubungan antara Putaran (n) dengan Frekwensi (f): Ditinjau dari hubungan antara putaran dengan frkwensi yang dihasilkan, generator AC dapat dibedakan atas: 1. Generator Serempak. Disebut generator serempak karena frekwensi yang dihasilkan merupakan kelipatan antara jumlah kutub dengan jumlah putaran. 2. Generator tidak Serempat

Andry Saftiawan 101041003

Disebut generator tidak serempak karena frekwensi yang dihasilkan bukan merupakan kelipatan antara jumlah kutub dengan jumlah putaran

b.

Kedudukan Kutub Ditinjau dari kedudukan kutub magnitnya serta kumparan tempat

terbentuknya ggl induksi, maka generator AC dapat dibedakan atas: 1. Generator dengan Kutub Luar Disebut generator kutub luar karena kutub-kutub magnitnya diam (berada pada stator), sedangkan kumparan pembangkit ggl induksi berada pada rotor (berputar) 2. Generator dengan Kutub Dalam Disebut generator kutub dalam karena kutub-kutub magnitnya berputar (berada pada rotor), sedangkan kumpatan pembangkit ggl induksi berada pada stator (diam).

c.

Jumlah Putaran Sesuai frekwensi yang telah ditentukan (Indonesia f = 50 Hz), berdasarkan jumlah putaran maka generator dapat dibedakan atas: 1. Generator Putaran Tinggi Disebut generator putaran tinggi, karena untuk mencapai frekwensi yang telah ditentukan seperti tersebut di atas, diperlukan jumlah putaran generator yang tinggi, dalam hal ini adalah 3000 putaran permenit. Menurut persamaan (1), jumlah kutub generator tersebut adalah dua buah. 2. Generator Putaran Sedang Disebut generator putaran sedang karena untuk mencapai frekwensi yang telah ditentukan seperti di atas, diperlukan jumlah putaran generator yang sedang, dalam hal ini antara 1500 600 Rpm, yang menurut persamaan diperlukan jumlah kutub magnitnya 4 10 buah. 3. Generator Putaran Rendah Disebut generator putaran rendah karena untuk mencapai frekwensi yang telah ditentukan seperti di atas, diperlukan jumlah putaran generator yang

Andry Saftiawan 101041003

rendah, dalam hal ini antara 500 75 Rpm, yang menurut persamaan jumlah kutub magnitnya 12 - 80 buah Jumlah kutub generator arus bolak-balik tergantung dari kecepatan rotor dan frekuensi dari ggl yang dibangkitkan. Hubungan tersebut dapat ditentukan dengan persamaan berikut ini.

f.

Keterangan: f = frekuensi tegangan (Hz) p = jumlah kutub pada rotor n = kecepatan rotor (rpm)

Generator Tanpa Beban (Beban Nol) Jika poros generator diputar dengan kecepatan sinkron dan rotor diberi arus medan If, maka tegangan E0 akan terinduksi pada kumparan jangkar stator sebesar :

E0 = cn

Andry Saftiawan 101041003

dimana :

c = konstanta mesin n = putaran sinkron f = fluks yang dihasilkan oleh If

Generator arus bolak-balik yang dioperasikan tanpa beban, arus jangkarnya akan nol (Ia = 0) sehingga tegangan terminal Vt = Va = Vo. Karena besar ggl induksi merupakan fungsi dari flux magnet, maka ggl induksi dapat dirumuskan: Ea = f ( ), yang berarti pengaturan arus medan sampai kondisi tertentu akan mengakibatkan ggl induksi tanpa beban dalam keadaan saturasi. Generator Berbeban Tiga macam sifat beban jika dihubungkan dengan generator, yaitu : beban resistif, beban induktif, dan beban kapasitif. Akibat pembeban ini akan berpengaruh terhadap tegangan beban dan faktor dayanya. Gambar 4 menunjukkan jika beban generator bersifat resistif mengakibatkan penurunan tegangan relatif kecil dengan faktor daya sama dengan satu. Jika beban generator bersifat induktif terjadi penurunan tegangan yang cukup besar dengan faktor daya terbelakang (lagging). Sebaliknya, Jika beban generator bersifat kapasitif akan terjadi kenaikan tegangan yang cukup besar dengan faktor daya mendahului (leading). Sistem Penguat (Exciter) Saat generator dihubungkan dengan beban akan menyebabkan tegangan keluaran generator akan turun, karena medan magnet yang dihasilkan dari arus penguat relatif konstan. Agar tegangan generator konstan, maka harus ada peningkatan arus penguatan sebanding dengan kenaikan beban.

Andry Saftiawan 101041003

10

Generator Serempak Atau bisa juga disebut dengan Generator sinkron dengan definisi sinkronnya, mempunyai makna bahwa frekuensi listrik yang dihasilkannya sinkron dengan putaran mekanis generator tersebut. Rotor generator sinkron yang diputar dengan penggerak mula (prime mover) yang terdiri dari belitan medan dengan suplai arus searah akan menghasilkan medan magnet putar dengan kecepatan dan arah putar yang sama dengan putaran rotor tersebut. Hubungan antara medan magnet pada mesin dengan frekuensi listrik pada stator ditunjukan pada Persamaan 2.1 dibawah ini:

f = Frekuensi listrik (Hz) f. = Kecepatan putar medan magnet atau kecepatan putar rotor (rpm) p = Jumlah kutub

Generator sinkron sering kita jumpai pada pusat-pusat pembangkit tenaga listrik (dengan kapasitas yang relatif besar). Misalnya, pada PLTA, PLTU, PLTD dan lain-lain. Selain generator dengan kapasitas besar, kita mengenal juga generator dengan kapasitas yang relatif kecil, misalnya generator yang digunakan untuk penerangan darurat yang sering disebut Generator Set atau generator cadangan. Generator sinkron sering kita jumpai pada pusat-pusat pembangkit tenaga listrik (dengan kapasitas yang relatif besar). Misalnya, pada PLTA, PLTU, PLTD dan lain-lain. Selain generator dengan kapasitas besar, kita mengenal juga generator dengan kapasitas yang relatif kecil, misalnya generator yang digunakan untuk penerangan darurat yang sering disebut Generator Set atau generator cadangan.

Andry Saftiawan 101041003

11

Komponen Generator Serempak Generator sinkron mengkonversi energi mekanik menjadi energi listrik bolakbalik secara elektromagnetik. Energi mekanik berasal dari penggerak mula yang memutar rotor, sedangkan energi listrik dihasilkan dari proses induksi elektromagnetik yang terjadi pada kumparan-kumparan stator. Pada Gambar 2.1 dapat dilihat bentuk penampang sederhana dari sebuah generator sinkron.

Secara umum generator sinkron terdiri atas stator, rotor, dan celah udara. Sama seperti generator pada umumnya. Prinsip Kerja Generator Serempak

Adapun prinsip kerja dari generator sinkron secara umum adalah sebagai berikut :

Andry Saftiawan 101041003

12

1. Kumparan medan yang terdapat pada rotor dihubungkan dengan sumber eksitasi tertentu yang akan mensuplai arus searah terhadap kumparan medan. Dengan adanya arus searah yang mengalir melalui kumparan medan maka akan menimbulkan fluks yang besarnya terhadap waktu adalah tetap.

2. Penggerak mula (Prime Mover) yang sudah terkopel dengan rotor segera dioperasikan sehingga rotor akan berputar pada kecepatan nominalnya. 3. Perputaran rotor tersebut sekaligus akan memutar medan magnet yang dihasilkan oleh kumparan medan. Medan putar yang dihasilkan pada rotor, akan diinduksikan pada kumparan jangkar sehingga pada kumparan jangkar yang terletak di stator akan dihasilkan fluks magnetik yang berubah-ubah besarnya terhadap waktu. Adanya perubahan fluks magnetik yang melingkupi suatu kumparan akan menimbulkan ggl induksi pada ujungujung kumparan tersebut, hal tersebut sesuai dengan Persamaan 2.2 dan Persamaan 2.3 berikut :

e = -N .

Untuk generator sinkron tiga phasa, digunakan tiga kumparan jangkar yang ditempatkan di stator yang disusun dalam bentuk tertentu, sehingga susunan kumparan jangkar yang sedemikian akan membangkitkan tegangan induksi pada ketiga kumparan jangkar yang besarnya sama tapi berbeda fasa 1200 satu sama lain. Setelah itu ketiga terminal kumparan jangkar siap dioperasikan untuk menghasilkan energi listrik. Setelah itu ketiga terminal kumparan jangkar siap dioperasikan untuk menghasilkan energi listrik.

Andry Saftiawan 101041003

13

Sistem Start Generator AC Ada tiga macam jenis start yang dapat dilakukan pada generator yaitu : 1. Dengan Penggerak Mula Untuk sistem start dengan penggerak mula biasanya berupa mesin diesel untuk kapasitas daya yang kecil, turbin air atau turbin uap untuk kapasitas daya menengah dan turbin uap untuk kapasitas daya yang sangat besar.

2. Pengubah Frekuensi Motor sinkron mendapat pengisian dari sebuah generator sinkron khusus. Pengisian dilakukan dengan arus tukar berfrekuensi variabel dari hampir nol hingga mencapai frekuensi nominal. Dengan demikian motor sinkron mengalami start mulai putaran hampir nol hingga mencapai putaran nominal.

3. Sebagai Generator Rotor Sangkar/Start Asinkron Dalam hal ini rotor mesin dilengkapi suatu belitan yang bekerja sebagai sangkar asinkron. Dengan demikian selama start mesin bekerja sebagai motor tak serempak. Dengan start asinkron pada kumparan medan dapat dihasilkan gaya-gaya gerak listrik yang tinggi, disebabkan jumlah lilitan magnet yang biasanya besar. Gaya-gerak listrik yang tinggi ini bukan saja dapat merusak mesin, melainkan dapat juga menimbulkan bahaya bagi personil yang melayani mesin sinkron itu. Untuk menghindari bahaya ini kumparan magnet selama start dapat dibagi dalam beberapa belitan, yang masing-masing

dihubungsingkatkan. Setelah mencapai putaran sinkron, hubungan ini dilepaskan. Dalam hal ini sistem start yang digunakan pada generator set GSC 05 adalah dengan penggerak mula.

Andry Saftiawan 101041003

14

GANGGUAN GENERATOR AC

Gangguan Generator relatif jarang terjadi karena: Instalasi Listrik tidak terbuka terhadap lingkungan, terlindung terhadap petir dan tanaman. Ada Transformator Blok dengan hubungan Wye-Delta, sehingga mencegah arus (gangguan) urutan nol dari Saluran Transmisi masuk ke Generator. Instalasi Listrik dari Generator ke Rel umumnya memakai Cable Duct yang kemungkinannya mengalami gangguan kecil. Tripnya PMT Generator sebagian besar (lebih dari 50%) disebabkan oleh gangguan mesin penggerak generator.

Namun ada juga gangguan-gangguan yang sering terjadi pada generator, meliputi gangguan pada : 1. Stator 2. Rotor (Sistem Penguat) 3. Mesin Penggerak 4. Back up instalasi di luar Generato Pengaman terhadap gangguan luar generator Generator umumnya dihubungkan ke rel (busbar). Beban dipasok oleh saluran yang dihubungkan ke rel. Gangguan kebanyakan ada di saluran yang mengambil daya dari rel. Instalasi penghubung generator dengan rel umumnya jarang mengalami gangguan. Karena rel dan saluran yang keluar dari rel sudah mempunyai proteksi sendiri, maka proteksi generator terhadap gangguan luar cukup dengan relay arus lebih dengan time delay yang relatif lama dan dengan voltage restrain. Pengaman Terhadap Gangguan Dalam Generator 1. Hubung singkat antar fasa 2. Hubung singkat fasa ke tanah
Andry Saftiawan 101041003

15

3. Suhu tinggi 4. Penguatan hilang 5. Arus urutan negatif 6. Hubung singkat dalam sirkit rotor 7. Out of Step 8. Over flux

Hubung singkat antar fasa Untuk proteksi dipergunakan relay differensial. Kalau relay ini bekerja maka selain mentripkan PMT generator, PMT medan penguat generator harus trip juga. Selain itu melalui relay bantu, mesin penggerak harus dihentikan.

Hubung Singkat Fasa Tanah a. Dipakai Relay Hubung Tanah terbatas. Relay ini memerintahkan: PMT Generator Trip PMT Medan Penguat Mesin Penggerak berhenti (melalui Relay Bantu)

b. Pada Generator yang memakai Trafo Blok Y- sehingga arus urutan nol dari gangguan hubung tanah di luar Generator tidak masuk, bisa dipakai pula : Relay Tegangan yang mengukur pergeseran tegangan titik Netral terhadap tanah Relay Arus yang mengukur arus titik Netral ke tanah lewat tahanan atau kumparan.

Andry Saftiawan 101041003

16

Penguatan Hilang Penguatan hilang atau penguatan melemah (under exitation) bisa menimbulkan pemanasan yang berlebihan pada kepala kumparan stator Penguatan hilang menyebabkan gaya mekanik pada kumparan arus searah rotor hilang, terjadi out of step, menjadi Generator Asinkron, timbul arus pusar berlebihan di rotor, selanjutnya rotor mengalami pemanasan berlebihan. Relay penguatan hilang akan mentripkan PMT Generator

Penggunaan Relay Mho Dalam keadaan eksitasi rendah / hilang, Generator akan mengambil daya Reaktif dari sistem. Oleh karenanya dipakai Relay Mho yang bekerja pada kwadran 3 dan 4 dari Kurva Kemampuan Generator. Perlu perhatian pada Beban Kapasitif, misalnya Saluran Kosong, Daya Reaktif akan masuk ke Generator dan menyebabkan Relay ini bekerja

Hubung Singkat dalam Sirkit Rotor Generator AC Hubung singkat dalam sirkit rotor bisa menyebabkan penguatan hilang. Karena hubung singkat dalam sirkit rotor ini, bisa timbul distorsi medan magnet dan selanjutnya timbul getaran berlebihan. Cara mendeteksi gangguan sirkit rotor : a. Potentio b. Meter c. AC, DC Injection. Relay Negatif Sequence Gangguan yang menimbulkan ketidak-simetrisan Tegangan maupun arus, menimbulkan Negatif Sequence Current, tetapi tidak dapat dideteksi oleh Relayrelay yang telah disebutkan sebelumnya, maka sebelum Negatif Sequence Current

Andry Saftiawan 101041003

17

terjadi diharapkan dapat dideteksi oleh Relay ini. Gangguan-gangguan tersebut di atas misalnya adalah : Hubung Singkat antar lilitan satu fasa. Hubung Tanah di dekat titik Netral. Ada sambungan salah satu fasa yang kendor. Negative Sequence Current bisa menimbulkan pemanasan berlebihan pada rotor.

Gangguan Internal Generator Yang Sulit Dideteksi Hubung singkat antar lilitan satu fasa, tidak terdeteksi oleh relay diferensial. Hubung tanah di dekat titik Netral, tidak terdeteksi oleh relay hubung tanah terbatas. Lilitan putus atau sambungan kendor, tidak terlihat oleh relay diferensial. Diharapkan relay suhu dan relay Negatif Sequence bisa ikut mendeteksi dua gangguan ini Untuk Exciter berupa generator arus bolak balik yang memakai diode berputar, deteksi gangguan rotor hanya bisa lewat : a. Arus medan Pilot Exciter yang melewati sikat, bisa ditap untuk diamati. Arus ini akan membesar kalau ada gangguan kumparan rotor. b. Gangguan Kumparan rotor menimbulkan vibrasi yang bisa dideteksi oleh detektor vibrasi. Gangguan dalam mesin penggerak Gangguan-gangguan yang demikian adalah : Tekanan minyak pelumas terlalu rendah Suhu air pendingin atau suhu bantalan terlalu tinggi Daya balik, Adakalanya gangguan dalam mesin penggerak generator memerlukan tripnya PMT Generator.

Andry Saftiawan 101041003

18

Suhu Tinggi

Suhu tinggi bisa terjadi pada bantalan generator atau pada kumparan stator. Hal ini masing-masing di deteksi oleh relay suhu yang mula-mula membunyikan alarm kemudian mentripkan PMT generator dan

memberhentikan mesin penggerak apabila yang bekerja adalah relay suhu bantalan. Penyebab Suhu Tinggi A. Lilitan Stator, penyebabnya: 1. Beban Lebih 2. Beban tidak simetris, arus urutan negatif 3. Hubung singkat yang tidak terdeteksi 4. Penguatan Hilang / Lemah 5. Ventilasi kurang baik, hidrogin bocor 6. Kotoran / debu melekat pada lilitan

B. Kumparan Rotor, penyebabnya: 1. Beban stator tidak seimbang, arus urutan negatif 2. Hubung singkat yang tidak terdeteksi 3. Out of step 4. Ventilasi kurang baik, hidrogin bocor 5. Kotoran / debu melekat pada lilitan

C. Bantalan Generator, penyebabnya: 1. Pelumasan kurang lancar, tekanannya kurang tinggi2. Kerusakan pada bagian yang bergeseran

Andry Saftiawan 101041003

19

Tekanan minyak terlalu rendah Tekanan minyak pelumas yang terlalu rendah bisa merusak bantalan, oleh karenanya jika hal ini terjadi Mesin Penggerak perlu segera dihentikan melalui proses alarm terlebih dahulu apabila tekanan ini turun secara bertahap. Berhentinya Mesin Penggerak harus bersamaan dengan tripnya PMT Generator.

Suhu Air Pendingin atau Suhu Bantalan terlalu tinggi Sama seperti tekanan terlalu rendah Daya Balik Daya balik dimana generator menjadi motor dapat menimbulkan kerusakan karena pemanasan berlebihan pada sudu-sudu tekanan rendah Turbin uap. Pada Turbin air dapat meningkatkan kavitasi. Oleh karenanya diperlukan relay daya balik pada generator yang digerakkan oleh turbin uap atau turbin air dengan melalui Alarm terlebih dahulu. Untuk Turbin Gas masalahnya sama dengan untuk Turbin Uap. Putaran Lebih Apabila PMT generator trip, maka akan terjadi putaran lebih yang membahayakan generator dan mesin penggeraknya. Untuk ini diperlukan relay putaran lebih yang memberhentikan mesin penggerak. Tegangan Lebih Apabila PMT generator trip, maka bisa terjadi tegangan lebih. Untuk ini diperlukan relay tegangan lebih.

Andry Saftiawan 101041003

20

Tekanan dan Kebocoran Hidrogen Untuk generator yang didinginkan dengan gas Hidrogen, harus ada relay yang mendeteksi tekanan rendah dan kebocoran Hidrogen untuk memberhentikan mesin penggerak generator dan memutus arus medan.

Eksitasi Generator AC Sistem eksitasi secara konvensional dari sebuah generator arus bolak-balik terdiri atas sumber arus searah yang dihubungkan ke medan generator ac melalui cincinslip dan sikat-sikat. Sumber dc biasanya diperoleh dari generator arus searah yang digerakkan dengan motor atau penggerak mula yang sama dengan penggerak mula generator bolak-balik. Setelah datangnya zat padat, beberapa sistem eksitasi yang berbeda telah dikembangkan dan digunakan. Salah satunya adalah daya diambil dari terminal generator ac, diubah ke daya dc oleh penyearah zat padat dan kemudian dicatu ke medan generator ac dengan menggunakan cincin-slip konvensiona ldan sikat-sikat. Dalam sistem serupa yang digunakan oleh generator dengan kapasitas daya yang lebih besar, daya dicatukan ke penyearah zat padat dari lilitan tiga fase terpisah yang terletak diatas alur stator generator. Satu-satunya fungsi dari lilitan ini adalah menyediakan daya eksitasi untuk generator. Sistem pembangkitan lain yang masih digunakan baik dengan generator sinkron tipe kutub-sepatu maupun tipe rotorsilinder adalah sistem tanpa sikat-sikat, yang mana generator ac kecil dipasang pada poros yang sama sebagai generator utama yang digunakan untuk pengeksitasi. Pengeksitasi ac mempunyai jangkar yang berputar, keluarannya kemudian disearahkan oleh penyearah dioda silikon yang juga dipasang pada poros utama. Keluaran yang telah disearahkan dari pengeksitasi ac, diberikan langsung dengan hubungan yang diisolasi sepanjang poros ke medan generator sinkron yang berputar. Medan dari pengeksitasi ac adalah stasioner dan dicatu dari sumber dc terpisah. Berarti tegangan yang dibangkitkan oleh generator sinkron dapat dikendalikan dengan mengubah kekuatan medan pengeksitasi ac. Jadi sistem
Andry Saftiawan 101041003

21

pengeksitasi tanpa sikat tidak menggunakan komutator yang akan memperbaiki keandalandan menyederhanakan pemeliharaan umum.

Andry Saftiawan 101041003

22